BAB IV ANALISIS DATA
|
|
|
- Irwan Sugiarto
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 98 BAB IV ANALISIS DATA A. Temuan Penelitian Berdasarkan data penelitian yang tersaji dalam bab sebelumnya, peneliti bisa mengatakan bahwa khalayak dalam penelitian ini yakni: pemilih pemula, pemilih dewasa wanita (ibu-ibu) dan pemilih dewasa pria (bapak-bapak) dikategorikan sebagai khalayak aktif. Indikasi dari khalayak aktif ini dapat dilihat dari kemampuan dalam memahami serta menginterpretasi pesan media yang dalam hal ini adalah tayangan Metro TV baik dalam bentuk program acara maupun iklan. Sebagaimana yang dinyatakan oleh McLuhan jika televisi merupakan media dingin karena ia membutuhkan tingkat partisipasi yang tinggi dari penontonnya. Walaupun seiring berkembangnya zaman media televisi sudah mulai mengarah ke media panas kecuali remote control. Dengan remote khalayak bisa dengan cepat mengubah-ubah channel sesukanya. Bagi tayangan yang menurut mereka tidak menarik maka siapsiap saja akan dipindahkan. Control ada ditangan penonton seperti itulah kenyataannya. Berdasarkan penelitian ditemukan jika masing-masing tipe pemilih memiliki ciri-ciri menonton yang berbeda. Pada pemilih pemula dan bapak-bapak mayoritas merupakan pribadi yang sibuk sehingga kebanyakan dari mereka jarang menonton televisi. Mereka lebih senang 98
2 99 dengan tayangan-tayangan yang bersifat praktis namun jelas seperti iklan dan berita dengan durasi 30 menit, selain itu bagi mereka yang memiliki passion politik tinggi akan menambahkan informasi mereka dengan melihat talkshow ataupun debat capres. Sementara pemilih dari pihak ibuibu memiliki waktu luang yang paling banyak ketimbang dua kategori lainnya maka dari itu mereka lebih intens dalam menonton televisi kebanyakan dari ibu-ibu memilih menonton berita-berita yang ditayangkan oleh Metro TV. Hasil penemuan menyatakan bahwa brand image atau citra Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang berhasil digambarkan oleh Metro TV dimata khalayak ialah pribadi yang sederhana, pemimpin yang baik karena memiliki track record baik dan pro-rakyat menengah kebawah. Sementara untuk kategori implikasi menonton Metro TV pada daya pilih khalayak ialah cukup menimbulkan implikasi dengan garis bawah dalam waktu yang lama. Kebanyakan dari pemilih sudah mengetahui dan menilai kinerja Joko Widodo ketika ia menjadi walikota Solo ataupun Gubernur DKI Jakarta dan Jusuf Kalla sebagai mantan wakil presiden. Mereka juga menyatakan bahwa seluruhnya dari dulu hingga kini mereka menonton dan mendapatkan informasi dari Metro TV. Dalam hal ini bisa dikatakan jika Metro TV termasuk stasiun televisi yang terpercaya di masyarakat. Pengalaman jam terbang televisi juga ternyata mempengaruhi kepercayaan khalayak dalam memilih stasiun televisi. Selain itu citra
3 100 Jokowi yang sudah tertanam dibenak mereka juga turut memanggil naluri mereka untuk mengarahkan remote control nya untuk menonton Metro TV. Hal ini dikarenakan mereka percaya Metro TV akan menyuguhkan berita yang akurat dan baik-baik mengenai pasangan nomer urut 2 tersebut. Dalam hal ini strategi Metro TV yang sedikit berbeda dengan TV One yang kebanyakan mengumbar sisi minus kandidat yang tidak diusungnya menjadikan pamor TV One juga menurun. Berbeda dengan Metro TV yang mem-blow up Jokowi-JK dengan hal yang wajar dan positif dan hal ini ternyata manjur meraih simpati masyarakat. Hal seperti peneliti katakan diatas bisa ditemui dari jawaban mereka yang mengatakan jika TV One selalu saja mengungkapkan sisi buruk Jokowi-JK namun Metro TV biasa saja, Metro lebih konsen pada profil kandidat dengan sedikit menampilkan profil pasangan lainnya. Walaupun yang luput dari penglihatan mereka sebenarnya Metro TV juga beberapa kali menyinggung permasalahan kubu lawan seperti pada acara Melawan Lupa bertema dibalik reformasi 98 dan Metro Realitas yang mengungkap siapa dalang obur rakyat?. Tayangan Metro TV yang mengarah pada menampilkan kekurangan kubu Prabowo-Hatta memang tidak tersentuh karena jumlahnya yang sedikit. Jauh lebih banyak berita-berita positif yang diangkat ke permukaan mengenai Jokowi-JK. Itu sebabnya pemilih yang telah menyukai kepribadian pasangan Jokowi-JK lebih merasa dekat ketika menonton Metro TV.
4 101 B. Konfirmasi Temuan dengan Teori Khalayak aktif adalah khalayak yang mampu secara mandiri menginterpretasi pesan yang tersaji di media. Dalam konteks ini sebagaimana dijelaskan pada temuan penelitian, bahwa subjek penelitian dikategorikan sebagai khalayak aktif. Kemampuan khalayak dalam menginterpretasi pesan menandakan bahwa secara kognisi dan afeksi, khalayak memperhatikan sebuah proses komunikasi massa (decoding), sebagaimana dikutip Ido 1 yaitu pemaknaan dan pemahaman yang mendalam atas pesan media, dan bagaimana individu menginterpretasikan isi media. Hal ini diartikan individu secara aktif menginterpretasikan pesan media dengan cara memberikan makna atas pemahaman pengalamannya sesuai apa yang dilihatnya dalam kehidupan sehari-hari. Sementara makna pesan media tidak lah permanen, makna dikontruksi oleh khalayak melalui komitmen dengan teks media dalam kegiatan rutin interpretasinya. Artinya, khalayak adalah aktif dalam menginterpretasi dan memaknai teks media. Dalam teori yang diungkapkan McLuhan mengenai ekologi Media yang mengatakan bahwa teknologi memiliki pengaruh yang paling penting dalam kehidupan masyarakat. McLuhan memberikan 3 asumsi dasar pada teori ini yakni media melingkupi setiap tindakan didalam masyarakat, media memperbaiki persepsi kita dan mengorganisasikan pengalaman kita dan media menyatukan seluruh dunia. 1 Ido Prijana Hadi, Penelitian Khalayak Dalam Perspektif Reception Analysis dalam Jurnal Ilmiah SCRIPTURA. Vol.2, No. 1. Januari 2008, (Surabaya : Universitas Kristen Petra, 2008) hlm. 3
5 102 Pertama mengenai media melingkupi setiap tindakan di masyarkat, yang menggaris bawahi pemikiran bahwa kita tidak bisa melarikan diri dari media. Seperti pula yang ditemui pada penelitian bahwa meskipun responden membantah bahwa ia tidak terpengaruh oleh tayangan televisi ketika memilih calon presiden dari pernyataan-pernyataan yang mereka ungkapkan dengan pertanyaan berbeda namun senada. Dapat diketahui bahwa segala informasi mereka dapatkan dari televisi entah dalam mengambil keputusan itu membutuhkan waktu yang lama ataupun sebentar yakni pada saat kampanye berlangsung. Hal tersebut juga dapat dibuktikan dengan apa yang mereka tonton dan alasan mereka menonton Metro TV. Mereka menonton televisi karena ingin mendapatkan akses informasi mengenai kandidat dan mereka juga memilih Metro TV karena mereka ingin mengetahui informasi mengenaik Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Segala hal yang ditampilkan oleh Metro TV tentu hal yang positif mengenai kandidat nomer urut dua yang semakin memantabkan hati mereka untuk men-coblos nomer urut 2 pada saat pemilu presiden. Asumsi kedua menyatakan bahwa Media memperbaiki persepsi kita dan mengorganisasikan pengalaman kita atau dengan kata lain kita secara langsung dipengaruhi oleh media. Media cukup kuat dalam mempersepsi kita dalam memandang dunia, misalnya dalam hal ini televisi entah itu Metro TV ataupun televisi lainnya mengabarkan jika pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla ialah kandidat yang memiliki track record
6 103 baik maka khalayak akan menonton berita mengenai blusukan-blusukan Jokowi-JK ke pemukiman kumuh, pasar dan sebagainya. Pemilih akan cenderung menonton Metro TV karena mereka tahu Metro TV akan menanyangkan berita yang baik mengenai Joko Widodo dan Jusuf Kalla dan menganggap tayangan TV One ialah sesat. Dari hal ini maka timbulah persepsi-persepsi masyarakat bahwa Joko Widodo dan Jusuf Kalla memiliki kepribadian yang sederhana, pro-rakyat miskin dan memenuhi kriteria pemimpin yang bersih. Sebaliknya pasangan Prabowo dan Hatta memiliki tim yang curang, melakukan black campaign, dan presiden yang menakutkan ditambah lagi dengan masa lalunya juga koalisi tim Prabowo- Hatta yang mayoritas memiliki pengalaman buruk. Dan asumsi yang ketiga media menyatukan seluruh dunia atau istilah yang populer desa global atau global village. Hal ini untuk mendeskripsikan bagaimana media mengikat dunia menjadi sebuah sistem politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang besar. Dampaknya ialah kemampuan menerima informasi secara langsung hal ini juga mengakibatkan kedekatan antara penonton dengan apa yang ditonton meskipun dengan jarak yang jauh. Melalui media khalayak bisa menemui orang-orang lain, dalam hal ini seperti yang diungkapkan oleh informan jika mereka kenal dengan Joko Widodo padahal mereka sendiri belum tentu pernah bertatap muka dengan Joko Widodo. Dengan televisi terutama Metro TV mereka bisa mengetahui seluk-beluk mengenai tokoh tersebut sehingga mereka mengaku kenal. Dari televisi juga mereka
7 104 mendapatkan pengalaman yang mungkin sebenarnya dirasakan oleh orang lain yang disampaikan melalui media jika Joko Widodo ialah orang yang baik, dan sebagainya. Mereka menerima pesan tersebut dan menanamkan pada diri mereka jika pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla ialah orang yang baik sebagaimana yang mereka dapatkan dari orang-orang sekelas mereka di televisi. 1. Medium Adalah Pesan Teori Ekologi Media mungkin paling dikenal dengan istilah Medium adalah pesan (medium is the message). Isi dari pesan yang menggunakan media adalah nomor dua dibandingkan dengan mediumnya (saluran komunikasi). Medium memiliki kemampuan untuk mengubah bagaimana kita berpikir mengenai orang lain, diri kita sendiri dan dunia disekeliling kita. Dalam hal ini Pemilih tidak sadar menganggap televisi sebagai sebuah medium saat menerima pesan yang disiarkan dari seluruh dunia. Mereka tidak sadar akan medium yang mereka gunakan melainkan lebih memperhatikan isi pesan hal ini yang mengakibatkan sebagian dari informan yang merasa memiliki banyak medium mengatakan bahwa ia jarang menonton televisi, bahkan tidak sama sekali. Padahal dipertanyaan lain akhirnya mereka mengakui jika sebenarnya yang mereka dapatkan ialah informasi dari televisi. Hal ini
8 105 disebabkan karena mereka lebih konsentrasi memaknai isi pesan. 2. Media Panas Atau Dingin Media panas (hot media), dikatakan sebagai media yang menuntun sedikit dari pendengar, pembaca atau penonton. Media panas menuntut sedikit imajinasi khalayak. Sementara media dingin (cool media), membutuhkan tingkat partisipan yang tinggi hanya sedikit yang diberikan oleh medium sehingga khalayak harus melengkapi sendiri. Dalam hal ini televisi menurut McLuhan merupakan Media Dingin karena menuntut banyak partisipasi dari penontonya. Namun dengan perkembangan zaman teori ini dibantah oleh Michael Bugeja yang mengatakan televisi pasif kecuali remote control. Pada penerapannya dalam kasus ini apa yang dikatakan oleh Bugeja benar adanya saat ini penonton mulai pasif terlebih dengan adanya media-media baru yang muncul seperti internet. Satu-satunya yang membuat penonton aktif ialah remote control. Dalam hal ini penonton akan segera mengubah channel mereka ketika mereka merasa informasi tersebut tidak baik tentang Joko Widodo oleh karenanya mereka selalu menonton Metro TV karena tayangannya yang memihak kubu Jokowi-JK.
9 Sebuah Tetrad Perbincangan ini merupakan mengenai hukum media, untuk memberikan suatu cara baru untuk melihat peranan teknologi dalam budaya, McLuhan menawarkan 4 hukum media antara lain : 1) Peningkatan Media meningkatkan atau memperkuat masyarakat dalam hal ini Televisi khususnya Metro TV meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pertisipasi politik. Mereka yang tadinya golput menggunakan suaranya untuk mencoblos Jokowi-JK. Mereka jadi lebih tau mengenai kepribadian, visi-misi, dan sebagainya mengenai kandidat. Misalnya Ibu Riami yang sering berdebat dengan suaminya mengenai kandidat capres mendapatkan informasi dari televisi. 2) Ketinggalan Zaman Media mengakibatkan sesuatu menjadi ketinggalan zaman, dalam hal ini media televisi membuat kampanye secara langsung menjadi ketinggalan zaman seperti yang dikatakan oleh beberapa informan. Mereka merasa lebih nyaman melihat kampanye di televisi ketimbang harus beramai-ramai menyimak di lapangan ataupun seperti berkeliling kota membawa spanduk.
10 107 3) Pengambilan Kembali Media menyelamatkan atau memperbaiki apa yang tadinya hilang. Televisi pada kasus kampanye ini membawa kembali apa yang tidak masyarakat dapatkan pada saat kampanye langsung. Mungkin ketika kampanye langsung visi dan misi kurang dapat diterima dengan jelas, televisi dalam hal ini Metro TV membawa kembali euphoria kampanye dengan menggunakan iklan yang menarik layaknya kampanye langsung namun lebih teratur dan dapat diterima. 4) Pemutarbalikan Hal ini terjadi ketika terlalu banyak batasan pada medium dan menjadikannya tidak terlalu efektif. Televisi karenanya diputarbalikkan pada masa awal era cetak ketika orang dapat mengkonsumsi media secara pribadi. Dengan adanya remote control seseorang lebih personal dalam menonton televisi. Mereka yang memegang remote maka merekalah yang memegang kontrol akan tayangan apa yang akan ditonton. Maka mereka yang mendukung Jokowi-JK akan terus menonton secara personal Metro TV. 4. Membawa Panji McLuhan : Postman dan Meyrowitz Postman dan Meyrowitz menciptakan istilah teknopoli yang berarti kita sekarang hidup didalam budaya dimana teknologi
11 108 mendominasi pikiran dan perilaku kita. Dalam teknopoli alatalat teknologi mengambil alih budaya dimana mereka berada. Segala sesuatu yang bersifat tradisional telah dipropagandakan oleh media elektronik. Dalam hal ini kampanye secara langsung merupakan sesuatu yang sangat tradisional dan sangat demokratis. Namun apa yang terjadi ketika teknologi mulai berkembang, dengan adanya televisi masyarakat tidak perlu sulit-sulit berkampanye diarea terbuka mereka tinggal duduk manis menonton televisi dan menonton Metro TV jika mereka ingin tahu visi-misi Jokowi-JK dan TV One untuk melihat Prabowo-Hatta. Informan dalam penelitian ini juga banyak yang beranggapan jika lebih terpengaruh dan mengena dengan kampanye yang disampaikan lewat media baik itu televisi, koran maupun internet.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan media massa dalam menyuguhkan informasi yang akurat dan faktual semakin dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat. Kebutuhan tersebut diiringi dengan semakin
I. PENDAHULUAN. pengaruh yang ditimbulkan oleh media massa (Effendy, 2003: 407).
1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak dahulu, peneliti-peneliti komunikasi massa telah menyadari betapa kuatnya peran media komunikasi dalam membentuk pikiran masyarakat. Media komunikasi memiliki
BAB I PENDAHULUAN. yang menyanjung-nyanjung kekuatan sebagaimana pada masa Orde Baru, tetapi secara
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak reformasi digulirkan akhir Mei 1998, kebebasan media massa di Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Pemberitaan media tidak lagi didominasi
BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, media kampanye
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, media kampanye politik juga terus berkembang. Mulai dari media cetak, seperti: poster, stiker, dan baliho. Media
2014 PEMILIHAN UMUM DAN MEDIA MASSA
BAB V KESIMPULAN Media massa di Indonesia berkembang seiring dengan bergantinya pemerintahan. Kebijakan pemerintah turut mempengaruhi kinerja para penggiat media massa (jurnalis) dalam menjalankan tugas
BAB I PENDAHULUAN. di berbagai media massa baik elektronik maupun cetak semua menyajikan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kemajuan teknologi membuat informasi mudah di akses dengan cepat tanpa harus menunggu lama. Hal tersebut yang membuat internet menjadi pilihan banyak masyarakat dalam
V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Way Kanan
56 V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Karakteristik Identitas Responden Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Way Kanan yang berjumlah 100 responden. Identitas responden selanjutnya didistribusikan
BAB 1 PENDAHULUAN. makhluk hidup yang lainnya, manusia dalam usahanya memenuhi kebutuhan
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di dunia ini semua makhluk hidup pasti akan selalu berusaha memenuhi semua kebutuhan hidupnya, tak terkecuali manusia. Akan tetapi berbeda dengan makhluk hidup
BAB I PENDAHULUAN. wakil presiden dipilih oleh MPR dan anggota-anggotanya dipilih melalui
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemilu yang bersifat demokratis di Indonesia terwujud untuk pertama kalinya pada tahun 1999. Di mana rakyat dapat memilih sendiri wakil-wakil lembaga pemerintahan
BAB I PENDAHULUAN. bentuk perwujudan dan bentuk partisipasi bagi rakyat Indonesia.
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setelah berakhirnya masa jabatan Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden Republik Indonesia maka dimulai jugalah acara pesta demokrasi pemilihan umum untuk presiden
BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang Penulisan
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penulisan Komunikasi merupakan suatu proses pertukaran informasi yang terjadi antara satu pihak dengan pihak yang lain. Memenuhi kebutuhan kita sebagai mahluk sosial, tidak
BEREBUT DUKUNGAN DI 5 KANTONG SUARA TERBESAR. Lingkaran Survei Indonesia Mei 2014
BEREBUT DUKUNGAN DI 5 KANTONG SUARA TERBESAR Lingkaran Survei Indonesia Mei 2014 1 Rebutan dukungan di 5 Kantong Suara Terbesar (NU, Muhammadiyah, Petani, Buruh, dan Ibu Rumah Tangga) Empat puluh hari
BAB I PENDAHULUAN. Media massa berkembang pada tahun 1920-an atau 1930-an (McQuail,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media massa berkembang pada tahun 1920-an atau 1930-an (McQuail, 2011:310) dengan radio rumah tangga pada tahun 1920-an. Selanjutnya pada tahun 1940-an diciptakan
semakin majunya teknologi teknologi yang terus ditemukan. Selain itu hal ini juga
1. Latar Belakang Dunia pertelevisian di Indonesia saat ini sangat berkembang pesat di iringi dengan semakin majunya teknologi teknologi yang terus ditemukan. Selain itu hal ini juga selalu berkaitan dengan
BAB 1 PENDAHULUAN. Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan agenda politik. bangsa Indonesia yang negaranya menganut paham demokrasi. Salah satu tahapan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan agenda politik lima tahunan bangsa Indonesia yang negaranya menganut paham demokrasi. Salah satu tahapan dalam proses Pemilu
BAB I PENDAHULUAN. pada tahun 2014 ini. Politik selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas bagi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tahun 2014 ini menjadi tahun yang ramai dengan perbincangan politik. Mulai dari pemilihan anggota DPRD sampai pemilihan calon presiden terjadi pada tahun 2014 ini.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dudih Sutrisman, 2015
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat telah melalui perjalanan sejarah panjang dalam kepemimpinan nasional sejak kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17
I. PENDAHULUAN. Media massa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Media massa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dan hiburan. Saat ini begitu banyak media massa yang ada di tengah-tengah masyarakat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media massa adalah pemilik peran penting dalam menyampaikan berbagai informasi pada masyarakat. Media komunikasi massa yaitu cetak (koran, majalah, tabloid), elektronik
BAB I PENDAHULUAN. Menjelang pemilihan presiden yang digelar pada 9 Juli 2014, para kandidat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menjelang pemilihan presiden yang digelar pada 9 Juli 2014, para kandidat capres mulai berlomba melakukan kampanye dengan berbagai cara dan melalui berbagai media.
BAB I PENDAHULUAN. Pemilihan umum sebagai sarana demokrasi telah digunakan di sebagian besar
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan umum sebagai sarana demokrasi telah digunakan di sebagian besar negara di dunia termasuk Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak reformasi telah
LAMPIRAN I. 1. Gambar salah satu sampel Gereja yaitu Gereja HKBP Padang Bulan. 2. Gambar salah satu sampel Gereja yaitu Gereja HKBP Simpang Limun
LAMPIRAN I 1. Gambar salah satu sampel Gereja yaitu Gereja HKBP Padang Bulan 2. Gambar salah satu sampel Gereja yaitu Gereja HKBP Simpang Limun 3. Gambar salah satu sampel responden jemaat gereja HKBP
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Pemilihan umum (Pemilu) adalah salah satu cara dalam sistem demokrasi untuk memilih wakil rakyat yang akan duduk di lembaga perwakilan rakyat. Selain itu pemilu
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kita pasti masih ingat dengan fenomena kemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki (Ahok) dalam pemilihan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang berjalan selama 2 kali
2016 PERSEPSI PEMIRSA TENTANG OBJEKTIVITAS BERITA DI KOMPAS TV
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Salah satu karakteristik komunikasi massa adalah feedback yang tertunda atau delayed, sehingga komunikator membutuhkan waktu untuk mengetahui tanggapan atau
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Masa reformasi yang terjadi di Indonesia menghasilkan perubahanperubahan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masa reformasi yang terjadi di Indonesia menghasilkan perubahanperubahan positif khususnya dalam dunia politik, seperti halnya kebebasan berpendapat yang menjadi
BAB I PENDAHULUAN. proses kehidupannya, manusia akan selalu terlihat dalam tindakan tindakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia. Sejak lahir dan selama proses kehidupannya, manusia akan selalu terlihat dalam tindakan tindakan komunikasi. Tindakan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Khalayak pada zaman modern ini mendapat informasi dan hiburan di
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Khalayak pada zaman modern ini mendapat informasi dan hiburan di dalam kehidupan sehari harinya melalui media massa ( surat kabar, majalah, film, radio, dan TV ), untuk
BAB I PENDAHULUAN. Media Televisi adalah salah satu media massa elektronik yang digemari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Media Televisi adalah salah satu media massa elektronik yang digemari masyarakat karena memiliki daya tarik berupa program audio visualnya yang mampu menjangkau
BAB I PENDAHULUAN. Menurut Rosihan Arsyad dalam Sinar Harapan online pun menyatakan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tahun ini merupakan tahun demokrasi bagi masyarakat Indonesia. Menurut Rosihan Arsyad dalam Sinar Harapan online pun menyatakan bahwa tahun 2014 adalah tahun
BAB I PENDAHULUAN. yang pas dalam tayangan yang disiarkan. Stasiun TV swasta dalam satu hari dapat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Berita buruh merupakan salah satu berita yang jarang dilihat dalam tayangan pemberitaan media TV. Berita buruh masih belum mendapatkan porsi yang pas dalam
Headline Berita Hari Ini Periode: 10/06/2014 Tanggal terbit: 10/06/2014
Headline Berita Hari Ini Periode: 10/06/2014 Tanggal terbit: 10/06/2014 Sebaran Bidang. Berita MIP pada Selasa 10 Juni 2014 didominasi bidang Polhukam, yaitu sebanyak 90,9 persen. Berita bidang Perekonomian
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Seiring dengan perkembangan zaman, segala sesuatu yang ada di
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring dengan perkembangan zaman, segala sesuatu yang ada di dunia ini mengalami perkembangan, mulai dari informasi, teknologi, gaya hidup, dan lain sebagainya.
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dalam era informasi sekarang ini, masyarakat sangat membutuhkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam era informasi sekarang ini, masyarakat sangat membutuhkan sumber informasi yang disajikan oleh media. Masyarakat menjadikan media sebagai subjek pembicaraan di
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
1 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Komunikasi merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perkembangan umat manusia. Oleh karena itulah, ilmu komunikasi saat ini telah
BAB I PENDAHULUAN. mengungkapkan kebenaran secara fairness. Yaitu salah satu syarat objektivitas
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Media massa merupakan sarana manusia untuk memahami realitas. Oleh sebab itu, media massa senantiasa dituntut mempunyai kesesuaian dengan realitas dunia yang benar-benar
BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Masalah Pertumbuhan minat terhadap efek pesan yang disampaikan melalui media massa telah berkembang sejak sebelum abad ke 20. Hal ini disebabkan perkembangan teknologi
BAB I PENDAHULUAN. efektifnya orang-orang bekerja sama dan mengkoordinasikan usaha-usaha mereka
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi mempunyai peranan yang penting dalam menentukan betapa efektifnya orang-orang bekerja sama dan mengkoordinasikan usaha-usaha mereka untuk mencapai
BAB I PENDAHULUAN. media massa karena sifatnya yang lebih efisien dan cepat. Media massa kini tidak
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia adalah makhluk sosial yang pada dasarnya tidak dapat hidup hanya bergantung kepada dirinya sendiri, melainkan membutuhkan kehadiran orang lain. Umumnya manusia
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Perkembangan teknologi dan informasi yang lajunya begitu cepat saat ini
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan teknologi dan informasi yang lajunya begitu cepat saat ini telah membantu meramaikan aktivitas komunikasi politik dalam masyarakat, terutama
BAB I PENDAHULUAN. proses dimana komunikasi tersebut dicari, digunakan, dan dikonsumsi oleh. audiens, pusat dari komunikasi massa adalah media.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Komunikasi adalah suatu proses dimana organisasi media memproduksi dan menyebarkan pesan kepada publik secara luas dan pada sisi lain merupakan proses dimana
PENDAHULUAN Latar Belakang
PENDAHULUAN Latar Belakang Reformasi politik yang sudah berlangsung sejak berakhirnya pemerintahan Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto pada bulan Mei 1998, telah melahirkan perubahan besar
BAB I PENDAHULUAN. Pada era keterbukaan dan demokrasi sekarang ini dalam pemilihan umum
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era keterbukaan dan demokrasi sekarang ini dalam pemilihan umum presiden 2014 semakin ketat dan sangat bersaing tidak hanya dibutuhkan kemampuan dari kandidat
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
128 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisa yang dilakukan beserta pemaparan bahasan yang didukung oleh teori-teori mengenai makna tayangan debat calon Gubernur Jabar di televisi bagi
BAB IV ANALISIS DATA
BAB IV ANALISIS DATA Ideologi politik Jokowi sebagai presiden RI ke-7 terlihat dari visi misi yang diterapkan dalam membangun bangsa dan negara Indonesia. Media massa berperan dalam penggambaran pencitraan
BAB I PENDAHULUAN. bergantung kepada dirinya sendiri, melainkan membutuhkan kehadiran orang lain.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia adalah mahluk sosial yang pada dasarnya tidak dapat hidup hanya bergantung kepada dirinya sendiri, melainkan membutuhkan kehadiran orang lain. Umumnya manusia
BAB I PENDAHULUAN. Dunia Broadcasting (penyiaran) adalah dunia yang selalu menarik
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dunia Broadcasting (penyiaran) adalah dunia yang selalu menarik perhatian bagi masyarakat khususnya di Indonesia. Televisi memiliki keunggulan yang menyebabkan masyarakat
BAB I PENDAHULUAN. lain, seperti koran, televisi, radio, dan internet. produksi Amerika Serikat yang lebih dikenal dengan nama Hollywood.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Zaman sekarang, komunikasi sudah banyak cara penyaluran pesannya kepada masyarakat, salah satunya adalah film, disamping menggunakan media lain, seperti koran, televisi,
BAB I PENDAHULUAN. dikatakan sebagai konsumsi sehari hari seperti makanan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan teknologi elektronik semakin pesat pada era globalisasi. Teknologi yang semakin canggih dapat mempermudah khalayak atau audiens untuk mendapatkan
BAB I PENDAHULUAN. membuat setiap orang melakukan berbagai bentuk komunikasi, seperti
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Setiap individu berusaha untuk mengenal dan mencari jati dirinya, mengetahui tentang orang lain, dan mengenal dunia luar atau selalu mencari tahu mengenai
BAB I PENDAHULUAN. luas dan pada sisi lain merupakan proses dimana pesan tersebut dicari
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komunikasi pada satu sisi mengandung pengertian suatu proses dimana organisasi media memproduksi dan menyebarkan pesan kepada publik secara luas dan pada sisi
BAB I PENDAHULUAN. adalah parameter pelaksanaan pemilu yang demokratis :
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pelaksanaan Pemilu 2014 akan menjadi cermin bagi kualitas yang merujuk pada prinsip demokrasi yang selama ini dianut oleh Negara kita Indonesia. Sistem Pelaksanaan
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Komunikasi merupakan suatu hal yang tidak dapat kita lepaskan dari
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komunikasi merupakan suatu hal yang tidak dapat kita lepaskan dari kehidupan kita sehari hari. Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication, berasal
BAB I PENDAHULUAN. Pemilihan Umum (Pemilu) Capres & Cawapres secara langsung yaitu pada tahun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia sebagai negara demokrasi menyerahkan sepenuhnya kepada rakyat untuk memilih Calon Presiden. Sudah dua kali Indonesia mengadakan Pemilihan Umum (Pemilu)
Komisi Penyiaran Indonesia PEDOMAN
Komisi Penyiaran Indonesia PEDOMAN GUGUS TUGAS PENGAWASAN DAN PEMANTAUAN PEMBERITAAN, PENYIARAN, DAN IKLAN KAMPANYE PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR, BUPATI DAN WAKIL BUPATI, DAN/ATAU WALIKOTA DAN
BAB I PENDAHULUAN. Informasi sudah menjadi kebutuhan setiap manusia untuk mencapai suatu tujuan.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Informasi sudah menjadi kebutuhan setiap manusia untuk mencapai suatu tujuan. Karena melalui informasi, manusia dapat mengetahui peristiwa yang sedang dan telah terjadi
BAB 1 PENDAHULUAN. dengan kemajuan zaman. Masyrakat modern kini menjadikan informasi sebagai
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman. Masyrakat modern kini menjadikan informasi sebagai kebutuhan pokok,
BAB I PENDAHULUAN. dan terpercaya merupakan sesuatu yang sangat dubutuhkan oleh. masyarakat. Kebutuhannya itu dapat terpenuhi bila mengkonsumsi produk
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada era globalisasi sekarang ini, arus informasi yang aktual, akurat dan terpercaya merupakan sesuatu yang sangat dubutuhkan oleh masyarakat. Kebutuhannya itu dapat
BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Dengan makin berkembangnya teknologi komunikasi yang dapat
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan makin berkembangnya teknologi komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan dan kelestarian lingkungan, sebenarnya masalah kecepatan, daya
BAB I PENDAHULUAN. praktek politik masa lalu yang kotor. Terlepas dari trauma masa lalu itu, praktek
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Keinginan dan tuntutan adanya pemilihan langsung sebenarnya diilhami praktek politik masa lalu yang kotor. Terlepas dari trauma masa lalu itu, praktek politik
PERBANDINGAN RETORIKA PRABOWO SUBIANTO DAN JOKO WIDODO DALAM DEBAT CALON PRESIDEN
PERBANDINGAN RETORIKA PRABOWO SUBIANTO DAN JOKO WIDODO DALAM DEBAT CALON PRESIDEN 2014 (Studi Kasus Retorika Debat Calon Presiden 2014 Mengenai Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial) Heru Ricky
BAB I PENDAHULUAN. media atau khalayak menggunakan media sebagai pemuas kebutuhannya. Sumber
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Media massa memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Semakin berkembangnya media massa, masyarakat dapat semakin mudah untuk menjangkau informasi dan memenuhi
BAB 1 PENDAHULUAN. paling berpengaruh dalam kehidupan manusia. kekuatan terbesar dalam membuat agenda setting bagi permisanya.
1 BAB 1 PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Pada zaman sekarang ini kita tidak bisa melepaskan diri dari media massa. Ini terbukti dari adanya berbagai program komunikasi melalui media massa seperti surat kabar,
BAB I PENDAHULUAN. Keberhasilan capres dan cawapres dalam meraih suara tak lepas dari
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Keberhasilan capres dan cawapres dalam meraih suara tak lepas dari peranan media yang menyebarkan visi dan misi mereka dalam kampanye untuk meraih suara pemilih.
BAB I PENDAHULUAN. televisi tetap mendominasi komunikasi secara audio dan visual. mendapatkan apa-apa dari tayangan yang telah tersaji.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada zaman sekarang ini banyak media yang bermunculan baik media elektronik maupun cetak. Seperti radio, televisi, internet, surat kabar, dan lain-lain. Mayoritas
BAB I PENDAHULUAN. juga mampu membentuk opini publik melalui tayangan yang disajikannya, seperti
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Media massa sebagai salah satu bagian yang tidak terpisahkan di masyarakat telah memberikan pengaruh yang begitu signifikan di masyarakat. Berbagai bentuk
Hubungan Terpaan Informasi Politik Partai NasDem di Televisi dan Komunikasi di dalam Kelompok Referensi Terhadap Preferensi Memilih Partai NasDem
Hubungan Terpaan Informasi Politik Partai NasDem di Televisi dan Komunikasi di dalam Kelompok Referensi Terhadap Preferensi Memilih Partai NasDem Skripsi Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan
BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang Masalah
BAB I 1.1.Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Reformasi yang dimulai sejak berakhirnya pemerintahan Orde Baru pada bulan Mei 1998, telah menghantarkan rakyat Indonesia kepada perubahan di segala bidang,
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara yang menganut sistem demokrasi. Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang melibatkan rakyat dalam pengambilan keputusan. Rakyat dilibatkan
BAB V PENUTUP. Penelitian hubungan antara karakteristik pemilih, konsumsi media, interaksi peergroup dan
BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Penelitian hubungan antara karakteristik pemilih, konsumsi media, interaksi peergroup dan perilaku pemilih memiliki signifikansi yang kuat. Terdapat hubungan positif antara konsumsi
BAB I PENDAHULUAN. Media massa adalah sarana penunjang bagi manusia untuk memenuhi
BAB I PENDAHULUAN I.1. LATAR BELAKANG MASALAH Media massa adalah sarana penunjang bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan akan informasi maupun hiburan. Saat ini begitu banyak media massa yang kita kenal
BAB 1 PENDAHULUAN. Kebebasan pers Indonesia ditandai dengan datangnya era reformasi dimulai
BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Kebebasan pers Indonesia ditandai dengan datangnya era reformasi dimulai tahun 1998 setelah peristiwa pengunduran diri Soeharto dari jabatan kepresidenan. Pers Indonesia
Analisis Isi Media Judul: MIP. No. 97 Pilpres 2014 Periode: 01/01/1970 Tanggal terbit: 05/05/2014
Analisis Isi Media Judul: MIP No 97 Pilpres 2014 Periode: 01/01/1970 Tanggal terbit: 05/05/2014 Sebaran Media MCA hari ini Senin 5 Mei 2014 teridentifikasi media online terbanyak yang memberitakan adalah
LAPORAN EKSEKUTIF SURVEI NASIONAL MEI 2014
LAPORAN EKSEKUTIF SURVEI NASIONAL 24 29 MEI 2014 1 PENGANTAR Survei nasional ini ditujukan untuk menjawab sejumlah pertanyaan besar berikut: Apakah pemilih sudah memiliki pilihan untuk pilpres 2014? Pasangan
BAB IV HASIL PENELITIAN. Kelurahan Pekauman merupakan salah satu dari beberapa kelurahan yang
60 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pekauman Kabupaten Gresik, berikut gambaran umum Kelurahan Pekauman. 1) Letak Kelurahan Pekauman Kelurahan
Bab VI. Kesimpulan dan Implikasi
Bab VI Kesimpulan dan Implikasi 6.1 Simpulan Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses pemilihan yang terjadi pada pemilih pemula, dimulai dari karakteristiknya, responnya dan keputusan pemilihan.
BAB 1 PENDAHULUAN. kandidat presiden juga memanfaatkan media online termasuk di dalamnya
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan teknologi media baru (new media) menghasilkan perubahan besar dalam pengalaman politik masyarakat. Media baru yang dirancang untuk meningkatkan
