DOKUMEN LELANG/RKS PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 (RENCANA KERJA DAN SYARAT)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "DOKUMEN LELANG/RKS PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 (RENCANA KERJA DAN SYARAT)"

Transkripsi

1 DOKUMEN LELANG/RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) NOMOR DOKUMEN : 20/ LL/ KCJ/ RKS/ I /2015 Tanggal, 06 Januari 2015 PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 PT. KAI Commuter Jabodetabek Stasiun Juanda Lt. 2 Jl. Ir. H. Juanda I, Jakarta Pusat Telepon : (021) / Fax: (021)

2 KATA PENGANTAR Terima Kasih kami sampaikan kepada para peserta yang telah berpartisipasi untuk mengikuti PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 Anggaran PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) adalah anak perusahaan PT. Kereta Api (Persero) yang bergerak dalam bidang jasa pengelolaan angkutan Kereta Rel Listrik (KRL) untuk daerah Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi). Kepada calon peserta Pengadaan diharapkan untuk mempelajari terlebih dahulu Dokumen Lelang/ RKS ini dengan cermat agar tidak terdapat kesalahan dalam mengikuti pelaksanaan pengadaan ini. Kesalahan pada pengajuan penawaran dapat menggugurkan atau tidak lulus evaluasi, untuk itu calon peserta diharuskan melaksanakan ketentuan dalam pengadaan ini dengan lengkap dan benar. Dokumen yang sudah diserahkan kepada panitia menjadi hak panitia dan tidak akan dikembalikan kecuali Jaminan Penawaran untuk peserta yang tidak menang/gugur. Hasil evaluasi Pengadaan ini akan diumumkan oleh panitia kepada seluruh peserta. Apabila masih terdapat hal hal yang belum jelas, peserta dapat meminta keterangan / penjelasan kepada panitia. Demikian kami sampaikan, dan atas perhatiannya diucapkan terima kasih. Panitia Pengadaan Ketua

3 RENCANA KERJA DAN SYARAT SYARAT ( R K S ) PEKERJAAN : PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 TAHUN ANGGARAN : 2015 LOKASI : PT. KAI Commuter Jabodetabek Daftar Isi 1. Kata Pengantar 2. Daftar isi 3. BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG I BAB II DATA LELANG II.1 5. BAB III BENTUK SURAT PENAWARAN, SURAT KUASA, SURAT PERJANJIAN III.1 6. BAB IV SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.1 7. BAB V SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK V.1 8. BAB VI KERANGKA ACUAN KERJA VI.1 9. BAB VII DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN VII PENGESAHAN DOKUMEN PENGADAAN VIII.1

4 BAB I INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG A. UMUM 1. LINGKUP PEKERJAAN 1.1 Panitia Pengadaan Barang/Jasa PT. KCJ sesuai ketentuan dalam Bab II Data Lelang, mengundang Penyedia Barang/Jasa untuk berpartisipasi mengikuti Pengadaan Barang/Jasa ini. 1.2 Pemenang Lelang wajib menyelesaikan pekerjaan dalam jangka waktu yang ditentukan dalam data lelang. 2. SUMBER DANA 2.1 Pekerjaan ini dibiayai dengan dana sesuai ketentuan dalam data lelang. 3. PERSYARATAN PESERTA LELANG 4. KUALIFIKASI LELANG 5. SATU PENAWARAN SETIAP SATU PESERTA LELANG 6. BIAYA PENAWARAN 7. PENJELASAN DOKUMEN LELANG 3.1 Pengadaan ini dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/Jasa yang memenuhi persyaratan Administrasi dan Teknis. 3.2 Peserta Pengadaan ini harus menyerahkan Dokumen Penawaran sesuai ketentuan bentuk surat penawaran dan lampirannya pada Dokumen Pengadaan ini. 3.3 Peserta Pengadaan yang telah memenuhi kewajiban perpajakan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. 4.1 Pengadaan ini dilakukan dengan cara pasca kualifikasi, dimana Dokumen Kualifikasi disampaikan bersamaan dengan Dokumen Penawaran. 4.2 Formulir Isian Kualifikasi (FIK) tercantum dalam BAB III Dokumen Pengadaan ini. 5.1 Setiap peserta lelang atas nama sendiri atau sebagai anggota kemitraan hanya boleh menyerahkan satu penawaran untuk satu paket pelelangan pekerjaan. 5.2 Peserta lelang yang menyerahkan lebih dari satu penawaran untuk setiap pelelangan pekerjaan selain penawaran alternative (bila ditentukan) akan digugurkan. 5.3 Jumlah dokumen penawaran yang harus disampaikan oleh peserta lelang sesuai dengan pasal Semua biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Barang/Jasa untuk mengikuti pelelangan menjadi beban Penyedia Barang/Jasa dan tidak mendapat penggantian dari Pengguna Barang/Jasa. 7.1 Panitia pengadaan memberikan penjelasan mengenai dokumen lelang pada waktu dan tempat sesuai ketentuan dalam Data Lelang. 7.2 Dalam acara penjelasan lelang, dijelaskan mengenai : a. Metode Pengadaan; b. Cara penyampaian penawaran (satu sampul atau dua sampul atau dua tahap); c. Dokumen yang harus dilampirkan dalam dokumen penawaran; BAB I : INTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG I.1

5 B. DOKUMEN PENGADAAN d. Acara pembukaan dokumen penawaran; e. Metode evaluasi; f. Hal-hal yang menggugurkan penawaran; g. Jenis kontrak yang akan digunakan; h. Ketentuan dan cara evaluasi berkenaan dengan preferensi harga atas penggunaan produksi dalam negeri; i. Besaran, masa berlaku dan penjamin yang dapat mengeluarkan jaminan penawaran. 7.3 Pertanyaan dari peserta lelang, jawaban dari panitia pengadaan, keterangan lain termasuk perubahannya, dituangkan dalam Berita Acara Penjelasan (BAP). BAP ditandatangani oleh panitia pengadaan dan minimal 2 (dua) wakil peserta yang hadir. 7.4 Apabila dalam BAP terdapat hal-hal/ketentuan baru atau perubahan penting yang perlu ditampung, maka panitia pengadaan harus menuangkan ke dalam addendum dokumen lelang yang menjadi bagian tak terpisahkan dari dokumen lelang dan harus disampaikan dalam waktu bersamaan kepada semua peserta lelang secara tertulis. 7.5 Peserta lelang yang tidak hadir pada saat penjelasan dokumen lelang tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/ menggugurkan penawarannya. 8. ISI DOKUMEN PENGADAAN 9. KLARIFIKASI DOKUMEN LELANG 10. ADDENDUM DOKUMEN PENGADAAN 8.1 Dokumen Pengadaan terdiri dari : Bab I. Bab II. Bab III. Bab IV. Bab V. Bab VI. Bab VII. Bab VIII. INSTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG; DATA LELANG; BENTUK SURAT PENAWARAN, SURAT KUASA, SURAT PERJANJIAN, PESANAN BARANG/JASA dan LAMPIRAN; SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK; SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK; SPESIFIKASI TEKNIS; DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA; PENGESAHAN DOKUMEN PENGADAAN; 9.1 Calon Peserta Lelang yang memerlukan klarifikasi atas isi dokumen lelang dapat memberitahukan kepada panitia pengadaan secara tertulis dan diterima oleh panitia pengadaan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum batas akhir pemasukan penawaran. 9.2 Panitia Pengadaan wajib menanggapi setiap klarifikasi secara tertulis, dan bila ada perubahan maka Addendum Dokumen Pengadaan diterbitkan Sebelum batas waktu penyampaian penawaran berakhir, Panitia Pengadaan Barang/Jasa dapat mengubah ketentuan Dokumen Pengadaan dengan menerbitkan Addendum Dokumen Pengadaan Setiap Addendum yang diterbitkan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dokumen lelang dan harus disampaikan secara tertulis dalam waktu bersamaan kepada semua peserta lelang. BAB I : INTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG I.2

6 C. PENYIAPAN PENAWARAN 10.3 Apabila addendum diterbitkan oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa kurang dari 3 (tiga) hari kerja dari batas akhir pemasukan penawaran, maka untuk memberi waktu yang cukup kepada peserta lelang dalam penyiapan penawaran, Panitia Pengadaan Barang/Jasa wajib mengundurkan batas akhir pemasukan penawaran untuk Pengadaan- Pengadaan yang bersifat kompleks untuk Pengadaan yang sederhana dan perubahan bersifat minor maka tidak harus dilakukan pengunduran jadwal. 11. BAHASA PENAWARAN 12. DOKUMEN PENAWARAN 13. HARGA PENAWARAN 14. MATA UANG PENAWARAN DAN CARA PEMBAYARAN 11.1 Dokumen Penawaran harus menggunakan Bahasa Indonesia, kecuali untuk lampiran-lampiran yang bersifat Teknis Dokumen penawaran terdiri dari : (a) (b) Surat Penawaran bertanggal; harus bermaterai cukup, ditanda tangani oleh yang berhak dan dicap perusahaan /koperasi/lembaga. Lampiran surat penawaran; terdiri dari: 1. Jaminan Penawaran; 2. Daftar kuantitas dan harga; 3. Surat kuasa (bila diperlukan); 4. Lampiran lain yang ditentukan dalam daftar simak Dokumen Pengadaan ini; 12.2 Dalam hal pelelangan dilakukan dengan pasca kualifikasi, data kualifikasi disampaikan bersamaan dengan dokumen penawaran Harga penawaran adalah harga yang tercantum dalam surat penawaran berdasar jumlah rincian dalam daftar kuantitas dan harga Harga penawaran harus ditulis dengan jelas dalam angka dan huruf. Dalam hal angka dan huruf berbeda, maka yang digunakan adalah dalam huruf. Apabila harga penawaran dalam huruf tidak bisa diartikan/tidak bermakna, maka pada saat pembukaan penawaran ditulis TIDAK JELAS, dalam evaluasi penawaran tidak boleh digugurkan dan harga penawaran yang berlaku adalah harga penawaran terkoreksi Peserta lelang harus mengisi harga satuan dan jumlah harga untuk semua mata pembayaran dalam daftar kuantitas dan harga. Apabila harga satuan dicantumkan nol/tidak diisi untuk mata pembayaran tertentu, maka maka dianggap sudah termasuk dalam harga satuan mata pembayaran yang lain dan pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan Semua pajak dan retribusi yang harus dibayar oleh Penyedia Barang/Jasa dalam pelaksanaan kontrak, serta pengeluaran lainnya sudah termasuk dalam harga penawaran Harga satuan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga adalah tetap Harga satuan dasar, harga satuan pekerjaan dan jumlah harga penawaran harus menggunakan mata uang Rupiah, kecuali ditentuka lain dalam Data Lelang Cara pembayaran dilakukan sesuai ketentuan dalam data lelang. BAB I : INTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG I.3

7 15. MASA BERLAKUNYA PENAWARAN 16. JAMINAN PENAWARAN 15.1 Masa berlakunya penawaran adalah sesuai ketentuan dalam data lelang Dalam keadaan khusus, sebelum akhir masa berlakunya penawaran, panitia pengadaan dapat meminta kepada peserta lelang secara tertulis untuk memperpanjang masa berlakunya penawaran tersebut dalam jangka waktu tertentu Peserta lelang dapat: a. Menyetujui permintaan tersebut tanpa mengubah penawaran, tetapi meminta memperpanjang masa berlakunya jaminan penawaran untuk jangka waktu tertentu dan menyampaikan pertanyaan perpanjangan masa berlakunya penawaran dan perpanjangan jaminan penawaran kepada panitia pengadaan; b. Menolak permintaan tersebut secara tertulis dan jaminan penawarannya tidak disita dan tidak dikenakan sangsi Peserta Lelang harus menyediakan jaminan penawaran dalam mata uang Rupiah dengan nominal sebesar 3% (tiga persen) dari nilai penawaran. Nilai dan masa berlakunya sesuai ketentuan dalam data lelang Jaminan Penawaran harus diterbitkan oleh bank umum (tidak termasuk bank perkreditan rakyat) Bentuk jaminan penawaran harus sesuai dengan ketentuan dalam bentuk jaminan Penawaran yang tidak dilampiri jaminan penawaran sesuai ketentuan dinyatakan gugur Jaminan penawaran dari peserta lelang yang tidak menang dikembalikan segera setelah penetapan pemenang lelang Jaminan penawaran dari pemenang lelang dikembalikan segera setelah pemenang lelang menyerahkan jaminan pelaksanaan Jaminan Penawaran akan disita apabila: (a) Peserta lelang menarik penawarannya selama masa berlakunya penawaran; atau (b) Peserta lelang menolak koreksi aritmatik atas harga penawarannya sesuai dengan Pasal 28.2; atau (c) (d) Pemenang lelang mengundurkan diri; atau Pemenang lelang dalam batas waktu yang ditentukan gagal: 1). Menyerahkan jaminan pelaksanaan; atau 2). Menandatangani surat perjanjian. 17. PENAWARAN ALTERNATIF OLEH PESERTA LELANG 17.1 Peserta lelang harus menyampaikan penawaran sesuai dengan ketentuan dokumen lelang. Penawaran alternatif tidak akan dipertimbangkan, kecuali bila penawaran alternatif diperbolehkan sesuai ketentuan dalam data lelang. 18. BENTUK DAN PENANDAAN PENAWARAN 18.1 Peserta Lelang harus menyiapkan 1 (satu) dokumen penawaran asli sesuai Pasal dan diberi tanda ASLI dan 2 (dua) dokumen penawaran rekaman yang masing-masing diberi tanda REKAMAN. Apabila terdapat perbedaan antara dokumen penawaran asli dan rekaman, maka dokumen penawaran asli yang berlaku. BAB I : INTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG I.4

8 18.2 Dokumen penawaran asli dan rekaman harus ditandatangani oleh orang yang berhak atas nama badan usaha peserta lelang sesuai dengan akta pendirian dan perubahannya Dokumen penawaran tidak boleh ada perubahan, penghapusan atau penambahan, kecuali untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat peserta lelang dan perbaikan tersebut harus diparaf oleh orang yang menandatangani penawaran. D. PENYAMPAIAN PENAWARAN 19. SAMPUL DAN TANDA PENAWARAN 20. PENYAMPAIAN DOKUMEN PENAWARAN 19.1 Peserta lelang harus memasukkan dokumen penawaran asli dan seluruh rekamannya ke dalam 2 (dua) sampul dalam dan masingmasing sampul dalam ditandai ASLI dan REKAMAN kemudian kedua sampul dalam ASLI dan REKAMAN dimasukkan kedalam 1 (satu) sampul luar dan direkat untuk menjaga kerahasiaan Pada sampul dalam dan sampul luar harus ditulis: (a) (b) (c) Alamat Pengguna Barang/Jasa, sesuai dengan ketentuan dalam data lelang, pada bagian tengah; Jenis pekerjaan, tempat, hari, tanggal, bulan, tahun, jam pemasukan, sesuai ketentuan dalam data lelang, pada sudut kiri atas; dan JANGAN DIBUKA SEBELUM WAKTU PEMBUKAAN PENAWARAN, pada sudut kanan atas Sebagai tambahan identifikasi yang diperlukan dalam Pasal 19.2, sampul dalam harus ditulis nama alamat peserta lelang untuk pengembalian penawaran tanpa dibuka dalam hal penawaran dinyatakan terlambat, sesuai dengan Pasal Bila sampul luar tidak direkat dan sampul dalam tidak direkat dan sampul dalam tidak ditandai. Panitia pengadaan tidak bertanggung jawab atas resiko yang mungkin timbul terhadap dokumen penawaran Bila ada Dokumen Administrasi yang tidak substantif dapat disusulkan selambat-lambatnya 1x24 jam Penyampaian dokumen penawaran dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1). Peserta lelang secara langsung menyampaikan dokumen penawarannya ke dalam kotak/tempat pemasukan dokumen penawaran yang telah disediakan oleh panitia pengadaan. 2). Batas waktu paling lambat untuk pemasukan dokumen penawaran ke dalam kotak/tempat pemasukan dokumen penawaran harus sesuai dengan ketentuan dalam dokumen lelang yaitu sebelum batas waktu penutupan pemasukan dokumen penawaran. 3). Pada batas waktu pemasukan dokumen penawaran berakhir, panitia pengadaan menyatakan penyampaian dokumen penawaran ditutup, menolak dokumen BAB I : INTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG I.5

9 penawaran yang terlambat, dan menolak penambahan dokumen penawaran. 21. BATAS AKHIR WAKTU PENYAMPAIAN PENAWARAN 22. PENAWARAN TERLAMBAT 23. PERUBAHAN DAN PENARIKAN PENAWARAN 21.1 Dokumen Penawaran harus disampaikan kepada panitia pengadaan paling lambat pada tempat dan waktu sesuai ketentuan dalam data lelang Panitia pangadaan dapat mengundurkan batas akhir waktu penyampaian penawaran dengan mencantumkan dalam addendum dokumen lelang Setiap penawaran yang diterima oleh panitia pangadaan setelah batas akhir waktu penyampaian penawaran akan ditolak dan dikembalikan kepada peserta lelang dalam keadaan tertutup (sampul dalam tidak dibuka) Peserta Lelang boleh menarik, mengubah, mengganti dan menambah dokumen penawarannya, setelah penyampaian penawaran dengan memberitahukan secara tertulis sebelum batas akhir waktu penyampaian penawaran Pemberitahuan penarikan, pengubahan, penggantian atau penambahan dokumen penawaran harus dibuat secara tertulis dan dimasukkan ke dalam sampul yang direkat, ditandai dan disampaikan sesuai dengan Pasal 20 dengan menambahkan tanda PENARIKAN / PENGUBAHAN / PENGGANTIAN atau PENAMBAHAN pada sampul luar Penawaran tidak dapat ditarik, diubah, diganti atau ditambah setelah batas akhir waktu penyampaian penawaran sesuai Pasal Penarikan Penawaran dalam kurun waktu antara batas akhir penyampaian penawaran sesuai Pasal dan akhir masa berlakunya penawaran sesuai Pasal 15.1., dikenakan sanksi penyitaan jaminan penawaran sesuai Pasal 16.7.a. E. PEMBUKAAN DAN EVALUASI PENAWARAN 24. PEMBUKAAN PENAWARAN 24.1 Para penawar atau wakil penawar yang hadir harus memperlihatkan identitas diri (KTP/SIM) dan kartu pegawai atau surat keterangan/penugasan dari perusahaan untuk menghadiri pembukaan dokumen penawaran dan menandatangani daftar hadir sebagai bukti kehadirannya. Panitia pengadaan meminta kesediaan 2 (dua) orang wakil dari penawar yang hadir sebagai saksi. Apabila tidak terdapat wakil penawar yang hadir pada saat pembukaan, panitia menunda pembukaan kotak/tempat pemasukan dokumen penawaran sampai dengan batas waktu yang ditentukan oleh panitia pengadaan Setelah batas waktu yang ditentukan tidak ada penawar yang hadir, maka pembukaan penawaran dilaksanakan dengan disaksikan 2 (dua) saksi yang bukan anggota panitia pengadaan, yang ditunjuk oleh panitia pengadaan Panitia pengadaan meneliti isi kotak/tempat pemasukan dokumen penawaran dan menghitung jumlah sampul penawaran yang masuk (tidak dihitung surat pengunduran diri) dan bila penawaran yang BAB I : INTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG I.6

10 masuk kurang dari 3 (tiga), pelelangan tidak dapat dilanjutkan dan harus diulang Selanjutnya panitia pengadaan membuka sampul luar penawaran, termasuk dokumen penarikan/pengubahan/ penggantian/ penambahan (bila ada), di hadapan para penawar atau para wakil penawar yang hadir pada jam, hari, tanggal dan tempat sebagaimana telah ditentukan oleh panitia pengadaan Sampul bertanda PENARIKAN / PENGUBAHAN / PENGGANTIAN atau PENAMBAHAN harus dibuka dan dibaca terlebih dahulu. Dokumen penawaran yang ada pemberitahuan PENARIKAN tidak dibuka Nama peserta lelang, harga penawaran, nilai penawaran alternatif (bila ditentukan), rabat, penarikan, pengubahan, penggantian, penambahan dokumen penawaran, ada atau tidaknya jaminan penawaran, dan lampiran lain yang ditentukan dalam dokumen lelang, dibacakan pada saat pembukaan penawaran Panitia pengadaan harus membuat berita acara pembukaan penawaran (BAPP), termasuk memuat informasi yang disampaikan sesuai Pasal KERAHASIAAN PROSES 26. KLARIFIKASI DAN KONFIRMASI PENAWARAN 27. PEMERIKSAAN PENAWARAN DAN PENAWARAN YANG MEMENUHI SYARAT 25.1 Proses evaluasi dokumen penawaran bersifat rahasia dan dilakukan oleh panitia pengadaan secara independen Informasi yang berhubungan dengan penelitian, evaluasi, klarifikasi, konfirmasi dan usulan calon pemenang lelang tidak boleh diberitahukan kepada peserta lelang atau orang lain yang tidak berkepentingan sampai keputusan pemenang diumumkan Setiap usaha peserta lelang untuk mencampuri proses evaluasi dokumen penawaran atau keputusan pemenang akan mengakibatkan ditolaknya penawaran yang bersangkutan Untuk menunjang penelitian dan evaluasi dokumen penawaran, panitia pengadaan dapat melakukan klarifikasi. Peserta lelang harus memberikan tanggapan atas klarifikasi. Klarifikasi tidak boleh mengubah substansi dan harga penawaran. Klarifikasi dan tanggapan atas klarifikasi harus dilakukan secara tertulis Terhadap hal-hal yang diperlukan, panitia pengadaan dapat melakukan konfirmasi kepada peserta lelang dan instansi terkait Sebelum dilakukan evaluasi yang lebih rinci terhadap semua dokumen penawaran, panitia pengadaan akan meneliti apakah setiap penawaran: (a) (b) (c) Surat bertanggal yang telah dibubuhi meterai, bercap dan ditandatangani oleh yang berhak; Dilampiri jaminan penawaran asli; dan Memenuhi ketentuan dokumen lelang Penawaran yang memenuhi syarat adalah Penawaran yang sesuai ketentuan dokumen lelang, tanpa adanya penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat. Penawaran dengan penyimpangan yang bersifat penting/pokok atau penawaran bersyarat adalah: (a) Jenis penyimpangan yang berpengaruh terhadap hal-hal yang BAB I : INTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG I.7

11 (b) (c) sangat substantif dan akan mempengaruhi lingkup, kualitas, dan hasil/kinerja/performance pekerjaan; Substansi kegiatan tidak konsisten dengan dokumen lelang; Persyaratan tambahan di luar ketentuan dokumen lelang yang akan menimbulkan persaingan tidak sehat dan/atau tidak adil di antara peserta lelang yang memenuhi syarat Apabila Penawaran tidak memenuhi ketentuan dokumen lelang, akan ditolak oleh panitia pengadaan dan tidak dapat diperbaiki (post bidding) sehingga menjadi memenuhi syarat. 28. KOREKSI ARITMATIK 28.1 Koreksi aritmatik dapat dilakukan sebelum evaluasi dokumen penawaran, sebagai berikut: (a) (b) (c) Kesalahan kuantitas pekerjaan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga disesuaikan dengan kuantitas yang tercantum dalam dokumen lelang. Koreksi aritmatik pada daftar kuantitas dan harga dilakukan terhadap perkalian antara kuantitas dengan harga satuan beserta penjumlahannya, sebagai berikut: 1). Harga satuan yang tercantum dalam daftar kuantitas dan harga tidak boleh dikoreksi; 2). Apabila terdapat kesalahan hasil pengalian antara kuantitas dengan harga satuan dan penjumlahan, maka dilakukan pembetulan dan yang mengikat adalah hasil koreksi; 3). Mata pembayaran yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dalam harga satuan mata pembayaran yang lain, dan harga satuan dalam daftar kuantitas dan harga tetap diberikan kosong; 4). Hasil koreksi aritmatik pada daftar kuantitas dan harga tersebut harus diberikan kepada penawar dalam waktu secepatnya. Apabila terdapat perbedaan antara harga satuan pada daftar kuantitas dan harga, dengan harga satuan pada analisa harga satuan yang bersangkutan, maka yang mengikat adalah harga satuan pada daftar kuantitas dan harga Bila penawar tidak dapat menerima jumlah penawaran hasil koreksi aritmatik, maka penawarannya ditolak dan jaminan penawarannya disita sesuai Pasal 16.7.b. WARAN 29. MATA UANG UNTUK EVALUASI PENAWARAN 30. EVALUASI 29.1 Penawaran akan dievaluasi berdasarkan mata uang Rupiah sesuai dengan BAB II 29.1 Evaluasi penawaran dilakukan sesuai dengan Juklak Pengadaan PT. KAI Commuter Jabodetabek 29.2 Panitia pengadaan hanya akan mengevaluasi penawaran yang memenuhi syarat sesuai dengan Pasal 27. BAB I : INTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG I.8

12 29.3 Metoda evaluasi penawaran dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam data lelang Evaluasi penawaran dilakukan terhadap sekurang-kurangnya 3 (tiga) penawaran terendah setelah dilakukan koreksi aritmatik. Urutan evaluasi penawaran adalah: a. Evaluasi administrasi, meliputi: 1). Surat penawaran; 2). Surat jaminan penawaran; 3). Daftar kuantitas dan harga; 4). Surat kuasa (bila ada); 5). Dokumen lainnya yang ditentukan dalam dokumen lelang. b. Evaluasi teknis, meliputi: 1). Spesifikasi teknis; 2). Syarat teknis lainnya yang ditentukan dalam dokumen lelang. c. Evaluasi kewajaran harga, meliputi: 1). Total harga penawaran; 2). Unsur-unsur yang mempengaruhi substansi / lingkup / kuantitas pekerjaan; 3). Kewajaran harga. F. PEMENANG LELANG 31. PENETAPAN PEMENANG & SANGGAHAN 32. PENILAIAN KUALIFIKASI 31.1 Pengguna Barang/Jasa akan menetapkan pemenang lelang dari peserta lelang yang harga penawarannya terendah terkoreksi dan memenuhi syarat sesuai ketentuan dokumen lelang serta memenuhi syarat kualifikasi Panitia akan melakukan Pengumuman pemenang secara terbuka atas Hasil Pelelangan pada website Peserta lelang dapat melakukan sanggahan atas hasil pelelangan selambat-lambatnya 4 hari sesudah pengumuman pemenang dengan menyerahkan Jaminan Sanggahan yang diterbitkan oleh Bank Umum (tidak termasuk bank perkreditan rakyat) dengan nilai sekurang-kurangnya sama dengan Jaminan Penawaran atau 3 % dari total harga penawaran 31.4 Pengguna barang/jasa menjawab surat sanggahan dan bersifat final 31.5 Bila sanggahan tidak benar maka jaminan sanggahan dapat dicairkan dan menjadi milik pengguna barang/jasa 32.1 Untuk pelelangan umum dengan pasca kualifikasi, terhadap 3 (tiga) penawaran terendah yang memenuhi persyaratan dilakukan penilaian kualifikasi Terhadap Penyedia Barang/Jasa yang akan diusulkan sebagai pemenang dan pemenang cadangan dilakukan pembuktian kualifikasi. 33. HAK PENGGUNA 33.1 Pengguna Barang/Jasa mempunyai hak untuk menerima atau BAB I : INTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG I.9

13 BARANG/JASA UNTUK MENERIMA DAN MENOLAK PENAWARAN 34. PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA 35. JAMINAN PELAKSANAAN 36. PENANDA- TANGANAN KONTRAK menolak salah satu atau semua penawaran dan membatalkan proses lelang setiap saat sebelum penetapan pemenang lelang, tanpa tuntutan dari peserta lelang yang bersangkutan dan tanpa kewajiban memberikan alasan apapun kepada peserta lelang, apabila dipandang seluruh penawaran tidak menunjukkan adanya persaingan yang sehat, terjadi pengaturan bersama (kolusi), dan tidak cukup tanggap terhadap dokumen lelang Sebelum Pengguna Barang/Jasa menunjuk Penyedia Barang/Jasa, panitia pengadaan mengumumkan pemenang lelang. Peserta lelang yang berkeberatan atas pengumuman pemenang lelang tersebut dapat mengajukan sanggahan sesuai ketentuan dalam data lelang Sebelum akhir masa berlakunya penawaran yang ditetapkan, Pengguna Barang/Jasa mengeluarkan Surat Penunjukan Rekanan (SPR) yang menjadi bagian dokumen kontrak Dalam waktu selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja setelah diterbitkannya SPR (Surat Penunjukan Rekanan) Penyedia Barang/Jasa harus menyerahkan jaminan pelaksanaan kepada Panitia Pengadaan dengan nilai sesuai ketentuan dalam data lelang Jaminan pelaksanaan yang berupa bank garansi harus dikeluarkan oleh bank umum (bukan bank perkreditan rakyat) Apabila Penyedia Barang/Jasa yang ditunjuk sebagai pemenang lelang gagal memenuhi Pasal dan 35.2., maka dinyatakan batal sebagai pemenang lelang disita jaminan penawarannya dan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku Penandatangan kontrak dilakukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah penerbitan SPR dan setelah Penyedia Barang/Jasa menyerahkan jaminan pelaksanaan. 37. JURU PENENGAH 37.1 Pengguna Barang/Jasa mengusulkan nama orang sebagi juru penengah (mediator/konsiliator) sesuai ketentuan dalam data lelang yang akan ditunjuk sebagai mediator/konsiliator untuk pelaksanaan kontrak : a. Apabila penyedia Barang/Jasa tidak setuju terhadap usulan tersebut, penyedia Barang/Jasa harus mengusulkan nama orang sebagai mediator/konsiliator dalam dokumen penawaran; b. Apabila dalam SPR, pengguna Barang/Jasa tidak menyetujui usulan mediator/konsiliator penyedia Barang/Jasa, maka mediator/konsiliator harus ditetapkan atas kesepakatan kedua belah pihak; c. Apabila mediator/konsiliator tidak ada atau tidak disepakati kedua belah pihak, maka nama mediator/konsiliator dapat diminta dari Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI). 38. LARANGAN PERSEKONG - KOLAN 38.1 Pengguna Barang/Jasa, panitia pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa atau antara Penyedia Barang/Jasa dilarang melakukan persekongkolan untuk mengatur dan/atau menentukan pemenang dalam pelelangan sehingga BAB I : INTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG I.10

14 mengakibatkan terjadinya persaingan usaha yang tidak sehat Pengguna Barang/Jasa, panitia pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa dilarang melakukan persekongkolan untuk menaikkan nilai pekerjaan (mark up) Pengguna Barang/Jasa, panitia pengadaan dan Penyedia Barang/Jasa yang melakukan persekongkolan sesuai Pasal 38.1 dan Pasal 38.2, dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu Undang-undang Jasa Konstruksi jo Undang-Undang Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. 39. PAKTA INTEGRITAS 39.1 Pakta integritas berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) Pakta integritas harus ditandatangani oleh pemimpin/direktur utama perusahaan atau penerima kuasa dari direktur utama yang nama penerima kuasanya tercantum dalam akta pendirian atau perubahannya, atau kepala cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang dibuktikan dengan dokumen otentik, atau pejabat yang menurut perjanjian kerjasama adalah yang berhak mewakili perusahaan yang bekerjasama Bentuk pakta integritas dibuat oleh Pengguna Barang/Jasa atau Pakta Integritas dapat disatukan dengan Surat Penawaran BAB I : INTRUKSI KEPADA PESERTA LELANG I.11

15 A. DATA LELANG BAB II 1. LINGKUP PEKERJAAN 1.1 Nama Pengguna Barang: PT. KAI Commuter Jabodetabek Nama pekerjaan: PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan: Januari 2015 sampai dengan Desember SUMBER DANA 2.1 Pengguna merencanakan untuk menggunakan dana NPD Performa RKAP 2015, PT. KAI Commuter Jabodetabek. 3. PENJELASAN 3.1 Penjelasan Dokumen Lelang akan dilaksanakan pada: Hari/ Tanggal : Rabu, 14 Januari 2015 Pukul : 10:00 WIB Tempat : Kantor PT. KAI Commuter Jabodetabek Stasiun Juanda Lt. 2 Jl. Ir. H. Juanda I,Jakarta Pusat KUALIFIKASI PESERTA LELANG 5. MATA UANG PENAWARAN DAN PEMBAYARAN 6. MASA BERLAKUNYA PENAWARAN 7. JAMINAN PENAWARAN 8. SAMPUL DAN TANDA PENAWARAN 4.1 Kualifikasi Penyedia Barang adalah Perusahaan/Badan usaha dengan Kekayaan bersih perusahaan yang telah diaudit oleh kantor Akuntan Publik yang terdaftar di BPK atau Kemenkeu dengan nilai > Rp ,- (lima puluh juta Rupiah) s/d Rp ,- (lima ratus juta rupiah) 5.1 Mata uang penawaran adalah Rupiah 5.2 Pembayaran dilakukan berdasarkan progress pengiriman barang sesuai surat pemesanan barang dari Pengguna Barang. 6.1 Masa laku penawaran selama 12 (dua belas) bulan kalender sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran. 7.1 Besarnya jaminan penawaran sekurang-kurangnya adalah : Rp ,- (enam juta sembilan ratus delapan puluh empat Rupiah). Masa laku jaminan penawaran harus 90 hari kalender sejak batas akhir waktu pemasukan penawaran. Jaminan penawaran ditujukan kepada : Panitia Pengadaan PT. KAI Commuter Jabodetabek Stasiun Juanda Lt. 2 Jl. Ir. H. Juanda I, Jakarta Pusat Pada sampul penawaran dicantumkan identitas sbb: a. Alamat pengguna Barang/Jasa : Panitia Pengadaan PT KAI Commuter Jabodetabek Stasiun Juanda Lt. 2 Jl. Ir. H. Juanda I, Jakarta Pusat b. Jenis pekerjaan : PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 BAB II : DATA LELANG II.2

16 9. BATAS AKHIR WAKTU PENYAMPAIAN DAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN 10. EVALUASI PENAWARAN 11. JAMINAN PELAKSANAAN 9.1 Batas akhir waktu penyampaian penawaran pada : Hari / Tanggal : Senin, 19 Januari 2015 Jam : 14:00 WIB Tempat : Kantor PT. KAI Commuter Jabodetabek Stasiun Juanda Lt.2 Jl. Ir. H. Juanda I, Jakarta Pusat Metoda evaluasi penawaran dilakukan dengan sistim gugur Nilai jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya sebesar 5 (lima) persen dari nilai kontrak. DAFTAR SIMAK DOKUMEN LELANG YANG HARUS DIMASUKKAN 1. SAMPUL I No. Uraian Ada Tidak 1 Surat Penawaran Administrasi dan Teknis 2 Formulir isian Kualifikasi 3 4 Jaminan Penawaran disertai surat kuasa pencairan jaminan penawarannya. Surat Kuasa bila yang menandatangani Dokumen Penawaran bukan Direktur Utama atau Pejabat yang berwenang 5 Copy Akte pendirian perusahaan dan perubahannya (jika ada) 6 Copy Surat Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 7 Copy Surat Keterangan Domisili Perusahaan Foto Copy NPWP, Surat Pengukuhan Kena Pajak (PKP), SPT Badan tahun 2013, SPT Pajak Masa dan Bukti Lapor 3 Bulan terakhir 8 (selambat-lambatnya pada bulan September, Oktober dan November 2014), SPT PPN terkait transaksi dengan PT. KCJ (bila ada pekerjaan yang pernah dilakukan di PT. KCJ 9 Copy SIUP Copy Laporan keuangan perusahaan tahun yang telah 10 diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang terdaftar di BPK/Kemenkeu 11 Pengalaman pekerjaan yang dibuktikan dengan copy kontrak 12 Pakta Integritas atau dinyatakan dalam Surat Penawaran 13 Persyaratan dan ketentuan lainnya yang dipersyaratkan pada BAB. VI Kerangka Acuan Kerja (KAK) Catatan : Bila ada dokumen yang tidak dilampirkan dan tidak subtansial sifatnya maka dapat segera disusulkan dalam hari yang sama dan dicatat pada Berita Acara Pembukaan Dokumen sebagal hal yang dapat dilengkapi. BAB II : DATA LELANG II.3

17 BAB III BENTUK SURAT A. FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : [nama wakil sah jika badan usaha] Jabatan : [diisi sesuai jabatan dalam akte notaris] Bertindak untuk dan atas nama : PT/CV/Firma/Koperasi/Kemitraan/Orang Perseorangan [pilih yang sesuai dan cantumkan nama badan usaha] Alamat : Telepon/Fax : menyatakan dengan sesungguhnya bahwa: 1. Saya secara hukum mempunyai kapasitas menandatangani kontrak berdasarkan Akta Notaris [sesuai akte pendirian/perubahannya/surat kuasa, disebutkan secara jelas nomor dan tanggal akta pendirian/perubahan/surat kuasa. Jika Kemitraan maka ditambah Surat Perjanjian Kemitraan/KSO] 2. Saya/Perusahaan saya tidak sedang dinyatakan pailit atau kegiatan usahanya tidak sedang dihentikan atau tidak sedang menjalani sanksi pidana atau sedang dalam pengawasan pengadilan; 3. Saya tidak sedang menjalani sanksi pidana; 4. Saya tidak sedang dan tidak akan terlibat pertentengan kepentingan dengan para pihak yang terkait, langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan ini; 5. Badan usaha yang saya wakili tidak masuk kedalam Daftar Hitam, tidak dalam pengawasan pengadilan, tidak pailit atau kagiatan usahanya tidak sedang dihentikan; 6. Salah satu dan/atau semua pengurus badan usaha yang saya wakili tidak masuk dalam Daftar Hitam; 7. Data-data saya/badan usaha yang saya wakili adalah sebagai berikut: I. Data Administrasi 1. Nama (PT/CV/Firma/ Koperasi/Kemitraan/ Perorangan) [pilih yang sesuai] : 2. Status : Pusat Cabang BAB III :BENTUK SURAT III.2

18 3. 4. Alamat Kantor Pusat : No. Telepon : No. Fax : Alamat Kantor Cabang : No. Telepon : No. Fax : II. Izin Usaha No. Surat Izin Usaha : Tanggal Masa berlaku izin usaha : Instansi pemberi izin usaha : III. Izin Lainnya [apabila dipersyaratkan] No. Surat Izin Usaha : Tanggal Masa berlaku izin usaha : Instansi pemberi izin usaha : IV. Landasan Hukum Pendirian Perusahaan 1. Akta Pendirian PT/CV/Firma/ Koperasi a. Nomor Akta : b. Tanggal : c. Nama Notaris : 2. Akta Perubahan Terakhir a. Nomor Akta : b. Tanggal : c. Nama Notaris : V. Pengurus 1. Komisaris untuk Perseroan Terbatas (PT) No. Nama No. KTP Jabatan dalam Perusahaan 2. Direksi/Pengurus Badan Usaha BAB III :BENTUK SURAT III.3

19 No. Nama No. KTP Jabatan dalam Perusahaan VI. Data Keuangan 1. Susunan Kepemilikan Saham (untuk PT)/Susunan Persero (untuk CV/Firma) No. Nama No. KTP Alamat Persentase 2. Pajak a. Nomor Pokok Wajib Pajak : b. Bukti Pelunasan Pajak Tahun terakhir : No. tanggal c. Bukti Laporan bulanan (tiga bulan terakhir) : 1) PPh Pasal 21; : No. tanggal 2) PPh Pasal 23; : No. tanggal 3) PPh Pasal 25/Pasal 29; : No. tanggal 4) PPN : No. tanggal d. [Surat Keterangan Fiskal (sebagai : pengganti huruf bdan c)] No. tanggal 3. [Neraca Perusahaan (khusus untuk pekerjaan kompleks)] VII. Data Pengalaman Perusahaan No. Nama Paket Pekerjaan Bidang/ Sub Bidang Pekerjaan Lokasi Pemberi Tugas / Pejabat Pembuat Komitmen Nama Alamat/ Telepon Kontrak *) No / Tanggal Nilai Tanggal Selesai Menurut Kontrak BA. Serah Terima BAB III :BENTUK SURAT III.4

20 Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika dikemudian hari ditemui bahwa data/dokumen yang saya sampaikan tidak benar dan ada pemalsuan, maka saya dan badan usaha yang saya wakili bersedia dikenakan sanksi nerupa sanksi administratif, sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, gugatan secara perdata, dan/atau pelaporan secara pidana kepada pihak berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. PT/CV Materai, Tanda tangan dan cap perusahaan. Direktur Utama /Berdasarkan Surat Kuasa BAB III :BENTUK SURAT III.5

21 B. BENTUK SURAT PENAWARAN B.1. Surat Penawaran Administrasi & Teknis KOP PERUSAHAAN Nomor : Lampiran :..,.20 Kepada Yth.: Panitia Pengadaan Barang/Jasa PT. KAI Commuter Jabodetabek dijakarta Perihal : PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 Sehubungan dengan Pengumuman PENGADAAN ATK BULAN JANUARI - DESEMBER 2015 nomor:... Tanggal..., dan setelah kami mempelajari dengan saksama Dokumen Lelang/Seleksi termasuk berita acara penjelasan dan addendumnya, dengan ini kami mengajukan penawaran sebesar Rp.... (...). Dalam penawaran ini sudah termasuk semua kewajiban pajak dan pengeluaran lainnya yang berhubungan dengan pengadaan ini dan keuntungan. Masa berlaku penawaran dan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan Dokumen Lelang (RKS BAB II, DATA LELANG) dan perubahannya (bila ada). Bersama ini juga menyatakan Pakta Integritas : 1. Berminat dan tunduk pada proses pengadaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Pengadaan PT. KAI Commuter Jabodetabek; 2. Tidak akan melakukan praktek KKN dan akan melaporkan kepada pihak yang berwajib/berwenang apabila mengetahui ada indikasi KKN di dalam proses pengadaan ini; 3. Dalam proses pengadaan ini, berjanji akan melaksanakan tugas secara bersih, transparan, dan profesional dalam arti akan mengerahkan segala kemampuan dan sumber daya secara optimal untuk memberikan hasil kerja terbaik mulai dari penyiapan penawaran, pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan/kegiatan ini; 4. Apabila saya melanggar hal-hal yang telah saya nyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini, saya bersedia dikenakan sanksi moral, sanksi administrasi serta dituntut ganti rugi dan pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; 5. Menjaga Kerahasiaan Dokumen. Sesuai dengan persyaratan, bersama ini kami lampirkan 1 (satu) asli dan 2 (dua) fotocopy dokumen sesuai dengan Dokumen Lelang (BAB II,DAFTAR SIMAK). Demikian Penawaran, Pernyataan dan Data Perusahaan di website e-procurement ini kami buat dengan benar dan penuh tanggung jawab. PT/CV Materai, Tanda tangan dan cap perusahaan. Direktur Utama /Berdasarkan Surat Kuasa BAB III :BENTUK SURAT III.6

22 C. BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN UNTUK KERJASAMA OPERASI (KSO) SURAT PERJANJIAN KEMITRAAN KERJASAMA OPERASI (KSO) MENIMBANG : BAHWA, Sehubungan dengan pelelangan pekerjaan... yang pembukaan penawaran akan dilakukan di... pada tanggal..., maka... (nama Penyedia Barang 1) dan... (nama Penyedia Barang 2) dan... (nama Penyedia Barang 3) bermaksud untuk mengikuti pelelangan dan pelaksanaan kontrak secara bersama-samadalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO). MENYETUJUI DAN MEMUTUSKAN : BAHWA, 1. Secara bersama-sama : a. Menunjuk... (nama Penyedia Barang 1) sebagai perusahaan utama (leading firm) untuk KSO dan mewakili serta bertindak untuk dan atas nama KSO dan menandatangani semua dokumen termasuk dokumen penawaran dan dokumen kontrak. b.... (nama Penyedia Barang 1) dan... (nama Penyedia Barang 2)... (nama Penyedia Barang 3) dan menyetujui apabila ditunjuk sebagai pemenang, wajib bertanggung jawab baik secara bersamasama atau masing-masing atas semua kewajiban sesuai ketentuan dokumen kontrak. 2. Keikutsertaan modal (sharing) setiap perusahaan dalam KSO adalah : Penyedia Barang 1... % (... persen) BAB III :BENTUK SURAT III.7

23 Penyedia Barang 2... % (... persen) Penyedia Barang 3... % (... persen) 3. Masing-masing Penyedia Barang KSO, akan mengambil bagian sesuai sharing tersebut pada butir 2, dalam hal pengeluaran, keuntungan, dan kerugian dari KSO. Pembagian sharing dalam KSO ini tidak akan diubah baik selama masa penawaran maupun sepanjang masa kontrak, kecuali dengan persetujuan tertulis terlebih dahulu dari pengguna barang dan persetujuan bersama secara tertulis dari masing-masing anggota KSO. Terlepas dari sharing yang ditetapkan di atas, masing-masing anggota KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek pelaksanaan dari perjanjian ini, termasuk hak untuk memeriksa keuangan, perintah pembelian, tanda terima, daftar peralatan dan tenaga kerja, perjanjian subkontrak, surat menyurat, teleks dan lain-lain. 4. Wewenang menandatangani untuk dan atas nama KSO diberikan kepada... (nama wakil Penyedia Barang yang diberi kuasa) dalam kedudukannya sebagai direktur utama/direktur pelaksana... (nama Penyedia Barang 1) berdasarkan persetujuan tertulis dari... (nama Penyedia Barang 2) dan...(nama Penyedia Barang 3) sehubungan dengan substansi dan semua ketentuan dalam semua dokumen yang akan ditandatangani. 5. Perjanjian ini akan berlaku sejak tanggal ditandatangani. 6. Perjanjian ini secara otomatis menjadi batal dan tidak berlaku lagi bila pelelangan tidak dimenangkan oleh perusahaan KSO. 7. Perjanjian ini dibuat dalam rangkap...(...) bermaterai cukup yang masingmasing mempunyai kekuatan hukum yang sama. DENGAN KESAKSIAN INI, semua anggota KSO membubuhkan tanda tangan dan cap perusahaan di... pada hari... tanggal...bulan... tahun... Penyedia Barang 1 Penyedia Barang 2 Penyedia Barang 3 (...) (...) (...) (materai, tanda tangan dan cap tiap wakil yang diberi kuasa) Disahkan oleh NOTARIS (...) (tanda tangan dan cap) BAB III :BENTUK SURAT III.8

24 D. BENTUK SURAT KUASA KOP PERUSAHAAN SURAT KUASA Nomor :.. Yang bertandatangan di bawah ini: Nama :... Jabatan : Direktur Utama/Direktur PT Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama perusahaan berdasarkan Akta Notaris.di No. Tanggal beserta perubahannya yang berkedudukan di...(alamat perusahaan) yang selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa. Memberi kuasa kepada : Nama :. Jabatan :. Yang diangkat berdasarkan Akta Notaris di No Tanggal beserta perubahannya yang berkedudukan di. (alamat perusahaan). Yang selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa. Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa diberi wewenang untuk menandatangani surat penawaran pekerjaan beserta lampirannya. Surat kuasa ini tidak dapat dilimpahkan lagi kepada orang lain......,.20. Penerima Kuasa Pemberi Kuasa Materai Rp ,-. (nama dan jabatan) Tandatangan,.. Cap perusahaan. (nama dan jabatan) BAB III :BENTUK SURAT III.9

25 E. SURAT KUASA PENCAIRAN JAMINAN PELAKSANAAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Jabatan : Dalam hal ini menjalani jabatannya tersebut diatas mewakili Direksi dan oleh karena itu sah bertindak untuk dan atas nama PT/CV/Firma, yang berkedudukan di : untuk selanjutnya disebut PEMBERI KUASA. PEMBERI KUASA dengan ini terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut : 1. Bahwa PEMBERI KUASA adalah pemilik sah Jaminan Pelaksanaan atas nama PEMBERI KUASA dengan Nomor Jaminan Pelaksanaan :, senilai (terbilang : ) yang diterbitkan oleh Bank : cabang : ; 2. Bahwa PEMBERI KUASA dengan ini menyatakan berhak dan berwenang untuk memberikan kuasa kepada PENERIMA KUASA dalam hal pencairan Jaminan Pelaksanaan; 3. Bahwa PT. KAI Commuter Jabodetabek dengan ini menerima Surat Kuasa Pencairan Jaminan Pelaksanaan tersebut sebagaimana di atas. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka PEMBERI KUASA dengan ini memberi kuasa dengan hak substitusi kepada : Nama : PT. KAI Commuter Jabodetabek Alamat : Jl. Ir. H. Juanda I (Stasiun Juanda) Kebon Kelapa Gambir Jakarta Pusat Dalam hal ini diwakili oleh Direksi, oleh karena itu sah bertindak untuk dan atas nama PT. KAI Commuter Jabodeabek, yang untuk selanjutnya disebut PENERIMA KUASA KHUSUS Untuk dan atas nama PEMBERI KUASA mewakilinya untuk melakukan hal-hal dan ketentuan sebagai berikut : 1. Melakukan Pencairan, meminta dan menerima pencairan Jaminan Pelaksanaan atas nama PEMBERI KUASA sebagaimana tersebut di atas, pada saat jatuh tempo dan atau setiap waktu, dengan beban biaya dan penalti pencairan sepenuhnya menjadi tanggungan PEMBERI KUASA. 2. Menandatangani surat-surat, tanda terima dan melakukan tindakan hukum lain yang berkaitan dengan penerimaan, pencairan dan penggunaan dana dimaksud. PEMBERI KUASA dengan ini menyatakan bahwa pencairan Jaminan Pelaksanaan tersebut diatas oleh PENERIMA KUASA hanya dapat dilakukan sepanjang Surat Kuasa Pencairan Jaminan Pelaksanaan ini telah ditandatangani dan telah disetujui oleh PEMBERI KUASA. Demikianlah Surat Kuasa Pencairan Jaminan Pelaksanaan ini dibuat dengan sebenarnya dan untuk digunakan sesuai kepentingannya. Jakarta, PENERIMA KUASA (..) PEMBERI KUASA (..) BAB III :BENTUK SURAT III.10

26 F. BENTUK SURAT PERJANJIAN SURAT PERJANJIAN (KONTRAK) Nomor :... Tanggal :... ANTARA PT. KAI Commuter Jabodetabek. DAN. (nama perusahaan) UNTUK PENGADAAN ATK JANUARI DESEMBER 2015 Surat Perjanjian ini dibuat di pada hari tanggal bulan.. tahun (tempat, tanggal, bulan dan tahun penandatanganan Surat Perjanjian) Nama : Jabatan : Alamat : Nama : Jabatan : Alamat : ANTARA D a n Termasuk semua lampiran yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang selanjutnya disebut KONTRAK tertanggal MAKA DENGAN INI Kedua Belah Pihak menyetujui semua ketentuan yang tercantum dalam pasalpasal berikut: 1. Kata-kata dan ungkapan-ungkapan dalam surat perjanjian ini mempunyai arti yang sama sebagaimana yang dituangkan di dalam syarat-syarat surat perjanjian di bawah ini. 2. PIHAK KEDUA harus melaksanakan dan menyerahkan, pekerjaan yaitu PENGADAAN ATK TAHUN 2015 kepada PIHAK KESATU sesuai dengan Kontrak ini. BAB III :BENTUK SURAT III.11

27 Waktu penyelesaian pekerjaan terhitung... (...) hari kalender sejak tanggal s/d..( tanggal perjanjian). 3. Dokumen Kontrak yang ditentukan di bawah ini harus dibaca serta merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kontrak, yaitu: a. Surat Perjanjian; b. Surat Pesanan Barang; c. Surat Penunjukan Penyedia Barang; d. Surat Penawaran; e. Adendum Dokumen Lelang (bila ada); f. Syarat-Syarat Khusus Kontrak; g. Syarat-Syarat Umum Kontrak; h. Spesifikasi Teknis; i. Daftar Kuantitas dan Harga; j. Dokumen lain yang tercantum dalam lampiran kontrak. 4. Ketentuan dan Syarat-syarat Dokumen Kontrak mengikat Kedua Balah Pihak, kecuali jika secara jelas dimodifikasi atau diubah dalam Kontrak ini atas kesepakatan bersama. 5. PIHAK KEDUA wajib melaksanakan, menyelesaikan dan menyerahkan barang dengan penuh ketelitian dan kesungguhan sesuai dengan ketentuan Kontrak sampai diterima oleh PIHAK KESATU. 6. PIHAK KESATU berkewajiban untuk membayar kepada PIHAK KEDUA atas penyerahan barang yang telah diterima baik oleh PIHAK KESATU berdasarkan harga yang tertuang dalam daftar Kuantitas dan Harga, pada waktu dan dengan cara yang telah ditentukan dalam Dokumen Kontrak. 7. Jumlah harga keseluruhan pekerjaan sebagaimana pasal 2 adalah Rp.... (...) merupakan harga pasti dan tidak berubah-ubah termasuk PPN 10% sebesar Rp.... (...) dan fisik sebesar Rp.... (...). 8. Kontrak ini berlaku sejak tanggal penandatanganan Kontrak oleh Kedua Belah Pihak. Surat Pesanan Barang (Purchase Order) diterbitkan Pengguna Barang dengan jenis dan jumlah barang sesuai kebutuhan. 9. Pembayaran dilakukan kepada PIHAK KEDUA setelah seluruh barang pesanan sudah diterima oleh PIHAK KESATU dalam keadaan lengkap melalui Bank... Cabang... Nomor Rekening... Atas nama Sanksi dan Denda. a. Apabila PIHAK KEDUA tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Surat Perjanjian (Kontrak) atau tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, maka PIHAK KEDUA dapat dikenai sanksi pemutusan kontrak secara sepihak oleh PIHAK KESATU setelah PIHAK KESATU menyampaikan 3 (tiga) kali peringatan secara tertulis kepada PIHAK KEDUA. b. Khusus untuk keterlambatan waktu pelaksanaan, maka PIHAK KEDUA dikenakan denda keterlambatan sebesar 2/1000 (dua permil) dari nilai Surat Perjanjian (Kontrak) untuk setiap hari keterlambatan. d. Pemutusan Surat Perjanjian (Kontrak) secara sepihak oleh PIHAK KESATU dilaksanakan dengan pemberitahuan tertulis oleh PIHAK KESATU kepada PIHAK KEDUA, PIHAK KESATU kemudian berhak melanjutkan pekerjaan dengan cara lain dan segala akibat pembiayaannya menjadi tanggung jawab PIHAK KEDUA. 11. Kecuali jika disepakati lain oleh Kedua Balah Pihak, alamat PIHAK KESATU dan PIHAK KEDUA adalah: (1) PIHAK KESATU Nama : PT. KAI Commuter Jabodetabek Alamat : Stasiun Juanda Lt. 2 Jl. Ir. H. Juanda I,Jakarta Pusat Telepon : Fax / BAB III :BENTUK SURAT III.12

28 (2) PIHAK KEDUA Nama : Alamat : Telepon : Fax / Dengan tidak mengurangi kekuatan Pasal 9. Syarat-Syarat Kontrak, Kedua Belah Pihak setuju bahwa perjanjian ini memilih tempat kediaman yang tetap DI Kantor Panitera Pangadilan Negeri Jakarta Pusat di Jakarta. (Pengadilan Negeri lokasi Kantor/Satuan Kerja/Proyek/Bagian Proyek). DENGAN DEMIKIAN, Kedua Belah Pihak telah sepakat untuk menandatangani Surat Perjanjian ini pada tanggal tersebut di atas. PIHAK KEDUA (nama, jabatan, nama perusahaan) PIHAK KESATU PT KAI Commuter Jabodetabek Materai Rp ,- Tandatangan, Capperusahaan. Materai Rp ,- Tandatangan, Capperusahaan. ( ) (nama jelas) (.) (nama jelas) BAB III :BENTUK SURAT III.13

29 BAB IV SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK A. KETENTUAN UMUM 1. DEFINISI 1.1 Dalam Syarat-Syarat Umum Kontrak ini kata-kata dan ungkapanungkapan harus mempunyai arti seperti yang dimaksudkan atau didefinisikan disini. a. Jasa Pengadaan adalah layanan pelaksanaan pekerjaan Pengadaan yang perencanaan teknis dan spesifikasinya ditetapkan Pengguna Barang dan proses serta pelaksanaannya diawasi oleh Pengguna Barang/Jasa. b. Pengguna Barang adalah Pejabat Berwenang KCJ sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggung jawab atas pengadaan jasa lingkungan KCJ. Nama, jabatan, dan alamat Pengguna Barang tercantum dalam syarat-syarat khusus kontrak; c. Penyedia Barang adalah badan usaha yang kegiatan usahanya menyediakan layanan Barang/Jasa; d. Panitia pengadaan adalah tim yang diangkat oleh Pengguna Barang untuk melaksanakan pemilihan Penyedia Barang; e. Kontrak adalah perikatan hukum antara Pengguna Barang dengan Penyedia Barang dalam pelaksanaan pengadaan jasa; f. Kontrak harga satuan adalah kontrak pengadaan jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga satuan untuk setiap satuan/unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu yang Kwantitas pekerjaannya masih bersifat perkiraan sementara, sedangkan pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas Kwantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh Penyedia Barang. g. Dokumen kontrak adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara Pengguna Barang dan Penyedia Barang untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan yang terdiri dari: 1). Surat perjanjian; 2). Surat penunjukan Penyedia Barang (SPR); 3). Surat penawaran; 4). Adendum dokumen lelang (bila ada); 5). Syarat-syarat khusus kontrak; 6). Syarat-syarat umum kontrak; 7). Spesifikasi teknis; 8). Daftar Kwantitas dan harga; 9). Dokumen lain yang tercantum dalam lampiran kontrak. h. Harga kontrak adalah harga yang tercantum dalam surat penunjukan Penyedia Barang yang selanjutnya disesuaikan menurut ketentuan kontrak; i. Hari adalah hari kalender; bulan adalah bulan kalender; j. Pengguna barang adalah pejabat atau orang yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak untuk BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.1

30 mengelola administrasi kontrak dan mengendalikan pekerjaan. Pada umumnya Pengguna barang dijabat oleh pengguna barang, namun dapat dijabat oleh orang lain yang ditunjuk oleh pengguna barang. k. Direksi teknis adalah tim yang ditunjuk oleh Pengguna barang yang bertugas untuk mengawasi pekerjaan. l. Daftar Kwantitas dan harga adalah daftar Kwantitas yang telah diisi harga satuan dan jumlah biaya keseluruhannya yang merupakan bagian dari penawaran; m. Mata pembayaran utama adalah mata pembayaran pokok dan penting yang nilai bobot kumulatifnya minimal 80% (delapan puluh persen) dari seluruh nilai pekerjaan, dihitung mulai dari mata pembayaran yang nilai bobotnya terbesar yang ditetapkan dalam dokumen lelang. n. Pekerjaan harian adalah pekerjaan yang pembayarannya berdasarkan penggunaan tenaga kerja, bahan dan peralatan. o. Pekerjaan sementara adalah pekerjaan penunjang yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan permanen. p. Perintah perubahan adalah perintah yang diberikan oleh Pengguna barang kepada Penyedia Barang untuk melakukan perubahan pekerjaan. q. Tanggal mulai kerja adalah tanggal mulai kerja Penyedia Barang yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) yang dikeluarkan oleh pengguna barang. r. Tanggal penyelesaian pekerjaan adalah tanggal penyerahan pertama pekerjaan, dinyatakan dalam berita acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh pengguna barang. s. Masa penyerahan adalah kurun waktu kontrak yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak, dituangkan sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan sampai dengan tanggal penyerahan akhir pekerjaan. t. Mediator adalah orang yang ditunjuk atas kesepakatan pengguna barang dan Penyedia Barang untuk menyelesaikan perselisihan pada kesempatan pertama. u. Konsiliator adalah orang yang ditunjuk atas kesepakatan pengguna barang dan Penyedia Barang untuk menyelesaikan perselisihan pada kesempatan kedua. v. Arbiter adalah orang yang ditunjuk atas kesepakatan pengguna barang dan Penyedia Barang, atau ditunjuk oleh pengadilan negeri, atau ditunjuk oleh lembaga arbitrase, untuk memberikan putusan mengenai sengketa tertentu yang diserahkan penyelesaiannya melalui arbitrase 2. PENERAPAN 2.1 Ketentuan-ketentuan pada syarat-syarat umum kontrak harus diterapkan secara luas tanpa melanggar ketentuan yang ada dalam dokumen kontrak keseluruhan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2.2 Dokumen kontrak harus diinterprestasikan dalam urutan kekuatan hukum sebagai berikut: a. Surat perjanjian; b. Surat penunjukan Penyedia Barang; BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.2

31 c. Surat penawaran; d. Adendum dokumen lelang (bila ada); e. Syarat-syarat Khusus Kontrak; f. Syarat-syarat Umum Kontrak g. Spesifikasi Teknis; h. Daftar Kwantitas dan Harga; i. Dokumen lain yang tercantum dalam lampiran kontrak. 3. ASAL PENYEDIA 3.1 Penyedia Barang untuk pekerjaan ini adalah merupakan layanan jasa dari Penyedia Barang nasional yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 4. PENGGUNAAN DOKUMEN KONTRAKDAN INFORMASI 4.1 Penyedia Barang tidak diperkenankan mengunakan dokumen kontrak dan informasi yang ada kaitannya dengan kontrak di luar keperluan dari pekerjaan yang tersebut dalam kontrak, kecuali lebih dahulu mendapatkan ijin tertulis dari Pengguna barang. 5. HAK PATEN 5.1 Apabila Penyedia Barang menggunakan hak paten, hak cipta dan merek dalam pelaksanaan pekerjaan, maka menjadi tanggung jawab Penyedia Barang sepenuhnya dan pengguna barang dibebaskan dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas pelanggaran hak paten, hak cipta dan merek. 6. JAMINAN 6.1 Penyedia Barang wajib menyerahkan jaminan pelaksanaan kepada Pengguna barang selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari kerja setelah diterbitkannya surat penunjukan Penyedia Barang sebelum dilakukan penandatanganan kontrak. Besarnya jaminan pelaksanaan sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak. Masa berlakunya jaminan pelaksanaan sekurang-kurangnya sejak tanggal penandatanganan kontrak sampai dengan 14 (empat belas) hari setelah tanggal penyerahan akhir pekerjaan. 6.1 Jaminan pelaksanaan diserahkan dalam bentuk jaminan bank kepada Pengguna barang. Bentuk jaminan mengunakan bentuk yang tercantum dalam dokumen lelang. Penyedia Barang diwajibkan melakukan pemeliharaaan atas hasil pekerjaan selama masa pemeliharaan sehingga kondisinya tetap seperti pada saat penyerahan pekerjaan. 7. ASURANSI 7.1 Penyedia Barang harus menyediakan atas nama Pengguna barang dan Penyedia Barang, asuransi yang mencakup dari saat mulai pelaksanaan pekerjaan sampai dengan akhir pekerjaan, yaitu: a. Semua barang dan peralatan-peralatan yang mempunyai resiko tinggi terjadi kecelakaan, pelaksanaan pekerjaan untuk pelaksanaan pekerjaan atas segala resiko yaitu kecelakaan, kerusakan-kerusakan, kehilangan, serta resiko lain yang tidak dapat diduga; b. Pihak ketiga sebagai akibat kecelakaan di tempat kerja; c. Perlindungan terhadap kegagalan bangunan. 7.2 Besarnya asuransi ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak. BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.3

32 8. KESELAMATAN KERJA 8.1 Penyedia Barang bertanggung jawab atas keselamatan kerja di lapangan sesuai dengan ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak. 9. PEMBAYARAN 9.1 Cara Pembayaran Pembayaran dilakukan setiap awal bulan berjalan sesuai dengan tagihan setiap bulannya 9.2 Pengguna barang harus sudah membayar kepada Penyedia Barang selambat-lambatnya dalam kurun waktu 14 (empat belas) hari sejak Penyedia Barang telah mengajukan tagihan yang telah disetujui oleh direksi teknis dan Pengguna barang. 10. HARGA DAN SUMBER DANA 11. WEWENANG DAN KEPUTUSAN PENGGUNA BARANG 12. DIREKSI TEKNIS DAN PANITIA PENELITI PELAKSANAAN KONTRAK 10.1 Pengguna barang membayar kepada Penyedia Barang atas pelaksanaan pekerjaan berdasarkan ketentuan kontrak; 10.2 Kontrak pekerjaan ini dibiayai dengan sumber dana Anggaran RKAP PT KCJ Tahun Anggaran 2012; 10.3 Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam daftar Kwantitas dan harga Surat perjanjian untuk pekerjaan ini ditandatangani oleh pengguna barang dan Penyedia Barang Pengguna barang memutuskan hal-hal yang bersifat kontraktual antara Pengguna barang dan Penyedia Barang dalam kapasitas sebagai pemilik pekerjaan Pengguna barang menetapkan direksi teknis untuk melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan mewakili Pengguna barang; 12.2 Pengguna barang dapat membentuk panitia peneliti pelaksanaan kontrak untuk membantu Pengguna barang. 13. DELEGASI 13.1 Pengguna barang dapat mendelegasikan sebagian tugas dan tanggung jawabnya kepada direksi teknis dan dapat membatalkan pendelegasian tersebut setelah memberitahukan kepada Penyedia Barang. 14. PENYERAHAN LAPANGAN 15. SURAT PERINTAH MULAI KERJA 14.1 Pengguna barang wajib menyerahkan seluruh/sebagian lapangan pekerjaan kepada Penyedia Barang sebelum diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja; 14.2 Sebelum penyerahan lapangan, pengguna barang bersamasama Penyedia Barang melakukan pemeriksaan lapangan berikut bangunan, banguna pelengkap dan seluruh aset milik pengguna barang yang akan menjadi tanggung jawab Penyedia Barang, untuk dimanfaatkan, dijaga dan dipelihara Hasil pemeriksaan lapangan dituangkan dalam berita acara serah terima lapangan yang ditandatangani kedua belah pihak Pengguna barang dapat menerbitkan SPMK selambatlambatnya 14 (empat belas) hari sejak penandatanganan kontrak, setelah dilakukan penyerahan lapangan Dalam SPMK dicantumkan saat dimulainya pelaksanaan kontrak. BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.4

33 16. PERSIAPAN PELAKSANAAN KONTRAK 16.1 Sebelum pelaksanaan kontrak Pengguna barang bersamasama dengan Penyedia Barang, unsur perencanaan dan unsur pengawasan menyusun rencana pelaksanaan kontrak Pengguna barang harus menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan kontrak selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sejak tanggal diterbitkannya Kontrak Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat adalah : a. Organisasi kerja; b. Tata cara pengaturan pekerjaan; c. Jadwal pelaksanaan pekerjaan; d. Jadwal pengadaan bahan dan mobilisasi peralatan; e. Penyusunan rencana pemeriksaan lapangan; f. Sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai rencana kerja; g. Penyusunan program mutu; 17. PROGRAM MUTU 17.1 Program mutu harus disusun oleh Penyedia Barang dan disepakati oleh pengguna barang dan dapat direvisi sesuai kebutuhan Program mutu minimal berisi : a. Informasi pengadaan; b. Organisasi proyek pengguna barang dan Penyedia Barang; c. Jadwal pelaksanaan pekerjaan; d. Prosedur pelaksanaan pekerjaan; e. Prosedur instruksi kerja; f. Pelaksana kerja; 18. PERKIRAAN ARUS UANG 18.1 Penyedia Barang wajib menyediakan cadangan cash flow untuk kebutuhan operasional selama 3 bulan sebesar tagihan setiap bulan Penyedia Barang wajib menyediakan perkiraan arus uang (cash flow forecast) sesuai dengan program kerja kepada Pengguna barang Apabila suatu program kerja telah dimutakhirkan, maka Penyedia Barang wajib memperbaiki perkiraan arus uang dan diserahkan kepada Pengguna barang. 19. PEMERIKSAAN BERSAMA 20. PERUBAHAN KEGIATAN PEKERJAAN 19.1 Pada tahap awal pelaksanaan kontrak, setelah penerbitan SPMK, direksi teknis bersama-sama dengan panitia pelaksana kontrak dan Penyedia Barang melaksanakan pemeriksaan lapangan bersama dengan melakukan pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lapangan untuk setiap rencana mata pembayaran guna menetapkan Kwantitas awal Hasil pemeriksaan lapangan bersama dituangkan dalam berita acara. Apabila dalam pemeriksaan bersama mengakibatkan perubahan isi kontrak maka harus dituangkan dalam bentuk amandemen kontrak Selanjutnya pemeriksaan lapangan bersama terhadap setiap mata pembayaran harus dilakukan oleh direksi teknis dan Penyedia Barang selama periode pelaksanaan kontrak untuk menetapkan Kwantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan guna pembayaran hasil pekerjaan Apabila terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan spesifikasi teknis dan gambar yang ditentukan dalam dokumen kontrak maka BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.5

34 pengguna barang bersama Penyedia Barang dapat melakukan perubahan kontrak yang meliputi antara lain : a. Menambah atau mengurangi Kwantitas pekerjaan yang tercantum dalam kontrak; b. Menambah atau mengurangi jenis pekerjaan/mata pembayaran; 20.2 Perintah perubahan pekerjaan dibuat oleh pengguna barang secara tertulis kepada Penyedia Barang ditindaklanjuti dengan negosiasi teknis dan harga dengan tetap mengacu pada ketentuan yang tercantum dalam kontrak Hasil negosiasi dituangkan dalam berita acara sebagai dasar penyusunan amandemen kontrak. 21. PEMBAYARAN UNTUK PERUBAHAN 22. PERUBAHAN KWANTITAS DAN HARGA 21.1 Apabila diminta oleh pengguna barang, Penyedia Barang wajib mengajukan usulan biaya untuk melaksanakan perintah perubahan Direksi teknis wajib menilai usulan biaya tersebut selambatlambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari Apabila pekerjaan dalam perintah perubahan harga satuannya terdapat dalam daftar Kwantitas dan harga, dan apabila menurut pendapat Pengguna barang bahwa Kwantitas pekerjaan tidak melebihi batas sesuai ketentuan pasal 22.2 atau waktu pelaksanaan tidak mengakibatkan perubahan harga, maka harga satuan yang tercantum dalam daftar Kwantitas dan harga digunakan sebagai dasar untuk menghitung biaya perubahan Apabila harga satuan berubah atau pekerjaan dalam perintah perubahan tidak ada harga satuannya dalam daftar Kwantitas dan harga, jika dinilai wajar, maka usulan biaya dari Penyedia Barang merupakan harga satuan baru untuk perubahan pekerjaan yang bersangkutan Apabila usulan biaya dari Penyedia Barang dinilai tidak wajar, maka pengguna barang mengeluarkan perintah perubahan dengan mengubah harga kontrak berdasarkan harga perkiraan pengguna barang Apabila perintah perubahan sedemikian mendesak sehingga pembuatan usulan biaya serta negosiasinya akan menunda pekerjaan, maka perintah perubahan tersebut harus dilaksanakan oleh Penyedia Barang dan diberlakukan sebagai peristiwa kompensasi sesuai pasal Penyedia Barang tidak berhak menerima pembayaran tambahan untuk biaya-biaya yang sesungguhnya dapat dihindari melalui peringatan dini Harga satuan dalam daftar Kwantitas dan harga digunakan untuk membayar prestasi pekerjaan Apabila Kwantitas mata pembayaran utama yang akan dilaksanakan berubah lebih dari 10% (sepuluh persen) dari Kwantitas awal, maka harga satuan perubahan mata pembayaran utama tersebut disesuaikan dengan negosiasi Apabila diperlukan mata pembayaran baru, maka Penyedia Barang harus menyerahkan analisa harga satuannya kepada pengguna barang. Penentuan harga satuan mata pembayaran baru dilakukan dengan negosiasi berdasarkan analisa harga BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.6

35 satuan tersebut dan harga satuan dasar penawaran. 23. AMANDEMEN KONTRAK 23.1 Amandemen kontrak harus dibuat bila terjadi perubahan kontrak. Perubahan kontrak dapat terjadi apabila: 24. HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK a. Perubahan pekerjaan disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan dalam kontrak; b. Perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan; c. Perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan dan perubahan pelaksanaan pekerjaan. Amandemen bisa dibuat apabila disetujui oleh para pihak yang membuat kontrak tersebut Prosedur amandemen kontrak dilakukan sebagai berikut: a. Pengguna barang memberikan perintah tertulis kepada Penyedia Barang untuk melaksanakan perubahan kontrak, atau Penyedia Barang mengusulkan perubahan kontrak; b. Penyedia Barang harus memberikan tanggapan atas perintah perubahan dari Pengguna barang dan mengusulkan perubahan harga (bila ada) selambatlambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari; c. Atas usulan perubahan harga dilakukan negosiasi dan dibuat berita acara hasil negosiasi; d. Berdasarkan berita acara hasil negosiasi dibuat amandemen kontrak Hak dan kewajiban Pengguna barang a. Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang. b. Meminta laporan-laporan secara periodik mengenai pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Penyedia Barang. c. Melakukan perubahan kontrak d. Menangguhkan pembayaran. e. Menyerahkan seluruh atau sebagian lapangan pekerjaan Hak dan kewajiban Penyedia Barang a. Hasil pekerjaan, dan uang retensi. b. Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada pengguna barang. c. Memberikan peringatan dini dan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan Pengguna barang. d. Mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan membatasi perusakan dan pengaruh/gangguan kepada masyarakat maupun miliknyadan kerusakan lain yang disebabkan kegiatan Penyedia Barang. BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.7

36 25. RESIKO PENGGUNA BARANG DAN PENYEDIA BARANG 26. LAPORAN HASIL PEKERJAAN 27. JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN 28. PENYEDIA BARANG LAINNYA 29. WAKIL PENYEDIA BARANG 25.1 Pengguna barang bertanggungjawab atas resiko yang dinyatakan dalam kontrak sebagai resiko pengguna barang, dan Penyedia Barang bertanggung jawab atas resiko yang dinyatakan dalam kontrak sebagai resiko Penyedia Barang Resiko pengguna barang a. Resiko kecelakaan, kematian, kerusakan atau kehilangan harta benda (di luar pekerjaan, peralatan, instalasi dan bahan untuk pelaksanaan pekerjaan) yang disebabkan oleh: 1). Penggunaan atau penguasaan lapangan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yang tidak dapat dihindari sebagai akibat pekerjaan tersebut; atau 2). Keteledoran, pengabaian kewajiban dan tanggungjawab, gangguan terhadap hak yang legal oleh pengguna barang atau orang yang dipekerjakannya, kecuali disebabkan oleh Penyedia Barang Resiko Penyedia Barang Kecuali resiko pengguna-pengguna barang, maka Penyedia Barang bertanggung jawab atas setiap cidera atau kematian dan semua kerugian atau kerusakan atas pekerjaan, peralatan dan harta benda yang mungkin terjadi selama pelaksanaan kontrak Buku harian diisi oleh Penyedia Barang dan diketahui oleh direksi teknis, mencatat seluruh rencana dan realisasi aktivitas pekerjaan sebagai bahan laporan harian Laporan harian dibuat oleh Penyedia Barang, diperiksa oleh direksi teknis, dan disetujui oleh Pengguna barang Laporan harian berisi: a. Tugas, penempatan dan jumlah tenaga kerja di lapangan; b. Jenis dan Kwantitaspekerjaan di lapangan; c. Jenis, jumlah dan kondisi peralatan di lapangan; d. Jenis dan Kwantitas pekerjaan yang dilaksanakan; e. Cuaca dan peristiwa alam lainnya yang mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan; f. Catatan lain yang dianggap perlu Waktu pelaksanaan kontrak adalah jangka waktu yang ditentukan dalam syarat-syarat khusus kontrak dihitung sejak tanggal mulai kerja yang tercantum dalam SPMK Pengguna barang harus menerbitkan SPMK selambatlambatnya 14 (empat belas) hari sejak tanggal penandatanganan kontrak Penyedia Barang diharuskan bekerja sama dan menggunakan lapangan bersama-sama dengan Penyedia Barang lainnya, petugas-petugas pemerintah, petugas-petugas utilitas, dan pengguna barang Penyedia Barang wajib menunjuk Karyawannya sebagai wakilnya yang bertanggungjawab atas Pelaksanaan pekerjaan dan diberikan wewenang penuh untuk bertindak atas nama Penyedia Barang, serta berdomisili di lokasi pekerjaan Apabila Pengguna barang menilai bahwa wakil Penyedia Barang tersebut ada pasal 29.1 tidak memadai, maka Pengguna barang secara tertulis dapat meminta Penyedia BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.8

37 Barang untuk mengganti dengan karyawan lain yang kualifikasi, kemampuan, dan pengalamannya melebihi wakil Penyedia Barang yang diganti selambat-lambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari dan wakil Penyedia Barang yang akan diganti harus meninggalkan lapangan selambatlambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari. 30. PENGAWASAN 30.1 Untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas semua pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang sedang atau telah dilaksanakan oleh Penyedia Barang, pengguna barang diwakili oleh direksi teknis. 31. KEADAAN KAHAR 31.1 Yang dimaksud keadaan kahar adalah suatu keadaan yang terjadi di luar kehendak para pihak sehingga kewajiban yang ditentukan dalam kontrak menjadi tidak dapat dipenuhi Yang digolongkan keadaan kahar adalah : a. Peperangan; b. Kerusuhan; c. Revolusi; d. Bencana alam: banjir, gempa bumi, badai, gunung meletus, tanah longsor, wabah penyakit, dan angin topan; e. Pemogokan; f. Kebakaran; g. Gangguan industri lainnya Keadaan kahar ini tidak termasuk hal-hal yang merugikan yang disebabkan oleh perbuatan atau kelalaian para pihak Tindakan yang diambil untuk mengatasi terjadinya keadaan kahar dan yang menanggung kerugian akibat terjadinya keadaan kahar, ditentukan berdasar kesepakatan dari para pihak Bila terjadi keadaan kahar, maka Penyedia Barang memberitahukan kepada Pengguna barang selambatlambatnya dalam waktu 14 (empat belas) hari setelah terjadinya keadaan kahar Bila keadaan sudah pulih normal, maka secepat mungkin Penyedia Barang memberitahukan kepada Pengguna barang bahwa keadaan telah kembali normal dan kegiatan dapat dilanjutkan, dengan ketentuan: a. Jangka waktu pelaksanaan yang ditetapkan dalam kontrak tetap mengikat. Apabila harus diperpanjang, maka waktu perpanjangan sama dengan waktu selama tidak dapat melaksanakan pekerjaan akibat keadaan kahar; b. Selama tidak dapat melaksanakan pekerjaan akibat keadaan kahar, Penyedia Barang berhak menerima pembayaran sebagaimana ditentukan dalam kontrak dan mendapat penggantian biaya yang wajar sesuai yang telah dikeluarkan selama jangka waktu tersebut untuk melaksanakan tindakan yang disepakati; c. Bila sebagai akibat dari keadaan kahar Penyedia Barang tidak dapat melaksanakan sebagian besar pekerjaan selama jangka waktu 60 (enam puluh) hari, maka salah satu pihak dapat memutuskan kontrak dengan pemberitahuan tertulis 30 (tiga puluh) hari sebelumnya dan setelah itu Penyedia Barang berhak atas sejumlah uang yang harus dibayar sesuai dengan ketentuan pemutusan kontrak Pasal BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.9

38 32. PERINGATAN DINI 32.1 Penyedia Barang wajib menyampaikan peringatan dini kepada Pengguna barang melalui direksi teknik selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sejak terjadinya peristiwa-peristiwa tertentu atau keadaan-keadaan yang dapat berakibat buruk terhadap pekerjaan, kenaikan harga kontrak atau keterlambatan tanggal penyelesaian pekerjaan. Pengguna barang melalui direksi teknik dapat meminta Penyedia Barang untuk membuat perkiraan akibat yang akan timbul terhadap pekerjaan, harga kontrak dan tanggal penyelesaian pekerjaan. Perkiraan tersebut wajib diserahkan Penyedia Barang sesegera mungkin Penyedia Barang wajib bekerja sama dengan Pengguna barang melalui direksi teknik dalam menyusun dan membahas upayaupaya untuk menghindari atau mengurangi akibat dari kejadian atau keadaan tersebut Penyedia Barang tidak berhak menerima pembayaran tambahan untuk biaya-biaya yang sesungguhnya dapat dihindari melalui peringatan dini. 33. RAPAT PELAKSANAAN 33.1 Pengguna barang, direksi teknik dan Penyedia Barang dapat meminta dilakukan rapat pelaksanaan yang dihadiri semua pihak, untuk membahas pelaksanaan pekerjaan dan memecahkan masalah yang timbul sehubungan dengan peringatan dini pasal Direksi teknik wajib membuat risalah rapat pelaksanaan pasal Tanggung jawab masing-masing pihak atas tindakan yang harus diambil ditetapkan oleh Pengguna barang secara tertulis. 34. ITIKAD BAIK 34.1 Para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak dan kewajiban yang terdapat dalam kontrak Para pihak setuju untuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak. Bila selama kontrak salah satu pihak merasa dirugikan, maka diupayakan tindakan yang terbaik untuk mengatasi keadaan tersebut. 35. PENGHENTIAN DAN PEMUTUSAN KONTRAK 35.1 Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai Penghentian kontrak dilakukan karena terjadinya hal-hal di luar kekuasaan (keadaan kahar) kedua belah pihak sehingga para pihak tidak dapat melaksanakan kewajiban yang ditentukan di dalam kontrak. Dalam hal kontrak dihentikan, maka Pengguna barang wajib membayar kepada Penyedia Barang sesuai dengan kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai Pemutusan kontrak dilakukan bilamana Penyedia Barang cidera janji atau tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur di dalam kontrak. Kepada Penyedia Barang dikenakan sanksi sesuai Pasal Pemutusan kontrak dilakukan bilamana para pihak terbukti melakukan kolusi, kecurangan atau tindak korupsi baik dalam proses pelelangan maupun pelaksanaan pekerjaan, dalam hal ini: a. Penyedia Barang dapat dikenakan sanksi yaitu: 1). Jaminan pelaksanaan dicairkan dan disetorkan ke kas Negara; 2). Pengenaan daftar hitam untuk jangka waktu 2 (dua) BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.10

39 tahun. b. Pengguna barang dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Pemutusan kontrak oleh pengguna barang sekurangkurangnya 30 (tiga puluh) hari setelah Pengguna barang menyampaikan pemberitahuan rencana pemutusan kontrak secara tertulis kepada Penyedia Barang untuk kejadian tersebut di bawah ini, Pengguna barang dapat memutuskan kontrak. Kejadian dimaksud adalah: a. Penyedia Barang tidak mulai melaksanakan pekerjaan berdasarkan kontrak pada tanggal mulai kerja sesuai dengan pasal 15.2; b. Penyedia Barang tidak mampu lagi melaksanakan pekerjaan atau bangkrut; c. Penyedia Barang gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan; d. Penyedia Barang menyampaikan pernyataan yang tidak benar kepada Pengguna barang dan pernyataan tersebut berpengaruh besar pada hak, kewajiban, atau kepentingan pengguna barang; e. Terjadinya keadaan kahar dan Penyedia Barang tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai dengan Pasal Terhadap pemutusan kontrak yang timbul karena terjadinya salah satu kejadian sebagaimana dirinci dalam huruf a. sampai e. di atas, Pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan. Atas pemutusan kontrak yang timbul karena salah satu kejadian yang diuraikan dalam huruf a. sampai e. Penyedia Barang dimasukkan dalam daftar hitam selama 2 (dua) tahun Pemutusan kontrak oleh Penyedia Barang Sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari setelah Penyedia Barang menyampaikan pemberitahuan rencana pemutusan kontrak secara tertulis kepada Pengguna barang untuk kejadian tersebut di bawah ini, Penyedia Barang dapat memutuskan kontrak. Kejadian dimaksud adalah: a. Sebagai akibat keadaan kahar, Penyedia Barang tidak dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan Pasal 31.6.c.; b. Pengguna barang gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan Prosedur pemutusan kontrak Setelah salah satu pihak menyampaikan atau menerima pemberitahuan pemutusan kontrak, sebelum tanggal berlakunya pemutusan tersebut Penyedia Barang harus: a. Mengakhiri pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan yang ditetapkan dalam pemberitahuan pemutusan kontrak; b. Mengalihkan hak dan menyerahkan semua hasil pelaksanaan pekerjaan. Pengalihan hak dan penyerahan tersebut harus dilakukan dengan cara dan pada waktu BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.11

40 yang ditentukan oleh Pengguna barang; c. Menyerahkan semua fasilitas yang dibiayai oleh Pengguna barang Dalam hal terjadi pemutusan kontrak sesuai dengan Pasal 35.5., Pengguna barang tetap membayar hasil pekerjaan sampai dengan batas tanggal pemutusan, dan jika terjadi pemutusan kontrak sesuai dengan Pasal 35.6., selain pembayaran tersebut di atas Pengguna barang harus membayar pengeluaran langsung yang dikeluarkan oleh Penyedia Barang sehubungan dengan pemutusan kontrak Sejak tanggal berlakunya pemutusan kontrak, Penyedia Barang tidak bertanggung jawab lagi atas pelaksanaan kontrak. 36. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 36.1 Penyelesaian perselisihan dapat melalui: a. Di luar pengadilan, yaitu dengan cara musyawarah, mediasi, konsiliasi atau arbitrase di Indonesia; b. Pengadilan Penyelesaian perselisihan lebih lanjut diatur dalam syaratsyarat khusus kontrak Pengeluaran biaya untuk penyelesaian perselisihan ditanggung kedua belah pihak sesuai keputusan akhir. 37. BAHASA DAN HUKUM 37.1 Kontrak dibuat dalam bahasa Indonesia serta tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. 38. PERPAJAKAN 38.1 Penyedia Barang harus mengetahui, memahami dan patuh terhadap semua peraturan perundang-undangan tentang pajak yang berlaku di Indonesia dan sudah diperhitungkan dalam penawaran Perubahan peraturan perundang-undangan tentang pajak yang terjadi setelah pembukaan penawaran harus dilakukan penyesuaian. 39. KORESPONDENSI 39.1 Komunikasi antara para pihak hanya berlaku bila dibuat secara tertulis Korespondensi dapat dikirim langsung, atau melalui pos, telex, kawat Alamat para pihak ditetapkan sebelum tanda tangan kontrak Korespondensi harus menggunakan bahasa Indonesia. 40. PENYESUAIAN HARGA 40.1 Penyesuaian harga dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam syarat-syarat khusus kontrak. Penyesuaian harga diberlakukan terhadap kontrak jangka panjang lebih dari 12 (dua belas) bulan. 41. DENDA DAN GANTI RUGI 41.1 Denda adalah sanksi financial yang dikenakan kepada Penyedia Barang, sedangkan ganti rugi adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada pengguna barang, karena terjadinya cidera janji terhadap ketentuan yang tercantum dalam kontrak Besarnya denda kepada Penyedia Barang atau keterlambatan penyediaan barang adalah 2 0 /00 (dua per seribu) dari harga kontrak atau bagian kontrak untuk setiap hari keterlambatan Besarnya ganti rugi yang dibayar oleh Pengguna barang atas keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambat dibayar, berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan dari Bank Indonesia, atau dapat diberikan kompensasi sesuai ketentuan BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.12

41 dalam syarat-syarat khusus kontrak Tata cara pembayaran denda dan/atau ganti rugi sesuai ketentuan dalam syarat-syarat khusus kontrak. 42. SERAH TERIMA PEKERJAAN 42.1 Pengguna barang dapat membentuk panitia penerima pelaksanaan pekerjaan setiap bulan Penyedia Barang. B. KETENTUAN KHUSUS 43. PENILAIAN PEKERJAAN 43.1 Pengguna barang harus melakukan penilaian atas hasil pekerjaan dalam masa pelaksanaan pekerjaan Penilaian atas hasil pekerjaan dilakukan terhadap pengaturan dinasan di lapangan dan kualitas pekerjaan. 44. KOMPENSASI 44.1 Kompensasi dapat diberikan kepada Penyedia Barang bila dapat dibuktikan merugikan Penyedia Barang dalam hal sebagai berikut : a. Penyedia Barang belum bisa masuk ke lokasi pekerjaan, karena pengguna barang tidak menyerahkan seluruh/sebagian lapangan kepada Penyedia Barang; b. Pengguna barang memodifikasi atau mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan; d. Pengguna barang terlambat melakukan pembayaran; e. Pengguna barang menolak sub Penyedia Barang tanpa alasan yang wajar; g. Dampak yang menimpa/membebani Penyedia Barang diakibatkan oleh kejadian-kejadian yang menjadi resiko pengguna barang. j. Pengguna barang memerintahkan penundaan pekerjaan. l. Kompensasi lain sesuai dengan yang tercantum dalam syaratsyarat khusus kontrak. 45. PENANGGUHAN PEMBAYARAN 45.1 Apabila Penyedia Barang tidak melakukan kewajiban sesuai ketentuan dalam kontrak, maka dikenakan sanksi penangguhan pembayaran setelah pengguna barang memberitahukan penangguhan pembayaran tersebut secara tertulis Pemberitahuan penangguhan pembayaran memuat rincian keterlambatan atau kekurangan Barang dilapangan disertai alasan-alasan yang jelas dan keharusan Penyedia Barang untuk memperbaiki atau menambah Barang dalam jangka waktu sesuai yang tercantum dalam surat pemberitahuan penangguhan pembayaran. 46. HARI KERJA 46.1 Semua pekerja dibayar selama hari kerja dan datanya disimpan oleh Penyedia Barang. Daftar pembayaran ditandatangani oleh masing-masing pekerja dan dapat diperiksa oleh pengguna barang Penyedia Barang harus membayar upah hari kerja kepada tenaga BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.13

42 kerjanya setelah formulir upah ditandatangani Jam kerja dan waktu cuti untuk karyawan harus dilampirkan Penyedia Barang harus memberitahukan kepada direksi teknis sebelum bekerja di luar jam kerja. 47. PENYESUAIAN BIAYA 47.1 Harga kontrak dapat berubah akibat adanya penyesuaian biaya Penyesuaian biaya harus mengikuti peraturan yang berlaku, termasuk mata uang yang dipakai untuk penyesuaian biaya sesuai dengan kesepakatan para pihak. 48. PENUNDAAN ATAS PERINTAH PENGGUNA BARANG 48.1 Pengguna barang dapat memerintahkan Penyedia Barang untuk menunda dimulainya pelaksanaan pekerjaan atau memperlambat kemajuan suatu kegiatan pekerjaan Jika perintah perubahan sedemikian mendesak sehingga pembuatan usulan biaya serta pembahasannya akan menunda pekerjaan, maka perintah perubahan tersebut harus dilaksanakan oleh Penyedia Barang dan perintah perubahan diberlakukan sebagai peristiwa kompensasi. 49. INSTRUKSI 49.1 Penyedia Barang wajib melaksanakan semua instruksi Pengguna barang yang berkaitan dengan kontrak Semua instruksi harus dilakukan secara tertulis. BAB IV :SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK IV.14

43 BAB V SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK Syarat-Syarat Khusus Kontrak terdiri dari : A. KETENTUAN UMUM Karena bersifat tambahan, maka ketentuan ini hanya berupa tambahan dan atau penegasan dari ketentuan pada Syarat-Syarat Umum Kontrak. 1. DEFINISI 1.1. a. Pengguna Barang/Jasa adalah : Nama : PT KAI Commuter Jabodetabek Alamat : Jl. Ir. H. Juanda IB no Jakarta Pusat b. Pengguna Barang/Jasa adalah : Nama : Jabatan : Alamat : Jl. Ir. H. Juanda IB no Jakarta Pusat 2. JAMINAN 2.1. Besarnya jaminan pelaksanaan adalah minimal 5 % ( Lima persen) dari nilai kontrak. 3. PEMBAYARAN 3.1. Pembayaran dilakukan pada bulan berjalan untuk tagihan bulan sebelumnya. Pelaksanaan Pembayaran a). Pembayaran dilakukan atas dasar Surat Permohonan Pembayaran dari Penyedia Barang dengan melampirkan kelengkapan sbb: (i) Kwitansi berikut Faktur yang memuat rincian Kwantitas, harga satuan dan jumlah harga; (ii) Faktur Pajak, SSP; (iii) Berita Acara Pemeriksaan/Pengujian Pekerjaan; (iv) Berita Acara Serah Terima Pekerjaan; (v) Fotocopy kontrak. b). Atas dasar Surat Permohonan Pembayaran tersebut, akan dibuatkan Berita Acara Pembayaran. c). Harga Kontrak sudah mencakup segala biaya yang ditimbulkan berkaitan dengan pelaksanaan kontrak, termasik Bea Materai dan Pajak-Pajak yang harus dilunasi oleh Penyedia Barang 4. JADWAL PELAKSANAAN 5. PENGGUNAAN PENYEDIA BARANG/JASA USAHA KECIL TERMASUK KOPERASI KECIL 4.1. Waktu pelaksanaan kontrak selama maksimal 12 (dua belas) bulan 5.1. Kepada penyedia barang/jasa bukan usaha kecil yang terbukti menyalahgunakan fasilitas dan kesempatan yang diperuntukkan bagi usaha kecil termasuk koperasi kecil sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 9 Tahun 1995, maka yang bersangkutan dikenakan sanksi sebagaimana termaktub dalam Pasal 34, Pasal 35 dan Pasal 36 undang-undang tersebut sebagai berikut : a. Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan mengaku atau memakai usaha kecil sehingga memperoleh fasilitas kemudahan dana, keringanan tarif, tempat usaha, bidang dan kegiatan usaha, pengadaan barang dan jasa atau pemborongan pekerjaan yang diperuntukkan dan dicadangkan bagi usaha kecil yang secara langsung atau tidak langsung menimbulkan kerugian bagi usaha kecil diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp. BAB V :SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK V.1

44 ,00 (dua milyar rupiah); b. Perbuatan sebagaimana dimaksud pada butir 1. di atas adalah tindak pidana kejahatan; c. Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada butir 1. dilakukan oleh atau atas nama badan usaha, dapat dikenakan sanksi administratif berupa pencabutan sementara atau pencabutan tetap ijin usaha oleh instansi yang berwenang. 6. PENYELESAIAN PERSELISIHAN 6.1. Penyelesaian perselisihan melalui Musyawarah/BANI/Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (di luar pengadilan/pengadilan) 7. PENYESUAIAN HARGA 8. DENDA DAN GANTI RUGI B. KETENTUAN KHUSUS 7.1 Tata cara perhitungan penyesuaian harga sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tidak ada penyesuaian harga untuk pelaksanaan kontrak dibawah 12 bulan 8.1. Kompensasi atas dasar keterlambatan pembayaran adalah sebesar bunga terhadap nilai tagihan yang terlambar dibayar berdasarkan tingkat suku bunga yang berlaku pada saat itu menurut ketetapan Bank Indonesia a. Denda langsung dipotong dari pembayaran kepada Penyedia Barang. b. Ganti rugi dibayar kepada Penyedia Barang setelah dibuat amandemen kontrak. 9. DOKUMEN KONTRAK Kontrak dan lampiran-lampirannya menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan, terdiri atas 1). Surat Perjanjian Kerja (Kontrak) termasuk Addendumnya (bila ada); 2). Dokumen Lelang dan Addendum Dokumen Lelang (bila ada); 3). Surat Penawaran beserta Lampirannya : (i) Jaminan Pelaksanaan; (ii) Surat Kuasa (bila ada); (iii) Surat Penunjukan Pemenang Pelelangan (SPR); (iv) Berita Acara : (a). Berita Acara Penjelasan Pekerjaan; (b). Berita Acara Pembukaan Penawaran; (c). Berita Acara Evaluasi/ Klarifikasi; 4). Syarat-Syarat Kontrak (Syarat Umum dan Syarat Khusus Kontrak); 5). Spesifikasi Teknis. Perjanjian ini ditanda tangani di Kantor KCJ di Jakarta, dibuat dalam rangkap 2 (dua) diatas meterai Rp (enam ribu rupiah) asli. BAB V :SYARAT-SYARAT KHUSUS KONTRAK V.2

45 BAB VI KERANGKA ACUAN KERJA PENGADAAN ATK KANTOR PUSAT PT KAI COMMUTER JABODETABEK TAHUN 2015 I. LATAR BELAKANG Alat tulis kantor (ATK) merupakan sebuah peralatan yang digunakan tempat kerja baik langsung maupun tidak langsung yang dapat membantu karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik. ATK ini pun merupakan benda-benda yang dipakai habis dalam pelaksanaan dalam pekerjaan sehari-hari. Yang tergolong ATK antara lain pulpen, pensil, tinta, pita mesin ketik, kertas, penjepit kertas, dll. Sehubungan dengan terus bertambahnya unit dan karyawan di PT KCJ maka kebutuhan ATK juga bertambah. Oleh karena itu perlu dilakukan tender pengadaan ATK selama periode 1 tahun guna meminimalisir waktu pengiriman barang. II. MAKSUD DAN TUJUAN a. Pengadaan ATK ini sebagai alat penunjang kinerja karyawan kantor pusat PT KAI Commuter Jabodetabek baik dalam hal administrasi, keuangan, operasional, dan lain sebagainya. b. Pengadaan ATK untuk kantor pusat PT KCJ dengan menggunakan sistem pemborongan untuk waktu tertentu, dengan tujuan agar lebih efisien dan lebih cepat untuk mendukung operasional kegiatan Perusahaan. III. LINGKUP PEMBAGIAN ATK PADA KANTOR PUSAT PT KCJ 1. Penjualan 2. Umum 3. Komunikasi Perusahaan 4. Sekretaris Direksi 5. Dokumentasi 6. Sarana 7. Prasana dan Pengujian 8. Pengadaan Sarana & Non Sarana 9. Logistik 10. IT 11. Kepatuhan 12. Hukum 13. Verifikasi 14. E-ticketing 15. Akuntansi dan Anggaran 16. Internal Kontrol 17. Keuangan 18. Perencanaan dan Monitoring Perka 19. Operasi Sarana 20. Pengamanan 21. PSO 22. Fasilitas Pelayanan 23. SDM 24. Pemasaran dan Pengembangan 25. Pelayanan Pelanggan 26. Perencanaan Strategis 27. Kesehatan BAB VI :KERANGKA ACUAN KERJA VI.1

46 IV. WAKTU PELAKSANAAN Jangka waktu pelaksanaan Pengadaan ATK untuk Kantor Pusat PT KCJ ini direncanakan selama 1 (satu) tahun yang akan dimulai pada 1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember V. KUALIFIKASI PENYEDIA ATK PT. KCJ Untuk melaksanakan pengadaan ATK Tahun 2015, pemenang tender harus mempunyai kualitas: 1. Berbadan Hukum Indonesia (administrasi lengkap dan masih berlaku). 2. Tidak ada benturan kepentingan (bersedia menandatangani Pakta Integritas). 3. Mengirim barang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan dengan memperhatikan kualitas dan kuantitas yang tertera dalam kontrak. VI. PENUTUP Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat untuk menjadi panduan bagi Perusahaan dalam melaksanakan pengadaan ATK Kantor Pusat Tahun 2015 sehingga dapat menunjang kinerja karyawan di kantor pusat PT KCJ. BAB VI :KERANGKA ACUAN KERJA VI.2

47 BAB VII DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN A. MUKADDIMAH 1. Pendahuluan Daftar Kuantitas dan Harga satuan harus diartiikan sebagai satu kesatuan dengan Instruksi kepada Peserta Pelelangan, Syarat-Syarat Kontrak dan Spesifikasi. 2. Kuantitas Kuantitas yang dicantumkan dalam Daftar Kuantitas merupakan Kuantitas Barang yang harus disediakan/diserahkan oleh Penyedia Barang kepada Pengguna Barang dan dipergunakan sebagai dasar perhitungan penawaran. 3. Harga Satuan Kecuali ditentukan lain dalam Kontrak, Harga Satuan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, harus mencakup semua kewajiban Penyedia Barang berdasarkan Kontrak serta segala hal yang diperlukan untuk pelaksanaan : Transportasi sampai ketujuan akhir di Kantor KCJ Jakarta, sebagaimana ditetapkan dalam syarat-syarat kontrak termasuk biaya umum penyedia barng dan keuntungan perusahaan. 4. Mata Uang Mata uang yang digunakan sebagai dasar perhitungan harga pada kontrak ini adalah mata uang Rupiah. BAB VII : DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN

48 B. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN PENGADAAN ALAT TULIS KANTOR TAHUN 2015 DAFTAR PERMINTAAN ATK TAHUN 2015 No. JENIS BARANG SATUAN JUMLAH HARGA JUMLAH HARGA 1 Amplop Putih No.90 Pak 1 2 Amplop Putih No.110 Pak 1 3 Amplop Putih No.104 Pak 1 4 Amplop Coklat Polos Ukuran Folio Bertali Pak 1 5 Amplop Coklat Polos Ukuran A3 Pak 1 6 Air duster Pcs 1 7 Bak Stempel No.1 Pcs 1 8 Ballpoin 4 Warna BIC Pcs 1 9 Balliner Biru Bergaris Medium Pcs 1 10 Balliner Hitam Bergaris Medium Pcs 1 11 Ballpoin Boxy Hitam Pcs 1 12 Ballpoin Faster C-600 Biru Pcs 1 13 Ballpoin Faster C-600 Hitam Pcs 1 14 Ballpoin Faster C-600 Merah Pcs 1 15 Ballpoin Kenko Rectractable Gel K-1 Black 0.5 mm Pcs 1 16 Ballpoin Kenko Rectractable Gel K-1 Biru 0.5 mm Pcs 1 17 Ballpoin Pilot BPTP Hitam Pcs 1 18 Ballpoin Pilot BPTP Biru Pcs 1 19 Ballpoin Snowman V Merah Pcs 1 20 Ballpoin Snowman V Hitam Pcs 1 21 Ballpoin Standard AE-7 Biru Pcs 1 22 Ballpoin Standard AE-7 Hitam Pcs 1 23 Ballpoin Standard AE-7 Merah Pcs 1 24 Ballpoin Standard AE-9 Biru Pcs 1 25 Ballpoin Standard AE-9 Hitam Pcs 1 26 Ballpoin Standard Tecnogrip Black Pcs 1 27 Ballpoin Zebra Sarasa 0.5 hitam Pcs 1 28 Ballpoin Zebra Sarasa 0.5 biru Pcs 1 29 Ballpoin Zebra Sarasa 0.7 Pcs 1 30 Ballpoin Rotring No. 02 Pcs 1 31 Bantex Box File F Biru Pcs 1 32 Bantex Box File F Maroon Pcs 1 33 Bantex Box File F Ungu Pcs 1 34 Bantex Box File Jumbo Ungu Pcs 1 35 Bantex Ordner F.1465 Biru Pcs 1 36 Bantex Ordner F Yellow Pcs 1 37 Bantex Ordner F Pink Pcs 1 38 Bantex Ordner F.1466 Ungu Pcs 1 39 Bantex Ordner 1593 Biru Pcs 1 40 Bantex Insert Ring Binder 8562 Pcs 1 41 Baterai Alkaline Size AA LR6 1.5V Isi 2 Set 1 42 Baterai Alkaline Size AAA LR6 1.5V Isi 2 set 1 43 Baterai ABC Besar Pcs 1 44 Binder Clip Kenko 105 Pak 1 45 Binder Clip Joyco 107 Pak 1 46 Binder Clip Joyco 111 Pak 1 47 Binder Clip Joyco 155 Pak 1 48 Binder Clip Kenko 200 Pak 1 49 Binder Clip Kenko 260 Pak 1 50 Note Book (Agenda) Pcs 1 51 Buku Ekspedisi Ukuran :11 X 32 Cm Isi : 100 lbr Pcs 1 52 Buku Ekspedisi Ukuran Folio Isi : 100 lbr Pcs 1 53 Buku SSP (Surat Setoran Pajak) Pcs 1 54 Buku Tulis Isi 48 Pcs 1 BAB VII : DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN

49 55 Card Reader All In 1, 6 Slot USB Hub Pcs 1 56 Carry File Zipper Bag 2B Pcs 1 57 Carry File Folio 3cm Biru Pcs 1 58 Casio Label Printer Tape (XR9-YW-9mm black on yellow casio tape) Pcs 1 59 Catridge Canon BCI-24 Black Pcs 1 60 Catridge Canon BCI-24 Color Pcs 1 61 Catridge Canon CL 41 Color (IP 1600) Pcs 1 62 Catridge Canon CL 830 (IP 1980) Pcs 1 63 Catridge Canon CL 831 (IP 1980) Pcs 1 64 Catridge Canon CLI-726BK Pcs 1 65 Catridge Canon CLI-726C Pcs 1 66 Catridge Canon CLI-726M Pcs 1 67 Catridge Canon CLI-726Y Pcs 1 68 Catridge Canon PGI-725PGBK Pcs 1 69 Catridge Canon PG 40 Black (IP 1600) Pcs 1 70 Catridge Canon Pixma 810 Black Pcs 1 71 Catridge Canon Pixma 811 Colour Pcs 1 72 Catridge HP 21 Black Pcs 1 73 Catridge HP 22 Color Pcs 1 74 Catridge HP 45 Black Pcs 1 75 Catridge HP 56 Black Pcs 1 76 Catridge HP 57 Pcs 1 77 Catridge HP 58 Pcs 1 78 Catridge HP 60 Black Pcs 1 79 Catridge HP 703 Black Pcs 1 80 Catridge HP 703 Colour Pcs 1 81 Catridge HP 74 Black (HP Photosmart D 5360) Pcs 1 82 Catridge HP 75 Colour (HP Photosmart D 5360) Pcs 1 83 Catridge HP 78 Warna Pcs 1 84 Catridge HP 93 Color (HP Officejet 6310 All In 1) Pcs 1 85 Cartridge HP 96 Black Pcs 1 86 Cartridge HP 97 Color Pcs 1 87 Cartridge HP 920 XL Black Pcs 1 88 Cartridge HP 920 XL Cyan Pcs 1 89 Cartridge HP 920 XL Yellow Pcs 1 90 Cartridge HP 920 XL Magenta Pcs 1 91 Cartridge HP 98 Black (HP Officejet 6310 All In 1) Pcs 1 92 Cartridge HP Deskjet 2050 No. 802 Black Pcs 1 93 Cartridge HP Deskjet 2050 No. 802 warna Pcs 1 94 Catridge HP 685 Black Ink Pcs 1 95 Catridge HP 685 Cyan Ink Pcs 1 96 Catridge HP 685 Magenta Ink Pcs 1 97 Catridge HP 685 Yellow Ink Pcs 1 98 CD R + bungkus Pcs 1 99 CD-RW Pcs DVD-RW + Tempat Pcs Clear Holder Ukuran Folio Isi 40 Lembar Pcs Cover Kertas Ukuran A4 Pak Cover Plastik Bening Ukuran A4 (Mica Film) Pak Daiichi Bussines File A4 Lusin Daiichi Bussines File F4 Lusin Devider dokumen Set Devider Bulanan Bantek No Set Devider Numeric Bantek Set Double Tape Rubber Busa Ukuran 2 Inchi Roll Double Tape Ukuran 1 cm Roll Double Tape Ukuran 2 Inchi Roll Double Tape Ukuran 1 Inchi Roll DVD R GT Pro Cone Fargo clear HDP Film 1500 print (084053) Pcs Fargo YMCK colour Ribbon 500 print (084052) Pcs Glossy Photo Paper isi 20 Pak 1 BAB VII : DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN

50 117 Gunting Besar Pcs Gunting Kecil Pcs HDD Western Digital My Passport Essential 500GB 3.0 Unit Isi Ordner Ukuran A 4/PP Pocket (Bantex Nr 8843) Pak Isi Ordner Ukuran F 4/PP Pocket (Bantex Nr 8843) Pak Isi Pensil Mekanik ukuran 2B Pak Isi Pisau Cutter L 500 Pak Isi Pisau Cutter Kecil Pak Isi Stapler No. 10 (Kecil) Dus Isi Stapler No. 3 (Sedang) Dus Isi Stapler No. 23/13 (Besar) Dus Kabel USB 1,5 Meter Pcs Kaca Pembesar (LUP yang Besar) Pcs Kalkulator 12 Digit merk citizen Unit Kalkulator 16 Digit merk citizen Unit Kemoceng Ukuran besar Pcs Kertas A3 Paper One 70 Gram Rim Kertas A4 Paper One 70 gram Rim Kertas A4 Paper One 80 Gram Rim Kertas A5 Paper One Rim Kertas F4 Paper One Rim Kertas Fax Thermal 210 mm x 30 mm Pcs Kertas Continous Form 3 Ply Dus Kertas Continous Form 2 Ply Dus Kertas Continous Form 1 Ply Dus Kertas Continous Form 4 Ply Dus Kertas Folio Bergaris Rim Kertas HVS Berwarna 60 Gr Ukuran A4 Rim Kertas Ink Jet Isi 100 Lbr Mitsubishi Pak Kertas glossy A4 Isi 20 Lbr Mitsubishi Pak Kertas Milimeter Block Set Lakban Bening 24 Milimeter Roll Lakban Bening 48 Milimeter Roll Lakban Coklat 48 Milimeter Roll Lakban Hitam 24 Milimeter Roll Lakban Hitam 48 Milimeter Roll LCD Cleaner Pcs Lem Fox Tube Lem Kertas GLUKOL Tube Lem Kertas Stick Pcs Map Daichi File A4 (Daiichi Clear Sleeves 9001) Lusin Map Daichi File F4 (Daiichi Clear Sleeves 9002 ) Lusin Map Stopmap Folio Buffalo Pak Mesin Pengharum Ruangan Unit Micro SD 16GB Pcs Mouse Pad Pcs Mouse wireles Logitech Unit Mouse Kabel Logitech Unit Name Card Holder (Bentuk Box)Huruf Abjad Pcs Name Card Holder (Bentuk Buku) Pcs Paku Warna Warni Dus Papan Tulis white board kecil + kaki (45x60cm) Pcs Paper Clip Alumunium Besar Dus Paper Clip Trigonal No.3 Dus Pembatas Dokumen Pcs Porvorator Kenko 85N (Pembolong Sedang) Pcs Porvorator Kenko 30 (Pembolong Kecil) Pcs Pembuka Stepler (model gigi tupai) Pcs Penggaris Besi 100 Cm Pcs Penggaris Besi 30 Cm Pcs Penggaris Besi 60 Cm Pcs Penggaris Plastik 30 Cm Pcs Penggaris segitiga Set 1 BAB VII : DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN

51 180 Penghapus Catridge Adler Gabriele 9009 Satelit III Pcs Penghapus Pensil Pcs Penghapus Tinta Biru Merah Pcs Penghapus Whiteboard Pcs Pensil 2B Staedler Pcs Pensil 2B Fiber Castel Pcs Pensil Mekanik Kenko Pcs Pisau Cutter L.500 (Besar) Pcs Pisau Cutter Kecil Pcs Pita Mesin Tik Brother AX 10/15 AX20 Dus Pita Mesin Tik Fullmark Brother SHARP PA 3100 SERIES Code F624 (1 Dus isi 6) Dus Pita Mesin Label Brother Model PT 7600 Pcs Pita Printer Epson LQ 2180 Original ( SO15531/ SO15086) Pak Pita Printer Epson LQ Pak Pita Printer Epson LX II Pak Pita Printer OKI Pak Pointer Biasa Pcs Pointer Logitech Pcs Pos It (Mark and Note) Warna Warni Pcs Pos It 5 Warna Ukuran Besar Pcs Pos It No. 654 (Besar) Pcs Pos It Sign Here Pcs Post It Flags 683-5CF Pcs Post It No. 656 (Sedang Panjang) Pcs Pronto Stick Notes 40x50 mm Pcs Pronto Stick Notes 50x75 mm Pcs Pronto Stick Notes 75x75 mm Pcs Rautan Pensil Besar Unit Rautan Pensil Ukuran Sedang Unit Refill Pewangi Ruangan Lemon 340 ML Kaleng Segel Lack Pelikan Pcs Selotif Dispenser Kecil M2000 Pcs Selotif Dispenser Sedang M7000 Pcs Selotip Panfix Besar diameter lingkaran 2,5cm Roll Solatip Kecil 1 Inchi Panfix Roll Solatip Kecil 1/2 Inchi Panfix diameter 7.5 Cm Roll Snel Hekter Plastik Dengan Pembolong Pack Spidol Artline Besar Biru No. 70 Pcs Spidol Artline Besar Hitam No. 70 Pcs Spidol Artline Besar Merah No. 70 Pcs Spidol Artline Kecil Biru No. 700 Pcs Spidol Artline Kecil Hitam No. 700 Pcs Spidol Artline Kecil Merah No. 700 Pcs Spidol Kecil Warna Biru Pcs Spidol Kecil Warna Hitam Pcs Spidol Kecil Warna Merah Pcs Spidol Snowman 12 Warna Set Spidol Whiteboard Biru Pcs Spidol Whiteboard Hitam Pcs Spidol Whiteboard Merah Pcs Stabillo warna Biru Joyko Pcs Stabillo warna Hijau Joyko Pcs Stabillo warna Kuning Joyko Pcs Stabillo warna Merah Muda Joyko Pcs Stabillo warna Orange Joyko Pcs Stapler Kangaro 23/10 mm Pcs Stapler No. 10 (Kecil) Pcs Stapler No. 3 (Sedang) Pcs Stationer (Tempat ATK) Pcs Stationer (Tempat ATK) joyko ds 0812 Pcs Stempel Tanggal Pcs Stempel Trodat "COPY" Pcs 1 BAB VII : DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN

52 242 Stiker (Self Adhesive Label) No. 100 Pak Stiker (Self Adhesive Label) No. 107 Pak Stiker (Self Adhesive Label) No. 121 Pak Stiker (Self Adhesive Label) No. 129 Pak Suntikan untuk isi tinta Refill Pcs Tali Rapia Gulungan Besar Pcs Tas Kamera Kecil Pcs Tinta Data Print Suntik DP 27 Pcs Tinta Epson L 200 ( Black, Yellow, Cyan, Magenta) Set Tinta Epson L355 berwarna (Black, Cyan, Magenta, Yellow) T6641 Set Tinta Epson L 800 ( Black,Cyan, Magenta, Yellow, Light Cyan, Light Magenta) Tinta infus untuk Canon MP496 refill warna hitam, Biru, Kuning botol Set 1 Set Tinta Printer Canon 328 Pcs Tinta Infus Untuk Printer Epson Warna (Yellow, Blck, Light Cyan, Light Magenta, Magenta dan Light 1 Liter Set Tinta Infus Epson L550 (Black, Magentam Yellow, cyan) Set Tinta HP Officejet J4660 All in one Black (901 Black) Pcs Tinta HP Officejet J4660 All in one Colour (901 Colour) Pcs Tinta Printer Infus (Yellow, Black, Light Cyan, Light Magenta, Magenta dan Cyan) Merk Spitzen Ink Ukuran 100 ml Set Tinta HP LaserJet P 2055 dn No. 05A Black Pcs Tinta HP 6310 Pcs Tinta Stempel Piramide Warna Biru Botol Tip-Ex Kenko Pen pcs Tip-Ex Pentel Pen pcs Tip-Ex Re-tipe pcs Tip-Ex Kertas (Correction Tape) pcs Toner Printer HP LaserJet 35A pcs Toner Printer HP LaserJet 49A Black pcs Toner Printer HP LaserJet 51A pcs Toner Printer HP LaserJet 53A (HP Laserjet P2015n) pcs Toner Printer HP LaserJet 78A (HP Laserjet Pro M1536dnf MFP pcs Toner Printer HP LaserJet 96A pcs Tray 3 Susun Elegant Tray 903 Transparan Pcs USB 4 GB Pcs USB 8 GB Pcs USB 16 GB Pcs USB 32 GB Pcs USB Bluetooth Pcs USB Hub 3 Slot Pcs USB modem wireless Pcs 1 PT/CV JUMLAH PPN 10% JUMLAH Materai, Tanda tangan dan cap perusahaan. Direktur Utama /Berdasarkan Surat Kuasa BAB VII : DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA SATUAN

PENGADAAN PENYEDIA JASA PENGAMANAN, KEBERSIHAN DAN PENGEMUDI KANTOR DI LINGKUNGAN PT. KCJ TAHUN 2014

PENGADAAN PENYEDIA JASA PENGAMANAN, KEBERSIHAN DAN PENGEMUDI KANTOR DI LINGKUNGAN PT. KCJ TAHUN 2014 DOKUMEN LELANG / RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) Nomor Dokumen: /LL/KCJ/RKS/I/2014 Tanggal : 08 Januari 2014 T 374/LL/KCJ/XI/09 PENGADAAN PENYEDIA JASA PENGAMANAN, KEBERSIHAN DAN PENGEMUDI KANTOR DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

PENGADAAN ALAT UKUR RODA KERETA

PENGADAAN ALAT UKUR RODA KERETA DOKUMEN LELANG/RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) NOMOR DOKUMEN: 2126/LL/SAR/RKS/KCJ/VI/2015 Tanggal, 30 Juni 2015 PENGADAAN ALAT UKUR RODA KERETA PT. KAI Commuter Jabodetabek Stasiun Juanda Lt. 2 Jl. Ir.

Lebih terperinci

PENGADAAN JASA KONSULTANSI PENGEMBANGAN APLIKASI SOFTWARE PENGOLAHAN DATA SDM DOKUMEN SELEKSI UMUM/ RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT)

PENGADAAN JASA KONSULTANSI PENGEMBANGAN APLIKASI SOFTWARE PENGOLAHAN DATA SDM DOKUMEN SELEKSI UMUM/ RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) DOKUMEN SELEKSI UMUM/ RKS (RENCANA KERJA DAN SYARAT) NOMOR DOKUMEN : 1519/ LL / KCJ / RKS / IX /2013 Tanggal, 12 September 2013 PENGADAAN JASA KONSULTANSI PENGEMBANGAN APLIKASI SOFTWARE PENGOLAHAN DATA

Lebih terperinci

PENGADAAN PERALATAN KANTOR, DETEKTOR UANG PALSU DAN MESIN HITUNG UANG

PENGADAAN PERALATAN KANTOR, DETEKTOR UANG PALSU DAN MESIN HITUNG UANG 4B4BDOKUMEN LELANG / RKS 5B5B(RENCANA KERJA DAN SYARAT) NOMOR Dok.: 448 / LL / KCJ / V /2010 Tanggal 25 Mei 2010 PENGADAAN PERALATAN KANTOR, DETEKTOR UANG PALSU DAN MESIN HITUNG UANG PT. KAI Commuter Jabodetabek

Lebih terperinci

DOKUMEN PEMILIHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PRAKUALIFIKASI METODE 2 (DUA) TAHAP DENGAN SISTEM NILAI KONTRAK HARGA SATUAN

DOKUMEN PEMILIHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PRAKUALIFIKASI METODE 2 (DUA) TAHAP DENGAN SISTEM NILAI KONTRAK HARGA SATUAN DOKUMEN PEMILIHAN PEKERJAAN KONSTRUKSI PRAKUALIFIKASI METODE 2 (DUA) TAHAP DENGAN SISTEM NILAI KONTRAK HARGA SATUAN i DAFTAR ISI BAB I. Undangan... 1 BAB II. Instruksi Kepada Peserta... 2 A. Umum... 2

Lebih terperinci

Pengadaan Jasa Lainnya

Pengadaan Jasa Lainnya Republik Indonesia Model Dokumen Pengadaan Nasional Pengadaan - dengan Prakualifikasi - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Edisi 2007 3 [kop surat satuan

Lebih terperinci

Nomor: 03.2/PPBJ/DP/BAWASLU/I/2015. Tanggal: 5 Januari 2015. untuk PENGADAAN TENAGA KEBERSIHAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM TAHUN 2015

Nomor: 03.2/PPBJ/DP/BAWASLU/I/2015. Tanggal: 5 Januari 2015. untuk PENGADAAN TENAGA KEBERSIHAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM TAHUN 2015 1 Pengadaan Jasa Lainnya Metode Pelelangan Sederhana dengan Pascakualifikasi DOKUMEN PENGADAAN Nomor: 03.2/PPBJ/DP/BAWASLU/I/2015 Tanggal: 5 Januari 2015 untuk PENGADAAN TENAGA KEBERSIHAN BADAN PENGAWAS

Lebih terperinci

Dokumen Pengadaan. Pengadaan Jasa Lainnya. Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi

Dokumen Pengadaan. Pengadaan Jasa Lainnya. Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi 1 Dokumen Pengadaan Pengadaan Jasa Lainnya Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara Makassar D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor: 0002/KS.1.8/PBJ.01.2.c/2012

Lebih terperinci

3. PELELANGAN UMUM PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DAN EVALUASI SISTEM NILAI DAN SISTEM PENILAIAN BIAYA SELAMA UMUR EKONOMIS

3. PELELANGAN UMUM PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DAN EVALUASI SISTEM NILAI DAN SISTEM PENILAIAN BIAYA SELAMA UMUR EKONOMIS 3. PELELANGAN UMUM PRAKUALIFIKASI METODE DUA TAHAP DAN EVALUASI SISTEM NILAI DAN SISTEM PENILAIAN BIAYA SELAMA UMUR EKONOMIS a. Pengumuman Prakualifikasi 1) ULP mengumumkan Pelelangan Umum Prakualifikasi

Lebih terperinci

LAMPIRAN II TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG HALAMAN II - 59

LAMPIRAN II TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG HALAMAN II - 59 2. PELELANGAN UMUM SECARA PRAKUALIFIKASI METODE DUA SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM NILAI DAN SISTEM PENILAIAN BIAYA SELAMA UMUR EKONOMIS a. Pengumuman Prakualifikasi 1) ULP mengumumkan Pelelangan Umum Prakualifikasi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN)

DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN) BAB I. DAFTAR ISI STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI METODE 1 (SATU) SAMPUL DAN EVALUASI SISTEM GUGUR (KONTRAK HARGA SATUAN) Pengumuman Pelelangan Umum Pascakualifikasi...1 BAB II. Instruksi

Lebih terperinci

Nomor : 517/K3/LK/2012. Tanggal: 28 Juni 2012. untuk PENGADAAN ALAT PENGOLAHAN DATA KANTOR KOPERTIS WILAYAH III KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Nomor : 517/K3/LK/2012. Tanggal: 28 Juni 2012. untuk PENGADAAN ALAT PENGOLAHAN DATA KANTOR KOPERTIS WILAYAH III KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 1 DOKUMEN PENGADAAN Nomor : 517/K3/LK/2012 Tanggal: 28 Juni 2012 untuk PENGADAAN ALAT PENGOLAHAN DATA KANTOR KOPERTIS WILAYAH III KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 67 TAHUN 2005 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN

Lebih terperinci

Ketentuan & Tahapan Pengadaan Metode Lelang/Seleksi Umum

Ketentuan & Tahapan Pengadaan Metode Lelang/Seleksi Umum Ketentuan & Tahapan Pengadaan Metode Lelang/Seleksi Umum A. TERM OF REFERENCE (TOR) TOR menjadi pedoman dalam setiap pengadaan barang dan jasa dengan metode Lelang / Seleksi Umum yang antara lain memuat

Lebih terperinci

Pengadaan. Jasa Lainnya. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Pengadaan. Jasa Lainnya. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia Pengadaan - Metoda Pengadaan Langsung - [Untuk yang menggunakan Surat Perintah Kerja (SPK)] Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah D O K U M E N P E N G A D A A N Nomor:

Lebih terperinci

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DOKUMEN PENGADAAN Nomor: 01/DL-PSPDL/07/2012 Tanggal: 06 Juli 2012 untuk Pengadaan BAHAN LABORATORIUM PASSIVE SAMPLER PANITIA PENGADAAN BARANG DAN JASA Pusat Sarana Pengendalian

Lebih terperinci

Ketentuan & Tahapan Pengadaan Metode Pemilihan /Seleksi Langsung

Ketentuan & Tahapan Pengadaan Metode Pemilihan /Seleksi Langsung Ketentuan & Tahapan Pengadaan Metode Pemilihan /Seleksi Langsung A. TERM OF REFERENCE (TOR) TOR menjadi pedoman dalam setiap pengadaan barang dan jasa dengan metode pemilihan langsung atau seleksi langsung

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENYELENGGARAAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI BADAN USAHA

FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI BADAN USAHA FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI BADAN USAHA Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : [nama wakil sah jika badan usaha] Jabatan : [diisi sesuai jabatan dalam akte notaris] Bertindak

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PENYELENGGARAAN JASA KONSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa jasa konstruksi mempunyai peran strategis dalam pembangunan

Lebih terperinci

DOKUMEN PRAKUALIFIKASI Collective Number S15LL0001A

DOKUMEN PRAKUALIFIKASI Collective Number S15LL0001A DOKUMEN PRAKUALIFIKASI Collective Number S15LL0001A PENGOPERASIAN DAN PEMELIHARAAN 2 (DUA) UNIT GAS ENGINE CATERPILLAR G3516 DAN COMPRESSOR DRESSER RAND 2HOS DI PONDOK TENGAH PT PERTAMINA GAS WESTERN JAVA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK DINAS PENDIDIKAN PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA Jln. Arif Rahman hakim No. 2 Telp.(031) 3981315, Fax (031) 3978404 Website : http://dispendik.gresik.go.id, Email : dispendik@gresik.go.id

Lebih terperinci

BAB II PROSES PENGADAAN BARANG/JASA YANG MEMERLUKAN PENYEDIA BARANG/JASA

BAB II PROSES PENGADAAN BARANG/JASA YANG MEMERLUKAN PENYEDIA BARANG/JASA BAB II PROSES PENGADAAN BARANG/JASA YANG MEMERLUKAN PENYEDIA BARANG/JASA A. Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemborongan/Jasa Lainnya Dalam proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemborongan/jasa lainnya

Lebih terperinci

STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI (PELELANGAN UMUM/PEMILIHAN LANGSUNG) PASCAKUALIFIKASI, SATU SAMPUL, SISTEM GUGUR, KONTRAK HARGA SATUAN

STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI (PELELANGAN UMUM/PEMILIHAN LANGSUNG) PASCAKUALIFIKASI, SATU SAMPUL, SISTEM GUGUR, KONTRAK HARGA SATUAN BUKU PK 01 HS : STANDAR DOKUMEN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI (PELELANGAN UMUM/PEMILIHAN LANGSUNG) PASCAKUALIFIKASI, SATU SAMPUL, SISTEM GUGUR, KONTRAK HARGA SATUAN DAFTAR ISI BAB I............ 1 UMUM............

Lebih terperinci

DAFTAR ISI LAMPIRAN II TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG

DAFTAR ISI LAMPIRAN II TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG DAFTAR ISI LAMPIRAN II TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA BARANG BAGIAN HALAMAN A. PERSIAPAN PEMILIHAN PENYEDIA BARANG 1 1. Rencana Umum Pengadaan 1 2. Pengkajian Ulang Rencana Umum Pengadaan 1 3. Penyusunan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA KONSULTAN PENGEMBANGAN SISTEM GOVERNANCE DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL

RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA KONSULTAN PENGEMBANGAN SISTEM GOVERNANCE DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA KONSULTAN PENGEMBANGAN SISTEM GOVERNANCE DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL TAHUN

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DOKUMEN RAHASIA KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DALAM RANGKA PELAKSANAAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) / RIGHTS ISSUE PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK JAKARTA,

Lebih terperinci

PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk

PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk PERSYARATAN UMUM PENGADAAN BARANG & JASA eprocurement PT. Bukit Asam (Persero) Tbk I. Pengertian 1. Aanwijzing adalah pemberian penjelasan kepada Peserta Pengadaan Barang dan Jasa mengenai Rencana Kerja

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 80 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 80 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 80 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa agar pengadaan barang/jasa pemerintah

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA

RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PERWAKILAN PROVINSI SUMATERA UTARA RANCANGAN PERATURAN KEPALA DAERAH tentang TATA CARA PENGADAAN BARANG/JASA DI DESA BIDANG AKUNTABILITAS PEMERINTAH DAERAH (APD)

Lebih terperinci

PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy

PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy PERJANJIAN TENTANG REKENING EFEK Nomor: SP- /RE/KSEI/mmyy Perjanjian ini dibuat pada hari ini, , tanggal , bulan tahun (dd-mm-yyyy), antara: PT Kustodian Sentral Efek Indonesia,

Lebih terperinci

Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya 1. Sistem Gugur 2. Sistem Nilai 3. Biaya Selama Umum Ekonomis

Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa lainnya 1. Sistem Gugur 2. Sistem Nilai 3. Biaya Selama Umum Ekonomis EVALUASI PENAWARAN DALAM PROSES PEMILIHAN PENYEDIA BARANG/JASA PEMERINTAH Oleh : Abu Sopian Balai Diklat Keuangan Palembang Hal yang paling berpengaruh dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa pemerintah

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS TATA CARA KERJA SAMA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS TATA CARA KERJA SAMA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG PETUNJUK TEKNIS TATA CARA KERJA SAMA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

Bagian I. Persyaratan Umum

Bagian I. Persyaratan Umum RENCANAA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PT. PEMBANGKITAN JAWA BALI UNIT PEMBANGKITAN MUARA KARANG JL. PLUIT UTARA NO 2A JAKARTA NAMA PENGADAAN NOMOR RKS NOMOR PP TANGGAL : DIGITAL INDICATING CONTROLLER

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 13/PRT/M/2010 TENTANG PEDOMAN PENGADAAN PENGUSAHAAN JALAN TOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 13/PRT/M/2010 TENTANG PEDOMAN PENGADAAN PENGUSAHAAN JALAN TOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 13/PRT/M/2010 TENTANG PEDOMAN PENGADAAN PENGUSAHAAN JALAN TOL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERSYARATAN KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA PEMERINTAH Oleh : Abu Sopian, S.H., M.M. Widyaiswara Madya Balai Diklat Keuangan Palembang

PERSYARATAN KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA PEMERINTAH Oleh : Abu Sopian, S.H., M.M. Widyaiswara Madya Balai Diklat Keuangan Palembang PERSYARATAN KUALIFIKASI PENYEDIA BARANG/JASA PEMERINTAH Oleh : Abu Sopian, S.H., M.M. Widyaiswara Madya Balai Diklat Keuangan Palembang Persyaratan kualifikaasi penyedia barang dan jasa pemerintah telah

Lebih terperinci

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 32/M-DAG/PER/8/2008 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN USAHA PERDAGANGAN DENGAN SISTEM PENJUALAN LANGSUNG DENGAN

Lebih terperinci

PERJANJIAN PEMBUKAAN REKENING EFEK

PERJANJIAN PEMBUKAAN REKENING EFEK Pada hari ini, hari... tanggal... di Jakarta, telah dibuat Perjanjian Pembukaan Rekening Efek, oleh dan antara : 1. PT Primasia Securities, dalam hal ini diwakili oleh Heliodorus Sungguhria, dalam jabatannya

Lebih terperinci

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA CATERING DI LEMHANNAS RI TAHUN ANGGARAN 2012

RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA CATERING DI LEMHANNAS RI TAHUN ANGGARAN 2012 RENCANA KERJA DAN SYARAT (RKS) PENGADAAN JASA CATERING DI LEMHANNAS RI TAHUN ANGGARAN 2012 NOMOR : RKS / 21 / XII / 2011/ CTR Tanggal 20 Desember 2011 BAB I SYARAT UMUM Pasal 1 DASAR HUKUM Tatacara Pekerjaan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78/PMK.06/2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PEMANFAATAN BARANG MILIK NEGARA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78/PMK.06/2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PEMANFAATAN BARANG MILIK NEGARA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78/PMK.06/2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PEMANFAATAN BARANG MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BENTUK FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN BELANJA LANGSUNG DAN PENGADAAN BARANG/JASA

BENTUK FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN BELANJA LANGSUNG DAN PENGADAAN BARANG/JASA 6 BENTUK FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN BELANJA LANGSUNG DAN PENGADAAN BARANG/JASA A. FORMULIR YANG DIGUNAKAN DALAM RANGKA PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA DENGAN NILAI SAMPAI DENGAN

Lebih terperinci

BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN PEKERJAAN

BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN PEKERJAAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL INSTITUT PERTANIAN BOGOR Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 Telepon (0251) 8622642 Pes. 154/157, Fax. (0251) 8622713 BERITA ACARA RAPAT PENJELASAN PEKERJAAN Nomor : 13/I3.24.4/PanPB/BAPP/ME_PHKI_APBNP/2010

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN SERTIFIKASI REKANAN (PENYEDIA BARANG DAN JASA) DI TOTAL E&P INDONESIE (TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN)

PETUNJUK PELAKSANAAN SERTIFIKASI REKANAN (PENYEDIA BARANG DAN JASA) DI TOTAL E&P INDONESIE (TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN) PETUNJUK PELAKSANAAN SERTIFIKASI REKANAN (PENYEDIA BARANG DAN JASA) DI TOTAL E&P INDONESIE (TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN) Mengacu kepada Pedoman Tata Kerja BP MIGAS No. 007-REVISI-1/PTK/IX/2009 tentang

Lebih terperinci

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SUSUNAN DALAM SATU NASKAH DARI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH TERAKHIR DENGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

402. PERSYARATAN KEANGGOTAAN BURSA BERDASARKAN KATEGORI

402. PERSYARATAN KEANGGOTAAN BURSA BERDASARKAN KATEGORI BAB IV KEANGGOTAAN BURSA 400. UMUM 1. Setiap Pihak dapat mengajukan permohonan keanggotaan Bursa dengan mengisi formulir pendaftaran, dan memenuhi persyaratan keanggotaan, persyaratan keuangan, serta persyaratan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) WALIKOTA DENPASAR,

PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) WALIKOTA DENPASAR, PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) WALIKOTA DENPASAR, Menimbang : a. bahwa sebagai tindak lanjut dari amanat Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999

Lebih terperinci

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Menteri Perdagangan Republik Indonesia PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 33/M-DAG/PER/8/2008 TENTANG PERUSAHAAN PERANTARA PERDAGANGAN PROPERTI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

bermitra berikut: Nama paket PROJECT (CP-16) 2. Persyaratan a. Bidang (23009) perawatannya Geothermal (23007) atau Rekayasa) Minyak, Gas dan Pemberian

bermitra berikut: Nama paket PROJECT (CP-16) 2. Persyaratan a. Bidang (23009) perawatannya Geothermal (23007) atau Rekayasa) Minyak, Gas dan Pemberian REVISI PENGUMUMAN PELELANGAN No. 007000.Peng/LG.01.00/KP4-PMO/2015 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Program Management Office Infrastruktur (PMO Infrastruktur) dalam rangka Pengadaan Barang/Jasa

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan perekonomian nasional bertujuan

Lebih terperinci

Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perseorangan

Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perseorangan Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi Perseorangan PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI DAN JASA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 17/PMK.01/2008 TENTANG JASA AKUNTAN PUBLIK MENTERI KEUANGAN,

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 17/PMK.01/2008 TENTANG JASA AKUNTAN PUBLIK MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR: 17/PMK.01/2008 TENTANG JASA AKUNTAN PUBLIK MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa sejalan dengan tujuan Pemerintah dalam rangka mendukung perekonomian yang sehat dan efisien,

Lebih terperinci

BAB VII SYARAT-SYARAT TEKNIS DAN ADMINISTRASI

BAB VII SYARAT-SYARAT TEKNIS DAN ADMINISTRASI 173 BAB VII SYARAT-SYARAT TEKNIS DAN ADMINISTRASI BAB 1 SYARAT - SYARAT UMUM Pasal 1 PERATURAN UMUM 1. Keppres RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang / Jasa Instansi Pemerintah,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

SUSUNAN DALAM SATU NASKAH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN

SUSUNAN DALAM SATU NASKAH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN SUSUNAN DALAM SATU NASKAH UNDANG-UNDANG PERPAJAKAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DIREKTORAT PENYULUHAN PELAYANAN DAN HUBUNGAN MASYARAKAT KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Assalamualaikum

Lebih terperinci

BUKU STANDAR DB 01.B GABUNGAN LS DAN HS

BUKU STANDAR DB 01.B GABUNGAN LS DAN HS Lampiran III Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 19/PRT/M/2015 tentang Standar Dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Terintegrasi Rancang Dan Bangun (Design And Build) BUKU

Lebih terperinci

BAB 1 KETENTUAN UMUM

BAB 1 KETENTUAN UMUM BAB 1 KETENTUAN UMUM 1.1. Definisi Kecuali diberikan pengertian secara khusus, maka semua kata dan atau istilah dalam peraturan ini mempunyai pengertian yang sama sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK

PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK I. KETENTUAN UMUM II. 1. Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2004 TENTANG PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1999 TENTANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa perekonomian nasional yang diselenggarakan

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM

SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM DP.01.07 SYARAT DAN ATURAN AKREDITASI LABORATORIUM Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV, Lt. 4 Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa di dalam era perdagangan global, sejalan dengan konvensi-konvensi

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN KERJA PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TAHAP II KANTOR PENGADILAN AGAMA MUARA BULIAN

SURAT PERJANJIAN KERJA PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TAHAP II KANTOR PENGADILAN AGAMA MUARA BULIAN SURAT PERJANJIAN KERJA PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR TAHAP II KANTOR PENGADILAN AGAMA MUARA BULIAN Nomor : W5-A2/ /PL.01/V/2012 Tanggal : 16 Mei 2011 Pada hari ini, Rabu tanggal enam belas bulan

Lebih terperinci

TATA CARA PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA DENGAN CARA SWAKELOLA, PENUNJUKAN LANGSUNG DAN PEMILIHAN LANGSUNG

TATA CARA PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA DENGAN CARA SWAKELOLA, PENUNJUKAN LANGSUNG DAN PEMILIHAN LANGSUNG LAMPIRAN III : Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan R.I Nomor: PER.11/MEN/2008 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan TATA CARA PELAKSANAAN

Lebih terperinci

SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN

SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN SURAT PERJANJIAN KERJA ANTARA CV. WADITRA REKA CIPTA DENGAN HERO YUDO MARTONO TENTANG PEMBUATAN APLIKASI INTEROPERABILITAS INTER-DEPARTEMEN Nomor: Pada hari Kamis, tanggal Satu bulan April tahun Dua Ribu

Lebih terperinci

8. SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL

8. SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL 8. SELEKSI GAGAL DAN TINDAK LANJUT SELEKSI GAGAL a. Seleksi Gagal 1) Kelompok Kerja ULP menyatakan Seleksi gagal, apabila: a) jumlah peserta yang lulus kualifikasi pada proses prakualifikasi kurang dari

Lebih terperinci

Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya

Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi : Account Representative Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya Undang-Undang KUP dan Peraturan Pelaksanaannya KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT

Lebih terperinci

Kegiatan : Pengadaan Komputer

Kegiatan : Pengadaan Komputer ADENDUM PENGADAAN Nomor: 027/PAN-SETDA/2011/16 Tanggal: 12 Agustus 2011 UNTUK Kegiatan : Pengadaan Komputer Pekerjaan : Pengadaan Proyektor Panitia Pengadaan Barang/Jasa Pada Sekretariat daerah Kab. Kuantan

Lebih terperinci

PENGADAAN LANGSUNG BOLEH DILAKSANAKAN OLEH PENYEDIA YANG TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN oleh: Abu Sopian, S.H., M.M. Balai Diklat Keuangan Pelembang

PENGADAAN LANGSUNG BOLEH DILAKSANAKAN OLEH PENYEDIA YANG TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN oleh: Abu Sopian, S.H., M.M. Balai Diklat Keuangan Pelembang PENGADAAN LANGSUNG BOLEH DILAKSANAKAN OLEH PENYEDIA YANG TIDAK MEMENUHI PERSYARATAN oleh: Abu Sopian, S.H., M.M. Balai Diklat Keuangan Pelembang Kata Kunci Perencanaan pengadaan, Pelaksanaan pengadaan,

Lebih terperinci

DAFTAR ISI LAMPIRAN IV-A TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI BERBENTUK BADAN USAHA

DAFTAR ISI LAMPIRAN IV-A TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI BERBENTUK BADAN USAHA DAFTAR ISI LAMPIRAN IV-A TATA CARA PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI BERBENTUK BADAN USAHA BAGIAN HALAMAN A. PERSIAPAN PEMILIHAN PENYEDIA JASA KONSULTANSI 1 1. Rencana Umum Pengadaan 1 2. Pengkajian

Lebih terperinci

Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral

Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral Bab 1 : Ketentuan Umum... 1 1.1 Definisi... 1 1.2 Layanan Jasa... 4 1.3 Peraturan dan Prosedur Operasional Layanan Jasa... 5 1.4 Tempat dan Waktu Layanan Jasa...

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PP. No. : 45 Tahun 1995 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG

Lebih terperinci

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia)

SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) SCHOTT Igar Glass Syarat dan Ketentuan Pembelian Barang (versi Bahasa Indonesia) Syarat dan ketentuan pembelian barang ini akan mencakup semua barang dan jasa yang disediakan oleh PT. SCHOTT IGAR GLASS

Lebih terperinci

R I S A L A H L E L A N G D O K U M E N P E N G A D A A N

R I S A L A H L E L A N G D O K U M E N P E N G A D A A N R I S A L A H L E L A N G D O K U M E N P E N G A D A A N Untuk Pengadaan Jasa Konstruksi Pembangunan Kantor Pengadilan Agama Amurang Tahap II ( Kontrak Harga Satuan ) KELOMPOK KERJA ULP PENGADAAN BARANG

Lebih terperinci

KONTRAK PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN/RENOVASI RUMAH TINGGAL. Pada hari ini,., tanggal.. kami yang bertanda tangan di bawah ini : :..

KONTRAK PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN/RENOVASI RUMAH TINGGAL. Pada hari ini,., tanggal.. kami yang bertanda tangan di bawah ini : :.. KONTRAK PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN/RENOVASI RUMAH TINGGAL Pada hari ini,., tanggal.. kami yang bertanda tangan di bawah ini : Nama Alamat No. /HP No. KTP :...... Dan; Dalam hal ini bertindak sebagai

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2012 TENTANG PERUSAHAAN UMUM (PERUM) PERCETAKAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak

Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Pedoman Tata Cara Pengadaan dan Evaluasi Penawaran Pengadaan Pekerjaan Konstruksi Prakualifikasi Metode Dua Tahap dan Evaluasi Sistem Nilai Kontrak Lump Sum PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011

Lebih terperinci

Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump

Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Pedoman Tata Cara Seleksi dan Evaluasi Penawaran Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas Kontrak Lump Sum PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER- 50/BC/2011 TENTANG

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER- 50/BC/2011 TENTANG KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR PER- 50/BC/2011 TENTANG GUDANG BERIKAT DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI, Menimbang

Lebih terperinci

PENGUMUMAN SELEKSI UMUM DENGAN PRAKUALIFIKASI Nomor : 013.Pm/612/SPA-1/2015

PENGUMUMAN SELEKSI UMUM DENGAN PRAKUALIFIKASI Nomor : 013.Pm/612/SPA-1/2015 PT PEMBANGKITAN JAWA-BALI KANTOR PUSAT Jl. Ketintang Baru No. 11 Surabaya, Telp 031-8283180, Fax 031-8294464 Panitia Pengadaan Barang/Jasa PT PJB mengundang penyedia barang/jasa untuk mengikuti Seleksi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UU R.I No.8/1995 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional

Lebih terperinci

No.14/15/DPM Jakarta, 10 Mei 2012 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA

No.14/15/DPM Jakarta, 10 Mei 2012 S U R A T E D A R A N. Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA No.14/15/DPM Jakarta, 10 Mei 2012 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA PEDAGANG VALUTA ASING BUKAN BANK DI INDONESIA Perihal : Perizinan, Pengawasan, Pelaporan, dan Pengenaan Sanksi Bagi Pedagang Valuta

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a.

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH MODUL DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI (DTSS) PENGADAAN BARANG/JASA MATA PELAJARAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH OLEH Drs. M. Arifin Djasoerah DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut:

Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut: SYARAT & KETENTUAN Safe Deposit Box A. DEFINISI Setiap istilah di bawah ini, kecuali dengan tegas ditentukan lain dalam Syarat dan Ketentuan ini mempunyai arti dan pengertian sebagai berikut: 1. Anak Kunci

Lebih terperinci

CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB)

CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB) CONTOH SURAT PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI TANAH DAN BANGUNAN (SPPJB) Pada hari ini ( ) tanggal [( ) ( tanggal dalam huruf )] ( bulan dalam huruf ) tahun [( ) ( tahun dalam huruf )], kami yang bertanda

Lebih terperinci

LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM. Untuk

LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM. Untuk LAMPIRAN F7 PERJANJIAN KONSORSIUM Untuk IKUT SERTA DALAM LELANG DAN PELAKSANAAN PEKERJAAN. Perjanjian Konsorsium untuk Pelaksanaan Pekerjaan 18 ( PERJANJIAN KONSORSIUM ) ini dibuat dan ditandatangani pada

Lebih terperinci

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk DAFTAR ISI Halaman Pasal 1 Nama dan Tempat Kedudukan... 1 Pasal 2 Jangka

Lebih terperinci

TENTANG JASA PENILAI PUBLIK MENTERI KEUANGAN,

TENTANG JASA PENILAI PUBLIK MENTERI KEUANGAN, SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 125/PMK.01/2008 TENTANG JASA PENILAI PUBLIK MENTERI KEUANGAN, Menimbang : a. bahwa sejalan dengan tujuan Pemerintah dalam rangka mendukung perekonomian yang sehat

Lebih terperinci

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap.

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap. DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN Anggaran Dasar Lama NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan terbatas ini

Lebih terperinci

Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum

Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum Standar Dokumen Pengadaan Jasa Konsultansi (Badan Usaha) Prakualifikasi Metode Dua Sampul dan Evaluasi Kualitas dan Biaya Kontrak Lump Sum PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 07/PRT/M/2011 TENTANG

Lebih terperinci

9. Efektifitas pelaksanaan pengadaan hanya diukur dari kesesuaian hasil pengadaan dengan keperluan (B / S)

9. Efektifitas pelaksanaan pengadaan hanya diukur dari kesesuaian hasil pengadaan dengan keperluan (B / S) 1. Pengadaan pembangunan jembatan darurat yang putus akibat bencana alam dengan nilairp. 250 juta dapat dilakukan penunjukan langsung (B / S) BENAR (B) PL (Penunjukan Langsung) dapat dilaksanakan yang

Lebih terperinci

Alur Proses Perizinan dan Dokumen Persyaratan untuk Izin Baru

Alur Proses Perizinan dan Dokumen Persyaratan untuk Izin Baru Lampiran 1a Peraturan Menteri Nomor : 04 /PRT/M/2011 Alur Proses Perizinan dan Dokumen Persyaratan untuk Izin Baru 1. Formulir Permohonan Izin yang telah diisi. 2. Akta pendirian Badan Usaha Jasa Konstruksi

Lebih terperinci

TATA CARA PENYUSUNAN KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA BAB I PENYUSUNAN KONTRAK

TATA CARA PENYUSUNAN KONTRAK PENGADAAN BARANG/JASA BAB I PENYUSUNAN KONTRAK LAMPIRAN IV : Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan R.I Nomor PER.11/MEN/2008 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan TATA CARA PENYUSUNAN

Lebih terperinci