BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV ANALISIS PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK AKHLAQUL KARIMAH PADA REMAJA DI DUSUN KAUMAN PETARUKAN PEMALANG

BAB I PENDAHULUAN. Sungguh, al-quran ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus... (Q.S. Al-Israa /17: 9) 2

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan nasional, dalam undang-undang No. 20 Tahun 2003, pasal 37

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. keadaan sementara seseorang seperti kelelhahan atau disebabkan obatobatan,

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan Pelaksanaannya (Bandung: Citra Umbara, 2010), h. 6.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Manusia merupakan makhluk sosial yang senantiasa saling

BAB I PENDAHULUAN. Satuan Pendidikan ( KTSP ) tahun 2006 dinyatakan sebagai upaya membina

BAB I PENDAHULUAN. Qur an sendiri menganjurkan supaya manusia memperdalam berbagai bidang

BAB 1 PENDAHULUAN. Qur an Melalui Pendekatan Historis-Metodologis, ( Semarang: RaSAIL, 2005), hlm

BAB IV ANALISIS PENDIDIKAN AKHLAK ANAK DALAM KELUARGA NELAYAN DI DESA PECAKARAN KEC.WONOKERTO KAB. PEKALONGAN

BAB I PENDAHULUAN. pengajaran, kegiatan belajar mengajar, metode dan alat bantu mengajar. pembelajaran.

BAB I PENDAHULUAN. belum lagi ditemukan pada saat arus globalisasi dan Era pasar bebas terus

BAB I PENDAHULUAN. Guru dan siswa dalam dunia pendidikan merupakan dua komponen penting,

BAB I PENDAHULUAN. bahwa masyarakat dunia semakin dinamis dan komplek dikarenakan adanya. saling tukar menukar informasi dengan cepat.

BAB IV ANALISIS KEBIJAKAN PEMERINTAH KELURAHAN SAMPANGAN KOTA PEKALONGAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LEMBAGA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

BAB I PENDAHULUAN. mengarungi kehidupan untuk menuju perjalanan ke akhirat. bukan hanya produk akhir namun juga kualitas jiwa yang berproses.

BAB I PENDAHULUAN. Taqwa, (Yogyakarta: Teras, 2012), hlm. 1. Nasional, (Jakarta: Sinar Grafika, 2011), hlm. 7.

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan agama anak di sekolah. Hal ini sesuai dengan pemikiran jalaluddin

BAB I PENDAHULUAN. jawab. Masa remaja ditandai dengan pengalaman-pengalaman baru. indah dan tanda tanya (Basri, 1995:4).

BAB IV ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM NOVEL NAK, MAAFKAN IBU TAK MAMPU MENYEKOLAHKANMU KARYA WIWID PRASETYO

BAB I PENDAHULUAN. sebuah masyarakat adalah aqidah, khususnya aqidah Islam. Maka tugas

BAB IV ANALISIS PERSEPSI REMAJA TERHADAP URGENSI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KELUARGA DI DESA PEGUNDAN KECAMATAN PETARUKAN KABUPATEN PEMALANG

BAB I PENDAHULUAN. di antara makluk-nya yang lain. Allah memberi banyak kelebihan kepada

BAB I PENDAHULUAN. sangat penting karena ia ikut menentukan corak dan bentuk amal dalam kehidupan manusia,

BAB I PENDAHULUAN. hlm Syaiful Sagala, Administrasi Pendidikan Kontemporer, Alfabeta, Bandung : 2005, hlm.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. maupun di akhirat. Dengan pendidikan seseorang akan memperoleh bekal

BAB I PENDAHULUAN. terutama generasi muda sebagai pemegang estafet perjuangan untuk mengisi

BAB I PENDAHULUAN. yang juga memiliki kedudukan yang sangat penting. Akhlak merupakan buah

BAB IV ANALISA DATA. menguntungkan. Dimanapun dan kapanpun manusia itu menjalani proses

BAB I PENDAHULUAN. religiusitas dalam kehidupan manusia. Temuan-temuan empiric dan

BAB I PENDAHULUAN. Kode etik adalah norma-norma yang mengatur tingkah laku seseorang

BAB V PEMBAHASAN. 1. Perencanaan pembelajaran PAI dalam meningkatkan kesadaran. meningkatkan kesadaran beribadah siswa di ke dua SMP tersebut yaitu

BAB I PENDAHULUAN. masa remaja hanya satu kali dalam kehidupan, jika seorang remaja merasa

BAB I PENDAHULUAN. Bintang, hlm Zakiah Daradjat, Ilmu Jiwa Agama, cet-17; Jakarta, PT Bulan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan agama merupakan salah satu bidang studi yang. dimasukkan dalam setiap kurikulum formal dan tingkat dasar hingga

BAB I PENDAHULUAN. Remaja merupakan satu unsur generasi muda yang menjadi titik tumpu

BAB I PENDAHULUAN. Agama Islam merupakan agama yang membawa kesejahteraan, kedamaian,

BAB IV ANALISIS UPAYA REMAJA DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KEAGAMAAN MELALUI KEGIATAN SHALAWAT JAM IYYAH SIMTUDURAR DI DESA JREBENGKEMBANG KECAMATAN

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu upaya mewariskan

KONSEP ANAK DALAM ISLAM

BAB I PENDAHULUAN. (bacalah) yang tertera dalam surat al- Alaq ayat 1-5. manusia dari segumpal darah melalui proses yang telah ditetapkan oleh Allah

BAB I PENDAHULUAN. mengantar seseorang untuk meraih kesejahteraan yang didambakan baik di dunia. dan keterampilan yang berguna dalam menjalani hidup.

BAB I PENDAHULUAN. Manna Khalil al-qattan, Studi Ilmu-Ilmu Qur an, Litera AntarNusa : Bogor, 2001, hlm

Bulan Penuh Rahmat itu Telah Meninggalkan Kita. Written by Mudjia Rahardjo Friday, 15 November :41 -

Pendukung dan Penghalang dari Taubat

BAB I PENDAHULUAN. bangsa diantaranya yang paling meresahkan adalah penyalahgunaan. narkoba dan bahkan sampai menjerumus kepada seks bebas.

BAB I PENDAHULUAN. Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005), hlm

BAB I PENDAHULUAN. Allah swt menganugerahi akal. Dan hal tersebut tidak dimiliki oleh makhluk lain.

BAB I PENDAHULUAN. dikenang sepanjang masa, sejarah akan menulis dikemudian hari. Di sekolahsekolah. pelajaran umum maupun mata pelajaran khusus.

BAB I PENDAHULUAN WIB.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas

BAB I PENDAHULUAN. dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Dengan melaksanakan shalat,

BAB I PENDAHULUAN. maju mundurnya suatu bangsa terletak pada baik tidaknya karakter dan akhlak

Berpegang Teguh dengan Alquran dan Sunnah

BAB I PENDAHULUAN. pembelajaran yang diharapkan. Metode pembelajaran merupakan cara yang

BAB V PENUTUP. dalam penelitian novel Saya Mujahid Bukan Teroris karya Muhammad B.

Cahaya di Wajah Orang-Orang Yang Memahami Ilmu Agama

BAB I PENDAHULUAN. membimbing, melatih, mengajar dan menanamkan nilai-nilai serta dasar-dasar

BAB I PENDAHULUAN. Penanaman keagamaan terhadap anak melalui pembelajaran Al-Qur an

BAB III PENANAMAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI LINGKUNGAN KELUARGA. 1. Letak Georgafis Desa Tahunan Baru, Tegalombo, Pacitan

Sambutan Presiden RI pada Peringatan Nuzulul Quran 1430 H, Senin, 07 September 2009

Motivasi Agar Istiqomah

BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana diterangkan dalam firman Allah Subhanahu wata`ala, di dalam. Al-Quran surat Luqman ayat: 14 sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian

BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. dengan melalui wahyu Allah yang disampaikan oleh Malaikat jibril. Islam itu

BAB I PENDAHULUAN. menjamin kesejahteraan hidup material dan spiritual, dunia, dan ukhrawi. Agama Islam yaitu agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW

Islam adalah satu-satunya agama yang haq dan diridhoi Alloh SWT yang. disampaikan melalui nabi Muhammad SAW kepada seluruh umat manusia agar

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1 Sudarwan Danim, Pengantar Kependidikan Landasan, Teori, dan 234 Metafora

BAB I PENDAHULUAN. sampai mencapai kedewasaan masing-masing adalah pendidikan. Pengalaman

BAB IV ANALISIS PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DALAM MENINGKATKAN MORAL KLIEN ANAK DI BALAI PEMASYARAKATAN KLAS I SEMARANG A.

BAGI ORANG MUSLIM, SHOLAT SEBAGAI KEWAJIBAN ATAUKAH KEBUTUHAN?

Menyambut Keagungan Ramadhan. Written by Friday, 06 August :30

BUPATI BENGKALIS SAMBUTAN BUPATI BENGKALIS PADA PEMBUKAAN MTQ KEC. SIAK KECIL KE-13 TAHUN 2017 LUBUK MUDA, 9 MEI 2017

BAB I PENDAHULUAN. berakhlak mulia, guna menciptakan manusia yang bertaqwa dan menjadi seorang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Penelitian dan Penegasan Judul

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Ia dan alam semesta terjadi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. membawa kemaslahatan bagi umat manusia (rahmat lil alamin), baik di dunia

Mendidik Anak Menuju Surga. Ust. H. Ahmad Yani, Lc. MA. Tugas Mendidik Generasi Unggulan

BAB I PENDAHULUAN. Agama merupakan salah satu sarana pokok dalam ikut serta. dalam pembangunan mental, karena agama memberikan pedoman dan

BAB I PENDAHULUAN. Sebaik-baik pakaian adalah pakaian takwa. (Q.S. Al- A raf/7: 26). 2

BAB I PENDAHULUAN Gambar 1.1 Persentase Penduduk Miskin di Kota Bandung Tahun Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

BUPATI BURU. Bismilahirahmanirahim Assalamualaikum Wr. Wb dan salam sejahtera

MENGIKUTI HAWA NAFSU

BAB I PENDAHULUAN. Islam yang akan menjadikan pendidikan berkualitas, individu-individu yang

BAB IV ANALISIS PEMBIASAAN BERIBADAH SHOLAT BERJAMA AH DALAM MEMBINA PERILAKU KEAGAMAAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 PEKALONGAN

Takwa dan Keutamaannya

BAB I PENDAHULUAN Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2009, hlm. 1.

BAB V PEMBAHASAN. yang ada dalam kenyataan sosial yang ada. Berkaitan dengan judul skripsi ini,

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB I PENDAHULUAN. manusia (SDM) yang berdaya tahan kuat dan perilaku yang handal. Kualitas. oleh sumber daya alamnya saja, melainkan SDM-nya juga.

Ceramah Ramadhan 1433 H/2012 M Keutamaan Puasa

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Allah SWT sebagai Sang Pencipta alam semesta sekaligus Pencipta manusia, dalam menciptakan umat manusia tidaklah dilepas begitu saja, melainkan dibekali buku petunjuk yaitu al- Qur an yang mengatur bagaimana seharusnya manusia meniti kehidupan di dunia ini sesuai dengan yang Dia kehendaki. Al-Qur an merupakan sumber utama ajaran Islam dan pedoman hidup bagi setiap muslim agar bisa selamat di dunia maupun di akhirat. Salah satu yang sangat dibanggakan umat Islam dari dahulu hingga saat ini adalah keontentikan al-qur an yang merupakan warisan Islam terpenting, paling berharga dan bagi orang yang membacanya akan mendapatkan pahala ibadah. Al-Qur an bukan sekedar memuat petunjuk tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya, serta manusia dengan alam sekitarnya. Setiap muslim yakin bahwa membaca al-qur an saja, sudah termasuk amal yang sangat mulia dan akan mendapat pahala yang berlipat ganda, sebab al-qur an adalah sebaik-baik bacaan dan nasehat bagi orang muslim baik dikala senang maupun 1

dikala susah, dikala gembira atau sedih dan juga sebagai obat maupun penawar bagi orang yang gelisah jiwanya. 1 Sungguh, al-qur an benar-benar merupakan pelindung yang kokoh, dengan al-qur an manusia dapat melindungi dirinya dari setiap serangan berbahanya, yang datang bertubi-tubi menyerang jiwa dan hatinya. Al-Qur an menjaga hati dari berbagai penyakit yang akan menimpa diri seseorang. Sebagaimana ia akan membersihkannya dari berbagai macam penyakit yang menghinggapinya, seperti hawa nafsu, tamak, hasad, godaan setan, kekejian, dengki, dan sebagainya. 2 Manusia membutuhkan agama sebagai pegangan, mereka merasakan bahwa dalam jiwanya ada suatu perasaan yang mengakui adanya Zat Yang Maha Kuasa, tempat untuk berlindung, dan memohon pertolongan. 3 Komitmen masyarakat terhadap nilai agama masih cukup tinggi, hal ini terlihat dari kesadaran masyarakat atau para orang tua untuk membekali putraputrinya dengan ilmu-ilmu agama agar menjadi anak yang shaleh. Zaman sekarang ini, tugas orang tua semakin berat. Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin pesat menimbulkan dampak negatif yang mengancam keluhuran pribadi 1 Wisnu Arya Wardana, Al-Qur an dan Energi Nuklir, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004), hlm. 47. 2 Sa ad Riyad, Mendidik Anak Cinta Al-Qur an, (Sukoharjo: Insan Kamil, 2007), hlm. 119. 3 Novan Ardy Wiyani, Pendidikan Karakter Berbasis Iman dan Taqwa, (Yogyakarta: Teras, 2012), hlm. 88. 2

anak-anak sekarang ini. Penurunan akhlak adalah penyakit berbahaya yang saat ini semakin merajalela. Oleh karena itu Pendidikan Agama Islam merupakan pendidikan yang sangat penting bagi para remaja, karena tujuan dari Pendidikan Agama Islam adalah membentuk anak-anak yang beriman, bertaqwa, berakhlakul karimah, memiliki pengetahuan yang luas dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. 4 Demikianlah gambaran orang tua yang menginginkan anaknya kelak menjadi anak yang shaleh dan menggunakan al- Qur an sebagai pegangan hidup agar tidak terjerumus kepada hal yang tidak baik dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Semoga dengan belajar al-qur an inilah, anak-anak nantinya mempunyai akhlak mulia dan taat pada orang tua dan guru-gurunya, sehingga akan tertanam sifat tidak sombong, berlaku sopan, rendah hati, luwes, lemah lembut, dan sikap-sikap lunak lainnya. Namun gambaran di atas nampaknya tidak bisa berjalan mulus sesuai dengan harapan para orang tua pada umumnya, karena sejalan dengan bertambahnya usia anak, mereka menjadi susah atau malas apabila disuruh untuk mengaji al-qur an. Kadangkala anak juga tidak melaksanakan apa yang kita inginkan, malah sebaliknya anak melakukan apa yang kita larang (melakukan pelanggaran). Apabila hal ini dibiarkan begitu saja, maka anak tidak akan merasa bersalah dan bahkan mungkin akan mengulangi kesalahan itu sebagai suatu kebiasaan. 4 Novan Ardy Wiyani, Pendidikan Karakter..., hlm. 84-85. 3

Zaman sekarang ini atau yang sering disebut dengan era globalisasi banyak fenomena yang terjadi di masyarakat, baik di rumah, kota maupun desa khusunya di Kelurahan Sembungharjo, yaitu banyaknya orang muslim meninggalkan amalan mengaji al- Qur an khususnya para pemuda dan pemudi sekarang ini. Suara mengaji al-qur an ba da maghrib yang biasa menggema pada tahun-tahun sebelumnya, pada sekarang ini dapat dikatakan sunyisenyap, seiring dengan berkurangnya kesadaran mengaji al-qur an bagi anak-anak pasca Sekolah Dasar di Kelurahan Sembungharjo, televisi bukan hanya dimiliki orang-orang kaya dan didaerah perkotaan tetapi mulai memasuki kampung-kampung dan rumahrumah orang miskin. Anak-anak pun tidak mengaji bukan karena tidak adanya guru mengaji, tetapi minat mereka terhadap mengaji al-qur an mulai menurun. Tidak sedikit dari anak-anak zaman sekarang yang cenderung lebih suka tongkrongan di pinggir jalan atau di perempatan jalan hanya untuk sebatas ngobrol tanpa arah tujuan. Biasanya hal itu dilakukan setelah sholat maghrib selesai, yang seharusnya mereka setelah sholat mengaji al-qur an sebagaimana perintah dari para orang tua mereka. Keadaan seperti ini adalah keadaan yang sangat memprihatinkan. Belum lagi masalah akhlaq, aqidah dan pelaksanaan ibadahnya, yang semakin hari semakin jauh dari tuntunan Rasulullah SAW. Oleh karena itu, sangat di perlukan kerjasama dari semua pihak untuk mengatasinya yaitu mengembalikan minat mengaji al- 4

Qur an kepada kaum muslimin khusunya kepada anak-anak pasca Sekolah Dasar di Kelurahan Sembungharjo, sehingga tercipta akhlak yang islami yakni akhlak yang sesuai dengan nilai-nilai Islam untuk membangun masyarakat yang madani dan bisa hidup bahagia dunia dan akhirat. Dari latar belakang tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang Studi Faktor Penyebab Penurunan Minat Mengaji Al-Qur an Dan Solusinya Bagi Anak Pasca Sekolah Dasar (Studi Kasus Di Kelurahan Sembungharjo Kecamatan Genuk Kota Semarang). B. Rumusan Masalah Bertolak dari latar belakang di atas, maka penelitian ini dibatasi untuk meneliti materi-materi yang ada dalam bentuk rumusan masalah yang menjadi fokus dari penelitian ini. Ada pun rumusan masalah yang dimaksudkan adalah: 1. Apa sajakah faktor-faktor yang menyebabkan penurunan minat anak dalam mengaji al-qur an pasca Sekolah Dasar? 2. Bagaimana solusi untuk mengatasi penurunan minat anak dalam mengaji al-qur an pasca Sekolah Dasar? C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Mengacu pada rumusan masalah di atas, maka menjadi jelas bahwa penelitian ini mempunyai tujuan, yaitu: 5

1. Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menyebabkan penurunan minat anak dalam mengaji al-qur an pasca Sekolah Dasar. 2. Untuk mengetahui bagaimana solusi untuk mengatasi penurunan minat anak dalam mengaji al-qur an pasca Sekolah Dasar. Apabila tujuan ini dapat dicapai, maka diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat yang signifikan di dalam dunia pendidikan Islam khususnya pendidikan al-qur an, baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran secara jelas terhadap konsep mengaji al-qur an khusunya bagi anak-anak pasca Sekolah Dasar, yang mana arah dan prospeknya dapat memberikan manfaat bagi bertambahnya kesadaran anak-anak dalam mengaji al-qur an sehingga mampu mencetak dan membangun generasi muda yang unggul dengan dihiasi akhlak yang Qur ani. Secara praktis, hasil penelitian ini layak untuk direkomendasikan kepada asatidz, khususnya yang mengampu dalam pembelajaran al-qur an. Yang mana hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai motivasi, evaluasi sekaligus sebagai acuan bagi asatidz dan orang tua yang hendak membekali putra-putrinya dengan ilmu-ilmu agama. Penelitian ini juga dapat meningkatkan kualitas asatidz, khususnya yang mengampu dalam pembelajaran al-qur an, sehingga para orang tua tidak ragu-ragu 6

lagi untuk memilih tempat mengaji sebagai tempat menuntut ilmu agama Islam bagi anak-anaknya dan sebagai tempat untuk mendidik anak-anaknya supaya menjadi anak yang unggul dan berakhlak Qur ani yang menjadi harapan bagi setiap orang tua. D. Sistematika Pembahasan Untuk memudahkan pembaca dalam memahami maksud skripsi ini, maka penulis berusahakan untuk memberikan gambaran mengenai isi skripsi ini dengan mengelompokkan menjadi tiga bagian yaitu bagian awal, bagian isi dan bagian akhir yang susunannya sebagai berikut: Pada bagian awal terdiri dari halaman judul, halaman pernyataan keaslian, halaman pengesahan, halaman nota pembimbing, halaman abstrak, halaman transliterasi, halaman kata pengantar, dan halaman daftar isi. Pada bagian isi tersusun ke dalam lima bab, dari bab-bab yang ada dibagi dalam sub-sub bab. Pembagian ini dimaksudkan untuk memudahkan pembahasan dan pemahamannya. Gambaran kelima bab itu adalah sebagai berikut: Bab I: Pendahuluan Dalam bab ini diterangkan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian dan sistematika pembahasan. Bab II: Landasan teori, yang berisi antara lain: Bab kedua ini memaparkan tentang deskripsi teori yang menjelaskan tentang: Pertama: Minat meliputi pengertian minat, fungsi minat, unsurunsur minat dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat. Kedua: 7

Mengaji al-qur an meliputi pengertian mengaji, keutamaan mengaji al-qur an, adab dan tata cara mengaji al-qur an, tingkatan dalam mengaji al-qur an dan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar mengaji al-qur an. Bab kedua juga memaparkan tentang kajian pustaka dan pengaruh minat anak terhadap belajar mengaji al-qur an. Bab III: Metode penelitian, dengan komposisi sebagai berikut: Bab ketiga ini dibagi menjadi 6 sub bab. Yaitu: jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, sumber data, fokus penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data. Bab IV: Hasil penelitian dan pembahasan mengenai hasil data tentang faktor yang mempengaruhi minat anak dalam belajar mengaji al-qur an. Dengan alur pembahasan yang pertama: Faktor penyebab penurunan minat mengaji al-qur an bagi anak pasca Sekolah Dasar. Pembahasan yang kedua: Solusi untuk mengatasi penurunan minat mengaji al-qur an bagi anak pasca Sekolah Dasar. Bab V: Penutup, yang berisi antara lain: kesimpulan, saran dan penutup. 8