KATA PENGANTAR. Dewan editor
|
|
|
- Sudirman Agusalim
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 KATA PENGANTAR Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT, Media Farmasi Vol. 11 No. 1 Tahun 2014 telah terbit. Pada edisi ini, Jurnal Media Farmasi menyajikan 11 artikel yang kesemuanya merupakan hasil penelitian. Sembilan artikel dari luar Fakultas Farmasi UAD membahas, (1) Uji aktivitas penangkapan radikal (2) Perbandingan penggunaan sumber asam terhadap sifat fisik granul effervescent (3) Optimasi formula tablet floating nifedipin (4) Formulasi gel menggunakan serbuk daging ikan haruan (Channa striatus) (5) Formulasi dan aktivitas antibakteri lotion minyak atsiri buah adas (Foeniculum vulgare Mill) (6) Efek hepatoprotektor fraksi etil asetat daun sangitan (Sambucus canadensis l.) (7) Kombinasi ekstrak etanol rimpang Zingiber officinale Roscoe dengan Zn (8) Konseling farmasis merubah perilaku pasien hipertensi rawat jalan (9) Evaluasi penggunaan antibiotika dengan metode DDD (defined daily dose). Dua artikel dari peneliti Fakultas Farmasi UAD yang membahas tentang : (1) Evaluasi toksisitas hematologi akibat penggunaan 6-merkaptopurin (2) Evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien pediatri leukimia limfoblastik akut. Harapan kami, jurnal ini dapat bermanfaat bagi pembaca atau menjadi referensi peneliti lain. Kritik dan saran membangun, senantiasa kami terima dengan tangan terbuka. Dewan editor
2 Konseling Farmasis Riza Alfian, dkk 73 KONSELING FARMASIS MERUBAH PERILAKU PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL, INDONESIA PHARMACIST COUNSELING IMPROVE BEHAVIORAL OF AMBULATORY HYPERTENSIVE PATIENTS AT INTERNAL DISEASE POLYCLINIC PKU BANTUL HOSPITAL, INDONESIA Riza Alfian 1, Akrom 2, Endang Darmawan 2 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin, Indonesia 1 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Indonesia 2 [email protected] ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan stroke. Prevalensi hipertensi di Indonesia pada tahun 2007 mencapai angka 32,2%. Perilaku adalah merupakan faktor kunci yang menghalangi pengontrolan tekanan darah sehingga membutuhkan intervensi untuk mencapai keberhasilan terapi.tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling farmasis secara oral terhadap perubahan perilaku pasien hipertensi rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul.Penelitian ini menggunakan rancangan kuasieksperimental dengan pengambilan data secara prospektif pasien rawat jalan selama periode Januari-April Kuesioner pengukuran tingkat perilaku yang terdiri dari 9 pertanyaan dan sudah divalidasi digunakan untuk mengambil data awal pasien sebelum diberi konseling dan data akhir pasien setelah diberikan konseling.penelitian ini melibatkan 60 pasien yang dibagi rata menjadi 30 pasien kelompok kontrol dan 30 pasien kelompok perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan konseling yang diberikan farmasismeningkatkan skor domain kognitif, afektif, dan psikomotorik kelompok perlakuan secara signifikan (p<0,05). Rata-rata peningkatan skor domain kognitif antara kelompok kontrol 0,33± 0,61dan kelompok perlakuan 0,60 ± 0,96 tidak berbeda signifikan (p=0,39). Rata-rata peningkatan skor domain afektif dan psikomotorik pasien hipertensi kelompok kontrol berturut-turut 0,03 ± 0,61, 0,20 ± 0,41 dan kelompok perlakuan berturut-turut 0,67 ± 0,55, 0,83 ± 0,83 berbeda signifikan (p=0,00). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa intervensi konseling yang diberikan farmasis dapat merubah perilaku pasien hipertensi ke arah positif yang menunjang untuk tercapainya keberhasilan terapi. Kata kunci: Hipertensi, konseling farmasis, perilaku, kognitif, afektif, psikomotorik
3 74 Media Farmasi, Vol 11 No.1Maret 2014 :73-80 ABSTRACT Hypertension is as one of the major risk factors for cardiovascular disease, kidney failure, and stroke. The hypertension prevalence in Indonesia is 32,2%. Bad behavioral is the key factor that inhibited blood pressure control, so it is need an intervention to achieve outcome therapy. It is expected that pharmacist counseling can improve behavioral patient to achieve desired blood pressure target. The purpose of this study is to investigate the influence of pharmacist counseling orally on the behavioral of ambulatory hypertension patients at internal disease polyclinic PKU Muhammadiyah Bantul Hospital. This study were conducted with quasi-experimental design, tha data were collected prospectively during the period of January until April Suitably designed and validated behavioural questionnaire consisting of nine questions for took baseline data (before received counseling) and second follow up data (after received counseling). This study involved 60 patients who devided in to 30 patients as the control group and 30 patients as the intervention group. The results show that pharmacist counseling could improved behavioral hypertension patients. Pharmacist counseling could increased knowledge, attitude, and practice of the intervention group significantly (p<0,05). The average of increasing of knowledge scores between the control group 0,33±0,61 and the intervention group 0,60 ± 0,96 were not statistically different (p=0,390). The average of increasing attitude and practice scores in the control group 0,03 ± 0,61, 0,20 ± 0,41and the intervention group 0,67 ± 0,55, 0,83 ± 0,83 were statistically different (p=0,00). Based on this study, it can be concluded that pharmacist counseling can improve behavioral hypertension patients, so the desired outcome therapy can be achieved. Keywords : Hypertension, pharmacist counseling, behavioral, knowledge, attitude, practice. PENDAHULUAN Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama gangguan jantung. Selain mengakibatkan gagal jantung, hipertensi dapat berakibat pada gagal ginjal maupun penyakit serebrovaskuler (Palanisamy & Sumathy, 2009). Prevalensi hipertensi meningkat sejalan dengan perubahan gaya hidup seperti merokok, obesitas, inaktivitas fisik, dan stres psikososial di banyak negara (Calhoun et al., 2008). Hipertensi sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat dan akan menjadi masalah yang lebih besar jika tidak ditanggulangi sejak dini (Depkes, 2007). Prevalensi hipertensi di Indonesia pada tahun 2007 mencapai angka 32,2% (Depkes, 2004). Perilaku dalam pengobatan memegang peranan penting dalam mencapai target keberhasilan terapi, terutama untuk penyakit kronis seperti hipertensi. Perilaku baik pasien dalam pengobatan yang didasari dengan pengetahuan yang didapatkan akan membuat perilaku baik tersebut akan bertahan lebih lama. Kegagalan dalam pengobatan
4 Konseling Farmasis Riza Alfian, dkk 75 terutama untuk penyakit hipertensi disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pasien tentang hipertensi dan pengobatannya sehingga perilaku pasien untuk menjalankan terapi hipertensi menjadi buruk dan target terapi tidak bisa tercapai (Morisky et al., 2008). Perubahan perilaku pasien akan terjadi sejalan dengan proses yang awalnya tidak tahu menjadi tahu (kognitif), yang awalnya tidak mau menjadi mau (afektif), dan yang awalnya tidak bertindak menjadi bertindak (psikomotorik). Uraian perubahan perilaku tersebut menunjukan bahwa pengetahuan pasien tentang hipertensi dan pengobatannya memegang peranan yang sangat penting untuk mewujudkan perilaku yang baik dalam pengobatan hipertensi. Untuk mengukur perubahan perilaku dapat dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari tiga domain yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. (Fernandez et al., 2011). Oleh karena itu intervensi farmasis mengenai pharmaceutical care pada pasien hipertensi sangat diperlukan untuk mengubah perilaku pasien dalam mengatasi masalah tersebut. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan oleh farmasis untuk penanganan pasien hipertensi adalah konseling. Konseling ditujukan untuk meningkatkan hasil terapi dengan memaksimalkan penggunaan obatobatan yang tepat (Depkes, 2006). Salah satu manfaat konseling adalah meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pasien dalam penggunaan obat, sehingga angka kematian dan kerugian (baik biaya maupun hilangnya produktivitas) dapat ditekan (Palaian et al., 2006). Konseling dapat memberikan pemahaman yang positif mengenai penyakit hipertensi dan terapinya. Pasien akan mendapatkan pengetahuan yang tepat dari hasil konseling farmasis. Pengetahuan yang tepat dapat merubah sikap pasien menjadi positif sehingga akan memperbaiki perilaku pasien dalam menjalani terapi hipertensi. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka perlu dilakukan penelitian untuk melihat pengaruh pemberian konseling terhadap perilaku pasien hipertensi rawat jalan di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul, Yogyakarta. METODE PENELITIAN Penelitian secara prospektif untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling terhadap perubahan perilaku pasien hipertensi rawat jalan di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul. Sampel diambil dengan menggunakan metode consecutive sampling. Penelitian menggunakan 60 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan mendapatkan konseling mengenai hipertensi dan terapinya, sementara kelompok kontrol tidak mendapatkan konseling. Perkembangan pasien
5 76 Media Farmasi, Vol.11 No.1Maret 2014 :73-80 diikuti dari pre study sampai post study. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah pasien usia tahun dengan diagnosa hipertensi dan mendapatkan obat anti hipertensi dari dokter yang mendiagnosa. Kriteria eksklusinya adalah pasien yang mengalami ketulian dan sedang hamil. Data penelitian dikumpulkan dari Januari sampai April Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara dan mengisi kuesioner pengukuran tingkat perilaku pasien hipertensi. Uji pendahuluan untuk menentukan validitas dan reliabilitas kuesioner dilakukan pada 30 pasien. Nilai reliabilitas diuji dengan mengukur nilai statistik cronbach alpha. Nilai statistik Cronbach alpha kuesioner setelah diuji adalah 0,683 mengindikasikan bahwa kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian ini sudah reliabel. Data yang diperoleh dianalisis dengan SPSS dan data hasil analisis ditampilkan dalam mean ± standar deviasi. Nilai P <0,05 dianggap secara statistika signifikan. HASIL DAN PEMBAHASAN Awal penelitian dilakukan pengumpulan data klinik dan data sosiodemografi pasien. Karakteristik data subjek penelitian dapat dilihat pada tabel I. Berdasarkan karakteristik pasien, subjek penelitian didominasi pasien laki-laki (66,7%) untuk kelompok perlakuan dan untuk kelompok kontrol didominasi oleh pasien perempuan (70,0%). Tabel I. Karakteristik pasien hipertensi Karakteristik Pasien Perlakuan Kontrol (N=30) % (N=30) % Jenis kelamin Laki-laki 20 66,7 9 30,0 Perempuan 10 33, ,0 Usia (tahun) ,3 5 16,7 > , ,3 Tingkat hipertensi Tingkat , ,0 Tingkat , ,0 Kebiasaan Merokok 4 13,3 3 10,0 Tidak merokok 26 86, ,0 Pendidikan 0-9 tahun 16 53, ,7 >9 tahun 14 46, ,3 Pekerjaan PNS 12 40,0 7 23,3 Non PNS 18 60, ,7 Pembayaran Swadaya 7 23, ,0 Jaminan 23 76, ,0 Riwayat hipertensi Ada 11 36,7 9 30,0 Tidak ada 19 67, ,0
6 Konseling Farmasis Riza Alfian, dkk 77 Dari segi usia, kelompok perlakuan dan kontrol sama-sama didominasi oleh pasien dengan rentang usia lebih dari 50 tahun. Dari segi tingkat hipertensi kedua kelompok didominasi oleh pasien hipertensi tingkat dua. Dari segi pembayaran kedua kelompok didominasi oleh pembayaran dengan jaminan. Pada penelitian ini juga dilakukan penilaian terhadap karakteristik kebiasaan merokok, riwayat hipertensi, pendidikan, dan pekerjaan. Subjek penelitian baik yang termasuk kelompok perlakuan atau kelompok kontrol sama-sama didominasi oleh tidak mempunyai kebiasaan merokok, tidak mempunyai riwayat hipertensi, pendidikan kurang dari 9 tahun dan pekerjaan sebagai non PNS. Data awal penelitian diperlukan untuk melihat apakah sampel dari kelompok kontrol dan kelompok perlakuan sebelum mendapatkan intervensi konseling secara oral dari farmasis memiliki persamaan atau perbedaan. Data awal untuk kedua kelompok harus sama agar dapat terlihat dengan jelas pengaruh dari pemberian intervensi konseling terhadap kelompok perlakuan. Untuk melihat gambaran data awal tersebut maka dilakukan uji perbandingan data pre studi antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (Tabel II). Berdasarkan hasil studi pendahuluan, variabel tingkat perilaku yang terdiri dari domain kognitif, afektif, dan psikomotorik kelompok kontrol dan perlakuan tidak memiliki perbedaan yang signifikan (p>0,05). Secara statistik, perubahan perilaku terhadap kelompok perlakuan dan kelompok kontrol pada awal dan akhir penelitian dapat dilihat pada tabel III. Hasil uji normalitas (Kolmogrov-Smirnov) menunjukkan bahwa data kelompok kontrol dan kelompok perlakuan tidak terdistribusi secara normal, oleh karena itu uji statistiknya menggunakan uji non parametrik (Uji Wilcoxon). Pada tabel III dapat dilihat bahwa untuk domain kognitif baik kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sama-sama mengalami peningkatan yang signifikan (p<0,05). Pada kelompok perlakuan domain kognitif meningkat karenapemberian konseling pengetahuan tentang hipertensi dan terapinya dari farmasis, sementarapada kelompok kontrol domain kognitif meningkat karena kemungkinan pasien mendapat pengetahuan tentang hipertensi dan terapinya dari luar (selain farmasis) seperti pengetahuan dari klinisi yang menangani pasien tersebut atau dari media lain seperti dari iklan, surat kabar, penyuluhan kesehatan, dan sumber informasi lainnya. Pada tabel IV dapat dilihat rata-rata peningkatan skor domain kognitif antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan tidak memiliki perbedaan
7 78 Media Farmasi, Vol.11 No.1Maret 2014 :73-80 yang signifikan (p=0,39).hal ini disebabkan pemberian konseling yang diberikan pada kelompok perlakuan hanya dilakukan satu kali. Domain kognitif (domain pengetahuan) memegang peranan penting dalam perubahan perilaku. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan atau kognitif akan bertahan lebih lama (Notoatmodjo, 2010). Sikap atau afektif adalah kesiapan dan kesediaan seseorang untuk melakukan suatu tindakan yang didasari atas pengetahuan yang dimiliki (Notoatmodjo, 2010). Pada domain afektif kelompok perlakuan dan kelompok kontrol skornya samasama mengalami peningkatan. Kelompok perlakuan meningkat secara signifikan (p<0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak signifikan (p>0,05). Hal ini disebabkan karena pada kelompok perlakuan pengetahuan yang didapatkan dari farmasis dianggap valid sehingga pengetahuan tersebut dapat merubah afektif atau sikap pasien menjadi lebih positif mengenai hipertensi dan terapinya. Pengetahuan yang didapatkan dari hasil konseling farmasis tersebut mendapatkan kepercayaan dari pasien dan dianggap penting untuk diadopsi sehingga memberikan kecenderungan kesiapan pasien untuk bertindak dalam pengobatan hipertensinya. Tabel II. Data awal untuk kelompok kontrol dan perlakuan (Mean ± SD) Data awal (pre) Kelompok control Kelompok perlakuan P Kognitif 2,27 ± 1,08 2,30 ± 1,06 0,85 Afektif 1,97 ± 0,96 2,07 ± 0,64 0,74 Psikomotorik 1,83 ± 1,02 2,03 ± 1,00 0,41 Keterangan: p adalah nilai signifikansi; (a) adalah nilai signifikansi kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol (p<0,05). Tabel III. Perubahan skor domain perilaku pada awal dan akhir penelitian Kelompok (N=30) Domain Pre Post P Kontrol Kognitif 2,27 ± 1,08 2,60 ± 0,77 0,00 (b) Afektif 1,97 ± 0,96 2,00 ± 1,02 0,78 Psikomotorik 1,83 ± 1,02 2,03 ± 1,03 0,01 (b) Perlakuan Kognitif 2,30 ± 1,06 2,90 ± 0,55 0,00 (b) Afektif 2,07 ± 0,64 2,73 ± 0,45 0,00 (b) Psikomotorik 2,03 ± 1,00 2,87 ± 0,35 0,00 (b) Keterangan: p adalah nilai signifikansi; (b) adalah nilai signifikansi pre dan post tiap kelompok (p<0,05).
8 Konseling Farmasis Riza Alfian, dkk 79 Tabel IV. Rata-rata nilai peningkatan skor domain perilaku kelompok kontrol dan kelompok perlakuan (Mean ± SD) Domain Kelompok kontrol Kelompok perlakuan P Kognitif 0,33 ± 0,61 0,60 ± 0,96 0,39 Afektif 0,03 ± 0,61 0,67 ± 0,55 0,00 (a) Psikomotorik 0,20 ± 0,41 0,83 ± 0,83 0,00 (a) Keterangan: p adalah nilai signifikansi; (a) adalah nilai signifikansi kelompok perlakuan dibanding kelompok kontrol (p<0,05). Psikomotorik adalah tahap akhir dari perubahan perilaku yang didasari oleh pengetahuan yang didapat sehingga menimbulkan perubahan sikap yang positif dari tindakan yang dilakukan (Notoatmodjo, 2010). Pada tabel III dapat dilihat hasil penelitian domain psikomotorik untuk kelompok perlakuan dan kelompok kontrol sama-sama mengalami peningkatan skor yang signifikan (p<0,05). Tapi untuk rata rata (nilai ) peningkatan skor domain psikomotorik kedua kelompok tersebut berbeda signifikan (p=0,00). Peningkatan skor domain psikomotorik pada kelompok perlakuan ini disebabkan karena pengetahuan yang didapat dari konseling farmasis berupa pengetahuan tentang hipertensi dan terapinya dapat merubah sikap pasien menjadi positif. Jadi pada akhirnya pasien akan mengambil suatu tindakan untuk mengubah perilakunya menjadi lebih baik dalam menjalani terapi hipertensi. Pada kelompok kontrol perubahan psikomotorik kemungkinan besar disebabkan karena adanya tekanan atau keterpaksaan dan tidak didasari dengan pengetahuan dan kesadaran. Sejalan dengan hasil penelitian ini, penelitian yang dilakukan oleh Sushmita et al., (2010) bahwa konseling yang diberikan farmasis pada pasien hipertensi dapat meningkatkan kognitif, afektif, dan psikomotorik pasien. Biradar et al., (2012) menjelaskan bahwa konseling yang diberikan farmasis pada pasien hipertensi dapat meningkatkan kognitif, afektif, dan psikomotorik pasien sehingga kesadaran pasien terhadap hipertensi dan pengobatannya menjadi lebih baik. KESIMPULAN Konseling yang dilakukan farmasis efektif merubah perilaku pasien hipertensi rawat jalan ke arah positif. Perilaku yang positif dapat menunjang keberhasilan terapi dan pengontrolan tekanan darah yang akan mengurangi resiko terjadinya penyakit jantung koroner, gagal ginjal, dan stroke. DAFTAR PUSTAKA Calhoun, D.A., Daniel, J., Stephen, T., David, C., Goff, T.P. Murphy, R.D., Toto, A.W., William, C.C., William, W., Domenic, S., Keith, F., Thomas, D.G., Bonita, F.,
9 80 Media Farmasi, Vol No September 2014 :73-80 Robert, M.C., 2008, Resistent hypertension: Diagnosis, Evaluation, and Treatment: A Scientific Statement From The American Heart Association Professional Education Comittee of the Council for High Blood Pressure Research, Hypertension, 51: Depkes, 2004, Survei Kesehatan Nasional, Departemen kesehatan RI, Jakarta Depkes, 2006, Pedoman Konseling Pelayanan Kefarmasian Di Sarana Kesehatan, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian Dan Alat Kesehatan, Depkes RI, Jakarta Depkes, 2007, Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Hipertensi, Direktorat Bina Farmasi dan Komunitas dan Klinik, Depkes RI, Jakarta Fernandez, S., Tobin, J.N., Cassells,A., Diaz-Gloster, M., Kalida, C., Ogedegbe, G., 2011, The counseling african americans to control hypertension (caatch) trial: baseline demographic, clinical, psychosocial, and behavioural characteristics, Implementation Science, 6:100 Palaian S., Mukhyaprana P., Ravi S, 2006, Patient Counseling by Pharmacist Focus on Chronic Illness, Pak. J. Pharm. Sci., pp : 19(1) : Morisky, D.E., Ang, A, Krousel- Wood, M.A., Ward H, 2008, Predictive Validity of A Medication Adherence Measure in an Outpatient Setting, J. Health-Syst. Pharm, 10: Biradar, S.S., Rajasekhar K., Srinivas R., Raju, S.A., 2012, Assessment of Pharmacist Mediated Patient Counseling On Medication Adherence In Hypertension Patients of South Indian City, IRJP 2012,3(5) : Palanisamy, S., Sumathy, A., 2009, Intervention to improve pastient adherence with Antihypertensive Medications at a tertiary care teaching hospital. Int.J. PharmTech Vol.1, No.2, pp: Notoatmodjo, S., 2010, Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasinya, Rineka Cipta, Jakarta, pp 26 Sushmita, S., Aarati, K., Bharat, P., Roshani, S., Sunil, S., Kalpana,P., Kumar, U.D., 2010, Knowledge, Attitude and Practice Outcomes: An Effect of Pharmacist Provided Counseling In Hypertensive Patients In a Tertiary Care Teaching Hospital In Western Nepal, Int.J.Ph.Sci; 2(2):
PERBANDINGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH ANTARA PENGGUNAAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DAN APLIKASI DIGITAL PILLBOX REMINDER
PERBANDINGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH ANTARA PENGGUNAAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DAN APLIKASI DIGITAL PILLBOX REMINDER PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN
INTISARI HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PERILAKU PENGOBATAN DENGAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD DR.
1 INTISARI HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PERILAKU PENGOBATAN DENGAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD DR. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Jamalianti S 1 ; Riza Alfian 2 ; Hilda
JURNAL ILMIAH MANUNTUNG, 1(2), , 2015 ISSN CETAK X ISSN ELEKTRONIK
ISSN CETAK. 2443-115X ISSN ELEKTRONIK. 2477-1821 PERBAIKAN PERILAKU DAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN SETELAH PEMBERIAN LEAFLET EDUKASI HIPERTENSI DAN TERAPINYA
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Fitri Maulidia 1 ; Yugo Susanto 2 ; Roseyana
AKADEMI FARMASI ISFI BANJARMASIN (Jl. Flamboyan 3 No.
PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD Dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN PERIODE 10 APRIL 30 MEI 2015 Halisah 1, Riza Alfian
INTISARI PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD
INTISARI PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD Dr. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Afifah 1 ; Riza Alfian 2 ; Ananda Mellyani Hidayat
Saftia Aryzki* dan Alfian R. Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin Jl. Flamboyan III/7B Kayu Tangi Banjarmasin 70123
PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT DAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Saftia Aryzki* dan Alfian R. Akademi Farmasi
POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DAN KESESUAIANNYA PADA PASIEN GERIATRI RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE APRIL
POLA PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DAN KESESUAIANNYA PADA PASIEN GERIATRI RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN PERIODE APRIL 2015 [email protected] [email protected] [email protected]
INTISARI. M. Fauzi Santoso 1 ; Yugo Susanto, S.Si., M.Pd., Apt 2 ; dr. Hotmar Syuhada 3
INTISARI HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PENDERITA HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI CUKA KABUPATEN TANAH LAUT M. Fauzi Santoso 1 ; Yugo Susanto, S.Si., M.Pd.,
INTISARI. Kata Kunci : Hipertensi, Pelayanan Komunikasi, Informasi Dan Edukasi.
INTISARI GAMBARAN PELAYANAN KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI OBAT ANTIHIPERTENSI DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. H. MOCH ANSARI SALEH BANJARMASIN Halimatus Sa diah 2 ; Ratih
INTISARI. Mahrita Sauriah 1 ; Yugo Susanto 2 ; Dita Ayulia 3
INTISARI PENGARUH PEMANFAATAN APLIKASI DIGITAL PILLBOX REMINDER TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN PENYAKIT KRONIS BPJS PROGRAM RUJUK BALIK (PRB) DI APOTEK APPO FARMA I BANJARBARU Mahrita Sauriah
BAB III METODE PENELITIAN. dilakukan dengan memberikan pretest (sebelum perlakuan) dan. penelitian kuasi eksperimental dengan metode non-randomized
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu (Quasy- Experiment) dengan metode pengumpulan data secara prospektif yang dilakukan dengan memberikan pretest
INTISARI GAMBARAN KUALITAS HIDUP DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN
INTISARI GAMBARAN KUALITAS HIDUP DAN KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN Herlyanie 1, Riza Alfian 1, Luluk Purwatini 2 Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit
PENGARUH KONSELING OBAT DALAM HOME CARE TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI
PENGARUH KONSELING OBAT DALAM HOME CARE TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI Suryani, N.M 1, Wirasuta, I.M.A.G 1, Susanti, N.M.P 1 1 Jurusan Farmasi - Fakultas
PERUBAHAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT PASEIN DM TIPE 2 SETELAH PEMBERIAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DI PUSKESMAS MELATI KABUPATEN KAPUAS
INTISARI PERUBAHAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT PASEIN DM TIPE 2 SETELAH PEMBERIAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT DI PUSKESMAS MELATI KABUPATEN KAPUAS Rinidha Riana 1 ; Yugo Susanto 2 ; Ibna Rusmana 3 Diabetes
Pengaruh Konseling Apoteker Terhadap Hasil Terapi Pasien Hipertensi di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan
Pengaruh Konseling Apoteker Terhadap Hasil Terapi Pasien Hipertensi di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan Anita Budi Mulyasih 1, Djoko Wahyono 2, I Dewa Putu Pramantara 3 1 Balai
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI CUKA KABUPATEN TANAH LAUT
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI CUKA KABUPATEN TANAH LAUT Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin E-mail: [email protected]
Pengaruh Pemberian Informasi Obat...(Stefy Muliyani Muljabar, dkk) 143
Pengaruh Pemberian Obat...(Stefy Muliyani Muljabar, dkk) 143 PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN ISPA DI PUSKESMAS KOTAGEDE I YOGYAKARTA THE
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI TENTANG OBAT GOLONGAN ACE INHIBITOR DENGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM PELAKSANAAN TERAPI HIPERTENSI DI RSUP PROF DR
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI TENTANG OBAT GOLONGAN ACE INHIBITOR DENGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM PELAKSANAAN TERAPI HIPERTENSI DI RSUP PROF DR. R. D. KANDOU MANADO Yosprinto T. Sarampang 1), Heedy
PENGARUH INTERVENSI SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN DAN GAYA HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD DR. M.
PENGARUH INTERVENSI SMS (SHORT MESSAGE SERVICE) TERHADAP KEPATUHAN PENGOBATAN DAN GAYA HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS DI RSUD DR. M. ASHARI PEMALANG SKRIPSI Skripsi diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
KATA PENGANTAR. Dewan Editor
KATA PENGANTAR Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT, Media Farmasi Vol. 12 No. 1 Tahun 2015 telah terbit. Pada edisi ini, Jurnal Media Farmasi menyajikan 11 artikel yang kesemuanya merupakan hasil
PERBANDINGAN PENGARUH EDUKASI MELALUI LAYANAN PESAN SINGKAT DAN BOOKLET TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS
PERBANDINGAN PENGARUH EDUKASI MELALUI LAYANAN PESAN SINGKAT DAN BOOKLET TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS, Nurul Qiyaam, Baiq Nurbaety, Tien Partini, Eko Satria Putra Universitas Muhammadiyah
Pengaruh Brief Counseling Terhadap Aktifitas Fisik pada Pasien Hipertensi Di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin
Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 3(1), 84-90 Jurnal Sains Farmasi & Klinis (p- ISSN: 2407-7062 e-issn: 2442-5435) diterbitkan oleh Ikatan Apoteker Indonesia - Sumatera Barat homepage: http://jsfkonline.org
Korelasi Antara Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Rawat Jalan di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
, Vol 2, No. 2, Oktober 2015, hal: 15-23 ISSN-Print. 2355 5386 ISSN-Online. 2460-9560 http://jps.ppjpu.unlam.ac.id/ Research Article 15 Korelasi Antara Kepatuhan Minum Obat dengan Kadar Gula Darah pada
PENGARUH KEPATUHAN DAN POLA PENGOBATAN TERHADAP HASIL TERAPI PASIEN HIPERTENSI
Submitted : 21 Maret 2014 Accepted : 25 Juni 2014 Published : 30 Desember 2014 p-issn : 2088-8139 e-issn : 2443-2946 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi PENGARUH KEPATUHAN DAN POLA PENGOBATAN TERHADAP
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta adanya perubahan paradigma kefarmasian, yaitu Pharmaceutical Care, konsekuensi dari perubahan orientasi tersebut
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 1(1), 9-18, 2016
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN TENTANG PENGGUNAAN INSULIN PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD. DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN CORRELATION BETWEEN THE KNOWLEDGE
PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN
INTISARI PENGARUH LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS RAWAT JALAN DI RSUD ULIN BANJARMASIN Enny Eryana Dewi 1 ; Riza Alfian 2 ; Rachmawati 3 Diabetes melitus
ABSTRAK. EFEK TERAPI AJUVAN EKSTRAK DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP PENDERITA HIPERTENSI
ABSTRAK EFEK TERAPI AJUVAN EKSTRAK DAUN SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP PENDERITA HIPERTENSI Leonard Owen Liemantara, 2010 Pembimbing : Dr. Hana Ratnawati,dr.,M.Kes,PA(K) Latar belakang Hipertensi
BAB I PENDAHULUAN. kesehatan dasar Disamping itu, pengontrolan hipertensi belum adekuat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sampai saat ini, hipertensi masih merupakan tantangan besar di Indonesia. Hipertensi merupakan kondisi yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer dengan
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. DM tipe 2 di Puskesmas Banguntapan 2 Bantul yang telah menjalani
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Responden Responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Banguntapan 2 Bantul yang telah menjalani pengobatan
Hasil Guna Edukasi Diabetes Menggunakan Telemedicine terhadap Kepatuhan Minum Obat Diabetisi Tipe 2
Hasil Guna Edukasi Diabetes Menggunakan Telemedicine terhadap Kepatuhan Minum Obat Diabetisi Tipe 2 The Effectiveness of Diabetes Education Using Telemedicine to Diabetician Type 2 Medication Compliance
BAB I LATAR BELAKANG
BAB I LATAR BELAKANG A. Pendahuluan Hipertensi dikenal secara luas sebagai penyakit kardiovaskular. Saat ini penyakit kardiovaskuler sudah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia
PENGARUH PEMBERIAN GARAM SODIUM RENDAH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI RAWAT JALAN DI BLUD RUMAH SAKIT UMUM PROF.DR.
PENGARUH PEMBERIAN GARAM SODIUM RENDAH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI RAWAT JALAN DI BLUD RUMAH SAKIT UMUM PROF.DR.H. ALOE SABOE GORONTALO Salman, Sofyawati Talibo, Nur Rahmi Amma
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Masalah medication error tidak dapat dipisahkan dengan Drug
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah medication error tidak dapat dipisahkan dengan Drug Related Problems (DRPs). Error merupakan kesalahan dalam proses yang dapat menyebabkan terjadinya DRPs (Mil,
BAB I PENDAHULUAN. Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC VII) tahun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut The Seventh Report of The Joint National Committe on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC VII) tahun 2003, hipertensi adalah peningkatan
PENGARUH PENYULUHAN OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS GUNUNG ANYAR SURABAYA TIMUR
PENGARUH PENYULUHAN OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS GUNUNG ANYAR SURABAYA TIMUR FRISKA DAMAYANTI P 2443010105 PROGRAM STUDI S1 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. jumpai. Peningkatan tekanan arteri dapat mengakibatkan perubahan patologis
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang paling umum di jumpai. Peningkatan tekanan arteri dapat mengakibatkan perubahan patologis pada sistem sirkulasi dan
Efektifitas Edukasi Diabetes dalam Meningkatkan Kepatuhan Pengaturan Diet pada Diabetes Melitus Tipe 2
Efektifitas Edukasi Diabetes dalam Meningkatkan Kepatuhan Pengaturan Diet pada Diabetes Melitus Tipe 2 Diabetes Education in Improving the Effectiveness of Compliance with Setting Diet in Type 2 Diabetes
BAB III METODE PENELITIAN. group design with pretest posttest. Penelitian ini dilakukan untuk melihat
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian dilakukan dalam bentuk eksperimen semu dengan desain control group design with pretest posttest. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh
ANALISIS FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DI PUSKESMAS KELAYAN TIMUR KOTA BANJARMASIN
ANALISIS FAKTOR RISIKO HIPERTENSI DI PUSKESMAS KELAYAN TIMUR KOTA BANJARMASIN, Ana Ulfah Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin Email: [email protected] ABSTRAK Menurut WHO (World Health Organization)
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA 2016
PENGARUH TERAPI RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI POSYANDU DUSUN JELAPAN SINDUMARTANI NGEMPLAK SLEMAN YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI Disusun oleh: INDAH RESTIANI
Pengaruh Konseling Farmasis terhadap Kepatuhan dan Kontrol Hipertensi Pasien Prolanis di Klinik Mitra Husada Kendal
Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, Desember 2015 Vol. 4 No. 4, hlm 242 249 ISSN: 2252 6218 Artikel Penelitian Tersedia online pada: http://ijcp.or.id DOI: 10.15416/ijcp.2015.4.4.242 Pengaruh Konseling Farmasis
TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X PADA TAHUN 2014 NASKAH PUBLIKASI
TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X PADA TAHUN 24 NASKAH PUBLIKASI Oleh : CHAYANEE SMANTUMMKUL K33 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS
INTISARI. Puskesmas 9 NopemberBanjarmasin. 1 Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin 2
INTISARI PROFIL PERESEPAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN DI PUSKESMAS NOPEMBER BANJARMASIN Tria Shinta 1 ; Ratih Pratiwi Sari 2 ; Dreiyani Abdi M 3 Prevalensi hipertensi meningkat sejalan dengan perubahan
BAB III METODE PENELITIAN. eksperimental dengan rancangan pre-post test with control group design yang
BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimental dengan rancangan pre-post test with control group design yang menggunakan 2 kelompok,
PENGARUH PENGGUNAAN TELEMEDICINE (APLIKASI PESAN BERBASIS INTERNET) TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
PENGARUH PENGGUNAAN TELEMEDICINE (APLIKASI PESAN BERBASIS INTERNET) TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Nindy Ellena 1, Denny Anggoro Prakoso 2 1 Program Studi Pendidikan
BAB III METODE PENELITIAN. penelitian quasy experimental, control group pre test post test design. Jenis
49 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan desain penelitian quasy experimental, control group pre test post test design. Jenis penelitian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum terjadi di negara berkembang dan merupakan penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia. Tekanan darah
BAB II METODE PENELITIAN
BAB II METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam penelitian jenis non-eksperimental dimana pengambilan data dilakukan dengan pendekatan cross sectional dan dianalisa secara analitik
PENINGKATAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DENGAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT
PENINGKATAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DENGAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Keni Idacahyati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Tunas Husada Tasikmalaya Jl. Cilolohan No.
INTISARI POLA PENGOBATAN ANTIHIPERTENSI DAN KESESUAIANNYAPADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN RSUD BRIGJEND H. HASAN BASRY KANDANGAN PERIODE
INTISARI POLA PENGOBATAN ANTIHIPERTENSI DAN KESESUAIANNYAPADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN RSUD BRIGJEND H. HASAN BASRY KANDANGAN PERIODE 2015 Norlia Hidayati 1 ; Erna Prihandiwati 2 ; Erveni Aulia 3
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA DOKTER KELUARGA
Jurnal ISSN Farmasetis : Cetak 2252-9721 Volume 2 No 1, Hal 13-18, Mei 2013 HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA DOKTER KELUARGA Itsna Diah Kusumaningrum
AKSEPTABILITAS PELAYANAN RESIDENSIAL KEFARMASIAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II TANPA KOMPLIKASI
AKSEPTABILITAS PELAYANAN RESIDENSIAL KEFARMASIAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II TANPA KOMPLIKASI Icwari, N.P.W.P 1, Wirasuta, I.M.A.G 1, Susanti, N.M.P 1 1 Jurusan Farmasi Fakultas Matematika Dan
ABSTRAK. EFEK LABU SIAM (Sechium edule Swartz) TERHADAP TEKANAN DARAH PEREMPUAN DEWASA
ABSTRAK EFEK LABU SIAM (Sechium edule Swartz) TERHADAP TEKANAN DARAH PEREMPUAN DEWASA Erwin Yudhistira Y. I, 2014. Pembimbing I : Sylvia Soeng, dr., M. Kes., PA(K) Pembimbing II : Julia Windi, dr., M.
KAJIAN PENGGUNAAN OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TEMINDUNG SAMARINDA
KAJIAN PENGGUNAAN OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TEMINDUNG SAMARINDA Adam M. Ramadhan, Laode Rijai, Jeny Maryani Liu Laboratorium Penelitian dan Pengembangan FARMAKA
KATA PENGANTAR. Dewan editor
KATA PENGANTAR Dengan penuh rasa syukur kehadirat Allah SWT, Media Farmasi Vol. 11 No.2 Tahun 2014 telah terbit. Pada edisi ini, Jurnal Media Farmasi menyajikan artikel yang semuanya merupakan hasil penelitian.
BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian. promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pada era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekarang ini, puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dituntut untuk menjadi gate keeper pelayanan
I. PENDAHULUAN. Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi menetap yang penyebabnya tidak
1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi menetap yang penyebabnya tidak diketahui (hipertensi esensial, idiopatik, atau primer) maupun yang berhubungan dengan penyakit
Jurnal Care Vol. 4, No.3, Tahun 2016
105 GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP KLIEN TENTANG CARA PERAWATAN HIPERTENSI Irna Susiati 1), Titiek Hidayati 2), Falasifah Ani Yuniarti 3) 1) Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto 2) Departemen Epidemiologi,
ABSTRAK PREVALENSI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015
ABSTRAK PREVALENSI DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2015 Diabetes melitus tipe 2 didefinisikan sebagai sekumpulan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemik
EVALUASI PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT OLEH APOTEKER TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA
EVALUASI PENGARUH PEMBERIAN INFORMASI OBAT OLEH APOTEKER TERHADAP KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Puji Asmini 1, Woro Supadmi 2, Endang Darmawan 1 1
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TENTANG FAKTOR RISIKO PENYAKIT SEREBROVASKULAR TERHADAP KEJADIAN STROKE ISKEMIK ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU TENTANG FAKTOR RISIKO PENYAKIT SEREBROVASKULAR TERHADAP KEJADIAN STROKE ISKEMIK ASSOCIATION BETWEEN KNOWLEDGE, ATTITUDE AND BEHAVIOUR ABOUT RISK FACTOR OF CEREBROVASKULAR
SKRIPSI PENGARUH SLOW-STROKE BACK MASSAGE
SKRIPSI PENGARUH SLOW-STROKE BACK MASSAGE DENGAN MINYAK ESENSIAL YLANG-YLANG (Cananga odorata) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI Studi Ini Dilakukan di PSTW Jara Mara Pati
BAB II. METODE PENELITIAN
BAB II. METODE PENELITIAN A. Kategori dan rancangan penelitian Berdasarkan tujuan dan fungsinya, penelitian ini diklasifikasikan dalam penelitian cross sectional dan dianalisis secara analitik. B. Populasi
ABSTRAK. EFEK PISANG RAJA (Musa paradisiaca L.) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PRIA DEWASA
ABSTRAK EFEK PISANG RAJA (Musa paradisiaca L.) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PRIA DEWASA Yahdiel Alexander Nantara Tunggal, 2015 Pembimbing I : Edwin Setiabudi H., dr., Sp.PD-KKV,FINASIM Pembimbing
BAB I PENDAHULUAN. Prevention (CDC) memperkirakan jumlah penderita hipertensi terus
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah World Health Organization (WHO) dan Center Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan jumlah penderita hipertensi terus meningkat. Data pasien hipertensi
INTISARI IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA RESEP PASIEN UMUM DI UNIT RAWAT JALAN INSTALASI FARMASI RSUD DR. H.
INTISARI IDENTIFIKASI POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA RESEP PASIEN UMUM DI UNIT RAWAT JALAN INSTALASI FARMASI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN TAHUN 2013 Nidayanti 1 ; Aditya Maulana.P.P
HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI RSUD PENAJAM PASER UTARA
p-issn. 2443-115X e-issn. 2477-1821 HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI RSUD PENAJAM PASER UTARA Triswanto Sentat Akademi Farmasi Samarinda Samarinda, Kalimantan
KAJIAN PENGOBATAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KARANG ASAM SAMARINDA
KAJIAN PENGOBATAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KARANG ASAM SAMARINDA Faisal Ramdani, Nur Mita, Rolan Rusli* Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Farmaka Tropis Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Samarinda
Hubungan Tingkat Kepatuhan Diet terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Nambangan
Hubungan Tingkat Kepatuhan Diet terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi di Desa Nambangan Kristiana Puji Purwandari 1 *, Yohanes Wahyu Nugroho 2 1,2 Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri
UJI VALIDITAS INSTRUMEN B-IPQ VERSI INDONESIA PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK
41 UJI VALIDITAS INSTRUMEN B-IPQ VERSI INDONESIA PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK Robiyanto*, Ammy Okta Prayuda, Esy Nansy Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran,
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Stroke menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian khusus.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Stroke menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian khusus. Penyakit serebrovaskular ini merupakan salah satu penyebab utama kecacatan fisik dan kematian
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Keberhasilan pembangunan adalah cita-cita suatu bangsa yang terlihat
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Keberhasilan pembangunan adalah cita-cita suatu bangsa yang terlihat dari peningkatan taraf hidup dan Umur Harapan Hidup (UHH) / Angka Harapan Hidup (AHH).
JURNAL FARMASI SAINS DAN KOMUNITAS, November 2016, hlm Vol. 13 No. 2 p-issn: ; e-issn:
JURNAL FARMASI SAINS DAN KOMUNITAS, November 2016, hlm. 67-72 Vol. 13 No. 2 p-issn: 1693-5683; e-issn: 2527-7146 TINGKAT KEPATUHAN ANTIHIPERTENSI DAN PENGONTROLAN TEKANAN DARAH PASIEN RAWAT JALAN RS PKU
ABSTRAK PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU PENDERITA HIPERTENSI PRIMER TERHADAP HIPERTENSI
ABSTRAK PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU PENDERITA HIPERTENSI PRIMER TERHADAP HIPERTENSI Havez, 2012. Pembimbing I : H. Edwin Setiabudi, dr, SpPD-KKV. Pembimbing II : Donny Pangemanan, drg, SKM. Hipertensi
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG PALSI SEREBRAL TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT UMUM LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG PALSI SEREBRAL TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT UMUM LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana strata-1 kedokteran
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kejadian gagal jantung di Amerika Serikat mempunyai insidensi yang besar dan tetap stabil selama beberapa dekade terakhir, yaitu >650.000 kasus baru didiagnosis setiap
BAB I PENDAHULUAN. sederhana dan mudah dilakukan pengukurannya. Tekanan darah. penyakit gangguan hemodinamik dalam sistem kardiovaskuler
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tekanan darah merupakan salah satu parameter hemodinamik yang sederhana dan mudah dilakukan pengukurannya. Tekanan darah menggambarkan situasi hemodinamik seseorang
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 2 (2),
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER MEDICATION ADHERENCE REPORT SCALE (MARS) TERHADAP PASIEN DIABETES MELLITUS, Aditya Maulana Perdana Putra Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin E-mail : [email protected]
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Muhammadiyah Yogyakarta. Semua responden penelitian berdomisili di
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Karakteristik Responden Responden penelitian ini melibatkan 56 pasien diabetes melitus yang melakukan kontrol rutin di poli penyakit dalam
Tingkat Self care Pasien Rawat Jalan Diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kalirungkut Surabaya. Yessy Mardianti Sulistria
Tingkat Self care Pasien Rawat Jalan Diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Kalirungkut Surabaya Yessy Mardianti Sulistria Farmasi /Universitas Surabaya [email protected] Abstrak Diabetes mellitus
PENGARUH KONSELING APOTEKER TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN DAN HASIL TERAPI PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM
PENGARUH KONSELING APOTEKER TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN DAN HASIL TERAPI PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM THE INFLUENCE OF OF PHARMACIST COUNSELING ON ADHERENCE TO ANTIHYPERTENSIVE
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN PENDERITA HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSU SUNDARI MEDAN SKRIPSI
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN PENDERITA HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSU SUNDARI MEDAN SKRIPSI OLEH : DWI ASTUTI PERMANASARI NIM 091501104 PROGRAM STUDI SARJANA
KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS KALIJUDAN WILAYAH SURABAYA TIMUR ALEXANDER HALIM
KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS KALIJUDAN WILAYAH SURABAYA TIMUR ALEXANDER HALIM 2443011006 PROGRAM STUDI S1 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI ASAM FOLAT DI APOTEK BORNEO BANJARMASIN
ABSTRAK HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI ASAM FOLAT DI APOTEK BORNEO BANJARMASIN Nidya Putri wulandar 1 ; Riza Alfian 2 ; Annisa Dyah Lestari 3 Kehamilan
DRUG USAGE DESCRIPTION FOR OUTPATIENT IN PKU MUHAMMADIYAH UNIT II OF YOGYAKARTA IN 2013 BASED ON WHO PRESCRIBING INDICATOR
DRUG USAGE DESCRIPTION FOR OUTPATIENT IN PKU MUHAMMADIYAH UNIT II OF YOGYAKARTA IN 2013 BASED ON WHO PRESCRIBING INDICATOR GAMBARAN PERESEPAN OBAT PASIEN RAWAT JALAN DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA UNIT
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada 40 responden yang terdiri dari pasien hipertensi, dapat disimpulkan bahwa setelah pemberian edukasi dapat meningkatkan
PENDAHULUAN Hipertensi merupakan penyakit sistem kardiovaskuler yang umum terjadi.
Submitted : 21 Maret 2014 Accepted : 25 Juni 2014 Published : 30 Desember 2014 p-issn : 2088-8139 e-issn : 2443-2946 Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi EVALUASI PENGARUH KONSELING FARMASIS TERHADAP
ULFA KUMALASARI K
HUBUNGAN TINGKAT SELF CARE DAN KEPATUHAN TERHADAP OUTCOME TERAPI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 RAWAT JALAN DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA FEBRUARI-MARET 2017 SKRIPSI Oleh: ULFA KUMALASARI K100130115
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG KEJANG DEMAM ANAK TERHADAP PENGETAHUAN ORANG TUA (Studi di Klinik Anak RSUP Dr. Kariadi Semarang)
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG KEJANG DEMAM ANAK TERHADAP PENGETAHUAN ORANG TUA (Studi di Klinik Anak RSUP Dr. Kariadi Semarang) LAPORAN AKHIR HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH Disusun untuk memenuhi sebagian
INTISARI PENGARUH PEMAKAIAN KONTRASEPSI ORAL DAN SUNTIK TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH WANITA DI PUSKESMAS TAPIN UTARA KABUPATEN TAPIN
INTISARI PENGARUH PEMAKAIAN KONTRASEPSI ORAL DAN SUNTIK TERHADAP PENINGKATAN TEKANAN DARAH WANITA DI PUSKESMAS TAPIN UTARA KABUPATEN TAPIN Shela Fuspita Maharani 1 ; Riza Alfian 2 ; Erny Karmila 3 Berdasarkan
PENGARUH PENYULUHAN OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS JAGIR SURABAYA WILUJENG YULITA
PENGARUH PENYULUHAN OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS JAGIR SURABAYA WILUJENG YULITA 2443010116 PROGRAM STUDI S1 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA
Nur aeni, Anjar Mahardian K, Githa Fungie G. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Pengaruh Pemberian Layanan Pesan Nur'aeni, dkk 100 PENGARUH PEMBERIAN LAYANAN PESAN SINGKAT PENGINGAT TERHADAP KEPATUHAN DAN EFEKTIVITAS PENGOBATAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KECAMATAN SUMBANG BANYUMAS
HUBUNGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM MENGKONSUMSI OBAT CAPTOPRIL TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN BANJARMASIN
INTISARI HUBUNGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM MENGKONSUMSI OBAT CAPTOPRIL TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS ALALAK SELATAN BANJARMASIN Reni Sulastri 1 ; Ratih Pratiwi Sari 2 ; Maria
ABSTRAK. Marcella Isyanto Putri, 2012, Pembimbing 1 : Dr. Diana Krisanti Jasaputra, dr,m.kes Pembimbing 2 : Budi Widyarto Lana, dr, MH
ABSTRAK EFEK JUS KOMBINASI BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.), PISANG AMBON (Musa Paradisiaca, Linn), DAN JERUK SIAM (Citrus nobilis var microcarpa) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH NORMAL DAN
Pengaruh Pemberian Edukasi Gaya Hidup terhadap Peningkatan Pengetahuan Karyawan Obesitas di Universitas X
, Vol.04, No.01, Februari 2017, hal: 69-73 ISSN-Print. 2355 5386 ISSN-Online. 2460-9560 http://jps.unlam.ac.id/ Research Article 69 Pengaruh Pemberian Edukasi Gaya Hidup terhadap Peningkatan Pengetahuan
PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI KANKER ANTARA PASIEN KANKER DI RSUP HAJI ADAM MALIK DENGAN ORANG AWAM DI KECAMATAN MEDAN SELAYANG II
PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI KANKER ANTARA PASIEN KANKER DI RSUP HAJI ADAM MALIK DENGAN ORANG AWAM DI KECAMATAN MEDAN SELAYANG II KARYA TULIS ILMIAH OLEH : LETCHUMI RAJA SUREIA 080100293 FAKULTAS
