LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG. Nomor 01 Tahun 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG. Nomor 01 Tahun 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG"

Transkripsi

1 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG Nomor 01 Tahun 2007 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 1 TAHUN 2000 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, Menimbang : a. bahwa ketentuan mengenai Retribusi Izin Gangguan telah diatur dengan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2000 ; b. bahwa Peraturan Daerah tersebut dalam perkembangannya belum menampung seluruh kebutuhan perkembangan hukum dalam masyarakat, maka Peraturan Daerah dimaksud huruf a perlu diubah ; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b diatas, dipandang perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2000 tentang Retribusi Ijin Gangguan ; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Tambahan Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3685), sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 34 Tahun 2000 (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 187, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4020) ; 2. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 1997 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3699) ; 3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4010) ; 4. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4425) 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) ; 6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438) ; 7. Peraturan

2 Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3952) ; 8. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 133 Tambahan Lembaran Negara Nomor 3943) ; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup ( Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3838) ; 10. Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 1990 tentang Limbah Cair ; 11. Keputusan Presiden Nomor 97 Tahun 1993 tentang Tata Cara Penanaman Modal ; 12. Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Tangerang Nomor 9 Tahun 1985 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil Yang Melaksanakan Penyidikan Terhadap Pelangggaran Peraturan Daerah yang memuat ketentuan pidana. 13. Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Retribusi Izin Gangguan. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN TANGERANG Dan BUPATI TANGERANG MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 1 TAHUN 2000 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN. Pasal I Beberapa ketentuan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Retribusi Izin Gangguan, diubah sebagai berikut : 1. Ketentuan Pasal 1 pada angka 7 diubah, diantara angka 7 dan angka 8 disisipkan angka 7a, sehingga berbunyi sebagai berikut : Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 7. Izin Gangguan adalah Pemberian izin tempat usaha kepada orang pribadi atau badan dilokasi tertentu yang dapat menimbulkan bahaya, kerugian dan gangguan. 7a. Indeks Lokasi adalah Indeks klasifikasi jalan yang ditetapkan berdasarkan lokasi usaha atau letak jalan tempat udaha yang mengacu pelebaran jalan. 2. Ketentuan Pasal 2 ayat (2) dihapus. 3. Ketentuan..

3 Ketentuan Pasal 4 ayat (1) diubah, dan ditambah ayat (4), sehingga Pasal 4 berbunyi sebagai berikut : Pasal 4 (1) Pengenaan tarif Retribusi Izin Gangguan didasarkan pada perkalian antara luas ruang tempat usaha, indeks gangguan dan lokasi/jalan. (2) Luas ruang tempat usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah luas bangunan yang dihitung sebagai jumlah luas setiap lantai. (3) Indeksi Gangguan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sebagai berikut : a. Gangguan Tinggi Indeks 5 ; b. Gangguan Menengah Indeks 3 ; c. Gangguan Rendah Indeks 2 ; (4) Lokasi/jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sebagai berikut : a. Lokasi I (L.I) adalah dimana lokasi persil bangunan yang akan didirikan berada di dalam Kampung dengan fasilitas jalan setapak sampai dengan jalan atau gang dengan ROW lebih kecil dari 4 meter : 2 b. Lokasi II (L.II) adalah dimana lokasi persil bangunan yang akan didirikan dengan fasilitas jalan dengan ROW 4,1 meter sampai 7 meter : 3 c. Lokasi III (L.III) adalah dimana lokasi persil bangunan yang akan didirikan dengan fasilitas jalan dengan ROW 7,1 meter sampai 10 meter : 4 d. Lokasi IV (L.IV) adalah dimana lokasi persil bangunan yang akan didirikan dengan fasilitas jalan dengan ROW 10,1 meter sampai 13 meter : 4 e. Lokasi V (L.IV) adalah dimana lokasi persil bangunan yang akan didirikan dengan fasilitas jalan dengan ROW 13,1 meter sampai 16 meter : 5 f. Lokasi VI (L.VI) adalah dimana lokasi persil bangunan yang akan didirikan dengan fasilitas jalan dengan ROW lebih besar dari 16 meter : 5 4. Ketentuan Pasal 6 ayat (2) huruf a diubah, sehingga Pasal 6 berbunyi sebagai berikut : Pasal 6 (1) Struktur besarnya tarif retribusi yang merupakan tarif dasar retribusi ditetapkan sebagai berikut : - Luas < 1000 m2 Rp Luas 1000 m2 s/d 2000 m2 Rp Luas 2001 m2 s/d 4000 m2 Rp Luas > 4000 m2 Rp. 750 (2) Perhitungan besarnya retribusi izin gangguan ditetapkan sebagai berikut : a. Luas Ruang Tempat Usaha (LRTU) x Indeks Gangguan (IG) x Indeks Jalan (IL) x Tarif Dasar Retribusi (TDR). b. Besarnya Tarif dasar untuk perubahan nama perusahaan/kepemilikan perusahaan ditentukan sebesar 30 % (tiga puluh persen) dari tarif dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). c. Besarnya..

4 - 4 - c. Besarnya tarif dasar untuk daftar ulang ditentukan sebesar 10 % (sepuluh persen) dari tarif dasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Untuk Izin Tempat Usaha tidak dikenakan biaya retribusi. 5. Beberapa Ketentuan dalam Lampiran diubah, sebagai berikut : 1. Ketentuan Lampiran Huruf A, ditambah sehingga secara keseluruhan berbunyi sebagai berikut : A. PERUSAHAAN YANG MENIMBULKAN GANGGUAN I. Perusahaan Yang Menggunakan Mesin a. Intensitas Gangguan Tinggi. 1. Industri Perakitan Kenndaraan Bermotor. 2. Industri Tekstil (Pemintalan, pertenunan, Pengelantangan, pencelupan, Pencetakan, Penyempurnaan). 3. Industri Farmasi. 4. Industri Kimia. 5. Industri Semen. 6. Industri Penyamakan/Pengawetan kulit. 7. Industri Penggilingan Batu. 8. Industri Kertas/Pulp. 9. Industri Batu Batery Kering. 10. Industri Logam Elektro Plating/Pencelupan Logam. 11. Industri Saparator accu 12. Industri Karoseri. 13. Industri Marmer. 14. Industri Besi Baja. 15. Industri Minyak Goreng. 16. Industri Margarine. 17. Industri Pupuk. 18. Industri Plastik. 19. Industri Peralatan Rumaha Tangga. 20. Industri Tepung Beras. 21. Industri Tepung Tapioka. 22. Industri Tepung Ubi Jalar. 23. Industri Tepung Ikan. 24. Industri Kayu Lapis. 25. Industri Garmen dengan pencucian. 26. Industri Gula Pasir. 27. Industri Karet Buatan. 28. Industri Pemberantasan Hama. 29. Industri Cat, Pernis, Lak. 30. Industri Sabun, Tapal Gigi. 31. Industri Kosmetik. 32. Industri Perekat. 33. Industri Barangi Peledak. 34. Industri Korek Api. 35. Industri.

5 Industri Pembersihan/Penggilingan Minyak Bumi. 36. Industri Kaca Lembaran,. 37. Industri Kapur. 38. Pengecoran. 39. Industri Logam. 40. Industri Paku, Engsel dan sejenisnya. 41. Industri Suku Cadang. 42. Industri Mesin Tekstil, Mesin Percetakan, Mesih Jahit dan sejenisnya. 43. Industri Transformator dan sejenisnya 44. Industri Vulkanisir Ban. 45. Industri Panel Listrik. 46. Industri Kapal/Perahu 47. Industri Kendaraan Roda dua atau lebih. 48. Industri Komponen dan Perlengkapan Kendaraan Bermotor. 49. Industri Sepeda. 50. Industri Pembekuan/Pengalengan Ikan/Udang. 51. Industri Pencelupan. 52. Industri Batik Cap. 53. Industri Pengasapan, Karet, remiling dan crumb Rubber 54. Industri Peti Kemas. 55. Pabrik Teh. 56. Pabrik Tahu. 57. Pabrik Ban. 58. Pabrik Enternit. 59. Huller/Tempat Penyosohan Beras. 60. Bengkel Kendaraan Bermotor. 61. Bengkel Bubut. 62. Rumah Potong Hewan. 63. Pabrik Soun, Bihun. 64. Industri Mesin Kendaraan Bermotor. 65. Industri Tiner 66. Industri Pagar BRC dan Kawat. 67. Industri Velg Kendaraan. 68. Industri Kaleng dari Alumunium, Seng Gelombang. 69. Industri Minuman Beralkohol. 70. Industri Peleburan dan Pengecoran Besi. b. Intensitas Gangguan Menengah. 1. Pabrik Mie, Macroni, Spageti dan sejenisnya. 2. Pabrik Sepatu/Sandal. 3. Pabrik Minyak Jarak. 4. Pabrik Minyak Kayu Putih. 5. Percetakan. 6. Industri Bumbu Masak. 7. Industri Pengolahan dan Pengawaten Daging. 8. Industri Pengolahan buah-buahan dan sayur-sayuran. 9. Industri pengupasan dan pembersihan kopi/kacangkacangan/umbi-umbian. 10. Industri Roti. 11. Industri Gula Merah. 12. Industri..

6 Industri Bubuk Coklat. 13. Industri Rokok Putih. 14. Industri Pemintalan Benang. 15. Industri Pertenunan. 16. Industri Pengelantangan. 17. Industri Pencetakan dan Penyempurnaan Tekstil. 18. Industri Batik Printing. 19. Industri Karung goni dan karung plastik dan yang sejenisnya. 20. Industri Penggergajian Kayu. 21. Industri Makanan Ternak. 22. Industri Tinta. 23. Industri Posrselin. 24. Industri Barang Gelas. 25. Industri Keramik. 26. Industri Alat Pertanian, Pertukangan. 27. Industri Alat Komunikasi. 28. Industri Alat-alat Dapur dari Alumunium. 29. Industri Komponen Elektronika. 30. Industri Kabel Listrik dan Telepon. 31. Industri Lampu dan Perlengkapan. 32. Industri Alat Fotografi. 33. Industri Penggilingan Padi. 34. Industri Susu. 35. Industri Pengolahan Plastik. 36. Industri Karton Box. 37. Industri Pengolahan Kayu 38. Industri Aksesoris Sepatu. 39. Industri Makanan ringan kue dan sejenisnya. 40. Industri Pipa Palaron PVC. 41. Industri Sarung Tangan Karet c. Intensitas Gangguan Rendah. 1. Pabrik Bata Merah/Batako. 2. Pabrik Es Batu. 3. Pabrik Garam. 4. Pergudangan. 5. Tambak Udang. 6. Perusahaan Pencucian Kendaraan. 7. Perusahaan Strum Accu. 8. Konfeksi. 9. Industri Kerajinan Rumah Tangga. 10. Industri Perakitan Elektronik. 11. Industri Sirop. 12. Industri Perajutan. 13. Industri Permadani. 14. Industri Kapuk. 15. Industri Pencucian. 16. Industri Kecap, Tauco. 17. Industri Kerupuk. 18. Industri Petis, Terasi. 19. Industri Minuman. 20. Industri

7 Industri Pengeringan, Pengolahan Tembakau. 21. Industri Alat Musik. 22. Industri Mainan Anak-anak. 23. Industri Alat-alat Tulis/Gambar. 24. Industri Permata/Barang Perhiasan. 25. Industri Jamu. 26. Catering. 27. Bioskop. 28. Industri Radio, TV dan sejenisnya. 29. Industri Pembuatan Tas dan dan Tali Sepatu. 30. Industri Kemasan. 31. Industri Rotan. 32. Home Industri. 33. Pengolahan Limbah. 34. Ikan Hias. II. Perusahaan Yang Tidak Menggunakan Mesin a. Intensitas Gangguan Tinggi. 1. Hotel Bertarap Internasional. 2. Rumah Bertingkat/Kondomonium. 3. Restoran. 4. Bengkel Kendaraan Bermotor. 5. Pembibitan Ayam Ras. 6. Peternakan Babi. 7. Peternakan Kera. 8. Peternakan Ayam/Unggas. 9. Peternakan Sapi/Perah. 10. Rumah Potong Unggas. 11. Peternakan Buaya. 12. Permainan Ketangkasan. 13. SPBU. 14. Gudang Tempat Penyimpanan Bahan Kimia. 15. Rumah Sakit Bertarap Internasional. b. Intensitas Gangguan Menengah 1. Perusahaan Goreng Bawang. 2. Suparmarket/Swasta. 3. Pusat Pertokoan dan Perkantoran. 4. Show Room 5. Pool Kendaraan. 6. Los Kerja c. Intensitas Gangguan Rendah 1. Industri Kerajinan Rumah Tangga. 2. Hotel Bunga Melati/Losmen/Penginapan. 3. Tempat Rekreasi. 4. Rumah Bersalin. 5. Kolam Renang. 6. Perusahaan.

8 Perusahaan Meubelair. 7. Perusahaan Batik. 8. Perusahaan Pencucian Kendaraan. 9. Pabrik Tempe, Oncom 10. Bilyard. 11. Gedung-gedung yang dikomersilkan. 12. Rumah Burung Walet. 13. Lapangan Golf 14. Ruko. 15. Penampungan Tenaga Kerja. 16. Toko Onderdil. 17. Pertanian Tanam Hias 18. Biro Perjalanan. 2. Ketentuan Lampiran Huruf B, angka 7, 15 dan 24 Dihapus. Pasal II Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya dan memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Tangerang. Diundangkan di Tigaraksa pada tanggal SEKRETARIS DAERAH ttd H. NANANG KOMARA Ditetapkan di Tigaraksa LEMBARAN DAERAH TAHUN 2007 NOMOR 01 pada tanggal BUPATI TANGERANG ttd H. ISMET ISKANDAR

9 PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 1 TAHUN 2000 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN I. U M U M Peraturan mengenai Retribusi Izin Gangguan di wilayah Kabupaten Tangerang yang berlaku sekarang ini tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Tangerang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Retribusi Izin Gangguan. Peraturan Daerah tersebut direvisi kembali disesuaikan dengan kondisi yang ada sekarang ini, baik materi maupun pertimbangan hukum yang disesuaikan dengan perkembangan pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang, maka perlu diatur secara teknis dan profesional dalam Perubahan Peraturan. II. PASAL DEMI PASAL Pasal I Angka 1 Pasal 1 Angka 2 Angka 3 Angka 7 dan angka 7 a Cukup Jelas Cukup Jelas Pasal 4 ayat (1), (2), (3) dan ayat (4) Angka 4 Cukup Jelas Pasal 6 ayat (1), (2) dan ayat (3) Cukup Jelas TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH NOMOR

LAMPIRAN II : PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR : 8 TAHUN 2013 TENTANG : RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU

LAMPIRAN II : PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR : 8 TAHUN 2013 TENTANG : RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU LAMPIRAN II : PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR : 8 TAHUN 2013 TENTANG : RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU JENIS-JENIS PERUSAHAAN DAN TINGKAT GANGGUAN I. Perusahaan yang menggunakan mesin dengan tingkat

Lebih terperinci

LAMPIRAN II PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU A. KEGIATAN YANG MENIMBULKAN GANGGUAN

LAMPIRAN II PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU A. KEGIATAN YANG MENIMBULKAN GANGGUAN LAMPIRAN II PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU A. KEGIATAN YANG MENIMBULKAN GANGGUAN I. Kegiatan/Usaha Yang Menggunakan Mesin. a. Intensitas Gangguan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI NOMOR 8 TAHUN 0 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI NOMOR TAHUN 0 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PULANG PISAU NOMOR 4 TAHUN 2015

BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PULANG PISAU NOMOR 4 TAHUN 2015 SALINAN BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PULANG PISAU NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN PULANG PISAU NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 5 TAHUN 2006 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 5 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 41 TAHUN 2001 TENTANG IJIN GANGGUAN

Lebih terperinci

NO SERI C PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 15 TAHUN 2001 RETRIBUSI PELAYANAN IZIN GANGGUAN DAN IZIN TEMPAT USAHA

NO SERI C PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 15 TAHUN 2001 RETRIBUSI PELAYANAN IZIN GANGGUAN DAN IZIN TEMPAT USAHA LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN GARUT NOMOR 15 TAHUN 2001 RETRIBUSI PELAYANAN IZIN GANGGUAN DAN IZIN TEMPAT USAHA (1) Perusahaan yang termasuk dalam Undang-undang Gangguan besar/tinggi : a. Perusahaan

Lebih terperinci

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG BUPATI BANGKA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG Nomor 9 Tahun 2007 PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG NOMOR 13 TAHUN 2007 T E N T A N G RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG, Menimbang

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 43 TAHUN : 2004 SERI : C PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 6 TAHUN 2004 TENTANG IJIN UNDANG-UNDANG GANGGUAN (HINDER ORDONANTIE) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

DIREKTORI PERUSAHAAN INDUSTRI DI KOTA DENPASAR TAHUN 2016 KECAMATAN DENPASAR TIMUR

DIREKTORI PERUSAHAAN INDUSTRI DI KOTA DENPASAR TAHUN 2016 KECAMATAN DENPASAR TIMUR KECAMATAN DENPASAR TIMUR 1 Industri Air Minum Dalam Kemasan 4 2 Industri Alas Kaki Lainnya 5 3 Industri Alat Pertanian dari Logam 3 4 Industri Alat-alat Dapur Dari Logam 4 5 Industri Alat-alat Dapur dari

Lebih terperinci

Kompetitor Takoyaki Daerah Tangerang Jakarta. Nama Toko : TAKO ICHI ( JAPANESE OCHTOPUS BALL ) Lokasi : Supermall Lippo Karawaci

Kompetitor Takoyaki Daerah Tangerang Jakarta. Nama Toko : TAKO ICHI ( JAPANESE OCHTOPUS BALL ) Lokasi : Supermall Lippo Karawaci LAMPIRAN Kompetitor Takoyaki Daerah Tangerang Jakarta Nama Toko : TAKO ICHI ( JAPANESE OCHTOPUS BALL ) Lokasi : Supermall Lippo Karawaci Nama Toko : TAKO SHIRO Lokasi : Mall Daan Mogot Nama Toko : SHI

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH K A B U P A T E N B A N D U N G IJIN UNDANG-UNDANG GANGGUAN

LEMBARAN DAERAH K A B U P A T E N B A N D U N G IJIN UNDANG-UNDANG GANGGUAN SALINAN LEMBARAN DAERAH K A B U P A T E N B A N D U N G NOMOR : 2 TAHUN 2001 SERI : C PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 3 TAHUN 2001 TENTANG IJIN UNDANG-UNDANG GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR : 11 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARAWANG,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR : 11 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARAWANG, PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR : 11 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARAWANG, Menimbang : a. bahwa Retribusi Izin Gangguan sebagaimana diatur

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM PASER UTARA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pemberdayaan

Lebih terperinci

NO NAMA INDUSTRI JENIS INDUSTRI*)

NO NAMA INDUSTRI JENIS INDUSTRI*) Tabel : SP-1C (T). JUMLAH INDUSTRI/KEGIATAN USAHA KECIL Provinsi : DKI JAKARTA Tahun : 2015 TERPASANG SENYATANYA 1 Industri Makanan Kegiatan Rumah Potong dan Pengepakan Daging Unggas 100.00 55.71 Industri

Lebih terperinci

-2- Mesin dan/atau Peralatan Industri kecil dan/atau Industri menengah; Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kement

-2- Mesin dan/atau Peralatan Industri kecil dan/atau Industri menengah; Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kement No.440, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPERIN. Restrukturisasi Mesin. Peralatan Industri Kecil Indis PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20/M-IND/PER/3/2016 TENTANG PERUBAHAN

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR,

GUBERNUR JAWA TIMUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR, GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 30 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2017 TENTANG UPAH MINIMUM SEKTORAL KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI NOMOR 7 TAHUN 1997 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI NOMOR 7 TAHUN 1997 TENTANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI NOMOR 7 TAHUN 1997 TENTANG IJIN UNDANG-UNDANG GANGGUAN DAN IJIN TEMPAT USAHA DALAM WILAYAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG IZIN GANGGUAN

LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG IZIN GANGGUAN LEMBARAN DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KOTA TANGERANG SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG SELATAN,

Lebih terperinci

QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG

QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG QANUN KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN ACEH TIMUR NOMOR 19 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI HASIL USAHA INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2009 NOMOR : 4 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 4 TAHUN 2009 T E N T A N G RETRIBUSI IZIN GANGGUAN

LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2009 NOMOR : 4 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 4 TAHUN 2009 T E N T A N G RETRIBUSI IZIN GANGGUAN LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2009 NOMOR : 4 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 4 TAHUN 2009 T E N T A N G RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA CILEGON, Menimbang

Lebih terperinci

NO NAMA INDUSTRI JENIS INDUSTRI*)

NO NAMA INDUSTRI JENIS INDUSTRI*) Tabel : SP-1A (T). JUMLAH INDUSTRI/KEGIATAN USAHA SKALA MENENGAH DAN BESAR Provinsi : DKI JAKARTA Tahun : 2015 NO NAMA INDUSTRI JENIS INDUSTRI*) 1 Industri Makanan Kegiatan Rumah Potong dan Pengepakan

Lebih terperinci

NOMOR 53 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENERBITAN IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG,

NOMOR 53 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENERBITAN IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG, ================================================================ PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 53 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENERBITAN IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TANGERANG,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II BANDUNG NOMOR 23 TAHUN 1998 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II BANDUNG NOMOR 23 TAHUN 1998 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 1999 TAHUN : 1999 NOMOR : 4 SERI : B PERATURAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II BANDUNG NOMOR 23 TAHUN 1998 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BAB II : TEKANAN TERHADAP LINGKUNGAN Tabel : SE-12. JUMLAH INDUSTRI/KEGIATAN USAHA SKALA MENENGAH DAN BESAR Provinsi : DKI JAKARTA Tahun : 2009

BAB II : TEKANAN TERHADAP LINGKUNGAN Tabel : SE-12. JUMLAH INDUSTRI/KEGIATAN USAHA SKALA MENENGAH DAN BESAR Provinsi : DKI JAKARTA Tahun : 2009 BAB II : TEKANAN TERHADAP LINGKUNGAN Tabel : SE-. JUMLAH INDUSTRI/KEGIATAN USAHA SKALA MENENGAH DAN BESAR Provinsi : DKI JAKARTA Tahun : 009 NO NAMA INDUSTRI JENIS INDUSTRI*) JUMLAH PERUSAHAAN KAPASITAS

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK TAHUN 2001 NOMOR 32 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 1 TAHUN 2001

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK TAHUN 2001 NOMOR 32 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 1 TAHUN 2001 LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK TAHUN 2001 NOMOR 32 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 1 TAHUN 2001 Menimbang TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA DEPOK, : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 10 TAHUN 2003 TENTANG PELAYANAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALI KOTA BONTANG,

PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 10 TAHUN 2003 TENTANG PELAYANAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALI KOTA BONTANG, PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 10 TAHUN 2003 TENTANG PELAYANAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALI KOTA BONTANG, Menimbang : a bahwa setiap orang atau badan hukum yang

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK TAHUN 2001 NOMOR 32 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 1 TAHUN 2001

LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK TAHUN 2001 NOMOR 32 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 1 TAHUN 2001 LEMBARAN DAERAH KOTA DEPOK TAHUN 2001 NOMOR 32 PERATURAN DAERAH KOTA DEPOK NOMOR 1 TAHUN 2001 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA DEPOK, Menimbang Mengingat : a.

Lebih terperinci

TABEL PENGHITUNGAN BESARNYA RETRIBUSI IMBG. No. KOMPONEN KEGIATAN PENGHITUNGAN BESARNYA RETRIBUSI 1.

TABEL PENGHITUNGAN BESARNYA RETRIBUSI IMBG. No. KOMPONEN KEGIATAN PENGHITUNGAN BESARNYA RETRIBUSI 1. TABEL PENGHITUNGAN BESARNYA RETRIBUSI IMBG LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOGOR NOMOR : 30 Tahun 2011 TANGGAL : 30 Desember 2011 No. KOMPONEN KEGIATAN PENGHITUNGAN BESARNYA RETRIBUSI 1. 2. Bangunan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA TENGAH, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA BANJAR NOMOR 7 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PEMBERIAN IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA BANJAR NOMOR 7 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PEMBERIAN IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KOTA BANJAR NOMOR 7 TAHUN 2005 TENTANG KETENTUAN PEMBERIAN IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : WALIKOTA BANJAR, a. bahwa dengan ditetapkannya Undang-undang Nomor

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR: 18 TAHUN : 1995 SERI : B.1.

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR: 18 TAHUN : 1995 SERI : B.1. LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR: 18 TAHUN : 1995 SERI : B.1. PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II INDRAMAYU NOMOR 16 TAHUN 1995 TENTANG PERUBAHAN KEDUA PERATURAN DAERAH

Lebih terperinci

PROSEDUR TETAP/ STANDARD OPERATING PROCEDURE(SOP) IZIN GANGGUAN

PROSEDUR TETAP/ STANDARD OPERATING PROCEDURE(SOP) IZIN GANGGUAN PROSEDUR TETAP/ STANDARD OPERATING PROCEDURE(SOP) IZIN GANGGUAN LAMPIRAN XIII: KEPUTUSAN WALIKOTA BEKASI Nomor : Tanggal : Jenis Izin Masa Berlaku Pemberi pertimbangan Dasar Hukum Maksud dan Tujuan Sasaran/

Lebih terperinci

KLASIFIKASI INDUSTRI A. Industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya 1. Aneka industri 2. Industri mesin dan logam dasar

KLASIFIKASI INDUSTRI A. Industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya 1. Aneka industri 2. Industri mesin dan logam dasar KLASIFIKASI INDUSTRI Industri adalah suatu usaha atau kegiatan yang melakukan proses atau aktivitas yang mengubah dari sesuatu atau bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi berupa barang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 25 TAHUN 2002 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA B U P A T I S I A K,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 25 TAHUN 2002 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA B U P A T I S I A K, PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 25 TAHUN 2002 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA B U P A T I S I A K, Menimbang Mengingat : : bahwa berdasarkan U n d a n g - u n d

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2018 TENTANG UPAH MINIMUM SEKTORAL KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2018

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2018 TENTANG UPAH MINIMUM SEKTORAL KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2018 GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2018 TENTANG UPAH MINIMUM SEKTORAL KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2018 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAWA TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 10 TAHUN 2005 SERI C NOMOR 06 PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 09 TAHUN 2005

LEMBARAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 10 TAHUN 2005 SERI C NOMOR 06 PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 09 TAHUN 2005 LEMBARAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 10 TAHUN 2005 SERI C NOMOR 06 PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 09 TAHUN 2005 TENTANG IZIN GANGGUAN BAGI KEGIATAN USAHA, PERUSAHAAN DAN INDUSTRI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia SURAT KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN TENTANG PENETAPAN JENIS-JENIS INDUSTRI DALAM PEMBINAAN MASING-MASING DIREKTORAT JENDERAL DAN

Lebih terperinci

BUPATI NGAWI PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR 32 TAHUN 2006 TENTANG

BUPATI NGAWI PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR 32 TAHUN 2006 TENTANG BUPATI NGAWI PERATURAN BUPATI NGAWI NOMOR 32 TAHUN 2006 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN TATA CARA PENGAJUAN PERMOHONAN, PEMROSESAN, DAN PENERBITAN IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI NGAWI,

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2013 NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN

LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2013 NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN LEMBARAN DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2013 NOMOR : 2 PERATURAN DAERAH KOTA CILEGON NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA CILEGON, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA 1997

KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA 1997 KLASIFIKASI BAKU LAPANGAN USAHA INDONESIA 1997 KODE KETERANGAN 000 KEGIATAN YANG BELUM JELAS BATASANNYA 011 PERTANIAN TANAMAN PANGAN, TANAMAN PERKEBUNAN, DAN HORTIKULTURA 012 PETERNAKAN 013 KOMBINASI PERTANIAN

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN BUPATI BANGKA NOMOR 4 TAHUN 2005 TENTANG

SALINAN PERATURAN BUPATI BANGKA NOMOR 4 TAHUN 2005 TENTANG SALINAN PERATURAN BUPATI BANGKA NOMOR 4 TAHUN 2005 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BANGKA NOMOR 6 TAHUN 1999 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN BUPATI BANGKA, Menimbang

Lebih terperinci

TARIF RETRIBUSI IJIN MENDIRIKAN BANGUNAN. TARIP RETRIBUSI (Rp) NO JENIS DAN FUNGSI BANGUNAN UKURAN BANGUNAN SEDERHANA

TARIF RETRIBUSI IJIN MENDIRIKAN BANGUNAN. TARIP RETRIBUSI (Rp) NO JENIS DAN FUNGSI BANGUNAN UKURAN BANGUNAN SEDERHANA 1 LAMPIRAN I PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR : 14 TAHUN 2011 TANGGAL : 12 SEPTEMBER 2011 TARIF RETRIBUSI IJIN MENDIRIKAN BANGUNAN TARIP RETRIBUSI (Rp) NO JENIS DAN FUNGSI BANGUNAN UKURAN BANGUNAN

Lebih terperinci

Jumlah Unit Usaha, Tenaga Kerja, Investasi dan Nilai Produksi Potensi Industri 2008

Jumlah Unit Usaha, Tenaga Kerja, Investasi dan Nilai Produksi Potensi Industri 2008 Tabel 6.1.01 : Unit Usaha, Tenaga Kerja, Investasi dan Nilai Produksi Potensi Industri 2008 Unit Usaha. Tenaga Kerja. 1. Industri Argo dan Hasil Hutan 390 8,716 9,106 3,937 33,616 37,553 2. Industri Tekstil,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUNINGAN NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUNINGAN,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUNINGAN NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUNINGAN, PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUNINGAN NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUNINGAN, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pengaturan pemberian perizinan

Lebih terperinci

A. Kelompok Bangunan dan Pekerjaan Umum Upah Harian (Rp) 1 Pekerja/Knek ,00. 2 Tukang Gali ,00. 3 Kepala Tukang Batu 110.

A. Kelompok Bangunan dan Pekerjaan Umum Upah Harian (Rp) 1 Pekerja/Knek ,00. 2 Tukang Gali ,00. 3 Kepala Tukang Batu 110. Lampiran : Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 17 Tahun 2011 Tanggal 2 Februari 2011 Kualifikasi Pekerja A. Kelompok Bangunan dan Pekerjaan Umum Upah Harian 1 Pekerja/Knek 81.175,00

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 2 TAHUN 2005

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 2 TAHUN 2005 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR : 09 TAHUN 2005 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANAH

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 17 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 17 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 17 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG RETRIBUSI SURAT KETERANGAN ASAL BARANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LOMBOK TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

WALIKOTA PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT WALIKOTA PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA PARIAMAN NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG IJIN PEMANFAATAN RUANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG IJIN PEMANFAATAN RUANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG Nomor 11 Tahun 2006 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG IJIN PEMANFAATAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANGERANG, Menimbang:

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR TAHUN 2010 NOMOR 30 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR TAHUN 2010 NOMOR 30 PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG LEMBARAN DAERAH TAHUN 2010 NOMOR 30 PERATURAN DAERAH NOMOR 30 TAHUN 2010 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI OGAN KOMERING ILIR, Menimbang a. bahwa dalam upaya pengendalian

Lebih terperinci

Jumlah Unit Usaha, Tenaga Kerja, Investasi dan Nilai Produksi Potensi Industri Tahun 2009

Jumlah Unit Usaha, Tenaga Kerja, Investasi dan Nilai Produksi Potensi Industri Tahun 2009 Tabel 6.1.01 : Unit Usaha, Tenaga Kerja, Investasi dan Nilai Produksi Potensi Industri Tahun 2009 Komoditi Unit Usaha _ Tenaga Kerja _ (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Industri Argo dan Hasil Hutan 390 8.736

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI OGAN ILIR NOMOR : 1 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN BUPATI OGAN ILIR NOMOR : 1 TAHUN 2009 TENTANG BUPATI OGAN ILIR PERATURAN BUPATI OGAN ILIR NOMOR : 1 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN BUPATI OGAN ILIR, Menimbang : a. bahwa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat khusunya dalam penerbitan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN JENEPONTO LEMBARAN DAERAH NOMOR : 15 TAHUN 2001 PERATURAN DAERAH KABUPATEN JENEPONTO NOMOR 15 TAHUN 2001 T E N T A N G

PEMERINTAH KABUPATEN JENEPONTO LEMBARAN DAERAH NOMOR : 15 TAHUN 2001 PERATURAN DAERAH KABUPATEN JENEPONTO NOMOR 15 TAHUN 2001 T E N T A N G PEMERINTAH KABUPATEN JENEPONTO LEMBARAN DAERAH NOMOR : 15 TAHUN 2001 PERATURAN DAERAH KABUPATEN JENEPONTO NOMOR 15 TAHUN 2001 T E N T A N G PERUBAHAN PERTAMA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JENEPONTO NOMOR

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HALMAHERA BARAT NOMOR : 26 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI HALMAHERA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HALMAHERA BARAT NOMOR : 26 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI HALMAHERA 1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN HALMAHERA BARAT NOMOR : 26 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI HALMAHERA BARAT Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkan Undang-undang

Lebih terperinci

BUPATI BANGKA TENGAH

BUPATI BANGKA TENGAH BUPATI BANGKA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH NOMOR 47 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANGKA TENGAH, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 9 TAHUN 2004 TENTANG INSENTIF BAGI INVESTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN,

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 9 TAHUN 2004 TENTANG INSENTIF BAGI INVESTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN, PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 9 TAHUN 2004 TENTANG INSENTIF BAGI INVESTOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN, Menimbang : a. bahwa dalam upaya menarik minat investor dalam maupun

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG No.04/01/3327/2015. 5 Januari 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN PEMALANG Bulan Desember 2014 Inflasi 1,92 persen Pada, Kabupaten

Lebih terperinci

PENGUKUHAN PKP PER JENIS USAHA JENIS USAHA :... NAMA/MEREK USAHA/ALAMAT : N.P.W.P NO. P.K.P KETERANGAN (1) (2) (3) (4) (5)

PENGUKUHAN PKP PER JENIS USAHA JENIS USAHA :... NAMA/MEREK USAHA/ALAMAT : N.P.W.P NO. P.K.P KETERANGAN (1) (2) (3) (4) (5) L A M P I R A N I PENGUKUHAN PKP PER JENIS USAHA JENIS USAHA :... SE. NO. /PJ. /19... KLU... NO. URUT NAMA/MEREK USAHA/ALAMAT : N.P.W.P NO. P.K.P KETERANGAN (1) (2) (3) (4) (5) KP. PPN. 9B-1. L A M P I

Lebih terperinci

Jumlah Unit Usaha, Tenaga Kerja, Investasi dan Nilai Produksi : Potensi Industri di Kabupaten Garut Tahun 2012

Jumlah Unit Usaha, Tenaga Kerja, Investasi dan Nilai Produksi : Potensi Industri di Kabupaten Garut Tahun 2012 Industri/ Industry Unit Usaha, Tenaga Kerja, Investasi dan Nilai Produksi..0 : Potensi Industri di Kabupaten Garut Tahun 0 Number of Establishment, Employment, Investation and Value of Potential Industrial

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 8 TAHUN 2003 TENTANG IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 8 TAHUN 2003 TENTANG IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA Dicabut dengan Perda Nomor 2 Tahun 2015 PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 8 TAHUN 2003 TENTANG IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA Menimbang : a. bahwa bagi setiap

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN IZIN GANGGUAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN IZIN GANGGUAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN IZIN GANGGUAN DAN RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

LAMPIRAN I : JENIS INDUSTRI DAN BESARNYA NILAI DASAR RETRIBUSI IZIN USAHA INDUSTRI DALAM WILAYAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

LAMPIRAN I : JENIS INDUSTRI DAN BESARNYA NILAI DASAR RETRIBUSI IZIN USAHA INDUSTRI DALAM WILAYAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA LAMPIRAN I : JENIS INDUSTRI DAN BESARNYA NILAI DASAR RETRIBUSI IZIN USAHA INDUSTRI DALAM WILAYAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA I. INDUSTRI KIMIA, AGRO DAN HASIL HUTAN A. INDUSTRI PENGOLAHAN DAN PENGAWETAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN NOMOR : 4 TAHUN 009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN NOMOR : 4 TAHUN 009 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI ASAHAN, Menimbang : a.

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 1 TAHUN 2017 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 1 TAHUN 2017 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG 1 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 1 TAHUN 2017 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 1 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 11 TAHUN 2012 TENTANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG IZIN GANGGUAN BAGI KEGIATAN USAHA, PERUSAHAAN DAN INDUSTRI

PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG IZIN GANGGUAN BAGI KEGIATAN USAHA, PERUSAHAAN DAN INDUSTRI PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG IZIN GANGGUAN BAGI KEGIATAN USAHA, PERUSAHAAN DAN INDUSTRI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA JAMBI, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pelaksanaan

Lebih terperinci

1. Klasifikasi industri berdasarkan bahan baku 2. Klasifikasi industri berdasarkan tenaga kerja

1. Klasifikasi industri berdasarkan bahan baku 2. Klasifikasi industri berdasarkan tenaga kerja Industry *) Istilah industri sering diidentikkan dengan semua kegiatan ekonomi manusia yang mengolah barang mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Dari definisi tersebut,

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTAWARINGIN BARAT, Menimbang

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROCEDURE(SOP) IZIN GANGGUAN

STANDARD OPERATING PROCEDURE(SOP) IZIN GANGGUAN STANDARD OPERATING PROCEDURE(SOP) IZIN GANGGUAN LAMPIRAN XIII : KEPUTUSAN WALIKOTA BEKASI Nomor : Tanggal : PROSEDUR TETAP / STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) IZIN GANGGUAN Jenis Izin Masa Berlaku Pemberi

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR BADAN PUSAT STATISTIK BADAN PUSAT STATISTIK No. 76/12/Th. XII, 1 Desember PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR OKTOBER HARGA GROSIR TURUN 0,07 PERSEN Pada bulan Oktober Indeks harga grosir/agen

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN jiwa (Central Intelligence Agency (CIA),2017). Indonesia merupakan

BAB I PENDAHULUAN jiwa (Central Intelligence Agency (CIA),2017). Indonesia merupakan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Indonesia adalah salah satu negara berkembang di Asia Tenggara. Negara dengan jumlah penduduk ke empat terbesar di dunia yaitu dengan 258.316.051 jiwa (Central Intelligence

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG Nomor : 11 Tahun : 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR 3 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI

Lebih terperinci

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 03/02/53/Th. XIV, 1 Februari 2011 Angka sementara nilai ekspor nonmigas Propinsi Nusa Tenggara Timur pada bulan Desember 2010 sebesar 1,778 juta *) US $ dengan volume

Lebih terperinci

Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Tahun 2017 (dalam US$ juta)

Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Tahun 2017 (dalam US$ juta) Ringkasan Eksekutif Perkembangan Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Bulan Februari 2017 A. Pertumbuhan Ekspor Impor Industri Pengolahan 12.000 10.000 8.000 6.000 4.000 2.000 0 Perkembangan Nilai Ekspor

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2012 NOMOR : 42 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 42 TAHUN 2012 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2012 NOMOR : 42 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 42 TAHUN 2012 TENTANG BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2012 NOMOR : 42 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 42 TAHUN 2012 TENTANG PENGGOLONGAN PELANGGAN AIR BERSIH PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KOTA CILEGON DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR BADAN PUSAT STATISTIK No. 70/11/Th. XIII, 1 November PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR OKTOBER HARGA GROSIR NAIK 0,17 PERSEN Pada bulan Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan

Lebih terperinci

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PEMALANG No.04/08/3327/2014. 5 Agustus 2014 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI KABUPATEN PEMALANG Bulan Juli 2014 Inflasi 0,77 persen Pada, Kabupaten Pemalang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 9 TAHUN 2000

PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 9 TAHUN 2000 PERATURAN DAERAH KOTA DUMAI NOMOR 9 TAHUN 2000 TENTANG RETRIBUSI IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA DUMAI, Menimbang: a. Bahwa pengendalian, pengawasan dan penerapan pembangunan yang

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR BADAN PUSAT STATISTIK No. 71/11/Th. XIV, 1 November PERKEMBANGAN INDEKS HARGA PERDAGANGAN BESAR OKTOBER HARGA GROSIR NAIK 0,20 PERSEN Pada bulan Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar

Lebih terperinci

Zaenal, Asikid, Dasar Dasar Hukum Perburuhan, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1993

Zaenal, Asikid, Dasar Dasar Hukum Perburuhan, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1993 Zaenal, Asikid, Dasar Dasar Hukum Perburuhan, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1993 B. INTERNET www.jamsostek.co.id C. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Undang-Undang Dasar 1945 Undang-Undang Nomor 13 Tahun

Lebih terperinci

5. Perkebunan tahunan seperti karet, coklat, kelapa, dan lain-lain. 6. Pabrik teh. 7. Penggorengan dan pembuatan kopi bubuk. 8. Pabrik gula. 9. Pabrik

5. Perkebunan tahunan seperti karet, coklat, kelapa, dan lain-lain. 6. Pabrik teh. 7. Penggorengan dan pembuatan kopi bubuk. 8. Pabrik gula. 9. Pabrik LAMPIRAN I PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 1993 TANGGAL 27 PEBRUARI 1993 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL TENAGA KERJA KELOMPOK I 1. Penjahitan/Konvensi 2. Pabrik Topi

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI NOMOR 9 TAHUN 2001 TENTANG IZIN USAHA INDUSTRI DALAM WILAYAH KABUPATEN KUTAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI NOMOR 9 TAHUN 2001 TENTANG IZIN USAHA INDUSTRI DALAM WILAYAH KABUPATEN KUTAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI NOMOR 9 TAHUN 2001 TENTANG IZIN USAHA INDUSTRI DALAM WILAYAH KABUPATEN KUTAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI, Menimbang : a. bahwa dengan telah diserahkannya

Lebih terperinci

8. Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2004 tentang Dewan Pengupahan;

8. Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2004 tentang Dewan Pengupahan; `` 2 7. Peraturan Pemerintah mor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota; 8. Keputusan Presiden mor 107

Lebih terperinci

BUPATI GORONTALO PROVINSI GORONTALO

BUPATI GORONTALO PROVINSI GORONTALO BUPATI GORONTALO PROVINSI GORONTALO PERATURAN BUPATI GORONTALO NOMOR 3 TAHUN 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN GORONTALO NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU DENGAN

Lebih terperinci

Ringkasan Eksekutif Perkembangan Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Bulan Januari Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor

Ringkasan Eksekutif Perkembangan Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Bulan Januari Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Ringkasan Eksekutif Perkembangan Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Bulan Januari 2017 A. Pertumbuhan Ekspor Impor Industri Pengolahan 10.400 10.200 10.000 9.800 9.600 9.400 9.200 9.000 10.136,84 Perkembangan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA

SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA NOMOR 18 TAHUN 2001 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BANGKA NOMOR 18 TAHUN 1998 TENTANG PEMBERIAN SURAT IZIN TEMPAT USAHA DALAM

Lebih terperinci

UPAH MINIMUM KOTA BATAM 2013 OLEH : DINAS TENAGA KERJA KOTA BATAM

UPAH MINIMUM KOTA BATAM 2013 OLEH : DINAS TENAGA KERJA KOTA BATAM UPAH MINIMUM KOTA BATAM 2013 OLEH : DINAS TENAGA KERJA KOTA BATAM UPAH MINIMUM Upah Bulanan Terendah : UPAH POKOK TERMASUK TUNJANGAN TETAP MASA KERJA KURANG DARI 1 (SATU) TAHUN (PASAL 8 PERMENAKER NO.

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA PRABUMULIH NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA PRABUMULIH NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERATURAN DAERAH KOTA PRABUMULIH NOMOR 6 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA PRABUMULIH NOMOR 4 TAHUN 2003 TENTANG SURAT IZIN TEMPAT USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA JAMBI PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI

LEMBARAN DAERAH KOTA JAMBI PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI 1 LEMBARAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 45 TAHUN 2003 SERI C NOMOR 28 PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 11 TAHUN 2003 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KOTA JAMBI NOMOR 04 TAHUN 2000 TENTANG RETRIBUSI

Lebih terperinci

tidak sesuai dengan peraturan perundangundangan LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI SERI C 19 AGUSTUS 2009 NO.1/C

tidak sesuai dengan peraturan perundangundangan LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI SERI C 19 AGUSTUS 2009 NO.1/C 19 AGUSTUS 2009 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI SERI C SALINAN NO.1/C PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR 6 TAHUN 2009 Menimbang TENTANG RETRIBUSI IJIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PEMBAGIAN KELOMPOK TINGKAT RESIKO LINGKUNGAN KERJA

PEMBAGIAN KELOMPOK TINGKAT RESIKO LINGKUNGAN KERJA LAMPIRAN I PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM JAMINAN KECELAKAAN KERJA DAN JAMINAN KEMATIAN PEMBAGIAN KELOMPOK TINGKAT RESIKO LINGKUNGAN KERJA TINGKAT

Lebih terperinci

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 03/03/53/Th. XIV, 1 Maret 2011 Total Nilai Ekspor Propinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2010 sebesar 35,937 juta US$, dengan volume sebesar 151,994 ribu ton. Angka sementara

Lebih terperinci

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 589/MPP/Kep/10/1999 TENTANG PENETAPAN JENIS-JENIS INDUSTRI DALAM PEMBINAAN MASING-MASING DIREKTORAT JENDERAL DAN KEWENANGAN PEMBERIAN

Lebih terperinci

BUPATI SAMPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMPANG NOMOR : 4 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI SAMPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMPANG NOMOR : 4 TAHUN 2014 TENTANG BUPATI SAMPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMPANG NOMOR : 4 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN SAMPANG NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PERIZINAN TERTENTU DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BULUNGAN dan BUPATI BULUNGAN

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN BULUNGAN dan BUPATI BULUNGAN SALINAN BUPATI BULUNGAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI

Lebih terperinci

Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Tahun 2016

Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Tahun 2016 Ringkasan Eksekutif Perkembangan Ekspor dan Impor Industri Pengolahan Bulan Desember 2016 A. Pertumbuhan Ekspor Impor Industri Pengolahan 12.000 10.000 8.000 6.000 4.000 2.000 0 Perkembangan Nilai Ekspor

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN/KEBERSIHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEBUMEN, Menimbang : a. bahwa Retribusi Daerah

Lebih terperinci

LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK PUSAT STANDARDISASI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN R.I.

LEMBAGA SERTIFIKASI PRODUK PUSAT STANDARDISASI KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN R.I. 02. Sistem Fluida dan Komponen Untuk Penggunaan Umum 1 02.02 Komponen saluran pipa dan saluran pipa Pipa Polietilena untuk Air Minum 06-4829-2005 2-Feb-09 2 02.02 Pipa PVC untuk Saluran Air Buangan di

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN ILIR NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG PEMUNGUTAN UANG LEGES DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PENJABAT BUPATI OGAN ILIR,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN ILIR NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG PEMUNGUTAN UANG LEGES DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PENJABAT BUPATI OGAN ILIR, PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN ILIR NOMOR 20 TAHUN 2005 TENTANG PEMUNGUTAN UANG LEGES DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PENJABAT BUPATI OGAN ILIR, Menimbang a. bahwa untuk melaksanakan Otonomi Daerah

Lebih terperinci