LaporanTahunan Annual Report
|
|
|
- Yulia Ida Lesmana
- 10 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1
2
3 LaporanTahunan Annual Report 2010 DAFTAR ISI TABLE OF CONTENTS PERSPEKTIF BARU : TRANFORMASI USAHA MENJADI PENYEDIA ENERGI A NEW OUTLOOK: BUSINESS TRANSFORMATION INTO AN ENERGY PROVIDER PERSPEKTIF BARU : TRANSFORMASI USAHA MENJADI PENYEDIA ENERGI A NEW OUTLOOK : BUSINESS TRANSFORMATION 1 INTO AN ENERGY PROVIDER STRATEGI UTAMA 2010 KEY STRATEGIES IN KINERJA UTAMA KEY PERFORMANCE 3 IKHTISAR KEUANGAN FINANCIAL HIGHLIGHT 4 IKHTISAR SAHAM SHARE HIGHLIGHT 5 IKHTISAR OPERASIONAL OPERATIONAL HIGHLIGHT 6 LAPORAN DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONER REPORT 7 LAPORAN DEWAN DIREKSI BOARD OF DIRECTOR REPORT 9 PROFIL DEWAN KOMISARIS BOARD OF COMMISSIONER PROFILE 11 PROFIL DEWAN DIREKSI BOARD OF DIRECTOR PROFILE 13 LAPORAN KOMITE AUDIT COMMITTEE AUDIT REPORT 15 PERNYATAAN MANAJEMEN ATAS LAPORAN TAHUNAN MANAGEMENT STATEMENT ON ANNUAL REPORT 16 PROFIL RAJA RAJA PROFILE 17 VISI, MISIDANNILAI PERUSAHAAN VISION, MISIONAND CORPORATE VALUE 18 STRUKTUR PERUSAHAAN CORPORATE STRUCTURES 20 STRUKTUR ORGANISASI ORGANIZATION STRUCTURES 20 TONGGAK SEJARAH MILESTONE 21 SKEMA USAHA BUSINESS MODEL 22 KEGIATAN USAHA BUSINESS ACTIVITY 22 PELANGGAN & PARTNER USAHA UTAMA MAIN CUSTOMERS & BUSINESS PARTNERS 23 ANAK PERUSAHAAN SUBSIDIARIES 24 DAERAH OPERASI WORKING AREAS 26 TATA KELOLA PERUSAHAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE 28 PERISTIWA PENTING SIGNIFICANT EVENT 34 PEMEGANG SAHAM SHAREHOLDERS 36 KRONOLOGI PENCATATAN SAHAM PUBLIC LISTING JOURNEY 37 PEMBAHASAN DAN ANALISIS MANAJEMEN MANAGEMENT DISCUSSION AND ANALYSIS 38 RENCANA TAMBAHAN PASOKAN GAS PLAN OF ADDITIONAL GAS SUPPLY 47 LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL INSTITUTION AND PROFESSION SUPPORTING 48 THE CAPITAL MARKET LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS 49
4 Perspektif Baru: Tranformasi Usaha menjadi Penyedia Energi A New Outlook: Business Transformation into an Energy Provider
5 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 1 A NEW OUTLOOK: BUSINESS TRANSFORMATION INTO AN ENERGY PROVIDER Sejak akhir 2009 manajemen PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) telah memulai terobosanterobosan baru dalam rangka meningkatkan nilai perusahaan dan skala kegiatan usaha. Salah satunya melalui pemfokusan ulang dan inovasi dengan target untuk melangkah pasti menjadi Perusahaan berskala nasional yang berkomitmen untuk mengembangkan penyediaan energi kepada sektor industri dan PLN. Starting end of 2009, the management of PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) has started breakthroughs in order to enhance company s value and its scale of business activities. One of them is through the refocusing business and innovation with a goal to become a national company that is committed to provide energy to industrial sector and PLN. Hal diatas adalah sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir Juni 2010, dimana pemegang saham telah menyetujui perubahan bidang usaha utama yang sebelumnya dibidang Jasa pelayanan pelabuhan dan properti, MENJADI PERUSAHAAN PENYEDIA ENERGI. Langkah awal transformasi usaha dimulai dengan akusisi 99,99% saham PT Panji Raya Alamindo dan 99,98% saham PT Triguna Internusa Pratama pada Oktober Strategi transformasi tersebut telah menunjukkan hasil dengan meningkatnya total aset dari Rp. 70,06 Miliar menjadi Rp. 917,86 Miliar, pendapatan dari Rp. 14,86 Miliar menjadi Rp. 792,80 Miliar untuk proforma periode 12 bulan atau Rp. 154,19 Miliar setelah akusisi dan peningkatan signifikan dari laba bersih Rp. 132,01 Juta menjadi Rp. 925,19 Juta atau naik 601% dibandingkan dengan laba bersih tahun Statement above is in compliance with the Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) held at the end of June 2010, where shareholders have approved to change Company s core business from port services and property into an ENERGY PROVIDER. The first step of business transformation began with the acquisition of 99,99% share of PT Panji Raya Alamindo and 99,98% share of PT Triguna Internusa Pratama in October This transformation strategy started to indicate an excellent result through increase of total assets from Rp billions to Rp billions, total revenues from Rp billions to Rp billions for 12 months proforma or Rp billions for periode after acquisition and net income which significantly increased from Rp millions to Rp millions or 601% growth compared to 2009 net income.
6 o PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) REVISI : 29 APRIL 2011 Lap ran Tahunan KEY STRATEGIES IN 2010 Strategi tahun 2010 menjadi titik tolak RAJA Our 2010 strategy was the starting point for menuju visi untuk menjadi perusahaan nasional RAJA s journey toward its vision to become penyedia energi. national energy provider company. KEY STRATEGIES IN 2010 Visi tersebut menjadi komitmen manajamen Strategi tahun 2010 menjadi titik tolak RAJA dalam menjalankan usaha selama tahun 2010 menuju visi untuk menjadi perusahaan nasional dengan mengimplementasikan strategi-strategi penyedia energi. berikut : Visi tersebut menjadi komitmen manajamen dalam 1. Pemantapan menjalankan Fokus usaha Usaha selama tahun 2010 dengan Menitikberatkan mengimplementasikan pengembangan strategi-strategi usaha di berikut bidang : energi yang terdiri atas : Perdagangan Gas Bumi, Transmisi dan Kompresi Gas, 1. Pemantapan Fokus Usaha Perdagangan Elpiji dan aktivitas usaha Menitikberatkan pengembangan usaha di terkait lainnya. bidang energi yang terdiri atas :. Perdagangan Gas Bumi, Transmisi dan Kompresi Gas, Perdagangan Elpiji dan aktivitas usaha terkait lainnya.. This vision has become management s Our 2010 strategy was the starting point for commitment in carrying out the business during RAJA s journey toward its vision to become 2010 by implementing the following strategies : national energy provider company. This vision has become management s commitment 1. Refocusing in carrying business, out the business during 2010 Focus by implementing on developing the following energy strategies related : business consists of : Natural gas trading, Gas transmission and compression, 1. Refocusing business, LPG s trading and related activities. Focus on developing energy related business consists of : Natural gas trading, Gas transmission and compression, LPG s trading and related activities. 2. Pemutakhiran Manajemen Menempatkan Direksi yang kompeten dalam bidang minyak dan gas bumi dan dalam restrukturisasi bidang keuangan. 2. Pemutakhiran Manajemen 3. Menumbuhkan budaya perusahaan yang Menempatkan Direksi yang kompeten berorientasi kinerja dalam bidang minyak dan gas bumi dan Budaya Perusahaan akan dikembangkan dalam restrukturisasi bidang keuangan. berdasarkan pada nilai-nilai : etika kerja, integritas, akuntabilitas, team work dan 3. Menumbuhkan budaya perusahaan yang keselamatan kerja. berorientasi kinerja Budaya Perusahaan akan dikembangkan berdasarkan pada nilai-nilai : etika kerja, integritas, akuntabilitas, team work dan keselamatan kerja. 2. Management Reorganization Assigning Board of Directors which are competent in oil and gas business and in financial restructuring aspect. 2. Management Reorganization 3. Fostering a more business-oriented Assigning Board of Directors which are corporate culture competent in oil and gas business and in Corporate Culture will be inculcated based on financial restructuring aspect. the following values : business ethics, integrity, accountability, team work and 3. Fostering a more business-oriented safety. corporate culture Corporate Culture will be inculcated based on the following values : business ethics, integrity, accountability, team work 1 and safety. 1
7 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 3 KEY PERFORMANC E D i tahun 2010 RAJA membukukan total aset Rp. 917,86 Miliar, pendapatan Rp. 792,80 Miliar untuk proforma periode 12 bulan atau Rp. 154,19 Miliar setelah akusisi dan pertumbuhan laba bersih 601% atau naik dari Rp. 132,01 Juta menjadi Rp. 925,19 Juta. In 2010, RAJA has recorded total aset Rp billions, revenue Rp billions for 12 months proforma or Rp billions for periode after acquisition and growth in net income 601% or increase from Rp millions into Rp millions PENDAPATAN (dalam miliar Rupiah) Revenue (in Billion Rupiah) EBITDA (dalam miliar Rupiah) EBITD A (in Billion Rupiah) LABA BERSIH (dalam miliar Rupiah) Net Income (in Billion Rupiah) 154,19 20,81 0,93 0,54 14,86 14,23 15,76 18,90 5,68 6,46 8,22 6,91 0,13 0,09 0, LABA KOTOR (dalam miliar Rupiah) Gross Profit (in Billion Rupiah) LABA USAHA (dalam miliar Rupiah) Income from Operations (in Billion Rupiah) LABA BERSIH PERSAHAM Earning Per Share 24,75 8,21 1,36 0,79 3,65 2,30 2,08 2, ,53 0,20 (1,01) (0,25) ,28 0,19 0,
8 4 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan REVISI : 29 APRIL 2011 FINANC IAL HIGHLIGHT LABA RUGI D isajikan kembali / Restated STATEMENTS OF INC OME K Pendapatan Revenues Beban Pokok Pendapatan Cost of Revenue Laba otor Gross Profit Beban Usaha Operating Expenses Laba (Rugi) usaha (1.014) (246) Income from Operations Pendapatan (Beban) lain-lain (2.161) (1.532) 351 Other Income (Expenses) Laba Sebelum Pajak (0) 548 Income before Tax Manfaat (Beban) Pajak Bersih (4.258) (119) (83) 189 (7) Tax Benefit (Expenses) - Net Hak Minoritas (866) (2) (1) (1) (3) Minority Interest Laba Bersih Net Income EBITD A EBITD A NERAC A BALANC E SHEET K K Jumlah Aset Total Assets ewajiban Jangka Pendek Current Liabilities ewajiban Jangka panjang Long Terem Liabilities Hak minoritas Minority Interest Ekuitas Shareholoder' s Equity Belanja Modal Capital Expenditure DATA SAHAM SHARE DATA Saham biasa yang beredar Ordinary Share Outstanding (lembar) 679,51 679,51 679,51 679,51 679,51 (shares) Pengaruh Efek Berpotensi saham biasa yang dilutif Impact from equity instrument dilutive ordinary share W W D Surat Promes (2010) & waran 321, ,21 57,21 arrant Rata-rata tertimbang jumlah eighted Average saham biasa untuk perhitungan Ordinary share for calculation laba bersih per saham dilusian 759,91 679,51 679,51 736,72 736,72 of dillutive Earning per Share Laba bersih per saham 1,36 0,19 0,14 0,28 0,79 Earning Per Share Laba bersih per saham dilusian 0,82 0,19 0,14 0,26 0,73 illutive Earning Per Share RASIO KEUANGAN FINANC IAL RATIO / D / K D Laba kotor 16,05% 15,45% 14,65% 23,14% 12,25% Gross profit Marjin EBITD A 13,50% 38,19% 45,40% 52,17% 36,55% EBITD A Margin Hutang bersih EBITD A (x) 29,46-0,11 0,95 3,36 Net ebt EBITD A (x) EBITD A/ Beban Bunga (x) 3,15-16,40 6,55 2,59 EBITD A/ Interest Expense (x) Rasio Lancar 29,34% 8173,90% 433,69% 63,50% 230,81% Current Ratio ewajiban terhadap ekuitas 962,96% 0,51% 1,66% 12,05% 36,15% ebt to Equity K D ewajiban terhadap aktiva 81,13% 0,50% 1,62% 10,70% 26,45% ebt to Total Assets Imbal hasil terhadap investasi 0,10% 0,19% 0,13% 0,24% 0,57% Return on Investment Imbal hasil terhadap ekuitas 1,20% 0,19% 0,14% 0,27% 0,78% Return on Equity ROCE 3,25% 0,36% 0,82% 1,79% 3,67% ROCE
9 REVISI : 29 APRIL 2011 REVISI : 29 APRIL 2011 REVISI : 29 APRIL 2011 IKHTISAR SAHAM IKHTISAR SAHAM Pergerakan Harga Saham Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 5 SHARE HIGHLIGHT SHARE HIGHLIGHT SHARE HIGHLIGHT e c e e m e s / / o l o n g T h o o f s / / o l o n g T h o o f Pergerakan Harga Saham Share Price Movement Pe rg rakan Harg a Saham Share Pri Mo v nt 2010 Harga saham / stock price (Rp.) Triwulan I Triwulan II 2010 Triwulan III Triwulan IV Harga saham / stock price (Rp.) Tertinggi /Max Triwulan 420 I Triwulan 1500 II 2010 Triwulan 1390 III Triwulan 990 IV Tertinggi Terendah/Lowest Harg /Max a aham stock price (Rp.) Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Terendah/Lowest Akhir/Closing Tertinggi M ax Akhir/Closing Volume (ribuan lembar saham)/ Terendah/ L w est Volume Thousand (ribuan of share lembar saham)/ Akhir/ C si Thousand of share Volume (ribuan lembar saham)/ u san d sh ar e 2009 Harga saham / stock price (Rp.) Triwulan I Triwulan II 2009 Triwulan III Triwulan IV Harga saham / stock price (Rp.) Tertinggi /Max Triwulan 118 I Triwulan 255 II Triwulan 153 III Triwulan 240 IV 2009 Tertinggi Terendah/Lowest Harg /Max a aham stock price (Rp.) Terendah/Lowest Akhir/Closing Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV Akhir/Closing Volume Tertinggi (lembar M ax saham)/ Volume Thousand Terendah/ (lembar Lof wshare estsaham)/ Thousand Akhir/ C siof share Volume (lembar saham)/ u san d sh ar e Harga Terendah (Lowest) Harga Terendah (Lowest) Penutupan Closing Penutupan Closing Harga Tertinggi (Max) Harga Tertinggi (Max) Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Harga Terendah (Lowest) Q Penutupan Q1 Closing 2010 Q Q Q Harga Tertinggi (Max) 415 Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Q Harga Terendah (Lowest) Penutupan Closing Harga Tertinggi (Max) Share Price Movement
10 6 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan REVISI 29 APRIL 2011 REVISI : 29 APRIL 2011 OPERATIONAL HIGHLIGHT OPERATIONAL HIGHLIGHT PENDAPATAN REVENUE (Rp. PENDAPATAN Miliar) REVENUE (IDR Bio) Perdagangan (Rp. Miliar) Gas Bumi 635, Natural gas (IDR trading Bio) Transmisi Perdagangan gas Gas Bumi 635,3 18, Natural Gas transmission gas trading Kompresi Transmisi gas gas 32,1 18, Gas Gas transmission compressing Perdagangan Kompresi gas dan aktifitas terkait elpiji 90,9 32, LPG s trading Gas and compressing its related Perdagangan dan aktifitas terkait elpiji 90, LPG s trading and activities its related Bongkar muat petikemas 15,8 14,9 Stevedoring activities Bongkar muat petikemas 15,8 14,9 Stevedoring VOLUME VOLUME Perdagangan VOLUME gas bumi (MMscf) Natural gas trading VOLUME (MMscf) Transmisi Perdagangan gas gas (MMscf) bumi (MMscf) Natural Gas transmission gas trading (MMscf) (MMscf) Kompresi Transmisi gas gas (MMscf) (MMscf) Gas Gas transmission compressing (MMscf) (MMscf) Perdagangan Kompresi gas elpiji (MMscf) (ton) Gas compressing LPS s trading (MMscf) (tons) Bongkar Perdagangan muat elpiji petikemas (ton) (kontainer) Stevedoring LPS s trading (boxes) (tons) Bongkar muat petikemas (kontainer) Stevedoring (boxes) PELANGGAN CUSTOMERS Dealer PELANGGAN CUSTOMERS Dealer Industri Dealer Industrial Dealer PLN Industri Power Industrial plant PLN Power plant INFRASTRUKTUR INFRASTRUCTURE Jaringan INFRASTRUKTUR pipa distribusi (km) Distribution INFRASTRUCTURE pipeline (km) Jaringan Jaringan pipa pipa transmisi distribusi (km) (km) Transmission Distribution Pipeline pipeline (km) (km) Kapasitas Jaringan pipa kompressor transmisi gas (km) MM Transmission Gas compression Pipeline capacity (km) Kapasitas Kapasitas pengisian kompressor elpiji gas (ton/hari) MM Gas compression LPG filling capacity capacity Peralatan Kapasitas pengisian bongkar muat elpiji peti (ton/hari) kemas Container gantry - crane, 2 - Rubber gantry - tyred - Stevedoring LPG filling equipments capacity Peralatan bongkar muat peti kemas 1 Container gantry crane, crane 2 Rubber gantry tyred Stevedoring equipments crane 5
11 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 7 BOARD OF COMMISSIONER REPORT Pemegang Saham yang terhormat, Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kepada Yang Maha kuasa kami melaporkan kinerja RAJA selama tahun 2010 telah berjalan dengan baik. Kebijakan yang dilaksanakan selama tahun 2010 antara lain transformasi usaha ke bidang penyedia energi, penguatan kinerja operasional dan keuangan, perubahan struktur organisasi. RAJA telah berhasil meningkatkan aset perusahaan yang semula bernilai sebesar Rp ,- pada tahun 2009 menjadi Rp ,- di tahun Perkembangan pendapatan RAJA dan anak perusahaan merupakan hasil dari akusisi PT Panji Raya Alamindo dan PT Triguna Internusa Pratama yang bergerak dalam bidang usaha gas bumi pada kuartal ke-3 tahun 2010, sebagai awal upaya pengembangan usaha untuk meningkatkan target pencapaian jangka pendek dan jangka panjang. RAJA melalui manajemennya telah mengkaji dan selalu mencari peluang dalam upaya untuk menunjang peningkatan pemenuhan kebutuhan gas di beberapa daerah di Indonesia, khususnya untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan sektor industri dan membangun pembangkit listrik dengan bahan bakar gas. Direksi telah menetapkan strategi jangka panjang Perusahaan dalam mendapatkan pasokan dan penyaluran gas bumi. Strategi tersebut memberi visi yang jelas tentang arah usaha RAJA dalam dinamika kondisi energi yang berkembang di Indonesia. Arah yang dituju adalah menambah pasokan gas melalui akuisisi perusahaan minyak dan gas dan mengembangkan alternatif penyaluran gas bumi dengan menangkap peluang bisnis LNG, CNG, LPG dan penyertaan di usaha hilir. Dengan peluang usaha tersebut, RAJA juga memberi kontribusi kepada pengembangan infrastruktur gas baru yang akan meningkatkan nilai Perusahaan dan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Jajaran Komisaris RAJA sangat memperhatikan strategi yang telah diterapkan oleh Direksi, dan mendukung langkah-langkah yang telah diputuskan dalam rapatrapat koordinasi perusahaan. Pembenahan manajemen RAJA dan anak perusahaannya telah dimulai pada kuartal ke-4 tahun 2010 dan sampai saat ini masih dalam pelaksanaan. Dari kegiatan ini RAJA dan anak perusahaannya dapat bersinergi membentuk korporat yang proaktif, berorientasi pada pendapatan peningkatan pelayanan, membentuk integritas perusahaan dan transparan atas segala kegiatannya. Dear Shareholders, With all praises to God Almighty, we convey RAJA performance during 2010 had been going well. The strategies taken during the year 2010 including business transformation towards energy provider, strengthening operation and financial performance, changes in organizational structure. RAJA succeeded in increasing the company's assets from Rp ,- in 2009 to Rp ,- in Improvement of RAJA & Subisidiaries s revenue is a result of the acquisition of PT Panji Raya Alamindo and PT Triguna Internusa Pratama in third quarter of 2010, which become a starting point of business development to improve short-term and long term goals. RAJA through its management has reviewed and is always looking for opportunities in an effort to support fulfilling the increase of gas demand in several areas in Indonesia, particularly to support government programs in industrial sector growth and building gas fueled power plants. Board of Directors has set long-term strategy to sustain and to secure gas supply and it s transportation. This strategy gives a clear vision of RAJA in the dynamics of energy situation in Indonesia. RAJA is to pursue securing supply of gas through acquisition of oil and gas fields and developing an alternative gas transportation method by capturing the business opportunities in LNG, CNG, LPG and investment in the downstream business. By capturing these business opportunities, RAJA will also contribute to the development of new gas infrastructures that will enhance the value of the Company and simultaneously support the growth of national economy. Board of Commissioners of RAJA is very concerned on the strategy implemented by the Board of Directors, and also support for any actions that have been decided in internal coordination meetings. Evaluation and improvement of RAJA s management and its subsidiary has been proggressing since 4th quarter in This activity will make RAJA and its subsidiaries establish a proactive corporation, revenue oriented, quality service, establish corporate integrity and transparency in all activities. 6
12 8 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan REVISI : 29 APRIL 2011 Perspektif usaha RAJA untuk jangka panjang sangat positif. Saat ini peningkatan produksi gas dan minyak bumi merupakan prioritas Pemerintah untuk dapat memenuhi kebutuhan gas dalam negeri dan RAJA melihat potensi perkembangan yang besar di usaha ini. Untuk memperkuat jajaran manajemen dan dalam mengantisipasi pengembangan usahanya, RAJA berkomitmen terus membenahi pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat mendukung upaya pengembangan usaha yang lebih baik. Kami yakin RAJA telah memiliki strategi yang tepat dan kemampuan finansial untuk melakukan rencanarencana kedepan dalam mengambil kesempatan untuk memperoleh pertumbuhan usaha serta memperkuat posisi sebagai salah satu pelaku utama dalam bisnis minyak dan gas di Indonesia. Kami, atas nama Dewan Komisaris, menyampaikan penghargaan kepada seluruh pemegang saham yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan pada RAJA. Kepada Direksi dan seluruh karyawan RAJA, kami mengucapkan terimakasih atas kontribusi dan dedikasi yang sangat besar bagi pertumbuhan kinerja RAJA. RAJA business outlook in long term is very positive. Currently, improvement in oil and gas production is Government s priority to meet domestic natural gas demand and RAJA forsee great growth potential in this business. To strengthen the management and business development, RAJA committed to improve human resources as such they can support better business development. We believe RAJA has right strategy and financial ability to carry out future plans and capture the opportunity to obtain business growth and to strengthen its position as one of key players in oil and gas business in Indonesia. We, on behalf of Board of Commissioners would like to express our appreciation to all shareholders who have given their trust and support to RAJA. To the Board of Directors and all employees of RAJA, we would like to thank for the contribution and dedication to the performance of RAJA. Hapsoro Komisaris Utama / President Commissioner 7
13 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 9 BOARD OF DIRECTOR REPORT Pemegang Saham yang terhormat, Tahun 2010 merupakan tahun yang sangat tepat bagi RAJA untuk menentukan arah usaha kedepan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Dengan mengakusisi dua Perusahaan yang bergerak dibidang industri gas bumi dan Infrastrukturnya, maka RAJA telah siap untuk mengembangkan bisnisnya dibidang tersebut. Jumlah aset RAJA telah mengalami kenaikan melalui akusisi atas PT Panji Raya Alamindo dan PT Triguna Internusa Pratama sehingga dapat meningkatkan pendapatannya yang semula 14,85 miliar rupiah pada tahun 2009 menjadi 792,80 miliar rupiah pada tutup buku Desember PT Panji Raya Alamindo (PRA) merupakan induk dari PT Energasindo Heksa Karya (EHK), salah satu perusahaan penyalur gas terbesar di Indonesia dan PT Suryandra Nusa Bhakti (SNB), perusahaan yang bergerak dalam jasa pengisian dan distribusi elpiji. PT Triguna Internusa Pratama (TIP) bergerak dibidang penyedia infrastruktur pipa transmisi dan kompresor gas. Jajaran manajemen RAJA telah berhasil menjaga kestabilan kontinuitas aktifitas operasi setelah dilaksanakannya akusisi pada kedua perusahaan tersebut diatas. Lebih lanjut RAJA melakukan langkahlangkah optimisasi jangka panjang yang menyangkut keamanan pasokan gas dan penyaluran gas kepada konsumen. Dalam menyikapi perubahan arah usaha Perusahaan, RAJA telah mulai melakukan restrukturisasi organisasi di tahun Tahap selanjutnya RAJA akan menyusun rencana strategis jangka panjang, yang merupakan cetak biru RAJA dari tahun 2011 sampai Untuk mendapatkan kepercayaan dan pengakuan terhadap tujuan tersebut, RAJA mulai mengadopsi dan menerapkan standar Nasional sebagai persiapan penyesuaian dengan standar ISO diseluruh aspek korporat. EHK telah memulai proses untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2008 tentang Quality Management System oleh TUV Nord, Jerman Barat, dan direncanakan akan selesai di kuartal pertama tahun Formulasi ulang visi dan misi Perusahaan yang dilakukan di tahun 2010 akan menjadi dasar dari upaya transformasi Perusahaan untuk menghasilkan 5 nilai utama korporat diantaranya adalah etika bisnis, integritas, akuntabilitas, teamwork, dan keselamatan kerja. Dear Shareholders, The year of 2010 was the right time for RAJA to determine the future business in improving corporate performance. By the acquisition of two companies that are engaged in natural gas industry and gas infrastructure, RAJA is ready to expand its business. RAJA s total asset has increased through the acquisition of PT Panji Raya Alamindo dan PT Triguna Internusa Pratama and consequently has increased its revenue, which was Rp. 14,85 billions in 2009 to Rp. 792,80 billions in December PT Panji Raya Alamindo (PRA) is a holding company of PT Energasindo Heksa Karya (EHK) which is one of the largest gas trader companies in Indonesia, and PT Suryandra Nusa Bhakti (SNB) which its business in LPG filing and distribution. PT Triguna Internusa Pratama (TIP) is a company engaged in transmission pipeline infrastructure and gas compression facilities. RAJA s management has succeded in maintaining operation countinuity of the above subsidiaries after the acquisition. Moreover RAJA has taken longterm optimization regarding security of gas supply and transportation to the customers. In anticipation of changes in company s business scope, RAJA began to restructure the organization in The next stage RAJA will prepare a longterm strategic plan. The plan will be a blueprint of RAJA projections from 2011 to To earn trust and recognition of the goal, RAJA will start to adopt and implement national standards to prepare an ISO in all aspects of corporate. EHK have started process to obtain ISO 9001 : 2008 certifications, subject Quality Management System oleh TUV Nord, West Germany, and expected to be completed in first quarter Reformulation of the vision and mission of the company which was conducted in 2010 became the foundation for the transformation of the company to obtain 5 corporate values which are business ethic, integrity, accountability, teamwork, and safety. 8
14 10 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan REVISI : 29 APRIL 2011 Pertumbuhan jangka panjang RAJA akan ditentukan oleh kemampuan Perusahaan dalam menjalankan strategi yang telah ditetapkan dengan penuh tanggung jawab, kesadaran akan kewajiban yang harus dipenuhi kepada seluruh stakeholder. Kesadaran penuh untuk berupaya meningkatkan penerapan standar tata kelola Perusahaan merupakan suatu keharusan. Sejalan dengan rencana strategis RAJA kedepan dalam bidang usaha sektor minyak dan gas, maka tugas penting kedepan adalah mempersiapkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan regenerasinya. Karena itu, RAJA akan mengupayakan pendekatan yang tepat guna dan berorientasi kedepan dalam membenahi perencanaan dan pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan usaha sektor industri minyak dan gas memiliki potensi yang besar di Indonesia. RAJA telah mempunyai dasar usaha yang kuat untuk mengembangkan usaha di sektor minyak dan gas. Dengan demikian RAJA dan anak perusahaannya optimis untuk berkembang lebih baik dimasa depan. RAJA s long-term growth will be determined by the ability of the Company in implementing a strategy that has been established with responsibility and awareness in fulfilling obligations to the stakeholders. Enhancing implementation of good corporate governance standards is a must In line with RAJA strategic plan in oil and gas sector, the next important task is to prepare and improve the quality of human resources and it s sucession plan. Therefore, RAJA will seek competency based approach in preparing qualified human resources in the future. Business development in oil and gas industry has a great potential in Indonesia. RAJA has a great business foundation to develop its business in the sector.thus RAJA and its subsidiaries are always optimistic to grow in the future. Budiman Parhusip Direktur Utama / President Director 9
15 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Report 2010 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 11 BOARDD OF COMMISSIONER PROFILE Hapsoro, Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta pada tanggal 13 September 1971 (39 tahun). Menjabat sebagai Komisaris Utama RAJA sejak 24 Juni Memulai karirnya di tahun 2005 sebagai Direktur PT Pink Sport Indonesia dan PT Pink Bugar Indonesia. Kemudian sejak tahun 2006 menjabat sebagai Komisaris pada PT Fit & Heath Indonesia dan PT Laris Boga Dipa. Menjabat sebagai Direktur PT Panji Raya Alamindoo sejak tahun Farouk Rais, Warga Negara Indonesia, lahir di Palembang padaa tanggal 10 Desember 1944 (66 tahun). Menjabat sebagai Komisaris RAJA sejak 24 Juni Beliau memiliki pengalaman kerja di perusahaan di bidang industri minyak dan gas lebih dari 49 tahun antara lain pernah bekerja sebagai Manager Production Technology di Pertamina Head Office, Jakarta. Kemudian pada tahun 1999 sampai dengan saatt ini, bekerja di PT Odira Energy Persada sebagaii Direktur Utama Muhammad Senang Sembiring, Warga Negara Indonesia, lahir di Medan pada tanggal 12 Maret 1952 (59 tahun). Menjabat sebagai Komisaris Independen RAJA sejak 24 Juni Memulai kariernya di Brokerage & Management Co., New York, USA. Pada tahun 1988 bergabung di PT Indotrim Hung Yuan Securities sebagai Marketing Director. Pengalaman kerja lainnya antara lain l sebagai Senior Marketing Manager di PT Bank Pelita, Jakarta, sebagaii Marketing Director di PT Arya Prada Sekuritass Jakarta, sebagai Marketing Director di PT Mitraa Invesdana Sekurindo Jakarta. Pada tahun sampai dengan 2009 beliau bergabung dengann Bursa Efek Indonesia, dengan jabatan terakhirr sebagai Director Trading, Research, and a Businesss Development. Kemudian menjabat sebagaii Executive Director di KEHATI The Indonesiann Biodiversity Foundation sampai dengan saat ini. Hapsoro, an Indonesian citizen, born in Jakarta on 13 September 1971 (39 years old) ). He has been President Commissioner of RAJA R since 244 June He started his carreer as the Director of PT Pink Sport Indonesia and PT Pink Bugar Indonesia in He has been Commissioner of PT Fit & Heath H Indonesia and PT Laris L Boga Dipa since He has been Director of PT Panji Raya Alamindo since Farouk Rais, an Indonesian citizen, born in Palembang on 10 December 1944 ( 66 years old). He has been Commissioner of RAJA since 24 June Having 49 years working experience in oil and gas company among others, he worked as Manager Production Technology in Pertamina Head Office, Jakarta. Since 1999 until now, worked as the President Director of o PT Odira Energy Persada. Muhammad Senang Sembiring, an Indonesian citizen, born in Medan on 12 March 1952 (599 years old). He has been appointed as the Independent Commissioner of RAJA since 24 June He started his career in Brokerage & Management Co., New York, USA. In 1988 he joined PT Indotrim Hung Yuan Securities as the Marketing Director. His working experiences aree among others as Senior Marketing Manager of PT Bank Pelita, Jakarta, as Marketing Director of PT Arya Prada Securities - Jakarta, as Marketing Director of PT Mitra Invesdana Sekurindo Jakarta. Since 2002 until he joined the t Indonesian Stock Exchange (IDX) with his lastt position as a Director of Trading, Research, and Business Development. He then appointed as the Executive Director inn KEHATI "The Indonesian Biodiversity Foundation" until now. 10
16 12 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan REVISI : 29 APRIL 2011 Ricardo Suhendra Wirjawan, 45 tahun, dengan latar belakang pendidikan Magister Management bidang Keuangan dan Akuntansi di Universitas Trisakti. Beliau memulai kariernya sebagai auditor external di Arthur Andersen & Pricewaterhouse pada tahun 1990 sampai dengan 1995, kemudian bergabung dengan Arab Malaysian Capital Indonesia sampai dengan tahun Pengalaman beliau sebagai Corporate Finance Manager telah didedikasikan di perusahaan berpengaruh seperti Minnapadi Capital, Bakrie Group, Sinar Mas, Humpuss, Borneo Group, dan Duta Palma. Ricardo Suhendra Wirjawan, 45, with educational background in Finance and Master in Management Accounting from University of Trisakti. He started his career as an external auditor at Arthur Andersen & Pricewaterhouse in 1990 until 1995, then he joined Arab Malaysian Capital Indonesia until His experiences as a Corporate Finance Manager were mostly in major companies such as Minnapadi Capital, Bakrie Group, Sinar Mas, Humpuss, Borneo Group, and the Duta Palma BOARD OF DIRECTOR PROFILE Budiman Parhusip, Warga Negara Indonesia, lahir di P. Siantar pada tanggal 5 Mei 1960 (50 tahun). Menjabat sebagai Direktur Utama RAJA sejak 24 Juni Memperoleh gelar Master Business Administration (International Business) dari University of Southern California, Los Angeles CA, USA, pada tahun 1994 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun Dengan pengalaman kerja di bidang usaha industri minyak dan gas lebih dari 25 tahun antara lain, pernah bekerja di ARCO sejak tahun dengan jabatan terakhir sebagai Vice President Operation. Kemudian bekerja di BP Indonesia sejak tahun dengan jabatan terakhir sebagai Executive Vice President Business Development. Berpengalaman sebagai konsultan profesional untuk perusahaanperusahaan di sektor industri minyak dan gas pada tahun Priyo S. Brodjonegoro, Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta pada tanggal 24 Desember 1954 (56 tahun). Menjabat sebagai Direktur RAJA sejak 24 Juni Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Tenaga Listrik pada tahun Mempunyai pengalaman kerja di industri minyak dan gas lebih dari 30 tahun antara lain di PT Caltec Pacific Indonesia pada tahun 1981 sebagai engineer. Beliau selanjutnya bekerja pada ARCO Indonesia Inc. di daerah operasi North West Java Sea (ONWJ) dari tahun Selama bekerja di ARCO Indonesia Inc, telah di tugaskan di berbagai departemen antara lain Operasi dan perawatan, Facilities Engineering di Budiman Parhusip, an Indonesian citizen, born in P. Siantar on 5 May 1960 (50 years old). He has been President Director of RAJA since 24 June He obtained his Master s Degree in Business Administration (International Business) from the University of Southern California, Los Angeles CA, USA, in 1994 and graduated with a degree in Electrical Engineering from the Bandung Institute of Technology (ITB) in Having 25 years working experience in oil and gas company among others, he worked for ARCO since with his last position as Vice President Operation. He then worked for BP Indonesia from , with his last position as Executive Vice President Business Development. He work as professional consultant for oil and gas companies in Priyo S. Brodjonegoro, an Indonesian citizen, born in Jakarta on 24 December 1954 (56 years old). He has been Director of RAJA since 24 June He graduated with a degree in Electrical Engineering from Bandung Institute of Technology (ITB) in With 30 years working experience in oil and gas company among others. He started his career in Pt Caltec Pacific Indonesia as engineering in He joined ARCO Indonesia Inc., with the operation in Offshore North West Java (ONWJ) in 1983 until During his career with ARCO Indonesia he had been assigned in various areas such as managing Operation & Maintenance and 11
17 sampai dengan tahun Pengalaman beliau sebagai Corporate Finance Manager telah didedikasikan di perusahaan berpengaruh seperti Minnapadi Capital, Bakrie Group, Sinar Mas, Humpuss, Borneo Group, dan Duta Palma. Annual Re p o rt His experiences as a Corporate Finance 13 Manager were mostly in major companies such as Minnapadi Capital, Bakrie Group, Sinar Mas, Humpuss, Borneo Group, and the Duta Palma PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) BOARD OF DIRECTOR PROFILE Budiman Parhusip, Warga Negara Indonesia, lahir di P. Siantar pada tanggal 5 Mei 1960 (50 tahun). Menjabat sebagai Direktur Utama RAJA sejak 24 Juni Memperoleh gelar Master Business Administration (International Business) dari University of Southern California, Los Angeles CA, USA, pada tahun 1994 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun Dengan pengalaman kerja di bidang usaha industri minyak dan gas lebih dari 25 tahun antara lain, pernah bekerja di ARCO sejak tahun dengan jabatan terakhir sebagai Vice President Operation. Kemudian bekerja di BP Indonesia sejak tahun dengan jabatan terakhir sebagai Executive Vice President Business Development. Berpengalaman sebagai konsultan profesional untuk perusahaanperusahaan di sektor industri minyak dan gas pada tahun Priyo S. Brodjonegoro, Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta pada tanggal 24 Desember 1954 (56 tahun). Menjabat sebagai Direktur RAJA sejak 24 Juni Menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Tenaga Listrik pada tahun Mempunyai pengalaman kerja di industri minyak dan gas lebih dari 30 tahun antara lain di PT Caltec Pacific Indonesia pada tahun 1981 sebagai engineer. Beliau selanjutnya bekerja pada ARCO Indonesia Inc. di daerah operasi North West Java Sea (ONWJ) REVISI dari : tahun 29 APRIL Selama bekerja di ARCO Indonesia Inc, telah di tugaskan di berbagai departemen antara lain Operasi dan perawatan, Facilities Engineering di anjungan produksi, LPG Processing Plant, Crude Oil Terminal, Butane Storage dan Onshore Receiving Facilities. Tahun 2001, mendirikan PT Pakarti Tirtoagung dan menjabat sebagai Direktur Utama pada perusahaan tersebut sampai dengan saat ini. Aminzar Rifky Zarkoni, Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta pada tanggal 14 Mei 1968 (42 tahun). Menjabat sebagai Direktur RAJA sejak 24 Juni Telah memiliki pengalaman di bidang keuangan selama 16 tahun. Bergabung dengan PT PEFINDO sejak tahun , dengan jabatan terakhir sebagai Senior Analyst. Kemudian bekerja di Capital Manager Asia Pte Ltd dan PT CMA Indonesia (Bakrie group) sejak tahun sebagai Vice President for Fund Management Division. Bekerja di Kwartadaya Group sejak tahun Budiman Parhusip, an Indonesian citizen, born in P. Siantar on 5 May 1960 (50 years old). He has been President Director of RAJA since 24 June He obtained his Master s Degree in Business Administration (International Business) from the University of Southern California, Los Angeles CA, USA, in 1994 and graduated with a degree in Electrical Engineering from the Bandung Institute of Technology (ITB) in Having 25 years working experience in oil and gas company among others, he worked for ARCO since with his last position as Vice President Operation. He then worked for BP Indonesia from , with his last position as Executive Vice President Business Development. He work as professional consultant for oil and gas companies in Priyo S. Brodjonegoro, an Indonesian citizen, born in Jakarta on 24 December 1954 (56 years old). He has been Director of RAJA since 24 June He graduated with a degree in Electrical Engineering from Bandung Institute of Technology (ITB) in With 30 years working experience in oil and gas company among others. He started his career in Pt Caltec Pacific Indonesia as engineering in He joined ARCO Indonesia Inc., with the operation in Offshore North West Java (ONWJ) in 1983 until During his career with ARCO Indonesia he had been assigned in various areas such as managing Operation & Maintenance and Facilities Engineering, LPG Processing 11 Plant, Crude Oil Terminal, Butane Storage and Onshore Receiving Facilities.In He founded PT Pakarti Tirtoagung in 2001, and has been appointed as President Director up to now. Aminzar Rifky Zarkoni, an Indonesian citizen, born in Jakarta on 14 May 1968 (42 years old). He has been Director of RAJA since 24 June He has experiences in finance for 16 years. He joined PT PEFINDO in 2000 until 2004, with his last position as Senior Analyst. He worked for Capital Manager Asia Pte Ltd and PT CMA Indoensia (Bakrie Group) in 2004 until 2008 as Vice President for fund management Division. He worked for Kwartadaya Group in 2008 until 2009 as
18 anjungan produksi, LPG Processing Plant, Crude Oil Terminal, Butane Storage dan Onshore Receiving Facilities. Tahun 2001, mendirikan PT Pakarti Tirtoagung dan menjabat sebagai Direktur Utama pada perusahaan tersebut sampai dengan saat ini. 14 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan Facilities Engineering, LPG Processing Plant, Crude Oil Terminal, Butane Storage and Onshore Receiving Facilities.In He founded PT Pakarti Tirtoagung in 2001, and has been appointed as President Director up to now. Amin ar Ri y ar oni, Warga Negara Indonesia, lahir di Jakarta pada tanggal 14 Mei 1968 (42 tahun). Menjabat sebagai Direktur RAJA sejak 24 Juni Telah memiliki pengalaman di bidang keuangan selama 16 tahun. Bergabung dengan PT PEFINDO sejak tahun , dengan jabatan terakhir sebagai Senior Analyst. Kemudian bekerja di Capital Manager Asia Pte Ltd dan PT CMA Indonesia (Bakrie group) sejak tahun sebagai Vice President for Fund Management Division. Bekerja di Kwartadaya Group sejak tahun sebagai Vice President dan di PT Capital Turbines Indonesia sejak tahun sebagai Direktur Keuangan I iandia a sir S.., Warga Negara Indonesia, 49 tahun. Menjabat sebagai Direktur RAJA sejak 24 Juni Pernah menjabat sebagai Direktur di PT Mandala Marmer Indonesia, sebagai Direktur di PT Slipi Sri Indopuri Park Plaza Hotel. Pada tahun 2006 beliau bergabung dengan RAJA sebagai Direktur Utama. Amin ar Ri y ar oni, an Indonesian citizen, born in Jakarta on 14 May 1968 (42 years old). He has been Director of RAJA since 24 June He has experiences in finance for 16 years. He joined PT PEFINDO in 2000 until 2004, with his last position as Senior Analyst. He worked for Capital Manager Asia Pte Ltd and PT CMA Indoensia (Bakrie Group) in 2004 until 2008 as Vice President or und m n ement Division. He worked for Kwartadaya Group in 2008 until 2009 as Vice President, and PT Capital Turbines Indonesia in 2009 until 2010 as Director of Finance. I iandia a sir S.., an Indonesian citizen, 49 years old. He has been the Director of RAJA since 24 June He previously worked as a Director of PT Mandala Marble Indonesia, Slipi Sri Indopuri Park Plaza Hotel. In 2006 he joined RAJA as President Director. 12
19 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 15 COMMITTEE AUDIT REPORT Perusahaan membutuhkan suatu pemeriksaan yang profesional dan independen atas pembukuan yang telah dilakukan. Hal penting lainnya yang berkaitan dengan sistem audit adalah pembentukan Komite Audit. Komite Audit dibentuk oleh Dewan Komisaris yang bertugas memberikanpendapat profesional yang independen kepada dewan komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh dewan komisaris serta mengindentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Komisaris yang antara lain mencakup: Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang dikeluarkan perusahaan seperti laporan keuangan, proyeksi dan informasi keuangan lainnya. Melakukan penelaahan atas kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh Akuntan Publik untuk memastikan semua resiko yang penting telah dipertimbangkan. Susunan Komite Audit sampai dengan tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut : The company requires a professional and independent inspection of books that have been done. Another important point relating to the audit system is the establishment of the Audit Committee. Audit Committee established by the Board of Commissioners who served memberikanpendapat professional and independent advice to the board of commissioners of the report or other matters submitted by the board of commissioners and identify things that need the attention of Commissioner, which among others include: To review the financial information issued by companies such as financial reports, projections and other financial information. To review the audit conducted by the Public Accountant to ensure all critical risks have been considered. The composition of the Audit Committee until December 31, 2010 are as follows : Ketua Komite Audit : M. Senang Sembiring : Head of Audit Committe Anggota : Agus Haryanto : Member Anggota : Budi R. Sinaga, S.H : Member Selama 2010, Komite Audit telah melakukan 5 (lima) kali rapat dengan tingkat kehadiran 100%. During 2010, the Audit Committee has conducted 5 (five) meetings with 100% attendance. 13
20 16 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan REVISI : 29 APRIL 2011 REVISI : 29 APRIL 2011 REVISI : 29 APRIL 2011 PERN Y ATAAN MAN AJ EMEN ATAS LAPO RAN TAHU N AN MAN MANAGEMENT AGEMEN T STATEMENT T O N ON A A E E T AN STATE E T ANNUAL N U AL REPO REPORT O RT A AL REPORT PT PT Ru Rukun n Raharj Raharja a Tb k Tbk PT Ru un Raharja T K ami, Kami, sebagai sebagai anggota K Komisaris dan dan D Direksi PT PT Rukun Rukun Raharj Raharja a Tbk, Tbk, dengan dengan ini ini meny menyatakan bertanggung j awab jawab penuh penuh atas atas kebenaran isi isi dan dan peny penyajian Laporan Tahunan dan dan Laporan Kami, sebagai anggota Komisaris dan Direksi PT Rukun Raharja Tbk, dengan ini menyatakan K Keuangan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi dan penyajian Laporan Tahunan 2010 dan Laporan Keuangan W e, We, undersigned, m member b er of of the Board B of Commissioners m and and Board B oard of Directosr of D tors of PT of Rukun P T R uk un R Raharja a Tb k Tbk,, dec declare that that we we are fully responsible on content c reliability ility and and arrangement ent of 2008 of e undersi ned mem er o t e Bo rd o ommissioners nd Bo rd o Directosr o P u un A Annual R ep Report and and F inanc Financial ial S tatem Statements ents r decl re t t e re ull responsi le on content reli ilit nd rr n ement o nnu l eport nd in nci l t tements J Jakarta, April April D Dewan K Komisaris B Board of of Commissioners Jakarta, 30 April 2010 Dewan Komisaris Board of Commissioners Hapsoro Hapsoro Sukmonohadi F Farouk Rais Rais M. M. Senang Senang Sembiring Ric Ricardo Suhendra W. W. Komisaris K Hapsoro Utama U Farouk K Komisaris Rais M. K Komisaris Senang Sembiring Independen K Ricardo Komisaris Suhendra Independen W. P President Com Commissioner m Com Commissioner m I ndep Independent endent Com Commissioner m I ndep Independent endent Com Commissioner m Komisaris Utama Komisaris Komisaris Independen Komisaris Independen President ommissioner ommissioner ndependent ommissioner ndependent ommissioner D ireksi Dewan Direksi Direksi B Board of D of irec Directors Board of Directors BBudiman Parhusip PriyPriyo o S. BS. Brodjonegoro onegoro A. Rif A. Rifky Z Zarkoni If Ifiandiaz N az Nazsir Budiman Direktur D Utama Parhusip U Priyo S. D Brodjonegoro Direktur A. Rifky D Direktur arkoni Ifiandiaz D Direktur Nazsir President P Director D D irec Director D irec Director D irec Director Direktur Utama Direktur Direktur Direktur President Director Director Director Director
21 REVISI : 29 APRIL 2011 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 17 RA A PROFILE RAJA PROFILE A A NAMA PT Rukun Raharja Tbk. PT Rukun Raharja Tbk. A E NAME PT Rukun Raharja Tbk. PT Rukun Raharja Tbk. BIDA SA A BIDANG USAHA Penyediaan Energi Penyediaan Energi EPE ILI A KEPEMILIKAN Blackgold Resources Limited Blackgold Resources Limited 25.14% Sunmax Enterprise Limited Sunmax Enterprise Limited 24.92% Suntech Group Holdings Limited Suntech Group Holdings Limited 7% Publik Publik 42.94% TA AL PE DIRIA TANGGAL PENDIRIAN 24 Desember Desember 1993 ODAL DASAR MODAL DASAR Rp Rp ODAL DITE PAT A DA DISETOR PE MODAL DITEMPATKAN DAN DISETOR PENUH Rp Rp PE CATATA DI B RSA PENCATATAN DI BURSA Saham Perseroan telah dicatatkan di Bursa Efek Saham Perseroan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (d h Bursa Efek Surabaya) pada tanggal Indonesia pada tanggal 19 April 2006 dengan kode 22 Januari 2003 dengan kode saham di bursa : saham RAJA di bursa : RAJA KANTOR PUSAT A TOR P SAT Jl. Mayapada Tower Lt. 21 kav. 28. Jakarta Jl. Mayapada Tower Lt. 21 kav. 28. Jakarta Telp. (+62-21) (Hunting) Telp. ( 62-21) (Hunting) Fax. (+62-21) Fax. ( 62-21) Website Website : : B SSI ESS BUSSINESS Energy provider Energy provider OW ERS IP OWNERSHIP Blackgold Resources Limited Blackgold Resources Limited 25.14% Sunmax Enterprise Limited Sunmax Enterprise Limited 24.92% Suntech Group Holdings Limited Suntech Group Holdings Limited 7% Public Public 42.94% DATE OF ESTABLIS E T DATE OF ESTABLISHMENT 24 Desember Desember 1993 A T ORI ED CAPITAL AUTHORIZED CAPITAL Rp 2 1,805,500,000 Rp 271,805,500,000 ISS ED A D F LL PAID CAPITAL ISSUED AND FULLY PAID CAPITAL Rp 6,951,3 5,000 Rp 67,951,375,000 RE ISTRATIO I STOC E C A E REGISTRATION IN STOCK EXCHANGE The Company s shares were registered on The Company s shares were registered on Indonesia Stock Exchange on January 22, 2003 Indonesia Stock Exchange on April 19, 2011 with shares code : RAJA with shares code : RAJA HEAD OFFICE EAD OFFICE Jl. Mayapada Tower Lt. 21 kav. 28. Jakarta Jl. Mayapada Tower Lt. 21 kav. 28. Jakarta Telp. (+62-21) (Hunting) Telp. ( 62-21) (Hunting) Fax. (+62-21) Fax. ( 62-21) Website Website : :
22 18 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan REVISI : 29 APRIL 2011 VISION, MISION AND CORPORATE VALUES Visi Vision Menjadi perusahaan penyedia energi yang berkesinambungan dengan meningkatkan daya saing. Untuk menunjang visi tersebut, Perusahaan akan memperluas usahanya ke sektor minyak dan gas bumi hulu dan memperkuat bisnis hilir dibidang transportasi dan distribusi gas bumi. Misi To be a sustainable energy provider by strenghtening competitiveness. To support this vision, Company will expand its business into oil & gas upstream and enhance downstream businesses in gas transmission and distribution. Mission Mendapatkan, menyalurkan dan mengendalikan energi kepada pelanggan dengan cara yang aman dan effektif. Untuk itu, maka RAJA akan melakukan hal-hal tersebut dibawah ini : 1. Memastikan keamanan pasokan gas untuk jangka waktu 5 sampai 10 tahun dari beberapa lapangan gas Pertamina, ConocoPhilips, dan pemasok gas lainnya. 2. Melakukan perencanaan fasilitas dan pengelolaan operasi secara profesional, kompetitif, dan penggunaan teknologi secara tepat serta kepatuhan terhadap peraturan yang terkait. 3. Melakukan pendekatan aspek sosial disekitar daerah operasi sebagai perwujudan CSR (Corporate Social Responsibility) dari Perusahaan. 4. Memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham, karyawan, pelanggan, dan masyarakat sekitar. Nilai - Nilai Perusahaan To acquire, deliver and control energy into client premises in safe and effective ways. To accomplish the mission, Raja shall perform the followings : 1. Secure gas supply for period of 5 to 10 years obtained from Pertamina gas fields, ConocoPhilips, and other gas suppliers. 2. Design facilities and manage operation in profesional, competitive, right technology application and comply with related regulations in Oil and Gas Industry. 3. Approach social aspect in surrounding operational areas to manifest CSR (Corporate Social Responsibility) of Company. 4. Provide value added to shareholders, employees, customers, and community. Corporate Value Dalam melakukan seluruh kegiatan usahanya, Perusahaan akan berdasarkan kepada nilai-nilai berikut : 1. Etika Bisnis Perusahaan menaruh perhatian yang tinggi terhadap hubungan usaha dengan pihak luar antara lain perusahaan lain, Pemerintah, Pemerintah Daerah dan pihak lainnya. Perusahaan akan menerapkan etika bisnis yang berlaku di Indonesia maupun di dunia internasional. Perusahaan diharapkan akan menjadi terhormat dengan penerapan etika bisnis yang benar. Company shall implement the following values through out its business activities : 1. Business Ethic Company pays serious attention to any business relationship with other companies, Government Bodies, Regency Bodies and other third parties. Company will enforce business ethics which are applicable in Indonesia and also international. The result of business ethics implementation shall make Company to be a respected Company. 16
23 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 19. In egri as Integritas merupakan sebuah sikap perilaku yang mencakup beberapa dimensi antara lain jujur, bertanggung jawab, berdedikasi dan profesional, adil dan taat hukum. Sikap perilaku ini dijaga oleh Perusahaan agar dapat mendasari setiap keputusan Perusahaan dalam melakukan kegiatannya. Sikap ini harus dipunyai jajaran Direksi sampai kepada karyawan, dan merupakan cerminan perilaku perusahaan.. A un a i i as Akuntabilitas mencakup dimensi berbuat dengan benar dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil. Didalam kepemimpinan, akuntabilitas merupakan pengakuan dan perwujudan dari pertanggungan jawab atas keputusan dan kebijakan termasuk aspek administratif dan kepatuhan dalam penerapannya di lingkup kerja karyawan, direksi serta meliputi kewajiban untuk menjelaskan konsekuensi yang timbul.. erjasama Tim RAJA akan menekankan kerjasama dalam menciptakan budaya kerja yang mengarah kerjasama tim. Dalam suasana teamwork, orang memahami dan mempercayai bahwa perencanaan, pemikiran dan keputusan akan lebih baik apabila dikerjakan bersama. Semua orang akan mengerti dan selalu mengkaitkan bahwa kerjasama tim akan lebih baik daripada kerja individu.. ese ama an erja Keselamatan kerja menjadi aspek yang utama dalam menjaga asset dan karyawan dalam beroperasi. Perusahaan akan selalu mengutamakan keselamatan kerja dalam pelaksanaan kerja seharihari, dan berkomitmen untuk melakukan kampanye keselamatan kerja kepada karyawan, Direksi maupun kepada masyarakat sekitar daerah kerja.. In egri y Integrity is a behaviour covering several positive values, such as honest, responsible, dedicated and professional, fair and comply to the Law. These values shall be guarded by Company as a foundation in making Corporate decisions in conducting business activities. These values shall become Directors and employees behaviour, and reflected as company behaviours.. Accoun a i i y Accountability means do the right things and be responsible to any decision taken. In leadership roles, accountability is the acknowledgment and assumption of responsibility for actions, decisions, and policies including the administration, governance, and implementation within the scope of the role of employment position and encompassing the obligation to report and explain conse uences. Teamwor Raja shall foster teamwork in creating a work culture that value collaboration. In a teamwork environment, people understand and believe that thinking, planning and decision making are better when done through teamwork. People recognize, and even assimilate, the belief that none of us is as good as all of us.. Sa e y Safety is an important aspect to safeguard Company s asset and human resources in operation activities. Company shall always put safety in daily activities dan give commitment by carrying out safety campaigns to all level of management and employees and surrrounding community. 1
24 20 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Laporan Tahunan 2010 REVISI : 29 APRIL 2011 CORPORATE STRUCTUR RE ORGANIZATION STRUCTUR RE 18
25 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 21 MILESTONE 1993 Mendirikan PT Rukun Raharja yang bergerak dalam bidang real estat Establish PT Rukun Raharja focusing on real estate 2005 Melaksanakan RUPSLB dan menyetujui penerbitan saham baru Perseroan dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sejumlah 467,5 juta saham Held Extraordinary General Meeting of Shareholders and approved the issuance of new shares of the Company for the Rights Issue with Preemptive Rights (ER) of million shares Melakukan penawaran umum saham perdana dan pencatatan saham di Bursa Saham Indonesia sebanyak 120 juta lembar saham. Melakukan restrukturisasi organisasi. Melakukan peningkatan modal dari Rp ,- menjadi Rp ,- Conducted initial public offering and listing of shares on the Indonesia Stock Exchange of 120 million shares. Increased its capital from USD. 17 billion, - to Rp. 29 billion, Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Ammended Articles of Association in order to conform with the Law No. 40, 2007 regarding Limited Liability Companies Melakukan perubahan bidang usaha dengan menambah bidang Jasa Pengelola Pelabuhan dengan mengakuisisi 99% saham PT Cahaya Saguna Niketana (CSN) Change business scope to include Port Services Management by acquiring 99% shares of PT Cahaya Saguna Niketana (CSN) 2010 RAJA memperluas bisnis utama dengan menambah bidang usaha energi dengan melakukan akusisi perusahaan PT. Panji Raya Alamindo dan PT. Triguna Internusa Pratama. RAJA expands the business into energy sector by acquiring PT. Panji Raya Alamindo and PT. Triguna Internusa Pratama. 19
26 22 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Laporan Tahunan 2010 REVISI : 29 APRIL 2011 BUSINESS MODEL BUSINESS ACTIVITY 1. Menjalankan usaha dibidang jasa atau pelayanan yang meliputi jasa-jasa penunjang pertambangan minyak dan gas bumi, penyediaan tenaga listrik, konsultasi bidang pertambangan, pengelolaan kepelabuhan, bongkar muat peti kemas, pengelolaan dan penyewaan bangunan, sarana penunjang perusahaan properti dan konsultasi bidang perencanaan dan pengawasan pembangunan. 2. Menjalankan usaha dibidang pertambangan yang meliputi pendistribusian, penyimpanan gas dan BBM, pengembangan, pengelolaan dan pengoperasian infrastruktur gas dan perdagangan kapasitas pipa transmisi gas dan BBM serta kegiatan usaha penunjangnya. 3 Menjalankan usaha penunjang yang meliputi usaha pemborongan, perdagangan antara lain perdagangan yang berhubungan dengan usaha real estat dan properti; perdagangan impor, ekspor, lokal serta antar pulau,demikian pula usaha-usaha perdagangan besar, sebagai agen, leveransir, grosir,dan distributor; bertindak sebagai perwakilan dari badan-badan, perusahaan-perusahaan lain baik di dalam maupun di luar negeri. 1. To carry out a business in the service which include supporting services to oil and gas mining, power generation, mining consulting, port services, loading and unloading containers, building management and rental, supporting utilities and property consultancy company and planning and construction supervision. 2 To carry out mining businesses, including gas and fuel distribution, storage, development, management and operation of gas infrastructure and provide fuel and gas transmission pipeline and related business activities. 3. To carry out a business that includes supporting chartering business, trade such as trade related with real estate and property; trade import, export, local and inter-island, as well as large commercial enterprises, as agents, suppliers, wholesalers, and distributors; act as representatives of agencies, other companies both inside and outside the country. 20
27 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 23 MAIN CUSTOMERS & BUSINESS PARTNERS Pelanggan Utama / Main Customers Bluescope Steel Indonesia PT Cabot Indonesia PT Petrojaya Boral Plasterboard PT Surya Toto Indonesia PT Satyaraya Keramindo Indah PT Mega Indah Glass Industry PT Prima Rajuli Sukses PT Industry Keramik Angsa Daya Showa Indonesia PT Indah Jaya PT Gajah Tunggal PT Hardaya Aneka Shoes Indonesia PT Filamindo Sakti Evonik Degusa Peroxide Indonesia PT Unilver Indonesia Tbk EPS Indonesia PT Itasmaltindo Industry PLN Jambi PLN Cilegon Partner Usaha / Business Partners PT Pertamina EP ConocoPhilips PT Odira Energy Persada PT Bayu Buana Gas 21
28 24 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan REVISI : 29 APRIL 2011 Nam a Pe rus ahaan C om pa n y Al am at Pe rus ahaan C om pa n y s A d d ress Anak Pe rus ahaan / Af i l i as i S u b sid ia ry / A f il l ia ted C om pa n y Ke p e m i l i kan Saham O w n ersh ip Bi d ang Us aha L in e of B u sin ess De s kri p s i Pe rus ahaan C om pa n y s P rof il e PT C ahy a Sag una Ni ke t ana (C SN) Jl. Ir. Soekarno No. 2, Bitung, Sulawesi Utara Anak Perusahaan S u b si di ar y 99,00% Jasa pengelolaan pelabuhan P o r t S er v i c es PT Cahya Saguna Niketana didirikan pada tanggal 18 Nopember 1992 dan menjalankan usaha dalam bidang jasa bongkar muat petikemas bekerjasama dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV di Pelabuhan Bitung T S n i k l i o n o p b c r i n g o r i n g b n n j o i n o p o n i T h n n i n i n i n g o r P C ah y a ag u a N etan a w as estab sh ed 1 8 N em er an d ar y u t stev edo u si ess u der t er ati w th P P el ab u an I do esi a ( P el do ) B tu P t. PT Panji Ray a Al am i nd o (PRA) K K D K Jl. H Abdullah Syafei No. 1, elurahan Bukit uri, ecamatan Tebet, Jakarta Selatan Anak Perusahaan S u b si di ar y 99,99% Investasi H o l di n g i n v estm en t K PT Panji Raya Alamindo didirikan pada tanggal 15 Mei 2007 dan menjalankan usaha dalam bidang investasi dalam sahamsaham anak perusahaan PT Energasindo Heksa arya dan PT Suryandra Nusa Bhakti. P T P an j i Ray a A l am i n do w as estab l i sh ed o n 1 5 M ay an d r r cyai n g o u t i ts b u si n ess as i n v estm en t h o l i dn g o f P T E n er g asi n do H ek sa K ar y a an d P T S u r y an dr a N u sa B h ak ti. PT Tri g una Int e rnus a Prat am a (TIP) Menara Batavia Lantai 21 1B, Jl. K H Mas Mansyur No. 126, Jakarta Pusat Anak Perusahaan S u b si di ar y S p p o r n g i c o f o i l D g m i n i n g D 99,90% Jasa penunjang PT Triguna Internusa pertambangan Pratama didirikan pada minyak dan gas bumi. tanggal 20 Januari Saat ini TIP memiliki pipa gas transmisi 8 x 35km u ti dengan kapasitas ser v es an d 25MMSCF dan gas as. kompresor dengan kapasitas 35MMSCF. P T T r i g u n a I n ter n u sa P r atam a w as estab l i sh ed o n 2 0 J an u ar y C u r r en tl y T I P o w n s 8 i n c h s x 3 5 k m w i th c ap ac i ty o f 3 5 M M S C F D an d g as c o m p r essi o n w i th c ap ac i ty o f 3 5 M M S C F D.
29 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 25 REVISI : 29 APRIL 2011 SUBSIDIARIES Nam a Pe rus ahaan C om pa n y Al am at Pe rus ahaan C om pa n y s A d d ress Anak Pe rus ahaan / Af i l i as i S u b sid ia ry / A f il l ia ted C om pa n y Ke p e m i l i kan Saham O w n ersh ip Bi d ang Us aha L in e of B u sin ess De s kri p s i Pe rus ahaan C om pa n y s P rof il e PT Ene rg as i nd o He ks a Kary a Office Park Thamrin Residence Blok A.01-05, K elurahan K ebon Melati, K ecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat Anak Perusahaan melalui PT Panji Raya Alamindo S u b si di ar y th r o u g h P T P an j i Ray a A l am i n do 80% Transportasi dan D istribusi Gas Bumi D i str i b u ti o n o f N atu r al Gas PT Energasindo Heksa K arya didirikan pada tanggal 18 September Saat ini PT Energasindo Heksa K arya sebagai pedagang dan distributor gas dengan jumlah total 40MMSCF D melalui jaringan pipa gas sepanjang 83km, dimana kapasitas dari pipa gas tersebut adalah 77MMSCF D. P T E n er g asi n do H ek sa K ar y a w as estab l i sh ed o n 1 8 S ep tem b er C u r r en tl y P T E n er g asi n do H ek sa K ar y a as tr ader an d di str i b u to r o f g as w i th to tal 4 0 M M S C F D th r o u g h 8 3 k m g as p i p el i n e, w i th c ap ac i ty o f 7 7 M M S C F D. PT Sury and ra Nus a Bhakt i K K awasan Berikat Nusantara Jl. Ambon Blok A1 No. 1 elurahan Cilincing, Jakarta Utara Anak Perusahaan melalui PT Panji Raya Alamindo S u b si di ar y th r o u g h P T P an j i Ray a A l am i n do 55,97% Pengisian elpiji L P G f i l l i n g stati o n PT Suryandra Nusa Bhakti didirikan pada tanggal 23 Pebruari Saat ini SNB memiliki stasiun pengisian gas Elpiji (L P G) dengan kapasitas 400 ton / hari, unit rekualifikasi dan penjualan gas Elpiji untuk kawasan Jabodetabek dan Medan. P T S u r y an dr a N u sa B h ak ti w as estab l i sh ed o n 2 3 F eb r u ar y C u r r en tl y P T S u r y an dr a N u sa B h ak ti o w n s g as ( L P G ) f i l l i n g stati o n w i th c ap ac i ty o f to n p er day, r eq u al i f i c ati o n an d sal es u n i t o f L P G f o r J ab o detab ek an d M edan ar ea.
30 26 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan D AERAH O PERASI W O RKIN G AREAS REVISI : 29 APRIL 2011 Kantor RAJ A d an Anak Peru sahaan RAJ A & Su b sid iary O f f ice PT Ru ku n Raharj a Tb k. May apada Tower lantai 21 J l. J end. Sudirman K av 28 J akarta Indonesia. Tel. ( ) F ax. ( ) PT Trigu na Internu sa Pratama G raha Mandiri Lt. 2 J l. Imam B onj ol N o. 61 Menteng, J akarta- Pusat Telp. (62-21) F ax. (62-21) Kantor RAJA dan Anak Perusahaan PT Panj i Ray a Al amind o J I. K.H. Abdullah Sy af ei N o.1, B ukit D uri, Tebet, J akarta Selatan PT C ahay a Sagu na N iketana J l. Ir. Soekarno N o. 2, Lingkungan V Pos 6, B itung, Sulawesi U tara. RAJA & Subsidiary Office PT Rukun Raharja Tbk. Mayapada Tower lantai 21 Jl. Jend. Sudirman Kav 28 Jakarta Indonesia. Tel. (+62-21) Fax. (+62-21) PT Triguna Internusa Pratama Graha Mandiri Lt. 2 Jl. Imam Bonjol No. 61 Menteng, Jakarta-Pusat Telp. (62-21) Fax. (62-21) PT Panji Raya Alamindo JI. K.H. Abdullah Syafei No.1, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan PT Cahya Saguna Niketana Jl. Ir. Soekarno No. 2, Lingkungan V Pos 6, Bitung, Sulawesi 26 Utara.
31 GOOD CORPORATE GOVERNANCE 27 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) D AERAH O PERASI W O RKIN G AREAS REVISI : 29 APRIL 2011 WORKING AREAS Kantor RAJ A d an Anak Peru sahaan RAJ A & Su b sid iary O f f ice PT Ru ku n Raharj a Tb k. May apada Tower lantai 21 J l. J end. Sudirman K av 28 J akarta Indonesia. Tel. ( ) F ax. ( ) Kantor Operasional PT Trigu na Internu sa Pratama G raha Mandiri Lt. 2 J l. Imam B onj ol N o. 61 Menteng, J akarta- Pusat Telp. (62-21) F ax. (62-21) PT Panj i Ray a Al amind o J I. K.H. Abdullah Sy af ei N o.1, B ukit D uri, Tebet, J akarta Selatan PT C ahay a Sagu na N iketana J l. Ir. Soekarno N o. 2, Lingkungan V Pos 6, B itung, Sulawesi U tara. Operational Office MEDAN Jl Bunga Sakura Lingk I 75-A, Beringin, Medan Selayang- MEDAN Tel. (+6261) , Fax. (+6261) CILEGON Kp. Sindang Asih Terate Kramatwatu CILEGON, BANTEN Jl. Raya Bojonegara-Salira, Desa Margasari, Pulo Ampel Serang-Banten JAMBI Jl. Dharma Sakti, Lingkar Selatan No. 23 Kel. Palmerah Kec. Jambi Selatan - Jambi Phone : (0741) Fax : (0741) TEGAL GEDE BITUNG 26
32 MEDAN CILEGON JAMBI 28 Jl Bunga Sakura Lingk I 75-A, Kp. Sindang Asih Terate Kramatwatu Jl. Dharma Sakti, Lingkar Selatan Beringin, Medan Selayang- CILEGON, BANTEN No. 23 Kel. Palmerah MEDAN PT Rukun Jl. Raya Raharja Bojonegara-Salira, Tbk (RAJA) Desa Laporan Kec. Jambi Selatan Tahunan - Jambi Tel. (+6261) , Margasari, Pulo Ampel Phone : (0741) Fax. (+6261) REVISI : 29 APRIL 2011 Serang-Banten Fax : (0741) TEGAL GEDE BITUNG GOOD OOD CORPORATE O ER A CE GOVERNANCE Sesuai dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 200 tentang Perseroan Terbatas (UU No. 40), Organ Perseroan terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan Direksi. Organ Perseroan tersebut memainkan peran kunci dalam keberhasilan pelaksanaan GCG. Organ Perseroan menjalankan fungsinya sesuai dengan ketentuan perundangundangan, Anggaran Dasar Perseroan dan ketentuan lainnya atas dasar prinsip bahwa masing-masing organ mempunyai independensi dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggung jawabnya untuk kepentingan Perseroan. Rapa mum Pemegang Saham Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris, dalam batas yang ditentukan dalam UU No. 40 dan Anggaran Dasar Perseroan. Wewenang tersebut antara lain adalah meminta pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi terkait dengan pengelolaan Perseroan, mengubah anggaran dasar, mengangkat dan memberhentikan Direktur dan Anggota Dewan Komisaris, memutuskan pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara Direktur dan lain-lain. Perseroan menjamin untuk memberikan segala keterangan yang berkaitan dengan Perseroan kepada RUPS, sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan Perseroan dan peraturan perundang-undangan. Keputusan yang diambil dalam RUPS didasarkan pada kepentingan Perseroan. RUPS atau pemegang saham tidak dapat melakukan intervensi terhadap tugas, fungsi dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi dengan tidak mengurangi wewenang RUPS untuk menjalankan haknya sesuai dengan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan. Sesuai dengan Pasal 8 ayat (2) Undang-Undang No. 40 tahun 200 tentang Perseroan Terbatas dimana RUPS Tahunan wajib dilaksanakan paling lambat enam bulan setelah tahun buku berakhir. Perseroan telah melaksanakan RUPST dan RUPSLB pada tanggal 24 Juni 2010 dengan agenda: Pursuant to Law No. 40 ear 200 regarding 25 Limited Liability Companies (Law No. 40), the organs of the Company consist of the General Meeting of Shareholders (GMS), the Board of Commissioners and the Board of Directors. These corporate organs play a key role in the successful implementation of GCG. They function in accordance with the provisions of the laws and regulations, the Company s Articles of Association and other provisions, working on the principle that each organ carries out its tasks, functions and responsibilities independently for the interests of the Company. enera ee ing o Shareho ders A ) General Meeting of Shareholders (GMS) shall have the authority not vested to the Board of Directors nor the Board of Commissioners within the limits as provided for in Law No. 40 and Articles of Association of the Company. It has the authority to re uest the accountability of the Board of Commissioners and Board of Directors in relation to the management of the Company, to amend the Articles of Association, to appoint and dismiss Directors and Commissioners, to rule on the division of tasks and management authority among the Directors, and so on. The Company ensures that all information related to the Company is disclosed to the GMS, provided that this does not conflict with the interests of the Company or the prevailing laws and regulations. The decisions taken by the GMS are taken in the interests of the Company. Although neither the GMS nor the shareholders can interfere with the tasks, functions and authority of the Board of Commissioners and the Board of Directors, this does not prejudicing the authority of the GMS to exercise its rights in accordance with the Articles of Association and the prevailing laws and regulations. Pursuant to Article 8 chapter (2) of Law No. 40 year 200 regarding Limited Liability Companies, which states that the Annual GMS must be held no later than six months after the close of the fiscal year, the Company held its AGMS and EGMS on 23 June 2009, with the following agenda: Agenda R PST 1. Persetujuan Laporan Tahunan Direksi, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris dan pengesahan Neraca serta Laporan Laba Rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember Agenda o A S 1. Approval of the Annual Report of the Board of Directors, the Report of the Oversight Duties of the Board of Commissioners and approval for the balance sheet and profit and loss statement for financial year end on 31 December
33 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Report 2010 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Penetapan penggunaan Laba Perseroan untuk tahun buku Penetapan remunerasi anggota Direksi dan honorarium Dewan Komisaris Perseroan. 4. Penunjukkan Akuntan Publik Independen untuk mengaudit pembukuan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 serta persyaratan lain penunjukannya. 5. Perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Agenda RUPSLB 1. Persetujuan atas rencana pengambilalihan saham pada perusahaan-perusahaan lain yang merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bapepam No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. 2. Persetujuan atas rencana perubahan kegiatan usaha utama Perseroan. Proses pengumuman dan pemanggilan RUPS tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan UU No. 40 tentang Perseroan Terbatas Pasal 81, 82 & 83 serta Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-60/PM/1996 tentang Rencana dan Pelaksanaan RUPS Dewan Komisaris Dewan Komisaris perusahaan mempunyai tanggung jawab mengawasi dan memberikan pengarahan kepada Direksi dalam menerapkan kebijakan perusahaan. Dewan Komisaris sebagai organ dari fungsi-fungsi perusahaan dan bersama-sama bertanggung jawab untuk memantau dan memberikan saran kepada Direksi. Anggota-anggota Dewan Komisaris berwenang untuk mendapatkan akses ke area operasi, pembukuan dan catatan-catatan milik perusahaan untuk meninjau keuangan perusahaan dan informasi mengenai kerja/jalannya perusahaan. Selama tahun 2010, Dewan Komisaris RAJA melaksanakan empat rapat resmi, untuk mengkaji kinerja kuartalan yang dipresentasikan oleh Direksi. Peran dan tanggung jawab Dewan Komisaris sesuai dengan UU No. 40 dan Anggaran Dasar Perseroan antara lain: 2. Determining the use of the Company s net income for fiscal year Determining the remuneration for the members of the Board of Directors and honorarium of the Board of Commissioners. 4. Appointment of the Independent Public Accountants to audit the Company s Financial Statements for financial year end on 31 December Change of the composition of the members of the Board of Directors and the Board of Commissioners. Agenda of EGMS 1. Approval of the acquisition of shares in other companies which is material transaction as referred in Bapepam Regulation No. IX.E.2 regarding Material Transaction and Change of Line of Business. 2. Approval of the change of main business scope of the Company. The process of providing notice of the GMS and inviting shareholders to attend was done in accordance with Articles 81, 82 & 83 of Law No. 40 regarding Limited Liability Companies, and in line with Decree of the Chairman of Bapepam No. Kep-60/PM/1996 regarding the Planning and Implementation of the General Meeting of Shareholder. Board of Commissioner The Board of Commissioners responsible to overseeing and directing the Board of Directors in implementing company s policy. The Board of Commissioners is responsible for overseeing and providing advice to the Board of Directors. The Board of Commissioners members are authorized to gain access to the Company s premises, books and records, to review Company s financials, and to obtain information on the Company s operations. Throughout 2010, the Board of Commissioners of RAJA held four meetings, to review quarterly performance as presented by the Board of Directors. The roles and responsibilities of the Board of Commissioners are in accordance with Law No. 40 and Articles of Association of the Company, are as follows: 27
34 30 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Laporan Tahunan 2010 REVISI : 29 APRIL Memantau manajemen perusahaan oleh Direksi; 2. Meninjau laporan keuangan perusahaan dan laporan tahunan; 3. Meninjau perencanaan dan anggaran tahunan; 4. Mempersiapkan laporan supervisi / pengawasan / pemantauan mengenai pelaksanaan perusahaan pada RUPS; 5. Melaksanakan tugas-tugas direktur saat semua anggota Direksi dilepaskan dari tugas/jabatannya. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, anggota Komisaris independen sekurangkurangnya berjumlah 30% dari jumlah keseluruhan Dewan Komisaris, sehingga Dewan komisaris perusahaan terdiri dari seorang Komisaris Utama. Seorang Komisaris dan dua orang Komisaris Independen. Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS, masing-masing untuk jangka waktu sampai ditutupnya RUPST yang berikutnya setelah pengangkatan anggota Dewan Komisaris tersebut. 1. Oversight of the management of the Company by the Board of Directors; 2. Review of the Company s financial statements and annual report; 3. Review of the annual planning and budget; 4. Preparation of the oversight report on the Company s operation for GMS; 5. Perform directors duties when the Board of Directors members removed from their posts. In accordance with the prevailing laws and regulations, Independent Commissioner shall at least 30% of the total members of the Board of Commissioners, therefore the composition of the Board of Commissioners of the Company consists of a President Commissioner, a Commissioner and 2 Independent Commissioners. Board of Commissioners are appointed and dismissed by the GMS, respectively for the period until the closing of the next AGMS after the appointment of the member of the Board of Commissioners. Dewan Direksi Direksi merupakan organ perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Direksi diangkat dan diberhentikan oleh RUPS. Direksi bertugas dan bertanggungjawab secara kolegial. Masing-masing Direktur dapat bertindak dan mengambil keputusan sesuai dengan pembagian tugas dan wewenangnya. Namun, pelaksanaan tugas oleh masingmasing Direktur tetap merupakan tanggung jawab bersama. Kedudukan masing-masing anggota Direksi termasuk Direktur Utama adalah setara. Tugas Direktur Utama sebagai primus inter pares adalah mengkoordinasikan kegiatan Direksi. Direksi bertanggung jawab dalam mengelola perusahaan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menunjang pencapaian rencana dan target perusahaan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Direksi terdiri dari seorang Direktur Utama (Presiden Direktur) dan 3 (tiga) orang Direktur lainnya. Dewan Direksi juga harus mempunyai anggota independen yang tidak terafiliasi dengan pemegang saham pengendali, Dewan Komisaris dan anggota Direksi lainnya. Jumlah Direksi tidak terafiliasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perusahaan. Board of Director The Board of Directors has full authority and responsibility to manage the Company in the best interests of the Company, in line with corporate goals and objectives, and to represent the Company both in a Court of Law or out of court, in accordance with the Articles of Association. Members of the Board of Directors are appointed and terminated by the GMS. The Board of Directors works and is accountable in a collegial manner. Each Director can act and take decisions in line with his or her tasks and authority. However, the implementation of tasks by each Director is the collective responsibility of the Board. Each member of the Board of Directors, including the President Director, has equal status. The task of the President Director, as primus inter pares (first among equals), is to coordinate the activities of the Board of Directors. The Board of Directors is responsible to manage the company and to do necessary actions to support the achievement of plans and goals of the Company which have been stipulated previously. The Board of Directors consists of a President Director and 3 (three) other Directors. The Board of Directors also need to have independent members who are not affiliated with the controlling shareholders, the Board of Commissioners and the Board of Directors. The number of Directors not affiliated in accordance with the the prevailing laws and regulations and the Articles of Association of the Company. 28
35 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Report 2010 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 31 Anggota Direksi bertugas membantu Direktur Utama untuk menjabarkan dan mengajukan program kerja dalam mendukung tujuan perusahaan sesuai dengan bidang tanggung jawabnya, selalu berkoordinasi dengan anggota Direksi lainnya sehingga mencapai tujuan secara optimal. Dalam pelaksanaan tugasnya dewan Direksi dibatasi oleh Anggaran Dasar Perusahaan sehingga tidak terjadi tumpang tindih fungsi didalam pelaksanaannya. Secara berkala Direksi selalu meningkatkan kompetensinya dengan menghadiri program-program peningkatan kapabilitas dalam mendukung tujuan perusahaan dan permasalahan yang akan dihadapi, diantaranya peningkatan dibidang manajemen resiko, teknologi informasi, pemanfaatan dan pengembangan sumber daya organisasi. Komite Audit Komite Audit bertugas membantu Dewan Komisaris dalam mengawasi kegiatan operasional perusahaan dan memberikan rekomendasi atas permasalahan yang berhubungan dengan laporan keuangan dan operasional perusahaan. Selain itu melakukan pengendalian internal dan proses audit untuk memastikan konsistensi perusahaan terhadap peraturan dan undang-undang yang berlaku, serta memastikan perusahaan tetap menjalankan tata kelola perusahaan yang baik. Komite Audit terdiri dari seorang ketua komite dan dua orang anggota yang kompeten didalam mengelola perusahaan dan berpengalaman dalam bidang keuangan/ akuntansi audit. Selama tahun 2010 Komite Audit melakukan penilaian dan monitoring terhadap aplikasi tata kelola perusahaan untuk memberikan masukan kepada Dewan Komisaris untuk mengoptimalkan kinerja Perusahaan. Sekretaris Perusahaan Sekretaris Perusahaan mempunyai tugas dalam operasional perusahaan agar perusahaan dapat berjalan sesuai dengan Anggaran Dasar dan RumahTangga Perusahaan, baik secara internal maupun external. Adapun tugas yang dilaksanakan oleh Sekretaris perusahaan antara lain: 1. Mengkoordinasikan rapat-rapat Dewan Komisaris dan Direksi 2. Menyelenggarakan RUPS dan RUPSLB jika diperlukan dan bersifat mendesak 3. Menertibkan administrasi Perusahaan 4. Memantau daftar pemegang saham 5. Menjadi wakil perusahaan untuk mengotoritasi pasar modal dan bursa efek Indonesia dan Bapepam. Members of the Board of Directors assists the President to describe and propose working program in supporting the objectives of the Company in accordance with its responsibilities, coordinated with other members of the Board of Directors to achieve an optimal goal. Performing its duties, the Board of Directors are limited by the Articles of Association so there is no overlapping of functions in the implementation. Periodically, the Board of Directors is always improving their competence by attending programs to improve capability in support of company goals and problems to be faced, including an increase in the field of risk management, information technology, utilization and development of organizational resources. Audit Committee The Audit Committee assists the Board of Commissioners in overseeing the company's operational activities and provide recommendations on issues relating to the financial statements and company s operation. In addition to internal control and audit process to ensure consistency of the company against the rules and laws that apply, and ensure the company continued its good corporate governance. The Audit Committee consists of a chairman and two committee members who are competent and experienced in managing companies in finance / accounting audit. During the year 2010 the Audit Committee assess and monitor the application of corporate governance to provide input to the Board of Commissioners to optimize the performance of the Company. Corporate Secretary The Corporate Secretary has a duty in the company's operations for the company to run in accordance with the Company's Articles of Association and households, both internal and external. The tasks performed by the Secretary of the company include: 1. Coordinate meetings of the Board of Commissioners and Directors 2. Conducts AGM and EGM if necessary and urgent 3. Curb corporate administration 4. Monitor the register of shareholders 5. Being a company representative to mengotoritasi capital markets and stock exchanges of Indonesia and Bapepam. 29
36 32 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Laporan Tahunan 2010 REVISI : 29 APRIL Menjalin hubungan yang baik dengan pemegang saham, media, analis pasar modal, dan pihak eksternal yang masih berhubungan dengan dunia bursa saham dan analis public. 7. Mengawasi jalannya tata kelola perusahaan dan mengevaluasi semua peraturan dan kebijakan perusahaan. 8. Mencari alternative pendanaan dari pasar modal untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan. 9. Mensosialisasikan informasi mengenai programprogram perusahaan kepada semua unsur dalam struktur perusahaan sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing. 10. Memantau pergerakan saham dan unsur-unsur yang mempengaruhinya termasuk perubahan perundangundangan. Dalam pelaksanaan tata kelola perusahaan, sekretaris perusahaan menerapkan standar tata kelola perusahaan yang baik Good Corporate Governance (GCG) di Perseroan dengan mengutamakan pemberian kemudahan akses bagi stakeholders dalam memperoleh informasi usaha, kinerja dan kegiatan korporasi perusahaan. Fungsi-fungsi GCG yang tengah dilaksanakan selalu dalam pengembangan antara lain: 1. Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham dan penyusunan Laporan Tahunan Perusahaan sesuai dengan peraturan BAPEPAM Ni. VIII.G.2 dan Keputusan Ketua BAPEPAM dan LK No. KEP- 134/BL/2006 tanggal 7 Desember 2006 serta otoritas bursa. 2. Menyiapkan metode yang informative mengenai perkembangan perusahaan untuk kepentingan investor, bursa serta internal perusahaan. 3. Bertanggung jawab memelihara citra perusahaan melalui berbagai kegiatan kehumasan. Manajemen Resiko Dalam hal mengelola resiko yang diprediksi terjadi maka Direksi dibantu oleh Komite Audit menyiapkan kebijakan manajemen resiko dengan melaksanakan, mengawasi penerapan manajemen resiko tersebut dan memastikan bahwa resiko dari setiap keputusan manajemen perusahaan dapat terkendali dengan baik. Selain itu perlu selalu mengkaji proses manajemen resiko yang telah berjalan, membuat laporan kemajuan atas penyelesaian resiko, menyiapkan mitigasi dari setiap permasalahn perusahaan dan selanjutnya memberikan laporan dan masukan kepada Dewan Komisaris. 6. Maintain good relationships with shareholders, media, capital market analysts, and external parties as it relates to world stock markets and public analysts. 7. Overseeing the corporate governance and evaluate all laws and company policies. 8. Looking for alternative financing from capital markets to support the operational activities of the company. 9. Disseminating information about programs the company to all elements within the company structure in accordance with their respective responsibilities. 10. Monitor the movement of stock and the elements that influence it, including changes in legislation. In the implementation of corporate governance, corporate secretary apply the standards of good corporate governance "Good Corporate Governance" (GCG) in the Company by giving priority to providing easy access for stakeholders in obtaining business information, company performance and corporate activities. GCG functions being carried out always in development include: 1. Implementation of the General Meeting of Shareholders and the preparation of the Annual Report of the Company in accordance with regulations BAPEPAM Ni. VIII.G.2 and Decision of the Chairman of Bapepam and LK No. KEP- 134/BL/2006 December 7, 2006 and stock exchange authorities. 2. Prepare an informative method of corporate development for the benefit of investors, as well as internal company stock. 3. Responsible for maintaining the company image through public relations activities. Risk Management In terms of managing risk is predicted to occur then the Board of Directors is assisted by the Audit Committee prepares to implement risk management policies, oversee implementation of risk management and ensure that the risk of corporate management decisions can be well controlled. Also need to always assess the risk management process that is already running, make a progress report on settlement risk, prepare mitigation of each permasalahn company and subsequently provide a report and recommendations to the Board of Commissioners. 30
37 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Report 2010 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 33 Asuransi Ase Asse Insurance Untuk memberikan perlindungan terhadap asset perusahaan yang penting, maka perusahaan mengasuransikan asset penting untuk meminimasi depresiasi tak terduga akibat bencana yang mungkin terjadi Tanggung awa Sosia Perusahaan Kepedulian Perseroan kepada masyarakat dan lingkungan ditunjukkan dengan melakukan kegiatan sosial antara lain: 1. Pembagian hewan kurban secara rutin. 2. Bantuan untuk warga yang kurang mampu (yatim piatu dan orang jompo). Perseroan terus melaksanakan program-program tanggung jawab sosialnya secara berkesinambungan dengan melibatkan para pemangku kepentingan. Pengeluaran Perseroan dalam program tanggung jawab sosial pada tahun 2010 sejumlah Rp ,- yang dialokasikan untuk program-program dan bantuan sosial untuk masyarakat di sekitar daerah operasi. To provide protection against an important company asset, the asset company insure it is important to minimize the depreciation of the unexpected disaster that may occur Corpora e Socia Responsi i i y Company s awareness towards the commmunity s wellbeing was realized through its many activities to provide social assistance, some of which were: 1. Distributing of sacrificial kurban meat on regular basis. 2. Providing aid to the needy (orphans and the elderly). The Company will continue to carry out and maintain its corporate social responsibility programs by actively involving stakeholders. In 2010, the Company allocated Rp ,- to programs and provides social assistance to communities surrounding operation area. ese ama an eseha an erja dan Penge o aan Ling ungan Untuk menunjang kelancaran operasional perusahaan, perusahaan berpedoman kepada standart Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang digariskan dalam industry migas, dan secara berkala perusahaan mengevaluasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya kepada karyawan. Penerapan K3 kepada anak perusahaan sudah didelegasikan dalam operasional anak perusahaan tersebut sesuai dengan bidang usahanya. ea h Sa e y and En ironmen SE To support the smooth operation of the company, the company guided to the standard Health, Safety and Environment are outlined in the oil and gas industry, and companies regularly evaluate and improve health services, especially to employees. Application of HSE has been delegated to a subsidiary in the operations of those subsidiaries in accordance with its business. 31
38 34 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Laporan Tahunan 2010 REVISI : 29 APRIL 2011 Dalam pengelolaan lingkungan, baik induk perusahaan maupun anak perusahaan selalu memberikan sumbangsih yang besar dalam pengelolaan lingkungan. Hal ini berkaitan dengan meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam bekerja. Tata letak peralatan penunjang pekerjaan diatur sedemikian rupa sehingga mempermudah proses operasional perusahaan. Dalam hal pengelolaan lingkungan diluar perusahaan, perusahaan selalu merespon baik atas permasalahan dan mengantisipasi permasalahan diluar lokasi pekerjaan dan berperan aktif dalam pelestarian lingkungan baik di internal perusahaan maupun dalam hubungan dengan masyarakat. Tujuan penerapan mitigasi dibidang lingkungan hidup, kesehatan dan sistem manajemen keamanan kerja adalah menerapkan peraturan keselamatan kerja /regulasi yang berlaku di Indonesia, dan standard IFC. Mengontrol manajemen resiko, meminimasi dampak perusahaan terhadap lingkungan, menerapkan sistem keselamatan pekerja, dan bertahap dan berkesinambungan meningkatkan kelestarian lingkungan, peningkatan kesehatan, dan peningkatan keselamatan kerja. In environment management, both parent companies and their subsidiaries always contribute a major in environmental management. This is related to increased security and convenience in working. The layout of the work supporting equipment arranged in such a way as to facilitate the operational processes of the company. In terms of environmental management beyond the enterprise, the company always responded well to the problems and anticipate problems outside of work and play an active role in environmental conservation in both the internal as well as in relations with the community. The purpose of the application of mitigation in the field of environment, health and safety management system is to apply safety rules and regulations applicable in Indonesia, and the IFC standard. Controlling risk management, minimize the impact of the environment, implementing worker safety system, and gradually and continuously improve environmental sustainability, health improvement, and increased safety SIGNIFICANT EVENTS 5 Januari 2010 RUPLSB RAJA Perseroan mengadakan RUPSLB yang memutuskan antara lain: 1. Pembatalan Penawaran UmumTerbatas II kepada pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Telebih Dahulu (HMETD) sebanyakbanyaknya Saham Biasa Atas Nama; 2. Pembatalan rencana Perseroan melakukan Akuisisi PT Gelar Karya Raya & PT Baratama Mutiara Pertiwi yang bergerak dibidang pertambangan timah; 3. Pembatalan perubahan Pasal 3 Maksud dan Tujuan dari Anggaran Dasar Perseroan; 4. Pembatalan Peningkatan Modal Dasar Perseroan; dan 5. Perubahan susunan Direksi dan Komisaris. Sebagaimana dituangkan dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Rukun Raharja Tbk No. 01 tanggal 5 Januari 2010, dibuat oleh Nyonya Poerbaningsih Adi Warsito SH, Notaris di Jakarta. 5 January 2010 EGMS of RAJA The Company held EGMS to approved the following: 1. Cancellation the Limited Public Offering II to he shareholders in the framework of the issuance rights issue as much as registered shares; 2. Cancellation of the acquisition of PT Gelar Karya Raya & PT Baratama Mutiara Pertiwi with the line of business in tin mining; 3. Cancellation of the changes of Article 3 Purposes and Objectives of the Articles of Association of the Company; 4. Cancellation of the increase of the Authorized Capital of the Company; 5. Change of the composition of the Board Directors and the Board of Commissioner. As stated in Deed Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Rukun Raharja Tbk No. 01 dated 5 January 2010, made by Mrs. Poerbaningsih Adi Warsito SH., Notary in Jakarta. 32
39 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Report 2010 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Juni 2010 RUPST dan RUPLSB RAJA 24 June 2010 AGMS and EGMS of RAJA Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Rukun Raharja Tbk No. 15 dan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Rukun Raharja Tbk No. 16 keduanya tertanggal 24 Juni 2010, dibuat oleh Rini Yulianti SH, Notaris di Jakarta, memutuskan antara lain sebagai berikut: RUPST Persetujuan Laporan Tahunan Direksi, Laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris dan pengesahan Neraca serta Laporan Laba Rugi Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009; Penetapan penggunaan laba tahun buku 2009; Penetapan remunerasi Direksi & honorarium Komisaris; Penunjukan akuntan publik independen untuk mengaudit pembukuan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010; Perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris. RUPSLB Persetujuan atas rencana pengambilalihan 99,98% saham PT Triguna Internusa Pratama dan 99,99% saham PT. Panji Raya Alamindo dengan jumlah total transaksi sebesar Rp ,- dimana pembayaran dilakukan dengan menerbitkan surat promes. Persetujuan perubahan kegiatan utama Perseroan dengan mengubah ketentuan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. 27 Oktober 2010 Akuisisi RAJA atas 99,99% saham PT Panji Raya Alamindo dan 99,98% saham PT Triguna Internusa Pratama efektif berlaku berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 20, No. 21 dan No. 22 seluruhnya tertanggal 27 Oktober 2010, dibuat dihadapan B. Andy Widyanto SH, Notaris di Jakarta. Diterbitkannya Surat Sanggup No. 001 dengan nilai nominal Rp kepada PT Odira Energy Buana, Surat Sanggup No. 002 dengan nilai nominal Rp ,- kepada Tuan Hapsoro dan Surat Sanggup No. 003 dengan nilai nominal Rp ,- kepada Tuan Hapsoro.. Based on Deed Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Rukun Raharja Tbk No. 16 dated 24 June 2010, made by Rini Yulianti SH, Notary in Jakarta, approved as follows: AGMS Approval of the Annual Report of the Board of Directors, Report of supervisory duty of the Board of Commissioners and approval of the balance sheet and profit and loss statement of the Company for the year end on 31 December 2009 Stipulation for proceeeds of profits financial year 2009; Stipulation of the remuneration of the Board for Directors and honorarium for the Board of Commissioners; Appointment of independent public accountant for the audit of the Company fo the financial year end on 31 December 2010; Change of the composition of the member of the Board of Directors and the Board of Commissioners. EGMS Approval for the acquisition of 99,98% shares in PT Triguna Internusa Pratama and 99,99% shares in PT Panji Raya Alamindo with total amount of transaction RP ,- whereby the payment shall be done by the issuance of the promissory notes. Approval for the change of the core business of the Company by changing the Articles 3 of the Articles of Association of the Company. October 27, 2010 Acquisition by RAJA of 99,99% shares in PT Panji Raya Alamindo and 99,98% shares in PT Triguna Internusa Pratama has been effective based on Deed of Sale and Purchase of Shares No. 20, No. 21 and No. 22 all of them dated 27 October 2010, passed before B. Andy Widyanto SH, Notary in Jakarta. Issuance of Promissory Notes No. 001 with nominal value Rp to PT Odira Energy Buana, Promissory Notes No. 002 with nominal value Rp ,- to Mr. Hapsoro and Promissory Notes No. 003 with nominal value Rp ,- to Mr. Hapsoro. 33
40 36 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Laporan Tahunan 2010 REVISI : 29 APRIL 2011 SHAREHOLDERS Komposisi Kepemilikan Saham Perseroan per 31 Desember 2010 dari Saham yang ditempatkan dan disetor Penuh : The Shareholders Composition as of 31 December 2010 from the issued and fully paid up capital : Pemegang Saham Jumlah Saham Shares Kepemilikan Ownership Shareholder Pemodal Dalam Negeri (Nasional) Local Perseroan Terbatas 8,651, % Limited Liability Company Perorangan 164,943, % Individual Dana Pensiun % Pension Fund Yayasan % Foundations Koperasi % Cooperation Subtotal 173,595, % Sub total Pemodal Asing Foreign Perseorangan 9, % Individual Badan Usaha Asing 505,908, % Foreign Business Entities Subtotal 505,918, % Sub Total TOTAL 679,513, % TOTAL Kepemilikan Saham Yang Mencapai 5% Atau Lebih Per 31 Desember 2010 : Shares ownership reach by 5% or more as of 31 December 2010 Pemegang Saham/ Shareholder Jumlah Saham Shares Kepemilikan Ownership Blackgold Resources Limited % Sunmax Enterprise Limited % Suntech Group Holdings Limited % Subtotal % Masyarakat / Public % TOTAL % Kepemilikan Saham Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris per 31 Desember 2010 Shares ownership by Directors and Commissioners as of 31 December 2010 Nama Name Jabatan Position Jumlah Saham Shares Kepemilikan Ownership Dewan Komisaris / Board of Commisioner Hapsoro Komisaris Utama % Farouk Rais Komisaris % Ricardo Suhendra Wirjawan Komisaris % Muhamad Senang Sembiring Komisaris % Dewan Direksi / Board of Director Budiman Parhusip Direktur Utama % Priyo Saryanto Direktur % Brodjonegoro Aminzar Rifky Zarkoni Direktur % Ifiandiaz Nazsir Direktur % TOTAL % 34
41 Annual Report 2010 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 37 REVISI : 29 APRIL 2011 PUBLIC LISTING JOURNEY Pada Tanggal 31 Desember 2002, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan surat Nomor S-2699/PM/2002 untuk melakukan penawaran umum saham Perusahaan kepada masyarakat sejumlah lembar saham disertai dengan waran sebanyak lembar waran yang diberikan secara cuma-cuma. Setiap pemegang satu waran berhak membeli satu saham Perusahaan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 110 per saham. Pembelian dapat dilakukan selama masa pelaksanaan yaitu mulai tanggal 22 Januari 2003 sampai dengan 22 Januari Bila waran tidak dilaksanakan sampai dengan masa berlaku habis, maka waran tersebut menjadi kadaluarsa. Seluruh saham tersebut telah dicatat di Bursa Efek Surabaya tanggal 22 Januari Pada tanggal 28 Juni 2005, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan surat Nomor : S1697/PM/2005 untuk melakukan penawaran umum terbatas I kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak - banyaknya Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham, dengan ketentuan setiap pemegang 4 (empat) saham lama berhak atas 5 (lima) HMETD untuk membeli 5 (lima) saham baru. Jumlah saham hasil penawaran umum terbatas I adalah sebanyak lembar. Lembaga dan Profesi Penunjang penawaran saham perdana PT Rukun Raharja, Tbk diantaranya adalah : On December 31, 2002, the Company obtained the eefective statement approval from the Chairman of the Capital Market Supervisory Board (Bapepam) on its letter No. S-2699/PM/2002 to do public offering of its shares of 120,000,000 shares along with warrants as much as shares of warrants allotted free of charge. Each holder of a warrant is entitled to purchase one share of the Company with an exercise price of Rp 110 per share. Purchases can be made during the execution period starting on 22 January 2003 until 22 January If the warrants are not exercised until the period of validity expires, the warrants shall be expired. All shares have been listed on the Surabaya Stock Exchange since 22 January On June 28, 2005, the Company obtained the effective statement approval from the Chairman of the Capital Market Supervisory Board (Bapepam) on its letter No: S1697/PM/2005 to do Right Issue I to the shareholders in the framework of the issuance of Preemptive Rights (ER) as much as 467,500,000 registered ordinary shares with a nominal value of Rp100 per share, provided that each holder of 4 (four) old shares are entitled to 5 (five) pre-emptive rights to purchase 5 (five) new shares. The number of shares of public offering I was as much as 362,718,750 shares. Institutions and Professions supporting the capital market are: Penjamin Pelaksana Emisi Efek Penjamin Emisi Efek Auditor Independen Appraisal Konsultan Hukum Biro Administrasi Efek Notaris : : : : : : : PT United Capital Indonesia Tbk PT General Capital Indonesia KAP. Drs. Safril Nahar & Rekan PT Tetra Hedra Ekatama Nugroho Tri Jatmiko & Associates PT Ficomido Registrar Ny. Purbaningsih Adi W. S.H. : : : : : : : Lead Underwriter Underwriter Independent Auditor Appraiser Legal Advisor Share s Administarion Notary Pada tanggal 19 Oktober 2005 melalui surat No. RRJDU/19.24/X/2005 PT.Rukun Raharja, Tbk mengirimkan surat Permohonan Pencatatan Saham beserta dokumen pelengkapnya kepada Bursa Efek Jakarta. Bursa Efek Jakarta tanggal 21 Maret 2006 memberikan Surat Persetujuan Pencatatan Efek kepada PT. Rukun Raharja, Tbk melalui Surat No. S-0194/BEJ- PSJJ dan diumumkan oleh Bursa Efek Jakarta melalui surat No. Peng-329/BEJ-PSJ/PJ tanggal 18 April 2006 bahwa saham PT. Rukun Raharja, Tbk telah tercatat di papan pengembang dengan efek yang dicatatkan sebanyak saham. On October 19, 2005 through the letter No. RRJDU/19.24/X/2005 PT.Rukun Raharja, sent a letter of application and its supporting document for listing the shares to Jakarta Stock Exchange. On March 21, 2006 Jakarta Stock Exchange gave approval letter of share listing to PT. Rukun Raharja Tbk., through its letter No. S -0194/BEJ-PSJJ and announced by Jakarta Stock Exchangr through letter No. Peng- 329/BEJ-PSJ/PJ April 18, 2006 that shares of PT. Rukun Raharja, has been listed in the amount of 679,513,750 shares. 35
42 38 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan REVISI : 29 APRIL 2011 MANAGEMENT DISC USSION AND ANALYSIS RAJA melaporkan laba bersih sebesar Rp 925,19 juta di tahun 2010 atau meningkat sebesar 601% di bandingkan laba bersih tahun Pembahasan dan analisa berikut mengacu pada Laporan K euangan K onsolidasian RAJA untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 D esember 2010 dan 2009 yang disajikan dalam buku Laporan Tahunan ini. Laporan K euangan tahun 2010 telah diterbitkan kembali sehubungan dengan adanya perubahan penyajian hasil usaha perusahaan yang diakuisisi dalam laba rugi konsolidasi. Laporan K euangan tahun 2010 telah diaudit oleh K antor Akuntan Publik Rama W endra dan Rekan. RAJA reported net income of Rp 925,19 million in 2010 which is an increase of 601% compared to net income The following discussion and analysis refers to the Consolidated F inancial Statements RAJA for the years ended D ecember 31, 2010 and 2009 which are presented in this Annual Report. F inancial Statements for 2010 have been reissued in connection with changes in reporting method of acquired subsidiaries income in consolidated statement of income. F inancial Statements for 2010 have been audited by Registered Public Accountant Rama W endra & Co. Informasi keuangan tahun 2009 dari laporan keuangan Anak Perusahaan (jika ada) yang disajikan dibawah ini, kecuali untuk informasi keuangan PT Cahya Saguna Niketana, disajikan hanya untuk tujuan perbandingan dengan proforma keuangan tahun 2010 dan bukan merupakan bagian dari laporan konsolidasian RAJA per 31 D esember Informasi keuangan tahun 2009 yang disajikan merupakan bagian dari laporan keuangan anak perusahaan yang telah diaudit. The Subsidiaries financial information for the year 2009 (if any) which are presented below, except for PT Cahya Saguna Niketana financial information, is presented as a comparision to financial information of the year 2010 and is not an integral part of RAJA consolidated financial statement as of D ecember 31, The financial information for the year 2009 presented below is integral part of subsidiaries s financial statements that have been audited Ki ne rja Ke uang an (dalam miliar Rupiah) F inancial Performance (in Billion Rupiah) Ki ne rja Op e ras i o nal Operation Performance K KETERANGAN (% ) REMARKS Pendapatan 154,19 14,86 938% Revenues Laba otor 24,74 2,30 976% Gross Profit Laba Usaha 8,20 (1,01) 712% Income from Operations Laba Bersih 0,92 0,13 608% Net Income EBITD A 20,81 5,68 267% EBITD A Laba Bersih per Saham 1,36 0,19 616% Earning Per Share K KETERANGAN (% ) REMARKS Volume Penjualan Sales Volume Perdagangan gas bumi Natural gas trading (MMscf) (MMscf) Transmisi gas (MMscf) Gas Transmission (MMscf) ompresi gas (MMscf) Gas compression (MMscf) Perdagangan elpiji (ton) LPG' s Trading Bongkar muat peti kemas (kontainer) 15,37 14,86 3,4% Stevedoring Pe nd ap at an Re v e nue Pendapatan RAJA pada tahun 2010 mengalami peningkatan drastis dengan terkonsolidasinya pendapatan PT Panji Raya Alamindo dan PT Triguna Internusa Pratama yang diakuisisi pada akhir Oktober D ari pendapatan sebesar Rp 154,19 miliar sebanyak 80,13% merupakan hasil dari penjualan gas bumi. RAJA revenues in 2010 have significantly increased due to revenue consolidation of PT Panji Raya Alamindo and PT Triguna Internusa Pratama which were acquired in October % of revenues of Rp billions in year of 2010 earned from natural gas business.
43 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 39 D t e alam miliar rupiah Expressed in Billiion Rupiah To t al Pe nd ap at an * To al Re v nue Penjualan gas bumi 113,14 - Natural gas Trading Penjualan dan aktivitas usaha lainnya terkait elpiji 16,18 - LPG' s Trading and related business activities Pendapatan kompresi gas 5,72 - Gas compression Pendapatan transportasi gas 3,33 - Gas transportation Jasa Bongkat Muat dan penumpukan peti kemas 15,37 14,86 Stevedoring Jasa manajemen 0,45 - Management fee Jum l ah 1 5 4, , 8 6 To t al * disajikan kembali * restated 4,05% 2,36% 1,94% 0,06% Penjualan gas bumi N atu r al G as T r adi n g 11,46% Penjualan dan aktivitas usaha lainnya terkait elpiji L P G ' s T r adi n g & r el ated b u si n ess Pendapatan kompresi gas G as C o m p r essi o n 80,13% K omposisi Pendapatan 2010 C o m p o si ti o n o f Rev en u es Pendapatan transportasi gas G as T r an sp o r tati o n Jasa Bongkat Muat dan penumpukan peti kemas S tev edo o r i n g Jasa manajemen M an ag em en t F ee Perbandingan pendapatan tahun 2010 untuk dan 2009 untuk periode 12 bulan berdasarkan proforma laporan keuangan konsolidasian dengan penerapan retrospektif atas akuisisi PRA dan TIP adalah sebagai berikut : Revenues comparison between 2010 and 2009 for 12 months based on proforma figures of consolidated financial statement as if acquisition PRA & TIP is applied retrocpectively are as follows: D t e alam miliar rupiah Expressed in Billiion Rupiah To t al Pe nd ap at an * * To al Re v nue Perdagangan gas bumi 635,30 638,75 Natural gas trading Penjualan dan aktivitas usaha lainnya terkait elpiji 90,88 140,99 LPG' s trading and related business activities Pendapatan kompresi gas 32,13 - Gas compression Pendapatan transportasi gas 18,67 20,17 Gas transportation Jasa Bongkat Muat dan penumpukan peti kemas 15,37 14,86 Stevedooring Jasa manajemen 0,45 - Management fee Jum l ah 7 9 2, , 7 8 To t al * angka proforma konsolidasian atas penerapan retrospektif atas akuisisi PRA dan TIP * Consolidated proforma figures as if retrocpectively acquisition PRA & TIP is applied
44 40 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Laporan Tahunan 2010 REVISI : 29 APRIL 2011 Proforma pendapatan RAJA pada tahun 2010 jika dibandingkan angka proforma dari laporan anak perusahaan sebelum diakuisisi tahun 2009 adalah sedikit menurun akibat depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar sebesar 5,7%, penurunan penjualan elpiji dan aktivitas usaha terkait sebesar Rp 50,11 miliar atau turun sebesar 35,5% dan penurunan pendapatan transmisi gas sebesar Rp 1,5 miliar atau turun sebesar 7,4% RAJA proforma revenue in 2010 compared to 2009 proforma figures of subsidiaries prior to the acquisition was slightly decreased due to depreciation of rupiah against the U.S. Dollar by 5.7%, a decrease of Rp billions in sales of LPG and related business activities, or down by 35.5 % and a decrease of Rp 1.5 billions in gas transmission revenues, or down by 7.4%. Dalam miliar rupiah Expressed in Billiion Rupiah Perdagangan Gas Bumi 2010* 2009* Natural Gas Trading Nilai Penjualan (Rp miliar) 635,30 638,75 Sales amount (Rp Billion) Nilai Penjualan (USD juta) 69,70 66,11 Sales amount (USD Million) Rata-rata nilai tukar Rp thd 1 USD Average exchange rate IDR to USD Volume penjualan (MMscf) Sales Volume (Mscf) Rata harga jual (USD / Mscf) 5,01 4,67 Average Sales Price (USD / Mscf) * angka proforma konsolidasian atas penerapan retrospektif atas akuisisi PRA dan TIP * Consolidated proforma figures as if retrocpectively acquisition PRA & TIP is applied Penurunan volume penjualan gas alam sebesar 1,7 % telah diantisipasi dengan menaikkan harga jual rata-rata gas per Mscf dari USD 4,67 menjadi USD 5,01. Hasilnya jumlah pendapatan dalam USD naik sebesar 5,4%. Namun akibat depresiasi dalam nilai tukar rupiah terhadap dolar sebesar 5,7 % mengakibatkan terjadi penurunan jumlah penjualan gas sebesar Rp 3,45 miliar atau turun sebesar 0,5.% The decrease in sales volume of natural gas by 1.7% had been anticipated by increasing the average selling price of gas per Mscf from USD 4.67 to USD The result is the amount of revenue in USD increased by 5.4%. However, due to depreciation in Rupiah against US Dollar by 5.7% resulting in a decline in total gas sales of Rp 3.45 billion, down by 0.5.% Dalam miliar rupiah Expressed in Billiion Rupiah Perdagangan elpiji dan aktivitas terkait 2010* 2009* LPG's trading and related activities Nilai penjualan (Rp miliar) 67,29 105,29 Sales amount (Rp Billion) Pendapatan pengisian (Rp miliar) 90,88 35,70 Filling Fee (Rp Billion) Volume penjualan (Ton) Sales volume (Tons) Volume pengisian (Ton) 72,67 86,98 Filling volume (Tons) Harga jual rata (Rp/kg) Average Sales Price (Rp/kg) * angka proforma konsolidasian atas penerapan retrospektif atas akuisisi PRA dan TIP * Consolidated proforma figures as if retrocpectively acquisition PRA & TIP is applied Sejak Juni tahun 2010, SNB dan anak perusahaan mengalami penurunan produksi dan penjualan dari elpiji tabung 3 kg akibat dari terbitnya peraturan mengenai batas akhir pemisahan sarana dan fasiltas pengisian (sarfas) elpiji tabung 3 kg yang bersubsidi terhadap elpiji yang non subsidi serta pengaturan badan usaha yang dapat melakukan distribusinya. Hal tersebut telah mengakibatkan penurunan pendapatan 2010 dari perdagangan elpiji dan akitifitas usaha terkait sebesar 35,5%. Volume penjualan elpiji dan pengisian elpiji pada tahun 2010 mengalami penurunan masing-masing sebesar 48,5% dan 16,4%. Harga jual rata-rata elpiji per kg naik sebesar 1,3% atau naik dari Rp menjadi Rp Since June of 2010, SNB and its subsidiaries has decrease production and sales of 3 kg LPG cylinders as a result of enactment of regulation on separation of subsidized and non subsidized LPG infrastructure as well as setting a business entity to perform its distribution. This has resulted in decline in 2010 revenues of LPG trading and related businesses of 35.5%. Sales volumes of LPG and LPG filling in 2010 has decreased by 48.5% and 16.4% respectively. The average selling price of LPG per kg increased by 1.3% or increased from Rp 5,674 to Rp 5,750.
45 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 41 Trans p o rt as i d an Ko m p re s i g as * * Gas Trans p o rt at i o n and C o m p re s s i o n F F F F F F Toll ee Transportasi Gas (Rp miliar) 18,67 20,17 Gas Transportation ee (Rp Billion) Toll ee Transportasi gas (USD juta) 2,04 1,90 Gas Transmission ee (USD Million) Toll ee kompresi gas (Rp miliar) 32,13 - Gas Compression ee (Rp Billion) Volume Transportasi (MMscf) Transportation Volume (MMscf) Volume K ompresi (MMscf) Compression Volume (MMscf) * angka proforma konsolidasian atas penerapan retrospektif atas akuisisi PRA dan TIP * Consolidated proforma figures as if retrocpectively acquisition PRA & TIP is applied K enaikan volume gas yang ditransmisikan melalui pipa TIP sebesar 5,6% telah menambah pendapatan transmisi sebesar 6,9%, namun akibat depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang turun sebesar 5,7% mengakibatkan pendapatan transmisi gas mengalami penurunan sebesar 7,4%. D isisi lain dengan telah beroperasinya 3 unit mesin kompresi gas untuk memasok kebutuhan gas PLN Cilegon memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan pendapatan TIP sebesar 252%. Jasa bongkar muat petikemas CSN untuk tahun 2010 adalah sebanyak petikemas, mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun 2009 sebanyak petikemas. Be ban Po ko k Pe nd ap at an The increase of 5.6% of gas volume transported through TIP s pipeline added revenues by 6.9%, however due to the depreciation of the Rupiah against the US D ollar by 5.7%, resulting in gas transportation revenues decreased by 7.4%. On the other hand with the comencement of 3 units of gas compression to supply gas to PLN Cilegon, resulting in a major contribution to the increase of the revenue by 252%. CSN stevedoring volume in 2010 is 56,535 containers, a slight increase compared to the year 2009 which was 54,888 containers. C o s t o f Re v e nue Beban Pokok Pendapatan di tahun 2010 terutama terdiri dari beban pembelian gas dari para pemasok sebesar Rp 90,95 Miliar dan beban distribusi dan transportasi gas sebesar Rp. 19,22 Miliar yang memberikan kontribusi sebesar 85,12% dari total beban pokok pendapatan. Cost of Revenue in the year 2010, which primarily consist of cost of gas purchased of Rp billion and cost of gas transportation and distribution of Rp billion, which contributed 85.12% of the total cost of revenue. D C o s t o f e alam miliar rupiah Expressed in Billiion Rupiah Be ban Po ko k Pe nd ap at an * Re v nue r r c h D i b o n o r o n & Pembelian gas 90,95 - N atu al G as P u ase istribusi dan tranportasi gas 19,22 - G as di str u ti an d tr an sp tati Pengisian, transportasi dan re-sertifikasi elp 2,50 - LPG' s filling, tranportation and re-certification Beban transportasi dan kompresi gas 3,20 - Gas transportation compression Bongkat muat peti kemas 13,57 12,57 Stevedoring Jum l ah 1 2 9, , 5 7 To t al
46 42 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan REVISI : 29 APRIL ,93% 14,85% 2,47% 10,48% Pembelian gas D istribusi dan tranportasi gas 70,27% Pengisian, transportasi dan resertifikasi elpiji Beban transportasi dan kompresi gas K omposisi Beban Pokok Pendapatan C o st o f Rev en u Ces o m p o si ti o n Bongkat muat peti kemas Perbandingan proforma beban pokok pendapatan tahun 2010 dan 2009 berdasarkan laporan proforma keuangan masing-masing anak perusahaan adalah sebagai berikut: Comparison of proforma cost of revenues in 2010 and 2009 based on proforma Subsidiaries financial statements is as follows: D C o s t o f e D alam miliar rupiah Expressed in Billiion Rupiah Be ban Po ko k Pe nd ap at an * * Re v nue Pembelian gas 477,72 546,18 Gas Purchase istribusi dan tranportasi gas 107,94 92,34 Gas distribution and transportation Pengisian, transportasi dan re-sertifikasi elpiji 14,06 14,65 LPG' s filling, tranportation and re-certification & Beban transportasi dan kompresi gas 17,96 2,27 Gas transportation compression Bongkat muat peti kemas 13,57 12,57 Stevedoring Jum l ah 6 3 1, , 0 1 To t al * angka proforma konsolidasian atas penerapan retrospektif atas akuisisi PRA dan TIP * Consolidated proforma figures as if retrocpectively acquisition PRA & TIP is applied Beban pokok pendapatan RAJA pada tahun 2010 jika dibandingkan angka proforma dari laporan anak perusahaan sebelum diakuisisi tahun 2009 mengalami penurunan yang sebagian besar diakibatkan dari turunnya volume pembelian elpiji sebesar 48,5% akibat peraturan tentang pemisahan distribusi elpiji bersubsidi dengan non subsidi. RAJA Cost of revenues in 2010 compared to 2009 consolidated proforma figures of subsidiaries (prior to the acquisition) decreased mainly due to the decrease in volume of LPG purchased by 48.5% due to enactment of regulation on separation of subsidiz ed and non subsidiz ed LPG distribution. Beban pembelian gas bumi mengalami kenaikan 5,3% akibat kenaikan harga beli gas rata-rata sebesar USD 0,3 / Mscf. Cost of Natural gas purchased increased by 5.3% due to the increase of gas price from suppliers by an average of USD 0.3 / Mscf. l e l / o e m o l i e Pe m be l i an g as Vo um Ni ai Am unt Gas Purc has * * Pe as k USD ' 000 USD ' 000 Sup r Gas Bumi (MMscf) (MMscf) Natural Gas Pertamina 5.799, ,79 (8,0) , ,64 (2,6) Pertamina ConocoPhilips 5.453, ,50 1, , ,17 5,9 ConocoPhilips Odira Energy Persada 1.767, ,74 (1,8) 8.012, ,05 27,1 Odira Energy Persada Lain-lain 138,50 216,70 (36,1) 943, ,75 (13,6) Others Jum l ah , , 7 3 (3, 8 ) , , 6 1 5, 3 Ot he rs Elpiji (Ton) (Tons) LPG Pertamina 9.562, ,91 (48,5) 7.156, ,38 (32,2) Pertamina
47 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Report 2010 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 43 Laba Kotor Gross Profit Laba kotor Raja pada tahun 2010 meningkat secara signifikan sebesar Rp. 24,74 Miliar, dibandingkan tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp. 2,30 Miliar. Namun jika dibandingkan angka proforma laba kotor dari laporan anak perusahaan sebelum diakuisisi tahun 2009 terjadi penurunan laba kotor, sekitar 87,34%. Penurunan tersebut diakibatkan karena penurunan rasio margin kotor dari 22,7% menjadi 16,05% sebagai dampak kenaikan harga beli rata-rata gas bumi. Beban Usaha Beban Usaha Raja pada tahun 2010 mengalami peningkatan dari Rp 3,31 miliar menjadi Rp. 16,53 miliar jika dibandingkan angka proforma dari laporan anak perusahaan sebelum diakuisisi tahun Namun jumlah tersebut adalah lebih rendah 75,67% jika dibandingkan dengan beban usaha proforma Laba Usaha Laba Usaha Raja 2010 sebesar Rp 8,20 miliar, mengalami peningkatan signifikan dibanding angka proforma dari laporan anak perusahaan sebelum diakuisisi tahun 2009 yang merugi sebesar Rp 1,01 miliar. Pendapatan (Beban) Lain-lain-Bersih Beban Lain-Lain bersih tahun 2010 adalah sebesar Rp 2,16 miliar, naik dibandingkan tahun 2009 yang membukukan pendapatan lain-lain bersih sebesar Rp 1,27 miliar. Kondisi ini timbul akibat dari diakuinya beban bunga dari anak perusahaan yang diakuisisi pada tahun berjalan sebesar Rp. 6,60 miliar serta beban provisi atas penerbitan SBLC kepada ConocoPhilips sebesar Rp. 563,73 Juta. Laba Bersih Laba bersih Perseroan pada akhir tahun 2010 adalah sebesar Rp. 925,19 Juta mengalami kenaikan sebesar 601% dibandingkan dengan laba bersih tahun 2009 yang mencapai Rp. 132,01 Juta. Hak Minoritas atas Laba Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi Hak Minoritas Atas Laba Bersih Anak Perusahaan yang dikonsolidasi tahun 2010 mencapai nilai Rp. 865,50 Juta, naik dibandingkan tahun 2009, yang merupakan bagian hak minoritas atas laba bersih anak perusahaan yang diakuisisi tahun berjalan. RAJA gross profit in 2010 significanly increased by Rp billion, compared to previous year gross profit of Rp Billion. However comparing to compared to 2009 consolidated proforma figures of subsidiaries (prior to the acquisition), 2010 gross profit decrease by approximately 87.34%. The decrease was caused by a decrease of gross margin ratio from 22.7% to 16.05% due to the increase of the average purchase price of natural gas. Operating Expenses RAJA Operating Expenses in 2010 increased from Rp 3.31 billion to Rp billion Compared to 2009 consolidated proforma figures of subsidiaries (prior to the acquisition). However, this amount is 75.67% lower as compared to 2009 proforma operating expenses. Income from Operation 2010 RAJA Operating Profit is Rp 8.20 billion, a significant increase compared to 2009 consolidated proforma figures of subsidiaries (prior to the acquisition), which cost of Rp 1.01 billion. Other Income (Expenses) - Net 2010 Other Expenses-Net is Rp billion, increased compared to 2009, which reported Other Net Income of Rp 1.27 billion. This is caused by recognition of interest expense from the acquired subsidiaries during current year of Rp billion and provision for the issuance of SBLC to Conoco of Rp million. Net Income Net income for the Company at the end of 2010 was Rp million an increase of 601% compared with net income in 2009 to reach USD Million. Minority Interest in Net Income of consolidated Subsidiaries 2010 Minority Interest in Net Income of consolidated subsidiaries reached a value of Rp million, increase as compared to 2009, which reflects the minority interest in net income of the acquired subsidiaries during current year.
48 44 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Laporan Tahunan 2010 REVISI : 29 APRIL 2011 Aset Total Aset Perseroan pada tahun 2010 adalah Rp. 917,86 miliar dengan komposisi 14,64% Aset Lancar dan 85.32% Aset Tidak Lancar. Nilai Total Aset ini meningkat sebesar Rp 847,82 miliar atau 1210% dari Total aset tahun 2009 yang sebesar Rp. 70,06 miliar. Asset In 2010, RAJA Total Asset is Rp billion, consists of 14.64% Current Assets and 85.32% Non current Assets. This Total Asset increased by Rp billion or 1210% of Total Asset of Rp billion. Aset Lancar Aset Lancar RAJA tahun 2010 adalah sebesar Rp. 134, 77 miliar meningkat 1.088% dibanding asset lancar tahun Hal ini terutama disebabkan kenaikan dalam Kas dan Setara Kas sebesar 271%, Piutang usaha sebesar 872%, Piutang lain-lain sebesar %, dan Biaya Dibayar Dimuka untuk pembelian gas dan pembelian mesin % dibandingkan dengan tahun a. Kas dan Setara Kas Akun ini terdiri dari Kas dan Bank sebesar Rp. 15,52 miliar atau naik 271% dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp 4,18 miliar. b. Piutang Usaha-Bersih Piutang Usaha - Bersih tahun 2010 adalah sebesar Rp. 61, 62 Miliar naik 872% dibanding piutang usaha bersih tahun 2009 yang sebesar Rp. 6,34 Miliar. Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan usaha RAJA. Komposisi Piutang Usaha - Bersih di tahun 2010 didominasi oleh tagihan atas penjualan gas bumi sebesar Rp. 18,25 Miliar, penjualan elpiji sebesar Rp. 38,17 Miliar. Pada tahun 2010 RAJA telah mencadangkan sebesar Rp. 674,5 Juta sebagai Penyisihan Piutang Ragu-ragu yang semuanya berasal dari tagihan penjualan gas bumi. Penyisihan tersebut untuk menutupi kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha. Selanjutnya, untuk penghapusbukuan Piutang Tak Tertagih hanya dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris. c. Biaya dibayar dimuka Biaya dibayar dimuka pada tahun 2010 adalah sebesar Rp. 33,22 Miliar, naik dari biaya dibayar dimuka tahun 2009 yang sebesar Rp. 122,18 Juta. Kenaikan ini disebabkan pembiayaan uang muka proyek sebesar Rp. 17,91 Miliar, Uang muka penyertaan saham sebesar Rp. 5,00 miliar, Uang muka pemasok sebesar Rp. 4,93 Miliar, dan biaya sertifikat kelayakan sebesar Rp. 180 juta. Current Asset RAJA Current Assets increased by 1,088% to Rp billion in 2010 as compared to 2009 current Asset. This is primarily due to an increase in Cash and Cash Equivalents by 271%, accounts receivable by 872%, Other receivables by 19,788%, and Prepaid Expenses for gas purchases and purchases of machinery by 27,092% as compared to the year of a. Cash and Cash Equivalents This account consists of cash and bank of Rp billion, an increase of 271% compared to 2009 amount to Rp. 4,18 billion. b. Accounts Receivable-Net 2010 Accounts Receivable - Net is Rp billion, increase by 872% compared to Account Receivable-Net of Rp Billion. This increase is inline with the increase in RAJA revenues. Composition of Accounts Receivable - Net in this year consists of predominantly bills to customers for natural gas sales of Rp billion, sales of LPG of Rp Billion. In 2010 RAJA has provided provision of Rp Million as Allowance for Doubtful Accounts which are all derived from the sale of natural gas bills. The provision is to cover possible losses from uncollectible receivable. Furthermore, approval from the Board of Commissioners is required to write off Bad Debt. c. Prepaid expenses 2010 Prepaid expenses is Rp billion, increase as compared to 2009 prepaid expenses of Rp Million. This increase is due to project advances of Rp. 17,91 Billion, Investment Advances of Rp 5 billion, Supplier Advances Rp Billion, and operating certificate fee of Rp. 180 million.
49 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Report 2010 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 45 Aset Tidak Lancar Non Current Asset Aset tidak lancar pada tahun 2010 adalah sebesar Rp. 783,09 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp 724,37 miliar dibandingkan asset tidak lancar di tahun Hal ini terutama disebabkan peningkatan aset tetap sebesar Rp 528,92 miliar yang berasal dari pengakuan aset tetap anak perusahaan dan aset tidak berwujud sebesar Rp. 170,52 miliar. a. Aset Tetap-Bersih Aset Tetap Bersih tahun 2010 adalah sebesar Rp. 528,92 miliar, mengalami peningkatan tajam sebesar Rp 27,21 miliar dibandingkan tahun Kenaikan seluruhnya berasal dari pengakuan atas aset tetap anak perusahaan yang diakuisisi tahun berjalan. b. Aset Tidak Berwujud Aset Tidak Berwujud merupakan hak konsesi untuk menyalurkan gas yang diperoleh melalui akuisisi RAJA atas PRA (induk perusahaan dari EHK, SNB) dan TIP. Kewajiban RAJA membukukan Total Kewajiban pada tahun 2010 sebesar Rp 744,67 miliar dengan komposisi 61,69% Kewajiban Lancar dan 38,31% Kewajiban Tidak Lancar. Nilai total Kewajiban ini meningkat drastis dibandingkan pada tahun 2009 yang sebesar Rp. 352 juta. Kenaikan Kewajiban tersebut terutama disebabkan dari pengakuan hutang bank anak perusahaan yang diakuisisi tahun berjalan sebesar Rp 405,21 miliar dan hutang surat promes RAJA sebesar Rp 209,08 miliar yang diterbitkan dalam rangka akuisisi anak perusahaan tersebut. Kewajiban Lancar Kewajiban Lancar pada tahun 2010 adalah sebesar Rp. 459,39 miliar, meningkat tajam dibandingkan kewajiban lancar pada tahun 2009 yang sebesar Rp 137,5 juta. Komposisi dari Kewajiban Lancar ini adalah Hutang Usaha sebesar 1,80%, uang muka pelanggan sebesar 2,59%, Pinjaman Bank Jangka Pendek sebesar 31,98%, Hutang Lain-lain sebesar 12,49%, Hutang Pajak sebesar 5%, hutang surat promes sebesar 45,51% dan kewajiban lancar lainnya sebesar 0,63% Non current assets is Rp billion, increase by Rp as of 2009 Non Current Asset. This increase is mainly due to increase in fixed assets of Rp billion, which comes from the recognition of fixed assets of subsidiaries and intangible assets of Rp billion. a. Fixed Assets-Net 2010 Net Fixed Assets is Rp billion, increase by Rp billion as compared to The increase is caused by entirely from the recognition of fixed assets acquired subsidiaries in the current year. b. Intangible Asset Intangible asset is concession to sale, transport and distribute gas obtained through the acquisition of PRA (parent company of EHK, SNB) and TIP. Liabilities RAJA reported Total Liabilities in the year of 2010 of Rp billion, consists of 61,69% Current Liabilities and 38.31% Non Current Liabilities. The Total Liabilities increased dramatically as compared to 2009 of Rp. 352 million. The Liabilities increase was mainly due to acquired subsidiaries bank loan of Rp billion, and issuance of promissory notes of Rp billion for the acquisition of subsidiaries. Current Liabilities Current liabilities in 2010 was Rp billion, up sharply compared to current liabilities in 2009 which amounted to USD million. The composition of this Current Liabilities Accounts Payable 1.80%, advances from customers amounted to 2.59%, Shortterm bank loans amounted to 31.98%, Other Payables amounting to 12.49%, 5% tax payable, debt promissory notes amounting to 45.51% and other current liabilities amounted to 0.63%.
50 46 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan REVISI : 29 APRIL 2011 Ke w aji ban Ti d ak Lanc ar No n C urre nt Li abi l i t i e s K ewajiban Tidak Lancar pada tahun 2010 adalah sebesar Rp 285,28 miliar dengan komposisi hutang bank jangka panjang sebesar 90,54%, K ewajiban estimasi imbalan kerja sebesar 4,01% dan hutang hubungan istimewa sebesar 5,14%. K enaikan jumlah kewajiban tidak lancar sebesar Rp 285,07 miliar dibandingkan pada tahun 2009 yang sebesar Rp. 214,20 juta terutama disebabkan pengakuan hutang bank anak perusahaan yang diakuisisi pada tahun berjalan. Non-current liabilities in 2010 amounted to Rp billion, consisting of long-term bank loans amounted to 90.54%, the estimated liability for employee benefits amounted to 4.01% and due to related parties amounted to 5.14%. An increasing number of non-current liabilities amounted to Rp billion as compared to the year 2009 is Rp million due to recognition of the bank debt of subsidiaries acquired during the year. Ekui t as Ekuitas pada tahun 2010 adalah sebesar Rp. 76,60 miliar, meningkat sebesar 11,63% atau Rp 7,98 miliar dari ekuitas tahun 2009 yang sebesar Rp 68,61 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan pengakuan ekuitas hak konversi dari pemegang surat promes sebesar Rp 7,04 miliar dan laba bersih tahun 2010 sebesar Rp 925,19 juta. Share ho l d e r Eq ui t y Equity in 2010 was Rp billion, an increase of 11.63% or USD 7.98 billion of equity in 2009 which amounted to Rp billion. The increase was primarily due to recognition of the equity conversion rights of holders of promissory notes amounting to USD 7.04 billion and net income in 2010 amounted to USD million. Ko l e kt abi l i t as Pi ut ang K emampuan perusahaan dalam menagih piutang (c o l l ec ti o n p er i o d) membaik yaitu dari 155 hari pada tahun 2009 menjadi 28 hari pada tahun Hal ini disebabkan karakteristik dari pelanggan gas yang didominasi pelanggan yang memiliki kemampuan bayar yang lebih baik. Re c e i v abl e C o l l e c t i bi l i t y Company' s ability to collect receivables (collection period) is improve from 155 days in 2009 to 28 days in This is due to the characteristics of the gas customers which are dominated by gas customers which have better ability to pay. Arus Kas C as h Fl o w s Posisi kas Perseroan tahun 2010 meningkat sebesar Rp 11,34 miliar atau naik sebesar 271,3%. Peningkatan tersebut terutama karena kenaikan dalam arus kas penerimaan dari aktivitas operasi. Company' s cash position in 2010 increased by Rp billion or by 271.3%. The increase was primarily due to increased in net cash flow from operating activities.
51 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 47 PLAN OF ADDITIONAL GAS SUPPLY Dalam tahun 2010, EHK telah melakukan usaha untuk mendapatkan pasokan gas baru dari : JOB PERTAMINA COSTA INTERNATIONAL GROUP Ltd. sebesar 12 MMscfd. Head of Agreement antara EHK dengan JOB- Pertamina Costa International Grup telah ditandatangani pada tahun 2008 Sampai akhir tahun 2010 Perjanjian Jual Beli Gas belum ditandatangani, oleh karena masih menunggu kepastian pelaksanaan pengembangan Lapangan Gas oleh COSTA di Sumatra Utara. In the year of 2010, EHK pursued to obtain new gas supply from : JOB - PERTAMINA COSTA INTERNATIONAL GROUP Ltd. of 12 MMscfd. Head of Agreement between EHK by JOB Pertamina-Costa International Group was signed on 2008 Until the end of 2010, Gas Sales and Purchase Agreement have not been signed, awaiting certainty of execution of COSTA Gas Field development in North Sumatra. TRANSPORTASI GAS UNTUK PLN JAMBI PLN telah menandatangani perjanjian jual beli gas degan Jambi Merang JOB. Sebagian daripada volume gas untuk sejumlah 25 mmscfd akan dialirkan dari Lapangan Jambi Merang JOB ke PLTG PLN Payo Silincah yang akan dibangun. PLN telah menunjuk pemenang kontraktor pelaksana dan diharapkan PLTG tersebut dapat memulai operasi pada kuartal-4 tahun Penyaluran gas tersebut akan menggunakan kapasitas tersisa dari pipa EHK segmen Tempino Payo Silincah. Pembahasan mengenai Gas Transportation Agreement antara EHK dgn PLN wilayah Sumatera Selatan sedang berlangsung. Realiasi penyaluran gas 25 MMscfd tersebut akan mengakibatkan peningkatan pendapatan EHK. GAS TRANSPORTATION FOR PLN JAMBI PLN has signed Gas Sales and Purchase Agreement with Jambi Merang JOB. Some of total volume of the gas of 25 mmscfd will be transported from Jambi Merang JOB field to PLN PLTG which will be built in Payo Silincah. PLN has appointed the contractor to build the power plant. It is estimated the power plant will be commercially operated by 4th quarter The gas transportation will utilize excess capacity of EHK s pipeline Tempino - Payo Silincah segment. The negotiation of the Gas Transportation Agreement between EHK with PLN South Sumatra is in progress. Realization of this gas transportation of 25 MMscfd will result in revenue increase for EHK. 45
52 48 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Lap o ran Tahunan REVISI : 29 APRIL 2011 INSTITUTION AND PROFESSION SUPPORTING THE C C APITAL MARKET Akuntan Publik : Ram a We nd ra d an Re kan (member of Parker Randall International) Graha Mampang 2nd F loor, Jl. Mampang Prapatan Raya No. 100, Jakarta t s i, i K Notaris : No ari Ny. Ri ni Yul ant S.H. Jl. H. Naman Raya No. 31 Pondok elapa, Jakarta Timur : Public Accountant : Notary Biro Administrasi Efek : PT Fi c o m i nd o Buana Re g i s t e r Mayapada Tower Lt. 10 Jl. Jend. Sudirman K av.28, Jakarta : Share Registrar
53 REVISI : 29 APRIL 2011 Annual Re p o rt PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) 49 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN INDEPENDENT AUDITORS REPORT PT RUKUN RAHARJA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 3 1 DESEMBER , DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN (Di s aji kan d al am Rup i ah, ke c ual i Di ny at akan Lai n) PT RUKUN RAHARJA Tbk AND SUBSIDIARY C ONSOLIDATED FINANC IAL STATEMENTS WITH INDEPENDENT AUDITOR' S REPORT YEAR ENDED DEC EMBER 3 1, WITH C OMPARATIVE FIGURES FOR (Ex p re s s e d i n f ul l am o unt o f Rup i ah, unl e s s Ot he rw i s e St at e d )
54
55 Laporan Keuangan Konsolidasian/ Consolidated Financial Statements beserta / and Laporan Auditor Independen / Independent Auditors Report PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN / PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES 31 Desember 2010 As of December 31, 2010 With Comparative Figures Year 2009
56 DAFTAR ISI Laporan Auditor Independen Halaman/ Pages TABLE OF CONTENT Independent Auditors Report Laporan Keuangan Financial Statements Neraca Konsolidasian 1-2 Consolidated Balance Sheets Laporan Laba Rugi Konsolidasian 3 Consolidated Statements of Income Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4 Consolidated Statements of Changes in Shareholder s Equity Laporan Arus Kas Konsolidasian 5-6 Consolidated Statements of Cash Flows Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6-60 Notes to the Consolidated Financial Statements
57
58
59
60 Neraca Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Per 31 Desember 2010 Consolidated Balance Sheets PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES As of December 31, 2010 With Comparative FiguresYear 2009 Catatan/ Notes ASET ASSETS Aset Lancar Current Assets Kas dan setara kas 2e, Cash and Cash Equivalents Piutang Usaha 2g,2q, Trade Receivables Piutang Lain-lain Hubungan Istimewa 2c, Other Receivables-Related Party Persediaan 2h, Inventory Biaya Dibayar Dimuka 2i, Prepaid Expenses Pajak Dibayar Dimuka 2o, 11a Prepaid Taxes Jumlah aset lancar Total Current Assets Aset Non Lancar Non - Current Assets Aset Pajak Tangguhan 2o,11d Deferred Tax Asset Aset Tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp pada tahun 2010 dan Rp pada tahun j,2k, Property, plant and equipmentnet of accumulated depreciation of Rp 137,526,515,651 in 2010 and Rp 27,432,882,938 in 2009 Aset Lain-lain bersih Other Asset - net Aset tidak berwujud Intangible Assets Jumlah Aset Tidak Lancar Total Non - Current Assets JUMLAH ASET TOTAL ASSETS Lihat catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisah dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan 1 See accompanying notes to Consolidated Financial Statements which are integral part of the Consolidated Financial Statements
61 Neraca Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Per 31 Desember 2010 Consolidated Balance Sheets PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES As of December 31, 2010 With Comparative FiguresYear 2009 Catatan/ Notes KEWAJIBAN DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY Kewajiban Lancar Current Liabilities Hutang bank jangka pendek Bank Loan (Short term) Hutang usaha - Pihak ketiga Account payable - Third parties Uang muka penjualan Unearned Revenue Hutang Pajak 2o, 11b Taxes Payable Hutang lain-lain 2c, Other payable Biaya yang Masih Harus Dibayar Accrued Expenses Hutang Surat Promes 2q, Promissory Notes Hutang Jangka Panjang - bagian yang jatuh tempo dalam setahun Current maturities of long term liabilities Hutang Bank Bank Loan Hutang sewa pembiayaan 2k, Leasing Jumlah Kewajiban Lancar Total Current Liabilities Kewajiban Tidak Lancar Non Current Liabilities Kewajiban pajak tangguhan 2o, 11d Deferred tax liabilities Hutang Jangka Panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo Long Term Liabilities net - of current maturities dalam setahun Hutang Bank Bank Loan Hutang sewa pembiayaan 2j, Leasing Kewajiban diestimasi atas imbalan kerja karyawan 2n, Estimated liability for employee benefits Hutang kepada pihak istimewa 2c,2q, Due to related parties Hak minoritas atas aset bersih anak perusahaan 2b, Minority interest in net assets of Subsidiaries Ekuitas Shareholders Equity Modal saham - nilai nominal Rp100 Capital stock-par value Rp100 Modal dasar saham Authorized - 2,718,055,000 shares Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid - penuh lembar saham ,513,750 shares Tambahan modal disetor 2l, 24 ( ) ( ) Additional Paid in Capital Ekuitas hak konversi pemegang surat promes 2q, Promissory notes holder's conversion equity Saldo Laba Retained earning Telah ditentukan penggunaannya Appropriated Belum ditentukan penggunaannya Unppropriated Ekuitas, Bersih Shareholders Equity, Net JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS TOTAL LIABILITIES AND SHAREHOLDERS EQUITY Lihat catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisah dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan 2 See accompanying notes to Consolidated Financial Statements which are integral part of the Consolidated Financial Statements
62 Laporan Laba Rugi Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2010 Consolidated Statements of Income PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year 2009 Catatan/ Notes PENDAPATAN 2f, REVENUE BEBAN POKOK PENDAPATAN 2f, COST OF REVENUE LABA KOTOR GROSS PROFIT BEBAN USAHA OPERATING EXPENSES Pemasaran 2f, Marketing Administrasi dan Umum 2f, General and administration Jumlah Beban Usaha Total Operating Expenses LABA (RUGI) USAHA ( ) INCOME (LOSS) FROM OPERATIONS PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSES) Amortisasi goodwill ( ) Goodwill Amortization Pendapatan bagi hasil - bersih Revenue Sharing - Net Pendapatan bunga Interest income Laba (rugi) selisih kurs ( ) Gain (loss) on forex exchange Administrasi bank ( ) ( ) Bank administration Bunga pinjaman ( ) - Interest loan Lain-lain - bersih Other - net Pendapatan (beban) lain-lain - bersih ( ) Other Income (Expenses) - Net Laba Sebelum Manfaat (Beban) Pajak Income Before Tax Benefit (Expense) MANFAAT (BEBAN) PAJAK 2o, 11c TAX BENEFIT (EXPENSE) Kini ( ) ( ) Current Tangguhan Deferred Beban Pajak - Bersih ( ) ( ) Tax Expense - Net Laba Bersih Sebelum Hak Minoritas Net Income before Minority Interest Hak Minoritas atas Laba Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi 2b, 21 ( ) ( ) Minority Interest In Net Income of Consolidated Subsidiaries Laba Bersih Net Income LABA PER SAHAM * 2p, 30 1,36 0,19 * EARNING PER SHARE LABA PER SAHAM DILUSI * 2p, 31 1,22 0,17 * DILUTED EARNING PER SHARE * Dinyatakan dalam angka penuh Rupiah per saham * Expressed in full amount of Rupiah per share Lihat catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisah dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan 3 See accompanying notes to Consolidated Financial Statements which are integral part of these Consolidated Financial Statements
63 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2010 Consolidated Statements of Changes in Equity PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year 2009 Ekuitas hak Pemegang surat Hutang Promes / Saldo Laba / Retained Earning Modal Saham / Share Capital Tambahan Modal Disetor / Paid in capital Promissory Notes Holder's Conversion Equity Telah ditentukan penggunaanya / Approriated Belum ditentukan penggunaanya / Unappropriated Jumlah / Total Rp Rp Rp Rp Rp Rp Saldo Per 1 Januari 2009, Sebelum Penyesuaian ( ) Balance at As of January 1, 2009 Before Adjustment Dampak Penerapan pertama PSAK 24 (revisi 2004) anak perusahaan ( ) ( ) Effect of first time adoption of SFAS 24 (revised 2004) subsidiary Saldo Per 1 Januari 2009, setelah Penyesuaian ( ) Balance at As of January 1, 2009 after Adjustment Laba Tahun Berjalan Net Income for the year Saldo Per 31 Desember ( ) Balance As of December 31, 2009 Ekuitas Hak Konversi Pemegang Surat Promes Promissory Notes Holder's Conversion Equity Laba Tahun berjalan Net Income for the year Saldo Per 31 Desember ( ) Balance, as of December 31, 2010 Lihat catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisah dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan 4 See accompanying notes to Consolidated Financial Statements which are integral part of these Consolidated Financial Statements
64 Laporan Arus Kas Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2010 Consolidated Statements of Cash Flows PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figurres Year ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Penerimaan kas dari pelanggan Cash receipts from customers Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan ( ) ( ) Cash paid to supplier and employees Kas diperoleh dari aktivitas operasi Cash provided by operating activities Penerimaaan pendapatan bunga Receipts from interest Income Pembayaran pajak penghasilan ( ) ( ) Payments for income taxes Pembayaran bunga ( ) - Payments for interest expense Pendapatan (beban) lain-lain ( ) Other cash receipts Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi Net cash provided by Operating activities ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FOR INVESTING ACTIVITIES Penambahan aset tetap ( ) ( ) Additions to property, plant and equipment Perolehan Aset Lain lain ( ) - Acquisition of Other Assets Uang muka proyek Project advances Kas yang diperoleh dari akuisisi anak Perusahaan Cash obtained from subsidiaries acquisition Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi ( ) ( ) Net cash used for Investing activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES (Penurunan) kenaikan hutang hubungan istimewa ( ) (Decrease) increase in payables to related parties Pembayaran hutang bank ( ) - Proceeds of bank loan Penerimaan hutang lainnya Proceeds of other payable Pembayaran hutang sewa pembiayaan ( ) - Payments of Lease payments Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan ( ) Net cash provided by (used for) Financing activities KENAIKAN (PENURUNAN) KAS DAN SETARA KAS INCREASE (DECREASE) IN CASH AND CASH EQUIVALENTS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN CASH AND CASH EQUIVALENTS AT BEGINNING OF YEAR KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas Investasi dalam saham anak perusahaan melalui surat promes dengan opsi konversi CASH AND CASH EQUIVALENTS AT THE END OF YEAR Activities that unaffect cash flows: Investment in subsidiaries through promissory notes issuance Lihat catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisah dari Laporan Keuangan Konsolidasi secara keseluruhan 5 See accompanying notes to Consolidated Financial Statements which are integral part of these Consolidated Financial Statements
65 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year UMUM 1. GENERAL PT Rukun Raharja Tbk, (Perusahaan) didirikan berdasarkan akta No. 290 tanggal 24 Desember 1993 dari Ir. Rusli, S.H. dan diubah dengan akta No. 163 tanggal 19 Februari 1994 dari Kristianto, SH, Notaris di Jakarta. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C HT Th 94 tanggal 23 Agustus Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta No. 49 tanggal 22 Mei 2008 dari Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, Notaris di Jakarta sehubungan dengan perubahan seluruh Anggaran Dasar dalam rangka memenuhi ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas nomor 40 tahun Perubahan anggaran dasar ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 13 Nopember 2008, dan akta No. 33 tanggal 26 Februari 2009 dari Ny, Poerbaningsih Adi Warsito, SH, Notaris di Jakarta sehubungan dengan peningkatan modal dasar perusahaan dari Rp menjadi Rp Perubahan akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat keputusan No. AHU AH Tahun 2009 tanggal 30 Maret Berdasarkan Notulen Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 5 Maret 2009 dan Akta No. 19 tanggal 14 September 2009 dari Nyonya Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notaris di Jakarta para pemegang saham menyetujui : 1. Penawaran Umum Terbatas II kepada pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya saham biasa atas nama. 2. Melakukan akuisisi PT Gelar Karya Raya dan PT Baratama Mutiara Pertiwi yang bergerak di bidang pertambangan Timah. 3. Mengubah pasal 3 Anggaran Dasar. 4. Meningkatkan modal dasar. Berdasarkan Notulen Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 5 Januari 2010 yang dinayatakan kembali berdasarkan Akta No. 01 dihadapan Nyonya Poerbaningsih Adi Warsito, SH Notaris di Jakarta, para pemegang saham menyetujui untuk membatalkan seluruh keputusan Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 5 Maret 2009 tersebut, serta melakukan perubahan susunan Direksi dan Komisaris Perusahaan. PT Rukun Raharja Tbk, (Company) was established under notarial deed No. 290 dated December 24, 1993 of Ir. Rusli, S.H., and amended by deed. No. 163 dated February 19, 1994 by Kristianto, S.H., Notary in Jakarta. This deed was approved by the Minister of Justice and Human Rights of Republic of Indonesia No. C HT Th 94 dated August 23, The Company s Articles of Association have been amended several times, most recently by deed No. 49 dated May 22, 2008 of Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notary in Jakarta, concerning the changes of Articles of Association as compliance to the provisions of the Laws number 40 of 2007 concerning Corporate Law. This amendment was approved by the Minister of Laws and Human Rights of Republic of Indonesia No. AHU AH Tahun 2008 dated November 13, 2008, and deed No. 33 dated February 26, 2009 by Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, SH, Notary in Jakarta concerning the increase in Company s authorized capital from Rp 116,070,000,000 to Rp 271,805,500,000. The amendment of such deed was approved by the Minister of Laws and Human Rights of Republic of Indonesia by its Decree No. AHU AH dated March 30, Based on the Minutes of the General Meeting of Shareholders dated March 5, 2009 and Deed 19 dated September 14, 2009 of Ny Poerbaningsih Adi Warsito, S.H, Notary in Jakarta, the shareholders approved: 1. Rights Issue II to the shareholders in connection with the issuance of Preemptive Rights (ER) as much of 2,038,541,250 registered ordinary shares. 2. The acquisition of PT Gelar Karya Raya and PT Baratama Mutiara Pertiwi engaged in tin mining. 3. Change of article 3 of the Articles of Association. 4. Increasing the authorized capital. Based on the Minutes of the Extraordinary Meeting of Shareholders dated Januari 5, 2010 which was stated by Deed No. 01 passed before Ny Poerbaningsih Adi Warsito, S.H., Notary in Jakarta, the shareholders approved to cancel shareholders decision on General Meeting of Shareholders dated March 5, 2009 and approved to changes Company s Board of Director and Commisioner composition. 6
66 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 1 tanggal 9 juli 2010 yang dibuat dihadapan Notaris Ny Rini Yulianti, S.H., pemegang saham telah menyetujui perubahan bidang usaha Perusahaan dari sebelumnya bergerak dalam bidang real estat menjadi bergerak dalam bidang penyedia energi terintegrasi dari hulu sampai dengan hilir. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat keputusan No. AHU AH Tahun 2010 tanggal 16 Juli Maksud dan tujuan perusahaan sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar adalah : - Menjalankan usaha dibidang jasa atau pelayanan yang meliputi jasa-jasa penunjang pertambangan minyak dan gas bumi, penyediaan tenaga listrik, konsultasi bidang pertambangan, pengelolaan kepelabuhan, bongkar muat peti kemas, pengelolaan dan penyewaan bangunan, sarana penunjang perusahaan properti dan konsultasi bidang perencanaan dan pengawasan pembangunan; - Menjalankan usaha dibidang pertambangan yang meliputi pendistribusian, penyimpanan gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM), pengembangan, pengelolaan dan pengoperasian infrastruktur gas dan perdagangan kapasitas pipa transmisi gas dan BBM serta kegiatan usaha penunjang; - Menjalankan usaha penunjang yang meliputi usaha pemborongan, perdagangan antara lain perdagangan yang berhubungan dengan usaha real estat dan properti; perdagangan impor, ekspor, lokal serta antar pulau,demikian pula usaha-usaha perdagangan besar, sebagai agen, leveransir, grosir,dan distributor; bertindak sebagai perwakilan dari badan-badan, perusahaan-perusahaan lain baik di dalam maupun di luar negeri. Susunan pengurus Perusahaan akta No. 15 tanggal 24 Juni 2010 dari Ny. Rini Yulianti, Notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut : Based on Deed of Statement of Extraordinary General Meeting of Shareholders No. 1 dated July 9, 2010 passed before Notary Ny. Rini Yulianti, S.H., the shareholders have approved the change of the business scope of the Company previously in real estate business to be an integrated energy provider from upstream to downstream. The amendment of the Articles of Association of the Company has obtain the approval from the Minister of Laws and Human Rights of Republic of Indonesia based on its Decree No. AHU AH Tahun 2010 dated July 16, Company purposes and objectives in accordance with Article 3 of the Articles of Association are as follows : - To carry out a business in the service which include supporting services to oil and gas mining, power generation, mining consulting, port services, loading and unloading containers, building management and rental, supporting utilities of property company and consultancy in planning and construction supervision; - To carry out business in mining, including distribution and storage of gas and fuel oil (Bahan Bakar Minyak - BBM), development, management and operation of gas infrastructure and provide fuel and gas transmission pipeline and related business activities; - To carry out supporting business including contracting, trading such as trading related with real estate and property; import, export, local and inter-island trading, as well as large commercial enterprises, as agents, suppliers, wholesalers, and distributors; act as representatives of agencies, other companies both inside and outside the country. The composition of the Company's managements based on deed No. 15 dated June 24, 2010 from Ny. Rini Yulianti, Notary in Jakarta, are as follows: 2010 Dewan Komisaris The Board Commissioners Komisaris Utama : Hapsoro : President Commissioner Komisaris : Farouk Rais : Commissioner Komisaris : Muhammad Senang Sembiring : Commissioner Komisaris : Ricardo Suhendra Wijawan : Commissioner 7
67 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) 2010 Dewan Direksi The Board of Directors Direktur Utama : Budiman Parhusip : President Director Direktur : Priyo S.Brodjonegoro : Director Direktur : A. Rifky Zarkoni : Director Direktur : Ifiandiaz Nazsir : Director Kompensasi dewan komisaris dan direksi sebesar Rp dan Rp untuk tahun 2010 dan Susunan pengurus Perusahaan akta No. 65 tanggal 25 Juni 2009 dari Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, Notaris di Jakarta, adalah sebagai berikut : Compensation of the board of commissioners and board of directors amounted to Rp 966,339,700 and Rp 306,800,000 for the years ended 2010 and The composition of the Company's management based on deed No. 65 dated June 25, 2009 from Ny. Poerbaningsih Adi Warsito, Notary in Jakarta, are as follows: 2009 Dewan Komisaris The Board Commissioners Komisaris Utama : Benny Tjokrosaputro : President Commissioner Komisaris : Jimmy Tjokrosaputro : Commissioner Komisaris : Drs. Budi Brahmanatama : Commissioner Dewan Direksi The Board of Directors Direktur Utama : Ifiandiaz Nazsir, SH : Managing Director Direktur : Franky Tjokrosaputro : Director Direktur : Heru Setyo Rahrdjo, SH : Director Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Mayapada Tower Lantai 21 Jalan Jendral Sudirman Kav.2, Jakarta Selatan dan memulai kegiatan usaha pada bulan Februari Jumlah karyawan Perusahan dan Anak Perusahaan sebanyak 341 dan 27 orang masing-masing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 (tidak diaudit). Pada Tanggal 31 Desember 2002, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan surat Nomor S-2699/PM/2002 untuk melakukan penawaran umum saham Perusahaan kepada masyarakat sejumlah lembar saham disertai dengan waran sebanyak lembar waran yang diberikan secara cuma-cuma. Setiap pemegang satu waran berhak membeli satu saham Perusahaan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 110 per saham. Pembelian dapat dilakukan selama masa pelaksanaan yaitu mulai tanggal 22 Januari 2003 sampai dengan 22 Januari Bila waran tidak dilaksanakan sampai dengan masa berlaku habis, maka waran tersebut menjadi kadaluarsa. Seluruh saham tersebut telah dicatat di Bursa Efek Surabaya tanggal 22 Januari The Company is domiciled in Jakarta and its head office is located in Mayapada Tower Floor 21 Jalan Jendral Sudirman Kav.2, South Jakarta and started business operations in February Number of Company and subsidiaries employees are 341 and 27 persons respectively on December 31, 2010 and 2009 (unaudited). On December 31, 2002, the Company obtained the effective statement approval from the Chairman of the Capital Market Supervisory Board (Bapepam) on its letter No. S-2699/PM/2002 to do public offering of its shares of 120,000,000 shares along with warrants as much as shares of warrants allotted free of charge. Each holder of a warrant is entitled to purchase one share of the Company with an exercise price of Rp 110 per share. Purchases can be made during the execution period starting on 22 January 2003 until 22 January If the warrants are not exercised until the period of validity expires, the warrants shall be expired. All shares have been listed on the Surabaya Stock Exchange on 22 January
68 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) Pada tanggal 28 Juni 2005, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan surat Nomor : S1697/PM/2005 untuk melakukan penawaran umum terbatas I kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak - banyaknya Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100 setiap saham, dengan ketentuan setiap pemegang 4 (empat) saham lama berhak atas 5 (lima) HMETD untuk membeli 5 (lima) saham baru. Jumlah saham hasil penawaran umum terbatas I adalah sebanyak lembar. On June 28, 2005, the Company obtained the effective statement approval from the Chairman of the Capital Market Supervisory Board (Bapepam) on its letter No: S1697/PM/2005 to do Right Issue I to the shareholders in the framework of the issuance of Preemptive Rights (ER) as much as 467,500,000 registered ordinary shares with a nominal value of Rp100 per share, provided that each holder of 4 (four) old shares are entitled to 5 (five) pre-emptive rights to purchase 5 (five) new shares. The number of shares of public offering I was as much as 362,718,750 shares. Anak Perusahaan Persentase kepemilikanperusahaan dan jumlah aset Anak Perusahaan adalah sebagai berikut : Anak Perusahaan/ Subsidiaries Kedudukan/ Domicile Tahun Usaha Komersial / Year Commercial Operations Ruang Lingkup Usaha/ Scope of Activities Subsidiaries The percentaged of ownership of the Company and total assets of the Subsidiaries are as follows : Jumlah Aset dalam Milyar Rupiah sebelum Jurnal Eliminasi / Total Asset in Billions of Rupiah Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership before Elimination Entries PT Cahya Saguna Niketana (CSN) Jakarta, Bitung 2002 Jasa kepelabuhan/ port services 99,00% kepemilikan langsung / direct ownership 99,00% 41,82 41,42 PT Panji Raya Alamindo (PRA) Jakarta 2007 Investasi, induk perusahaan dari EHK dan SNB / Investment, parent company of EHK and SNB 99,99% kepemilikan langsung / direct ownership - 574,23 - PT Triguna Internusa Pratama (TIP) Jakarta, Cilegon 2007 Transmisi gas dan kompresi gas/ Gas transmission and gas compressor 99,98% kepemilikan langsung / direct ownership - 194,27 - PT Energasindo Heksa Karya (EHK) Jakarta, Jawa Barat, Jambi 2005 Distributor gas alam / Natural gas distributor 80,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership - 333,34 PT Suryandra Nusa Bhakti (SNB) Jakarta 1997 Pengisian gas elpiji dan Induk perusahaan dari CBJ, SWK, SMJ, THN, SCJ, AGU / LPG s filling station and parent company of CBJ, SWK, SMJ, THN, SCJ, AGU 55,96% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership - 185,48-9
69 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) Anak Perusahaan/ Subsidiaries Kedudukan/ Domicile Tahun Usaha Komersial / Year Commercial Operations Ruang Lingkup Usaha/ Scope of Activities Jumlah Aset dalam Milyar Rupiah sebelum Jurnal Eliminasi / Total Asset in Billions of Rupiah Persentase Kepemilikan/ Percentage of Ownership before Elimination Entries PT Chandrabhakti Jasatama (CBJ) Jakarta 2006 Distributor elpiji / LPG distributor 99,96% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership - 37,26 - PT Sumbahan Wirakartika (SWK) Cilegon 1992 Pengisian gas elpiji / LPG filling station 90,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership - 30,66 - PT Trihatras Nusantara (THN) Medan 2006 Pengisian gas elpiji / LPG filling station 75,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership - 31,13 - PT Suryandra Cilacap Jaya (SCJ) Jakarta 2010 Pengisian gas elpiji 3kg / LPG filling station 3kg 99,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership - 5,72 - PT Sentra Medan Jaya (SMJ) Medan 2010 Pengisian gas elpiji 3kg / LPG filling station 3kg 75,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership - 5,01 - PT Anugerah Gas Utama (AGU) Perusahaan dalam tahap pengembangan Cilegon 2010 Pengisian gas elpiji 3kg / LPG filling station 3kg 90,00% kepemilikan tidak langsung / indirect ownership - 4,87 - Pada tahun 2010, berdasarkan Akta Jual Beli saham No. 20, 21 dan 22 tanggal 27 Oktober 2010 yang dibuat dihadapan Notaris Benediktus Andy Widyanto, S.H., Perusahaan telah mengakuisisi lembar saham atau setara dengan kepemilikan 99,98% atas saham PT Triguna Internusa Pratama dan lembar saham atau setara dengan kepemilikan 99,99% atas saham PT Panji Raya Alamindo. In 2010, based on Deed of Sale and Purchase of shares No. 20, 21 and 22 dated October 27, 2010, passed before by Notary Benediktus Andy Widyanto, S.H., the Company has acquired 49,490 share or equivalent to 99.98% ownership of the shares of PT Triguna Internusa Pratama and 50,510 shares, equivalent to % of shares in PT Panji Raya Alamindo. 10
70 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM & LK) bagi perusahaan yang menawarkan sahamnya kepada masyarakat. Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah Rupiah. a. Basis of Consolidated Financial Statements The consolidated financial statements have been prepared based on accounting principles and practices generally accepted in Indonesia, which include Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) issued by the Indonesian Institute of Accountants and Capital Market and Capital Market and Financial Institution Supervisory Board (BAPEPAM-LK) regulation for companies which offer shares to the public. Consolidated statements of cash flows prepared using the direct method by classifying cash flows into operating, investing and financing activities. The reporting currency used in the preparation of consolidated financial statements is Rupiah. b. Prinsip-Prinsip Konsolidasi b. Principles of Consolidation Laporan keuangan konsolidasi meliputi akunakun Perusahaan, CSN, PRA dan TIP, Anak Perusahaan yang dimilki secara langsung dengan persentase kepemilikan lebih dari 50%. Investasi saham dalam bentuk saham dengan kepemilikan kurang dari 20% dinyatakan sebesar harga perolehan (metode biaya), sedangkan investasi dengan kepemilikan 20% atau lebih, baik langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan dinyatakan sebesar biaya perolehan ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi sejak perolehan sesuai dengan persentase kepemilikan dan dikurangi dengan deviden yang diterima (metode ekuitas). Bagian kepemilikan pemegang saham minoritas atas aset bersih Subsidiaries disajikan sebagai Hak Minoritas atas Aset Bersih Anak Perusahaan pada neraca konsolidasi. Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antara Perusahaan dengan Anak Perusahaan telah dieliminasi. The consolidated fiancial statements include the accounts of the Company, CSN, PRA and TIP,the Subsidiaries which are directly-owned with ownership percentage of more than 50%. Investment shares in the form of shares with ownership of less than 20% are stated at cost (cost method), while investment by 20% or more ownership interest, directly or indirectly through subsidiaries, are stated at cost, increased or decreased by the profit or loss since acquisition based on the percentage of ownership and reduced by dividends received (equity method). The interest of the minority shareholders in the net assets of Subsidiaries is presented as Minority Interest in Net Assets of Subsidiaries in the consolidated balance sheets. All material intercompany accounts and transactions have been eliminated. 11
71 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued) c. Transaksi dengan Pihak-Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Perusahaan dan Anak Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak tertentu yang mempunyai hubungan istimewa sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 7 mengenai Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihakpihak yang mempunyai hubungan istimewa telah diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. c. Transactions with Related Parties The Company and Subsidiaries have transactions with certain parties who have a special relationship as defined under PSAK No. 7 on "Disclosure of the Related Parties". All significant transactions with related parties are disclosed in Notes to Financial Statements. d. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing d. Transactions and balances denominated in foreign currencies Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs pada tanggal transaksi. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan kedalam nilai rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku pada tanggal neraca. Laba atau rugi selisih kurs yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi. Kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah Rp8.991 dan Rp9.400 per 1 US$. Transactions in foreign currencies are recorded at the exchange rates prevailing at the date of the transaction. At balance sheet date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are translated into rupiah using the Bank Indonesia middle rate prevailing at the balance sheet date. Foreign exchange gains or losses are recognized in the income statement. Bank Indonesia middle rate at December 31, 2010 and 2009 was Rp8,991 and Rp9,400 per 1 US$. e. Kas dan setara kas e. Cash and cash equivalents Kas dan setara kas terdiri dari kas, simpanan di bank dan semua investasi yang jatuh tempo dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. Cash and cash equivalents consist of cash, bank deposits and all investments that mature within 3 (three) months or less from the date of placement, not as collateral and are not restricted. f. Pengakuan Pendapatan dan Beban f. Revenue and expenses recognition Pendapatan diakui pada saat jasa diberikan atau barang diserahkan. Beban diakui pada saat terjadinya. Revenues are recognized when goods delivered or services have been rendered. Expenses recognized when incurred. g. Piutang Usaha g. Accounts Receivable Piutang usaha disajikan dalam jumlah neto setelah dikurangi penyisihan piutang tak tertagih, yang diestimasi berdasarkan review atas kolektibilitas saldo piutang. Umur piutang diklasifikasikan: 1 bulan sampai dengan 3 bulan dan diatas 3 bulan. Piutang dihapuskan dalam periode dimana piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih. Penerimaan (pemulihan) kembali piutang yang telah dihapuskan (writeoff) diakui dalam laporan laba rugi. Trade receivables are recorded net of allowance for doubtful accounts, based on a review of the collectibility of outstanding receivables. Days receivable are classified: 1 month to 3 months and over 3 months. Accounts are written in the period in which they are determined to be uncollectible. Collection (recovery) of receivables previously written off is recognized in the income statement. 12
72 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued) h. Persediaan h. Inventories Sejak 1 Januari 2009, Perusahaan dan anak perusahaan telah mengadopsi PSAK 14 (Revisi 2008) Persediaan, yang efektif untuk periode pelaporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009 dan diterapkan secara prospektif. Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata rata tertimbang. Setiap penurunan nilai persediaan dibawah harga perolehan menjadi nilai realisasi bersih dan seluruh kerugian persediaan dari penurunan harus diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi bersih, harus diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut. Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan berdasarkan penelahaan masing -masing akun persediaan pada akhir tahun. Since January 1, 2009, Company and Subsidiaries has adopted PSAK 14 (Revised 2008) Inventories, which has to be applied effectively for the financial report as of January 1, 2009 and foreward and prospectively applied. Inventories are stated at historical cost or net realizable value, whichever is lower. Cost is calculated using weighted averaged method. Impairment of inventories value which is lower than the historical cost become to net realizable value and the related loss shall be recognized in the income statement as incurred. Any reversal of the impairment due to the increase of the net realizable value, shall be recognized as deduction of provision for inventories obsolescence as incurred. Allowance for inventories obsolescence is provided based on the review of the condition of inventories at the end of the year. i. Biaya Dibayar Dimuka i. Prepaid Expenses Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus. Prepaid expenses are amortized over the useful life of each expense using the straightline method. j. Aset Tetap j. Fixed Assets Efektif 1 Januari 2008, Perusahaan telah menerapkan PSAK No.16 (Revisi 2008) tentang Aset Tetap yang menggantikan PSAK No.16 (1994) tentang Aktiva Tetap dan Aktiva Lainlain serta PSAK No.17 (1994) tentang Akuntansi Penyusutan. Berdasarkan PSAK ini, Perusahaan harus memilih antara model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi atas aset tetap. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Biaya perolehan termasuk semua biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi Effective January 1, 2008, the Company has adopted PSAK No.16 (Revised 2008) on "Fixed Assets"which replaces PSAK No.16 (1994) on "Fixed Assets and Other Assets" and PSAK No.17 (1994) on "Accounting for Depreciation ". Under this PSAK, the Company must choose between the cost model or revaluation model as its accounting policy for fixed assets. Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation. Costs include all costs of replacing part of the fixed assets at cost incurred Mesin dan peralatan : 8-20 tahun / Years : Machinery and Equipment Kendaraan : 5-8 tahun / Years : Vehicle Peralatan dan perabot kantor : 5-8 tahun / Years : Fixture, furniture and office equipment Jaringan pipa gas : 16 tahun / Years : Gas pipeline Bangunan dan prasarana : tahun / Years : Building and infratructure 13
73 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued) j. Aset Tetap (Lanjutan) j. Fixed Assets (Continued) Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif. Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya. Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau tidak adanya manfaat ekonomis di masa datang yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang muncul dari penghentian pengakuan aset tetap (diperhitungkan sebagai selisih antara nilai tercatat aset dan hasil penjualan bersih) dimasukan pada laporan laba rugi tahun berjalan. The estimated useful lives, residual values and depreciation method are reviewed at each year end and the effect of any changes in estimate accounted for prospectively. All costs of maintenance and repairs that do not meet the recognition criteria are recognized in the income statement as incurred. Fixed assets derecognized during the release or absence of future economic benefits expected from the use or disposal. Gains or losses arising from derecognition of the asset (calculated as the difference between the carrying value of assets and net sales revenue) included in earnings for the year. k. Sewa k. Lease Sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa, kecuali terdapat dasar sistematik lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati pengguna. PSAK 30 (Revisi 2007), Sewa Penerapan PSAK 30 berdampak terhadap kebijakan akuntansi sewa. Perubahan mendasar dari PSAK ini, dimana klasifikasi dari sewa pembiayaan dan sewa operasi tergantung dari pengalihan secara substansial seluruh risiko dan manfaat, tidak berdampak terhadap laporan keuangan periode sebelumnya. Perusahaan menetapkan tidak terdapat sewa operasi yang diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan menurut PSAK ini. Leases are classified as finance lease if it transfers substantially all the risks and rewards incidental to ownership. Operating lease payments are recognized as an expense on a straight line (straight-line basis) during the lease term unless another systematic basis there is more representative of the time pattern of asset benefits enjoyed by users. PSAK 30 (Revised 2007), Leases PSAK 30 resulted in a lease accounting policies. The principal changes from this standard, where the classification of finance leases and operating leases depends on the transfer of substantially all the risks and benefits, had no impact on prior period financial statements. The Company determined there are no operating leases which are classified as finance leases under this PSAK. l. Penurunan Nilai Aset l. Impairment of Assets PSAK No. 48 tentang Penurunan Nilai Aset mensyaratkan manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan untuk menelaah nilai aset atas setiap penurunan jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang menunjukkan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. PSAK No. 48 on "Impairment of Assets" requires management of the Company and its Subsidiaries to review the value of assets for any impairment whenever events or changes in circumstances indicate that the carrying values may not be recoverable. 14
74 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued) l. Penurunan Nilai Aset (lanjutan) l. Impairment of Assets (Continued) Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali maka nilai tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara harga jual neto dan nilai pakai. When the carrying amount of an asset exceeds its estimated recoverable amount the asset is written down to their recoverable amount, which is determined as the higher of net selling price and value in use. m. Biaya Emisi Saham m. Stock Issuance Costs Berdasarkan Surat Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No KEP- 06/PM/2000 tanggal 13 maret 2000, biaya emisi saham disajikan sebagai pengurang Tambahan Modal Disetor. n. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja Karyawan Sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2004) tentang Imbalan Kerja, perusahaanperusahaan diwajibkan mengakui seluruh imbalan kerja yang diberikan melalui program atau perjanjian formal dan informal, peraturan perundang-undangan atau peraturan industri, yang mencakup imbalan pasca-kerja, imbalan kerja jangka pendek dan jangka panjang lainnya, pesangon pemutusan hubungan kerja dan imbalan berbasis ekuitas. Berdasarkan PSAK ini, perhitungan estimasi kewajiban untuk imbalan kerja karyawan dihitung berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 tanggal 25 Maret 2003 yang ditentukan dengan metode aktuarial Projected Unit Credit. Based on the Decree of the Capital Market Supervisory Board (Bapepam) No. KEP- 06/PM/2000 dated 13 March 2000, share issuance costs are presented as a reduction of Additional Paid in Capital. n. Estimated Liabilities on Employees' Benefits In accordance with PSAK No. 24 (Revised 2004) on "Employee Benefits", companies are required to recognize all employee benefits provided through the program or formal and informal agreements, legislation or industry regulations, including post-employment, employee benefits and short-term Other long, termination benefits and equity compensation benefits. Under this standard, the calculation of estimated liability for employee benefits are calculated based on Labor Law No. 13 Year 2003 dated March 25, 2003 are determined by actuarial method "Projected Unit Credit". o. Pajak Penghasilan o. Income Tax Beban pajak kini ditentukan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan kewajiban untuk tujuan komersial dan fiskal pada setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang dapat di kompensasi, juga diakui sepanjang besar kemungkinan bahwa manfaat pajak tersebut dapat terealisasi. Aset dan kewajiban pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada periode ketika aset direalisasi atau ketika kewajiban dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal neraca. Current tax expense is determined based on estimated taxable income for the year are calculated based on prevailing tax rates. Deferred tax assets and liabilities are recognized for temporary differences between assets and liabilities and tax bases of assets at each reporting date. Future tax benefits, such as the unused tax losses that can be compensated, also recognized to the extent possible that such benefits can be realized. Deferred tax assets and liabilities are measured at tax rates expected to apply to the period when the asset is realized or the liability is settled based on tax rates (and tax laws) that have been enacted or substantively enacted at the balance sheet date. 15
75 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued) p. Laba per saham p. Earnings per share Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar selama periode berjalan. Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa beredar yang telah disesuaikan dengan dampak dan semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif. Earnings per share is computed by dividing net income by the weighted average number of ordinary shares outstanding during the period. Diluted earnings per share is computed by dividing net income by the weighted average number of ordinary shares outstanding as adjusted for the impact and all dilutive potential ordinary shares. q. Penggunaan Estimasi q. Use of Estimates Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasi serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi. The preparation of financial statements in conformity with generally accepted accounting principles requires management to make estimates and assumptions that affect the reported assets and liabilities and disclosure of contingent assets and liabilities at the date of the consolidated financial statements and the reported amounts of revenues and expenses during the reporting period. Actual results could differ from these estimates. r. Aset dan Kewajiban Keuangan r. Financial Assets and Liabilities Efektif 1 Januari 2010, Perusahaan mengadopsi PSAK No.50 (Revisi 2006). Instrumen Keuangan: Penyajian dan Pelaporan, dan PSAK No.55 (Revisi 2006) Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. PSAK No. 50 (Revisi 2006) berisi syarat-syarat untuk penyajian instrumen keuangan dan mengidentifikasi informasi yang harus diungkapkan. Persyaratan penyajian berlaku untuk pengklasifikasian instrumen keuangan, dari perspektif Perusahaan dan anak perusahaan, menjadi aset keuangan, kewajiban keuangan dan instrumen modal; klasifikasi suku bunga, dividen, rugi dan laba terkait; kondisikondisi dimana aset dan kewajiban keuangan dapat saling hapus. PSAK ini mengharuskan pengungkapan, antara lain informasi mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi jumlah, waktu dan kepastian dari arus kas entitas di masa mendatang yang berhubungan dengan instrumen keuangan dan kebijakan akuntansi yang berlaku bagi instrumen-instrumen tersebut. Effective January 1, The company adopted PSAK No.50 (Revised 2006). Financial Instruments: Presentation and Reporting, and PSAK No.55 (Revised 2006) Financial Instrument: Recognition and Measurement. PSAK No. 50 (Revised 2006) contains the requirements for the presentation of financial instruments and identifies the information that should be disclosed. The presentation requirements apply to the classification of financial instruments, from the perspective of the Company and subisdiaries, into financial assets, financial liabilities and equity instruments; the classification of related interest, dividends, losses and gains; the circumstances in which financial assets and financial liabilities should be offset. This PSAK requires the disclosure of, among others, information about factors that affect the amount, timing and certainty of an entity s future cash flows relating to financial instruments and the accounting policies applied to those instruments. 16
76 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued) r. Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) r. Financial Assets and Liabilities Instruments (Continued) PSAK No. 55 (Revisi 2006) menetapkan prinsipprinsip dalam pengakuan dan pengukuran aset keuangan, kewajiban keuangan dan sejumlah kontrak pembelian dan penjualan item nonkeuangan. PSAK ini menetapkan definisi dan karakteristik dari derivatif, kategori instrumen keuangan, pengakuan dan pengukuran, akuntansi lindung nilai dan penetapan hubungan lindung nilai. PSAK No. 55 (Revised 2006) establishes the principles for recognizing and measuring financial assets, financial liabilities and some contracts to buy or sell non-financial items. This PSAK provides the definitions and characteristics of derivatives, the categories of financial instruments, recognition and measurement, hedge accounting and determination of hedging relationships, among others. i. Aset Keuangan i. Financial Assets Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2006) diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang dinilai pada nilai wajar melalui laba atau rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga tanggal jatuh tempo dan aset keuangan tersedia untuk dijual. Grup mengklasifikasikan aset keuangannya menjadi pinjaman dan piutang. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada saat awal pengakuannya dan jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali setiap akhir tahun keuangan Pinjaman yang diberikan dan Piutang Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif. Pada saat pengakuan awal, aset keuangan ini diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya dinyatakan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok ini disajikan sebagai pendapatan bunga dalam laporan laba rugi konsolidasi. Dalam hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dan diakui di dalam laporan laba rugi konsolidasi. Financial assets within the scope of the PSAK No. 55 (Revised 2006) are classified as financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables, held to maturity investments and available-for sale financial assets The Group classifies its financial assets as loans and receivables. The classification depends on the purpose for which thefinancials assets were acquired. Management determines the classification of its financial assets at initial recognition and where allowed and appropriate, reevaluates this designation at each financial year end.. Loan and Receivables Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. These financial assets are initially recognised at fair value plus transaction costs and subsequently carried at amortised cost using the effective interest rate method. Interest income on this financial assets classification is presented as interest income in the consolidated statements of income. In the case of impairment, the impairment loss is reported as a deduction from the carrying value of the financial assets classified as loan and receivables and recognised in the consolidated statements of income. 17
77 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (Continued) r. Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) r. Financial Assets and Liabilities Instruments (Continued) ii. Penurunan Nilai dari Aset Keuangan Grup melakukan penilaian pada setiap tanggal neraca apakah terdapat bukti obyektif bahwa aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan) dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal. Untuk menentukan adanya bukti obyektif bahwa rugi penurunan nilai telah terjadi atas aset keuangan, Grup mempertimbangkan faktorfaktor seperti kemungkinan adanya insolvabilitas atau kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur dan kelalaian atau penundaan signifikan pembayaran. Grup pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang secara individual signifikan atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan secara individual. Jika Grup menentukan tidak terdapat bukti obyektif mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka Perusahaan memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dan menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu kerugian penurunan nilai diakui atau terus diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. Jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang (tidak termasuk kerugian kredit di masa depan yang belum terjadi) yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal dari aset keuangan tersebut. ii. Impairment of Financial Assets The Group assesses at each balance sheet date whether there is any objective evidence that a financial asset is impaired. A financial asset is impaired and impairment losses are incurred only if there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the asset (a loss event ) and that loss event (or events) has an impact on the estimated future cashflows of the financial asset that can be reliably. estimated. To determine whether there is objective evidence that an impairment loss on financial assets have been incurred, the Group considers factors such as the probability of insolvency or significant financial difficulties of the debtor and default or significant delay in payments. The Group first assesses whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant and individually or collectively for financial assets that are not individually significant. If the Group determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial assets, whether significant or not, it includes the asset in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assesses them for impairment. Assets that are individually assessed for impairment and for which an impairment loss is or continues to be recognised are not included in a collective assessment of impairment The amount of the loss is measured as the difference between the asset s carrying amount and the present value of estimated future cash flows (excluding future credit losses that have not been incurred) discounted at the financial asset s original effective interest rate. 18
78 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year 2009 r. Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) r. Financial Assets and Liabilities Instruments (Continued) ii. Penurunan Nilai dari Aset Keuangan (Lanjutan) Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui akun cadangan kerugian penurunan nilai dan jumlah kerugian diakui pada laporan laba rugi konsolidasi. Jika pinjaman yang diberikan memiliki suku bunga variabel, maka tingkat diskonto yang digunakan adalah suku bunga efektif yang berlaku yang ditetapkan dalam kontrak. Perhitungan nilai kini dari estimasi arus kas masa datang atas aset keuangan dengan agunan (collateralised financial asset) mencerminkan arus kas yang dapat dihasilkan dari utilisasi dari jaminan deposit yang diberikan oleh pelanggan kepada Grup. Estimasi periode antara terjadinya peristiwa dan teridentifikasinya kerugian ditentukan oleh manajemen untuk setiap portofolio yang diidentifikasi. Untuk tujuan evaluasi penurunan nilai secara kolektif, aset keuangan dikelompokkan berdasarkan kesamaan karakteristik risiko kredit yaitu berdasarkan jenis pelanggan. Arus kas masa datang dari aset keuangan Grup yang penurunan nilainya dievaluasi secara kolektif, diestimasi berdasarkan arus kas kontraktual atas aset-aset di dalam kelompok tersebut dan kerugian historis yang pernah dialami atas aset-aset yang memiliki karakteristik risiko kredit yang serupa dengan karakteristik risiko kredit kelompok tersebut. Kerugian historis yang pernah dialami kemudian disesuaikan berdasarkan data terkini yang dapat diobservasi untuk mencerminkan kondisi saat ini yang tidak berpengaruh pada periode terjadinya kerugian historis tersebut, dan untuk menghilangkan pengaruh kondisi yang ada pada periode historis namun sudah tidak ada lagi saat ini. Ketika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapusbukukan dengan menjurnal balik cadangan kerugian penurunan nilai. Piutang tersebut dapat dihapus buku setelah semua prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah kerugian telah ditentukan. Beban penurunan nilai yang terkait dengan piutang diklasifikasikan ke dalam Cadangan Kerugian Penurunan Nilai. ii. Impairment of Financial Assets (Continued) The carrying amount of the asset is reduced through the use of an allowance for impairment losses and the amount of the loss is recognised in the consolidated statements of income. If a receivable has a variable interest rate, the discount rate used is the current effective interest rate determined under the contract. The calculation of the present value of the estimated future cash flows of a collateralised financial asset reflects the cash flows that may result from the utilisation of deposit placed by customer to the Group. The estimated period between a loss occurring and its identification is determined by the management for each identified portfolio. For the purposes of a collective evaluation of impairment, financial assets are grouped on the basis of similar credit risk characteristics by customer type. Future cash flows in the Group of financial assets that are collectively evaluated for impairment, and are estimated on the basis of the contractual cash flows of the assets in the group and historical loss experience for assets with credit risk characteristics similar to those in the group. Historical loss experience is adjusted on the basis of current observable data to reflect the current conditions which did not affect the period on which the historical loss experience is based and to remove the effects of conditions in the historical period that do not currently exist. When a receivable is uncollectible, it is written off against the related allowance for impairment losses. Such receivable are written-off after all the necessary procedures have been completed and the amount of the loss has been determined. Impairment charges relating to receivable, is classified in Allowance for Impairment Losses. 19
79 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year 2009 r. Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) r. Financial Assets and Liabilities Instruments (Continued) ii. Penurunan Nilai dari Aset Keuangan (Lanjutan) Jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya diakui dipulihkan, dengan menyesuaikan cadangan kerugian penurunan nilai. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi konsolidasi. Penerimaan kemudian atas piutang yang telah dihapusbukukan sebelumnya, jika pada periode berjalan, dikreditkan pada cadangan kerugian penurunan nilai, sedangkan jika setelah tanggal neraca, dikreditkan sebagai pendapatan operasional lainnya. iii. Kewajiban Keuangan Kewajiban keuangan dalam ruang lingkup PSAK No. 55 (Revisi 2006) diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, hutang dan pinjaman. Pada tanggal neraca, Grup memiliki ke dua jenis kewajiban keuangan. Grup menetapkan klasifikasi atas kewajiban keuangan pada saat pengakuan awal. Grup mengklasifikasikan kewajiban keuangan dalam kategori (a) kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan (b) kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang telah ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. a. Kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi Kategori ini terdiri dari kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan. Kewajiban keuangan diklasifikasikan sebagai diperdagangkan jika diperoleh terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif diklasifikasikan sebagai kewajiban diperdagangkan kecuali ditetapkan dan efektif sebagai instrumen lindung nilai. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar kewajiban keuangan yang diklasifikasikan sebagai diperdagangkan disajikan dalam laporan laba rugi konsolidasi sebagai Laba (Rugi) Perubahan Nilai Wajar Derivatif - Bersih. ii. Impairment of Financial Assets (Continued) If, in a subsequent period, the amount of the impairment loss decreases and the decrease can be related objectively to an event occurring after the impairment was recognised the previously recognised impairment loss is reversed by adjusting the allowance for impairment losses. The amount of the reversal is recognised in the consolidated statements of income. Subsequent recoveries of previously written off receivables, if in the current period, are credited to the allowance for impairment losses, but if after balance sheet date, are credited to other operating income. iii. Financial Liabilities Financial liabilities within the scope of PSAK No. 55 (Revised 2006) are classified as financial liabilities at fair value through profit or loss, loans and borrowings. As at the balance sheet date, the Group has both type of financial liabilities. The Group determines the classification of its financial liabilities at intial recognition. The Group classifies its financial liabilities in the category of (a) financial liabilities at fair value through profit or loss and (b) financial liabilities measured at amortised cost. Financial liabilities are derecognised when the obligations under the contract is discharged or cancelled or expired. a. Financial liabilities at fair value through profit or loss This category comprises of financial liabilities classified as held for trading. A financial liability is classified as held for trading if it is acquired or incurred principally for the purpose of selling or repurchasing it in the near term. Derivatives are also categorised as held for trading unless they are designated and effective as hedging instruments. Gains and losses arising from changes in fair value of financial liabilities classified held for trading are included in the consolidated statements of income and are presented as Gain (Loss) on Changes in Fair Value of Derivative - Net. 20
80 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year 2009 r. Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) r. Financial Assets and Liabilities Instruments (Continued) iii. Kewajiban Keuangan (Lanjutan) b. Kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Kewajiban keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Setelah pengakuan awal, Grup mengukur seluruh kewajiban keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif. iii. Financial Liabilities (Continued) b. Financial liabilities at amortised cost Financial liabilities that are not classified as at fair value through profit and loss fall into this category and are measured at amortised cost. After initial recognition, the Group measures all financial liabilities at amortised cost using effective interest rate method. iv. Penentuan Nilai Wajar Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan nilai pasar yang berlaku pada tanggal neraca. Termasuk didalamnya adalah nilai pasar dari IDMA (Interdealer Market Association) atau harga yang diberikan oleh broker (quoted price) dari Bloomberg dan Reuters pada tanggal neraca. Instrumen keuangan dianggap memiliki kuotasi di pasar aktif, jika harga kuotasi tersedia sewaktu-waktu dan dapat diperoleh secara rutin dari bursa, pedagang efek (dealer), perantara efek (broker), kelompok industri, badan pengawas (pricing service or regulatory agency) dan harga tersebut mencerminkan transaksi pasar yang aktual dan rutin dalam suatu transaksi yang wajar. Jika kriteria di atas tidak terpenuhi, maka pasar aktif dinyatakan tidak tersedia. Indikasi-indikasi dari pasar tidak aktif adalah terdapat selisih yang besar antara harga penawaran dan permintaan atau kenaikan signifikan dalam selisih harga penawaran dan permintaan dan hanya terdapat beberapa transaksi terkini. Nilai wajar untuk semua instrumen keuangan lainnya yang tidak memiliki kuotasi di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian. Dengan teknik ini, nilai wajar merupakan suatu estimasi yang dihasilkan dari data yang dapat diobservasi dari instrumen keuangan yang sejenis, menggunakan modelmodel untuk mendapatkan estimasi nilai kini dari arus kas masa depan yang diharapkan atau teknik penilaian lainnya menggunakan input (sebagai contoh LIBOR yield curve, nilai tukar mata uang asing, volatilitas, counterparty spreads) yang tersedia pada tanggal neraca konsolidasi. iv. Determination of Fair Value The fair value of financial instruments traded in active markets is determined based on quoted market prices at the balance sheet date. The fair value includes IDMA s (Interdealer Market Association) quoted market prices or broker s quoted price from Bloomberg and Reuters at balance sheet date. A financial instrument is regarded as quoted in an active market if quoted prices are readily and regularly available from an exchange, dealer, broker, industry group, pricing service or regulatory agency and those prices represent actual and regularly occurring market transactions on an arm s length basis. If the above criteria are not met, the market is regarded as being inactive. Indications that a market is inactive are when there is a wide bid-offer spread or significant increase in the bid-offer spread or there are few recent transactions.. For all other financial instruments which not provided quoted in an active market, fair value is determined using valuation techniques. In these techniques, fair values are estimated from observable data in respect of similar financial instruments, using models to estimate the present value of expected future cash flows or other valuation techniques, using inputs (for example, LIBOR yield curve, foreign currency rates, volatilities and counterparty spreads) existing at the dates of the consolidated balance sheets. 21
81 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year 2009 r. Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) r. Financial Assets and Liabilities Instruments (Continued) iv. Penentuan Nilai Wajar (Lanjutan) Grup menggunakan beberapa teknik penilaian yang digunakan secara umum untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan, seperti opsi suku bunga dan swap mata uang asing. Input yang digunakan dalam teknik penilaian untuk instrumen keuangan di atas adalah data pasar yang dapat diobservasi. Untuk instrumen yang lebih kompleks, Grup menggunakan model penilaian internal, yang pada umumnya berdasarkan teknik dan metode penilaian yang umumnya diakui sebagai standar industri. Model penilaian terutama digunakan untuk menilai kontrak derivatif yang ditransaksikan melalui pasar over-the- counter, unlisted debt securities dan instrumen hutang lainnya yang pasarnya telah atau menjadi tidak aktif. Beberapa input dari model ini tidak berasal dari data yang dapat diobservasi di pasar dan demikian merupakan hasil estimasi berdasarkan asumsi tertentu. Nilai wajar atas over-the-counter (OTC) derivatif ditentukan menggunakan teknik penilaian yang diterima secara umum di dalam pasar uang, seperti teknik nilai kini dan option pricing models. Nilai wajar dari forward mata uang asing ditentukan dengan nilai tukar forward saat ini. Structured interest rate derivatives ditentukan menggunakan option pricing models (sebagai contoh, the Black-Scholes model) atau prosedur lainnya seperti Monte Carlo Simulation. iv. Determination of Fair Value (Continued) The Group uses widely recognised valuation models for determining fair values of financial instruments, such as options of interest rate and foreign currency swaps. For these financial instruments, inputs into models are generally market-observable.. For more complex instruments, the Group uses internally developed models, which are usually based on valuation methods and techniques generally recognised as standard within the industry. Valuation models are used primarily to value derivatives transacted in the over-thecounter market, unlisted debt securities and other debt instruments for which markets were or have become illiquid. Some of the inputs to these models may not be market observable and are therefore estimated based on assumptions. The fair value of over-the-counter (OTC) derivative is determined using valuation methods that are commonly accepted in the financial markets, such as present value techniques and option pricing models. The fair value of foreign exchange forwards is generally based on current forward exchange rates. Structured interest rate derivatives are measured using appropriate option pricing models (for example, the Black-Scholes model) or other procedures such as Monte Carlo Simulation. v. Penghentian Pengakuan v. Derecognition Penghentian pengakuan aset keuangan dilakukan ketika hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau ketika aset keuangan tersebut telah dialihkan dan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset telah ditransfer (jika, secara substansial seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer, maka Grup melakukan evaluasi untuk memastikan keterlibatan berkelanjutan atas kontrol yang masih dimiliki tidak mencegah penghentian pengakuan). Kewajiban keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang telah ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa. Financial assets are derecognised when the contractual rights to receive the cash flows from these assets have ceased to exist or the assets have been transferred and substantially all the risks and rewards of ownership of the assets are also transferred (that is, if substantially all the risks and rewards have not been transferred, the Group tests control to ensure that continuing involvement on the basis of any retained powers of control does not prevent derecognition). Financial liabilities are derecognised when the obligations under the contract is discharged or cancelled or expired. 22
82 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year 2009 r. Aset dan Kewajiban Keuangan (Lanjutan) r. Financial Assets and Liabilities Instruments (Continued) vi. Reklasifikasi Instrumen Keuangan Grup tidak mereklasifikasi instrumen keuangan dari atau ke kategori instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selama instrumen keuangan tersebut dimiliki atau diterbitkan. Grup tidak mengklasifikasikan aset keuangan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, jika dalam tahun berjalan atau dalam kurun waktu dua tahun sebelumnya, telah menjual atau mereklasifikasi investasi dimiliki hingga jatuh tempo melebihi jumlah yang tidak signifikan sebelum jatuh tempo (lebih dari jumlah yang tidak signifikan dibandingkan dengan jumlah nilai investasi dimiliki hingga jatuh tempo), kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut : - dilakukan ketika aset keuangan sudah mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali di mana perubahan suku bunga pasar tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap nilai wajar aset keuangan tersebut; - terjadi setelah Grup telah memperoleh secara substansial seluruh jumlah pokok awal aset keuangan tersebut sesuai jadwal pembayaran atau pelunasan dipercepat; atau - terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali Grup, tidak berulang dan tidak dapat diantisipasi secara wajar oleh Grup. Reklasifikasi aset keuangan dari kelompok dimiliki hingga jatuh tempo ke kelompok tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi tetap diakui dalam komponen ekuitas sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya, dimana pada saat itu keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas harus diakui pada laporan laba rugi konsolidasi. vii. Saling Hapus Instrumen Keuangan Aset keuangan dan kewajiban keuangan saling hapus buku dan nilai bersihnya disajikan dalam neraca konsolidasi jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus buku atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan kewajibannya secara simultan. vi. Reclassification of Financial Instruments The Group does not reclassify any financial instruments out of or into the fair value through profit or loss category while it is held or issued. The Group does not classify any financial assets as held-to-maturity if the entity has, during the current financial year or during the two preceding financial years, sold or reclassified more than an insignificant amount of held-to-maturity investments before maturity (more than insignificant in relation to the total amount of held-tomaturity investments) other than sales or reclassifications that : - are so close to maturity or the financial asset's call date that changes in the market rate of interest would not have a significant effect on the financial asset's fair value; - occur after the Group has collected substantially all of the financial asset's original principal through scheduled payments or prepayments; or - are attributable to an isolated event that is beyond the Group's control, is nonrecurring and could not have been reasonably anticipated by the Group. Reclassification of financial assets from held to maturity classification to available for sale are recorded at fair value. Unrealized gains or losses are recognised in the shareholders equity section until the financial assets is derecognised, at which time the cummulative gain or loss previously recognised in equity shall be recognised in consolidated statements of income. vii. Offsetting Financial Instruments Financial assets and liabilities are offset and the net amount presented in the consolidated balance sheets when there is a legally enforceable right to offset the recognised amounts and there is an intention to settle on a net basis or realise the asset and settle the liability simultaneously. 23
83 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year AKUISISI TIP DAN PRA 3. ACQUISITION OF TIP AND PRA Pada tahun 2010, berdasarkan Akta Jual Beli saham No. 20, 21 dan 22 tanggal 27 Oktober 2010 yang dibuat dihadapan Notaris Benediktus Andy Widyanto, S.H., Perusahaan telah mengakuisisi lembar saham atau setara dengan kepemilikan 99,98% atas saham TIP dan lembar saham atau setara dengan kepemilikan 99,99% atas saham PRA. Transaksi pembelian saham TIP dan PRA dilakukan masing masing dengan harga perolehan sebesar Rp dan Rp melalui penerbitan surat promes. Akusisi TIP dan PRA dicatat dengan menggunakan metode pembelian, dimana harga perolehan dialokasikan ke nilai wajar aset dan kewajiban yang ditanggung. Alokasi harga perolehan adalah sebagai berikut : In 2010, based on Deed of Sale and Purchase of shares No. 20, 21 and 22 dated October 27, 2010, passed before by Notary Benediktus Andy Widyanto, S.H., the Company has acquired 49,490 shares, equivalent to 99.98% ownership of the shares of TIP and 50,510 shares, equivalent to % of shares in PRA. The share purchase of TIP dan PRA was settled through the issuance of promissory notes of Rp and Rp The acquisition of TIP and PRA is recorded using purchase method, where by costs are allocated to the fair value of asset and liabilities assumed. The allocations of acquisition cost are as follows : TIP PRA Aset Lancar Current Asset Aset Tetap Fixed Asset Aset Lainnya Other Asset Total Aset Total Asset Kewajiban Lancar ( ) ( ) Current Liabilities Kewajiban Tidak Lancar ( ) ( ) Long Term Liabilities Hak Minoritas - ( ) Minority Interest Nilai Wajar Aset Bersih yang Fair Value of Net Asset diakuisi Acquired Goodwill Goodwill Jumlah Harga Perolehan Acquisition Cost 4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS Kas Cash Bank Rupiah : Bank Rupiah : PT Bank Mayapada Tbk PT Bank Mayapada Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk (d/h Bank Lippo) PT Bank CIMB Niaga Tbk (d/h Bank Lippo) PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Panin Tbk PT Bank PaninTbk PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 24
84 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (Continued) Bank US$: Bank US$ : PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk PT Bank Internasional Indonesia Tbk HSBC HSBC PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Panin Tbk PT Bank Panin Tbk Deposito Berjangka Time Deposit PT Bank Muamalat PT Bank Muamalat Jumlah Total Tingkat suku bunga deposito berjangka pada tahun 2010 adalah sebesar 9,5%. in 2010, time deposit interest rate is 9,5% p.a. 5. PIUTANG USAHA PIHAK KETIGA 5. TRADE RECEIVABLES THIRD PARTIES Akun ini terdiri dari piutang usaha: This account consists of receivable of: Distribusi gas alam Natural gas distribution Pengisian dan distribusi elpiji Filling and distribution LPG Jasa pelabuhan Port Services Lain-lain Others Jumlah Total Penyisihan piutang ragu-ragu ( ) - Allowance for doubtful accounts Bersih Net PT Odira Energy Persada PT Odira Energy Persada PT Wuwu Sakti PT Wuwu Sakti PT Humaida Maju Terus PT Humaida Maju Terus PT Cabot Indonesia PT Cabot Indonesia PT Pelabuhan indonesia IV PT Pelabuhan indonesia IV Toko Roni Jembatan Roni Jembatan 5 Store PT Humaida Maju Terus PT Humaida Maju Terus PT Degusa Peroxide Indonesia PT Degusa Peroxide Indonesia PT Sinar Andara PT Sinar Andara PT Metroja Mandiri PT Metroja Mandiri PT Bagus Cempaka Mulia PT Bagus Cempaka Mulia PT Buana Nur Abadi PT Buana Nur Abadi Yasrie Pramesti Yasrie Pramesti Masing- masing Each Under dibawah Rp 1 Milyar Rp 1 Billion Jumlah Total Penyisihan piutang ragu-ragu ( ) - Allowance for doubtfull account Piutang bersih Net trade receivable 25
85 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year PIUTANG USAHA PIHAK KETIGA (Lanjutan) 5. TRADE RECEIVABLES THIRD PARTIES (Continued) Jumlah piutang usaha berdasarkan umur adalah sebagai berikut : Total trade receivable by aging schedule is as follows: 1 s/d 3 bulan months Diatas 3 bulan > 3 months Jumlah Total Perubahan penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut : The changes in the allowance for doubtful accounts are as follows : Saldo awal - - Beginning balance Penyisihan untuk tahun Provisions during the year berjalan Pemulihan penyisihan - - Recovery of allowance Saldo akhir Ending balance Berdasarkan penelaahan masing-masing piutang pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa jumlah penyisihan piutang raguragu tersebut adalah memadai. Based on a review of accounts receivable at end of the year, the Company's management believes that such allowance for doubtful accounts is suitable. 6. PIUTANG LAIN-LAIN - HUBUNGAN ISTIMEWA 6. OTHER RECEVABLES - RELATED PARTIES PT Odira Energy Buana PT Odira Energy Buana Karyawan Employee Lain-lain Others Jumlah Total Berdasarkan penelaahan masing-masing piutang pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa seluruh piutang lain - lain dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan penyisihan piutang ragu-ragu. Based on a review of other receivable at year end, the Company's management believes that all other receivables are fully collectible, therefore no allowance for doubtful accounts. 7. PERSEDIAAN 7. INVENTORY Suku cadang Sparepart Elpiji LPG Jumlah Total Suku cadang terdiri dari persediaan yang berhubungan dengan peralatan bongkar muat peti kemas. Spare parts represent inventories that are related to stevedoring equipment. 26
86 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA Tbk dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to the Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA Tbk and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year PERSEDIAAN (Lanjutan) 7. INVENTORY (Continued) Berdasarkan penelaahan kondisi persediaan pada akhir tahun, manajemen perusahaan berpendapat bahwa seluruh persediaan masih dapat digunakan dalam operasi sehingga tidak diperlukan penyisihan untuk persediaan usang. Based on a review of the condition of inventories at year end, the Company's management believes that all inventories can be used for operation and therefore no allowance for inventories obsolescence. 8. BIAYA DIBAYAR DIMUKA 8. PREPAID EXPENSES Uang muka proyek Project advances Uang muka penyertaan saham Advance for investment Uang muka pemasok Advance for Suplier Sewa dibayar dimuka Prepaid rent Asuransi dibayar dimuka Prepaid Insurance Biaya Sertifikat Kelayakan Equipment certificate Jumlah Total Uang muka proyek merupakan uang muka yang dibayarkan SNB dan Anak Perusahaan kepada kontraktor dalam rangka perluasan lahan operasional serta uang muka pembelian aset mesin. Uang muka penyertaan saham merupakan uang muka penyertaan SNB dalam saham PT Manggala Puri Sakti (MPS). Sampai dengan tanggal 31 Desember 2010, transaksi penyertaan SNB dalam saham MPS tersebut belum diaktakan dan disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Uang muka pemasok merupakan uang muka yang dibayarkan EHK kepada PT Dharma Pratama Sejati untuk pembelian Ultrasonic Sonic Metering (USM) dan uang muka pembelian gas kepad PT Pertamina (Persero). Akun sewa dibayar dimuka terdiri atas sewa tanah CSN untuk lahan tempat penumpukan kontainer sampai dengan tanggal 01 Januari 2014 berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Lahan No. 0061/BTNG-SEWA/1/2010, sewa lahan untuk jaringan pipa EHK dan sewa ruangan untuk kantor Perusahaan berlokasi di Senayan, Jakarta dengan jangka waktu sewa selama 1 tahun sejak tanggal 31 Agustus 2010 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2011 sesuai dengan Surat Perjanjian Sewa Ruangan No. 516/D00/P00/VIII/OEP/2010 tanggal 30 Agustus Project advances represent advance paid by SNB and its subisidiaries to contractor in relation to expand its operational area and advance payemnt for purchase of machinery asset. Advance payment for investment represents SNB s advance payment for subscription shares in PT Manggala Puri Sakti (MPS) share. As of December, 31, 2010, these transaction has not been notarized and obtain the approval from the Minister of Laws and Human Right of Republic of Indonesia. Advance payment for supplier represents advance payment of EHK for Ultra Sonic Metering which provided by PT Dharma Pratama Sejati and advance payment for purchase gas from PT Pertamina (Persero). Prepaid rent account are consist of land lease of CSN for container stacking area until Januari 1, 2014 based on Surat Perjanjian Sewa Menyewa Lahan No. 0061/BTNG-SEWA/1/2010, land lease for EHK s pipeline network and space lease for Companys s office space located in Senayan, Jakarta, with a lease periode for 1 year from as of August 31, 2010 until August 31, 2011 based on Surat Perjanjian Sewa Ruangan No. 516/D00/P00/VIII/OEP/2010 dated August 30,
87 Harga Perolehan Acquisition Cost Pemilikan langsung Tanah Land Jaringan pipa Pipeline Tabung gas Filling Gas Bangunan dan prasarana Building Mesin dan peralatan Machine and equipment Kendaraan Vehicle Peralatan dan Perabot Equipment and furniture Sewa pembiayaan Kendaraan Vehicle Jumlah Total Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation Jaringan pipa Pipeline Bangunan dan prasarana Building Mesin dan peralatan Machine and equipment Kendaraan Vehicle Peralatan dan Perabot Equipment and furniture Sewa pembiayaan Kendaraan Fiscal Loss Jumlah Total Nilai Buku Book Value Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARY For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year ASET TETAP 9. FIXED ASSETS 2010 Efek akuisisi anak perusahaan/ Saldo awal / Acquisition of Penambahan Pengurangan Saldo akhir/ Beginning balance Subsidiaries Increase Reduction Ending balance 28
88 Harga Perolehan Acquisition Cost Pemilikan langsung Mesin dan peralatan Machine and equipment Kendaraan Vehicle Peralatan dan Perabot Equipment and furniture Jumlah Total Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation Mesin dan peralatan Machine and equipment Kendaraan Vehicle Peralatan dan Perabot Equipment and furniture Jumlah Total Nilai Buku Book Value Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember ASET TETAP 9. FIXED ASSETS Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARY For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year Efek akuisisi anak perusahaan/ Saldo awal / Acquisition of Penambahan Pengurangan Saldo akhir/ Beginning balance Subsidiaries Increase Reduction Ending balance 29
89 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES 9. ASET TETAP (Lanjutan) 9. FIXED ASSETS (Continued) Pada tanggal 31 Desember 2010, aset tetap Perusahaan dan anak perusahaan diasuransikan terhadap kerugian akibat kebakaran dan risiko lain berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan jumah nilai pertanggungan sebesar USD dan Rp For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year 2009 As of December 31, 2010, fixed assets are covered by insurance against losses from fire and other risks under certain blanket policies with sum insured of USD and Rp Manajemen Perusahaan dan anak perusahaan berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Sebagian aset tetap Anak Perusahaan berupa jaringan dan instalasi pipa, mesin dan kendaraan telah dijaminkan atas fasilitas kredit dan sewa pembiayaan yang diterima oleh Anak Perusahaan. (lihat catatan 19 dan 20) The management of the Company and Subsidiaries are of the opinion that the sums insured are adequate to cover possible losses from such risk. Some fixed assets of the subsidiaries in the form of network and installation of pipes, machinery and vehicles has been pledged for the loan facility received by the Subsidiaries (see note 19 and 20). Penyusutan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 telah dibebankan ke laporan laba rugi dengan rincian sebagai berikut : Depreciation at 31 December 2010 and 2009 has been charged to the income statement are as follows: Beban pokok dan langsung Direct Cost Beban administrasi dan umum General and administration expense Jumlah Total 10. ASET LAIN-LAIN 10. OTHER ASSETS Aset KSO - Proyek Tambun KSO Asset - Tambun Project Aset KSO - Bitung KSO Asset - Bitung Akumulasi Amortisasi ( ) ( ) Accumulated Amortization Aset KSO bersih KSO Asset - Net Kas yang dibatasi penggunaannya Restricted cash Investasi properti Property Investment Taksiran klaim pengembalian Estimated Tax refund pajak Lainnya Others Jumlah Total Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, dana yang dibatasi penggunannya adalah saldo bank untuk rekening escrow dan reserve dalam PT Bank International Indonesia Tbk (BII). Rekening BII escrow merupakan rekening penampungan atas pendapatan anak perusahaan, pembayaran cicilan hutang BII yang langsung didebet oleh bank dan untuk pembiayaan anak perusahaan setelah terlebih dahulu ditransfer ke rekening BII operasional berdasarkan anggaran yang dibuat oleh anak perusahaan. On December 31, 2010 and 2009, restricted cash is the bank balance for an escrow account and the reserve in PT Bank International Indonesia Tbk (BII). BII escrow account is an escrow account of the earnings of subsidiaries, debt repayment of credit installment of BII directly debited by the bank and to finance subisidiaries after firstly transferred to BII s operational account based on the budget made by the subsidiaries. 30
90 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year ASET LAIN-LAIN (Lanjutan) 10. OTHER ASSETS (Continued) Rekening BII Reserve digunakan sebagai cadangan dana untuk pembayaran cicilan hutang bank yang akan jatuh tempo dalam 2 bulan ke depan setelah tanggal neraca. Aktiva kerjasama operasi (KSO) Tambun merupakan pengeluaran EHK dalam rangka kerjasama operasi dengan PT Odira Energy Persada pembangunan fasilitas pengolahan minyak dan gas bumi di lapangan Tambun - Bekasi dengan jangka waktu kerjasama selama 10 tahun. Harga perolehan aktiva KSO tersebut diamortisasi secara proporsional sepanjang masa kerjasama operasi. Aktiva kerjasama operasi (KSO) Bitung merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan CSN dalam rangka kerjasama operasi dengan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia VI untuk penyediaan, pemasangan & pengoperasian peralatan bongkar muat petikemas dengan sistem bagi hasil di terminal petikemas pelabuhan Bitung dengan jangka waktu kerjasama selama 10 tahun. Harga perolehan aktiva kerjasama operasi tersebut diamortisasi secara proporsional sepanjang masa kerjasama operasi. Investasi dalam properti merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan Perusahaan dalam rangka perolehan aktiva tanah seluas m2 yang berlokasi di Sudimara Pinang dan Pendurenan, Ciledug dan Desa Tonjong, Kramat Watu, Serang. Sampai dengan 31 Desember 2009, aktiva ini disajikan sebagai aktiva real estat. Pada tahun 2010, Perusahaan telah melakukan perubahan bidang usaha. Aktiva real estat untuk selanjutnya diklasifikasikan sebagai dalam aset lain-lain dengan akun Investasi dalam properti. BII Reserve Account is used as a reserve fund for repayment of bank installment that will mature in 2 months after the balance sheet date. Tambun Joint Operation (KSO) assets represent costs incurred by EHK expenditure in connection with the joint operation with PT Odira Energy Persada for the construction of processing facilities of oil and gas in the Tambun - Bekasi field for 10 years period. Acquisition cost of joint operation asset venture acquisition cost asset is amortized in proportion within the period of joint operation Bitung Joint Operation (KSO) assets represent costs incurred by CSN expenditure in connection with the joint operation with PT (Persero) Pelabuhan Indonesia IV for supplying, installation and operation of container loading and stacking equipment in Bitung Port for the of cooperation for 10 years. Acquisition cost of joint operation asset venture is amortized in proportion within the period of joint operation. Property investment represent costs incurred by Company to acquire land asset in the area of 80,223 m2 which located in Sudimara Pinang and Pendurenan, Ciledug and Tonjong village, Kramat Watu, Serang. As of December, 31, 2009, this asset was presented as real estate asset. In 2010, Company has changed its main business. Real estate asset is classified as Other Asset - Property Investment. 11. PERPAJAKAN 11. TAXATION a. Pajak dibayar di muka a. Prepaid taxes Anak perusahaan Subsidiaries : Pajak Penghasilan Income Tax Pasal Article 23 Pajak Pertambahan Nilai Value Added Tax Jumlah Total b. Hutang Pajak b. Taxes Payable Perusahaan Company Pajak Penghasilan : Income Tax: Pasal Article 21 Final pasal 4 (2) Final tax article 4 (2) Pasal Article
91 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember PERPAJAKAN (Lanjutan) 11. TAXATION (Continued) b. Hutang Pajak b. Taxes Payable Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year 2009 Anak perusahaan : Subsidiaries : Pajak penghasilan : Income Tax: Pasal 29 (2009) Article 29 (2009) Pasal 29 (2010) Article 29 (2010) Efek akuisisi: Acquisition effect: Pajak pertambahan nilai Value Added Tax Pajak penghasilan: Income Tax: Pasal Article 21 Pasal Article 23 Final pasal 4 ayat Final tax article 4 (2) Pajak penghasilan Income tax pasal 29 (2009) article 29 (2009) Surat Ketetapan Pajak Tax Assessment Denda Pajak Tax Penalty Jumlah Total c. Pajak Penghasilan Badan c. Corporate Income Tax Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak menurut laporan laba (rugi) konsolidasian dengan laba (rugi) menurut pajak adalah sebagai berikut : The reconciliation between income (loss) before tax per consolidated income (loss) with income (loss) according to the tax are as follows: Laba sebelum manfaat Profit before tax benefit (beban) pajak penghasilan (expense) income tax Berdasarkan laporan based on the consolidated laba rugi konsolidasi statements of income Eliminasi Elimination Laba Konsolidasi sebelum Consolidated income manfaat (beban) pajak before income tax penghasilan sebelum eliminasi and elimination Dikurangi : Laba anak perusahaan Profit of sebelum manfaat (beban) subsidiaries before pajak penghasilan ( ) ( ) income tax Laba sebelum Income before manfaat (beban) pajak income tax (expense) penghasilan Perusahaan of Parent Beban yang tidak dapat dikurangkan menurut fiskal Undeductible expenses by the fiscal Beda temporer : Temporary differences: Imbalan kerja Employee benefit Penyusutan aset tetap Fixed Asset depreciation
92 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year PERPAJAKAN (Lanjutan) 11. TAXATION (Continued) c. Pajak Penghasilan Badan (Lanjutan) c. Corporate Income Tax (Continued) Beda tetap : Permanent differences: Entertainment Entertainment Jamuan dan sumbangan Representation & donation Penghasilan bunga yang Interest income already telah dikenakan pajak ( ) ( ) subject to final tax Laba (rugi) dari investasi Profit loss from investment pada anak perusahaan ( ) ( ) in subsidiaries Pengurusan tanah Land handling Pajak Tax ( ) ( ) Taksiran penghasilan (rugi) Estimated taxable kena pajak tahun berjalan ( ) income for the year Taksiran penghasilan kena Estimated taxable income Pajak - dibulatkan ( ) for the year - rounded Beban pajak kini - Induk Current income tax - Parent Beban pajak kini - Current income tax - Anak Perusahaan Subsidiaries Beban pajak kini Consolidated Current Konsolidasi income tax Pada September 2009, Undang-undang No. 7 Tahun 1983 mengenai Pajak Penghasilan telah diubah untuk ke empat kalinya dengan Undang-undang No. 36 Tahun Perubahan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak bertingkat menjadi tarif tunggal yaitu 28% untuk tahun fiskal 2009 dan 25% untuk tahun fiskal 2010 dan seterusnya. Revisi ini berlaku efektif sejak 1 Januari In September 2009, Law no. 7 of 1983 concerning "Income Tax" has been changed for the fourth time by Law No. 36 of The amendment also includes changes in corporate tax rate of a marginal tax rate to a single rate of 28% for fiscal year 2009 and 25% for fiscal year 2010 and onwards. This revision is effective from January 1, d. Pajak Tangguhan d. Deferred Tax Rincian perhitungan aset (kewajiban) pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut: Details of the calculation of assets (liabilities) of deferred tax as of 31 December 2010 and 2009 are as follows: Saldo awal aset (kewajiban) Beginning balance of assets pajak tangguhan (liabilities) Deferred tax Dampak akuisisi ( ) - Acquisition effect Dampak penerapan pertama Effect of first adoption PSAK 24 (revisi 2004) of PSAK 24 (revised 2004) anak perusahaan - ( ) subsidiary Dikreditkan (dibebankan) Credited (charged) to ke laporan laba rugi income statement Saldo akhir aset (kewajiban) Ending balance of assets pajak tangguhan ( ) (liabilities) Deferred tax 33
93 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year HUTANG BANK JANGKA PENDEK 12. SHORT TERM BANK LOAN PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Artha Graha PT Bank Artha Graha International Tbk International Tbk PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Sumatera Utara Jumlah Total PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 20 tanggal 28 Maret 2008, SNB memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berupa Fasilitas Kredit Time Loan Revolving 1 dan 2 dengan plafond kredit masing-masing sebesar Rp dan Rp , jangka waktu satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 28 Maret 2009 dengan bunga sebesar 11% per tahun. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan dua bidang tanah dan bangunan atas nama SNB dan CBJ, serta sebagian aset tetap SNB berupa mesin-mesin dan jaminan pribadi atas nama sebagian direksi dan komisaris SNB dan corporate guarantee atas nama PT Suryandra Cilacap Jaya (SCJ). Pada tanggal 31 Desember 2010 saldo pinjaman kredit time loan revolving yang terhutang adalah sebesar Rp Pada tahun 2006, CBJ memperoleh fasilitas kredit dari BCA dengan pagu pinjaman sebesar Rp , tingkat bunga sebesar 16,5% per tahun dan berjangka waktu satu tahun. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan lima bidang tanah atas nama Antaresa Hendita, S. Binsar Lumban Tobing dan Nugroho Djoko Purwatmo (pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa). Perjanjian kredit tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Perubahan Perjanjian Kredit No. 1491/W08/KRD/2009 tanggal 4 Agustus 2009, mengenai perubahan jumlah plafond kredit menjadi Rp dan perubahan dalam hal jangka waktu kredit sampai dengan tanggal 8 Juli Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo pinjaman kepada BCA adalah sebesar Rp PT Bank Artha Graha International Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 8 dari Notaris Aida Amir, S.H, tanggal 27 September 2007, yang diubah dengan Perubahan Perjanjian Kredit No. 182/06/BAGI-MTRM/X/08 tanggal 5 September 2008 dan No. MTRM/PPK/-PRK/003/X/2009, SWK memperoleh fasilitas kredit Rekening Koran dari PT Bank Artha Graha International Tbk (BAG) dengan plafon kredit sebesar Rp PT Bank Central Asia Tbk Based on the deed of Loan Agreement No.20, dated March 28, 2008, SNB has obtained credit facilities from PT Bank Central Asia Tbk (BCA) consist of Time Loan Revolving 1 and 2, with credit plafonds of Rp 14,000,000,000 and Rp 4,000,000,000, for one year period and will due on March 28, 2009 bears with interest at 11% per annum. The credit facilities is secured by two lands and buildings on behalf of SNB and CBJ, most of the SNB s machine, personal guarantees on behalf of some directors and commissioners of SNB and corporate guarantee of PT Suryandra Cilacap Jaya (SJC). As of December 31, 2010, the outstanding balance of BCA s time loan revolving is Rp 18,000,000,000. In 2006, CBJ obtained credit facilities from BCA with plafond of Rp , interest rate of 16.5% per annum for one yea period. The credit facilities is secured by lands owned by Antaresa Hendita, S. Binsar Lumban Tobing and Nugroho Djoko Purwatmo (related parties). The credit agreement has been amended several times, most recently under the Credit Agreement Amendment No. 1491/W08/KRD/2009 dated August 4, 2009, regarding changes to the credit plafond amount to Rp 4,250,000,000 and changes in terms of the loan period up to July 8, As of December 31, 2010, the outstanding balance of BCA loan is Rp 4,237,307,895. PT Bank Artha Graha International Tbk Based on the deed of Loan Agreement No. 8 by Notary Aida Amir, S.H., dated September 27, 2007, which was amended by Credit Agreement amendment No. 182/06/BAGI-MTRM/X/08 September 5, 2008 and No. MTRM/PPK/- PRK/003/X/2009, SWK has obtained bank overdraft facility from PT Bank Artha Graha International Tbk (BAG) with a plafond of Rp 7,000,000,
94 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year HUTANG BANK JANGKA PENDEK (Lanjutan) 12. SHORT TERM BANK LOAN (Continued) Jangka waktu atas fasilitas kredit tersebut terhitung sejak tanggal 27 September 2009 sampai dengan tanggal 27 September 2010 dengan tingkat bunga sebesar 15% per tahun. Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo pinjaman yang terhutang adalah sebesar Rp PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Berdasarkan Surat Persetujuan Kredit No. 023/KCU- Akr/Kum-KRK/2008 tanggal 29 Februari 2008, yang telah diperpanjang dengan Surat Persetujuan Kredit No. 021/KCU-Akr/Kum-KRK/2010 tanggal 25 Februari 2010, THN memperoleh fasilitas kredit rekening koran dari PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) dengan plafon kredit sebesar Rp , jangka waktu 12 bulan sampai dengan tanggal 25 Februari 2011 dengan tingkat bunga 12,5% per tahun. Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo pinjaman yang terhutang adalah sebesar Rp Period of the credit facility started from September 27, 2009 until September 27, 2010 and bears with interest at 15% per annum. As of December 31, 2010, the outstanding balance of BAG loan is Rp 6,994,980,203. PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Based on the Credit Approval Letter No. 023/KCU- Akr/Kum-KRK/2008 dated February, , and extended by the Credit Approval Letter No. 021/KCU-Akr/Kum-KRK/2010 dated February, , THN has obtained bank overdraft facility from PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) with a plafond of Rp 500,000,000, 12 months period until February, 25, 2011 and bears with interest at 12,5% per annum. As of December 31, 2010, the outstanding balance of Bank Sumut loan is Rp 500,000, HUTANG USAHA 13. ACCOUNT PAYABLE Matra Upaya Tangguh Matra Upaya Tangguh PT Sanjaya PT Sanjaya CV Karya Indo Sakti CV Karya Indo Sakti PT KEI PT KEI PT Delta Median PT Delta Median PT Dharma Pratama Sejati PT DPS PT Surya Manikam PT Surya Manikam PT Inkote Indonesia PT Inkote Indonesia PT Sali Lubindo PT Sali Lubindo CV Rigita Buana CV Rigita Buana PT Kawasan Berikat Nusantara PT Kawasan Berikat Nusantara CV Makmur CV Makmur CV Abun Jaya CV Abun Jaya PT Yanganda Utama PT Yanganda Utama PT Andalas Jaya PT Andalas Jaya Lain-lain (Masing masing- Others (each - dibawah Rp 10 juta) under Rp 10 Million) Jumlah Total Jumlah hutang usaha berdasarkan umur adalah sebagai berikut : Total account payable by aging schedule is as follows: 1 s/d 3 bulan months Diatas 3 bulan > 3 months Jumlah Total 35
95 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year UANG MUKA PENJUALAN 14. UNEARNED REVENUE PT Gajah Tunggal PT Gajah Tunggal PT Karya Sumiden PT Karya Sumiden PT Surya Toto Indonesia PT Surya Toto Indonesia PT Filamendo Sakti PT Filamendo Sakti PT Unilever Indonesia, Tbk PT Unilever Indonesia, Tbk PT Itasmaltindo Industry PT Itasmaltindo Industry PT Satya Raya Keramindo PT Satya Raya Keramindo PT Angsa Daya PT Angsa Daya PT Keramindo Megah Pertiwi PT Keramindo Megah Pertiwi PT Mega Indah Glass Industri PT Mega Indah Glass Industri PT Degusa Peroxide Indonesia PT Degusa Peroxide Indonesia PT Prima Rajuli Sukses PT Prima Rajuli Sukses PT Petrojaya Boral Plasterboard PT Petrojaya Boral Plasterboard PT EPS Indonesia PT EPS Indonesia Jumlah Total 15. HUTANG LAIN-LAIN 15. OTHER PAYABLE Pihak ketiga Third parties PT Prosinc Optima PT Prosinc Optima PT Vit Value PT Vit Value PT Odira Energy Persada PT Odira Energy Persada JMT Lawhouse JMT Lawhouse PT Surya Manikam PT Surya Manikam PT Showa Indonesia PT Showa Indonesia BPH Migas BPH Migas Lainnya Others Hubungan Istimewa Related parties Benny Tjokrosaputro Benny Tjokrosaputro Farouk Rais Farouk Rais Direksi dan Komisaris Director and Commisioner Budiardjo Budiarjo PT Capital Turbines Indonesia PT Capital Turbines Indonesia PT Sentra Niaga Bersama PT Sentra Niaga Indonesia Lainnya Others Jumlah Total Hutang lain-lain kepada hubungan istimewa merupakan kewajiban perusahaan sehubungan penerimaan pinjaman dalam rangka pemenuhan modal kerja perusahaan. Pinjaman tersebut bersifat sementara, tanpa pengenaan bunga. Other payable to related parties represent Company s liability for repayment loan from related parties. The loan is used to fulfill Company's working capital. The loan was temporary, with no interest bearing. 36
96 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR 16. ACCRUED EXPENSES Asuransi Insurance Profesional Professional Gaji dan tunjangan Salary and allowance Listrik dan telpon Electricity and telephone Perijinan Permit Sewa fotokopi Photocopy machine rent Jumlah Total 17. HUTANG SURAT PROMES 17. PROMISSORY NOTES Surat Promes Seri I Promissory Notes Series I Surat Promes Seri II Promissory Notes Series II Surat Promes Seri III Promissory Notes Series III Dikurangi ekuitas hak konversi Less promissory noteholder s pemegang surat promes ( ) - Convertion equity Jumlah Total Pada tanggal 25 Oktober 2010, Perusahaan telah menerbitkan 3 Surat Promes (Promissory Notes) kepada Tn Hapsoro dan PT Odira Energy Buana atas sehubungan penjualan lembar saham PT Triguna Pratama Internusa dan lembar saham PT Panji Raya Alamindo kepada Perusahaan sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Bersyarat tanggal 14 Mei Surat Promes tersebut diterbitkan Perusahaan dengan jangka waktu 12 bulan, kupon sebesar 5% pertahun terhitung sejak tanggal 1 Januari 2011 dan opsi konversi menjadi saham Perusahaan. In October 25, 2010, the Company has issued 3 Promissory Notes to Mr. Hapsoro and PT Odira Energy Buana in connection with the sale of 49,490 shares of PT Triguna Internusa Pratama and 50,510 shares of PT Panji Raya Alamindo to the Company in accordance with the Conditional Sale and Purchase Agreement dated May 14, Promissory Notes are issued by the Company with a term of 12 months, with coupon rate of 5% per annum starting January 1, 2011 and a conversion option into shares of the Company. 18. KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN Perusahaan menghitung dan membukukan estimasi manfaat pemutusan hubungan kerja karyawan sesuai Undang - Undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun Tidak ada pendanaan yang dilakukan sehubungan dengan program manfaat karyawan tersebut. Jumlah Karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah sebanyak 341 dan 27 karyawan pada 31 Desember 2010 dan ESTIMATED LIABILITY FOR EMPLOYEE BENEFITS The Company calculates and records estimated employee termination benefits in accordance with Labor Law No. 13 of No funding has been made in connection with employee benefit programs. Number of employees who are entitled to these benefits are as many as 341 and 27 employees at December 31, 2010 and Metode Perhitungan aktuaris Projected Unit Credit Method Actuarial Calculation Method Umur pensiun normal 55 tahun / 55 Years Normal retirement age Asumsi ekonomis aktuaria Actuarial economic assumptions Tingkat Proyeksi kenaikan gaji 8 % per tahun Projected Rate of salary increase Tingkat diskonto 10 % per tahun 11 % per tahun Discount rate 37
97 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year KEWAJIBAN DIESTIMASI ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (Lanjutan) 18. ESTIMATED LIABILITY FOR EMPLOYEE BENEFITS (Continued) Asumsi demografi Demographic assumptions Tabel Mortalita Tabel Mortalita Indonesia 2 / MortalityTabel - Indonesian 2 Mortality Tabel Tingkat pengunduran diri 1% s/d usia 40 tahun, kemudian - resignation rate menurun secara linier s/d 0% - pada saat usia pensiun / 1% up to age 40 years, then - linearly decreasing to - 0% at retirement age Rekonsiliasi kewajiban diestimasi imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut : Reconciliation of estimated liability for employee benefits is as follows: Kewajiban pada awal tahun Liability at beginning of year Beban manfaat karyawan Employee benefits tahun berjalan expense current year Pembayaran imbalan pasca Payment of current year post kerja tahun berjalan - - employment benefits Kewajiban pada akhir tahun Liabilities at year end 19. HUTANG BANK JANGKA PANJANG 19. LONG TERM BANK LOAN PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Sumatera Utara PT Bank Sumatera Utara PT Bank International PT Bank International Indonesia Tbk Indonesia Tbk PT Bukopin Tbk - Unit Syariah PT Bukopin Tbk - Unit Syariah Hutang bank jangka panjang Long term bank loan Dikurangi bagian yang jatuh Deducted by current maturities Tempo selama 1 tahun ( ) - due within one year Hutang Bank Jangka Panjang Long term bank loan - net setelah dikurangi bagian after current maturities yang jatuh tempo due within dalam satu tahun one year PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 20 tanggal 28 Maret 2008, SNB memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berupa Fasilitas Kredit Investasi 1 dan 2 dengan plafond kredit masing-masing sebesar Rp dan Rp berjangka waktu 24 bulan dan 60 bulan sejak tanggal penarikan dan tingkat bunga sebesar 11,5% per tahun. Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 1 tanggal 17 Desember 2009, SNB memperoleh tambahan fasilitas kredit Investasi 3 dari BCA dengan plafond sebesar Rp berjangka waktu 60 bulan. PT Bank Central Asia Tbk Based on the deed of Loan Agreement No.20, dated March 28, 2008, SNB obtained credit facilities from PT Bank Central Asia Tbk (BCA) consist of Investment Credit Facility 1 and 2 with credit limit up to Rp 6,000,000,000 and Rp 4,000,000,000, 24 months and 60 months tenor from witdrawal date and bear with interest interest of 11.5% per annum. Based on the deed of Loan Agreement No.1, dated December 17, 2009, SNB has obtained additional investment credit facility 3 from BCA with credit limit up to Rp 8,000,000,000 and 60 months tenor. 38
98 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year HUTANG BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan) 19. LONG TERM BANK LOAN (Continued) PT Bank Central Asia Tbk (Lanjutan) Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan dua bidang tanah dan bangunan atas nama SNB dan CBJ, serta sebagian aset tetap SNB berupa mesin-mesin dan jaminan pribadi atas nama sebagian direksi dan komisaris SNB dan corporate guarantee atas nama PT Suryandra Cilacap Jaya (SCJ). Pada tanggal 31 Desember 2010 saldo pinjaman investasi yang terhutang adalah sebesar Rp PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 014/KCU- Akr/Kum-KAL/2008 tanggal 29 Februari 2008, THN memperoleh fasilitas kredit angsuran dari Bank Sumut dengan plafon kredit sebesar Rp , jangka waktu 60 bulan sampai dengan tanggal 28 Februari 2013 dan tingkat bunga pinjaman sebesar 12,5% per tahun secara floating rate. Fasilitas tersebut digunakan untuk pembiayaan proyek berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) / Kontrak Kerja plafond menurun secara proporsional sesuai berita acara penerimaan pembayaran proyek. Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo pinjaman yang terhutang adalah sebesar Rp PT Bank International Indonesia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 10 tanggal 4 Juni 2010 yang dibuat dihadapan Notaris Imas fatimah, S.H., M.Kn, PRA memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank International Indonesia Tbk (BII) berupa Fasilitas Pinjaman Berjangka dengan plafond sebesar US$ 23,500,000 untuk pembiayaan akuisisi 80% saham EHK. Jangka waktu atas fasilitas kredit tersebut adalah selama 66 (enam puluh enam bulan) bulan sejak tanggal penandatanganan perjanjian kredit, dan tingkat suku bunga sebesar 8% per tahun. Fasilitas kredit tersebut dijamin dengan gadai saham PRA, gadai saham atas 80% saham EHK milik PRA, Personal Garansi atas nama Hapsoro dan gadai saham atas 25% Saham PT Rukun Raharja, Tbk milik Blackgold Resources Limited. Saldo pinjaman kepada BII per 31 Desember 2010 adalah sebesar US$ 20,327,500 atau setara dengan Rp Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 24 tanggal 11 Mei 2007, EHK memperoleh fasilitas pinjaman kredit korporasi dari BII yang terdiri atas fasilitas pinjaman berjangka dengan jumlah fasilitas pinjaman sampai jumlah setinggi-tingginya sebesar US$ 17,600,000 dan fasilitas standby L/C sebesar US$ 9,400,000 dengan tingkat suku bunga 7% p.a, selama 3 tahun dan dijamin dengan seluruh aset tidak bergerak EHK. Saldo hutang EHK kepada BII pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar US$ 6,826,659 atau setara dengan Rp PT Bank Central Asia Tbk (Contiuned) The credit facilities is secured by two lands and buildings on behalf of SNB and CBJ, most of the SNB s machine, personal guarantees on behalf of some directors and commissioners of SNB and corporate guarantee of PT Suryandra Cilacap Jaya (SJC). As of December 31, 2010, the outstanding balance of investement loan payable is Rp 8,361,111,111. PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Based on the Credit Agreement No. 014/KCU- Akr/Kum-KAL/2008 dated February, , THN has obtained installment credit facility from Bank Sumut with a plafond up to Rp 7,000,000,000, 60 months period until February, 28, 2013 and bears with interest at 12,5% per annum. This facility was used for project financing based on Surat Perintah Kerja (SPK) / Contract, plafond decrease proportionally based on the minutes of project payment receipy. As of December 31, 2010, the outstanding balance of Bank Sumut loan is Rp 4,409,256,496. PT Bank International Indonesia Tbk Based on the deed of Loan Agreement No. 10 dated June 4, 2010, passed before by Notary Imas Fatimah, S.H., M. Kn, PRA has obtained credit facilities from PT Bank International Indonesia Tbk (BII) in the form of Term Loan Facility with a plafond of US$ 23,500,000 cocerning the acquisition of 80% shares of EHK. The credit facility period is 66 (sixty-six) months from the signed date and bears with interest of 8% per annum. The loan is secured by the pledge of shares of the PRA, pledge of 80% EHK shares owned by PRA, Personal Guarantees of Hapsoro and pledge of 25% Company shares, owned by Blackgold Resources Limited. As of December 31, 2010, outstanding balance of the BII loan is US$ 20,327,500 or equivalent to Rp 182,764,552,500. Based on deed of Loan Agreement No. 24 dated May 11, 2007, EHK has obtained a corporate credit facility from BII consisting of a term loan facility with a total loan facility up to US$ 17,600,000 and standby L/C facility of US$ 9,400,000, bears with interest rates 7% per annum, for period of 3 years and secured by all immovable assets of EHK. As of December, 31, 2010 BII loan for EHK is US$ 6,826,659 or equivalent to Rp 61,378,491,
99 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year HUTANG BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan) 19. LONG TERM BANK LOAN (Continued) TIP memperoleh fasilitas pinjaman kredit PB I PB II dari PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII), dengan plafon masing-masing sebesar US$ ,28 dan US$ , jangka waktu kredit masing-masing 4 tahun (26 April 2006 sampai dengan 24 April 2010) dan 5 tahun (5 November 2007 sampai dengan 5 November 2012) dengan suku bunga sebesar SIBOR (Singapore Inter Bank Offered Rate) 1 bulan ditambah 2,5% pertahun, yang digunakan untuk membiayai pembangunan jalur pipa dan membiayai piutang usaha perusahaan dengan PT Odira Energy Persada. Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan Fidusia atas barang-barang bergerak berupa pipa gas dari Tambun ke Tegal gede senilai US$ dan piutang/ tagihan sebesar US$ , gadai atas seluruh saham TIP, Gadai Escrow Account, Corporate Guarantee dari PT Odira Energy Buana dan Personal Guarantee dari Hapsoro. Saldo hutang TIP kepada BII pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar US$ atau setara dengan Rp Bank Sindikasi Sesuai dengan akta Akad Line Facility No. 06 tanggal 3 Juli 2009, TIP mendapat fasilitas kredit Murabahah dan Wakalah dari sindikasi BII, PT Bank Rakyak Indonesia Syariah dan PT Bank Bukopin Tbk - Unit Syariah (Sindikasi Bank) sebesar 75% dari total pengadaan proyek senilai Rp dalam bentuk Letter of Credit (L/C). Dalam hal ini, BII ditunjuk sebagai agen fasilitas atas bank sindikasi lainnya, yaitu PT Bank Internasional Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT bank Bukopin Tbk. Dengan jangka waktu kredit selama 65 bulan dengan margin pembiayaan sebesar 16% pertahun. Fasilitas ini digunakan oleh untuk penyediaan, pengoperasian dan pemeliharaan 3 (tiga) unit kompresor gas di PLTU Cilegon. Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan fidusia atas piutang usaha TIP, piutang usaha PT Odira Energy Persada, mesin dan peralatan TIP, saldo rekening TIP dan PT Odira Energy Persada, saldo rekening perusahaan, Corporate Guarantee dari PT Odira Energy Persada gadai seluruh saham TIP dan personal garansi Hapsoro S. Saldo hutang kepada Bukopin Syariah pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp TIP has obtained a credit facility from BII consist of PB I with plafond amounting of US$ 1,793,402.28, for 4 years period starting from April, 26, 2006 until 24 April 2010, and PB II with plafond amounting US$ 7,200,000, for 5 years period starting 5 November 2007 until 5 November The credit facilities are bear with interest at SIBOR (Singapore Inter Bank Offered Rate) 1 month plus 2.5% per annum, and used for financing the construction of pipelines and its trade receivables with PT Odira Energy Persada. BII Loan facilities is secured by fiducia on TIP s pipeline asset worth US$ 4,590,000, and receivable amounting US$ 4,480,000 pledge of all TIP share, escrow account pledge, Corporate Guarantee from PT Odira Energy Buana and Personal Guarantee from Hapsoro. As of December 31, 2010, TIP payable to BII is US$ 3,9750,000 or equivalent Rp 35,739,225,000. Syndication Bank Based on Notarial Deed of Akad Line Facility No. 06 dated July 3, 2009, TIP has obtained Murabahah and Wakalah credit facility from syndication of BII, PT Bank Rakyat Indonesia Syariah dan PT Bank Bukopin Tbk - Syariah Unit (Syndication Bank) amounting 75% of the total procurement projects equal to Rp 95.,000,000,000. In this case, BII designated as facility agent of the other syndicate banks, which are BII, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk and Bukopin Syariah, for 65 months period. The credit facilities are bear with financing margin at 16% per annu., This facility is used for supplying, installation, operation and maintenance of 3 (three) units of gas compressor in the Cilegon power plant. The L/C loan facilities is secured by fiducia on TIP s account receivable, machinery and equipment, PT Odira Energy Persada s account receivable, bank account, pledge all TIP share, escrow account pledge, Corporate Guarantee from PT Odira Energy Persada and Personal Guarantee from Hapsoro S. As of December 31, 2010, balance of Bukopin Syariah loan is Rp 81,441,842,
100 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year SEWA PEMBIAYAAN 20. FINANCE LEASE PAYABLE Jatuh tempo kurang dari 1 tahun Payable not later than 1 year Jatuh tempo lebih dari 1 tahun Payable later than 1 year Dikurangi : Less : Beban bunga yang belum Jatuh tempo ( ) - Future financing charges Nilai kini pembayaran minimum Present value of minimum hutang sewa pembiayaan finance lease payments Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Portion due within one year Bagian jangka panjang Non-current portion Perusahaan dan anak perusahaan memiliki komitmen berkaitan sewa pembiayaan untuk aset tetap peralatan dan kendaraan dengan hak opsi untuk membeli aset-aset pembiayaan tertentu pada akhir masa pembiayaan. Semua aset pembiayaan dijadikan jaminan atas hutang sewa pembiayaan. Company and subsidiaries have commitment due to finance lease payable of equipment and vehicle with option to buy at the end of lease period. All leased assets are pledged as collateral for the underlying finance lease payable. 21. HUTANG KEPADA PIHAK ISTIMEWA 21. DUE TO RELATED PARTY Akun ini merupakan hutang kepada Tn Hapsoro S (pihak hubungan istimewa) dalam rangka pinjaman bersifat sementara, tanpa pengenaan bunga. Saldo hutang kepada pihak istimewa per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp This account represent loan from Mr. Hapsoro S (related parties) concerning short term loan and zero interest applied. Due to related party as of December 31, 2010 is Rp 14,655,798, HAK MINORITAS 22. MINORITY INTEREST Hak minoritas atas aset bersih anak perusahaan : Minority interests in net assets of subsidiaries Nilai tercatat awal Beginning balance Saldo awal ekuitas anak Beginning balance equity perusahaan yang diakuisisi of acquired subsidiaries Laba bersih tahun berjalan Net income Jumlah Total 41
101 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year MODAL SAHAM 23. SHARE CAPITAL Modal saham yang telah ditempatkan dan disetor adalah sebagai berikut : Share capital issued and paid-up are as follows: 31 Desember 2010 Persentase Kepemilikan/ Lembar Percentage Saham / Jumlah Pemegang Saham Ownership Shares Total (Rp) Shareholders Blackgold Resources Limited 25,1% Blackgold Resources Limited Sunmax Enterprise Limited 24,9% Sunmax Enterprise Limited Suntech Group Holdings Limited 7,0% Suntech Group Holdings Limited Lita Anggriani Handoko 0,6% Lita Anggriani Handoko Franky Tjokrosaputro 0,1% Franky Tjokrosaputro Masyarakat masing-masing - dibawah 5% 42,2% Public Each Below 5% Jumlah 100% Total 31 Desember 2009 Persentase Kepemilikan/ Lembar Percentage Saham / Jumlah Pemegang Saham Ownership Shares Total (Rp) Shareholders PT Gemakreasi Mulianusa 39,4% PT Gemakreasi Mulianusa Lita Anggriani Handoko 0,6% Lita Anggriani Handoko Franky Tjokrosaputro 0,1% Franky Tjokrosaputro Danny Tanoto 26,2% Danny Tanoto Masyarakat dibawah 5% 33,7% Public below 5% Jumlah 100% Total Perubahan jumlah lembar saham beredar sejak tahun 2003 hingga 31 Desember 2010 sebagai berikut : Changes in the number of shares outstanding from 2003 until December 31, 2010 as follows: Lembar Saham / Shares Saldo 1 Januari Balance at January 1, 2003 Penawaran Umum Perdana Initial Public Offering Saldo 31 Desember Balance at December 31, 2003 Pelaksanaan Waran Warrant Execution Saldo 31 Desember Balance at December 31, 2004 Penawaran Umum Terbatas I The Limited Public Offering I Saldo 31 Maret Balance at March 31, 2006 Pelaksanaan Waran Warrant Execution Saldo 31 Maret Balance at March 31,
102 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year TAMBAHAN MODAL SETOR 24. ADDITIONAL PAID IN CAPITAL Penawaran Umum Perdana Initial Public Offering Agio Saham - - Paid-in Capital Biaya Emisi Saham ( ) ( ) Stock Issuance Costs Administrasi Right Issue ( ) ( ) Administrative Rights Issue Pelaksanaan Waran Warrant Execution Jumlah ( ) ( ) Total 25. PENDAPATAN 25. REVENUE Penjualan Gas alam Natural Gas Sales Penjualan Elpiji LPG Sales Pendapatan Gas Compressor - Gas Compressor dan Transmisi Gas and Gas Transmission Fee Jasa Pengisian gas LPG s filling and dan transportasi Transportation Fee Jasa Bongkar Muat dan Handling and stacking Penumpukan Peti Kemas Container Services Jasa Rekualifikasi Tabung LPG cylinder Requalification Jasa Manajemen Management Fee Jumlah Total Selama tahun berjalan, tidak ada pendapatan yang dihasilkan dari pelanggan tertentu yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan. During the year, there is no revenue earn from certain customer with amount exceed than 10 % of total revenue. 26. BEBAN POKOK PENDAPATAN 26. COST OF REVENUES Beban pembelian Gas Gas purchase Beban Distribusi dan Gas distribution Transportasi Gas and transportation Pengisian dan LPG s filling and transportasi elpiji and transportation Rekualifikasi Tabung Gas LPG Cylinder Requalification Transmisi dan kompresi gas Gas Compressor and transmission Bongkar muat dan penumpukan Container Handling Peti kemas and stacking Jumlah Total Selama tahun berjalan, beban pokok pendapatan yang melebihi 10% dari jumlah beban pokok pendapatan masing-masing adalah pembelian dari PT Pertamina sebesar Rp (21,73%), PT Odira Energy Persada sebesar Rp (12,06%) dan dari PT Conoco Philips sebesar Rp (25,45%). During the year, cost of revenues in excess of 10% of the total cost of revenues, consist of purchases from PT Pertamina amounting to Rp 28,125,685,860 (21.73%), PT Odira Energy Persada amounting to Rp 15,606,921,740 (12.06% ) and from PT Conoco Philips amounting to Rp 32,943,913,669 (25.45%). 43
103 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year BEBAN PEMASARAN 27. MARKETING EXPENSE Pengembangan usaha Business Development Beban Pemasaran Marketing Expense Representasi Direksi Director Representation Beban Perjalanan Travel Expense Lain-lain Others Jumlah Total 28. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 28. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES Gaji Salary Beban tenaga ahli Professional fee Penyusutan dan amortisasi Depreciation and amortization Manfaat karyawan Employee benefit Listrik, air dan telekomunikasi Electricity, water and telecommunication Beban PPH 23 dan Pajak Tax Article 23 and Taxes Expense Jamuan dan sumbangan Entertainment and donation Asuransi Insurance Penyisihan piutang Allowance for doubtfull account Rumah tangga Household Alat tulis kantor Supplies Pemeliharaan dan perbaikan Maintenance Sewa Office rent Beban Perjalanan Travel Expense Transportasi Transportation Administrasi Administration Pelatihan Training Beban PBB Land and Building Tax Iklan Advertisement Makan minum Food and beverages Lain-lain Others Jumlah Total 29. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN 29. OTHER INCOME (EXPENSE) Laba (rugi) selisih kurs Income (loss) on foreign exchange Bagi hasil KSO Tambun - bersih Tambun revenue sharing- net Hasil bersih penjualan properti Property sale - net Jasa giro Interest income Amortisasi aset tak berwujud ( ) - Intangible assets amortization Jasa angkutan Transportation services Administrasi bank ( ) ( ) Bank administration Bunga ( ) - Interest expense Pendapatan (beban) lain-lain ( ) Others income (expense) Jumlah ( ) Total 44
104 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year LABA PER - SAHAM 30. EARNING PER SHARE Laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih kepada pemegang saham dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada tahun bersangkutan. Basic earnings per share are calculated by dividing net income attributed to shareholders by weighted average number of ordinary share outstanding during the year Laba bersih kepada Net income attributed to Pemegang saham shareholders Jumlah rata-rata tertimbang Weighted average number saham yang beredar of ordinary shares outstanding Laba bersih per saham dasar 1,36 0,19 Earning per share 31. LABA PER SAHAM DILUSIAN 31. DILUTED EARNING PER SHARES Dalam perhitungan laba bersih per saham dilusian, hutang surat promes diasumsikan telah dikonversi seluruhnya menjadi saham biasa. Penyesuaian terhadap rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada tahun 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut : In the diluted earnings per share calculation, promissory notes are assumed to have been converted into ordinary shares. The adjustments to weighted average number of ordinary shares outstanding in 2010 and 2009 are as follows : Laba bersih kepada Net income attributable to Pemegang saham shareholders Rata-rata tertimbang jumlah Weighted average number of saham biasa yang beredar ordinary shares outstanding (Lembar saham) (number of share) Penyesuaian dengan asumsi Adjustment bahwa seluruh surat promes for assumed conversion telah dikonversi of Promissory Notes (Lembar saham) (number of share) Rata-rata tertimbang jumlah Weighted average number of saham biasa untuk perhitungan ordinary shares for diluted laba bersih per saham dilusian earning per share (Lembar saham) (number of share) Laba bersih per Diluted earning saham dilusian 1,22 0,17 per share 45
105 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year TRANSAKSI HUBUNGAN ISTIMEWA 32. RELATED PARTY TRANSACTIONS Rincian sifat hubungan dan jenis transaksi yang material dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah sebagai berikut : Details of the nature and type of material transactions with related parties are as follows: Aset Assets Piutang Lain-lain Others Receivable Direksi dan karyawan Director and Employee Lain-lain Others Piutang pihak yang mempunyai - Party receivables - hubungan istimewa related parties PT Odira Energy Buana PT Odira Energy Buana Jumlah Total Persentase terhadap total aset 2,17% 0,14% Percentage of total assets Kewajiban Liabilities Hutang lain-lain pihak hubungan istimewa Other payables to related parties Benny Tjokrosaputro Benny Tjokrosaputro Farouk Rais Farouk Rais Direksi dan Komisaris Director and Commisioner Budiarjo Budiarjo PT Capital Turbines Indonesia PT Capital Turbines Indonesia PT Sentra Niaga Bersama PT Sentra Niaga Bersama Koperasi Koperasi Lain - lain Others Jumlah Total Persentase terhadap total Percentage of total kewajiban dan ekuitas 1,16% - liabilities and equity Pihak yang mempunyai - hubungan istimewa / Parties that have a - Sifat Hubungan Istimewa / Transaksi / special relationship Nature of Relationship Transaction PT Energasindo Heksa Karya Kepemilikan Tidak Langsung / Pendapatan Jasa Manajemen Indirect Ownership Revenue Management Services PT Triguna Internusa Pratama Anak Perusahaan / Pinjaman dana jangka pendek Subsidiary Short-term loans PT Panji Raya Alamindo Anak Perusahaan / Pinjaman dana jangka pendek Subsidiary Short-term loans PT Cahya Saguna Niketana Anak Perusahaan / Pinjaman dana jangka panjang Subsidiary Long-term loans 46
106 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year ASET DAN KEWAJIBAN MONETER DALAM MATA UANG ASING Saldo aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 adalah sebagai berikut : 33. ASSETS AND LIABILITIES DENOMINATED IN FOREIGN CURRENCY The balance of assets and liabilities denominated in foreign currencies at December 31, 2010 and 2009 are as follows: Aset Assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalent Piutang usaha Accounts receivable Uang Muka Pembelian Advance Purchase Hutang Lain lain ( ) - Others Payable Uang Muka Penjualan ( ) - Advance sales Hutang Bank ( ) - Bank Loans Hutang kepada hubungan ( ) Due to related parties istimewa Aset (kewajiban) bersih ( ) Assets (liabilities) net US$ US$ Aset Assets Kas dan setara kas Cash and cash equivalent Piutang usaha Accounts receivable Uang Muka Pembelian Advance Payment Hutang Lain lain ( ) - Others Payable Uang Muka Penjualan ( ) - Advance Payment Hutang Bank ( ) - Bank Loans Hutang kepada hubungan ( ) Due to related parties istimewa Aset (kewajiban) bersih ( ) Assets (liabilities) net 34. PERIKATAN DAN PERJANJIAN 34. COMMITMENTS AND AGREEMENTS Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) EHK harus membeli dan membayar jumlah pembelian minimum per tahun untuk setiap PJBG di bawah ini. Perbedaan antara jumlah kuantitas pembelian dan kuantitas pembelian minimum dicatat sebagai Make-Up Gas, yang dapat direalisasikan setiap saat jika kuantitas minimum telah diambil atau pada periode tertentu setelah perjanjian berakhir. Saldo Make-Up Gas disajikan sebagai bagian dari Uang Muka pada neraca konsolidasi Gas Sale and Purchase Agreement (GSPA) EHK is required to buy and pay for the minimum purchase quantity per year for each of the GSPA below. The difference between the purchased quantity and the minimum purchase quantity is recorded as Make-Up Gas, which can be realized anytime if the minimum quantity has been taken or at a specified period after the related agreement ends. The outstanding balance of the Make-Up Gas is presented as part of Advances in the consolidated balance sheets. a. Pertamina a. Pertamina Pada tanggal 7 Mei 2003, EHK mengadakan perjanjian penyediaan gas bumi dengan Pertamina untuk penyediaan gas di Daerah Operasi Hulu Jawa Bagian Barat dari ladang gas Tambun. On May 7, 2003, EHK has an agreement with Pertamina for the supply of natural gas gas distribution to West Java, taken from Tambun gas field. 47
107 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year PERIKATAN DAN PERJANJIAN (Lanjutan) 34. COMMITMENTS AND AGREEMENTS (Continued) Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) (Lanjutan) Gas Sale and Purchase Agreement (GSPA) (Continued) a. Pertamina (Lanjutan) a. Pertamina (Continued) Pertamina menyetujui untuk menyediakan gas sejumlah 10,54 bscf. Pembayaran pembelian gas dijamin dengan Standby Letter of Credit (SBLC) yang diterbitkan oleh PT Bank International Indonesia Tbk. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu sepuluh tahun. Pada tanggal 12 Januari 2005, EHK dan Pertamina menandatangani amandemen atas perjanjian ini. Amandemen terkait dengan total pasokan gas, jumlah penyerahan gas harian dan perubahan harga. Amandemen ini berlaku hingga kuantitas yang diperjanjikan telah tercapai. Pada tanggal 7 Mei 2003, EHK mengadakan perjanjian penyediaan gas bumi dengan Pertamina untuk penyediaan gas di Bitung dari ladang gas Tambun. Pertamina menyetujui untuk menyediakan gas sejumlah 12,42 bscf. Pembayaran pembelian gas dijamin dengan Standby Letter of Credit (SBLC) yang diterbitkan oleh PT Bank International Indonesia Tbk. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu sepuluh tahun. Pada tanggal 27 September 2005, EHK mengadakan perjanjian penyediaan gas bumi dengan Pertamina untuk penyediaan gas di Cilegon dari ladang gas Tambun. Pertamina menyetujui untuk menyediakan gas sejumlah 12,42 bscf. Pembayaran pembelian gas dijamin dengan Standby Letter of Credit (SBLC) yang diterbitkan oleh PT Bank International Indonesia Tbk. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu sepuluh tahun. Pertamina agreed to supply gas totaling 10,54 bscf. The gas purchases payment are covered by a Standby Letter of Credit (SBLC) issued by PT Bank International Indonesia Tbk. This agreement is valid for ten years. On Januari 12, 2005, the EHK and Pertamina entered into an amendment of the agreement. The amendment is related to total gas supply, daily gas transportationand tariff change. This amendment is valid until the contracted quantity is delivered, whichever comes first. On May 7, 2003, EHK has an agreement with Pertamina for the supply of natural gas distribution to Bitung, taken from Tambun gas field. Pertamina agreed to supply gas totaling 12,42 bscf. The gas purchases payment are covered by a Standby Letter of Credit (SBLC) issued by PT Bank International Indonesia Tbk. This agreement is valid for ten years. On September 27, 2005, EHK has an agreement with Pertamina for the supply of natural gas distribution to Cilegon, taken from Tambun gas field. Pertamina agreed to supply gas totaling 12,42 bscf. The gas purchases payment are covered by a Standby Letter of Credit (SBLC) issued by PT Bank International Indonesia Tbk. This agreement is valid for ten years. b. PT Odira Energy Persada b. PT Odira Energy Persada Pada tanggal 6 Desember 2005, EHK mengadakan perjanjian penyediaan gas bumi dengan PT Odira Energy Persada (OEP) untuk penyediaan gas di Tegal Gede, Cilegon dan Bitung dari ladang gas Tambun yang dioperasikan Pertamina dan PT Bina Bangun Wibawa Mukti. OEP menyetujui untuk menyediakan gas sejumlah 51,1 bscf dengan harga gas berkisar antara US$ 3,53 US$ 4,12 per MMBTU. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu sepuluh tahun. On Desember 6, 2005, EHK has an agreement with PT Odira Energy Persada (OEP) for the supply of natural gas distribution to Tegal Gede, Cilegon and Bitung, taken from Tambun gas field that is operated by Pertamina and PT Bangun Wibawa Mukti. OEP agreed to supply gas totaling 51,1 bscf. Agreed gas price is betwee US$ 3,53 to US$ 4,12 per MMBTU. This agreement is valid for ten years. 48
108 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year PERIKATAN DAN PERJANJIAN (Lanjutan) 34. COMMITMENTS AND AGREEMENTS (Continued) Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) (Lanjutan) Gas Sale and Purchase Agreement (GSPA) (Continued) b. PT Odira Energy Persada (Lanjutan) b. PT Odira Energy Persada (Continued) Pada tanggal 1 Maret 2006 dan 29 Desember 2009, EHK dan OEP menandatangani amandemen-amandemen atas perjanjian ini. Amandemen terkait dengan total pasokan gas, jumlah penyerahan gas harian dan perubahan harga. Amandemen ini berlaku hingga kuantitas yang diperjanjikan telah tercapai. On March 1, 2006 and December 29, 2009, EHK and OEP entered into several amendment of the agreement. The amendments are related to total gas supply, daily gas transportationand tariff change. This amendment is valid until the contracted quantity is delivered, whichever comes first. c. ConocoPhilips Gresik c. ConocoPhilips Gresik Pada tahun 2007, EHK mengadakan perjanjian penyediaan gas bumi dengan ConocoPhilips Grissik untuk penyediaan gas di Pembangkit Tenaga Listrik Jambi, Payo Selincah dari ladang gas corridor PSC. ConocoPhilips Grissik menyetujui untuk menyediakan gas sejumlah 65,7 TBTU. Pembayaran pembelian gas dijamin dengan Standby Letter of Credit (SBLC) yang diterbitkan oleh HSBC. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu sepuluh tahun. On 2007, EHK has an agreement with ConocoPhilips Grissik for the supply of natural gas distribution to Jambi Power Plant Jambi, Payo Selincah, taken from corridor PSC. ConocoPhilips Grissik agreed to supply gas totaling 65,7 TBTU. The gas purchases payment are covered by a Standby Letter of Credit (SBLC) issued by HSBC. This agreement is valid for ten years. Perjanjian Penyaluran Gas dengan Transgasindo Transportation Gas Agreement with Transgasindo Pada tanggal 10 Juni 2005, EHK dan PT Transgasindo Indonesia (TGI) menandatangani Perjanjian Penyaluran Gas melalui East Java Gas Pipeline System (EJGP), di mana TGI setuju memberikan jasa transportasi gas dari titik hubung antara pipa percabangan sampai titik penyerahan. Perjanjian ini akan berakhir delapan tahun sejak tanggal mulai yang disepakati atau berakhirnya Perjanjian Penjualan Gas antara EHK dan ConocoPhilips Grissik, mana yang lebih dahulu. Perjanjian Transportasi Gas dengan TCM Pada tanggal 16 Juni 2006, EHK dan PT Trimitra Cipta Mandiri (TCM) menandatangani Perjanjian Payung Penyaluran Gas untuk konsumen EHK diwilayah Jawa Barat, di mana TCM setuju untuk membangun infrastuktur pipa dari titik hubung antara pipa percabangan sampai titik penyerahan customer EHK, termasuk menyediakan peralatan pengukuran gas. Perjanjian ini akan berakhir lima tahun sejak tanggal mulai yang disepakati dan dapat diperpanjang setiap waktu dengan kesepakatan para pihak secara tertulis. On June 10, 2005, the Company and PT Transgasindo Indonesia (TGI) entered into a Gas Distribution Agreement through East Java Gas Pipeline System (EJGP) whereby TGI agreed to provide gas transportation from link point between fork pipe to the delivery point. This agreement will be terminated eight years after the agreed starting date or until the termination of the Gas Sales Agreement between the EHK and ConocoPhilips Grissik, whichever date is earlier. Transportation Gas Agreement with TCM On June 16, 2006, the Company and PT Trimitra Cipta Mandiri (TCM) entered into a Gas Distribution Master Agreement for EHK s customer located in East Java, whereby TCM agreed to build pipeline infrastruktur from link point between fork pipe to the EHK s customer delivery point, include gas metering equipment. This agreement will be terminated five years after the agreed starting date and subject for extention at any time by written approval from both parties. 49
109 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year PERIKATAN DAN PERJANJIAN (Lanjutan) 34. COMMITMENTS AND AGREEMENTS (Continued) Pengisian dan Pengangkutan Gas Elpiji Berdasarkan beberapa Perjanjian Keagenan Elpiji No. SPB-705/C0000/2000-S3, SNB dan Anak Perusahaan telah ditunjuk PT Pertamina (Persero) untuk melakukan kegiatan pengusahaan sarana Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji yang berlokasi di Marunda, Jakarta Utara, Cilegon dan Medan dimana pembiayaan pembangunan, pengadaan segala peralatan serta pengoperasian dan pemeliharaan menjadi tanggung jawab dari SNB dan Anak Perusahaan. Dari kegiatan tersebut, SNB akan memperoleh pendapatan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Pendapatan jasa pengisian a. Elpiji non subsidi sebesar Rp 188 / kg, b. Elpiji bersubsidi ditetapkan sebesar Rp 300/ Kg untuk volume pengisian sampai dengan 780 M, Ton/bulan dan Rp 280/ Kg untuk volume pengisian lebih dari 780 MTon/ bulan. 2. Pendapatan jasa pengangkutan yang sebesar : a. Rp 490 per Metrik,Ton untuk wilayah Jakarta b. Rp 835 per metrik ton untuk wilayah Cilegon c. Rp 726 per metrik ton untuk wilyah Medan Jangka waktu perjanjian tersebut berlaku sejak selama 10 tahun, berakhir pada dan hanya dapat diperpanjang atas persetujuan tertulis oleh PT Pertamina (Persero). Perjanjian Pinjaman Perusahaan kepada CSN Berdasarkan Surat Perjanjian Nomor 01/PSO/RR- CSN/DIR/X/04 tanggal 4 Oktober 2004, Perusahaan memberikan pinjaman kepada CSN untuk pembelian mesin dan peralatan, kendaraan dan biaya operasional perusahaan, Saldo pinjaman sampai dengan tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 masing-masing sebesar Rp dan Rp LPG Filling and Transportation Under the several Agency Agreement Elpijit SNB and its subisdiaries have been appointed by PT Pertamina (Persero) to conduct business activities in Filling Station facility and LPG Bulk Transport, located in Marunda, North Jakarta, Cilegon and Medan, whereby the financing of development, procurement of all equipment and operations and maintenance is the responsibility of SNB and subsidiaries. From these activities, SNB will earn revenue with the following conditions: 1. Filling services fee a. Non subsidized LPG Rp 188 / kg, b. Subisidized LPG Rp 300/kg for volume filling up to 780 tons / month and Rp 280/kg for any exceed 780 tons / months. 2. Transportation services fee a. Rp 490 / metrik tons for Jakarta area b. Rp 835 / metrik tons for Cilegon area c. Rp 726 / metrik tons for Medan area The agreements are valid for 10 years, shall be expired on and can only be extended upon written approval by PT Pertamina (Persero). Loan Agreement between Company and CSN Based on Surat Perjanjian No, 01/PSO/RR- CSN/DIR/X/04 dated October 4, 2004, the Company provide loan to CSN to purchase machinery and equipment, vehicles and working capital. Balance of the loan until December 31, 2010 and 2009 respectively and Rp 5,046,626,815 and Rp 5,110,038,870. Pembangunan Pipa Gas di Daerah Tambun, Bekasi, Jawa Barat Pada tanggal 3 Desember 2004, TIP dan PT Odira Energy Persada (OEP) pihak yang mempunyai hubungan istimewa, melakukan perjanjian kerjasama untuk melakukan pembangunan pipa gas di daerah Tambun, kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan akan membangun, menyewakan dan menyerahkan Sistem Transmisi Gas (STG) kepada OEP setelah 15 tahun. Regional Gas Pipeline Development in Tambun, Bekasi, West Java Regional Gas Pipeline Development in Tambun, Bekasi, West Java On December 3, 2004, TIP and PT Odira Energy Persada (OEP), a related party, enters into agreements for the construction of gas pipelines in the area of Tambun, Bekasi district, West Java, Under the agreement, the Company will build, lease and hand over the Gas Transmission System (STG) to the OEP after 15 years. 50
110 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year PERIKATAN DAN PERJANJIAN (Lanjutan) 34. COMMITMENTS AND AGREEMENTS (Continued) Pembangunan Pipa Gas di Daerah Tambun, Bekasi, Jawa Barat (Lanjutan) Pembangunan STG tersebut merupakan tindak lanjut atas perjanjian kerjasama OEP dengan PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) yang merupakan pihak yang ditunjuk oleh PT Pertamina (Persero) untuk menyalurkan gas dari Stasiun Pengumpul Tambun milik PT Pertamina (Persero) ke titik penyerahan di Tegal Gede, Cikarang. Pembangunan Kompresor Gas di PLTGU Cilegon Pada tanggal 13 April 2009, TIP dan OEP melakukan perjanjian kerjasama untuk melakukan pembangunan dan pengoperasian kompresor gas serta kelengkapannya. Berdasarkan perjanjian tersebut, TIPmenyediakan unit-unit kompresor beserta perlengkapannya, memasang dan mengoperasikan kompresor gas untuk disewakan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN). Pembangunan dan pengoperasian kompresor tersebut merupakan tindak lanjut atas penunjukan OEP dalam pekerjaan pembangunan dan pengoperasian serta perlengkapannya guna penyaluran gas bumi dari tie-in point metering PT Perusahaan Gas Negara (PGN) ke PLTGU milik PLN yang terletak di Bojonegoro, Cilegon, Banten. Pengadaan - Sewa PLTD HSD Air Raja Pada tanggal 12 Juni 2009, TIP dan PLN melakukan perjanjian kerjasama atas pekerjaan pengadaan sewa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) HSD (PLTD Sewa) dengan kapasitas 5,000 kw untuk mengurangi krisis listrik pada sistem Tanjung Pinang yang berlokasi pada PLTD Air Raja, Riau, Berdasarkan perjanjian tersebut, TIP akan menyediakan mesin PLTD Sewa beserta perlengkapannya, memasang dan mengoperasikan mesin tersebut untuk disewakan kepada PLN, Pelaksanaan pembangunan PLTD Sewa tersebut diharuskan selesai paling lambat pada tanggal 22 Juli 2009 dengan penetapan jaminan pelaksanaan sebesar Rp Pada tanggal 22 Juli 2009, TIP masih belum dapat melakukan penyelesaian proyek PLTD sewa tersebut, Selanjutnya, berdasarkan surat dari PLN No, 347/041/WRKR/2009 tanggal 27 Agustus 2009, TIP dinyatakan melakukan wanprestasi atas perjanjian yang telah disepakati sehingga perjanjian kerjasama untuk pekerjaan pengadaan sewa Pembangkit Listrik Tenaga Diesel dinyatakan berakhir, Dengan berakhirnya perjanjian tersebut, maka jaminan pelaksanaan TIP sebesar Rp akan menjadi milik PLN. Regional Gas Pipeline Development in Tambun, Bekasi, West Java (Continued) Such STG Development is a follow-up of cooperation agreements between OEP with PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM) which is a party designated by PT Pertamina (Persero) to distribute gas from Tambun Collection Station owned by PT Pertamina (Persero) to the point of delivery in Tegal Gede, Cikarang. Development of Gas Compressor in PLTGU CIlegon On April 13, 2009, the TIP and OEP has entered into agreement for the construction and operation of gas compressors and its equipments. Based on the agreement, TIP provides compressor units and equipment, install and operate a gas compressor for leased to PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN). The construction and operation of the compressor is a follow-up to the appointment of OEP in the work of construction and operation and the equipment for supply of natural gas from the tie-in point metering PT Perusahaan Gas Negara (PGN) to PLN's Combined Cycle Power Plant located in Bojonegoro, Cilegon, Banten. Supply - Hire PLTD HSD Air Raja On June 12, 2009, TIP and PLN enters into cooperation agreement for the supply-hire of Diesel Power Plant (PLTD) HSD (PLTD Lease) with a capacity of 5,000 kw to reduce the electricity crisis in Tanjung Pinang system located on the Air Raja PLTD, Riau. Based on the agreement, TIP will supply diesel engines and its equipment, install and and operate such machines to be leased by PLN. The project development is required to be completed no later than July 22, 2009 guaranted by performance bond amounting to Rp On July 22, 2009, TIP still has not been able to complete the project of PLTD lease. Furthermore, based on letters from PLN No. 347/041/WRKR/2009 dated August 27, 2009, TIP was declared defaults on the agreement which has been agreed, therefore the cooperation agreement for the Supply lease Diesel Power Plant declared terminated, With the end of the agreement, the TIP s performance bond amounting to Rp will belong to PLN. 51
111 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year PERIKATAN DAN PERJANJIAN (Lanjutan) 34.COMMITMENTS AND AGREEMENTS (Continued) Kerjasama Pengoperasian Peralatan Bongkar Muat Peti Kemas di Pelabuhan Bitung Pada tanggal 28 Juli 2004, CSN mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT (Persero) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV untuk penyediaan, pemasangan dan pengoperasian peralatan bongkar muat petikemas di terminal petikemas pelabuhan Bitung. Perjanjian kerjasama ini berlaku untuk 5 (lima) tahun pertama sejak tanggal 25 Desember 2004 sampai dengan 24 Desember 2009 dengan bagi hasil sebesar 45% untuk PT Pelindo IV dan 55% untuk CSN serta 5 (lima) tahun kedua sejak tanggal 25 Desember 2009 sampai dengan 24 Desember 2014 dengan bagi hasil sebesar 49,5% untuk Pelindo IV dan 50,5% untuk CSN. Joint operation of Container Handling and Stacking Equipment in Bitung Port On July 28, 2004, CSN entered into an cooperation agreement with PT (Persero) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV for supplying, installation and operation of container loading and unloading equipment for the container terminal port in Bitung Port. Cooperation agreement is valid for 5 (five) years from December 25, 2004 until December 24, 2009 with revenue sharing of 45% for Pelindo IV and 55% for the CSN as well as second 5 (five) years, since the 25th December 2009 until December 24, 2014 with revenue sharing of 49.5% for Pelindo IV and 50.5% for CSN. 35. INFORMASI SEGMEN 35. SEGMENT INFORMATION 2010 Distribusi dan Transmisi dan Distribusi Gas aktivitas terkait kompresi gas/ Lainnya / Konsolidasi / Alam / LPG / Natural Distribution Gas transmition Others Consolidation Gas and activity and Distribution related to LPG compressor PENDAPATAN REVENUES Pendapatan Revenues BEBAN SEGMEN SEGMENT EXPENSES Beban pokok Cost of revenues Gaji dan Salaries and kesejahteraan employees' pegawai benefits Penyusutan Depreciation Perbaikan dan Repairs and pemeliharaan maintenance Beban lain-lain Other expense Jumlah Beban Total Segment Segmen Expenses HASIL RESULT Laba segmen Segment Income Beban Perusahaan dan Anak Perusahaan Unallocated expenses yang tidak of the Company dapat dialokasikan ( ) and Subsidiaries Income from Laba Usaha Operations 52
112 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year INFORMASI SEGMEN (Lanjutan) 35. SEGMENT INFORMATION (Continued) 2010 Distribusi dan Gas transmisi Distribusi Gas aktivitas terkait dan kompresi / Lainnya / Konsolidasi / Alam / LPG / Natural Distribution Gas transmition Others Consolidation Gas and activity and Distribution related to LPG compressor PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSE) Beban amortisasi Goodwill Goodwill ( ) Amortization Pendapatan bagi hasil - bersih Profit Sharing - net Bunga dan jasa giro Interest income Laba (rugi) Gain (Loss) selisih kurs on foreign exchange Administrasi bank ( ) Bank administration Denda pajak - Tax penalty Bunga pinjaman ( ) Interest expense Lain-lain - bersih Others - net OTHER EXPENSE BEBAN LAIN-LAIN BERSIH ( ) - NET Laba sebelum Income before Manfaat (Beban) Pajak Tax Benefit (Expense) Manfaat (Beban) Pajak Tax Benefit (Expense) Kini ( ) Current Tangguhan Deferred ( ) Tax Expense, Net Laba sebelum Income before Laba bersih anak consolidated Perusahaan yang Subsidiaries dikonsolidasi sebelum net Income before diakuisisi acquisition Laba bersih anak Perusahaan Subsidiaries yang dikonsolidasi net income sebelum diakuisisi ( ) before acquisition Laba Bersih sebelum Net income before Hak Minoritas minority Interest Hak Minoritas atas Minority Interest Laba Bersih in Net Income Anak Perusahaan ( ) of Subsidiaries Laba Bersih Net Income ASET SEGMEN SEGMENT ASSETS Aset Perusahaan Unallocated assets dan Anak Perusahaan of the Company yang tidak dapat dialokasikan and subsidiaries Jumlah Aset yang Total Consolidated Dikonsolidasikan Assets KEWAJIBAN SEGMENT SEGMEN LIABILITIES 53
113 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year INFORMASI SEGMEN (Lanjutan) 35. SEGMENT INFORMATION (Continued) 2010 Distribusi dan Gas transmisi Distribusi Gas aktivitas terkait dan kompresi / Lainnya / Konsolidasi / Alam / LPG / Natural Distribution Gas transmition Others Consolidation Gas and activity and Distribution related to LPG compressor Kewajiban Perusahaan dan Anak Unallocated liabilities of Perusahaan yang tidak dapat the Company Dialokasikan and Subsidiaries Jumlah Kewajiban Total Consolidated yang dikonsolidasikan Liabilities Pengeluaran Capital Modal Expenditure 2009 Distribusi dan Gas transmisi Distribusi Gas aktivitas terkait dan kompresi / Lainnya / Konsolidasi / Alam / LPG / Natural Distribution Gas transmition Others Consolidation Gas and activity and Distribution related to LPG compressor PENDAPATAN REVENUES Pendapatan Revenues BEBAN SEGMEN SEGMENT EXPENSES Beban pokok Cost of revenues Gaji dan Salaries and kesejahteraan employees' pegawai benefits Penyusutan Depreciation Perbaikan dan Repairs and Pemeliharaan maintenance Beban lain-lain Other expense Jumlah Beban Total Segment Segmen Expenses HASIL RESULT Laba segmen ( ) Segment Income Beban Perusahaan dan Anak Perusahaan Unallocated expenses yang tidak of the Company dapat dialokasikan - and Subsidiaries Income(Loss) from Laba (Rugi) Usaha ( ) Operations PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSE) Beban amortisasi Goodwill Goodwill - Amortization Pendapatan bagi hasil - bersih - Profit Sharing - net Bunga dan jasa giro Interest income Laba (rugi) Gain (Loss) selisih kurs - on foreign exchange Administrasi bank ( ) Bank administration Denda pajak - Tax penalty Bunga pinjaman - Interest expense Lain-lain - bersih Others - net OTHER EXPENSE BEBAN LAIN-LAIN BERSIH NET 54
114 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year INFORMASI SEGMEN (Lanjutan) 35. SEGMENT INFORMATION (Continued) 2009 Distribusi dan Gas transmisi Distribusi Gas aktivitas terkait dan kompresi / Lainnya / Konsolidasi / Alam / LPG / Natural Distribution Gas transmition Others Consolidation Gas and activity and Distribution related to LPG compressor Laba sebelum Income before Manfaat (Beban) Pajak Tax Benefit (Expense) Manfaat (Beban) Pajak Tax Benefit (Expense) Kini ( ) Current Tangguhan Deferred ( ) Tax Expense. Net Laba sebelum Income before Minority Hak Minoritas atas Interest in Net Income Laba Bersih Anak Perusahaan of Subsidiaries Hak Minoritas atas Laba Bersih Minority Interest in Net Income Anak Perusahaan ( ) of Subsidiaries Laba Bersih Net Income ASET SEGMEN SEGMENT ASSETS Aset Perusahaan Unallocated assets dan Anak Perusahaan of the Company yang tidak dapat dialokasikan and subsidiaries Jumlah Aset yang Total Consolidated Dikonsolidasikan Assets KEWAJIBAN SEGMENT SEGMEN LIABILITIES Kewajiban Perusahaan dan Anak Unallocated liabilities of Perusahaan yang tidak dapat the Company Dialokasikan ( ) and Subsidiaries Jumlah Kewajiban Total Consolidated yang dikonsolidasikan Liabilities Pengeluaran Capital Modal Expenditure 55
115 Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year REKLASIFIKASI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TAHUN RECLASSIFICATION OF CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENT YEAR 2009 Disajikan kembali / Penyajian Sebelumnya / Restated Previous Presentation Neraca Balance Sheet Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Asset Hutang pajak Tax payable Kewajiban Imbalan Kerja Employee Benefit Liability Hak Minoritas Minority interest Saldo laba yang belum Unappropriated Ditentukan Penggunaannya Retained Earnings Laporan Laba Rugi Income Statement Biaya Administrasi dan Umum General and Aministration Expense Hak Minoritas ( ) ( ) Minority Interest Laba Sebelum pajak penghasilan Gain before tax income Manfaat Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets - asset Beban pajak - kini ( ) ( ) Tax expense - current 37. MANAJEMEN RISIKO 37. RISK MANAGEMENT a. Risiko terhadap kenaikan suku bunga pinjaman. Risiko suku bunga juga dapat dihadapi oleh Perusahaan dan anak perusahaan, di mana apabila terjadi peningkatan suku bunga maka dapat secara langsung meningkatkan beban bunga pinjaman Perusahaan dan Anak Perusahaan. Dalam mengendalikan rasio kenaikan suku bunga pinjaman ini Perusahaan dan Anak Perusahaan cukup berhati-hati dalam melakukan penambahan pinjaman dan selalu menyesuaikan jangka waktu serta jumlah pinjaman sesuai dengan proyek yang akan dilakukan. Kenaikan suku bunga juga dapat mempengaruhi kemampuan atau daya beli konsumen. a. Risks to lending rates increase Interest rate risk can also be faced by the Company, in which case the increase in interest rates can directly increase the interest expense of the Company and its Subsidiaries. In controlling the ratio of increase in lending rates, the Company and its Subsidiaries careful enough in making additional loans and always adjust the period and the amount of the loan in accordance with the project to be undertaken. The increase in interest rates may also affect the ability or the purchasing power of consumers. b. Risiko terhadap kenaikan bahan baku b. The risk of rising raw material Perusahaan dan Anak Perusahaan dipengaruhi oleh risiko terjadinya peningkatan harga bahan baku gas di mana bahan baku tersebut merupakan komoditas global yang harganya terpengaruh siklus dan berfluktuasi tergantung pada kondisi pasar global yang pada akhirnya dapat mempengaruhi peningkatan biaya dan selanjutnya akan menurunkan marjin Perusahaan dan Anak Perusahaan. The Company and its subsidiaries are influenced by the risk of increasing prices of gas in which the raw materials is a global commodity whose price is affected by cyclical and fluctuate depending on global market conditions that could ultimately affect the increased costs and further reduce the margin of the Company and Subsidiaries. 56
116 Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year MANAJEMEN RISIKO (Lanjutan) 37. RISK MANAGEMENT (Continued) c. Risiko Likuiditas c. Liquidity Risk Perusahaan dan Anak Perusahaan menghadapi risiko jika Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi kegiatan operasional dan kewajiban keuangan pada saat jatuh tempo. Perusahaan dan Anak Perusahaan juga menetapkan manajemen risiko likuiditas yang berhati-hati dengan mempertahankan saldo kas yang dihasilkan dari arus kas internal dan memastikan ketersediaan sumber pendanaan yang cukup dari fasilitas kredit yang diperoleh, melakukan pengelolaan tenor pembayaran, serta mempertahankan kebijakan penagihan hasil penjualan secara intensif. Dengan mempertimbangkan kondisi dan perencanaan di masa yang akan datang, Perusahaan berkeyakinan bahwa kondisi likuiditas atau arus kas dapat dikelola dengan baik. The Company and its Subsidiaries at risk if the Company and its Subsidiaries do not have sufficient cash flow to meet operational and financial liabilities when due. The Company and its subsidiaries also provides liquidity risk management to be careful to maintain cash balances generated from internal cash flow and ensure the availability of adequate sources of funding from credit facilities obtained, tenor managing payments, and maintain billing policy proceeds intensively. By considering the conditions and planning in the future, the Company believes that the conditions of liquidity or cash flows can be managed properly. 38. PENERBITAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, Ikatan Akuntan Indonesia telah menerbitkan revisi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) serta mencabut beberapa PSAK tertentu, Standar-standar akuntansi keuangan tersebut akan berlaku efektif sebagai berikut: Periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari PROSPECTIVE ACCOUNTING PRONOUNCEMENT As of date of completion of the financial statements, the Indonesian Institute of Accountants has issued the following revised financial accounting standards (PSAK) and interpretations (ISAK) and has rescinded certain accounting standards (PPSAK), These standards will be applicable to financial statements as follows: Periods beginning or after January 1, 2011 PSAK 1. PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan PSAK 1. PSAK 1 (Revised 2009), Presentation of Financial Statements 2. PSAK 2 (revisi 2009): Laporan Arus Kas 2. PSAK 2 (Revised 2009), Statements of Cash Flows 3. PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri, 3. PSAK 4 (Revised 2009), Consolidated and Separate Financial Statements 4. PSAK 5 (revisi 2009): Segmen Operasi, 4. PSAK 5 (Revised 2009), Operating Segments 5. PSAK 12 (revisi 2009): Bagian Partisipasi dalam Ventura Bersama 5. PSAK 12 (Revised 2009), Investments in Joint Ventures 6. PSAK 15 (revisi 2009): Investasi Pada Entitas Asosiasi 7. PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan 6. PSAK 15 (Revised 2009), Investments in Associates 7. PSAK 25 (Revised 2009), Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors 57
117 Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year PENERBITAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU (Lanjutan) 38. PROSPECTIVE ACCOUNTING PRONOUNCEMENT (Continued) 8. PSAK 48 (revisi 2009): Penurunan Nilai Aset 8. PSAK 48 (Revised 2009), Impairment of Assets 9. PSAK 57 (revisi 2009): Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi 10. PSAK 58 (revisi 2009): Aset Tidak ancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan ISAK 1. ISAK 7 (revisi 2009): Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus 2. ISAK 9: Perubahan atas Liabilitas Purna Operasi, Liabilitas Restorasi, dan Liabilitas Serupa 9. PSAK 57 (Revised 2009), Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets 10. PSAK 58 (Revised 2009), Non-Current Assets Held for Sale and Discontinued Operations ISAK 1. ISAK 7 (Revised 2009), Consolidation- Special Purpose Entities 2. ISAK 9, Changes in Existing Decommissioning, Restoration and Similiar Liabilities 3. ISAK 10: Program Loyalitas Pelanggan 3. ISAK 10, Customer Loyalty 4. ISAK 11: Distribusi Aset Nonkas Kepada Pemilik 5. ISAK 12: Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer. 4. ISAK 11, Distribution of Non-Cash Assets to Owners 5. ISAK 12, Jointly Controlled Entities- Nonmonetary Contributions by Venturers. Perusahaan masih mengevaluasi dampak penerapan PSAK dan ISAK revisi di atas dan dampak terhadap laporan keuangan dari penerapan PSAK dan ISAK revisi tersebut belum dapat ditentukan. The Company is still evaluating the effects of these revised PSAKs and ISAK and has not yet determined the related effects on the financial statements. 39. ASET TIDAK BERWUJUD 39. INTANGIBLE ASSET Aset tidak berwujud merupakan hak konsesi untuk menyalurkan gas yang diperoleh melalui akuisisi atas perusahaan-perusahaan berikut: Intangible assets are concessions to distribute gas obtained through the acquisition of the following companies: Gabungan/ SNB TIP PRA Combine Harga Perolehan / - Acquisition cost / - Nilai Wajar fair value Nilai Buku Book Value Selisih Harga Perolehan - Difference of acqusitiondengan nilai buku cost with fair value Akumulasi amortisasi Accumulated amortisation Saldo per 31- As of December - Desember ,
118 Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year PROFORMA DAMPAK AKUISISI TAHUN BERJALAN Informasi keuangan tambahan dibawah ini menyajikan komparatif proforma laporan keuangan konsolidasian tahun 2010 dengan proforma laporan konsolidasian 2009 setelah penerapan restrospektif atas akuisisi Perusahaan atas saham-saham TIP dan PRA. Proforma / Proforma PROFORMA IMPACT ON CURRENT YEAR ACQUISITION Additional financial information below presents comparatively consolidated financial statements of 2010 with proforma consolidated statements of 2009 after restrospective application of share acqusition of TIP and PRA Aset Lancar Current Assets Aset non Lancar Non current assets Total Aset Total asset Kewajiban Lancar Current liabilities Kewajiban tidak Lancar Non current liabilities Hak minoritas Minority interest Ekuitas Equity Total Kewajiban dan Ekuitas Total liabilities and equity Laba bersih Net income 41. PENERBITAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Sebelumnya Perusahaan telah menerbitkan Laporan Keuangan Konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik dengan Laporan Auditor Independen No. A11/RR/JUNI/546 tertanggal 25 Maret Sehubungan perubahan penyajian hasil usaha perusahaan diakuisisi dalam laporan laba rugi konsolidasian, yang mengakibatkan adanya penyesuaian beberapa akun pada neraca konsolidasian, laporan laba rugi konsolidasi dan laporan arus kas beserta pengungkapannya, maka Perusahaan menerbitkan kembali Laporan Keuangan Konsolidasi untuk tahun yang berakhir 31 Desember Perbandingan Laporan Keuangan Konsolidasian sebelum dan sesudah penerbitan kembali adalah sebagai berikut : Diterbitkan kembali 41.REISSUED CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENT Previously, the Company has issued Consolidated Financial Statements for the year ended December 31, 2010, audited by Public Accountant with Independent Auditors' Report No. A11/RR/JUNI/546 dated March 25, In connection with changes in reporting of method of acquired subsidiaries income in consolidated statement of income which resulting in adjustment of several accounts in consolidated balance sheet, consolidated statement of Income and consolidated cash flow statement and the disclosure, the Company reissued its Consolidated Financial Statements for the year ended December 31, Comparison of Consolidated Financial Statement before and after reissued are as follows:. Sebelum diterbitkan kembali Neraca Balance Sheet Kas dan setara kas Cash and cash equivalent Aset lain-lain - bersih Other asset-net Laporan Rugi Laba Income Statement Pendapatan Revenue Beban Pokok Pendapatan ) Cost of Revenue Beban Usaha Operating Expenses Pendapatan (Beban) Lain-lain ( ) ( Other Income (Expenses 59
119 Catatan atas Laporan keuangan Konsolidasian PT RUKUN RAHARJA TBK dan ANAK PERUSAHAAN Untuk Tahun Yang berakhir pada Tanggal 31 Desember 2010 Notes to Consolidated Financial Statements PT RUKUN RAHARJA TBK and SUBSIDIARIES For the Year Ended December 31, 2010 With Comparative Figures Year PENERBITAN KEMBALI LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI (Lanjutan) Diterbitkan kembali 41.REISSUED CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENT (Continued) Sebelum diterbitkan kembali Laporan Rugi Laba (Lanjutan) Income Statement (Continued) Beban pajak bersih ( ) ( ) Tax Expense Net Laba Bersih Anak Perusahaan Subsidiaries Net Income Dikonsolidasi Sebelum Before Acquisition Akuisisi - ( ) Hak minoritas atas Laba Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasi ( ) ( ) Minority Interest In Net Income of Consolidated Subsidiaries Laporan Arus Kas Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi ( ) Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Net cash provided by Operating activities Net cash provided by (used for) Investing activities Net cash provided by Financing activities 42. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ATAS LAPORAN KEUANGAN Manajemen Perusahaan dan Anak Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan konsolidasi ini yang diselesaikan pada tanggal 27 Mei MANAGEMENT RESPONSIBILITY FOR FINANCIAL STATEMENTS Management of the Company and its subsidiaries are responsible for the preparation of these consolidated financial statements are completed on May 27,
Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner
Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner Saya menyampaikan apresiasi kepada Direksi atas konsistensinya terhadap penerapan strategi bisnis Perseroan, sehingga berhasil mencapai
LAPORAN TAHUNAN 2014 A N N UA L R E P O R T
Analisa dan Pembahasan Manajemen Management Discussion and Analysis Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility Laporan Keuangan Tahun
Laporan Tahunan 2015 Annual Repor t
Laporan Tahunan Annual Repor t Data Keuangan Penting Financial Highlights Profil Perusahaan Company Profile Laporan Dewan Komisaris Report of the Board of Commissioners Laporan Direksi Report of the Board
Maintaining Performance in a Year of Challenges
Maintaining Performance in a Year of Challenges Daftar Isi Halaman Ikhtisar Utama Main Overview 6 Sekilas Bank Ina Bank Ina At A Glance 7 Piagam & Sertifikat Awards & Certificates 8 Kaleidoskop 2015 2015
14,87% 17,43% 17,97% 13,69%
Laporan Tahunan 2013 BANK KALBAR Pembukaan Opening Ikhtisar Data Keuangan Penting Financial Highlights Laporan Dewan Komisaris dan Direksi Report from the Board of Commissioners and Directors Profil Perusahaan
Board of Commissioners Candidate
Board of Commissioners Candidate MASAHIRO TAKEDA, Candidate of Vice President Commissioner (New) Japanese citizen, born in Osaka Prefecture, Japan in 1958. Graduated from the School of Law, Osaka University,
Daftar Isi Table Of Contents
Daftar Isi Table Of Contents Daftar Isi Table of Contents...1 Strategi Utama 2011 Key Strategies In 2011...5 Kinerja Utama Key Performance...6 Ikhtisar Perseroan Company Highlight...7 Ikhtisar Operasional
KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI
136 KOMITE REMUNERASI DAN NOMINASI Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Indonesia No. 34/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 mengenai Komite Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik,
SEKRETARIS PERUSAHAAN
141 SEKRETARIS PERUSAHAAN OJK No. 35/POJK.04/2014, tanggal 8 Desember atau Perusahaan Publik ( Peraturan No. 35/2014 ), Perusahaan disesuaikan dengan Peraturan No. 35/2014 yang terdiri dari: a publicly
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA EXTRAORDINARY GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS
RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA EXTRAORDINARY GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS DAFTAR RIWAYAT HIDUP CALON ANGGOTA DIREKSI DAN ANGGOTA KOMISARIS CURRICULUM VITAE OF THE NOMINATED MEMBERS OF THE BOARD
Agenda 1 Approval of the Company s Annual Report and the Company s consolidated Financial Statements for the year ended on 31 st of December 2014
PENJELASAN AGENDA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN ( RAPAT ) PT BANK CIMB NIAGA Tbk ( PERSEROAN ) DETAILS OF THE AGENDA OF THE ANNUAL GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS (THE MEETING ) OF PT BANK CIMB NIAGA
BAHAN MATA ACARA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN & RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT MODERNLAND REALTY TBK 21 JUNI 2017
BAHAN MATA ACARA RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN & RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA PT MODERNLAND REALTY TBK 21 JUNI 2017 Sehubungan dengan rencana pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (
PT MULTI INDOCITRA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN AND SUBSIDIARY
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 31 MARET 2010 DAN 2009 ( Tidak diaudit ) CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS ( Unaudited ) PT MULTI INDOCITRA Tbk
31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and Catatan/ 2016 Notes 2015
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Desember 2016 dan 2015 December 31, 2016 and 2015 ASET ASET LANCAR ASSETS CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 1.219.104.170.177
Lapor an Tahuna n 2013 Annual Report
Laporan Tahunan 2013 A n n ua l Re port Laporan Tahunan 2013 Annual Report 1 Kinerja Perusahaan Company s Performances 2 Laporan Tahunan 2013 Annual Report DAFTAR ISI CONTENTS Profil Perusahaan Company
2008 Annual Report. 25th Anniversary
Annual Report 25th Anniversary Daftar Isi Table of Contents 04 06 08 10 12 14 15 16 18 20 22 24 26 32 42 52 Perjalanan UIC Ikhtisar Keuangan Saham, Dividen dan Kronologis Pencatatan Saham Laporan Dewan
PT CENTURY TEXTILE INDUSTRY Tbk
LAPORAN KEUANGAN/FINANCIAL STATEMENTS PERIODE SEMBILAN BULAN BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2012 DAN 2011(TIDAK DIAUDIT)/ NINE MONTHS PERIOD ENDED 30 SEPTEMBER 2012 AND 2011(UN AUDITED) ISI/CONTENTS Halaman/Page
Profil Perusahaan Company Profile. Kas dan Setara Kas Cash and Cash Equivalents
Ikhtisar Keuangan Financial Highlights ASET ASET LANCAR assets CURRENT ASSETS Kas dan Setara Kas 1.820.904 2.618.040 4.247.027 1.759.522 1.827.132 Cash and Cash Equivalents Kas yang Dibatasi Penggunaannya
31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 March 31, 2017 and December 31, 2016
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2017 dan 31 Desember 2016 March 31, 2017 and December 31, 2016 31 Maret/ March 31, 2017 31 Desember/ (Tidak
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries Laporan Keuangan Konsolidasian tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2012 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011 (diaudit)
31 Maret 2009 dan 2008 March 31,2009 and Catatan/ 31/03/2009 Notes 31/03/2008
NERACA (Tidak Diaudit) BALANCE SHEETS (Unaudited) 31 Maret 2009 dan 2008 March 31,2009 and 2008 AKTIVA AKTIVA LANCAR ASSETS CURRENT ASSETS Kas dan Setara kas 28,089,288,306 3 8,555,729,439 Cash on hand
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 September 2015 dan 31 Desember 2014 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 September 2015 31 Desember 2014
ABSTRAKSI. Kata Kunci: ITIL V3, ITIL v3 Service Strategy, Service Asset, Service Structure, Service Provider Type, Service Unit, Bisnis Unit
ABSTRAKSI PT. RST merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan Abrasive, Cutting Tools and Technical Equipment. PT.RST memiliki sebuah sistem berbasis ERP yang digunakan untuk mengelola
Catatan/ 2010 Notes Kas dan bank j, Cash on hand and in banks Deposito berjangka ,
NERACA BALANCE SHEETS ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan bank 9.039.545 2j,3 4.436.796 Cash on hand and in banks Deposito berjangka 2.227.500 4,24 2.227.500 Time deposit Piutang usaha Trade
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 Juni 2015 31 Desember 2014 Tidak Audit
(Tidak Diaudit)/ Catatan/ December 31, (unaudited) Notes 2015
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 March 31, 2016 and December 31, 2015 31 Maret/ March 31, 2016 31 Desember/ (Tidak
DAFTAR ISI / TABLE OF CONTENTS
DAFTAR ISI / TABLE OF CONTENTS Halaman / Pages PERNYATAAN DIREKSI / DIRECTOR STATEMENT LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN / INDEPENDENT AUDITOR'S REPORT... 1 LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN / FINANCIAL STATEMENTS
Domiciled in West Jakarta. Berdomisili di Jakarta Barat REVISION INVITATION OF ANNUAL GENERAL MEETING OF SHAREHOLDERS
Berdomisili di Jakarta Barat RALAT PEMANGGILAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN Merujuk pada Iklan Pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan( RUPST ) PT Erajaya Swasembada Tbk ( Perseroan ) yang telah
PT GRAND KARTECH Tbk DAN ENTITAS ANAK / PT GRAND KARTECH Tbk AND SUBSIDIARY. Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement
/ Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement 31 Maret 2015/ March, 31, 2015 TIDAK DIAUDIT / UNAUDITED Daftar Isi Table of Contents Halaman/ Page Pernyataan Direksi Director s Statement
PT. SEJAHTERA BANGUN BANGSA THE EXPERT AND RESPECTED ENERGY PROVIDER
PT. SEJAHTERA BANGUN BANGSA THE EXPERT AND RESPECTED ENERGY PROVIDER OUR VISION & MISSION VISION To become a leading, expert & respected company in coal mining, trading and power generations. MISSION Providing
AnnualReport. PTRukunRaharjaTbk. AnnualReport
AnnualReport2012 LaporanTahunan2012 PTRukunRaharjaTbk Capturing Grow th PT.RukunRaharja,Tbk. MayapadaTower21 st floor Jl.Jend.SudirmanKav.28 Jakarta12920Indonesia Tel.(62-21)5213555 Fax.(62-21)5214555
PT GRAND KARTECH Tbk DAN ENTITAS ANAK / PT GRAND KARTECH Tbk AND SUBSIDIARY. Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement
/ Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement 30 Juni 2014/ June 30, 2014 TIDAK DIAUDIT / UNAUDITED Daftar Isi Table of Contents Halaman/ Page Pernyataan Direksi Director s Statement
Media Release 7M17 Jakarta, 27 Juli 2017
KINERJA ADHI 6M17 Pencapaian kinerja ADHI hingga Juni 2017 telah sukses mencapai laba bersih sebesar Rp131,3 miliar, meningkat 136,4% dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp55,5 miliar. Peningkatan laba
31 Desember 2016 December 31, 2016 ( Tidak diaudit/ Catatan/ (Diaudit/ Unaudited) Notes Audited) m,2r,4,29.
DAN ENTITAS ANAKNYA LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN TANGGAL 30 JUNI 2017 DAN 31 DESEMBER 2016 (Disajikan dalam Rupiah) The original consolidated financial statements included herein are in Indonesian language
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/ and Subsidiaries
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/ and Subsidiaries Laporan Keuangan Konsolidasian sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011
MENGUTAMAKAN KEPUASAN PELANGGAN
Prakata Preface Sekilas Perseroan Company At A Glance Mengutamakan Kepuasan Pelanggan Customer Satisfaction Laporan Kepada Pemegang Saham Report To Shareholders Analisis Dan Pembahasan Manajemen Management
PT SIWANI MAKMUR Tbk
Laporan Keuangan Interim Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal dan 31 Desember 2013 Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir Pada Tanggal (Dengan Angka Perbandingan Untuk Periode Sembilan Bulan yang
KOMITE AUDIT. MENJABAT SEJAK Position Held Since. NAMA Name. USIA Age. JABATAN Position
130 Tinjauan Keuangan 2016 2016 Financial Highlights Profil Perusahaan Company Profile Pengembangan Sumber Daya Manusia Human Resources Development KOMITE AUDIT Perseroan telah membentuk Komite Audit dan
31 Maret 2018/ March 31, 2018
LAPORAN POSISI KEUANGAN FINANCIAL POSITION As of 31 Maret 2018/ 31 Desember 2017/ December 31, 2017 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 2,4,33,34,36 9.447.735 8.796.690 Cash and cash
30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 June 30, 2017 and December 31, (Tidak diaudit/ Catatan/ December 31, 2016 Unaudited) Notes ( Diaudit/Audited)
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016 June 30, 2017 and December 31, 2016 30 Juni/ June 30, 2017 31 Desember/ (Tidak diaudit/
PT GRAND KARTECH Tbk DAN ENTITAS ANAK / PT GRAND KARTECH Tbk AND SUBSIDIARY. Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement
/ Laporan Keuangan Konsolidasian/Consolidated Financial Statement 31 Maret 2013/ March 31, 2013 TIDAK DIAUDIT / UNAUDITED Daftar Isi Table of Contents Halaman/ Page Pernyataan Direksi Director s Statement
30 September 2017 dan 31 Desember 2016 September 30, 2017 and December 31, 2016
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 September 2017 dan 31 Desember 2016 September 30, 2017 and December 31, 2016 30 September/ September 30, 2017 31 Desember/
Bahan Mata Acara. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa & Tahunan. PT Petrosea Tbk.
Bahan Mata Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa & Tahunan PT Petrosea Tbk. 20 April 2016 1 Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa & Tahunan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa & Tahunan ( Rapat )
UNDERSTANDING FINANCIAL STATEMENTS, TAXES, AND FREE CASH FLOWS. I.K. Gunarta ITS Surabaya Mobile:
UNDERSTANDING FINANCIAL STATEMENTS, TAXES, AND FREE CASH FLOWS I.K. Gunarta ITS Surabaya Email: [email protected] Mobile: 0811 372 068 Financial Statements Income statement A summary of the revenue
ANALISA RASIO LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PT ASTRA AGRO LESTARI TBK
ANALISA RASIO LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN PT ASTRA AGRO LESTARI TBK Denny Erica Program Studi Manajemen Informatika AMIK BSI Jakarta [email protected] ABSTRACT As one of the largest
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 September 2016 dan 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 September 2016 31 Desember 2015
PERUM PERCETAKAN UANG INDONESIA DAN ENTITAS ANAK REPUBLIK INDONESIA AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
REPUBLIK REPUBLIK INDONESIA AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION PER 31 DESEMBER 2016 DAN 2015 AS OF DECEMBER 31, 2016 AND 2015 (Disajikan
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 31 Maret 2016 31 Desember 2015 Audit Kas
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 31 Desember 2015 31 Desember 2014 1 Januari 2014 Audit Audit
ABSTRACT. Keyword : liquidity ratio, activity ratio, solvency ratio, profitability ratio. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT The aim of this research is to know the situation of company s finance of either seen from company ability in fulfilling financial obligation of short term and also long-range, measures ability
PT SIWANI MAKMUR Tbk
Laporan Keuangan Untuk Tahun-tahun Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2010 dan 2009 dan Laporan Auditor Independen (Mata Uang Indonesia) Financial Statements For the Years Ended December 31, 2010 and
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PT PANIN SEKURITAS Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 30 Juni 2016 dan 31 Desember 2015 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) 30 Juni 2016 31 Desember 2015 Tidak Diaudit
30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014 June 30, 2015 and December 31, 2014 30 Juni/ June 30, 2015 31 Desember/ Catatan/ (Tidak
Gambar 1. 2 Struktur Organisasi Direktorat HCM Telkom Indonesia
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian Perusahaan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (selanjutnya disebut Telkom Indonesia). Telkom Indonesia
Bahan Mata Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. PT Petrosea Tbk. 21 April 2017
Bahan Mata Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Petrosea Tbk. 21 April 2017 Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan ( Rapat ) yang akan diselenggarakan pada: Hari/tanggal
ABSTRACT. Keywords: Capital budgeting, investment decision making, productivity. vii. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT The condition of old production machine caused productivity reduction to textile companies in Bandung for the last years. The risk of business shutting and severance of work relation in large
31 MARET 2005 DAN 2004 MARCH 31, 2005 AND Catatan/ 2005 Notes 2004
NERACA KONSOLIDASI CONSOLIDATED BALANCE SHEETS 31 MARET 2005 DAN 2004 MARCH 31, 2005 AND 2004 AKTIVA ASSETS AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 73,630 2e,4 161,267 Cash and cash equivalents
RANCANGAN STRATEGI BISNIS BERTAHAN BANK DASA GANESHA SUATU USULAN ALTERNATIF
RANCANGAN STRATEGI BISNIS BERTAHAN BANK DASA GANESHA SUATU USULAN ALTERNATIF BANK DASA GANESHA adalah Bank BUMN yang pada awal mulanya pada tahun 1948 adalah Bank pengalihan dari BUREAU HERSTEL FINANCIERING
PT BATAVIA PROSPERINDO FINANCE Tbk LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 31 DESEMBER 2016 SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN FINANCIAL STATEMENTS AS OF DECEMBER 31,
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and Subsidiaries
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and Subsidiaries Laporan Keuangan Konsolidasian tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012 (diaudit)
PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN / AND SUBSIDIARIES
DAN ANAK PERUSAHAAN / AND SUBSIDIARIES Laporan Keuangan Konsolidasi (Tidak Diaudit)/ Consolidated Financial Statements (Unaudited) Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal / For Six
Factsheet. Jan
Factsheet th Jan 5 2018 About CPM Corpus Merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan yang telah berdiri sejak 1 Oktober 2004 (14 tahun). Corpus memulai perjalanannya melayani perusahaan dengan
31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 March 31, 2014 and December 31, Maret / 31 Desember / March 31, December 31, Catatan / Notes
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Consolidated Statements of Financial Position 31 Maret 2014 dan 31 Desember 2013 March 31, 2014 and December 31, 2013 31 Maret / 31 Desember / March 31, December 31,
31 Maret 2007 dan 2006 March 31, 2007 and 2006
Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 31 Maret 2007 dan 2006 March 31, 2007 and 2006 AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 108,871,947,078 549,013,543,573 Cash and cash equivalents Investasi
PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 30 JUNE 2017
PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 30 JUNE 2017 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) June 30, 2017 December 31, 2016 Audited ASSETS Cash and
REMUNERASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI
Kilas Kinerja 06 06 Performance Overview REMUNERASI DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI Remuneration of Board of Commissioners and Directors Kebijakan Remunerasi Bagi Dewan Dan Direksi Remuneration Policy for
ANALISA LAPORAN KEUANGAN ERDIKHA ELIT
ANALISA LAPORAN KEUANGAN www.mercubuana.ac.id LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan
PT Petrosea Tbk Analyst Presentation. Paparan Publik Maret 2012
PT Petrosea Tbk Analyst Presentation Anggota July 2011 Paparan Publik Maret 2012 Perhatian Informasi dalam presentasi ini adalah informasi umum mengenai PT Petrosea Tbk ("Perseroan") yang disiapkan oleh
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and subsidiaries Laporan Keuangan Konsolidasi enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2010 (diaudit)
RANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA MENGGUNAKAN METODE INTEGRATED PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM PADA PT. TRIMITRA SEJATI PRATAMA
RANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA MENGGUNAKAN METODE INTEGRATED PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM PADA PT. TRIMITRA SEJATI PRATAMA PENELITIAN PROYEK AKHIR Oleh Fany Famousa NIM: 29105312 PROGRAM MAGISTER
KEPEMILIKAN EFEK YANG MENCAPAI 5% ATAU LEBIH DARI SAHAM YANG DITEMPATKAN DAN DISETOR PENUH PER TANGGAL 31 JANUARI 2016
PT LINK NET Tbk KEPEMILIKAN SAHAM OLEH DIREKSI/KOMISARIS PER 31/01/2016 HALAMAN: 1 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Report No. Page : : 002/08 63 of /08 63 dari 67. Laporan No. Halaman : :
63 dari 67 63 of 67 NERACA Per 30 September 2007, BALANCE SHEETS As of September 30, 2007 and AKTIVA ASSETS AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 4.571.920.198 3.083.975.594 4.398.682.153 Cash
30 Juni 2010 dan 2009 June 30, 2010 and 2009
Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 30 Juni 2010 dan 2009 June 30, 2010 and 2009 ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 373,735,769,065 191,458,673,774 Cash and cash equivalents Investasi
Per 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 As of March 31, 2016 and December 31, 2015
546.419 LAPORAN POSISI KEUANGAN THE STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION Per 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 As of March 31, 2016 and December 31, 2015 Catatan/ 31 Maret 2016/ 31 Desember 2015/ Notes March
Laporan Tahunan Annual Report
Laporan Tahunan Annual Report Annual Report PT. Century Textile Indonesia Tbk 1 Data Keuangan Penting Financial Highlights Profil Perusahaan Company Profile Laporan Dewan Komisaris Report of the Board
PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 31 MARCH 2017
PT PANIN SEKURITAS Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENT OF FINANCIAL POSITION 31 MARCH 2017 (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) March 31, 2017 December 31, 2016 Audited ASSETS Cash and
Tanggal : 7 April 2016 Date :April 7 th 2016 I RUPST AGMS Agenda 1. 1st Agenda
PENJELASAN AGENDA DAN MATERI/BAHAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN ( RUPST ) DAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA ( RUPSLB ) PT BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL Tbk ( PERSEROAN ) AGENDA DESCRIPTION
SURAT KUASA UNTUK MENGHADIRI RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT BUMI RESOURCES Tbk.
SURAT KUASA UNTUK MENGHADIRI RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN PT BUMI RESOURCES Tbk. Saya/Kami (nama), (alamat) (1), dalam hal ini bertindak selaku pemegang (2) saham PT Bumi Resources Tbk. ( Perseroan
Factsheet. June
Factsheet th June 5 2017 About CPV PT. Corpus Prima Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan yang telah berdiri sejak 1 Oktober 2004 (13 tahun). Corpus memulai perjalanannya melayani
PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk. PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk. Financial Statements Nine Months Ended September 30, 2005 And 2004
Laporan Keuangan Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-Tanggal 30 September 2005 Dan 2004 PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk Financial Statements Nine Months Ended September 30, 2005 And 2004 PT WAHANA
Factsheet. About CPM. Investment Objective. July
About CPM PT. Corpus Prima Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan yang telah berdiri sejak 1 Oktober 2004 (13 tahun). Corpus memulai perjalanannya melayani perusahaan dengan layanan
PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN / AND SUBSIDIARIES
/ Laporan Keuangan Konsolidasi (Tidak Diaudit)/ Consolidated Financial Statements (Unaudited) Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal / For Six Months Period Ended / (Mata Uang Indonesia)
Tata Kelola Terintegrasi
Tata Kelola Terintegrasi Mas Achmad Daniri Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance 9 Nopember 2015 Pengertian Umum Holding Company 1. Holding company adalah suatu perusahaan yang bertujuan untuk memiliki
Becoming a Learning Organization. Becoming. a Learning Organization. File D:optima/Klien/SIPF/Becoming a Learning Org/PP-H/120214
Becoming 1 Becoming A. Transformasi Pengembangan Organisasi B. Dimensi Pokok Pertumbuhan Sistem SDM C. Optima Integrated HR Development Program D. Knowledge Management E. Manfaat dan Kendala Implementasi
Catatan/ 2010 Notes 2009
NERACA KONSOLIDASI CONSOLIDATED BALANCE SHEETS ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 1.570.132.925.725 2c,3 1.223.600.573.265 Cash and cash equivalents 2d,4,13, Investasi jangka pendek,
ABSTRACT. Key words: financial ratios, financial distress, bankruptcy, Altman Z-Score model. Universitas Kristen Maranatha
ABSTRACT Continuity of life is determined by the success of the management company to manage the various activities of the company. Company is expected to change the threat environment that is turbulent
NOMINASI DEWAN KOMISARIS DALAM RUPST 2017 Nomination of the Board of Commissioners in AGMS 2017 EVY SOENARJO JANUAR CHANDRA
NOMINASI DEWAN KOMISARIS DALAM RUPST 2017 Nomination of the Board of Commissioners in AGMS 2017 EVY SOENARJO Komisaris Utama President Commissioner JANUAR CHANDRA Komisaris Commissioner Warga negara Indonesia,
Agenda 1 dari Rapat Agenda 1
PT DUTA PERTIWI Tbk BERKEDUDUKAN DI JAKARTA UTARA Domiciled in Jakarta Utara PENGUMUMAN RINGKASAN RISALAH RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM TAHUNAN TAHUN BUKU 2016 Re: Announcement of Summary of Minutes of Annual
DAFTAR ISI Table of contents
0 1 D A F T A R I S I T A B L E O F C O N T E N T S 0 2 S U R A T P E N G A N T A R C O R P O R A T E C O V E R L E T T E R 0 3 R I N G K A S A N K E U A N G A N F I N A N C I A L H I G H L I G H T S DAFTAR
DIRECT & DATABASE MARKETING
NEW DIRECT & DATABASE MARKETING Menjawab Masalah Apa Pada era pemasaran yang semakin kompetitif, tidak ada yang lebih penting selain memahami pelanggan dan bagaimana pelanggan berinteraksi dengan produk
PT PELAYARAN TEMPURAN EMAS Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN / AND SUBSIDIARIES
DAN ANAK PERUSAHAAN / AND SUBSIDIARIES Laporan Keuangan Konsolidasi (Tidak Diaudit)/ Consolidated Financial Statements (Unaudited) Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal / For Three
Catatan/ Notes Rp dan Rp masingmasing pada 31 Desember 2006 dan 2005) c, 2f,
Halaman : 2 dari 43 NERACA KONSOLIDASIAN 31 Desember Pages : 2 of 44 CONSOLIDATED BALANCE SHEETS December 31, AKTIVA ASSETS AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 10.160.758.858 2c, 2d, 3 15.231.755.461
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and Subsidiaries
PT Selamat Sempurna Tbk Dan Entitas Anak/and Subsidiaries Laporan Keuangan Konsolidasian enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2012 (tidak diaudit) dan tahun yang berakhir 31 Desember 2011 (diaudit)
ABSTRACT. Key words: Internal audit, effectiveness of internal control of sales. Universitas Kristen Maranatha
v ABSTRACT Sales activity is one important activity within the company because the sale is affecting the company in maintaining continuity of production of goods. Proceeds from sales of goods production
PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk
Laporan Keuangan Beserta Laporan Auditor Independen 31 Desember 2006 PT. HEXINDO ADIPERKASA Tbk Financial Statements With Independent Auditors Report December 31, 2006 LAPORAN KEUANGAN BESERTA LAPORAN
EVALUASI DAN PENGENDALIAN
EVALUASI DAN PENGENDALIAN DR. Johannes Buku : Manajemen Stratejik - bab 9 TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah menyimak bagian ini diharapkan mahasiswa dapat menjelaskan hal berikut. 1. Lingkup dan pengertian evaluasi
PT. INDO-RAMA SYNTHETICS Tbk DAN ENTITAS ANAK/ AND ITS SUBSIDIARIES
PT. INDO-RAMA SYNTHETICS Tbk DAN ENTITAS ANAK/ AND ITS SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR TANGGAL 30 JUNI 2016 (TIDAK DIAUDIT) DAN
PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk. PT WAHANA OTTOMITRA MULTIARTHA Tbk
Laporan Keuangan Beserta Laporan Auditor Independen Periode Yang Berakhir Pada Tanggaltanggal 30 September 2006 Dan 2005 Financial Statements With Independent Auditors Report September 30, 2006 And 2005
30 Juni 2007 dan 2006 June 30, 2007 and 2006
Neraca Konsolidasi Consolidated Balance Sheets 30 Juni 2007 dan 2006 June 30, 2007 and 2006 AKTIVA LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas 650,963,436,118 118,679,465,155 Cash and cash equivalents Investasi
