PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI APRIL 2014

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI APRIL 2014"

Transkripsi

1 PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI APRIL /06/51/Th. VIII, 2 Juni 2014 Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada bulan 2014 mencapai orang, dengan wisman yang datang melalui bandara sebanyak orang, dan yang melalui pelabuhan laut sebesar orang. Jumlah wisman ke Bali pada bulan 2014 naik sebesar 15,57 persen dibandingkan dengan bulan 2013 dan naik sebesar 1,27 persen dibandingkan dengan bulan Menurut kebangsaan, wisman yang paling banyak datang ke Bali pada bulan 2014 adalah wisman dengan kebangsaan Australia, Republik Rakyat Cina, Malaysia, Jepang, dan Singapura dengan persentase masing-masing sebesar 26,00 persen, 14,41 persen, 6,53 persen, 5,03 persen, dan 4,86 persen. Pada periode Januari tahun 2014, secara kumulatif wisman yang datang ke Bali sebanyak orang. Untuk periode tersebut asal wisman yang paling banyak datang ke Bali berkebangsaan Australia, Republik Rakyat Cina, Malaysia, Jepang, dan Singapura dengan persentase masing-masing sebesar 25,21 persen, 17,22 persen, 5,84 persen, 5,38 persen, dan 4,71 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) pada hotel berbintang bulan 2014 mencapai rata-rata 61,28 persen, naik 1,41 poin dibandingkan TPK bulan lalu. Rata-rata lama menginap tamu pada hotel berbintang di Bali bulan 2014 mencapai 3,53 hari, naik 0,43 poin dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu pada bulan lalu. TPK pada hotel Non Bintang bulan 2014, mencapai rata-rata 28,32 persen, naik sebesar 1,54 poin dari bulan lalu. Dengan rata-rata lama menginap tamu mencapai 2,70 hari, turun 0,21 poin dibandingkan rata-rata lama menginap tamu pada bulan lalu. 1. Wisatawan Mancanegara () ke Bali Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali pada bulan 2014 mencapai Angka ini mengalami kenaikan sebesar 15,57 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Apabila dibandingkan dengan bulan 2014 jumlah wisman mengalami kenaikan sebesar 1,27 persen. Pada bulan 2014, sebagian besar wisman datang ke Bali melalui bandara sebanyak orang (99,22 persen), sedangkan melalui pelabuhan laut sebesar orang (0,78 persen). Dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, jumlah wisman yang datang melalui Bandara Ngurah Rai mengalami kenaikan sebesar 16,09 persen. Sedangkan bila dibandingkan dengan keadaan bulan 2014 angka ini naik 3,54 persen. yang datang melalui pelabuhan laut pada bulan 2014 turun 73,38 persen dibandingkan bulan 2014 dan turun sebesar 26,88 persen dibandingkan dengan keadaan bulan Berita Resmi Statistik Provinsi Bali 35/06/51/Th. VIII, 2 Juni

2 No Pintu Masuk Tabel 1 Kedatangan Langsung ke Bali Menurut Pintu Masuk 2013, dan 2014 Tahun 2014 Tahun 2013 Perubahan Peran Jan- 14 Januari- Jan- Thd 2014 Thd 2014 Thd Total Thd 2014 (%) 2013 (%) 2013 (%) Peran Jan- Apr 14 Thd Total 2014 (%) (9) (10) (11) (12) 1 Bandara ,54 16,09 14,84 99,22 98,44 2 Pelabuhan ,38-26,88 5,48 0,78 1,56 Jumlah ,27 15,57 14,68 100,00 100,00 Menurut kebangsaan, wisatawan yang paling banyak datang ke Bali adalah dari negara Australia Republik Rakyat Cina, Malaysia, Jepang, dan Singapura dengan persentase masing-masing sebesar 26,00 persen, 14,41 persen, 6,53 persen, 5,03 persen, dan 4,86 persen. Tabel 2 menyajikan data sepuluh negara dengan jumlah wisman terbanyak yang berkunjung ke Bali pada bulan Kebangsaan Bandara Tabel 2 Kedatangan Langsung ke Bali Menurut Kebangsaan, 2013, dan Pelabuhan Laut Total Persentase (%) Perubahan 14 Thd 14 Perubahan 2014 Thd 2013 (9) (10) 1 Australia , ,20 14,59 2 RRC , ,10 46,59 3 Malaysia , ,14 32,12 4 J e p a n g , ,29-7,00 5 Singapura , ,09 61,27 6 Korea Selatan , ,72 16,28 7 I n g g r i s , ,90 26,53 8 Perancis , ,03-3,68 9 Taiwan , ,37-14,83 10 Amerika Serikat , ,83 10,18 11 Lainnya , ,60 6,70 Jumlah , ,27 15,57 Dibandingkan dengan wisman bulan 2013, dari sepuluh negara dengan jumlah wisman terbanyak (Tabel 2), kedatangan wisman dari Australia, RRC, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat mengalami kenaikan, sedangkan Jepang, Perancis, dan Taiwan mengalami penurunan. Pada periode Januari tahun 2014, secara kumulatif wisman yang datang ke Bali sebanyak orang, dengan kebangsaan yang paling banyak datang ke Bali adalah Australia, Republik Rakyat Cina, Malaysia, Jepang, dan Singapura dengan persentase masingmasing sebesar 25,21 persen, 17,22 persen, 5,84 persen, 5,38 persen, dan 4,71 persen. 2 Berita Resmi Statistik Provinsi Bali 35/06/51/Th. VIII, 2 Juni 2014

3 Tabel 3 Kedatangan Langsung ke Bali Menurut Kebangsaan, Januari 2014 Kebangsaan Bandara Januari 2014 Pelabuhan Total Persentase (%) Jan Perubahan Jan 2014 Thd Australia , ,38 2 RRC , ,40 3 Malaysia , ,48 4 J e p a n g , ,59 5 Singapura , ,79 6 Korea Selatan , ,61 7 Taiwan , ,68 8 I n g g r i s , ,34 9 Amerika Serikat , ,95 10 Perancis , ,14 11 Lainnya , ,71 Jumlah , ,68 Negara yang mengalami peningkatan jumlah wisman terbesar pada periode Januari 2014 dibandingkan dengan tahun sebelumnya adalah Singapura, yaitu sebesar 51,79 persen, sedangkan yang mengalami penurunan terbesar adalah Jepang, yaitu sebesar 8,59 persen. 2. Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Bali pada bulan 2014 mencapai rata-rata 61,28 persen, atau naik 1,41 poin dibandingkan TPK bulan 2014 yang sebesar 59,87 persen. TPK tertinggi adalah di Kota Denpasar yaitu sebesar 65,42 persen dan terendah di Kabupaten Karangasem sebesar 38,74 persen. Tabel 4 TPK Pada Hotel Berbintang di Bali Menurut, dan 2014 Tingkat Penghunian Kamar (TPK) (%) (1) (2) (3) (4) 1 Tabanan 61,19 59,54 2 Badung 58,29 62,82 3 Gianyar 49,18 54,00 4 Karangasem 39,59 38,74 5 Buleleng 44,82 43,62 6 Denpasar 70,27 65,42 Bali 59,87 61,28 Berita Resmi Statistik Provinsi Bali 35/06/51/Th. VIII, 2 Juni

4 Dibandingkan dengan TPK bulan 2014, TPK Kabupaten Badung dan Gianyar mengalami peningkatan masing-masing sebesar 4,53 poin dan 4,82 poin, sedangkan Kabupaten Tabanan dan Gianyar mengalami penurunan masing-masing sebesar 1,65 poin 0,85 poin, 1,2 poin, dan 4,85 poin. Tabel 5 TPK Menurut Klasifikasi Bintang di Bali dan 2014 Klasifikasi Bintang Tingkat Penghunian Kamar (TPK) (%) (1) (2) (3) (4) 1 Bintang 1 42,20 56,62 2 Bintang 2 50,39 58,74 3 Bintang 3 58,76 62,32 4 Bintang 4 61,22 62,26 5 Bintang 5 62,41 60,91 Seluruh Bintang 59,87 61,28 Sedangkan menurut klasifikasi hotel, tingkat hunian kamar hotel bintang tiga sebesar 62,32 persen merupakan TPK tertinggi dibandingkan kelas hotel yang lain. TPK terendah terjadi pada hotel bintang satu yang mencapai 56,62 persen. Tabel 6 Rata-Rata Lama Menginap Tamu Asing dan Indonesia pada Hotel Berbintang di Bali, dan 2014 Klasifikasi Bintang Rata-rata Lama Menginap Tamu (Hari) Asing Indonesia Total 1 Bintang 1 3,53 3,50 3,51 8,00 3,53 3,54 2 Bintang 2 3,69 3,90 1,88 2,12 2,43 2,78 3 Bintang 3 3,49 4,27 2,46 2,98 2,96 3,57 4 Bintang 4 3,20 3,60 3,20 3,11 3,20 3,41 5 Bintang 5 2,72 3,49 4,45 4,41 3,15 3,71 Seluruh Bintang 3,00 3,62 3,30 3,36 3,10 3,53 Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di Bali pada bulan 2014 mencapai 3,53 hari. Angka ini naik 0,43 poin dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu pada bulan 2014 yang mencapai 3,10 hari. Secara keseluruhan, rata-rata lama menginap tamu Indonesia pada bulan 2014 selama 3,36 hari, lebih sebentar dibandingkan ratarata lama menginap tamu Asing yang selama 3,62 hari. Menurut kabupaten/kota, tercatat rata-rata lama menginap tamu tertinggi pada bulan 2014 terjadi di Kabupaten Badung selama 3,69 hari dan terendah terjadi di Kabupaten Buleleng, yaitu selama 2,24 hari. 4 Berita Resmi Statistik Provinsi Bali 35/06/51/Th. VIII, 2 Juni 2014

5 Tabel 7 Rata-Rata Lama Menginap Tamu Asing dan Indonesia pada Hotel Berbintang di Bali Menurut, dan 2014 Rata-rata Lama Menginap Tamu (Hari) Asing Indonesia Total 1 Tabanan 3,53 3,60 3,35 3,47 3,50 3,58 2 Badung 2,92 3,72 2,89 3,62 2,92 3,69 3 Gianyar 2,92 2,81 3,06 3,99 2,94 2,86 4 Karangasem 3,60 2,83 1,15 3,43 3,52 2,85 5 Buleleng 2,36 2,41 1,75 1,81 2,19 2,24 6 Denpasar 3,38 4,16 3,82 3,11 3,62 3,58 Bali 3,00 3,62 3,30 3,36 3,10 3,53 3. Tingkat Penghunian Kamar Hotel Non Bintang TPK pada hotel Non Bintang di Bali untuk keadaan bulan 2014, mencapai rata-rata 28,32 persen, dengan TPK tertinggi terjadi di Kabupaten Badung, yaitu sebesar 38,20 persen, dan terendah terjadi di Kabupaten Jembrana dengan persentase sebesar 11,98 persen. Dibandingkan dengan bulan 2014, TPK hotel non bintang mengalami kenaikan sebesar 1,54 poin. Angka selengkapnya disajikan pada Tabel 8. Tabel 8 TPK Pada Hotel Non Bintang di Bali Menurut, dan 2014 Tingkat Penghunian Kamar (TPK) (%) (1) (2) (3) (4) 1 Jembrana 12,12 11,98 2 Tabanan 20,80 20,85 3 Badung 45,80 38,20 4 Gianyar 27,33 32,18 5 Klungkung 44,68 23,47 6 Bangli 9,14 14,68 7 Karangasem 18,74 19,36 8 Buleleng 18,86 19,16 9 Denpasar 21,83 25,84 Bali 26,78 28,32 Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel non bintang di Bali pada bulan 2014 mencapai 2,70 hari. Angka ini turun 0,21 poin dibandingkan rata-rata lama menginap tamu pada bulan. Menurut kabupaten/kota, tercatat rata-rata lama menginap tamu tertinggi pada bulan 2014 terjadi di Kabupaten Gianyar dengan rata-rata lama menginap selama 3,76 hari dan terendah terjadi di Kabupaten Jembrana dengan rata-rata menginap selama 1,05 hari. Berita Resmi Statistik Provinsi Bali 35/06/51/Th. VIII, 2 Juni

6 Tabel 9 Rata-Rata Lama Menginap Tamu Asing dan Indonesia pada Hotel Non Bintang di Bali Menurut, dan 2014 Rata-rata Lama Menginap Tamu (Hari) Asing Indonesia Total 1 Jembrana 1,04 1,03 1,06 1,06 1,06 1,05 2 Tabanan 2,14 2,14 1,13 1,14 1,30 1,30 3 Badung 4,28 3,10 7,04 5,36 4,92 3,71 4 Gianyar 3,79 3,73 4,11 5,13 3,80 3,76 5 Klungkung 5,88 4,32 1,32 1,09 3,72 2,22 6 Bangli 1,00 2,88 1,27 1,32 1,05 1,72 7 Karangasem 2,87 2,62 1,19 1,15 2,32 2,09 8 Buleleng 2,60 2,94 1,24 1,24 1,50 1,50 9 Denpasar 4,30 4,02 1,97 1,96 2,64 2,47 Bali 3,73 3,32 2,09 2,11 2,91 2,70 6 Berita Resmi Statistik Provinsi Bali 35/06/51/Th. VIII, 2 Juni 2014

7 Informasi lebih lanjut hubungi: Amirudin, S.Si., MMSI. Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Bali Telepon: , Fax:

PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI JANUARI 2015

PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI JANUARI 2015 No. 19/03/51/Th. IX, 2 Maret PERKEMBANGAN PARIWISATA BALI JANUARI Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali pada bulan mencapai 301.748 orang, dengan wisman yang datang melalui bandara sebanyak

Lebih terperinci

RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013

RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013 RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013 No Sektor Ekonomi (Ribu Rp ) Kerja (Org) (Ribu Rp ) Kerja (Org) 1 Petanian Tanaman Pangan 1 40.000.000 200

Lebih terperinci

Tinjauan Tentang Kebijakan Pemerintah Daerah Terkait Pengembangan Kepariwisataan Di Sumatera Utara (Studi Kasus Kota Medan)

Tinjauan Tentang Kebijakan Pemerintah Daerah Terkait Pengembangan Kepariwisataan Di Sumatera Utara (Studi Kasus Kota Medan) 1 Laporan Akhir TINJAUAN TENTANG KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH TERKAIT PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN DI SUMATERA UTARA (STUDI KASUS KOTA MEDAN) Kegiatan penelitian ini disusun atas kerjasama : antara TIM PENELITI

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK

BERITA RESMI STATISTIK BERITA RESMI STATISTIK BPS PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT No. 46/07/52/Th.V, 1 Juli 2015 STATISTIK TRANSPORTASI MEI 2015 Data transportasi yang disajikan adalah data yang diolah dari dokumen Pelabuhan Udara

Lebih terperinci

Mengenal Wakil Anda di DPRD Provinsi Bali

Mengenal Wakil Anda di DPRD Provinsi Bali Mengenal Wakil Anda di DPRD Provinsi Bali 2009 KOMPOSISI PIMPINAN DPRD PROVINSI BALI Ketua Wakil KetuaI Wakil Ketua II Wakil Ketua III : AA. Ngurah Oka Ratmadi, SH : I Ketut Suwandhi, S. Sos : I Gusti

Lebih terperinci

Prediksi Beban Listrik Pulau Bali Dengan Menggunakan Metode Backpropagasi

Prediksi Beban Listrik Pulau Bali Dengan Menggunakan Metode Backpropagasi Prediksi Beban Listrik Pulau Bali Dengan Menggunakan Metode Backpropagasi Qoriatul Fitriyah 1),Didi Istardi 2) 1) Jurusan Teknik Elektro Politeknik Batam, Batam 29461, email: fitriyah@polibatam.ac.id Jurusan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dari perdagangan internasional yakni ekspor. Zakaria (2012) menyatakan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. dari perdagangan internasional yakni ekspor. Zakaria (2012) menyatakan bahwa BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Indonesia merupakan salah satu negara berkembang, yang tidak terlepas dari perdagangan internasional yakni ekspor. Zakaria (2012) menyatakan bahwa keterbukaan perdagangan

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No. 53/08/19/Th.XIII, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 3.686,00 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 3.099,80 TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

DATA DAN INFORMASI KEHUTANAN PROPINSI BALI

DATA DAN INFORMASI KEHUTANAN PROPINSI BALI DATA DAN INFORMASI KEHUTANAN PROPINSI BALI KATA PENGANTAR Booklet Data dan Informasi Propinsi Bali disusun dengan maksud untuk memberikan gambaran secara singkat mengenai keadaan Kehutanan di Propinsi

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I 2015

PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I 2015 No. 34/05/51/Th. IX, 5 Mei 2015 PERTUMBUHAN EKONOMI BALI TRIWULAN I 2015 EKONOMI BALI TRIWULAN I-2015 TUMBUH SEBESAR 6,20% (Y-ON-Y) NAMUN MENGALAMI KONTRAKSI SEBESAR 1,53% (Q-TO-Q) Total perekonomian Bali

Lebih terperinci

IV. GAMBARAN UMUM. 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008

IV. GAMBARAN UMUM. 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 1980-2008 38 IV. GAMBARAN UMUM 4.1. Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode 198-28 Berdasarkan Gambar 4.1, periode 198 hingga 28 perkembangan GDP pertanian negara-negara

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 270 sampel di wilayah usaha

BAB V PEMBAHASAN. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap 270 sampel di wilayah usaha 69 BAB V PEMBAHASAN 5.1 Pemakaian Air Bersih 5.1.1 Pemakaian Air Untuk Domestik Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap sampel di wilayah usaha PAM PT. TB, menunjukkan bahwa pemakaian air bersih

Lebih terperinci

Kajian Perda Provinsi Bali Tentang Bagi Hasil Pajak Provinsi kepada Kab./Kota

Kajian Perda Provinsi Bali Tentang Bagi Hasil Pajak Provinsi kepada Kab./Kota Kajian Perda Provinsi Bali Tentang Bagi Hasil Pajak Provinsi kepada Kab./Kota Pengantar K ebijakan perimbangan keuangan, sebagai bagian dari skema desentralisasi fiskal, memiliki paling kurang dua target

Lebih terperinci

Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI

Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI Perkembangan Ekspor Indonesia Biro Riset LMFEUI Pengembangan ekspor tidak hanya dilihat sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan negara, tetapi juga untuk mengembangkan ekonomi nasional. Perkembangan

Lebih terperinci

Tinjauan Ekonomi. Keuangan Daerah

Tinjauan Ekonomi. Keuangan Daerah KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERIMBANGAN KEUANGAN Tinjauan Ekonomi & Keuangan Daerah Provinsi bali Peta Bali 2 Tinjauan Ekonomi dan Keuangan Daerah Provinsi BALI Daftar Isi

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SELASA, 16 DAN RABU, 17 JUNI 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAMADLAN 1436 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SELASA, 16 DAN RABU, 17 JUNI 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAMADLAN 1436 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM SELASA, 16 DAN RABU, 17 JUNI 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAMADLAN 1436 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi

Lebih terperinci

PROPOSAL KEGIATAN KOMPETISI MATEMATIKA DAN IPA TINGKAT SEKOLAH DASAR SE-BALI TAHUN 2014

PROPOSAL KEGIATAN KOMPETISI MATEMATIKA DAN IPA TINGKAT SEKOLAH DASAR SE-BALI TAHUN 2014 PROPOSAL KEGIATAN KOMPETISI MATEMATIKA DAN IPA TINGKAT SEKOLAH DASAR SE-BALI TAHUN 2014 A. Pendahuluan PROPOSAL KEGIATAN KOMPETISI MATEMATIKA DAN IPA TINGKAT SEKOLAH DASAR SE-BALI TAHUN 2014 Matematika

Lebih terperinci

Bab 8 Perkembangan Penataan Ruang Daerah Tata Ruang di Propinsi Bali

Bab 8 Perkembangan Penataan Ruang Daerah Tata Ruang di Propinsi Bali 8.3 TATA RUANG DI PROPINSI BALI Oleh I Nengah Suarca PERENCANAAN TATA RUANG Lingkup Wilayah Propinsi Perencanaan tata ruang oleh lembaga formal di Propinsi Bali sudah dilakukan sejak tahun 1965. Bali merupakan

Lebih terperinci

PT. JAMKRIDA BALI MANDARA (COMPANY PROFILE)

PT. JAMKRIDA BALI MANDARA (COMPANY PROFILE) Page 1 of 6 (COMPANY PROFILE) Pendirian PT. Jamkrida Bali Mandara (JBM) a. Visi dan Misi Visi Perusahaan Menjadi Perusahaan Penjaminan yang sehat, kompetitif, terpercaya dan berkembang dalam penguatan

Lebih terperinci

BANK INDONESIA KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI BALI TRIWULAN I 2014

BANK INDONESIA KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI BALI TRIWULAN I 2014 BANK INDONESIA KAJIAN EKONOMI DAN KEUANGAN REGIONAL PROVINSI BALI TRIWULAN I 2014 Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Bali Triwulan I 2014 1 Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi

Lebih terperinci

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM AHAD, 19 APRIL 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1436 H

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM AHAD, 19 APRIL 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1436 H INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM AHAD, 19 APRIL 2015 M PENENTU AWAL BULAN RAJAB 1436 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi Matahari memungkinkan

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No. 46/08/34/Th.XVII, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 17,76 RIBU TON, CABAI RAWIT SEBESAR 3,17 RIBU TON, DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

GEOMORFOLOGI BALI DAN NUSA TENGGARA

GEOMORFOLOGI BALI DAN NUSA TENGGARA GEOMORFOLOGI BALI DAN NUSA TENGGARA PULAU BALI 1. Letak Geografis, Batas Administrasi, dan Luas Wilayah Secara geografis Provinsi Bali terletak pada 8 3'40" - 8 50'48" Lintang Selatan dan 114 25'53" -

Lebih terperinci

PENGARUH SEBARAN SUHU UDARA DARI AUSTRALIA TERHADAP SUHU UDARA DI BALI. Oleh, Erasmus Kayadu

PENGARUH SEBARAN SUHU UDARA DARI AUSTRALIA TERHADAP SUHU UDARA DI BALI. Oleh, Erasmus Kayadu PENGARUH SEBARAN SUHU UDARA DARI AUSTRALIA TERHADAP SUHU UDARA DI BALI Oleh, Erasmus Kayadu BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai Denpasar Bali 1. PENDAHULUAN Suhu udara di suatu tempat dapat mempengaruhi

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No.50/08/71/Th.IX, 3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 5.451 TON, CABAI RAWIT SEBESAR 8.486 TON DAN BAWANG MERAH SEBESAR 1.242 TON

Lebih terperinci

PROFIL KESEHATAN PROVINSI BALI TAHUN 2012

PROFIL KESEHATAN PROVINSI BALI TAHUN 2012 PROFIL KESEHATAN PROVINSI BALI KATA PENGANTAR Puji Astiti Angayubagia dipanjatkan atas Asung Kerta Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa, maka penyusunan Profil Kesehatan Propinsi

Lebih terperinci

Masterplan P3EI. Koridor Ekonomi Bali-Nusa Tenggara

Masterplan P3EI. Koridor Ekonomi Bali-Nusa Tenggara 139 14 Masterplan P3EI Koridor Ekonomi Bali Nusa Tenggara Tema Pembangunan: Terdiri dari 4 Pusat Ekonomi: Pintu Gerbang Pariwisata dan Pendukung Pangan Nasional Denpasar Lombok Kupang Mataram Kegiatan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. pendapatan pajak, bea cukai, BUMN, dan Migas, pariwisata juga menjadi andalan. Kayu olahan 3.3% Karet olahan 9.0%

I. PENDAHULUAN. pendapatan pajak, bea cukai, BUMN, dan Migas, pariwisata juga menjadi andalan. Kayu olahan 3.3% Karet olahan 9.0% I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sektor pariwisata memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, baik sebagai salah satu sumber penerimaan devisa maupun penciptaan lapangan kerja serta kesempatan

Lebih terperinci

Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi

Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi 49 Juni 2014 Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi ISSN: 2087-930X Katalog BPS: 9199017 No. Publikasi: 03220.1407 Ukuran Buku: 18,2 cm x 25,7 cm Jumlah Halaman: xix + 135 halaman Naskah: Direktorat

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM.53/HM.001/MPEK/2013 TENTANG STANDAR USAHA HOTEL

SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM.53/HM.001/MPEK/2013 TENTANG STANDAR USAHA HOTEL SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM.53/HM.001/MPEK/2013 TENTANG STANDAR USAHA HOTEL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

Lebih terperinci

KAS 1 145,392,999,994.00 137,600,781,955.00 KEWAJIBAN SEGERA 10 19,498,958,897.44

KAS 1 145,392,999,994.00 137,600,781,955.00 KEWAJIBAN SEGERA 10 19,498,958,897.44 3 LAPORAN KEUANGAN 1. NERACA PT BANK PEMBANGUNAN DAERAH BALI NERACA PER TANGGAL 31 DESEMBER 2006 DAN 2005 NAMA REKENING CAT. PT BPD Bali NAMA REKENING CAT. PT BPD Bali Per 31 Desember 2006 Per 31 Desember

Lebih terperinci

LAPORAN HASIL RISET KESEHATAN DASAR (RISKESDAS) PROVINSI BALI TAHUN 2007

LAPORAN HASIL RISET KESEHATAN DASAR (RISKESDAS) PROVINSI BALI TAHUN 2007 LAPORAN HASIL RISET KESEHATAN DASAR (RISKESDAS) PROVINSI BALI TAHUN 2007 BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN RI TAHUN 2009 i Buku Laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS)

Lebih terperinci

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : lo96/kpts/tn.120/10/1999

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : lo96/kpts/tn.120/10/1999 MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : lo96/kpts/tn.120/10/1999 TENTANG PEMASUKAN ANJING, KUCING, KERA DAN HEWAN SEBANGSANYA KE WILAYAH/DAERAH BEBAS RABIES DI INDONESIA

Lebih terperinci

KAWASAN STRATEGIS NASIONAL (KSN)

KAWASAN STRATEGIS NASIONAL (KSN) KAWASAN STRATEGIS NASIONAL (KSN) ialah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan. Hal ini karena secara nasional KSN berpengaruh sangat penting terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam 10 tahun terakhir, jumlah kebutuhan ikan di pasar dunia semakin meningkat, untuk konsumsi dibutuhkan 119,6 juta ton/tahun. Jumlah tersebut hanya sekitar 40 %

Lebih terperinci

DATA POTENSI INDUSTRI AGRO PROVINSI BALI KATA PENGANTAR DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BALI TAHUN 2012.

DATA POTENSI INDUSTRI AGRO PROVINSI BALI KATA PENGANTAR DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI BALI TAHUN 2012. KATA PENGANTAR Om Swastiastu, DATA POTENSI INDUSTRI AGRO PROVINSI BALI Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa, karena atas asung wara nugrahanya Buku Data Potensi

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Keimigrasian. Visa. Saat Kedatangan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Keimigrasian. Visa. Saat Kedatangan. No.12, 2010 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Keimigrasian. Visa. Saat Kedatangan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR M.HH-01-GR.01.06

Lebih terperinci

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 sebanyak 8.056 rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 sebanyak 8.056 rumah tangga Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 sebanyak 8.056 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2013 sebanyak 0 Perusahaan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI, HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI, HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN BPS PROVINSI JAWA BARAT No. 26/5/32/Th XVII, 4 Mei 2015 PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI, HARGA PRODUSEN GABAH DAN HARGA BERAS DI PENGGILINGAN NILAI TUKAR PETANI APRIL 2015 SEBESAR 102,78 (2012=100) Nilai

Lebih terperinci

. lainnya diperuntukkan bagi para pekerja sebagaimana tercanlum dalam

. lainnya diperuntukkan bagi para pekerja sebagaimana tercanlum dalam PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER 02/IvIENl1999 TENTANG PEMBAGIAN UANG SERVICE PADA USAHA HOTEL, RESTORAN DAN USA}IA PARIWISATA LAINNYA MENTERI TENAGA KERJA R.I. Menimbeng:

Lebih terperinci

LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN BELANJA LANGSUNG APBD PROVINSI BALI PADA TRIWULAN I (KESATU) BULAN MARET 2014

LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN BELANJA LANGSUNG APBD PROVINSI BALI PADA TRIWULAN I (KESATU) BULAN MARET 2014 LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN BELANJA LANGSUNG APBD PROVINSI BALI PADA TRIWULAN I (KESATU) BULAN MARET 2014 P R O V I N S I INSTANSI/LEMBAGA/UNIT KERJA : B A L I : DINAS PEKERJAAN UMUM PROVINSI

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG KEPUTUSAN JABATAN YANG DAPAT DIDUDUKI OLEH TENAGA KERJA ASING PADA KATEGORI PENYEDIAAN AKOMODASI DAN PENYEDIAAN MAKAN MINUM GOLONGAN POKOK PENYEDIAAN AKOMODASI DAN PENYEDIAAN MAKANAN DAN MINUMAN DENGAN

Lebih terperinci

PENDUDUK LANJUT USIA

PENDUDUK LANJUT USIA PENDUDUK LANJUT USIA Salah satu indikator keberhasilan pembangunan adalah semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk. Dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup penduduk, menyebabkan jumlah penduduk

Lebih terperinci

c. Perda ini mengatur tentang perubahan pada Ketentuan Umum dan Susunan Organisasi.

c. Perda ini mengatur tentang perubahan pada Ketentuan Umum dan Susunan Organisasi. PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, TUGAS POKOK, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH - PERUBAHAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 1 organisasi di lingkungan Sekretariat

Lebih terperinci

NEWS UPDATE 7 September ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- KERJA SAMA PRUDENTIAL INDONESIA DAN UNIVERSITAS INDONESIA

Lebih terperinci

MENYEIMBANGKAN KAJE KELOD PEREKONOMIAN BALI: MENGGALI POTENSI AGROWISATA DI KABUPATEN BULELENG

MENYEIMBANGKAN KAJE KELOD PEREKONOMIAN BALI: MENGGALI POTENSI AGROWISATA DI KABUPATEN BULELENG MENYEIMBANGKAN KAJE KELOD PEREKONOMIAN BALI: MENGGALI POTENSI AGROWISATA DI KABUPATEN BULELENG Nyoman Utari Vipriyanti (mangtiutari@yahoo.com) Universitas Mahasaraswati Denpasar Cening Kardi (ceningkrd@gmail.com)

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i DAFTAR GRAFIK... iii DAFTAR TABEL... v BAB I PENDAHULUAN... 1

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i DAFTAR GRAFIK... iii DAFTAR TABEL... v BAB I PENDAHULUAN... 1 DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i DAFTAR GRAFIK... iii DAFTAR TABEL... v BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Kinerja Perekonomian 2010 dan Proyeksi 2011... 1 B. Tantangan dan Sasaran Pembangunan Tahun 2012... 4 C. Asumsi

Lebih terperinci

BAB I KONDISI EKONOMI MAKRO TAHUN 2006

BAB I KONDISI EKONOMI MAKRO TAHUN 2006 BAB I KONDISI EKONOMI MAKRO TAHUN 26 Kondisi ekonomi makro pada tahun 26 dapat disimpulkan sebagai berikut. Pertama, memasuki tahun 26, stabilitas moneter di dalam negeri membaik tercermin dari stabilnya

Lebih terperinci

Tahun Jumlah Wisman Devisa Wisman (Juta US$)

Tahun Jumlah Wisman Devisa Wisman (Juta US$) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pariwisata merupakan salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di dunia.sektor pariwisata dinilai sebagai penggerak perekonomian dunia dan mampu menyediakan

Lebih terperinci

PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA

PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA Kedeputian Ekonomi BAPPENAS Disampaikan dalam Multilateral Meeting Rakorbangpus Jakarta,

Lebih terperinci

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA Nurhazana Administrasi Bisnis Politeknik Bengkalis Jl. Bathin Alam, Sei-Alam, Bengkalis Riau nurhazana@polbeng.ac.id Abstrak

Lebih terperinci

Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah negara yang melakukan eksekusi hukuman mati menurun

Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah negara yang melakukan eksekusi hukuman mati menurun Konferensi Pers SETARA Institute Temuan Pokok Riset tentang Pemetaan Implikasi Politik Eksekusi Mati pada Hubungan Internasional Indonesia Jakarta, April 2015-04- Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah

Lebih terperinci

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79

NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79 No. 17/03/34/Th.XVII, 2 Maret 2015 NILAI TUKAR PETANI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BULAN FEBRUARI 2015 SEBESAR 100,79 A. PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI 1. Nilai Tukar Petani (NTP) Pada Februari 2015, NTP

Lebih terperinci

MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera

MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera Ironi Sebuah Negara Kaya & Tumbuh Perekonomiannya, namun Kesejahteraan Rakyatnya masih Rendah KONFEDERASI SERIKAT PEKERJA INDONESIA Jl Condet Raya no 9, Al

Lebih terperinci

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya Pengenalan Secara Objektif Memahami perbedaan utama diantara beberapa sistem ekonomi didunia. Cara belajar bagaimana mengelompokan negaranegara dengan

Lebih terperinci

Seuntai Kata. Manggar, 16 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur. Zainubi, S.Sos

Seuntai Kata. Manggar, 16 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur. Zainubi, S.Sos Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 2 TAHUN 2009 TENTANG

LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 2 TAHUN 2009 TENTANG LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 2 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH (RPJPD) KABUPATEN BADUNG TAHUN 2005-2025 Rincian Rencana Pembangunan Jangka panjang Daerah

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011

Lebih terperinci

DAFTAR PEMILIH TETAP PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2012

DAFTAR PEMILIH TETAP PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2012 DAFTAR PEMILIH TETAP PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH KABUPATEN GIANYAR TAHUN 2012 Model A3- KWK.KPU TPS : 01 KABUPATEN : GIANYAR DESA / KELURAHAN : PEJENG KANGIN PROVINSI : BALI KECAMATAN

Lebih terperinci

BAB III KONDISI UMUM. 3.1. Geografis. Kondisi Umum 14. Orientasi Pra Rekonstruksi Kawasan Hutan di Pulau Bintan dan Kabupaten Lingga

BAB III KONDISI UMUM. 3.1. Geografis. Kondisi Umum 14. Orientasi Pra Rekonstruksi Kawasan Hutan di Pulau Bintan dan Kabupaten Lingga Orientasi Pra Rekonstruksi Kawasan Hutan di Pulau dan Kabupaten Lingga BAB III KONDISI UMUM 3.1. Geografis Wilayah Kepulauan Riau telah dikenal beberapa abad silam tidak hanya di nusantara tetapi juga

Lebih terperinci

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN GOWA

BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN GOWA Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Gowa Tahun 2013 sebanyak 78.708 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Gowa Tahun 2013 sebanyak 15 Perusahaan Jumlah perusahaan

Lebih terperinci

Menyasar Warga Miskin dan Memilih Instrumen yang Tepat: Studi Kasus Indonesia

Menyasar Warga Miskin dan Memilih Instrumen yang Tepat: Studi Kasus Indonesia Menyasar Warga Miskin dan Memilih Instrumen yang Tepat: Studi Kasus Indonesia Indonesia mencoba beralih dari sekumpulan program bantuan sosial menjadi suatu jaring pengaman yang terintegrasi Usaha menyasar

Lebih terperinci

BAB IV METODA PENELITIAN

BAB IV METODA PENELITIAN BAB IV METODA PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi dan kateristik obyek penelitian, maka penjelasan terhadap lokasi dan waktu penelitian

Lebih terperinci

PERADABAN AMERIKA MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI

PERADABAN AMERIKA MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI FISIP HI UNJANI CIMAHI 2011 PERADABAN MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI Revolusi Amerika 1776 Perang Sipil di Amerika 1861-1845 Perkembangan Amerika Serikat dan Amerika Latin Amerika Serikat Sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang. Pengembangan pariwisata sebagai suatu industri merupakan hal penting

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang. Pengembangan pariwisata sebagai suatu industri merupakan hal penting BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pengembangan pariwisata sebagai suatu industri merupakan hal penting bagi beberapa negara di dunia seperti halnya Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan penghasilan

Lebih terperinci

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN... iii 1. NERACA KONSOLIDASI... 1 2. LAPORAN LABA - RUGI KONSOLIDASI... 2 3. LAPORAN ARUS KAS... 4

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN... iii 1. NERACA KONSOLIDASI... 1 2. LAPORAN LABA - RUGI KONSOLIDASI... 2 3. LAPORAN ARUS KAS... 4 1 1 daftar isi LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN...... iii LAPORAN KEUANGAN 1. NERACA KONSOLIDASI... 1 2. LAPORAN LABA - RUGI KONSOLIDASI... 2 3. LAPORAN ARUS KAS... 4 4. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS... 6 CATATAN

Lebih terperinci

MENGINAP DUA MALAM DI ATRIA HOTEL & RESIDENCES GADING SERPONG DAPAT MOBIL TOYOTA ALL NEW YARIS

MENGINAP DUA MALAM DI ATRIA HOTEL & RESIDENCES GADING SERPONG DAPAT MOBIL TOYOTA ALL NEW YARIS Press Release Untuk Disiarkan Segera MENGINAP DUA MALAM DI ATRIA HOTEL & RESIDENCES GADING SERPONG DAPAT MOBIL TOYOTA ALL NEW YARIS Serpong (Februari 2015) Di awal tahun 2015 ini, Atria Hotel & Conference

Lebih terperinci

Menyediakan Layanan Efektif bagi Kaum Miskin di Indonesia: Laporan Mekanisme Pembiayaan Kesehatan (JPK-GAKIN) di Kabupaten Tabanan, Bali

Menyediakan Layanan Efektif bagi Kaum Miskin di Indonesia: Laporan Mekanisme Pembiayaan Kesehatan (JPK-GAKIN) di Kabupaten Tabanan, Bali Laporan Lapangan Alex Arifianto Ruly Marianti Sri Budiyati The SMERU Research Institute Ellen Tan World Bank Indonesia Menyediakan Layanan Efektif bagi Kaum Miskin di Indonesia: Laporan Mekanisme Pembiayaan

Lebih terperinci

Favehotel: Salah Satu Hotel Murah Terbaik di Jakarta Majalah Teen Online - teen.co.id Tuesday, 24 March 2015 10:28

Favehotel: Salah Satu Hotel Murah Terbaik di Jakarta Majalah Teen Online - teen.co.id Tuesday, 24 March 2015 10:28 Kebutuhan hidup di Kota Jakarta yang lebih tinggi dibandingkan kota-kota lain sering membuat calon wisatawan agak mengurungkan niatnya guna berpelesiran ke ibu kota negara ini. Padahal, objek-objek wisata

Lebih terperinci

FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK DAERAH BADAN / PEMILIK USAHA

FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK DAERAH BADAN / PEMILIK USAHA FORMULIR PENDAFTARAN WAJIB PAJAK DAERAH BADAN / PEMILIK USAHA Kantor Dinas Pendapatan Daerah Jalan Kartini No.6 Telp. (0362) 21342 Fax. (0362) 27203 Kepada Yth. Bupati Buleleng Cq. Kepala Dinas Pendapatan

Lebih terperinci

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013 sebanyak 44.038 rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013 sebanyak 44.038 rumah tangga ..11110088. Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013 sebanyak 44.038 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kabupaten Aceh Besar Tahun 2013 sebanyak 6

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BALI,

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BALI, GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BALI, Menimbang : a. bahwa Pembangunan Kepariwisataan di

Lebih terperinci

RENCANA KERJA TAHUNAN BADAN PUSAT STATISTIK KOTA CILEGON TAHUN ANGGARAN 2014

RENCANA KERJA TAHUNAN BADAN PUSAT STATISTIK KOTA CILEGON TAHUN ANGGARAN 2014 RENCANA KERJA TAHUNAN BADAN PUSAT STATISTIK KOTA CILEGON TAHUN ANGGARAN 2014 BADAN PUSAT STATISTIK KOTA CILEGON KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Pada era reformasi birokrasi sebagaimana telah dicanangkan

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No. 39/08/THXVIII.3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 501.893 KUINTAL, CABAI RAWIT SEBESAR 528.704 KUINTAL, DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

RISET KESEHATAN DASAR 2010 ( RISKESDAS 2010 ) DAFTAR SAMPEL BLOK SENSUS

RISET KESEHATAN DASAR 2010 ( RISKESDAS 2010 ) DAFTAR SAMPEL BLOK SENSUS DAFTAR SENSUS 01 JEMBRANA KLASIFIKASI MOR MOR 010 MELAYA 004 TUWED 2 005B 100018 2 DUSUN MUNDUK BAYUR ASHADI 020 NEGARA 013 LELATENG 1 029B 105081 3 LINGKUNGAN KETAPANG I GST NGR PUTRA 021 JEMBRANA 001

Lebih terperinci

Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan

Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan Identifikasi Desa Dalam Kawasan Hutan 2007 Kerja sama Pusat Rencana dan Statistik Kehutanan, Departemen Kehutanan dengan Direktorat Statistik Pertanian, Badan Pusat Statistik Jakarta, 2007 KATA PENGANTAR

Lebih terperinci

TENTANG HASIL REKOMENDASI SIDANG KOMISI KONGRES PPI DUNIA TAHUN 2012

TENTANG HASIL REKOMENDASI SIDANG KOMISI KONGRES PPI DUNIA TAHUN 2012 SURAT KEPUTUSAN KONGRES ALIANSI PERHIMPUNAN PELAJAR INDONESIA INTERNASIONAL (PPI DUNIA)/ OVERSEAS INDONESIAN STUDENTS ASSOCIATION ALLIANCE (OISAA)TAHUN 2012 Nomor : 04/OISAA/KR/II/2012 TENTANG HASIL REKOMENDASI

Lebih terperinci

68 LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN MP3EI

68 LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN MP3EI 8 68 LAPORAN PERKEMBANGAN PELAKSANAAN MP3EI Dalam rangka pelaksanaan MP3EI, perlu dukungan perbaikan berbagai regulasi agar percepatan pelaksanaan proyek-proyek MP3EI dapat dilaksanakan tanpa ada hambatan.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Fokusnya adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Fokusnya adalah 33 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Fokusnya adalah penggambaran secara menyeluruh tentang bentuk, fungsi, dan makna ungkapan

Lebih terperinci

a. bahwa pelaksanaan penyusunan penetapan kinerja dan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah perlu dilakukan penyempurnaan;

a. bahwa pelaksanaan penyusunan penetapan kinerja dan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah perlu dilakukan penyempurnaan; MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI NOMOR 29 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN

Lebih terperinci

Mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa untuk pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2013, seperti tersebut dibawah ini: PERKIRAAN BIAYA (RP,-)

Mengumumkan Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa untuk pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2013, seperti tersebut dibawah ini: PERKIRAAN BIAYA (RP,-) MELALUI PENYEDIA PENGUMUMAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH BADAN KETAHANAN PANGAN, PENYULUHAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KABUPATEN TANGERANG Jl. K.H. Sarbini No. 2 Komplek Pemda Kabupaten

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 40 TAHUN 1994 TENTANG RUMAH NEGARA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 40 TAHUN 1994 TENTANG RUMAH NEGARA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 31 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 40 TAHUN 1994 TENTANG RUMAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Empat Lawang Tahun 2013 sebanyak 41.675 rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Empat Lawang Tahun 2013 sebanyak 41.675 rumah tangga Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Empat Lawang Tahun 2013 sebanyak 41.675 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Empat Lawang Tahun 2013 sebanyak 3 Perusahaan Jumlah perusahaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. selling, (Anderassen et al, 1997) dengan tujuan membangun citra yang kuat

BAB I PENDAHULUAN. selling, (Anderassen et al, 1997) dengan tujuan membangun citra yang kuat BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan dan peningkatan di dalam sektor jasa pelayanan perhotelan saat ini cukup pesat sehingga membawa perubahan pada pola hidup masyarakat dan tingkat

Lebih terperinci

ekowisata: panduan dasar pelaksanaan

ekowisata: panduan dasar pelaksanaan UHJAK/2009/PI/H/9 ekowisata: panduan dasar pelaksanaan Pengantar Buku panduan ini disusun untuk masyarakat yang tertarik mengetahui dasar-dasar pengetahuan pariwisata, pariwisata berkelanjutan dan ekowisata.

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN 20 JANUARI 2011

PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN 20 JANUARI 2011 PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO SAMPAI DENGAN JANUARI BAMBANG PRIJAMBODO KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/BAPPENAS TOPIK EKONOMI DUNIA Pertumbuhan Ekonomi di Beberapa Kawasan Dunia Ekonomi AS, Jepang,

Lebih terperinci

SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL

SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL oleh : Sungkana Pendahuluan Seiring dengan semakin menigkatnya industri Pasar Modal, peran penting perusahaan Pemeringkat Efek

Lebih terperinci

SPBU# ALAMAT DISTRIK KOTA REGION

SPBU# ALAMAT DISTRIK KOTA REGION BALI 1 54.805.14 JL. BANJAR BUNUTAN, KEDEWATAN, UBUD Kab. Gianyar Bali BALI 2 54.801.21 JL. IMAM BONJOL NO. 511 Kodya Denpasar Bali BALI 3 54.801.22 JL. RAYA SESETAN NO. 323 Kodya Denpasar Bali BALI 4

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN LAMPIRAN I KEPUTUSAN GUBERNUR NOMOR 188.44 / 0549 / KUM / 2012 TENTANG PENYEMPURNAAN PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DAN INDIKATOR KINERJA SATUAN KERJA PERANGKAT

Lebih terperinci

1 C I T Y H O T E L D I H A R B O U R B A Y B A T A M F e r i t W i b o w o BAB I PENDAHULUAN

1 C I T Y H O T E L D I H A R B O U R B A Y B A T A M F e r i t W i b o w o BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Hotel merupakan salah satu bentuk akomodasi yang dikelola secara komersial, yang disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan, penginapan berikut makanan

Lebih terperinci

SEKTOR-SEKTOR UNGGULAN PENOPANG PEREKONOMIAN BANGKA BELITUNG

SEKTOR-SEKTOR UNGGULAN PENOPANG PEREKONOMIAN BANGKA BELITUNG Suplemen 4. Sektor-Sektor Unggulan Penopang Perekonomian Bangka Belitung Suplemen 4 SEKTOR-SEKTOR UNGGULAN PENOPANG PEREKONOMIAN BANGKA BELITUNG Salah satu metode dalam mengetahui sektor ekonomi unggulan

Lebih terperinci

Condotel ini awal mulanya popular di Amerika. Disana condotel biasanya berbentuk bangunan tinggi dan mewah. Sama halnya dengan condominium, unit

Condotel ini awal mulanya popular di Amerika. Disana condotel biasanya berbentuk bangunan tinggi dan mewah. Sama halnya dengan condominium, unit Condotel/Service Apartment, belakangan ini makin menarik saja untuk di bicarakan. Sebab, di beberapa tempat, ternyata cukup banyak pengembang yang menawarkan proyek Condotel/Service Apartmentnya kepada

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 16 TAHUN 2009 RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI BALI TAHUN 2009-2029 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 16 TAHUN 2009 RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI BALI TAHUN 2009-2029 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI BALI TAHUN 2009-2029 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang : a. bahwa ruang merupakan

Lebih terperinci

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA 2013

INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA 2013 REPUBLIK INDONESIA INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA 2013 BADAN PUSAT STATISTIK INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA 2013 2013 : Badan Pusat Statistik Boleh dikutip dengan menyebut sumbernya ISSN : 2086-2369 Nomor Publikasi

Lebih terperinci

DISTRIBUSI FREKUENSI (DF)

DISTRIBUSI FREKUENSI (DF) DISTRIBUSI FREKUENSI (DF) Definisi : Adalah salah satu bentuk tabel yang merupakan suatu penyusunan data ke dalam kelas-kelas tertentu dimana individu hanya termasuk ke dalam kelas tertentu. Adalah penggolongan

Lebih terperinci

K19 PERLAKUKAN YANG SAMA BAGI PEKERJA NASIONAL DAN ASING DALAM HAL TUNJANGAN KECELAKAAN KERJA

K19 PERLAKUKAN YANG SAMA BAGI PEKERJA NASIONAL DAN ASING DALAM HAL TUNJANGAN KECELAKAAN KERJA K19 PERLAKUKAN YANG SAMA BAGI PEKERJA NASIONAL DAN ASING DALAM HAL TUNJANGAN KECELAKAAN KERJA 1 K-19 Perlakukan Yang Sama Bagi Pekerja Nasional dan Asing dalam Hal Tunjangan Kecelakaan Kerja 2 Pengantar

Lebih terperinci

RIPNas - 1 KATA PENGANTAR

RIPNas - 1 KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR RIPNas - 1 Dengan semakin terbatasnya kapasitas layanan jalan, kereta api semakin menunjukkan keunggulan kompetitifnya. Keunggulan ini tak lepas dari perkembangan teknologi perkeretaapian

Lebih terperinci

PRESS KIT MAY 2015 PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR RAHAL ASIA - WIRELESS STARS

PRESS KIT MAY 2015 PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR RAHAL ASIA - WIRELESS STARS PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR RAHAL ASIA - WIRELESS STARS http://rahalasia.com http://wstars.com PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR ʺPerburuan Harta Makassarʺ Rahal adalah serangkaian seri pertama yang menyenangkan

Lebih terperinci

PRUmy child. Perlindungan dari sebelum ia lahir MKT/BRCH083 (03/14)

PRUmy child. Perlindungan dari sebelum ia lahir MKT/BRCH083 (03/14) MKT/BRCH083 (03/14) PRUmy child PT Prudential Life Assurance Prudential Tower Jl. Jend. Sudirman Kav. 79, Jakarta 12910, Indonesia Tel: (62 21) 2995 8888 Fax: (62 21) 2995 8800 Customer Line: 500085 Email:

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) JAWA TIMUR TRIWULAN 3 2013

PERKEMBANGAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) JAWA TIMUR TRIWULAN 3 2013 BPS PROVINSI JAWA TIMUR No. 75/11/35/Th. XI, 6 November PERKEMBANGAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN (ITK) JAWA TIMUR TRIWULAN 3 ITK Triwulan 3 Jawa Timur sebesar 114,17 dan Perkiraan ITK Triwulan 4 sebesar 110,37

Lebih terperinci