BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Air Susu Ibu 1. Pengertian ASI ASI adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, lactose dan garamgaram organic yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu sebagai makanan utama bagi bayi (Soetjiningsih, 1997). Air Susu Ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindungi dalam melawan kemungkinan serangan penyakit (Yahya, 2007) Kolostrum (susu jolong) merupakan cairan pertama kali disekresi oleh kelenjar payudara. Dimana ASI mengandung lebih banyak protein imunoglobulin, mineral, dan vitamin tetapi sedikit mengandung lemak dan hidrat arang. Kolostrum merupakan cairan yang berwarna kekuning-kuningan, lebih kuning dibandingkan dengan susu yang matur yang dihasilkan oleh payudara pada hari pertama sampai hari keempat (Soetjiningsih, 1997). 2. Kandungan Zat Gizi dalam ASI ASI mengandung lebih dari 200 unsur-unsur pokok, antara lain lemak, karbohidrat, mineral, faktor pertumbuhan, hormon, enzyme, zat kekebalan dan sel darah putih. Semua zat ini terdapat secara proporsional dan seimbang satu sama lainnya (Roesli, 2000) ASI mengandung berbagai macam zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang meliputi : a. Karbohidrat utama pada bayi adalah laktosa. Laktosa (gula susu) adalah karbohidrat yang mengandung glukosa dan galaktosa Selain sebagai sumber energi, didalam usus sebagian lactose dirubah menjadi asam laktat untuk membantu mencegah pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan dan juga membantu penyerapan kalsium dan mineral lainnya. b. Protein pada ASI adalah whey protein yang mudah cerna dan mengandung
zat kekebalan yang tidak didapatkan dari protein susu hewan. Protein adalah bahan baku untuk tumbuh, Kualitas protein sangat penting selama tahun pertama kehidupan bayi, karena pada saat itu pertumbuhan bayi paling cepat. c. Lemak merupakan sumber energi utama pada ASI, lebih kurang setengah dari energi yang terkandung dalam ASI berasal dari lemak. ASI mengandung asam lemak esensial (ALE) yang berfungsi untuk perkembangan otak dan fungsi penglihatan. Walaupun lemak dalam ASI tinggi, tetapi mudah untuk diserap oleh bayi karena trigliserida dalam ASI lebih dulu dipecah menjadi asam lemak dan gliserol oleh enzim lipase dalam ASI. d. Zat proteksi ASI mengandung zat yang dapat melindungi bayi dari penyakit pencernaan pernafasan. Zat-zat tersebut adalah lactobacillus bifidus, laktoferin, lisozim, komplemen C 3 dan C 4, factor atistertococus, antibody, imunitas seluler dan anti alergen. e. Air Kira- kira 88% dari ASI terdiri dari air yang berguna untuk melarutkan zat-zat yang ada didalamnya. ASI merupakan sumber air yang secara metabolic aman. Air yang relatif tinggi dalam ASI ini akan meredakan rangsangan haus dari bayi (Soetjiningsih,1997). f. Garam mineral ASI mengandung lebih sedikit kalsium dari pada susu sapi namun karena mudah diserap jumlah ini dapat mencukupi kebutuhan bayi. ASI mengandung sedikit zat besi namun sekitar 75% zat besi yang terdapat di ASI dapat diserap bayi. h. Vitamin Apabila makanan yang dikonsumsi ibu memadai, semua vitamin yang diperlukan bayi selama 4-6 bulan pertama dapat diperoleh dari ASI (Depkes, 2005). 3. Manfaat ASI
Menurut Suririnah (2007) dalam artikelnya yang berjudul ASI memiliki keuntungan ganda, disebutkan bahwa ASI adalah makanan alamiah untuk bayi. ASI mengandung nutrisi-nutrisi dasar dan elemen, dengan jumlah yang sesuai untuk pertumbuhan bayi yang sehat. Memberikan ASI kepada bayi bukan hanya memberikan kebaikan kepada bayi tapi juga keuntungan bagi ibu. Keuntungan untuk bayi: a. ASI adalah makan alamiah yang disediakan untuk bayi dengan komposisi yang sesuai untuk perkembangan bayi sehat. b. ASI mudah dicerna oleh bayi b. ASI jarang menyebabkan konstipasi. c. Nutrisi yang terkandung dalam ASI sangat mudah diserap oleh bayi. d. ASI kaya antibody (zat kekebalan tubuh) yang membantu tubuh bayi untuk melawan infeksi dan penyakit lainnya. e. ASI dapat mencegah caries pada gigi karena mengandung mineral selenium. f. Dari suatu penelitian di Denmark menemukan bahwa bayi yang diberikan ASI sampai lebih dari 9 bulan akan menjadi dewasa dan lebih cerdas. Hal ini diduga karena ASI mengandung AA dan DHA. g. Bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan akan menurunkan resiko terkena jantung ketika mereka dewasa. h. ASI juga menurunkan resiko diare, infeksi saluran nafas bawah, infeksi saluran kencing dan juga menurunkan resiko kematian bayi mendadak. i. Memberikan ASI juga membina hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi. Keuntungan untuk ibu: a. Memberikan ASI segera setelah melahirkan akan meningkatkan kontraksi rahim, yang berarti mengurangi resiko perdarahan. b. Memberikan ASI juga membantu memperkecil ukuran rahim keukuran sebelum hamil. c. Menyusui ASI membakar kalori sehingga membantu penurunan berat badan lebih cepat.
d. Beberapa ahli menyatakan bahwa terjadinya kanker payudara pada wanita menyusui sangat rendah (Suririnah, 2007) Dien (2002), menyatakan pemberian ASI eksklusif sampai 6 bulan sudah cukup optimal. Fakta menunjukkan, ASI eksklusif akan lebih memberikan perlindungan pada ibu maupun bayi. Asal diberikan secara serius dan posisi pemberian ASI yang benar. Bayi yang diberi ASI eksklusif justru lebih banyak keuntungannya. Antara lain gizinya lebih baik dan bayi lebih cerdas. Alasanya semua zat-zat yang dibutuhkan untuk kecerdasan anak ada di ASI, seperti omega 3, omega 6, DHA dan AA. Selain itu bayi menjadi jarang sakit seperti diare ISPA, radang telinga dan infeksi saluran kemih (Dien,2002). Ibu yang memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama akan lebih sehat. Ibu yang menyusui akan mengeluarkan hormon oksitosin yang membuat rahim berkontraksi sehingga mengurangi perdarahan setelah persalinan. Makin panjang ibu memberikan ASI eksklusif, maka menstruasi dan kesuburan makin tertunda. Apabila pemberian ASI eksklusif dijalankan dengan benar selama 6 bulan pertama maka akan mencegah kehamilan berikutnya dengan efektifitas sekitar 98%. Untuk ibu menyusui, dapat mengurangi resiko kanker payudara, anemia gizi bahkan kematian (Dien, 2002). Suradi (2004) juga menegaskan bahwa ASI eksklusif adalah makanan terbaik yang harus diberikan kepada bayi, karena didalamnya terkandung hampir semua zat gizi yang diperlukan bayi. Selain itu juga sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak. Dimana hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan IQ 7-8 point lebih rendah yang terjadi pada bayi yang tidak mendapatkan ASI secara eksklusif (Suradi, 2004). Selain bagi ibu dan bayi ASI juga berguna bagi keluarga dan negara a. Menghemat pengeluaran biaya rumah tangga b. Tidak ribet harus bagun malam untuk membuat susu c. Menghemat devisa negara d. Menciptakan generasi tangguh
e. Menghemat biaya sakit f. Langkah awal menghindari the loose generation (Depkes dalam Djarot, 2006) 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan ASI Menurut Soetjiningsih (1997) faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan ASI antara lain: a. Perubahan sosial budaya : ibu bekerja dan sibuk kegiatan social lainnya, meniru teman, tetangga/ orang terkemuka yang memberikan susu botol, merasa ketinggalan zaman jika menyusui bayinya, persepsi yang salah tentang menyusui. b. Faktor Psikologis : ibu takut kehilangan daya tarik sebagai wanita, tekanan batin, merasa ASI nya kurang c. Faktor fisik ibu : ibu sakit misalnya mastitis, abses, panas dan sebagainya. d. Faktor kekurangan tenaga kesehatan, sehingga masyarakat kurang mendapat penerangan atau dorongan tentang manfaat pemberian ASI. e. Meningkatkan promosi susu kaleng sebagai pengganti ASI f. Penerangan yang salah justru datangnya dari petugas kesehatan sendiri yang menganjurkan menganti ASI dengan susu kaleng. A. Pola Pemberian ASI Untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal, perlu diperhatikan tentang nutrisi bayi dalam hal ini adalah ASI. Kandungan vitamin dalam ASI secara optimal dapat membantu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi hanya sampai usia bayi 6 bulan oleh karena itu untuk mencukupi kebutuhan proses pertumbuhan bayi setelah usia 6 bulan bayi perlu diberikan makanan tambahan selain ASI. Meskipun demikian ASI sebaiknya tetap diberikan sampai usia bayi 2 tahun. a. Umur 0-6 bulan Pada usia ini bayi hanya diberikan ASI saja tanpa makanan tambahan apapun. Pada jam pertama minggu pertama kolostrum harus diberikan. ASI diberikan sewaktu-waktu semau bayi. b. Umur >6-9 bulan
Pada usia ini ASI tetap diberikan dengan frekuensi minimal 6 kali sehari. Selain itu bayi mulai diberikan makanan tambahan berupa makanan lumat, seperti bubur, pepaya, pisang dengan porsi 1-2 kali sehari. c. Umur >9-12 bulan Diusia ini bayi dapat diberikan makanan lembek sasi tim, disamping itu ASI tetap diberikan dengan frekuensi minimal 4x/hr. d. Umur >12-24 bulan Setelah berusia 1 tahun anak dikenalkan dengan makanan keluarga/ makanan padat seperti nasi dan lain-lain. Makanan ini dapat diberikan 2-3x/hr, disamping itu juga ASI tetap diberikan sampai usia 24 bulan (Depkes, 2006) B. Hubungan Pengetahuan dengan Lama Pemberian ASI Pengetahuan merupakan hasil tahu dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra manusia yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan peraba. Sebagian besar pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya seseorang (overt behaviour). Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan (Notoatmodjo, 2005). D. Kerangka Teori Berdasarkan tinjauan pustaka yang telah diuraikan, dapat digambarkan kerangka teori sebagai berikut : Faktor predisposing Tk,Pendidikan Ibu Tk.Pengetahuan Ibu Pekerjaan Ibu Faktor Enabling Bayi Faktor Reinforsing Sosial budaya Kebiasaan Masyarakat Lama Pemberian ASI Eksklusif
Sumber : Notoatmodjo, (2005) E. Kerangka Konsep Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif Lama Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Umur 6-12 bln F. Hipotesis Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang ASI Eksklusif dengan Lama Pemberian ASI Eksklusif pada bayi umur 6 12 bulan di Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan.