Pungli di Tengah Rekonstruksi. Ada LSM yang Rapornya Merah. Balada Rumah-Rumah di Gampong Pie. PPK Libatkan Masyarakat. Koruptor Itu Pencuri Licik

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Pungli di Tengah Rekonstruksi. Ada LSM yang Rapornya Merah. Balada Rumah-Rumah di Gampong Pie. PPK Libatkan Masyarakat. Koruptor Itu Pencuri Licik"

Transkripsi

1 PPK Libatkan Masyarakat Koruptor Itu Pencuri Licik Ada LSM yang Rapornya Merah Balada Rumah-Rumah di Gampong Pie N APRIL 2006 DUA MINGGUAN REKONSTRUKSI ACEH PANTON Tsunami jinoe kaleubeh leupah sithon ka sudah leupah dibungka Provinsi Aceh mantong lam beukah Dana jih leupah dipeugot hana Peng bak BRR meulimpah ruwah Cuba neupeugah peue le meuruwa Gaya takalon cit raya babah Bak baca makalah meubura-bura Adak na sidroe yang mita sideukah Ek dijeut peugah gohlom na dana Padahai adoe teubai that leupah Dikorup jeulah dipeugah hana Hasbi Burman T Pungli di Tengah Rekonstruksi Nani Afrida ERNYATA pengangkutan bahan rekonstruksi tidak juga lolos dari pungutan liar. Inilah salah satu masalah yang menyebabkan sulitnya mendapatkan kayu untuk rekonstruksi di Aceh. Donasi kayu dari luar negeri selama ini terkendala oleh faktor pungli di sepanjang jalan dari Belawan hingga ke. Dari sepanjang jalan itu ada titik yang harus di setor Menurut Ramadhana Lubis, Environment Policy Leader WWF-Indonesia Aceh Programme, faktor pungli menjadi masalah serius dalam memasukkan kayu bantuan luar negeri ke Aceh. Banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menghadapi masalah pengutipan (uang) di lapangan, kata Ramadhana kepada wartawan. Dia mencontohkan pengalaman lembagannya World Wide Fund for Nature saat mengimpor tujuh kontainer kayu dari Amerika Serikat. kawan-kawan LSM yang terlibat dalam rekonstruksi dalam mendatangkan kayu bantuan luar negeri untuk kebutuhan di Aceh, kata Ramadhana. Minta BRR bertindak Ramadhana meminta Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias dan pihak Kepolisian menertibkan pungli di jalan ini. Khusus di Aceh, ada sejumlah LSM asing yang mendatangkan kayu kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dari luar negeri. Di antaranya, Oxfam dan Primary Urgent yang mendatangkan kayu dari Australia. Lembaga donor berkomitmen untuk membantu donasi satu juta meter kubik kayu dari luar negeri. Namun, 14 bulan. Untuk rekonstruksi Aceh dibutuhkan 1,2 juta kubik kayu. Kayu itulah yang akan membangun perumahan, kapal, galangan kapal dan lain-lain. Hutan diaceh yang sudah rusak karena penebangan mencapai 60 ribu hektar. Sehingga Ramadhana berharap pemerintah meninjau lagi kebijakan pengaktifan 5 HPH di Aceh.

2 2 KORUPSI TANYA JAWAB Apa itu Korupsi? Menurut buku Budaya Korupsi ala Indonesia yang diterbitkan oleh Pusat Studi Pengembangan Kawasan, Korupsi didefinisikan sebagai; (a) suatu tindakan mengambil, menyelewengkan, menggelapkan uang rakyat/negara untuk kepentingan pribadi atau kelompok; (b) menerima gaji tanpa kerja. Sedangkan Syed Hussein Alatas dalam bukunya Corruption and the Destiny of Asia menyatakan bahwa tindakan yang dapat dikategorikan sebagai korupsi adalah penyuapan, pemerasan, dan nepotisme. Bisa dijelaskan karakteristik dari korupsi? Menurutnya, suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai tindak korupsi jika antara lain memenuhi beberapa karakteristik berikut ini: (a) korupsi selalu melibatkan lebih dari satu orang; (b) korupsi secara keseluruhan melibatkan kerahasiaan, kecuali jika sudah menyebar; (c) korupsi melibatkan elemen saling menguntungkan dan saling berkewajiban; (d) pihak-pihak yang melakukan korupsi biasanya bersembunyi dibalik justifikasi hukum; (e) pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi adalah pihak yang berkepentingan terhadap sebuah keputusan dan dapat mempengaruhi keputusan tersebut. Mengapa korupsi kerap terjadi? Salah satu penyebab korupsi adalah akibat dianutnya sistem birokrasi patron-klien yang dianut sejak zaman kerajaan dahulu. Onghokham dalam tulisannya yang berjudul Tradisi dan Korupsi menjelaskan bahwa dalam sistem patron klien, patron akan berusaha untuk mengumpulkan harta agar selalu dihargai oleh kliennya. Hal inilah, menurut sejarawan itu, yang mengakibatkan terjadinya korupsi. Mengapa orang melakukan korupsi? Kembali soal patron- klien. Prestise atau kebanggaan amat penting bagi patron agar selalu dijunjung oleh kliennya. Selain itu, patron juga harus selalu menyediakan pekerjaan bagi kliennya yang biasanya adalah saudaranya. Hal ini dikarenakan klien menganggap patronnya sebagai orang yang mampu dalam segala hal, termasuk juga mencarikan pekerjaan. Praktek lainnya adalah penyuapan. Suap bahkan terjadi di lembaga yudikatif yang merupakan benteng terakhir dalam memerangi korupsi. Apakah ada faktor lain yang mempengaruhi korupsi di Indonesia? Ada. Yakni, faktor-faktor yang tidak dilatari oleh budaya, melainkaan produk ideologi pembangunan atau pun produk-produk ketentuan teknis keuangan. Dalam sistem anggaran, misalnya, adanya ketentuan yang mengatakan bahwa dana yang belum dimanfaatkan akan hangus. Dan untuk tahun berikutnya, anggaran untuk pos tersebut akan dikurangi sesuai dengan kemampuan penyerapan anggaran tahun sebelumnya. Kebijakan ini mengakibatkan pihak penerima dana berusaha keras menghabiskan dana tersebut dengan berbagai cara. Muncullah proyekproyek fiktif, dimana kegiatan proyek tersebut tidak nyata. Yang penting, bagi koruptor, dalam pertanggungjawaban administrasinya, dana tersebut ikut terserap meski kegiatannya sendiri fiktif. Anda bisa mengirimkan pertanyaan apa pun yang ingin Anda ketahui, terutama mengenai masalah rekonstruksi dan rehabilitasi. Redaksi akan mencarikan jawaban untuk pertanyaan Anda. Kirimkan ke PO BOX atau dengan mencantumkan Rubrik Tanya Jawab L Jaka Rasyid AIN lubuk lain ikannya, lain padang lain belalang. Lain lembaga, lain pula cara menghindari korupsi. Salah satunya Program Pengembangan Kecamatan (PPK) misalnya memiliki triks khusus untuk menghindari korupsi. Maklum, PPK memiliki uang mencapai ratusan milyar untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat Aceh dengan dukungan The World Bank. Mau tau triknya? Yup. Cukup sederhana yaitu melibatkan masyarakat dan mengutamakan transparansi. Menurut Koordinator Provinsi PPK, Rusli Mohammad program PPK tahun 2006 ini mengelola dana sekitar Rp ,- untuk pengembangan 221 kecamatan di 17 kabupaten di Aceh Transparan dimulai dari pemilihan warga yang akan menjadi pelaksana kegiatan dilapangan, pemilihan pengawas kegiatan dilapangan dan memfasilitasi pengusulan program yang akan dikerjakan. Semuanya transparan dan melibatkan seluruh warga, itu kuncinya, kata Rusli. Menurutnya sejak pertama kali diluncurkan tahun 1998, program PPK telah banyak memberikan perubahan dalam masyarakat menyakut pembangunan di wilayah mereka. Kontrol Korupsi PPK Libatkan Masyarakat Warga jadi lebih kritis, Bila tidak sesuai dengan kebutuhan wilayah, mereka otomatis akan menolaknya, kata Rusli. Diawas berlapis Program PPK dilapangan di awasi secara berlapis oleh berbagai komponen, mulai dari Pihak PPK. BPKP, bila dana tersebut berasal dari donatur yang menjadi utang bagi negara dan Bawasda bila pendanaan program PPK berasal dari APBD I atau APBD II. Sudah cukup? Belum. Pengawasan juga dilakukan oleh pihak donor. Pengawasan paling ketat itu adalah masyarakat sendiri, karena laporan keuangan harus disampaikan kepada masyarakat secara terbuka, jadi sangat sedikit kemungkinan penyelewengan keuangan tersebut terjadi, sebut Mirdas Salah satu kegiatan PPK yang melibatkan masyarakat di Takengon, Aceh Tengah (26/3/2006). JAKA RASYID Rusli, kordinator Provinsi PPK. Meskipun sudah dijaga begitu ketat, kasus korupsi tetap ada di PPK. Ismail SH, salah seorang staf PPK menambahkan. Ada juga penyimpangan Kendati cukup ketat, namun penyimpangan tetap terjadi. Mirdas menyebutkan beberapa kasus penyelewengan namun dapat diselesaikan, beberapa kasus diantaranya adalah Geumpang Miyeuk, Pidie dan Kecamatan Indrapuri Aceh Besar. Kedua-duanya kasus hilangnya dana PPK yang dituding diserahkan petugas PPK kepada Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Kata Mirdas saat itu penyelewengan terjadi karena honor tenaga teknis desa sebanyak Rp.16 juta tidak dibayarkan. Pelakunya camat yang memperalat komandan koramil, petugas kita diperiksa dengan tuduhan kita memberikan uang pada GAM, dan tuduhan camat tidak terbukti, sebut Mirdas Kasus lain di Kecamatan Indrapuri Aceh Besar PPK mengucurkan dana sekitar Rp150 juta untuk menjalankan program PPK di wilayah itu, pihak kepolisian lokal dibawah komando Kapolsek Indrapuri (kapten polisi ) T Hasbi saat itu menuding PPK telah menyumbangkan dana kepada pihak GAM Camat, fasilitator dan seluruh pelaksana di lapangan di interogasi dan wajib lapor, dan uangnya disita oleh pihak kepolisian saat itu, namun pihak kepolisian juga tidak bisa membuktikannya, sebutnya. Dan hingga saat ini kasus itu masih di polisi. Nah lo REDAKSI Pemimpin Redaksi: Sim Kok Eng Amy Sekretaris Redaksi: Siti Rahmah Redaktur: Nani Afrida Wartawan: Mohammad Avicenna, Muhammad Azami Koordinator Artistik: Mahastudio Fotografer: Hotli Simanjuntak Dengan kontribusi wartawan lepas di Aceh Alamat: PO BOX Percetakan dan distribusi oleh Serambi Indonesia. merupakan media dwi-mingguan yang didanai dan dikeluarkan oleh Decentralization Support Facility (DSF atau Fasilitas Pendukung Desentralisasi). DSF merupakan inisiatif multi-donor yang dirancang untuk mendukung kebijakan desentralisasi pemerintah dengan meningkatkan keselarasan dan efektifitas dukungan dari para donor pada setiap tingkatan pemerintahan. Misi dari adalah untuk memberikan informasi di Aceh tentang rekonstruksi dan berita yang bersifat kemanusiaan. Selain itu diharap bisa memfasilitasi informasi antara komunitas negara donor atau LSM dengan masyarakat lokal.

3 FOKUS Islam dan Korupsi Koruptor Itu Pencuri Licik 3 S Mounaward D. Ismail IANG di Simpang Lima akhir awal April Mop cukup terik. Panasnya tak terkira. Baju di badan terasa bagai tak berdaya menghempang sinar ultraviolet itu. Ternyata suhu itu ikut mewarnai pembicaraan dua pria berbeda etnik dalam sebuah toko fotocopy di sana. Isunya juga tak kalah hangat. Menguping diskusi itu ternyata, pria bermata sipit itu mengeluhkan ulah sekelompok mahasiswa yang tidak menyalurkan bantuannya di Aceh Selatan. Sementara donaturnya merasa tertipu dengan oknum mahasiswa tersebut. Setelah bantuan cair, ternyata bantuan tidak mengalir ke korban. Diuber ke alamatnya juga tak jelas dimana rimbanya. Korupsi Haram Kenapa kita orang Indonesia suka sekali begitu. Jadi malu dengan orang luar negeri yang sudah mau membantu. Kita sudah menerapkan syariat Islam, tapi kita masih suka mencuri uang o- rang, begitu poin penting yang dibahas mereka. Mungkin kita akan menganggap sepele saja wacana itu. Namun saat bicara tentang syariat Islam dan korupsi, topik ini jadi urgen. Bagaimana tidak, sebab keduanya sedang digelakkan di Tanah Rencong. Lantas apakah kita semua begitu? Rektor Institut Agama Islam Negeri Ar-Raniry tidak mengamininya. Menurut Prof Yusny Saby, PhD, korupsi itu tidak mengenal tempat. Jadi fokusnya bukan cuma di Aceh saja, di daerah lain juga tak kalah banyak, terangnya. Efek dari konflik berkepanjangan membuat kondisi daerah tak kondusif. Akibatnya kolusi korupsi dan nepotisme (KKN) tumbuh bak jamur di musim hujan. Kita tak pernah membenarkan korupsi itu, tegasnya. Kacamata Islam melihat korupsi itu haram. Sebagian ulama mengatakan koruptor itu juga pencuri. Hukuman kepada koruptor itu harus lebih berat dari pencuri, sebut Rektor IAIN Arraniry ini. YUSNY SABY AK JAILANI Namun, sambung Yusny Saby, ketika kondisinya sudah kondusif, peluang memberantaskan terbuka. Sebab, hukum sudah bisa diterapkan, pengawasan dan perangkat lainnnya dapat bergerak maksimal. Pencuri Cendikiawan kampus ini menegaskan kacamata Islam melihat korupsi itu haram. Sebagian ulama mengatakan koruptor itu juga pencuri. Hukuman kepada koruptor itu harus lebih berat dari pencuri, sebut Rektor IAIN Arraniry ini. Sebab, tambah rektor, biasanya bila pencuri banyak menilep milik orang lain, itu karena memang pofesinya seperti itu. Tetapi, jika koruptor yang melakukan korupsi karena jabatannya, maka dia sudah berbuat sebuah kejahatan besar, papar Yusni. Dia sudah mendapatkan gaji besar dari jabatannya. Jadi untuk apalagi dia berbuat seperti itu, ucap Yusni seraya menegaskan bahwa tidak ada yang disebut pungli dan upeti, riswah, sogok atau suap dan sebagainya. Sementara itu Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Nanggroe Aceh Darussalam, Dr Tgk Muslim Ibrahim yang dihubungi terpisah memberi definisi yang tidak kalah dahsyat. Korupsi itu mencuri dengan Menunggu Qanun Antikorupsi K Mohammad Avicena cara yang lebih licik dari pencurian biasa. Bila pencurian biasa orang sudah tahu barangnya dicuri. Tetapi korupsi, orang tidak tahu kalau haknya sudah dicuri, urai alumnus Timur Tengah ini. Karena itu, kata Muslim, sanksinya menurut Islam juga lebih dahsyat. Kalau pencurian biasa untuk pertama kali dipotong tangan kanan, ujarnya. Makanya, ujar Muslim dalam pertemuan Ulama di Jakarta beberapa tahun lalu sudah menyepakati sanksi terhadap koruptor serendah-rendah sama dengan pencuri hingga hukuman mati. Nah jangan coba lagi! ATANYA ada yang timpang dalam proses penerapan syariat Islam di Aceh. Sehingga banyak yang menyebutkan diskriminatif. Karena pada satu sisi, akhlak rakyat jelata diperbaiki, sedangkan moral koruptor tak ada yang peduli. Lantas kenapa belum lahir Qanun Antikorupsi? Kepala Dinas Syariat Islam Nanggroe Aceh Darussalam, Prof Dr Al Yasa Abubakar mengatakan mereka tidak menutup mata dengan qanun tersebut. Menurut dia, jika qanun yang sedang diterapkan selama ini diprioritaskan, itu tak lain karena memang itu tuntutan masyarakat. Begitu juga dengan Qanun Antikorupsi, pihaknya juga sudah berpikir kearah itu. Al Yasa menyebutkan, tidak gampang menggodok qanun tersebut seperti membalikkan telapak tangan. Pun demikian langkah - Masyarakat meminta agar polisi syariat Islam atau wilayatulhisbah juga menangkap koruptor. langkah kearah itu juga terus dilakukan. Terus dilakukan Ketua MPU NAD, Tgk Muslim Ibrahim juga menyebutkan upaya untuk menyusun qanun korupsi terus dilakukan. Sebab itu menjadi prioritas dan paling esensial. Saat ini, lanjut dia, proses sekarang pada tahap pengumpulan bahan draf awal. Penggalian materinya mengacu ke banyak referensi yang harus dianut. Muslim juga semua stakeholder terbuka peluang untuk menyusunnya. Katanya, setelah selesai tinggal diserahkan kepada yang berkompeten sesuai dengan mekanismenya. Begitu pula dengan MPU akan menempuh jalur yang sama sebagaimana biasanya mereka menyusun qanun. Pun demikian, Muslim menyebutkan semangat penyusunan itu semuanya tergantung dari pengesahan Rancangan Undang-undang Pemerintahan Aceh (RUU-PA). Semoga qanun itu nanti menjadi obat, sebut tokoh ulama Aceh ini.

4 LSM Berbisnis dengan Tender Akhir-akhir ini cukup banyak proses tender dan prakualifikasi yang dibuat Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh - Nias. Bukan hanya BRR, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lain juga melakukan hal yang sama. Yang menarik perhatian saya adalah sebuah undangan pelelangan tentang Proyek Rehabilitasi Sistem Penyediaan Ari Bersih di Geuding, Kecamatan Samudra, Kabupaten Aceh Utara. Undangan tersebut yang dibuat LSM asal Inggris. LSM itu cukup tenar di kalangan korban tsunami di Aceh. Namun saya minta redaksi untuk tidak mempublikasikan namanya. Adapun masalahnya tak lain, pada saat mengambil dokumen pelelangan pihak panitia pelelangan mencari uang dari pengusaha penyedia jasa melalui pembayaran dokumen pelelangan mencapai Rp 2 juta. Seharusnya pengusaha dibantu melalui penyederhanaan pendaftaran atau kemungkinan lainnya pelelangan tersebut hanya formalitas untuk membatasi perusahaan penyedia jasa yang akan ikut pelelangan sehingga pihak panitia dapat mengarahkan proyek tersebut ke salah satu perusahaan yang telah terjaring rekanan dengan deal-deal tertentu. Ada satu yang membuat ini saya ingin membuat surat pembaca ini. Apakah didalamnya ada unsure Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) tidak atau ada upaya kolusi. Padahal di tempat lain tidak dipungut biaya. Kami melihat pengumuman tersebut ada unsur kejanggalan yang biasanya selama ini belum pernah terjadi dalam sistem pelelangan, baik pelelangan di pemerintah maupun swasta yang bergerak di Aceh saat ini. Terima kasih atas kesediaan redaksi Ceureumén memuat keluh kesah kami. Semoga ini ada manfaat dan hikmahnya. Buat Anda yang ingin menyampaikan Suara Rakyat kecil berupa ide, saran, dan kritik tentang rekonstruksi bisa melalui surat ke Tabloid CEUREUMéN PO Box Bachtiar Keumala, ST Jln Prada Utama Lamnyong, Dukung Berantas Korupsi TAHUN ini, Gubernur menetapkan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) tahun bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Sebuah upaya yang bukan saja diingini oleh para aktivis antikorupsi. Kami rakyat jelata juga mengharapkan hal yang sama. Mengingat korupsi ini sudah merajalela di Indonesia, maka menjadi tidak heran jika itu diberantas. Namun yang sangat kami sayangkan adalah Aceh ditempatinya daerah ini diurutan nomor wahid dalam kasus itu. Apa landasannya? Apakah di daerah lain di negeri ini pejabatnya malaikat semua, tidak pernah memakan uang negara? Saya yakin kasus korupsi di daerah lain juga tak kalah dahsyat dengan apa yang terjadi di Aceh. Hanya saja banyak yang menutup mata. Tapi begitu ada indikasi korupsi, semuanya teriak. Padahal itu cuma pencuri sandal. Efek ini sebenarnya cukup membuat kami di Aceh sakit hati. Sebab di sebuah lembaga saya pernah mendengar ucapan yang menuding, orang Aceh itu suka korupsi. Dengan kata lain, setiap orang Aceh itu koruptor. Stigma itu memang jelek. Tapi kami orang Aceh punya jawaban. Kami bukan koruptor. Kami ingin seperti Robin Hood. Mengambil harta negara, kami bagi-bagi kepada rakyat jelata. Sebab sudah tiga dasawasara Jakarta menguras harta negeri kami. Lantas, jika kemudian tidak sampai ke rakyat jelata, inilah persoalannya. Ternyata mereka mengunting dalam lipatan lupa para aturan tersirat bak pagar api. Terima kasih Sahilawati Lampaseh Kota Kecamatan Meuraxa. I NI Bukan masalah naik kelas atau tidak, tetapi hasil penilaian yang berdasarkan kuesioner dan juga pengecekan langsung ke lapangan. Melihatkan masyarakat langsung lo. Adalah UN-Habitat bekerjasama dengan jurusan arsitek, Unsyiah dalam bidang monitoring dan evaluasi rekonstruksi perumahan. Program itu dinamai third party quality monitoring. Ini telah di mulai sejak Oktober 2005 lalu. Inti dari kerjasama ini adalah untuk memberikan feedback atau umpan balik kepada publik mengenai kemajuan pembangunan perumahan bukan hanya dari segi jumlah rumah namun juga kualitasnya. Untuk kualitas ada dua isu yang diangkat. Pertama, kualitas konstruksi meliputi kelengkapan bangunan dan juga kualitas prosesnya. Di sini tim yang juga diisi oleh mahasiswa tehnik, menilai keberhasilan dengan proses pengecekan lapangan. Dengan kuesioner Di sini dilihat pada kualitas nyata bukan yang ada pada gambar. Kepuasan pada penerima rumah juga menjadi perhatian dari monitoring ini. Mereka yang mendapatkan rumah disodorkan 1000 pertanyaan kuesiener yang didalam nya terdapat dua pertanyaan yang sangat penting. Yaitu apakah anda merasakan bahwa proses pembuatan rumah berjalan tanpa ada penyimpangan kemudian apakah anda juga merasakan ada penyimpangan dalam penyediaan bahan baku atau tenaga yang digunakan? Berdasarkan hasil kuesioner tersebut dibentuklah tiga kriteria. Yakni: Hijau dengan nilai 8.0 sampai 10. BRUNO DERGON Kuning dengan nilai antara 5.0 sampai 7.9. Dan merah dengan nilai antara 0 sampai 4.9 Sejauh ini, program ini sudah berjalan di 74 lokasi dari 4 kabupaten yaitu, Aceh Besar, Aceh Barat, Pidie dan. Ada sekitar 35 LSM yang bekerja pada zona tersebut. Pada area tersebut ditunjukan ada sekitar 42% LSM yang dikategorikan dalam zona hijau, 31% masuk kedalam zona kuning dan 27% masuk kedalam zona merah. Berapor merah Yang menarik dalam hasil monitoring lalu, LSM asal Inggris Oxfam dinilai kurang transparan sehingga organisasi tersebut dimasukkan ke zona merah. Dan Save The Children sedikit berada dibawahnya dengan menepati posisi kuning. Laporan dari monitoring ini bukanlah bertujuan membuat laporan Indeks korupsi. Namun, lebih tepat disebut Accountablelity Index (Transparansi Indeks), ucap Bruno Dergon, Housing Policy Adviser UN-Habitat. Proses transparasi adalah di mana khalayak menilai tidak ada penyimpangan di situ. Apabila ada penyimpangan ini juga belum tentu korupsi. Karena, belum tentu ada dana yang masuk ke saku seseorang, ucap Bruno Dergon, menambahkan. CERITA SAMPUL Ada LSM yang Rapornya Mera Laporan dari monitoring ini bukanlah bertujuan membuat laporan Indeks korupsi. Namun, lebih tepat disebut Accountablelity Index (Transparansi Indeks). Novia Liza HOTLI SIMANJUNTAK Jutaan dollar sedang berada di Aceh. Butuh pengawasan khusus T ERNYATA laporan penyelewengan penyaluran jatah hidup menempati posisi pertama yang dilaporkan oleh masyarakat dalam tahap rekonstruksi dan rehabilitasinya. Dari semua laporan, total kerugian mencapai milyaran rupiah. Berikut tabelnya: Pembangunan Barak 5 laporan Rp 114,5 miliar HOTLI SIMANJUNTAK Jenis Kasus Korupsi Penyaluran Jatah Hidup 40 laporan Rp 171 juta Pembangunan Rumah 6 laporan Rp 14 juta Bantuan Boat bagi Nelayan 2 laporan Rp 1,5 miliar Bantuan Tsunami/Logistik 18 laporan Rp 780 juta Sumber: GeRAK Aceh

5 SAMPUL yang Rapornya Merah dollar sedang berada di Aceh. Butuh pengawasan khusus. Oxfam Aceh Besar ditutup Karena Korupsi D Nani Afrida I ACEH, siapa yang tidak mengenal Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asal Inggris, Oxfam. Lembaga ini banyak membantu Aceh dalam hal water sanitary, Perumahan, dan penyediaan modal usaha untuk korban tsunami. Ada banyak cabang kantor Oxfam di Aceh. Saat ini, selain Aceh Besar Oxfam memiliki beberapa kantor cabang di Sigli, Meulaboh, Calang, Nias, Lhokseumawe, Aceh Besar, dan Lamno. Sebagai lembaga yang cukup besar, dengan dana yang juga sangat besar, tidak membuat LSM ini bebas korupsi. terbukti beberapa minggu yang lalu Oxfam terpaksa menutup kantor cabang Aceh Besar karena terindikasi penyelewengan dana kemanusiaan. Nah lo. Transparan Yang menarik, secara transparan Oxfam mengakui terjadi penyimpangan dana. LSM itu juga secara sportif menceritakan bahwa telah terjadi kebocoran dana di bagian bantuan perumahan, yang notabene memiliki dana paling besar. Kami telah menutup kantor cabang Aceh Besar untuk sementara hingga penyelidikan Oxfam terpaksa menutup kantor cabang Aceh Besar karena terindikasi penyelewengan dana kemanusiaan. Tugas SAK bukan Hanya Mencari Koruptor 5 soal ini selesai, kata Yon Thayrun. Menurut Yon, meskipun telah ditutup, Oxfam Aceh Besar tetap melakukan program water sanitation seperti distribusi air dan pembuangan sampah. Namun program yang total dihentikan adalah pembuatan shelter dan livelihood. Ada puluhan ribu dollar Amerika yang diindikasikan lenyap. Kami sedang melakukan audit yang dilakukan oleh auditor independent. Mungkin akan selesai dalam minggu ini, ujar Yon serius. Masyarakat melapor Indikasi penyelewengan itu dilaporkan oleh masyarakat di kawasan Aceh Besar. Berdasarkan informasi tersebut, Oxfam memutuskan menutup sementara kantornya di Aceh Besar. Khusus Aceh Besar, dalam tahun 2005 Oxfam telah membangun 379 rumah dan tahun tahun 2006 akan membangun 374 rumah lagi. Dana yang tersedia untuk Aceh Besar mencapai 7,3 juta pounsterling. Karena dana untuk livelihood dan shelter terbesar dibanding program water sanitation (watsan), maka Oxfam menghentikan kedua program tersebut. Kantor Oxfam cabang Aceh Besar ini memiliki 140 staf, 8 diantaranya adalah tenaga asing. Karena kantor ditutup, untuk sementara kami juga menon-aktifkan para staf. Namun kami tetap menggaji mereka, kata Yon lagi. Pihaknya mengaku sangat prihatin dengan indikasi penyelewengan dana kemanusiaan itu, namun Oxfam telah melapor masalah ini kepada para funding, pemerintah, dan juga Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR). K Muhammad Azami EVIN Evans adalah Penjabat Sementara (Pjs) Satuan-Antikorupsi Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (SAK-BRR) NAD-Nias. Kepada Ceureumén, pekan lalu. Ia menjelaskan banyak hal seputar tugas dan ruang lingkup, serta hasil kerja SAK-BRR di bawah kepemimpinannya. Berikut petikannya. Berapa kasus pengaduan yang sudah masuk ke SAK-BRR dan yang berhasil ditindaklanjuti? Statistik berikut berlaku dari 13 September 2005 sampai 31 Maret Secara singkat, total pengaduan yang telah diterima adalah sebanyak 528. Dari jumlah ini, sebanyak 465 (88%) sudah diselesaikan, sisanya masih dalam proses termasuk 9% yang belum diselesaikan dalam kurun waktu 2 minggu. Banyak masyarakat yang mengeluh, karena laporan mereka yang disampaikan ke SAK BRR tidak ditindaklanjuti. Benarkah itu? Secara tegas, jawaban saya bahwa setiap pengaduan yang SAK terima, wajib ditindaklanjuti. Sampai saat ini prinsip ini tetap kami junjung tinggi dan ikuti. Pada masa berikut, kami akan lebih in- tensif menghubungi para pengadu untuk memberikan informasi jika pengaduan sudah diproses. Bagaimana caranya Anda mengungkap kasus-kasus jika yang melibatkan bos Anda sendiri, misalnya saja para Deputi di BRR atau bahkan Pak Kuntoro, karena SK Anda sendiri ditangani oleh Pak Kuntoro? Pada dasarnya kami mempunyai hubungan langsung dengan Kepala Bapel jika diperlukan. Jadi, tidak ada masalah jarak atau akses. Kami juga mempunyai hubungan baik dengan lembaga negara, seperti KPK. Jika ada potensi kasus korupsi yang menyangkut petinggi Bapel BRR, kami dipastikan menggunakan jalur tersebut. Apakah Anda merasa ada beban psikologis mengawasi internal BRR? Tidak sama sekali, bahkan terbalik. Tugas SAK bukan hanya mencari koruptor. Pendekatan tersebut terlalu dangkal karena tidak bakal menyentuh masalah sistemis atau struktural yang bisa ditemukan dalam sebuah organisasi. Justru karena SAK merupakan bagian integral dari Bapel BRR, kami bebas untuk bergerak di dalam organisasi. Bagaimana pula Anda mengawasi staf Anda sendiri? Bagaimana staf SAK mengawasi saya juga merupakan bagian dari tugas kami bersama. Kami mempunyai sebuah kode etik yang cukup mendetail dan yang dibahas secara sangat intensif saat disusun. Bahkan saya sendiri sering ditegur langsung oleh staf HOTLI SIMANJUNTAK Kevin Evans (berdiri) mengawasi korupsi di wilayah BRR. jika mereka merasa bahwa saya dianggap melintas batas kode tersebut. Berapa anggaran yang mendukung SAK BRR tahun ini? Jumlah anggaran yang akan dipertanggungjawabkan oleh SAK sedang kami susun bersama beberapa bagian lain di BRR, misalnya dengan bagian SDM dll.

6 6 CEK BANUN Laporlah ke Tempat Ini M ENCIUM bau anyir Korupsi Kolusi dan Nepotisme pada masa rekonstruksi dan rehabilitasi? Jangan sungkan-sungkan. Silakan Anda melaporkan ke beberapa lembaga yang memang mengurusi masalah korupsi ini. Ceureumén memberikan alamat dan nomer kontak yang bisa dihubungi. GeRAK Jl T Lamlagang lr Durian No.7 Lamgugop mobile: Telp (0651) SoRAK Jl Belibis Lorong Kamboja No.2-A Labui Ateuk Pahlawan,. Phone/fax (0651) SAMAK D Dana Masuk Aceh Pascatsunami Muhammad Azami IPERKIRAKAN, ada puluhan triliun rupiah dana yang sudah masuk ke Aceh. Menghitung jumlah yang sebenarnya tidaklah mudah. Dana on-budget seperti APBN, APBD, memang mudah menghitung jumlahnya. Akan tetapi, dana off-budget seperti yang berasal dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tidaklah mudah (Lihat Box). Berikut adalah rincian perkiraan dana yang mengalir ke Aceh pascatsunami. MAHDI ABDULLAH Masa Tanggap Darurat: Rp 2 triliun APBN 2005: Rp 3,967 triliun APBD Provinsi 2005: Rp 1,7 triliun APBD Kabupaten/Kota tahun 2005: Rp 6 triliun APBD Provinsi 2006: Rp 2,1 triliun APBN 2006: Rp 9,617 triliun Multi Donor Fund (MDF): Sekitar Rp 5 triliun Dana yang dimobilisasi oleh seratusan LSM: Di atas Rp 20 triliun Jl HM Daud Beureueh No.86 Jambo Tape Phone (0651) , Fax (0651) SUAK Jl Sisingamgaraja No.48 Desa Gampa Kec Johan Pahlawan Meulaboh Aceh Barat, Phone (0655) , KPK Gedung AAC Dayan Dawood, Lt 2 Darussalam Mobile: (0651) Phone: (0651) , Fax: (0651) Satuan Anti Korupsi (SAK) BRR Jalan Tgk Mohd Daud Beureueh No 142 Jambo Tape Telp/fax (0651) O Mohammad Avicena BSESI seorang Mustafa Abubakar, penjabat Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam dalam memberantas korupsi dianggap benar. Dia sudah berada di jalur yang tepat. Betulkah? Saya yakin itu sudah di jalur yang tepat. Apalagi beliau diangkat tanpa cost politic sebagaimana lazimnya terjadi selama ini, komentar Taqwaddin, SH,SE,MS yang ditanyai Ceureumen belum lama ini. Menurut dosen Fakultas Hukum Unsyiah ini, pencegahan dan Libatkan Masyarakat Secara Optimal pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) baru optimal jika sudah melibatkan masyarakat. Dalam setiap proses masyarakat harus diberi kans berpartisipasi aktif. Pelibatan ini tidak sematamata terkurung pada berbagai komponen strategis. Akan tetapi, elemen-elemen ini harus memperoleh akses untuk memantau aliran-aliran dana pembangunan. Begitu pula dengan pemerintah daerah, sebut Taqwaddin, harus transparan sejak dari proses penyusunan kebijakan pembangunan sampai implementasi anggaran. Masyarakat, LSM, CSO, akademisi harus pula memonitoring, controling dan evaluating setiap proses tersebut, urai Ketua Pemuda Muhammadiyah ini. Lantas dia menawarkan solusi agar pemberantasan atau pencegarahan korupsi harus dimulai di sekitar jajaran Gubernur/ Sekdaprov. Ini akan jadi panutan bagi jajaran kabupaten/kota dan level bawah lainnya. Pun demikian, tambah Taqwaddin yang harus dikuatkan adalah upaya pencegahan korupsi pada birokrat level ketiga. Karena merekalah yang secara langsung memegang anggaran, ucapnya. Dengan demikian, dia yakin hasrat korup dapat dicegah sejak dini. Mencegah kan lebih baik dari memberantas, dan upaya memberantas harus jalan terus sesuai koridor hukum, tambah Taqwaddin. Dia melihat peningkatan insentif prestasi aparatur sah-sah saja, tetapi tidak secara langsung mengentikan nafsu korup para birokrat. Hal senada juga diungkapkan Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK), AKhiruddin Mahyuddin. Pemberiaan insentif itu tidak serta merta menghentikan korupsi, katanya. Dikatakan Akhiruddin Mahjuddin, kendati kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberantasan korupsi meningkat, namun itu tak diimbangi dengan keseriusan aparat penegak hukum baik itu Polisi, Jaksa maupun Hakim dalam memroses kasus-kasus korupsi di Aceh. Kelambanan itu, dia menggambarkan rendahnya kinerja aparat penegak hukum dalam memberikan kepastian hukum terhadap kasus-kasus korupsi di Tanah Rencong. GeRAK Aceh menilai pemberantasan korupsi di Aceh hingga ke akar-akarnya hanya sebatas jargon (wacana) semata, dan tidak diikuti oleh political will yang mampu menuntaskan berbagai kasus korupsi yang mengendap selama ini.

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

TINJAUAN TINDAK PIDANA KORUPSI MEMPERKAYA DIRI DAN ORANG LAIN. Oleh. Perbuatan korupsi sangat identik dengan tujuan memperkaya diri atau

TINJAUAN TINDAK PIDANA KORUPSI MEMPERKAYA DIRI DAN ORANG LAIN. Oleh. Perbuatan korupsi sangat identik dengan tujuan memperkaya diri atau TINJAUAN TINDAK PIDANA KORUPSI MEMPERKAYA DIRI DAN ORANG LAIN Oleh Ir. H. Hirwan Jack, MBA, MM Widyaiswara Madya BKPP Aceh A. Pendahuluan Perbuatan korupsi sangat identik dengan tujuan memperkaya diri

Lebih terperinci

Kejati Desak Tahan Hj. Intan Kesuma Mantan Sekwan Bengkalis. Oleh : Didi Ronaldo Kamis, 23 April 2015 00:55

Kejati Desak Tahan Hj. Intan Kesuma Mantan Sekwan Bengkalis. Oleh : Didi Ronaldo Kamis, 23 April 2015 00:55 KOPI, Bengkalis - Zaman kini korupsi tidak mengenal gender/jenis kelamin (red. Pria atau wanita). walaupun oknum wanita yang melakukan korupsi bergelar Hajah ini bukti Hj. Intan Kesuma tersandung kasus

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2005 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2005 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 80 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Governance Brief. Menggunakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang Menjerat Aktor Intelektual Illegal Logging

Governance Brief. Menggunakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang Menjerat Aktor Intelektual Illegal Logging C e n t e r f o r I n t e r n a t i o n a l F o r e s t r y R e s e a r c h Forests and Governance Programme Menggunakan UU Tindak Pidana Pencucian Uang Menjerat Aktor Intelektual Illegal Logging Bambang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan

Lebih terperinci

Opini H ukum: Gugatan Ganti Kerugian dalam mekanisme Pengadilan Tipikor. Disiapkan oleh:

Opini H ukum: Gugatan Ganti Kerugian dalam mekanisme Pengadilan Tipikor. Disiapkan oleh: Opini H ukum: Gugatan Ganti Kerugian dalam mekanisme Pengadilan Tipikor Disiapkan oleh: Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN) 1. Apa itu Gugatan Ganti Kerugian? Tuntutan ganti kerugian sebagaimana

Lebih terperinci

KIP dan Gerakan Antikorupsi. Adnan Topan Husodo Wakil Koordinator ICW www.antikorupsi.org

KIP dan Gerakan Antikorupsi. Adnan Topan Husodo Wakil Koordinator ICW www.antikorupsi.org KIP dan Gerakan Antikorupsi Adnan Topan Husodo Wakil Koordinator ICW www.antikorupsi.org Empat Isu Kunci Korupsi (penyimpangan kekuasaan) selalu terjadi pada ruang tertutup atau remang-remang. Korupsi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 10 TAHUN 1995 TENTANG KEPABEANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Nota Kesepahaman. antara. Pemerintah Republik Indonesia. dan. Gerakan Aceh Merdeka

Nota Kesepahaman. antara. Pemerintah Republik Indonesia. dan. Gerakan Aceh Merdeka Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menegaskan komitmen mereka untuk penyelesaian konflik Aceh secara

Lebih terperinci

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0

PROSEDUR KERJA. Kencana Loka BLOK F JABATAN : KOORDINATOR SECURITY TGL TERBIT : 19 1-2014 SATUAN PENGAMAN / SECURITY NO REVISI : 0 JABATAN : KOORDINATOR SECURITY A. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB 1. Melakukan Rekrut anggota Security sesuai dengan kebutuhan, Yang telah di setujui warga melalui keputusan Ketua RT. 2. Sebagai jembatan komonikasi

Lebih terperinci

Trio Hukum dan Lembaga Peradilan

Trio Hukum dan Lembaga Peradilan Trio Hukum dan Lembaga Peradilan Oleh : Drs. M. Amin, SH., MH Telah diterbitkan di Waspada tgl 20 Desember 2010 Dengan terpilihnya Trio Penegak Hukum Indonesia, yakni Bustro Muqaddas (58), sebagai Ketua

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Undang-Undang Dasar Negara

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 790 TAHUN : 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA PENYELESAIAN TUNTUTAN KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA MENJADI UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a.

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan efektivitas dan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN INDEKS PENERAPAN NILAINILAI DASAR BUDAYA KERJA APARATUR NEGARA LINGKUP DEPARTEMEN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

II. PASAL DEMI PASAL Pasal l Cukup jelas. Pasal 2 Cukup jelas. Pasal 3 Cukup jelas. Pasal 4 Cukup jelas. Pasal 5 Cukup jelas.

II. PASAL DEMI PASAL Pasal l Cukup jelas. Pasal 2 Cukup jelas. Pasal 3 Cukup jelas. Pasal 4 Cukup jelas. Pasal 5 Cukup jelas. PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN PERATURAN WALIKOTA SAMARINDA NOMOR 16 TAHUN 2013

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN PERATURAN WALIKOTA SAMARINDA NOMOR 16 TAHUN 2013 BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN PERATURAN WALIKOTA SAMARINDA NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA SAMARINDA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG Draft Final 10-12-2009 PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PENGAWASAN EKSTERNAL PENERIMAAN CALON ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

Jalan Aspal Pusong Menuju Desa Wisata

Jalan Aspal Pusong Menuju Desa Wisata Jalan Aspal Pusong Menuju Desa Wisata Kecamatan Kembang Tanjong merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pidie yang mendapatkan dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat - Mandiri Perdesaan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 1 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPULAUAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi

Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi Prototipe Media Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Pendidikan dan Budaya Anti Korupsi Prakata SALAM SEHAT TANPA KORUPSI, Korupsi merupakan perbuatan mengambil sesuatu yang sebenarnya bukan haknya,

Lebih terperinci

Pemetaan Pendanaan Publik untuk Perubahan Iklim di Indonesia

Pemetaan Pendanaan Publik untuk Perubahan Iklim di Indonesia Pemetaan Pendanaan Publik untuk Perubahan Iklim di Indonesia Juli 2014 Komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi risiko perubahan iklim tercermin melalui serangkaian

Lebih terperinci

Formulir Nominasi BUNG HATTA ANTI-CORRUPTION AWARD 2015

Formulir Nominasi BUNG HATTA ANTI-CORRUPTION AWARD 2015 Formulir Nominasi BUNG HATTA ANTI-CORRUPTION AWARD 2015 PRIBADI & RAHASIA UNTUK DIISI OLEH PENGUSUL / NOMINATOR Kriteria Dasar: BHACA dianugerahkan kepada pribadi-pribadi yang: 1. Mempunyai integritas

Lebih terperinci

P P A T K AMLNEWS. Clipping Service. Anti Money Laundering 19 Juli 2011. Indeks

P P A T K AMLNEWS. Clipping Service. Anti Money Laundering 19 Juli 2011. Indeks P P A T K AMLNEWS Clipping Service Anti Money Laundering 19 Juli 2011 Indeks 1. Proyek Wisma Atlet Alex Noerdin segera diperiksa 2. Korupsi Kepala Dinas PU Bengkulu dihukum 3,5 tahun 3. Dugaan Suap Wisma

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

BAB 13 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI

BAB 13 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI BAB 13 REVITALISASI PROSES DESENTRALISASI DAN OTONOMI DAERAH Kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor

Lebih terperinci

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG Dalam bagian ini akan disampaikan faktor yang mempengaruhi kapasitas kelompok yang dilihat dari faktor intern yakni: (1) motivasi

Lebih terperinci

ANOMALI PEMBERANTASAN KORUPSI DAN UPAYA PENYELAMATAN KERUGIAN NEGARA DI NTB

ANOMALI PEMBERANTASAN KORUPSI DAN UPAYA PENYELAMATAN KERUGIAN NEGARA DI NTB Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi (SOMASI) People s Solidarity for Transparency ----------------------------- CATATAN PEMBERANTASAN KORUPSI TAHUN 2014: JILID I ANOMALI PEMBERANTASAN KORUPSI DAN

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 2006-2010 Sambutan Ketua BPK Pengelolaan keuangan negara merupakan suatu kegiatan yang akan mempengaruhi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan bangsa

Lebih terperinci

Dikutip dan disarikan dari Buku Panduan Mencegah Korupsi dalam Pengadaan Barang dan Jasa Publik, TII, 2006

Dikutip dan disarikan dari Buku Panduan Mencegah Korupsi dalam Pengadaan Barang dan Jasa Publik, TII, 2006 Peluang Korupsi dalam Proses Pengadaan Barang dan Jasa Dikutip dan disarikan dari Buku Panduan Mencegah Korupsi dalam Pengadaan Barang dan Jasa Publik, TII, 2006 Jumlah pengadaan barang dan jasa di lembaga

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.01/2012 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.01/2012 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 168/PMK.01/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCA BENCANA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA Pedoman

Lebih terperinci

Tahap Konsultasi untuk Mekanisme Akuntabilitas

Tahap Konsultasi untuk Mekanisme Akuntabilitas Tahap Konsultasi untuk Mekanisme Akuntabilitas Mendengarkan Masyarakat yang Terkena Dampak Proyek-Proyek Bantuan ADB Apa yang dimaksud dengan Mekanisme Akuntabilitas ADB? Pada bulan Mei 2003, Asian Development

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan

Lebih terperinci

FUNGSI KEPABEANAN Oleh : Basuki Suryanto *)

FUNGSI KEPABEANAN Oleh : Basuki Suryanto *) FUNGSI KEPABEANAN Oleh : Basuki Suryanto *) Berdasarkan Pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, bahwa yang dimaksud

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pemilihan umum secara langsung

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 17 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK TENTANG IZIN GANGGUAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 17 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK TENTANG IZIN GANGGUAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 17 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG IZIN GANGGUAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN Menimbang Mengingat DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

Governance Brief. Pengantar: mengapa pengawasan oleh masyarakat penting?

Governance Brief. Pengantar: mengapa pengawasan oleh masyarakat penting? 1 C e n t e r f o r I n t e r n a t i o n a l F o r e s t r y R e s e a r c h Forests and Governance Programme Masyarakat mengawasi pembangunan daerah Bagaimana agar dapat efektif? Ade Cahyat dan Sigit

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN

Lebih terperinci

ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN GEDHE NUSANTARA BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1

ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN GEDHE NUSANTARA BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN. Pasal 1 ANGGARAN RUMAH TANGGA YAYASAN GEDHE NUSANTARA BAB I NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Yayasan ini bernama Yayasan Gedhe Nusantara atau Gedhe Foundation (dalam bahasa Inggris) dan selanjutnya dalam Anggaran

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG

Lebih terperinci

Program Padat Karya Pangan (PKP) MENGATASI SITUASI SULIT DENGAN UPAH BERAS

Program Padat Karya Pangan (PKP) MENGATASI SITUASI SULIT DENGAN UPAH BERAS KABUPATEN PURBALINGGA Program Padat Karya Pangan (PKP) MENGATASI SITUASI SULIT DENGAN UPAH BERAS Sumber: Inovasi Kabupaten di Indonesia. Seri Pendokumentasian Best Practices, BKKSI, 2008 satu SITUASI SEBELUM

Lebih terperinci

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa untuk mewujudkan perekonomian

Lebih terperinci

Clipping Service. Anti Money Laundering 8 Juni 2011. Indeks

Clipping Service. Anti Money Laundering 8 Juni 2011. Indeks Clipping Service Anti Money Laundering 8 Juni 2011 Indeks 1. Dua Terduga jaringan Teroris Ditangkap Densus 88 2. KPK Masih Tak Temukan Tindak Pidana Century KPK tidak yakin bila penyimpangan yang terjadi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada bab ini akan di bahas mengenai latar belakang masalah, rumusan

BAB I PENDAHULUAN. Pada bab ini akan di bahas mengenai latar belakang masalah, rumusan BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan di bahas mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, pertanyaan penelitian, tujuan penelitian, motivasi penelitian, batasan penelitan dan sistematika penelitian.

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 71 TAHUN 2000 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PERAN SERTA MASYARAKAT DAN PEMBERIAN PENGHARGAAN DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI PRESIDEN

Lebih terperinci

PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA

PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) - i - DAFTAR

Lebih terperinci

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAHAN ACEH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAHAN ACEH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAHAN ACEH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik

Lebih terperinci

Mengenal Lebih Dekat Pajak Pertambahan Nilai

Mengenal Lebih Dekat Pajak Pertambahan Nilai Mengenal Lebih Dekat Pajak Pertambahan Nilai Berbagi informasi terkini bersama teman-teman Anda Jakarta Istilah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bukan suatu hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Namun

Lebih terperinci

UU 28 Tahun 1999 : Pelembagaan Peran Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan bebas KKN

UU 28 Tahun 1999 : Pelembagaan Peran Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan bebas KKN UU 28 Tahun 1999 : Pelembagaan Peran Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan yang Bersih dan bebas KKN Oleh : Slamet Luwihono U ERGULIRNYA arus reformasi di Indonesia telah menghadirkan harapan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG WILAYAH NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2009 TENTANG KETENAGALISTRIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2009 TENTANG KETENAGALISTRIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2009 TENTANG KETENAGALISTRIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 1999 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN NEGARA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 1999 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN NEGARA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 68 TAHUN 1999 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PENYELENGGARAAN NEGARA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: Mengingat: Bahwa untuk

Lebih terperinci

Tanggung Jawab Dasar Pengemudi

Tanggung Jawab Dasar Pengemudi Tanggung Jawab Dasar Pengemudi Panduan ini menerangkan kondisi utama yang harus dipenuhi oleh pengemudi yang akan mengoperasikan kendaraan PMI (baik pengemudi yang merupakan karyawan PMI atau pun pegawai

Lebih terperinci

Hidup dan Sumber Daya Alam

Hidup dan Sumber Daya Alam KERTAS POSISI Lima Tahun Pemberlakuan UU Keterbukaan Informasi Publik Buka Informasi, Selamatkan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam April 2015 Pengantar Masyarakat sipil Indonesia mengapresiasi langkah

Lebih terperinci

Program Bonus: Sebuah Modifikasi dari Konsep Kredit-Mikro

Program Bonus: Sebuah Modifikasi dari Konsep Kredit-Mikro Deskripsi Singkat Program Bonus: Sebuah Modifikasi dari Konsep Kredit-Mikro Tujuan dokumen ini adalah untuk memberikan gambaran singkat tentang Program Bonus. Program Bonus memobilisasi dana hibah untuk

Lebih terperinci

Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT

Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2011 TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT GUBERNUR JAWA BARAT, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

Seuntai Kata. Manggar, 16 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur. Zainubi, S.Sos

Seuntai Kata. Manggar, 16 Agustus 2013 Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung Timur. Zainubi, S.Sos Seuntai Kata Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) setiap 10 (sepuluh) tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaan ST2013 merupakan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG MATA UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG MATA UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG MATA UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai suatu

Lebih terperinci

PEMERINGKATAN (RATING) LPZ DI INDONESIA

PEMERINGKATAN (RATING) LPZ DI INDONESIA PEMERINGKATAN (RATING) LPZ DI INDONESIA Oleh Hertanto Widodo Sumber: BUKU KRITIK & OTOKRITIK LSM: Membongkar Kejujuran dan Keterbukaan Lembaga Swadaya Masyarakat Indonesia (Hamid Abidin & Mimin Rukmini)

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Pemerintah berhubung dengan keadaan dalam dan luar negeri

Lebih terperinci

PELAKSANAAN TUGAS INSTITUSI PENERIMA WAJIB LAPOR DI PUSKESMAS PERKOTAAN RASIMAH AHMAD BUKITTINGGI

PELAKSANAAN TUGAS INSTITUSI PENERIMA WAJIB LAPOR DI PUSKESMAS PERKOTAAN RASIMAH AHMAD BUKITTINGGI 1 PELAKSANAAN TUGAS INSTITUSI PENERIMA WAJIB LAPOR DI PUSKESMAS PERKOTAAN RASIMAH AHMAD BUKITTINGGI (Studi Di Puskesmas Perkotaan Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi) Disusun Oleh : Agus Darmawan Pane, 10.10.002.74201.020,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG MATA UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG MATA UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG MATA UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

ECD Watch. Panduan OECD. untuk Perusahaan Multi Nasional. alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab

ECD Watch. Panduan OECD. untuk Perusahaan Multi Nasional. alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab ECD Watch Panduan OECD untuk Perusahaan Multi Nasional alat Bantu untuk pelaksanaan Bisnis yang Bertanggung Jawab Tentang Panduan OECD untuk perusahaan Multi nasional Panduan OECD untuk Perusahaan Multi

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI,

PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI, PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam

Lebih terperinci

Dampak Banjir Terhadap Inflasi

Dampak Banjir Terhadap Inflasi Dampak Banjir Terhadap Inflasi Praptono Djunedi, Peneliti Badan Kebijakan Fiskal Siapa yang merusak harga pasar hingga harga itu melonjak tajam, maka Allah akan menempatkannya di dalam neraka pada hari

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kejahatan yang menghasilkan

Lebih terperinci

Review RENCANA STRATEGIS (RENSTRA SKPD) TAHUN 2010-2015

Review RENCANA STRATEGIS (RENSTRA SKPD) TAHUN 2010-2015 Review RENCANA STRATEGIS (RENSTRA SKPD) TAHUN 2010-2015 DINAS CIPTA KARYA KABUPATEN BADUNG Mangupura, 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DINAS CIPTA KARYA PUSAT PEMERINTAHAN MANGUPRAJA MANDALA JALAN RAYA

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 67 TAHUN 2005 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN

Lebih terperinci

1.4. Modul Mengenai Pengaturan Pemberantasan Pencucian Uang Di Indonesia

1.4. Modul Mengenai Pengaturan Pemberantasan Pencucian Uang Di Indonesia Modul E-Learning 1 PENGENALAN ANTI PENCUCIAN UANG DAN PENDANAAN TERORISME Bagian Keempat. Pengaturan Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang di Indonesia Tujuan Modul bagian keempat yaitu Pengaturan

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PENYAMPAIAN LHKPN & PEMBERIAN TANDA TERIMA DALAM PROSES PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI DAN WALIKOTA

PETUNJUK TEKNIS PENYAMPAIAN LHKPN & PEMBERIAN TANDA TERIMA DALAM PROSES PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI DAN WALIKOTA PETUNJUK TEKNIS PENYAMPAIAN LHKPN & PEMBERIAN TANDA TERIMA DALAM PROSES PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI DAN WALIKOTA DASAR HUKUM Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih

Lebih terperinci

BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN

BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI HUMBANG HASUNDUTAN,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG SUMBANGAN PIHAK KETIGA KEPADA DAERAH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG SUMBANGAN PIHAK KETIGA KEPADA DAERAH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG SUMBANGAN PIHAK KETIGA KEPADA DAERAH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA BUPATI ACEH TIMUR, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENGELOLAAN PERKAYUAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENGELOLAAN PERKAYUAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENGELOLAAN PERKAYUAN Sasaran Pengelolaan perkayuan dalam proyek REKOMPAK-JRF selain mengacu pada hal teknis tentang kualitas kayu yang akan digunakan sebagai material

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KORBAN PERDAGANGAN ORANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA, Menimbang : a. bahwa perdagangan orang

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KEAMANAN NASIONAL

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KEAMANAN NASIONAL RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KEAMANAN NASIONAL Jakarta, 16 Oktober 2012 RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KEAMANAN NASIONAL DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 17.936 rumah tangga

Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 17.936 rumah tangga Jumlah rumah tangga usaha pertanian di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 17.936 rumah tangga Jumlah perusahaan pertanian berbadan hukum di Kota Pagar Alam Tahun 2013 sebanyak 1 Perusahaan Jumlah perusahaan

Lebih terperinci

NOMOR : M.HH-11.HM.03.02.th.2011 NOMOR : PER-045/A/JA/12/2011 NOMOR : 1 Tahun 2011 NOMOR : KEPB-02/01-55/12/2011 NOMOR : 4 Tahun 2011 TENTANG

NOMOR : M.HH-11.HM.03.02.th.2011 NOMOR : PER-045/A/JA/12/2011 NOMOR : 1 Tahun 2011 NOMOR : KEPB-02/01-55/12/2011 NOMOR : 4 Tahun 2011 TENTANG PERATURAN BERSAMA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA KETUA

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PENANGANAN BENCANA

PENJELASAN ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PENANGANAN BENCANA PENJELASAN ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PENANGANAN BENCANA I. Umum Indonesia, merupakan negara kepulauan terbesar didunia, yang terletak di antara dua benua, yakni benua Asia dan benua Australia,

Lebih terperinci

Pelayanan Satu Pintu Plus MENGURUS PERIJINAN (BISA) LEWAT POS SURAT

Pelayanan Satu Pintu Plus MENGURUS PERIJINAN (BISA) LEWAT POS SURAT KABUPATEN SOLOK Pelayanan Satu Pintu Plus MENGURUS PERIJINAN (BISA) LEWAT POS SURAT satu SITUASI SEBELUM INISIATIF Seorang investor yang telah siap menginvestasikan dananya di Kabupaten Solok, ternyata

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, - 1 - PERATURAN PRESIDEN NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 17 Undang-Undang

Lebih terperinci