PAPARAN PROYEK 2017-2018 KOMPAK adalah Kemitraan Pemerintah Australia-Indonesia. Dikelola oleh Abt Associates
PAPARAN PROYEK 2017-2018 KOMPAK Jln. Diponegoro No. 72, Jakarta 10320 Indonesia T: +62 21 8067 5000 F: +62 21 3190 3090 E: info@kompak.or.id www.kompak.or.id
DAFTAR ISI 1. Proyek 1: Penguatan Kebijakan Transfer Fiskal Antar Pemerintah bagi Layanan Dasar... 2 2. Proyek 2: Meningkatkan Kapasitas Pemerintah Daerah dan Unit Layanan untuk Layanan Dasar... 4 3. Proyek 3: Meningkatkan Sistem Pelaksanaan dan Inovasi Layanan Dasar... 6 4. Proyek 4: LANDASAN TAHAP 2... 8 5. Proyek 5: Meningkatkan Sistem Pelaksanaan dan Inovasi Layanan Dasar... 10 6. Proyek 6: Penguatan Kapasitas Lembaga Desa dan Pemangku Kepentingan menuju Pembangunan Desa Pro-Kemiskinan dan Inklusif... 12 7. Proyek 7: Meningkatkan Representasi Masyarakat pada Lembaga Desa dan Proses Pembangunan... 14 8. Proyek 8: Penguatan Akses Masyarakat serta Usaha Mikro, Kecil dan Menengah terhadap Jasa Keuangan dan Pasar... 16 9. Proyek 9: Inovasi Pusat Pengembangan Keterampilan yang Responsif dan Terpadu... 18 10. Proyek 10: Inovasi dalam Layanan dan Pemberdayaan Ekonomi... 20 1
PROYEK 1 PENGUATAN KEBIJAKAN TRANSFER FISKAL ANTAR PEMERINTAH BAGI LAYANAN DASAR DESKRIPSI PROYEK Proyek ini mendukung Pemerintah Indonesia dalam memperkuat kebijakan transfer fiskal antar pemerintah dengan fokus kepada alokasi transfer khusus yang berkaitan dengan layanan dasar. Proyek ini memiliki tujuan utama untuk memastikan unit layanan memiliki kapasitas keuangan yang memadai, pengaturan tata kelola dan sumber daya manusia dalam upaya memberikan layanan yang berkualitas. Oleh karena itu, proyek ini akan berfokus kepada lingkungan lingkungan yang kondusif dan mendukung pelaksanaan layanan dasar yang aksesibel dan berkualitas di tingkat kabupaten, kecamatan, layanan garis depan, serta di tingkat desa. Untuk melaksanakan tujuan tersebut, proyek ini akan mendukung Pemerintah Indonesia dalam reformasi peraturan dan insentif (terutama insentif fiskal) untuk menyelaraskan kembali insentif serta untuk membangun sistem dan prosedur yang sesuai yang dibutuhkan dalam perbaikan pembiayaan dan dan pengelolaan kinerja unit pelaksana layanan bagi peningkatan kualitas, aksesibilitas, transparansi dan akuntabilitas. CAPAIAN MENENGAH Peningkatan pengaturan transfer fiskal pada layanan dasar 2
KONTRIBUSI TERHADAP KEBIJAKAN DAN STRATEGI RPJMN 2015-2019; UU No. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan; UU No. 6/2014 tentang Desa; UU No. 23/2014 tentang Otonomi Daerah; Kementerian Keuangan (Kemenkeu): Meningkatkan kualitas perumusan kebijakan yang berkaitan dengan hubungan fiskal antar pemerintah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) : Rencana Jangka Menengah (Renstra): Persentase APBD yang berorientasi pada layanan dasar MITRA Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian Desa, Kemenko PMK, Kementerian Sektoral (Kemen LH, Kemenkes, KemenPU), Pemerintah Daerah CAKUPAN GEOGRAFIS Nasional, Aceh, Jawa Tengah, NTB, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, Papua Barat KEGIATAN UTAMA 1. Analisis kebijakan berbasis bukti dan advokasi kepada pemerintah pusat tentang kebijakan transfer fiskal 2. Sosialisasi dan komunikasi kebijakan terkait transfer fiskal dan manajemen keuangan publik (PFM) 3. Diskusi dan dukungan untuk membangun koalisi untuk perubahan terkait kebijakan transfer fiskal 4. Peningkatan sistem informasi data keuangan daerah HASIL UTAMA Tersedianya analisis kebijakan utama sebagai masukan pada catatan akademik dan draf revisi UU33 / 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara pemerintah pusat dan daerah Tersedianya rekomendasi kebijakan mengenai alokasi DID (peringkat dan formula pemerintah daerah) Dilaksanakannya sistem aplikasi DAK yang berbasis usulan, dan diuji di 5 provinsi Tersedianya Analisis kebijakan dan masukan atas formula DD dan ADD Analisis kebijakan pada kualitas belanja dan dampak transfer fiskal terhadap layanan dasar dan pro kemiskinan Tersedianya analisis kebijakan terhadap strategi Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan layanan dasar bagi masyarakat miskin dan termarjinalkan (DAK Penugasan, sistem reward dan punishment dalam pelaksanaan SPM) Terbentuknya dan diujinya strategi komunikasi inovatif Forum diseminasi kebijakan dilaksanakan pada 1 kabupaten per provinsi (7 provinsi) Terbentuknya koalisi untuk perubahan pada kebijakan transfer fiskal Advokasi rekomendasi kebijakan tentang kebijakan transfer fiskal kepada pemangku kepentingan utama Pemerintah Indonesia Tersedianya masukan teknis untuk desain arsitektur perusahaan atas SIKD Penyiapan catatan kebijakan mengenai rekomendasi arsitektur perusahaan dalam mendukung operasionalisasi SIKD Pengembangan dan pengujian model Dashboard Keuangan Daerah pada 1 kabupaten per provinsi (7 provinsi) Pengembangan sistem dan mekanisme umpan balik data Pengembangan dan operasionalisasi proses bisnis yang terkait dengan transfer fiskal di Kemenkeu Pengembangan sistem kerangka monitoring dan evaluasi atas transfer fiskal khusus (berfokus pada DAK, DD) MENGUKUR, MEMANTAU, DAN MELAPORKAN PERUBAHAN Kajian internal KOMPAK atas proses dan perkembangan keterlibatan kebijakan Analisa terhadap cerita-cerita perubahan 3
PROYEK 2 MENINGKATKAN KAPASITAS PEMERINTAH DAERAH DAN UNIT LAYANAN UNTUK LAYANAN DASAR DESKRIPSI PROYEK Proyek ini akan mendukung Pemerintah Indonesia untuk memperkuat struktur, sistem dan proses pemerintahan desentralisasi, system dan proses untuk memungkinkan peningkatan pelaksanaan layanan melalui dukungan terhadap kebijakan nasional dan pelaksanaan kebijakan di tingkat pemerintah daerah. Proyek ini berfokus kepada: Peningkatan kerangka peraturan tambahan yang terkait dengan pelaksanaan Pemerintahan Daerah (UU 23/2014) dan UU Desa (UU 6/2014). Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk layanan dasar; hal ini termasuk mendukung agenda nasional untuk menerapkan SPM pada layanan Pemerintah di seluruh wilayah Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan akan mendukung Forum Koordinasi SPM di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam memenuhi dua fungsi penting: (1) koordinasi dan operasionalisasi agenda SPM pada kementerian sectoral (misalnya Kemenkes, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kemensos); (2) pusat sumber daya teknis pemerintah daerah dalam mengembangkan dan memonitor perencanaan pembangunan daerah terhadap SPM Memperkuat pemahaman pemerintah daerah dan kesesuaian dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) untuk memastikan alokasi dana yang cukup untuk melaksanakan layanan dan aktif memonitor layanan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Meningkatkan kebijakan Manajemen Keuangan Publik di tingkat nasional dan penguatan sistem dan proses Manajemen Keuangan Publik di tingkat kabupaten, kecamatan serta unit layanan garis depan (di bidang perencanaan, penganggaran dan monitoring). Reformasi Birokrasi (RB) pada unit layanan (reformasi melalui birokrasi), yang berfokus pada kinerja sumber daya manusia. CAPAIAN MENENGAH Pemerintah daerah (Pemda) dan unit pelayanan (UP) telah memperkuat sistem, proses dan prosedur KONTRIBUSI TERHADAP KEBIJAKAN DAN STRATEGI Rencana jangka menengah Kemendagri; Undang-Undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah; Undang-Undang Nomor 5/2014 tentang Kepegawaian; Undang-Undang Nomor 6/2014 tentang Desa; Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 4
MITRA Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Desa; Pemerintah Daerah CAKUPAN GEOGRAFIS Nasional, Aceh, Jawa Tengah, NTB, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, Papua Barat KEGIATAN UTAMA 1. Penguatan kapasitas dan kelembagaan tentang pengelolaan keuangan publik di tingkat nasional dan subnasional 2. Pemodelan dan dukungan kebijakan atas pengelolaan sumber daya manusia dan isu -isu pemerintahan 3. Memperkuat kerangka dan kapasitas kebijakan di tingkat lokal untuk manajemen sumber daya bagi pelaksanaan layanan dasar HASIL UTAMA Pengembangan dan peluncuran desain pengembangan kapasitas PFM Finalisasi dan pengujian sekurang-kurangnya 3 modul PFM untuk unit layanan dan kecamatan Pengembangan dan pengujian kerangka kerja dan strategi rangkaian pelatihan pada 1 kabupaten per provinsi (7 provinsi) Pengembangan dan pengujian model proses bisnis atas kebijakan transfer fiskal dan PFM pada 1 kabupaten per provinsi (5 provinsi) Pengembangan model sistem manajemen sumber daya manusia dan manajemen berbasis kinerja yang siap untuk diuji di 1 kabupaten per provinsi (5 provinsi) Penyediaan dan advokasi analisa kebijakan untuk kebijakan nasional dan daerah mengenai sistem manajemen sumber daya manusia kepada pemangku kepentingan utama Pemerintah Indonesia Pemberian saran untuk kebijakan distribusi sumber daya manusia di bidang kesehatan dan pendidikan pada tingkat lokal. Pemberian saran untuk kebijakan peraturan daerah di kecamatan Saran kebijakan untuk peraturan daerah mengenai pelimpahan wewenang dari bupati kepada camat terkait koordinasi pelayanan Analisa kebijakan/rekomendasi pada optimalisasi alokasi sumber daya untuk mencapai target MSS yg ada Pemberian saran mengenai kebijakan, penyediaan modul, kerangka monitoring dan evaluasi kepada pemerintah daerah atas pengembangan dan penyelarasan indikator MSS pada rencana dan anggaran daerah (misalnya RPJMD) Pembentukan mekanisme koordinasi berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional dan lokal (Forum Strategis untuk Layanan Dasar) Mekanisme koordinasi para pemangku kebijakan untuk sistem manajemen sumber daya manusia yang telah berjalan pada kebijakan lokal kepada pada pemangku kepentingan utama yang ada pada pemerintah Indonesia (SOP untuk koordinasi lintas sektor di kecamatan) Analisa kebijakan utama dalam merumuskan strategi yang lebih baik dan komprehensif untuk meningkatkan akses ke layanan dasar bagi masyarakat miskin dan terpinggirkan (masukan terhadap penyusunan RPJMN 2020-2024) yang meliputi berbagai aspek seperti kelembagaan, aparatur, analisa fiskal dan regulasi Analisa/rekomendasi kebijakan pada optimalisasi alokasi sumber daya dalam mencapai target SPM Pembentukan dan berfungsinya mekanisme koordinasi pemangku kepentingan multi sektor pada tingkat nasional (misalnya Forum Strategis untuk Layanan Dasar dan SOP untuk koordinasi lintas sektor di kecamatan) Penyelesaian desain sistem perencanaan, penganggaran, evaluasi dan analisa yang pro poor di 1 kabupaten per provinsi (7 provinsi) Pelatihan mengenai perencanaan, penganggaran dan evaluasi yang pro poor bagi staf Bappeda, TKPKD, BPS setempat yang relevan pada 1 kabupaten per provinsi MENGUKUR, MEMONITOR DAN MELAPORKAN PERUBAHAN Formulir Penilaian Kinerja Analisa hasil yang dikumpulkan melalui kunjungan lapangan 5
PROYEK 3 MENINGKATKAN SISTEM PELAKSANAAN DAN INOVASI LAYANAN DASAR DESKRIPSI PROYEK Proyek ini berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, sektor publik dan swasta lainnya melaksanakan percontohan Inisiatif Pemerintah Indonesia terkait dengan Strategi Perluasan dan Peningkatan Layanan Dasar bagi Masyarakat Miskin dan Rentan, untuk mendukung perbaikan pelaksanaa layanan dasar di tingkat lokal. Strategi ini akan dilaksanakan melalui pendekatan garis depan, yang berfokus pada peningkatan akuntabilitas pada titik layanan (atau di garis depan) melalui peningkatan responsivitas pemerintah dan penyedia layanan, selain partisipasi inklusif masyarakat dan warga negara. Selain menggunakan pendekatan garis depan, kegiatan percontohan garis depan Pemerintah Indonesia ini akan memberikan ruang untuk mengidentifikasi dan menguji inovasi lokal melalui penggunaan kemajuan teknologi dalam meningkatkan layanan dasar. Proyek ini bersifat oportunistik karena akan mengidentifikasi bidang-bidang yang diperhatikan dalam Kerangka Capaian Strategis KOMPAK dan mengusulkan pendekatan-pendekatan inovatif dalam menguji solusi dan selanjutnya mengidentifikasi pendekatan yang tepat untuk memastikan Pemerintah Indonesia atau sektor swasta berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan percontohan serta meningkatkan kegiatan percontohan yang dianggap sukses. 6
CAPAIAN MENENGAH Pemerintah daerah dan unit layanan dalam memanfaatkan bukti dan pemahaman mengenai isu-isu lokal untuk meningkatkan pelayanan MITRA Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Pemerintah Daerah KONTRIBUSI TERHADAP KEBIJAKAN DAN STRATEGI UU No. 23/2014 tentang Otonomi Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Rencana Jangka Menengah Kementerian Kesehatan, Rencana Jangka Menengah Kementerian Pendidikan CAKUPAN GEOGRAFIS Nasional, Aceh, Jawa Tengah, NTB, Java Timur, Sulawesi Selatan KEGIATAN UTAMA Penguatan Kapasitas dan Alat Pemerintah Daerah dan Unit Layanan dalam memaksimalkan pemanfaatan sumber daya Meningkatkan Pengetahuan dan Pertukaran Inovasi Memajukan Inovasi Lokal untuk Pelaksanaan Layanan yang Berkualitas HASIL UTAMA Modul peningkatan kapasitas teknis dan manajemen Kecamatan yang telah siap dan diuji pada wilayah kerja KOMPAK Pengembangan model mekanisme akuntabilitas pada unit layanan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar Tersedianya informasi layanan dasar dan profil desa di tingkat kecamatan (misalnya Dashboard Kecamatan) Pengembangan perangkat monitoring dan evaluasi untuk meninjau kualitas jasa di tingkat Kecamatan Pengembangan dan sosialisasi saran kebijakan pada kerangka peraturan (RPP pada inovasi lokal) Pengembangan sistem manajemen database pada inovasi lokal, termasuk perangkat sistem verifikasi dan monitoring Terbentuknya mekanisme nasional-subnasional pada pusat inovasi yang di tingkat provinsi identifikasi, dukungan dan pengujian Inovasi lokal untuk pelaksanaan layanan Pengembangan dan uji coba model percepatan dan pelembagaan identitas hukum Catatan Sipil dan Statistik Vital-CRVS (fokus pada kelahiran dan pendaftaran kematian termasuk sistem rujukan yang terhubung dengan sistem pelaksanaan layanan pendidikan dan kesehatan yang bekerjasama dengan Dukcapil) Pendaftaran BPJS dan layanan identitas hukum yang terpadu dalam pusat layanan satu pintu (Paten/PTSP) Peningkatan akses layanan dasar melalui TIK 7
PROYEK 4 LANDASAN TAHAP 2 DESKRIPSI PROYEK Proyek ini mendukung peningkatan layanan garis depan di Papua dan Papua Barat dengan melakukan intervensi langsung ke unit lini depan utama, serta memfasilitasi integrasi vertikal dan koordinasi antara pemerintah daerah (kabupaten dan kecamatan) dengan desa dalam hal perencanaan pembangunan dan penganggaran. Proyek ini berfokus pada bidang kesehatan, pendidikan, identitas hukum dan pembangunan desa. Proyek ini akan: melakukan konsultasi secara luas dengan pemerintah provinsi serta kabupaten dalam memastikan desain Landasan Tahap 2 ini sejalan dengan konteks lokal, program prioritas pemerintah daerah, dan kondisi peraturan, yang dilaksanakan pada awal tahun 2016. Melanjutkan praktek efektif yang dikembangkan sejak program Landasan tahap pertama, dengan fokus tambahan pada komponen Identitas Hukum serta Monitoring dan Evaluasi dan jaminan kualitas pelaksanaan program. Hal ini akan meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi kesenjangan kapasitas pembangunan dan menargetkan kegiatan pengembangan kapasitas di bidang-bidang yang paling dibutuhkan. CAPAIAN MENENGAH 1. Peningkatan pengaturan Transfer fiskal dalam layanan dasar 2. Penguatan sistem, proses dan prosedur Pemerintah Daerah (Pemda) dan unit layanan 3. Pemerintah daerah dan unit layanan menggunakan bukti dan memahami isu-isu lokal dalam meningkatkan layanan 4. Pemerintah desa lebih responsif dan akuntabel atas kebutuhan yang teridentifikasi di komunitas mereka, terutama bagi kelompok miskin dan rentan 8
MITRA Bappenas, pemerintah daerah, BAKTI KONTRIBUSI TERHADAP KEBIJAKAN DAN STRATEGI UU No. 23/2014 tentang Otonomi Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Rencana Jangka Menengah Kementerian Kesehatan, Rencana Jangka Menengah Kementerian Pendidikan CAKUPAN GEOGRAFIS Papua, Papua Barat KEGIATAN UTAMA Meningkatkan perencanaan dan penganggaran daerah dengan alokasi yang memadai untuk kesehatan, pendidikan, layanan HIV dan CRVS. Memperkuat manajemen dan inovasi pada layanan kesehatan dan pendidikan Memperkuat sistem dan peran komunitas dalam pencegahan, perawatan dan dukungan HIV/ AIDS. Proses penganggaran dan perencanaan serta unit layanan yang terpadu dan partisipatif. Meningkatkan peran kecamatan untuk layanan identitas hukum; pemantauan unit layanan dan desa-desa serta; mengintegrasikan perencanaan dan penganggaran lintas desa serta unit layanan. HASIL UTAMA Anggaran tahunan kabupaten sejalan dengan alokasi anggaran wajib dalam layanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan serta dikembangkan sesuai dengan SPM (termasuk program yang terkait dengan HIV) Unit layanan (fasilitas kesehatan dan sekolah) mempersiapkan perencanaan dan penganggaran tahunan sesuai dengan SPM dan standar layanan dasar yang sejalan dengan prioritas masyarakat - termasuk prioritas pada MNCH, HIV, TB, Malaria Unit layanan menyampaikan program-program dan layanan sesuai dengan rencana dan anggaran tahunan Peningkatan kapasitas teknis staf unit layanan dalam pencegahan HIV, perawatan, dukungan Manajemen data, analisis dan sistem pelaporan yang diujicobakan pada unit layanan target termasuk data terkait HIV Percontohan sistem insentif kinerja yang diujicobakan pada unit layanan yang target. Uji coba inovasi dengan pertimbangan isu HIV Percontohan layanan identitas hukum kecamatan dan sistem rujukan Pelatihan dan fungsi pendidikan dan kesehatan Pelatihan dan berfungsinya kader/komite kesehatan dan pendidikan termasuk pembangunan kapasitas terkait HIV Percontohan sistem manajemen informasi kecamatan Percontohan perencanaan terpadu antara desa dan unit layanan di tingkat kecamatan Unit layanan dan desa dipantau oleh kecamatan Pembuatan dan update sistem informasi di desa-desa sasaran Alokasi anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan di tingkat desa mencerminkan prioritas kebutuhan desa Pengembangan peraturan desa Keterlibatan masyarakat dalam pencegahan HIV, perawatan dan dukungan Penerapan rencana dan anggaran desa sesuai dengan rencana dan anggaran yang disetujui Desa memantau pelaksanaan rencana dan anggaran desa. Percontohan sistem insentif kinerja desa Pelatihan dan berfungsinya kader desa Kemitraan antara sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil dalam inisiatif pencegahan HIV 9
PROYEK 5 MENINGKATKAN SISTEM PELAKSANAAN DAN INOVASI LAYANAN DASAR DESKRIPSI PROYEK Proyek ini mendukung Pemerintah Indonesia dalam upaya untuk terus membangun dan memperbaiki kerangka peraturan dan menjadi dasar bagi pelaksanaan UU Desa. Proyek ini akan mendukung struktur inti dan sistem pemerintahan desa yang memungkinkan terlaksananya pembangunan desa secara inklusif. Proyek ini menghubungkan kebijakan tingkat nasional dan dukungan koordinasi kepada pemerintah dengan penguatan kapasitas pemerintahan desa dan kecamatan di tingkat lokal. Secara lebih khusus, proyek ini mendukung: Koordinasi lintas kementerian atas monitoring dan evaluasi pelaksanaan UU Desa; Pengembangan kualitas peraturan daerah yang mencerminkan prinsip-prinsip inti dari peraturan nasional dan mendorong penyusunan serta konsultasi yang inklusif dan partisipatif; Penguatan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan didorong oleh permintaan pada pemerintah desa dan kecamatan termasuk melalui pengujianalat yang terukur untuk meningkatkan pengawasan dan dukungan desa; dan Peningkatan pengumpulan data desa, pengelolaan dan penggunaan dalam perencanaan pro-kemiskinan dan inklusif, pelaksanaan dan monitoring penggunaan dana desa CAPAIAN MENENGAH Pemerintah desa yang lebih responsif dan akuntabel terhadap kebutuhan yang teridentifikasi di masyarakat, khususnya terhadap kelompok miskin dan rentan. 10
MITRA Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan, pemerintah daerah KONTRIBUSI TERHADAP KEBIJAKAN DAN STRATEGI Prioritas RPJMN 2015-2019: Pengembangan kapasitas dan fasilitasi aparatur pemerintah desa dan lembaga pemerintahan desa UU No 6/2014 tentang Desa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) CAKUPAN GEOGRAFIS Nasional, Aceh, Jawa Tengah, NTB, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, Papua Barat KEGIATAN UTAMA Dukungan teknis untuk pengembangan peraturan (tingkat nasional dan daerah) Desain penguatan kapasitas untuk perencanaan dan penganggaran inklusif desa bagi pemerintah dan pejabat desa Peningkatan sistem data informasi terhadap perencanaan dan penganggaran inklusif desa HASIL UTAMA Dukungan Peraturan Analisa kebijakan utama yang tersedia untuk VFM dan pemerintah desa Dukungan penasehat teknis di tingkat nasional dalam penerapan Road Map Undang-Undang Desa, grand design Bina Pemdes untuk penguatan pemerintah desa, Dukungan teknis tingkat daerah untuk draf Perbup dan praktek pembelajaran yang baik Penguatan Kapasitas Pengembangan, sosialisasi dan pemanfaatan pedoman dan perangkat untuk perencanaan dan penganggaran inklusif dan berbasis bukti (VFM dan pemerintah desa) Pelatihan manajemen keuangan untuk staf Bappeda, staf akuntansi & pelaporan pada DPKAD, BPMD, Camat, dan para pemangku kepentingan lainnya Mekanisme pertukaran inovasi dan pengetahuan yang makin ditingkatkan (Klinik, UMD, bahan e-learning dan game untuk aparat pemerintah desa, termasuk melalui media sosial) Pengembangan, uji coba dan perbaikan aplikasi ponsel Ruang Desa di 3 provinsi yang mendukung fasilitator dalam pendampingan dan penguatan pejabat pemerintah desa dalam pembangunan desa Pengembangan Buku Teknis Penyerapan Dana Desa (mengadopsi dari PNPM Generasi) Pemanfaatan Buku Bantu Infrastruktur Desa Sistem Informasi Desa Pembuatan dan penguatan SID dan sistem keuangan desa pada wilayah kerja KOMPAK 11
PROYEK 6 PENGUATAN KAPASITAS LEMBAGA DESA DAN PEMANGKU KEPENTINGAN MENUJU PEMBANGUNAN DESA PRO-KEMISKINAN DAN INKLUSIF DESKRIPSI PROYEK Proyek ini mendukung Pemerintah Indonesia yang terus membangun dan memperbaiki kerangka peraturan dan dasar bagi pelaksanaan UU Desa. Proyek ini berfokus pada penguatan lembaga desa dengan fokus khusus pada dewan desa (Badan Perwakilan Masyarakat, atau BPD). Fokus ini terkait peran penting dari BPD dalam memfasilitasi proses dewan desa (Musyawarah Desa) yang menentukan prioritas pembangunan desa, dan peran pengawasan BPD termasuk pada penggunaan dana. Proyek ini akan dilaksanakan untuk mendukung Direktorat Pembangunan Desa dalam meningkatkan kesadaran anggota BPD tentang peran mereka dan mempromosikan kesetaraan gender yang lebih besar di forum pengambilan keputusan dan pada lembaga-lembaga perwakilan. Proyek ini juga berkolaborasi dengan Mitra Strategis KOMPAK dari masyarakat madani untuk bekerja secara politis dan strategis dalam memperkuat peran BPD pada advokasi dan transparansi anggaran. 12
CAPAIAN MENENGAH Lembaga desa dan pihak lain (misalnya sektor swasta, organisasi masyarakat madani) secara efektif terlibat dengan pemerintah desa dan unit layanan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan terpinggirkan MITRA Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, pemerintah desa, SEKNAS Fitra KONTRIBUSI TERHADAP KEBIJAKAN DAN STRATEGI RPJMN II Strategi 5: Pengembangan kapasitas and fasilitasi aparatur pemerintah desa dan lembaga pemerintahan desa UU No 6/2014 tentang Desa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) CAKUPAN GEOGRAFIS Nasional, Aceh, Jawa Tengah, NTB, Jawa Timur, Sulawesi Selatan KEGIATAN UTAMA Dukungan kepada Bina Pemdes dalam pengembangan Pedoman Nasional BPD di bawah regulasi nasional untuk Dewan Desa (Permen BPD) Pengembangan dan uji coba modul pelatihan untuk penguatan peran dan fungsi BPD berdasarkan Undang-Undang Desa Klinik Anggaran (Sekolah Anggaran) untuk anggota BPD dan pemangku kepentingan utama, yang berpotensi termasuk kelompok perempuan (PKK) dan Parlemen daerah (DPRD). Pelaporan keluhan dan penguatan mekanisme lokal HASIL UTAMA Analisis kebijakan atas dewan desa yang diberikan kepada Bina Pemdes dan Kementerian Desa Panduan teknis mengenai BPD dalam pengembangan dan sosialisasi peraturan nasional Pengembangan dan uji coba modul pelatihan untuk BPD pada wilayah kerja KOMPAK. Perbaikan dan uji coba tools oleh BPD mengenai perencanaan dan implementasi yang transparan dan akuntabel terkait penggunaan dana desa Tinjauan dan penguatan mekanisme penanganan pengaduan selaras dengan strategi Kemendesa pada lokasi sasaran KOMPAK. Pelaksanaan laporan analisa rutin atas isu-isu implementasi kegiatan desa yang dilaporkan oleh perwakilan masyarakat madani untuk Kementerian Desa (PPMD) di provinsi-provinsi wilayah kerja KOMPAK. 13
PROYEK 7 MENINGKATKAN REPRESENTASI MASYARAKAT PADA LEMBAGA DESA DAN PROSES PEMBANGUNAN DESKRIPSI PROYEK Proyek ini berkolaborasi dengan kader masyarakat, organisasi lokal dan institusi desa untuk mendukung kelompok perempuan dan kelompok yang paling termarjinalkan untuk dapat terlibat dan mendapatkan manfaat dari pembangunan yang berbasis masyarakat dan untuk meningkatkan akuntabilitas masyarakat dalam pengambilan keputusan dan penggunaan dana desa. Proyek ini bertujuan untuk berkontribusi terhadap RPJMN yang menargetkan pengurangan kemiskinan dan inklusi. Proyek ini bekerja melalui mitra strategis KOMPAK untuk: Mendukung pemerintah nasional dalam menginstitusionalisasikan prinsip prinsip pembangunan berbasis masyarakat dan kesetaraan gender ke dalam kerangka peraturan UU Desa dengan focus belajar dari lapangan. Mendukung struktur masyarakat formal dan informal untuk memperkuat keterlibatan masyarakat khususnya perempuan dan kelompok paling marjinal dengan pemerintah desa untuk meningkatkan perencanaan dan pembangunan yang transparan, akuntabel dan berbasis masyarakat. 14
CAPAIAN MENENGAH Masyarakat lebih dapat mengadvokasi prioritas mereka terkait pembangunan desa, termasuk akses ke layanan dasar MITRA Kementerian Desa dan Kemendagri, Pemerintah Daerah, Organisasi Masyarakat Madani KONTRIBUSI TERHADAP KEBIJAKAN DAN STRATEGI Prioritas RJPMN 2015-2019: Pengembangan sumber daya manusia, peningkatan pemberdayaan, dan pembentukan modalitas sosial dan budaya masyarakat desa UU No 6/2014 tentang Desa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) CAKUPAN GEOGRAFIS Nasional, Aceh, Jawa Tengah, NTB, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua dan Papua Barat KEGIATAN UTAMA Mekanisme akuntabilitas sosial untuk pengembangan desa yang inklusif dan layanan dasar Penguatan kader perempuan dalam memobilisasi kelompok masyarakat inklusif di tingkat desa Kampanye komunitas Jaga Desa untuk transparansi dan akuntabilitas yang menyertakan kelompok perempuan (PKK) dan kelompok pemuda (Karang Taruna) HASIL UTAMA Pengembangan dan uji coba perangkat dan modul untuk akuntabilitas sosial pada perencanaan dan penganggaran pembangunan desa dan penganggaran pada lokasi proyek. Pelatihan kader perempuan pada lokasi tambahan termasuk juga di kabupaten garis depan percontohan. Kader perempuan memfasilitasi peraturan yang sensitif gender pro poor dalam UU Desa. Kader perempuan terlibat di tingkat kabupaten untuk peraturan daerah yang sensitif gender guna mendukung keterlibatan perempuan dan keterwakilannya dalam proses pembangunan desa Kampanye tentang Transparansi, Jaga Desa, yang didesain dan diterapkan pada lokasi kerja KOMPAK dengan menggunakan sebuah permainan masyarakat yang bersifat interaktif untuk pemuda dan perwakilan perempuan (PKK) dalam mempelopori suatu dialog yang terbuka tentang transparansi penyerapan anggaran desa 15
PROYEK 8 PENGUATAN AKSES MASYARAKAT SERTA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH TERHADAP JASA KEUANGAN DAN PASAR DESKRIPSI PROYEK Proyek ini memaksimalkan program-program Pemerintah Indonesia yang telah ada di bidang pembukaan lapangan pekerjaan dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui penguatan akses pasar dan keuangan. Proyek ini juga meningkatkan inklusi keuangan masyarakat miskin, perempuan dan kelompok dengan disabilitas, termasuk melalui pendidikan finansial dan penguatan aksesibilitas. CAPAIAN MENENGAH Lingkungan yang kondusif dan semakin mendukung terciptanya peluang kerja di luar sektor pertanian 16
MITRA Bappenas, Kementerian Desa, Kementerian Kooperasi dan UKM, Kementerian Sosial, Pemerintah Daerah, OJK, Organisasi Masyarakat Madani KONTRIBUSI TERHADAP KEBIJAKAN DAN STRATEGI RPJMN 2015-2019 Peraturan Presiden No. 82/2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) Peraturan Menteri Kooperasi dan UKM No.7/2015 tentang Rencana Strategis Pembangunan Kooperasi dan UMKM CAKUPAN GEOGRAFIS Nasional, Jawa Timur, NTB, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan (desa dan kabupaten terpilih akan dikonfirmasi lebih lanjut) KEGIATAN UTAMA Keuangan inklusif untuk masyarakat miskin dan kelompok rentan Penguatan kapasitas UMKM dan kelompok penghidupan HASIL UTAMA Masukan terhadap kebijakan untuk memperkuat impementasi SNKI utamanya di bidang pendidikan keuangan dan akses terhadap layanan keuangan bagi masyarakat pedesaan, perempuan dan kelompok dengan disabilitas. Modul pendidikan keuangan yang tersedia untuk umum bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan Desain dan kegiatan percontohan yang meningkatkan akses terhadap layanan keuangan bagi masyarakat pedesaan dan kelompok dengan disabilitas. Munculnya faktor-faktor utama yang mendorong penguatan mata pencaharian masyarakat dan UMKM Desain dan percontohan kegiatan yang memperkuat akses pasar bagi mata pencaharian masyarakat dan UMKM Mekanisme pembelajaran peer-to-peer bagi pengembangan usaha desa 17
PROYEK 9 INOVASI PUSAT PENGEMBANGAN KETERAMPILAN YANG RESPONSIF DAN TERPADU DESKRIPSI PROYEK Proyek ini akan memecahkan masalah mengenai minimnya akses masyarakat miskin dan kelompok rentan terhadap pelatihan yang berkualitas dan bagaimana meningkatkan kemampuan mereka mendapatkan pekerjaan. Proyek ini akan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, masyarakat, dan sektor swasta untuk mengkaji keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan keterampilan guna meningkatkan informasi mengenai peluang ekonomi dan akses masyarakat miskin terhadap peluang tersebut. 18
CAPAIAN MENENGAH Lingkungan yang kondusif dan semakin mendukung terciptanya peluang kerja di bidang non-pertanian MITRA Bappenas, Kementerian Tenaga Kerja, KADIN dan Asosiasi Industri, Pemerintah Daerah KONTRIBUSI TERHADAP KEBIJAKAN DAN STRATEGI RJPMN 2015-2019 Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 11/2013 tentang Sistem Pelatihan Tenaga Kerja Nasional (Sislatkernas) Instruksi Presiden No. 9/2016 tentang Revitalisasi Pendidikan Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Sumber Daya Manusia Indonesia CAKUPAN GEOGRAFIS Nasional, 5 lokasi percontohan - KOMPAK (Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesii Selatan), dan daerah non-kompak (2 TBC: Sumatera Utara dan Jawa Barat) KEGIATAN UTAMA Memperkuat pendidikan dan pelatihan kejuruan untuk masyarakat miskin dan kelompok rentan HASIL UTAMA Pengembangan dan penggunaan standar kompetensi kerja dan skema sertifikasi. Rancangan dan kegiatan percontohan yang memperkuat hubungan antara pelatihan kejuruan dan industri pada setidaknya 5 kabupaten. Masukan terhadap kebijakan pendidikan dan pelatihan kejuruan nasional Masukan terhadap kebijakan dan strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat miskin dan kelompok rentan dalam program pendidikan dan pelatihan kejuruan. 19
PROYEK 10 INOVASI DALAM LAYANAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI DESKRIPSI PROYEK Proyek ini berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan dengan para mitra lainnya, termasuk sektor publik dan swasta, dalam mengidentifikasi, membuat percontohan dan membantu dalam peningkatan dan replikasi penggunaan TIK serta inovasi lainnya melalui Pemerintah Indonesia atau pihak lain yang berkepentingan. Proyek ini bersifat oportunistik dimana proyek ini akan mengidentifikasi hal-hal yang menjadi perhatian dalam kerangka strategis KOMPAK dan mengusulkan pendekatan inovatif dalam menguji solusi dan selanjutnya mencari pendekatan mana yang cocok untuk memastikan Pemerintah Indonesia atau sektor swasta dapat menerima implementasi dan peningkatan kegiatan percontohan yang sukses. KOMPAK telah sebelumnya bekerja di provinsi NTB dan Jawa Timur. KOMPAK akan melaksanakan kerja sama yang erat dengan pemerintahan di tiap provinsi untuk mendukung inovasi dan koordinasi pelaksanaan layanan garis depan dan agenda peluang ekonomi mereka. Tujuan dari proyek ini ada adalah sebagai berikut: Untuk mendukung inisiatif yang dijalankan secara lokal, termasuk dukungan promosi dan replikasi inovasi dalam pemberian layanan. Selain mendukung pemerintah daerah dalam memenuhi prioritas pembangunan yang relevan dalam pelaksanaan layanan garis depan dan kesempatan ekonomi, pekerjaan di tingkat lokal juga dimaksudkan untuk menyebarluaskan informasi mengenai pekerjaan yang terkait dengan fasilitasi masukan terhadap kebijakan dan dialog kebijakan di tingkat nasional termasuk di dalamya kerja sama dengan individu dan atau antar kementerian. 20
CAPAIAN MENENGAH Lembaga desa dan pihak lain (misalnya sektor swasta, organisasi masyarakat sipil) yang secara efektif terlibat dengan pemerintah desa dan unit layanan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan termarjinalkan Lingkungan yang mendukung dalam meningkatkan peluang bekerja di luar bidang pertanian MITRA Sektor swasta, BUMN, angel investor, pemerintah daerah, Kementerian Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Universitas KONTRIBUSI TERHADAP KEBIJAKAN DAN STRATEGI RJPMN 2015-2019; Inovasi RPP CAKUPAN GEOGRAFIS Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, Papua dan Papua Barat KEGIATAN UTAMA Mendukung pengembangan lingkungan yang kondusif untuk inovasi pelayanan dan menciptakan kesempatan kerja Inovasi Challenge Fund (ICF) untuk meningkatkan pelayanan publik dan menciptakan peluang ekonomi HASIL UTAMA Pelaksanaan forum berbagi pengetahuan inovasi, contohnya pelaksanaan Jambore Inovasi Dimulainya jejaring Creating Share Value (CSV) untuk sektor swasta dan penyedia layanan publik Pengembangan dan pengujian ide-ide inovatif yang dapat diukur Pelaksanaan sejumlah workshop atau kegiatan Pelaksanaan Inovasi Challenge Fund (ICF) Pengusaha sosial dan investor telah menguji berbagai intervensi dalam pemberian layanan publik dan peluang ekonomi bagi masyarakat miskin Platform pusat inovasi didirikan di tingkat pemerintah daerah 21
KOMPAK Jln. Diponegoro No. 72, Jakarta 10320 Indonesia T: +62 21 8067 5000 F: +62 21 3190 3090 E: info@kompak.or.id www.kompak.or.id