Bantu Perkuat 21 UKM Binaan YDBA Lewat Kredit Lunak Laporan Khusus

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Bantu Perkuat 21 UKM Binaan YDBA Lewat Kredit Lunak Laporan Khusus"

Transkripsi

1 Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009 Sinergi PermataBank & YDBA Bantu Perkuat 21 UKM Binaan YDBA Lewat Kredit Lunak Laporan Khusus Raker LPB Mitra YDBA 2009 Satukan Visi dan Misi untuk Kegiatan LPB yang lebih Strategis dan Inovatif YDBA dan PAMA Resmikan LPB PAMIDA Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

2 daftarisi 4 Sinergi PermataBank dan YDBA Bantu Perkuat 21 UKM Binaan YDBA Lewat Kredit Lunak 10 Laporan Utama Raker LPB Mitra YDBA 2009 Laporan Khusus 7 Raker LPB Mitra YDBA 2009 Satukan Visi dan Misi untuk Kegiatan LPB yang Lebih Strategis dan Inovatif 12 YDBA dan PAMA Resmikan LPB PAMIDA 15 Forum Mitra YDBA Mengikutsertakan UKM pada Pameran di JCC 16 Outbound LPB Adaro-Pama Upaya untuk Meningkatkan Kinerja Tim Edukasi Sistemasi Bisnis bagi UKM Binaan LPB Warbis LK3 Penilaian Astra Green Company Tahun 2008 Manajemen Winning Culture Don t Blame Others (DBO) 17 Penguatan Manajemen IKM Logam di Jawa Timur Serba-Serbi YDBA Kunjungan YDBA ke Warbis Rasuna-Jakarta Pelatihan Perpajakan YDBA Selenggarakan Pelatihan Perpajakan Seni Kerajinan Tangan YDBA Selenggarakan Pelatihan Kerajinan Paper Tole bagi Ibu-Ibu Kemenko Perekonomian YDBA, Petrokimia Gresik dan MPM Lepas Peserta Magang Mekanik Sepeda Motor Mengenal YDBA Lebih Dekat Pelatihan CRP bagi UKM Subkon Grup Astra Profil CV Prima Karya Tidak Ada Hal yang Tidak mungkin Jika Kita Mau Berusaha dan Memulainya Renungan 33 Senyum adalah Investasi Album

3 dariredaksi Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009 Penasehat Michael D. Ruslim Pemimpin Umum Aminuddin Wakil Pemimpin Umum Wiwiek D. Santoso Penanggung Jawab Tonny Sumartono Pemimpin Redaksi Soepardi Wakil Pemimpin Redaksi Sri Kuntjoro M. Kosasih Redaktur Pelaksana Mohammad Iqbal Ahmad Rizalmi Sekretaris Redaksi M.S. Wulandari Staff Redaksi Alex Widjaja, L. Pandu Pamardi Thalib Widiyanto, Irianti Pancarahayu Redaktur Foto Ahmad Rizalmi Ari Buhori Koresponden Siti Mariyani (LPB Warbis Rasuna, Jakarta) Dasuki (LPB Tegal) Djarot Sri Hono (LPB BM Yogyakarta) Soeharto (LPB Waru Sidoarjo) Lindrawaty A (LPB PPKP Mataram) I Ketut Budiarta (LPB Gianyar, Bali) Hery Suriadi (LPB Adaro Pama, Kalsel) Agustiana Elfitria (LPB Wanita Mandiri, Aceh) Alamat Redaksi Yayasan Dharma Bhakti ASTRA Jl. Gaya Motor I No. 10, Sunter II Jakarta Utara Telp : (021) Fax : (021) Homepage : Penerbit Yayasan Dharma Bhakti ASTRA Jakarta Majalah YDBA adalah majalah yang berfungsi sebagai media komunikasi dan informasi bagi seluruh UKM binaan dan mitra YDBA dalam upaya untuk meningkatkan wawasan pengetahuan dan informasi serta tali silaturahmi. Diberikan secara cuma-cuma kepada UKM binaan dan Mitra YDBA dan tidak diperjualbelikan. Redaksi menerima kiriman tulisan dan foto sesuai dengan misi buletin, Redaksi berhak mengedit tulisan tanpa mengubah isi dan maknanya. K Krisis keuangan global yang sedang melanda dunia saat ini membuat perbankan lebih selektif dan berhati-hati dalam menyalurkan kreditnya. Kondisi ini jelas akan mempengaruhi keberlangsungan bisnis perusahaan, termasuk Usaha Kecil Menengah (UKM). Melihat persoalan ini, PermataBank bekerjasama dengan YBDA terus berupaya memperkuat UKM melalui penyaluran kredit lunak tanpa agunan. Komitmen ini direalisasikan pada tanggal 23 Februari 2009 di Ruang Serba Guna YDBA dalam acara penandatanganan akad kredit lunak PermataBank kepada 21 UKM binaan YDBA yang dihadiri oleh Menegkop dan UKM RI Suryadharma Ali, Presdir Astra Michael D. Ruslim, dan Presdir PermataBank Stewart D. Hall. Liputan mengenai kegiatan ini selengkapnya dapat disimak dalam Rubrik Laporan Utama Majalah YDBA kali ini. Di Rubrik Laporan Khusus, kami menyajikan ulasan mengenai Rapat Kerja Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Mitra YDBA yang berlangsung di Yogyakarta pada tanggal Januari Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan wawasan koordinator dan fasilitator LPB, membangun sinergi antar LPB dan mitra kerja, serta menyatukan visi dan misi kegiatan LPB yang lebih strategis dan inovatif. Masih terkait aktivitas LPB, disajikan pula berita dari Kalimantan, yaitu mengenai peresmian kantor LPB baru yang diberi nama Pama Mitra Daya (PAMIDA). LPB ini merupakan mitra petani karet dan UKM di Kutai Barat, Kalimantan Timur yang merupakan kerjasama YDBA dengan PT Pamapersada Nusantara (PAMA). Keberadaan LPB ini sangat disambut baik oleh masyarakat dan pemerintah setempat yang diharapkan bisa menjadi partner dalam pembangunan perekonomian daerah. Kabar kegiatan LPB mitra YDBA di daerah yang dapat disimak dalam Rubrik Forum Mitra kali ini adalah aktifitas LPB Adaro-Pama yang menyelenggarakan kegiatan Outbound & Trainning, LPB Gianyar yang tengah aktif mengikutsertakan UKM binaannya di berbagai pameran, Pelatihan Kualitas dan Manajemen Produksi serta E-bussines Pemasaran Produk UKM yang dilaksanakan oleh LPB Waru, dan UKM Gathering yang diselenggarakan oleh LPB Warbis-Jakarta. Sementara, kegiatan Sosialisasi Program YDBA di Grup Astra, Pelatihan Perpajakan bagi UKM Subkon dan Bengkel, Kunjungan Ketua Pengurus YDBA ke LPB Warbis-Jakarta, Pelepasan Magang Mekanik Pemuda Putus Sekolah di MPM- Surabaya, dan Pelatihan Cost Reduction Program (CRP) bagi UKM subkon adalah informasi yang dapat pembaca simak pada Rubrik Serba-Serbi. Rubrik Manajemen juga tak kalah penting untuk dibaca. Pokok bahasan mengenai pentingnya sebuah winning culture di dalam suatu perusahaan dan sikap Jangan Menyalahkan Orang Lain (don t blame others) dalam bekerja adalah dua buah tulisan yang dapat memperkaya khasanah berpikir kita semua. Cerita sukses CV Prima Karya milik H. Aftor Machlan, seorang pengusaha komponen alat berat di Kota Tegal yang senantiasa optimis dalam menjalankan roda bisnis hingga akhirnya sekarang telah memiliki omset lebih dari Rp. 6 M per tahun adalah tulisan yang mengisi Rubrik Profil kali ini. Sedangkan di Rubrik Renungan pembaca bisa mengambil hikmah tentang manfaat pentingnya memberikan senyuman secara ikhlas kepada orang lain. Akhir kata selamat membaca..!. Salam. Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

4 laporanutama Sinergi PermataBank dan YDBA Bantu Perkuat 21 UKM Binaan YDBA Lewat Kredit Lunak Salah satu kendala yang kerap dihadapi UKM adalah pembiayaan. Apalagi di tengah krisis keuangan global saat ini dimana pihak perbankan sangat selektif dan berhati-hati dalam menyalurkan kreditnya. Serba dilematis memang. Namun, bagaimanapun juga UKM telah membuktikan bahwa mereka mampu bertahan dari krisis. Dan oleh karena itu, UKM masih perlu dibantu oleh perbankan agar mampu menjadi pilar ekonomi bangsa yang tetap tumbuh dan berkembang. Seluruh penerima kredit lunak berfoto bersama dengan Menegkop & UKM RI Suryadharma Ali (tengah depan), Presdir Astra Michael D.Ruslim (no. 6 dari kanan depan), Presdir PermataBank Stewart D. Hall (no. 6 dari kiri depan), Direktur PermataBank Lauren Sulistiawati (no. 5 dari kiri depan), dan Ketua Pengurus YDBA Aminuddin (no. 5 dari kanan depan). Senada dengan hal tersebut, PermataBank yang bekerjasama dengan YBDA juga tetap berupaya memperkuat UKM melalui penyaluran kredit lunak tanpa agunan. Komitmen itu direalisasikan pada Senin 23 Februari 2009 di Ruang Serba Guna YDBA dalam acara penandatanganan akad kredit lunak PermataBank kepada 21 UKM binaan YDBA. UKM yang mendapatkan fasilitas kredit tersebut adalah bengkel Astra Honda Authorized Service Station (AHASS) se-jabodetabek. Kredit lunak diberikan dengan plafon Rp juta, berjangka waktu hingga 36 bulan dengan alokasi di awal program sebesar Rp. 5 Miliar Penandatanganan akad kredit dilakukan antara pemilik AHASS yang diwakili oleh Mohd. Fakhrid Syaifullah dan Tjoa Janto dengan PermataBank yang diwakili oleh Senior Vice President SME s Banking PermataBank Sukarman Omar. Kegiatan ini disaksikan secara langsung oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM RI Suryadharma Ali, Presdir PT Astra International Tbk Michael D. Ruslim, Presdir PermataBank Stewart D. Hall, Direktur PermataBank Lauren Sulistiawati dan Ketua Pengurus YDBA Aminuddin. Hadir pula dalam acara tersebut antara lain, Deputy Pembiayaan Kementerian Negara Koperasi dan UKM Agus Muharram, Direktur PT Astra International Tbk Gunawan Geniusahardja, Chief Corporate Communication PT Astra International Tbk Arief Istanto, Chief Corporate Human 4 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009

5 laporanutama Menegkop & UKM RI Suryadharma Ali saat menyampaikan sambutan pada acara penandatanganan kredit. Resources PT Astra International Tbk F.X. Sri Martono yang juga merupakan Anggota Pengawas YDBA serta Anggota Pengurus YDBA yang juga Direktur United Tractors Edhie Sarwono. Pada acara pembukaan, Ketua Pengurus YDBA Aminuddin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerjasama antara PermataBank dan YDBA dalam rangka membantu pembiayaan UKM binaan YDBA ini telah berlangsung sejak lama. Kali ini UKM yang mendapat kesempatan diberikan pinjaman kredit adalah bengkel AHASS dimana bengkel tersebut pada mulanya adalah bengkel kecil yang lokasinya berada di daerah pinggiran perkotaan. Hingga saat ini AHASS-AHASS tersebut sudah tumbuh dan berkembang dengan omset rata-rata Rp. 30 juta/bulan dan tenaga kerjanya rata-rata 5 orang. Aminuddin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pimpinan PT Astra Honda Motor (AHM) dan Main Dealer Sepeda Motor Honda PT Daya Adira Mustika serta PT Wahana Makmur Sejati yang telah mendukung program kerjasama pembiayaan ini. Disampaikan pula oleh Aminuddin, bahwa di Borobudur, Menegkop & UKM Suryadharma Ali tengah berbincang dengan Presdir PermataBank Stewart D. Hall. Magelang, Jawa Tengah, terdapat koperasi binaan YDBA yaitu Koperasi Parawisata (Kopari) Catra Gemilang yang telah berhasil dan menunjukan kemajuan yang luar biasa. Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

6 laporanutama Presdir Astra Michael D. Ruslim sedang menjelaskan kepada Menegkop & UKM RI Suryadharma Ali tentang produk UKM di Galeri UKM-YDBA disaksikan oleh Presdir PermataBank Stewart D. Hall (kiri), Deputi Pembiayaan Kemenegkop & UKM RI Agus Muharam (no. 2 dari kiri), Direktur Astra Gunawan Geniusaharja (no. 3 dari kiri), dan Ketua Pengurus YDBA Aminuddin (no. 5 dari kiri). Koperasi ini telah dibina oleh YDBA sejak tahun 1996 dan hingga saat ini telah memiliki 405 anggota dan 930 calon anggota yang terdiri dari berbagai bidang usaha antara lain jasa fotografi, pemandu wisata, pedagang, petani, dan pengamen dengan asset terkumpul lebih dari Rp. 2 Milyar. Menegkop & UKM RI Suryadharma Ali sangat terkesan dengan informasi yang disampaikan Ketua Pengurus YDBA tersebut dan beliau berencana akan mengunjunginya. Selain itu, Menegkop & UKM juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Astra, PermataBank dan YDBA atas program penyaluran kredit lunak ini serta atas berbagai kemitraan yang telah dilakukan oleh Grup Astra untuk membantu memajukan dan mengembangkan UKM selama ini. Semoga upaya yang telah dilakukan Astra, PermataBank dan YDBA dapat memberikan hasil yang baik terhadap perkembangan UKM, sehingga UKM mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian bangsa, demikian harapan Suryadharma Ali. Lebih lanjut Suryadharma Ali menyampaikan bahwa saat ini pemerintah melalui Depkop & UKM RI memiliki anggaran yang cukup besar dalam pengembangan UKM. Oleh karena itu, kami ingin lebih meningkatkan kerjasama dengan YDBA dalam melaksanakan program-program pengembangan UKM di tanah air. Seusai penandatanganan akad kredit, Menegkop & UKM RI menyempatkan diri mengunjungi Galeri UKM YDBA. Dipandu oleh Wakil Ketua Pengurus YDBA Tonny Sumartono, jajaran Direksi Astra, Direksi PermataBank serta Pengawas dan Pengurus YDBA, rombongan melihat setiap stand maket produk-produk komponen UKM binaan YDBA. Kunjungan berlangsung kurang lebih setengah jam dan dilanjutkan dengan makan siang. Kerjasama antara YDBA dan PermataBank yang dilakukan saat ini merupakan kelanjutan dari kerjasama sebelumnya. Kedepan, PermataBank dan YDBA berharap program ini bisa diperluas kepada AHASS dan jenis UKM lainnya. (AR). Presdir PermataBank Stewart D. Hall (kiri), Menegkop & UKM Suryadharma Ali (no. 2 kiri), Presdir Astra Michael D.Ruslim ( no. 2 kanan), dan Ketua Pengurus YDBA Aminuddin (kanan) saat menyaksikan penandatanganan kredit lunak. 6 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009

7 laporankhusus Raker LPB Mitra YDBA 2009 Satukan Visi dan Misi untuk Kegiatan LPB yang Lebih Strategis dan Inovatif Meski kegiatan Rapat Kerja (Raker) merupakan kegiatan rutin tahunan, namun ada hal yang menarik dari Raker LPB Mitra YDBA Tahun 2009 kali ini. Yaitu, suasana Raker yang semarak, penuh berbagai masukan, saran, ide dan terobosan-terobasan program inovatif serta prestasi yang cukup mengesankan dari masing-masing LPB Seluruh peserta dan panitia Raker saat sesi foto bersama dengan Pengurus YDBA. Raker berlangsung selama dua hari yakni tanggal Januari 2009 bertempat di Novotel Hotel, Yogyakarta. Raker diikuti oleh para Koordinator dan Fasilitator LPB mitra YDBA yang berasal dari Lhokseumawe-NAD, Balangan Kalimantan Selatan, DKI Jakarta, Tegal, Yogyakarta, Waru-Sidoarjo, Gianyar-Bali, dan Mataram. Setiap tahun YDBA menyelenggarakan kegiatan ini dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan serta saling berbagi pengalaman mengenai kegiatan pembinaan dan pengembangan UKM di masingmasing LPB. Selain itu juga untuk membangun sinergi antar LPB dan mitra kerja, serta menyatukan visi dan misi kegiatan LPB yang lebih strategis dan inovatif. Raker secara resmi dibuka pada tanggal 29 Januari 2009 oleh Ketua Pengurus YDBA, Aminuddin. Dalam sambutannya Aminuddin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada mitra kerja YDBA yang telah memberikan dukungan dan kerja kerasnya dalam menyukseskan program program pembinaan UKM selama tahun Aminuddin mengatakan, meskipun UKM sempat merasakan dampak krisis keuangan global yang terus berlanjut pada tahun 2009, UKM jangan terlalu khawatir Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

8 laporankhusus penghargaan kategori LPB Terbaik diberikan secara langsung oleh Ketua Pengurus YDBA kepada Koordinator LPB Adaro-Pama Hery Suriadi. Sementara, plakat LPB Mandiri 2008 diberikan oleh Presdir Astra Multi Finance kepada Koordinator LPB PPKP Mataram, Lindrawaty. Presentasi LPB Ketua Pengurus YDBA Aminuddin menyampaikan pentingnya update database UKM di wilayah masing-masing LPB. Setelah pembukaan, acara Raker diisi karena perekonomian Indonesia relatif aman dan masuk dengan penyampaian ke dalam tiga negara di Asia dengan tingkat pertumbuhan program pembinaan Tahun 2008 masing-masing LPB yang ekonomi di atas 3% bersama China dan India. Di balik dipresentasikan oleh para Koordinator. Setiap Koordinator krisis tetap ada peluang, ujar Aminuddin. LPB diberikan waktu 10 menit untuk menyampaikan hasil Hadir pada Raker kali ini Sekretaris Pengurus YDBA, pencapaian dan 20 menit untuk tanya jawab. Para peserta Sri Kuntjoro, Penasihat YDBA, Buyung Syamsudin, Presdir Astra Multi Finance, Erwin Mardjuni, Kepala Cabang Bank Mandiri Yogyakarta- Diponegoro, Wahyudin, serta Department Head dan staf Comdev mitra kerja YDBA seperti PT Adaro Indonesia dan PT Pamapersada Nusantara. Pada kegiatan tersebut, YDBA memberikan penghargaan LPB Terbaik kepada LPB yang telah melaksanakan program dan aktifitas pada tahun 2008 dengan baik, serta penghargaan LPB Mandiri kepada LPB yang banyak melakukan networking dan kreatifitas yang menonjol selama tahun Penghargaan LPB Terbaik jatuh Dari kanan-kiri : Presdir Astra Multi Finance Erwin Mardjuni, Ketua Pengurus YDBA Aminuddin, Comdev Dept PT Pamapersada Site Adaro Yoshua E. Pangkut, Comdev PT Adaro Indonesia Bahmi, kepada LPB Adaro-Pama sedangkan Koordinator LPB Adaro Pama Hery Suriadi, Sekretaris Pengurus YDBA Sri Kuntjoro, Advisor YDBA Buyung Syamsudin, dan Manager YDBA Alex Widjaja foto bersama seusai penyerahan LPB terbaik penghargaan LPB Mandiri diraih kepada LPB Adaro-Pama. LPB PPKP Mataram. Plakat 8 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009

9 laporankhusus Koordinator LPB Adaro-Pama Hery Suriadi saat menyampaikan achievement report kepada para peserta Raker. saling memberikan masukan dan penilaian terhadap kinerja masing-masing LPB. Kegiatan ini berlangsung hingga pukul WIB. Presentasi yang pertama disampaikan oleh LPB Tegal. Kepada LPB Tegal peserta memberikan masukan agar dalam penulisan laporan ada penyeragaman antara target dan achievement sehingga program dapat lebih terukur dan tepat sasaran. Peserta juga mengusulkan hendaknya LPB Tegal memberikan database UKM alat berat kepada YDBA. Data tersebut sangat diperlukan karena Mitra YDBA seperti perbankan dan lembaga pembiayaan lainnya sedang mencari mitra usaha untuk penyaluran kredit lunak bagi UKM di daerah. Apabila pendataan itu terkoordinir dengan baik maka akan memudahkan YDBA dalam memberikan informasi atau data UKM kepada lembaga pembiayaan. Dari presentasi LPB Gianyar-Bali, diperoleh informasi bahwa Pelatihan Basic Mentality dan Pembukuan Sederhana sangat diminati UKM sehingga pada tahun 2009 diusulkan agar pelatihan tersebut ditambah jumlahnya. Selain itu, pelatihan pengembangan model dan disain kerajinan kayu, anyaman, dan lukisan juga perlu diadakan karena merupakan kebutuhan UKM. Masukan untuk LPB Bhakti Mandiri-Yogya adalah achievement report-nya harus lebih terinci, seperti berapa banyak UKM yang telah mengikuti program-program LPB beserta penjelasan tentang kendala-kendala yang ditemukan. Demikian pula pada laporan keuangan LPB yang harus disajikan lebih lengkap dan terinci. Berbeda dengan LPB Tegal dan Yogya, presentasi LPB PPKP-Mataram tampil lebih menarik dan lengkap. Sajian pelaporan program kegiatannya juga cukup impresif. Meski tidak tergolong sebagai LPB yang disupport oleh perusahaan Mitra YDBA, LPB Mataram memiliki kreatifitas yang tinggi dalam mengembangkan program serta membangun jejaring dengan BUMN/S serta Grup Astra di Mataram. Program-program yang dikerjakan selama tahun 2008 cukup bervariatif, seperti Pelatihan Tata Rias, Cukur Rambut, Pelatihan Membuat Roti, Pelatihan Membuat Mie, dan lainnya. Seperti LPB Mataram, demikian pula presentasi LPB Waru-Sidoarjo. Pemaparan LPB ini juga nampak impresif. Mereka menyajikan tampilan presentasi yang segar dengan format seperti website, yaitu cukup dengan mengklik beragam data dan informasi bisa diperoleh secara lengkap. Satu lagi hal yang menarik adalah software data base UKM yang sangat mudah dioperasikan. LPB Waru mempromosikan software yang mereka buat ini kepada rekan LPB lainnya, Penggunaannya cukup mudah. Selain itu, software ini adalah software pengolahan data base dari Microsoft Acsess. Jadi, soal lisensi sudah pasti aman dan dapat digunakan untuk seterusnya, ujar Jhon Hardy koordinator LPB Waru. LPB Wanita Mandiri-Aceh juga tak mau ketinggalan. LPB ini menyampaikan ragam kegiatan yang telah dilakukan antara lain Pelatihan Kerajinan Berbahan Tule, Pelatihan Pembukuan Sederhana dan Basic Mentality, pendataan UKM, jasa konsultasi UKM dan lainnya. Untuk memperluas jangkauan UKM binaannya agar tidak sebatas UKM Wanita, LPB berencana mengubah fungsinya menjadi Lembaga Keuangan Mikro (LKM). Keberadaan LKM sangat diperlukan untuk mengembangkan usaha UKM, serta diharapkan bisa meningkatkan pendapatan UKM di Aceh Utara. Perwakilan peserta Lindrawaty dari LPB Mataram saat menyampaikan pesan dan kesannya seusai kegiatan Raker. Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

10 laporankhusus Ketua Pengurus Kopari Catra Gemilang Suherman (tengah memakai t shirt) saat menjawab beberapa pertanyaan dari para peserta. LPB Warbis Rasuna-Jakarta memaparkan bahwa jejaring kerjasama bisnis yang dibangunnya sudah semakin luas. Diantaranya adalah kerjasama dengan hypermarket untuk menyediakan fasilitas stand UKM batik di Carefour, dengan Bakrie School Management yang menyertakan mahasiswa untuk magang di UKM binaan LPB Warbis Rasuna, dengan Action Coach yang merupakan investor dari Singapura, dan kerjasama lainnya. LPB secara rutin juga terus menyertakan UKM binaan untuk mengikuti pameran baik di dalam maupun di luar negeri. Sedangkan LPB Adaro-Pama menyampaikan bahwa hampir sebagian besar program telah terlaksana dengan baik. Disampaikan pula oleh koordinator LPB ini bahwa masyarakat sekitar cenderung lebih meminati pelatihan yang bersifat manajemen. Karenanya pada tahun 2009, LPB akan memfokuskan pada pelatihan Basic Mentality dan Pembukuan Sederhana, Manajemen Pemasaran, Dinamika Kelompok, dan pelatihan manajemen lainnya. LPB Adaro- Pama juga bersedia memuat informasi dan berita kegiatan LPB-LPB lain di Buletin Comdev Adaro-Pama. Keesokan harinya, Jum at 30 Januari 2009, Raker dilanjutkan dengan pemaparan dan pembahasan rencana program tahun Semua tim LPB juga menyusun analisis SWOT yang hasilnya akan dijadikan acuan oleh YDBA untuk penyempurnaan pola pengembangan LPB ke depan. Keakraban di Borobudur Nampaknya peserta semakin tak sabar untuk bertandang ke Borobudur setelah Raker ditutup secara resmi oleh Sekretaris Pengurus YDBA Sri Kuntjoro. Seusai bergulat dengan beragam pemikiran dan gagasan di forum rapat, peserta dan panitia langsung bersiap-siap untuk melakukan wisata menuju Candi Borobudur. Kegiatan ini adalah untuk penyegaran (refreshing) para peserta dan panita setelah satu setengah hari mengikuti Raker. Sebelum ke lokasi wisata Borobudur, rombongan menyempatkan diri mengunjungi Koperasi Pariwisata (Kopari) Catra Gemilang yang berlokasi dekat dengan wisata. Koperasi ini telah dibina oleh YDBA sejak tahun 1996 dan hingga saat ini telah memiliki 405 anggota dan 930 calon anggota dari berbagai profesi usaha antara lain fotografer keliling, pemandu wisata, pedagang, petani, dan pengamen dengan asset mencapai lebih dari Rp. 2 Milyar. Setibanya di koperasi, rombongan disambut hangat oleh Ketua Pengurus Kopari Catra Gemilang Suherman. Peserta rombongan nampak serius menyimak Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

11 laporankhusus berangkat, hujan turun. Akibatnya, keinginan peserta untuk menikmati wisata pun sedikit menemukan kendala. Tak apalah, yang penting kan kebersamaan nomor satu, ujar salah seorang peserta berseloroh. Meski rintik hujan menyertai perjalanan, peserta tetap nampak ceria dan antusias, terutama bagi koordinator dan fasilitator LPB dari luar pulau Jawa. Karena sebagian besar dari mereka wisata ini adalah wisata perdana ke Borobudur. Para peserta begitu menikmati keindahan bangunan yang berdiri kokoh berabad-abad itu. Rombongan berputar mengelilingi candi, berupaya menyentuh Seluruh peserta dan panitia Raker foto bersama setibanya di candi Borobudur. stupa, berfoto bersama, dan tertawa lepas. Keakraban semakin pemaparan yang disampaikan oleh Suherman mengenai tercipta di tengah panorama yang perkembangan usaha Kopari yang dilanjutkan dengan sesi sangat indah dan langka tersebut. tanya jawab. Banyak pertanyaan yang diajukan seperti Saat menjelang sore rombongan kembali menuju kota misalnya dari Koordinator LPB PPKP Mataram Liyndrawati Yogyakarta. Tak lupa, rombonganpun singgah sejenak yang menanyakan bagaimana kiat dan strategi Kopari di Muntilan untuk membeli sedikit oleh-oleh khas Yogya memperoleh kepercayaan dari masyarakat. dan sekitarnya. Selamat tinggal Yogya, selamat tinggal Kemudian Suherman menjelaskan bahwa dalam Borobudur. Semoga Raker tahun ini makin meningkatkan menjalankan usahanya Kopari kualitas pembinaan UKM di daerah. (AR). menerapkan prinsip kekeluargaan. Dengan prinsip itu Kopari dapat dengan mudah menarik minat dan loyalitas anggota maupun calon anggota. Sementara strategi yang dilakukan adalah dengan mentransfer nilai-nilai Budaya Astra, mengutamakan kejujuran, memperluas unit-unit usaha dan memberikan berbagai pelatihan yang dapat mendukung perkembangan usaha anggota koperasi. Setelah kurang lebih satu jam berdialog, rombongan langsung menuju candi Borobudur yang lokasinya cukup dekat dengan kantor Kopari. Rombongan dipandu oleh beberapa pengurus Kopari. Namun Seusai Raker seluruh peserta saling bersalam-salaman. sayang, ketika rombongan siap Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

12 laporankhusus Kutai Barat YDBA dan PAMA Resmikan LPB PAMIDA Satu lagi Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) hasil kerjasama Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan PT Pamapersada Nusantara (PAMA) diresmikan. Acara peresmian kantor LPB yang diberi nama Pama Mitra Daya (PAMIDA) -- mitra Petani karet dan UKM di Kutai Barat, Kaltim -- berlangsung pada tanggal 4 Februari Tarian Ngeleway yang merupakan tarian selamat datang khas suku Dayak mengawali acara peresmian LPB Pama Mitra Daya (PAMIDA). Peresmian dilakukan oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Kutai Barat, H. Edyanto Arkan, yang mewakili Bupati Kutai Barat. Dalam sambutannya H. Edyanto Arkan menyampaikan bahwa masyarakat patut berterima kasih kepada jajaran manajemen PAMA dan YDBA yang telah melakukan bentuk nyata untuk memperhatikan masalah kesejahteraan sosial masyarakat. Beliau berharap program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan LPB betul-betul memperhatikan hal-hal yang mendasar dan menjadi kebutuhan pokok seluruh masyarakat. Sehingga, hasilnya bisa menyentuh dan meningkatkan taraf kehidupan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat seperti ini merupakan salah satu cara nyata untuk mewujudkan Visi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat Periode , yaitu Masyarakat Kutai Barat yang Sejahtera, Cerdas, Sehat dan Produktif Berbasiskan Ekonomi Kerakyatan, ujar Edyanto Arkan di sela-sela sambutannya. Dalam bagian lain sambutannya ia juga mengingatkan agar perusahaan memperhatikan dampak dari aktivitas perusahaan terhadap lingkungan. Oleh karena itu pemerintah berharap adanya kerjasama antara PAMA dengan Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Kutai Barat untuk memelihara dan memperbaiki lingkungan sekitar. Yaitu dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada untuk kemakmuran bersama, sehingga tercipta dan terwujudnya Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

13 laporankhusus Pelatihan Petani Karet Asisten II Bidang Ekonomi & Pembangunan Kab.Kutai Barat H. Edyanto Arkan (kanan depan) bersama Anggota DPRD Kab. Kutai barat Donbosco Bulor (tengah) saat melakukan pengguntingan pita, menandakan peresmian LPB Adaro-Pama. investasi yang berwawasan lingkungan. Acara peresmian LPB ini dihadiri 150 orang undangan. Hadir pada acara itu anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kapolres, Camat Muara Lawa, Camat Bentian, Camat Damai, para Kepala Desa, Kepala Adat Besar, Kepala Adat dan tokoh masyarakat, petani karet dan UKM binaan LPB yang meliputi sektor usaha waserda, warung makan, bengkel sepeda motor, industri rumah tangga pangan, dan kerajinan. Sedangkan dari unsur perusahaan hadir pimpinan PT Banpu (ITM Group) sebagai pemegang Kuasa Tambang (KP) yang diwakili Kepala Teknik Tambang, Erman Silalahi, Kepala Divisi HRGA PAMA Pusat, Dede Andarso, Project Manager PAMA jobsite Banpu Ridwan, Wakil Ketua Pengurus YDBA, Erwin Mardjuni, dan Manager Bidang Agribisnis & Pertambangan YDBA, Mohammad Iqbal. Selain pembukaan kain selubung papan nama LPB PAMIDA, acara peresmian juga ditandai dengan penandatanganan komitmen pembinaan masyarakat antara PAMA, YDBA dan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, serta peninjauan ruangan kantor dan ruang training LPB. Kami berharap LPB nantinya bisa bermitra dengan dinas-dinas terkait dalam program-program pembinaan masyarakat yang sedang kami jalankan, demikian ujar H. Edyanto Arkan di sela-sela peninjauannya. Ketika melihat beberapa produk kerajinan contoh dari Pulau Jawa yang dipajang di lemari pajangan, Edyanto juga berharap agar kerajinan sejenis bisa dikembangkan di Kutai Barat dengan menggunakan bahan baku lokal. Masih dalam rangkaian peresmian LPB PAMIDA, keesokan harinya, yakni tanggal 5 Februari 2009, diadakan pelatihan Budidaya dan Pasca Panen Karet bagi para petani karet binaan LPB. Pelatihan diikuti oleh 27 orang petani yang berasal dari Kecamatan Muara Lawa, Kecamatan Damai dan Kecamatan Bentian Besar. Ketiga kecamatan ini berada pada jalur tambang operasi PAMA di Kutai Barat, Kalimantan Timur. Pelatihan yang berlangsung hingga 7 Februari 2009 ini merupakan pelatihan perdana LPB. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kabag HRGA PT. Pamapersada Nusantara jobsite Banpu, Dhendri KH didampingi Wakil Ketua Pengurus YDBA, Erwin Mardjuni. Pelatihan dilaksanakan di ruang Training LPB PAMIDA Jl. Trans Kaltim RT III No. 50 Kampung Muara Lawa, Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Pelatihan ini bertujuan untuk menambah wawasan dan keterampilan peserta tentang teknik budidaya karet yang baik dan benar, menambah wawasan peserta untuk memaksimalkan dan membuka lahan karet baru serta meningkatkan nilai tambah hasil karet milik peserta melalui kegiatan pasca panen karet. HRGA Division Head PT Pamapersada Nusantara Dede Andarso ketika memberikan sambutan. Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

14 laporankhusus Tapin sehingga hal yang sama bisa juga dikembangkan di Kutai Barat.Materi yang diberikan meliputi Motivasi, Okulasi/ Pembibitan, Persiapan Tanam, Budidaya dan Pasca Panen Karet Koordinator LPB PAMIDA Laurentius Lejau (tengah) saat foto bersama dengan dua orang Fasilitator, yakni Marisa Ginawati (kiri) dan Cica Susantie (kanan) di depan papan Grand Design LPB PAMIDA. Nara sumber pelatihan adalah Jumali, seorang pengusaha karet dan pengajar SMK Pertanian di Kabupaten Tapin dan Suwanto dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan yang juga Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Pemilihan kedua nara sumber didasarkan pada kualifikasi dan keberhasilan mereka dalam pembinaan petani karet di Selain di dalam kelas, pelatihan juga dilangsungkan di kebun karet untuk mempraktekkan materi yang telah diberikan. Praktek lapangan dilangsungkan selama 2 hari, yaitu tanggal 6-7 Februari Antusiasme para peserta dalam mengikuti pelatihan sangat besar, hal ini antara lain terlihat dari keseriusan mereka mengikuti pelatihan dan beberapa pertanyaan yang diajukan kepada para instruktur. Banyak sekali pengetahuan baru yang saya peroleh setelah mengikuti pelatihan yang diberikan LPB, kami berharap nantinya ada pelatihan baru yang bisa saya ikuti lagi, ujar salah seorang peserta menjelang akhir pelatihan. Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini akan diadakan kegiatan studi banding ke petani karet yang sudah maju, pembuatan bibit karet unggul (tanam biji/cabutan) secara swadaya sebanyak 1000 batang di tiap kebun karet petani, serta pembuatan kebun karet unggul percontohan seluas 4 hektar yang akan dikelola bersama antar petani karet sesama peserta pelatihan. (ED). Para peserta sedang mendengarkan penjelasan materi dari Instruktur saat mengikuti pelatihan Budidaya dan Pasca Panen Karet. Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

15 forummitraydba Mengikutsertakan UKM pada Pameran di JCC Krisis keuangan global yang terjadi saat ini berawal dari negara adidaya Amerika Serikat. Krisis terjadi lantaran semakin terpuruknya kondisi perekonomian di negara tersebut. Alhasil, negara-negara lain, termasuk Indonesia juga ikut terkena imbasnya, termasuk pelaku UKM di tanah air. Untuk menyikapi krisis tersebut, salah satu langkah yang diambil LPB Gianyar-Bali adalah mengikutsertakan UKM binaannya pada kegiatan pameran berskala nasional. bidang manajemen, pemasaran, dan pembukuan, sehingga usaha saya dapat lebih meningkat. Fasilitas yang diberikan kepada saya juga cukup besar dan sangat bermanfaat, apalagi di saat krisis seperti ini, kata Arsana lagi ketika ditemui di rumahnya. Meneg BUMN Sofyan Djalil tengah berbincang dengan Pemilik Ayong and Fine Art Studio Ketut Arsana di sela-sela kunjungan pameran. Langkah itu terealisir pada Februari 2009, UKM mitra binaan LPB Gianyar Bali, Ayong and Fine Art Studio diikutsertakan pada pameran di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Pameran yang berlangsung selama lima hari ini diikuti oleh mitra binaan seluruh BUMN yang ada di Indonesia. Pameran yang dibuka secara langsung oleh menteri BUMN Sofyan Djalil tersebut berlangsung cukup megah dan mewah. Ketut Arsana, pemilik Ayong and Fine Art Studio merespon positif kesempatan yang diberikan BUMN -- dalam hal ini Bank Mandiri -- untuk mengikuti pameran ini. Arsana sangat berterimakasih kepada Bank ini atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Awalnya, Arsana diperkenalkan oleh LPB Gianyar Bali untuk mengajukan proposal kredit ke bank Mandiri. Pada saat itu saya merasa pesimis sekali dapat pinjaman uang dengan bunga yang sangat rendah. Namun sebaliknya, proposal kredit saya disetujui dan fasilitas pameran juga saya peroleh, ujar Arsana yang merasa puas akan semua yang telah diraih. Syukurlah, ada LPB Gianyar Bali yang selalu membantu saya dalam mengembangkan usaha baik pelatihan dan pendampingan di Disamping itu, LPB Gianyar Bali juga telah memfasilitasi Suteja Silver, UKM milik Ni Wayan Suwitri yang mendapatkan pembiayaan dari Bank Mandiri. Ia berharap agar pada Maret 2009, kredit pinjamannya dapat segera cair untuk menunjang produksi perusahaanya. Saya ingin sekali dibantu dalam berpameran, karena dewasa ini krisis global yang terjadi di Bali membuat banyak pengrajin yang gulung tikar dan menurut saya cara yang cukup tepat untuk mengatasi krisis kali ini adalah dengan berpameran, ujar Suteja. Semoga UKM dapat menunjukkan kemampuannya lagi untuk bertahan menghadapi badai krisis keuangan global seperti masa krisis moneter tahun 1998 silam. (LPB Gianyar Bali). Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

16 forummitraydba Outbound LPB Adaro-Pama Upaya untuk Meningkatkan Kinerja Tim Tidak dapat dipungkiri bahwa di dalam satu unit kerja terdapat kemampuan yang berbeda antar individu. Perbedaan ini bila tidak dikelola dengan baik akan menjadi kendala pencapaian kinerja organisasi. Mengingat dampak yang ditimbulkan oleh perbedaan individu tersebut cukup besar, maka harus dilakukan pengembangan SDM dengan baik. Salah satu caranya adalah melalui kegiatan pelatihan yang berfokus pada pembentukan tim kerja yang solid atau lebih populer dikenal Team Building. Team Building merupakan program pelatihan dengan metode Experiential Learning dalam membentuk suatu tim serta bagaimana setiap anggota tim (kelompok) dapat mengidentifikasikan masalah dengan baik dan selanjutnya secara bersamasama berusaha maksimal untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Melalui konsep interaksi dan simulasi di alam terbuka, Team Building diyakini dapat memberikan suasana yang kondusif dalam pembentukan sikap, cara berpikir serta persepsi yang kreatif dan positif dari setiap peserta guna membentuk rasa kebersamaan, keterbukaan, toleransi dan kepekaan diantara anggota. Sehingga, dengan langkah ini diharapkan mampu memberikan semangat, inisiatif, dan pola pemberdayaan baru dalam lingkungan kerja. Beranjak dari keinginan untuk meningkatkan kekompakan tim, LPB Adaro-Pama menyelenggarakan kegiatan Outbound Trainning pada tanggal Januari 2009, bertempat di desa Muara Hatip Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari Staf comdev PT Adaro Indonesia, PT Pamapersada 16 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009 Peserta tampak aktif dalam salah satu permainan. Nusantara, LKM Banua Bauntung, Lembaga Pengembangan Potensi Pendidikan Adaro-Patners (LP3-AP), LPB Adaro-Pama dan beberapa UKM binaan LPB Adaro-Pama yang berdomisili di Kabupaten Tabalong, Balangan dan Barito Timur. Dalam pelatihan ini peserta dibekali dengan pengetahuan dan strategi yang sangat berguna khususnya dalam meningkatkan dan menggali potensi diri, meningkatkan kemampuan kepemimpinan (kerjasama tim, komunikasi internal dan eksternal yang efektif), serta teknik pengambilan keputusan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan partisipasi aktif anggota dalam bekerja, meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kepekaan anggota terhadap suatu masalah, meningkatkan pemahaman peran, fungsi dan tanggung jawab setiap individu, membentuk suatu tim yang solid dengan kinerja yang efektif serta menjadikan tim lebih siap dalam menghadapi perubahan dan perkembangan dunia usaha. Keseluruhan materi dan kegiatan yang diberikan pada umumnya mengandung nilai-nilai manajerial. Dengan begitu para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan pengalamanpengalaman yang diperoleh di dalam pekerjaan sehari-hari. Berbagai aktivitas yang ada dalam pelatihan ini adalah kegiatan simulasi di alam bebas (luar kelas) yang merupakan experiential activities yang ditargetkan secara spesifik untuk memahami pembentukan dan pembangunan SDM dalam mencapai suatu tujuan sehingga mengahasilkan kinerja yang optimal. Para peserta training bertekad untuk tetap semangat dan jalin terus kebersamaan!. (LPB Adaro-Pama).

17 forummitraydba Penguatan Manajemen IKM Logam di Jawa Timur Sudah saatnya konsep manajerial pada Industri Kecil Menengah (IKM) logam di Jawa Timur disesuaikan dengan target dan lebih spesifik sehingga pada masa yang akan datang IKM bisa memberikan kontribusi yang lebih signifikan kepada perekonomian daerah. Menyikapi hal tersebut, LPB Waru bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Propinsi Jawa Timur menyelenggarakan Pelatihan Manajemen bagi IKM Logam pada tanggal 10 Maret Pelatihan Manajemen ini meliputi manajemen kualitas dan manajemen produksi serta E-bussines pemasaran produk IKM. Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang merupakan UKM mitra binaan LPB Waru yang cukup memiliki kontribusi terhadap pertumbuhan industri kecil logam di Jawa Timur, yakni Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, Waru, Nganjuk, Ngawi dan Madiun. Sektor industri tersebut antara lain bergerak di bidang Industri berbahan baku baja, industri otomotif, Pelatihan berlangsung dinamis dan interaktif. industri perkapalan, dan industri elektronika. Industri berbahan baku baja dipilih berdasarkan posisinya sebagai industri dasar di Jatim. Sementara, industri otomotif, perkapalan, dan elektronik dipilih karena pengembangan investasi ketiga sektor ini berpotensi besar untuk meningkatkan perekonomian daerah. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Sunsity, Sidoarjo ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi IKM Logam di Jawa Timur serta untuk mengidentifikasi permasalahan, potensi dan konsep pengembangan industri logam ke depan. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Industri Logam Mesin dan Aneka Disperindag Propinsi Jawa Timur Dra. Rety Andini, MM. Pelatihan dimoderatori oleh Koordinator LPB Waru John Hardy dan yang bertidak sebagai instruktur pelatihan adalah Ir. Arif Rahman, Msc dari Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi Surabaya (ITS). Model penyampaian materi yang interaktif membuat para peserta mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Acara ditutup oleh Kepala Program ILMTA Disperindag Propinsi Jawa Timur Ir. Irwan. Pada kesempatan tersebut, Irwan berpesan agar para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama pelatihan serta jangan ragu untuk bertanya langsung kepada narasumber mengenai hal yang belum dipahami selama pelatihan. Disperindag Propinsi Jatim dan LPB Waru akan selalu mendampingi IKM logam di Jawa Timur ujar Irwan saat mengakhiri pidato penutupnya. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat mengetahui pentingnya manajemen usaha yang targeted dan spesifik yang berbasis pada konsep manajemen produksi, manajemen pemasaran serta manajemen kualitas produk. (LPB Waru). Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

18 forummitraydba Edukasi Sistemasi Bisnis bagi UKM Binaan LPB Warbis Agar UKM dapat tetap eksis dan berkembang, dibutuhkan suatu sistem yang apik untuk menopang kelangsungan usahanya. Sistem tersebut bisa berupa pengelolaan produksi, pengelolaan keuangan, pengelolaan SDM, dan pengelolaan lainnya. Dengan begitu, segala sesuatunya akan lebih terorganisir dan terencana. Senada dengan maksud di atas, dukungan edukasi sistemasi bisnis bagi UKM juga dilakukan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Warbis-Jakarta. Bentuk konkretnya melalui penyelenggaraan UKM Gathering pada 4 Februari Kegiatannya adalah pemaparan materi yang dilanjutkan dengan tanya jawab. Acara yang berlangsung di Kantor Kementrian Koperasi dan UKM tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan baru kepada UKM binaan Warbis mengenai pentingnya sebuah sistem pada bisnis, meskipun usaha mereka masih tergolong sederhana. Hal ini penting, pasalnya selama ini pemilik UKM sering menemukan kesulitan dalam menangani laju bisnisnya yang tiba-tiba melesat, misalnya ketika terjadi peningkatan order. Akhirnya, bukan mereka yang mengendalikan laju bisnis, melainkan bisnis yang mengendalikan usahanya. Apalagi bila kualitas SDM yang dimiliki masih terbatas. Jadi bisa dibayangkan bagaimana sibuknya sang pemilik. Pada UKM Gathering tersebut, dibahas beberapa hal yang dapat membantu UKM untuk mensistemasikan bisnisnya, seperti tips-tips mudah mensistemasi bisnis, menjalankan bisnis seperti bisnis franchise, bagaimana membangun bisnis yang bisa memberikan kebebasan waktu dan finansial, serta strategi untuk membuat sistem bisnis yang berjalan dengan baik dan menguntungkan. Diharapkan melalui kegiatan ini, UKM dapat membuka wawasan dan pola pikirnya, bahwa membuat sistemasi dalam bisnis adalah penting. Materi yang disampaikan dalam UKM Gathering ini adalah materi yang diperoleh dua orang fasilitator LPB saat mereka mengikuti pelatihan Peserta tengah menyimak pemaparan mengenai petingnya Sistem pada suatu bisnis. dan studi banding ke Thailand dan Jepang. Mereka adalah Dedi Sudrajat, Fasilitator bidang Pembiayaan yang berangkat ke Thailand pada Juli Sementara Fasilitator LPB yang ke Jepang adalah Dewi Praptiwi. Dalam kesempatan studi banding di kedua negara tersebut, mereka banyak mendapatkan pengetahuan dan wawasan mengenai pola pengembangan UKM di kedua negara. Di Thailand Dedi mengikuti Training Course on Community Based Micro Finance and Income Generation Management Poverty Alleviation. Pelatihan ini diprakarsai oleh Thailand International Development Cooperation Agency (TICA). Menurut Dedi, materi training banyak membahas mengenai pola pengembangan komunitas (sentra) UKM dengan pembiayaan usaha dan manajemen peningkatan pendapatan masyarakat miskin di Thailand. Sementara, Dewi Praptiwi mendapatkan kesempatan mengikuti The Training Programme for Young Leaders Indonesia 2008 dalam bidang Community Economic Development di Prefektur Gifu Nagoya, Jepang pada bulan November 2008 selama 3 minggu. Pelatihan diselenggarakan berkat kerjasama Japan International Corporation Agency (JICA) dan Sekretariat Negara Republik Indonesia serta difasilitasi Gifu World Youth (GWY) membawa manfaat banyak bagi fasilitator. Menurut Dewi, banyak hal yang dipelajari dalam kurun waktu cukup singkat tersebut. Mulai dari budaya dan kesenian Jepang, sejarah Negara Jepang dan pengembangan Prefektur Gifu hingga sejarah perkembangan perekonomian (modernisasi) Jepang yang berkembang pesat melalui pemanfaatan teknologi terkini. Semoga pengetahuan yang telah diterapkan pada UKM Gathering ini dapat memberikan banyak manfaat dan dijadikan acuan untuk melakukan pengembangan UKM dan perekonomian di Indonesia. (LPB Warbis). 18 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009

19 LK3 Penilaian Astra Green Company Tahun 2008 Setelah mengikuti serangkaian pelatihan dan pendampingan dalam program SME s Astra Green Company (AGC) yang dilakukan sejak Agustus hingga November 2008, YDBA mengadakan Final Audit SME s AGC kepada empat UKM binaanya pada Desember Perusahaan yang green sangat signifikan memberikan kontribusi pada kinerja perusahaan. Final Audit SME s AGC dimulai dari Bengkel APC Motor yang berlokasi daerah Jakarta Barat. Bengkel Roda 4 yang dikelola H. Hadi Prayitno ini sebelumnya mendapatkan status penilaian Hitam dengan rincian untuk Total Nilai Sistem Manajemen (TNSM) adalah 21,35 %, Critical Point Lingkungan (CPL) adalah 0, Frequency Rate (FR) = 0, Saverity Rate (SR) = 0 dan Legal Compliance (LC) = 66 %. Setelah dilakukan penilaian (assesment) pada tanggal 1 Desember 2008, kinerja pengelolaan LK3 bengkel ini sedikit mengalami peningkatan, dengan pencapaian status Merah (TNM=21,35 %, CP=30, FR=0, SR=0 dan LC = 83 %). Dihari kedua, Bengkel Duta Cibubur yang berlokasi di Kota Cibubur menjadi tujuan YDBA untuk Final Audit SME s AGC yang ke dua. Bengkel Roda 4 yang dikelola Pipin ini pada saat mengikuti program mendapatkan status penilaian Hitam dengan rincian untuk TNSM adalah 39,4 %, CPL adalah 0, FR = 0, SR = 0 dan LC = 100 %. Sedangkan hasil assesment pada tanggal 2 Desember 2008, kinerja pengelolaan LK3 juga mengalami peningkatan, dengan pencapaian status Biru (TNM=54,7 %, CP=80, FR=0, SR=0 dan LC = 80 %). Kemudian PT Trilogam Indojaya, UKM manufaktur yang berlokasi di kawasan Industri Cikarang menjadi tujuan YDBA yang ke tiga. Perusahaan yang dikelola Hendra Setiawan ini pada saat mengikuti program memperoleh status penilaian Merah dengan rincian untuk TNSM adalah 33,65 %, CPL adalah 60, FR = 7,63, SR = 15,26 dan LC = 63 %. Namun, setelah dilakukan assesment pada tanggal 4 Desember 2008, kinerja pengelolaan LK3 UKM manufaktur ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dengan pencapaian status Hijau (TNM=54,7 %, CP=80, FR=0, SR=0 dan LC = 80 %). Peningkatan tersebut layak diperoleh karena komitmen dari pimpinan perusahaan sangat tinggi serta didukung oleh seluruh karyawannya. Sebagai aprisiasi YDBA kepada PT Trilogam Indojaya, pada tahun 2009 ini PT Trilogam diberi kesempatan berkompetisi untuk mendapatkan AGC Award yang di adakan oleh PT Astra International Tbk. Pada tanggal 5 Desember 2008, YDBA melakukan Final Audit SME s AGC yang ke empat untuk PT Purnamajaya Bhakti Utama di Serpong. Perusahaan yang dikelola H. Abung Sulyan Syarief ini mendapatkan status penilaian Hitam dengan rincian untuk TNSM adalah 33,65 %, CPL adalah 60, FR = 7,63, SR = 15,26 dan LC = 63,3 %. Setelah dilakukan assesment, kinerja pengelolaan LK3 juga mengalami sedikit peningkatan, dengan pencapaian status Merah (TNM=48,7 %, CP=70, FR=0, SR=0 dan LC = 63,3 %). Final Audit SME s AGC yang dilakukan oleh Tim YDBA yang diwakili oleh Eri Widayanto (Certification No. A10038) ini merupakan serangkaian program yang telah berlangsung sejak tahun 2003 yang bertujuan untuk melihat kinerja LK3 pada UKM binaan YDBA, untuk dijadikan bahan acuan dalam perbaikan secara berkelanjutan dan menjaga keberlangsungan usaha jangka panjang di masing-masing UKM. Semoga UKM dapat lebih termotivasi untuk meningkatkan LK3nya. (AEW). Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

20 manajemen WINNING CULTURE Oleh: Paulus Bambang WS Letih, lesu, lemah dan lunglai (4L) sering menghinggapi orang tanpa kenal posisi. Dari sang Raja di atas sana sampai si prajurit di bawah sini. Bila sang raja yang terjangkit penyakit 4L, orang awam berkilah karena Raja sedang banyak mengerjakan tugas negara. Bila si prajurit yang kedapatan tidur sewaktu sedang bertugas jaga, itu adalah lambang kemalasan. Dan itu patut dihukum berat kalau dianggap membahayakan keamanan negara. Setidaknya diberi SP3 bila dianggap lalai dalam tugas. Itulah beda antara sang dan si dari sebuah sangsi. Kesialan itu menimpa seorang prajurit Yunani. Ia kedapatan sedang tertidur nyenyak tatkala menunaikan tugas jaga di pos ring luar perkemahan sang Raja. Sang Raja yang sedang sidak, marah besar. Prajurit Yunani yang dikenal sangat disiplin dan berdedikasi tinggi, kedapatan tidur terlelap dengan membawa senjata lengkap. Tangkap si prajurit itu, besok lakukan sidang pengadilan tinggi!, teriak Sang Raja menahan emosi. Si prajurit diseret masuk ke kemah khusus, menanti pengadilan militer. Habis sudah karirku, tangis si prajurit dalam hati. Ketika fajar mulai menyingsing, pengadilan segera dibuka. Si prajurit dibawa ke tengah perkemahan sang Raja. Si prajurit duduk di kursi pesakitan dan sang raja duduk di tahta peradilan. Tak ada yang bisa suap menyuap dan tawar menawar karena algojonya adalah sang Raja sendiri. Tidak ada yang berani memberikan katabelece apalagi jaminan hukuman ringan. Semua sirna. Suara raja dianggap suara tuhan. Suara kebenaran mutlak. Hanya kearifan Raja saja yang bisa menyelamatkan dan kebengisan Raja yang mematikan. Siapa namamu? teriak sang Raja dengan suara yang membelah keheningan. Aaaaaaa, jawab si prajurit dengan suara nyaris tak terdengar Siapa namamu? Jawab dengan tegas dan keras. Engkau seorang prajurit Yunani?, teriak sang Raja lebih lantang. Saya aaaaa, jawab prajurit lebih kuat tapi terlalu lirih untuk didengar sang Raja. Siapa namamu, hai prajurit Yunani yang gagah perkasa, teriakan raja semakin membahana. Saya si ALEXANDER, Yang Mulia, jawab si prajurit dengan keras penuh vibrasi dengan ketakutan setengah mati. 20 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009 Sang Raja terdiam sejenak. Sang Alexander sedang berhadapan dengan si alexander. Sang The Great bertatap muka dengan si The Bad. Sang Raja berkata: Apakah engkau pantas memiliki nama Alexander?. Tidak, tuanku, si prajurit menjawab. Apakah engkau pantas menjadi prajurit Yunani yang gagah perkasa? tanya sang Raja lagi. Tidak, tuanku, si prajurit jujur dan tegas menjawab. Apakah engkau tetap mau memakai nama Alexander dan menjadi prajurit Yunani? tanya sang Raja memberi harapan. Ya, tuanku, si prajurit mengangguk. Hanya dua pilihan, ganti bajumu (keluar dari dinas militer) atau perbaiki kelakukanmu. Ganti kelakuan, tuanku. Saya akan taat pada sumpah prajurit sampai mati. Lakukan segera dan kembali ke pasukanmu. Siap tuanku. Si prajurit berdiri dan seluruh rekan-rekannya bertepuk tangan. Pengampunan didapat. Sang Raja bangkit dan memeluk si prajurit, Jaga nama Alexander dan jaga nama Yunani. Siap tuanku, sampai mati, jawabnya dengan tangis dihati. Si Alexander berubah. Ia setia pada sumpah prajurit. Falsalah Yunani menjadi bagian dari jiwa dan rohnya. Legenda menyatakan bahwa ia, yang walaupun hanya bergelar si, menjadi si yang penuh dedikasi. Ia mati di medan laga. Sang Alexander The Great memimpin upacara penguburan si Alexander the good. Ia mampu mempertahankan nama diri dan negaranya. Ia adalah insan Yunani terpuji. Dang sang Raja menganugerahinya dengan gelar sang, walau dalam tanda kurung anumerta. Sebuah kebanggaan bagi keluarganya. Lain si Alexander lain pula dengan sang dan si insan Astra. Sebuah falsafah sudah sering diucapkan. Nilai dan dharma sudah diakui sejak pertama kali melamar menjadi si prajurit. Kala banyak yang sudah jadi sang, banyak yang sudah lupa akan fondasi itu. Memang tak ada sang yang mengawasi pelaksanaan Catur Dharma. Tidak ada sangsi demosi, degradasi dan SP3 bila kinerja metriks KPI tetap cermerlang. Tak ada pula pujian untuk promosi, naik pangkat dan golongan bagi yang setia ber DHARMA kalau KPInya dibawah rata-rata. Yang menjadi sang adalah diri sendiri. Hati sanubari yang paling dalam. Disitulah terletak sang yang paling ditakuti. Nilai diri dan identitas diri yang paling hakiki terkuak tatkala algojonya adalah sang dalam diri pribadi. Pertanyaannnya adalah apakah kita (pembaca dan penulis) masih pantas menyandang predikat insan Astra? Apakah kita (sang atau si) masih menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara? Tak korupsi, tak lupa bayar pajak yang benar, tak merusak lingkungan hidup dan tak merekayasa laporan keuangan? Apakah kita masih memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan? Tidak menipu dan hanya memberi janji. Tidak meremehkan si pelanggan hanya untuk memuaskan sang pelanggan? Apakah kita masih menghargai individu dan membina kerjasama? Bukan meremehkan karyawan yang masih si. Tidak respek pada pemasok yang si. Menjadi superman dengan gerakan kaki kodok yang menginjak bawahan. Apakah kita masih senantiasa berusaha mencapai yang terbaik? Tidak ada comfort zone. Menghalalkan segala cara untuk mempertahankan posisi walau kita sudah dalam posisi mandeg? Apakah inovasi to strive the best masih membara? Bila jawabannya tidak atau raguragu, hanya ada dua pilihan. Ganti kelakuan. Amalkan Catur Dharma. Tidak berkilah dan bersilat lidah. Murni dan konsekuen. Atau kalau tidak mau, ijinkan saya berucap SAYONARA. ***

21 manajemen Don t Blame Others (DBO) Oleh : Pongki Pamungkas* Buta huruf pada abad ke-21 bukan lagi mereka yang tidak dapat membaca dan menulis, melainkan mereka yang tidak bisa belajar (Alvin Toffler, The Third Wave). K ita tahu betapa menyulitkannya anak atau cucu kita yang berumur dua tahun yang memaksa menuang sendiri minumannya. Dan kejadian berikutnya bisa ditebak, dia menumpahkan minuman itu di atas meja. Sementara kita bersiap dengan kain lap di balik punggung, karena kita tahu: dia akan menumpahkannya dan kita yang harus mengelapnya. Secara positif, proses penumpahan ini penting. Dengan sadar dan sabar, kita membiarkannya untuk melakukan kesalahan. Kita mengarahkan, dia akan belajar untuk tidak menumpahkan minuman lagi jika sudah pernah melakukan hal sama sebelumnya Dan itulah sikap kita yang seharusnya, yang terbaik bagi proses pembelajaran si kecil. Dan demikianlah sejatinya, karena inti hidup adalah suatu proses pembelajaran (learning process) yang berkesinambungan dan tiada henti. Kebutuhan belajar = kebutuhan bernafas, dalam kerangka struggle for life. Atau dalam bahasa manajemen, kita menyebutnya sebagai continuous improvement, atau kaizen dalam bahasa Jepang. Respons positif adalah hal yang mutlak harus kita pilih, bila kita ingin berkembang ke arah kehidupan positif. Suatu konsep, dikutip oleh Jack Canfield Success Principles dirumuskan secara sederhana oleh Dr. Robert Resnick, seorang psikoterapis di Los Angeles sebagai: Hasil (outcome) = Peristiwa (Event, stimulus) + Reaksi (Response). Setiap hasil, kesuksesan atau kegagalan, kekayaan atau kemiskinan, suka cita atau frustrasi, merupakan suatu hasil dari respons kita terhadap suatu peristiwa sebelumnya. Anak kita mendapat hasil buruk dalam ujian di sekolah misalnya, jelas merupakan suatu kegagalan. Tetapi kegagalan yang merupakan bencana sesungguhnya adalah bila kita meresponsnya secara negatif, dalam wujud kemarahan dan celaan. Karena dengan kemarahan dan celaan kita itu secara nalar memperbesar kekecewaan sang anak yang sudah kecewa dengan hasil ujian sekolahnya. Akumulasi kekecewaan ini sungguh berpotensi terhadap tumbuhnya frustrasi berkepanjangan dan musnahnya spirit percaya diri (self-confidence). Ujungnya adalah kegagalan demi kegagalan lebih lanjut (Event minus + Respons minus = Hasil minus). Dokumen Toyota Way 2001 dari Toyota Motor Corporation yang dikutip oleh Jeffrey K. Liker Toyota Way menyatakan: Kami melihat kesalahan sebagai peluang untuk belajar. Bukannya menyalahkan orang lain, organisasi mengambil tindakan korektif dan menyebarkan pengalaman masing-masing secara luas. Belajar merupakan proses berkesinambungan di seluruh perusahaan; ketika atasan memotivasi dan melatih bawahannya; ketika para pendahulu melakukan hal yang sama kepada penerusnya; dan ketika anggota tim di semua tingkatan berbagi pengetahuan dengan yang lain. (Suatu pengertian serupa dengan pengertian organisasi pembelajar versi Peter Senge yang mempopulerkan learning organization, The Fifth Discipline, 1990). Don t Blame Others (DBO, Jangan Mencela Orang Lain) adalah sikap dasar yang layak dikembangkan dalam organisasi pembelajar, juga dalam kehidupan umum sehari-hari. DBO, merupakan pra-kondisi bagi tumbuhnya budaya kaizen, yang notabene adalah budaya pembelajaran. DBO adalah suatu sikap, sebagaimana dikatakan dalam Toyota Way: Ketika tumbuh suatu kebiasaan dalam organisasi, seseorang dapat dengan terbuka menyebutkan hal-hal yang tidak berjalan dengan benar, mengambil tanggung-jawab dan mengusulkan langkah penanggulangan untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi. Prasyarat dasar tumbuhnya budaya DBO, adalah adanya suatu pola pikir (MINDSET) yang dalam budaya Jepang disebut sebagai HANSEI. Dikisahkan dalam Toyota Way, kadangkala ibu dan ayah di Jepang mengatakan kepada anak mereka, Silahkan lakukan hansei. Itu adalah suatu respons orangtua terhadap suatu event (bila sang anak melakukan hal yang buruk). Itu berarti sang anak harus merenungi perbuatannya, menyesali dan memperbaiki sikapnya. Diterjemahkan sebagai REFLEKSI DIRI (bertobat?), Toyota akhirnya memperkenalkan hansei kepada para manajer Toyota di Amerika Serikat pada tahun George Yamashina yang memimpin Toyota Technical Center di Amerika menuturkan: Tanpa hansei berarti tiada kaizen. Hansei, dalam bahasa Jepang, bila anda melakukan suatu kesalahan, pertama anda harus merasa sangat, sangat sedih. Kemudian anda harus membuat rencana ke depan untuk memecahkan permasalahan tersebut. Dan anda dengan tulus dan yakin, anda tidak akan melakukan kesalahan seperti ini lagi. Hansei adalah pola pikir, sikap. Hansei dan kaizen bergandengan tangan. DBO sebagai komponen dari sikap hidup positif (positive way of life) adalah sikap yang amat mulia dan masuk akal (make sense). Mulia, karena DBO adalah suatu falsafah penghormatan manusiawi, yang menjauhkan diri dari sikap melecehkan dan merusak (destruktif). Masuk akal, karena pembangunan sikap positif dalam komunitas manapun berawal dari dalam diri anggota komunitas masing-masing, inside-out thinking. Dan itulah tantangannya, kita tahu, peperangan terbesar kita adalah peperangan terhadap diri sendiri. Bukankah demikian? *Penulis adalah Presdir PT Serasi Autoraya (TRAC) Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

22 serba-serbiydba Kunjungan YDBA ke Warbis Rasuna-Jakarta Rabu siang, 11 Februari 2009 YDBA mengunjungi Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Warbis Rasuna yang berlokasi di Kantor Kementerian Negara Koperasi & UKM RI, Jl. H.R. Rasuna said Kav. 3-5 Jakarta Selatan. Kunjungan tersebut merupakan silaturahmi sekaligus tindak lanjut dari kegiatan Rapat Kerja (Raker) LPB Mitra YDBA di Yogyakarta beberapa waktu lalu. Pengurus YDBA saat mengunjungi Galeri LPB Warbis Rasuna. Pada kunjungan tersebut Pengurus YDBA disambut hangat oleh Deputi Menteri Pemasaran dan Jaringan Usaha Kemenegkop & UKM RI Ikhwan Asrin, Asdep Perdagangan Dalam Negeri yang juga Penanggung Jawab LPB Warbis Rasuna Halomoan Tamba, Kabid Hubungan Kerjasama Internasional Kemenegkop & UKM RI Siti Mariyani serta Fasilitor LPB Warbis Rasuna Dedi Sudrajat dan Dewi Praptiwi. Kegiatan berlangsung dengan dialog di Ruang Deputi Menteri Pemasaran dan Jaringan Usaha Kemenegkop & UKM RI. Kedua instansi tersebut saling memberikan masukan agar perkembangan UKM di tanah air dapat lebih signifikan, khususnya UKM yang telah dibina oleh YDBA dan UKM mitra binaan LPB Warbis Rasuna. Ikhwan Asrin merasa sangat senang dikunjungi YDBA, sebab sudah banyak program-program kerjasama yang telah dilakukan bersama YDBA. Dalam kesempatan tersebut ia menyampaikan bahwa pola-pola pengembangan UKM yang dilakukan oleh YDBA sangat baik. Ia berencana untuk mensosialisasikan cara pembinaan & pengembangan UKM yang dilakukan YDBA di Rapat Tahunan Kepala Dinas Koperasi seluruh Indonesia. Mungkin kami akan mengundang Ketua Pengurus YDBA Aminuddin dan Tim untuk berbagi pengalamannya kepada kami, ujar Ikhwan Asrin. Sementara, Ketua Pengurus YDBA Aminuddin menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Raker LPB yang telah diselenggarakan beberapa waktu lalu. Kemudian Aminuddin juga menyampaikan beberapa program yang dilakukan YDBA di tahun 2009 seperti program pendirian Bengkel Mitra Honda (BMH). Aminuddin menambahkan bahwa YDBA juga melakukan pembinaan kepada Koperasi Pariwisata (Kopari) Catra Gemilang di Borobudur, Magelang. Koperasi ini telah dibina oleh YDBA sejak tahun 1996 dan hingga saat ini telah memiliki 405 anggota dan 930 calon anggota yang terdiri dari berbagai bidang usaha antara lain jasa fotografi, pemandu wisata, pedagang, petani, dan pengamen dengan asset terkumpul lebih dari Rp. 2 Milyar. LPB merupakan lembaga yang didirikan YDBA, bekerjasama dengan berbagai institusi seperti Grup Astra, Dinas Koperasi atau Dinas Perindustrian setempat dan BUMN/S. Saat ini YDBA memiliki 9 (sembilan) LPB Mitra YDBA yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. LPB merupakan partner langsung YDBA di berbagai daerah dalam melaksanakan program pembinaan dan pengembangan UKM. Pengurus YDBA juga akan mengunjungi LPB Mitra lainnya. LPB menjadi sangat penting bagi YDBA dalam memperluas program kegiatan pembinaan dan pengembangan UKM di tanah air. Semoga keberadaan LPB di daerah semakin dirasakan manfaatnya. (AR). Ketua Pengurus YDBA Aminuddin (no. 2 dari kanan) tengah menyampaikan beberapa program-program YDBA kepada Deputi Menteri Pemasaran dan Jaringan Usaha Kemenegkop & UKM RI Ikhwan Asrin (kiri). Dialog berlangsung hangat, akrab dan terbuka. 22 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009

23 serba-serbiydba Pelatihan Perpajakan YDBA Selenggarakan Pelatihan Perpajakan YDBA kembali selenggarakan pelatihan perpajakan bagi UKM mitra binaannya. Pelatihan tersebut diselenggarakan pada 4-6 Maret 2009 bertempat di ruang Kelas YDBA, Jl. Gaya Motor I No. 10, Sunter II, Jakarta Utara. Sebelum mengikuti Pelatihan Perpajakan bagi UMKM bengkel AHASS, bengkel R-2 dan bengkel R-4, para peserta berfoto bersama. Pelatihan diikuti oleh 29 bengkel yang tersebar di Jabodetabek yang terdiri dari bengkel Astra Honda Authorized Service Station (AHASS), bengkel umum Roda-2 yang merupakan anggota Koperasi Bengkel Binaan YDBA (KOBBA) dan bengkel umum Roda-4 yang merupakan anggota Himpunan Bengkel Binaan YDBA (HBBA). Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Manager YDBA M. Kosasih. Dalam sambutannya M. Kosasih menyampaikan pentingnya kesadaran membayar pajak. Karena pajak merupakan salah satu bukti kontribusi warga negara terhadap pembangunan bangsa. Oleh karena itu YDBA sangat antusias menyelenggarakan Pelatihan Perpajakan bagi UKM ini, ujar M. Kosasih. Peserta nampak proaktif mengikuti sesi demi sesi pelatihan. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul. Banyak pertanyaan cukup menarik yang diajukan antara lain adalah hal-hal yang dapat mengurangi pembayaran pajak seperti zakat serta seputar pajak profesi. Instuktur pelatihan Mulyo Agung, yang juga seorang Konsultan Pajak dan Dosen menjelaskan bahwa benar zakat dapat mengurangi pajak. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa apabila penghasilan itu sudah melewati ketentuan minimum penghasilan kena pajak yakni sebesar Rp ,- maka seseorang wajib membayarkan pajaknya. Kegiatan ini juga menjadi perhatian Wakil Ketua Pengurus YDBA Tonny Sumartono. Dalam pelatihan tersebut Tonny memberikan arahan dan motivasi kepada peserta mengenai pajak yang memang penting artinya bagi pembangunan negara saat ini. Di Amerika Serikat ada anekdot yang menyatakan bahwa ada dua hal di dunia yang sudah pasti, yaitu kematian dan pajak. Maka tidak mengherankan gara-gara denda parkir yang tidak dibayarkan, maka seseorang bisa menemukan kendala untuk mengambil ijazahnya, demikian Tonny Sumartono menuturkan pengalamannya. Mengakhiri arahannya Tonny Sumartono angkat topi bagi peserta yang sudah memiliki NPWP dan semoga pelatihan ini bermanfaat & diikuti dengan sebaik-baiknya. Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

24 serba-serbiydba Para peserta nampak sangat serius saat mengikuti pelatihan. Pelatihan Perpajakan bagi UKM Subkon Sebelumnya, pada tanggal Februari YDBA juga menyelenggarakan pelatihan serupa bagi UKM Subkon Grup Astra. Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Pengurus YDBA Sri Kuntjoro. Dalam sambutannya, Sri Kuntjoro mengatakan bahwa YDBA selalu mendorong para UKM untuk menerapkan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) yang baik, antara lain dalam hal perpajakan. Lebih lanjut Sri Kuntjoro menambahkan bahwa pelatihan tersebut penting untuk diikuti agar UKM memahami perpajakan dan kewajibannya sebagai warga negara serta sejalan dengan program pemerintah yang saat ini sedang menggalangkan wajib pajak. Oleh karena itu, Sri Kuntjoro berpesan kepada peserta agar kegiatan tersebut dapat diikuti dengan baik sehingga bisa diterapkan di perusahaan masing-masing. Materi yang disampaikan kepada peserta adalah penjelasan mengenai UU No. 28 Tahun 2007 dan UU No. 36 Tahun 2008 yang merupakan rujukan bagi setiap warga negara dalam hal perpajakan. Pelatihan disajikan dalam bentuk teori dan praktek serta dilengkapi dengan diskusi secara interaktif. Disamping itu, peserta juga mendapatkan materi yang lebih sepesifik, yakni tentang Pajak Penghasilan Wajib Pajak Orang Pribadi (PPh WPOP), Studi Kasus Pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Masa Potongan dan Pungutan (Potput), Studi Kasus pengisian SPT 1770 dan 1770 S, Ketentuan Umum Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pengusaha Kena Pajak (PKP), Pengusaha Kecil Barang dan Jasa Kena Pajak, Dasar Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (DPP-PPN), Studi Kasus Pengisian SPT Masa PPN Normal, Kasus Pengisian SPT Masa PPN Pembukuan, Ketentuan Umum PPh Badan, Pengertian Penghasilan dan Biaya dalam PPh Badan, Studi Kasus Pengisian SPT Tahunan Karyawan (1721 dan lampirannya), serta Studi Kasus Pengisian SPT Tahunan PPh Badan (1771 dan lampirannya). Pelatihan mendapatkan animo yang sangat baik dari para peserta, karena dari 25 perusahaan yang diundang, ternyata hadir sebanyak 30 perusahaan. Para peserta berharap agar pelatihan ini dapat terus berlanjut karena masih banyak UKM yang belum paham mengenai perpajakan. Semoga pelatihan perpajakan ini dapat terus berlanjut serta mohon kesediaan YDBA dan Instruktur memberikan waktu apabila ada suatu hal tentang pajak yang belum kami pahami, ujar salah seorang peserta saat memberikan pesan dan kesan seusai pelatihan. Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menerapkan tax planning dengan baik dan mampu menerapkan hasil pelatihan di perusahaannya masingmasing, berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku sehingga bebas dan terhindar dari sanksi pajak. (AS/AR). Seorang peserta tengah berkonsentrasi memahami materi yang disampaikan Instruktur. 24 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009

25 serba-serbiydba Seni Kerajinan Tangan Pelatihan Kerajinan Paper Tole bagi Ibu-Ibu Kemenko Perekonomian Umumnya YDBA memberikan pelatihan kepada UKM, tetapi kali ini YDBA diminta melakukan hal yang sama untuk ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Dengan menggandeng UKM binaanya, yakni Sanggar Anggrek, YDBA menyelenggarakan Pelatihan Kerajinan Paper Tole pada tanggal 11 Maret Pelatihan yang diikuti oleh 15 ibu-ibu DWP Kemenko Perekonomian tersebut berlangsung di Rumah Dinas Departemen Keuangan, Jalan Denpasar No.9, Jakarta Selatan. Awalnya, kegiatan ini didasari oleh keinginan ibu-ibu Kemenko Perekonomian yang berencana melakukan bisnis kerajinan tangan. Instruktur pelatihan Onie tengah menjelaskan jenis-jenis kerajinan paper tole kepada para Kegiatan ini bagi mereka merupakan peserta. sarana untuk berkreasi disela-sela aktifitas sosial yang mereka lakukan. Melalui pelatihan lebih hidup, tanpa merusak substansi gambar aslinya. ini, kami harapkan juga dapat memberikan manfaat bagi Sekadar informasi, semakin halus potongan-potongan yang kelancaran program dan kegiatan-kegiatan yang kami dihasilkan, maka bobot nilai seni kerajinan itu cenderung lakukan, ujar salah seorang peserta. semakin tinggi. Begitu pula dari segi komersialnya, yang Seni Paper Tole adalah seni kerajinan tangan yang dapat membuat harga produk menjadi semakin tinggi. mengkreasikan sekumpulan kertas bergambar dua dimensi Pelatihan berlangsung selama 4 jam. Cukup banyak yang identik (serupa) seperti gambar yang terlihat tiga karya yang dihasilkan. Mereka sangat puas mengikuti dimensi. pelatihan ini dan berharap dapat mengikuti pelatihan produk Peserta pelatihan Kerajinan Paper Tole yang dibawakan oleh instruktur Onie ini terlihat antusias. kerajinan lainnya. Staff Galeri UKM-YBDA Eka Puji Aryati Meskipun umumnya adalah ibu-ibu separuh baya, mereka seusai pelatihan mengatakan bahwa melalui pelatihan ini, nampak bersemangat, terutama saat melakukan praktek sinergi UKM binaan dengan perkumpulan Ibu-ibu Kemenko seperti teknik memotong, mengembos, menempel dan Perekonomian dapat bertambah lagi sehingga berdampak menumpuk bagian-bagian kertas bergambar dua dimensi. baik juga pada jaringan pemasaran serta kelangsungan Ketekunan mereka akhirnya menghasilkan potonganpotongan tiga dimensi yang membuat gambar terlihat usaha UKM. Semoga. (EPA). Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

26 serba-serbiydba YDBA, Petrokimia Gresik dan MPM Lepas Peserta Magang Mekanik Sepeda Motor Kerja keras, kerja cerdas dan kerja santun. Kalau ketiga hal tersebut dilakukan oleh peserta magang, maka kedepan Honda akan memiliki mekanik-mekanik berkualitas dan bermanfaat sesuai Catur Dharma Astra yakni menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Senin 9 Februari 2009, langit Surabaya diliputi awan tebal disertai hujan sejak pagi. Udara dingin serta kepadatan arus lalulintas kota membuat sebagian warga kota tidak nyaman beraktivitas. Namun, kondisi itu tidak sedikit pun menggangu kami yang tengah mengikuti acara pelepasan peserta magang mekanik di 21 Bengkel AHASS wilayah Gresik dan Surabaya. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama antara YDBA, PT Petrokimia Gresik dan PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM) yang berlangsung selama tiga Para peserta magang saat foto bersama dengan Kepala Biro Kemitraan dan Bina Lingkungan bulan. Pemagangan akan berakhir Petrokimia Gresik Didik (no. 4 dari kanan), Manager YDBA M. Kosasih (no. 5 dari kanan), Dept Dev. Head Tech Service PT Astra Honda Motor (AHM) Handy Hariko (no. 4 dari kiri), General Manager pada tanggal 9 Mei Kegiatan MPM Purwanto (no. 3 dari kiri), dan Advisor LPB Waru-Sidoarjo DR. Ir. Soeharto (no. 3 dari kanan). ini merupakan tindak lanjut pelatihan Mekanik Sepeda Motor Honda yang telah diselenggarakan dibidang mekanik sepeda motor Honda, sehingga pada April 2008 lalu di Balai Latihan Petrokimia dengan diharapkan mereka dapat membuka usaha di bidang jasa instruktur dari YDBA & MPM. perbengkelan sepeda motor atau bekerja di bengkel-bengkel Sebelumnya, pada tanggal 9-10 Juli 2008 peserta umum di sekitar wilayah Gresik dan Surabaya. magang yang berjumlah 21 orang juga telah berkunjung ke Kantor Pusat YDBA, pabrik perakitan sepeda motor Program pemagangan ini merupakan wujud komitmen PT Astra Honda Motor (AHM), PT Yutaka Manufacturing Corporate Social Responsibility PT Petrokimia Gresik Indonesia, PT Rahmat Perdana Adimetal dan Bengkel yang bekerjasama dengan YDBA dan didukung oleh MPM AHASS binaan YDBA di Jakarta. sebagai main dealer sepeda motor Honda wilayah Jawa Pelepasan peserta magang yang berlangsung di Timur dalam upaya untuk mengembangkan UKM. ruang Aula MPM, Jl. Simpang Dukuh 42-44, Surabaya, Untuk mendukung program pemagangan ini, LPB dihadiri oleh Kepala Biro Kemitraan dan Bina Lingkungan Petrokimia Gresik Didik, Managing Director MPM Suwito, Waru-Sidoarjo siap bersedia menjadi fasilitator pembiayaan General Manager MPM Purwanto, Dept Dev. Head Tech bagi perserta magang yang ingin membuka usaha bengkel Service PT Astra Honda Motor (AHM) Handy Hariko, sendiri dan juga memberikan pendampingan secara Manager YDBA H. M Kosasih, Advisor LPB Waru-Sidoarjo langsung kepada para peserta. Hal ini merupakan kegiatan DR. Ir Soeharto dan Koordinator LPB Waru-Sidoarjo Ir. yang sering dilakukan oleh LPB Waru pasca pelatihan, Jhon Hardi. sehingga diharapkan dapat menciptakan ikatan emosional Program pemagangan ini bertujuan untuk dan meningkatkan pengetahuan serta motivasi mereka. meningkatkan keterampilan pemuda putus sekolah (JH/AR). 26 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009

27 serba-serbiydba YDBA di subkon dan vendor Grup Astra Gathering Mengenal YDBA Lebih Dekat Untuk yang kesekian kalinya, YDBA mensosialisasikan program pembinaan dan pengembangan UKM kepada subkon dan vendor di Grup Astra. Kali ini YDBA diminta untuk menyampaikan program tahun 2009 kepada subkon dan vendor di dua perusahaan besar grup Astra yaitu PT Astra Nissan Diesel (ANDI) dan PT Komatsu Indonesia (KI). Jumat 16 Januari 2009, seusai makan siang, tim YDBA langsung bergegas menuju Danau Sunter, tempat dimana ANDI berada. Meski lokasinya cukup dekat dengan kantor YDBA, tim YDBA berusaha tiba lebih awal agar segala persiapan dapat tersusun apik. Setibanya di lokasi, tim disambut hangat oleh rekan-rekan panitia. Sembari menunggu acara dimulai, para pimpinan YDBA dan ANDI mengisinya dengan mengobrol santai dan saling melepas kangen karena sudah lama tidak bertemu. Acara dimulai tepat pukul WIB. Para undangan mulai berdatangan dan kursi undangan juga terlihat semakin penuh. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 perwakilan vendor ANDI se-jabodetabek. Vendor Gathering 2009 merupakan ajang silaturahmi antara manajemen ANDI dan vendor. Acara ini terdiri dari dua kegiatan utama. Pertama adalah presentasi program YDBA 2009 dan kedua adalah seminar tentang bagaimana memahami kirisis ekonomi global. Presentasi tentang Program YDBA disampaikan oleh General Manager YDBA Soepardi. Sementara acara seminar, disampaikan oleh VP Senior Economist PT Bank Negara Indonesia Tbk Ryan Kiryanto. Kegiatan yang berlangsung hingga jam WIB tersebut dimaksudkan oleh ANDI sebagai upaya untuk memperkenalkan YDBA kepada para vendor. Melalui kegiatan ini diharapkan para vendor dapat bergabung dengan YDBA, terutama pada program pembinaan seperti Presdir PT. Astra Nissan Diesel Indonesia (ANDI) Stefanus Soetomo saat menyampaikan sambutan pembukaan. pelatihan, fasilitasi pembiayaan dan lainnya. Sedangkan melalui seminar mengenai krisis ekonomi global, para vendor dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk meminimalisir dampaknya dengan baik. Vendor Gathering secara resmi dibuka oleh Presdir ANDI Stefanus Soetomo. Dalam sambutannya, Stefanus mengucapkan terima kasih atas kesediaan YDBA untuk hadir dalam acara ini serta berharap agar hubungan ANDI dengan para vendor dapat semakin erat. Ia juga menambahkan bahwa pada kondisi krisis seperti ini, vendor harus tetap optimis dan mampu menjaga kualitas meskipun terjadi penurunan order. Dalam kesempatan yang sama Ketua Pengurus YDBA Aminuddin menjelaskan bahwa keberadaan YDBA merupakan bagian dari cita-cita Astra yakni Sejahtera bersama Bangsa. Oleh karena itu jajaran Direksi dan Manajemen Astra sangat berkomitmen mendukung kegiatan pengembangan UKM Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

28 serba-serbiydba yang dilakukan YDBA dalam memajukan UKM di tanah air, khususnya subkon dan vendor Grup Astra. Kami sangat senang sekali bila teman-teman vendor di ANDI dapat bergabung dan mengikuti program-program pembinaan YDBA pada tahun 2009 ini, ujar Aminuddin di sela-sela sambutannya. Kegiatan seminar tentang krisis global yang disampaikan oleh VP Senior Economist PT Bank Negara Indonesia Tbk Ryan Kiryanto berlangsung menarik. Pemaparan yang disampaikan cukup up-date dan mudah dipahami peserta. Suasana seminar begitu hidup dan tidak membosankan karena nara sumber dalam memberikan materinya kerap menyertakan guyonan yang cukup menggelitik. Banyak pertanyaan yang muncul, seperti bagaimana peluang UKM untuk bertahan dari terpaan krisis global ini, apa kiat-kiat yang harus dilakukan oleh UKM agar tidak terkena kiris secara langsung, serta pertanyaan seputar kebijakan pemerintah dalam menangani ancaman krisis global tersebut. Seminar kurang lebih berlangsung selama 45 menit kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 15 menit. Sosialisasi di PT Komatsu Indonesia Kegiatan serupa juga berlangsung di KI tepatnya pada tanggal 21 Januari Tim YDBA diundang untuk memberikan pemaparan program pembinaan dan pengembangan UKM. Peserta dalam kegiatan ini adalah Presdir PT. Astra Nissan Diesel Indonesia (ANDI) Stefanus Soetomo (kiri) memberikan plakat ucapan terima kasih kepada Wakil Ketua Pengurus YDBA Tonny Sumartono (kanan) atas partisipasi YDBA di acara Vendor Gathering ANDI. Suasana Subcont Gathering di PT. Komatsu Indonesia. para subkon KI. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Ketua pengurus YDBA Tonny Sumartono, Sekretaris Pengurus YDBA Sri Kuntjoro, dan General Manager YDBA Soepardi. Materi disampaikan oleh Soepardi dan tim YDBA lainnya. Subcont Gathering yang diikuti oleh kurang lebih 40 orang ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan informasi mengenai prospek pasar alat berat pada 2009 serta improvement dari KI terhadap subkon. Pada kesempatan tersebut YDBA menjelaskan program yang akan dilaksanakan pada tahun 2009, khususnya yang berkaitan dengan industri kecil komponen alat berat. Kegiatan tersebut berlangsung selama kurang lebih setengah jam dimana 15 menit pertama untuk pemaparan materi dan dilanjutkan dengan 15 menit kedua untuk sesi tanya jawab. Subcont Gathering ini juga merupakan sarana evaluasi mengenai perkembangan kemampuan subkon, khususnya untuk aspek teknik dan manajemen. Antusiasme para peserta nampak begitu besar dalam kegiatan ini. Banyak pertanyaan yang muncul terutama seputar kegiatan yang dilakukan YDBA. Saat sesi tanya jawab, sebagian peserta banyak yang menginginkan untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh YDBA. Sosialisasi juga akan dilakukan di Grup Astra lainnya. Diharapkan sosialisasi yang telah terselenggara dapat menambah informasi mengenai program pembinaan dan pengembangan UKM yang dilakukan YDBA. (AR/LPP) 28 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009

29 serba-serbiydba Pelatihan CRP bagi UKM Subkon Grup Astra Pada era persaingan global ini, harga adalah salah satu aspek yang harus diprioritaskan dalam meraih pelanggan. Namun, harga tersebut juga harus disusun sedemikian rupa tanpa mengurangi kualitas produk. Nah untuk soal yang satu ini, perusahaan yang memiliki kemampuan cost reduction yang baik lah yang akan mendapatkan pelanggan. Instruktur dari PT. Astra Daihatsu Motor (ADM), Dino saat menyampaikan materi pelatihan. Menyikapi hal tersebut, pada tanggal Maret 2009, YDBA menyelenggarakan Pelatihan Cost Reduction Program (CRP) bagi UKM subkon Grup Astra di Ruang Pelatihan YDBA, Sunter, Jakarta Utara. Kegiatan yang diikuti oleh 25 peserta dari 16 UKM subkon ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya Cost Reduction tanpa harus menurunkan kualitas produk maupun jasa, sehingga dapat lebih meningkatkan daya saing UKM. Dalam pelatihan ini, para peserta dilatih untuk mengenali dan menghilangkan kemubaziran yang terjadi di lingkungan kerja serta menciptakan ide-ide dalam praktek cost reduction. Peserta juga dijelaskan tentang prosesproses kerja yang tidak efisien. Selain mendapatkan materi di dalam kelas, peserta juga diajak studi lapangan ke PT Gaya Motor. Melalui cara ini peserta dapat melihat secara langsung CRP yang dilakukan para karyawan Gaya Motor. Daya saing suatu produk atau jasa sangat dipengaruhi oleh kualitas dan pengembangan yang dilakukan suatu perusahaan, dimulai dari proses dan cara kerja yang benar. Sedangkan keuntungan (profitability) banyak dipengaruhi oleh seberapa efektif dan efisien kinerja suatu perusahaan. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat mahami Cost Reduction dengan baik dan dapat menerapkan di perusahaan masing-masing. (TW). Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

30 profil CV Prima Karya Tidak Ada Hal yang Tidak Mungkin Jika Kita Mau Berusaha dan Memulainya. Begitulah petikan kalimat filosofis yang diucapkan oleh H. Aftor Machlan, pendiri CV Prima Karya, Tegal - Jawa Tengah. UKM komponen alat berat binaan YDBA yang berdiri sejak 1981 ini telah mengalami perkembangan usaha yang signifikan, bahkan menjadi rujukan bagi UKM lainnya di Kota Tegal. 30 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009

31 profil H Aftor Machlan, sosok yang memiliki kemampuan teknik dan jiwa enterpreneur ini mampu memajukan CV Prima Karya dengan baik. Sejak merintis usaha, berbagai halangan dan tantangan tidak sedikit ia hadapi namun oleh H. Aftor Machlan semuanya bisa dihadapi dengan baik. Oleh pengusaha yang dikenal sebagai risk taker nan teliti serta sistematis oleh para pegawainya ini semua risiko yang muncul bisa dieliminir. Prima Karya mengawali produksinya di bidang industri mesinmesin pertanian dan perkebunan seperti hand tractor, mesin pengupas kopi basah, hamermill, mesin parut batang sagu, dan mesin pengering gabah. Produk tersebut dikerjakan atas order dari pemerintah Orde Baru yang kala itu sedang melakukan suksesi program swasembada pangan dan pemberdayaan kelompok tani di seluruh Indonesia melalui proyek Bantuan Presiden (BANPRES). Pada waktu itu CV Prima Karya bersama Koperasi Panca Karya ditunjuk pemerintah untuk memproduksi berbagai mesin-mesin tersebut lewat PT Citra Lamtorogung Persada (CLP). Melihat peluang itu, H. Aftor Machlan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diperolehnya. Dengan peralatan yang cukup sederhana, ia menjalankan usahannya selangkah demi selangkah. Baginya kemampuan yang terbatas bukanlah halangan, karena menurutnya, dengan keyakinan penuh semua harapan untuk maju tentu akan terbuka lebar. Proyek tersebut akhirnya mencapai keberhasilannya dalam mendukung Swasembada Pangan di Indonesia. Keberhasilan proyek itu juga diikuti dengan kemajuan Industri Kecil Menengah (IKM) di kota Jepangnya Indonesia ini (julukan kota Tegal yang diberikan oleh Mantan Presiden Soeharto kala itu). Dalam melakoni usaha, H.Aftor Machlan selalu menanamkan kiatkiatnya kepada para karyawan untuk tetap berpegang teguh pada komitmen Berbagai mesin yang dimiliki CV Prima Karya tampak tersusun rapih. untuk memberikan hasil yang stakeholder. terbaik, tepat waktu demi kepuasan Antisipasi yang dilakukan pelanggan, selalu jujur dalam segala kala itu antara lain adalah dengan hal, dan selalu berpegang teguh pada mengintensifkan promosi ke sekolahsekolah pertanian, promosi ke daerah aturan agama sehingga usaha yang dijalankan dapat menjadi berkah dan penghasil kopi melalui gubernur berkesinambungan. Jika kita bisa serta melakukan demo produk lewat berjanji, maka kita harus bisa juga pameran-pameran. Hingga akhirnya, menepati janji tersebut. Dan, tidak ada produk yang terkena imbas dari krisis hal yang tidak mungkin jika kita mau itu, lambat laun terjual habis dan berusaha dan memulainya, imbuh modal kerja pun kembali terkumpul. H.Aftor Machlan. Di samping itu, CV Prima Karya Kendala yang krusial bagi H. juga melakukan eskalasi harga dan Aftor dalam menjalankan usaha kesepakatan bersama pelanggan adalah pada saat krisis moneter serta mengantisipasi gejolak Kala itu CV Prima Karya mengalami kenaikan harga material dengan masa yang cukup sulit karena masih mengefisiensikan beberapa bidang memiliki stok mesin pengupas kopi terutama distribusi, yakni dengan sebanyak 1000 unit yang disebabkan melakukan pengiriman bersama oleh pembatalan order PT Citra suplier-suplier Komatsu se-kota Tegal Lamtorogung Persada. Kondisi ini atau lebih dikenal dengan metode tentu sempat membuat produksi kirim bersama TegalGroup. menjadi macet dan kondisi keuangan Pada tahun 1996, dengan perusahaan sempat terganggu. semangat dan kemauan yang kuat, CV Namun, kondisi tersebut Prima Karya memberanikan diri untuk disikapi CV Prima Karya dengan bersaing dengan perusahaan lain optimis. Meski produksi perusahaan sejenis menjadi suplier PT Komatsu mengalami penurunan, masa sulit itu Indonesia (KI), anak perusahaan PT tetap ditempuh dengan berpikir positif Astra International Tbk yang kala dan konsisten untuk membuat produk itu sedang melakukan peningkatan yang layak jual, membina jejaring serta produk komponen lokal. Dan, ternyata komunikasi yang baik dengan berbagai perusahaan ini mampu memberikan Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

32 profil apa yang dibutuhkan KI. Perusahaan yang memiliki 75 karyawan ini tetap terus bermitra dengan KI hingga sekarang. Prima Karya merupakan satu-satunya perusahaan yang pertama kali mendapat kepercayaan di Tegal menjadi supplier KI. Dalam pengembangan usahanya, CV Prima Karya terus mendapatkan program pembinaan dari YDBA. Perusahaan yang pernah dikunjungi oleh Presdir Astra ini terus aktif mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan YDBA. Sungguh luar biasa manfaat yang kita dapatkan dari pembinaan YDBA, mulai dari pelatihan-pelatihan dan pendampingan, informasi dunia usaha, silaturahmi hingga penghargaan yang telah diberikan YDBA kepada kami, ujar Ivan Kurniawan, Manager CV Prima Karya yang merupakan putra kandung H. Aftor Machlan saat diwawancara beberapa waktu lalu. Di tengah kondisi krisis ekonomi global dan persaingan yang semakin ketat dewasa ini, CV Prima Karya menyikapinya dengan bijak. Menurut Irvan, perusahaannya tengah melakukan efisiensi harga, peningkatan produktivitas kerja dengan harga bersaing, serta melakukan berbagai inovasi. Ia percaya bahwa kualitas, ketepatan dan kecepatan distribusi, serta selalu membina hubungan baik dengan pelanggan adalah cara yang tepat. Di samping itu, perusahaan yang memiliki omset lebih dari Rp.6 M per tahun ini juga melakukan segmentasi produk dan mengembangkan produk yang Produk komponen Alat Berat CV Prima Karya yang siap dikirim ke UT. Ivan Kurniawan (kanan) saat menerima penghargaan sebagai KI Portal Implementation terbaik 2008 dari Presdir Astra Michael D. Ruslim (kiri) di Gedung Astra, Sunter-Jakarta Utara. betul-betul diminati pasar. Perusahaan yang memiliki aset lebih dari Rp.5,5 Miliar ini juga telah meraih beberapa penghargaan antara lain penghargaan dari Pemerintah RI dalam keberhasilannya mendukung program Swasembada Pangan, kemajuan dunia pertanian dan perkebunan nasional; Perusahaan Berkategori A dari Caterpillar International dan masuk dalam Global Purchasing Caterpillar; serta Komatsu Portal Implementation CV Prima Karya telah berhasil menerapkan sistem manajemen operasi dan standarisasi mutu yang didapatkan dari berbagai bimbingan dan pelatihan. Hasil dari sistem tersebut, terlihat pada daya saing yang cukup kompetitif dan eksistensi CV Prima Karya di peta industri nasional dewasa ini. Kini CV Prima Karya senantiasa berupaya untuk menjadi perusahaan yang besar kelak di kemudian hari. Berbekal dari pengalaman menjadi salah satu UKM terbaik di Kota Tegal, bukan tidak mungkin UKM ini dapat meraihnya. Karena hal yang terpenting untuk mencapainya adalah terus dan terus berinovasi. Maju terus Prima Karya. ( AR). 32 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009

33 renungan Senyum adalah Investasi Senyum adalah fitrah manusia. Senyum itu mengandung beragam makna bahkan misteri. Senyum seseorang membawa maksud dan tujuan tertentu. Maka tak heran jika ada yang mengatakan bahwa senyum itu sesuatu yang aneh tetapi nyata. Boleh-boleh saja mereka berpendapat seperti itu. Namun saya lebih suka kalau senyum itu dikategorikan sebagai sebuah investasi. Ya, senyum adalah investasi, investasi yang pastinya menguntungkan. Begitulah kiranya manfaat yang patut diraih oleh orang yang gemar memberikan senyuman. Tentu senyuman yang dimaksud adalah senyuman yang baik, tulus dan ikhlas. Memberikan senyuman kepada orang lain terkesan mudah, tetapi terkadang tanpa disadari kita lupa atau jarang melakukannya. Senyum merupakan anugerah dari Tuhan. Jadi, bersyukur dan berbahagialah apabila kita masih dapat tersenyum. Untuk urusan senyum ini ternyata tidak semua orang mampu melakukannya, terlebih ketika sedang marah. Biasanya susah sekali seseorang untuk melepaskan diri dari kemarahannya. Lantas, apa jadinya jikalau kita hidup tanpa senyum? Mungkin berbagai kesulitan akan menghampiri kita! Kita akan kesulitan bersosialisasi dengan lingkungan dan masyarakat, kesulitan mendapatkan sahabat, kesulitan berbisnis, kesulitan mendapatkan pelanggan atau bahkan kesulitan menjalin hubungan yang spesial dengan seseorang yang dicintai. Dalam kehidupan seharihari teladan nyata bisa kita lihat. Seseorang yang memiliki wajah rupawan kalau jarang atau tidak pernah tersenyum akan hilang ketampanannya. Wajahnya akan kelihatan buruk dan menakutkan. Bila demikian, bisa-bisa seseorang yang semula ingin berkomunikasi dengan dia akan mengurungkan niatnya, meski hanya untuk sekadar mengatakan hai apa kabar?. Ternyata, begitu hebatnya pengaruh senyuman itu. Senyuman mampu memberikan nuansa kedekatan tersendiri bagi seseorang. Mampu mendatangkan kebahagiaan dan kepercayaan, meningkatkan motivasi seseorang, serta menciptakan daya tarik saat berkomunikasi. Senyuman merupakan senjata yang paling ampuh dalam berkomunikasi. Dengan senyuman, suasana akan terasa lebih rileks, hangat dan akrab. Ketegangan, kecurigaan, kemarahan dan kecemburuan juga akan tereduksi secara cepat sehingga berubah menjadi kenyaman, kebaikan, kepercayaan, dan perhatian. Sebuah senyuman juga merupakan indikasi bahwa kita memiliki emosi positif terhadap orang lain ketika berkomunikasi. Jika lawan bicara merasa bahwa kita memang suka berkomunikasi dengannya, maka akan lebih mudah bagi dia untuk menerima masukan, pendapat, ataupun solusi yang kita tawarkan kepadanya. Untuk penampilan, senyuman dapat memperbaiki penampilan dan menambah daya tarik seseorang. Walaupun yang tersenyum tersebut mempunyai wajah yang kurang sempurna (cacat) sekalipun. Senyumannya tetap menjadikan penampilan ia lebih baik. Dari segi kesehatan, orang yang murah senyum bisa mendapatkan investasi lain, yaitu terhindar dari penyakit yang bernama stress. Jantungnya akan berdetak secara normal, sehingga terhindar dari berbagai ketegangan. Menjalani kehidupan sehari-hari dengan suasana hati yang ceria tanpa ketegangan akan membuat tubuh lebih sehat dan awet muda. Sementara, dari segi sosial, senyuman merupakan suatu bentuk keakraban dalam pergaulan masyarakat. Dengan senyuman kita akan lebih dihargai dan disegani. Demikian juga di perusahaan. Karyawan yang murah senyum secara tidak langsung telah membentuk identitas dirinya sebagai sosok yang baik, ramah, dan bersahabat. Dan boleh jadi hal tersebut bisa menjadi investasi untuk jenjang karirnya. Maka tak heran jika suatu saat ia dipromosikan oleh atasan untuk memegang jabatan yang lebih tinggi. Tentu saja karyawan itu juga harus didukung dengan kompetensi dan integritasnya. Senyuman memang sesuatu yang hebat dan dahsyat. Karena itu, hendaknya kita harus membiasakan diri untuk bersikap murah senyum. Bukankah dunia akan menjadi lebih indah dengan senyuman? Jadi, tersenyumlah. (AR). Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

34 album Selasa siang, 6 Januari 2009, Presdir PT Astra International Tbk Michael D. Ruslim (kiri) mengunjungi Galeri-UKM YDBA dan berdiskusi mengenai program pengembangan UKM yang dilakukan oleh YDBA bersama Ketua Pengurus YDBA Aminuddin (kanan) serta didampingi Chief Corporate Communication PT Astra International Tbk Arief Istanto (no. 2 dari kiri) dan Wakil Ketua Pengurus YDBA Erwin Mardjuni (no. 3 dari kiri). Direktur PT Astra International Tbk Simon J. Mawson (no. 2 dari kiri) tengah mencoba alat simulasi safety Riding sepeda motor Honda di Galeri UKM-YDBA saat mengunjungi kantor YDBA bersama Direksi Astra lainnya pada 6 Januari Pada kunjungan tersebut, Simon didampingi oleh Wakil Ketua Pengurus YDBA Tonny Sumartono (no.3 dari kanan), Sekretaris Pengurus YDBA Sri Kuntjoro (no.4 dari kanan), Manager YDBA Alex Widjaja (no. 3 dari kiri), dan Manager Galeri-UKM YDBA Irianti Pancarahayu. 34 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009

35 album Dalam acara Customer Gathering Sucofindo International Certification Services (SICS) yang berlangsung pada tanggal 29 Januari 2009 di Graha Sucofindo, PT Astra Mitra Ventura (AMV), perusahaan yang merupakan mitra pembiayaan bagi UKM binaan YDBA mendapatkan Award sebagai The Best Improvement on Implementation of ISO 9001 Medium Service Organization. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian atas komitmen tinggi diseluruh jajaran unit kerja AMV dan penyempurnaan yang berkesinambungan dalam penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000. Sejak tahun 2003, AMV telah memperoleh Sertifikat SMM ISO 9001:2000 dari SICS. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi UKM Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) untuk menerapkan standar sistem manajemen mutu sesuai spesifikasi bidang usahanya. Saat ini AMV tengah mempersiapkan persyaratan baru Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Agus Priambudi (kiri) beserta lima orang stafnya tengah mendengarkan penjelasan mengenai produk-produk UKM binaan YDBA di stand pohon industri mobil Xenia oleh General Manager YDBA Soepardi (kanan) saat mengunjungi YDBA pada tanggal 19 Februari Kunjungan tersebut dalam rangka studi banding sekaligus menjajaki kemungkinan kerjasama dengan YDBA. Rombongan tamu nampak antusias melihat contoh-contoh kemitraan Astra melalui tayangan video profil dan presentasi YDBA. Banyak sekali yang bisa kami pelajari dan dapat diterapkan di Ujung Kulon, begitu komentar Agus setelah melihat langsung berbagai kegiatan YDBA. Suatu kesempatan yang sangat berharga bagi kami bisa berkunjung ke YDBA, ujarnya lagi. Menjelang akhir pertemuan, rombongan tamu diajak melihat para pemuda putus sekolah yang sedang mengikuti pelatihan Mekanik Sepeda Motor Honda di Ruang Training YDBA. Mereka berharap YDBA bersedia memberikan pelatihan yang sama kepada para pemuda yang tinggal di sekitar TNUK. Mereka juga mengundang YDBA ke Ujung Kulon untuk melihat pelaksanaan program Community Development TNUK. Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII,

36 album Sekretaris Pengurus YDBA Sri Kuntjoro (paling kiri) bersama Public Relation Head PT Astra International Tbk Yulian Warman (no. 3 dari kiri) tengah menyambut hangat kunjungan Dosen STIKOM Interstudy Susi dan Mahasiswanya dari Jurusan Komunikasi Bisnis STIKOM Interstudy ke YDBA pada tangggal 4 februari Pada kunjungan ini mahasiswa nampak antusias melihat berbagai produk UKM binaan YDBA yang dipamerkan di Galeri UKM YDBA. Wahh..banyak sekali komponen untuk produk otomotif Astra yang dibuat oleh UKM ya?, ujar salah seorang dari rombongan Mahasiswa tersebut. Kunjungan ini merupakan kegiatan studi lapangan yang bertujuan untuk membekali mahasiswa terhadap perkembangan bisnis, khususnya UKM. Sebelumnya, rombongan tamu juga melakukan kunjungan ke PT Astra International Tbk. Instruktur Pelatihan Quality Management System (QMS) Abdullah tengah menjelaskan tahapan-tahapan menuju sertifikasi ISO 9001:2008 kepada UKM Subkon Grup Astra yang telah mengikuti Pelatihan dan Pendampingan QMS yang diselenggarakan YDBA sejak Juli-Desember 2008 lalu. Di dalam forum diskusi yang berlangsung pada tanggal 20 Maret 2009 tersebut para UKM subkon nampak semangat dan menyatakan siap untuk meraih sertifikasi ISO 9001:2008. UKM tersebut antara lain PT Enggal Sukses Perkasa (ESP), PT Aristo Satria Mandiri Indonesia (ASMI), PT Galih Ayom Paramesti (GAP), dan PT Bina Bidakara Jaya (BBJ). Diharapkan, upaya pencapaian standar ISO 9001:2008 tersebut dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja UKM subkon. 36 Majalah YDBA Edisi 55. Maret, Tahun XIII, 2009

37

38

2. penelitian dan perencanaan usaha secara partisipatoris

2. penelitian dan perencanaan usaha secara partisipatoris BAB VI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM YAYASAN DHARMA BHAKTI ASTRA (YDBA) 6.1 Cara Pandang YDBA terhadap Pemberdayaan Masyarakat Konsep pengembangan masyarakat menurut Astra mengacu pada falsafah Berikan

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. yaitu: otomotif, jasa, keuangan, agribisnis, teknologi informasi, infrastruktur, dan

BAB II PROFIL PERUSAHAAN. yaitu: otomotif, jasa, keuangan, agribisnis, teknologi informasi, infrastruktur, dan BAB II PROFIL PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT. Astra Internasional, Tbk berdiri pada tahun 1957 sebagai perusahaan perdagangan. Seiring dengan perjalanan waktu, Astra membentuk kerja sama dengan sejumlah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Seiring waktu berlalu, kondisi dunia bisnis yang kian kompetitif membuat banyak perusahaan harus mengatasi beratnya kondisi tersebut dengan membuat strategi

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Latar Belakang Perusahaan Seiring dengan berlakunya masyarakat ekonomi ASEAN, membawa dampak yang nyata terhadap keberlangsungan kegiatan ekonomi, baik skala regional

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif. Analisis

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif. Analisis 26 III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data kualitatif. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan cara menjelaskan fakta yang ada dilapangan

Lebih terperinci

PENUMBUHAN WIRAUSAHA BARU INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH

PENUMBUHAN WIRAUSAHA BARU INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH PENUMBUHAN WIRAUSAHA BARU INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH PERKEMBANGAN DAN PROGRAM KEGIATAN DIREKTORAT JENDERAL INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH Disampaikan oleh: Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Pada

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ditandai dengan jumlah bank yang semakin banyak dan produk perbankan yang

BAB I PENDAHULUAN. ditandai dengan jumlah bank yang semakin banyak dan produk perbankan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Perkembangan bisnis perbankan di Indonesia saat ini sangat pesat, hal ini ditandai dengan jumlah bank yang semakin banyak dan produk perbankan yang semakin

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. perdagangan. Seiring dengan perjalanan waktu, PT. Astra Internasional, Tbk

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. perdagangan. Seiring dengan perjalanan waktu, PT. Astra Internasional, Tbk BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Perusahaan PT. Astra Internasional, Tbk berdiri pada tahun 1957 sebagai perusahaan perdagangan. Seiring dengan perjalanan waktu, PT. Astra Internasional, Tbk

Lebih terperinci

Menteri Perindustrian Republik Indonesia PAPARAN MENTERI PERINDUSTRIAN PADA ACARA RAKER KEMENTERIAN PERDAGANGAN JAKARTA, 27 JANUARI 2016

Menteri Perindustrian Republik Indonesia PAPARAN MENTERI PERINDUSTRIAN PADA ACARA RAKER KEMENTERIAN PERDAGANGAN JAKARTA, 27 JANUARI 2016 Menteri Perindustrian Republik Indonesia PAPARAN MENTERI PERINDUSTRIAN PADA ACARA RAKER KEMENTERIAN PERDAGANGAN JAKARTA, 27 JANUARI 2016 Yth. : 1. Menteri Perdagangan; 2. Menteri Pertanian; 3. Kepala BKPM;

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Peresmian Kawasan Terpadu Trans Studio Bandung, Bandung, 30 Juni 2012 Sabtu, 30 Juni 2012

Sambutan Presiden RI pada Peresmian Kawasan Terpadu Trans Studio Bandung, Bandung, 30 Juni 2012 Sabtu, 30 Juni 2012 Sambutan Presiden RI pada Peresmian Kawasan Terpadu Trans Studio Bandung, Bandung, 30 Juni 2012 Sabtu, 30 Juni 2012 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PERESMIAN KAWASAN TERPADU TRANS STUDIO

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 GAMBARAN UMUM OBJEK OBSERVASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 GAMBARAN UMUM OBJEK OBSERVASI BAB I PENDAHULUAN 1.1 GAMBARAN UMUM OBJEK OBSERVASI 1.1.1 Sejarah Perusahaan PT. Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk Berdiri sejak 1946, BNI yang dahulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemasaran, penjualan, promosi, dan lain sebagainya. Lembaga Pengembangan Bisnis Yayasan Dharma Bhakti Astra (LPB-

BAB I PENDAHULUAN. pemasaran, penjualan, promosi, dan lain sebagainya. Lembaga Pengembangan Bisnis Yayasan Dharma Bhakti Astra (LPB- BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang kini sangat pesat sudah menyentuh berbagai lini kehidupan. Mulai dari sosial, budaya, hiburan, keuangan, hingga bisnis. Perkembangan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Dalam 27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Data Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis kualitatif, karena analisis

Lebih terperinci

BAB III JABAR CRAFT CENTER

BAB III JABAR CRAFT CENTER BAB III JABAR CRAFT CENTER Gedung Jabar Craft Center (JCC) di bangun sebagai salah satu upaya pembinaan Dekranasda Provinsi Jawa Barat dalam rangka menunjang terlaksananya peningkatan promosi dan pemasaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENULISAN

BAB III METODE PENULISAN 34 BAB III METODE PENULISAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penulis melakukan pengamatan dengan melakukan praktik kerja lapangan (PKL) selama 2 bulan di PT Tunas Dwipa Matra Bandar Lampung yang beralamat

Lebih terperinci

PEREKONOMIAN INDONESIA

PEREKONOMIAN INDONESIA PEREKONOMIAN INDONESIA Ekonomi kerakyatan, sebagaimana dikemukakan dalam Pasal 33 UUD 1945, adalah sebuah sistem perekonomian yang ditujukan untuk mewujudkan kedaulatan rakyat dalam bidang ekonomi. Sistem

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. dalam suatu perusahaan dirasakan jauh lebih besar daripada sumber-sumber

I. PENDAHULUAN. dalam suatu perusahaan dirasakan jauh lebih besar daripada sumber-sumber 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu unsur yang mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan adalah sumber daya manusia yang ada di dalamnya, karena peran sumber daya manusia dalam suatu perusahaan

Lebih terperinci

COMPANY PROFILE COURSE SCHEDULE

COMPANY PROFILE COURSE SCHEDULE LEGAL & GENERAL MANAGEMENT REGULAR TRAINING IN-HOUSE TRAINING PELATIHAN PURNA KARYA 2017 H U M A N R ESOURCE M A N AG E M E N T MARKERTING MANAGEMENT FINANCIAL STRATEGIC MANAGEMENT LEGAL ASPECT O P E R

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bank merupakan perusahaan bidang jasa yang penting dalam membantu masyarakat. Jasa-jasa perbankan sangat berperan dalam membantu masyarakat melakukan transaksi. Menyadari

Lebih terperinci

BAB III DESKRIPSI WILAYAH. wilayah Caruban yang merupakan bagian dari Kecamatan Mejayan. Gedung

BAB III DESKRIPSI WILAYAH. wilayah Caruban yang merupakan bagian dari Kecamatan Mejayan. Gedung BAB III DESKRIPSI WILAYAH A. Gambaran umum Kabupaten Madiun a. Kondisi Geografis Kabupaten Madiun adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukota dari Kabupaten Madiun adalah Kecamatan

Lebih terperinci

Memberdayakan Pemuda Indonesia Melalui Tantangan Inovasi Kesukarelawanan Muda

Memberdayakan Pemuda Indonesia Melalui Tantangan Inovasi Kesukarelawanan Muda Memberdayakan Pemuda Indonesia Melalui Tantangan Inovasi Kesukarelawanan Muda UNV Diperkenalkan kepada KOICA Memberikan Presentasi Kepada AIESEC Dalam Diskusi Yang Diselenggarakan Oleh UNIC Memperingati

Lebih terperinci

SAMBUTAN PENUTUPAN DEPUTI GUBERNUR BANK INDONESIA PADA RAPAT TEKNIS KE-17 KONFERENSI MINTS DI ASEAN (TEMAN) Yogyakarta, 12 Juni 2015

SAMBUTAN PENUTUPAN DEPUTI GUBERNUR BANK INDONESIA PADA RAPAT TEKNIS KE-17 KONFERENSI MINTS DI ASEAN (TEMAN) Yogyakarta, 12 Juni 2015 SAMBUTAN PENUTUPAN DEPUTI GUBERNUR BANK INDONESIA PADA RAPAT TEKNIS KE-17 KONFERENSI MINTS DI ASEAN (TEMAN) Yogyakarta, 12 Juni 2015 Yang saya hormati, Para pembicara, Para hadirin sekalian, Bapak dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Gambaran Umum Objek Penelitian Sejarah PT. Astra International Tbk. UD Trucks Cabang Bandung

BAB I PENDAHULUAN Gambaran Umum Objek Penelitian Sejarah PT. Astra International Tbk. UD Trucks Cabang Bandung BAB I PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1. Sejarah PT. Astra International Tbk. UD Trucks Cabang Bandung PT. Astra Multi Trucks Indonesia atau AMT Indonesia adalah sebuah perusahaan yang

Lebih terperinci

BAB V GAMBARAN UMUM RUMAH SUTERA ALAM

BAB V GAMBARAN UMUM RUMAH SUTERA ALAM BAB V GAMBARAN UMUM RUMAH SUTERA ALAM 5.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan Rumah Sutera Alam memulai kegiatannya pada tahun 2001. Dengan bantuan beberapa karyawan, Bapak H. Tatang Godzali yang merupakan

Lebih terperinci

Perempuan dan Industri Rumahan

Perempuan dan Industri Rumahan A B PEREMPUAN DAN INDUSTRI RUMAHAN PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAHAN DALAM SISTEM EKONOMI RUMAH TANGGA UNTUK PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PEREMPUAN DAN ANAK C ...gender equality is critical to the development

Lebih terperinci

SKRIPSI PERAN PEMERINTAH. Disusun Oleh : ANDRIYAN SOSIAL DAN SURABAYA 2011

SKRIPSI PERAN PEMERINTAH. Disusun Oleh : ANDRIYAN SOSIAL DAN SURABAYA 2011 PERAN DINAS KOPERASI USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DALAM PEMBERDAYAAN UKM BATIK MANGROVE DI KECAMATAN RUNGKUT PEMERINTAH KOTA SURABAYA. SKRIPSI Disusun Oleh : ANDRIYAN NPM : 0541010039 YAYASAN KESEJAHTERAAN

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1009, 2014 KEMENPAN RB. Keprotokolan. Pelaksanaan. Pedoman. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian Indonesia. Sektor UMKM adalah salah satu jalan untuk

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian Indonesia. Sektor UMKM adalah salah satu jalan untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada saat ini pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia adalah salah satu sektor yang memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian

Lebih terperinci

Percaya pada keyakinan Anda

Percaya pada keyakinan Anda Laporan Tahunan 2004 Percaya pada keyakinan Anda iii Bp. Erlan Cahyana, nasabah DSP Khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka yang bekerja di kawasan industri dan pabrik, kami membuka 57 unit DSP pada tahun

Lebih terperinci

Selamat Pagi dan Salam Sejahtera untuk kita semua,

Selamat Pagi dan Salam Sejahtera untuk kita semua, SAMBUTAN MENTERI PERDAGANGAN R.I. PADA PEMBUKAAN PAMERAN THE 9 TH JAKARTA INTERNATIONAL HANDICRAFT TRADE FAIR (INACRAFT) TANGGAL 18 APRIL 2007 BALAI SIDANG - JAKARTA CONVENTION CENTER - JAKARTA Yth. Bapak

Lebih terperinci

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

1 PENDAHULUAN Latar Belakang 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Perekonomian Indonesia selalu menarik untuk diteliti dan diperbincangkan. Negara kepulauan terbesar di dunia ini memiliki tantangan tersendiri dalam mengatur kegiatan ekonominya

Lebih terperinci

STRATEGI BISNIS USAHA BATIK MADURA (Studi Kasus pada Galeri TRESNA art di Bangkalan Madura) SKRIPSI

STRATEGI BISNIS USAHA BATIK MADURA (Studi Kasus pada Galeri TRESNA art di Bangkalan Madura) SKRIPSI STRATEGI BISNIS USAHA BATIK MADURA (Studi Kasus pada Galeri TRESNA art di Bangkalan Madura) SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi sebagai persyaratan memperoleh Gelar Sarjana Administrasi Bisnis pada Fakultas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bergerak dalam sektor jasa yang mengacu pada prinsip-prinsip syariah. Saat

BAB I PENDAHULUAN. bergerak dalam sektor jasa yang mengacu pada prinsip-prinsip syariah. Saat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lembaga perbankan syariah merupakan sebuah badan usaha yang bergerak dalam sektor jasa yang mengacu pada prinsip-prinsip syariah. Saat ini perkembangan perbankan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan sekaligus menjadi tumpuan sumber pendapatan sebagian besar masyarakat dalam

BAB I PENDAHULUAN. dan sekaligus menjadi tumpuan sumber pendapatan sebagian besar masyarakat dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pemerintah menyadari pemberdayaan usaha kecil menjadi sangat strategis, karena potensinya yang besar dalam menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat dan sekaligus

Lebih terperinci

BUPATI KOTABARU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 09 TAHUN 2013 TENTANG

BUPATI KOTABARU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 09 TAHUN 2013 TENTANG BUPATI KOTABARU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 09 TAHUN 2013 TENTANG PERENCANAAN, PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DAN PEMANFAATAN SERTA PENDAYAGUNAAN KAWASAN PERDESAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Dampak Positif UMKM Perempuan Kurangi Angka Kemiskinan

Dampak Positif UMKM Perempuan Kurangi Angka Kemiskinan Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penyedia lapangan kerja tidak perlu diragukan lagi. Peningkatan unit UMKM wanita atau perempuan, ternyata berdampak positif untuk mengurangi angka kemiskinan.

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Ribu. Jumlah Karyawan. Pendukung Bisnis

Sumber Daya Manusia. Ribu. Jumlah Karyawan. Pendukung Bisnis Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Analisa dan Pembahasan Manajemen Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Tinjauan Keuangan Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Ribu Karyawan BCA fokus pada kualitas

Lebih terperinci

non pemerintah/ swasta yang dananya bersumber dari dana publik, baik APBN/ APBD, sumbangan masyarakat, maupun dari luar negeri.

non pemerintah/ swasta yang dananya bersumber dari dana publik, baik APBN/ APBD, sumbangan masyarakat, maupun dari luar negeri. 1 I. PENGANTAR Di era globalisasi saat ini kebutuhan dan keterbukaan akan informasi merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia dalam mengembangkan wawasan serta ilmu baik secara pribadi maupun golongan

Lebih terperinci

WALIKOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH

WALIKOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH WALIKOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada tanggal 4 September 2003 yang beralamat di JL. Raya R.C Veteran no

BAB I PENDAHULUAN. pada tanggal 4 September 2003 yang beralamat di JL. Raya R.C Veteran no BAB I PENDAHULUAN 1.1 Bentuk, Bidang Dan Perkembangan Usaha 1.1.1 Bentuk Usaha PT Jaya Utama Motor adalah perusahaan perseroan terbatas yang bergerak dibidang otomotif dengan menjalankan usahanya berfokus

Lebih terperinci

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN SALINAN BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PATI, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian Gambaran Umum Komunitas

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian Gambaran Umum Komunitas BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1. Gambaran Umum Komunitas Komunitas Hobi Foto Bandung yang disingkat dengan HFB adalah salah satu komunitas yang bergerak pada bidang fotografi

Lebih terperinci

SEMINAR EKONOMI SYARIAH

SEMINAR EKONOMI SYARIAH SEMINAR EKONOMI SYARIAH DAYA DUKUNG KEUANGAN & PERBANKAN SYARIAH DALAM KEBANGKITAN SEKTOR RIIL & EKONOMI BANGSA KOMITE TETAP KEUANGAN SYARIAH KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI INDONESIA 19 MEI 2009 KUTIPAN PIDATO

Lebih terperinci

BAB 3 OBYEK PENELITIAN

BAB 3 OBYEK PENELITIAN BAB 3 OBYEK PENELITIAN 3.1 Struktur Organisasi Perusahaan 3.1.1 Sejarah Perusahaan PT. MCF dan PT. MAF adalah perusahaan pembiayaan sepeda motor yang berkembang dengan pesat, didirikan pada 24 September

Lebih terperinci

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN Pada bagian ini yang merupakan bagian penutup dari laporan penelitian memuat kesimpulan berupa hasil penelitian dan saran-saran yang perlu dikemukakan demi keberhasilan proses

Lebih terperinci

BAB II PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI (PERSERO) akan kekuatan sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi

BAB II PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI (PERSERO) akan kekuatan sektor Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi BAB II PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI (PERSERO) A. Sejarah Ringkas Perjalanan sejarah perkembangan ekonomi di Indonesia, termasuk terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997, telah membangkitkan kesadaran

Lebih terperinci

BAB II PERAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL A. STRUKTUR PEREKONOMIAN INDONESIA

BAB II PERAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL A. STRUKTUR PEREKONOMIAN INDONESIA BAB II PERAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL A. STRUKTUR PEREKONOMIAN INDONESIA Ekonomi rakyat merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembangunan regional, pengembangan jiwa kewirausahaan sangat

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembangunan regional, pengembangan jiwa kewirausahaan sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam pembangunan regional, pengembangan jiwa kewirausahaan sangat diperlukan. Menurut Sulistyastuti (2004), salah satu kritik utama terhadap kebijakan regional

Lebih terperinci

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR: 11 TAHUN 2006 TENTANG

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR: 11 TAHUN 2006 TENTANG SALINAN 1 BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR: 11 TAHUN 2006 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN PROGRAM PEMBERDAYAAN POTENSI KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT (P2KSM) KABUPATEN PURWOREJO

Lebih terperinci

BUPATI BALANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

BUPATI BALANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN 1 BUPATI BALANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BALANGAN, Menimbang

Lebih terperinci

Assalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh, Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua,

Assalamu alaikum warohmatullohi wabarokatuh, Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua, PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF BERBASIS KESENIAN DI DAERAH KAWASAN CANDI BOROBUDUR Kab. Magelang, Jawa Tengah, November 2016 Yang kami hormati, Bapak Ganjar Pranowo, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Bapak

Lebih terperinci

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG WALIKOTA MATARAM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN WALIKOTA MATARAM NOMOR : 46 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, USAHA

Lebih terperinci

Mempertahankan arah, menjadi lebih kuat.

Mempertahankan arah, menjadi lebih kuat. Bank Danamon Laporan Tahunan 2006 18 Laporan Direktur Utama Mempertahankan arah, menjadi lebih kuat. Di tahun 2006 Bank Danamon memperingati ulang tahunnya yang ke-50 dan menjadi lebih kuat pada akhir

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PEMUDA, OLAH RAGA, KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA MOJOKERTO TAHUN

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PEMUDA, OLAH RAGA, KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA MOJOKERTO TAHUN LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DINAS PEMUDA, OLAH RAGA, KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA MOJOKERTO TAHUN 2015-2019 PEMERINTAH KOTA MOJOKERTO DINAS PEMUDA, OLAH RAGA, KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 1997 TENTANG KEMITRAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 1997 TENTANG KEMITRAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 44 TAHUN 1997 TENTANG KEMITRAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk lebih mempercepat perwujudan perekonomian nasional yang mandiri dan

Lebih terperinci

PENUNJUK UNDANG-UNDANG PERINDUSTRIAN

PENUNJUK UNDANG-UNDANG PERINDUSTRIAN PENUNJUK UNDANG-UNDANG PERINDUSTRIAN 1 (satu) bulan ~ paling lama Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang Industri sebagaimana

Lebih terperinci

newsletter Terbitan No. 1, Mei 2009

newsletter Terbitan No. 1, Mei 2009 newsletter Terbitan No. 1, Mei 2009 Mengapa Kebudayaan? Tujuan, Komponen Utama Bagaimana cara kerjanya?, Tentang PNPM Mandiri Perdesaan, Kegiatan Kegiatan Mendatang Kegiatan Budaya Meramaikan Pertemuan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA. Humas merencanakan beragam jenis program Corporate Social

BAB IV ANALISIS DATA. Humas merencanakan beragam jenis program Corporate Social BAB IV ANALISIS DATA A. Temuan penelitian Humas merencanakan beragam jenis program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikategorikan untuk pelayanan pelanggan loyal yang sangat mengesankan para

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bahkan manusia tidak akan bertahan hidup. Demikian juga dalam sebuah

BAB I PENDAHULUAN. bahkan manusia tidak akan bertahan hidup. Demikian juga dalam sebuah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang mewarnai era globalisasi memungkinkan perusahaan atau organisasi beroperasi diberbagai belahan dunia

Lebih terperinci

PENGURUS YAYASAN SLAMET RIJADI

PENGURUS YAYASAN SLAMET RIJADI PERATURAN YAYASAN SLAMET RIJADI NOMOR 01/YSR/2007 Tentang SISTEM DAN TATACARA PEMILIHAN CALON REKTOR UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA PERIODE TAHUN 2007-2011 PENGURUS YAYASAN SLAMET RIJADI Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Perkembangan bisnis dalam sektor jasa saat ini terus berkembang pesat.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Perkembangan bisnis dalam sektor jasa saat ini terus berkembang pesat. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Perkembangan bisnis dalam sektor jasa saat ini terus berkembang pesat. Seiring dengan era globalisasi saat ini, perusahaan jasa terus melakukan peningkatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang berkualitas dalam menggerakkan roda operasional perusahaan. berperan aktif secara efektif dan efisien. 1

BAB I PENDAHULUAN. yang berkualitas dalam menggerakkan roda operasional perusahaan. berperan aktif secara efektif dan efisien. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam Era Globalisasi saat ini, Persaingan antar perusahaan semakin tinggi. Salah satu yang terpenting adalah Peningkatan dalam prestasi kerja karyawan yang

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. memberikan teladan terhadap guru SD Negeri 71/1 Kembang Seri Kabupaten

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. memberikan teladan terhadap guru SD Negeri 71/1 Kembang Seri Kabupaten BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Berdasarkan observasi peran kepemimpinan kepala sekolah dalam memberikan teladan terhadap guru SD Negeri 71/1 Kembang Seri Kabupaten Batang Hari,

Lebih terperinci

STRATEGI BISNIS WARUNG SOTO AYAM CAK SUEP PADA PERUMAHAN DELTA SARI INDAH DI WARU SIDOARJO SKRIPSI

STRATEGI BISNIS WARUNG SOTO AYAM CAK SUEP PADA PERUMAHAN DELTA SARI INDAH DI WARU SIDOARJO SKRIPSI STRATEGI BISNIS WARUNG SOTO AYAM CAK SUEP PADA PERUMAHAN DELTA SARI INDAH DI WARU SIDOARJO SKRIPSI Oleh : RHIZAL FERDIANSYAH C 0642010050 YAYASAN KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pekan Raya Jakarta Ke-45, Jakarta, 14 Juni 2012 Kamis, 14 Juni 2012

Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pekan Raya Jakarta Ke-45, Jakarta, 14 Juni 2012 Kamis, 14 Juni 2012 Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pekan Raya Jakarta Ke-45, Jakarta, 14 Juni 2012 Kamis, 14 Juni 2012 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PEMBUKAAN PEKAN RAYA JAKARTA DI JIEXPO KEMAYORAN,

Lebih terperinci

VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN

VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013 2018 Visi Terwujudnya Kudus Yang Semakin Sejahtera Visi tersebut mengandung kata kunci yang dapat diuraikan sebagai berikut: Semakin sejahtera mengandung makna lebih

Lebih terperinci

REKOMENDASI SEMINAR STRATEGI DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI JANGKA MENENGAH PROVINSI JAMBI 22 DESEMBER 2005

REKOMENDASI SEMINAR STRATEGI DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI JANGKA MENENGAH PROVINSI JAMBI 22 DESEMBER 2005 BOKS REKOMENDASI SEMINAR STRATEGI DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI JANGKA MENENGAH PROVINSI JAMBI 22 DESEMBER 2005 I. PENDAHULUAN Dinamika daerah yang semakin kompleks tercermin dari adanya perubahan

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Keberhasilan perekonomian suatu negara dapat diukur melalui berbagai indikator

I. PENDAHULUAN. Keberhasilan perekonomian suatu negara dapat diukur melalui berbagai indikator I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keberhasilan perekonomian suatu negara dapat diukur melalui berbagai indikator ekonomi antara lain dengan mengetahui pendapatan nasional, pendapatan per kapita, tingkat

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan perkembangan zaman dan teknologi bertambahnya limbah di masyarakat karena masyarakat pada masa kini hanya bisa menggunakan, mengonsumsi, dan menikmati barangbarang

Lebih terperinci

- 1 - SALINAN SALINAN LINA PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG

- 1 - SALINAN SALINAN LINA PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG - 1 - SALINAN Desaign V. Santoso, 15 April 2013 29 Januari 2013 SALINAN SALINAN LINA PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 12 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI POS PELAYANAN TEKNOLOGI TEPAT

Lebih terperinci

BAB II DESKRIPSI UMUM ARFA BARBERSHOP

BAB II DESKRIPSI UMUM ARFA BARBERSHOP BAB II DESKRIPSI UMUM ARFA BARBERSHOP A. Gambaran Umum Arfa Barbershop 1. SEJARAH ARFA BARBERSHOP PT. ARFA SUKSES MULIA adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan usaha pangkas rambut pria.

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. data yang saya perlukan sehubungan dengan masalah yang diteliti.

KATA PENGANTAR. data yang saya perlukan sehubungan dengan masalah yang diteliti. Lampiran 1 Alat Ukur Iklim Kerja KATA PENGANTAR Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menempuh gelar Sarjana Psikologi (S.Psi) di Universitas Kristen Maranatha Bandung, saya membutuhkan beberapa informasi

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pekan Raya Jakarta ke-43, 10 Juni 2010 Kamis, 10 Juni 2010

Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pekan Raya Jakarta ke-43, 10 Juni 2010 Kamis, 10 Juni 2010 Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pekan Raya Jakarta ke-43, 10 Juni 2010 Kamis, 10 Juni 2010 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PEMBUKAAN PEKAN RAYA JAKARTA KE-43 DI ARENA PRJ-KEMAYORAN, JAKARTA

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 02 Tahun : 2008 Seri : E Menimbang PERATURAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Peresmian Rusunawa Kabil, Batam, 27 April 2012 Jumat, 27 April 2012

Sambutan Presiden RI pada Peresmian Rusunawa Kabil, Batam, 27 April 2012 Jumat, 27 April 2012 Sambutan Presiden RI pada Peresmian Rusunawa Kabil, Batam, 27 April 2012 Jumat, 27 April 2012 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PERESMIAN RUMAH SUSUN SEJAHTERA SEWA DI KAWASAN INDUSTRI KABIL BATAM

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dihadapi dunia usaha termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) saat

BAB I PENDAHULUAN. dihadapi dunia usaha termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) saat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Aktivitas bisnis merupakan fenomena yang sangat kompleks karena mencakup berbagai bidang diantaranya hukum, ekonomi, dan politik. Perkembangan perekonomian

Lebih terperinci

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA PEMBUKAAN RAKORNIS KOPERASI & UKM, KERJASAMA, PROMOSI DAN INVESTASI SE-KALIMANTAN BARAT

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA PEMBUKAAN RAKORNIS KOPERASI & UKM, KERJASAMA, PROMOSI DAN INVESTASI SE-KALIMANTAN BARAT 1 SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA PEMBUKAAN RAKORNIS KOPERASI & UKM, KERJASAMA, PROMOSI DAN INVESTASI SE-KALIMANTAN BARAT Selasa, 6 Mei 2008 Jam 09.00 WIB Di Hotel Orchard Pontianak Selamat

Lebih terperinci

MELIHAT POTENSI EKONOMI BAWEAN pada acara

MELIHAT POTENSI EKONOMI BAWEAN pada acara MELIHAT POTENSI EKONOMI BAWEAN pada acara PEMBUKAAN PSB KOTA SURABAYA Oleh: Dr. Asmara Indahingwati, S.E., S.Pd., M.M TUJUAN PROGRAM Meningkatkan pendapatan dan Kesejahteraan masyarakat Daerah. Mempertahankan

Lebih terperinci

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap pembentukan klaster industri kecil tekstil dan produk tekstil pada Bab IV. Pada bagian ini akan dilakukan analisis terhadap model

Lebih terperinci

BAB V IMPLEMENTASI CSR PT. ASTRA INTERNASIONAL

BAB V IMPLEMENTASI CSR PT. ASTRA INTERNASIONAL BAB V IMPLEMENTASI CSR PT. ASTRA INTERNASIONAL 5.1 Cara Pandang PT. Astra Internasional Tbk terhadap CSR Tanggung jawab sosial bagi PT. Astra Internasional Tbk. merupakan sebuah proses berkelanjutan dan

Lebih terperinci

PPM Manajemen COMPANY PROFILE

PPM Manajemen COMPANY PROFILE PPM Manajemen COMPANY PROFILE PPM MANAJEMEN, PARTNER IN INTEGRATED MANAGEMENT SOLUTIONS VISI Menjadi Institusi Manajemen Yang Unggul dan Terpandang MISI Memprakarsai dan mendorong Inovasi pembangunan Sumber

Lebih terperinci

PANDUAN PENGANUGRAHAN KREATIVITAS DAN INOVASI MASYARAKAT (KRENOVA) KOTA PEKALONGAN TAHUN 2017

PANDUAN PENGANUGRAHAN KREATIVITAS DAN INOVASI MASYARAKAT (KRENOVA) KOTA PEKALONGAN TAHUN 2017 PANDUAN PENGANUGRAHAN KREATIVITAS DAN INOVASI MASYARAKAT (KRENOVA) KOTA PEKALONGAN TAHUN 2017 PEMERINTAH KOTA PEKALONGAN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH KOTA PEKALONGAN

Lebih terperinci

BUPATI GORONTALO PROVINSI GORONTALO

BUPATI GORONTALO PROVINSI GORONTALO BUPATI GORONTALO PROVINSI GORONTALO PERATURAN DAERAH KABUPATEN GORONTALO NOMOR 2 TAHUN 2016 TENTANG PERENCANAAN, PELAKSANAAN PEMBANGUNAN, PEMANFAATAN, DAN PENDAYAGUNAAN KAWASAN PERDESAAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI PEMBERDAYAAAN KOPERASI & UMKM DALAM RANGKA PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT 1) Ir. H. Airlangga Hartarto, MMT., MBA Ketua Komisi VI DPR RI 2) A. Muhajir, SH., MH Anggota Komisi VI DPR RI Disampaikan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. industri semakin meningkat. Banyak perusahaan perusahaan baru yang

BAB 1 PENDAHULUAN. industri semakin meningkat. Banyak perusahaan perusahaan baru yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dengan memasuki era perdagangan bebas saat ini, tantangan dalam bidang industri semakin meningkat. Banyak perusahaan perusahaan baru yang bermunculan, sehingga

Lebih terperinci

Daftar Isi BAB 01 BAB 02 BAB 03 BAB 04

Daftar Isi BAB 01 BAB 02 BAB 03 BAB 04 Buku Saku PERWIRA Daftar Isi BAB 01 Sejarah Terbentuknya Nilai dan Perilaku Budaya PERWIRA 1. Sejarah Budaya PERWIRA 2. 3 Nilai Budaya PERWIRA dan 9 Perilaku Budaya PERWIRA BAB 02 Panduan Perilaku 1.Kepercayaan

Lebih terperinci

BAB VI PEMBAHASAN. pelaksanaan, dan hasil terhadap dampak keberhasilan FMA agribisnis kakao di

BAB VI PEMBAHASAN. pelaksanaan, dan hasil terhadap dampak keberhasilan FMA agribisnis kakao di 63 BAB VI PEMBAHASAN Berdasarkan data hasil analisis kesesuaian, pengaruh proses pelaksanaan, dan hasil terhadap dampak keberhasilan FMA agribisnis kakao di Kecamatan Nangapanda Kabupaten Ende dapat dibahas

Lebih terperinci

# Namun peranan PR tidak hanya sebatas menjalin hubungan baik dengan publiknya, baik publik internal maupun publik eksternal. PR juga memiliki tugas u

# Namun peranan PR tidak hanya sebatas menjalin hubungan baik dengan publiknya, baik publik internal maupun publik eksternal. PR juga memiliki tugas u BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Di era globalisasi saat ini Public Relations menjadi salah satu bagian yang penting dalam perusahaan. Peran public relations diperlukan guna menunjang operasional

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mulyadi, 2014 Pengaruh Perilaku Kewirausahaan Terhadap Keberhasilan Usaha

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Mulyadi, 2014 Pengaruh Perilaku Kewirausahaan Terhadap Keberhasilan Usaha BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pada umumnya pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh negara-negara sedang berkembang mempunyai tujuan untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang hasilnya secara merata

Lebih terperinci

TUPOKSI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH KOTA MATARAM

TUPOKSI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH KOTA MATARAM TUPOKSI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, USAHA KECIL DAN MENENGAH KOTA MATARAM Tugas dan Fungsi Kepala Dinas Kepala Dinas mempunyai tugas pokok memimpin, merencanakan, mengawasi, mengendalikan dan mengkoordinasikan

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Peringatan 1 Tahun Gerakan Kewirausahaan Nasional, Jakarta, 8 Maret 2012 Kamis, 08 Maret 2012

Sambutan Presiden RI pada Peringatan 1 Tahun Gerakan Kewirausahaan Nasional, Jakarta, 8 Maret 2012 Kamis, 08 Maret 2012 Sambutan Presiden RI pada Peringatan 1 Tahun Gerakan Kewirausahaan Nasional, Jakarta, 8 Maret 2012 Kamis, 08 Maret 2012 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PERINGATAN SATU TAHUN GERAKAN KEWIRAUSAHAAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 32 TAHUN 1998 TENTANG PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA KECIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 32 TAHUN 1998 TENTANG PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA KECIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 32 TAHUN 1998 TENTANG PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA KECIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA a. bahwa usaha kecil merupakan bagian integral dari perekonomian nasional

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang ditawarkannya pun semakin beraneka ragam. Setiap Pelaku usaha saling

BAB I PENDAHULUAN. yang ditawarkannya pun semakin beraneka ragam. Setiap Pelaku usaha saling BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Saat ini di Indonesia, Pelaku usaha semakin banyak jumlahnya dan produk yang ditawarkannya pun semakin beraneka ragam. Setiap Pelaku usaha saling berlomba

Lebih terperinci

NEWS UPDATE 7 September ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- NEWS UPDATE 7 September ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- KERJA SAMA PRUDENTIAL INDONESIA DAN UNIVERSITAS INDONESIA

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pd Silaturahim dg Paskibraka, di Jakarta, tgl.18 Agt 2014 Senin, 18 Agustus 2014

Sambutan Presiden RI pd Silaturahim dg Paskibraka, di Jakarta, tgl.18 Agt 2014 Senin, 18 Agustus 2014 Sambutan Presiden RI pd Silaturahim dg Paskibraka, di Jakarta, tgl.18 Agt 2014 Senin, 18 Agustus 2014 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA SILATURAHIM PRESIDEN RI DENGAN PASKIBRAKA, PASUKAN

Lebih terperinci

BERITA PERS. MPMX Bukukan Kenaikan Laba Bersih 41% dan Pendapatan 29% di Tahun 2013

BERITA PERS. MPMX Bukukan Kenaikan Laba Bersih 41% dan Pendapatan 29% di Tahun 2013 BERITA PERS Dapat Diterbitkan Segera MPMX Bukukan Kenaikan Laba Bersih 41% dan Pendapatan 29% di Tahun 2013 Targetkan Kenaikan Pendapatan 20% 25% di 2014 JAKARTA, 16 Maret 2014 PT Mitra Pinasthika Mustika

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEMBATA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LEMBATA, Menimbang : a. bahwa usaha mikro, kecil dan

Lebih terperinci

LAMPIRAN: STRUKTUR ORGANISASI SUMBER BAHAGIA PRINTING. Pemilik

LAMPIRAN: STRUKTUR ORGANISASI SUMBER BAHAGIA PRINTING. Pemilik 45 LAMPIRAN: STRUKTUR ORGANISASI SUMBER BAHAGIA PRINTING Pemilik Bagian admin Bagian desain Bagian produksi Keterangan: Pemilik membawahi karyawan bagian administrasi, desain dan bagian produksi. Dan pemilik

Lebih terperinci

Assalamualaikum Wr. Wb.

Assalamualaikum Wr. Wb. SAMBUTAN SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PADA ACARA RAPAT KOORDINASI PROGRAM PRIORITAS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2018 Assalamualaikum Wr. Wb. Selamat Pagi dan Salam Sejahtera untuk Kita

Lebih terperinci