Pengadaan Jasa Konsultan Pendamping KP-USB dan SD- SMP Satu Atap

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pengadaan Jasa Konsultan Pendamping KP-USB dan SD- SMP Satu Atap"

Transkripsi

1 Dokumen Seleksi Secara Elektronik Pengadaan Jasa Konsultan Pendamping KP-USB dan SD- SMP Satu Atap - dengan Prakualifikasi - Untuk Seleksi Umum Metode Evaluasi Kualitas dan Biaya Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran: 202

2 ADDENDUM I DOKUMEN SELEKSI Nomor : 065./PJ/PULP-PSMP/IV/202 Tanggal : 3 April 202 untuk Pengadaan Jasa Konsultan Pendamping KP-USB dan SD- SMP Satu Atap Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun Anggaran : 202

3 BAB IV. KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) KERANGKA ACUAN KERJA Pekerjaan Layanan Jasa Construction Management Untuk Block Grant PembangunanUSBdanPengembangan SD SMP SATU ATAP Dengan Mekanisme Partisipasi Masyarakat APBN Tahun Anggaran 202 Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 3

4 Kerangka Acuan Kerja Layanan Jasa Construction Management untuk Block GrantPembangunanUSBdan Pengembangan SD SMP Satu Atap dengan Mekanisme Partisipasi Masyarakat Tahun 202 A. LATAR BELAKANG Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) Sembilan Tahun di lingkungan Direktorat Pembinaan SMP, mulai periode tahun 2009 lebih diarahkan untuk menyempurnakan program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar yang bermutu di seluruh tanah air. Dengan demikian pembangunan dan pengembangan infrastruktur sekolah dalam hal ini sekolah menengah pertama dilaksanakan dan di prioritaskan berdasarkan pada upaya-upaya pemerataan penyediaan akses pendidikan bagi populasi yang sangat membutuhkan didaerah-daerah yang secara spesifik belum terlayani karena kerpencaran geografis, maupun karena kebutuhan pemenuhan daya tampung di suatu daerah tertentu.karenanya lokasi-lokasi sekolah yang dibangun, secara fisik menjadi semakin jauh, tepencil, dan terpencar-pencar mendekati kantong-kantong di mana potensi siswa tinggal. Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajar Dikdas) Sembilan Tahun di lingkungan Direktorat Pembinaan SMP, mulai periode tahun 2009 lebih diarahkan untuk menyempurnakan program penuntasan wajib belajar pendidikan dasar yang bermutu di seluruh tanah air. Dengan demikian pembangunan dan pengembangan infrastruktur sekolah dalam hal ini sekolah menengah pertama dilaksanakan dan di prioritaskan berdasarkan pada upaya-upaya pemerataan penyediaan akses pendidikan bagi populasi yang sangat membutuhkan didaerah-daerah yang secara spesifik belum terlayani karena kerpencaran geografis (geographical scateredness), maupun karena kebutuhan pemenuhan daya tampung di suatu daerah tertentu.karenanya lokasi-lokasi sekolah yang dibangun, secara fisik menjadi semakin jauh, tepencil, dan terpencar-pencar mendekati kantong-kantong di mana potensi siswa tinggal. Meskipunrata-rata APK Nasionaltahun 200 adalah 98,%, namun dengan mempertimbangkan tingkat kemerataan, jumlah absolut anak yang belum mendapatkan layanan akses pendidikan, dan tingkat kesenjangan APK antara kota dan pedesaan, maka program-program dan kegiatan Direktorat Pembinaan SMP selanjutnya lebih diarahkan dalam rangka menjawab permasalahan-permasalah sebagai berikut: ().Masih terdapat 209 kabupaten di seluruh Indonesia yang belum tuntas paripurna karena mempunyai APK SMP/MTs/sederajat di bawah rata-rata APK nasional; (2).Disparitas APK antara daerah pedesaan dan perkotaan masih cukup tinggi, yaitu 22,3% sehingga masih memerlukan upaya yang lebih serius agar kabupaten bisa memperolehgain yang lebih tinggi dalam peningkatan APK; (3).Angka putus sekolah masih cukup tinggi, yaitu sebesar 2.03% yang disebabkan karena faktor kemiskinan, kondisi geografis, budaya atau faktor lainnya; (4).Mutu pendidikan dasar yang masih perlu ditingkatkan, diindikasikan dengan belum idealnya rasio siswa-guru (khususnya di daerah terpencil), rasio siswa-kelas, rasio kelas-ruang kelas, rasio laboratorium-sekolah, dan rasio perpustakaan-kelas; (5).Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, jumlah siswa per rombongan belajar perlu disesuaikan dengan standar BSNPmenjadi 32 siswa per rombongan belajar pada masa yang akan datang. Program pembinaan sekolah menengah pertama kedepanakanterus mengupayakankeseimbangan antara program perluasan/peningkatan akses dengan mutu pendidikan. Khusus untuk akses, program akan difokuskan pada upaya-upayamenuntaskan daerah-daerah (provinsi dan kabupaten) yang belum tuntas paripurna. 32

5 Mengacu pada Perjanjian Pemberian Bantuan (Grant Agreement Deed) No antara Pemerintah Indonesia dan Australia tentang Kontribusi Pemerintah Australia kepada Pemerintah Indonesia untuk Program Dukungan Sektor Pendidikantermasuk pembiayaan pembangunan dan pengembangan sekolah (Education Sector Support Program/ESSP),maka Pemerintah Indonesia akan memanfaatkannya untuk membiayai program Pembangunan/Pengembangan Sekolah di seluruh Indonesia tahun anggaran Dana Hibah dari Pemerintah Australia tersebut di transfer langsung ke Rekening Pemerintah di Bank Indonesia, dan selanjutnya Pemerintah Indonesia akan memanfaatkan dana tersebut melalui mekanisme pembiayaan APBN. B. PROGRAM BLOCK GRANT PEMBANGUNAN USBDAN PENGEMBANGAN SD SMP SATU ATAP. Umum Dalam upaya penuntasan Program Wajib Belajar 9 Tahun, pada tahun anggaran 202Kementerian Pendidikan dan Kebudayaanmelalui Kegiatan Penjaminan KepastianLayanan Pendidikan SMP Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, akan melaksanakan Program Block Grant (BG) Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) dan Pengembangan SD SMP satu Atap (Satap) di Indonesia. Seluruhnya berjumlah 5USB, 40 USB berasrama, dan 340 SD SMP Satu Atap.Lokasi pembangunan/pengembangantersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Dengan Mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 33/U/2003 tentang Pemberian Bantuan Block Grant untuk Pendidikan Dasar dan Menengah, maka pembangunan USB, dan pengembangansd SMP Satu Atap dilaksanakan dengan mekanisme partisipasi masyarakat. 2. Pengertian Program Block Grant Pembangunan USB. Program Block GrantPembangunan USB atau biasa disebut BG USB adalah program pembangunan unit sekolah baru yang dilaksanakan di daerahyang memerlukan fasilitas akses pendidikan jenjang SMP dengan potensi siswa memadai (bibit lulusan SD >48 anak pertahun), dan lokasinya memenuhi syarat secara teknis untuk dibangun sekolah menengah pertama. Program Block Grant Pembangunan USB Berasrama. Sama dengan program Pembangunan USB reguler, program ini diperuntukkan bagi daerah yang memerlukan fasilitas akses SMP, potensi siswa memadai, dan lokasinya memenuhi syarat secara teknis untuk dibangun SMP sebagaimana Program Pembangunan USB reguler, namun demikian apabila sebagian potensi siswa dalam wilayah pelayanan sekolah tersebut tinggal di wilayah yang lebih jauh atau lebih sulit dicapai sehingga perjalanan pergi-pulang ke sekolah memakan waktu lebih lama, maka untuk lokasi sekolah yang demikian perlu disediakan asrama siswa. Program Pengembangan SD SMP satu Atap.Program Pengembangan SDSMP satu Atap adalah program penyediaan akses pelayanan pendidikan SMP pada suatu lokasi yang jauh dan terpencil, dengan potensi siswa terbatas (bibit lulusan SD <48 anak pertahun). Pada daerah semacam itu biasanya layanan pendidikan setingkat SMP belum ada atau kalaupun sudah ada berada diluar jangkauan anak-anak yang tinggal didaerah tersebut, sehingga membangun satu SMPregular menjadi tidak efisien. Salah satu alternatif penyediaan akses pada kondisi yang demikian adalah mengembangkan pendidikan terpadu SD dan SMP di lokasi SD yang sudah ada. Block Grant. Adalah dana subsidi/bantuan dari Pemerintah Pusat kepada Sekolah dan masyarakat dengan tujuan untuk membangun unit sekolah baru atau mengembangkan SD SMP Satu Atap di lokasi yang memerlukan. Dana block grant (subsidi/bantuan) dtransfer langsung langsung kepada sekolah dan pelaksanaan pembangunannya melibatkan partisipasi masyarakat disekitar lokasi sekolah dengan mengacu pada Panduan Pelaksanaan (Panlak)yang disediakan oleh Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Komite/Panitia Pembangunan dan Pengembangan Sekolah.Komite Pembangunan Unit Sekolah Baru (KP- USB) pada Program BG USB/USB Berasrama, sertapanitia Pengembangan dan Pembangunan SD SMP Satu Atap (P2SATAP), pada Program Pengembangan SD SMP Satu Atap, komite/panitia adalah lembaga 33

6 yang menjadi representasi masyarakat. KPUSB dan P2SATAP dipilih secara demokratis dan transparan berdasarkan kriteria-kriteria yang tercantum dalam Panduan Pelaksanaan dan mendapatkan pengesahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten. Fokus Kegiatan. Kegiatan Pembangunan USB berfokus pada kegiatan pembangunan fisik gedung sekolah dan pengadaan perabot (furniture) nya, sedangkan kegiatan operasional sekolah seperti pengadaan buku dan alat termasuk alat bantu pembelajaran adalah kewajiban dari Pemerintah Daerah untuk menyelenggarakannya. Berbeda dengan kegiatan pengembangan SD SMP Satu Atap, input kegiatan yang dilaksanakan lebih luasmeliputi kegiatan pembangunan ruang dan furniture, penyediaan buku dan peralatan sekolah, penyediaan dana operasional sekolah termasuk insentif bagi tenaga kependidikan dalam masa awal pengembangannya selama 6 bulan. Sejalan dengan itupemerintah Kabupaten berkewajiban untuk: (i).membentuk kelembagaan sekolah, (ii).menetapkan manajemen sekolah, (iii). menempatkan guru, dan (iv).merekrut siswanya sebelum kegiatan dimulai. Pendampingan Pelaksanaan. Untuk menjamin terlaksananya program Block Grant (BG)Pembangunan USB dan Pengembangan SD SMP Satu Atap, ditunjuk konsultan Construction Management (CM)untuk memberikan pendampingan dan sekaligus mensupervisikerja komite/panitia dalam pelaksanaan pembangunan dan pengembangan sekolah tersebut. 3. Organisasi Kegiatan Kegiatan Penjaminan Kepastian Layanan Pendidikan.Kegiatan Penjaminan Kepastian Layanan Pendidikan ini dibentuk sebagai pelaksana tugas sehari-hari atas nama Direktur Pembinaan SMP dengan 3 tugas utama yaitu: (i) Melaksanakan seluruh kegiatan dan memastikan bahwa implementasi program perluasan akses di provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan sasaran, tujuan, maupun pedoman penyelenggaraan program yang sudah ditentukan, (ii) Membimbing serta menyediakan bantuan teknis yang diperlukan oleh pelaksana program di provinsi/kabupaten/kota dan (iii) Melaksanakan program/kegiatan yang terkait dengan kedua hal tersebut diatas di tingkat pusat. Kegiatan Penjaminan Kepastian Layanan Pendidikan SMP berkedudukan di Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (Dit.PSMP), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar (Ditjen.Dikdas), Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, dipimpin oleh Penanggung Jawab Kegiatan Penjaminan KepastianLayanan Pendidikan SMP (Struktur Organisasi lihat Lampiran ). School System Quality Management Contractor (SSQ). Adalah konsultan yang di tugasi oleh AusAID dalam rangka membantu Kegiatan Penjaminan Kepastian Layanan Pendidikan SMP, Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat JenderalPendidikan Dasar, Kemdikbud dalam implementasi Program Dukungan Sektor Pendidikan (Education Sector Support Program/ESSP). Tim SSQ akan bekerja bersama dengan Tim Direktorat PSMP dalam penguatan kapasitas dan monitoring melalui technical assistance untuk level Nasional, Provinsi, dan kabupaten/sekolah. Tim Dit PSMP dan Tim SSQ akan bekerja bersama-sama selama masa perencanaan, pelaksanaan, dan paska pelaksanaan program. Koordinasi dan tanggung jawab pengendalian ada pada Direktorat PSMP. Dinas Pendidikan Provinsi. Dinas Pendidikan Provinsi bertanggung jawab monitoring pelaksanaan seluruh kegiatan block grant di wilayah provinsi antara lain dalam: (). pra-seleksi proposal lokasi sekolahyang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, (2). bersama dengan Tim Pusat melakukan verifikasi kelayakan proposal lokasi sekolah penerima program, (3). koordinasi penyelenggaraan program di tingkat provinsi, (4). monitoring dan evaluasi implementasi program. Dinas Pendidikan Provinsi bekerja memastikan bahwa penyelenggaraan program dilaksanakan berdasar pada Panlak dan Juknis, dan dalam tugasnya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten (TTK) dan Direktorat Pembinaan SMP. Dinas Pendidikan Kabupaten. Pengelola kegiatan-kegiatan pembangunan pendidikan di tingkat Kabupaten adalah Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotasesuai dengan butir-butir isi dalam Memorandum of Agreement (MoA) antara pemerintah kabupaten dengan Dirjen Dikdas.Disdikab/Kota mengelola kegiatan-kegiatan Direktorat Pembinaan SMP di tingkat kabupaten.dinas Pendidikan Kabupaten/Kota membentuk Tim Teknis Kabupaten (TTK) yang akan menjadi penghubung dalam kegiatan pembangunan dan pengembangan sekolah sehari-hari. Penanggung-Jawab TTK adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dan sebagai Ketuanya adalah Kepala Bidang/Kabid yang menangani SMP.TTK berfungsi membantu dalam supervisi dan memfasilitasi kegiatan Direktorat Pembinaan SMP di Kabupaten/Kota maupun Dinas Pendidikan Provinsi.Dengan demikian TTK bertanggung jawab atas terlaksananya program sesuai panduan 34

7 pelaksanaan antara lain dalam: (i). memfasilitasi pembentukan Komite/Panitia Pembangunan Sekolah, (ii). memastikan bahwa implementasi kegiatan berjalan sesuai dengan Panlak/Juknis, (iii).penyelenggaraan input kegiatan yang terkait dengan program USB/Satap yang tidak didanai oleh Pusat maupun Dekonsentrasi, antara lain: pelembagaan sekolah; penetapan kepala sekolah; penyediaan guru mata pelajaran dan staf administrasi; input lain sesuai dengan Panlak. Disamping hal-hal tersebut, TTK juga melakukan monitoring progress kegiatan, berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi. Komite Pembangunan Unit Sekolah Baru (KP-USB).Komite Pembangunan Unit Sekolah Baru (KP-USB) adalah penerima dan pelaksana Block Grant Pembangunan USB/USB Berasrama yang dipilih oleh masyarakat melalui suatu proses pemilihan secara demokratis dan transparan dan mendapatkan pengesahan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.Kriteria, proses pembentukan, serta tugas dan kewajiban KP-USB secara lengkap tercantum dalam Panduan Pelaksanaan. Dalam melaksanakan tugasnya untuk membangun unit sekolah baru SMP, KP-USB akan didampingi oleh Konsultan Construction Management (CM). Panitia Pembangunan dan Pengembangan SD SMP Satu Atap (P2Satap).Panitia Pembangunan dan Pengembangan SD SMP Satu Atap (P2Satap) adalah penerima dan pelaksana Block Grant Pengembangan- Pembangunan SD SMP Satu Atap yang dipilih dan dibentuk oleh sekolah bersama masyarakat melalui suatu proses pemilihan secara demokratis dan transparan.penetapan P2Satap mendapatkan pengesahan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten. P2Satap akan didampingi oleh Konsultan CM untuk melaksanakan pembangunan dan pengembangan sekolah berdasar pada SPPB dan Panduan Pelaksanaan. Kriteria, proses pembentukan, serta tugas dan kewajiban P2Satapsecara lengkap tercantum dalam Panlak. C. MAKSUD DAN TUJUAN Kerangka acuan Kerja (KAK) ini merupakan petunjuk bagi peserta seleksi konsultan pendamping (konsultan construction management/cm) pelaksanaan block grant pembangunan USB, dan pengembangan SD SMP Satu Atap di lingkungan Dit.PSMP, Ditjen Pendidikan Dasar tahun anggaran 202. KAK ini memuat masukan, azas, kriteria, keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterpretasikan ke dalam pelaksanaan tugas konsultan CM. Dengan penugasan ini diharapkan konsultan dapat melaksanakan langgung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai ketentuan yang tertuang dalam KAK ini. D. LOKASI DAN CAKUPAN KEGIATAN. Lokasi Kegiatan. Pelaksanaan kegiatan Block Grant Pembangunan USB, danpengembangan SD SMP Satu Atap,dilakukan tersebar di kabupaten/kota pada seluruh Provinsi di Indonesia. Jumlah lokasi sekolah, rencana paket kontrak dan layanan jasa konsultan CM dapat dilihat pada Tabel. 2. Cakupan Kegiatan. Cakupan kegiatan Block Grantpembangunan, dan pengembangan sekolah yang termasuk dalam KAK ini adalah:(a).pembangunan5usbdan 40 USB berasrama lengkap dengan pekerjaan infrastruktur/site work dan furniturenya; (b). Pengembangan 340 SD SMP Satu Atap berupa pembangunan ruang belajar,ruang pendukung, termasuk furniture, pengadaan buku dan alat pembelajaran, insentif bagi guru dan tenaga kependidikan, serta biaya operasional sekolah selama 6 bulan. Tipe sekolah dan rincian fasilitas ruang serta besaran ruang SMP bisa dilihat pada lampiran 2. Input kegiatan BG Pembangunan/Pengembangan Sekolah bisa dilihat pada lampiran 3. E. SUMBER DANA Sumber dana pengadaan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBN Tahun Anggaran 202melalui DIPA No. 0529/ /00/202, Tanggal 9 Desember 20.Pembiayaan untuk pembangunan dan 35

8 pengembangan sekolah dalam DIPA ini merupakan pembiayaan Rupiah Kerjasama (RK) yang berasal dari grant/hibah dari Pemerintah Australia, melaluiaustralia s Education Partnership with Indonesia, A Contribution to the Government of Indonesia s Education Sector Support Program (ESSP) F. LAYANAN JASA KONSULTANCONSTRUCTION MANAGEMENT (CM). Konsultan Penyedia Jasa CM Yang dimaksud dengan konsultan penyedia jasa dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini adalah perusahaan konsultan yang berpengalaman, mempunyai reputasi baik, serta memiliki kemampuan teknis dan personil yang memadai untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan pembangunan/pengembangan sekolah berbasis komunitas di setiap lokasi yang ditentukan oleh Direktorat Pembinaan SMP. Pelaksanaan kegiatan pembangunan/pengembangan ini diharapkan bisa menghasilkan unit sekolah baru (USB) SMP dansd SMP Satu Atap yang lengkap, yang berkualitas tinggi, memenuhi syarat teknis, fungsional, layak dan siap untuk digunakan sebagai wadah kegiatan belajar-mengajar yang lengkap dan aman.seluruh proses implementasi programharus mengacu pada: (i).panduan Pelaksanaan (Panlak); (ii).pedoman Bangunan dan Perabot Sekolah Menengah Pertama serta. (iii).pedomanlain yang berlaku dilingkungan Kemdikbud. Konsultan CM dikontrak dalam beberapa paket pekerjaan sesuai dengan uraian dalam KAK ini. Koordinasi dalam implementasi program tetap ada pada Direktorat Pembinaan SMP, dan konsultan CM membantu dalam technical assistance dan support sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya sesuai KAK.Jumlah rencana paket kontrak dan layanan jasa konsultan CM dapat dilihat pada Tabel dibawah ini. Tabel! Perkiraan Jumlah USB dan Satap Cluster, dan Jumlah Paket Pekerjaan Konsultan CM Cluster Provinsi USB Satap Jumlah Sumber Paket (Sklh) (Sklh) (Sklh) Dana Aceh, Sumut, Riau & Keppri APBN-RK 2 Bengkulu, Jambi, Babel, Sumsel & APBN-RK Lampung 3 Jabar & Banten APBN-RK 4 Jateng, Jatim, Bali & NTB APBN-RK 5 NTT APBN-RK 6 NTT APBN-RK 7 Kalimantan Barat APBN-RK 8 Kaltim, Kalsel & Kalteng APBN-RK 9 Sultra, Sulteng & Gorontalo APBN-RK 0 Sulsel, Sulbar & Sulut APBN-RK Maluku Utara & Maluku APBN-RK 2 Papua & Papua Barat APBN-RK Jumlah Pembakuan Bangunan dan Perabot Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementrian Pendidikan Nasional. Tahun

9 2. Lingkup Layanan Jasa Konsultan CM Konsultan membantu Dit.PSMPdalam mengelola pelaksanaan program pembangunan dan pengembangan sekolah SMP/SD-SMP Satu Atap antara lain dalam kegiatan:().sosialisasi program; (2).reevaluasilokasi sekolah; (3).survei data lahan: termasuk pemetaan topografi, survai kondisi existing lokasi; survai kondisi sumberdayadan ketersediaannya; mencatat posisi lokasi sekolah dng GPS, (3).merencanakan dan merancang gedung sekolah berdasar Pembakuan SMP; (4).membantu menyiapkan Dokumen Pembangunan (SPPB, Gambar Konstruksi, RKS, RAB);(5).membantu memfasilitasi pembentukan Komite/Panitia; (6).melatih dan mendampingi Komite/Panitia dalam pelaksanaan program; (7).mensupervisi, memonitor, melakukan penilaian progress pelaksanaan untuk pembayaran termin, dan mengevaluasi kegiatan; (8).berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka pelaksanaan kegiatan; (9).memberikan rekomendasi tentang pemecahan masalah dan langkah-langkah yang harus diambil; serta penyelesaian masalah lain berkenaan dengan implementasi program bagi Dit.PSMP. Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap rancangan teknik sarana-prasarana sekolah yang dilaksanakan di sekolah. Rancangan tersebut harus berdasarkan pada: ().prototipe yang disediakan oleh Dit.Pembinaan SMP, (2).batas-batas tanah yang legal, (3).disesuaikan dengan hasil survai/pemetaan topografi yang dilakukan oleh konsultan, serta (4). kondisi fisik lapangan untuk masing-masing sekolah. Bertanggung jawab dalam memfasilitasi, melatih, mendampingi dan mengawasi komite/panitia secara penuh waktu agar proses pembangunan/pengembangan sekolah dapat berjalan baik sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang tercantum dalam Panlak. Sehingga dapat menghasilkan SMP lengkap, termasuk didalamnya gedung berserta perlengkapan yang berkualitas tinggi, memenuhi syarat secara teknis, fungsional dan layak untuk dipergunakan sebagai wadah bagi kegiatan belajar-mengajar yang aman dan memadai, dan tetap mengacu pada: Panlak; Pedoman Bangunan dan Perabot Sekolah Menengah Pertama serta pedoman lain yang berlaku dilingkungan Kemdiknas. Dalam pelaksanaan program, Konsultan diharapkan dapat mendorong agar masyarakat bisa turut berpartisipasi aktif dalam operasionalisasi pembangunan sekolah maupun pemeliharaannya kelak.cdengan demikian program ini dapat menunjang perluasan akses danpeningkatan mutu pendidikan. Apabila ditemukan ada penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan, konsultan diharuskan segera berkonsultasi kepada Dit.PSMP /Dinas Pendidikan Provinsi /Kabupaten, serta memberikan rekomendasi yang jelas apakah kegiatan perlu diteruskan, ditunda, dihentikan sementara atau dibatalkan. Apabila terjadi penyimpangan dilapangan, antara lain tidak terpenuhinya standar spesifikasi teknis, prosedur dan administrasi seperti yang telah ditentukan dalam buku Panlak; ataupun apabila terjadi penyalah-gunaan keuangan dalam pelaksanaan maka konsultan CM turut bertanggung jawab dan dapat dikenakan sanksi oleh pemberi tugas/direksi pekerjaan. Konsultan diwajibkan selalu berkoordinasi dengan TTK/Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota secara aktif selama penyelenggaraan kegiatan. Dengan demikian seluruh aspek dalam penyelenggaraan program bisa terkoordinasikan dengan baik sesuai dengan urutan kegiatan, input kegiatan dan kerangka waktu yang sudah ditentukan. 3. Rincian Lingkup Layanan Jasa Konsultan CM Rincian lingkup tugas utama dari konsultan CM yang diminta tersebut diatas antara lain adalah sebagai 37

10 berikut: a. Tahap Persiapan dan Perencanaan: ). Mobilisasi personil disesuaikan dengan jadual personil dan jadual implementasi program yang sudah disepakati pada saat proses kontrak ditanda tangani. 2). Menyusun program kerja Konsultan CM. Program kerja tersebut dituangkan dalam bentuk diskripsi teknisdilengkapi dengan master schedule kegiatan. Master schedule tersebut harus disajikan dalam bentuk barchart (al.menggunakan microsoft project) yang bisa menjelaskan jalur-jalur kritis dalam masa kegiatan proyek dan setiap saat bisa di update sesuai dengan kebutuhan kegiatan. 3). Menyelenggarakan pelatihan 3 hari bagi seluruh personil konsultan sebagai pembekalan dengan tujuan terutama memberikan pemahaman yang baik dan benar tentang apa dan bagaimana Program BGPembangunan USB, dan PengembanganSD SMP Satap dengan Mekanisme Partisipasi Masyarakat. Pelatihan diselenggarakan di provinsi. Materi pelatihan dannarasumber disediakan oleh Direktorat Pembinaan SMP. Biaya penyelenggaraan pelatihan 3 hari ini dibebankan dalam kontrak Konsultan CM. 4). Menyusunformat-format pelaporan serta mengusulkan mekanisme distribusinya dalam rangka pemantauan kemajuan kegiatan sesuai dengan Panduan Pelaksanaan. 5). Secara aktif mendampingi Disdikab dalam pembentukan Komite/Panitia di masingmasing sekolah atau mereview proses pembentukannya berdasarkan panduan pelaksanaan bagi daerah yang komitenya/panitianya sudah terbentuk sebelum konsultan dikontrak oleh Dit.PembinaanSMP. 6). Hadir dan berpartisipasi penuh pada sosialisasi program dan pelatihan di tingkat Kabupaten/ sekolah, memberikan penjelasan tentang seluk-beluk prosedur administrasi, keuangan dan teknis dalam penyelenggaraan kegiatan kepada komite/panitia. 7). Melakukan survei danpengukuran kondisi eksisting lokasi pembangunan untuk keperluan perencanaan site plan dan site work. Dalam periode survai ini, konsultan CM juga melakukan pendataan tentang ketersediaan sumberdaya material maupun tenaga kerja untuk keperluan penyusunan penyusunan spesifikasi teknis dan RAB. 8). Memeriksa dan memastikan bahwa lahan yang akan dipakai, mempunyai batas-batas yang jelas, dansecara legal sah dimiliki Pemerintah Kabupaten. 9). Melakukan survei dan klarifikasikondisi data dan profil kependidikankecamatan di lokasi pembangunan untuk keperluan perencanaan pengembangan sekolah tersebutjangka pendek dan jangka menengah. 0). Membantu menyusun rencana pengembangan sekolah (RPS) jangka pendek maupun jangka panjang terkait mengacu 8 (delapan) standar kependidikan khusus untuk program pengembangan SD SMP Satu Atap. ). Merencanakan dan merancang (i).bangunan USB, (ii).bangunan SD SMP Satu Atap, termasuk perencanaan perabotnyaberdasar rancangan prototipe dan Pembakuan SMP, serta melengkapinya dengan rencana kerja dan syarat-syarat teknis (RKS) mengacu pada Panduan Pelaksanaan disediakan oleh Direktorat Pembinaan SMP. 2). Dalam menyusun rencana tapak (site plan) dan infrastruktur sekolah,selain menyesuaikan dengan batas-batas legal, situasi dan kondisi geografis maupun geologis lahan, konsultan harus melibatkan dan menampung aspirasi masyarakat sekitar lokasi sekolah. 3). Membuat rencana fondasi/struktur bawah bangunan dansite engineeringseluruh area pembangunan/pengembangan termasuk konstruksi dinding penahan tanah, septic tank, resapan dan sistem drainasi disesuaikan dengan kondisi lapangan. 4). Menyusun jadual pelaksanaan pembangunandanrencana Anggaran Biaya (RAB)pembangunan/pengembangan untuk Direktorat Pembinaan SMP. 5). Dalam penyusunan RABdan Rencana Anggaran Pelaksanaan Pekerjaan (RAPP), 38

11 konsultan harus juga memasukkan rencana pengadaan bahan dan pembiayaan kegiatan yang terkait dengan kegiatan kependidikan pada program SD SMP Satu Atap. 6). Membantu dan memberikan pendampingan bagi KP USB, dan P2SATAP dalam menyusun program pelaksanaan pembangunan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Rencana Anggaran Pelaksanaan Pekerjaan (RAPP),Rencana Penggunaan Dana (RPD),penyusunan rencana dan pemanfaatan tenaga kerja, memeriksa ketersediaan bahan/alat yang akan dipakai, dan memfasilitasi Komite/Panitia dalam pembahasan masalah teknis, administrasi dan keuangandi setiap lokasi sekolah. 7). Membantu menyusun dan menyiapkan dokumen Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB) antara Direktorat Pembinaan SMP dengan Komite/Panitia, serta menyiapkan surat pernyataan kesanggupan pelaksanaan pekerjaan sesuai prosedur yang tercantum dalam Panduan. 8). Membantu Komite/Panitia dalam menyelesaikan masalah perijinan yang diperlukan. b. Tahap Pelaksanaan ) Memastikan bahwa kegiatan pembangunan/pengembangan sekolah dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kualitas yang diharapkan seperti yang tertuang dalam SPPB dan Panduan Pelaksanaan. 2) Membimbing komite/panitia dalam penerapan prosedur administrasi, keuangan dan teknis untuk meningkatkan kualitas dalam pelaksanaan pekerjaan, termasuk membimbing/membantu dalam penyusunan laporan periodik Komite/Panitia kepada Penanggung Jawab Kegiatan Penjaminan KepastianLayanan PendidikanSMP. 3) Mengawasi pelaksanaan pekerjaan, menjamin kualitas hasil pekerjaan, memberikan petunjuk teknis secara langsung di lapangan untuk menjamin kualitas pekerjaan. 4) Memantau kemajuan fisik dan penyerapan dana serta mempersiapkan laporan kemajuan, laporan penyelesaian pekerjaan serta menyusun berita acara. 5) Mengidentifikasi masalah yang terjadi dan memberikan rekomendasi untuk mengatasinya, 6) Membantu membuat pencatatan partisipasi/sumbangan dari masyarakat. 7) Menyusun dokumentasi kegiatan pekerjaan dilengkapi dengan foto-foto dan dokumen terkait untuk diserahkan kepada Penanggung Jawab Kegiatan Penjaminan KepastianLayanan Pendidikan SMP. 8) Menyusun daftar cacat (defect list) sebelum serah terima pekerjaan dan mengawasi/mengontrol pelaksanaan perbaikannya selama masa pemeliharaan. 9) Menyusun updating time schedule pelaksanaan apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan di lapangan terhadap master schedule dalam rangka pencapaian target yang sudah disepakati sebelumnya. 0) Melakukan penilaian prestasi kegiatan fisik dalam rangka proses pembayaran termin. Konsultan juga diminta untuk membantu menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk proses pembayaran termin bagi sekolah termasuk diantaranya membantu menyusun berita acara persetujuan kemajuan/progres prestasi pekerjaan untuk pembayaran angsuran. ) Berkoordinasi dengan TTK/Dinas Pendidikan Kabupaten dan Dinas Pendidikan Propinsi. 2) Membuat, menyusun, dan mengirimkan laporan bulanan CM kepada Direktorat Pembinaan SMP dan ditembuskan ke Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten. c. Tahap Paska Pelaksanaan ). Membantu Komite/Panitia dalam menyiapkan rencana pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun. 2). Menyusun as built drawing dan manual pemeliharaan gedung sekolah. 3). Membantu komite/panitia dalam menyiapkan rencana pemeliharaan fasilitas yang telah 39

12 dibangun. 4). Membantu menyiapkan laporan penyelesaian pekerjaan masing-masing sekolah. 5). Membantu dan menyusun dokumen pelaksanaan serah terima pekerjaan dari komite/panitia kepada Dit.Pembinaan SMP. 6). Membantu penyusunan dokumen serah terima aset dari Ditjen Dikdas kepada Pemerintah Kabupaten/Kota. 4. Peran dan Tugas Konsultan berkenaan dengan keberadaan Komite/Panitia a. Melakukan supervisi teknis & administrasi dan pendampingan langsung di lapangan secara penuh waktu. b. Mendorong dan memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan-kegiatan berdasar pada Panlak. c. Mendorong dan mengupayakan tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pengembangan sekolah sehingga diharapkan tumbuh pula rasa turut memiliki dan memelihara terhadap fasilitas tersebut. G. KUALIFIKASI KONSULTAN CM. Perusahaan Konsultan Perusahaan Konsultan adalah badan usaha yangsecara legal beroperasi melaksanakan kegiatan profesional berdasar ketentuan hukum di Indonesia dan telah lulus prakualifikasi serta ditetapkan masuk dalam daftar pendek (short list) pengadaan jasa konsultansi Construction Management (CM), pada Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Memiliki pengalaman melaksanakan tugas konsultansi dalam bidang perencanaan/perancangan dan construction managementuntuk pembangunan sarana dan prasarana fisik gedung berlantai satu atau lebih, meliputi aspek perencanaan program (survai, perencanaan dan perancangan, konstruksi dan pembiayaan proyek) dan implementasi kegiatan konstruksi. Mempunyai pengalaman dalam proyek yang diselenggarakan dengan mekanisme partisipasi masyarakat merupakan nilai lebih. Perusahaan konsultan yang terseleksi akan ditugaskan untuk membina, membimbing dan mendampingi Komite/Panitia dalam pelaksanaan program Block Grant PembangunanUSB dan PengembanganSD SMP Satu Atap sesuai dengan Panduan Pelaksanaan serta bertanggung jawab penuh kepada Penanggung Jawab Kegiatan Penjaminan KepastianLayanan Pendidikan SMP, Direktorat Pembinaan SMP,sertaberkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi maupun Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari, mengingat perannya yang diharapkan selalu aktif dalam pemberdayaan partisipasi masyarakat, maka Konsultan Construction Management ini akan berkedudukan di Provinsi serta menempatkan personel di lokasi sekolah selama masa penugasan pekerjaan. Dengan demikian konsultan yang terpilih harus mengembangkan sistem informasi yang cepat, akurat dan tepat guna antara level sekolah dengan Dit.PembinaanSMP, Dinas Pendidikan Provinsidan Dinas Pendidikan Kabupaten. Tenaga ahli Konsultan yang dibutuhkan paling tidak terdiri dari Team Leader, Arsitek, Ahli Teknik Sipil/Struktur, Ahli Mekanikal & Elektrikal, Ahli Finansial, Ahli Kependidikan, Konsultan Lapangan sebagai berikut (lihat Tabel 2) 40

13 Tabel 2 Perkiraan Jumlah Personil Konsultan Cl Provinsi Aceh, Sumut, Riau & Keppri 2 Bengkulu, Jambi, Babel, Sumsel & Lampung USB Satap Jml Skl TL Kord Area Arsi Tek Sipil /Strkt M&E Keu TA Pddk KL USB KL Satap Jabar & Banten Jateng, Jatim, Bali & NTB 5 NTT NTT Kalimantan Barat Kaltim, Kalsel & Kalteng Sultra, Sulteng & Gorontalo Sulsel, Sulbar & Sulut Maluku Utara & Maluku Papua & Papua Barat Jumlah Total Perusahaan dalam menugaskan Konsultan Lapangan (KL) harus disesuaikan dengan proses dan progres pelaksanaan kegiatan di lapangan. Apabila terjadi kendala yang bersifat non-teknis dan mempengaruhi proses ataupun progres pelaksanaan pembangunan, maka konsultan harus mengkaji efisiensi penggunaan man-month dan segera memberikan saran kepada Direktorat Pembinaan SMP tentang solusi permasalahannya. Oleh karena itu in-efisiensi dalam penggunaan tenaga Konsultan merupakan tanggung jawab perusahaan konsultan. 2. Personil Konsultan Personil konsultan yang akan ditempatkan dalam pekerjaan ini harus memiliki pengalaman yang relevan dengan track record yang memadai terhadap penugasan yang akan dilakukan. Diharapkan perusahaan konsultan mampu memanfaatkan potensi sumber daya di daerah. Personil konsultan harus bekerja full time6 hari seminggu sesuai dengan jadual yg telah disepakati dengan uraian kualifikasi dan penempatan sebagai berikut. a. Team Leader (TL)/ Koordinator CM. Satu orang Arsitek/ Insinyur Sipil S yang berpengalaman profesional minimal 0 tahun dan sedikitnya 5 tahun diantaranya sebagai Team Leader (TL) untuk pekerjaan-pekerjaan construction management (CM) pembangunan gedung. Yang bersangkutan berpengalaman dalam menangani proyek yang berbasis partisipasi masyarakat. TLakan bekerja full time sejak masa persiapan, pelaksanaan, masa penyelesaian defect list bangunan sekolah, dan serah terima pekerjaan. TL /Koordinator CM berkedudukan di Provinsi, bersedia melakukan perjalanan keseluruh wilayah cluster yang ditentukan dalam rangka pendampingan penyelenggaraan program pembangunan dan pengembangan sekolah.cakap bekerja dengan komputer menggunakan software pengolah kata, spread sheet dan scheduling. Dalam melaksanakan tugasnya TL dibantu oleh tim yang terdiri dari (i). Tim Perencana/Perancang yang 4

14 dikoordinir oleh Arsitek Proyek yang berkedudukan di Provinsi, Tim Perencana/Perancang terdiri dari Tenaga Ahli Arsitektur, Tenaga Ahli Sipil/Struktur, Tenaga Ahli Mekanikal & Elektrikal dan sejumlah drafter, (ii).konsultan Ahli Keuangan, (iii).ahli Kependidikan, untuk cluster yang mendapatkan program SD SMP Satu Atapdan (iv). Tim Konsultan Lapangan (KL) USB dan Satapyang berkedudukan di level sekolah. Tugas dan tanggung jawab TL/Koordinator CM antara lain: ) Memimpin/mengkoordinasikan dan bertanggung jawab atas seluruh penyelenggaraan kegiatan pendampingan dalam pelaksanaan program. 2) Memimpin/mengkoordinasikan dan bertanggung jawab terhadap kinerja seluruh Tim Konsultan agar lingkup jasa pelayanan maupun cakupan pekerjaan konsultan dapat dilaksanakan dengan baik dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. 3) Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pembangunan/pengembangansekolah dan pelatihan yang berkaitan /melibatkan pihak-pihak yang terkait. 4) Menyelenggarakan dan mengkoordinasikan pelatihan 3 hari bagi seluruh personil CM untuk mendapatkan pemahaman yang baik dan setara terhadap program (BG USB, BG SD SMP Satu Atap) yang akan dilaksanakan termasuk tata-laksananya. 5) Memberikan bantuan teknis, administrasi teknis dan administrasi keuangan dalam pelaksanaan pembangunan/pengembangan sekolah. 6) Berperan aktif dalam sosialisasi dan pelatihan dalam penyelengaraan program pembangunan/pengembangan sekolah di seluruh wilayah cluster. 7) Mempersiapkan laporan konsolidasi aktifitas pembangunan/pengembangan sekolah di seluruh wilayah cluster. 8) Membantu menyelesaikan masalah perijinan yang diperlukan baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat sekolah. 9) Memeriksa dan verifikasi berkas sertifikasi kemajuan pembangunan di lapangan 0) Memeriksa laporan kemajuan fisik dan keuangan serta kualitas hasil pekerjaan lapangan, baik secara langsung melalui kunjungan ke lokasi maupun secara tidak langsung, ) Mengkoordinasikan dan memeriksa tugas-tugas KL, mengkonsolidasikan laporan lapangan dan mereview kemajuan pelaksanaan pembangunan sekolah. 2) Menyiapkan laporan-laporan disertai dengan data dan analisis data yang dibutuhkan oleh Direktorat Pembinaan SMP, 3) Membuat laporan tentang hasil pelaksanaan pembangunansekolah dan menyampaikannya kepada Direktorat Pembinaan SMP Jakarta ditembuskan ke Dinas Pendidikan Propinsi dan TTK. 4) Melakukan kunjungan ke lapangan secara terjadual dan kunjungan khusus setiap saat dalam rangka monitoring dan solusi permasalahan yang timbul di lapangan b. Arsitek Proyek Satu Arsitek S harus memiliki kualifikasi sebagai arsitek profesional, yang memiliki pengalaman minimal 8 tahun dalam perencanaan dan perancangan bangunan gedung, lebih disukai apabila mempunyai pengalaman dalam proyek-proyek yang berbasis partisipasi masyarakat. Arsitek ini bertugas membantu TL sebagai koordinator tim perencana gedung unit sekolah barudan SD SMP satu atappada periode pra-pelaksanaan danmembantu TL dalam 42

15 mengkoordinir penyelenggaraan pendampingan pembangunan/pengembangan sekolahpada periode pelaksanaan pekerjaan.arsitek berkedudukan di provinsidan akan bekerja full time sejak masa persiapan,pelaksanaan pembangunan dan serah terima pembangunan. Arsitek harus bersedia melakukan perjalanan keseluruh wilayah cluster dalam rangka survai dan verifikasi lapangan, pelatihan komitedan kontrol kualitas (quality control). Pada periode implementasi pekerjaan, Arsitek Proyek terutama bertugas untuk membantu TL dalam mengkoordinir penyelenggaraan pendampingan pembangunan/pengembangan sekolah di wilayah/areanya. Tugas dan tanggung jawab Arsitek Proyek antara lain: Pada Masa Persiapan Pelaksanaan ). Berkoordinasi dan bertanggung jawab kepada TL agar lingkup jasa pelayanan dan cakupan kerja konsultan CM dapat dilaksanakan dengan baik dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. 2). Survai lokasi dan lahan sekolah yang akan dibangun dan memberi justifikasi tentang kesesuaian maupun kecocokan lahan terhadap rancangan yang akan dibangun diatasnya. 3). Merencanakan dan merancang unit sekolah baru dan sd smp satu atap berdasar rancangan prototipe yang disediakan oleh Direktorat Pembinaan SMP. 4). Membuat rencana tapak dan infrastruktur sekolah termasuk site work dan site engineering serta melakukan penyesuaian rancangan struktur dan instalasi mekanikal & elektrikalnya terhadap situasi dan kondisi lokasi sekolah yang akan dibangun. Pembuatan dan penyesuaian rancangan tersebut harus memperhatikan aspirasi masyarakat disekitar lokasi sekolah. 5). Membuat dan menyusun dokumen pembangunan/pengembangan sekolah termasuk RKS dan Bill of Quantity (BQ). 6). Menyiapkan materi pelatihan dan berpartisipasi dalam pelatihan untuk komite/penitia tentang rancangan teknik, penyusunan proposal teknik dan biaya, serta pemahaman terhadap karakteristik bahan-bahan bangunan yang akan dipakai. 7). Berpartisipasi aktif dalam sosialisasi program dibawah arahan TL/Koordinator CM. Pada saat implementasi pekerjaan 8). Mengkoordinasikan dan bertanggung jawab terhadap kinerja seluruh Tim Konsultan Lapangan (KL) di wilayah kerjanya atas nama Team Leader, dengan demikian layanan jasa pendampingan untuk komite/panitia di masing-masing lokasi dapat dilaksanakan dan mendapatkan hasil yang memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. 9). Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pembangunan termasuk pelatihan teknis dan administratif di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dengan melibatkan pihakpihak yang terkait. 0). Memberikan bantuan teknis, administrasi teknis dan administrasi keuangan dalam pelaksanaan pembangunan/pengembangan sekolah. ). Mempersiapkan laporan konsolidasi aktifitas pembangunan/pengembangan sekolah seluruh kabupaten di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. 2). Memeriksa dan verifikasi berkas sertifikasi kemajuan pembangunan dan pengembangan di lapangan di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. 3). Memeriksa laporan kemajuan fisik dan keuangan serta kualitas hasil pekerjaan lapangan, baik secara langsung melalui kunjungan atau secara tidak langsung melalui rapat atau laporan. 43

16 4). Membantu TL menyiapkan laporan bulanan, draft laporan akhir dengan memberikan data dan analisis yang dibutuhkan. 5). Mengkoordinasikan dan memeriksa tugas-tugas KL serta mengkonsolidasikan laporan lapangan dan mereview kemajuan pelaksanaan pembangunan sekolah di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.. 6). Membuat laporan tentang hasil pelaksanaan pembangunan/pengembangan sekolah di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.dan menyampaikannya kepada TL. 7). Melakukan kunjungan ke lapangan secara terjadual dan kunjungan khusus setiap saat dalam rangka progres monitoring dan solusi permasalahan yang timbul dilapangan. c. Ahli Teknik Sipil/Struktur Ahli Teknik Sipil/Struktur adalah sesorang sarjana S teknik sipil yang berpengalaman profesional minimal 5 tahun dalam perencanaan dan perancangan struktur bangunan gedung. Yang bersangkutan bertugas membantu TL dan Arsitek Proyek sebagai perencana dan perancang struktur USB termasuk site work dan bertugas pada saat survai, dan bersedia melakukan perjalanan kesetiap lokasi pekerjaan dalam rangka survai dan monitoring pelaksanaan program. Tugas dan tanggung jawab Ahli Teknik Sipil/Struktur antara lain : ). Berkoordinasi dan bertangggung jawab kepada TL agar lingkup jasa pelayanan CM dapat dilaksanakan dengan baik dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. 2). Melakukan survai ke lokasi yang akan dibangun terkait dengan kondisi lahan secara geografis maupun geologis, survai sumberdaya dan ketersediaan bahan bangunan dalam rangka penyusunan rancangan gedung unit sekolah baru dan SD SMP Satu Atap, 3). Membuat rencana struktur bangunan dansite work sehingga struktur dapat mendukung beban yang timbul akibat beban sendiri, perilaku manusia dan alam. Disamping itu dari hasil survai membuat rencana pengamanan terhadap bangunan, seperti tembok penahan tanah, dinding penangkis banjir dan sebagainya yang dibutuhkan, rencana cut and fill maupun perbaikan tanah. 4). Membuat perkiraan biaya struktur dan fondasi serta saran penggunaan bahan dan system struktur. 5). Berkunjung secara reguler kelokasi pembangunan sekolah dalam rangka monitoring kesesuaian rancangan dengan pelaksanaan dilapangan dan mendukung tugas-tugas teknis TL, KA dan KL. 6). Memberikan solusi atas masalah-masalah yang terjadi dalam implementasi program, terutama untuk aspek-aspek yang berkaitan dengan pekerjaan sipil dan struktur bangunan. 7). Aktif dalam penyelenggaraan sosialisasi dan workshop. 44

17 d. Ahli Mekanikal dan Elektrikal Ahli Mekanikal Elektrikal adalah seorang sarjana S teknik mesin atau teknik elektro yang berpengalaman profesional manimal 5 tahun dalam perencanaan dan perancangan mekanikal plumbing dan elektrikal bangunan gedung. Yang bersangkutan bertugas membantu TL dan Arsitek Proyek, berkedudukan di Provinsi dan bekerja pada saat persiapan, perencanaan dan pelaksanaan. Yang bersangkutan bersedia melakukan perjalanan ke setiap lokasi pekerjaan dalam rangka survai dan monitoring pelaksanaan. Tugas dan tanggung jawab Ahli Mekanikal dan Elektrikal antara lain : ). Berkoordinasi dan bertanggung jawab kepada TL agar lingkup jasa pelayanan konsultan dapat dilaksanakan dengan baik dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. 2). Survai lokasi dimana sekolah akan dibangun dan membuat perkiraan sumber daya yang akan dipergunakan. 3). Membuat rencana mekanikal (plumbing, sanitasi dan instalasi air bersih) dan elektrikal yang dibutuhkan untuk menjamin berfungsinya bangunan serta keamanan dan kenyamanan pengguna. 4). Membuat desain detail jaringan mekanikal dan elektrikal bangunan. 5). Membuat perkiraan biaya mekanikal dan elektrikal serta saran penggunaan bahan dan systemm&e. 6). Menyusun petunjuk penggunaan fasilitas mekanikal dan elektrikal dan pemeliharaannya 7). Berkunjung secara reguler kelokasi pembangunan sekolah dalam rangka monitoring kesesuain rancangan dengan pelaksanaan dilapangan dan mendukung tugas-tugas teknis TL, KA, dan KL. 8). Memberikan solusi atas masalah-masalah yang terjadi dalam implementasi program, terutama untuk aspek-aspek yang berkaitan dengan pekerjaan plumbing, sanitasi, instalasi air bersih maupun eletrikal bangunan. e. Ahli Keuangan Ahli Keuangan adalah seorang akuntan professional dengan latar belakang pendidikan S Akuntansi, memiliki pengalaman dalam bidang pembukuan keuangan (financial accounting) dan perpajakan minimal 5 (lima) tahun, atau D III Akuntansi dengan pengalaman minimal 0 tahun, lebih diutamakan apabila mempunyai pengalaman dalam bidang audit terutama audit proyek pemerintah. Tugas Ahli Keuangan ini adalah membantu TL dalam melakukan asistensi atau pendampingan secara penuh (full time assistance) bagi seluruh KL, Assisten KL, dan KP-USB/P2Satap dalam melaksanakan pembukuan keuangan atau administrasi keuangan sejak masa persiapan, sampai pembangunan selesai. Konsultan keuangan harus bersedia melakukan perjalanan keseluruh wilayah cluster dalam rangka monitoring kinerja KL maupun asistensi pembukuan Komite/Panitia sehingga menghasilkan laporan keuangan yang auditable dan memenuhi syarat. Tugas dan tanggungjawab konsultan keuangan adalah: ). Berkoordinasi dan bertanggungjawab kepada TL agar lingkup jasa pelayanan dan cakupan kerja konsultan CM dapat dilaksanakan dengan baik dan memenuhi standar kualitas yang di tetapkan. 2). Berperan aktif dalam sosialisasi dan pelatihan program pembangunan/pengembangan sekolah diseluruh wilayah Cluster. 3). Memberi pemahaman yang baik dan benar serta melatih KL agar mampu menjalankan tugasnya dalam rangka pendampingan bagi komite/panitia dalam pelaksanaan program block grant pembangunan/pengembangan sekolah dengan Mekanisme Partisipasi Masyarakat. 4). Memeriksa dan melakukan verifikasi laporan keuangan serta kelengkapan termasuk validitas dokumen yang dibuat oleh komite/panitia, 45

18 5). Memberikan bantuan teknis dan pendampingan administrasi keuangan selama pelaksanaan pembangunan baik dalam melakukan pembukuan seluruh transaksi dalam Buku Kas Umum, Buku Pembantu Kas Tunai, Buku Pembantu Bank, termasuk pelaporan dan kompilasi bukti pendukung. 6). Membantu komite/panitia dalam melakukan pengarsipan seluruh dokumen transaksi untuk memudahkan pencarian saat dibutuhkan oleh pihak terkait. 7). Mengidentifikasi masalah-masalah yang timbul dalam kaitannya dengan pelaporan dan administrasi keuangan. 8). Memberikan solusi atau pemecahan terhadap masalah keuangan yang dihadapi jika ada. 9). Berkunjung secara reguler ke lokasi sekolah dalam rangka evaluasi kesesuaian pelaksanaan administrasi keuangan dengan ketentuan yang telah di tetapkan. f. Ahli Kependidikan Ahli Kependidikan atau Education Advisor Specialistadalah seorang sarjana S2 Manajemen Kependidikan atau dari jurusan keguruan lain yang relevan, dengan pengalaman profesional minimal 5 (lima) tahun pada bidang penyusunan rencana pengembangan lembaga kependidikan level sekolah menengah pertama atau pengawasan penyelenggaraan tata kelola kependidikan tingkat sekolah dasar atau sekolah menengah, atau seorang sarjana S berpengalaman 0 tahun jurusan maupun pengalaman sejenis. Prinsip tugas Ahli Kependidikan ini adalah membantu TL dalam melakukan asistensi atau pendampingan secara penuh (full time assistance) bagi seluruh KL dan P2Satap di level sekolah dalam penyusunan rencana pengembangan sekolah jangka menengah dan jangka pendek, termasuk dalampenyusunan formulasi kebutuhan sekolah dalam rangka pengembangan sekolah jangka 5 tahun kedepan, berdasarkan suatu baseline condition yang jelas dan disepakati oleh seluruh komponen sekolah. Ahli kependidikan ini bertugas melakukan pendampingan sejak masa persiapan, penyusunan rencana, implementasi pengembangan sekolah, sampai seluruh kegiatan pengembangan sekolah tersebut dinyatakan selesai, dan sekolah dalam keadaan operasional dalam arti kegiatan pembelajaran berjalan normal. Konsultan ahli kependidikanberkedudukan di propinsi atau kabupaten, harus bersedia melakukan perjalanan keseluruh wilayah cluster dalam rangka monitoring kinerja KL, maupun P2Satap termasuk asistensi tentang hal-hal yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh sekolah selama periode pengembangan yang telah ditetapkan dalam SPPB.Jumlah personil konsultan kependidikan disesuaikan dengan jumlah sekolah yang ditangani.konsultan kependidikan bertanggung jawab dalam melakukan pendampingan pelaksanaan block grant pada paling tidak 0 lokasi sekolah. Tugas dan tanggungjawab konsultan kependidikan adalah: ). Berkoordinasi dan bertanggungjawab kepada TL agar lingkup jasa pelayanan dan cakupan kerja konsultan CM dapat dilaksanakan dengan baik dan memenuhi standar kualitas yang di tetapkan. 2). Berperan aktif dalam sosialisasi dan pelatihan program pengembangan sekolah diseluruh wilayah Cluster. 3). Memberi pemahaman yang baik dan benar serta melatih KL agar mampu menjalankan tugasnya dalam rangka pendampingan bagi komite/panitia dalam pelaksanaan program block grant SMP Satu Atapdengan Mekanisme Partisipasi Masyarakat. 4). Menyusun rencana kerja CM dengan berkonsultasi pada TL untuk bidang kependidikan, menentukan sasaran jangka pendek dan menengah, menuangkan dalam rencana pengembangan sekolah (RPS). 46

19 5). Membantu para KLdan P2Satap dalam menyusun formulasi kebutuhan berdasar pada kondisi eksisting sekolah dan menetapkan suatu baseline condition untuk menyusun rencana pengembangan sekolah (RPS). 6). Membantu dan memfasilitasi para KL dan P2Satap dalam menyusun rencana pengembangan sekolah (rencana 5 tahunan) dan rencana operasional sekolah jangka pendek (tahunan) yang mengakomodasi 8 standar kependidikan disesuaikan dengan baseline condition masing-masing sekolah. 7). Membantu dan memfasilitasi para KL dan P2Satap dalam menyusun proposal pengembangan P2Satap berdasar pada rencana tahunan tahun pertama, untuk diajukan ke Direktorat Pembinaan SMP. Rencana pengembangan tahun pertrama paling tidak terdiri dari rencana pengadaan dan pembangunan saranadan prasarana sekolah maupun rencana operasional kependidikan dan pembelajarannya. 8). Membantu dan memfasilitasi para KL dan P2Satap dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan termasuk proses pengadaan buku dan alat serta pelatihan bagi tenaga kependidikan dan manajemen di masing-masing sekolah. 9). Memberikan solusi atau pemecahan terhadap masalah yang dihadapi jika ada. 0). Berkunjung secara reguler ke lokasi sekolah dalam rangka monitoring kinerja KLmaupun P2Satap termasuk asistensi tentang hal-hal yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh sekolah selama periode pengembangan yang telah ditetapkan dalam SPPB. g. Konsultan Koordinator Area Satu orang Arsitek/ Insinyur Sipil yang berpengalaman profesional minimal 8 tahun, lebih disukai apabila yang bersangkutan berpengalaman dalam menangani proyek yang berbasis partisipasi masyarakat. PERSONIL Arsitek/ Insinyur Sipil akan bertindak sebagai Koordinator Area dalam pekerjaan CM ini dan akan bekerja full time sejak masa persiapan, pelaksanaan, masa pemeliharaan, dan serah terima pekerjaan. Koordinator Area diperlukan untuk cluster yang mempunyai jumlah luas cakupan geografis dan jumlah sekolah yang disupervisi oleh Team Leader lebih dari 30 sekolah atau cluster dengan wilayah kepulauan luas. Konsutan Kordinator Area berkedudukan di Provinsi atau di kabupaten dan bersedia melakukan perjalanan keseluruh wilayah kabupaten/kota di provinsi atau cakupan area yang ditentukan.cakap dan mampu bekerja dengan komputer.koordinator Area terutama bertugas untuk membantu Team Leader dalam mengkoordinir penyelenggaraan pendampingan di wilayah/areanya. Tugas dan tanggung jawab Koordinator Area antara lain: ). Koordinator Area bertugas membantu tugas-tugas Team Leader, di wilayah yang menjadi lingkup tugasnya. 2). Mengkoordinasikan dan bertanggung jawab terhadap kinerja seluruh Tim Konsultan Lapangan, dengan demikian layanan jasa pendampingan untuk KP-USB, dan P2Satap di masing-masing lokasi dapat dilaksanakan dan mendapatkan hasil yang memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. 3). Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pembangunan termasuk pelatihan teknis dan administratif berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan di area yang menjadi tanggung jawabnya dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait. 4). Memberikan bantuan teknis, administrasi teknis dan administrasi keuangan dalam pelaksanaan BG Pembangunan dan Pengembangan. 5). Berperan aktif dalam sosialisasi dan pelatihan dalam penyelengaraan program BG Pembangunan, dan Pengembangan di area yang menjadi tanggung jawabnya. 6). Mempersiapkan laporan konsolidasi aktifitas pembangunan dan pengembangan seluruh kabupaten di area provinsi yang menjadi tanggung jawabnya. 47

20 7). Memeriksa dan verifikasi berkas sertifikasi kemajuan pembangunan dan pengembangan di lapangan. 8). Memeriksa laporan kemajuan fisik dan keuangan serta kualitas hasil pekerjaan lapangan, baik secara langsung melalui kunjungan ke lokasi maupun secara tidak langsung melalui rapat rutin bersama Konsultan Lapangan Konstruksi dan Kependidikan, serta melakukan analisis atas laporan Konsultan Lapangan. 9). Membantu Team Leader menyiapkan laporan bulanan, draft laporan akhir dengan memberikan data dan analisis yang dibutuhkan. 0). Mengkoordinasikan dan memeriksa tugas-tugas Konsultan Lapangan serta mengkonsolidasikan laporan lapangan dan mereview kemajuan pelaksanaan pembangunan sekolah. ). Membuat laporan tentang hasil pelaksanaan pembangunan dan pengembangan serta menyampaikannya kepada Team Leader. 2). Melakukan kunjungan ke lapangan secara terjadual dan kunjungan khusus setiap saat dalam rangka progres monitoring dan solusi permasalahan yang timbul dilapangan. f. Konsultan Lapangan USB Konsultan Lapangan (KL)adalah Insinyur Teknik Sipil atau Arsitek S dengan minimal berpengalaman 4 tahun atau lulusan DIII Teknik Sipil atau Arsitek berpengalaman 8 tahun dalam pekerjaan pengawasan pembangunan gedung atau dalam bidang CM bangunan gedung. Untuk penugasan ini, lebih diprioritaskan individu yang pernah berpengalaman dalam proyek-proyek yang berbasis partisipasi masyarakat.berbadan sehat dan bekerja full time 6 hari seminggu selama masa persiapan pembangunan dan pengembangan sekolah sampai selesainya seluruh program sesuai dengan jadual personil yang disepakati. Konsultan KL bertanggung jawab dalam melakukan pendampingan pelaksanaan block grant pembangunan, dan bekerja-sama langsung dengan KP-USB pada satu sekolah. Rincian tugas dan tanggung jawab KL antara lain adalah: ). Bertanggung jawab kepada TL dan berkoordinasi dengan Ahli Arsitek, Koordinator Area, dan tenaga ahli lainnya selama masa persiapan, implementasi dan paska implementasi program, agar lingkup jasa pelayanan Konsultan CM dapat dilaksanakan dengan baik dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. 2). Memberikan bantuan baik teknis maupun administrasi kepada Komite/panitia. 3). Membantu komite/panitia dalam menyiapkan proposal administrasi dan teknis, termasuk idea penyesuaian disain gedung, RKS, dan RAB, terhadap kondisi site yang dimiliki oleh sekolah. 4). Membantu pelaksanaan pelatihan bagi komite/panitia, menyiapkan bahan pelatihan, serta menjadi instruktur pelatihan tentang: (i). gambar teknis, (ii). masalah teknis yang mempengaruhi kualitas pekerjaan dan (iii). kemajuan pekerjaan, (iv). administrasi pembangunan, pembukuan, dan laporan keuangan.(v). pemeliharaan fasilitas bangunan dan perabot. 5). Membantu proses seleksi calon anggota ketua dan anggota Tim Teknis KP-USB, 6). Membantu komite/panitia dalam tahap pra-pelaksanaan meliputi: (i).membuat sketsa gambar kerja pelaksanaan sesuai keadaan site, (ii).menghitung volume bahan, alat, tenaga, dan Rencana Anggaran Pelaksanaan Pekerjaan (RAPP), (iii).menyusun 48

21 jadual pelaksanaan, (iv).menyusun daftar kebutuhan material, alat dan tenaga kerja di lapangan, (iv). menghitung dan membantu komite/panitia dalam mempersiapkan rencana penggunaan dana (RPD). 7). Membantu komite/panitia dalam tahap pelaksanaan meliputi: (i). menginventarisasi tenaga terampil yang ada di desa di sekitar sekolah. (ii).estimasi danvaluasi kemajuan fisik dan membuat Berita Acaranya. (iii). menjaga kualitas fisik, melalui pemeriksaan secara berkala diikuti pemberian umpan balik kepada komite. (iv). menjaga kelancaran administrasi pelaksanaan program. (v). mengajukan perubahan yang diperlukan kepada Pejabat Penanggung Jawab Kegiatan Penjaminan KepastianLayanan Pendidikan SMP dari Direktorat Pembinaan SMP, (vi).membantu penyusunan dokumen administrasi yang diperlukan untuk proses penagihan, (vii).menyusun/membuat as built drawing (viii). membantu komite/panitia dalam penyusunan arsip administrasi secara lengkap. 8). Pelaporan meliputi :(i).laporan bulanan tentang kemajuan fisik dan biaya, rencana kerja kegiatan KL, (ii).mendokumentasikan kegiatan dilapangan, termasuk dokumentasi foto-foto, dokumentasi keadaan cuaca, (iii).menghadiri rapat sebulan sekali di kantor Konsultan CM di provinsi untuk membahas kemajuan, permasalahan dan penyelesaiannya, (iv).mengumpulkan informasi pemantauan yang diminta, termasuk informasi keadaan awal, tingkat partisipasi masyarakat, kemampuan tim pelaksana serta sumbangan/partisipasi oleh masyarakat, (v).melaporkan semua kegiatan pada pelaksanaan di sekolah dan membantu penyusunan laporan Komite/Panitia untuk diaudit, (vi). bersama Ketua Komite/Panitia membuat laporan penyelesaian pelaksanaan pekerjaan untuk disampaikan kepada Direktorat Pembinaan SMP serta menyusun Berita Acara serah terima pekerjaan. g. Konsultan Lapangan SD SMP Satu Atap Konsultan Lapangan (KL) SD SMP Satu Atap (Satap)adalah Insinyur Teknik Sipil atau Arsitek S dengan minimal berpengalaman 4 tahun atau lulusan DIII Teknik Sipil atau Arsitek berpengalaman 8 tahun dalam pekerjaan pengawasan pembangunan gedung atau dalam bidang CM bangunan gedung. Untuk penugasan ini, lebih diprioritaskan individu yang pernah berpengalaman dalam proyek-proyek yang berbasis partisipasi masyarakat.berbadan sehat dan bekerja full time 6 hari seminggu selama masa persiapan pembangunan dan pengembangan sekolah sampai selesainya seluruh program sesuai dengan jadual personil yang disepakati. Konsultan KL Satap bertanggung jawab dalam melakukan pendampingan pelaksanaan BG Pengembangan SD SMP Satu Atap dan bekerja-sama langsung dengan P2Satap pada maksimum 3 lokasi sekolah yang relatif saling berdekatan. Dalam melaksanakan tugas pendampingan di lapangan, KL Satap harus selalu berkoordinasi dengan Ahli Arsitek, Koordinator Area, dan Tenaga Ahli Kependidikan terkait dengan seluruh perencanaan pengembangan sekolah yang terkait. Rincian tugas dan tanggung jawab KL Satap antara lain adalah: ). Bertanggung jawab kepada TL dan berkoordinasi dengan Arsitek Proyek, TA Kependidikan dan tenaga ahli lainnya selama masa persiapan, implementasi dan paska implementasi program, agar lingkup jasa pelayanan Konsultan CM dapat dilaksanakan dengan baik dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. 2). Memberikan bantuan baik teknis maupun administrasi kepada P2Satap. 3). Membantu P2Satap dalam menyiapkan RPS, proposal administrasi dan teknis, termasuk RKS, dan RAB. Membantu pelaksanaan pelatihan, menyiapkan bahan, serta menjadi instruktur pelatihan tentang: (i). gambar teknis, (ii). masalah teknis yang mempengaruhi kualitaspekerjaan dan (iii). 49

22 kemajuan pekerjaan, (iv). administrasi pembangunan, pembukuan, dan laporan keuangan.(v). pemeliharaan fasilitas bangunan dan perabot. 4). Membantu P2Satap dalam tahap pra-pelaksanaan meliputi: (i).menyusun program dan jadual kegiatan pengembangan sekolah, (ii).membuat gambar kerja pelaksanaan (shop drawing), (ii).menghitung volume bahan, alat, tenaga, dan Rencana Anggaran Pelaksanaan Pekerjaan (RAPP), (iii).menyusun jadual pelaksanaan pembangunan, (iv).menyusun daftar kebutuhan material, alat dan tenaga kerja di lapangan, (iv).menghitung dan mempersiapkan RPD 5). Membantu P2Satap dalam tahap pelaksanaan meliputi: (i). menginventarisasi tenaga terampil yang ada di desa di sekitar sekolah.(ii).estimasi danvaluasi kemajuan fisik dan membuat Berita Acaranya. (iii). menjaga kualitas hasil kegiatan, melalui pemeriksaan secara berkala diikuti pemberian umpan balik kepada komite. (iv). menjaga kelancaran administrasi pelaksanaan program. (v). mengajukan perubahan yang diperlukan kepada Pejabat Penanggung Jawab Kegiatan Penjaminan KepastianLayanan Pendidikan SMP Direktorat Pembinaan SMP, (vi).membantu penyusunan dokumen administrasi yang diperlukan untuk proses penagihan, (vii).menyusun/membuat as built drawing, (viii). membantu komite/panitia dalam penyusunan arsip administrasi secara lengkap. 6). Pelaporan meliputi :(i).laporan bulanan tentang kemajuan fisik dan biaya, rencana kerja kegiatan KL, (ii).mendokumentasikan kegiatan dilapangan, termasuk dokumentasi foto-foto, (iii).menghadiri rapat di kantor Konsultan CM di provinsi untuk membahas kemajuan, permasalahan dan penyelesaiannya, (iv).mengumpulkan informasi pemantauan yang diminta, termasuk informasi keadaan awal, tingkat partisipasi masyarakat, kemampuan tim pelaksana serta sumbangan/partisipasi oleh masyarakat, (v).melaporkan semua kegiatan pada pelaksanaan di sekolah dan membantu penyusunan laporan P2Satap untuk diaudit, (vi). bersama Ketua Komite/Panitia membuat laporan penyelesaian pelaksanaan pekerjaan untuk disampaikan kepada Direktorat Pembinaan SMP serta menyusun Berita Acara serah terima pekerjaan. h. Supporting Staf Konsultan CM bisa menambahkan jumlah personil untuk menunjang keterlaksanaan kegiatan, sesuai dengan metodologi dan strategi pelaksanaan pekerjaan yang diusulkan. 3. Organisasi Personil Organisasi personel yang diusulkan oleh konsultan CM harus disusun secara jelas dan disajikan dalam sebagai berikut: a. Bagan organisasi yang dilengkapi dengan nama personil dan bidang keahliannya di setiap posisi dalam bagan. b. Uraian sistematis mengenai tugas dan tanggung jawab personil yang tercantum dalam bagan organisasi. c. Curiculum vitae masing-masing personil yang dilengkapi dengan copy ijazah dan sekurang-kurangnya memuat (i) nama personil, (ii) pendidikan, dan (iii) pengalaman profesional. E. JADUAL WAKTU PELAKSANAAN Konsultan CM akan dikontrak untuk periode pelaksanaan program BG PembangunanUSB dan Pengembangan SD SMP Satu Atap Tahun Anggaran 202. Konsultan CM wajib melaksanakan tugasnya terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja diterbitkan sampai dengan selesainya seluruh pekerjaan yang dinyatakan dengan berita acara. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan seluruhnya adalah 7 bulan dengan jadual sebagai berikut : 50

23 Tabel 3 Perkiraan Jadual Implementasi BG/MG Pembangunan Pengembangan USB, dan SD SMP Satu Atap Tahun Anggaran 202 Kegiatan TA 202. Persiapan, mobilisasi, pelatihan CM, 5 Mei s/d 5Juni202 survai lokasi,perencanaan dan penyusunan Dokumen Pembangunan 2. Pelatihan Komite/Panitia, Proses SPPB, 0Juni s/d 2Juli Proses Pembayaran Termin Komite/Panitia 3. Implementasi 5Juli s/d 5Desember pambangunan/pengembangan sekolah 4 Pemeliharaan, Asbuilt Drawing, dan Laporan akhir Konsultan CM 0-30Desember F. PRODUK KONSULTAN Produk/keluaran yang diminta dari Konsultan berdasarkan KAK ini adalah sebagai berikut:. Produk Konsultan a. Dokumen Laporan: (i).laporanhasil Survai, berisi kajian lapangan terhadap kelayakan lokasi dan lahan USB dan SD SMP Satu Atap, termasuk penelitian legalitas tanah mengacu pada kriteria yang tercantum dalam Panduan Pelaksanaan, (ii).laporan periodik al. Laporan Awal, Draft Laporan Akhir, Laporan Akhir, Laporan Bulanan dan Laporan Khusus yg diminta apabila diperlukan.isi laporan, penyajian, jumlah copy dan jadual penyampaian bisa dilihat pada paragraf berikut. b. Dokumen Pembangunan dan Pengembangan Sekolahyang terdiri dari: (i).rencanadan Jadual Pembangunan/Pengembangan Sekolah, (ii).gambar Konstruksi USB, dan SD SMP Satu Atap masingmasing sekolah, (iii).rks danrab untuk masing-masingsekolah, (iv).dokumen lain yang terkait dengan dokumen pembangunan dan pengembangan sekolah.dokumen ini akan diserahkan selambat lambatnya pada pertengahan bulan ke 2 penugasannya atau sesuai jadual yang ditetapkan oleh Direktorat Pembinaan SMP. c. Hasil fasilitasi Pembangunan dan Pengembangan Sekolah pada setiap lokasi, yang dikuatkan dengan Laporan Akhir Penyelesaian Pembangunan/Pengembangan dilengkapi dengan: (i).rencana Pengembangan Sekolah 5 Tahunan- khusus untuk cluster yang mendapatkan program SD SMP Satu Atap, (ii).as Built Drawings, (iii).petunjuk pemeliharaan gedung untuk setiap sekolah, (iv).berita Acara Serah Terima I dan II. 2. Laporan dan Jadual Penyerahan a. Laporan Awal, berisi antara lain program kerja konsultan, organisasi kerja dan prosedur kerja atau Standard Operation Procedure (SOP) pelaksanaan pekerjaan dan mobilisasi personil, sejumlah 5 (lima) eksemplar, soft cover, diserahkan pada bulan I minggu ke II. b. Laporan Hasil Survai, berisi antara lain: (i). laporan data lapangan, kondisi site, batas-batas site termasuk peta topografi lahan sederhana, informasi mengenai ketersediaan bahan dan tenaga kerja disekitar lokasi sekolah yang dilengkapi foto-foto, (ii).kebutuhan fasilitas dan ruang sekolah.laporan diserahkan sejumlah 5 (lima) eksemplar, soft cover, dilampiri dengan Dokumen Pembangunan/Pengembangan, (yang terdiri: Jadual Rencana Pembangunan; Gambar pelaksanaan; RKS dan RAB) sejumlah 3 (tiga) eksemplar, diserahkan pada bulan II minggu ke II. 5

24 c. Laporan Bulanan, berisi antara lain: laporan realisasi pelaksanaan program di lapangan pada periode bulan yang bersangkutan; permasalahan dan penyimpangan yang terjadi; langkah-langkah yang sudah diambil; serta rencana kegiatan periode bulan berikut; dilengkapi dengan foto-foto progres di lapangan. Laporan dibuat sejumlah 5 (lima) eksemplar, soft cover, diserahkan pada minggu I bulan berikutnya. d. Draft Laporan Akhir, disusun setelah masa pembangunan/pengembangan sekolah selesai. Laporan paling tidak berisi catatan seluruh kegiatan program, selama masa pelaksanaan, pelatihan yang diselenggarakan, hasil fasilitasi pembangunan-pengembangan sekolah,proses serah terima, termasuk status akhir lahan sekolah, perijinan, dan status operasionalisasi sekolah.dalam laporan juga diminta untuk menyajikan permasalahan penting yang terjadi dalam masa pelaksanaan pembangunan/pengembangan sekolah, disertai dengan analisis varian, dan rekomendasi. Laporan dibuat sejumlah 2(dua) eksemplar, soft cover, diserahkan pada bulan ke VII minggu II. e. Laporan Akhir, adalah finalisasi draft laporan akhir. Laporan akhir diserahkan selambat-lambatnya dua minggu setelah persetujuan format, isi dan presentasi Draft Laporan Akhir disetujui oleh Direktorat Pembinaan SMP. Laporan Akhirdilengkapi lampiran pendukung yang terdiri daribuku I berisi: (i).kompilasi data dan besaran proyek, (ii).foto-foto sekolah; Buku II berisi: (i).copy SPPB+addendum, (ii).copy BAST I dan II; Buku III berisi: copyas Built Site Plan;Buku IV berisi: (i).copy sertifikat lahan sekolah/status lahan sekolah, (ii).satus IMB sekolah, (iii). status kelembagaan sekolah, (iv).sk Kepala Sekolah, (v).profil sekolah.laporan dibuat sejumlah 5 (lima) eksemplar, soft cover, ditambah CD yang berisikan seluruh soft file laporan dan gambar yang dibuat oleh Konsultan, diserahkan pada bulan ke VII minggu ke IV. G. KETENTUAN-KETENTUAN. Acuan pekerjaan a. Panduan Pelaksanaan Block Grant Pembangunan SMP Negeri dengan Mekanisme Partisipasi Masyarakat, Direktorat Pembinaan SMP, Ditjen Dikdas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TA202. Buku I dan II. b. Panduan Pelaksanaan Pengembangan SD SMP Satu Atap dengan Mekanisme Partisipasi Masyarakat, Direktorat Pembinaan SMP, Ditjen Dikdas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TA 202. c. Pedoman Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional. Desember 2004, d. Gambar prototipe yang disediakan oleh Direktorat PSMP, e. Peraturan-peraturan atau pedoman lain yang berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia. 2. Reliabilitas Konsultan a. Dalam pelaksanaan tugas-tugasnya, konsultan harus selalu mengedepankan profesionalitas, standar mutu pelayanan yang paling tinggi dankode etik konsultan. b. Perusahaan Konsultan bertanggung jawab terhadap semua personil yang ditugaskan, oleh karena itu setiap tindakan penyimpangan terhadap KAK, Panduan Pelaksanaan ataupun Kode Etik sebagai Konsultan selama ditugaskan dalam pekerjaan ini merupakan tanggung jawab perusahaan sepenuhnya. Sanksi akan dikenakan terhadap personil konsultan yang melakukan tindak penyimpangan dan juga terhadap perusahaan. c. Untuk melaksanakan tugas, Konsultan CM harus mencari informasi lain yang dibutuhkan bagi pelaksanaan tugasnya selain dari informasi yang diberikan oleh Direktorat Pembinaan SMP. 52

25 d. Konsultan harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya, baik yang berasal dari Direktorat Pembinaan SMP maupun yang dicari sendiri. e. Konsultan melaksanakan tugasnya dengan tetap mengindahkan kondisi lingkungan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan dalam mengarahkan pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan meminimalkan dampak negatif terhadap masyarakat/lingkungan serta meningkatkan kenyamanan lingkungan. f. Dalam pelaksanaan pekerjaannya, kegiatan dan produk Konsultan CM ini setiap saat akan direview/diperiksa oleh Tim Direktorat Pembinaan SMP. g. Konsultan harus menjamin terselenggaranya sistem informasi dan komunikasi yang cepat, akurat dan tepat guna antara level sekolah dengan Direktorat Pembinaan SMP, sehingga permasalahan dan penyimpangan bisa terdeteksi sedini mungkin untuk dicarikan pemecahannya. h. Dalam pengajuan proposal, konsultan harus memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: (i) apabila tidak disediakan oleh Direktorat Pembinaan SMP, maka konsultan akan membuat perhitungan biaya yang memadai untuk akomodasi kantor, komputer, perabotan dan fasilitas kantor lain termasuk alat komunikasi yang diperlukan dalam melaksanakan tugas, (ii) dalam penyediaan fasilitas, berkaitan dengan lokasi kegiatan yang tersebar serta kondisi geografis yang bervariasi, konsultan direkomendasikan meneliti dengan hati-hati terhadap lingkup pekerjaan, sebaran lokasi dan jadwal pekerjaan, dalam menentukan kebutuhan personil, logistik, biaya transportasi, komunikasi dan peralatan yang diperlukan untuk penyelenggaraan pekerjaan a/n Direktur Pembinaan SMP Pejabat Pembuat Komitmen Kegiata Dr. H. Khamim, M.Pd, NIP

26 DAFTAR SINGKATAN APK APBN BG Dikdas Dikdasmen DIPA IPA IPS Panlak Juknis KM/WC KS KP-USB LSM PBM PNS PSB PSMP P2SATAP RAB RAPP RPS SD SDM SK SMP SMPN SPPB TA TTK USB : Angka Partisipasi Kasar : Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara : Block Grant : Pendidikan Dasar : Pendidikan Dasar dan Menengah : Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran : Ilmu Pengetahuan Alam : Ilmu Pengetahuan Sosial : Panduan Pelaksanaan : Petunjuk Teknis : Kamar Mandi/Water Closet : Kepala Sekolah : Komite Pembangunan Unit Sekolah Baru : Lembaga Swadaya Masayarakat : Proses Belajar Mengajar : Pegawai Negeri Sipil : Penerimaan Siswa Baru : Pembinaan Sekolah Menengah Pertama : Panitia Pengembangan SD SMP Satu Atap : Rencana Anggaran Biaya : Rencana Anggaran Pelaksanaan Pekerjaan : Rencana Pengembangan Sekolah : Sekolah Dasar : Sumber Daya Manusia : Surat Keputusan : Sekolah Menengah Pertama : Sekolah Menengah Pertama Negeri : Surat Perjanjian Pemberian Bantuan : Tahun Anggaran : Tim Teknis Kabupaten/Kota : Unit Sekolah Baru 54

27 Lampiran : STRUKTUR ORGANISASI PELAKSANAAN PROGRAM BLOCK GRANT PEMBANGUNAN USB, PENGEMBANGAN SD SMP SATU ATAP Pelindung Dirjen Dikdasmen Penanggungjawab Direktur Pembinaan SMP PEMBINA Kasubdit Program Kasubdit Kelembagaan Kasubdit Pembelajaran Kasubdit Kesiswaan Kons. CM (Team Leader) CM (Konslt. Lap) Dinas Pendidikan Provinsi Kegiatan Perluasan dan Peningkatan Mutu SMP (Dekonsentrasi) Kegiatan Perluasan SMP USB/Revitalisasi SD-SMP RKB Sekolah Sekretaris PUMK KP USB Dinas Pendidikan Kab/Kota Tim Teknis Kab/Kota Tim Teknis Pusat Konsultan Manajemen Konsultan Keuangan Konsultan Bidang Fisik Konsultan Pendidikan Dewan Pendidikan Kab/Kota Forum Komunikasi Pembangunan Sekolah P2Satap Lampiran 2 DAFTAR DAN BESARAN RUANG SMP TIPE C Keterangan: = garis koordinasi No. Jenis!!!!! Ruang = garis komando Fungsi Ruang Junlah Luas/ Jumlah = penyaluran dana Ruang Ruang Luas = pendampingan (M 2 ) (M 2 ) 0 02 = pembinaan

28 I II RUANG BELAJAR Ruang Teori/Kelas Ruang Perpustakaan, Media Ruang Lab. Bahasa Ruang Lab. Komputer/Ti dan K Ruang Kesenian, Ketrampilan RUANG KANTOR Ruang Kepala Sekolah Ruang Wakil Kep.Sekolah Ruang Guru Ruang Tata Usaha Ruang Tamu Belajar/teori Belajar/diskusi Belajar/latihan Belajar/latihan Belajar/latihan Pengelola Pengelola Persiapan Administrasi Tunggu Tamu III RUANG PENUNJANG Gudang Ruang Pantry dan Janitor KM/WC Guru KM/WC Siswa Ruang Bimbingan Konseling Ruang UKS Ruang PMR/Pramuka Ruang OSIS/PASKIBRA Ruang Ibadah Ruang Ganti Ruang Koperasi Ruang Kantin Ruang Pompa/Menara Bangsal Kendaraan Rumah Penjaga Rumah Kepala Sekolah Mes Guru/Rumah Dinas Pos Jaga Selasar / Teras / Tangga Penyimpanan Pelayanan Pelayanan Pelayanan Bimbingan Kesehatan Kesiswaan Kesiswaan Ibadah Pelayanan Pelayanan Pelayanan Pelayanan Pelayanan Pengamanan Tempat tinggal Tempat tinggal Pengamanan Jumlah Luas Bangunan Luas Lapangan Olah Raga Luas Lapangan Upacara Luas Lahan Minimal.679 M M M M 2 56

29 DAFTAR DAN BESARAN RUANG SMP TIPE C2 No. Jenis Ruang Fungsi Ruang Junlah Ruang Luas/ Ruang (M 2 ) Jumlah Luas (M 2 ) I II RUANG BELAJAR Ruang Teori/Kelas Ruang Perpus, Media, TI dan K Ruang Serbaguna, Kesen, Ketram. RUANG KANTOR Ruang Kepala Sekolah Ruang Wakil Kep.Sekolah Ruang Guru Ruang Tata Usaha Ruang Tamu Belajar/teori Belajar/diskusi Belajar/latihan Pengelola Pengelola Persiapan Administrasi Tunggu Tamu III RUANG PENUNJANG Gudang Ruang Pantry dan Janitor KM/WC Guru KM/WC Siswa Ruang BP/BK Ruang UKS Ruang PMR/Pramuka Ruang OSIS/PASKIBRA Ruang Ibadah Ruang Koperasi Ruang Kantin Ruang Pompa/Menara Bangsal Kendaraan Rumah Penjaga Rumah Kepala Sekolah Mes Guru/Rumah Dinas Asrama Siswa Pos Jaga Selasar / Teras Penyimpanan Penggandaan Pelayanan Pelayanan Bimbingan Kesehatan Kesiswaan Kesiswaan Ibadah Pelayanan Pelayanan Pengamanan Tempat tinggal Tempat tinggal Tempat Tinggal Pengamanan Jumlah Luas Bangunan Luas Lapangan Olah Raga Luas Lapangan Upacara.063 M M M 2! LAMPIRAN 3 57

30 DAFTAR INPUT BG PEMBANGUNAN USB! Pengadaan Tanah Kelembagaan Sekolah Tenaga Administrasi Guru Mata Pelajaran dan Pembimbing Kepala Sekolah UGB 6 bulan maks 6 bulan T0 (mulai) Furniture Alat Bantu KBM, Buku & AMK Dana Operasional T T2 BAGAN PEMBANGUAN UNIT SEKOLAH BARU T0 = mulai T = gedung selesai T2 = USB 00% operasional Program pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, namun juga berorientasi pada fungsi kegiatan belajar mengajar. Pembangunan USB dimulai dengan pembangunan fisik Unit Gedung Baru (UGB); kemudian pengadaan furniture, buku, alat penunjang pendidikan dan alat mesin kantor; penempatan kepala sekolah, guru dan tenaga administrasi, nomor satuan kerja, kelembagaan, penyediaan biaya operasional sekolah, sampai terjadinya kegiatan pembelajaran dan pendidikan di sekolah tersebut. Agar penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, input pendidikan yang diperlukan dalam unit sekolah baru, adalah:. Unit Gedung Baru (UGB) dan infrastrukturnya. 2. Pengadaan Furniture. 3. Pengangkatan/Penunjukan Kepala Sekolah secara definitif. 4. Pengangkatan guru mata pelajaran dan guru pembimbing. 5. Pengangkatan tenaga administrasi sekolah. 6. Pengadaan buku penunjang dan buku perpustakaan. 7. Pengadaan alat penunjang pendidikan. 8. Penetapan kelembagaan sekolah. 9. Penyediaan biaya operasional. Pengadaan input tersebut dilakukan secara paralel dengan pembangunan UGB (lihat Bagan). Dengan demikian, pada saat gedung selesai dibangun dan telah diserahterimakan, sekolah dapat segera berfungsi untuk melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. Pembiayaan input program no dan 2, dibiayai oleh Pemerintah Pusat melelalui Block Grant Pembangunan USB, sedangkan pembiayaan input program lain adalah kuajiban dari Pemerintah Kabupaten/Kota. 58

31 Lampiran 4 REKAPITULASI CALON LOKASI USB DAN SD-SMP SATU ATAP 202 No. Prov Satap USB ESSP USB APBN Jml Cluster Aceh Kab. Aceh Barat 2 Kab. Aceh Timur Kab. Aceh Utara Kab. Bener Meriah 3 5 Kab. Pidie 0 6 Kab. Pidie Jaya 0 Sumatera Utara Kab. BatuBara 0 2 Kab. Deli Serdang Kab. Labuhanbatu Kab. Nias 0 5 Kab. Nias Selatan Kab. Serdang Bedagai 0 7 Kab. Tapanuli Selatan 8 Kab. Tapanuli Tengah Kab. Toba Samosir Kepulauan Riau Kab. Bintan Kota Batam 0 Riau Kab. Indragiri Hulu 2 Kab. Kampar 3 Kab. Rokan Hulu Sumatera Barat Kab. Pasaman Barat Bangka Belitung Kab. Bangka Selatan Kab. Bangka tengah Kab. Belitung Timur 2 Bengkulu Kab. Bengkulu Utara Kab. Kaur Kab. Mukomuko Kab. Seluma Jambi Kab. Kerinci

32 2 Kab. Merangin 2 3 Kab. Muaro Jambi 2 4 Kab. Tanjung Jabung Barat 0 2 Lampung! Kab. Lampung Utara 2 2 Kab. Tanggamus 2 3 Kab. Tulang Bawang Sumatera Selatan Kab. Empat Lawang Kab. Muara Enim Kab. Musi Banyuasin Kab. Ogan Komering Ilir Kab. Ogan Komering Ulu Banten Kab. Lebak Kab. Pandeglang 3 3 Kab. Tangerang Jawa Barat Kab. Bandung Kab. Bekasi Kab. Bogor Kab. Cianjur Kab. Cirebon Kab. Garut Kab. Indramayu Kab. Sukabumi Kab. Tasikmalaya Bali Kab. Buleleng Kab. Karangasem Kab. Tabanan 0 4 Jawa Tengah Kab. Batang Kab. Grobogan Kab. Kebumen 4 Jawa Timur Kab. Bangkalan Kab. Bondowoso Kab. Lumajang Kab. Nganjuk 4 5 Kab. Situbondo 4 60

33 6 Kota Malang 4 7 Kab. Pasuruan Kab. Probolinggo Nusa Tenggara Barat Kab. Bima Kab. Lombok Tengah Kab. Lombok Timur Kab. Lombok Utara Kab. Sumbawa Barat Nusa Tenggara Timur Kab. Alor Kab. Ende Kab. Flores Timur Kab. Lembata 5 5 Kab. Manggarai Kab. Manggarai Timur Kab. Nagekeo Kab. Ngada Kab. Sikka 2 5 Nusa Tenggara Timur Kab. Belu Kab. Kupang Kab. Sabu Raijua Kab. Sumba Barat Kab. Sumba Barat Daya Kab. Sumba Timur Kab. Timor Tengah Selatan Kab. Timor Tengah Utara Kalimantan Barat Kab. Bengkayang 7 2 Kab. Ketapang Kab. Kubu Raya Kab. Melawi Kab. Sambas Kab. Sanggau Kab. Sekadau Kab. Sintang Kota Singkawang Kalimantan Selatan Kab. Balangan 8 2 Kab. Banjar

34 3 Kab. Barito Kuala Kab. Tanah Bumbu 0 8 Kalimantan Tengah Kab. Barito Timur Kab. Kapuas Kab. Katingan Kab. KotaWaringin Barat Kab. Lamandau Kab. Murung Raya Kab. Sukamara Kalimantan Timur Kab. Malinau Kab. Nunukan Kab. Paser 0 8 Gorontalo Kab. Boalemo Sulawesi Tengah Kab. Banggai Kepulauan Kab. Donggala Kab. Morowali Kab. Parigi Moutong Kab. Sigi Kab. Poso 9 Sulawesi Tenggara Kab. Buton Kab. Buton Utara 9 3 Kab. Konawe Selatan Kab. Konawe Utara Kab. Muna Sulawesi Barat Kab. Polewali Mandar Kab. Mamasa Kab. Mamuju Kab. Mamuju Utara Sulawesi Selatan Kab. Bantaeng Kab. Bone 0 3 Kab. Enrekang Kab. Jeneponto Kab. Luwu Kab. Maros

35 7 Kab. Pangkajene Kepulauan Kab. Pinrang Kab. Sinjai Kab. Tana Toraja Kab. Toraja Utara Kab. Wajo 2 0 Sulawesi Utara 0 0 Kab. Bolaang Mongondow Timur 0 0 Maluku Kab. Buru Kab. Buru Selatan Kab. Maluku Barat Daya Kab. Maluku Tengah Kab. Maluku Tenggara Barat Maluku Utara 5 5 Kab. Halmahera Barat 2 Kab. Halmahera Selatan Kab. Kepulauan Sula Papua Kab. Biak 2 2 Kab. Supiori 2 3 Kab. Waropen Kab. Nabire 2 Papua Barat Kab. Manokwari 2 2 Kab. Rajaampat Kab. Maybrat Kab. Tambraw Kab. Sorong 2 Grand Total

36 Sebaran Per Kecamantan USB No Provinsi Kabupaten/Kota Kecamatan USB Aceh Kab. Aceh Barat Johan Pahlawan 2 Aceh Kab. Aceh Timur Sungai Raya 3 Aceh Kab. Aceh Timur Serbajadi 4 Aceh Kab. Aceh Timur Pantai Bidari 5 Aceh Kab. Aceh Timur Julok 6 Aceh Kab. Aceh Utara Syamtalira Bayu 7 Aceh Kab. Aceh Utara Baktiya 8 Aceh Kab. Bener Meriah Syiah Utama 9 Bangka Belitung Kab. Bangka Tengah Sungai Selan 0 Bangka Belitung Kab. Belitung Timur Kelapa Kampit Banten Kab. Pandeglang Cigeulis 2 Banten Kab. Lebak Cibadak 3 Banten Kab. Lebak Wanasalam 4 Banten Kab. Lebak Rangkas Bitung 5 Banten Kab. Lebak Cirenten 6 Banten Kab. Lebak Kalanganyar 7 Bengkulu Kab. Kaur Maje 8 Bengkulu Kab. Kaur Kaur Selatan 9 Bengkulu Kab. Mukomuko Sungai Rumbai 20 Bengkulu Kab. Mukomuko Penarik 2 Jambi Kab. Muaro Jambi Sekernan 22 Jambi Kab. Merangin Sungai Tenang 23 Jawa Barat Kab. Sukabumi Jampang Kulon 24 Jawa Barat Kab. Sukabumi Cidolog 25 Jawa Barat Kab. Sukabumi Cidadap 26 Jawa Barat Kab. Sukabumi Cikembar 27 Jawa Barat Kab. Bandung Solokanjeruk 28 Jawa Barat Kab. Bandung Rancabali 29 Jawa Barat Kab. Cianjur Sukanegara 30 Jawa Barat Kab. Cianjur Cikadu 3 Jawa Barat Kab. Bekasi Cikarang Timur 32 Jawa Barat Kab. Garut Cikelet 33 Jawa Tengah Kab. Kebumen Bonorowo 34 Jawa Timur Kab. Nganjuk Ngronggot 35 Jawa Timur Kab. Situbondo Mangaran 36 Jawa Timur Kota Malang Lowokwaru 37 Kalimantan Barat Kab. Melawi Tanah Pinoh 38 Kalimantan Barat Kab. Melawi Nanga Pinoh 39 Kalimantan Barat Kab. Melawi Pinoh Utara 64

37 40 Kalimantan Barat Kab. Melawi Nangan Pinoh 4 Kalimantan Barat Kab. Melawi Tanah Pinoh 42 Kalimantan Barat Kab. Melawi Belimbing 43 Kalimantan Barat Kab. Bengkayang Seluas 44 Kalimantan Barat Kab. Sanggau Perindu 45 Kalimantan Barat Kab. Sintang Sepauk 46 Kalimantan Barat Kab. Sintang Sepauk 47 Kalimantan Barat Kab. Sintang Ketungan Tengah 48 Kalimantan Barat Kab. Sintang Kayan Hulu 49 Kalimantan Barat Kab. Sintang Ketungan Hilir 50 Kalimantan Barat Kab. Sintang Kayan Hilir 5 Kalimantan Barat Kota Singkawang Singkawang Timur 52 Kalimantan Barat Kota Singkawang Singkawang Tengah 53 Kalimantan Selatan Kab. Banjar Astambul 54 Kalimantan Selatan Kab. Balangan Paringin Kota 55 Kalimantan Tengah Kab. Kapuas Kapuas Hulu 56 Lampung Kab. Lampung Utara Abung Timur 57 Lampung Kab. Tanggamus Pugung 58 Lampung Kab. Tulang Bawang Gedung Aji Baru 59 Lampung Kab. Tulang Bawang Penawartama 60 Maluku Kab. Maluku Tengah Seram Utara 6 Maluku Kab. Buru Batubual 62 Nusa Tenggara Barat Kab. Sumbawa Barat Taliwang 63 Nusa Tenggara Barat Kab. Sumbawa Barat Taliwang 64 Nusa Tenggara Barat Kab. Bima Lambitu 65 Nusa Tenggara Timur Kab. Timor Tengah Selatan Oenino 66 Nusa Tenggara Timur Kab. Timor Tengah Selatan Molo Utara 67 Nusa Tenggara Timur Kab. Timor Tengah Selatan Tobu 68 Nusa Tenggara Timur Kab. Sikka Kewapante 69 Nusa Tenggara Timur Kab. Ngada Bajawa Utara 70 Nusa Tenggara Timur Kab. Ngada Bajawa Utara 7 Nusa Tenggara Timur Kab. Ngada Aimere 72 Nusa Tenggara Timur Kab. Sumba Barat Wanokaka 73 Nusa Tenggara Timur Kab. Manggarai Timur Pocoranaka 74 Nusa Tenggara Timur Kab. Manggarai Timur Elar 75 Nusa Tenggara Timur Kab. Manggarai Timur Lambaleda 76 Nusa Tenggara Timur Kab. Manggarai Ruteng 77 Nusa Tenggara Timur Kab. Manggarai Satarmese 78 Nusa Tenggara Timur Kab. Manggarai Satarmese 79 Nusa Tenggara Timur Kab. Manggarai Satarmese barat 80 Nusa Tenggara Timur Kab. Lembata Nubatukan 65

38 8 Nusa Tenggara Timur Kab. Kupang Kupang Timur 82 Nusa Tenggara Timur Kab. Kupang Kupang Timur 83 Nusa Tenggara Timur Kab. Sumba Barat Daya Wewewa Barat 84 Nusa Tenggara Timur Kab. Nagekeo Aesesa Selatan 85 Nusa Tenggara Timur Kab. Nagekeo Boawae 86 Nusa Tenggara Timur Kab. Ende Maurole 87 Nusa Tenggara Timur Kab. Ende Nangapanda 88 Nusa Tenggara Timur Kab. Ende Nangapanda 89 Nusa Tenggara Timur Kab. Alor Alor Barat Daya 90 Nusa Tenggara Timur Kab. Alor Pantar Barat 9 Riau Kab. Rokan Hulu Rambah Samo 92 Riau Kab. Rokan Hulu Tambusai Utara 93 Riau Kab. Indragiri Hulu Lubuk Batu Jaya 94 Riau Kab. Kampar Tapung Hulu 95 Sulawesi Barat Kab. Mamuju Utara Pasangkayu 96 Sulawesi Barat Kab. Mamuju Utara Sarudu 97 Sulawesi Selatan Kab. Wajo Takkalalla 98 Sulawesi Selatan Kab. Enrekang Malua 99 Sulawesi Selatan Kab. Jeneponto Bangkala Barat 00 Sulawesi Selatan Kab. Jeneponto Turatea 0 Sulawesi Selatan Kab. Bantaeng Tompobulu 02 Sulawesi Selatan Kab. Bantaeng Gantarangkeke 03 Sulawesi Selatan Kab. Pinrang Lembang 04 Sulawesi Tengah Kab. Donggala Labuhan 05 Sulawesi Tengah Kab. Poso Lore Peore 06 Sulawesi Tenggara Kab. Buton Utara Kulisusu 07 Sulawesi Tenggara Kab. Buton Siotapina 08 Sulawesi Tenggara Kab. Konawe Utara Lembo 09 Sumatera Selatan Kab. Muara Enim Lubai 0 Sumatera Selatan Kab. Muara Enim Sungai Rotan Sumatera Selatan Kab. Muara Enim Sungai Rotan 2 Sumatera Selatan Kab. Muara Enim Gelumbang 3 Sumatera Selatan Kab. Muara Enim Sungai Rotan 4 Sumatera Utara Kab. Tapanuli Selatan Angkola Timur 5 Sumatera Utara Kab. Nias Selatan Lolomatua 6 Aceh Kab. Aceh Timur Idi Timur 7 Sumatera Utara Kab. Nias Selatan Lahusa 2 8 Sumatera Utara Kab. Nias Barat Madrehe 9 Kepulauan Riau Kab. Bintan Teluk Bintan 20 Sumatera Barat Kab. Pasaman Barat Pasaman 2 Bengkulu Kab. Bengkulu Utara Ketahun 66

39 22 Sumatera Selatan Kab. Empat Lawang Muara Pinang 23 Jawa Barat Kab. Indramayu Sukra 24 Jawa Barat Kab. Sukabumi Kelapa Nunggal 25 Jawa Timur Kab. Bondowoso Sukosari 26 Kalimantan Barat Kab. Ketapang Sungai Laur 27 Kalimantan Barat Kab. Ketapang Simpang Hulu 28 Kalimantan Timur Kab. Nunukan Sebatik Barat 29 Kalimantan Timur Kab. Nunukan Sebuku 2 30 Sulawesi Tengah Kab. Banggai Kepulauan Banggai Tengah 3 Sulawesi Selatan Kab. Pangkajene Kepulauan Labakkang 2 32 Maluku Kab. Maluku Tenggara Barat 2 33 Maluku Utara Kab. Halmahera Barat Jailolo Selatan 34 Maluku Utara Kab. Halmahera Selatan Bacan Selatan 35 Maluku Utara Kab. Halmahera Selatan Gane Timur 2 36 Maluku Utara Kab. Kepulauan Sula Tede 37 Papua Kab. Biak Bon Di Fuar 38 Papua Kab. Supiori Supiori Barat 39 Papua Kab. Waropen Oudate 40 Papua Kab. Waropen Inggerus 4 Papua Kab. Nabire Kalimerah 42 Papua Barat Kab. Manokwari P. Mansinam 43 Papua Barat Kab. Raja Ampat Teluk Mayailibit 44 Papua Barat Kab. Raja Ampat Waigeo Barat Kepulauan 45 Papua Barat Kab. Raja Ampat Misool Selatan 46 Papua Barat Kab. Maybrat Mere 47 Papua Barat Kab. Maybrat Aifat Timur 48 Papua Barat Kab. Tambraw Abun 49 Papua Barat Kab. Tambraw Yenbun 50 Papua Barat Kab. Sorong Salawati 67

40 Sebaran Satap per Kecamatan No. Propinsi Kabupaten/Kota Kecamatan Satap Aceh Kab. Aceh Timur Simpang Jernih 2 Aceh Kab. Aceh Utara Lhoksukon 3 Aceh Kab. Bener Meriah Timang Gajah 4 Aceh Kab. Pidie Gulampang Tiga 5 Aceh Kab. Pidie Jaya Bandar Baru 6 Bali Kab. Buleleng Sukasada 7 Bali Kab. Karangasem Kubu 8 Bali Kab. Tabanan Pupuan 9 Babel Kab. Bangka Selatan Payung 0 Babel Kab. Bangka Selatan Toboali Babel Kab. Bangka tengah Sungai Selan 2 Banten Kab. Lebak Banjarsari 3 Banten Kab. Lebak Bayah 4 Banten Kab. Lebak Cikulur 5 Banten Kab. Lebak Cileles 6 Banten Kab. Lebak Lebakgedong 7 Banten Kab. Lebak Maja 8 Banten Kab. Lebak Muncang 9 Banten Kab. Tangerang Kresek 20 Banten Kab. Tangerang Sepatan Timur 2 Bengkulu Kab. Bengkulu Utara Kerkap 22 Bengkulu Kab. Kaur Tetap 23 Bengkulu Kab. Kaur Tanjung Kemunig 24 Bengkulu Kab. Mukomuko Air Rami 25 Bengkulu Kab. Mukomuko Sungai Rumbai 26 Bengkulu Kab. Seluma Seluma Timur 27 Bengkulu Kab. Seluma Sukaraja 28 Bengkulu Kab. Seluma Sukaraja 29 Gorontalo Kab. Boalemo Dulupi 30 Gorontalo Kab. Boalemo Paguyaman 3 Gorontalo Kab. Boalemo Paguyaman Pantai 32 Gorontalo Kab. Boalemo Wonosari 33 Jambi Kab. Kerinci Siulak 34 Jambi Kab. Tj. Jabung Barat Senyerang 35 Jawa Barat Kab. Bandung Cicalengka 36 Jawa Barat Kab. Bandung Cicalengka 37 Jawa Barat Kab. Bekasi Cibitung 38 Jawa Barat Kab. Bekasi Muara Gembong 39 Jawa Barat Kab. Bogor Ciseeng 40 Jawa Barat Kab. Bogor Jasinga 4 Jawa Barat Kab. Bogor Jasinga 42 Jawa Barat Kab. Bogor Parung Panjang 43 Jawa Barat Kab. Cianjur Cibeber 44 Jawa Barat Kab. Cianjur Cibinong 45 Jawa Barat Kab. Cianjur Cibinong 68

41 46 Jawa Barat Kab. Cianjur Cidaun 47 Jawa Barat Kab. Cianjur Cikalong Kulon 48 Jawa Barat Kab. Cianjur Naringgul 49 Jawa Barat Kab. Cianjur Tanggeung 50 Jawa Barat Kab. Cirebon Dukuh Puntang 5 Jawa Barat Kab. Garut Cibalong 52 Jawa Barat Kab. Garut Mangunreja 53 Jawa Barat Kab. Garut Pakenjeng 54 Jawa Barat Kab. Garut Pakenjeng 55 Jawa Barat Kab. Indramayu Gantar 56 Jawa Barat Kab. Indramayu Haurgeulis 57 Jawa Barat Kab. Indramayu Krangkeng 58 Jawa Barat Kab. Indramayu Lohbener 59 Jawa Barat Kab. Indramayu Lohsarang 60 Jawa Barat Kab. Indramayu Terisi 6 Jawa Barat Kab. Indramayu Terisi 62 Jawa Barat Kab. Sukabumi Cidadap 63 Jawa Barat Kab. Sukabumi Ciemas 64 Jawa Barat Kab. Sukabumi Cisolok 65 Jawa Barat Kab. Sukabumi Jampang Kulon 66 Jawa Barat Kab. Sukabumi Jampangkulon 67 Jawa Barat Kab. Sukabumi Simpenan 68 Jawa Barat Kab. Sukabumi Simpenan 69 Jawa Barat Kab. Sukabumi Sukalarang 70 Jawa Barat Kab. Tasikmalaya Kadipaten 7 Jawa Barat Kab. Tasikmalaya Mangunreja 72 Jateng Kab. Batang Blado 73 Jateng Kab. Batang Reban 74 Jateng Kab. Batang Wonotunggal 75 Jateng Kab. Grobogan Panawangan 76 Jawa Timur Kab. Bangkalan Geger 77 Jawa Timur Kab. Bangkalan Konang 78 Jawa Timur Kab. Bangkalan Sepulu 79 Jawa Timur Kab. Bangkalan Tanjung Bumi 80 Sulawesi Selatan Kab. Bone Tonra 8 Jawa Timur Kab. Bondowoso Sempol 82 Jawa Timur Kab. Lumajang Randuagung 83 Jawa Timur Kab. Pasuruan Grati 84 Jawa Timur Kab. Probolinggo Lumbang 85 Jawa Timur Kab. Probolinggo Lumbang 86 Jawa Timur Kab. Probolinggo Sukapura 87 Kalbar Kab. Ketapang Kendawangan 88 Kalbar Kab. Ketapang Nanga Tayap 89 Kalbar Kab. Ketapang Nanga Tayap 90 Kalbar Kab. Ketapang Nanga Tayap 9 Kalbar Kab. Ketapang Simpang Hulu 92 Kalbar Kab. Kubu Raya Batu Ampar 93 Kalbar Kab. Kubu Raya Batu Ampar 69

42 94 Kalbar Kab. Kubu Raya Rasau Jaya 95 Kalbar Kab. Kubu Raya Sungai Ambawang 96 Kalbar Kab. Kubu Raya Sungai Kakap 97 Kalbar Kab. Melawi Belimbing 98 Kalbar Kab. Melawi Belimbing 99 Kalbar Kab. Melawi Belimbing Hulu 00 Kalbar Kab. Melawi Menukung 0 Kalbar Kab. Melawi Menukung 02 Kalbar Kab. Melawi Menukung 03 Kalbar Kab. Melawi Menukung 04 Kalbar Kab. Melawi Nanga Pinoh 05 Kalbar Kab. Melawi Pinoh Selatan 06 Kalbar Kab. Melawi Pinoh Utara 07 Kalbar Kab. Melawi Sayan 08 Kalbar Kab. Sambas Paloh 09 Kalbar Kab. Sambas Sebawi 0 Kalbar Kab. Sambas Tebas Kalbar Kab. Sanggau Bonti 2 Kalbar Kab. Sekadau Sekadau Hulu 3 Kalbar Kab. Sintang Ketungau Hilir 4 Kalbar Kab. Sintang Ketungau Tengah 5 Kalsel Kab. Banjar Aluh-aluh 6 Kalsel Kab. Banjar Martapura 7 Kalsel Kab. Barito Kuala Tabunganen 8 Kalsel Kab. Tanah Bumbu Pondok Butun 9 Kalteng Kab. Barito Timur Awang 20 Kalteng Kab. Barito Timur Paju Empat 2 Kalteng Kab. Kapuas Kapuas Barat 22 Kalteng Kab. Kapuas Kapuas Kuala 23 Kalteng Kab. Kapuas Kapuas Kuala 24 Kalteng Kab. Kapuas Kapuas Murung 25 Kalteng Kab. Kapuas Mantangai 26 Kalteng Kab. Kapuas Selat 27 Kalteng Kab. Katingan Katingan Hilir 28 Kalteng Kab. Kotawaringin Barat Kumai 29 Kalteng Kab. Kotawaringin Barat Kumai 30 Kalteng Kab. Lamandau Bulik 3 Kalteng Kab. Lamandau Bulik Timur 32 Kalteng Kab. Lamandau Bulik Timur 33 Kalteng Kab. Lamandau Lamandau 34 Kalteng Kab. Lamandau Lamandau 35 Kalteng Kab. Murung Raya Sumber barito 36 Kalteng Kab. Murung Raya Uut Murung 37 Kalteng Kab. Sukamara Jelai 38 Kalteng Kab. Sukamara Permata Kecubung 39 Kalteng Kab. Sukamara Sukamara 40 Kalteng Kab. Sukamara Sukamara 4 Kaltim Kab. Malinau Mentarang 70

43 42 Kaltim Kab. Malinau Mentarang 43 Kaltim Kab. Paser Pasir Belengkong 44 Kepri Kab. Bintan Bintan Timur 45 Kepri Kab. Bintan Gunung Kijang 46 Kepri Kota Batam Belakang Padang 47 Maluku Kab. Buru Airbuaya 48 Maluku Kab. Buru Waeapo 49 Maluku Kab. Buru Waplau 50 Maluku Kab. Buru Selatan Namrole 5 Maluku Kab. Buru Selatan Waesama 52 Maluku Kab. Maluku Tengah Amahai 53 Maluku Kab. Maluku Tengah Leihitu 54 Maluku Kab. Maluku Tengah Teluk Elpa Putih 55 Sulawesi Barat Kab. Polewali Mandar Campalagian 56 Sulawesi Barat Kab. Polewali Mandar Limboro 57 NTB Kab. Bima Lambitu 58 NTB Kab. Bima Monta 59 NTB Kab. Lombok Tengah Praya Barat 60 NTB Kab. Lombok Tengah Praya Barat Daya 6 NTB Kab. Lombok Timur Aikmel 62 NTB Kab. Lombok Timur Jerowaru 63 NTB Kab. Lombok Timur Jerowaru 64 NTB Kab. Lombok Timur Jerowaru 65 NTB Kab. Lombok Timur Jerowaru 66 NTB Kab. Lombok Utara Bayan 67 NTT Kab. Alor Alor Barat Daya 68 NTT Kab. Alor Alor Barat Daya 69 NTT Kab. Alor Alor Barat Laut 70 NTT Kab. Alor Alor Timur 7 NTT Kab. Alor Lembur 72 NTT Kab. Alor Pantar Barat Laut 73 NTT Kab. Alor Pantar Timur 74 NTT Kab. Alor Pantar Timur 75 NTT Kab. Belu Lamaknen 76 NTT Kab. Belu Tasifeto Barat 77 NTT Kab. Belu Tasifetobarat 78 NTT Kab. Belu Wewiku 79 NTT Kab. Ende Detusoko 80 NTT Kab. Flores Timur Solor Timur 8 NTT Kab. Kupang Amarasi Barat 82 NTT Kab. Kupang Amarasi Selatan 83 NTT Kab. Kupang Kupang Tengah 84 NTT Kab. Manggarai Timur Bangka Mara 85 NTT Kab. Manggarai Timur Elar 86 NTT Kab. Manggarai Timur Elar 87 NTT Kab. Manggarai Timur Elar 88 NTT Kab. Manggarai Timur Kota komba 89 NTT Kab. Manggarai Timur Kota Komba 7

44 90 NTT Kab. Manggarai Timur Lamba Leda 9 NTT Kab. Manggarai Timur Lamba leda 92 NTT Kab. Manggarai Timur Sambe Rampas 93 NTT Kab. Manggarai Timur Sambi Rampas 94 NTT Kab. Nagekeo Aesesa selatan Aesesa Resesa 95 NTT Kab. Nagekeo 96 NTT Kab. Nagekeo Keo Tengah 97 NTT Kab. Nagekeo Nangaroro 98 NTT Kab. Ngada Bajawa 99 NTT Kab. Ngada Bajawa Utara 200 NTT Kab. Ngada Golewa 20 NTT Kab. Ngada Golewa 202 NTT Kab. Ngada Golewa 203 NTT Kab. Ngada Soa 204 NTT Kab. Sabu Raijua Hawu Mehara 205 NTT Kab. Sabu Raijua Sabu Liae 206 NTT Kab. Sikka Nita 207 NTT Kab. Sumba Barat Kota Waikabubak 208 NTT Kab. Sumba Barat Laboya barat 209 NTT Kab. Sumba Barat Loli 20 NTT Kab. Sumba Barat Daya Kodi 2 NTT Kab. Sumba Barat Daya Kodi Bangedo 22 NTT Kab. Sumba Barat Daya Kodi Utara 23 NTT Kab. Sumba Barat Daya Loura 24 NTT Kab. Sumba Barat Daya Loura 25 NTT Kab. Sumba Barat Daya Wewewa Barat 26 NTT Kab. Sumba Barat Daya Wewewa Selatan 27 NTT Kab. Sumba Timur Kahaungu Eti 28 NTT Kab. Sumba Timur Karera 29 NTT Kab. Sumba Timur Lewa Tidahu 220 NTT Kab. Sumba Timur Matwai La Puwu 22 NTT Kab. Sumba Timur Nggaha Ori Angu 222 NTT Kab. Sumba Timur Paberiwai 223 NTT Kab. TTS Amanatun 224 NTT Kab. TTS Kuanfatu 225 NTT Kab. TTS Kuatngana 226 NTT Kab. TTS Molo Barat 227 NTT Kab. TTS Tolawas 228 NTT Kab. TTU Biboki Anleu 229 NTT Kab. TTU Biboki Utara 230 NTT Kab. TTU Insana 23 NTT Kab. TTU Insana Tengah 232 NTT Kab. TTU Insana Utara 233 Riau Kab. Rokan Hulu Kabun 234 Riau Kab. Rokan Hulu Rokan IV Koto 235 Riau Kab. Rokan Hulu Tandun 236 Sulbar Kab. Majene Pamboang 72

45 237 Sulbar Kab. Mamasa Mambi 238 Sulbar Kab. Mamasa Sesenapadang 239 Sulbar Kab. Mamasa Sumarorong 240 Sulbar Kab. Mamuju Kalukku 24 Sulbar Kab. Mamuju Simboro 242 Sulbar Kab. Mamuju Utara Bambalamotu 243 Sulsel Kab. Bantaeng Pa'jukukang 244 Sulsel Kab. Enrekang Baraka 245 Sulsel Kab. Jeneponto Binamu 246 Sulsel Kab. Luwu Basse Sangtempe' 247 Sulsel Kab. Luwu Larompong Selatan 248 Sulsel Kab. Luwu Latimojong 249 Sulsel Kab. Maros Bantimurung 250 Sulsel Kab. Maros Lau 25 Sulsel Kab. Maros Mallawa 252 Sulsel Kab. Maros Marusu 253 Sulsel Kab. Pangkep Bungoro 254 Sulsel Kab. Pangkep Labakkang 255 Sulsel Kab. Pangkep Liukang Kalmas 256 Sulsel Kab. Pangkep Liukang Kalmas 257 Sulsel Kab. Pangkep Liukang Kalmas 258 Sulsel Kab. Pangkep Liukang Kalmas 259 Sulsel Kab. Pangkep Liukang Kalmas 260 Sulsel Kab. Pangkep Liukang Kalmas 26 Sulsel Kab. Pangkep Liukang Kalmas 262 Sulsel Kab. Pangkep Liukang Tangaya 263 Sulsel Kab. Pangkep Liukang Tangaya 264 Sulsel Kab. Pangkep Liukang Tangaya 265 Sulsel Kab. Pangkep Liukang Tangaya 266 Sulsel Kab. Pangkep Liukang Tupabbiring 267 Sulsel Kab. Pangkep Segeri 268 Sulsel Kab. Pinrang Batulappa 269 Sulsel Kab. Pinrang Lembang 270 Sulsel Kab. Sinjai Bulupoddo 27 Sulsel Kab. Tana Toraja Kurra 272 Sulsel Kab. Tana Toraja Makale Selatan 273 Sulsel Kab. Tana Toraja Makale Utara 274 Sulsel Kab. Tana Toraja Malimbong Balipe 275 Sulsel Kab. Tana Toraja Rembon 276 Sulsel Kab. Tana Toraja Simbuang 277 Sulsel Kab. Toraja Utara Rantepao 278 Sulsel Kab. Toraja Utara Sesean 279 Sulsel Kab. Toraja Utara Sesean Suloara 280 Sulsel Kab. Toraja Utara Tikala 28 Sulsel Kab. Wajo Pammana 282 Sulteng Kab. Banggai Kepulauan Bulagi 283 Sulteng Kab. Donggala Banawa Selatan 284 Sulteng Kab. Donggala Banawa Tengah 73

46 285 Sulteng Kab. Donggala Dampelas 286 Sulteng Kab. Donggala Labuan 287 Sulteng Kab. Donggala Sojol 288 Sulteng Kab. Donggala Sojol 289 Sulteng Kab. Morowali Bahodopi 290 Sulteng Kab. Parigi Moutong Balano Lambunu 29 Sulteng Kab. Parigi Moutong Sausu 292 Sulteng Kab. Sigi Dolo Barat 293 Sulteng Kab. Sigi Dolo Selatan 294 Sulteng Kab. Sigi Dolo Selatan 295 Sulteng Kab. Sigi Kulawi 296 Sulteng Kab. Sigi Marawola Barat 297 Sulteng Kab. Sigi Marawola Barat 298 Sulteng Kab. Sigi Sigi Biromaru 299 Sultra Kab. Buton Mawasangka 300 Sultra Kab. Buton Mawasangka 30 Sultra Kab. Buton Talaga Raya 302 Sultra Kab. Konawe Selatan Angata 303 Sultra Kab. Konawe Utara Molawe 304 Sultra Kab. Konawe Utara Wiwirano 305 Sultra Kab. Muna Tiworo Selatan 306 Sultra Kab. Muna Tiworo Utara Tikep 307 Sultra Kab. Muna Towea 308 Sulut Kab. Bolaang Mongondow Timur Modayag 309 Sumbar Kab. Pasaman Barat Kinali 30 Sumbar Kab. Pasaman Barat Koto Balingka 3 Sumsel Kab. Empat Lawang Pendopo 32 Sumsel Kab. Muara Enim Abab 33 Sumsel Kab. Musi Banyuasin Babat Supat 34 Sumsel Kab. Musi Banyuasin Batanghari Neko 35 Sumsel Kab. Musi Banyuasin Bayung Lencir 36 Sumsel Kab. Musi Banyuasin Sanga Desa 37 Sumsel Kab. Musi Banyuasin Sungai Keruh 38 Sumsel Kab. Musi Banyuasin Sungai Lilin 39 Sumsel Kab. Musi Banyuasin Tungkal jaya 320 Sumsel Kab. OKI Sungai Menang 32 Sumsel Kab. OKI Sungai Menang 322 Sumsel Kab. OKU Lengkiti 323 Sumsel Kab. OKU Lubuk Raja 324 Sumsel Kab. OKU Muara Jaya 325 Sumut Kab. Batubara Medang Deras 326 Sumut Kab. Deli Serdang Kutalimbaru 327 Sumut Kab. Deli Serdang Pancurbatu 328 Sumut Kab. Deli Serdang Tanjung Morawa 329 Sumut Kab. Labuhanbatu Bilah Barat 330 Sumut Kab. Labuhanbatu Panai Hilir 74

47 33 Sumut Kab. Labuhanbatu Panai Hulu 332 Sumut Kab. Nias Somolo-molo 333 Sumut Kab. Serdang Bedagai Teluk Mengkudu 334 Sumut Kab. Tapanuli Tengah Kolang 335 Sumut Kab. Tapanuli Tengah Lumut 336 Sumut Kab. Tapanuli Tengah Pinangsori 337 Sumut Kab. Tapanuli Tengah Pinangsori 338 Sumut Kab. Tapanuli Tengah Sibabangun 339 Sumut Kab. Toba Samosir Nassau 340 Sumut Kab. Toba Samosir Silaen 75

PEDOMAN PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW) TAHUN 2015

PEDOMAN PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW) TAHUN 2015 PEDOMAN PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA (PMW) TAHUN 2015 DIREKTORAT JENDERAL PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI KATA PENGANTAR Sebagai pelengkap program-program

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PEMBERIAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN BELANJA BANTUAN KEUANGAN KEPADA KABUPATEN/KOTA YANG BERSUMBER DARI ANGGARAN PENDAPATAN

Lebih terperinci

PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SILIWANGI PERIODE II TAHUN AKADEMIK 2011/2012

PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SILIWANGI PERIODE II TAHUN AKADEMIK 2011/2012 PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SILIWANGI PERIODE II TAHUN AKADEMIK 2011/2012 TEMA : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MELALUI KKN TEMATIK UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN IPM KABUPATEN TASIKMALAYA LEMBAGA

Lebih terperinci

Efisiensi Energi Pencahayaan Jalan Umum

Efisiensi Energi Pencahayaan Jalan Umum BUKU PEDOMAN : Efisiensi Energi Pencahayaan Jalan Umum Buku I : Pengelolaan Sistem PJU Efisien Energi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 2013 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) TEMATIK PUSAT KAJIAN KULIAH KERJA NYATA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN

PEDOMAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) TEMATIK PUSAT KAJIAN KULIAH KERJA NYATA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PEDOMAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) TEMATIK PUSAT KAJIAN KULIAH KERJA NYATA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG 2014 DAFTAR

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 67 TAHUN 2005 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN

Lebih terperinci

PedomanTeknis Pengelolaan Produksi Kacang Tanah, Kacang Hijau dan Aneka Kacang

PedomanTeknis Pengelolaan Produksi Kacang Tanah, Kacang Hijau dan Aneka Kacang KATA PENGANTAR Kacang tanah, kacang hijau dan aneka kacang merupakan komoditi strategis sebagai sumber pendapatan bagi petani yang memiliki arti dan peran dalam peningkatan kesejahteraan petani. Kacang

Lebih terperinci

BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) SEKOLAH MENENGAH ATAS

BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) SEKOLAH MENENGAH ATAS PETUNJUK TEKNIS BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) SEKOLAH MENENGAH ATAS TAHUN 2014 DIREKTORAT PEMBINAAN SMA DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN 2014 PENGANTAR

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 13/PRT/M/2010 TENTANG PEDOMAN PENGADAAN PENGUSAHAAN JALAN TOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 13/PRT/M/2010 TENTANG PEDOMAN PENGADAAN PENGUSAHAAN JALAN TOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 13/PRT/M/2010 TENTANG PEDOMAN PENGADAAN PENGUSAHAAN JALAN TOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ADMINISTRASI PEMERINTAHAN PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ADMINISTRASI PEMERINTAHAN KEMENTERIAN TAHUN 2012 PERATURAN MENTERI NOMOR 35 TAHUN 2012 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ADMINISTRASI

Lebih terperinci

DAFTAR ISI LAMPIRAN IV-A TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI BERBENTUK BADAN USAHA

DAFTAR ISI LAMPIRAN IV-A TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI BERBENTUK BADAN USAHA DAFTAR ISI LAMPIRAN IV-A TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI BERBENTUK BADAN USAHA BAGIAN HALAMAN A. PERSIAPAN PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI 1 1. Rencana Umum Pengadaan 1 2. Pengkajian

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Road Map Reformasi Birokrasi

Kata Pengantar. Road Map Reformasi Birokrasi Kata Pengantar P ada tahun 2011, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dahulu Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) telah berhasil menyusun dokumen usulan dan peta jalan (roadmap) reformasi

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN SISTEM PELATIHAN KERJA NASIONAL

Lebih terperinci

EVALUASI PROGRAM SEKOLAH

EVALUASI PROGRAM SEKOLAH KOMPETENSI EVALUASI PENDIDIKAN PENGAWAS SEKOLAH PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH EVALUASI PROGRAM SEKOLAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2009 KATA PENGANTAR Peraturan Menteri

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menyimpan air yang berlebih pada

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINER INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN ANGGARAN 2012 PENGADILAN TINGGI PEKANBARU

LAPORAN AKUNTABILITAS KINER INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN ANGGARAN 2012 PENGADILAN TINGGI PEKANBARU LAPORAN AKUNTABILITAS KINER INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN ANGGARAN 2012 PENGADILAN TINGGI PEKANBARU PENGADILAN TINGGI PEKANBARU Jl. Jenderal Sudirman No. 315 Pekanbaru Telp/ Fax No. 0761-21523 Email:[email protected]

Lebih terperinci

Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum

Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011 TENTANG

Lebih terperinci

Petunjuk Praktis Identifikasi Sumber dan Akses Pendanaan Sanitasi

Petunjuk Praktis Identifikasi Sumber dan Akses Pendanaan Sanitasi Petunjuk Praktis Identifikasi Sumber dan Akses Pendanaan Sanitasi Jakarta, Februari 2013 Petunjuk Praktis Identifikasi Sumber dan Akses Pendanaan Sanitasi Dikeluarkan oleh: PIU Kelembagaan dan Pendanaan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 12 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 12 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN KERJA SAMA DAERAH

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 12 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 12 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN KERJA SAMA DAERAH LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2010 NOMOR : 12 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR : 12 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN KERJA SAMA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BANDUNG, Menimbang

Lebih terperinci

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa setiap

Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa setiap Draf KATA SAMBUTAN Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal ii Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh pendidikan yang layak dan

Lebih terperinci

PENJELASAN IV JENIS DAN PROSES PELAKSANAAN BIDANG KEGIATAN

PENJELASAN IV JENIS DAN PROSES PELAKSANAAN BIDANG KEGIATAN PENJELASAN IV JENIS DAN PROSES PELAKSANAAN BIDANG KEGIATAN Lingkup Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan pada prinsipnya adalah peningkatan kesejahteraan dan kesempatan kerja masyarakat miskin perdesaan secara

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAKSANAAN PEWILAYAHAN SUMBER BIBIT TAHUN 2015

PEDOMAN PELAKSANAAN PEWILAYAHAN SUMBER BIBIT TAHUN 2015 PEDOMAN PELAKSANAAN PEWILAYAHAN SUMBER BIBIT TAHUN 2015 DIREKTORAT PERBIBITAN TERNAK DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2015 PEDOMAN PELAKSANAAN PEWILAYAHAN SUMBER

Lebih terperinci

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik

Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK. Strategic Governance Policy. Kebijakan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bab 2 KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 7 Bagian Kedua KEBIJAKAN TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK II.1. Kebijakan GCG ANTARA ANTARA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Pedoman Akreditasi final 06/dir.pedoman dan bodang akred 07 1

BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Pedoman Akreditasi final 06/dir.pedoman dan bodang akred 07 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan di setiap negara. Menurut Undang -undang No.20 tahun 2003 pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana

Lebih terperinci

LAMPIRAN SURAT EDARAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR: 12 /SE/M/2014 TANGGAL: 23 DESEMBER 2014

LAMPIRAN SURAT EDARAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR: 12 /SE/M/2014 TANGGAL: 23 DESEMBER 2014 LAMPIRAN SURAT EDARAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR: 12 /SE/M/2014 TANGGAL: 23 DESEMBER 2014 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGELOLAAN LINGKUNGAN, PENGADAAN TANAH DAN PEMUKIMAN KEMBALI, DAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 15/PRT/M/2013

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 15/PRT/M/2013 PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 15/PRT/M/2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBERIAN TUNJANGAN KINERJA BAGI PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGELOLAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DAERAH PENYANGGA

PEDOMAN PENGELOLAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DAERAH PENYANGGA PEDOMAN PENGELOLAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DAERAH PENYANGGA Oleh : Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam Direktorat Jenderal PHKA Departemen Kehutanan DIPA BA-29 TAHUN 2008 SATKER

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci