Matrik Deskripsi Hasil Penelitian
|
|
|
- Verawati Susanto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 120 Matrik Deskripsi Hasil Penelitian NO NARASUMBER PROGRAM KEGIATAN NILAI KARAKTER MODEL AMONG 1 Kepala Sekolah Melaksanakan dengan tegas Tata Tertib SMK Angkasa 2 WKS Kesiswaan Melaksanakan dengan tegas Tata Tertib SMK Angkasa 3 Guru PKn Melaksanakan dengan tegas Tata Tertib SMK Angkasa 4 Guru BK Melaksanakan dengan tegas Tata Tertib SMK Angkasa Menjalankan Tata Tertib secara tegas, lugas, dan tepat sasaran. Menjalankan Tata Tertib secara tegas, lugas, dan tepat sasaran. Menjalankan Tata Tertib secara tegas, lugas, dan tepat sasaran. Menjalankan Tata Tertib secara tegas, lugas, dan tepat sasaran. Disiplin, bertanggungjawab, patuh pada tertib, dinamis, konstruktif Disiplin, bertanggungjawab, patuh pada tertib, dinamis, konstruktif Disiplin, bertanggungjawab, patuh pada tertib, dinamis, konstruktif Disiplin, bertanggungjawab, patuh pada tertib, dinamis, konstruktif Pendidikan yang memberikan kebebasan untuk bergerak (motorik), kebebasan berkreatifitas dan berani untuk bertindak serta tidak saling menyalahkan, tetapi saling asah asih dan asuh. Metode among adalah metode pendidikan dalam Pramuka dengan azas asah, asih dan asuh Metode among adalah metode pendidikan yang menganut falsafah Ing Ngarso Suntulodo, I Madyo Mangun Karso dan Tut Wuri Handayani Metode among adalah metode pendidikan yang mengacu kepada
2 121 5 Pembina Pramuka A (Putra) 6 Pembina Pramuka B (Putri) Membimbing anggota Pramuka dalam menjalankan Dasa Dharma dan Trisatya Membimbing anggota Pramuka dalam menjalankan Dasa Dharma dan Trisatya Memberi bimbingan, teladan serta mengarahkan anggota Pramuka agar dapat selalu berprilaku sesuai dengan Dasa Dharma dan Trisatya Memberi bimbingan, teladan serta mengarahkan anggota Pramuka agar dapat selalu berprilaku sesuai dengan Dasa Dharma dan Trisatya percaya diri, patuh pada aturanaturan sosial, menghargai keberagaman, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri, pemberani, bekerja keras, tekun, ulet / gigih, disiplin, visioner, bersahaja, pengabdian, tertib serta konstruktif percaya diri, patuh pada aturanaturan sosial, menghargai keberagaman, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri, pemberani, bekerja keras, tekun, ulet / gigih, disiplin, visioner, bersahaja, pengabdian, tertib serta konstruktif keteladanan yang penuh dengan kasih sayang. Among memberikan kebeasan kepada peserta didik untuk mengembangkan bakat, ide dan potensi dengan tujuan untuk menumbuhkan kreatifitas dan percaya diri, sehingga diharapkan peserta didik bisa mandiri dan mampu terjun langsung dalam kehidupan bermasyarakat. Among memberikan kebeasan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya secara mengayomi dan memberikan bimbingan supaya anak mandiri dan bisa berinteraksi dengan pembina dan rekan-rekan nya
3 122 7 Siswa 1 (AC) - Latihan Upacara Bendera - Peringatan HUT Pramuka - Peringatan HUT RI - Upacara Pembukaan Diklat Saka Dirgantara - Upacara HUT Kota Bandung - Pengibaran Bendera KAA nasionalis, disiplin, bersemangat, pengabdian, toleran, menghargai keberagaman dan kebersamaan. sehingga peserta didik dapat terbuka dengan pembinanya. Metode among adalah metode mendidik Pramuka Muda dengan cara memberi kepercayaan pada kakak tingkat untuk dapat membina adik tingkat nya. - Pelantikan Anggota Pramuka - Pelantikan Ambalan - Pelantikan Bantara dan Laksana percaya diri, kreatif, mandiri, disiplin, bersahaja, bersemangat dan pengabdian. - Pengembaraan - Navigasi - Caving - Survival pemberani, tekun, ulet / gigih, disiplin,bersahaja, bersemangat dan dinamis. - Berkemah - Perkemahan / Praktek lapangan - Yout Leadership Camp Mandiri, tangguh, tidak cepat putus asa, disiplin, bertanggung jawab, saling menghormati, saling
4 123 - Rock Claimbing - Kepanitiaan Cabang dan Daerah - Raimuna - Rock Claimbing - Wall Claimbing - Pekan Raya Pramuka - Memantau TPS Pemilu Jabar - Rapat Gerak Jalan - Rapat Cap Gomeh - Rapat KAA - Rapat BLO - Rapat Funwalk - Raimuna Cabang - Raimuna Daerah - Raimuna Nasional menghargai, berempati.religius, kreatif, tekun kritis, gigih, disiplin, tertib. percaya diri, patuh pada aturanaturan sosial, menghargai keberagaman, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri, pemberani, bekerja keras, tekun, ulet / gigih, disiplin, visioner, bersahaja, pengabdian, tertib serta konstruktif percaya diri, patuh pada menghargai keberagaman,
5 124 - Lokatara - Terjun Payung - Latihan Menembak - Lomba Pionering - Terjun Payung - Latihan Menembak gigih, disiplin, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, pengabdian, tertib serta konstruktif percaya diri, patuh pada menghargai keberagaman, gigih, disiplin, pengabdian, tertib serta konstruktif pemberani, tekun, disiplin, tertib. Bertanggungjawab, percaya diri, kreatif, disiplin, bersemangat, dinamis, tertib.
6 125 - Kursus Pamong Dirgantara - Kewiraan Diklat Saka Dirgantara Percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada bekerja keras, tekun, disiplin, bersahaja, bersemangat, dinamis,pengabdian, tertib. 8 Siswa 2 (FK) - Latihan Upacara Bendera - Peringatan HUT Pramuka - Peringatan HUT RI - Upacara Pembukaan Diklat Saka Dirgantara - Upacara HUT Kota Bandung - Pengibaran Bendera KAA nasionalis, disiplin, bersemangat, pengabdian, toleran, menghargai keberagaman dan kebersamaan. Metode among adalah metode mendidik dengan cara menuntun adik tingkat agar dapat memiliki SKU yang diharapkan. - Pelantikan Anggota Pramuka - Pelantikan Ambalan - Pelantikan Bantara dan Laksana percaya diri, kreatif, mandiri, disiplin, bersahaja, bersemangat dan pengabdian. - Pengembaraan - Navigasi - Caving - Survival
7 126 - Berkemah - Rock Claimbing - Kepanitiaan Cabang dan Daerah - Perkemahan / Praktek lapangan - Yout Leadership Camp - Rock Claimbing - Wall Claimbing - Pekan Raya Pramuka - Memantau TPS Pemilu Jabar - Rapat Gerak Jalan - Rapat Cap Gomeh - Rapat KAA - Rapat BLO - Rapat Funwalk pemberani, tekun, ulet / gigih, disiplin,bersahaja, bersemangat dan dinamis. Mandiri, tangguh, tidak cepat putus asa, disiplin, bertanggung jawab, saling menghormati, saling menghargai, berempati.religius, kreatif, tekun kritis, gigih, disiplin, tertib. percaya diri, patuh pada aturanaturan sosial, menghargai keberagaman, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri, pemberani, bekerja keras, tekun, ulet / gigih, disiplin, visioner, bersahaja, pengabdian, tertib serta konstruktif
8 127 - Raimuna - Lokatara - Terjun Payung - Raimuna Cabang - Raimuna Daerah - Raimuna Nasional - Lomba Pionering - Terjun Payung percaya diri, patuh pada menghargai keberagaman, gigih, disiplin, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, pengabdian, tertib serta konstruktif percaya diri, patuh pada menghargai keberagaman, gigih, disiplin, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, pengabdian, tertib serta konstruktif pemberani, tekun, disiplin,
9 128 - Latihan Menembak - Kursus Pamong Dirgantara - Latihan Menembak - Kewiraan Diklat Saka Dirgantara tertib. pemberani, tekun, disiplin, tertib. Percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada bekerja keras, tekun, disiplin, bersahaja, bersemangat, dinamis,pengabdian, tertib. 9 Siswa 3 (LPSW) - Latihan Upacara Bendera - Peringatan HUT Pramuka - Peringatan HUT RI - Upacara Pembukaan Diklat Saka Dirgantara - Upacara HUT Kota Bandung - Pengibaran Bendera KAA nasionalis, disiplin, bersemangat, pengabdian, toleran, menghargai keberagaman dan kebersamaan. Metode Among adalah metode mendidik dengan cara memberi contoh yang baik pada adik tingkat.
10 129 - Pelantikan Anggota Pramuka - Pengembaraan - Berkemah - Rock Claimbing - Kepanitiaan Cabang dan Daerah - Pelantikan Ambalan - Pelantikan Bantara dan Laksana - Navigasi - Caving - Survival - Perkemahan / Praktek lapangan - Yout Leadership Camp - Rock Claimbing - Wall Claimbing - Pekan Raya Pramuka - Memantau TPS Pemilu Jabar percaya diri, kreatif, mandiri, disiplin, bersahaja, bersemangat dan pengabdian. pemberani, tekun, ulet / gigih, disiplin,bersahaja, bersemangat dan dinamis. Mandiri, tangguh, tidak cepat putus asa, disiplin, bertanggung jawab, saling menghormati, saling menghargai, berempati.religius, kreatif, tekun kritis, gigih, disiplin, tertib. percaya diri, patuh pada aturanaturan sosial, menghargai
11 130 - Raimuna - Lokatara - Rapat Gerak Jalan - Rapat Cap Gomeh - Rapat KAA - Rapat BLO - Rapat Funwalk - Raimuna Cabang - Raimuna Daerah - Raimuna Nasional - Lomba Pionering keberagaman, berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif, mandiri, pemberani, bekerja keras, tekun, ulet / gigih, disiplin, visioner, bersahaja, pengabdian, tertib serta konstruktif percaya diri, patuh pada menghargai keberagaman, gigih, disiplin, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, pengabdian, tertib serta konstruktif percaya diri, patuh pada menghargai keberagaman,
12 131 - Terjun Payung - Latihan Menembak - Kursus Pamong Dirgantara - Terjun Payung - Latihan Menembak - Kewiraan Diklat Saka Dirgantara gigih, disiplin, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, pengabdian, tertib serta konstruktif pemberani, tekun, disiplin, tertib. pemberani, tekun, disiplin, tertib. Percaya diri, menghargai keberagaman, patuh pada bekerja keras, tekun, disiplin, bersahaja, bersemangat, dinamis,pengabdian, tertib.
KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 157 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENGASUHAN PRAJA LEMBAGA PENDIDIKAN KEDINASAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI
KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 157 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENGASUHAN PRAJA LEMBAGA PENDIDIKAN KEDINASAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : a. bahwa dalam rangka efisiensi
KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 157 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENGASUHAN PRAJA LEMBAGA PENDIDIKAN KEDINASAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI
KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 157 TAHUN 2004 TENTANG PEDOMAN PENGASUHAN PRAJA LEMBAGA PENDIDIKAN KEDINASAN DEPARTEMEN DALAM NEGERI MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : a. bahwa dalam rangka efisiensi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan untuk membentuk kepribadian peserta didik seperti yang dimaksud dalam tujuan gerakan pramuka tidak dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat secara sekaligus,
BAB II SISTEM AMONG DALAM GERAKAN PRAMUKA
BAB II SISTEM AMONG DALAM GERAKAN PRAMUKA A. Pencetus Sistem Among Sistem among adalah hasil pemikiran dari Ki Hajar Dewantara, Ki hajar dewantara terlahir dengan nama Raden Mas Suwardi Suryaningrat pada
BAB IV ANALISIS PENANAMAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI KEGIATAN PRAMUKA DI MA YMI WONOPRINGGO
64 BAB IV ANALISIS PENANAMAN KEDISIPLINAN SISWA MELALUI KEGIATAN PRAMUKA DI MA YMI WONOPRINGGO Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada kegiatan ekstrakurikuler pramuka di MA YMI Wonopringgo, peneliti
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan peneliti pada kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di SMA Negeri 1 Rajagaluh, tentang Peranan Kegiatan
DAMPAK PEMBINAAN KEPRAMUKAAN TERHADAP TANGGUNG JAWAB SOSIAL PESERTA DIDIK
DAMPAK PEMBINAAN KEPRAMUKAAN TERHADAP TANGGUNG JAWAB SOSIAL PESERTA DIDIK oleh : Lani Widia Astuti & Eka Jayadiputra Program Studi PPKn Universitas Islam Nusantara, Bandung ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan dapat mewujudkan semua potensi diri manusia dalam mengembangkan kemampuan dan membentuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Dasar Kegiatan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Gerakan pramuka sebagai satu-satunya wadah kegiatan kepanduan di sekolah merupakan tempat pendidikan bagi anak-anak yang dilaksanakan dengan penuh kegembiraaan, penuh
BAB V PENUTUP. memberikan bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh
BAB V A. Kesimpulan PENUTUP Dalam upaya mewujudkan Pendidikan yang secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan
BAB V PENUTUP. 1. Pelaksanaan kegiatan Kepramukaan di MAN Maliku.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam kegiatan Kepramukaan di MAN Maliku maka akan disimpulkan: 1. Pelaksanaan kegiatan
TRISATYA DASADARMA PRAMUKA
PANCASILA 1. Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Kemanusiaan yang adil dan beradab 3. Persatuan Indonesia 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratn/perwakilan 5. Keadilan social
KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR. Oleh: Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2008
KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR Oleh: Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2008 RASIONAL 1. Jabatan guru sebagai jabatan yang berkaitan dengan pengembangan SDM 2. Era informasi
I. PENDAHULUAN. Kemandirian dan tanggung jawab merupakan pilar penting bagi terwujudnya
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemandirian dan tanggung jawab merupakan pilar penting bagi terwujudnya kemajuan. Sejarah bangsa-bangsa besar telah membuktikan bahwa kemandirian dan tanggung
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 056 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN KARANG PAMITRAN
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 056 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN KARANG PAMITRAN Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Menimbang : 1. bahwa dalam rangka usaha meningkatkan
MODUL 3.4 PROGRAM PESERTA DIDIK PRAMUKA PENEGAK dan PRAMUKA PANDEGA
MODUL 3.4 PROGRAM PESERTA DIDIK PRAMUKA PENEGAK dan PRAMUKA PANDEGA A. PRODIK PRAMUKA PENEGAK I. PENDAHULUAN Penegak adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 16 20 tahun. Secara umum usia tersebut
PROGRAM KERJA GUGUS DEPAN XI /076 PANGKALAN SMP NEGERI 8 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014. Disusun Oleh. Dewan Kerja Penggalang
PROGRAM KERJA GUGUS DEPAN XI.06.03.075/076 PANGKALAN SMP NEGERI 8 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Disusun Oleh Dewan Kerja Penggalang XI.06.03.075/076 GERAKAN PRAMUKA GUDEP XI.06.03.075/076 PANGKALAN
PETUNJUK PELAKSANAAN KOMPETISI PRAMUKA SE-JAWA BARAT (KOMPAS JABAR) 2017 DALAM RANGKA HUT GUDEP KE-28 BAB I PENDAHULUAN
PETUNJUK PELAKSANAAN KOMPETISI PRAMUKA SE-JAWA BARAT (KOMPAS JABAR) 2017 DALAM RANGKA HUT GUDEP KE-28 BAB I PENDAHULUAN A. DASAR PEMIKIRAN Gerakan pramuka sebagai wadah pembinaan yang lebih menitik beratkan
BAB I PENDAHULUAN. selaku Pimpinan Yayasan Persatuan Perguruan Tamansiswa mempunyai
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa yang berkedudukan di Yogyakarta selaku Pimpinan Yayasan Persatuan Perguruan Tamansiswa mempunyai kewenangan untuk pengesahan Majelis
- 1 - PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA
- 1 - PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA I. UMUM Salah satu tujuan bernegara yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. sebagai propinsi dengan jumlah penduduk tiga
230 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Propinsi Jawa Barat sebagai propinsi dengan jumlah penduduk tiga terbesar di Pulau Jawa memiliki isu sentral kepadatan penduduk dengan segala permasalahannya.
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Ulasan terhadap hasil-hasil penelitian yang telah dipaparkan pada Bab IV. akhirnya menghasilkan sejumlah kesimpulan.
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan Ulasan terhadap hasil-hasil penelitian yang telah dipaparkan pada Bab IV akhirnya menghasilkan sejumlah kesimpulan. 1. Kesimpulan Umum Penelitian ini dilatarbelakangi
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian dan Ruang Lingkup Kegiatan Ekstrakurikuler
11 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kegiatan Ekstrakurikuler 1. Pengertian dan Ruang Lingkup Kegiatan Ekstrakurikuler Ekstrakurikuler merupakan kegiatan di luar jam pelajaran. Suryosubroto (2009:286) menyatakan
LAMPIRAN KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 104 Tahun 2004 TANGGAL : 18 Oktober 2004 ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PEMBUKAAN
LAMPIRAN KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR : 104 Tahun 2004 TANGGAL : 18 Oktober 2004 ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PEMBUKAAN Bahwa persatuan dan kesatuan bangsa dalam negara kesatuan yang adil dan makmur, materiil
STRATEGI MANAJEMEN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA DI SEKOLAH
STRATEGI MANAJEMEN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA DI SEKOLAH DR. CEPI SAFRUDDIN ABDUL JABAR Disajikan pada Bimbingan Teknis Karakter Bangsa bagi Kepala Sekolah SMK, 28 Maret 2012
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 53 TAHUN 1985 PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA BAKTI HUSADA
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 53 TAHUN 1985 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA BAKTI HUSADA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ; Menimbang : 1. bahwa untuk kesejahteraan
Pramuka Penegak Oleh: Dinar Herindo Harya
Pramuka Penegak Oleh: Dinar Herindo Harya A. Filosofi Pramuka Penegak Penegak adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang berusia 16 20 tahun. Secara umum usia tersebut disebut masa sosial (Kohnstam) atau
Siaran Pers Kemendikbud: Hardiknas 2017, Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas Selasa, 02 Mei 2017
Siaran Pers Kemendikbud: Hardiknas 2017, Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas Selasa, 02 Mei 2017 Mendikbud: Pembentukan Karakter Harus Menjadi Prioritas     Jakarta, Kemendikbud â Peringatan
BAB I PENDAHULUAN. bangsa yang paripurna, sebagaimana tercantum dalam garis-garis besar
1 BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam menentukan perubahan sosial. Perubahan bertanggung jawab atas terciptanya generasi bangsa yang paripurna, sebagaimana
POLA DAN MEKANISME PEMBINAAN PRAMUKA PANDEGA
POLA DAN MEKANISME PEMBINAAN PRAMUKA PANDEGA NOMOR: 176 TAHUN 2013 BAB I PENDAHULUAN 1. Umum a. Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi
II. TINJAUAN PUSTAKA. 1. Tinjauan Tentang Peranan Kegiatan Kepramukaan. Istilah peran kerap kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.
13 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Tinjauan Tentang Peranan Kegiatan Kepramukaan a. Peranan Istilah peran kerap kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Istilah ini sering dikaitkan dengan apa
POLA PEMBINAAN PRAMUKA PENEGAK ( Oleh : Udi wahyudi )
POLA PEMBINAAN PRAMUKA PENEGAK ( Oleh : Udi wahyudi ) Adanya perkembangan psikologi peserta didik (anggota muda), menyebabkan munculnya suatu pemikiran untuk mengembangkan Pola dan Mekanisme Pembinaan
ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA HASIL MUNASLUB GERAKAN PRAMUKA TAHUN 2012
ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA HASIL MUNASLUB GERAKAN PRAMUKA TAHUN 2012 BAB I NAMA DAN TEMPAT Pasal 1 Nama (1) Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia
BAB I PENDAHULUAN. Hidup adalah pendidikan dan pendidikan adalah kehidupan. Di dalam
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan pada hakikatnya adalah bertujuan untuk membentuk karakter. Orang-orang terdidik adalah orang yang berkarakter yaitu orang yang bertindak mulia. Tindakan
BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO
BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 67 TAHUN : 2017 PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 65 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SATUAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fitri Indriyani, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan tidak akan terlepas dari hakikat manusia, sebab subjek utama pendidikan adalah manusia untuk itu dalam membangun bangsa dan negara Indonesia yang
ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA HASIL MUNASLUB GERAKAN PRAMUKA TAHUN 2012
ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PRAMUKA HASIL MUNASLUB GERAKAN PRAMUKA TAHUN 2012 BAB I NAMA DAN TEMPAT Pasal 1 Nama (1) Organisasi ini bernama Gerakan Pramuka yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia
A. LATAR BELAKANG MASALAH
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada krisis karakter yang cukup memperihatinkan. Demoralisasi mulai merambah ke dunia pendidikan yang tidak pernah memberikan
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.131, 2010 PENDIDIKAN. Kepramukaan. Kelembagaan. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5169) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12
KATA PENGANTAR. Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Drs. M. Mustaghfirin Amin, MBA
KATA PENGANTAR Dalam rangka mengimplementasikan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Menengah, dan dalam rangka Implementasi Kurikulum 2013,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan kepribadian ditujukan untuk mengembangkan
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
www.legalitas.org KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 104 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan
Pengantar Presiden RI pada Hari Pramuka ke-53, di Cibubur, Jakarta, Tgl. 14 Agustus 2014 Kamis, 14 Agustus 2014
Pengantar Presiden RI pada Hari Pramuka ke-53, di Cibubur, Jakarta, Tgl. 14 Agustus 2014 Kamis, 14 Agustus 2014 PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA HARI PRAMUKA KE-53 DI LAPANGAN BUMI PERKEMAHAN
PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA GIAT DAN BAKTI SAKA WIRA KARTIKA KODIM 1418 MAMUJU A. DASAR PEMIKIRAN
PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA GIAT DAN BAKTI SAKA WIRA KARTIKA KODIM 1418 MAMUJU penting untuk di pelajari. Oleh karena itu, sebuah kegiatan yang menguji pada kemampuan anggota Pramuka sangatlah perlu, sebagai
BAB VI PENUTUP. A. Kesimpulan. Dari beberapa data mengenai Implementasi Pendidikan Karakter
BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Dari beberapa data mengenai Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Kepramukaan di MAN Tulungagung 1, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. Metode yang
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan kepribadian ditujukan untuk
-1- URAIAN JABATAN FUNGSIONAL UMUM DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL 1. PEMBINA KARAKTER
-1- LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 18 TAHUN 2015 TENTANG URAIAN JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN PERTANAHAN
PETUNJUK PELAKSANAAN dan TEKNIS. LOMBA E-LANG (Eksistensi Penggalang) TAHUN 2016 TINGKAT SD/MI KABUPATEN JOMBANG (OPEN)
PETUNJUK PELAKSANAAN dan TEKNIS LOMBA E-LANG (Eksistensi Penggalang) TAHUN 2016 TINGKAT SD/MI KABUPATEN JOMBANG (OPEN) A. LATAR BELAKANG Pramuka sebagai salah satu kegiatan non akademik yang ada di sekolah,
Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka, (Jakarta : Kemenpora, 2010), hlm Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Undang-Undang Republik
BAB IV ANALISIS PENDIDIKAN KARAKTER YANG TERKANDUNG DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENCAPAIAN KURIKULUM 2013 A. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter
pentransferan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Kebudayaan R.I. Fuad Hasan berpendapat bahwa, "Sebaik apapun kurikulum jika
2 bahwa guru merupakan pihak pertama yang paling bertanggung jawab dalam pentransferan ilmu pengetahuan kepada peserta didik. Terkait dengan pernyataan tersebut, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 231 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN GUGUSDEPAN GERAKAN PRAMUKA
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 231 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN GUGUSDEPAN GERAKAN PRAMUKA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Menimbang Mengingat : a. bahwa dalam
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG GERAKAN PRAMUKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan kepribadian ditujukan
BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. 1. Pendidikan pramuka di SMK Negeri 1 Pogalan Trenggalek. ektra kurikuler perlu diadakan.
BAB IV PAPARAN DATA DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A. Data Temuan 1. Pendidikan pramuka di SMK Negeri 1 Pogalan Trenggalek Untuk penerapan kegiatan ektra kurikuler gerakan pramuka dalam meningkatkan mutu pendidikan
PEMBENTUKAN KARAKTER KEDISIPLINAN SEJAK ANAK USIA DINI MELALUI PENGENALAN NILAI-NILAI KEPRAMUKAAN
PEMBENTUKAN KARAKTER KEDISIPLINAN SEJAK ANAK USIA DINI MELALUI PENGENALAN NILAI-NILAI KEPRAMUKAAN Dyah Rahmawati Mahasiswa PGPAUD FKIP UAD Yogyakarta email: [email protected] Abstrak Pembentukan karakter
PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
PENDAHULUAN A. Latar Belakang Remaja dalam bahasa latin adolescence berarti tumbuh menjadi dewasa atau dalam perkembangan menjadi dewasa. Rentang waktu usia remaja dibedakan menjadi tiga, yaitu : 12-15
LEMBAR PENILAIAN PRAMUKA GARUDA GOLONGAN SIAGA
GOLONGAN SIAGA 1 Menjadi contoh yang baik dalam Perindukan Siaga, di rumah, di sekolah atau di lingkungan pergaulannya, sesuai dengan isi Dwisatya dan Dwidarma. 2 Telah menyelesaikan SKU tingkat Siaga
Standar Proses Pembelajaran. Standar Isi. Lulusan. Peserta didik. Lingkungan. Standar Pembiayaan. Standar Sar. & Pras.
SUPERVISI AKADEMIK DALAM KAITANNYA DENGAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (Makalah disampaikan pada Workshop Penjaminan Mutu) Para Kepala Sekolah Se Kabupaten Karangasem 28 Oktober 2006 ---------------------------------------------------------------------
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA
KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2009 TENTANG PENGESAHAN ANGGARAN DASAR GERAKAN PRAMUKA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan peranan Gerakan Pramuka
PETUNJUK PELAKSANAAN GUGUS DEPAN GERAKAN PRAMUKA YANG BERPANGKALAN DI KAMPUS PEGURUAN TINGGI
PETUNJUK PELAKSANAAN GUGUS DEPAN GERAKAN PRAMUKA YANG BERPANGKALAN DI KAMPUS PEGURUAN TINGGI KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 180 A TAHUN 2011 KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA i DAFTAR
INSTRUMEN ON THE JOB TRAINING I DIKLAT FUNGSIONAL CALON PENGAWAS SEKOLAH
INSTRUMEN ON THE JOB TRAINING I DIKLAT FUNGSIONAL CALON PENGAWAS SEKOLAH OJT-1.01 INSTRUMEN UJI KOMPETENSI INTI PENGAWAS SEKOLAH (PENILAIAN ESAY/MAKALAH) Nama Peserta :... Instansi :... Tanggal :... Judul
LAMPIRAN I KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 176 TAHUN 2013 TENTANG POLA DAN MEKANISME PEMBINAAN PRAMUKA PENEGAK BAB I PENDAHULUAN
LAMPIRAN I KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 176 TAHUN 2013 TENTANG POLA DAN MEKANISME PEMBINAAN PRAMUKA PENEGAK BAB I PENDAHULUAN 1. Umum a. Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan
SKRIPSI. Oleh Eshi Ismayaningrum NIM
EFEKTIVITAS KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAAN DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMK NEGERI 1 BUKATEJA, KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan
Siaran Pers Kemendikbud: Penguatan Pendidikan Karakter, Pintu Masuk Pembenahan Pendidikan Nasional Senin, 17 Juli 2017
Siaran Pers Kemendikbud: Penguatan Pendidikan Karakter, Pintu Masuk Pembenahan Pendidikan Nasional Senin, 17 Juli 2017 Penguatan karakter menjadi salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi)
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 080 TAHUN 1988 TENTANG POLA DAN MEKANISME PEMBINAAN PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 080 TAHUN 1988 TENTANG POLA DAN MEKANISME PEMBINAAN PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA Menimbang Mengingat Memperhatikan Menetapkan Pertama Kedua Ketiga : :
Kegiatan Pramuka. Kegiatan yang dapat diikuti semua golongan Pramuka
Kegiatan Pramuka Oleh : Sudiharto (Waka Binawasa Kwaran Kecamatan Cilandak) Dalam Kepramukaan terdapat banyak kegiatan. Semua kegiatan kepramukaan sesuai dengan metoda pendidikan kepramukaan. Metoda Pendidikan
G E R A K A N P R A M U K A GUGUS DEPAN NATADIRJA SMA NEGERI 10 KOTA BENGKULU Jl. Padang Cengkeh Kel. Sukarami Kec. Selebar Kota Bengkulu
No : 01 / HUT / GD.01015-01016 / IV /2015 Lampiran : 1 (satu) Berkas Perihal : Undangan Kegiatan Kepada Yth. Kakak Ketua Mabigus SMA / SMK / MA / SMP / MTS di Tempat Salam Pramuka Bengkulu, 1 Oktober 2015
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah UU No 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
KODE ETIK DOSEN POLITEKNIK NEGERI BALI
KODE ETIK DOSEN POLITEKNIK NEGERI BALI BADUNG, BALI TAHUN 2014 i Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmatnya dan kerja keras tim perumus etika dosen di
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 032 TAHUN 1989 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA PRAMUKA
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 032 TAHUN 1989 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA PRAMUKA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Menimbang : a. bahwa Gerakan Pramuka sebagai
PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA PRAMUKA TARUNABUMI
PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA PRAMUKA TARUNABUMI KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 180 TAHUN 2011 KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA DAFTAR ISI Daftar Isi... Keputusan No. 180 Tahun
PERSEPSI MAHASISWA PGSD TERHADAP KONSEP PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA
PERSEPSI MAHASISWA PGSD TERHADAP KONSEP PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA oleh Naniek Sulistya Wardani Program Studi S1 PGSD FKIP Universitas Kristen Satya Wacana [email protected] HP 0856 2698 547
PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA PRAMUKA DIRGANTARA
PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA PRAMUKA DIRGANTARA KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 151 TAHUN 2011 KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA DAFTAR ISI Daftar Isi... Keputusan No.151 Tahun
BAB V P E N U T U P. berbasis prestasi di SMP Al Islam 1 Surakarta. perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi.
BAB V P E N U T U P A. Simpulan 1. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola Sumberdaya Manusia berbasis prestasi di SMP Al Islam 1 Surakarta Kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola sumber daya manusia
BAB I PENDAHULUAN. anak didik kita diberi bekal ilmu yang memadai melalui jalur pendidikan yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini perkembangan global begitu cepat dan sangat dinamis. Pendidikan menjadi alat untuk mengatasi keadaan tersebut dan hal itu dapat dilakukan apabila anak didik
BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Sisdiknas tahun 2003 pasal I mengamanahkan bahwa tujuan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan upaya mencapai kedewasaan subjek didik yang mencakup segi intelektual, jasmani dan rohani, sosial maupun emosional. Undang-Undang Sisdiknas
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil yang diperoleh selama penelitian dan dilanjutkan dengan proses analisis, maka peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. bahwa karakteristik
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 170.A TAHUN 2008 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA PRAMUKA
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 170.A TAHUN 2008 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA PRAMUKA Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Menimbang : a. bahwa Gerakan Pramuka dalam
PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA PRAMUKA BHAYANGKARA
PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA PRAMUKA BHAYANGKARA KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 159 TAHUN 2011 KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA DAFTAR ISI Daftar Isi... Keputusan No.159 Tahun
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perguruan tinggi/universitas dihadapkan pada situasi dimana universitas harus mengedepankan lulusan mahasiswa yang berkualitas (memiliki kompetensi). Mahasiswa
LAPORAN KEANGGOTAAN, ORGANISASI DAN KEGIATAN TAHUN Disusun oleh: Pengurus Kwartir Ranting Sukalarang
LAPORAN KEANGGOTAAN, ORGANISASI DAN KEGIATAN TAHUN 2013 Disusun oleh: Pengurus Kwartir Ranting Sukalarang GERAKAN PRAMUKA KWARTIR RANTING SUKALARANG 2013 LAPORAN TAHUNAN KWARTIR RANTING SUKALARANG Tim
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
165 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan, penulis menemukan temuan penelitian yang kemudian dijadikan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan, yang terdiri dari kesimpulan
PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA PRAMUKA BAKTI HUSADA
PETUNJUK PENYELENGGARAAN SATUAN KARYA PRAMUKA BAKTI HUSADA KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 154 TAHUN 2011 KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA DAFTAR ISI Daftar Isi... i Keputusan No. 154.A
LANGKAH-LANGKAH PEMBENTUKAN KEPENGURUSAN SAKA BAKTI HUSADA Pengertian:
LANGKAH-LANGKAH PEMBENTUKAN KEPENGURUSAN SAKA BAKTI HUSADA Pengertian: Satuan Karya Pramuka Disingkat Saka yaitu wadah pendidikan dan pembinaan guna menyalurkan minat,mengembangkan bakat dan menambah pengalaman
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 220 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN POKOK-POKOK ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR: 220 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN POKOK-POKOK ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA Menimbang Ketua, : a. bahwa untuk keseragaman dan keselarasan dalam
PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (Studi Kasus di MTs Negeri Surakarta II Tahun 2013)
PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (Studi Kasus di MTs Negeri Surakarta II Tahun 2013) NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Karunia Eka Lestari, 2013
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika memegang peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, baik sebagai alat bantu dalam penerapan ilmu lain maupun dalam pengembangan
bukan sekedar baju seragam di hari Sabtu! Dodi Nandika
Catatan Tentang KEPRAMUKAAN bukan sekedar baju seragam di hari Sabtu! Dodi Nandika Semarang, 26 Maret 2011 1 GERAKAN PRAMUKA MEMILIKI SEJARAH YANG AMAT PANJANG DI TANAH AIR SUDAH MENGAKAR DAN MEMASYARAKAT
Sejarah pendidikan Indonesia 1. Dyah Kumalasari
Sejarah pendidikan Indonesia 1 Dyah Kumalasari PENDAHULUAN Francis Bacon Knowledge is power Pendidikan untuk Manusia.Sumber pokok kekuatan bagi manusia adalah Pengetahuaan. Mengapa...? Karena manusia dgn
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR 43 TAHUN 1997 PETUNJUK PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA
KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR 43 TAHUN 1997 PETUNJUK PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PRAMUKA PENEGAK DAN PANDEGA BAB I PENDAHULUAN 1. Umum a. Gerakan Pramuka mempunyai tugas
I. PENDAHULUAN. Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah program pendidikan dan
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) adalah program pendidikan dan pembelajaran yang secara programatik-prosedural berupaya memanusiakan dan membudayakan serta memberdayakan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Disiplin Menaati Peraturan di Sekolah 1. Pengertian Disiplin Menaati Peraturan di Sekolah Disiplin merupakan salah satu sarana pembentukan kepribadian seseorang. Dalam melakukan
NILAI KEDISIPLINAN DALAM PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SISWA KELAS V (Studi Kasus di SD Negeri Siyono III, Playen, Gunungkidul) SKRIPSI
NILAI KEDISIPLINAN DALAM PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SISWA KELAS V (Studi Kasus di SD Negeri Siyono III, Playen, Gunungkidul) SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta untuk
PETUNJUK PENYELENGGARAAN POLA DAN MEKANISME PEMBINAAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
PETUNJUK PENYELENGGARAAN POLA DAN MEKANISME PEMBINAAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN (HASIL AMANDEMEN MUSYAWARAH MAHASISWA VIII KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS
PETUNJUK PELAKSANAAN GALANG PRAMUKA BERPRESTASI 2018 KREASI MEMBANGUN GENERASI
scoutsmadabpn PETUNJUK PELAKSANAAN GALANG PRAMUKA BERPRESTASI 2018 KREASI MEMBANGUN GENERASI GUGUS DEPAN 03-063 & 03-064 PANGKALAN SMA NEGERI 2 BALIKPAPAN AMBALAN IR. DJUANDA & TRIBHUWANA TUNGGADEWI PENDAHULUAN
