Deskripsi Mata Kuliah Jurusan S1 Sastra China Fakultas Sastra Universitas Kristen Maranatha

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Deskripsi Mata Kuliah Jurusan S1 Sastra China Fakultas Sastra Universitas Kristen Maranatha"

Transkripsi

1 Deskripsi Mata Kuliah Jurusan S1 Sastra China Fakultas Sastra Universitas Kristen Maranatha SEMESTER I Pancasila (MK-017) Mahasiswa memperoleh pemahaman yang semakin jelas mengenai Pancasila sebagai falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga para mahasiswa benar-benar menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Mata kuliah ini menjelaskan tentang landasan dan tujuan pendidikan Pancasila, pertumbuhan paham kebangsaan Indonesia, sistem ketatanegaraan RI, dinamika pelaksanaan UUD 1945, Pancasila sebagai sistem filsafat, sistem etika, ideologi, dan sebagai paradigma kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kewarganegaraan (MK-024) Mahasiswa mampu memahami, menghayati Wasantra, Tannas dan Polstranas yang dikaitkan dengan kesadaran bela negara dalam hal: memperkuat rasa cinta tanah air, memupuk kesadaran berbangsa, bernegara, dan menumbuhkan sikap rela berkorban demi bangsa dan negara.mata Kuliah ini merupakan mata kuliah pengembangan kepribadian di lingkungan pendidikan, sebagai dasar dalam memahami hak dan kewajiban warganegara. Teknik Penulisan Ilmiah (MK-039) Perkuliahan ini diarahkan kepada penguasaan Bahasa Indonesia secara lisan dan tulisan. Akan tetapi, penguasaan bahasa secara tulisan lebih diutamakan karena mahasiswa dituntut mampu mengungkapkan gagasan ilmiahnya ke dalam bentuk tulisan. Materi perkuliahan mencakup kaidah EYD, tata bentuk, tata kalimat, ragam ilmiah, tata tulis karangan ilmiah, dan konvensi naskah ilmiah. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa mampu menulis karya ilmiah sesuai dengan kaidah yang berlaku. Bahasa China Terpadu I (SM-141) Mahasiswa memiliki kemampuan dasar Bahasa Mandarin terpadu, meliputi kemampuan mendengar, berbicara, membaca dan menulis.mata kuliah ini mencakup Fonetik (lafal); bentukbentuk kalimat dasar; guratan dan Huruf Han yang sering dijumpai; pengetahuan Bahasa Mandarin. Penekanan pada pengajaran fonetik. Penguasaan kosakata baru : 600 kata. Pemahaman Tulis I (SM-151) Mahasiswa mampu memahami teks tertulis. Mata kuliah ini mencakup pengenalan Huruf Han, kata dan kalimat. Materi disesuaikan dengan materi Mata Kuliah Bahasa China Terpadu. Isi teks meliputi aktivitas dan kehidupan sehari-hari pelajar. Pemahaman Lisan I (SM-161) Mahasiswa dengan bimbingan dosen berlatih mendengarkan dan memahami informasi dari media elektronik. Bahan ajar disesuaikan dengan materi Bahasa China Terpadu dengan memperhatikan kondisi pergaulan dan kehidupan sehari-hari. Percakapan I (SM-171) Mahasiswa mempelajari cara berkomunikasi dalam Bahasa China secara lisan. Mata kuliah ini mencakup Fonetik; tata bahasa Bahasa Mandarin dasar. Pengantar Komunikasi Antar Kultur (SM-131) Mahasiswa mempelajari istilah-istilah budaya dengan penitikberatan pada contoh-contoh praktis dan nyata dari kehidupan sehari-hari sebagai aplikasi/realisasi dari istilah-istilah tersebut.materi perkuliahan mencakup beragam jenis budaya, baik domestik maupun mancanegara, yang akan membantu menciptakan pemahaman yang baik dalam mengembangkan hubungan (berkomunikasi) dengan pihak-pihak yang memiliki latar belakang budaya yang berlainan. Penyajian berupa studi kasus, ilustrasi, dan contoh-contoh nyata yang terjadi di sekitar kita.

2 SEMESTER II Pendidikan Agama (MK-060) Melalui mata kuliah ini mahasiswa belajar mengembangkan sikap kritis untuk menguji secara konstruktif pengalaman dan motivasi beragama yang dianutnya, juga mengembangkan wawasan pluralis yang mendasari kesadaran akan kemajemukan pengalaman dan motivasi beragama dalam masyarakat. Bahasa China Terpadu II (SM-142) Mahasiswa mempelajari kemampuan dasar Bahasa China terpadu, meliputi kemampuan mendengar, berbicara, membaca dan menulis.materi perkuliahan mencakup Fonetik (membedakan lafal); jenis-jenis kalimat yang sering dijumpai; pengetahuan Bahasa China. Penekanan pada pengajaran tata bahasa. Penguasaan kosakata baru: 800 kata. Pemahaman Tulis II (SM-152) Mahasiswa mempelajari bagaimana dapat membaca teks dengan lebih cepat dan memahami teks yang dibacanya. Materi perkuliahan mencakup pemahaman garis besar teks, makna kalimat dan kata-kata kunci dalam teks. Isi teks meliputi aktivitas dan kehidupan sehari-hari pelajar; pengenalan singkat Masyarakat dan Kebudayaan China. Pemahaman Lisan II (SM-162) Mahasiswa dengan bimbingan dosen berlatih mendengarkan dan memahami isi kaset rekaman. Bahan ajar disesuaikan dengan materi Bahasa China Terpadu dengan memperhatikan kondisi pergaulan dan kehidupan sehari-hari. (Ruang kuliah : Lab. Bahasa). Percakapan II (SM-172) Mahasiswa mempelajari struktur kalimat lisan dalam Bahasa Mandarin, yang sering digunakan sehingga mampu berkomunikasi dalam Bahasa Mandarin lisan dengan konteks aktifitas sehari-hari. Teori Dasar Linguistik (SM-122) Mahasiswa mempelajari teori dan pengetahuan mengenai Teori Dasar Linguistik dalam meningkatkan kemampuan berbahasa China. Teori Dasar Sastra (SM-112) Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang konsep-konsep teori dasar sastra, terutama yang berhubungan dengan bentuk karya sastra, struktur-struktur dasar yang ada dalam setiap genre sastra, perbedaan-perbedaan antara setiap bentuk karya sastra. Serta yang terpenting adalah bagaimana seluruh aspek dasar ini diterapkan di dalam karya sastra, sehingga dapat membantu pembaca karya sastra menggali dan memberikan apresiasi yang lebih dalam tentang suatu karya sastra. Pengolahan Info Bahasa Mandarin (SM-182) Mahasiswa mempelajari pengoperasian komputer dengan sistem Bahasa Mandarin, mulai dari proses input data, browsing data berbahasa Mandarin, sampai pada proses akhir dalam berbagai format Microsoft Office sehingga dapat mengolah data berbahasa Mandarin, dengan menggunakan komputer. SEMESTER III Bahasa China Terpadu III (SM-243) Pernah Tempuh mata kuliah Bahasa China Terpadu II (Dengan nilai minimum C). Mahasiswa mempelajari Fonetik; memperkokoh tata bahasa yang telah dipelajari; pengetahuan Bahasa dan Budaya China. Penekanan pada penggunaan kata dan frase (khususnya penggunaan partikel). Penguasaan kosakata baru : 1000 kata.

3 Pemahaman Tulis III (SM-253) Pernah Tempuh mata kuliah Pemahaman Tulis II (Dengan nilai minimum C). Mahasiswa mempelajari cara dan teknik-teknik yang diperlukan untuk memahami teks tertulis dengan lebih cepat. Isi teks lebih luas dan kaya. Pemahaman Lisan III (SM-263) Pernah Tempuh mata kuliah Pemahaman Lisan II (Dengan nilai minimum C). Mahasiswa dengan bimbingan dosen berlatih mendengarkan dan memahami isi kaset rekaman. Bahan ajar disesuaikan dengan materi Bahasa China Terpadu dengan memperhatikan kondisi pergaulan dan kehidupan sehari-hari. Bahan ajar padat isi dan beragam. Penekanan pada kemampuan membedakan dan memahami kalimat kompleks. (Ruang kuliah : Lab. Bahasa). Percakapan III (SM-273) Pernah Tempuh mata kuliah Percakapan II (Dengan nilai minimum C). Mahasiswa mempelajari kalimat lisan yang sering digunakan sehingga mampu berkomunikasi dalam Bahasa China lisan dalam kehidupan sehari-hari. Mengarang Dasar I (SM-283) Telah menempuh mata kuliah Bahasa China Terpadu II (Dengan nilai minimum C) Mahasiswa mempelajari dan berlatih menulis karangan sederhana dalam bentuk narasi dan deskripsi. Fonetik Bahasa Mandarin (SM-223) Telah menempuh mata kuliah Teori Dasar Linguistik (Dengan nilai minimum C) Mahasiswa mempelajari teori dan pengetahuan mengenai fonetik Bahasa China Modern. Pengantar Kesusastraan China (SM-213) Telah menempuh mata kuliah Teori Dasar Sastra (Dengan nilai minimum C) Mata kuliah ini merupakan sebuah pengantar tentang sastra China secara umum, meliputi sastra China kuno sampai kontemporer, memperkenalkan para sastrawan dari tiap jaman beserta karya-karyayang berpengaruh. Selain itu mata kuliah ini juga membahas overseas Chinese literature, terutama di Indonesia. Sejarah China I (SM-233) Mata kuliah ini merupakan bagian pertama dari dua seri mata kuliah Sejarah China. Pada bagian pertama, mahasiswa akan mendapatkan pengetahuan mengenai pengenalan sejarah China dari periode pra sejarah, penyatuan China, jaman dinasti, sampai pada periode perang dunia. Dasar-dasar Filsafat (SM-293) Mata kuliah ini akan mengulas tentang bahasa (sebagai bagian dari ilmu pengetahuan) dalam kaitannya dengan Filsafat secara umum sehingga mahasiswa dapat mengaplikasikan metodologi filsafat dan sistem-sistem berpikir yang memadai untuk membuat karya tulis ilmiah.

4 SEMESTER IV Bahasa China Terpadu IV (SM-244) Pernah Tempuh Bahasa China Terpadu III (Dengan Nilai Minimum C). Mata kuliah ini menitikberatkan pada kemampuan mendengar, berbicara, membaca dan menulis secara komprehensif tentang pola struktur tata bahasa, kalimat dan wacana dalam bahasa Mandarin. Pemahaman Tulis IV (SM-254) Pernah Tempuh mata kuliah Pemahaman Tulis III (Dengan nilai minimum C). Mahasiswa mempelajari teknik-teknik membaca yang diperlukan untuk memahami teks tertulis dengan lebih cepat dan konten yang lebih luas. Pemahaman Lisan IV (SM-264) Pernah Tempuh mata kuliah Pemahaman Lisan III (Dengan nilai minimum C). Mahasiswa dengan bimbingan dosen berlatih mendengarkan dan memahami informasi dari media elektronik. Bahan ajar disesuaikan dengan materi perkuliahan Bahasa China Terpadu, dengan memperhatikan konteks pergaulan dalam kehidupan sehari-hari. Penekanan pada kemampuan memahami kalimat kompleks. Percakapan IV (SM-274) Pernah Tempuh Percakapan III (Dengan nilai minimum C). Mahasiswa mempelajari topik-topik percakapan yang mengandung peribahasa/pepatah populer dalam bahasa Mandarin. Mengarang Dasar II (SM-284) Telah menempuh dan lulus mata kuliah Mengarang Dasar I (Dengan nilai minimum C) Mahasiswa mempelajari dan berlatih menulis karangan argumentasi dan eksposisi dengan menggunakan kosakata, tata bahasa dan retorik yang tepat. Sejarah China II (SM-234) Telah lulus mata kuliah Sejarah China I (dengan nilai minimum C) Melalui mata kuliah ini, mahasiswa akan mendapatkan pembelajaran mengenai perkembangan China, denan topik d mengenai sejarah Dinasti Qing, Revolusi China, pendirian RRC, sampai dengan pengembalian Hongkong dan Macau ke RRC. Pengetahuan Huruf Han Modern (SM-224) Dalam mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari teori tentang perkembangan karakter Han mulai dari klasik hingga Modern. Kajian Prosa (SM-214) Pernah tempuh mata kuliah Pengantar Kesusastraan China. Mata kuliah ini memperkenalkan dan membahas karya sastra bentuk prosa yang ditulis dalam bahasa Mandarin, baik yang dikarang oleh pengarang China, Singapura, Malaysia, dan negara lain yang memiliki overseas Chinese Literature. Selain iru juga memperkenalkan karya sastra Melayu-Tionghoa yang belakangan banyak dibahas kembali.

5 Sejarah Pemikiran Modern (SM-294) Pernah tempuh mata kuliah Dasar-dasar Filsafat. Mata kuliah ini merupakan bagian lanjutan dari rangkaian mata kuliah filsafat. Mata kuliah ini terfokus pada pembelajaran mengenai berbagai aliran filsafat barat pada era renaissance, modern, dan postmodern. Dan diharapkan melalui pengetahuan tersebut, mahasiswa lebih terdorong untuk mengkaji beberapa pemikiran penting. Semester V Bahasa China Terpadu V (SM-345) Pernah Tempuh Bahasa China Terpadu IV (Dengan Nilai Minimum C). Mata kuliah ini mempelajari berbagai teks berbahasa Mandarin, dengan penekanan pada daya kritis mahasiswa dalam merespon isi teks. Penekanan pada kelompok kosakata Bahasa Mandarin tingkat menengah, dan struktur tata bahasa yang lebih kompleks.. Pemahaman Tulis V (SM-355) Pernah Tempuh Pemahaman Tulis IV (Dengan Nilai Minimum C). Mata kuliah ini mempelajari teknik membaca karya sastra berbahasa Mandarin, dengan penekanan pada kemampuan membaca kritis. Pemahaman Lisan V (SM-365) Pernah Tempuh Pemahaman Lisan IV (Dengan nilai minimum C). Mahasiswa dengan bimbingan dosen berlatih mendengarkan dan memahami informasi dari tayangan visual dalam Bahasa Mandarin. Bahan ajar disesuaikan dengan materi perkuliahan Bahasa China Terpadu, dengan memperhatikan perkembangan jaman. Penekanan pada kemampuan menanggapi situasi dari tayangan visual. Percakapan V (SM-375) Pernah Tempuh Percakapan IV (Dengan nilai minimum C). Mata kuliah ini mempelajari topik-topik percakapan seputar budaya China, sehingga mahasiswa dapat mengenal budaya China dengan lebih mendalam dan mengenal persamaan dan perbedaan dengan budaya Indonesia. Menulis Praktis (SM-385) Mahasiswa telah menempuh dan lulus mata kuliah Mengarang Dasar II (Dengan nilai minimum C). Dalam mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari metode menulis praktis seperti penulisan memo, surat pemberitahuan, pengumuman, daftar riwayat hidup, surat pribadi, surat untuk instansi, dan surat perjanjian, yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan kerja. Kosakata Bhs Mandarin (SM-325) Pernah Tempuh mata kuliah Teori Dasar Linguistik. Mahasiswa mempelajari teori tentang proses pembentukan dan penggunaan kosakata Bahasa China Modern.

6 Masyarakat Tionghoa Indonesia (SM-337) Mata kuliah ini memberikan pengetahuan tentang etnis Tionghoa di Indonesia, kehadiran masyarakat Tionghoa di Indonesia, sebagai salah satu etnis yang memperkaya keanekaragaman budaya Indonesia, dan juga merupakan bagian dari bangsa Indonesia seutuhnya. Dasar Pemikiran China (SM-395) Pernah Tempuh mata kuliah Dasar-dasar Filsafat. Mata kuliah ini memberikan gambaran umum tentang filsafat China, terutama memberikan penekanan pada pengenalan dua pilar utama budaya China klasik yakni Konfucianisme dan Taoisme, termasuk membaca penggalan-penggalan karya asli kedua aliran besar tersebut. Kajian Puisi (SM-315) Pernah tempuh Pengantar Kesusastraan China. Mata kuliah ini memperkenalkan dan membahas karya sastra bentuk puisi yang ditulis dalam bahasa Mandarin dari jaman ke jaman, menerapkan teori dasar puisi yang telah dipelajari untuk menganalisis puisi, sehingga mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang isi karya sastra tersebut. Kajian Drama (SM-317) Pernah Tempuh Pengantar Kesusastraan China. Mata kuliah ini memperkenalkan dan membahas karya sastra China bentuk drama, seperti opera lokal Beijing Peking opera, karya Lao She: Cha Guan, dll., dengan menerapkan teori dasar sastra drama. Pengantar Budaya China I (SM-335) Pernah Tempuh Sejarah China I Mata kuliah ini membahas tentang lingkungan geografis Budaya China, agama dan pemikiranpemikiran tradisional, sistem pemerintahan masyarakat China kuno, bentuk-bentuk seni tradisional China, dll. Semester VI Bahasa China Terpadu VI (SM-346) Pernah Tempuh Bahasa China Terpadu V (Dengan nilai minimum C). Melatih mahasiswa untuk mahir berbahasa Mandarin dengan penekanan pada bentuk kalimat majemuk dan pemilihan kosa kata yang tepat dan sesuai konteks, baik secara lisan maupun tulisan. Bhs. China Media Cetak (SM-356) Lulus Pemahaman Tulis V (Dengan nilai minimum C). Mata kuliah ini membahas bacaan-bacaan pers berbahasa Mandarin, seperti surat kabar, majalah, berita-berita elektronik di internet, dll. dengan penekanan pada gaya bahasa, struktur dan kosakata bahasa pers. China Today (SM-366) Lulus Pemahaman Lisan V (Dengan nilai minimum C). Mahasiswa dengan bimbingan dosen berlatih mendengarkan dan memahami tayangan visual yang memuat informasi tentang situasi terkini yang terjadi di China.

7 Percakapan VI (SM-376) Pernah Tempuh Percakapan V (Dengan nilai minimum C). Mata kuliah ini menyajikan topik-topik tematis yang relevan dengan situasi terkini di Indonesia maupun di China. Pembahasan/diskusi dilakukan hanya dengan menggunakan bahasa Mandarin. Hubungan China Indonesia (SM-338) Mata kuliah ini mencakup kajian hubungan budaya Indonesia-China dalam berbagai bidang, seperti: sejarah, agama, sastra, bahasa, seni, olah raga, bangunan, kedokteran, obat-obatan herbal, barang-barang kehidupan sehari-hari dan lain-lain. Tata Bahasa China Modern (SM-326) Pernah tempuh mata kuliah Teori Dasar Linguistik Merupakan mata kuliah pengetahuan Bahasa China modern, memberikan dasar-dasar tata bahasa China Modern secara lengkap dan sistematis. Metode Pendekatan Sastra (SM-318) Telah menempuh dan lulus mata kuliah Teori Dasar Sastra, Pengantar Kesusastraan China, Kajian Prosa, Kajian Puisi, Kajian Drama (Dengan nilai minimum C). Mata kuliah ini mengajarkan konsep-konsep dasar penelitian sastra sehingga mahasiswa mampu menyusun proposal penelitian di bidang sastra dengan penekanan pada penelitian perbandingan sastra China dan sastra Indonesia. Metode Pendekatan Linguistik (SM-328) Telah menempuh dan lulus mata kuliah Teori Dasar Sastra, Fonetik Bahasa Mandarin, Pengetahuan Huruf Han Modern, Kosakata Bhs Mandarin (Dengan nilai minimum C). Dan pada semester berjalan sedang menempuh Tata Bahasa China Modern. Mata kuliah ini mengajarkan konsep-konsep dasar penelitian bahasa, penelitian struktur internal bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, wacana), penelitian makna bahasa, penelitian diakronik bahasa, penelitian pemakaian bahasa serta kuantifikasi data kebahasaan, sehingga mahasiswa mampu menyusun proposal penelitian di bidang linguistik dengan penekanan pada penelitian perbandingan struktur internal bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. Metode Pendekatan Budaya (Kode MK: SM-338) Telah menempuh dan lulus mata kuliah Sejarah China I & II, Pengantar Budaya China I, Dasar Pemikiran China (Dengan nilai minimum C). Dan pada semester berjalan sedang menempuh mata kuliah Pengantar Budaya China II. Mata kuliah ini mencakup Pendekatan Hermeneutika Budaya, Pendekatan Komunikasi (budaya sebagai praksis komunikasi verbal dan nonverbal), dan Pendekatan Kontekstual, sehingga mahasiswa mampu menyusun proposal penelitian di bidang budaya, dengan penekanan pada penelitian perbandingan kebudayaan China dan kebudayaan Indonesia. Semester VII Sejarah Kebudayaan Indonesia (SK-104) Mata kuliah ini mengantarkan mahasiswa pada pengetahuan dasar tentang Sejarah Kebudayaan Indonesia. Setelah mengikuti perkuliahan ini mahasiswa diharapkan mampu melihat, menganalisa realitas historis yang berbeda di satu tempat dengan tempat lainnya.

8 Bahasa Inggris (SK-102) Mata kuliah menekankan pada peningkatan kemampuan membaca teks berbahasa Inggris, dengan materi umum mencakup: Theory of reading: scanning and skimming; vocabulary building, various sentence patterns, topic sentence; paragraph understanding, reading passages for comprehension. Penerjemahan Tertulis (SM-487) Telah menempuh Tata Bahasa China Modern (Dengan nilai minimum C) Dalam mata kuliah ini, mahasiswa berlatih menerjemahkan surat, dokumen, dll., dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Indonesia dan sebailknya, dengan penjelasan perbandingan tata bahasa, pemilihan kata dan pengetahuan budaya terkait. Seminar Pra Skripsi (SM-480) Telah menyelesaikan seluruh mata kuliah semester I-VI (Dengan nilai minimal C). Mata kuliah ini membahas konsep, teori, dan langkah-langkah menyusun proposal skripsi dengan ruang lingkup sastra/budaya/linguistik. Mata Kuliah Pilihan Reading Aloud (SQ-317) Mata kuliah ini memberikan latihan membaca berbagai ragam bacaan berbahasa China, seperti prosa, puisi, berita, dll. dengan penekanan pada pelafalan, nada, intonasi kalimat, penghayatan bacaan dan kealamiahan kecepatan & kelancaran membaca. Percakapan Tematis (SQ-337) Mata kuliah ini membahas tema-tema yang berhubungan dengan kebudayaan, adat-istiadat serta kebiasaan hidup pada masyarakat China dan Indonesia. Bahasa Jepang Dasar I (SQ-367) Mata kuliah ini mencakup empat ketrampilan dasar berbahasa Jepang, yakni mendengar, berbicara, membaca dan menulis, serta pengetahuan tentang budaya Jepang. Semester VIII Penerjemahan Lisan (SM-488) Telah menempuh dan lulus mata kuliah Penerjemahan Tertulis (Dengan nilai minimum C). Dalam mata kuliah ini, mahasiswa menerjemahkan informasi lisan, dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia, atau sebaliknya dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin, dengan penjelasan perbandingan tata bahasa, pemilihan kata dan pengetahuan budaya terkait. Skripsi (SM-490) Telah menempuh dan lulus pra-skripsi (Dengan nilai minimum C), Melalui penulisan skripsi, mahasiswa mampu mencurahkan seluruh kemampuannya dalam mengkaji berbagai hal yang terkait dengan Indonesia dan China, melalui perbandingan di bidang sastra/budaya/linguistik. Mata Kuliah Pilihan Wisata Budaya China (SQ-318) Mata kuliah ini membahas kondisi geografis China serta aspek budaya dari tiap-tiap provinsi di dalamnya. Bhs. China Klasik (SQ-357) Mata kuliah ini memberikan pengenalan beberapa karya pilihan dalam Bahasa China Klasik, terutama prosa yang ditulis pada jaman pra-qin.

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu

SILABUS. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu KELAS XII SEMESTER 1 SILABUS Semester : 1 Standar Kompetensi : Mendengarkan 1. Memahami informasi dari berbagai laporan 1.1 Membedakan Laporan Mencatat pokok-pokok antara fakta Laporan kegiatan isi laporan

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA SALINAN - 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA DAN SASTRA, SERTA PENINGKATAN FUNGSI BAHASA INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 1 A. Latar

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011

Lebih terperinci

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku.

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku. KODE UNIT : KOM.PR01.005.01 JUDUL UNIT : Menyampaikan Presentasi Lisan Dalam Bahasa Inggris DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan profesi humas

Lebih terperinci

PENILAIAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN PEMBELAJARAN PENILAIAN PEMBELAJARAN PENILAIAN APA PENILAIAN? APA PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI? BAGAIMANA CARANYA? PENILAIAN: PROSES SISTIMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA, DESKRIPSI VERBAL), ANALISIS, INTERPRETASI

Lebih terperinci

Oleh: HARRY SULASTIANTO

Oleh: HARRY SULASTIANTO Oleh: HARRY SULASTIANTO PENGERTIAN KARYA TULIS ILMIAH Karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ipteks yang diperolehnya melalui studi kepustakaan, pengalaman, penelitian,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa yang berkembang di masyarakat sangat beragam. Ragam

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa yang berkembang di masyarakat sangat beragam. Ragam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa yang berkembang di masyarakat sangat beragam. Ragam bahasa tersebut digunakan sesuai kondisi yang ada. Preston dan Shuy (dalam Chaer, 2002: 105) mengatakan ragam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia selalu mengalami perubahan dari masa ke masa sejalan dengan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia selalu mengalami perubahan dari masa ke masa sejalan dengan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pertumbuhan dan perkembangan bahasa telah menempatkan bahasa asing pada posisi strategis yang memungkinkan bahasa tersebut masuk dan mempengaruhi perkembangan

Lebih terperinci

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER Matakuliah : Analisis Wacana Semester/ SKS : 2/2 SKS Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dosen : Dr. Gatot Sarmidi,M.Pd Kompetensi : Mahasiswa memiliki

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penting bagi manusia, jika ide pokok di dalam wacana tersebut tidak dipahami.

BAB I PENDAHULUAN. penting bagi manusia, jika ide pokok di dalam wacana tersebut tidak dipahami. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Manusia adalah makhluk yang butuh akan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan diharapkan akan membawa manusia semakin baik. Hanya saja ilmu pengetahuan tidak akan diperoleh

Lebih terperinci

Penelusuran Minat Baca Karya Sastra Prosa: Studi Kasus Pada Mahasiswa Semester VI Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Singaperbangsa Karawang.

Penelusuran Minat Baca Karya Sastra Prosa: Studi Kasus Pada Mahasiswa Semester VI Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Singaperbangsa Karawang. Jurnal Ilmiah Solusi Vol.1 No. 3 September - Nopember 2014: 41-45 Penelusuran Minat Baca Karya Sastra Prosa: Studi Kasus Pada Mahasiswa Semester VI Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Singaperbangsa

Lebih terperinci

TATA TULIS KARYA ILMIAH SEMESTER PENDEK

TATA TULIS KARYA ILMIAH SEMESTER PENDEK TATA TULIS KARYA ILMIAH SEMESTER PENDEK PENGANTAR UMUM DAN KONTRAK BELAJAR Penjelasan umum tentang mata kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah (TTKI) Penjelasan Umum Karya Ilmiah adalah laporan tertulis dan dipublikasi

Lebih terperinci

Tinjauan Mata Kuliah. allo Saudara... Selamat jumpa pada mata kuliah Keterampilan Musik

Tinjauan Mata Kuliah. allo Saudara... Selamat jumpa pada mata kuliah Keterampilan Musik i Tinjauan Mata Kuliah allo Saudara... Selamat jumpa pada mata kuliah Keterampilan Musik H dan Tari! Pada mata kuliah ini, Anda akan mempelajari bagaimana mencipta sebuah karya tari dan musik atau sering

Lebih terperinci

PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko)

PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko) PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko) SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

Materi, Alat dan Metode dalam Praktek Pendidikan I L M U P E N D I D I K A N

Materi, Alat dan Metode dalam Praktek Pendidikan I L M U P E N D I D I K A N Materi, Alat dan Metode dalam Praktek Pendidikan I L M U P E N D I D I K A N Materi Pendidikan Segala sesuatu yang merupakan isi pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk keperluan pertumbuhan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR ISI UNTUK PROGRAM PAKET A, PROGRAM PAKET B, DAN PROGRAM PAKET C DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

Bab 1. Pendahuluan. Sejak zaman dahulu kala, manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi

Bab 1. Pendahuluan. Sejak zaman dahulu kala, manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi Bab 1 Pendahuluan 1.1. Latar Belakang Sejak zaman dahulu kala, manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi kepada sesamanya, baik itu lisan maupun tulisan. Menurut Parera (1997:27), bahasa ialah

Lebih terperinci

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7 PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Diajukan

Lebih terperinci

FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi.

FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi. FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi. Disampaikan Pada: DIKLAT KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SILIWANGI PERIODE II TAHUN AKADEMIK 2011/2012 FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Bagian

Lebih terperinci

SEMESTER II SEMESTER III SEMESTER IV SEMESTER V

SEMESTER II SEMESTER III SEMESTER IV SEMESTER V Sebaran Mata Kuliah (REVISI STRUKTUR MATA KULIAH). MATA KULIAH WAJIB SEMESTER I. A0A.0600 Logika Ins.. A0A.0600 Pengantar Ilmu Hukum Inti. G0E.0600 Pengantar Sosiologi Ins.. A0A.0600 Ilmu Inti. UNX0.0600

Lebih terperinci

DRAFT RAPAT KERJA KONSORSIUM PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA KELUARGA JAKARTA 2010

DRAFT RAPAT KERJA KONSORSIUM PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA KELUARGA JAKARTA 2010 DRAFT STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR JASA PENDIDIKAN SUB SEKTOR JASA PENDIDIKAN SWASTA LAINNYA BIDANG JASA PENDIDIKAN BAHASA SUB BIDANG BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA

Lebih terperinci

Nama Mahaiswa :... Kelas :...

Nama Mahaiswa :... Kelas :... ANGKET PENGALAMAN MENGAPRESIASI Petunjuk : Jawablah angket ini sesuai dengan pengalaman kamu. Beri tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E di depan pilihan jawaban yang telah disediakan. Terimakasih

Lebih terperinci

KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI SALAH SATU KARYA PENGEMBANGAN PROFESI GURU Oleh : Dra. Umi Chotimah, M. Pd

KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI SALAH SATU KARYA PENGEMBANGAN PROFESI GURU Oleh : Dra. Umi Chotimah, M. Pd KARYA TULIS ILMIAH SEBAGAI SALAH SATU KARYA PENGEMBANGAN PROFESI GURU Oleh : Dra. Umi Chotimah, M. Pd 1. Pendahuluan Profesionalisme merupakan tuntutan yang saat ini dituntut bagi seorang guru, tidak hanya

Lebih terperinci

TERTIB BERBAHASA INDONESIA. Yeti Mulyati UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

TERTIB BERBAHASA INDONESIA. Yeti Mulyati UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA TERTIB BERBAHASA INDONESIA Yeti Mulyati UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BERBAHASA INDONESIA DENGAN BAIK DAN BENAR BAIK KAIDAH SOSIAL - SOSIOLINGUISTIK - PRAGMATIK BENAR KAIDAH KEBAHASAAN -FONOLOGI - MORFOLOGI

Lebih terperinci

KURIKULUM JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN

KURIKULUM JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN KURIKULUM JURUSAN TEKLOGI PENDIDIKAN A. VISI JURUSAN: Menjadikan jurusan Teknologi sebagai pusat keunggulan dan rujukan dalam penyiapan teknolog pembelajaran, tenaga kependidikan lainnya yang mampu menguasai

Lebih terperinci

CARA PEMBAYARAN KEWAJIBAN KEUANGAN

CARA PEMBAYARAN KEWAJIBAN KEUANGAN PEMBAYARAN KEWAJIBAN KEUANGAN Bagi yang sudah dinyatakan diterima melalui Jalur PMDK 04/05, kewajiban keuangan mahasiswa dilakukan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Kewajiban keuangan mahasiswa

Lebih terperinci

akurat ringkas A.Kesepadanan dan Kesatuan B.Keparalelan C.Ketegasan dan Keutamaan kepenulisan E. Variasi

akurat ringkas A.Kesepadanan dan Kesatuan B.Keparalelan C.Ketegasan dan Keutamaan kepenulisan E. Variasi BAB 3 KALIMAT EFEKTIF jelas akurat ringkas A.Kesepadanan dan Kesatuan B.Keparalelan C.Ketegasan dan Keutamaan konvensional tulisan ilmiah padu/utuh D.Kehematan bahasa kepenulisan E. Variasi pungtuasi diksi

Lebih terperinci

CARA PEMBAYARAN KEWAJIBAN KEUANGAN

CARA PEMBAYARAN KEWAJIBAN KEUANGAN PEMBAYARAN KEWAJIBAN KEUANGAN Bagi yang sudah dinyatakan diterima melalui Ujian Saringan Masuk (USM) 2014/2015, pembayaran kewajiban keuangan mahasiswa dilakukan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini.

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini. MUKADIMAH STMIK AMIKOM YOGYAKARTA didirikan untuk ikut berperan dalam pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dibidang manajemen, teknologi, dan kewirausahaan, yang akhirnya bertujuan untuk memperoleh

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN PENULISAN ILMIAH

MATERI PELATIHAN PENULISAN ILMIAH MATERI PELATIHAN PENULISAN ILMIAH 1. Prinsip dasar penulisan ilmiah 2. Ciri/karakteristik karangan ilmiah 3. Organisasi/sistematika karangan ilmiah 4. Prosedur/langkah-langkah menulis karangan ilmiah 5.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menjadi terganggu akibat aktivitas yang tidak seimbang. Pola makan yang salah

BAB I PENDAHULUAN. menjadi terganggu akibat aktivitas yang tidak seimbang. Pola makan yang salah BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Terus berkembangnya jaman menuntut masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari yang serba cepat dan praktis, hal ini menyebabkan pola hidup masyarakat

Lebih terperinci

BAGIAN II DESKRIPSI KOMPONEN PROPOSAL SKRIPSI ATAU TUGAS AKHIR

BAGIAN II DESKRIPSI KOMPONEN PROPOSAL SKRIPSI ATAU TUGAS AKHIR BAGIAN II DESKRIPSI KOMPONEN PROPOSAL SKRIPSI ATAU TUGAS AKHIR Proposal penelitian untuk menyusun skripsi atau tugas akhir terdiri atas komponen yang sama. Perbedaan di antara keduanya terletak pada kadar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. melalui berita-berita yang terdapat di berbagai media. Penyampaian berita (pesan,

BAB I PENDAHULUAN. melalui berita-berita yang terdapat di berbagai media. Penyampaian berita (pesan, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan sarana untuk menyampaikan informasi. Jelas tidaknya informasi yang disampaikan kepada masyarakat, sangat ditentukan oleh benar tidaknya bahasa yang

Lebih terperinci

07. KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL. PSIKOLOGI KOMUNIKASI 07 KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL / Hal. 1

07. KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL. PSIKOLOGI KOMUNIKASI 07 KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL / Hal. 1 07. KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL PSIKOLOGI KOMUNIKASI 07 KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL / Hal. 1 KOMUNIKASI VERBAL KOMUNIKASI VERBAL adalah komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol verbal (bahasa).

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan perubahan dan perkembangan zaman, beberapa tahun belakangan ini restoran Chinese di Indonesia semakin memudar dan tidak mempunyai ciri khas dari budaya

Lebih terperinci

Membaca Cepat. Oleh. Usep Kuswari

Membaca Cepat. Oleh. Usep Kuswari Membaca Cepat Oleh Usep Kuswari Pengertian Membaca Cepat Tampubolon, 1990 : Membaca cepat adalah membaca yang mengutamakan kecepatan dengan tidak mengabaikan pemahamannya. Biasanya kecepatan itu dikaitkan

Lebih terperinci

KERANGKA ISI LAPORAN PENELITIAN

KERANGKA ISI LAPORAN PENELITIAN KERANGKA ISI LAPORAN PENELITIAN 1) JUDUL, Pernyataan mengenai maksud penulisan laporan penelitian 2) Nama dan tim peneliti 3) KATA PENGANTAR 4) ABSTRAK 5) DAFTAR ISI 6) DAFTAR TABEL 7) DAFTAR GAMBAR 8)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah

BAB I PENDAHULUAN. Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sesuai dengan tuntutan Kurikulum KTSP yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah untuk dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap sekolah mengharapkan agar penguasaan

Lebih terperinci

BAGAN PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI

BAGAN PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI BAGAN PROSEDUR PENGAJUAN SKRIPSI Langkah 8 : Mahasiswa mendaftar Ujian Skripsi ke Panitia di Jurusan setelah skripsi disetujui oleh TPS W I S U D A Langkah 10 A : Mahasiswa mendapatkan YUDISIUM (nilai

Lebih terperinci

TEKNIK MENYUSUN SKRIPSI YANG BEBAS PLAGIAT *Salam, M.Pd

TEKNIK MENYUSUN SKRIPSI YANG BEBAS PLAGIAT *Salam, M.Pd TEKNIK MENYUSUN SKRIPSI YANG BEBAS PLAGIAT *Salam, M.Pd A. Pendahuluan Ketika seorang mahasiswa sudah masuk pada semester VII, terasa ada beban yang mulai menyelimuti pikirannya. Pikiran itu mengarah pada

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI WIDYAISWARA

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI WIDYAISWARA PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA TULIS ILMIAH BAGI WIDYAISWARA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA JAKARTA 2008 PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI

Lebih terperinci

NATIONAL EDUCATORS CONFERENCE 2015 Sampoerna University, 29-30 Mei 2015 6/12/2015. Garis Besar Proses Belajar Mengajar Sekolah SALAM

NATIONAL EDUCATORS CONFERENCE 2015 Sampoerna University, 29-30 Mei 2015 6/12/2015. Garis Besar Proses Belajar Mengajar Sekolah SALAM Garis Besar Proses Belajar Mengajar Sekolah SALAM 1 Kerangka Belajar Meletakkan Dasar-dasar menemukan pengalaman terapkan lakukan kesimpulan daur belajar analisis ungkapkan 2 BERSTRUKTUR 3 MENGALAMI Proses

Lebih terperinci

DESKRIPSI PENGGUNAAN JENIS KALIMAT PADA SISWA SDN BALEPANJANG 1 KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SINTAKSIS)

DESKRIPSI PENGGUNAAN JENIS KALIMAT PADA SISWA SDN BALEPANJANG 1 KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SINTAKSIS) DESKRIPSI PENGGUNAAN JENIS KALIMAT PADA SISWA SDN BALEPANJANG 1 KABUPATEN WONOGIRI (KAJIAN SINTAKSIS) NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Pendidikan Bahasa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Paradigma dan Pendekatan Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam penelitian ini, maka paradigma yang relevan dalam penelitian ini adalah paradigma

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pengertian belajar secara komprehensif diberikan oleh Bell-Gredler (dalam

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Pengertian belajar secara komprehensif diberikan oleh Bell-Gredler (dalam BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Belajar dan Pembelajaran Pengertian belajar secara komprehensif diberikan oleh Bell-Gredler (dalam Winataputra, 2008:1.5) yang menyatakan bahwa belajar adalah proses yang dilakukan

Lebih terperinci

Kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik Jenis dan cara penilaian : Kompetensi Pedagogik (Pengamatan dan Pemantauan)

Kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik Jenis dan cara penilaian : Kompetensi Pedagogik (Pengamatan dan Pemantauan) Kompetensi 1 : Mengenal karakteristik peserta didik Jenis dan cara penilaian : Kompetensi Pedagogik (Pengamatan dan Pemantauan) Pernyataan : Guru mencatat dan menggunakan informasi tentang karakteristik

Lebih terperinci

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Matematika. Diajukan Oleh : WAHYU VITA LESTARI A 410 060 130

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Matematika. Diajukan Oleh : WAHYU VITA LESTARI A 410 060 130 EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA (Untuk Kelas VIII SMP N 1 Tirtomoyo Semester Genap Pokok Bahasan Prisma) SKRIPSI Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu

BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu bahasa lisan, tulisan maupun isyarat) orang akan melakukan suatu komunikasi dan kontrak sosial.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan analis isi ( content analysis). Pendekatan analisis isi merupakan suatu langkah

Lebih terperinci

KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN TUKPD II PAKET A SMP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN 2012/2013

KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN TUKPD II PAKET A SMP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN 2012/2013 KUNCI JAWABAN DAN PEMBAHASAN TUKPD II PAKET A SMP MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TAHUN 2012/2013 NO Kunci PEMBAHASAN 1 C Gagasan utama atau gagasan pokok merupakan pernyataan umum yang terdapat pada kalimat

Lebih terperinci

MODEL PEMBELAJARAN KATA ULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS VIII MTS DARUL ASIQIN BANYURESMI GARUT MAKALAH

MODEL PEMBELAJARAN KATA ULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS VIII MTS DARUL ASIQIN BANYURESMI GARUT MAKALAH MODEL PEMBELAJARAN KATA ULANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS VIII MTS DARUL ASIQIN BANYURESMI GARUT MAKALAH OLEH: RIDHO ELSY FAUZI NIM. 10.21.0462 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA

Lebih terperinci

peka terhadap masalah yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini

peka terhadap masalah yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini BAB I PENDAHULUAN A* Latar Belakang Penelitian Mahasiswa di perguruan tinggi memperoleh kesempatan yang luas dalam melaksanakan program studinya. Pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan berupaya menciptakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Olahraga merupakan,suatu kegiatan jasmani yang dilakukan dengan maksud untuk memelihara kesehatan dan memperkuat otot otot tubuh. Kegiatan ini dalam perkembangannya

Lebih terperinci

Masa Kanak-Kanak Akhir. Siti Rohmah Nurhayati

Masa Kanak-Kanak Akhir. Siti Rohmah Nurhayati Masa Kanak-Kanak Akhir Siti Rohmah Nurhayati MASA KANAK-KANAK AKHIR Masa kanak-kanak akhir sering disebut sebagai masa usia sekolah atau masa sekolah dasar. Masa ini dialami anak pada usia 6 tahun sampai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dari perdagangan internasional yakni ekspor. Zakaria (2012) menyatakan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. dari perdagangan internasional yakni ekspor. Zakaria (2012) menyatakan bahwa BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Indonesia merupakan salah satu negara berkembang, yang tidak terlepas dari perdagangan internasional yakni ekspor. Zakaria (2012) menyatakan bahwa keterbukaan perdagangan

Lebih terperinci

Uji Kompetensi Bahasa Mandarin (UKBM)

Uji Kompetensi Bahasa Mandarin (UKBM) Uji Kompetensi Bahasa Mandarin (UKBM) Lembaga Sertifikasi Bahasa Mandarin Indonesia (LSKBMI) Acara sosialisasi Uji Kompetensi Bahasa Mandari (UKBM) 19 September 2013 Di Tempat Uji Kompetensi ChinaLink,

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA Agustian SDN 02 Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam

Lebih terperinci

METODOLOGI PENGAJARAN BAHASA: dari Era Prametode sampai Era Pascametode. Prof. Suwarsih Madya, M.A., Ph.D.

METODOLOGI PENGAJARAN BAHASA: dari Era Prametode sampai Era Pascametode. Prof. Suwarsih Madya, M.A., Ph.D. METODOLOGI PENGAJARAN BAHASA: dari Era Prametode sampai Era Pascametode Prof. Suwarsih Madya, M.A., Ph.D. i Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta Pasal

Lebih terperinci

PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS PERKOPERASIAN TINGKAT JAWA TIMUR BAGI MAHASISWA DAN MASYARAKAT UMUM TAHUN 2015

PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS PERKOPERASIAN TINGKAT JAWA TIMUR BAGI MAHASISWA DAN MASYARAKAT UMUM TAHUN 2015 PEDOMAN LOMBA KARYA TULIS PERKOPERASIAN TINGKAT JAWA TIMUR BAGI MAHASISWA DAN MASYARAKAT UMUM TAHUN 2015 1. LATAR BELAKANG Dalam rangka meningkatkan pemahaman arti Pembangunan Koperasi bagi anggota koperasi

Lebih terperinci

KURIKULUM PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN. Distribusi Matakuliah Tiap Semester Disusun Sebagai Berikut:

KURIKULUM PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN. Distribusi Matakuliah Tiap Semester Disusun Sebagai Berikut: KURIKULUM PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN Program Studi (Prodi) Strata Satu (S1) Manajemen ABFI Institute Perbanas memiliki Kurikulum yang berbasis kompetensi dan disesuaikan dengan perkembangan dunia industri,

Lebih terperinci

ANALISIS IDIOM EMPAT AKSARA BAHASA MANDARIN YANG MENGGUNAKAN NUMERALIA BERDASARKAN MAKNA KONOTASI DAN FUNGSINYA SKRIPSI.

ANALISIS IDIOM EMPAT AKSARA BAHASA MANDARIN YANG MENGGUNAKAN NUMERALIA BERDASARKAN MAKNA KONOTASI DAN FUNGSINYA SKRIPSI. ANALISIS IDIOM EMPAT AKSARA BAHASA MANDARIN YANG MENGGUNAKAN NUMERALIA BERDASARKAN MAKNA KONOTASI DAN FUNGSINYA SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sastra Mei Ling

Lebih terperinci

Penulisan Tesis Bab I & II. Frida Chairunisa

Penulisan Tesis Bab I & II. Frida Chairunisa Penulisan Tesis Bab I & II Frida Chairunisa Peta Wisata Tesis Pintu gerbang penelitian tesis Bab I Pendahuluan Bab III Metodologi Penelitian Bab V Kesimpulan dan Saran Magister Peneliti Bab II Tinjauan

Lebih terperinci

Penelitian di Bidang Manajemen

Penelitian di Bidang Manajemen Penelitian di Bidang Manajemen Frans Mardi Hartanto Fmhartanto@gmail.com Bandung Manajemen - Ilmu Hibrida yang Multidisipliner 1 Ilmu manajemen adalah hasil perpaduan dari berbagai ilmu yang berbeda namun

Lebih terperinci

http://padamu.siap.web.id Page 1 of 14

http://padamu.siap.web.id Page 1 of 14 1. http://padamu.siap.web.id/ 2. klik: aktifasi akun PTK 3. isi NUPTK 4. isi kode aktifasi 5. klik: lanjut 6. isi password 7. ulangi password 8. isi email (WAJIB ADA) 9. klik: lanjut 10. klik: simpan 11.

Lebih terperinci

Ujian Nasional. Kebijakan Perubahan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Anies R. Baswedan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Ujian Nasional. Kebijakan Perubahan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Anies R. Baswedan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Kebijakan Perubahan Ujian Nasional Anies R. Baswedan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan disampaikan dalam konferensi pers Jakarta, 23 Januari 2015

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN HOTEL INNA DIBYA PURI SEBAGAI CITY HOTEL DI SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN HOTEL INNA DIBYA PURI SEBAGAI CITY HOTEL DI SEMARANG BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Kota Semarang direncanakan menjadi pusat perdagangan dan industri yang berskala regional, nasional dan internasional. Kawasan Johar merupakan salah satu pusat perniagaan

Lebih terperinci

MODUL MEMBACA EFEKTIF MENGGUNAKAN SQ3R

MODUL MEMBACA EFEKTIF MENGGUNAKAN SQ3R MODUL MEMBACA EFEKTIF MENGGUNAKAN SQ3R A. MENGAPA KEAHLIAN INI PENTING Membaca merupakan salah satu kegiatan yang harus dilalui dalam rangkaian keahlian literasi informasi bagi seseorang. Keahlian ini

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah tata cara bagaimana suatu penelitian dilakukan dengan cara ilmiah untuk mendapatkan informasi dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah ini tentu

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan seorang peneliti harus memahami metodologi penelitian yang merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi secara kuantitatif dan kualitatif. Dimana analisis

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORETIS. Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan

BAB II KAJIAN TEORETIS. Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan BAB II KAJIAN TEORETIS 2.1 Hakekat Soal Cerita yang Diajarkan di Sekolah Dasar 2.1.1 Pengertian Soal Cerita Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan mudah dipahami

Lebih terperinci

KAIDAH KUTIPAN DALAM KARYA ILMIAH. Ari Kusmiatun PBSI FBS UNY

KAIDAH KUTIPAN DALAM KARYA ILMIAH. Ari Kusmiatun PBSI FBS UNY KAIDAH KUTIPAN DALAM KARYA ILMIAH Ari Kusmiatun PBSI FBS UNY Apa itu KUTIPAN? Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat/ide/gagasan orang lain yang diambil dari sumber tertentu. Cara Mengutip Kutipan

Lebih terperinci

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 No. Urut 05 ASESMEN MANDIRI SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 2013 Nomor Registrasi Pendaftaran

Lebih terperinci

KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KURIKULUM DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR 1. Model Pengembangan Kurikulum A. Model Tyler Model ini dikembangkan dengan prinsip komprehensif yang mementingkan pada tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan itu sendiri

Lebih terperinci

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2007 TANGGAL 4 MEI 2007 STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2007 TANGGAL 4 MEI 2007 STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2007 TANGGAL 4 MEI 2007 STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU A. KUALIFIKASI AKADEMIK GURU 1. Kualifikasi Akademik Guru

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS PENULISAN BUKU AJAR BAGI DOSEN TAHUN 2015

PEDOMAN TEKNIS PENULISAN BUKU AJAR BAGI DOSEN TAHUN 2015 PEDOMAN TEKNIS PENULISAN BUKU AJAR BAGI DOSEN TAHUN 201 UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG TAHUN 201 PEDOMAN TEKNIS PENULISAN BUKU AJAR BAGI DOSEN TAHUN 201 A. Latar Belakang Permendikbud Nomor

Lebih terperinci

BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka membangun

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Untuk SMA/MA Kelas X Mata Pelajaran : Matematika (Wajib) Penerbit dan Percetakan Jl. Tengah No. 37, Bumi Asri Mekarrahayu Bandung-40218 Telp. (022) 5403533 e-mail:srikandiempat@yahoo.co.id

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERTIMBANGKAN DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Bahan ajar mempunyai peran penting dalam proses pembelajaran, yaitu acuan yang digunakan oleh penatar atau petatar.

Lebih terperinci

1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan)

1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan) Created by http://www.tellmemore.cjb.net Page 1 of 9 Manual Book 1. Instalasi System yang diperlukan IBM PC atau kompatibel (486 DX4 100 MHz minimum, Pentium 120 MHz disarankan) Microsoft Windows 95 8

Lebih terperinci

Peraturan Akademik ITS Tahun 2009 21

Peraturan Akademik ITS Tahun 2009 21 BAB VII EVALUASI MASA STUDI Bagian Pertama PROGRAM DIPLOMA TIGA Pasal 20 (1) Masa studi paling lama untuk mahasiswa program D III adalah 10 semester. (2) Evaluasi masa studi mahasiswa program D III dilakukan

Lebih terperinci

RANCANGAN PROGRAM KERJA KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM)

RANCANGAN PROGRAM KERJA KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM) RANCANGAN PROGRAM KERJA KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM) DISUSUN OLEH: Nama: Bejoi Nicolas NPM: 0103285687 Lokasi KKN-PPM: Puncak Lawang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)

Lebih terperinci

LAPORAN EXECUTIVE KAJIAN MODEL PENGEMBANGAN SENI DAN BUDAYA DAERAH KOTA BANDUNG (Kerjasama Kantor Litbang dengan PT. BELAPUTERA INTERPLAN) Tahun 2005

LAPORAN EXECUTIVE KAJIAN MODEL PENGEMBANGAN SENI DAN BUDAYA DAERAH KOTA BANDUNG (Kerjasama Kantor Litbang dengan PT. BELAPUTERA INTERPLAN) Tahun 2005 LAPORAN EXECUTIVE KAJIAN MODEL PENGEMBANGAN SENI DAN BUDAYA DAERAH KOTA BANDUNG (Kerjasama Kantor Litbang dengan PT. BELAPUTERA INTERPLAN) Tahun 2005 1.1 Latar Belakang Seni dan budaya daerah mempunyai

Lebih terperinci

RELOKASI KANTOR DPRD KABUPATEN EMPAT LAWANG TA 110

RELOKASI KANTOR DPRD KABUPATEN EMPAT LAWANG TA 110 BERITA ACARA SIDANG KELAYAKAN LAPORAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Dengan ini dinyatakan telah dilaksanakan sidang kelayakan Laporan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A)

Lebih terperinci

ALIH MEDIA DIGITAL BAHAN PUSTAKA Oleh: Wahyu Dona Pasa Sulendra, S.IP

ALIH MEDIA DIGITAL BAHAN PUSTAKA Oleh: Wahyu Dona Pasa Sulendra, S.IP ALIH MEDIA DIGITAL BAHAN PUSTAKA Oleh: Wahyu Dona Pasa Sulendra, S.IP PENDAHULUAN Pelestarian bahan pustaka secara umum memiliki dua unsur utama, yaitu pelestarian dalam bentuk fisik dan pelestarikan nilai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu unsur yang tidak bisa dipisahkan dari

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu unsur yang tidak bisa dipisahkan dari BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Pendidikan merupakan suatu unsur yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Manusia membutuhkan pendidikan untuk keberlangsungan hidupnya. Berdasarkan

Lebih terperinci

1. Definisi Persyaratan Umum

1. Definisi Persyaratan Umum 1. Definisi 4.1 merupakan karya ilmiah tertulis yang disusun oleh mahasiswa, sesuai dengan kaidah dan etika keilmuan, di bawah bimbingan dosen yang berkompeten dan merupakan cerminan kemampuan mahasiswa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Ciri-ciri surat kabar menurut Effendy (2000:154-155) yakni publisitas yang menyangkut

BAB I PENDAHULUAN. Ciri-ciri surat kabar menurut Effendy (2000:154-155) yakni publisitas yang menyangkut 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Surat kabar merupakan salah satu sumber informasi tertulis yang memuat berbagai peristiwa. Berita dalam surat kabar diperuntukan untuk umum yang menyangkut kepentingan

Lebih terperinci

MATA PELAJARAN. Pengembangan Diri 13. Bimbingan dan Konseling B 14. Ketrampilan Menjahit B 15. Olahraga B 16. Keagamaan B 17.

MATA PELAJARAN. Pengembangan Diri 13. Bimbingan dan Konseling B 14. Ketrampilan Menjahit B 15. Olahraga B 16. Keagamaan B 17. BAB IV KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM), KRITERIA KENAIKAN KELAS DAN TINGGAL KELAS, KRITERIA KELULUSAN, KRITERIA MUTASI DAN PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU, DAN NILAI-NILAI KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN A.

Lebih terperinci

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA SISTEM INFORMASI IDENTIFIKASI IKAN BERBASIS WEBSITE. Bidang Kegiatan : PKM Gagasan Tertulis.

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA SISTEM INFORMASI IDENTIFIKASI IKAN BERBASIS WEBSITE. Bidang Kegiatan : PKM Gagasan Tertulis. i PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA SISTEM INFORMASI IDENTIFIKASI IKAN BERBASIS WEBSITE Bidang Kegiatan : PKM Gagasan Tertulis Diusulkan Oleh : Nimas Utariningsih Precia Anita Andansari (C24080077/2008) (C24080029/2008)

Lebih terperinci

JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional

JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional KODE UNIT : TIK.MM01.009.01 JUDUL UNIT : Menerapkan Prinsip - Prinsip Rancangan Instruksional DESKRIPSI UNIT : Unit ini menjelaskan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menggunakan prinsip

Lebih terperinci

Reviu 10 Buku Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang Pendidikan

Reviu 10 Buku Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang Pendidikan Reviu 10 Buku Pengarusutamaan Gender (PUG) bidang Pendidikan Ella Yulaelawati, M.A., Ph.D. Direktorat Pembinaan Pendidikan Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal

Lebih terperinci

MENYUSUN KARYA TULIS (MAKALAH)

MENYUSUN KARYA TULIS (MAKALAH) MENYUSUN KARYA TULIS (MAKALAH) 1 Makalah karya tulis yang membahas suatu masalah berdasarkan hasil kajian pustaka (teori) atau hasil pengamatan (penelitian). 2 Tahap tahap Penyusunan Karya Tulis 1. Persiapan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem. pendidikan secara keseluruan, yang harus mendapat perhatian sentral,

BAB I PENDAHULUAN. Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem. pendidikan secara keseluruan, yang harus mendapat perhatian sentral, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruan, yang harus mendapat perhatian sentral, pertama dan utama. Figur yang

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN (SKK)

STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN (SKK) MATA KULIAH DASAR-DASAR BK STANDAR KOMPETENSI KEMANDIRIAN (SKK) Oleh : Sugiyatno, M.Pd sugiyatno@uny.ac.id PRODI BIMBINGAN DAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Standar Kompetensi

Lebih terperinci

Teknologi & Media Pembelajaran

Teknologi & Media Pembelajaran Teknologi & Media Pembelajaran Oleh: Khairul Umam dkk 1.1 Pengertian Secara etimologi, kata "media" merupakan bentuk jamak dari "medium", yang berasal dan Bahasa Latin "medius" yang berarti tengah. Sedangkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Dan salah satu hal yang menentukan kualitas pembelajaran adalah

Lebih terperinci