Lampiran 1. Perhitungan Konsentrasi Ekstrak Etanol Bayam

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Lampiran 1. Perhitungan Konsentrasi Ekstrak Etanol Bayam"

Transkripsi

1 Lampiran 1. Perhitungan Konsentrasi Ekstrak Etanol Bayam Dalam 100 g bayam mengandung 426 mg nitrat dan 557 mg fosfor dan konsentrasi nitrat yang optimum dalam perkembangbiakan fitoplankton adalah 0,9-3,5 mg/l sedangkan untuk konsentrasi ortofosfat yang optimum dalam perkembangbiakan fitoplankton adalah 0,27-5,51 mg/l (Mackentum 1969). Sehingga dapat dilakukan estimasi perhitungan sebagai berikut : o Konsentrasi nitrat dalam 100 g bayam dikonversikan dahulu satuannya kedalam satuan g, sehingga didapatkan konsentrasi nitrat sebesar 0,426 g. o Konsentrasi fosfor dalam 100 g bayam dikonversikan dahulu satuannya kedalam satuan g, sehingga didapatkan konsentrasi nitrat sebesar 0,557 g. o Menurut Mackentum 1969, konsentrasi nitrat optimum untuk fitoplankton adalah 0,9-3,5 mg/l dan konsentrasi ortofosfat sebesar 0,27-5,51 mg/l, kemudian satuan mg/l dikonversikan menjadi g/l, sehingga didapatkan nilai konsentrasi sebesar 0,0009-0,0035 g/l untuk nitrat dan didapatkan nilai konsentrasi sebesar 0, ,00551 g/l. o Sehingga dapat ditarik estimasi untuk pemberian konsentrasi ekstrak etanol bayam (unsur nitrat), yakni : 0,0035g/0,426g = 0,008 g (konsentrasi nitrat yang mendekati optimum menurut Mackentum) dan untuk unsur fosfor, yakni : 0,00551g/0,557g = 0,009 g (konsentrasi ortofosfat yang mendekati optimum menurut Mackentum). o Selanjutnya, nilai estimasi konsentrasi ekstrak etanol bayam sebesar 0,008 g dikonversikan menjadi satuan mg, sehingga didapatkan hipotesis konsentrasi ekstrak etanol bayam optimum dalam penelitian ini sebesar 8 mg/l. o Penentuan konsentrasi ekstrak etanol bayam sebesar 8 mg/l sebagai konsentrasi optimum dalam penelitian ini dikarenakan pada konsentrasi 8 mg/l ini mencakup kebutuhan unsur makro meliputi nitrat dan ortofosfat (konsentrasi tidak kurang maupun tidak lebih dalam menunjang perkembangbiakan dari Chlorella sp. 60

2 Lampiran 2. Peralatan yang Digunakan Dalam Penelitian Maserator Tabung reaksi Destilator Toples 2,5 L Oven Ayakan 4/18 Timbangan digital Timbangan analitik Mikroskop cahaya Pipet tetes Vacum evaporator Alumunium foil Spekthophotometer Sentrifugator Cuvet 61

3 Lampiran 2. Peralatan yang Digunakan Dalam Penelitian (Lanjutan) Labu erlenmeyer ph meter Hand counter Haemocytometer Aerator DO meter Tabung plastik Batu aerasi Gelas ukur Beaker glass Kertas saring Mortar dan cawan 62

4 Lampiran 3. Bahan yang Digunakan Dalam Penelitian Bayam Simplisia bayam Etanol 70% Ekstrak etanol bayam HCl 1% Kaporit Pupuk urea Pupuk TSP Pupuk ZA Sampel Chlorella Aseton 90% Biakan awal Chlorela Aquadest 15 L 63

5 Lampiran 4. Tahapan Penelitian Penelitian Pendahuluan Untuk mengetahui respon sel Chlorella terhadap EEB Evaluasi hasil pengamatan penelitian pendahuluan Penelitian Utama Langkah 1 - Volume total kultur dengan penambahan EEB adalah 1 L. - Aquades dimasukan sampai 2/3 volume total kultur. - Tambahkan EEB sesuai konsentrasi perlakuan. - Aerasi selama menit. Langkah 2 - Inokulasi biakan Chlorella hingga volume total kultur 1 L. - Kepadatan awal sel Chlorella sebesar sel/ml. - Rumus inokulasi bibit (Isnansetyo dan Kurniastuty 1995). Langkah 3 - Kultur dibiarkan 1 hari untuk mendapatkan data kelimpahan. - Fotoperioditas (14 jam terang dan 10 jam gelap). - Pemakaian fotoperioditas mengacu pada (Betawati 2005). Langkah 4 - Pengukuran parameter fisik : suhu medium uji. - Pengukuran parameter kimia : ph dan DO medium uji. - Pengukuran parameter biologi : klorofil-a Tujuan - Untuk mengetahui pemberian konsentrasi EEB masing-masing perlakuan. - Untuk menenetukan konsentrasi EEB terbaik. 64

6 Lampiran 5. Penghitungan Kelimpahan Sel Chlorella sp. Pengamatan kelimpahan sel Chlorella sp. dilakukan dengan tiga kali ulangan. Adapun rumus untuk menghitung kelimpahan sel Chlorella sp. dengan cara : Jumlah sel = (A 1 + A 2 + A 3 + A 4 + A 5 ) / 5 x 25 x Dimana : A = Jumlah sel dalam chamber. 5 = Jumlah pengambilan data (chamber sedang). 25 = Jumlah chamber sedang = Volume kepadatan chamber (didapatkan dari p x l x t Haemocytometer). Contoh : Pengamatan pada kelimpahan sel Chlorella ketika hari kedua (perlakuan C) didapatkan jumlah sel sebesar : 3, 3, 4, 3, 5 sel. Penyelesaian : Jumlah sel = ( ) / 5 x 25 x = sel/ml. 65

7 Lampiran 6. Penghitungan Laju Perkembangbiakan Spesifik Chlorella sp. Laju perkembangbiakan spesifik ( ) dari Chlorella sp. dihitung dengan menggunakan rumus menurut Krichnavaruk et al. (2004) sebagai berikut : ln N t ln n0 T T t o Dimana : N t N 0 T 0 T t = Kepadatan populasi sel pada waktu ke-t. = Kepadatan populasi sel pada waktu ke-0. = Waktu awal. = Waktu pengamatan Contoh : Kelimpahan sel Chlorella sp. pada perlakuan C pada hari pertama yakni: 1,0 x 10 5 sel/ml, kelimpahan pada hari kedua yakni : 8,0 x 10 5 sel/ml. Penyelesaian : Laju perkembangbiakan spesifik ( ) Chlorella sp. hari ke-2 adalah : ln 8,0 ln1,0 2,

8 Lampiran 7. Penghitungan Waktu Lag Phase Sel Chlorella sp. Perhitungan waktu lag phase adalah dengan cara menghitung regresi linier selama fase eksponensial (Suminto dan Hirayama 1996) dengan rumus : Y = Ak + B Dimana : Y = Logaritma kelimpahan sel Chlorella pada hari ke-0. k = Nilai intercept dari regresi linier. B = Nilai slope dari regresi linier. A = Estimasi waktu lag phase sel Chlorella (jam). Catatan : Penentuan waktu lag phase didasarkan kelimpahan sel yang meningkat secara drastis pada hari ke 5 hingga hari ke 7 (Isnansetyo dan Kurniastuty 1995). Penyelesaian Untuk Waktu Lag Phase A 1 Ulangan 1 : X (Hari) Y (Kelimpahan Sel) X 2 Y 2 XY 5 14, ,25 72,5 6 24, , ,25 206,5 X = 18 Y = 68 X 2 = 110 Y 2 = 1656,65 XY = 423 n XY ( X )( Y ) b = 2 2 n X ( X ) = 7, Y b X 68 7,5.18 a = = -22,3 n 3 Y = Ak + B Log = A (-22,3) + 7,5 5 = -22,3 A + 7,5 A = 0,11 hari, konversi ke dalam jam = 0,11 x 24 = 2,64 jam. 67

9 Lampiran 8. Hasil Uji Fitokimia Pada Bayam No. Metabolit Sekunder Keberadaan Hasil Pengamatan Gambar 1. Alkaloid + Hasil Positif : Endapan putih kekuningan 2. Steroid + Hasil Positif : Terbentuk warna hijau 3. Flavonoid + Hasil Positif : Terbentuk warna kuning 4. Saponin + Hasil Positif : Terbentuk busa stagnan 68

10 Lampiran 9. Prosedur Pembuatan Pereaksi Meyer 1,36 g HgCl 2 + 0,5 g KIO 2 Dilarutkan dan diencerkan dengan akuades. 100 ml dalam labu ukur. Pereaksi tidak berwarna. 69

11 Lampiran 10. Penghitungan Nilai Klorofil-a (mg/m 3 ) Nilai klorofil-a dari sampel Chlorella sp. pada akhir penelitian (10 hari kultur) dapat menggunakan rumus Vollenweider (1974) sebagai berikut : V Klorofil a Ca. v. L Dimana : Ca V v L = (11,6. D750) (1,31. D665) (0,14. D645). = Volume aseton yang digunakan (10 ml). = Volume air yang tersaring untuk direaksikan (600 ml) = Panjang cuvet (3 cm) Contoh : Setelah dilakukan pengukuran nilai klorofil-a (perlakuan K ulangan 1) pada panjang gelombang 750 nm didapatkan nilai klorofil-a sebesar 2,046 Å, panjang gelombang 665 nm didapatkan nilai klorofil-a sebesar 2,175 Å dan panjang gelombang 645 nm di didapatkan nilai klorofil-a sebesar 2,571 Å. Penyelesaian : Ca = (11,6. 2,046) (1,31. 2,175) (0,14. 2,571) = 23,7336 2, ,35994 = 20,52 10 Klorofil-a = 20,52.( 600x 3 ) = 20,52. 0,0055 = 0,1128 mg/m 3. 70

12 Lampiran 11. Kelimpahan Sel Chlorella sp. (1x10 5 ) Selama Kultur A (2 mg/l) B (5 mg/l) C (8 mg/l) D (11 mg/l) K [PA] (135 mg/l) Ulangan Hari Ke Ulangan 1 1,0 5,0 6,0 8,5 14,5 24,0 29,5 27,0 26,5 19,0 16,1 2 1,0 5,5 6,5 9,0 21,5 24,5 33,5 30,5 29,0 21,0 18,2 3 1,0 3,5 6,0 8,0 10,5 20,5 28,0 24,5 25,5 17,0 14,4 1,0 4,6 6,1 8,5 15, ,3 27, ,2 1 1,0 10,5 11,0 12,5 18,0 31,0 39,5 32,5 28,5 27,5 21,2 2 1,0 11,0 12,5 13,5 19,5 34,5 46,5 34,5 29,0 28,5 23,0 3 1,0 8,0 10,0 12,0 14,0 28,0 37,5 29,5 28,0 27,0 19,5 1,0 9,8 11,1 12,6 17,1 31,1 41,1 32,1 28,5 27,6 21,2 1 1, ,5 20,5 36,0 67,5 68,5 55,0 53,0 48,0 37,1 2 1,0 8,0 8,5 13,5 21,0 44,5 54,5 50,5 43,5 35,5 28,0 3 1,0 9, ,5 23,0 55,0 68,0 53,5 50,0 46,5 32,0 1,0 9 10,3 16,1 26,6 55,6 63, ,8 43,3 32,3 1 1,0 6,5 8,0 10,0 10,5 20,5 19,5 19,0 18,5 15,5 12,9 2 1,0 7,5 9,5 11,5 13,5 28,5 27,5 26,5 24,0 16,5 16,6 3 1,0 8,0 9,5 12,5 16,0 30,0 28,5 26,5 26,0 17,5 17,5 1,0 7,3 9 11,3 13,3 26,3 25, ,8 16,5 15,6 1 1,0 5,5 7,0 10,0 14,5 25,0 32,5 40,0 37,5 28,5 20,1 2 1,0 4,5 6,0 9,5 13,5 20,5 32,0 37,5 34,5 27,0 18,6 3 1,0 6,5 9,0 11,0 17,5 35,5 40,0 43,0 39,0 29,0 23,1 1,0 5,5 7,3 10,1 15, ,8 40, ,1 20,6 71

13 Lampiran 12. Perhitungan Konsentrasi Fosfor Pada D Dalam 100 g bayam mengandung 557 mg fosfor dan konsentrasi ortofosfat yang optimum dalam perkembangbiakan fitoplankton adalah 0,27-5,51 mg/l (Mackentum 1969). Sehingga dapat dilakukan estimasi perhitungan sebagai berikut : o Konsentrasi fosfor dalam 100 g bayam dikonversikan dahulu satuannya kedalam satuan g, sehingga didapatkan konsentrasi nitrat sebesar 0,557 g. o Konsentrasi ekstrak etanol bayam pada perlakuan D sebesar 11 mg/l. Selanjutnya konsentrasi ekstrak etanol bayam dikonversikan satuan menjadi g/l, sehingga didapatkan nilai konsentrasi ekstrak etanol bayam sebesar 0,0011 mg/l. o Menurut Mackentum 1969, konsentrasi ortofosfat sebesar 0,27-5,51 mg/l, kemudian satuan mg/l dikonversikan menjadi g/l, sehingga didapatkan nilai konsentrasi fosfor sebesar 0, ,00551 g/l. o Sehingga dapat ditarik nilai estimasi fosfor pada perlakuan D, yakni : 0,557 g x 0,011 g = 0, g/l. o Selanjutnya, nilai estimasi fosfor pada perlakuan D sebesar 0, g/l dikonversikan menjadi satuan mg, sehingga didapatkan estimasi fosfor pada perlakuan D sebesar 6,127 mg/l. 72

14 Lampiran 13. Analisis Data Kelimpahan Sel Dengan Program SPSS - Uji Levene. Kesimpulan : HO diterima (Sig 0,476 > 0,05). Artinya : Hipotesis awal diterima. Catatan : HO : ragam homogen. H1 : ragam tidak homogen. - Uji Tabel Sidik (ANOVA). Kesimpulan : Sig 0,000 < 0,05 Artinya : Pengaruh perlakuan sangat signifikan. (Sangat berpengaruh nyata) Catatan : 1. Sig 0,05 : tidak nyata. 2. Sig < 0,05 : nyata (*). 3. Sig < 0,01 : sangat nyata (**) - Uji Duncan (Taraf 95%) Notasi a ab b c Kesimpulan : C memberikan hasil kelimpahan sel Chlorella tertinggi. 73

15 Lampiran 14. Laju Perkembangbiakan Spesifik Chlorella sp. Selama Kultur. A (2 mg/l) B (5 mg/l) C (8 mg/l) D (11 mg/l) K [PA] (135 mg/l) Ulangan Hari Ke Ulangan 1 0 1,60 0,18 0,34 0,53 0,50 0,20-0,08-0,01-0,33 0, ,70 0,16 0,32 0,87 0,13 0,31-0,09-0,05-0,32 0, ,25 0,53 0,28 0,27 0,66 0,31-0,13 0,04-0,40 0, ,51 0,29 0,31 0,55 0,43 0,27-0,1-0,006-0,35 0, ,35 0,04 0,12 0,36 0,54 0,24-0,19-0,13-0,03 0, ,39 0,12 0,07 0,36 0,57 0,29-0,29-0,17-0,01 0, ,07 0,22 0,18 0,15 0,69 0,29-0,23-0,05-0,03 0, ,27 0,12 0,12 0,29 0,60 0,27-0,23-0,11-0,02 0, ,30 0,13 0,57 0,56 0,62 0,01-0,21-0,03-0,09 0, ,07 0,06 0,46 0,44 0,75 0,20-0,07-0,14-0,20 0, ,19 0,20 0,27 0,46 0,87 0,21-0,23-0,06-0,07 0, ,18 0,13 0,43 0,48 0,74 0,14-0,17-0,07-0,12 0, ,87 0,20 0,22 0,04 0,66-0,05-0,02-0,02-0,17 0, ,01 0,23 0,19 0,16 0,74-0,03-0,03-0,09-0,37 0, ,07 0,17 0,27 0,24 0,62-0,05-0,07-0,01-0,39 0, ,98 0,20 0,22 0,14 0,67-0,04-0,04-0,04-0,31 0, ,70 0,24 0,35 0,37 0,54 0,26 0,20-0,06-0,27 0, ,50 0,28 0,45 0,35 0,41 0,44 0,15-0,08-0,24 0, ,87 0,32 0,20 0,46 0,70 0,11 0,07-0,09-0,29 0, ,69 0,28 0,33 0,39 0,55 0,27 0,14-0,07-0,26 0,368 74

16 Lampiran 15. Perhitungan Konsentrasi N dan P Pada A Dalam 100 g bayam mengandung 426 mg nitrat dan 557 mg fosfor dan konsentrasi nitrat yang optimum dalam perkembangbiakan fitoplankton adalah 0,9-3,5 mg/l sedangkan untuk konsentrasi ortofosfat yang optimum dalam perkembangbiakan fitoplankton adalah 0,27-5,51 mg/l (Mackentum 1969). Sehingga dapat dilakukan estimasi perhitungan sebagai berikut : o Konsentrasi nitrat dalam 100 g bayam dikonversikan dahulu satuannya kedalam satuan g, sehingga didapatkan konsentrasi nitrat sebesar 0,426 g. o Konsentrasi fosfor dalam 100 g bayam dikonversikan dahulu satuannya kedalam satuan g, sehingga didapatkan konsentrasi nitrat sebesar 0,557 g. o Menurut Mackentum 1969, konsentrasi nitrat optimum untuk fitoplankton adalah 0,9-3,5 mg/l dan konsentrasi ortofosfat sebesar 0,27-5,51 mg/l, kemudian satuan mg/l dikonversikan menjadi g/l, sehingga didapatkan nilai konsentrasi sebesar 0,0009-0,0035 g/l untuk nitrat dan didapatkan nilai konsentrasi sebesar 0, ,00551 g/l. o Sehingga dapat ditarik estimasi untuk pemberian konsentrasi ekstrak etanol bayam (unsur nitrat), yakni : 0,426g x 0,002g = 0,000852g dan untuk unsur fosfor, yakni : 0,557g x 0,002g = 0,0011 g. o Selanjutnya, nilai estimasi unsur nitrat sebesar 0,000852g dan unsur ortofosfat sebesar 0,0011g dikonversikan menjadi satuan mg, sehingga didapatkan konsentrasi nitrat perlakuan A sebesar 0,852 mg/l dan untuk konsentrasi ortofosfat pada perlakuan A sebesar 1,1 mg/l. 75

17 Lampiran 16. Analisis Data Perkembangbiakan Spesifik Chlorella Dengan Program SPSS - Uji Tabel Sidik (ANOVA) Kesimpulan : Sig 0,000 < 0,05 dan sig 0,000 < 0,01. Artinya : Pengaruh perlakuan sangat signifikan. (Sangat berpengaruh nyata) Catatan : 1. Sig 0,05 : tidak nyata. 2. Sig < 0,05 : nyata (*). 3. Sig < 0,01 : sangat nyata (**) - Uji LSD Kesimpulan : A vs B : berbeda nyata. A vs C : berbeda nyata. A vs D ; tidak berbeda nyata. - Uji Duncan (Taraf 95%) Notasi a b c Kesimpulan : C memberikan hasil laju perkembangbiakan spesifik tertinggi. 76

18 Lampiran 17. Waktu Lag Phase Sel Chlorella sp. Selama Kultur Ulangan Waktu Lag Phase A (2 mg/l) B (5 mg/l) C (8 mg/l) D (11 mg/l) K [PA] (135 mg/l) 1 2,64 Jam 2 2,4 Jam 3 2,64 Jam 2,56 Jam 1 3,84 Jam 2 4,08 Jam 3 3,6 Jam 3,84 Jam 1 6,72 Jam 2 4,56 Jam 3 4,8 Jam 5,36 Jam 1 12,96 Jam 2 13,92 Jam 3 14,16 Jam 13,68 Jam 1 3 Jam 2 2,64 Jam 3 2,16 Jam 2,6 Jam 77

19 Lampiran 18. Analisis Data Waktu Lag Phase Dengan Program SPSS - Uji Tabel Sidik (ANOVA) Kesimpulan : Sig 0,000 < 0,05 dan sig 0,000 < 0,01. Artinya : Pengaruh perlakuan sangat signifikan. (Sangat berpengaruh nyata) Catatan : 1. Sig 0,05 : tidak nyata. 2. Sig < 0,05 : nyata (*). 3. Sig < 0,01 : sangat nyata (**) - Uji LSD Kesimpulan : A vs B : tidak berbeda nyata. A vs C : berbeda nyata. A vs D ; berbeda nyata. - Uji Duncan (Taraf 95%) Notasi a b c d Kesimpulan : A dan perlakuan K memberikan waktu lag phase terbaik. 78

20 Lampiran 19. Hasil Pengukuran Klorofil-a (mg/m 3 ) Selama Kultur Ulangan Nilai Klorofil-a A (2 mg/l) B (5 mg/l) C (8 mg/l) D (11 mg/l) K [PA] (135 mg/l) 1 0,1048 mg/m 3 2 0,1107 mg/m 3 3 0,0952 mg/m 3 0,1035 mg/m 3 1 0,0543 mg/m 3 2 0,0601 mg/m 3 3 0,0527 mg/m 3 0,0557 mg/m 3 1 0,0299 mg/m 3 2 0,0250 mg/m 3 3 0,0292 mg/m 3 0,0280 mg/m 3 1 0,0312 mg/m 3 2 0,0319 mg/m 3 3 0,0406 mg/m 3 0,0345 mg/m 3 1 0,1132 mg/m 3 2 0,1128 mg/m 3 3 0,1144 mg/m 3 0,1134 mg/m 3 79

21 Lampiran 20. Hasil Pengukuran Nilai ph Selama Kultur A (2 mg/l) B (5 mg/l) C (8 mg/l) D (11 mg/l) K [PA] (135 mg/l) Ulangan Hari Ke Ulangan 1 7,0 7,03 7,22 7,26 7,41 7,48 7,99 7,66 7,48 7,18 7,37 2 7,0 7,05 7,24 7,31 7,46 7,51 8,12 7,74 7,59 7,25 7,42 3 7,0 7,01 7,16 7,22 7,37 7,41 7,93 7,57 7,36 7,09 7,31 7,0 7,03 7,20 7,26 7,41 7,46 8,01 7,65 7,47 7,17 7,36 1 7,0 7,10 7,21 7,29 7,48 7,53 8,05 7,61 7,03 6,85 7,31 2 7,0 7,12 7,26 7,38 7,54 7,66 8,16 7,73 7,16 7,01 7,40 3 7,0 7,08 7,14 7,18 7,32 7,40 7,93 7,49 6,87 6,57 7,19 7,0 7,10 7,20 7,28 7,44 7,53 8,04 7,61 7,02 6,81 7,30 1 7,0 7,41 7,39 7,84 7,86 8,01 8,25 7,28 6,24 5,49 7,27 2 7,0 6,97 7,16 7,30 7,44 7,78 8,09 7,16 6,02 5,32 7,02 3 7,0 7,01 7,21 7,45 7,52 7,84 8,15 7,23 6,18 5,35 7,09 7,0 7,13 7,25 7,53 7,60 7,87 8,16 7,22 6,14 5,38 7,12 1 7,0 6,94 7,14 7,18 7,34 7,79 7,46 7,37 6,88 5,79 7,08 2 7,0 7,02 7,20 7,25 7,41 7,83 7,50 7,43 6,93 5,84 7,14 3 7,0 7,10 7,22 7,31 7,43 7,85 7,53 7,51 7,01 6,09 7,20 7,0 7,02 7,18 7,24 7,39 7,82 7,49 7,43 6,94 5,90 7,14 1 7,0 7,09 7,23 7,24 7,25 7,29 7,51 7,84 7,58 7,23 7,32 2 7,0 7,02 7,07 7,08 7,13 7,14 7,37 7,45 7,24 7,12 7,16 3 7,0 7,12 7,29 7,48 7,81 7,83 8,16 8,21 8,16 7,65 7,67 7,0 7,07 7,19 7,26 7,39 7,42 7,68 7,83 7,66 7,33 7,38 80

22 Lampiran 21. Analisis Data Nilai Klorofil-a Dengan Program SPSS - Uji Tabel Sidik (ANOVA) Kesimpulan : Sig 0,000 < 0,05 Artinya : Pengaruh perlakuan sangat signifikan. (Sangat berpengaruh nyata) Catatan : 1. Sig 0,05 : tidak nyata. 2. Sig < 0,05 : nyata (*). 3. Sig < 0,01 : sangat nyata (**) - Uji LSD Kesimpulan : A vs B : berbeda nyata. A vs C : berbeda nyata. A vs D : berbeda nyata. - Uji Duncan (Taraf 95%) Notasi a b c d Kesimpulan : K memberikan nilai klorofil-a terbaik selama 10 hari kultur. 81

23 Lampiran 22. Hasil Pengukuran Nilai Suhu ( 0 C) Selama Kultur A (2 mg/l) B (5 mg/l) C (8 mg/l) D (11 mg/l) K [PA] (135 mg/l) Ulangan Hari Ke Ulangan 1 27,9 27,8 27,5 27,4 27,4 27,3 27,3 27,2 27,2 27,2 27, ,0 27,8 27,8 27,6 27,6 27,6 27,5 27,2 27,3 27,3 27, ,9 27,8 27,2 27,2 27,2 27,1 27,1 27,0 27,1 27,1 27,27 27,9 27,8 27,5 27,4 27,4 27,3 27,3 27,1 27,2 27,2 27, ,3 28,0 27,9 27,7 27,7 27,5 27,2 27,2 27,2 27,2 27, ,3 28,1 28,0 28,1 27,7 27,7 27,2 27,2 27,4 27,7 27, ,1 27,9 27,9 27,7 27,7 27,2 27,0 27,0 27,1 27,2 27,48 28,2 28,0 27,9 27,8 27,7 27,4 27,1 27,1 27,2 27,3 27, ,6 28,1 28,4 28,1 27,6 27,2 26,8 27,5 27,8 27,9 27, ,4 28,0 27,7 27,5 27,2 27,1 26,6 26,9 27,2 27,6 27, ,5 28,0 27,8 27,7 27,4 27,2 26,8 27,3 27,5 27,8 27,60 28,5 28,0 27,9 27,7 27,4 27,1 26,7 27,2 27,5 27,7 27, ,6 28,2 28,0 28,0 27,7 27,7 27,1 27,1 27,2 27,4 27, ,6 28,3 28,0 28,0 27,8 27,7 27,2 27,2 27,4 27,5 27, ,9 28,4 28,4 28,1 28,0 27,7 27,4 27,4 27,5 27,7 27,95 28,7 28,3 28,1 28,0 27,8 27,7 27,2 27,2 27,3 27,5 27, ,3 28,2 28,0 27,7 27,7 27,7 27,5 26,8 27,0 27,1 27, ,3 28,1 28,0 27,7 27,7 27,7 27,5 26,7 27,0 27,0 27, ,3 28,3 28,0 28,1 27,7 27,7 27,7 27,1 27,0 27,1 27,70 28,3 28,2 28,0 27,8 27,7 27,7 27,5 26,8 27,0 27,0 27,62 82

24 Lampiran 23. Hasil Pengukuran Nilai DO (mg/l) Selama Kultur A (2 mg/l) B (5 mg/l) C (8 mg/l) D (11 mg/l) K [PA] (135 mg/l) Ulangan Hari Ke Ulangan 1 7,2 7,2 7,2 7,3 7,4 7,5 7,6 7,3 7,2 7,1 7,30 2 7,3 7,4 7,4 7,5 7,6 7,8 7,8 7,5 7,4 7,2 7,49 3 7,0 7,0 7,1 7,1 7,3 7,5 7,5 7,1 7,0 7,0 7,16 7,16 7,2 7,23 7,3 7,43 7,6 7,63 7,3 7,2 7,1 7,31 1 7,0 7,2 7,2 7,4 7,4 7,7 7,7 7,1 7,0 6,7 7,24 2 7,2 7,3 7,4 7,5 7,7 7,8 7,9 7,4 7,1 7,0 7,43 3 6,8 7,0 7,2 7,3 7,4 7,5 7,7 6,9 6,4 6,3 7,05 7,0 7,16 7,26 7,4 7,5 7,66 7,76 7,13 6,83 6,66 7,24 1 7,2 7,4 7,4 7,7 7,9 8,1 8,3 7,0 6,1 5,7 7,28 2 6,3 6,7 7,1 7,2 7,3 7,6 7,7 6,2 5,4 5,1 6,66 3 6,5 6,9 7,1 7,5 7,6 7,7 8,0 6,6 5,8 5,2 6,89 6,66 7,0 7,20 7,46 7,6 7,8 8,0 6,6 5,76 5,33 6,94 1 6,4 6,6 6,7 6,9 7,3 7,5 7,3 6,8 6,7 6,2 6,84 2 6,5 6,8 6,9 7,0 7,4 7,5 7,4 6,9 6,8 6,3 6,95 3 6,7 6,9 6,9 7,3 7,5 7,6 7,6 7,1 6,9 6,4 7,09 6,53 6,76 6,83 7,06 7,4 7,53 7,43 6,93 6,8 6,3 6,96 1 7,1 7,1 7,1 7,2 7,3 7,5 7,7 7,8 7,4 7,2 7,34 2 6,8 6,9 7,0 7,1 7,1 7,2 7,3 7,4 7,1 7,0 7,09 3 7,3 7,4 7,4 7,4 7,6 7,7 7,9 7,9 7,5 7,4 7,55 7,06 7,13 7,16 7,23 7,33 7,46 7,63 7,7 7,33 7,2 7,32 83

25 Lampiran 24. Analisis Korelasi Antara ph dan DO Dengan Klorofil-a Dengan Program SPSS Keterangan : Jika angka koefesien korelasi mendekati 1, maka kedua variabel mempunyai hubungan semakin kuat. Analisis Ragam Klorofil-a Dengan DO ANOVA Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Regression Residual Total The independent variable is DO. Keterangan : Sig 0,005 < 0,05. Hal ini menandakan beda nyata. Regresi Linier Antara Klorofil-a Dengan DO Analisis Korelasi Antara Klorofil-a Dengan DO Variabel r R 2 Persamaan Garis P Value Klorofil-a 0,688 0,474 DO = 6, ,756*Klorofil-a 0,005 84

26 Lampiran 24. Analisis Korelasi Antara ph dan DO Dengan Klorofil-a Dengan Program SPSS (Lanjutan) Analisis Ragam Klorofil-a Dengan ph ANOVA Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression Residual Total The independent variable is ph. Keterangan : Sig 0,005 < 0,05. Hal ini menandakan beda nyata. Regresi Linier Antara Klorofil-a Dengan ph Analisis Korelasi Antara Klorofil-a Dengan ph Variabel r R 2 Persamaan Garis P Value Klorofil-a 0,680 0,463 ph = 7, ,082*Klorofil-a 0,005 85

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE BAB III BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 April 2013 hingga 9 Mei 2013 dan terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama merupakan penelitian pendahuluan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Chlorella sp. tiap perlakuan. Data di analisa menggunakan statistik One Way

BAB III METODE PENELITIAN. Chlorella sp. tiap perlakuan. Data di analisa menggunakan statistik One Way BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Pengambilan data penelitian diperoleh dari perhitungan kelimpahan sel Chlorella sp. tiap perlakuan. Data di analisa menggunakan statistik One Way Anova

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dilakukan di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Hanura Lampung pada bulan Juli - Agustus 2011. B. Materi Penelitian B.1. Biota Uji Biota

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. konsentrasi limbah cair tapioka (10%, 20%, 30%, 40%, 50% dan 0% atau kontrol)

BAB III METODE PENELITIAN. konsentrasi limbah cair tapioka (10%, 20%, 30%, 40%, 50% dan 0% atau kontrol) 34 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian disusun menggunakan metoda statistika rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor, dimana faktor yang diujikan adalah pengaruh konsentrasi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan Pada bulan Februari - Maret 2015 di Balai

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan Pada bulan Februari - Maret 2015 di Balai 17 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan Pada bulan Februari - Maret 2015 di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, Desa Hanura, Kecamatan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. diperoleh dari perhitungan kepadatan sel dan uji kadar lipid Scenedesmus sp. tiap

BAB III METODE PENELITIAN. diperoleh dari perhitungan kepadatan sel dan uji kadar lipid Scenedesmus sp. tiap BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Pengambilan data penelitian diperoleh dari perhitungan kepadatan sel dan uji kadar lipid Scenedesmus sp. tiap

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. diperoleh dari perhitungan kepadatan sel dan uji kadar lipid Scenedesmus sp. tiap

BAB III METODE PENELITIAN. diperoleh dari perhitungan kepadatan sel dan uji kadar lipid Scenedesmus sp. tiap BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Pengambilan data penelitian diperoleh dari perhitungan kepadatan sel dan uji kadar lipid Scenedesmus sp. tiap

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Aquatik, Fakultas

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Aquatik, Fakultas 16 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Aquatik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung, Pada bulan Desember 2014. B.

Lebih terperinci

3. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2009 hingga bulan April

3. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2009 hingga bulan April 3. BAHAN DAN METODE 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2009 hingga bulan April 2010 bertempat di Laboratorium Kultivasi Mikroalga di Pusat Penelitian Surfaktan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode deskriptif kualitatif. Perlakuan dalam penelitian ini diulang

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode deskriptif kualitatif. Perlakuan dalam penelitian ini diulang BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan metode deskriptif kualitatif. Perlakuan dalam penelitian ini diulang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain kulit jengkol, larva

BAB III METODE PENELITIAN. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain kulit jengkol, larva 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2015 di Laboratorium Kimia Universitas Medan Area. 3.2 Bahan dan Alat Penelitian

Lebih terperinci

Gambar 8. Kelimpahan Sel Chlorella Selama Kultur

Gambar 8. Kelimpahan Sel Chlorella Selama Kultur BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Kelimpahan Sel Chlorella sp. Hasil penelitian menunjukan bahwa kultur Chlorella yang diberi pupuk berupa ekstrak etanol bayam mengalami peningkatan kelimpahan sel yang tinggi

Lebih terperinci

Modul Praktikum Plankton Budidaya Chlorella

Modul Praktikum Plankton Budidaya Chlorella 2014 Modul Praktikum Plankton Budidaya Chlorella Tim Asisten Laboratorium Planktonologi FPIK UNPAD I. Pendahuluan Chlorella merupakan salah satu jenis fitoplankton yang banyak digunakan untuk berbagai

Lebih terperinci

Lampiran 1. Pembuatan Ekstrak Daun Nangka. (a) (b) (c)

Lampiran 1. Pembuatan Ekstrak Daun Nangka. (a) (b) (c) Lampiran 1. Pembuatan Ekstrak Daun Nangka (a) (b) (c) (d) (e) Keterangan : (a) Daun nangka segar dicuci kemudian dikeringkan (kering udara). (b) Daun nangka kering dihaluskan dengan cara diblender. (c)

Lebih terperinci

III. METODE KERJA. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Zooplankton, Balai Besar

III. METODE KERJA. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Zooplankton, Balai Besar III. METODE KERJA A. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Zooplankton, Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi

Lebih terperinci

Biota kultur yang digunakan dalam penelitian adalah Nannochloropsis sp. yang dikultur pada skala laboratorium di BBPBL Lampung.

Biota kultur yang digunakan dalam penelitian adalah Nannochloropsis sp. yang dikultur pada skala laboratorium di BBPBL Lampung. III. METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 13-21 Januari 2014 bertempat di Laboratorium Budidaya Perikanan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas

Lebih terperinci

3. BAHAN DAN METODE. 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga bulan Juni 2012

3. BAHAN DAN METODE. 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga bulan Juni 2012 11 3. BAHAN DAN METODE 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga bulan Juni 2012 bertempat di Laboratorium Kultivasi Mikroalga di Pusat Penelitian Surfaktan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Instrumen Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Instrumen Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan 21 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dimulai pada bulan Maret sampai Juni 2012 di Laboratorium Riset Kimia dan Material Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA Universitas Pendidikan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia dan Laboratorium Kimia Instrumen

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia dan Laboratorium Kimia Instrumen 19 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2012 di Laboratorium Kimia Riset Makanan dan Material Jurusan Pendidikan Kimia

Lebih terperinci

Lampiran 1. Perhitungan kelimpahan sel Nannochloropsis sp.

Lampiran 1. Perhitungan kelimpahan sel Nannochloropsis sp. L A M P I R A N 40 41 Lampiran 1. Perhitungan kelimpahan sel Nannochloropsis sp. Kelimpahan sel (ind x10 6 /ml) = n x 25 5 x104 Contoh : Pengamatan Nannochloropsis sp. pada perlakuan aerasi di hari ke

Lebih terperinci

III. METODOLOGI. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 30 juli 2014 bertempat di

III. METODOLOGI. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 30 juli 2014 bertempat di III. METODOLOGI A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 30 juli 2014 bertempat di Laboratorium Jurusan Budidaya Perairan Universitas Lampung. Uji protein dilaksanakan

Lebih terperinci

II. MATERI DAN METODE PENELITIAN. A. Materi, Lokasi dan Waktu Penelitian. (BBPBAP) Jepara, gulma air Salvinia molesta, pupuk M-Bio, akuades,

II. MATERI DAN METODE PENELITIAN. A. Materi, Lokasi dan Waktu Penelitian. (BBPBAP) Jepara, gulma air Salvinia molesta, pupuk M-Bio, akuades, 9 II. MATERI DAN METODE PENELITIAN A. Materi, Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Materi Penelitian 1.1. Bahan Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah biakan murni Spirulina platensis yang diambil

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2012 di Laboratorium

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2012 di Laboratorium 16 III. METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober - November 2012 di Laboratorium Fitoplankton Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. 3.2. Materi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2012.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2012. 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Riset Makanan dan Material Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset, Jurusan Pendidikan Kimia,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset, Jurusan Pendidikan Kimia, BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset, Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Indonesia yang bertempat di jalan Dr. Setiabudhi No.

Lebih terperinci

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2013

Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2013 TUGAS AKHIR SB 091358 PENGARUH KOMBINASI KONSENTRASI MEDIA EKSTRAK TAUGE (MET) DENGAN PUPUK UREA TERHADAP KADAR PROTEIN Spirulina sp. PADA MEDIA DASAR AIR LAUT Dwi Riesya Amanatin (1509100063) Dosen Pembimbing

Lebih terperinci

MATERI DAN METODE PENELITIAN

MATERI DAN METODE PENELITIAN II. MATERI DAN METODE PENELITIAN A. Materi, Lokasi, dan Waktu Penelitian 1. Materi Penelitian 1.1. Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah labu Erlenmeyer, 1.2. Bahan beaker glass, tabung

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Jurusan Agroteknologi

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Jurusan Agroteknologi III. BAHAN DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari Bulan Juni 2014 sampai Januari

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. di Laboratorium Kimia Riset Makanan dan Material Jurusan Pendidikan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. di Laboratorium Kimia Riset Makanan dan Material Jurusan Pendidikan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari sampai dengan Juli 2010 di Laboratorium Kimia Riset Makanan dan Material Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April Juni 2014 di Laboraturium

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April Juni 2014 di Laboraturium BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April Juni 2014 di Laboraturium organik Jurusan Kimia dan Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Sains

Lebih terperinci

BAB IV METODE PENELITIAN. menggunakan suatu kolompok eksperimental dengan kondisi perlakuan tertentu

BAB IV METODE PENELITIAN. menggunakan suatu kolompok eksperimental dengan kondisi perlakuan tertentu BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimental, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat dengan cara menggunakan

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE

III. BAHAN DAN METODE III. BAHAN DAN METODE 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2009 bertempat di Laboratorium Nutrisi Ikan Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,

Lebih terperinci

Lampiran 1. Prosedur Analisis Pati Sagu

Lampiran 1. Prosedur Analisis Pati Sagu LAMPIRAN Lampiran 1. Prosedur Analisis Pati Sagu 1. Bentuk Granula Suspensi pati, untuk pengamatan dibawah mikroskop polarisasi cahaya, disiapkan dengan mencampur butir pati dengan air destilasi, kemudian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan Agustus hingga bulan Desember 2013 di Laboratorium Bioteknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini dibandingkan beberapa parameter polutan dalam limbah cair tapioka yang

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian dilakukan di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung pada bulan November 2012. 3.2 Materi Penelitian 3.2.1 Biota uji Biota uji yang

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus Uji potensi

BAHAN DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus Uji potensi BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Agustus 2016. Uji potensi mikroba pelarut fosfat dilakukan di Laboratorium Biologi Tanah, Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas

Lebih terperinci

BAB III. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset, Jurusan Pendidikan Kimia,

BAB III. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset, Jurusan Pendidikan Kimia, BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Riset, Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang bertempat di jalan Dr. Setiabudhi No.229

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengkarakterisasi simplisia herba sambiloto. Tahap-tahap yang dilakukan yaitu karakterisasi simplisia dengan menggunakan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan Januari di Balai Besar Pengembangan Budidaya

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan pada bulan Januari di Balai Besar Pengembangan Budidaya III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dilakukan pada bulan Januari di Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Hanura Lampung dan uji proksimat di Politeknik Lampung 2012. B. Materi

Lebih terperinci

III. METODE KERJA. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut

III. METODE KERJA. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut III. METODE KERJA A. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung, Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung dari bulan Januari

Lebih terperinci

BAB III MATERI DAN METODE. Kimia dan Gizi Pangan, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan

BAB III MATERI DAN METODE. Kimia dan Gizi Pangan, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan 13 BAB III MATERI DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2016 di Laboratorium Kimia dan Gizi Pangan, Departemen Pertanian, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - November 2011 :

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - November 2011 : BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni - November 2011 : a) Proses Fermentasi di Laboratorium Biokimia Jurusan Biologi Fakultas Sains dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penambahan Chlorella sp. dan waktu kontak) dan empat kali ulangan untuk masingmasing

BAB III METODE PENELITIAN. penambahan Chlorella sp. dan waktu kontak) dan empat kali ulangan untuk masingmasing BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini bersifat eksperimental. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif melalui RAL (Rancangan

Lebih terperinci

II. METODE PENELITIAN

II. METODE PENELITIAN II. METODE PENELITIAN A. Materi, Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Materi Penelitian a. Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah daun Angsana (Pterocarpus indicus Willd.), HNO 3 1

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai September 2016.

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai September 2016. 3.1 Waktu dan tempat penelitian BAB III METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai September 2016. Tempat penelitian di Labolatorium Terpadu dan Labolatorium Biologi Fakultas

Lebih terperinci

Lampiran 1. Prosedur analisis karakteristik kompos

Lampiran 1. Prosedur analisis karakteristik kompos LAMPIRA 30 Lampiran 1. Prosedur analisis karakteristik kompos A. Kadar Air Bahan (AOAC 1984) Cawan alumunium kosong dimasukkan ke dalam oven selama 15 menit pada temperatur 100 o C. Cawan porselen kemudian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April 2014 sampai dengan bulan Januari 2015 bertempat di Laboratorium Riset Kimia Makanan dan Material serta

Lebih terperinci

Lampiran 1 Formulir organoleptik

Lampiran 1 Formulir organoleptik LAMPIRA 55 56 Lampiran Formulir organoleptik Formulir Organoleptik (Mutu Hedonik) Ubi Cilembu Panggang ama : o. HP : JK : P / L Petunjuk pengisian:. Isi identitas saudara/i secara lengkap 2. Di hadapan

Lebih terperinci

IV METODOLOGI PENELITIAN. Bahan penelitian yang akan digunakan adalah S. platensis, pupuk Azolla pinnata,

IV METODOLOGI PENELITIAN. Bahan penelitian yang akan digunakan adalah S. platensis, pupuk Azolla pinnata, IV METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2012 di Laboratorium Pendidikan Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Airlangga.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. ini berlangsung selama 4 bulan, mulai bulan Maret-Juni 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. ini berlangsung selama 4 bulan, mulai bulan Maret-Juni 2013. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia, Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Penelitian

Lebih terperinci

Lampiran1. Prosedur analisis proksimat 1. Prosedur analisis kadar air. 2. Prosedur analisis kadar serat kasar

Lampiran1. Prosedur analisis proksimat 1. Prosedur analisis kadar air. 2. Prosedur analisis kadar serat kasar LAMPIRAN 17 Lampiran1. Prosedur analisis proksimat 1. Prosedur analisis kadar air Cawan porselen dipanaskan pada suhu 105-110 o C selama 1 jam, dan kemudian didinginkan dalam desikator selama 30 menit

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Laboratorium Biokimia Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas

BAB III METODE PENELITIAN. Laboratorium Biokimia Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas 35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan November 2011 di Laboratorium Biokimia Jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah ekstrak etanol daun pandan wangi.

BAB III METODE PENELITIAN. Subjek penelitian ini adalah ekstrak etanol daun pandan wangi. BAB III METODE PENELITIAN A. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah ekstrak etanol daun pandan wangi. 2. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah aktivitas antioksidan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancang bangun penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancang bangun penelitian BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan rancang bangun penelitian eksperimental laboratorik. Proses ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut methanol

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi

BAB III METODE PENELITIAN. lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2014 bertempat di Laboratorium

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2014 bertempat di Laboratorium III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2014 bertempat di Laboratorium Budidaya Perikanan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan dari Bulan Maret sampai Bulan Juni 2013. Pengujian aktivitas antioksidan, kadar vitamin C, dan kadar betakaroten buah pepaya

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi 17 III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung pada Januari

Lebih terperinci

OPTIMASI PEMBUATAN KOPI BIJI PEPAYA (Carica papaya)

OPTIMASI PEMBUATAN KOPI BIJI PEPAYA (Carica papaya) JURNAL TEKNOLOGI AGRO-INDUSTRI Vol. 2 No.2 ; November 2015 OPTIMASI PEMBUATAN KOPI BIJI PEPAYA (Carica papaya) MARIATI Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Politeknik Negeri Tanah Laut, Jl. A. Yani, Km

Lebih terperinci

III. METODOLOGI. Budidaya Perikanan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas

III. METODOLOGI. Budidaya Perikanan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas III. METODOLOGI 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2015 bertempat di Laboratorium Budidaya Perikanan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

Lebih terperinci

III. METODELOGI PENELITIAN

III. METODELOGI PENELITIAN 18 III. METODELOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Budidaya Perikanan, Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada bulan Maret - April

Lebih terperinci

Lampiran 1. Prosedur Karakterisasi Komposisi Kimia 1. Analisa Kadar Air (SNI ) Kadar Air (%) = A B x 100% C

Lampiran 1. Prosedur Karakterisasi Komposisi Kimia 1. Analisa Kadar Air (SNI ) Kadar Air (%) = A B x 100% C LAMPIRAN Lampiran 1. Prosedur Karakterisasi Komposisi Kimia 1. Analisa Kadar Air (SNI 01-2891-1992) Sebanyak 1-2 g contoh ditimbang pada sebuah wadah timbang yang sudah diketahui bobotnya. Kemudian dikeringkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. di Laboratorium Kimia Riset Makanan dan Laboratorium Kimia Analitik

BAB III METODE PENELITIAN. di Laboratorium Kimia Riset Makanan dan Laboratorium Kimia Analitik 30 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan dari bulan November 2011 sampai Mei 2012 di Laboratorium Kimia Riset Makanan dan Laboratorium Kimia Analitik Instrumen

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Februari 2014.

METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Februari 2014. 10 METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Februari 2014. Pengambilan sampel tanah dilakukan di Hutan mangrove Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Analisis

Lebih terperinci

3. BAHAN DAN METODE Waktu dan Lokasi Penelitian. Pengambilan sampel karang lunak dilakukan pada bulan Juli dan Agustus

3. BAHAN DAN METODE Waktu dan Lokasi Penelitian. Pengambilan sampel karang lunak dilakukan pada bulan Juli dan Agustus 3. BAHAN DAN METODE 3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian Pengambilan sampel karang lunak dilakukan pada bulan Juli dan Agustus 2010 di Area Perlindungan Laut Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta pada

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Oktober Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Oktober Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan 30 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah pada bulan Juli sampai Oktober 2013. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Sawit

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Lokasi Pengambilan Sampel, Waktu dan Tempat Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN Lokasi Pengambilan Sampel, Waktu dan Tempat Penelitian BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Pengambilan Sampel, Waktu dan Tempat Penelitian Lokasi pengambilan sampel PBAG di lingkungan sekitar kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan daerah Cipaku.

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE Bahan dan Alat

BAHAN DAN METODE Bahan dan Alat 19 Metode ekstraksi tergantung pada polaritas senyawa yang diekstrak. Suatu senyawa menunjukkan kelarutan yang berbeda-beda dalam pelarut yang berbeda. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan pelarut

Lebih terperinci

BAB III BAHAN DAN METODE

BAB III BAHAN DAN METODE 3.1 Waktu dan tempat penelitian BAB III BAHAN DAN METODE Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2014 di Laboratorium Kimia Universitas Medan Area. 3.2 Alat dan Bahan Alat Alat yang digunakan dalam

Lebih terperinci

LAMPIRAN C. Skrining Kandungan Kimia

LAMPIRAN C. Skrining Kandungan Kimia LAMPIRAN A 75 LAMPIRAN B 76 LAMPIRAN C Skrining Kandungan Kimia Alkaloid : Ekstrak dibasahi dengan sedikit alkohol, lalu digerus, kemudian tambahkan sedikit pasir, gerus. Tambahkan 10 ml kloform amoniak

Lebih terperinci

Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Diamond Interest Grow dengan Dosis Berbeda terhadap Pertumbuhan Populasi Rotifera (Brachionus plicatilis)

Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Diamond Interest Grow dengan Dosis Berbeda terhadap Pertumbuhan Populasi Rotifera (Brachionus plicatilis) Nike: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. Volume 3, Nomor 2, Juni 2015 Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Diamond Interest Grow dengan Dosis Berbeda terhadap Pertumbuhan Populasi Rotifera (Brachionus

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 24 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental laboratorium. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi kandungan kimia dalam daun ciplukan (Physalis

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 17 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret sampai dengan bulan April 2013 di Laboratorium Kimia Instrumen dan Laboratorium Kimia Riset Makanan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. terdiri atas 5 perlakuan dengan 3 ulangan yang terdiri dari:

BAB III METODE PENELITIAN. terdiri atas 5 perlakuan dengan 3 ulangan yang terdiri dari: BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 3 ulangan yang terdiri dari: 1. 0 ppm: perbandingan media

Lebih terperinci

III. MATERI DAN METODE

III. MATERI DAN METODE III. MATERI DAN METODE 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Sampel tanah diambil dari Hutan Larangan Adat Rumbio Kabupaten Kampar. Sedangkan Enumerasi dan Analisis bakteri dilakukan di Laboratorium Patologi,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga Surabaya dan

BAB III METODE PENELITIAN. Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga Surabaya dan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga Surabaya dan kumbung

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tempat penelitian sebagai berikut :

BAB III METODE PENELITIAN. dengan tempat penelitian sebagai berikut : 28 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari sampai dengan Juli 2012 dengan tempat penelitian sebagai berikut : 1. Laboratorium Mutu Giling Balai Besar

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. pembuatan vermikompos yang dilakukan di Kebun Biologi, Fakultas

METODE PENELITIAN. pembuatan vermikompos yang dilakukan di Kebun Biologi, Fakultas III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap: Tahap pertama adalah pembuatan vermikompos yang dilakukan di Kebun Biologi, Fakultas Teknobiologi, Universitas

Lebih terperinci

Lampiran 1. Bagan Alir Uji Fitokimia. a. Uji Alkaloid

Lampiran 1. Bagan Alir Uji Fitokimia. a. Uji Alkaloid LAMPIRAN 58 59 Lampiran 1. Bagan Alir Uji Fitokimia a. Uji Alkaloid Sampel Daun Enhalus acoroides - Ditimbang sebanyak 1 gram - Dilarutkan dengan amonia (NH₄OH 10%) sampai terendam kemudian ditambahkan

Lebih terperinci

BAB 2 BAHAN DAN METODE

BAB 2 BAHAN DAN METODE BAB 2 BAHAN DAN METODE 2.1 Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2009- Juli 2010 di Danau Lut Tawar. Metode yang digunakan dalam penentuan stasiun adalah dengan metode Purposive

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendahuluan berupa uji warna untuk mengetahui golongan senyawa metabolit

BAB III METODE PENELITIAN. pendahuluan berupa uji warna untuk mengetahui golongan senyawa metabolit BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tahapan Penelitian Penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap, yaitu tahap uji pendahuluan berupa uji warna untuk mengetahui golongan senyawa metabolit sekunder

Lebih terperinci

Lampiran 1. Prosedur Analisis

Lampiran 1. Prosedur Analisis L A M P I R A N 69 Lampiran 1. Prosedur Analisis A. Pengukuran Nilai COD (APHA,2005). 1. Bahan yang digunakan : a. Pembuatan pereaksi Kalium dikromat (K 2 Cr 2 O 7 ) adalah dengan melarutkan 4.193 g K

Lebih terperinci

BAB IV PROSEDUR PENELITIAN

BAB IV PROSEDUR PENELITIAN BAB IV PROSEDUR PENELITIAN 4.1. Pengumpulan Bahan Tumbuhan yang digunakan sebagai bahan penelitian ini adalah daun steril Stenochlaena palustris. Bahan penelitian dalam bentuk simplisia, diperoleh dari

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2013.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2013. 13 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2013. Tempat penelitian adalah Laboratorium Botani dan Laboratorium Biologi

Lebih terperinci

Bahan ditimbang 0,1 g Dimasukkan dalam Labu Kjeldahl. Ditambahkan 5 ml HNO 3. Ditambahkan 3 ml HClO 4

Bahan ditimbang 0,1 g Dimasukkan dalam Labu Kjeldahl. Ditambahkan 5 ml HNO 3. Ditambahkan 3 ml HClO 4 LAMPIRAN 18 Lampiran 1. Prosedur analisis Cr 2 O 3 Bahan ditimbang 0,1 g Dimasukkan dalam Labu Kjeldahl Ditambahkan 5 ml HNO 3 Dipanaskan hingga larutan tersisa ± 1 ml Didinginkan Ditambahkan 3 ml HClO

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung.

METODE PENELITIAN. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi pengambilan sampel bertempat di daerah Cihideung Lembang Kab

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi pengambilan sampel bertempat di daerah Cihideung Lembang Kab BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Deskripsi Penelitian Lokasi pengambilan sampel bertempat di daerah Cihideung Lembang Kab Bandung Barat. Sampel yang diambil berupa tanaman KPD. Penelitian berlangsung sekitar

Lebih terperinci

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Pengambilan sampel ascidian telah dilakukan di Perairan Kepulauan Seribu. Setelah itu proses isolasi dan pengujian sampel telah dilakukan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014 di Laboratorium

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014 di Laboratorium BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu Dan Tempat Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan April-Juni 2014 di Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia dan Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Diagram Alir Penelitian Metode penelitian secara umum yakni tentang analisis penyebaran logam berat tembaga pada air tanah dan aliran sungai di sekitar industri kerajinan

Lebih terperinci

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan November 2009, di

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan November 2009, di III. BAHAN DAN METODE A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan November 2009, di Laboratorium Kesuburan Tanah, dan Laboratorium Bioteknologi Pertanian Fakultas

Lebih terperinci

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 - Februari 2014.

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 - Februari 2014. III. MATERI DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 - Februari 2014. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN SUSKA Riau.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada 17-20 Juni 2013 di Laboratorium Uji Mineral 1 Politeknik Kampar. B. Alat dan Bahan 1. Alat Alat yang digunakan

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE. Bahan dan Alat

BAHAN DAN METODE. Bahan dan Alat BAHAN DAN METODE Bahan dan Alat Bahan yang digunakan adalah daun salam, daun jati belanda, daun jambu biji yang diperoleh dari Pusat Studi Biofarmaka (PSB) LPPM-IPB Bogor. Bahan yang digunakan untuk uji

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan pada 4 April 2016 sampai 16 Agustus 2016. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Riset Kimia Material dan Hayati Departemen

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2014 di Laboratorium Kimia Instrumen dan Laboratorium Kimia Riset Makanan

Lebih terperinci

BAB III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2015

BAB III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2015 BAB III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2015 yang meliputi kegiatan di lapangan dan di laboratorium. Lokasi pengambilan

Lebih terperinci

Lampiran 1. Denah Penelitian dan Bagan Plot Penelitian dan Letak Tanaman Sampel

Lampiran 1. Denah Penelitian dan Bagan Plot Penelitian dan Letak Tanaman Sampel LAMPIRAN Lampiran 1. Denah Penelitian dan Bagan Plot Penelitian dan Letak Tanaman Sampel Lampiran 2. Deskripsi Caisim varietas Tosakan Nama : Caisim (Bangkok) Umur tanaman : 30 hari Bentuk tanaman : Besar,

Lebih terperinci

2 METODE Tempat dan Waktu Penelitian Bahan dan Alat Tahapan Penelitian Determinasi Tanaman Preparasi Sampel dan Ekstraksi

2 METODE Tempat dan Waktu Penelitian Bahan dan Alat Tahapan Penelitian Determinasi Tanaman Preparasi Sampel dan Ekstraksi 3 2 METODE Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kimia Bahan Alam, Pusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong dan Badan Tenaga Atom

Lebih terperinci