KATA PENGANTAR. Dewan Editor
|
|
|
- Ridwan Kusumo
- 8 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 KATA PENGANTAR Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT, Media Farmasi Vol. 12 No. 1 Tahun 2015 telah terbit. Pada edisi ini, Jurnal Media Farmasi menyajikan 11 artikel yang kesemuanya merupakan hasil penelitian. Enam artikel dari luar Fakultas Farmasi UAD membahas, (1) Formulasi dan evaluasi masker wajah peel-off yang mengandung kuersetin (2) Pengaruh polivinil pirolidon (PVP) dalam absorpsi piroksikam (3) Uji perbandingan aktivitas antijamur Pityrosporum ovale dari kombinasi ekstrak etanol buah belimbing wuluh dan daun sirih (4) Aktivitas inhibisi α-amilase ekstrak karagenan dan senyawa polifenol (5) Uji antihipertensi infus kombinasi biji dan rambut jagung (6) Layanan pesan singkat pengingat meningkatkan kepatuhan minum obat. Lima artikel dari peneliti Fakultas Farmasi UAD yang membahas tentang : (1) Formulasi emulgel minyak biji bunga matahari (2) Aktivitas antifungi fraksi etil asetat ekstrak daun pacar kuku (3) Karakteristik genetik Actinomycetes (4) Simvastatin sebagai hepatoprotektor (5) Faktor yang diprediksi berpengaruh terhadap pengobatan sendiri. Harapan kami, jurnal ini dapat bermanfaat bagi pembaca atau menjadi referensi peneliti lain. Kritik dan saran membangun, senantiasa kami terima dengan tangan terbuka. Dewan Editor
2
3 Layanan Pesan Singkat Riza Alfian 129 LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT UNTUK MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN KONTROL GLIKEMIK PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN SHORT MESSAGE SERVICE REMINDER IMPROVES THE ADHERENCE AND GLYCEMIC CONTROL OF DIABETES MELITUS PATIENT AT Dr. H. MOCH ANSARI SALEH GENERAL HOSPITAL BANJARMASIN Riza Alfian Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin, Indonesia [email protected] ABSTRAK Diabetes melitus adalah penyakit metabolisme yang merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar glikemik darah di atas nilai normal. Ketidakpatuhan merupakan faktor kunci yang menghalangi pengontrolan glikemik darah sehingga membutuhkan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan terapi. Pemberian layanan pesan singkat pengingat diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terapi demi mencapai kontrol glikemik darah yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan pesan singkat pengingat yang diberikan farmasis terhadap kepatuhan minum obat dan kontrol glikemik pasien diabetes melitus rawat jalan di Poliklinik penyakit dalam RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan kuasi eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif pasien rawat jalan selama bulan April-Mei Subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 65 pasien. Pasien diberikan intervensi layanan pesan singkat pengingat selama 7 hari berturut-turut. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) dan data glikemik darah diambil dari rekam medik. Uji statistik Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data pre dan post penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian layanan pesan singkat pengingat dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus dimana kepatuhan pre pengukuran hanya 6,01±1,81 sedangkan post meningkat menjadi 7,30±0,99 (p<0,05). Kadar glikemik darah puasa dan kadar glikemik darah 2 jam post prandial mengalami penurunan dengan rata-rata penurunan untuk kadar glikemik darah puasa sebesar 14,66 ± 43,19 mg/dl dan 2 jam post prandial sebesar 25,09 ± 67,17 mg/dl (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian layanan pesan singkat pengingat oleh farmasis
4 130 Media Farmasi Vol 12 No.1 Maret 2015 : dapat meningkatkan kepatuhan pasien minum obat, hal ini ditunjukan dengan penurunan kadar glikemik darah pasien diabetes melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin (p<0,05). Kata Kunci: DM, Layanan pesan singkat pengingat, Kepatuhan, Glikemik darah ABSTRACT Diabetes melitus is an endocrine disorder that can cause increase of beyond normal. The non adherence is the key factor that inhibited glycemic control, thus it is need an intrervention to achieve the therapy outcome desired. The short message service reminder was expected to improve therapy adherence, so the glycemic control target will be achieved. The purpose of this study were to investigate the influence of pharmacist short messages service reminder on the medication adherence and glycemic control of ambulatory diabetes melitus patients at Internal Disease Polyclinic Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin general hospital.wilcoxon signed-rank test was used to analyzed pre and post data. This study was conducted with quasi-experimental design. The ambulatory diabetes melitus patiens data was collected prospectively during the period of April until May Subjects who met the inclusion and exclusion criteria were 65 patients. Patients have given short message service reminder every day for seven days respectively. Data collection was conducted by doing completion Morisky Medication Adherence Scale questionnaire and the glycemic data were taken from their medical record. The results showed that short message sevices reminder can improve the adherence, where the adherence pre scores were 6,01 ± 1,81mg/dl and post scores improved to 7,30 ± 0,99 (p<0,05). The fasting glycemic were decreased 14,66 ± 43,19 and 2 hours post prandial glycemic were decreased 25,09 ± 67,17 mg/dl (p<0,05). Over all it can be conculed that the short message services reminder of pharmacist can improve medication adherence. Furthermore, it can decrease the glycemic of diabetes melitus patients at Internal Disease Polyclinic Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin General Hospital (p<0,05.) Key Words: DM, Short message services reminder, Adherence, Glycemic. PENDAHULUAN Diabetes melitus adalah penyakit metabolisme yang merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar glikemik darah di atas nilai normal (ADA, 2015). Menurut International Diabetes Federation (2013), kasus diabetes
5 Layanan Pesan Singkat Riza Alfian 131 melitus di Indonesia menduduki peringkat ke-7 dengan jumlah penderita diabetes melitus 8,5 juta jiwa. Prevalensi penderita diabetes melitus di Indonesia tahun 2013 dengan prevalensi tertinggi pada daerah Yogyakarta (2,6%). Sementara Kalimantan Selatan (1,4%) menempati urutan tertinggi ke-13 dari 33 provinsi di Indonesia (Kemenkes, 2013). Ketidakpahaman pasien terhadap terapi yang sedang dijalaninya akan menyebabkan kegagalan terapi. Faktor tersebut akibat dari kurangnya informasi dan komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien. Biasanya karena kurangnya informasi mengenai halhal di atas, maka pasien melakukan self-regulation terhadap terapi obat yang diterimanya (Adibe et al., 2013). Intervensi diperlukan guna mengubah kepatuhan minum obat pasien sehingga pengontrolan glikemik darah secara optimal dapat tercapai. Layanan Pesan Singkat Pengingat yang murah dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada pemilik mobile phone sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pasien untuk minum obat (Alfian, 2014). Penelitian tentang penggunaan layanan pesan singkat pengingat untuk meningkatkan kepatuhan menunjukkan bahwa penggunaan layanan pesan singkat pengingat lebih inovatif dan hemat biaya yang secara efektif mempromosikan perubahan perilaku (Wells et al., 2011). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Vervloet et al., (2012) pengaruh penggunaan layanan pesan singkat pengingat dan pemantauan pengobatan pada pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki kepatuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang hanya mendapatkan pemantauan pengobatan. Penggunaan kuesioner untuk menilai kepatuhan telah dikembangkan oleh Morisky et al., (2008). Kepatuhan penggunaan obat diukur dengan new 8 item self report Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) dapat membantu menilai kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus (Sakthong et al., 2009).
6 132 Media Farmasi Vol 12 No.1 Maret 2015 : Pada tahun 2013, jumlah kunjungan pasien diabetes melitus di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin sebanyak 3740 pasien dan pada tahun 2014 jumlah kunjungan pasien diabetes melitus meningkat menjadi 5980 pasien. Peningkatan angka kunjungan tersebut menunjukkan bahwa prevalensi penyakit diabetes melitus terus meningkat. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka peneliti perlu melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian layanan pesan singkat pengingat oleh farmasis terhadap perubahan kepatuhan minum obat dan kontrol glikemik darah pasien diabetes melitus rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimental dengan rancangan One group pretest - postest design menggunakan 65 pasien. Sampel diambil dengan menggunakan metode consecutive sampling. Semua pasien mendapatkan layanan pesan singkat pengingat selama 7 hari, perkembangan pasien diikuti selama kurang lebih satu bulan dari pre study sampai post study. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pasien usia tahun dengan diagnosa diabetes melitus, mendapatkan obat anti diabetika oral, memiliki telepon genggam, dan minimal satu kali pernah mendapatkan terapi obat anti diabetika oral. Kriteria eksklusinya adalah pasien dengan kondisi tuli, buta huruf, dan sedang hamil. Data penelitian dikumpulkan dari April sampai Mei Data pre study dikumpulkan sebelum sampel penelitian diberikan intervensi, sedangkan data post study dikumpulkan setelah sampel mendapatkan intervensi dari peneliti. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan mengisi kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Tingkat kepatuhan pasien terbagi menjadi 3 kategori yaitu tingkat kepatuhan tinggi dengan skor 8, tingkat kepatuhan sedang dengan skor 6 sampai kurang dari 8, dan tingkat
7 Layanan Pesan Singkat Riza Alfian 133 kepatuhan rendah dengan nilai skor kurang dari 6 pada kuesioner MMAS. Data glikemik darah diambil dari rekam medis pasien. Uji pendahuluan untuk menentukan validitas dan reliabilitas kuesioner dilakukan pada 30 pasien. Kuesioner dinyatakan valid karena nilai R hitung lebih besar dibanding nilai R tabel yang dipersyaratkan. Nilai uji realibilitas Cronbach alpha kuesioner setelah diuji adalah 0,759 mengindikasikan bahwa kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian ini sudah reliabel. Data yang diperoleh dianalisis dengan SPSS Uji untuk membandingkan data pre dan post penelitian menggunakan uji wilcoxon, data hasil analisis ditampilkan dalam mean ± standar deviasi. Nilai P <0,05 dianggap secara statistika signifikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini diawali dengan pengumpulan data karakteristik pasien yang didapatkan dari lembar penilaian kesehatan pasien dan dari rekam medis pasien. Populasi terjangkau sebanyak 246 pasien diabetes melitus. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 65 pasien. Adapun 181 pasien tidak memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diantaranya 51 pasien karena faktor usia, 34 pasien pertama kali melakukan terapi pengobatan diabetes melitus, 40 pasien yang tidak mendapat obat antidiabetika oral, 3 pasien yang termasuk dalam studi pendahuluan, 29 pasien tidak memiliki telepon genggam atau tidak bisa menggunakan SMS, 6 pasien melanjutkan pengobatan di puskesmas, dan 18 pasien menolak mengikuti penelitian. Berdasarkan data karakteristik pasien, dapat dilihat bahwa mayoritas subyek penelitian adalah laki-laki sebesar 33 pasien (50,77%) sedangkan perempuan sebesar 32 pasien (49,23%). Usia yang paling mendominasi adalah pada rentang usia >50 tahun yaitu 49 pasien (75,38%). Pendidikan pasien didominasi pada pendidikan >9 tahun yaitu sebanyak 44 pasien (67,69%) Tingkat pekerjaan didominasi oleh pasien ibu rumah
8 134 Media Farmasi Vol 12 No.1 Maret 2015 : tangga sejumlah 22 pasien (33,85%). Mayoritas pasien tidak memiliki riwayat diabetes melitus di keluarga sebanyak 42 pasien (64,62%). Data karakteristik pasien tersaji pada tabel I. Tabel I. Karakteristik pasien Karakteristik Pasien Jenis Kelamin Usia (tahun) Pendidikan Pekerjaan Riwayat diabetes melitus Jumlah (N=65) % Perempuan 32 49,23 Laki-Laki 33 50, , , tahun 21 32,31 > 9 tahun 44 67,69 PNS 11 16,92 Swasta 12 18,46 Wiraswasta 5 7,69 IRT 22 33,85 Tidak Bekerja 15 23,08 Ada 23 35,38 Tidak Ada 42 64,62 Kepatuhan minum obat memegang peranan penting untuk mengontrol kadar glikemik darah. Berdasarkan hasil yang terlihat pada tabel II, kategori kepatuhan tinggi pada post intervensi setelah intervensi layanan pesan singkat pengingat sebesar (46,15%), jauh meningkat dibanding data pre intervensi yang hanya (20,00%). Hal ini menunjukkan bahwa layanan pesan singkat pengingat yang diberikan farmasis dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan kepatuhan pasien minum obat anti diabetika oral. Hal ini didukung oleh penelitian Vervloet et al., (2012) bahwa intervensi layanan pesan singkat pengingat yang diberikan farmasis dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus secara signifikan. Peningkatan kepatuhan dari skor MMAS pada pre intervensi layanan pesan singkat pengingat terhadap post intervensi layanan pesan singkat pengingat dimana pada pre intervensi nilai rata-rata skor kepatuhan berkisar antara 6,01 ± 1,81 dan setelah mendapat intervensi nilai rata-rata skor kepatuhan meningkat menjadi 7,30 ± 0,99 (p<0,05). Data peningkatan skor MMAS dapat dilihat pada tabel III. Ketidakpatuhan pengobatan merupakan salah satu penyebab kegagalan terapi diabetes melitus. Ketidakpatuhan tersebut dapat Tabel II. Persentase tingkat kepatuhan menggunakan kuesioner MMAS
9 Layanan Pesan Singkat Riza Alfian 135 Skor MMAS Kepatuhan Tinggi Kepatuhan Sedang Kepatuhan Rendah N % N % N % Pre 13 20, , ,08 Post 30 46, , ,39 Tabel III. Skor MMAS pre dan post pada sampel (Mean±SD) Sampel Pelakuan Mean ± SD Pre 6,01 ± 1,81 0,000 Post 7,30 ± 0,99 Keterangan: p adalah nilai signifikansi P dikarenakan pasien tidak mengerti dengan tujuan pengobatan, menolak pengobatan, mengubah dosis atau jadwal minum obat, atau merasa tidak nyaman dengan pengobatan diabetes melitus. Pemberian intervensi oleh farmasis berupa layanan pesan singkat sebagai pengingat bertujuan untuk mengingatkan pasien minum obat anti diabetika oral sehingga tumbuh kesadaran untuk patuh minum obat. Kepatuhan yang didasari oleh kesadaran yang timbul dari dalam diri sendiri akan bertahan lebih lama (Aronson, 2007). Kepatuhan yang rendah merupakan tantangan bagi klinisi dan farmasis untuk memutuskan strategi pengobatan yang lebih efektif. Jika farmasis memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi pasien yang memiliki kepatuhan rendah, maka dapat dilakukan intervensi yang tepat dan sesuai untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam manajemen pengobatan. Intervensi layanan pesan singkat pengingat dapat dijadikan sebagai alternatif yang murah dan praktis untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam minum obat anti diabetika oral sehingga tujuan terapi dapat tercapai secara maksimal. Kadar glikemik darah puasa (GDP) dan 2 jam post prandial (GD2PP) pasien pre pengukuran pada penelitian ini sama-sama mengalami penurunan yang terlihat pada gambar I. Rata-rata kadar GDP
10 136 Media Farmasi Vol 12 No.1 Maret 2015 : pre pengukuran adalah 161,04±69,46 mg/dl lebih tinggi dibandingkan dengan post pengukuran 146,38±53,60 mg/dl sedangkan ratarata kadar GDPP pre pengukuran adalah 213,93±90,19 mg/dl juga lebih tinggi dibandingkan GD2PP post pengukuran 188,84±64,75 mg/dl. Rata-rata penurunan kadar glikemik darah puasa sebesar 14,66 ± 43,19 mg/dl dan kadar glikemik darah 2 jam post prandial sebesar 25,09±67,17 mg/dl. Hal ini menunjukan adanya pengaruh layanan pesan singkat pengingat yang diberikan terhadap penurunan kadar glikemik darah. Pemberian layanan pesan singkat pengingat memilki dampak positif menurunkan kadar glikemik darah secara signifikan pada pasien diabetes melitus. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Antoine et al. (2014) yang menyimpulkan bahwa intervensi farmasis berpotensi meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan diabetes melitus tipe 2. Demikian juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Islam et al. (2015) menunjukkan bahwa intervensi farmasis dapat meningkatkan kemampuan kontrol glikemik darah sehingga target kadar glikemik darah normal dapat tercapai. Kadar Gula Darah (mg/dl) ,93 188,84 161,04 146,38 Pre Post Pengukuran GDP GD2PP Gambar 1. Rata-rata kadar glikemik darah (pre dan post intervensi)
11 Layanan Pesan Singkat Riza Alfian 137 Kelemahan dalam penelitian ini adalah bahwa peneliti tidak bisa mengendalikan variabel pengganggu secara maksimal sehingga memiliki kemungkinan mempengaruhi hasil penelitian. Variabel pengganggu yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian diantaranya adalah umur, tingkat pendidikan, terapi farmakologi lain yang diterima pasien, dan pengetahuan pasien terhadap tujuan terapi diabetes melitus. Peneliti sudah mengendalikan sebagian variabel pengganggu dengan membuat kriteria inklusi dan eksklusi diantaranya hanya pasien dengan umur tahun dan hanya pasien yang didiagnosa diabetes melitus dari Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin yang dijadikan sebagai subjek penelitian. KESIMPULAN Layanan pesan singkat pengingat yang diberikan farmasis efektif meningkatkan kepatuhan dan mengontrol kadar glikemik darah pasien diabetes melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Peningkatan kepatuhan minum obat memiliki dampak yang positif terhadap pengontrolan kadar glikemik darah sehingga tujuan terapi diabetes melitus dapat tercapai. DAFTAR PUSTAKA Adibe, M.O., Ukwe, C.V., Aguwa, C.N., 2013, The Impact of Pharmaceutical Care Intervention on the Quality of Life of Nigerian Patients Receiving Treatment for Type 2 Diabetes, Value In Helath Regional Issues 2 ( ). Alfian, R., 2014, Layanan Pesan Singkat Pengingat untuk Meningkatkan Kepatuhan dan Menurunkan Tekanan Darah Pasien Hipertensi Di RSUD. Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin, Jurnal Media Farmasi, 11(2). American Diabetes Association, 2015, Standards of Medical Care in Diabetes-2015, Diabetes Care., 38(1): S01- S94. Antoine, S.L., Dawid, P., Mathes, T., Eikermann, M., 2014, Improving The Adherence of Type 2 Diabetes Mellitus Patients with Pharmacy Care: A Systematic Review of Randomized Controlled Trial, BMC Endocrine Disorders, 14:53.
12 138 Media Farmasi Vol 12 No.1 Maret 2015 : Aronson, J.K., 2007, Compliance, Concordance, Adherence, Br J Clin Pharmacol, 63(4): IDF, 2013, IDF Diabetes Atlas Sixth Edition, International Diabetes Federation. Islam, S.M.S., Niessen, L.W., Ferrari, U., Ali, L., Seissler, J., Lechner, A., 2015, Effects of Mobile Phone SMS to Improve Glycemic Control Among Patients with Type 2 Diabetes in Bangladesh: A Prospective, Parallel-Group, Randomized Controlled Trial, Diabetes Care, 38: e112 e113. Kementerian Kesehatan, 2013, Riset Kesehatan Dasar, Kementerian Kesehatan RI: Jakarta. Morisky, D.E., Ang, A, Krousel- Wood, M.A., Ward H, 2008, Predictive Validity of A Medication Adherence Measure in an Outpatient Setting, J. Health-Syst. Pharm, 10: Sakthong, P., Chabunthom, R., Charoevisuthiwongs, R., 2009, Psychometric properties of the Thai version of the 8-item Morisky Medication Adherence Scale in patients with type 2 diabetes, Ann Pharmacother, 43: Vervloet, M., Dijk, L. van, Santen- Reestman, J., Vlijmen, B. van, Wingerden, P. van, Bouvy, M.L.,Bakker, D.H. de., 2012, SMS Reminders Improve Adherence To Oral Medication In Type 2 Diabetes Patients Who Are Real Time Electronically Monitored, IJMI: 81(9), Wells, J.K., 2011, A New Frontier in Health Technology: The Role of SMS Text-Based Messaging as a Smoking Cessation Intervention, UTMJ, 88(3).
AKADEMI FARMASI ISFI BANJARMASIN (Jl. Flamboyan 3 No.
PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN PERIODE 10 APRIL 30 MEI 2015 Halisah 1, Riza Alfian
INTISARI PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD
INTISARI PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD Dr. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Afifah 1 ; Riza Alfian 2 ; Ananda Mellyani Hidayat
PERBANDINGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH ANTARA PENGGUNAAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DAN APLIKASI DIGITAL PILLBOX REMINDER
PERBANDINGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH ANTARA PENGGUNAAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DAN APLIKASI DIGITAL PILLBOX REMINDER PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN
PERUBAHAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT PASEIN DM TIPE 2 SETELAH PEMBERIAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DI PUSKESMAS MELATI KABUPATEN KAPUAS
INTISARI PERUBAHAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT PASEIN DM TIPE 2 SETELAH PEMBERIAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DI PUSKESMAS MELATI KABUPATEN KAPUAS Rinidha Riana 1 ; Yugo Susanto 2 ; Ibna Rusmana 3 Diabetes
PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN
INTISARI PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN Enny Eryana Dewi 1 ; Riza Alfian 2 ; Rachmawati 3 Diabetes melitus
Korelasi Antara Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Rawat Jalan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
, Vol 2, No. 2, Oktober 2015, hal: 15-23 ISSN-Print. 2355 5386 ISSN-Online. 2460-9560 http://jps.ppjpu.unlam.ac.id/ Research Article 15 Korelasi Antara Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah pada
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Fitri Maulidia 1 ; Yugo Susanto 2 ; Roseyana
INTISARI GAMBARAN KUALITAS HIDUP DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN
INTISARI GAMBARAN KUALITAS HIDUP DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN Herlyanie 1, Riza Alfian 1, Luluk Purwatini 2 Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit
Saftia Aryzki* dan Alfian R. Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin Jl. Flamboyan III/7B Kayu Tangi Banjarmasin 70123
PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Saftia Aryzki* dan Alfian R. Akademi Farmasi
PERBANDINGAN PENGARUH EDUKASI MELALUI LAYANAN PESAN SINGKAT DAN BOOKLET TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS
PERBANDINGAN PENGARUH EDUKASI MELALUI LAYANAN PESAN SINGKAT DAN BOOKLET TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS, Nurul Qiyaam, Baiq Nurbaety, Tien Partini, Eko Satria Putra Universitas Muhammadiyah
BAB III METODE PENELITIAN. dilakukan dengan memberikan pretest (sebelum perlakuan) dan. penelitian kuasi eksperimental dengan metode non-randomized
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasy- Experiment) dengan metode pengumpulan data secara prospektif yang dilakukan dengan memberikan pretest
INTISARI HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PERILAKU PENGOBATAN DENGAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD DR.
1 INTISARI HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PERILAKU PENGOBATAN DENGAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD DR. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Jamalianti S 1 ; Riza Alfian 2 ; Hilda
INTISARI. Mahrita Sauriah 1 ; Yugo Susanto 2 ; Dita Ayulia 3
INTISARI PENGARUH PEMANFAATAN APLIKASI DIGITAL PILLBOX REMINDER TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN PENYAKIT KRONIS BPJS PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) DI APOTEK APPO FARMA I BANJARBARU Mahrita Sauriah
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 9-18, 2016
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN TENTANG PENGGUNAAN INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD. DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN CORRELATION BETWEEN THE KNOWLEDGE
BAB II METODE PENELITIAN
BAB II METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian jenis non-eksperimental dimana pengambilan data dilakukan dengan pendekatan cross sectional dan dianalisa secara analitik
PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI OBAT PASIEN DM TIPE 2 DI PUSKESMAS MELATI KABUPATEN KAPUAS
JURNAL ILMIAH MANUNTUNG, 3(1), 34-42, 217 p-issn. 2443-115X e-issn. 2477-1821 PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI OBAT PASIEN DM TIPE 2 DI PUSKESMAS MELATI KABUPATEN KAPUAS
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 2 (2),
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER MEDICATION ADHERENCE REPORT SCALE (MARS) TERHADAP PASIEN DIABETES MELLITUS, Aditya Maulana Perdana Putra Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin E-mail : [email protected]
KAJIAN PENGGUNAAN OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TEMINDUNG SAMARINDA
KAJIAN PENGGUNAAN OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TEMINDUNG SAMARINDA Adam M. Ramadhan, Laode Rijai, Jeny Maryani Liu Laboratorium Penelitian dan Pengembangan FARMAKA
LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBATPASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD ULIN BANJARMASIN
LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBATPASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD ULIN BANJARMASIN RizaAlfian Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin E-mail: [email protected] Submitted :
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. DM tipe 2 di Puskesmas Banguntapan 2 Bantul yang telah menjalani
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Banguntapan 2 Bantul yang telah menjalani pengobatan
PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP KUALITAS HIDUP DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT SEBAGAI VARIABEL ANTARA PADA PASIEN DM
p-issn: 2088-8139 e-issn: 2443-2946 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi PENGARUH PENGETAHUAN TERHADAP KUALITAS HIDUP DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT SEBAGAI VARIABEL ANTARA PADA PASIEN DM THE INFLUENCE
Tingkat Self care Pasien Rawat Jalan Diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kalirungkut Surabaya. Yessy Mardianti Sulistria
Tingkat Self care Pasien Rawat Jalan Diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kalirungkut Surabaya Yessy Mardianti Sulistria Farmasi /Universitas Surabaya [email protected] Abstrak Diabetes mellitus
PENGARUH INTERVENSI SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN DAN GAYA HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD DR. M.
PENGARUH INTERVENSI SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN DAN GAYA HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD DR. M. ASHARI PEMALANG SKRIPSI Skripsi diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
PENGARUH PENGGUNAAN TELEMEDICINE (APLIKASI PESAN BERBASIS INTERNET) TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
PENGARUH PENGGUNAAN TELEMEDICINE (APLIKASI PESAN BERBASIS INTERNET) TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Nindy Ellena 1, Denny Anggoro Prakoso 2 1 Program Studi Pendidikan
Hasil Guna Edukasi Diabetes Menggunakan Telemedicine terhadap Kepatuhan Minum Obat Diabetisi Tipe 2
Hasil Guna Edukasi Diabetes Menggunakan Telemedicine terhadap Kepatuhan Minum Obat Diabetisi Tipe 2 The Effectiveness of Diabetes Education Using Telemedicine to Diabetician Type 2 Medication Compliance
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Muhammadiyah Yogyakarta. Semua responden penelitian berdomisili di
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Karakteristik Responden Responden penelitian ini melibatkan 56 pasien diabetes melitus yang melakukan kontrol rutin di poli penyakit dalam
PENGARUH KONSELING OBAT DALAM HOME CARE TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI
PENGARUH KONSELING OBAT DALAM HOME CARE TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI Suryani, N.M 1, Wirasuta, I.M.A.G 1, Susanti, N.M.P 1 1 Jurusan Farmasi - Fakultas
GAMBARAN KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELLITUS
INTISARI GAMBARAN KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELLITUS PROGRAM RUJUK BALIK DI APOTEK HANI PELAIHARI SETELAH DI BERIKAN PESAN PENGINGAT (REMINDER MESSAGE) Sri Harini Oktavia 1 ; Amaliyah Wahyuni 2 ; Ani Hairiah
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA DOKTER KELUARGA
Jurnal ISSN Farmasetis : Cetak 2252-9721 Volume 2 No 1, Hal 13-18, Mei 2013 HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA DOKTER KELUARGA Itsna Diah Kusumaningrum
POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DAN KESESUAIANNYA PADA PASIEN GERIATRI RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE APRIL
POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DAN KESESUAIANNYA PADA PASIEN GERIATRI RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE APRIL 2015 [email protected] [email protected] [email protected]
INTISARI. M. Fauzi Santoso 1 ; Yugo Susanto, S.Si., M.Pd., Apt 2 ; dr. Hotmar Syuhada 3
INTISARI HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PENDERITA HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI CUKA KABUPATEN TANAH LAUT M. Fauzi Santoso 1 ; Yugo Susanto, S.Si., M.Pd.,
ULFA KUMALASARI K
HUBUNGAN TINGKAT SELF CARE DAN KEPATUHAN TERHADAP OUTCOME TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA FEBRUARI-MARET 2017 SKRIPSI Oleh: ULFA KUMALASARI K100130115
INTISARI. Kata Kunci : Hipertensi, Pelayanan Komunikasi, Informasi Dan Edukasi.
INTISARI GAMBARAN PELAYANAN KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI OBAT ANTIHIPERTENSI DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Halimatus Sa diah 2 ; Ratih
PENGARUH KEPATUHAN DAN POLA PENGOBATAN TERHADAP HASIL TERAPI PASIEN HIPERTENSI
Submitted : 21 Maret 2014 Accepted : 25 Juni 2014 Published : 30 Desember 2014 p-issn : 2088-8139 e-issn : 2443-2946 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi PENGARUH KEPATUHAN DAN POLA PENGOBATAN TERHADAP
Nur aeni, Anjar Mahardian K, Githa Fungie G. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Pengaruh Pemberian Layanan Pesan Nur'aeni, dkk 100 PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN DAN EFEKTIVITAS PENGOBATAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KECAMATAN SUMBANG BANYUMAS
Truly Dian Anggraini, Ervin Awanda I Akademi Farmasi Nasional Surakarta Abstrak
EVALUASI KESESUAIAN DOSIS DAN KESESUAIAN PEMILIHAN OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD DR. MOEWARDI PERIODE JANUARI-DESEMBER 2014 Truly Dian Anggraini, Ervin Awanda I Akademi
JURNAL ILMIAH MANUNTUNG, 1(2), , 2015 ISSN CETAK X ISSN ELEKTRONIK
ISSN CETAK. 2443-115X ISSN ELEKTRONIK. 2477-1821 PERBAIKAN PERILAKU DAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN SETELAH PEMBERIAN LEAFLET EDUKASI HIPERTENSI DAN TERAPINYA
BAB III METODE PENELITIAN. group design with pretest posttest. Penelitian ini dilakukan untuk melihat
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian dilakukan dalam bentuk eksperimen semu dengan desain control group design with pretest posttest. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh
BAB I PENDAHULUAN. (glukosa) akibat kekurangan atau resistensi insulin (Bustan, 2007). World
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Diabetes melitus (DM) merupakan gangguan kesehatan yang merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah (glukosa) akibat kekurangan atau
BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental dengan rancangan pre-post test with control group design yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimental dengan rancangan pre-post test with control group design yang menggunakan 2 kelompok,
UJI AKTIVITAS HIPOGLIKEMIK EKSTRAK ETANOL SEMUT JEPANG (Tenebrio Sp.) PADA TIKUS PUTIH GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ALOKSAN
UJI AKTIVITAS HIPOGLIKEMIK EKSTRAK ETANOL SEMUT JEPANG (Tenebrio Sp.) PADA TIKUS PUTIH GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI ALOKSAN, Ratih Pratiwi Sari, Riza Alfian Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin Email:
ABSTRAK PREVALENSI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015
ABSTRAK PREVALENSI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015 Diabetes melitus tipe 2 didefinisikan sebagai sekumpulan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemik
Pengaruh Brief Counseling Terhadap Aktifitas Fisik pada Pasien Hipertensi Di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin
Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 3(1), 84-90 Jurnal Sains Farmasi & Klinis (p- ISSN: 2407-7062 e-issn: 2442-5435) diterbitkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia - Sumatera Barat homepage: http://jsfkonline.org
KATA PENGANTAR. Dewan editor
KATA PENGANTAR Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT, Media Farmasi Vol. 11 No.2 Tahun 2014 telah terbit. Pada edisi ini, Jurnal Media Farmasi menyajikan artikel yang semuanya merupakan hasil penelitian.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. baik di negara berkembang maupun di negara maju. Penyakit asma termasuk lima
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kasus asma meningkat secara dramatis selama lebih dari lima belas tahun baik di negara berkembang maupun di negara maju. Penyakit asma termasuk lima besar penyebab kematian
IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIDIABETES PADA RESEP PASIEN DI APOTEK RAHMAT BANJARMASIN
INTISARI IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIDIABETES PADA RESEP PASIEN DI APOTEK RAHMAT BANJARMASIN Salah satu penyakit degeneratif terbesar adalah Diabetes Mellitus. Diabetes Meliitus yang tidak
EFEKTIVITAS EDUKASI KELOMPOK OLEH APOTEKERTERHADAP KEPATUHAN DAN OUTCOME KLINIK PASIEN DIABETES MELITUS
Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi EFEKTIVITAS EDUKASI KELOMPOK OLEH APOTEKERTERHADAP KEPATUHAN DAN OUTCOME KLINIK PASIEN DIABETES MELITUS EFFECTIVENESS OF GROUP EDUCATION BYPHARMACISTON ADHERENCE
BAB I PENDAHULUAN. yang memerlukan pengobatan dalam jangka waktu yang panjang. Efek
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan suatu penyakit kronis yang memerlukan pengobatan dalam jangka waktu yang panjang. Efek umum dari diabetes yang tidak terkontrol
BAB I PENDAHULUAN. al.(2008) merujuk pada ketidaksesuaian metabolisme yang ditandai oleh
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Diabetes Mellitus menurut Fauci et al.(2008) dan Whitney et al.(2008) merujuk pada ketidaksesuaian metabolisme yang ditandai oleh kenaikan konsentrasi gula darah dan
BAB III METODE PENELITIAN. deskriptif komparatif. Komparatif merupakan penelitian non-eksperimen
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. kurangnya aktivitas fisik (Wild et al., 2004).Di negara berkembang, diabetes
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Jumlah penyandang diabetes meningkat disebabkan karena pertumbuhan penduduk, penuaan, urbanisasi, dan meningkatnya prevalensi obesitas dan kurangnya aktivitas fisik
DAFTAR ISI. Sampul Dalam... i. Lembar Persetujuan... ii. Penetapan Panitia Penguji... iii. Kata Pengantar... iv. Pernyataan Keaslian Penelitian...
DAFTAR ISI Sampul Dalam... i Lembar Persetujuan... ii Penetapan Panitia Penguji... iii Kata Pengantar... iv Pernyataan Keaslian Penelitian... v Abstrak... vi Abstract...... vii Ringkasan.... viii Summary...
EVALUASI PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT OLEH APOTEKER TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA
EVALUASI PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT OLEH APOTEKER TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Puji Asmini 1, Woro Supadmi 2, Endang Darmawan 1 1
KEPATUHAN PERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2
KEPATUHAN PERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 I Made Mertha I Made Widastra I Gusti Ayu Ketut Purnamawati Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Denpasar Email: [email protected] Abstract
I. PENDAHULUAN. Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi menetap yang penyebabnya tidak
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi menetap yang penyebabnya tidak diketahui (hipertensi esensial, idiopatik, atau primer) maupun yang berhubungan dengan penyakit
BAB I PENDAHULUAN. merealisasikan tercapainya Millenium Development Goals (MDGs) yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Indonesia sebagai masyarakat dunia berkomitmen untuk ikut merealisasikan tercapainya Millenium Development Goals (MDGs) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan
BAB I PENDAHULUAN. Menurut International Diabetes Federation (IDF), diabetes adalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut International Diabetes Federation (IDF), diabetes adalah suatu kondisi kronis yang terjadi dimana tubuh tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Asuhan kefarmasian atau disebut pharmaceutical care merupakan suatu kebutuhan yang penting dalam aspek pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Asuhan kefarmasian
BAB I PENDAHULUAN. insulin dependent diabetes melitus atau adult onset diabetes merupakan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Diabetes melitus (DM) tipe 2 yang dahulu dikenal dengan nama non insulin dependent diabetes melitus atau adult onset diabetes merupakan penyakit gangguan metabolik
ABSTRAK. Hubungan Penurunan Pendengaran Sensorineural dengan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol dan Tidak Terkontrol di RSUP Sanglah
ABSTRAK Hubungan Penurunan Pendengaran Sensorineural dengan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Terkontrol dan Tidak Terkontrol di RSUP Sanglah Dini Nur Muharromah Yuniati Diabetes melitus (DM) merupakan suatu
KATA PENGANTAR. Dewan editor
KATA PENGANTAR Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT, Media Farmasi Vol. 11 No. 1 Tahun 2014 telah terbit. Pada edisi ini, Jurnal Media Farmasi menyajikan 11 artikel yang kesemuanya merupakan hasil
BAB I PENDAHULUAN. Penyakit kronis menjadi masalah kesehatan yang sangat serius dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penyakit kronis menjadi masalah kesehatan yang sangat serius dan dapat menyebabkan kematian terbesar di seluruh dunia, salah satunya adalah diabetes melitus (DM). Diabetes
BAB II. METODE PENELITIAN
BAB II. METODE PENELITIAN A. Kategori dan rancangan penelitian Berdasarkan tujuan dan fungsinya, penelitian ini diklasifikasikan dalam penelitian cross sectional dan dianalisis secara analitik. B. Populasi
KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS KALIJUDAN WILAYAH SURABAYA TIMUR ALEXANDER HALIM
KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS KALIJUDAN WILAYAH SURABAYA TIMUR ALEXANDER HALIM 2443011006 PROGRAM STUDI S1 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA
Nunung Sri Mulyani Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Pengaruh Konsultasi Gizi Terhadap Asupan Karbohidrat dan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh Effect of Nutrition
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Keberhasilan pembangunan adalah cita-cita suatu bangsa yang terlihat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Keberhasilan pembangunan adalah cita-cita suatu bangsa yang terlihat dari peningkatan taraf hidup dan Umur Harapan Hidup (UHH) / Angka Harapan Hidup (AHH).
DANIEL ADIARTHA
KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TERHADAP PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES DI PUSKESMAS LIDAH KULON DAERAH SURABAYA BARAT DENGAN METODE MMAS-8 dan PILL COUNT DANIEL ADIARTHA 2443011009 PROGRAM STUDI S1 FAKULTAS
INTISARI TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS GADANG HANYAR BANJARMASIN
INTISARI TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS GADANG HANYAR BANJARMASIN Siti Munawaroh 1 ; Amaliyah Wahyuni 2 ; Ade Syarif Hakim 3 Pelayanan kefarmasian termasuk pelayanan
Pengaruh Pemberian Informasi Obat...(Stefy Muliyani Muljabar, dkk) 143
Pengaruh Pemberian Obat...(Stefy Muliyani Muljabar, dkk) 143 PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN ISPA DI PUSKESMAS KOTAGEDE I YOGYAKARTA THE
DRUG USAGE DESCRIPTION FOR OUTPATIENT IN PKU MUHAMMADIYAH UNIT II OF YOGYAKARTA IN 2013 BASED ON WHO PRESCRIBING INDICATOR
DRUG USAGE DESCRIPTION FOR OUTPATIENT IN PKU MUHAMMADIYAH UNIT II OF YOGYAKARTA IN 2013 BASED ON WHO PRESCRIBING INDICATOR GAMBARAN PERESEPAN OBAT PASIEN RAWAT JALAN DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA UNIT
HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS REMAJA SAMARINDA
INTISARI HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS REMAJA SAMARINDA Nurul Ainah 1, Aditya Maulana PP, M.Sc., Apt 2, Nadya Sari, S.Farm.,
ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA ORANG DEWASA YANG DIRAWAT INAP DIRUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE JANUARI DESEMBER 2014
ABSTRAK GAMBARAN PENYAKIT DIABETES MELITUS PADA ORANG DEWASA YANG DIRAWAT INAP DIRUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG PERIODE Evan Anggalimanto, 2015 Pembimbing 1 : Dani, dr., M.Kes Pembimbing 2 : dr Rokihyati.Sp.P.D
PENERAPAN PELAYANAN KEFARMASIAN RESIDENSIAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA CILACAP
Ikatan Apoteker Indonesia 201 PENERAPAN PELAYANAN KEFARMASIAN RESIDENSIAL UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KOTA CILACAP Yuhansyah Nurfauzi 1*, Maria Immaculata Iwo 2,
PENGARUH PENDAMPINGAN TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH PUSKESMAS BANYUANYAR SURAKARTA
PENGARUH PENDAMPINGAN TERHADAP KEPATUHAN DIET PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH PUSKESMAS BANYUANYAR SURAKARTA Dedy Arif Abdillah 1), Happy Indri Hapsari 2), Sunardi 3) 1) Mahasiswa SI
PENGARUH SHORT MESSAGE SERVICE TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN DAN GAYA HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD DR. M. ASHARI PEMALANG
Pengaruh Short Message Service Pradnya Aulia Rahmah, dkk 110 PENGARUH SHORT MESSAGE SERVICE TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN DAN GAYA HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD DR. M. ASHARI PEMALANG EFFECT OF
Pengaruh Konseling Apoteker Terhadap Hasil Terapi Pasien Hipertensi di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan
Pengaruh Konseling Apoteker Terhadap Hasil Terapi Pasien Hipertensi di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan Anita Budi Mulyasih 1, Djoko Wahyono 2, I Dewa Putu Pramantara 3 1 Balai
ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI UPT PUSKESMAS PASUNDAN KOTA BANDUNG PERIODE
ABSTRAK GAMBARAN PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI UPT PUSKESMAS PASUNDAN KOTA BANDUNG PERIODE 2016 Jones Vita Galuh Syailendra, 2014 Pembimbing 1 : Dani, dr., M.Kes. Pembimbing 2 : Budi Widyarto, dr.,
AKSEPTABILITAS PELAYANAN RESIDENSIAL KEFARMASIAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II TANPA KOMPLIKASI
AKSEPTABILITAS PELAYANAN RESIDENSIAL KEFARMASIAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II TANPA KOMPLIKASI Icwari, N.P.W.P 1, Wirasuta, I.M.A.G 1, Susanti, N.M.P 1 1 Jurusan Farmasi Fakultas Matematika Dan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2000 menyatakan bahwa terdapat 3,2 juta penduduk dunia meninggal karena penyakit diabetes mellitus (DM) setiap tahunnya.
BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental secara analitik korelasi dengan
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental secara analitik korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Jenis ini dipilih untuk mencari hubungan
PENGARUH PENYULUHAN OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS JAGIR SURABAYA WILUJENG YULITA
PENGARUH PENYULUHAN OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS JAGIR SURABAYA WILUJENG YULITA 2443010116 PROGRAM STUDI S1 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA
HUBUNGAN KARAKTERISKTIK PASIEN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DALAM MENJALANI TERAPI DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS TEMBUKU 1 KABUPATEN BANGLI BALI 2015
HUBUNGAN KARAKTERISKTIK PASIEN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DALAM MENJALANI TERAPI DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS TEMBUKU 1 KABUPATEN BANGLI BALI 2015 I Putu Angga Pradana Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas
PENGUKURAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG MENDAPAT ANTIDIABETIK ORAL DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA
PENGUKURAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG MENDAPAT ANTIDIABETIK ORAL DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL YOGYAKARTA QUALITY OF LIFE MEASUREMENT OF TYPE 2 DIABETIC MELLITUS PATIENTS
I. PENDAHULUAN. Diabetes Melitus disebut juga the silent killer merupakan penyakit yang akan
1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Diabetes Melitus disebut juga the silent killer merupakan penyakit yang akan memicu krisis kesehatan terbesar pada abad ke-21. Negara berkembang seperti Indonesia merupakan
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI CUKA KABUPATEN TANAH LAUT
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI CUKA KABUPATEN TANAH LAUT Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin E-mail: [email protected]
PENGARUH KONSELING APOTEKER TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN DAN HASIL TERAPI PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM
PENGARUH KONSELING APOTEKER TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN DAN HASIL TERAPI PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM THE INFLUENCE OF OF PHARMACIST COUNSELING ON ADHERENCE TO ANTIHYPERTENSIVE
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau
BAB I PENDAHULUAN. terbesar dari jumlah penderita diabetes melitus yang selanjutnya disingkat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Menurut laporan WHO, Indonesia menempati urutan ke empat terbesar dari jumlah penderita diabetes melitus yang selanjutnya disingkat DM dengan prevalensi 8,6% dari total
BAB III METODE PENELITIAN. observasi analitik. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional atau
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode observasi analitik. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional atau potong
BAB I PENDAHULUAN. akibat insufisiensi fungsi insulin (WHO, 1999). Berdasarkan data dari WHO
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multietiologi yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah disertai dengan
GAMBARAN KUALITAS PELAYANAN OBAT PADA PASIEN BPJS DI DEPO FARMASI BLUD RSUD BALANGAN PERIODE MEI-JUNI TAHUN 2016
GAMBARAN KUALITAS PELAYANAN OBAT PADA PASIEN BPJS DI DEPO FARMASI BLUD RSUD BALANGAN PERIODE MEI-JUNI TAHUN 2016 DESCRIPTION OF SERVICE QUALITY IN DRUGS IN PATIENTS BPJS DEPO PHARMACEUTICAL BLUDS HOSPITAL
BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan perolehan data Internatonal Diabetes Federatiaon (IDF) tingkat
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit metabolik yang selalu mengalami peningkat setiap tahun di negara-negara seluruh dunia. Berdasarkan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Diabetes Melitus (DM) adalah suatu sindrom klinis kelainan metabolik
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Diabetes Melitus (DM) adalah suatu sindrom klinis kelainan metabolik yang ditandai adanya hiperglikemia yang disebabkan oleh defek sekresi insulin, defek kerja insulin
HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI RSUD PENAJAM PASER UTARA
p-issn. 2443-115X e-issn. 2477-1821 HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI RSUD PENAJAM PASER UTARA Triswanto Sentat Akademi Farmasi Samarinda Samarinda, Kalimantan
Bab 3. Metode Penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian observasional-analitik dengan rancangan yang
Bab 3 Metode Penelitian A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian observasional-analitik dengan rancangan yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi untuk
BAB I PENDAHULUAN. menduduki rangking ke 4 jumlah penyandang Diabetes Melitus terbanyak
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Data statistik organisasi WHO tahun 2011 menyebutkan Indonesia menduduki rangking ke 4 jumlah penyandang Diabetes Melitus terbanyak setelah Amerika Serikat, China, India.
BAB I PENDAHULUAN. AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan salah satu penyakit
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan salah satu penyakit yang menduduki urutan ke-4 didunia yang mematikan, menjadi wabah internasional dan cenderung
