STUDI PEMISAHAN URANIUM DARI LARUTAN URANIL NITRAT DENGAN RESIN PENUKAR ANION

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "STUDI PEMISAHAN URANIUM DARI LARUTAN URANIL NITRAT DENGAN RESIN PENUKAR ANION"

Transkripsi

1 STUDI PEMISAHAN URANIUM DARI LARUTAN URANIL NITRAT DENGAN RESIN PENUKAR ANION Iis Haryati, dan Boybul Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir-BATAN, Kawasan Puspiptek Gd 20, Serpong, untuk korespondensi: ABSTRAK STUDI PEMISAHAN URANIUM DARI LARUTAN URANIL NITRAT DENGAN RESIN PENUKAR ANION. Telah dilakukan studi pemisahan uranium dari larutan uranil nitrat dengan resin penukar anion. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pemisahan ion uranium dengan variabel lamanya aktivasi resin terhadap kemampuan mengikat ion uranium dan variabel eluent terhadap kemampuan pelepasan ion uranium dari resin. Pemisahan menggunakan kolom yang diisi resin Dowex 1x8 (Cl-) sampai volume 10 ml. Resin Dowex 1x8 (Cl-) diaktivasi menggunakan HCl 8M dengan variabel waktu 1 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam. Proses pemisahan larutan sampel uranium dilewatkan kolom penukar anion dengan kecepatan 2 ml per menit. Proses pelepasan ion uranium dari resin menggunakan eluent HCl 1M, 6M, dan 8M. Hasil pemisahan dengan resin Dowex 1x8 (Cl-) dengan waktu aktivasi 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam mempunyai kemampuan menyerap ion uranium secara sempurna, sedangkan resin yang diaktivasi 1 jam sebelum digunakan proses aktivasinya belum sempurna. Proses elusi untuk melepaskan ion uranium dari resin menggunakan eluent HCl 1M, 6M, dan 8M didapatkan bahwa proses elusi dengan eluent HCl 1M menunjukkan hasil yang paling tinggi dibanding eluent yang lain, hal ini terlihat dari hasil análisis kadar uranium sebesar 0,243 ug/ml. Sedangkan eluent HCl 6M, dan HCl 8M tidak dapat melepaskan uranium dari resin. Kata kunci: Pemisahan, uranium, resin penukar anion ABSTRACT STUDY OF URANIUM SEPARATION FROM URANYL NITRATE SOLUTION USING ANION EXCHANGER RESIN. Study of uranium separation from uranyl nitrate solution has been conducted. The purpose of this research is to study the separation of uranium ions with variables activation time of resin on uranium ion binding ability and eluent concentration on the ability to binding uranium ion release from resin. The separation process was done in a column containing 10 cc of Dowex type resin (Cl-). Before used, the Dowex 1x8 (Cl-) was activated using 8M HCl solution under the varied such as 1, 12, 24, 36, and 48 hours. The flow rate of uranyl nitrate solution into the column was arranged at 2 cc/minutes and for eluting the uranium from the resin HCl solution having concentrations of 1M, 6M, and 8M were used. Experimental result showed that the Dowex 1x8 (Cl-) activated at 12, 24, 36, and 48 hours able to absorb uranium completely, while that activated at 1 hour was not perfect.on the eluting process, the 1M HCl solution showed high elution comparing to the 6M and 8M of the HCL solution, where the highest uranium concentration obtained was ug/cc and no uranium could be eluted using the higher HCl concentrations. Keywords : separation, uranium, anion exchange resin. PENDAHULUAN Pengembangan metoda analisis fisikokimia pada Bidang Pengembangan Radiometalurgi Pusat 353 Teknologi Bahan Bakar Nuklir diantaranya adalah pengembangan metode analisis uranium dalam bahan bakar nuklir pra irradiasi maupun dalam bahan bakar nuklir pasca irradiasi, pemisahan dan

2 analisis isotop hasil fisi dalam pelat elemen bakar (PEB) nuklir U 3 Si 2 -Al pasca irradiasi untuk mendukung penentuan burn up. Pelat elemen bakar (PEB) U 3 Si 2 -Al yang telah mengalami irradiasi di reaktor akan menghasilkan beberapa hasil fisi diantaranya adalah transuranium (U,Pu),isotop 137 Cs dan hasil fisi lainnya (seperti Ba 2+, maupun Sr 2+ ). Data burn-up bahan bakar pasca iradiasi itu sangat penting untuk mengetahui kualitas bahan bakar dan integritas elemen bakar nuklirnya setelah irradiasi. Dalam bahan bakar nuklir pasca irradiasi mengandung hasil belah, hasil biak dan sisa uranium. Diantara bahan tersebut termasuk dalam bahan dapat belah yaitu 235 U, 233 U, 239 Pu. Dari jalur bahan fertil thorium 232 Th dengan absorbsi netron dapat menghasilkan 233 Th dan meluruh menjadi 239 Pu, akhirnya menjadi 233 U yang juga merupakan bahan fisil. Umumnya isotop tersebut pemancar radiasi sehingga untuk menentukan komposisi atom-atom isotop tersebut dapat digunakan cara spektrometri- Pada penentuan burn-up yaitu menentukan jumlah atom fisil yang telah terbakar dapat dinyatakan sebagai prosentasi atau fraksi atom fisil 235 U(juga 239 Pu) yang terbakar (%) atau dalam satuan energi (MWD). [Nampira, 1999] Dalam penentuan isotop uranium secara spektrometri- isotop uranium dan plutonium harus dipisahkan terlebih dahulu, karena akan mempengaruhi evaluasi hasil cacah dari isotop uranium dimana hasil cacahan isotop uranium kecil sekali dibanding isotop plutonium untuk waktu cacah yang sama, sihingga tidak bisa diukur dalam waktu yang bersamaan. Untuk itu maka perlu dilakukan pemisahan isotop uranium dari isotop lain terutama plutonium sebelum dilakukan pengukuran secara spektrometri-. Untuk mendukung pelaksanaan penentuan kandungan isotop uranium dalam bahan bakar nuklir pasca irradiasi tersebut, maka perlu dilakukan studi pemisahan uranium dari larutan bahan nuklir pra irradiasi, sehingga nanti bisa diterapkan dalam pemisahan uranium dalam larutan bahan bakar pasca irradiasi. Metode pemisahan uranium dan isotopisotop lain dalam bahan bakar nuklir adalah pemisahan dengan metode penukar ion. Metode penukar ion dapat memisahkan ion yang satu dari yang lainnya, baik dengan metode penukar kation maupun metode penukar anion banyak digunakan dengan kelebihannya masing-masing. Dengan metode penukar anion tidak hanya anion-anion yang dapat dipisahkan dengan metode ini, tetapi juga kation-kation dapat dipisahkan dengan metode penukar anion, yaitu dengan cara mengubah kation-kation menjadi ion kompleks bermuatan negatif dengan bantuan media asam STTN-BATAN & PTAPB BATAN 354 untuk membentuk kompleks anion. Asam-asam yang biasa digunakan untuk membentuk senyawa kompleks anion dengan kation-kation adalah asam klorida, nitrat, sulfat, fluoride, fosfat, dan karbonat. [Smuelson, 1963] Pada penelitian ini dilakukan pemisahan uranium dengan metode resin penukar anion. Resin yang digunakan adalah resin Dowex 1x8 ukuran mesh dan larutan asam yang digunakan untuk membentuk senyawa kompleks adalah asam klorida 8M. Resin Dowex sebelum digunakan diaktivasi terlebih dahulu menggunakan asam klorida 8M. Waktu aktivasi divariasi mulai dari 1 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam. Sebagai eluent untuk menarik ion uranium dari resin digunakan asam klorida dengan konsentrasi 1M, 6M, dan 8M. TEORI Kapasitas pertukaran resin adalah banyaknya ion yang dapat diambil pada kondisi pemisahan; dapat juga dikatakan sebagai banyaknya miliekivalen ion yang dapat ditahan dalam kolom tanpa ada kebocoran yang teramati. Kapasitas pertukaran suatu kolom akan bertambah besar apabila ukuran partikel semakin kecil. Kapasitas pertukaran semakin besar pada laju aliran yang lebih rendah, kenaikan temperatur dan keasaman juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap kapasitas pertukaran ion. Berbagai faktor mempengaruhi fenomena elusi. Volume suatu eluent bertambah bila ukuran partikel penukar ion bertambah. Laju aliran yang rendah pada proses elusi lebih baik karena waktu kontak di dalam kolom pada proses elusi makin lama, sehingga efisiensi semakin bertambah. Kenaikan konsentrasi asam umumnya menambah laju elusi karena pergeseran kesetimbangan pertukaran ion. Metode penukar ion dipakai pada berbagai bidang, terutama untuk pemisahan ion-ion dari ion pengganggu lainnya atau pada proses pemurnian ion dari unsur pengganggu lainnya. Teknik penukar anion bermanfaat untuk pemisahan anion dan terutama digunakan dalam analisis kualitatif dan kuantitatif anorganik. Pemakaian yang paling menonjol dari metode pertukaran ion adalah dalam pemisahan logam, baik metode penukar kation maupun metode penukar anion keduanya banyak digunakan dengan kelebihannya masing-masing. Kemajuan yang sangat berarti dalam bidang kimia analisis disebabkan diantaranya oleh metode penukar anion. Tidak hanya anion-anion yang terpisahkan dengan teknik ini, tetapi juga kationkation dapat terpisahkan dengan metode penukar anion, yaitu dengan cara mengubah kation-kation menjadi ion kompleks bermuatan negatif dengan Iis Haryati, dkk

3 menggunakan media asam. Pemisahan kationkation secara penukar anion dilakukan pada berbagai media asam tergantung dari kapasitas kation/logam yang membentuk kompleks anion. Media asam yang umum digunakan untuk membentuk senyawa kompleks anion diantaranya asam klorida, asam nitrat, sulfat, fluorida, fosfat dan karbonat. [ASTM, 1990] Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemisahan uranium dari larutan bahan bakar nuklir menggunakan resin penukar anion. Sebagai fase diam digunakan resin Dowex 1x8 bentuk klorida dan fase gerak digunakan asam klorida. Pada penelitian ini akan dilihat pengaruh waktu aktivasi resin Dowex dan pengaruh konsentrasi asam klorida sebagai eluen untuk memisahkan uranium. Resin Dowex 1x8 diaktivasi menggunakan asam klorida 8M dengan variasi waktu aktivasi 0 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam. dan sebagai fase geraknya digunakan asam klorida dengan konsentrasi 8M, 6M, dan 1M. TATA KERJA Bahan: Larutan uranil nitrat sebagai sampel untuk pemisahan, bahan-bahan kimia seperti asam klorida pekat 35%, asam klorida 8M, asam klorida 6M, asam klorida 1M, asam nitrat pekat 65%, resin Dowex 1x mesh dalam bentuk ion klorida, Alat: Kolom penukar ion dengan diameter dalam 10 mm dan panjang 15 cm, beker gelas dan tutup, pipet otomatis skala 0,1 s/d 1,0 ml dengan disposal Tips, pemanas listrik untuk menguapkan larutan, spektrofotometer UV-Vis untuk analisis kadar uranium, alat-alat gelas, Cara Kerja: Penyiapan/aktivasi resin: Resin Dowex 1x8 diaktivasi menggunakan asam klorida 8M yaitu dengan cara direndam dalam larutan sehingga membentuk seperti bubur. Waktu perendaman untuk aktivasi bervariasi mulai dari 1 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, 48 jam. Waktu aktivasi resin ini menunjukkan periode waktu saat akan digunakan sebelum resin tersebut dipindahkan ke dalam kolom untuk pemisahan. Penyiapan sampel uranium larutan uranium nitrat yang akan digunakan sebagai sampel untuk pemisahan dianalisis terlebih dahulu untuk mengetahui konsentrasi awal uraniumnya. Analisis kadar uranium menggunakan metode spektrofotometri Uv-Vis dengan Arsenazo(III) sebagai pengompleks uranium. Pembentukan kompleks uranium-arsenazo(iii) terjadi pada ph 2,5 dan selanjutnya di ukur pada panjang gelombang 665 nm. Dipipet 1 ml sampel larutan uranium nitrat ke dalam beker gelas 100 ml, diuapkan sampai kering, kemudian dilarutkan dengan asam klorida 8 M sampai volume 50 ml. Larutan ini siap digunakan untuk pemisahan uranium. Percobaan 1: Pemisahan uranium dengan waktu aktivasi resin 1 jam dan eluent HCl 8M Kolom penukar anion diisi dengan resin Dowex 1x8 yang telah diaktivasi sampai ketinggian resin di dalam kolom 10 cm, kemudian kolom dibilas dengan HCl 8M sebanyak 40 ml, air bilasan dibuang. Masukkan larutan sampel ke dalam kolom penukar anion dan alirkan melalui kolom dengan kecepatan alir 2 ml per menit, effluent yang keluar dari kolom ditampung dalam beker 100 ml, dipanaskan sampai kering, pengompleks.. Selanjutnya kolom tersebut di elusi dengan 50 ml HCl 8M dan effluent yang keluar dari kolom ditampung dalam beker 100 ml. Effluent kemudian dipanaskan sampai kering, pengompleks. Pemisahan uranium dengan waktu aktivasi resin 1 jam dan eluent HCl 6M Kolom penukar anion diisi dengan resin Dowex 1x8 yang telah diaktivasi sampai ketinggian resin di dalam kolom 10 cm, demudian kolom dibilas dengan HCl 8M sebanyak 40 ml, air bilasan dibuang. Masukkan larutan sampel ke dalam kolom penukar anion dan alirkan melalui kolom dengan kecepatan alir 2 ml per menit, effluent yang keluar dari kolom ditampung dalam beker 100 ml, dipanaskan sampai kering, pengompleks. Selanjutnya kolom tersebut di elusi dengan 50 ml HCl 6M dan effluent yang keluar dari kolom ditampung dalam beker 100 ml. Effluent kemudian dipanaskan sampai kering, 355

4 pengompleks. Pemisahan uranium dengan waktu aktivasi resin 1 jam dan eluent HCl 1M Kolom penukar anion diisi dengan resin Dowex 1x8 yang telah diaktivasi sampai ketinggian resin di dalam kolom 10 cm, demudian kolom dibilas dengan HCl 8M sebanyak 40 ml, air bilasan dibuang. Masukkan larutan sampel ke dalam kolom penukar anion dan alirkan melalui kolom dengan kecepatan alir 2 ml per menit, effluent yang keluar dari kolom ditampung dalam beker 100 ml, dipanaskan sampai kering, pengompleks. Selanjutnya kolom di elusi dengan 50 ml HCl 1M dan effluent yang keluar dari kolom ditampung dalam beker 100 ml. Effluent kemudian dipanaskan sampai kering, dilarutkan dengan 1 ml HNO3 6M, dipanaskan sampai kering. Dilarutkan lagi dengan 1 ml HNO3 1M, dinginkan, selanjutnya di analisis kadar uraniumnya dengan metode spektrofotometri Uv- Vis menggunakan arsenazo(iii) sebagai pengompleks. Percobaan 2, 3, 4, dan 5 Percobaan 2 sampai dengan percobaan 5 langkah-langkah kegiatan sama dengan percobaan 1, yang berbeda adalah penggunaan resin penukar anion dengan waktu aktivasi yaitu 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam. HASIL DAN PEMBAHASAN Larutan uranil nitrat yang digunakan dalam pemisahan ini terlebih dahulu ditentukan dahulu konsentrasinya. Penentuan konsentrasi uranium dalam larutan uranil nitrat menggunakan metode spektrofotometri Uv-Vis dengan Arsenazo(III) sebagai pengompleks. Hasil analisis didapatkan kadar uranium dalam larutan uranil nitrat sebesar 0,25 ug/ml. Hasil percobaan elusi larutan uranium dalam kolom resin Dowex 1x8 (Cl - ) yang diaktivasi 1 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam sebelum digunakan untuk pemisahan uranium. Elusi untuk proses pelepasan uranium dari resin menggunakan eluent asam klorida 1M, 6M, dan 8M. Larutan sampel uranium dalam bentuk nitrat dirubah menjadi senyawa kompleks dengan asam klorida 8M, yaitu sebanyak 1 ml sampel dipanaskan sampai kering kemudian dilarutkan dengan 50 ml HCl 8M. Larutan sampel ini dialirakan ke dalam kolom dengan kecepatan 1,5 ml per menit, effluent yang keluar dari kolom ditampung ditampung dalam beker 100 ml, dipanaskan sampai kering, dilarutkan dengan 1 ml HNO 3 6M, dipanaskan sampai kering. Dilarutkan lagi dengan 1 ml HNO 3 1M, dinginkan, selanjutnya di analisis kadar uraniumnya dengan metode spektrofotometri Uv-Vis menggunakan arsenazo(iii) sebagai pengompleks. Hasil analisis kadar uranium dalam larutan effluent hasil pemisahan uranium dengan resin Dowex yang diaktivasi dengan variasi waktu ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil analisis uranium dalam larutan effluent pemisahan dengan aktivasi resin selama 1 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam Waktu aktivasi resin, Kadar U (ug/ml) (jam) 1 0, Hasil analisis larutan effluent dari pemisahan uranium menggunakan resin yang diaktivasi 1 jam, 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam sebelum digunakan menunjukkan bahwa, larutan effluent dari aktivasi resin 1 jam kadar uraniumnya 0,026 ug/ml, sedangkan resin yang diaktivasi dengan waktu 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam sebelum digunakan kadar uranium dalam larutan effluent tidak terdeteksi. Hal tersebut menandakan bahwa resin yang diaktivasi 1 jam sebelum digunakan menunjukkan proses aktivasi belum sempurna, sedangkan resin yang diaktivasi dengan waktu 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam menunjukkan proses aktivasi telah sempurna, karena di dalam larutan effluent hasil pemisahan sudah tidak mengandung uranium, yang berarti seluruh uranium telah terikat dengan resin. Selanjutnya masing-masing kolom dielusi menggunakan eluent HCl masing-masing 1M, 6M, dan 8M dan masing-masing effluent yang keluar dari kolom ditampung dalam beker gelas, diuapkan sampai kering, dilarutkan dengan asam nitrat 1 ml 6M dipanaskan sampai kering, dilarutkan lagi dengan asam nitrat 1M 1 ml dan dianalisis dengan metode spektrofotometri Uv-Vis. Hasil anaisis proses pelepasan uranium dari resin menggunakan STTN-BATAN & PTAPB BATAN 356 Iis Haryati, dkk

5 eluent HCl 1M, 6M, 8M sitampilkan pada Tabel 2, 3, 4, 5, dan 6. Tabel 2. Kadar uranium hasil elusi menggunakan resin selama 1 jam Eluent Kadar U (ug/ml) HCl 1M 0,209 HCl 6M HCl 8M Hasil analisis didapatkan bahwa kolom yang dielusi dengan HCl 1M kadar uranium dalam larutan effluent sebesar 0,209 ug/ml, kolom yang dielusi dengan HCl 6M dan HCl 8M kadar uraniumnya tidak terdeteksi. Dari hasil analisis larutan effluent hasil elusi tersebut menunjukkan bahwa ion uranium terikat atau terserap oleh resin Dowex 1x8 (Cl - ) saat larutan sampel uranium dilewatkan melalui kolom tidak seluruhnya terserap oleh kolom, hal ini terlihat dari hasil analisis effluent setelah proses penyerapan masih mengandung uranium. Kemudian dari percobaan elusi kolom untuk melepaskan uranium yang terikat didapatkan bahwa proses elusi menggunakan eluent 6M dan dengan eluent 8M tidak terelusi sama sekali. Tabel 3. Kadar uranium hasil elusi menggunakan resin selama 12 jam Eluent Kadar U (ug/ml) HCl 1M 0,229 HCl 6M HCl 8M Tabel 3. menunjukkan bahwa eluent HCl 1M sebesar 0,229 ug/ml, sedangkan eluent HCl 6M, dan HCl 8M larutan effluentnya tidak Tabel 4. Kadar uranium hasil elusi menggunakan resin selama 24 jam Eluent Kadar U (ug/ml) HCl 1M 0,219 HCl 6M HCl 8M 357 Tabel 4. menunjukkan bahwa eluent HCl 1M sebesar 0,219 ug/ml, sedangkan eluent HCl 6M, dan HCl 8M larutan effluent-nya tidak Tabel 5. Kadar uranium hasil elusi menggunakan resin selama 36 jam Eluent Kadar U (ug/ml) HCl 1M 0,243 HCl 6M HCl 8M Tabel 5. menunjukkan bahwa eluent HCl 1M sebesar 0,243 ug/ml, sedangkan eluent HCl 6M, dan HCl 8M larutan effluentnya tidak Tabel 6. Kadar uranium hasil elusi menggunakan resin selama 48 jam Eluent Kadar U (ug/ml) HCl 1M 0,214 HCl 6M HCl 8M Tabel 6. menunjukkan bahwa eluent HCl 1M sebesar 0,214 ug/ml, sedangkan eluent HCl 6M, dan HCl 8M larutan effluent-nya tidak KESIMPULAN Proses pemisahan uranium dari larutan sampel menggunakan kolom resin penukar anion dapat disimpulkan sebagai berikut: resin Dowex 1x8 (Cl - ) dengan waktu aktivasi 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam mempunyai kemampuan menyerap ion uranium yang sempurna, sedangkan resin yang diaktivasi 1 jam sebelum digunakan proses aktivasinya belum sempurna. Proses elusi untuk melepaskan ion uranium dari resin menggunakan eluent HCl 1M, 6M, dan 8M

6 didapatkan bahwa proses elusi dengan eluent HCl 1M menunjukkan hasil yang paling tinggi dibanding eluent yang lain, hal ini terlihat dari hasil análisis kadar uranium sebesar 0,243 ug/ml. Sedangkan eluent HCl 6M, dan HCl 8M tidak dapat melepaskan uranium dari resin. Proses aktivasi resin yang paling baik adalah diaktivasi selama minimal 12 jam. Konsentrasi eluent yang paling sesuai untuk pelepasan ion uranium dari resin adalah HCl 1M. DAFTAR PUSTAKA 1. NAMPIRA, YUSUF dkk, Rancangan metode analisis derajat bakar mutlak uranium silisida, Hasil-hasil Penelitian Elemen Bakar NukJir, Pusat Pengembangan Teknologi Bahan Bakar Nuklir dan Daur Ulang (P2TBDU-BATAN), ISSN , Serpong, 1998/ SAMUELSON, Ion Exchange Separation in Analytical Chemistry, John Wiley, 2 nd Edition, AMERICAN STANDARD TEST METHODS, 1990, Standard Test Method for Radiochemical Determination of Uranium Isotopes in Soil by alpha Spectrometry, Designation: C Vol (1992) STTN-BATAN & PTAPB BATAN 358 Iis Haryati, dkk

PENGARUH SENYAWA PENGOTOR Ca DAN Mg PADA EFISIENSI PENURUNAN KADAR U DALAM AIR LIMBAH

PENGARUH SENYAWA PENGOTOR Ca DAN Mg PADA EFISIENSI PENURUNAN KADAR U DALAM AIR LIMBAH PENGARUH SENYAWA PENGOTOR Ca DAN Mg PADA EFISIENSI PENURUNAN KADAR U DALAM AIR LIMBAH Ign. Djoko Sardjono, Herry Poernomo Puslitbang Teknologi Maju BATAN, Yogyakarta ABSTRAK PENGARUH SENYAWA PENGOTOR Ca

Lebih terperinci

ANALISIS NEODIMIUM MENGGUNAKAN METODA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

ANALISIS NEODIMIUM MENGGUNAKAN METODA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS ANALISIS NEODIMIUM MENGGUNAKAN METODA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Noviarty, Dian Angraini Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir BATAN Email: artynov@yahoo.co.id ABSTRAK ANALISIS NEODIMIUM MENGGUNAKAN METODA SPEKTROFOTOMETRI

Lebih terperinci

ANALISIS RADIONUKLIDA 235 U DALAM PELAT ELEMEN BAKAR U3Si2-Al PASCA IRADIASI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROMETRI ALFA

ANALISIS RADIONUKLIDA 235 U DALAM PELAT ELEMEN BAKAR U3Si2-Al PASCA IRADIASI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROMETRI ALFA ANALISIS RADIONUKLIDA 235 U DALAM PELAT ELEMEN BAKAR U3Si2-Al PASCA IRADIASI MENGGUNAKAN METODE SPEKTROMETRI ALFA Arif Nugroho, Yusuf Nampira, Yanlinastuti Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir-BATAN Kawasan

Lebih terperinci

PENGARUH PENAMBAHAN URANIUM PADA ANALISIS THORIUM SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DENGAN PENGOMPLEKS ARSENAZO(III)

PENGARUH PENAMBAHAN URANIUM PADA ANALISIS THORIUM SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DENGAN PENGOMPLEKS ARSENAZO(III) Urania Vol. 16 No. 4, Oktober 2010 : 145-205 ISSN 0852-4777 PENGARUH PENAMBAHAN URANIUM PADA ANALISIS THORIUM SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DENGAN PENGOMPLEKS ARSENAZO(III) ABSTRAK Boybul (1) dan Yanlinastuti

Lebih terperinci

ANALISIS ISOTOP TRANSURANIUM DALAM BAHAN BAKAR U 3 Si 2 -Al PASCA IRADIASI MENGGUNAKAN ALPHA SPEKTROMETER

ANALISIS ISOTOP TRANSURANIUM DALAM BAHAN BAKAR U 3 Si 2 -Al PASCA IRADIASI MENGGUNAKAN ALPHA SPEKTROMETER ANALISIS ISOTOP TRANSURANIUM DALAM BAHAN BAKAR U 3 Si 2 -Al PASCA IRADIASI MENGGUNAKAN ALPHA SPEKTROMETER Dian Anggraini (1), Aslina B.Ginting (1), Arif Nugroho (1) 1. Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Lebih terperinci

PEMISAHAN RADIONUKLIDA 137 CS DENGAN METODA PENGENDAPAN CSCLO 4

PEMISAHAN RADIONUKLIDA 137 CS DENGAN METODA PENGENDAPAN CSCLO 4 PEMISAHAN RADIONUKLIDA 137 CS DENGAN METODA PENGENDAPAN CSCLO 4 Arif Nugroho*, Rosika Kriswarini*, Boybul*, Erlina* *Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir - BATAN Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang, 15313,arif52@

Lebih terperinci

Ion Exchange Chromatography Type of Chromatography. Annisa Fillaeli

Ion Exchange Chromatography Type of Chromatography. Annisa Fillaeli Ion Exchange Chromatography Type of Chromatography Annisa Fillaeli TUJUAN Setelah pembelajaran ini selesai maka siswa dapat melakukan analisis kimia menggunakan resin penukar ion. Title R+OH- + X- ===

Lebih terperinci

PENENTUAN ISOTOP 137 Cs DAN UNSUR Cs DALAM LARUTAN AKTIF CsNO 3

PENENTUAN ISOTOP 137 Cs DAN UNSUR Cs DALAM LARUTAN AKTIF CsNO 3 ISSN 0852-4777 Penentuan Isotop 137Cs dan Unsur Cs Dalam Larutan Aktif CsNO3 (Dian Anggraini dan Rosika Kriswarini) PENENTUAN ISOTOP 137 Cs DAN UNSUR Cs DALAM LARUTAN AKTIF CsNO 3 Dian Anggraini (1), Rosika

Lebih terperinci

ANALISIS UNSUR PENGOTOR Fe, Cr, DAN Ni DALAM LARUTAN URANIL NITRAT MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM

ANALISIS UNSUR PENGOTOR Fe, Cr, DAN Ni DALAM LARUTAN URANIL NITRAT MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM ANALISIS UNSUR PENGOTOR Fe, Cr, DAN Ni DALAM LARUTAN URANIL NITRAT MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM BOYBUL, IIS HARYATI Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir-BATAN Kawasan Puspiptek Gd 20, Serpong,

Lebih terperinci

PENGARUH URANIUM TERHADAP ANALISIS THORIUM MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

PENGARUH URANIUM TERHADAP ANALISIS THORIUM MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS PENGARUH URANIUM TERHADAP ANALISIS THORIUM MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS SYAMSUL FATIMAH, IIS HARYATI, AGUS JAMALUDIN Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir-BATAN, Kawasan Puspiptek Gd 20, Serpong, 15313

Lebih terperinci

PEMISAHAN Ce DAN Nd MENGGUNAKAN RESIN DOWEX 50W-X8 MELALUI PROSES PERTUKARAN ION

PEMISAHAN Ce DAN Nd MENGGUNAKAN RESIN DOWEX 50W-X8 MELALUI PROSES PERTUKARAN ION ISSN 1410-6957 PEMISAHAN Ce DAN Nd MENGGUNAKAN RESIN DOWEX 50W-X8 MELALUI PROSES PERTUKARAN ION Dwi Biyantoro, Kris Tri Basuki, Muhadi AW PTAPB BATAN, Yogyakarta ABSTRAK PEMISAHAN Ce DAN Nd MENGGUNAKAN

Lebih terperinci

STUDI PERBANDINGAN METODE AKTIVASI NEUTRON DAN ELEKTRODEPOSISI PADA PENENTUAN URANIUM DAN THORIUM DALAM CONTOH URIN

STUDI PERBANDINGAN METODE AKTIVASI NEUTRON DAN ELEKTRODEPOSISI PADA PENENTUAN URANIUM DAN THORIUM DALAM CONTOH URIN STUDI PERBANDINGAN METODE AKTIVASI NEUTRON DAN ELEKTRODEPOSISI PADA PENENTUAN URANIUM DAN THORIUM DALAM CONTOH URIN Ruminta Ginting Pusat Pengembangan Pengelolaan Limbah Radioaktif ABSTRAK STUDI PERBANDINGAN

Lebih terperinci

KUALIFIKASI AIR TANGKI REAKTOR (ATR) KARTINI BERDASARKAN DATA DUKUNG METODA NYALA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DAN ION SELECTIVE ELECTRODE (ISE)

KUALIFIKASI AIR TANGKI REAKTOR (ATR) KARTINI BERDASARKAN DATA DUKUNG METODA NYALA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DAN ION SELECTIVE ELECTRODE (ISE) ISSN 1410-697 KUALIFIKASI AIR TANGKI REAKTOR (ATR) KARTINI BERDASARKAN DATA DUKUNG METODA NYALA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DAN ION SELECTIVE ELECTRODE (ISE) Supriyanto C., Iswani G. PTAPB BATAN, Jl.

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI LOGAM-LOGAM BERAT Fe, Cr, Mn, Mg, Ca, DAN Na DALAM AIR TANGKI REAKTOR DENGAN METODE NYALA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (SAA)

IDENTIFIKASI LOGAM-LOGAM BERAT Fe, Cr, Mn, Mg, Ca, DAN Na DALAM AIR TANGKI REAKTOR DENGAN METODE NYALA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (SAA) 216, dkk. IDENTIFIKASI LOGAM-LOGAM BERAT,,,,, DAN DALAM AIR TANGKI REAKTOR DENGAN METODE NYALA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (SAA), Kris Tri Basuki dan A. Purwanto P3TM BATAN ABSTRAK IDENTIFIKASI LOGAM-LOGAM

Lebih terperinci

ANALISIS RADIONUKLIDA 137 CS DALAM PELAT ELEMEN BAKAR (PEB) U 3 SI 2 -AL DENSITAS 2,96 G/CM 3 PASCA IRADIASI

ANALISIS RADIONUKLIDA 137 CS DALAM PELAT ELEMEN BAKAR (PEB) U 3 SI 2 -AL DENSITAS 2,96 G/CM 3 PASCA IRADIASI ANALISIS RADIONUKLIDA 137 CS DALAM PELAT ELEMEN BAKAR (PEB) U 3 SI 2 -AL DENSITAS 2,96 G/CM 3 PASCA IRADIASI Arif Nugroho 1, Dian Anggraini 2, Noviarty 3 1,2,3Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir-Badan Tenaga

Lebih terperinci

KUALIFIKASI AIR TANGKI REAKTOR (ATR) KARTINI BERDASARKAN DATA DUKUNG METODA NYALA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DAN ION SELECTIVE ELECTRODE (ISE)

KUALIFIKASI AIR TANGKI REAKTOR (ATR) KARTINI BERDASARKAN DATA DUKUNG METODA NYALA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DAN ION SELECTIVE ELECTRODE (ISE) 224 ISSN 0216-3128 Supriyanto C., Iswani G. KUALIFIKASI AIR TANGKI REAKTOR (ATR) KARTINI BERDASARKAN DATA DUKUNG METODA NYALA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DAN ION SELECTIVE ELECTRODE (ISE) Supriyanto

Lebih terperinci

PENENTUAN URANIUM KONSENTRASI RENDAH DENGAN METODA SPEKTROFOTOMETER UV-VIS

PENENTUAN URANIUM KONSENTRASI RENDAH DENGAN METODA SPEKTROFOTOMETER UV-VIS Hasil-hasil Penelitian EBN Tahun 2009 ISSN 0854-5561 PENENTUAN URANIUM KONSENTRASI RENDAH DENGAN METODA SPEKTROFOTOMETER UV-VIS Syamsul Fatimah, Sutri Indaryati, Yanlinastuti ABSTRAK PENENTUAN URANIUM

Lebih terperinci

KROMATOGRAFI PENUKAR ION Ion-exchange chromatography

KROMATOGRAFI PENUKAR ION Ion-exchange chromatography KROMATOGRAFI PENUKAR ION Ion-exchange chromatography Merupakan pemisahan senyawa senyawa polar dan ion berdasarkan muatan Dapat digunakan untk hampir semua molekul bermuatan termasuk proteins, nucleotides

Lebih terperinci

PENGENALAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR

PENGENALAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR PENGENALAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR RINGKASAN Daur bahan bakar nuklir merupakan rangkaian proses yang terdiri dari penambangan bijih uranium, pemurnian, konversi, pengayaan uranium dan konversi ulang menjadi

Lebih terperinci

PENGARUH UNSUR AL DAN MO TERHADAP HASIL ANALISIS URANIUM DALAM PELAT ELEMEN BAKAR U-MO/AL DENGAN METODE POTENSIOMETRI

PENGARUH UNSUR AL DAN MO TERHADAP HASIL ANALISIS URANIUM DALAM PELAT ELEMEN BAKAR U-MO/AL DENGAN METODE POTENSIOMETRI PENGARUH UNSUR AL DAN MO TERHADAP HASIL ANALISIS URANIUM DALAM PELAT ELEMEN BAKAR U-MO/AL DENGAN METODE POTENSIOMETRI Iis Haryati 1, Boybul 2, Sutri Indaryati 3 Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir, BATAN

Lebih terperinci

ANALISIS UNSUR-UNSUR PENGOTOR DALAM YELLOW CAKE DARI LIMBAH PUPUK FOSFAT SECARA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM

ANALISIS UNSUR-UNSUR PENGOTOR DALAM YELLOW CAKE DARI LIMBAH PUPUK FOSFAT SECARA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM ANALISIS UNSUR-UNSUR PENGOTOR DALAM YELLOW CAKE DARI LIMBAH PUPUK FOSFAT SECARA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM Asminar, Rahmiati Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir-BATAN Kawasan Puspiptek Gd. 20 Serpong Tangerang

Lebih terperinci

PENGARUH UNSUR Al, Mg, DAN Na PADA ANALISIS URANIUM SECARA POTENSIOMETRI

PENGARUH UNSUR Al, Mg, DAN Na PADA ANALISIS URANIUM SECARA POTENSIOMETRI PENGARUH UNSUR Al, Mg, DAN Na PADA ANALISIS URANIUM SECARA POTENSIOMETRI Boybul dan Iis Haryati Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir BATAN, Serpong ABSTRAK PENGARUH UNSUR Al, Mg, DAN Na PADA ANALISIS URANIUM

Lebih terperinci

ANALISIS THORIUM MENGGUNAKAN SPEKTROFOTO METER UV-VIS

ANALISIS THORIUM MENGGUNAKAN SPEKTROFOTO METER UV-VIS ANALISIS THORIUM MENGGUNAKAN SPEKTROFOTO METER UV-VIS Noviarty, S.Fatimah, Yusuf Nampira Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir - BATAN artynov@ yahoo.co.id ABSTRAK ANALISIS THORIUM MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER

Lebih terperinci

ANALISIS LIMBAH RADIOAKTIF CAIR DAN SEMI CAIR. Mardini, Ayi Muziyawati, Darmawan Aji Pusat Teknologi Limbah Radioaktif

ANALISIS LIMBAH RADIOAKTIF CAIR DAN SEMI CAIR. Mardini, Ayi Muziyawati, Darmawan Aji Pusat Teknologi Limbah Radioaktif ANALISIS LIMBAH RADIOAKTIF CAIR DAN SEMI CAIR Mardini, Ayi Muziyawati, Darmawan Aji Pusat Teknologi Limbah Radioaktif ABSTRAK ANALISIS LIMBAH RADIOAKTIF CAIR DAN SEMI CAIR. Telah dilakukan analisis limbah

Lebih terperinci

OPTIMASI TRANSPOR Cu(II) DENGAN APDC SEBAGAI ZAT PEMBAWA MELALUI TEKNIK MEMBRAN CAIR FASA RUAH

OPTIMASI TRANSPOR Cu(II) DENGAN APDC SEBAGAI ZAT PEMBAWA MELALUI TEKNIK MEMBRAN CAIR FASA RUAH J. Ris. Kim. Vol. 5, No. 2, Maret 12 OPTIMASI TRANSPOR Cu(II) DENGAN APDC SEBAGAI ZAT PEMBAWA MELALUI TEKNIK MEMBRAN CAIR FASA RUAH Imelda, Zaharasmi Kahar, Maria Simarmata, dan Djufri Mustafa Laboratorium

Lebih terperinci

PENENTUAN WAKTU TUNDA PADA KONDISIONING LIMBAH HASIL PENGUJIAN BAHAN BAKAR PASCA IRADIASI DARI INSTALASI RADIOMETALURGI

PENENTUAN WAKTU TUNDA PADA KONDISIONING LIMBAH HASIL PENGUJIAN BAHAN BAKAR PASCA IRADIASI DARI INSTALASI RADIOMETALURGI PENENTUAN WAKTU TUNDA PADA KONDISIONING LIMBAH HASIL PENGUJIAN BAHAN BAKAR PASCA IRADIASI DARI INSTALASI RADIOMETALURGI Herlan Martono, Wati, Nurokhim Pusat Teknologi Limbah Radioaktif ABSTRAK PENENTUAN

Lebih terperinci

PENENTUAN KADAR ZIRKONIUM DALAM PADUAN U-ZR MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS DENGAN PENGOMPLEKS ARSENAZO III

PENENTUAN KADAR ZIRKONIUM DALAM PADUAN U-ZR MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS DENGAN PENGOMPLEKS ARSENAZO III SEMINAR NASIONAL PENENTUAN KADAR ZIRKONIUM DALAM PADUAN U-ZR MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS DENGAN PENGOMPLEKS ARSENAZO III Yanlinastuti, Dian Anggraini, S. Fatimah, Yusuf Nampira Pusat Teknologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. umat manusia kepada tingkat kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan

BAB I PENDAHULUAN. umat manusia kepada tingkat kehidupan yang lebih baik dibandingkan dengan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini, termasuk juga kemajuan dalam bidang teknologi nuklir telah mengantarkan umat manusia kepada

Lebih terperinci

KAJIAN DESALINASI LARUTAN SIMULASI TETES SECARA EKSKLUSI ION

KAJIAN DESALINASI LARUTAN SIMULASI TETES SECARA EKSKLUSI ION KAJIAN DESALINASI LARUTAN SIMULASI TETES SECARA EKSKLUSI ION T 547.781 0465 BUN ABSTRAK Proses desalinasi merupakan salah satu tahap utama pada pengolahan tetes menjadi gula cair ataupun dalam mempersiapkan

Lebih terperinci

PENYIAPAN LARUTAN URANIL NITRAT UNTUK PROSES KONVERSI KIMIA MELALUI EVAPORASI

PENYIAPAN LARUTAN URANIL NITRAT UNTUK PROSES KONVERSI KIMIA MELALUI EVAPORASI PENYIAPAN LARUTAN URANIL NITRAT UNTUK PROSES KONVERSI KIMIA MELALUI EVAPORASI S u n a r d i Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir - BATAN ABSTRAK PENYIAPAN LARUTAN URANIL NITRAT UNTUK PROSES KONVERSI KIMIA

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci: kulit kacang tanah, ion fosfat, adsorpsi, amonium fosfomolibdat

ABSTRAK. Kata kunci: kulit kacang tanah, ion fosfat, adsorpsi, amonium fosfomolibdat ABSTRAK Kulit kacang tanah digunakan sebagai adsorben untuk menyerap ion fosfat dalam larutan. Sebelum digunakan sebagai adsorben, kulit kacang tanah dicuci, dikeringkan, dihaluskan menggunakan blender

Lebih terperinci

PENENTUAN KANDUNGAN ISOTOP 235 U DALAM PEB U3Si2-Al TMU 2,96 gu/cm 3 UNTUK PERHITUNGAN BURN-UP

PENENTUAN KANDUNGAN ISOTOP 235 U DALAM PEB U3Si2-Al TMU 2,96 gu/cm 3 UNTUK PERHITUNGAN BURN-UP ISSN 0852-4777 PENENTAN KANDNGAN ISOTOP DALAM PEB 3Si2-Al TM 2,96 g/cm 3 NTK PERHITNGAN BRN-P Boybul, Yanlinastuti, Sutri Indaryati, Iis Haryati, Arif Nugroho sat Teknologi Bahan Bakar Nuklir - BATAN Kawasan

Lebih terperinci

UNJUK KERJA METODE FLAME ATOMIC ABSORPTION SPECTROMETRY (F-AAS) PASCA AKREDITASI

UNJUK KERJA METODE FLAME ATOMIC ABSORPTION SPECTROMETRY (F-AAS) PASCA AKREDITASI 246 ISSN 0216-3128 Supriyanto C., Samin UNJUK KERJA METODE FLAME ATOMIC ABSORPTION SPECTROMETRY (F-AAS) PASCA AKREDITASI Supriyanto C., Samin Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan - BATAN ABSTRAK

Lebih terperinci

LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI LIMBAH KULIT SINGKONG DENGAN MENGGUNAKAN FURNACE

LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI LIMBAH KULIT SINGKONG DENGAN MENGGUNAKAN FURNACE LAPORAN TUGAS AKHIR PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI LIMBAH KULIT SINGKONG DENGAN MENGGUNAKAN FURNACE (Manufacture of Activated Carbon From Waste Leather Cassava by Using Furnace ) Diajukan sebagai salah satu

Lebih terperinci

PENGARUH KONSENTRASI PELARUT UNTUK MENENTUKAN KADAR ZIRKONIUM DALAM PADUAN U-Zr DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

PENGARUH KONSENTRASI PELARUT UNTUK MENENTUKAN KADAR ZIRKONIUM DALAM PADUAN U-Zr DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS No. 17/Tahun IX. Oktober 2016 ISSN 1979-2409 PENGARUH KONSENTRASI PELARUT UNTUK MENENTUKAN KADAR ZIRKONIUM DALAM PADUAN U-Zr DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Yanlinastuti 1), Syamsul Fatimah

Lebih terperinci

PROSES RE-EKSTRAKSI URANIUM HASIL EKSTRAKSI YELLOW CAKE MENGGUNAKAN AIR HANGAT DAN ASAM NITRAT

PROSES RE-EKSTRAKSI URANIUM HASIL EKSTRAKSI YELLOW CAKE MENGGUNAKAN AIR HANGAT DAN ASAM NITRAT ISSN 1979-2409 Proses Re-Ekstraksi Uranium Hasil Ekstraksi Yellow Cake Menggunakan Air Hangat dan Asam Nitrat (Torowati, Pranjono, Rahmiati dan MM. Lilis Windaryati) PRSES RE-EKSTRAKSI URANIUM HASIL EKSTRAKSI

Lebih terperinci

PENENTUAN KONSENTRASI SULFAT SECARA POTENSIOMETRI

PENENTUAN KONSENTRASI SULFAT SECARA POTENSIOMETRI ISSN 1979-2409 PENENTUAN KONSENTRASI SULFAT SECARA POTENSIOMETRI Noor Yudhi Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir - BATAN ABSTRAK PENENTUAN KONSENTRASI SULFAT SECARA POTENSIOMETRI. Telah dilakukan penelitian

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Zirkonium (Zr) merupakan unsur golongan IVB bersama-sama dengan

BAB 1 PENDAHULUAN. Zirkonium (Zr) merupakan unsur golongan IVB bersama-sama dengan BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Zirkonium (Zr) merupakan unsur golongan IVB bersama-sama dengan titanium (Ti) dan Hafnium (Hf). Zirkonium memiliki nomor atom 40 dengan berat atom 91,22 g/mol dan konfigurasi

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN di Laboratorium Biomassa Terpadu Universitas Lampung.

III. METODE PENELITIAN di Laboratorium Biomassa Terpadu Universitas Lampung. 16 III. METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2012 sampai dengan bulan Maret 2013 di Laboratorium Biomassa Terpadu Universitas Lampung. 3.2 Alat

Lebih terperinci

3 Percobaan. Untuk menentukan berat jenis zeolit digunakan larutan benzena (C 6 H 6 ).

3 Percobaan. Untuk menentukan berat jenis zeolit digunakan larutan benzena (C 6 H 6 ). 3 Percobaan 3.1 Bahan dan Alat 3.1.1 Bahan Bahan yang digunakan untuk menyerap ion logam adalah zeolit alam yang diperoleh dari daerah Tasikmalaya, sedangkan ion logam yang diserap oleh zeolit adalah berasal

Lebih terperinci

Penentuan Dosis Gamma Pada Fasilitas Iradiasi Reaktor Kartini Setelah Shut Down

Penentuan Dosis Gamma Pada Fasilitas Iradiasi Reaktor Kartini Setelah Shut Down Berkala Fisika ISSN : 141-9662 Vol.9, No.1, Januari 26, hal 15-22 Penentuan Dosis Gamma Pada Fasilitas Iradiasi Reaktor Kartini Setelah Shut Down Risprapti Prasetyowati (1), M. Azam (1), K. Sofjan Firdausi

Lebih terperinci

PENENTUAN KANDUNGAN PENGOTOR DALAM SERBUK UO2 HASIL KONVERSI YELLOW CAKE PETRO KIMIA GRESIK DENGAN AAS

PENENTUAN KANDUNGAN PENGOTOR DALAM SERBUK UO2 HASIL KONVERSI YELLOW CAKE PETRO KIMIA GRESIK DENGAN AAS PENENTUAN KANDUNGAN PENGOTOR DALAM SERBUK UO2 HASIL KONVERSI YELLOW CAKE PETRO KIMIA GRESIK DENGAN AAS Rahmiati, Asminar, Purwadi KP Bidang Bahan Bakar Nuklir Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir E-mail

Lebih terperinci

MORFOLOGI SERBUK AMONIUM DIURANAT (ADU) DAN AMONIUM URANIL KARBONAT (AUK) HASIL PEMURNIAN YELLOW CAKE COGEMA

MORFOLOGI SERBUK AMONIUM DIURANAT (ADU) DAN AMONIUM URANIL KARBONAT (AUK) HASIL PEMURNIAN YELLOW CAKE COGEMA MORFOLOGI SERBUK AMONIUM DIURANAT (ADU) DAN AMONIUM URANIL KARBONAT (AUK) HASIL PEMURNIAN YELLOW CAKE COGEMA Ngatijo, Maman Kartaman, Ratih Langenati, Junaedi Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir BATAN Kawasan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. penyamakan kulit dengan menggunakan Spektrofotometer UV-VIS Mini

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. penyamakan kulit dengan menggunakan Spektrofotometer UV-VIS Mini 43 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Proses elektrokoagulasi terhadap sampel air limbah penyamakan kulit dilakukan dengan bertahap, yaitu pengukuran treatment pada sampel air limbah penyamakan kulit dengan menggunakan

Lebih terperinci

Kata kunci: surfaktan HDTMA, zeolit terdealuminasi, adsorpsi fenol

Kata kunci: surfaktan HDTMA, zeolit terdealuminasi, adsorpsi fenol PENGARUH PENAMBAHAN SURFAKTAN hexadecyltrimethylammonium (HDTMA) PADA ZEOLIT ALAM TERDEALUMINASI TERHADAP KEMAMPUAN MENGADSORPSI FENOL Sriatun, Dimas Buntarto dan Adi Darmawan Laboratorium Kimia Anorganik

Lebih terperinci

SINTESIS DAN KARAKTER SENYAWA KOMPLEKS Cu(II)-EDTA DAN Cu(II)- C 6 H 8 N 2 O 2 S Dian Nurvika 1, Suhartana 2, Pardoyo 3

SINTESIS DAN KARAKTER SENYAWA KOMPLEKS Cu(II)-EDTA DAN Cu(II)- C 6 H 8 N 2 O 2 S Dian Nurvika 1, Suhartana 2, Pardoyo 3 SINTESIS DAN KARAKTER SENYAWA KOMPLEKS Cu(II)-EDTA DAN Cu(II)- C 6 H 8 N 2 O 2 S Dian Nurvika 1, Suhartana 2, Pardoyo 3 1 Universitas Diponegoro/Kimia, Semarang (diannurvika_kimia08@yahoo.co.id) 2 Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni-Juli 2013 di Unit Pelaksanaan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni-Juli 2013 di Unit Pelaksanaan BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada Juni-Juli 2013 di Unit Pelaksanaan Teknis Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Dinas Perindustrian dan Perdagangan

Lebih terperinci

PEMISAHAN DAN ANALISIS RADIONUKLIDA 137 Cs DI DALAM PEB U 3 Si 2 -Al TINGKAT MUAT URANIUM 2,96 g/cm 3 PASCA IRADIASI

PEMISAHAN DAN ANALISIS RADIONUKLIDA 137 Cs DI DALAM PEB U 3 Si 2 -Al TINGKAT MUAT URANIUM 2,96 g/cm 3 PASCA IRADIASI Pemisahan dan Analisis Radionuklida 137 Cs di Dalam PEB U3Si-Al Tingkat Muat Uranium 2,96 g/cm 3 Pasca Iradiasi Aslina Br. Ginting, Yusuf Nampira, Arif N., Dian A., Rosika K., Boybul PEMISAHAN DAN ANALISIS

Lebih terperinci

VALIDASI METODA PENGUKURAN ISOTOP 137 Cs MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA

VALIDASI METODA PENGUKURAN ISOTOP 137 Cs MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA VALIDASI METODA PENGUKURAN ISOTOP MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA Rosika Kriswarini(*), Dian Anggraini(*), Noviarty(**) (*) Fungsional Peneliti, Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN), BATAN, Gedung

Lebih terperinci

OPTIMALISASI PROSES PEMEKATAN LARUTAN UNH PADA SEKSI 600 PILOT CONVERSION PLANT

OPTIMALISASI PROSES PEMEKATAN LARUTAN UNH PADA SEKSI 600 PILOT CONVERSION PLANT ISSN 1979-2409 Optimalisasi Proses Pemekatan Larutan UNH Pada Seksi 600 Pilot Conversion Plant (Iwan Setiawan, Noor Yudhi) OPTIMALISASI PROSES PEMEKATAN LARUTAN UNH PADA SEKSI 600 PILOT CONVERSION PLANT

Lebih terperinci

PENGARUH KANDUNGAN URANIUM DALAM UMPAN TERHADAP EFISIENSI PENGENDAPAN URANIUM

PENGARUH KANDUNGAN URANIUM DALAM UMPAN TERHADAP EFISIENSI PENGENDAPAN URANIUM PENGARUH KANDUNGAN URANIUM DALAM UMPAN TERHADAP EFISIENSI PENGENDAPAN URANIUM Torowati Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir - BATAN Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangerang ABSTRAK PENGARUH KANDUNGAN URANIUM

Lebih terperinci

OPTIMASI PENGUKURAN KEAKTIVAN RADIOISOTOP Cs-137 MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA

OPTIMASI PENGUKURAN KEAKTIVAN RADIOISOTOP Cs-137 MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA OPTIMASI PENGUKURAN KEAKTIVAN RADIOISOTOP Cs-137 MENGGUNAKAN SPEKTROMETER GAMMA NOVIARTY, DIAN ANGGRAINI, ROSIKA, DARMA ADIANTORO Pranata Nuklir Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir-BATAN Abstrak OPTIMASI

Lebih terperinci

PENENTUAN RASIO O/U SERBUK SIMULASI BAHAN BAKAR DUPIC SECARA GRAVIMETRI

PENENTUAN RASIO O/U SERBUK SIMULASI BAHAN BAKAR DUPIC SECARA GRAVIMETRI No. 12/ Tahun VI. Oktober 2013 ISSN 1979-2409 PENENTUAN RASIO O/U SERBUK SIMULASI BAHAN BAKAR DUPIC SECARA GRAVIMETRI Lilis Windaryati, Ngatijo dan Agus Sartono Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir BATAN

Lebih terperinci

Preparasi Sampel. Disampaikan pada Kuliah Analisis Senyawa Kimia Pertemuan Ke 3.

Preparasi Sampel. Disampaikan pada Kuliah Analisis Senyawa Kimia Pertemuan Ke 3. Preparasi Sampel Disampaikan pada Kuliah Analisis Senyawa Kimia Pertemuan Ke 3 siti_marwati@uny.ac.id Penarikan Sampel (Sampling) Tujuan sampling : mengambil sampel yang representatif untuk penyelidikan

Lebih terperinci

PENGOMPLEKS BATHOFENANTROLIN PADA PENENTUAN KADAR BESI SECARA SPEKTROFOTOMETRI

PENGOMPLEKS BATHOFENANTROLIN PADA PENENTUAN KADAR BESI SECARA SPEKTROFOTOMETRI OPTIMASI ph BUFFER DAN KONSENTRASI LARUTAN PEREDUKSI NATRIUM TIOSULFAT (Na 2 S 2 O 3 ) DENGAN PENGOMPLEKS BATHOFENANTROLIN PADA PENENTUAN KADAR BESI SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis SKRIPSI Oleh LAILA KHAMSATUL

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi penelitian meliputi aspek- aspek yang berkaitan dengan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi penelitian meliputi aspek- aspek yang berkaitan dengan III. METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian meliputi aspek- aspek yang berkaitan dengan preparasi sampel, bahan, alat dan prosedur kerja yang dilakukan, yaitu : A. Sampel Uji Penelitian Tanaman Ara

Lebih terperinci

Air dan air limbah Bagian 2: Cara uji kebutuhan oksigen kimiawi (KOK) dengan refluks tertutup secara spektrofotometri

Air dan air limbah Bagian 2: Cara uji kebutuhan oksigen kimiawi (KOK) dengan refluks tertutup secara spektrofotometri Standar Nasional Indonesia Air dan air limbah Bagian 2: Cara uji kebutuhan oksigen kimiawi (KOK) dengan refluks tertutup secara spektrofotometri ICS 13.060.50 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar

Lebih terperinci

PENGARUH ph DAN PENAMBAHAN ASAM TERHADAP PENENTUAN KADAR UNSUR KROM DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

PENGARUH ph DAN PENAMBAHAN ASAM TERHADAP PENENTUAN KADAR UNSUR KROM DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM PENGARUH ph DAN PENAMBAHAN ASAM TERHADAP PENENTUAN KADAR UNSUR KROM DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Zul Alfian Departemen Kimia FMIPA Universitas Sumatera Utara Jl. Bioteknologi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN ANALISIS

BAB IV HASIL DAN ANALISIS BAB IV HASIL DAN ANALISIS 4.1. Komposisi Masukan Perhitungan dilakukan dengan menjadikan uranium, thorium, plutonium (Pu), dan aktinida minor (MA) sebagai bahan bakar reactor. Komposisi Pu dan MA yang

Lebih terperinci

Pupuk kalium sulfat SNI

Pupuk kalium sulfat SNI Standar Nasional Indonesia Pupuk kalium sulfat ICS 65.080 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif... 1 3 Istilah dan definisi... 1 4

Lebih terperinci

EKSTRAKSI STRIPPING URANIUM MOLIBDENUM DARI GAGALAN PRODUKSI BAHAN BAKAR REAKTOR RISET

EKSTRAKSI STRIPPING URANIUM MOLIBDENUM DARI GAGALAN PRODUKSI BAHAN BAKAR REAKTOR RISET BATAN B-68 EKSTRAKSI STRIPPING URANIUM MOLIBDENUM DARI GAGALAN PRODUKSI BAHAN BAKAR REAKTOR RISET Ghaib Widodo PUSAT TEKNOLOGI BAHAN BAKAR NUKLIR, Kawasan Puspiptek, Serpong 15314 Oktober 2012 LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI Fase KOMPOSIT OKSIDA BESI - ZEOLIT ALAM

IDENTIFIKASI Fase KOMPOSIT OKSIDA BESI - ZEOLIT ALAM IDENTIFIKASI Fase KOMPOSIT OKSIDA BESI - ZEOLIT ALAM HASIL PROSES MILLING Yosef Sarwanto, Grace Tj.S., Mujamilah Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang 15314.

Lebih terperinci

Lampiran 1. Prosedur kerja analisa bahan organik total (TOM) (SNI )

Lampiran 1. Prosedur kerja analisa bahan organik total (TOM) (SNI ) 41 Lampiran 1. Prosedur kerja analisa bahan organik total (TOM) (SNI 06-6989.22-2004) 1. Pipet 100 ml contoh uji masukkan ke dalam Erlenmeyer 300 ml dan tambahkan 3 butir batu didih. 2. Tambahkan KMnO

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE. Prosedur Penelitian

BAHAN DAN METODE. Prosedur Penelitian 10 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei 2010 sampai Maret 2011 di Laboratorium Bagian Kimia Analitik Departemen Kimia FMIPA IPB dan di Laboratory of Applied

Lebih terperinci

4 HASIL DAN PEMBAHASAN

4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1.Sintesis dan Karakterisasi Resin Pengkhelat Sintesis resin pengkhelat dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari karakteristik retensi ion logam Cu 2+ pada resin PSDVB-NN. Untuk

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Juli 2014,

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Juli 2014, III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Juli 2014, bertempat di Laboratorium Kimia Organik Jurusan Kimia Fakultas Matematika

Lebih terperinci

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 8: Cara uji kadar hidrogen klorida (HCl) dengan metoda merkuri tiosianat menggunakan spektrofotometer

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 8: Cara uji kadar hidrogen klorida (HCl) dengan metoda merkuri tiosianat menggunakan spektrofotometer Standar Nasional Indonesia Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 8: Cara uji kadar hidrogen klorida (HCl) dengan metoda merkuri tiosianat menggunakan spektrofotometer ICS 13.040.40 Badan Standardisasi

Lebih terperinci

METODE PENGENDAPAN DAN PENUKAR KATION UNTUK PEMISAHAN CESIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2-Al

METODE PENGENDAPAN DAN PENUKAR KATION UNTUK PEMISAHAN CESIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2-Al ISSN 0852 4777 METODE PENGENDAPAN DAN PENUKAR KATION UNTUK PEMISAHAN CESIUM DALAM BAHAN BAKAR U3Si2-Al Aslina Br. Ginting, Dian Anggraini Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir BATAN Kawasan Puspiptek, Serpong,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah eksperimental Murni dengan rancangan eksperimental random atau disebut juga randomized pretest posttest control group

Lebih terperinci

NUCLEAR CHEMISTRY & RADIOCHEMISTRY

NUCLEAR CHEMISTRY & RADIOCHEMISTRY Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta Lecture Presentation NUCLEAR CHEMISTRY & RADIOCHEMISTRY By : NANIK DWI NURHAYATI, S,Si, M.Si Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana. Untuk sampel

BAB III METODE PENELITIAN. Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana. Untuk sampel BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di laboratorium penelitian jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana. Untuk sampel kulit

Lebih terperinci

3 METODOLOGI PENELITIAN

3 METODOLOGI PENELITIAN 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1.Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik, Program Studi Kimia Institut Teknologi Bandung. Jalan Ganesha no.10 Bandung. 3.2.Alat Pada penelitian

Lebih terperinci

3 Metodologi Penelitian

3 Metodologi Penelitian 3 Metodologi Penelitian 3.1 Alat yang Digunakan Selain peralatan gelas standar laboratorium kimia, digunakan pula berbagai peralatan lain yaitu, pompa peristaltik (Ismatec ) untuk memompakan berbagai larutan

Lebih terperinci

PEMUNGUTAN ISOTOP HASIL FISI 137 Cs DAN UNSUR BERMASSA BERAT DARI BAHAN BAKAR U3Si2-Al PASCA IRADIASI

PEMUNGUTAN ISOTOP HASIL FISI 137 Cs DAN UNSUR BERMASSA BERAT DARI BAHAN BAKAR U3Si2-Al PASCA IRADIASI PEMUNGUTAN ISOTOP HASIL FISI 137 Cs DAN UNSUR BERMASSA BERAT DARI BAHAN BAKAR U3Si2-Al PASCA IRADIASI Aslina B.Ginting, Dian A, Noviarty,Yanlinastuti, Arif N, Boybul, Rosika K Pusat Teknologi Bahan Bakar

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN. Kadar air = Ekstraksi

HASIL DAN PEMBAHASAN. Kadar air = Ekstraksi 2 dikeringkan pada suhu 105 C. Setelah 6 jam, sampel diambil dan didinginkan dalam eksikator, lalu ditimbang. Hal ini dilakukan beberapa kali sampai diperoleh bobot yang konstan (b). Kadar air sampel ditentukan

Lebih terperinci

ANALISIS SERBUK UMO UNTUK PEMBUATAN PELAT ELEMEN BAKAR DENGAN TINGKAT MUAT TINGGI

ANALISIS SERBUK UMO UNTUK PEMBUATAN PELAT ELEMEN BAKAR DENGAN TINGKAT MUAT TINGGI SEMINAR NASIONAL ANALISIS SERBUK UMO UNTUK PEMBUATAN PELAT ELEMEN BAKAR DENGAN TINGKAT MUAT TINGGI Sutri Indaryati, Yanlinastuti, Iis Haryati, Rahmiati Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) - BATAN

Lebih terperinci

PENGUKURAN KANDUNGAN Fe DALAM PADUAN AlFeNi MENGGUNAKAN PENGOMPLEKS AMONIUM TIOSIANAT DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

PENGUKURAN KANDUNGAN Fe DALAM PADUAN AlFeNi MENGGUNAKAN PENGOMPLEKS AMONIUM TIOSIANAT DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS PENGUKURAN KANDUNGAN Fe DALAM PADUAN AlFeNi MENGGUNAKAN PENGOMPLEKS AMONIUM TIOSIANAT DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Andi Haidir, Sy. Fatimah, Iis Haryati, Noviarty Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir

Lebih terperinci

Ion Exchange. kemampuan menyerap/ menukar kation-kation seperti Ca, Mg, Na dsb. Yang ada dalam air. Contoh: Hidrogen zeolith (H 2 Z).

Ion Exchange. kemampuan menyerap/ menukar kation-kation seperti Ca, Mg, Na dsb. Yang ada dalam air. Contoh: Hidrogen zeolith (H 2 Z). Ion Exchange A. Tujuan percobaan - Praktikan diharapkan dapat memahami prinsip kerja alat ion exchange pada proses pelunakan air dan demineralisasi air - Praktikan dapat mengetahui aplikasi alat ion exchange

Lebih terperinci

Pupuk amonium sulfat

Pupuk amonium sulfat Standar Nasional Indonesia Pupuk amonium sulfat ICS 65.080 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Prakata... i Daftar isi... ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif... 1 3 Istilah dan definisi... 1

Lebih terperinci

KONSEP DAN TUJUAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR

KONSEP DAN TUJUAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR KONSEP DAN TUJUAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR RINGKASAN Penggunaan uranium sebagai bahan bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) selain menghasilkan tenaga listrik dapat juga menghasilkan bahan

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN. Lanjutan Nilai parameter. Baku mutu. sebelum perlakuan

HASIL DAN PEMBAHASAN. Lanjutan Nilai parameter. Baku mutu. sebelum perlakuan dan kemudian ditimbang. Penimbangan dilakukan sampai diperoleh bobot konstan. Rumus untuk perhitungan TSS adalah sebagai berikut: TSS = bobot residu pada kertas saring volume contoh Pengukuran absorbans

Lebih terperinci

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN BAB III. METODOLOGI PENELITIAN III.1 Peralatan Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : - Spektrometer serapan atom ( Perkin-Elmer tipe Aanalyst 100 ) - Tungku karbon ( Perkin-Elmer

Lebih terperinci

Udara ambien Bagian 8: Cara uji kadar oksidan dengan metoda neutral buffer kalium iodida (NBKI) menggunakan spektrofotometer

Udara ambien Bagian 8: Cara uji kadar oksidan dengan metoda neutral buffer kalium iodida (NBKI) menggunakan spektrofotometer Standar Nasional Indonesia Udara ambien Bagian 8: Cara uji kadar oksidan dengan metoda neutral buffer kalium iodida (NBKI) menggunakan spektrofotometer ICS 13.040.20 Badan Standardisasi Nasional Daftar

Lebih terperinci

BAB II KERANGKA TEORI. Zirkonium (Zr) dalam daftar periodik mempunyai berat atom 91,22

BAB II KERANGKA TEORI. Zirkonium (Zr) dalam daftar periodik mempunyai berat atom 91,22 BAB II KERANGKA TEORI A. Deskripsi Teori 1. Zirkonium Sulfat Zirkonium (Zr) dalam daftar periodik mempunyai berat atom 91,22 dengan nomor atom 40. Konfigurasi elektron Zr adalah 5s 2 4d 2. Hafnium (Hf)

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN PERNYATAAN ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI HALAMAN PERNYATAAN ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... DAFTAR ISI PERNYATAAN ABSTRAK... i KATA PENGANTAR... ii UCAPAN TERIMA KASIH... iii DAFTAR ISI... v DAFTAR TABEL... vii DAFTAR GAMBAR... viii DAFTAR LAMPIRAN... x BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang

Lebih terperinci

ION. Exchange. Softening. Farida Norma Yulia M. Fareid Alwajdy Feby Listyo Ramadhani Fya Widya Irawan

ION. Exchange. Softening. Farida Norma Yulia M. Fareid Alwajdy Feby Listyo Ramadhani Fya Widya Irawan ION Exchange Softening Farida Norma Yulia 2314100011 M. Fareid Alwajdy 2314100016 Feby Listyo Ramadhani 2314100089 Fya Widya Irawan 2314100118 ION EXCHANGE Proses dimana satu bentuk ion dalam senyawa dipertukarkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen laboratorium. Penelitian laboratorium merupakan suatu penelitian yang dilakukan di dalam laboratorium,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian ini dilakukan dengan metode experimental di beberapa laboratorium dimana data-data yang di peroleh merupakan proses serangkaian percobaan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN METODA ELEKTRODIALISIS DALAM PEMISAHAN URANIUM DARI EFLUEN PROSES

PENGGUNAAN METODA ELEKTRODIALISIS DALAM PEMISAHAN URANIUM DARI EFLUEN PROSES PENGGUNAAN METODA ELEKTRODIALISIS DALAM PEMISAHAN URANIUM DARI EFLUEN PROSES Hendro Wahyono (1), Ghaib Widodo (1), Sunardi (1) Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir-BATAN Kawasan Puspiptek, Serpong-Tangerang

Lebih terperinci

besarnya polaritas zeolit alam agar dapat (CO) dan hidrokarbon (HC)?

besarnya polaritas zeolit alam agar dapat (CO) dan hidrokarbon (HC)? OPTIMALISASI SUHU AKTIVASI DAN POLARITAS ZEOLIT ALAM UNTUK MENGURANGI EMISI GAS BUANG SEPEDA MOTOR Drs. Noto Widodo, M.Pd. Bambang Sulistyo, S.Pd., M.Eng Amir Fatah, MPd M.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK

Lebih terperinci

Hasil dan Pembahasan

Hasil dan Pembahasan 27 Bab IV Hasil dan Pembahasan IV.1 Isolasi Enzim katalase dari kentang Enzim katalase terdapat dalam peroksisom, organel yang ditemukan pada jaringan tumbuhan di luar inti sel kentang sehingga untuk mengekstraknya

Lebih terperinci

PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA PEMURNIAN ETANOL ABSTRAK

PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA PEMURNIAN ETANOL ABSTRAK PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN PADA PEMURNIAN ETANOL Haryadi 1*, Sariadi 2, Zahra Fona 2 1 DIV Teknologi Kimia Industri, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Lhokseumawe 2 Jurusan Teknik Kimia,

Lebih terperinci

PERHITUNGAN BURN UP BAHAN BAKAR REAKTOR RSG-GAS MENGGUNAKAN PAKET PROGRAM BATAN-FUEL. Mochamad Imron, Ariyawan Sunardi

PERHITUNGAN BURN UP BAHAN BAKAR REAKTOR RSG-GAS MENGGUNAKAN PAKET PROGRAM BATAN-FUEL. Mochamad Imron, Ariyawan Sunardi Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Aplikasi Reaktor Nuklir PRSG Tahun 2012 ISBN 978-979-17109-7-8 PERHITUNGAN BURN UP BAHAN BAKAR REAKTOR RSG-GAS MENGGUNAKAN PAKET PROGRAM BATAN-FUEL Mochamad Imron,

Lebih terperinci

Pupuk diamonium fosfat

Pupuk diamonium fosfat Standar Nasional Indonesia Pupuk diamonium fosfat ICS 65.080 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi... i Prakata... ii 1 Ruang lingkup... 1 2 Acuan normatif... 1 3 Istilah dan definisi...

Lebih terperinci

MODIFIKASI RESIN Ca-ALGINAT DENGAN ABU JERAMI PADI SEBAGAI MATERIAL PENGISI KOLOM PADA TAHAPAN PRAKONSENTRASI ANALISA ION Mn (II) SECARA OFF- LINE

MODIFIKASI RESIN Ca-ALGINAT DENGAN ABU JERAMI PADI SEBAGAI MATERIAL PENGISI KOLOM PADA TAHAPAN PRAKONSENTRASI ANALISA ION Mn (II) SECARA OFF- LINE MODIFIKASI RESIN Ca-ALGINAT DENGAN ABU JERAMI PADI SEBAGAI MATERIAL PENGISI KOLOM PADA TAHAPAN PRAKONSENTRASI ANALISA ION Mn (II) SECARA OFF- LINE Adhi Surya Pranata, Bohari Yusuf, Aman Sentosa Panggabean

Lebih terperinci

Penentuan Kadar Besi selama Fase Pematangan Padi Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis

Penentuan Kadar Besi selama Fase Pematangan Padi Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis AKTA KIMIA INDONESIA Akta Kimindo Vol. 2(1), 2017: 52-57 Penentuan Kadar Besi selama Fase Pematangan Padi Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Dianawati, N 1 ; R. Sugiarso, R. D 1(*) 1 Jurusan Kimia, FMIPA

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3. Bahan baku dengan mutu pro analisis yang berasal dari Merck (kloroform,

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3. Bahan baku dengan mutu pro analisis yang berasal dari Merck (kloroform, BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. BAHAN 1. Standar DHA murni (Sigma-Aldrich) 2. Standar DHA oil (Tama Biochemical Co., Ltd.) 3. Bahan baku dengan mutu pro analisis yang berasal dari Merck (kloroform, metanol,

Lebih terperinci

Jurnal MIPA 37 (1): (2014) Jurnal MIPA.

Jurnal MIPA 37 (1): (2014) Jurnal MIPA. Jurnal MIPA 37 (1): 53-61 (2014) Jurnal MIPA http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/jm ADSORPSI ION CU(II) MENGGUNAKAN PASIR LAUT TERAKTIVASI H 2 SO 4 DAN TERSALUT Fe 2 O 3 DS Pambudi AT Prasetya, W

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE Alat dan Bahan Metode Penelitian Pembuatan zeolit dari abu terbang batu bara (Musyoka et a l 2009).

BAHAN DAN METODE Alat dan Bahan Metode Penelitian Pembuatan zeolit dari abu terbang batu bara (Musyoka et a l 2009). BAHAN DAN METODE Alat dan Bahan Pada penelitian ini alat yang digunakan adalah timbangan analitik dengan ketelitian 0,1 mg, shaker, termometer, spektrofotometer serapan atom (FAAS GBC), Oven Memmert, X-Ray

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. pembuatan vermikompos yang dilakukan di Kebun Biologi, Fakultas

METODE PENELITIAN. pembuatan vermikompos yang dilakukan di Kebun Biologi, Fakultas III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap: Tahap pertama adalah pembuatan vermikompos yang dilakukan di Kebun Biologi, Fakultas Teknobiologi, Universitas

Lebih terperinci