LAPORAN FAIRNESS OPINION PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA KONVERSI PIUTANG PERSEROAN PADA PT WIKA INTRADE MENJADI PENYERTAAN MODAL DAN PEMBELIAN SAHAM MILIK PT WIKA INTRADE PADA PT WIKA INTRADE ENERGY PT WIJAYA KARYA (PERSERO) Tbk
No. : 073/LP/KJPP-TOH/FO/XI/XXII Jakarta, 14 Nopember 2011 Kepada Yth. PT Wijaya Karya Tbk. (Persero) Jl. D.I. Panjaitan Kav 9 Jakarta 13340 U.p. : Direksi Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Konversi Piutang Perseroan pada PT Wika Intrade menjadi Penyertaan Modal dan Pembelian Saham milik PT Wika Intrade pada PT Wika Intrade Energi Dengan hormat, Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada kami, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toha Okky Heru & Rekan ( TOH atau kami ), oleh manajemen PT Wijaya Karya, Tbk ( Perseroan ) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran rencana konversi piutang Perseroan pada PT Wika Intrade ( WIN ) menjadi penyertaan modal dan pembelian saham milik PT Wika Intrade ( WIN ) pada PT Wika Intrade Energy ( WINER ), yang merupakan satu kesatuan transaksi ( Rencana Trasaksi ), sesuai dengan Perjanjian Kerjasama antara Perseroan dengan kami, tentang Pemberian Jasa Penilaian No. TP.01.03/A.DEP.KU.0207/2010 dan surat penawaran kami No. 238/SP/KJPP-TA/KP/PP/VII/2011, tanggal 13 Juli 2011 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan melalui Surat Perintah Kerja dari Perseroan No. TP.02.01/A.DEP.KU.0457/2011, tanggal 25 Agustus 2011, maka dengan ini kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 135/KM.1/2009 tanggal 10 Februari 2009 yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ( Bapepam dan LK ) dengan Surat Tanda Terdaftar (STTD) Profesi Penunjang Pasar Modal dari Bapepam dan LK No. 12/BL/STTD-P/AB/2006, tanggal 18 September 2006 (Penilai Properti dan Penilai Usaha) menyampaikan pendapat atas kewajaran ( Pendapat Kewajaran ) atas Rencana konversi piutang Perseroan menjadi penyertaan modal dan pembelian saham milik WIN pada WINER tersebut. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) i
LATAR BELAKANG PT Wijaya Karya Tbk ( Perseroan) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, industri konversi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, energi terbarukan dan energi konversi, perdagangan, engineering procurement, construction, pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi jasa enjinering dan perencanaan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Perseroan saat ini memiliki 4 Strategic Business Unit (SBU) dalam bidang infrastruktur yang meliputi konstruksi sipil, konstruksi bangunan gedung, utilitas dan energi, yang kedepannya akan semakin terintegrasi menjadi perusahaan Engineering, Procurement, Construction (EPC) dan Investasi. Perseroan saat ini merupakan pemegang saham mayoritas pada WIN yaitu sebesar 78,40%. Dalam beberapa tahun terakhir kinerja WIN mengalami penurunan, bahkan sejak tahun 2009 WIN telah mengalami saldo laba negatif. WIN mengalami saldo laba negative pada tahun 2009 dan 2010 masing-masing sebesar negative Rp. 26,304 Milyar dan negative Rp. 24,367, yang diakibatkan dari beban bunga pinjaman sebesar Rp. 36,787 milyar dan penyisihan persediaan usaha pupuk perusahaan sebesar Rp. 45,046 milyar, yang menjadi loss carrying forward di tahun 2010. Walaupun pada tahun 2010 WIN mencatat laba bersih sebesar Rp. 1,94 milyar akan tetapi berasal dari Pendapatan lain-lain yakni dari pendapatan atas penjualan aset, merk dan selisih penilaian aset tetap atas pemisahan WINER. WIN memiliki pinjaman sebesar Rp. 145,87 Milyar (terdiri dari pokok sebesar Rp 139,52 Milyar dan bunga sebesar Rp 6,35 Milyar) kepada Perseroan dengan tingkat bunga sebesar 4% per tahun diatas Suku Bunga Sertipikat Bank Indonesia (SBI), yang pada saat ini WIN tidak dapat melaksanakan pembayaran bunga kepada Perseroan. WIN memiliki kewajiban jatuh tempo sebagai berikut : Kreditur Tanggal jatuh Tempo Jumlah [Milyar Rupiah] SKBDN/LC/Kredit Supplier Juni 2011 84,6 CIMB Niaga Angsuran Kredit Juli 2011 25,0 Danamon Angsuran kredit 10,0 Jumlah 119,6 WIN perlu melakukan Program Restukturisasi kewajibannya terhadap Perseroan agar WIN dapat memenuhi kewajiban kepada Pihak Ketiga. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) ii
Penjualan Saham WINER kepada Perseroan senilai Rp. 33.258.757.907,- (tiga puluh tiga milyar dua ratus lima puluh delapan juta tujuh ratus lima puluh tujuh ribu sembilan ratus tujuh Rupiah) akan digunakan untuk melunasi hutang jatuh tempo yang wajib di bayar WIN, disamping untuk menyederhankan struktur kepemilikan pada kelompok usaha Perseroan. Perseroan yakin dengan melakukan konversi piutang menjadi penyertaan saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER, maka kinerja WIN akan berubah menjadi lebih baik, kemudian Perseroan akan mengalami penurunan piutang sebesar piutang WIN, namun pada sisi lain Perseroan akan mengalami peningkatan pada penyertaan saham anak perusahaan yaitu WIN dan Perseroan akan menjadi pemegang saham di WINER sebesar 40%. Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Hadori Sugiarto Adi & Rekan, nilai buku ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 1.957.572.605.000. Dengan demikian, Harga Rencana Transaksi sebesar Rp. 143.03 milyar (Rp 139,52 milyar + selisih hasil penjualan saham WIN di WINER dikurangi dengan pembayaran hutang WIN ke DIP adalah Rp 3,51milyar), merupakan 7,3% dari nilai buku ekuitas Perseroan pada tanggal 30 Juni 2011. Oleh karena itu, manajemen Perseroan menilai bahwa Rencana Transaksi merupakan tidak material sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama ( Peraturan IX.E.2 ) yang dimuat dalam Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-413/BL/2009 tanggal 25 November 2009. Manajemen Perseroan menegaskan bahwa Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, terkait dengan hubungan afiliasi kepemilikan saham antara (i) Perseroan sebagai pemegang saham mayoritas yang memiliki saham WIN sebesar 78,4%, dan (ii) 40% saham WIN yang ada di WINER yang pada dasarnya WIN sendiri merupakan perusahaan yang berada dibawah kontrol Perseroan terkait kepemilikan saham, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu yang dimuat dalam Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009. PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. 78,40 % Koperasi Karyawan (Kopkar) Karya Mitra Satya 20,31 % PT Wijaya Karya Intrade PT PKM PT GBI Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 1,29 % 40,00 % 17,42 % 42,58 % PT Wijaya Karya Intrade Energy ( WINER ) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) iii
Komisaris dan Direksi Perseroan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, bertanggung jawab sepenuhnya atas kelengkapan dan kebenaran informasi yang disajikan dan setelah mengadakan penelitian dan pemeriksaan yang cukup, dan sepanjang yang diketahui dan diyakini, menegaskan bahwa informasi yang dimuat dalam informasi ini adalah benar dan tidak ada fakta material yang disembunyikan atau tidak diungkapkan yang dapat membuat atau mengakibatkan informasi atau fakta material menjadi tidak benar dan/atau menyesatkan. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan IX.E.1, Perseroan telah menunjuk KJPP TOH sebagai konsultan independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi. RUANG LINGKUP Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas rencana konversi hutang menjadi modal saham, kami telah mempelajari, mengacu dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. Informasi dari manajemen yang merencanakan untuk melakukan Perjanjian Restrukturisasi Piutang, antara Perseroan (Kreditur) dengan PT Wika Intrade (Debitur) tentang Rencana Konversi Piutang Menjadi Modal Saham. 2. Keterbukaan Informasi transaksi afiliasi WIKA dengan anak perusahaan pada tanggal 25 Mei 2009 3. Copy Perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan transaksi pinjaman antara Perseroan dengan PT Wika Intrade 4. Business Plan PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 5. Laporan Keuangan PT Wijaya Karya Tbk (Persero) per 30 Juni 2011, 31 Desember 2010, 31 Desember 2009, 2008, 2007 dan 2006 (AUDITED) 6. Proforma Laporan Keuangan per tanggal 30 Juni 2011 Sebelum dan Setelah rencana konversi hutang menjadi Saham, yang telah di review oleh Kantor Akuntan Publik Hadori & Rekan 7. Laporan Keuangan PT Wika Intrade per 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori & Rekan, 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uways & Rekan, 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Soejatna Mulyana dan rekan dan per 31 Desember 2008, 2007 dan 2006 yang diaudit oleh KAP Hadori & Rekan. 8. Laporan Keuangan PT Wika Intrade Energi per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy. 9. Data struktur Organisasi dan Job Description PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 10. Data Izin Usaha PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 11. Wawancara dengan Manajemen, sehubungan dengan kesepakatan restrukturisasi hutang dan konversi hutang menjadi modal saham. 12. Berbagai sumber informasi baik media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) iv
Pendapat kewajaran ini disusun antara lain berdasarkan pada prinsip integritas informasi yang ada. Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah benar, lengkap dan dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit atau verifikasi atas informasi dan data tersebut. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan kesepakatan rencana konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER tersebut. Kami berasumsi bahwa manajemen Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan rencana konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER, sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada data dan informasi material apapun lainnya yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan. ASUMSI-ASUMSI POKOK Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Penilaian kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Harga Konversi Piutang Menjadi Penyertaan Modal dan pembelian saham WIN pada WINER seperti yang telah diuraikan di atas. Akibat dari konversi Piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham WIN pada WINER, maka piutang Perseroan menjadi berkurang (hutang pokok dijadikan konversi penyertaan modal, sisanya tetap dijadikan sebagai piutang), penyertaan saham Perseroan bertambah/meningkat pada WIN, memiliki penyertaan saham pada WINER, dan kas Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp 3,5 milyar, yang merupakan selisih dari kewajiban Perseroan atas pembelian saham WIN pada WINER sebesar Rp 33,26 milyar, kemudian dikurangi dengan kewajiban WIN pada DIP (salah satu divisi Perseroan) sebesar Rp29,75 milyar. Karenanya setelah konversi penyertaan modal ini efektif, maka persentase kepemilikan saham Perseroan pada WIN mengalami peningkatan menjadi sebesar 96,5%. dan menjadi pemegang saham baru pada WINER sebesar 40%. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-transaksi diluar Konversi Piutang Menjadi Penyertaan Modal dan pembelian saham WIN pada WINER yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) v
Pendapat Kewajaran ini merupakan satu kesatuan analisa yang komprehensif yang tidak terpisahkan satu bagian dengan bagian yang lain secara keseluruhan. Analisa dan pembahasan sebagian dari Pendapat Kewajaran ini oleh pihak yang tidak berkompeten tanpa memperhatikan pembahasan dan analisa bagian yang lainnya dalam Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat menyebabkan kesimpulan dari Pendapat Kewajaran ini memiliki perbedaan pengertian. Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan yang telah ditetapkan. TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE) Tanggal penilaian dalam laporan opini kewajaran ini adalah per 30 Juni 2011. SUMBER DANA Sumber dana dalam melakukan rencana transaksi adalah berasal dari hutang WIN ke Perseroan (Piutang Perseroan ke WIN), Hutang WIN ke DIP (Piutang DIP ke WIN), dan hasil penjualan saham WIN di WINER. PENGGUNAAN DANA Dana yang diperoleh akan digunakan untuk melakukan penyertaan saham pada WIN, pembayaran hutang ke DIP yang berasal dari hasil penjualan saham WIN yang ada di WINER, dan sisanya akan dijadikan sebagai kas perusahaan untuk menutup kebutuhan modal kerja yang harus ditanggung oleh Perseroan guna menjamin operasional WIN, adapun penggunaan dana secara terperinci adalah sebagai berikut : Keterangan (Rp Juta) Rencana Penggunaan Dana (Rp Juta) 1. Hutang WIN ke Perseroan a. Pokok 139.520 Debt to Equity Swap 139.520 b. Bunga 6.350 Hutang WIN ke Perseroan 6.350 2. Hutang WIN ke DIP 29.750 Penerimaan Kas WIN *) 3.509 3. Penjualan Saham WINER 33.259 Catatan : *) Berasal dari Hasil Penjualan Saham WINER dikurangi dengan Hutang WIN ke DIP Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) vi
GAMBARAN UMUM RENCANA TRANSAKSI Gambaran umum Rencana Transaksi melalui konversi piutang Perseroan menjadi penyertaan saham WIN dan pembelian saham WIN yang ada di WINER, dengan tahap secara rinci sebagai berikut : a) Melakukan konversi seluruh piutang pokok Perseroan kepada WIN menjadi penyertaan modal, yaitu sebesar Rp 139,52 milyar (pokok hutang WIN). Sedangkan sisa tagihan yang berasal dari bunga pinjaman sebesar Rp 6,35 milyar akan tetap dicatatkan sebagai piutang Perseroan di WIN b) Pembelian saham WIN sebesar 40% (sejumlah 62.000 lembar saham) yang ada di WINER dengan rencana harga transaksi berdasarkan nilai buku per 30 Juni 2011 adalah sebesar Rp 536.432 per lembar saham, maka total nilai pembelian saham WIN sebesar Rp 33.258.757.907. Hasil dari penjualan saham tersebut akan digunakan untuk melakukan pembayaran hutang WIN pada Departemen Industrial Plant (DIP) sebesar Rp 29,75 Milyar, sedangkan sisanya sebesar Rp 3,51 Milyar akan digunakan sebagai kas WIN. c) Menjadikan WINER sebagai perusahaan afiliasi dari Perseroan. 2 Membeli Saham WIN di WINNER DIP DIP memiliki Piutang pada WIN PERSEROAN 1 WIN Piutang dikonversi menjadi Debt to Equity Sw ap PKM GBI WINER 3 Menjadikan WINNER sebagai Anak Perusahaan 40% 17,42% 42,58% Hasil Penjualan Saham WIN di WINER dipergunakan untuk pembayaran Hutang WIN pada DIP, sisanya untuk kas Perusahaan Catatan : Perseroan = PT Wijaya Karya Tbk DIP = Divisi Industrial Plant WINER WIN = PT Wika Intrade PKM = PT Prima Karya Mandiri GBI = PT Graha Benoite Indonesia WINER = PT Wika Intrade Energy MANFAAT RENCANA TRANSAKSI Secara umum manfaat atas transaksi adalah sebagai berikut: 1. WIN merupakan anak perusahaan Perseroan yang didirikan dalam rangka mendukung pengembangan usaha baik dibidang Trading maupun dibidang Industri (construction material, Engineering Products in Oil & Gas, Other Product, maupun produksi Alumunium casting, Metal Pressing, Plastic injection molding, manufacturer for automotive parts, Home appliance serta Plastic, Pressing & Painting yang memproduksi Automotive part), yang dikemudian hari akan memberi sinergi bagi kegiatan dalam kelompok usaha Perseroan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) vii
2. Pelaksanaan konversi hutang WIN menjadi tambahan penyertaan modal Perseroan dalam WIN akan mendukung kegiatan usaha WIN mengingat Perseroan merupakan pemegang saham utama WIN yang memiliki kewajiban untuk mendukung kemampuan permodalan WIN. Dengan penambahan modal WIN maka WIN memiliki fleksibilitas untuk memperoleh alternative pendanaan selain mengunakan dana internal juga dimungkinkan memperoleh pendanaan dari perbankan maupun lembaga keuangan untuk dapat membiayai operasional dan pengembangan usaha WIN dikemudian hari. 3. Dengan kondisi keuangan yang lebih baik maka WIN dikemudian hari diharapkan dapat memberikan kontribusi keuntungan bagi Perseroan 4. Pengambilalihan saham WINER akan lebih memudahkan bagi Perseroan untuk melakukan sinergi pengembangan usaha WINER, baik dari segi permodalan maupun dalam hal pengawasan. 5. Rencana-rencana transaksi yang akan dilakukan akan memberikan dampak positif bagi Perseroan, baik dari peningkatan pendapatan Perseroan yang berasal dari pendapatan Anak Perusahaan, maupun efisiensi biaya Perseroan, sinergi produk antar Anak Perusahaan dan Perseroan, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kinerja Perseroan. ANALISIS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI Dalam melakukan penilaian atas kewajaran rencana restrukturisasi WIN dengan cara melakukan konversi piutang Perseroan menjadi penyertaan modal, kami melakukan perbandingan atas kondisi WIN dengan SWAP dan kondisi WIN tanpa SWAP. Adapun gambaran lebih detil adalah sebagai berikut: Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) viii
1. Proforma Neraca PT Wika Intrade per Juni 2011 Sebelum dan Setelah Debt to Equity SWAP Sumber : Manajemen Perseroan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) ix
Dari gambaran proforma neraca WIN yang disiapkan oleh manajemen Perseroan seperti terlihat diatas, jumlah total aset mengalami penurunan dari sebelumnya sebesar Rp 422,8 milyar menjadi Rp 393,1 milyar yang disebabkan karena penyertaan saham WIN pada WINER sudah diambil alih oleh Perseroan (PT Wika Tbk), kemudian jumlah ekuitas WIN meningkat dari Rp 7,5 milyar menjadi Rp 147,1 milyar yang disebabkan karena adanya konversi hutang WIN menjadi penyertaan saham. Dengan dilakukannya debt to equity swap maka kas dan setara kas WIN akan meningkat sebesar Rp 3,5 milyar yang merupakan selisih dari hasil penjualan kepemilikan atas saham (penyertaan saham) WIN yang ada di WINER setelah dikurangi dengan hutang usaha (hutang pada DIP/departemen industrial plant Perseroan). Dengan sendirinya penyertaan saham WIN pada WINER menjadi hilang/habis. Pada sisi lain hutang usaha WIN menjadi berkurang sebesar hutang WIN pada DIP, hutang hubungan pihak istimewa juga mengalami penurunan yang sangat signifikan dari Rp 145,86 milyar menjadi Rp 6,3 milyar dan modal saham WIN menjadi meningkat akibat dari adanya konversi hutang WIN pada Perseroan dari Rp 27 milyar menjadi Rp 166,5 milyar. 2. Proyeksi Keuangan WIN dengan SWAP dan tanpa SWAP Berdasarkan laporan penilaian saham yang disusun oleh KJPP TOH, dengan nomor laporan No. 71/LP/KJPP-TOH/XI/XXII, tanggal 11 Nopember 2011 proyeksi keuangan WIN (dengan SWAP), diasumsikan memiliki potensi dalam penjualan yang lebih tinggi dan hutang WIN pada Perseroan telah berkurang. Sedangkan dalam proyeksi keuangan tanpa transaksi diasumsikan memiliki pendapatan yang lebih rendah, selain itu jumlah beban pinjaman dan beban bunganya semakin tinggi. Berikut proyeksi keuangan WIN : Proyeksi Keuangan WIN Dengan SWAP (dalam juta rupiah) 2011 2012 2013 2014 2015 PENJUALAN 562.000 818.520 991.520 1.133.520 1.149.000 Harga Pokok Penjualan (535.495) (777.665) (925.518) (1.042.088) (1.035.026) LABA KOTOR 26.505 40.855 66.002 91.432 113.974 Beban Usaha (8.570) (9.356) (10.212) (11.147) (12.165) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA PAJAK & DEPR. 17.935 31.499 55.790 80.285 101.809 Depresiasi & Amortisasi (5.052) (10.105) (11.405) (14.005) (14.384) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA & PAJAK 12.883 21.394 44.385 66.280 87.425 PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Beban Pinjaman ke WIKA Tbk (11.104) (793) - - - Beban Pinjaman Bank (4.099) (5.107) (6.300) (10.000) (11.798) Pendapatan (beban) lainnya (5.660) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain (20.863) (5.900) (6.300) (10.000) (11.798) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (7.980) 15.494 38.085 56.280 75.627 Penghasilan (Beban) Pajak - (3.874) (9.521) (14.070) (18.907) LABA (RUGI) BERSIH (7.980) 11.620 28.564 42.210 56.720 Rasio Net Profit Margin -1,42% 1,42% 2,88% 3,72% 4,94% Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) x
Proyeksi Keuangan WIN Tanpa SWAP (dalam juta rupiah) 2011 2012 2013 2014 2015 PENJUALAN 532.000 656.600 718.660 762.826 754.759 HARGA POKOK PENJUALAN (499.528) (612.162) (669.636) (705.327) (690.255) LABA KOTOR 32.472 44.438 49.024 57.499 64.504 Biaya Usaha Pusat (6.800) (7.400) (8.100) (8.900) (9.800) BEBAN USAHA (8.568) (9.350) (10.201) (11.132) (12.149) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA, PAJAK & DEPR. 23.904 35.088 38.823 46.367 52.355 DEPRESIASI & Amortisasi (6.293) (12.587) (13.237) (14.537) (13.616) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA DAN PAJAK 17.611 22.501 25.586 31.830 38.739 PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Bunga pinjaman ke WIKA Tbk. (15.464) (18.234) (18.234) (18.234) (18.234) Bunga Pinjaman Bank (4.099) (5.107) (6.300) (10.000) (11.798) Pendapatan (beban) lainnya (5.660) - - - - JUMLAH PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN (25.223) (23.340) (24.534) (28.234) (30.032) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (7.612) (839) 1.053 3.596 8.707 PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK - - (263) (899) (2.177) LABA (RUGI) BERSIH (7.612) (839) 790 2.697 6.530 Rasio Net Profit Margin -1,43% -0,13% 0,11% 0,35% 0,87% Seperti terlihat pada tabel diatas, bahwa dengan melakukan SWAP, secara umum kinerja WIN menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan tanpa SWAP. Setelah perusahaan melakukan debt to equity swap, maka beban pengeluaran untuk bunga pinjaman berkurang cukup besar, dengan demikian WIN lebih memiliki keleluasaan cash flow yang dapat digunakan untuk melakukan ekspansi dengan menambah produk baru atau menambah kapasitas produksi. Dimana secara umum pada awal ekspansi tingkat efisiensinya belum sampai pada tahap optimal, maka sebagaimana terlihat pada proyeksi keuangan dengan SWAP laba kotor tahun 2012 lebih rendah dibandingkan dengan laba kotor tanpa SWAP. Namun memasuki tahun 2013 laba kotor dengan SWAP lebih meningkat dibandingkan tanpa SWAP. Perbandingan antara dengan SWAP dan tanpa SWAP juga dapat digambarkan sebagaimana grafik berikut ini. 1.400.000 1.200.000 1.000.000 HISTORIS PROYEKSI Dalam Juta Rupiah 800.000 600.000 400.000 200.000 2006 2007 2008 2009 2010 Juni 2011 2011 2012 2013 2014 2015 Pendapatan Bersih Dengan SWAP 329.192 513.699 940.806 1.154.740 372.737 212.055 562.000 818.520 991.520 1.133.520 1.149.000 Pendapatan Bersih Tanpa SWAP 532.000 656.600 718.660 762.826 754.759 Harga Pokok Penjualan Dengan SWAP 319.080 490.654 889.184 1.102.410 405.194 199.767 511.377 777.665 925.518 1.042.088 1.035.026 Harga Pokok Penjualan Tanpa SWAP 499.528 612.162 669.636 705.327 690.255 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) xi
Dalam Juta Rupiah 140.000 120.000 HISTORIS PROYEKSI 100.000 80.000 60.000 40.000 20.000 (20.000) (40.000) (60.000) 2006 2007 2008 2009 2010 Juni 2011 2011 2012 2013 2014 2015 Laba (Rugi) Kotor Dengan SWAP 10.112 23.046 51.622 52.330 (32.456) 12.288 50.623 40.855 66.002 91.432 113.974 Laba (Rugi) Kotor Tanpa SWAP 32.472 44.438 49.024 57.499 64.504 Laba (Rugi) Usaha Dengan SWAP 4.690 17.218 43.764 45.326 (38.973) 7.315 42.053 31.499 55.790 80.285 101.810 Laba (Rugi) Usaha Tanpa SWAP 23.904 35.088 38.823 46.367 52.355 Laba (Rugi) Bersih Dengan SWAP 16.076 17.615 11.146 (36.106) 382 (20.293) 23.607 11.621 28.564 42.210 56.720 Laba (Rugi) Bersih Tanpa SWAP (7.612) (839) 790 2.697 6.530 Secara akumulasi dalam periode 2011 2015, perbandingan proyeksi keuangan WIN dengan SWAP dan tanpa SWAP dapat dilihat pada tabel dibawah, dimana terlihat laba bersih WIN tanpa SWAP secara akumulasi selama 5 tahun sebesar Rp 1.564 juta, dengan rasio net profil margin minus -0,23%. Sedangkan dengan SWAP laba bersih WIN tercatat memiliki akumulasi laba bersih sebesar Rp 131.134 juta, dan akumulasi rasio net profit margin sebesar 11,54%. Perbandingan Akumulasi Proyeksi Keuangan WIN Tanpa SWAP dan Dengan SWAP Tahun 2011-2015 (dalam juta rupiah) Dengan SWAP Tanpa SWAP PENJUALAN 4.654.560 3.424.845 Harga Pokok Penjualan (4.315.792) (3.176.908) LABA KOTOR 338.768 247.937 Beban Usaha (51.450) (51.400) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA PAJAK & DEPR. 287.318 196.537 Depresiasi & Amortisasi (54.951) (60.270) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA & PAJAK 232.367 136.267 PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Bunga Pinjaman ke WIKA Tbk (11.897) (88.400) Bunga Pinjaman Bank (37.304) (37.304) Pendapatan (beban) lainnya (5.660) (5.660) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain (54.861) (131.364) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 177.506 4.903 Penghasilan (Beban) Pajak (46.372) (3.339) LABA (RUGI) BERSIH 131.134 1.564 Rasio Net Profit Margin 11,54% -0,23% Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) xii
3. Perbandingan Indikasi Nilai Ekuitas Tanpa SWAP dan Dengan SWAP Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode discounted cash flow / diskonto arus kas mendatang tanpa memperhitungkan Discount For Lack of Marketibility (DLOM). Nilai Perusahaan (Corporate Value) tanpa SWAP sebesar Rp 181,74 milyar, Nilai Perusahaan dengan SWAP sebesar Rp 245,97 milyar, sehingga nilai perusahaan dengan SWAP lebih baik jika dibandingkan dengan tanpa SWAP. Setelah dikurangi dengan total pinjaman bank, maka nilai perusahaan menjadi Rp 136,74 milyar tanpa SWAP dan Rp 200,97 milyar dengan SWAP. Indikasi nilai ekuitas WIN setelah dikurangi dengan total pinjaman pada PT Wika Tbk adalah negatif sebesar - Rp 9,12 milyar tanpa SWAP, sedangkan dengan SWAP nilai ekuitas positif sebesar Rp 55,10 milyar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan SWAP memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa SWAP dan lebih menguntungkan bagi Perseroan. (dalam ribu rupiah) Dengan SWAP Tanpa SWAP Nilai Perusahaan (Corporate Value) 245.973.226 181.744.812 Total Pinjaman Bank (IBD) 45.000.000 45.000.000 200.973.226 136.744.812 Total Pinjaman Wika (IBD) 145.868.677 145.868.677 INDIKASI NILAI EKUITAS 55.104.549 (9.123.865) 4. Kewajaran Konversi Hutang WIN menjadi Penyertaan Saham Berdasarkan penilaian harga saham WIN dengan Laporan No. 071/LP/KJPP-TOH/X/XXII/2011 tanggal 11 Nopember 2011, dengan dasar asumsi WIN melakukan debt to equity swap, nilai pasar wajar WIN adalah sebesar Rp 33.861.372.000 atau sebesar Rp 125 per saham. Sedangkan rencana pelaksanaan konversi hutang WIN kepada Perseroan sebesar Rp 139.521.891.800, dengan nilai konversi sebesar Rp 100 (seratus rupiah) per saham, maka rencana transaksi konversi hutang menjadi saham dinyatakan wajar 5. Peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Penuh WIN Berdasarkan rencana manajemen Perseroan yang akan melakukan penambahan penyertaan Perseroan pada WIN melalui konversi piutang Perseroan pada WIN, sejumlah pokok piutang sebesar Rp 139.521.891.800 (seratus tiga puluh sembilan milyar lima ratus dua puluh juta delapan ratus sembilan puluh satu ribu delapan ratus rupiah) atau sejumlah 1.395.218.918 (satu milyar tiga ratus sembilan puluh lima juta dua ratus delapan belas ribu Sembilan ratus delapan belas rupiah), sedangkan jumlah modal dasar WIN sampai dengan laporan keuangan per 31 Juni 2011 adalah sebesar 1.080.000.000 lembar saham (satu milyar delapan puluh juta rupiah), atau sebesar Rp. 108.000.000.000 (seratus depan puluh milyar rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp 100 (seratus rupiah), maka manajemen WIN harus meningkatkan modal dasar terlebih dahulu agar rencana konversi piutang Perseroan pada WIN dapat diakomodir pada struktur permodalan WIN. 6. Kewajaran Pengambil Alihan 40% Saham WIN yang ada di WINER Manajemen Perseroan merencanakan untuk mengambil alih 40% saham WIN yang ada di WINER, dimana rencana ini merupakan bagian atau satu kesatuan dari rencana restrukturisasi WIN dengan nilai transaksi sebesar nilai buku WINER per 30 Juni 2011. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) xiii
Nilai ekuitas WINER per 30 Juni 2011 sebesar Rp 83.146.894.768 dengan jumlah lembar saham yang telah disetor dan ditempatkan penuh sejumlah 155.000 lembar, maka nilai buku ekuitas per lembar saham adalah Rp 536.432. Kepemilikan 40% saham WIN pada WINER adalah ekuivalen dengan 62.000 lembar saham, maka nilai rencana transaksi pengambil alihan saham adalah sebesar Rp 33.258.757.907. Nilai rencana transaksi lebih rendah daripada hasil penilaian saham WINER yang dilakukan KJPP TOH, No 70./LP/KJPP-TOH/XI/XXII, tanggal 11 Nopember 2011, dimana nilai pasar wajar 40% saham WIN di WINER per tanggal 30 Juni 2011 adalah sebesar Rp 49.833.410.000 (empat puluh sembilan milyar delapan ratus tiga puluh tiga juta empat ratus sepuluh ribu rupiah) atau dengan nilai per lembar saham sebesar Rp 804.000 (delapan ratus empat ribu rupiah) angka pembulatan. Dengan nilai rencana transaksi lebih rendah dari nilai pasar wajar, maka dapat dikatakan rencana transaksi tersebut adalah wajar. 7. Analisa Proforma Keuangan Perseroan Perseroan telah menunjuk KAP Hadori & Rekan untuk melakukan review atas proforma laporan keuangan sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi. Ikhtisar proforma laporan keuangan sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi adalah sebagai berikut: Penyesuaian WIP Audited dan Transaksi Penyesuaian WIN Audited Historis setelah Penyesuaian Penyesuaian Transaksi WIN Proforma setelah Transaksi Historis ASET ASET LANCAR Kas dan Setara Kas 750,261,499 (869,677) - 749,391,822-749,391,822 Piutang Usaha - bersih - - - - Pihak Berelasi 282,539,686 - - 282,539,686-282,539,686 Pihak Ketiga 799,929,764 - (4,198,754) 795,731,010-795,731,010 Piutang Retensi 440,944,148 (612,870) - 440,331,278-440,331,278 Tagihan Bruto Pemberi Kerja 1,053,471,244 - - 1,053,471,244-1,053,471,244 Pendapatan Yang Akan Diterima 44,805,852 - (198,677) 44,607,175-44,607,175 Piutang Lain-Lain 85,105,290 - (5,109,368) 79,995,922-79,995,922 Persediaan 569,706,490 - (66,847) 569,639,643-569,639,643 Uang Muka 337,241,714 - (3,500,000) 333,741,714-333,741,714 Pajak Dibayar Dimuka 162,991,105 - (9,330,622) 153,660,483-153,660,483 Biaya Dibayar Dimuka 132,182,629 - (1,417,983) 130,764,646-130,764,646 Jaminan Usaha 11,448,656-3,500,000 14,948,656-14,948,656 Investasi Lain-Lain 2,708,294 1,582,416-4,290,710-4,290,710 Jumlah Aset Lancar 4,673,336,371 4,653,113,988 4,653,113,988 ASET TIDAK LANCAR Aset Pajak Tangguhan 31,924,720-878,970 32,803,690-32,803,690 Investasi Pada Perusahaan 151,733,181-527,665 152,260,846-152,260,846 Asosiasi Aset Real Estate - - - - - Tanah Belum Dikembangkan 66,509,730 - - 66,509,730-66,509,730 Persediaan Real Estate 209,303,852 - - 209,303,852-209,303,852 Aset Tetap - bersih 583,645,246 - - 583,645,246-583,645,246 Setoran Dana Kerja Sama Operasi 709,124,134 (1,839,048) - 707,285,086-707,285,086 Goodwill 4,847,052 2,129,249-6,976,301 3,565,128 10,541,429 Aset Lain-Lain 65,331,096 - (307,385) 65,023,711-65,023,711 Jumlah Aset Tidak Lancar 1,822,419,011 1,823,808,462 1,827,373,590 JUMLAH ASET 6,495,755,382 6,476,922,450 6,480,487,578 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) xiv
Penyesuaian WIN Audited Historis setelah Penyesuaian Penyesuaian Transaksi Proforma setelah Transaksi Historis LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Pinjaman Jangka Pendek 94.017.474 (3.097.600) - 90.919.874-90.919.874 Hutang Usaha - - - - Pihak Ketiga 1.305.116.810 - - 1.305.116.810-1.305.116.810 Pihak Berelasi 11.343.261 (256.631) (8.592.358) 2.494.272-2.494.272 Hutang Lain-lain 34.470.804 2.900.267-37.371.071-37.371.071 Kewajiban Bruto Pemberi Kerja 109.022.613 - - 109.022.613-109.022.613 Hutang Pajak 143.040.910 (54.079) (10.290.543) 132.696.288-132.696.288 Uang Muka Dari Pelanggan 169.755.365 (0) (0) 169.755.365-169.755.365 Biaya Yang Masih Harus Dibayar 1.225.689.502 - (129.161) 1.225.560.341-1.225.560.341 Pendapatan Yang Diterima Dimuka 399.100.286 - - 399.100.286-399.100.286 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 3.491.557.025 3.472.036.919 3.472.036.919 LIABILITAS JANGKA PANJANG Kewajiban Imbalan Pasca Kerja 12.110.319-1.898.305 14.008.624-14.008.624 Uang Muka Proyek Jangka Panjang 692.447.989 0 0 692.447.989-692.447.989 Pinjaman Jangka Panjang 342.067.444 - - 342.067.444-342.067.444 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.046.625.752 1.048.524.057-1.048.524.057 EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal Saham Modal Dasar 16.000.000.000 saham, nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Modal ditempatkan dan disetor sejumlah 6.023.153.000) 602.315.300 - - 602.315.300-602.315.300 Modal Saham yang diperoleh - - - - kembali disajikan dengan nilai nominal 176.686.500 saham (17.668.650) - - (17.668.650) - (17.668.650) Tambahan Modal Disetor 607.066.213 - - 607.066.213-607.066.213 Perubahan ekuitas pada Perusahaan Anak 8.813.220 - - 8.813.220-8.813.220 Saldo Laba 641.639.010 (300.316) (1.653.647) 639.685.047 639.685.047 Sub Jumlah 1.842.165.093 1.840.211.130-1.840.211.130 Kepentingan Non Pengendali 115.407.512 1.198.429 (455.597) 116.150.344 3.565.128 119.715.472 Total Ekuitas 1.957.572.605 1.956.361.475 1.959.926.603 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 6.495.755.382 6.476.922.450 6.480.487.578 Pengaruh Rencana Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan konsolidasi berdasarkan laporan keuangan proforma yang telah direview oleh KAP Hadori & Rekan adalah : 1. Dampak transaksi setelah debt to equity swap senilai Rp. 139.521.891.857 (nilai penuh) dan penjualan saham WINER senilai Rp 33.258.757.907 (nilai penuh). 2. Debt equity swap senilai Rp. 139.521.891.857 berpengaruh pada bertambahnya goodwill posisi setelah transaksi WIP dan Audit WIN dari Rp. 6.976.301 (dalam ribuan) menjadi Rp. 10.541.429 (dalam ribuan) setelah transaksi WIN dan non pengendali bertambah dari setelah transaksi WIP dan Audit WIN Rp.116.150.344 (dalam ribuan) menjadi Rp.119.715.472 (dalam ribuan) setelah transaksi WIN. 3. Penjualan Saham Winer senilai Rp 33.258.757.907 tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan konsolidasian Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) xv
KESIMPULAN Berdasarkan analisis kewajaran atas Rencana Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, KJPP TOH berpendapat bahwa secara keseluruhan Rencana konversi hutang menjadi penyertaan modal dan pembelian saham WIN pada WINER adalah wajar bagi Perseroan maupun pemegang saham Perseroan. DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan konversi piutang menjadi penyertaan saham dan pembelian saham WIN di WINER, serta tidak untuk digunakan oleh pihak lain, atau untuk kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk menyetujui konversi piutang menjadi penyertaan saham dan pembelian saham WIN di WINER atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Rencana Transaksi, dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham. Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dari KJPP Toha Okky Heru & Rekan. Hormat kami, KJPP TOHA OKKY HERU & REKAN Ir. Okky Danuza, M.Sc, MAPPI (Cert) Pimpinan Rekan Izin Penilai : PB-1.09.00080 STTD : 1.99.0024 MAPPI : 93-S-00334 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) xvi
1) LATAR BELAKANG 1.1 Riwayat Perusahaan 1.1.1 Sejarah Pendirian PT Wijaya Karya (Persero), Tbk., ("Perseroan") didirikan berdasarkan Undang-undang No.19 tahun 1960 jo Peraturan Pemerintah No.64 tahun 1961 tentang Pendirian Perusahaan Negara/PN "Widjaja Karja" tanggal 29 Maret 1961. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.64 ini pula, perusahaan bangunan bekas milik Belanda yang bernama Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. yang telah dikenakan nasionalisasi, dilebur ke dalam PN Widjaja Karja. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.40 tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja dinyatakan bubar dan dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO), sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 Undang-undang No.9 Tahun 1969 (Lembaran Negara Republik Indonesia No.40 tahun 1969, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 2904). Selanjutnya Perseroan ini dinamakan "PT Wijaya Karya", berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No.110 tanggal 20 Desember 1972 yang dibuat di hadapan Dian Paramita Tamzil, pada waktu itu pengganti dari Djojo Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, jo Akta Perubahan Naskah Pendirian Perseroan Terbatas "PT Wijaya Karya" No.106, tanggal 17 April 1973 yang dibuat dihadapan Kartini Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, keduanya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Keputusan No. Y.A.5/165/14 tanggal 8 Mei 1973, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta dengan No.1723 dan No.1724 tanggal 16 Mei 1973, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.76 tanggal 21 September 1973, Tambahan No.683. Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali diubah, yang terakhir diubah dengan Akta No.30 tanggal 21 Mei 2010 yang dibuat di hadapan Imas Fatimah, SH, Notaris di Jakarta yang telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana dinyatakan dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU- 33763.AH.01.02 Tahun 2010 tanggal 6 Juli 2010. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 1
1.1.2 Kejadian-Kejadian Penting Perseroan Kejadian-kejadian penting perusahaan mulai dari awal berdiri sampai dengan saat ini antara lain : Periode 1961 1990 Bulan Maret 1961, Perseroan didirikan dengan nama PN Widjaja Karja. Pada waktu yang sama persuahaan bangunan bekas milik Belanda yang bernama NV Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co yang telah dikenakan nasionalisasi dilebur ke dalam PN Widjaja Karja. Bulan Juli 1971, PN Widjaja Karya dinyatakan bubar. Selanjutnya pada Bulan Juli 1972 bentuk usaha dialihkan menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) dengan nama PT Wijaya Karya. Periode 1991 2000 Bulan Maret 1997, Perseroan mendirikan anak perusahaan, yaitu PT Wijaya Karya Beton (PT Wika Beton) yang awalnya merupakan salah satu divisi dari Perseroan yaitu Divisi Produk Beton. Bulan Januari 2000, Perseroan mendirikan anak perusahaan yaitu PT Wijaya Karya Realty dan PT Wijaya Karya Intrade Periode 2001 2009 Oktober 2007, Perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam dengan suratnya No.S-5275/bl/2007 untuk melakukan penawaran perdana kepada masyarakat melalui Busa Efek Jakarta atas 1.846.154.000 lembar seri B baru, dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 420 per saham. Oktober 2008, Perseroan mendirikan anak perusahaan yaitu PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (PT Wika Gedung) Nopember 2008, Perseroan mengambil alih saham sebesar 70,08% di PT Catur Insan Pertiwi yang kemudian Perusahaan ini berubah menjadi PT Wika Insan Pertiwi. Juli 2009, Perseroan mendirikan anak perusahaan yaitu PT Wijaya Karya Jabar Power Periode 2010-2011 Juni 2010, Perseroan memperoleh safety and environment award dari Mitsubishi Corporation Juli 2011, Perseroan meraih sertifikat audit sistem manajemen pengamanan dalam penerapan sitem manajemen pengaman swakarsa berdasarkan peraturan kepala kepolision negara Republik Indonesia, dengan pencapaian / klarifikasi silver reward. Oktober 2011, Perseroan memperoleh penghargaan sebagai perusahaan pelopor dalam perkembangan bisnis industri konstruksi di ajang AKI Award 2010 oleh Asosiai Kontraktor Indonesia. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 2
1.1.3 Bidang Kegiatan Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, industri konversi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, energi terbarukan dan energi konversi, perdagangan, engineering procurement, construction, pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi jasa enjinering dan perencanaan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. Perusahaan beralamat di Jl. D.I Panjaitan Kav.9, Jakarta Timur, perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1961. Usaha operasional Perseroan saat ini memiliki 4 Strategic Business Unit (SBU) dalam bidang infrastruktur yang meliputi konstruksi sipil, konstruksi bangunan gedung, utilitas dan energi, yang kedepannya akan semakin terintegrasi menjadi perusahaan Engineering, Produrement, Construction (EPC) dan Investasi. a) Konstruksi Sipil SBU Konstruksi Sipil terdiri dari sub-sub bidang usaha: jalan dan jembatan, pengairan, prasarana perhubungan, dan ketenagaan. Saat ini, kegiatan usaha SBU Konstruksi Sipil tidak sekadar kontraktor. SBU ini berkemampuan mengerjakan rancang bangun (design and build) dari mulai proses perencanaan sampai proses konstruksi. Untuk sub bidang usaha jalan, jalan tol, dan jembatan, SBU ini telah berhasil menyelesaikan berbagai proyek berskala besar dan berteknologi tinggi. Sub bidang pengairan meliputi pembangunan prasarana dan sarana dasar bidang pengairan. Sub bidang usaha prasarana perhubungan meliputi jasa konstruksi prasarana perhubungan darat, laut, dan udara, seperti bandara, pelabuhan laut, termasuk jetty dan terminal peti kemas, dan stasiun kereta api. b) Konstruksi Bangunan Gedung SBU Konstruksi Bangunan Gedung memiliki anak perusahaan tersendiri. SBU konstruksi bangunan gedung meliputi Sub Bidang Usaha Bangunan Hunian dan Bangunan Fasilitas. Saat ini, dengan dukungan kemampuan di bidang enjinering, telah melakukan pekerjaan rancang bangun atau design and build, yaitu melakukan pekerjaan sejak proses perencaaan sampai proses konstruksi. Sub bidang usaha jasa konstruksi bangunan hunian, meliputi pembangunan apartemen, kondominium, hotel, rumah susun, dan kompleks perumahan. Sub bidang usaha bangunan fasilitas menggarap bangunan fasilitas seperti rumah sakit, terminal penumpang bandara dan stasiun, sarana pendidikan, sarana olahraga, perkantoran, mal dan sarana rekreasi lainnya. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 3
c) Utilitas SBU Utilitas terdiri dari sub-sub bidang usaha jasa konstruksi mekanikal dan elektrikal yang meliputi sub bidang usaha minyak dan gas, sarana industri, dan pabrikasi baja. Sub bidang usaha minyak dan gas meliputi jasa konstruksi mekanikal dan elektrikal di sektor hulu, hilir, dan distribusi dari kegiatan operasi di sektor minyak dan gas. Di sektor hulu terkait dengan pekerjaan platform rig offshore, crude oil & gas pipeline distribution. Di sektor hilir terkait dengan pekerjaan konstruksi baja kilang minyak, CO2 removal (amine plant), LPG plant, tangki kilang, dan pipanisasi. Sedangkan di sector distribusi yang terkait dengan pemasaran meliputi pekerjaan jasa konstruksi jaringan pipa dan tangki/terminal minyak dan gas. Sub bidang usaha sarana industri meliputi jasa konstruksi di bidang bangunan industri pabrik seperti pabrik pengolahan kelapa sawit, pabrik biofuels, pabrik granulasi pupuk NPK, pabrik semen, pabrik farmasi, instalasi pengolahan air bersih dan limbah. Sub bidang usaha pabrikasi baja pada awalnya merupakan sarana pabrikasi pendukung. Sejak tahun 2009 ditingkatkan menjadi sub bidang usaha yang dapat mengelola sendiri usahanya mulai dari pemasaran, produksi, dan pengiriman dengan rentang produk yang besar dalam menghasilkan produk konstruksi baja seperti struktur rangka baja, menara telekomunikasi, menara transmisi listrik, jembatan baja, tangki baja, silo, hopper baja, pressure vessel, welded beam, dan steel plate work lainnya. Saat ini, selain memproduksi produk-produk di atas, sedang dijajaki produk-produk baja terkait dengan industry perminyakan dengan target pasar kontraktor KKKS seperti pekerjaan on-shore steel platform, juga sudah dimulai pengembangan pabrik untuk memproduksi boiler untuk pembangkit skala kecil (dibawah 100 MW). d) Energi SBU Energi menjalankan usaha dalam bidang konstruksi berbasis EPC (Engineering Procurement Construction) yang terintegrasi. Lingkup pekerjaan yang dilakukan mulai dari pekerjaan rekayasa dasar, rekayasa proses, rekayasa detil, procurement terkait pengadaan equipment, dan construction atau pelaksanaan konstruksi dari proyek-proyek yang telah direncanakan. Saat ini, yang dikerjakan adalah EPC Power Plant, baik yang terkait dengan konstruksi sipil maupun EPC dari Power Plant. e) Investasi Perseroan juga melakukan kegiatan investasi dengan memberikan penyertaan modal dengan kepemilikan kurang dari 20%, yang terdiri dari : Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 4
PT Marga Kunciran Cengkareng (MKC), dengan kepemilikan saham sejumlah 109.896 lembar sahama atau sekitar 2%, dengan kepemilikan saham lain adalah PT Jasa Marga (Persero) Tbk (75%), CMS-Works International Ltd (21%), PT Nindya Karya (Persero) (1%) dan PT Istaka Karya (Persero) (1). Perusahaan ini bergerak dalam bidang penyelenggaraan dan pengelolaan fasilitas jalan tol. PT Marga Nujyasumo Agung (MNA), dengan kepemilikan saham sejumlah 120.000.000 lembar saham atau sekitar 20%, dengan kepemilikan saham lain adalah PT Moeladi (25%) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (55%) Adapun gambaran umum tentang bisnis Perseroan (WIKA Grup) adalah sebagai berikut : Sumber : Laporan Tahunan Perseroan 2010 1.1.4 Proyek Yang Sudah Dan Sedang Dikerjakan Berikut adalah beberapa proyek yang pernah dikerjakan oleh Perseroan sampai dengan tahun 2009. Divisi Jenis Pekerjaan Sub Bidang Usaha Jalan Jembatan Layang Sudirman Jembatan Layang KS Tubun Jembatan Layang Pasupati Bandung Jembatan Layang Cikubang-Tol Cipularang, Jawa Barat Jembatan Surabaya Madura (Suramadu) Sub Bidang Pengairan Bendung Gerak Klambu Barrage Bentuk Gerak Serayu, Jawa Tengah Banjir Kanal Timur KONSTRUKSI SIPIL Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 5
Divisi Jenis Pekerjaan Normalisasi Sungai Bengawan Solo Bendung Amandit di Kalimantan Waduk Jatigede di Jawa Barat Sub Bidang Prasarana Perhubungan Pelabuhan Peti Kemas dan car Terminal Tanjung Priok Depo Kereta Api Depok dan Double Track Yogyakarta - Kroya Sub Bidang Jasa Konstruksi Bangunan Hunian Apartemen Permata Berlian Apartemen Belezza, Jakarta Apartemen Adhi Wangsa, Surabaya Apartemen Paragon, Solo Hotel Paragon City, Semarang Sub Bidang Bangunan Fasilitas Rumah Sakit Sahid Sahirman, Jakarta Terminal Bandar Udara Adi Soemarmo, Solo Mal Lucky Square, Bandung Mal Adhiwangsa, Surabaya Mal Solo Paragon, Solo Plaza Balikpapan, Balikpapan Kantor Pemprov. Riau, Soho group, Riau Sub Bidang Minyak & Gas Proyek Pipanisasi Jaringan Distribusi Gas Jawa Barat Paket 14 Cilamaya Proyek Pipanisasi Distribusi Bahan Bakar Minyak Balongan - Jakarta LPG Terminal 4 x 2500 MT di Tanjung Sekong Aftur Terminal & Filling Point Bandara Kualanamu dan Bandara Soekarno Hatta Sub Bidang Sarana Industri Raw Water Clarification (RWC) Pertamina Plaju Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Pabrik Granulasi Pupuk NPK, FRO, Petrokimia Gresik Konstruksi pabrik Biodiesel Cilianda Perkasa Dumai Rekondisi Pabrik Semen Indocement Pabrik CPO di Malingping, Jawa Barat Palimanan Cement Mill, Cirebon Konstruksi Sipil Power Plan PLTU Labuhan Angin PLTU Labuan PLTU Pelabuhan Ratu PLTG Muara Karang PLTGU Tanjung Priok PLTU Pacitan EPC Power Plan PLTU Amurang 2 x 25 MW PLTD Bali 50 MW PLTU Asam-asam 2 x 65 MW, Kalimantan Selatan Sumber : Laporan Tahunan Perseroan 2010, data diolah KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG UTILITAS ENERGI Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 6
Berikut ini adalah beberapa proyek Perseroan yang diselesaikan selama tahun 2010 : DIVISI KONSTRUKSI SIPIL Pembangunan Jalan Tol Solo Kertosono Seksi I Pengendalian Banjir Bengawan Solo Hulu Pembangunan Kanal Timur Paket 24 Paket Perbaikan RE Martadinata (Sisi Utara) Jakarta Utara Perkuatan Dermaga untuk alat bongkar muat peti kemas Tanjung Priok Fly Over (FO) Lippo Karawaci Jalan Perkebunan Sawit, Wahau-SWA 550 Pembangunan Dermaga Bengkulu Pembangunan Revertment Pantai Alam V Tarakan Normalisasi Kali Cisadane Hilir Jalan Sorek Teluk Meranti Guntung Aceh Pembangunan Jalan/Jembatan dan Proyek Rehabilitasi (USAID) Segmen 15+4 DIVISI KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG Pembangunan Sport Center Kab. Kuantan Singingi Riau Pembangunan Gedung SMA Pintar Kab. Kuantan Singingi Riau Pembangunan Bandara Internasional Lombok DIVISI ELEKTRIKAL DAN MEKANIKAL Kelanis Hopper 6 & & Upgrades P9/10 PCC Grinding Plant ITP Cirebon P9 PCC Part 19 Pembangunan Konstruksi Dryer Plant dan Pekerjaan Mekanikal Pabrik Semen Palimanan P3/4 Trass Dryer Project Konstruksi dan Pekerjaan Mekanikal Workshop, Crushing dan Skyline Converyor System of East Block Indominco DIVISI ENERGI PLTU Banten 2 Labuan (2x300 MW) PLTU Nagan Raya NAD (2X110 MW) Sedangkan beberapa proyek yang saat ini dalam tahap pekerjaan dengan nilai kontrak diatas satu milyar rupiah adalah sebagai berikut : Nama Proyek Jenis Pekerjaan Pemberi Kerja Tol Surabaya-Mojokerto Seksi 1B-IV Pembangunan Jalan Tol PT. Marga Nujyasumo Agung PLTD 50 MW- Pesanggaran Bali EPC Indonesia Power PLTG Borang 60 MW (OM) Operation and Maintenance PT. PLN (persero) PLTG Borang 60 MW (EPC) EPC JO WIKA-NAVIGATE The Adhiwangsa Struktur, Arsitek, MEP PT Adhibaladika / PT Bukit Darmo Property (Tbk) Bandara Internasional Ngurah Rai Bali Struktur, Arsitektur, MEP Design and Build (Turnkey) 2500 MT per Day Palm Oil Refinery Pulau Laut Perancangan dan pembangunan untuk pengolahan minyak kelapa sawit PT. Angkasa Pura I (Persero) PT. Golden Hope Nusantara Tol Surabaya-Mojokerto Seksi 1A Pembangunan Jalan PT Marga Nujyasumo Agung Jetty & Marine Work PLTU 2 Banten - Breakwater, Jetty, Dregding PT. PLN Labuan ( 2 x 300 MW ) Bandara Sepinggan Balikpapan Struktur, Arsitek, MEP PT. Angkasa Pura I (Persero) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 7
Nama Proyek Jenis Pekerjaan Pemberi Kerja Jalan Kereta Api Pembangunan Jalur Ganda KA Cikampek-Cirebon (II) Segmen III Modifikasi St.Cirebon Departemen Perhubungan-Direktorat Jenderal Perkeretaapian Satker Peningkatan Jalan KA Linta Utara Jawa (PLU) PLTU 2 SULUT 2 X 25 MW EPC CONTRACT PT. PLN ( PERSERO) Infrastruktur Penanganan Luapan Tanggul penahan lumpur. Bapel-BPLS Lumpur PLTU Kalsel 2 x 65 Mw EPC CONTRACT PT. PLN ( PERSERO) Construction of Coal Hauling Road & Infrastucture Package I STA 0+000-37+000 Kab. Kutai Barat, Kaltim Pekerjaan Jalan & infrastruktur PT. Gunung Bara Utama SOR Hambalang, Sentul Pondasi, Struktur, Arsitek, MEP Kementrian Pemuda dan Olahraga Bandar Udara Medan Baru ME & Utilitas Dephub Direktorat Jenderal Perhubungan Udara PLTU 2 Jabar - Palabuhan Ratu (3x350 MW) Pembangunan jembatan Merah Putih Ambon Pembesian, Galian/Timbunan, Pasangan, Bekesting Pembangunan Jembatan PT Truba Jaya Engineering (TJE) Kementrian PU Dirjen Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan nasional IX (Maluku dan Maluku Utara) satker NVT Pelaksanaan Jembatan Merah Putih Ambon Pembangunan Dam Tembesi Thp I Pembangunan Dam Tembesi Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam PLTU Ketapang 2 x 10 MW EPC PT. PLN (persero) JICT Expansion Plan Civil Works Terminal Peti Kemas PT. JICT Scope 2 (Phase 3 & 4) Pembangunan DPPU Kualanamu Medan Mekanikal & Piping, Sipil, Elektrikal, Instrumentasi PT Pertamina Direktorat Pemasaran & Niaga Normalisasi Sungai Garang dan Banjir Normalisasi Sungai DPU-Dirjen SDA-Jateng Kanal Barat-JO Tanjung Priok Gas Fired Power Plant Civil Work MHI Extension Project Bendung Jatigede-JO Bendung PU Ditjen SDA, Jabar Kegiatan Pembangunan jalan Tol/Bebas hambatan/freeway Balikpapan - Samarinda. Paket KM.13 Balikpapan - Samboja Pembangunan Jalan DPU Provinsi Kaltim Pembangunan Graving Dock Pembangunan Graving Dock PT. Dok Pantai Lamongan Jalan Sorek-Teluk Meranti-Guntung Jalan Kimprawil Riau PLTU Indramayu (3x330 MW) Test Pile, Piling SINOMACH-CNEEC-PENTA JO Stadium Unri Pekanbaru Struktur, Arsitek, MEP Pemda Riau Bandara Sultan Syarif Kasim II MEP PT Angkasa Pura II (Persero) Pembangunan Jl. Layang Non Tol Kp.Melayu Tanah Abang (Stage I : Sudirman-Casablanca) Pembangunan Fly Over Dept. PU Muara Karang Gas Power Plant Project Civil work & Modification works Mitsubishi Corporation FO Ahmad Yani Summarecon Bekasi Fly Over PT. Summarecon Agung, Tbk Terminal Bus Pulo Gebang Pondasi, Struktur, Arsitek, MEP Pemda DKI Jakarta - Dinas Perhubungan Pembangunan Pipa Minyak Mentah Tampino-Plaju EPC dan commisioning diluar pengadaan pipa 8â untuk pipeline Pembangunan Turap/Sheet Pile Pembangunan Turap DPU dan Perhubungan PemKab Tana Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 8
Nama Proyek Jenis Pekerjaan Pemberi Kerja Kecamatan Tana Lia Kabupaten Tana Tidung Tidung Pekerjaan Perpanjangan Dermaga B 400 M Dumai Pembuatan Dermaga PT Pelabuhan Indonesia I (persero) cabang Dumai Penggantian Fasilitas DPPU Soekarno Detail Engineering, Procurement, PT Pertamina Direktorat Pemasaran & â Hatta Construction, Testing dan Precommissioning dari pekerjaan. Penambahan fasilitas Storage Tank, modifikasi dan rehabilitasi pada existing Fuel Storage dan Pumping Station Facilities (Airport). Modifikasi dan Niaga rehabilitasi pada Hydrant Facilities Pembangunan Jembatan dan Jalan Tol Pekerjaan Jembatan dan Jalan PU-Dirjend. Bina Marga Solo-Kertosono Construct of New AccessRoad to Pembangunan Jalan PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Gunung Putri Penggantian Pipanisasi CB-I Tasikmalaya - Ujung Berung Pembangunan dan Pemasangan Jalur Pipa PT. Pertamina Direktorat Pemasaran & Niaga 1.2 Rencana Transaksi 1.2.1 Alasan Transaksi Perseroan saat ini merupakan pemegang saham mayoritas pada WIN yaitu sebesar 78,40%. Dalam beberapa tahun terakhir kinerja WIN mengalami penurunan, bahkan sejak tahun 2009 WIN telah mengalami saldo laba negatif. WIN mengalami saldo laba negative pada tahun 2009 dan 2010 masing-masing sebesar negative Rp. 26,304 Milyar dan negative Rp. 24,367, yang diakibatkan dari beban bunga pinjaman sebesar Rp. 36,787 milyar dan penyisihan persediaan usaha pupuk perusahaan sebesar Rp. 45,046 milyar, yang menjadi loss carrying forward di tahun 2010. Walaupun pada tahun 2010 WIN mencatat laba bersih sebesar Rp. 1,94 milyar akan tetapi berasal dari Pendapatan lain-lain yakni dari pendapatan atas penjualan aset, merk dan selisih penilaian aset tetap atas pemisahan WINER. WIN memiliki pinjaman sebesar Rp. 145,87 Milyar (terdiri dari pokok sebesar Rp 139,52 Milyar dan bunga sebesar Rp 6,35 Milyar) kepada Perseroan dengan tingkat bunga sebesar 4% per tahun diatas Suku Bunga Sertipikat Bank Indonesia (SBI), yang pada saat ini WIN tidak dapat melaksanakan pembayaran bunga kepada Perseroan. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 9
WIN memiliki kewajiban jatuh tempo sebagai berikut : Kreditur Tanggal jatuh Tempo Jumlah [Milyar Rupiah] SKBDN/LC/Kredit Supplier Juni 2011 84,6 CIMB Niaga Angsuran Kredit Juli 2011 25,0 Danamon Angsuran kredit 10,0 Jumlah 119,6 WIN perlu melakukan Program Restukturisasi kewajibannya terhadap Perseroan agar WIN dapat memenuhi kewajiban kepada Pihak Ketiga. Penjualan Saham WINER kepada Perseroan senilai Rp. 33.258.757.907,- (tiga puluh tiga milyar dua ratus lima puluh delapan juta tujuh ratus lima puluh tujuh ribu sembilan ratus tujuh Rupiah) akan digunakan untuk melunasi hutang jatuh tempo yang wajib di bayar WIN, disamping untuk menyederhankan struktur kepemilikan pada kelompok usaha Perseroan. Perseroan yakin dengan melakukan konversi piutang menjadi penyertaan saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER, maka kinerja WIN akan berubah menjadi lebih baik, kemudian Perseroan akan mengalami penurunan piutang sebesar piutang WIN, namun pada sisi lain Perseroan akan mengalami peningkatan pada penyertaan saham anak perusahaan yaitu WIN dan Perseroan akan menjadi pemegang saham di WINER sebesar 40%. 1.2.2 Rencana Transaksi Proses Perseroan dalam melakukan Rencana Transaksi adalah : a) Melakukan konversi seluruh piutang pokok Perseroan kepada WIN menjadi penyertaan modal, yaitu sebesar Rp 139,52 milyar (pokok hutang WIN). Sedangkan sisa tagihan yang berasal dari bunga pinjaman sebesar Rp 6,35 milyar akan tetap dicatatkan sebagai piutang Perseroan di WIN b) Pembelian saham WIN sebesar 40% (sejumlah 62.000 lembar saham) yang ada di WINER dengan rencana harga transaksi berdasarkan nilai buku per 30 Juni 2011 adalah sebesar Rp 536.432 per lembar saham, maka total nilai pembelian saham WIN sebesar Rp 33.258.757.907. Hasil dari penjualan saham tersebut akan digunakan untuk melakukan pembayaran hutang WIN pada Departemen Industrial Plant (DIP) sebesar Rp 29,75 Milyar, sedangkan sisanya sebesar Rp 3,51 Milyar akan digunakan sebagai kas WIN. c) Menjadikan WINER sebagai perusahaan afiliasi dari Perseroan. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 10
Adapun untuk Rencana transaksi yang akan dilakukan terangkum dalam bagan berikut : 2 WIKA (PERSEROAN) 1 Melakukan Debt to Equity Swap 3 Menjadikan WINNER sebagai Anak Perusahaan Membeli Saham WIN di WINNER WIN PKM GBI WINNER 40% 42,58% 17,42% WINNER 1.2.3 Sumber Dana Sumber dana dalam melakukan rencana transaksi adalah berasal dari hutang WIN ke Perseroan (Piutang Perseroan ke WIN), Hutang WIN ke DIP (Piutang DIP ke WIN), dan hasil penjualan saham WIN di WINER : Keterangan (Rp Juta) 1. Hutang WIN ke Perseroan a. Pokok 139.520 b. Bunga 6.350 2. Hutang WIN ke DIP 29.750 Total Hutang WIN ke Perseroan 175.620 3. Penjualan Saham WINER 33.259 1.2.4 Penggunaan Dana Dana yang diperoleh akan digunakan untuk melakukan penyertaan saham pada WIN, pembayaran hutang ke DIP yang berasal dari hasil penjualan saham WIN yang ada di WINER, dan sisanya akan dijadikan sebagai kas perusahaan untuk menutup kebutuhan modal kerja yang harus ditanggung oleh Perseroan guna menjamin operasional WIN, adapun penggunaan dana secara terperinci adalah sebagai berikut : Keterangan (Rp Juta) Rencana Penggunaan Dana (Rp Juta) 1. Hutang WIN ke Perseroan a. Pokok 139.520 Debt to Equity Swap 139.520 b. Bunga 6.350 Hutang WIN ke Perseroan 6.350 2. Hutang WIN ke DIP 29.750 Penerimaan Kas WIN *) 3.509 3. Penjualan Saham WINER 33.259 Catatan : *) Berasal dari Hasil Penjualan Saham WINER dikurangi dengan Hutang WIN ke DIP Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 11
Rencana Transaksi merupakan satu kesatuan transaksi dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, selanjutnya Rencana Transaksi melalui konversi piutang Perseroan pada WIN dan pembelian saham WIN pada WINER secara bersama-sama disebut ( Rencana Transaksi ). 1.2.5 Alasan Penerbitan Fairness Opinion Berdasarkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Hadori Sugiarto Adi & Rekan, nilai buku ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 1.957.572.605.000. Dengan demikian, Harga Rencana Transaksi sebesar Rp. 143.03 milyar (Rp 139,52 milyar + selisih hasil penjualan saham WIN di WINER dikurangi dengan pembayaran hutang WIN ke DIP adalah Rp 3,51milyar), merupakan 7,3% dari nilai buku ekuitas Perseroan pada tanggal 30 Juni 2011. Oleh karena itu, manajemen Perseroan menilai bahwa Rencana Transaksi merupakan tidak material sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama ( Peraturan IX.E.2 ) yang dimuat dalam Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-413/BL/2009 tanggal 25 November 2009. Dalam Peraturan IX.E.2 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan transaksi material adalah setiap (a) pembelian saham termasuk dalam rangka pengambilalihan; (b) penjualan saham; (c) penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu; (d) pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar atas segmen usaha atau aset selain saham; (e) sewa menyewa aset; (f) pinjam meminjam dana; (g) menjaminkan aset, dan/atau; (h) memberikan jaminan perusahaan, dengan nilai 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan, yang dilakukan dalam satu kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan tertentu. Manajemen Perseroan menegaskan bahwa Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, terkait dengan hubungan afiliasi kepemilikan saham antara (i) Perseroan sebagai pemegang saham mayoritas yang memiliki saham WIN sebesar 78,4%, dan (ii) 40% saham WIN yang ada WINER yang pada dasarnya WIN sendiri merupakan perusahaan yang berada dibawah kontrol Perseroan terkait kepemilikan saham, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Bapepam dan LK No. IX.E.1 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu yang dimuat dalam Keputusan Ketua Bapepam dan LK No. Kep-412/BL/2009 tanggal 25 November 2009. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 12
PT WIJAYA KARYA (Persero) Tbk. 78,40 % Koperasi Karyawan (Kopkar) Karya Mitra Satya 20,31 % PT Wijaya Karya Intrade PT PKM PT GBI Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 1,29 % 40,00 % 17,42 % 42,58 % PT Wijaya Karya Intrade Energy ( WINER ) Komisaris dan Direksi Perseroan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama, bertanggung jawab sepenuhnya atas kelengkapan dan kebenaran informasi yang disajikan dan setelah mengadakan penelitian dan pemeriksaan yang cukup, dan sepanjang yang diketahui dan diyakini, menegaskan bahwa informasi yang dimuat dalam informasi ini adalah benar dan tidak ada fakta material yang disembunyikan atau tidak diungkapkan yang dapat membuat atau mengakibatkan informasi atau fakta material menjadi tidak benar dan/atau menyesatkan. Dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi dan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Peraturan IX.E.1, Perseroan telah menunjuk KJPP TOH sebagai konsultan independen untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi. 1.2.6 Tanggal Penilaian (Cut Off Date) Tanggal penilaian dalam laporan opini kewajaran ini adalah per 30 Juni 2011. 2) RUANG LINGKUP Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran atas rencana konversi hutang menjadi modal saham, kami telah mempelajari, mengacu dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: 1. Informasi dari manajemen yang merencanakan untuk melakukan Perjanjian Restrukturisasi Piutang, antara Perseroan (Kreditur) dengan PT Wika Intrade (Debitur) tentang Rencana Konversi Piutang Menjadi Modal Saham. 2. Keterbukaan Informasi transaksi afiliasi WIKA dengan anak perusahaan pada tanggal 25 Mei 2009 3. Copy Perjanjian-perjanjian yang berkaitan dengan transaksi pinjaman antara Perseroan dengan PT Wika Intrade 4. Business Plan PT Wijaya Karya Tbk (Persero) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 13
5. Laporan Keuangan PT Wijaya Karya Tbk (Persero) per 30 Juni 2011, 31 Desember 2010, 31 Desember 2009, 2008, 2007 dan 2006 (AUDITED) 6. Proforma Laporan Keuangan per tanggal 30 Juni 2011 Sebelum dan Setelah rencana konversi hutang menjadi Saham, yang telah di review oleh Kantor Akuntan Publik Hadori & Rekan 7. Laporan Keuangan PT Wika Intrade per 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori & Rekan, 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uways & Rekan, 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Soejatna Mulyana dan rekan dan per 31 Desember 2008, 2007 dan 2006 yang diaudit oleh KAP Hadori & Rekan. 8. Laporan Keuangan PT Wika Intrade Energi per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy. 9. Data struktur Organisasi dan Job Description PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 10. Data Izin Usaha PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 11. Wawancara dengan Manajemen, sehubungan dengan kesepakatan restrukturisasi hutang dan konversi hutang menjadi modal saham. 12. Berbagai sumber informasi baik media cetak dan elektronik dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan. Pendapat kewajaran ini disusun antara lain berdasarkan pada prinsip integritas informasi yang ada. Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah benar, lengkap dan dapat diandalkan serta tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit atau verifikasi atas informasi dan data tersebut. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan kesepakatan rencana konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan dari konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER tersebut. Kami berasumsi bahwa manajemen Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan rencana konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham milik WIN pada WINER, sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada data dan informasi material apapun lainnya yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 14
3) ASUMSI-ASUMSI POKOK Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Penilaian kewajaran ini hanya dilakukan terhadap Harga Konversi Piutang Menjadi Penyertaan Modal dan pembelian saham WIN pada WINER seperti yang telah diuraikan di atas. Akibat dari konversi Piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham WIN pada WINER, maka piutang Perseroan menjadi berkurang (hutang pokok dijadikan konversi penyertaan modal, sisanya tetap dijadikan sebagai piutang), penyertaan saham Perseroan bertambah/meningkat pada WIN, memiliki penyertaan saham pada WINER, dan kas Perseroan mengalami penurunan sebesar Rp 3,5 milyar, yang merupakan selisih dari kewajiban Perseroan atas pembelian saham WIN pada WINER sebesar Rp 33,26 milyar, kemudian dikurangi dengan kewajiban WIN pada DIP (salah satu divisi Perseroan) sebesar Rp29,75 milyar. Karenanya setelah konversi penyertaan modal ini efektif, maka persentase kepemilikan saham Perseroan pada WIN mengalami peningkatan menjadi sebesar 96,5%. dan menjadi pemegang saham baru pada WINER sebesar 40%. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksitransaksi diluar Konversi Piutang Menjadi Penyertaan Modal dan pembelian saham WIN pada WINER yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi. Pendapat Kewajaran ini merupakan satu kesatuan analisa yang komprehensif yang tidak terpisahkan satu bagian dengan bagian yang lain secara keseluruhan. Analisa dan pembahasan sebagian dari Pendapat Kewajaran ini oleh pihak yang tidak berkompeten tanpa memperhatikan pembahasan dan analisa bagian yang lainnya dalam Pendapat Kewajaran ini secara keseluruhan dapat menyebabkan kesimpulan dari Pendapat Kewajaran ini memiliki perbedaan pengertian. Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Kami tidak bertanggung jawab karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini yang berpengaruh secara signifikan terhadap hasil penilaian. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 15
Atas usaha/saham yang dinilai kami tidak mempunyai suatu kepentingan apapun, baik sekarang maupun di masa mendatang. Tugas dan imbalan yang kami terima sebagai penilai sama sekali tidak tergantung dari hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan. Dilarang menyebarluaskan pernyataan atau laporan penilaian baik secara keseluruhan, sebagian atau sebagai referensi nilai yang terdapat didalamnya maupun nama dan afiliasi tenaga ahli dari penilai, tanpa persetujuan tertulis penilai yang bersangkutan berkaitan dengan bentuk dan konteks telah tercantum dalam publikasi tersebut. Laporan penilaian ini dianggap sah apabila tertera tanda tangan Direksi dan cap KJPP Toha Okky Heru dan Rekan 4) TINJAUAN EKONOMI Pertumbuhan PDB merupakan indikator utama untuk melihat pertumbuhan sektor ekonomi Indonesia yang pada akhirnya akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan sektor lainnya. Selama periode tahun 2006 s.d. 2010 pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dilihat dari laju PDB (Produk Domestik Bruto) menunjukan tren yang meningkat. Hanya pada tahun 2009 pertumbuhan perekonomian cenderung melambat, hal ini disebabkan terjadinya gejolak finansial pada tahun 2008 yang bersumber di Amerika Serikat dan merambat hampir ke seluruh negara di dunia. Namun pada tahun 2010 pertumbuhan ekonomi nasional kembali mengalami percepatan dengan pertumbuhan sebesar 6,1%. Gambar - Laju PDB Nasional Sumber: Badan Pusat Statistik Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 16
Bila dilihat dari kontribusi yang diberikan, pada tahun 2010 sektor industri pengolahan merupakan sektor usaha yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB nasional, yaitu sekitar 25,76% dari total PDB yang kemudian diikuti oleh sektor perdagangan, hotel & restoran yang sebesar 17,34%, namun bila dilihat dari laju pertumbuhan per sektor, sektor pengangkutan dan komunikasi memberikan kontribusi terbesar, yaitu 13,5% yang kemudian diikuti sektor perdagangan, hotel & restoran yang sebesar 8,7%, sedangkan laju pertumbuhan sektor industri pengolahan hanya sebesar 4,5% atau berada diurutan tujuh dalam ranking laju pertumbuhan per sektor selama tahun 2010. Tabel - Perkembangan PDB Per Sektor, Harga Konstan 2000 (Triliun Rupiah) Lapangan Tahun Growth Usaha 2008 2009 2010 2010 Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 284.6 295.9 304.4 2.9% Pertambangan & Penggalian 172.5 180.2 186.4 3.5% Industri Pengolahan 557.8 569.8 595.3 4.5% Listrik, Gas & Air Bersih 15.0 17.1 18.1 5.3% Konstruksi 131.0 140.3 150.1 7.0% Perdagangan, Hotel & Restoran 363.8 368.6 400.6 8.7% Pengangkutan & Komunikasi 165.9 191.6 217.4 13.5% Keuangan, Real Estat & Jasa Perusahaan 198.8 208.8 220.6 5.7% Jasa-jasa 193.1 205.4 217.8 6.0% Produk Domestik Bruto (PDB) 2,082.5 2,177.7 2,310.7 6.1% Sumber: Badan Pusat Statistik Indikator ekonomi lainnya dapat dilihat pada table berikut : 2007 2008 2009 2010 2011 Inflasi 6,59% 11,06% 2,78% 6,96% 0,70% 1 Kurs (Rp/US$) 9.124 9.672 10.326 9.084 8.899 1 BI Rate 8,00 9,25 6,50 6,50 6,752 2 Catatan : 1 Januari Agustus 2011 2 Agustus 2011 Sumber : Statistik Indonesia, Bank Indonesia, DepKeu Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 17
5) GAMBARAN UMUM INDUSTRI KOMPONEN DAN KONVERSI ENERGY Industri Komponen Otomotif Perkembangan industri komponen otomotif akan sangat tergantung dari sektor industri otomotif itu sendiri, seperti perakitan, bodi dan komponen (spare part) yang merupakan salah satu pasar tertua, terbesar dan paling signifikan di Indonesia. Permintaan pasar domestic secara historis telah menjadi pendorong bagi industry perakitan dan komponen otomotif. Permintaan tersebut tetap ada hingga saat ini, karena pasar komponen otomotif dalam negeri didukung oleh pertumbuhan yang kuat dipasar perakitan otomotif (kendaraan roda 2 dan kendaraan roda 4) serta pertumbuhan lanjutan di pasar suku cadang yang dijual utamanya di pasar purna jual (after market). Kapasitas produksi kendaraan roda 4 paling banyak saat ini dimiliki oleh PT Astra Daihatsu Motor, sebesar 211.000 unit pertahun dengan merk Daihatsu. Produsen lain yang memiliki kapasitas adalah PT Toyota Astra Motor dengan merek Toyota sebanyak 170.000 unit pertahun dan produsen ketiga terbesar adalah PT Indomobil Suzuki International sebanyak 120.000 unit pertahun. Keterangan lebih detil dapat dilihat pada table berikut : Tabel Kapasitas Produksi Industri Perakitan Kendaraan Bermotor Roda 4 Kapasitas Tahun Nama perusahaan perakitan Status Merek prod. Berdiri (unit/tahun) Astra Daihatsu Motor,PT 1978 PMA Daihatsu 211.000 Astra Nissan Diesel Indonesia,PT 1984 PMA NissanDiesel(Truck) 6.500 Daimler Chrysler Indonesia, PT MercedesBenz, Chrysler, Dodge, 1970 PMA (Mercedes Benz Indonesia,PT) Jeep 8.000 BMW, Isuzu, Peugeot, Daihatsu, GayaMotor,PT 1969 PMDN Nissan Diesel 60.000 General Motor Indonesia, 1993 PMA Chevrolet 30.400 Indomobil Suzuki International,PT 1976 PMA Suzuki 120.000 Hino Indonesia Manufacturing,PT 1982 PMA Hino 10.000 Honda Prospect Motor,PT 1976 PMA Honda 42.000 Nissan Motor Indonesia,PT 1995 PMA Krama Yudha Ratu Motors,PT 1975 PMDN Audi, VW, Ssangyong, Volvo, Nissan 12.000 MitsubishiColtT120SS, ColtL300, ColtDieslFE, Fuso 100.000 National Assemblers,PT 1971 PMDN Suzuki,Mazda,Kia 21.000 Trijaya Union,PT 1986 PMDN MitsubishiBuses 1.440 Toyota Astra Motor,PT 1971 PMA Toyota 170.000 Sumber: Gaikindo/DataConsult (Indonesian Commercial Newsletter Maret 2010) Catatan: PMA:PerusahaanModalAsing; PMDN:Perusahaan Modal Dalam Negeri Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 18
Industri mobil di dalam negeri meraih prestasi puncak dengan tingkat produksi menembus jumlah 702.508 unit pada 2010. Jumlah ini tercatat sebagai produksi tertinggi dalam lima tahun terakhir, melebihi produksi pada 2008 sebesar 600.628 unit. Tingginya produksi ini dipi3cu oleh tingginya permintaan pasar dan didukung oleh kondisi ekonomi yang cukup baik. Namun pada 2009 produksi mobil mengalami penurunan hingga 22,6% menjadi hanya 464.816 unit dari tahun 2008. Penurunan produksi ini karena tekanan krisis finansial global, yang menyebabkan pasar mobil tidak bergairah sehingga menekan tingkat produksi. Menurut Gaikindo dengan total kapasitas industri mobil yang saat ini mencapai 868.000 unit, untuk mencapai produksi 700.000 unit dapat diatasi pabrikan lokal. Saat ini, ada 12 merek yang tercatat merakit kendaraannya di Indonesia, yaitu sembilan merek asal Jepang, satu merek Korea Selatan, dan dua merek asal Jerman. Hingga saat ini Astra Group yang memegang beberapa keagenan merek kendaraan bermotor masih tetap merupakan produsen terbesar di Indonesia untuk group perusahaan kendaraan bermotor. Diikuti oleh Indomobil Group yang saat ini memegang 10 keagenan setelah masuknya Cherry Motor dari China dengan ATPM-nya PT Indomobil Prima Niaga. Tabel Perkembangan Produksi Kendaraan Bermotor Indonesia, 2005-2010 CATEGORY 2005 2006 2007 2008 2009 2010 CC<1.500(G/D) 2.595 898 502 2.681 77-1. SEDAN TYPE 1.501<CC<3.000(G)/2.500(D) 3.622 1.065 897 2.991 2.084 3.900 CC>3.001(G)/2.501(D) 11 45 171 251 206 181 SUBTOTAL 6.228 2.008 1.570 5.923 2.367 4.081 CC<1.500(G/D) 185.485 131.817 192.278 285.125 264.447 358.838 1.501<CC<2.500(G/D) 138.212 65.526 89.487 106.937 71.600 100.491 2. 4X2TYPE 2.501<CC<3.000(G) 2.637 6.333 20.569 23.935 10.198 17.923 CC>3.001(G)/2.501(D) - - - - - - SUBTOTAL 326.334 203.676 302.334 415.997 346.245 477.252 CC<1.500(G/D) - - - - - - 3. 4X4TYPE 1.501<CC<3.000(G)/2.500(D) - 192 969 5.236 2.978 13.029 CC>3.001(G)/2.500(D) 28 445 4.335 4.267 582 2.162 SUBTOTAL 28 637 5.304 9.503 3.560 15.191 GVW 5-10 Ton(G/D) 1.235 831 889 1.788 1.038 2.076 4. BUS GVW 10-24 Ton(G/D) 1.194 423 787 1.168 1.290 2.030 GVW > 24 Ton(G/D) - - - - - - SUBTOTAL 2.429 1.254 1.676 2.956 2.328 4.106 GVW < 5 Ton(G/D) 99.536 49.964 51.931 84.917 54.550 101.648 GVW 5-10 Ton(G/D) 57.599 32.969 40.209 66.120 45.487 80.809 5. PICKUP/TRUCK GVW 10-24 Ton(G/D) 3.969 3.321 3.070 5.162 4.432 6.608 GVW > 24 Ton(G/D) 4.587 2.179 5.544 10.050 5.847 12.813 SUBTOTAL 165.691 88.433 100.754 166.249 110.316 201.878 6. DOUBLE CABIN GVW < 5 Ton(G/D) For All CC - - - - - - SUBTOTAL - - - - - - TOTAL PRODUKSI 500.710 296.008 411.638 600.628 464.816 702.508 Sumber : Gaikindo, ICN Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 19
Seiring dengan terus berkembangnya permintaan akan mobil, kebutuhan akan pemasok yang produktif, efisien dan bermutu yang dapat memasok komponen perakitan dan penggantian secara memadai dengan mutu bagus, terjamin, harga kompetitif dan pengiriman tepat waktu. Walau terhambat selama beberapa beberapa decade karena adanya kebijakan proteksi yang akhirnya juga gagal dan masuknya banyak pesaing asing belakangan ini, sector komponen cenderung mampu untuk memenuhi permintaan domestic ini dengan lebih banyak komponen dan suku cadang buatan dalam negeri dan bermutu tinggi serta dapat memasuki pasar internasional melalui ekspor. Komponen otomotif dalam negeri dapat dibagi dalam dua pasar utama, yaitu (1) original equipment market (OEM) pasar perlengkapan orisinil, untuk komponen yang dibuat untuk industri perakitan dalam dan luar negeri; dan (2) aftermarket pasar purna jual atau juga disebut sebagai replacement equipment market (REM) pasar perlengkapan penggantian, untuk komponen perawatan dan penggantian dalam negeri dan ekspor. Komponen otomotif dapat dibagi menjadi enam kategori komponen utama, yaitu (a) komponen mesin, (b) komponen kelistrikan, (c) komponen unit transmisi penggerak, (d) komponen suspense / peredam kejut, (e) komponen casis, dan (f) komponen bodi mobil. Ketua Umum Gabungan Indonesia Alat Mobil dan Motor Indonesia (Giamm), mengatakan bahwa tingkat persaingan di pasar komponen otomotif semakin tinggi terutama dari produk impor, menyusul kesepakatan perdagangan bebas Asean China (ACFTA). Banyak produk komponen dari kawasan Asean dan China yang menyerbu Indonesia dengan harga yang lebih murah, baik yang masuk secara resmi maupun illegal. Akibatnya, industri komponen otomotif khususnya di pasar penggantian (after market) hanya mampu tumbuh 10% hingga 15%, tidak setinggi pertumbuhan industri otomotif yang tahun ini mencapai 40% (Bisnis Indonesia 23 September 2010). Realisasi pertumbuhan produksi otomotif berdasarkan data Gaikindo bahkan lebih tinggi yakni mencapai 50%. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 20
Grafik - Data target penjualan gaikindo 2010-2030 Sumber : Gaikindo Industri Komponen Alat Berat Jenis produk dan type alat berat yang diproduksi di Indonesia adalah tiga produsen alat berat. Komatsu paling banyak jenis produksinya yang meliputi excavator, buldozer, motor grader dan dump truck. Caterpillar Indonesia (Natra Raya) yang memproduksi merk Caterpillar, memproduksi excavator, buldozer dan motor grader untuk type yang paling banyak dipakai di Indoesia, misalnya excavator yang type 320 C yang bersaing dengan Komatsu type PC-200 yang berkapasitas sekitar 20 ton. Berikut ini jenis alat berat yang telah diproduksi didalam negeri yang dibuat oleh produsen alat berat yang tergabung dalam HINABI (Himpunan Industri Alat Berat Indonesia) adalah sbb: Tabel Jenis yang diproduksi oleh industri perakitan di Indonesia Nama Perusahaan Jenis Produksi Tipe / model Kapasitas / operating weight 1. Komatsu Indonesia Excavator PC 200 7 20,7 ton (Komatsu) PC 200 8 300 LC 7 31,5 ton 300 SE 7 33,5 ton 400 LCSE 7 44,2 ton Bulldozer D 68 E SS 12 19 ton D 85 E SS 2 21,5 ton Motor Graders GD 511 A 1 10,8 ton Dump Trucks HD 465 7 98,8 ton HD 785 5 166 ton Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 21
Nama Perusahaan Jenis Produksi Tipe / model Kapasitas / operating weight 2. Hitachi Indonesia Excavator Zaxis 110 M 10 ton (Hitachi) Zaxis 200 19,4 ton Zaxis 210 MF 20,7 ton Zaxis 110 MF 11,5 ton 3. Caterpillar Indonesia Bulldozer D7 3306 DIT 149 kw (Caterpillar) Excavator 320 C 96 kw Motor Graders 120 H 93 kw 140 H 104 kw 4. Sumitomo S.H.I Construction Excavator n.a. 12 ton, 21 ton, Machinery Indonesia *) 24 ton dan 35 ton *) trial operasion September 2011 Sumber : Indonesian Commercial Newsletter, berbagai sumber Tingkat kandungan dalam negeri industri alat berat pada tahun 2009 berkisar antara 30% sampai 50%. Angka itu di targetkan meningkat pada tahun 2010 menjadi 50-60%. Local content untuk alat berat jenis ekskavator pada tahun 2009 mencapai 50%, dump truck 30%, buldoser 45%, motor grader 40%, dan forklift 40%. Indonesia memiliki tiga produsen alat berat yang memproduksi excavator, bulldozers, motor graders dan dump trucks. Ketiga perusahaan itu adalah PT Komatsu Indonesia yang memproduksi lat berat dengan merk Komatsu, PT Caterpillar Indonesia (dahulu PT Natra Raya) dengan merk Caterpillar, PT Hitachi Construction Machinery dengan merk Hitachi dan PT Sumitomo SHI Construction Machinery Indonesia dengan merk Caterpillar yang sudah dibangun dan melakukan trial operation pada bulan September 2011 lalu. Ada produsen lain yaitu PT United Tractors Pandu Engineering yang memproduksi forklift dengan merk Patria. Tabel Produsen alat berat di Indonesia, 2011 Produsen Pemegang Saham Jenis Produksi PT Komatsu Indonesia Tbk Komatsu Limited Japan 87,92% hydraulic excavators, (Komatsu) PT United Tractors Tbk 5,00% bulldozers, motor graders, offhighway dump trucks Sumitomo Corp 4,25% Marubeni Corp 2,83% PT Caterpillar Indonesia Caterpillar USA 80,00% excavator, bulldozer, wheel (d/h PT Natra Raya) Marga Tiara Trakindo 20,00% loader, motor grader (Caterpillar) PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (Hitachi) Hitachi Construction Machinery Co Ltd Japan excavator, construction 48,09% machinery Hitachi Construction Machinery (Singapore) Pte Ltd 33,87% PT Murinda Iron Steel 3,23% Itochu Corporation Co Ltd. 11,03% PT Anggapura Dhananjaya 3,78% Kapasitas Produksi (unit/tahun) 3.600 1.290 1.200 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 22
Produsen Pemegang Saham Jenis Produksi PT Sumitomo SHI hydraulic excavators Construction Machinery Sumitomo Heavy Industries Ltd 10,00% Indonesia *) Sumitomo (SHI) Construction Machinery Co Ltd 90,00% PT United Tractors Pandu Engineering (Patria) PT United Tractors Tbk Lainnya 99,00% Forklift, aircraft towing, ground power unit, heavy equipment 1,00% componen *) trial operasion September 2011 Sumber : Indonesian Commercial Newsletter, berbagai sumber Kapasitas Produksi (unit/tahun) 1.000 150 Kinerja industri alat berat nasional kian menjanjikan, Ketua Umum Persatuan Agen Tunggal Alat-alat Berat Indonesia (PAABI), menuturkan bahwa industri ini akan terus tumbuh dari tahun ke tahun. Pada tahun 2001 misalnya, ia menaksi penjualan alat berat di Indnesia bisa mencapai sekitar 18.200 19.500 unit. Ini tumbuh sekitar 40 persen 50 persen dibandingkan tahun 2010 yang masih sebanyak 13.000 unit (waspada.co.id, 15 Juli 2011). Pada semester I 2011 penjualan alat berat sudah mencapai 8.500 unit, sementara dari Juli sampai akhir tahun, diperkirakan penjualannya akan lebih tinggi dari semester sebelumnya. Proyeksi pertumbuhan alat berat ini didasarkan pada semakin merekahnya industri pertambangan, perkebunan dan konstruksi. Industri pertambahan batubara misalnya, terus tumbuh secara signifikan. Pada tahun 2010, produksi batubara nasional masih sebanyak 275 juta ton. Di tahun ini, produksi batubara nasional diyakini bisa mencapai sekitar 340 juta ton. Kemudian industri kelapa sawit juga diyakini bakal tumbuh terus. Pasalnya, utilisasi kelapa sawit nasional masih jauh dari kapasitas terpasangnya. Konversi Energy Industri konversi energi tenaga surya di Indonesia memiliki potensi yang besar, namun belum begitu dikenal sehingga pemanfaatannya belum optimal. Pasar industri ini masih tergolong niche market dengan jumlah pemain yang belum banyak. Peluang tumbuhnya industri ini bergantung pada jaringan distribusi dan kesadaran masyarakat akan produk energi alternatif yang ramah lingkungan sejalan dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Keunggulan pemanfaatan energi surya adalah energi ini tersedia bebas dan dapat diperoleh secara gratis di alam, persediaan yang hampir tidak terbatas, tidak ada polusi dan emisi gas rumah kaca sehingga dapat mengurangi pemanasan global, dan dapat dibangun di daerah terpencil karena tidak memerlukan transmisi energi maupun transportasi sumber energi. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 23
Pada saat ini negara maju industri di dunia telah menjadikan sinar matahari sebagai salah satu sumber energi untuk memenuhi kebutuhan listriknya. Negara industri yang tercatat sebagai negara yang telah memiliki pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas pembangkit listrik dengan besaran lebih dari 100 MW hingga mencapai 6 GW antara lain Spanyol, Jerman, Jepang, Amerika Serikat, Italia, Perancis dan Korea Selatan. Teknologi untuk mengkonversi secara langsung sinar matahari menjadi listrik dikenal sebagai teknologi fotovoltaik atau teknologi tenaga surya. Sinar matahari dikonversi langsung menjadi energi dengan menggunakan divais semikonduktor yang disebut sel surya (solar cell). Salah satu teknologi sel surya yang telah digunakan secara komersial dan terbesar pada saat ini sebagai pembangkit listrik tenaga surya adalah teknologi sel surya berbasis logam silikon. Pengunaan energi fosil, yakni minyak bumi, gas dan batubara, yang tidak terbarukan sebagai sumber energi pada pembangkit listrik yang saat ini masih banyak digunakan diseluruh dunia akan menimbulkan permasalahan makin berat ke depan karena ketersediaannya semakin langka terutama minyak bumi dan permasalahan dampak lingkungan yang buruk dari gas buangnya. Sedangkan dengan menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi listrik yang bersih, tidak perpolusi, aman dan dengan persediaan yang tidak terbatas. Teknologi pembangkit listrik tenaga surya yang ramah lingkungan merupakan alternative untuk mengurangi ketergantungan energi yang dihasilkan dari minyak bumi, batubara, dan gas panas bumi sehingga mengurangi efek rumah kaca. Pemerintah Indonesia sendiri, melalui Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral telah memprogramkan kebijakan konservasi dan diversifikasi energi untuk masuk dalam struktur pembangunan nasional agar dapat menyediakan listrik sejalan dengan kebutuhan. Peraturan Presiden (Perpres nomor 5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN) menunjukkan upaya agar pemakaian energi baru dan terbarukan (EBT) dapat ditingkatkan hingga 17% dalam bauran energi (energy mix) Nasional pada tahun 2025. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 24
Gambar Sasaran Energi Mix Indonesia 2025 Sumber : Renstra ESDM 2010-2014 Indonesia memiliki potensi energi yang beragam, baik yang berasal dari energi fosil maupun non fosil. Sumber energi fosil antara lain minyak bumi, gas bumi, batubara dan coal bed methane (CBM). Cadangan minyak bumi (status tahun 2008) sebesar 8,2 milyar barel yang apabila diproduksi dengan tingkat produksi sebesar 0,357 miliar barel per tahun, maka potensi minyak bumi masih akan bertahan setidaknya selama 23 tahun. Gas bumi dengan cadangan sebesar 170 TSCF dan tingkat produksi sebesar 2,9 TSCF, maka diharapkan dapat memasok energi hingga 62 tahun ke kedepan. Jumlah sumber daya batubara status tahun 2009 yang telah diketahui mencapai sebesar 104,94 miliar ton, namun secara ekonomis jumlah batubara yang dapat ditambang, baik secara terbuka maupun dengan cara bawah tanah, masih terbatas. Jumlah cadangan terbukti (proven reserves) saat ini baru mencapai 21,13 miliar ton, sisanya masih bersifat indikasi. Selain itu sebagian besar dari jumlah sumberdaya tersebut (sekitar 66,39%) tergolong batubara perperingkat sedang (medium rank coal) atau sub bituminus dimana jenis batubara ini memiliki nilai katori (5100-6100 kcl/kg). Berdasarkan data Renstra Kementrian ESDM tahun 2010 2014, diketahui bahwa sumber energi non fosil Indonesia relatif besar, namun pemanfaatannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan potensi yang ada. Sebagai ilustrasi, sampai dengan tahun 2008 kapasitas terpasang energi non fosil seperti tenaga air baru mencapai 4,2 Giwa Watt (GW) dari sumber daya sebesar 75,67 GW atau baru termanfaatkan sekitar 0,5%. Potensi sumber daya panas bumi sebesar 28,884 GW baru termanfaatkan sebesar 1,189 GW atau sekitar 4%. Indonesia merupakan daerah sekitar katulistiwa dan daerah tropis dengan luas daratan hampir 2 juta, dengan penyinaran matahari lebih dari 6 jam sehari atau sekitar 2.400 jam dalam setahun. Karakteristik Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 25
cahaya matahari di wilayah negara tropis, seperti Indonesia, tergolong mempunyai tingkat radiasi yang baik. Berdasarkan data penyinaran matahari yang dihimpun dari 18 lokasi di Indonesia, rata-rata penyinaran (radiasi) surya mencapai 4,8kWh/m2 per hari, dengan variasi bulanan sekitar 9%. Berikut ini gambaran cadangan dan produksi energi Indonesia (status 2008). NO ENERGI NON FOSIL Tabel Cadangan dan Produksi Energi Non Fosil Indonesia (Status 2008) SUMBER DAYA (SD) KAPASITAS TERPASANG (KT) RASIO KT/SD (%) 75.670 MW (e.q. 845 juta 1 Tenaga Air SBM) 4.200 MW 5,55% 28.884 mw (e.q. 220 juta 2 Panas Bumi SBM) 1.189 MW 4,12% 3 Mini/Micro Hydro 500 MW 86,1 MW 17,22% 4 Biomass 49.810 MW 445 MW 0,89% 5 Tenaga Surya 4,80 kwh/m2/hari 12,1 MW - 6 Tenaga Angin 9.290 MW 1,1 MW 0,01% 7 Uranium 3.000 MW (e.q. 24.112 ton) untuk 11 tahun Sumber : Renstra ESDM 2010-2014 30 MW 1,00% Berdasarkan data rencana strategis Kementrian ESDM 2010 2014, sasaran pengembangan pemanfaatan pembangkit tenaga surya 2005 2025 adalah sebagai berikut : Sumber : Renstra ESDM 2010-2014 Di Indonesia perusahaan yang bergerak dalam bidang konversi energi di Indonesia masih sedikit. Umumnya produk-produk konversi energi masih merupakan barang impor yang dijual memalui distributor atau agen di Indonesia. PT Wika Intrade Energi merupakan salah satu pelopor perusahaan lokal yang memproduksi peralatan dalam bidang konversi energi, dengan memproduksi WIKA SWH - solar water heater / pemanas air energi surya, WIKA PV merubah dari energi sinar matahari menjadi energi listrik melalui proses photovoltaic yang dapat disimpan dalm batterai/aki dan dapat digunakan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 26
untuk berbagai macam alat listrik rumah tangga, WIKA AWH - satu produk pemanas air yang energi pemanasnya memanfaatkan energi buangan panas dari outdoor AC (freon panas). Berikut ini adalah beberapa produsen / distributor / agen yang ada di pasar dalam bidang conversi energi : Solar Water Heater Photovoltaic Aircon Water Heater Produsen / Distributor / Produsen / Distributor / Produsen / Merek Merek Agen Agen Distributor / Agen Merek PT Bernadi Utama (D) Solahart, Handal PT LEN Industri LEN Rifan PT Inti Solar Water Heater Intisolar PT Azet Surya Lestari Seltech PT Daya Eximindo Perdana Edward PT Guna Elektro Metalindo PT Dinamika Inti Surya Cemerlang Envirosun PT Bangun Baskara Mandiri PT Wika Intrade Energi WIKA AWH PT Dewata Vulcanindo Vulcan PT Mitra Muda Berdikari PT Polaris Sapta Manggala Polaris PT Altari Energi Surya Sunking Sunking PT Citrakaton Dwitama PT Wika Intrade Energi WIKA SWH PT Gerbang Multindo PT Indomatra Lestari PT Chint Indonesia PT Indo Elektrik PT Suntech PT Sundaya PT Trimba Solar Sistem PT Eltran Indonesia PT Surya Energi Utama PT Wika Intrade Energi WIKA PV Sumber : Draft Rencana Penjualan & Kerjasama Energy Conversion Business Unit kepada Mitra Strategis, berbagai sumber Berdasarkan data draft memorandum informasi rencana penjualan & kerjasama energy conversion business unit kepada mitra strategis, perkembangan pangsa pasar water heater (pemanas air) dengan berbagai tenaga alternatif, yaitu tenaga listrik (electric water heater/ewh), tenaga gas (gas water heater/gwh), tenaga surya (solar water heater/swh) pada tahun 2002 2009 didominasi oleh produkproduk EWH dengan trend historis pangsa pasar di atas 70% dan diproyeksikan akan tetap mendominasi pangsa pasar water heater, tetapi dengan proyeksi pangsa pasar yang cenderung menurun. Sedangkan pasar SWH belum memiliki pasar yang luas tetapi diproyeksikan akan menunjukkan trend yang meningkat. Hal ini disebabkan karena meningkatnya kesadaran masyarakat akan produk hemat energi dan ramah lingkungan, sosialisasi produk yang semakin meluas, dan faktor gaya hidup sosial masyarakat yang semakin meningkat. Tabel - Pangsa Pasar Water Heater Berdasarkan Sumber Tenaga Produk T A H U N 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Electric WH 73,0% 71,9% 71,5% 72,2% 72,0% 73,1% 70,7% 71,6% 67,4% 67,5% 66,0% 65,5% Gas WH 19,1% 19,3% 19,5% 19,5% 19,8% 19,9% 20,7% 20,8% 23,4% 23,0% 24,1% 24,3% Solar WH 7,9% 8,8% 9,1% 8,4% 8,2% 6,9% 8,6% 7,6% 9,2% 9,5% 9,9% 10,2% Total 100,0% 100,0% 100,1% 100,1% 100,0% 99,9% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% 100,0% Sumber : Draft Rencana Penjualan & Kerjasama Energy Conversion Business Unit kepada Mitra Strategis, berbagai sumber Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 27
Grafik - Pangsa Pasar Produk Solar Water Heater Terhadap Produk Substitusi 100% 90% 80% 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% 0% 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Rata- Rata Solar WH 9% 8% 8% 7% 9% 8% 8% Gas WH 20% 20% 20% 20% 21% 21% 20% Electric WH 72% 72% 72% 73% 71% 72% 72% Sumber : WINER Sumber : Draft Rencana Penjualan & Kerjasama Energy Conversion Business Unit kepada Mitra Strategis, berbagai sumber 6) GAMBARAN UMUM RENCANA TRANSAKSI Gambaran umum Rencana Transaksi melalui konversi piutang Perseroan menjadi penyertaan saham WIN dan pembelian saham WIN yang ada di WINER, dengan tahap secara rinci sebagai berikut : a) Melakukan konversi seluruh piutang pokok Perseroan kepada WIN menjadi penyertaan modal, yaitu sebesar Rp 139,52 milyar (pokok hutang WIN). Sedangkan sisa tagihan yang berasal dari bunga pinjaman sebesar Rp 6,35 milyar akan tetap dicatatkan sebagai piutang Perseroan di WIN b) Pembelian saham WIN sebesar 40% (sejumlah 62.000 lembar saham) yang ada di WINER dengan rencana harga transaksi berdasarkan nilai buku per 30 Juni 2011 adalah sebesar Rp 536.432 per lembar saham, maka total nilai pembelian saham WIN sebesar Rp 33.258.784.000. Hasil dari penjualan saham tersebut akan digunakan untuk melakukan pembayaran hutang WIN pada Departemen Industrial Plant (DIP) sebesar Rp 29,75 Milyar, sedangkan sisanya sebesar Rp 3,51 Milyar akan digunakan sebagai kas WIN. c) Menjadikan WINER sebagai perusahaan afiliasi dari Perseroan. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 28
2 Membeli Saham WIN di WINNER DIP DIP memiliki Piutang pada WIN PERSEROAN 1 WIN Piutang dikonversi menjadi Debt to Equity Sw ap PKM GBI WINER 3 Menjadikan WINNER sebagai Anak Perusahaan 40% 17,42% 42,58% Hasil Penjualan Saham WIN di WINER dipergunakan untuk pembayaran Hutang WIN pada DIP, sisanya untuk kas Perusahaan WINER Catatan : Perseroan DIP WIN PKM GBI WINER = PT Wijaya Karya Tbk = Divisi Industrial Plant = PT Wika Intrade = PT Prima Karya Mandiri = PT Graha Benoite Indonesia = PT Wika Intrade Energy Adapun rincian objek, jumlah dan nilai transaksi dapat dilihat dibawah ini. Keterangan (Rp Juta) Rencana Penggunaan Dana (Rp Juta) 1. Hutang WIN ke Perseroan a. Pokok 139.520 Debt to Equity Swap 139.520 b. Bunga 6.350 Hutang WIN ke Perseroan 6.350 2. Hutang WIN ke DIP 29.750 Penerimaan Kas WIN *) 3.509 3. Penjualan Saham WINER 33.259 Catatan : *) Berasal dari Hasil Penjualan Saham WINER dikurangi dengan Hutang WIN ke DIP Rencana pengkonversian piutang Perseroan pada WIN dan pembelian saham WIN pada WINER sebagaimana dimaksud di atas akan dilaksanakan dengan mengingat diperolehnya persetujuan dari para pemegang saham WIN dan WINER. 7) ANALISIS MANFAAT RENCANA TRANSAKSI Secara umum manfaat atas transaksi adalah sebagai berikut: 1. WIN merupakan anak perusahaan Perseroan yang didirikan dalam rangka mendukung pengembangan usaha baik dalam construction material, Engineering Products in Oil & Gas, Other Product, maupun produksi Alumunium casting, Metal Pressing, Plastic injection molding, manufacturer for automotive parts, Home appliance serta Plastic, Pressing & Painting yang memproduksi Automotive part, dikemudian hari akan memberi sinergi bagi kegiatan dalam kelompok usaha Perseroan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 29
2. Pelaksanaan konversi hutang WIN menjadi tambahan penyertaan modal Perseroan dalam WIN akan mendukung kegiatan usaha WIN mengingat Perseroan merupakan pemegang saham utama WIN yang memiliki kewajiban untuk mendukung kemampuan permodalan WIN. Dengan penambahan modal WIN maka WIN memiliki fleksibilitas untuk memperoleh alternative pendanaan selain mengunakan dana internal juga dimungkinkan memperoleh pendanaan dari perbankan maupun lembaga keuangan untuk dapat membiayai operasional dan pengembangan usaha WIN dikemudian hari. 3. Dengan kondisi keuangan yang lebih baik maka WIN dikemudian hari diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi Perseroan 4. Pengambilalihan saham WINER akan lebih memudahkan bagi Perseroan untuk melakukan sinergi pengembangan usaha WINER, baik dari segi permodalan maupun dalam hal pengawasan. 5. Rencana-rencana transaksi yang akan dilakukan akan memberikan dampak positif bagi Perseroan, baik dari peningkatan pendapatan Perseroan yang berasal dari pendapatan Anak Perusahaan, maupun efisiensi biaya Perseroan, sinergi produk antar Anak Perusahaan dan Perseroan, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kinerja Perseroan. 8) PIHAK-PIHAK TERKAIT DALAM RENCANA TRANSAKSI Berdasarkan rencana manajemen Perseroan yang akan melakukan konversi piutang menjadi penyertaan modal saham dan pembelian saham dari debitur adalah sebagai berikut : PT Wijaya Karya, Tbk. (Persero)-(Perseroan) Perseroan didirikan berdasarkan Undang-undang No.19 tahun 1960 jo Peraturan Pemerintah No.64 tahun 1961 tentang Pendirian Perusahaan Negara/PN "Widjaja Karja" tanggal 29 Maret 1961. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.64 ini pula, perusahaan bangunan bekas milik Belanda yang bernama Naamloze Vennootschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedrijf Vis en Co. yang telah dikenakan nasionalisasi, dilebur ke dalam PN Widjaja Karja. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.40 tanggal 22 Juli 1971, PN. Widjaja Karja dinyatakan bubar dan dialihkan bentuknya menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO), sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 3 Undang-undang No.9 Tahun 1969 (Lembaran Negara Republik Indonesia No.40 tahun 1969, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 2904). Selanjutnya Perseroan ini dinamakan "PT Wijaya Karya", berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No.110 tanggal 20 Desember 1972 yang dibuat di hadapan Dian Paramita Tamzil, pada waktu itu pengganti dari Djojo Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, jo Akta Perubahan Naskah Pendirian Perseroan Terbatas "PT Wijaya Karya" No.106, tanggal 17 April 1973 yang dibuat dihadapan Kartini Muljadi, SH., Notaris di Jakarta, keduanya telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 30
Indonesia dengan Keputusan No. Y.A.5/165/14 tanggal 8 Mei 1973, didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta dengan No.1723 dan No.1724 tanggal 16 Mei 1973, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.76 tanggal 21 September 1973, Tambahan No.683. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam bidang industri konstruksi, industri pabrikasi, industri konversi, jasa penyewaan, jasa keagenan, investasi, agro industri, energi terbarukan dan energi konversi, perdagangan, engineering procurement, construction, pengelolaan kawasan, layanan peningkatan kemampuan di bidang jasa konstruksi, teknologi informasi jasa enjinering dan perencanaan. Susunan pengurus Perseroan berdasarkan laporan keuangan pada 30 Juni 2011 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama : Ir. Agoes Widjanarko, MIP Komisaris Independen : DR. Amanah Abdulkadir, MA Komisaris Independen : Brigjend TNI (Purn) Dadi Pratjipto, SE Komisaris : Soepomo, SH., SP.N., L.LM Komisaris : Pontas Tambunan, SH., MM Dewan Direksi Direktur Utama Direktur Keuangan Direktur Operasi I Direktur Operasi II Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan : Bintang Perbowo, SE.,MM. : Drs. Ganda Kusuma, MBA : Ir. Budi Harto, MM. : Ir. Slamet Maryano : Ir. Tonny Warsono, MM. WIN WIN didirikan tanggal 20 Januari 2002 berdasarkan Akta Perseroan Terbatas No. 16 dibuat dihadapan Nila Noordjasmani Soeyasa Besar,SH., pengganti dari Imas Fatimah, SH, Notaris di Jakarta, dimana telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia no C-19656.HT.01.TH.2000 tanggal 4 September 2000 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 10 tanggal 2 Pebruari 2001. Anggaran Dasar WIN telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir mencakup perubahan nilai nominal modal dasar, dengan Akta Notaris Sri Ismiati, SH. No. 46 tanggal 14 Mei 2010 perihal Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham diluar rapat dan pengesahan dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU0046205.AH.01.09.TH 2010 tanggal 18 Juni 2010. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 31
WIN bergerak dibidang industri dan perdagangan umum baik untuk memenuhi permintaan dalam negeri maupun luar negeri. Adapun susunan pengurus WIN adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Komisaris Utama Komisaris Dewan Direksi Direktur Utama Direktur Operasi Direktur Keuangan & Adm. : Werdoyo Santosa : Simon Duma : Ruslyn H. Silalahi : Asep Zakky Gamal : Adji Firmantoro WINER WINER didirikan tanggal 18 Juni 2010 dalam kerangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo Undang-Undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta No. 32 oleh Notaris Ryan Bayu Candra SH, M.Kn di Jakarta, dengan modal dasar Perseroan ditempatkan dan disetor sebesar Rp5.170.500.000 yang terbagi atas 10.341 lembar saham, dengan masing-masing saham bernilai nominal Rp500.000. Berdasarkan Akta pendirian yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-32045.AH.01.01 tanggal 24 Juni 2010, modal dasar Perseroan mengalami peningkatan yang ditetapkan sebesar Rp20.682.000.000 yang terbagi atas 41.364 lembar saham, dengan masing-masing saham bernilai nominal Rp500.000. Sesuai dengan akta pernyataan keputusan para pemegang saham PT Wika Intrade Energi No. 57, tanggal 30 Juni 2010 yang dibuat dihadapan notaris Ryan Bayu Candra, SH, M.Kn., di Jakarta dan telah mendapatkan pengesahan dari menteri hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-42242.AH.01.02 tahun 2010, tanggal 26 Agustus 2010. Perseroan melakukan peningkatan modal dasar menjadi Rp149.106.000.000 dengan jumlah modal disetor menjadi Rp37.276.500.000. Sesuai dengan akta notaris No. 22, tanggal 27 Desember 2010 yang dibuat dihadapan notaris Ryan Bayu Candra SH, M.Kn, Perusahaan kembali melakukan peningkatan modal ditempatkan yang semula Rp37.276.500.000 menjadi Rp77.500.000.000, peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp40.223.500.000 tersebut diambil bagian dan disetor oleh PT Prima Karya Mandiri ( PKM ) dan PT Graha Benoite Indonesia ( GBI ). WINER telah beberapa kali mengalami perubahan akta, terakhir sesuai dengan akta notaris No. 12, tanggal 30 Juni 2011 yang dibuat dihadapan notaris Ryan Bayu Candra, SH. M.Kn, tentang susunan pengurus sebagai berikut : Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 32
Dewan Komisaris Komisaris Dewan Direksi Direktur : Muchidin : Andi Nugraha Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar WINER, WINER bergerak dalam bidang Industri dan melaksanakan usaha perdagangan umum terkait dengan industri energi terbarukan. 9) ANALISIS KINERJA HISTORIS 9.1. ANALISIS KINERJA HISTORIS PERSEROAN A. Neraca Berikut adalah laporan keuangan Perseroan untuk periode lima tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008 (telah diaudit oleh KAP Hadori), tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uwais dan Rekan, tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 dan 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori Sugiarto Adi & Rekan (Rp.000) Keterangan AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED 2006 2007 2008 2009 2010 Jun-11 ASET Aset Lancar Kas dan setara kas 336.744.452 1.364.820.703 1.051.432.167 1.210.888.160 1.227.704.869 750.261.499 Piutang usaha Hubungan istimewa 85.269.091 104.453.064 205.518.435 222.215.045 273.434.280 282.539.686 Pihak ketiga 413.802.045 494.781.463 833.583.556 649.855.712 626.256.102 799.929.764 Piutang Retensi 188.039.787 235.278.298 352.172.831 404.839.180 452.291.797 440.944.148 Tagihan bruto pemberi kerja 604.456.788 572.831.043 706.972.814 643.983.981 934.907.382 1.053.471.244 Pendapatan yang akan diterima 26.214.737 55.248.549 60.224.624 122.631.965 119.481.480 44.805.852 Piutang lain-lain 64.497.413 40.539.682 85.800.618 76.428.845 70.107.915 85.105.290 Persediaan 323.561.098 464.468.902 1.350.022.508 1.044.472.772 682.562.751 569.706.490 Uang muka 64.705.643 166.882.405 234.276.781 181.772.149 148.378.298 337.241.714 Pajak dibayar dimuka 82.043.949 106.747.821 203.677.628 226.343.376 181.860.903 162.991.105 Biaya dibayar dimuka 55.904.085 80.454.783 146.172.362 177.479.831 178.850.207 132.182.629 Jaminan Usaha 924.960 813.170 75.983 1.619.382 56.142.824 11.448.656 Investasi lain-lain - - - - 2.308.294 2.708.294 Jumlah Aset Lancar 2.246.164.048 3.687.319.883 5.229.930.307 4.962.530.398 4.954.287.102 4.673.336.371 Aset Tidak Lancar Aset pajak tangguhan 10.570.535 6.597.280-12.495.894 21.592.680 31.924.720 Investasi pada perusahaan asosiasi 1.708.240 1.708.240 19.708.510 121.508.510 147.800.000 151.733.181 Aset Real Estate Tanah belum dikembangkan 26.654.088 3.441.729 21.589.497 66.123.559 69.622.513 66.509.730 Persediaan Real Estate 170.694.073 209.303.852 Aset Tetap 232.092.237 245.500.972 335.877.846 332.207.429 405.546.470 583.645.246 Setoran dana kerja sama operasi 75.893.309 119.604.768 94.753.932 142.774.616 434.184.903 709.124.134 Goodwill - - 12.561.205 10.048.964 7.536.723 4.847.052 Lain-lain 62.060.050 68.890.973 57.002.513 52.924.232 75.040.438 65.331.096 Jumlah Aset Tidak Lancar 408.978.459 445.743.962 541.493.503 738.083.204 1.332.017.800 1.822.419.011 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 33
Keterangan AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED 2006 2007 2008 2009 2010 Jun-11 JUMLAH AKTIVA 2.655.142.507 4.133.063.845 5.771.423.810 5.700.613.602 6.286.304.902 6.495.755.382 KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Lancar Piutang Jangka Pendek 447.282.387 175.994.348 603.838.743 116.734.550 87.272.013 94.017.474 Hutang Usaha Pihak ketiga 575.813.565 943.748.570 1.285.670.315 1.143.273.651 1.013.582.454 1.305.116.810 Hubungan istimewa 77.532.510 29.991.077 21.326.789 59.515.116 207.453.500 11.343.261 Hutang lain-lain 15.919.956 44.087.972 32.894.938 26.737.623 56.935.127 34.470.804 Kewajiban bruto pemberi kerja 17.531.970 4.389.806 386.430 18.144.602 32.563.724 109.022.613 Hutang pajak 41.866.293 51.472.128 106.675.119 207.151.667 144.603.233 143.040.910 Uang muka dari pelanggan 12.588.641 17.162.123 74.868.631 121.441.111 61.759.720 169.755.365 Biaya yang masih harus dibayar 459.792.889 569.314.413 819.278.650 986.086.634 1.345.264.219 1.225.689.502 Pendapatan yang diterima dimuka 171.799.215 262.352.797 652.072.975 756.439.593 692.592.786 399.100.286 Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Hutang obligasi - bersih 30.000.000 133.443.664 - - - - Sewa guna usaha 317.653 - - - - - Hutang bank - - 23.574.000 - - - Jumlah Kewajiban Lancar 1.850.445.079 2.231.956.898 3.620.586.590 3.435.524.547 3.642.026.776 3.491.557.025 Kewajiban Tidak Lancar Pinjaman jangka panjang - - - - 276.226.938 342.067.444 Kewajiban pajak tangguhan - - 3.718.383 - - - Kewajiban imbalan pasca kerja 33.096.068 934.489 8.037.914 12.002.916 19.019.154 12.110.319 Uang muka proyek jangka panjang 185.416.537 544.013.001 665.257.512 617.371.349 432.264.090 692.447.989 Hutang jangka panjang dikurangi bagian Jatuh tempo dalam satu tahun - - 6.426.000 - - - Hutang obligasi - bersih 128.921.685 - - - - - Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 347.434.290 544.947.490 683.439.809 629.374.265 727.510.182 1.046.625.752 HAK KEPEMILIKAN MINORITAS 55.005.363 64.947.389 82.756.205 102.773.556 115.144.163 115.407.512 EKUITAS Modal saham 69.523.000 584.615.400 584.615.400 584.636.750 600.154.050 602.315.300 Modal saham yang diperoleh kembali disajikan - - (12.744.800) (17.668.650) (17.668.650) (17.668.650) Tambahan modal disetor 563 577.339.779 565.877.973 564.159.304 602.311.833 607.066.213 Selisih penilaian kembali aktiva tetap 87.635.040 - - - - - Perubahan ekuitas anak perusahaan 19.246.853 - - 8.813.220 8.813.220 8.813.220 Selisih kurs penjabaran laporan keuangan - - - 6.983.190 (439.417) - Saldo laba 225.852.319 129.256.889 246.892.633 386.017.420 608.452.745 641.639.010 Jumlah Ekuitas 402.257.775 1.291.212.068 1.384.641.206 1.532.941.234 1.801.623.781 1.842.165.093 JUMLAH KEWAJIBAN & EKUITAS 2.655.142.507 4.133.063.845 5.771.423.810 5.700.613.602 6.286.304.902 6.495.755.382 a. Aktiva Pada tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008, 2009 dan 31 Desember 2010, total aktiva Perseroan secara berturut-turut adalah sebesar Rp 2.655 milyar, Rp 4.33 milyar, Rp. 5.771 milyar, Rp. 5.701 milyar dan Rp 6.286 milyar. b. Kewajiban Pada tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008, 2009 dan 31 Desember 2010, total kewajiban Perseroan secara berturut-turut adalah sebesar Rp 2.198 milyar, Rp 2.777 milyar, Rp. 4.304 milyar, Rp.4.065 milyar dan Rp 4.369 milyar. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 34
c. Modal Sendiri Pada tanggal 31 Desember 2006, 31 Desember 2007, 31 Desember 2008, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2010, total modal sendiri Perseroan secara berturut-turut adalah sebesar Rp 402 milyar, Rp 1.291 milyar, Rp 1.385 milyar, Rp 1.533 milyar dan Rp 1.802 milyar. Dari data tersebut diatas dapat terlihat bahwa dalam jumlah aktiva Perseroan dalam 5 tahun terakhir selalu mengalami peningkatatan dari tahun ke tahun dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 26%. Begitu juga halnya dengan jumlah ekuitas yang selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dengan rata-rata sekitar 64% per tahun. Peningkatan yang cukup tinggi pada jumlah ekuitas ini karena Perseroan dalam beberapa tahun terakhir selalu mengalami penambahan modal disetor dan adanya saldo laba Perseroan. Keterangan lebih detil dapat dilihat pada gambar berikut : 7.000 (Dalam Milyar Rupiah) 6.000 5.000 4.000 3.000 2.000 1.000-2006 2007 2008 2009 2010 Juni 2011 Jumlah Aktiva 2.655 4.133 5.771 5.701 6.286 6.496 Jumlah Kew ajiban 2.198 2.777 4.304 4.065 4.370 4.538 B. Laporan Laba (Rugi) Berikut adalah laporan laba (rugi) Perseroan per tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008 (telah diaudit oleh KAP Hadori), tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uwais dan Rekan, tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2010 dan per tanggal 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori Sugiarto Adi & Rekan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 35
KETERANGAN Rp. 000 AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED 2006 2007 2008 2009 2010 PENJUALAN BERSIH 3.049.427.341 4.284.581.223 6.559.077.280 6.590.857.284 6.022.921.894 Beban pokok pendapatan 2.803.582.180 3.925.624.207 6.113.046.734 5.967.731.531 5.390.011.533 Laba Kotor Sebelum Bagian Laba Proyek KSO 245.845.161 358.957.016 446.030.546 623.125.753 632.910.361 Laba (Rugi) Proyek KSO (7.605.572) 17.349.374 (3.099.025) 22.607.657 40.157.871 Laba Kotor Setelah Bagian Laba Proyek KSO 238.239.589 376.306.390 442.931.521 645.733.410 673.068.232 Beban Usaha Beban Penjualan 6.848.412 10.948.795 2.589.810 2.421.380 3.527.066 Beban Umum dan Administrasi 107.626.250 124.745.623 152.411.483 158.361.039 191.929.955 Jumlah Beban Usaha 114.474.662 135.694.418 155.001.293 160.782.419 195.457.021 LABA USAHA 123.764.927 240.611.972 287.930.228 484.950.991 477.611.211 Pendapatan (Beban) lain-lain Pendapatan (beban) bunga 2.206.750 10.533.319 53.743.541 30.417.205 28.913.365 Laba (Rugi) selisih kurs mata uang asing - bersih (17.384.346) 4.863.378 26.437.634 1.432.768 (4.104.954) Laba Penjualan aktiva tetap 3.928.642 12.779.358 4.289.126 (2.000) 57.351 Pendapatan (beban) dari pendanaan - - - - - Beban bunga dan denda (53.376.426) (51.044.430) (44.024.039) (51.764.196) (9.611.427) Beban penyisihan piutang (9.119.618) (23.641.148) (50.177.873) (41.274.146) (34.234.587) Penurunan nilai goodwill - - - - - Laba amortisasi biaya proyek (19.741.402) - - - - Beban penurunan nilai aset dan persediaan - - - (45.046.450) (7.401.010) Bagian Laba (rugi) perusahaan asosiasi - - - - - Laba penjualan saham perusahaan asosiasi 106.674.189 - - (2.512.241) (2.512.241) Laba divestasi - - - - 67.753.928 Beban pajak sesuai SKP - - - - (40.860.172) Lain-lain -bersih (1.737.309) (6.154.769) (21.783.740) (28.092.939) (2.285.430) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain 11.450.480 (52.664.292) (31.515.351) (136.841.999) (4.285.177) LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN 135.215.407 187.947.680 256.414.877 348.108.992 473.326.034 PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK Pajak kini (33.216.310) (40.351.800) (72.726.644) (37.459.198) (38.756.677) Pajak final - - - (123.866.051) (132.424.893) Pajak tangguhan 3.494.460 (3.973.255) (9.034.916) 19.740.201 9.096.786 Beban pajak penghasilan (29.721.850) (44.325.055) (81.761.560) (141.585.048) (162.084.784) LABA BERSIH SEBELUM HAK MINORITAS 105.493.557 143.622.625 174.653.317 206.523.944 311.241.250 HAK MINORITAS ATAS LABA ANAK PERUSAHAAN (11.596.124) (14.483.717) (18.618.922) (17.301.869) (26.319.058) LABA RUGI SETELAH PAJAK 93.897.433 129.138.908 156.034.395 189.222.075 284.922.192 a. Penjualan Bersih Penjualan bersih Perseroan dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir (2006-2010) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 3.049 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 4.285 Milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp 6.559 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 6.591 milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp. 6.023 milyar. b. Beban Pokok Penjualan Beban Pokok Penjualan Perseroan dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir (2006-2010) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 2.806 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 3.926 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp. 6.113 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 36
milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 5.968 milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp. 5.390 milyar. c. Laba (Rugi) Kotor Laba (Rugi) Kotor Setelah Bagian Laba Proyek KSO Perseroan dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir (2006-2010) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 238 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 376 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp. 443 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 646 milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp. 673 milyar. d. Laba (Rugi) Usaha Laba (Rugi) Usaha Perseroan dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir (2006-2010) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 124 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 241 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp. 288 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 484 milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp. 478 milyar. e. Laba (Rugi) Bersih Laba (Rugi) Bersih Perseroan dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir (2006-2010) berturut-turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 94 milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 129 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp 156 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 189 milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp.285 milyar. Dari gambaran laporan laba-rugi tersebut diatas diketahui bahwa penjualan bersih Perseroan berfluktuasi dengan kecenderungan terjadi peningkatan rata-rata pertumbuhan pertahun sekitar 21% dalam periode 2006 2010. Pada tahun 2008 terjadi peningkatan yang cukup signifikan yaitu sekitar 53%, namun memasuki tahun 2009 penjualan bersih Perseroan hanya meningkat sangat kecil yaitu kurang dari 1% (0,5%) dan pada 2010 penjualan bersih Perseroan mengalami penurunan sekitar 8,6%. Ringkasan perkembangan laporan laba rugi dapat dilihat pada grafik berikut : Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 37
7.000 6.000 (Dalam Milyar Rupiah) 5.000 4.000 3.000 2.000 1.000-2006 2007 2008 2009 2010 Penjualan Bersih 3.049 4.285 6.559 6.591 6.023 Beban Pokok Penjualan 2.804 3.926 6.113 5.968 5.390 Laba (Rugi) Kotor 238 376 443 646 673 Laba (rugi) Usaha 124 241 288 485 478 Laba (rugi) Bersih 94 129 156 189 285 NO. C. Arus Kas Berikut adalah laporan arus kas Perseroan per tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008 (telah diaudit oleh KAP Hadori), tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uwais dan Rekan, dan tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Hadori Sugiarto Adi & Rekan. KETERANGAN (Rp.000) AUDITED 31-Des-06 31-Des-07 31-Des-08 31-Des-09 31-Des-10 1 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 2.639.385.631 4.585.214.927 6.382.186.684 6.789.386.493 5.320.098.252 Pembayaran kepada pemasok (2.521.034.768) (3.688.116.406) (6.540.233.238) (5.628.651.223) (4.777.313.838) Pembayaran kepada direksi dan karyawan (71.500.559) (92.490.543) (105.161.538) (119.789.120) (126.923.036) Pembayaran beban usaha (60.665.225) (81.520.224) (64.520.070) (59.401.186) (67.350.983) Penerimaan bunga 2.206.751 10.533.319 53.743.541 30.417.205 28.913.365 Pembayaran bunga pinjaman (53.376.426) (51.044.430) (44.024.039) (51.764.196) (9.611.427) Pembayaran-penerimaan pajak penghasilan (37.834.807) (55.449.836) (136.495.315) (79.988.525) (157.888.582) Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (102.819.403) 627.126.807 (454.503.975) 880.209.448 209.923.751 2 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan (Penambahan) jaminan usaha 255.376 111.790 737.187 (1.543.399) (54.523.442) Pembelian aktiva tetap (39.663.805) (24.476.972) (123.685.912) (39.964.347) (145.325.793) Laba divestasi anak perusahaan - - - - 36.753.928 Penempatan saham perusahaan asosiasi 106.989.189 - (18.000.270) (101.800.000) 2.400.216 Penurunan (kenaikan) kerjasama operasi 61.198.978 (26.362.085) 21.751.811 (25.413.026) (251.252.416) Pengeluaran investasi lainnya 6.233.525 (6.830.923) (672.745) (40.455.781) (5.158.449) Pelepasan aset lainnya - - - - - Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi 135.013.263 (57.558.190) (119.869.929) (209.176.553) (417.105.956) 3 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Kenaikan (penurunan) pinjaman bank 155.722.170 (271.288.039) 457.844.395 (477.335.336) 246.764.401 Pembelian kembali obligasi (17.850.000) (25.478.021) (133.443.664) - - Pembelian kembali saham beredar - - (24.206.606) (10.564.051) - Setoran modal - 761.955.179-21.350 53.669.829 Pembayaran deviden, tantiem, jasa produksi & PUKK (21.023.108) (2.139.793) (34.907.865) (45.523.581) (70.758.655) Pembayaran program kemitraan dan bina lingkungan - - (3.490.786) (4.552.358) (5.676.663) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 38
NO. KETERANGAN AUDITED 31-Des-06 31-Des-07 31-Des-08 31-Des-09 31-Des-10 Kenaikan (penurunan) dari aktivitas pendanaan lainnya - - - (204.582) - Pembayaran dividen hak minoritas (6.918.276) (4.541.691) (5.080.895) (6.516.623) - Pembayaran ekuitas pada perusahaan anak - - - 8.813.220 - Selisih kurs penjabaran laporan keuangan - - - 6.983.190 - Setoran modal dan bagian laba hak minoritas yang dikonsolidasi - - 4.270.788 17.301.869 - Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 109.930.786 458.507.635 260.985.367 (511.576.902) 223.998.912 4 KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARAA KAS 142.124.646 1.028.076.252 (313.388.537) 159.455.993 16.816.707 5 SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 194.619.806 336.744.452 1.364.820.704 1.051.432.167 1.210.888.160 6 SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 336.744.452 1.364.820.704 1.051.432.167 1.210.888.160 1.227.704.867 Dari perkembangan cash flow Perseroan pada periode tahu 2006 2010 rata-rata pertahun mengalami peningkatan sekitar sekitar 75%. Peningkatan ini disebabkan karena adanya peningkatan yang terjadi pada tahun 2007 yang sangat signifikan, dimana kenaikan ini disebabkan karena adanya setoran modal dan juga adanya peningkatan penjualan bersih Perseroan. D. Analisa Rasio Keuangan Audit Audit Audit Audit Audit Audit Keterangan 2006 2007 2008 2009 2010 30 Juni 2011 % % % % % % Average Max Min 1 LIQUIDITY RATIO/WORKING CAPITAL Current Ratio 121% 165% 144% 144% 136% 134% 142% 165% 121% Working Capital to Total Assets Ratio 15% 35% 28% 27% 21% 18% 25% 35% 15% 2 LEVERAGE RATIO/SOLVABILITAS RATIO Total Debt to Total Assets Ratio 83% 67% 75% 71% 70% 70% 73% 83% 67% Total Debt to Equity Ratio 546% 215% 311% 265% 243% 246% 316% 546% 215% Long Term Debt to Equity Ratio 500% 93% 117% 108% 121% 174% 188% 500% 93% 3 ACTIVITY RATIO Asset Turn Over 115% 104% 114% 116% 96% 51% 109% 116% 51% Working Capital Turn Over 771% 294% 408% 432% 459% 280% 473% 771% 280% 4 RENTABILITAS / PROFITABILITAS RATIO Gross Profit Margin 8% 9% 7% 10% 11% 9% 9% 11% 7% Operating Profit Margin 4% 6% 4% 7% 8% 6% 6% 8% 4% Net Profit Margin 4% 4% 4% 5% 7% 7% 5% 7% 4% Operating Ratio 96% 95% 96% 93% 93% 90% 94% 96% 90% Net Return on Investment (ROI) 4% 3% 3% 3% 5% 2% 3% 5% 2% Net Return on Equity (ROE) 135% 22% 27% 32% 47% 25% 53% 135% 22% Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 39
9.2. ANALISIS KINERJA HISTORIS WIN A. Neraca Berikut adalah laporan keuangan WIN untuk periode lima tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008 (telah diaudit oleh KAP Hadori & Rekan), tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Soejatna, Mulyana.dan Rekan, tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uways & Rekan dan 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori & Rekan Keterangan (Rupiah) AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED 2006 2007 2008 2009 2010 30 Juni 2011 ASET Aset Lancar Kas dan Setara Kas 16.606.767.081 42.093.959.833 44.804.104.774 109.191.678.521 29.708.821.918 23.642.925.384 Piutang Usaha Pihak Ketiga 22.424.930.325 70.681.548.961 26.511.774.480 72.365.546.580 81.000.601.008 66.026.188.037 Hubungan Istimewa 245.634.258 5.474.917.062 48.023.167.473 2.065.103.983 12.627.094.425 84.733.602.371 Cadangan penyisihan piutang (1.012.690.433) (1.123.107.955) (1.135.431.599) (1.106.994.268) (1.219.687.633) (6.078.260.113) Pendapatan akan diterima 24.535.067.319 46.204.448.396 31.340.632.323 93.048.516.024 90.225.920.201 65.051.876.623 Piutang Lain Lain 32.350.500 2.298.681.399 1.417.748.894 25.222.048.039 3.113.331.232 10.872.615.580 Persediaan 32.382.540.747 34.656.284.566 369.267.326.984 119.363.212.568 49.033.320.386 26.811.822.175 Uang Muka 1.001.588.610 2.632.543.843 3.294.464.905 586.880.121 4.473.802.643 16.189.441.096 Biaya Dibayar Dimuka 4.031.320.161 1.979.435.197 5.032.205.578 1.576.577.769 4.513.539.673 8.429.209.106 Pajak Dibayar Dimuka 6.284.375.170 3.831.440.664 49.719.466.532 8.934.229.611 15.870.460.050 21.082.564.538 Jumlah Aset Lancar 106.531.883.738 208.730.151.966 578.275.460.344 431.246.798.948 289.347.203.903 316.761.984.797 Aset Tidak Lancar Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa 35.575.289.226 821.529.746 430.559.890 321.828.765 11.367.075.721 7.871.959.406 Aset pajak tangguhan - - - 10.689.856.489 12.245.150.684 18.540.263.503 Penyertaan - - - - 32.038.169.956 32.730.623.067 Aset tetap Harga Perolehan 39.070.872.385 48.424.430.211 88.219.496.385 100.184.820.327 76.296.521.235 98.859.505.041 Akumulasi Penyusutan (14.564.304.106) (18.679.661.720) (28.446.978.719) (39.081.088.974) (37.853.585.549) (58.858.233.881) Nilai Buku 24.506.568.279 29.744.768.491 59.772.517.666 61.103.731.353 38.442.935.686 40.001.271.160 Aset Tetap Sewa Guna Usaha Harga Perolehan 2.806.020.000 - - 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 Akumulasi Penyusutan (867.138.125) - - (510.192.917) (712.877.949) - Nilai Buku 1.938.881.875 - - 1.489.807.083 1.287.122.051 2.000.000.000 Jaminan 174.960.000 - - - 4.324.717.975 9.186.916.684 Investasi dalam pelaksanaan 7.800.295.575 9.504.040.191 11.716.833.866 2.167.402.727 2.085.038.824 307.384.875 Aset lain-lain 7.547.202.657 18.591.689.508 14.669.525.005 Jumlah Aset Tidak Lancar 69.995.994.955 40.070.338.428 71.919.911.422 83.319.829.074 120.381.900.405 125.307.943.700 JUMLAH AKTIVA 176.527.878.693 248.800.490.394 650.195.371.766 514.566.628.022 409.729.104.308 442.069.928.497 KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN Kewajiban Lancar Hutang bank - - 94.892.359.499 75.991.015.390 20.154.009.272 45.000.000.000 Hutang usaha 122.768.002.330 160.460.860.307 278.309.446.045 208.963.850.371 202.602.666.533 126.914.606.183 Hutang lain-lain 78.181.471 21.341.095.020 2.622.458.264 7.087.366.793 6.434.563.360 5.873.243.125 Hutang pajak 4.345.415.914 1.839.536.632 1.962.342.040 21.864.823.665 24.869.529.502 22.282.558.908 Uang muka pelanggan 76.000.000 76.000.000 216.184.000 1.825.056.387 14.879.629.916 31.423.969.716 Beban masih harus dibayar 10.639.368.014 20.174.595.741 32.414.743.793 21.064.263.611 12.319.958.500 54.245.059.514 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 40
Keterangan AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED AUDITED 2006 2007 2008 2009 2010 30 Juni 2011 Hutang sewa guna usaha jatuh tempo dalam satu tahun 317.653.360 - - 1.089.094.804 25.913.502 - Jumlah Kewajiban Lancar 138.224.621.089 203.892.087.700 410.417.533.641 337.885.471.021 281.286.270.585 285.739.437.446 Jumlah Perubahan Modal Kerja (31.692.737.351) 4.838.064.266 167.857.926.703 93.361.327.927 8.060.933.318 31.022.547.351 Kewajiban Tidak Lancar Hutang kepada hubungan istimewa - 1.110.765.858 186.191.185.384 149.450.486.273 99.031.452.683 145.868.676.969 Hutang Bank Jangka Panjang - - 6.426.000.000 - - - Kewajiban Pajak Tangguhan 1.411.054.107 3.468.808.395 3.003.170.441 - - - Kewajiban Imbalan Kerja 3.871.064.526-463.727.186 1.287.696.358 1.531.145.357 765.572.679 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 5.282.118.633 4.579.574.253 196.084.083.011 150.738.182.631 100.562.598.040 146.634.249.648 Jumlah Kewajiban 143.506.739.722 208.471.661.953 606.501.616.652 488.623.653.652 381.848.868.625 432.373.687.094 EKUITAS Modal saham 15.000.000.000 27.000.000.000 27.000.000.000 27.000.000.000 27.000.000.000 27.000.000.000 Saldo laba 18.021.138.971 13.328.828.441 16.693.755.114 (1.057.025.630) 880.235.683 (17.303.758.597) Jumlah Ekuitas 33.021.138.971 40.328.828.441 43.693.755.114 25.942.974.370 27.880.235.683 9.696.241.403 JUMLAH KEWAJIBAN & EKUITAS 176.527.878.693 248.800.490.394 650.195.371.766 514.566.628.022 409.729.104.308 442.69.928.497 a. Aktiva Pada tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008, 2009 dan 31 Desember 2010, total aktiva WIN secara berturut-turut adalah sebesar Rp 176 milyar, Rp 248 milyar, Rp. 650 milyar, Rp. 515 milyar dan Rp 410 milyar. b. Kewajiban Pada tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008, 2009 dan 31 Desember 2010, total kewajiban WIN secara berturut-turut adalah sebesar Rp 143 milyar, Rp 208 milyar, Rp.606 milyar, Rp.489 milyar dan Rp 381 milyar. c. Modal Sendiri Pada tanggal 31 Desember 2006, 31 Desember 2007, 31 Desember 2008, 31 Desember 2009 dan 31 Desember 2010, total modal sendiri WIN secara berturut-turut adalah sebesar Rp 33 milyar, Rp 40 milyar, Rp 44 milyar, Rp 26 milyar dan Rp 27 milyar. Dari data tersebut diatas dapat terlihat bahwa dalam jumlah aktiva WIN dalam 5 tahun terakhir selalu fluktuasi peningkatan pada periode tahun 2006 2008, namun memasuki periode tahun 2009 Juni 2011 mengalami kecenderungan penurunan nilai aktiva. Pada tahun 2008 jumlah aset dan jumlah kewajiban WIN mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan (lebih dari 150%) yang disebabkan karena adanya peningkatan persediaan barang jadi dilapangan dan peningkatan pada kewajiban hubungan istimewa. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 41
Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2011 jumlah aktiva dan pasiva WIN hanya memiliki selisih yang sangat kecil, dimana jumlah pasiva merupakan 98,2% dari jumlah aktiva Sedangkan jumlah ekuitas memiliki kecenderungan terjadi penurunan dari tahun ke tahun. 700.000 (dalam Jutaan Rupiah) 600.000 500.000 400.000 300.000 200.000 100.000 2006 2007 2008 2009 2010 Juni 2011 Jumlah Aset 176.528 248.800 650.195 514.567 409.729 422.847 Jumlah Kewajiban 143.507 208.472 606.502 488.624 381.849 415.260 Jumlah Ekuitas 33.021 40.329 43.694 25.943 27.880 7.587 B. Laporan Laba (Rugi) Berikut adalah laporan laba (rugi) Perseroan per tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008 (telah diaudit oleh KAP Hadori), tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Soejatna Mulyana dan Rekan, tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uwais dan Rekan dan per tanggal 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori Sugiarto Adi & Rekan Keterangan Rupiah Audited Audited Audited Audited Audited Audited 2006 2007 2008 2009 2010 30-Jun-11 PENDAPATAN Penjualan 329.908.357.034 515.441.892.943 942.097.110.616 1.155.530.396.718 373.660.010.688 212.076.650.233 Klaim Retur Penjualan - (1.359.489.278) (868.601.252) (388.333.287) (169.168.168) - Potongan Penjualan (716.636.727) (383.040.932) (422.459.306) (402.042.640) (753.511.551) (21.863.134) Penjualan - bersih 329.191.720.307 513.699.362.733 940.806.050.058 1.154.740.020.791 372.737.330.969 212.054.787.099 Harga Pokok Penjualan 319.079.948.191 490.653.674.104 889.184.226.299 1.102.410.376.593 405.193.715.543 217.468.833.234 Laba Kotor 10.111.772.116 23.045.688.629 51.621.823.759 52.329.644.198 (32.456.384.574) (5.414.046.135) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 42
Keterangan Audited Audited Audited Audited Audited Audited 2006 2007 2008 2009 2010 30-Jun-11 Beban Usaha Pemasaran 242.598.170 161.503.270 273.190.259 20.711.966-8.323.612 Personalia 3.687.516.827 4.172.190.272 6.043.758.700 6.333.081.417 5.065.434.033 3.875.966.948 Fasilitas Kantor 818.992.831 982.894.102 985.355.337 545.212.713 1.115.436.937 916.274.110 Pengelolaan Informasi 328.975.232 84.916.850 155.032.867 42.631.612 36.683.695 20.317.840 Pengembangan 186.831.697 220.731.934 119.504.425 57.275.569 187.324.917 63.590.214 Keuangan 156.551.863 205.162.660 281.238.814 4.304.650 111.307.574 88.250.883 Jumlah Beban Usaha 5.421.466.620 5.827.399.088 7.858.080.402 7.003.217.927 6.516.187.156 4.972.723.607 Laba Usaha 4.690.305.496 17.218.289.541 43.763.743.357 45.326.426.271 (38.972.571.730) (10.386.769.742) Pendapatan (Beban) Lain-Lain 11.385.442.019 396.841.384 (32.617.871.919) (81.432.749.170) 39.354.538.848 (14.092.337.357) Laba (Rugi) Sebelum Pajak 16.075.747.515 17.615.130.925 11.145.871.438 (36.106.322.899) 381.967.118 (24.479.107.099) MANFAAT (BEBAN) PAJAK Pajak Kini (4.337.941.936) (3.226.315.168) (3.930.712.719) (3.890.558.550) Pajak Tangguhan (458.602.118) (2.057.754.288) 465.637.954 13.693.026.930 1.555.294.194 6.295.112.819 (4.796.544.054) (5.284.069.456) (3.465.074.765) 9.802.468.380 1.555.294.194 6.295.112.819 Laba (Rugi) Setelah Pajak 11.279.203.461 12.331.061.469 7.680.796.673 (26.303.854.519) 1.937.261.312 (18.183.994.280) a. Pendapatan Pendapatan WIN dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir (2006-2010) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 330 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 515 Milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp 942 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 1.155 milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp. 374 milyar. b. Harga Pokok Penjualan Harga Pokok Penjualan WIN dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir (2006-2010) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 319 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp.491 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp. 889 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 1.102 milyar dan 31 Desember 2010 sebesar Rp. 405 milyar. c. Laba (Rugi) Kotor Laba (Rugi) Kotor WIN dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir (2006-2010) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 10 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 23 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp. 52 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 52 milyar dan rugi kotor periode 31 Desember 2010 sebesar minus Rp. 32 milyar. d. Laba (Rugi) Usaha Laba (Rugi) Usaha WIN dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir (2006-2010) berturut turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 5 Milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 17 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 43
milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp. 44 milyar, 31 Desember 2009 sebesar Rp. 45 milyar dan rugi usaha periode 31 Desember 2010 sebesar minus Rp. 39 milyar. e. Laba (Rugi) Bersih Laba (Rugi) Bersih WIN dalam kurun waktu periode 5 tahun terakhir (2006-2010) berturut-turut adalah : periode 31 Desember 2006 sebesar Rp. 11 milyar, 31 Desember 2007 sebesar Rp. 12 milyar, 31 Desember 2008 sebesar Rp 8 milyar, rugi bersih periode 31 Desember 2009 sebesar minus Rp. 26 milyar dan laba bersih periode 31 Desember 2010 sebesar Rp. 2 milyar. Dari gambaran laporan laba-rugi tersebut diatas diketahui bahwa penjualan bersih WIN memiliki kecenderungan terjadi penurunan rata-rata pertumbuhan pertahun negatif sekitar minus lebih dari 100% dalam periode 2006 2010. Pada tahun 2010 terjadi peningkatan saldo laba bersih sekitar Rp 382 juta, akan tetapi peningkatan ini berasal dari pendapatan lain-lain yakni dari pendapatan atas penjualan aset, merek dan selisih penilaian aset tetap atas pemisahan WINER. Ringkasan perkembangan laporan laba rugi dapat dilihat pada grafik berikut : Grafik Trend Pendapatan Bersih dan Harga Pokok Penjualan 1.400.000 1.200.000 (Dalam Jutaan Rupiah) 1.000.000 800.000 600.000 400.000 200.000 2006 2007 2008 2009 2010 Juni 2011 Pendapatan Bersih 329.192 513.699 940.806 1.154.740 372.737 212.055 Harga Pokok Penjualan 319.080 490.654 889.184 1.102.410 405.194 220.059 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 44
Grafik Trend laba (rugi) kotor, laba (rugi) usaha, laba (rugi) bersih 60.000 (Dalam Jutaan Rupiah) 40.000 20.000 (20.000) (40.000) (60.000) 2006 2007 2008 2009 2010 Juni 2011 Laba (Rugi) Kotor 10.112 23.046 51.622 52.330 (32.456) (8.004) Laba (Rugi) Usaha 4.690 17.218 43.764 45.326 (38.973) (12.977) Laba (Rugi) Bersih 16.076 17.615 11.146 (36.106) 382 (27.467) C. Arus Kas Berikut adalah laporan arus kas Perseroan per tanggal 31 Desember 2006, 2007, 2008 (telah diaudit oleh KAP Hadori dan Rekan), tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2009 yang telah diaudit oleh KAP Soejatna Mulyana dan Rekan, tahun yang berakhir per tanggal 31 Desember 2010 yang telah diaudit oleh KAP Pieter Uways dan Rekan, dan per tanggal 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Hadori Sugiarto Adi dan Rekan. (Rupiah) Audited No. KETERANGAN 31-Des-06 31-Des-07 31-Des-08 31-Des-09 31-Des-10 1 Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Penerimaan dari operasi : Penerimaan kas dari pelanggan 532.996.291.794 467.565.975.270 935.517.725.150 1.067.657.211.556 391.240.630.967 Pembayaran kas kepada pemasok & karyawan (526.628.549.259) (406.371.440.737) (1.107.366.420.739) (909.823.250.261) (357.339.611.544) Pembayaran kepada Direksi dan Karyawan (6.341.051.301) (5.580.031.514) (5.509.112.245) (4.955.250.407) Pembayaran pajak (123.616.753) (7.422.522.410) (49.695.933.178) 43.104.133.066 (3.931.524.602) Penerimaan (pembayaran) bunga pinjaman (11.213.709.544) (36.787.183.443) (24.801.209.881) Penerimaan (pembayaran) bunga 223.286.763 283.455.655 582.495.734 735.440.236 2.188.112.586 Penerimaan (pembayaran) lainnya (446.573.526) Pembayaran biaya usaha (670.136.510) (1.159.875.438) Laba (Rugi) lain lain (42.125.653.127) 63.136.137.699 Kas Bersih Diperoleh Dari/(Digunakan Untuk) Aktivitas Operasi 6.020.839.019 47.714.416.477 (237.755.874.091) 116.581.449.272 64.377.409.380 2 Arus Kas Dari Aktivitas Investasi Hasil penjualan aset tetap 4.331.300 276.325.390 Perolehan aset tetap (139.539.050) (3.299.318.337) (39.795.066.174) (14.482.892.615) 21.800.299.397 Pengurangan (kenaikan) aset lain-lain 174.960.000 Lainnya (1.343.715.446) (1.703.744.616) (2.212.793.674) 15.695.255.411 (47.325.010.879) Kas Bersih Diperoleh Dari/(Digunakan Untuk) Aktivitas Investasi (1.483.254.496) (4.823.771.653) (42.007.859.848) 1.212.362.796 (25.248.386.092) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 45
Audited No. KETERANGAN 31-Des-06 31-Des-07 31-Des-08 31-Des-09 31-Des-10 3 Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan Penurunan (Kenaikan) kewajiban pihak ketiga 21.262.913.549 101.318.359.499 (25.327.344.109) (55.837.006.118) Dividen dan Tantiem (4.047.407.572) (5.023.372.000) (4.315.870.000) (2.688.278.837) Selisih penilaian aset etap 11.241.352.612 Penerimaan (pembayaran) kepada pihak hubungan istimewa (33.642.993.622) 185.471.389.382 (36.631.967.986) (62.774.873.774) Kas Bersih Diperoleh Dari/(Digunakan Untuk) Aktivitas Pendanaan (4.047.407.572) (17.403.452.073) 282.473.878.881 (53.406.238.320) (118.611.879.892) 4 Kenaikan (Penurunan) Kas Dan Setara Kas 490.176.951 25.487.192.751 2.710.144.942 64.387.573.748 (79.482.856.604) 5 Kas dan Setara Kas Awal Periode 16.116.590.130 16.606.767.081 42.093.959.832 44.804.104.774 109.191.678.522 Pengaruh perubahan mata uang asing 6 Kas dan Setara Kas Akhir Periode 16.606.767.081 42.093.959.832 44.804.104.774 109.191.678.522 29.708.821.918 D. Analisa Rasio Keuangan Keterangan Audit Audit Audit Audit Audit Audit 2006 2007 2008 2009 2010 30 Juni 2011 Average Max Min 1 2 LIQUIDITY RATIO / WORKING CAPITAL Current Ratio 77% 102% 141% 128% 103% 112% 110% 141% 77% Working Capital to Total Asset Ratio -17.95% 1.94% 25.82% 18.14% 1.97% 7.41% 6.22% 25.82% -17.95% LEVERAGE RATIO / SOLVABILITAS RATIO Total Debt to Total Asset Ratio 81% 84% 93% 95% 93% 98% 91% 98% 81% Total Debt to Equity Ratio 957% 772% 2246% 1810% 1414% 1538% 1456% 2246% 772% Long Term Debt to Equity Ratio 35% 17% 726% 558% 372% 550% 377% 726% 17% 3 ACTIVITY RATIO Asset Turn Over 186% 206% 145% 224% 91% 50% 151% 224% 50% Working Capital Turn Over -1039% 10618% 560% 1237% 4624% 677% 2780% 10618% -1039% 4 RENTABILITAS / PROFITABILITAS RATIO Gross Profit Margin 3.07% 4.49% 5.49% 4.53% -8.71% -3.77% 0.85% 5.49% -8.71% Operating Profit Margin 1.42% 3.35% 4.65% 3.93% -10.46% -6.12% -0.54% 4.65% -10.46% Net Profit Margin 4.88% 3.43% 1.18% -3.13% 0.10% -12.95% -1.08% 4.88% -12.95% Operating Ratio 99% 97% 95% 96% 110% 106% 101% 110% 95% Earning Power/ Net Return on Investment (ROI) 32.77% 31.42% 10.74% -36.38% 2.00% -19.78% 3.46% 32.77% -36.38% Net Return on Equity (ROE) 75.19% 45.67% 28.45% -97.42% 7.18% -75.16% -2.68% 75.19% -97.42% Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 46
9.3. ANALISIS KINERJA HISTORIS WINER A. Neraca Berikut adalah laporan keuangan Perseroan untuk periode dua tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010, telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy, tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy. Keterangan (Rupiah) Audited Audited 2010 30 Juni 2011 ASET Aset Lancar Kas dan Setara Kas 1.120.145.709 2.374.742.517 Piutang Usaha Pihak Ketiga 15.001.637.030 5.229.040.357 Hubungan Istimewa - 58.879.187 Piutang Lain Lain 2.449.548.465 3.241.880.449 Persediaan 7.824.331.971 10.928.345.155 Uang Muka - 593.513.178 Pendapatan akan diterima - - Biaya Dibayar Dimuka 2.059.712.528 1.625.906.971 Pajak Dibayar Dimuka 2.375.647.174 4.381.886.191 Jumlah Aset Lancar 30.831.022.877 28.434.194.005 Aset Tidak Lancar Piutang Hubungan Istimewa - - Aset tetap Harga Perolehan 5.119.000.000 5.810.308.775 Akumulasi Penyusutan (554.018.458) (1.146.042.389) Nilai Buku 4.564.981.542 4.664.266.386 Sewa 4.000.000.000 4.000.000.000 Goodwill 65.526.850.000 65.526.850.000 Investasi dalam pelaksanaan 3.988.778.051 5.150.783.942 Aset lain-lain 99.750.000 91.437.500 Jumlah Aset Tidak Lancar 78.180.359.593 79.433.337.828 JUMLAH ASET 109.011.382.470 107.867.531.833 KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN Kewajiban Lancar Hutang usaha 8.379.086.518 7.628.323.983 Hutang lain-lain 6.731.031 76.013.531 Hutang pajak 2.972.974.740 5.801.746.417 Uang muka pelanggan 1.594.800.363 2.566.876.868 Beban masih harus dibayar 4.187.859.333 5.091.810.928 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 47
Audited Audited Keterangan 2010 30 Juni 2011 Jumlah Kewajiban Lancar 17.141.451.985 21.164.771.727 Kewajiban Tidak Lancar Hutang kepada hubungan istimewa 11.029.116.178 2.752.091.799 Kewajiban Pajak Tangguhan 615.720.466 675.278.862 Kewajiban Imbalan Kerja 128.494.677 128.494.677 Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 11.773.331.321 3.555.865.338 Jumlah Kewajiban 28.914.783.306 24.720.637.065 EKUITAS Modal saham 77.500.000.000 77.500.000.000 Agio saham Saldo laba 2.596.599.164 5.646.894.768 Jumlah Ekuitas 80.096.599.164 83.146.894.768 JUMLAH KEWAJIBAN & EKUITAS 109.011.382.470 107.867.531.833 d. Aktiva Pada tanggal 31 Desember 2010, dan 31 Juni 2011 total aktiva WINER secara berturut-turut adalah sebesar Rp 109 milyar, dan Rp 107,9 milyar. e. Kewajiban Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 31 Juni 2011, total kewajiban WINER secara berturut-turut adalah sebesar Rp 28,9 milyar, dan Rp 24,7 milyar. f. Modal Sendiri Pada tanggal 31 Desember 2010, dan 31 Juni 2011, total modal sendiri WINER secara berturutturut adalah sebesar Rp 77,5 milyar, dan Rp 77,5 milyar. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 48
9.4. Laporan Laba (Rugi) Berikut adalah laporan laba (rugi) Perseroan per tanggal 31 Desember 2010 (telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy), dan tahun yang berakhir per tanggal 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy. Audited Audited Keterangan 2010 30 Juni 2011 Pendapatan Penjualan 31.348.345.519 26.991.662.101 Potongan Penjualan (229.907.583) (419.051.615) 31.118.437.936 26.572.610.486 Harga Pokok Penjualan Persediaan awal bahan baku - 3.888.704.790 Pembelian 27.148.050.401 17.399.610.878 Barang tersedia untuk di jual 27.148.050.401 21.288.315.668 Persediaan akhir bahan baku (3.888.704.790) (5.323.700.389) Jumlah pemakaian bahan 23.259.345.611 15.964.615.279 Beban Pabrikasi Gaji, upah dan tunjangan 1.275.484.921 856.390.735 Penyusutan bangunan, mesin dan peralatan 554.018.458 592.023.930 Perbaikan dan pemeliharaan 55.676.121 199.868.848 Subkon 5.216.823 10.403.152 Administrasi dan umum 321.832.407 478.492.821 Jumlah Beban Pabrikasi 2.212.228.730 2.137.179.486 Beban Produksi 25.471.574.341 18.101.794.765 Persediaan dalam proses Awal tahun - 282.659.792 Akhir tahun (282.659.792) (795.179.506) Harga pokok produksi 25.188.914.549 17.589.275.051 Persediaan barang jadi Awal tahun - 3.652.967.389 Akhir tahun (3.652.967.389) (4.856.911.229) Persediaan barang jadi (3.652.967.389) (1.203.943.840) Jumlah Harga Pokok Penjualan 21.535.947.160 16.385.331.211 LABA KOTOR 9.582.490.776 10.187.279.275 Beban Usaha Beban Penjualan Promosi dan iklan 1.113.144.461 3.035.400.421 Angkutan 978.034.918 196.160.032 Perjalanan dinas 166.480.000 28.000.000 Pembinaan distributor 158.307.194 41.897.850 Pengembagan outlet 104.765.834 48.368.956 Lainnya 490.038.718 25.000.000 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 49
Keterangan Audited Audited 2010 30 Juni 2011 3.010.771.125 3.374.827.259 Beban Umum dan Administrasi Gaji Pegawai dan THR 1.136.023.040 1.972.622.778 Amortisasi 802.650.000 - Fee Profesional 547.780.000 650.862.589 Pengembangan 143.250.157 126.411.176 Beban imbalan kerja 128.494.677 - Transportasi 61.600.010 30.000.000 umum kantor 60.195.243 79.869.810 Lain lain 2.879.993.127 2.859.766.353 Jumlah Beban Usaha 5.890.764.252 6.234.593.612 LABA USAHA 3.691.726.524 3.952.685.663 Pendapatan (Beban) lain-lain Jasa giro 4.696.717 32.563.147 Selisih kurs - (873.822) Administrasi Bank (119.924.364) - Lainnya (106.511.997) (1.591.100) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain (221.739.644) 30.098.225 LABA SEBELUM PAJAK 3.469.986.880 3.982.783.888 MANFAAT (BEBAN) PAJAK Pajak Kini (257.667.250) (872.929.888) Pajak Final - Pajak Tangguhan (615.720.466) (59.558.396) (873.387.716) (932.488.284) LABA SETELAH PAJAK 2.596.599.164 3.50.295.604 a. Pendapatan Pendapatan Perseroan dalam kurun waktu periode 31 Desember 2010 sebesar Rp. 31,3 milyar dan 30 Juni 2011 sebesar Rp. 27,0 milyar. b. Harga Pokok Penjualan Harga Pokok Penjualan Perseroan dalam kurun waktu periode 31 Desember 2010 sebesar Rp. 23,2 milyar dan 30 Juni 2011 sebesar Rp. 15,96 milyar. c. Laba (Rugi) Kotor Laba (Rugi) Kotor Perseroan dalam kurun waktu periode 31 Desember 2010 sebesar Rp. 9,58 milyar dan 30 Juni 2011 sebesar Rp. 10,19 milyar. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 50
b. Laba (Rugi) Usaha Laba (Rugi) Usaha Perseroan dalam kurun waktu periode 31 Desember 2010 sebesar Rp. 3,69 milyar dan 30 Juni 2011 sebesar Rp. 3,95 milyar. c. Laba (Rugi) Bersih Laba (Rugi) Bersih Perseroan dalam kurun waktu periode 31 Desember 2010 sebesar Rp. 2,59 milyar dan 30 Juni 2011 sebesar Rp. 3,05 milyar. 9.5. Arus Kas Berikut adalah laporan arus kas Perseroan per tanggal 31 Desember 2010 dan per tanggal 30 Juni 2011 yang telah diaudit oleh KAP Drs. Effendy. Keterangan Audited Audited 31-Des-10 30 Juni 2011 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Laba (Rugi) sebelum pajak 3.469.986.880 3.982.783.888 Penyusutan Aset Tetap 554.018.458 - Kewajiban imbalan kerja 128.494.677 - Amortisasi 802.650.000 - Beban Pajak (1.138.274.771) Arus Kas Sebelum Perubahan Modal Kerja 4.955.150.015 2.844.509.117 Perubahan Modal Kerja ( Kenaikan ) Penurunan Piutang Usaha (15.001.637.030) 9.713.717.486 ( Kenaikan ) Penurunan Piutang Lain-lain (2.449.548.465) (792.331.984) ( Kenaikan ) Penurunan Persediaan (7.824.331.971) (3.104.013.184) ( Kenaikan ) Penurunan Biaya Dibayar DiMuka (59.712.528) (159.707.621) ( Kenaikan ) Penurunan Pajak dibayar dimuka (2.375.647.174) (2.006.239.017) Kenaikan ( Penurunan ) Hutang Usaha 8.379.086.518 (750.762.535) Kenaikan ( Penurunan ) Hutang Lain Lain 6.731.031 69.282.500 Kenaikan ( Penurunan ) Hutang Pajak 2.715.307.490 2.828.771.677 Kenaikan ( Penurunan ) Uang Muka Pelanggan 1.594.800.363 972.076.505 Kenaikan ( Penurunan ) Biaya Yang Masih Harus Dibayar 4.187.859.333 903.951.595 Kenaikan ( Penurunan ) Kewajiban Pajak Tangguhan - 59.558.397 Arus kas bersih dari Aktivitas Operasi (5.871.942.418) 10.578.812.936 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penurunan ( Penambahan ) Aset Tetap (5.119.000.000) (691.308.775) Penurunan ( Penambahan ) Sewa Jangka panjang (6.000.000.000) - Penurunan ( Penambahan ) Aset Tak Berwujud - - ( Kenaikan ) Penurunan Aset Lain-lain (4.088.528.051) (1.153.693.391) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 51
Audited Audited Keterangan 31-Des-10 30 Juni 2011 Arus kas bersih dari Aktivitas Investasi (15.207.528.051) (1.845.002.166) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Kenaikan ( Penurunan ) Hutang Hubungan Istimewa 11.029.116.178 (8.277.024.379) Kenaikan ( Penurunan ) Setoran modal 77.500.000.000 - Koreksi Laba (Rugi) tahun lalu Arus kas bersih dari Aktivitas Pendanaan 88.529.116.178 (8.277.024.379) KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 67.449.645.709 456.786.391 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 67.449.645.709 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 67.449.645.709 67.906.432.100 Dari perkembangan cash flow Perseroan dari tahun 2010 sampai Juni 2011 menunjukan bahwa Perseroan selalu mengalami pertumbuhan hal ini dapat dilihat dari kas dan setara kas akhir periode mengalami peningkatan. 9.6. Analisa Rasio Keuangan Keterangan Audit 2010 Audit 30 Juni 2011 Average Max Min 1 LIQUIDITY RATIO/WORKING CAPITAL Current Ratio 179.86% 134.35% 157.10% 179.86% 134.35% Working Capital to Total Assets Ratio 12.56% 6.74% 9.65% 12.56% 6.74% 2 LEVERAGE RATIO/SOLVABILITAS RATIO Total Debt to Total Assets Ratio 26.52% 22.92% 24.72% 26.52% 22.92% Total Debt to Equity Ratio 37.31% 31.90% 34.60% 37.31% 31.90% Long Term Debt to Equity Ratio 15.19% 4.59% 9.89% 15.19% 4.59% 3 ACTIVITY RATIO Asset Turn Over 28.55% 9.44% 19.00% 28.55% 9.44% Working Capital Turn Over 227.31% 140.14% 183.73% 227.31% 140.14% 4 RENTABILITAS / PROFITABILITAS RATIO Gross Profit Margin 30.79% 38.34% 34.57% 38.34% 30.79% Operating Profit Margin 11.86% 14.88% 13.37% 14.88% 11.86% Net Profit Margin 11.15% 14.99% 13.07% 14.99% 11.15% Operating Ratio 88.14% 85.12% 86.63% 88.14% 85.12% Earning Power/ Net Return on Investment (ROI) 3.32% 3.84% 3.58% 3.84% 3.32% Net Return on Equity (ROE) 3.24% 3.67% 3.46% 3.67% 3.24% Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 52
10) Analisis Kewajaran Rencana Transaksi Dalam melakukan penilaian atas kewajaran rencana restrukturisasi WIN dengan cara melakukan konversi piutang Perseroan menjadi penyertaan modal, kami melakukan perbandingan atas kondisi WIN dengan SWAP dan kondisi WIN tanpa SWAP. Adapun gambaran lebih detil adalah sebagai berikut: 1. Proforma Neraca PT Wika Intrade per Juni 2011 Sebelum dan Setelah Debt to Equity SWAP Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 53
Sumber : Manajemen Perseroan Dari gambaran proforma neraca WIN yang disiapkan oleh manajemen Perseroan seperti terlihat diatas, jumlah total aset mengalami penurunan dari sebelumnya sebesar Rp 422,8 milyar menjadi Rp 393,1 milyar yang disebabkan karena penyertaan saham WIN pada WINER sudah diambil alih oleh Perseroan (PT Wika Tbk), kemudian jumlah ekuitas WIN meningkat dari Rp 7,5 milyar menjadi Rp 147,1 milyar yang disebabkan karena adanya konversi hutang WIN menjadi penyertaan saham. Dengan dilakukannya debt to equity swap maka kas dan setara kas WIN akan meningkat sebesar Rp 3,5 milyar yang merupakan selisih dari hasil penjualan kepemilikan atas saham (penyertaan saham) WIN yang ada di WINER setelah dikurangi dengan hutang usaha (hutang pada DIP/departemen industrial plant Perseroan). Dengan sendirinya penyertaan saham WIN pada WINER menjadi hilang/habis. Pada sisi lain hutang usaha WIN menjadi berkurang sebesar hutang WIN pada DIP, hutang hubungan pihak istimewa juga mengalami penurunan yang sangat signifikan dari Rp 145,86 milyar menjadi Rp 6,3 milyar dan modal saham WIN menjadi meningkat akibat dari adanya konversi hutang WIN pada Perseroan dari Rp 27 milyar menjadi Rp 166,5 milyar. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 54
2. Proyeksi Keuangan WIN dengan SWAP dan tanpa SWAP Berdasarkan laporan penilaian saham yang disusun oleh KJPP TOH, dengan nomor laporan No. 71/LP/KJPP-TOH/XI/XXII, tanggal 11 Nopember 2011 proyeksi keuangan WIN (dengan SWAP), diasumsikan memiliki potensi dalam penjualan yang lebih tinggi dan hutang WIN pada Perseroan telah berkurang. Sedangkan dalam proyeksi keuangan tanpa transaksi diasumsikan memiliki pendapatan yang lebih rendah, selain itu jumlah beban pinjaman dan beban bunganya semakin tinggi. Berikut proyeksi keuangan WIN : Proyeksi Keuangan WIN Dengan SWAP (dalam juta rupiah) 2011 2012 2013 2014 2015 PENJUALAN 562.000 818.520 991.520 1.133.520 1.149.000 Harga Pokok Penjualan (535.495) (777.665) (925.518) (1.042.088) (1.035.026) LABA KOTOR 26.505 40.855 66.002 91.432 113.974 Beban Usaha (8.570) (9.356) (10.212) (11.147) (12.165) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA PAJAK & DEPR. 17.935 31.499 55.790 80.285 101.809 Depresiasi & Amortisasi (5.052) (10.105) (11.405) (14.005) (14.384) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA & PAJAK 12.883 21.394 44.385 66.280 87.425 PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Beban Pinjaman ke WIKA Tbk (11.104) (793) - - - Beban Pinjaman Bank (4.099) (5.107) (6.300) (10.000) (11.798) Pendapatan (beban) lainnya (5.660) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain (20.863) (5.900) (6.300) (10.000) (11.798) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (7.980) 15.494 38.085 56.280 75.627 Penghasilan (Beban) Pajak - (3.874) (9.521) (14.070) (18.907) LABA (RUGI) BERSIH (7.980) 11.620 28.564 42.210 56.720 Rasio Net Profit Margin -1,42% 1,42% 2,88% 3,72% 4,94% Proyeksi Keuangan WIN Tanpa SWAP (dalam juta rupiah) 2011 2012 2013 2014 2015 PENJUALAN 532.000 656.600 718.660 762.826 754.759 HARGA POKOK PENJUALAN (499.528) (612.162) (669.636) (705.327) (690.255) LABA KOTOR 32.472 44.438 49.024 57.499 64.504 Biaya Usaha Pusat (6.800) (7.400) (8.100) (8.900) (9.800) BEBAN USAHA (8.568) (9.350) (10.201) (11.132) (12.149) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA, PAJAK & DEPR. 23.904 35.088 38.823 46.367 52.355 DEPRESIASI & Amortisasi (6.293) (12.587) (13.237) (14.537) (13.616) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA DAN PAJAK 17.611 22.501 25.586 31.830 38.739 PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Bunga pinjaman ke WIKA Tbk. (15.464) (18.234) (18.234) (18.234) (18.234) Bunga Pinjaman Bank (4.099) (5.107) (6.300) (10.000) (11.798) Pendapatan (beban) lainnya (5.660) - - - - JUMLAH PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN (25.223) (23.340) (24.534) (28.234) (30.032) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK (7.612) (839) 1.053 3.596 8.707 PENGHASILAN (BEBAN) PAJAK - - (263) (899) (2.177) LABA (RUGI) BERSIH (7.612) (839) 790 2.697 6.530 Rasio Net Profit Margin -1,43% -0,13% 0,11% 0,35% 0,87% Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 55
Seperti terlihat pada tabel diatas, bahwa dengan melakukan SWAP, secara umum kinerja WIN menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan tanpa SWAP. Setelah perusahaan melakukan debt to equity swap, maka beban pengeluaran untuk bunga pinjaman berkurang cukup besar, dengan demikian WIN lebih memiliki keleluasaan cash flow yang dapat digunakan untuk melakukan ekspansi dengan menambah produk baru atau menambah kapasitas produksi. Dimana secara umum pada awal ekspansi tingkat efisiensinya belum sampai pada tahap optimal, maka sebagaimana terlihat pada proyeksi keuangan dengan SWAP laba kotor tahun 2012 lebih rendah dibandingkan dengan laba kotor tanpa SWAP. Namun memasuki tahun 2013 laba kotor dengan SWAP lebih meningkat dibandingkan tanpa SWAP. Perbandingan antara dengan SWAP dan tanpa SWAP juga dapat digambarkan sebagaimana grafik berikut ini. 1.400.000 1.200.000 1.000.000 HISTORIS PROYEKSI Dalam Juta Rupiah 800.000 600.000 400.000 200.000 2006 2007 2008 2009 2010 Juni 2011 2011 2012 2013 2014 2015 Pendapatan Bersih Dengan SWAP 329.192 513.699 940.806 1.154.740 372.737 212.055 562.000 818.520 991.520 1.133.520 1.149.000 Pendapatan Bersih Tanpa SWAP 532.000 656.600 718.660 762.826 754.759 Harga Pokok Penjualan Dengan SWAP 319.080 490.654 889.184 1.102.410 405.194 199.767 511.377 777.665 925.518 1.042.088 1.035.026 Harga Pokok Penjualan Tanpa SWAP 499.528 612.162 669.636 705.327 690.255 Dalam Juta Rupiah 140.000 120.000 HISTORIS PROYEKSI 100.000 80.000 60.000 40.000 20.000 (20.000) (40.000) (60.000) 2006 2007 2008 2009 2010 Juni 2011 2011 2012 2013 2014 2015 Laba (Rugi) Kotor Dengan SWAP 10.112 23.046 51.622 52.330 (32.456) 12.288 50.623 40.855 66.002 91.432 113.974 Laba (Rugi) Kotor Tanpa SWAP 32.472 44.438 49.024 57.499 64.504 Laba (Rugi) Usaha Dengan SWAP 4.690 17.218 43.764 45.326 (38.973) 7.315 42.053 31.499 55.790 80.285 101.810 Laba (Rugi) Usaha Tanpa SWAP 23.904 35.088 38.823 46.367 52.355 Laba (Rugi) Bersih Dengan SWAP 16.076 17.615 11.146 (36.106) 382 (20.293) 23.607 11.621 28.564 42.210 56.720 Laba (Rugi) Bersih Tanpa SWAP (7.612) (839) 790 2.697 6.530 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 56
Secara akumulasi dalam periode 2011 2015, perbandingan proyeksi keuangan WIN dengan SWAP dan tanpa SWAP dapat dilihat pada tabel dibawah, dimana terlihat laba bersih WIN tanpa SWAP secara akumulasi selama 5 tahun sebesar Rp 1.564 juta, dengan rasio net profil margin minus -0,23%. Sedangkan dengan SWAP laba bersih WIN tercatat memiliki akumulasi laba bersih sebesar Rp 131.134 juta, dan akumulasi rasio net profit margin sebesar 11,54%. Perbandingan Akumulasi Proyeksi Keuangan WIN Tanpa SWAP dan Dengan SWAP Tahun 2011-2015 (dalam juta rupiah) Dengan SWAP Tanpa SWAP PENJUALAN 4.654.560 3.424.845 Harga Pokok Penjualan (4.315.792) (3.176.908) LABA KOTOR 338.768 247.937 Beban Usaha (51.450) (51.400) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA PAJAK & DEPR. 287.318 196.537 Depresiasi & Amortisasi (54.951) (60.270) LABA (RUGI) SEBELUM BUNGA & PAJAK 232.367 136.267 PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Bunga Pinjaman ke WIKA Tbk (11.897) (88.400) Bunga Pinjaman Bank (37.304) (37.304) Pendapatan (beban) lainnya (5.660) (5.660) Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain (54.861) (131.364) LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 177.506 4.903 Penghasilan (Beban) Pajak (46.372) (3.339) LABA (RUGI) BERSIH 131.134 1.564 Rasio Net Profit Margin 11,54% -0,23% 3. Perbandingan Indikasi Nilai Ekuitas Tanpa SWAP dan Dengan SWAP Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode discounted cash flow / diskonto arus kas mendatang tanpa memperhitungkan Discount For Lack of Marketibility (DLOM). Nilai Perusahaan (Corporate Value) tanpa SWAP sebesar Rp 181,74 milyar, Nilai Perusahaan dengan SWAP sebesar Rp 245,97 milyar, sehingga nilai perusahaan dengan SWAP lebih baik jika dibandingkan dengan tanpa SWAP. Setelah dikurangi dengan total pinjaman bank, maka nilai perusahaan menjadi Rp 136,74 milyar tanpa SWAP dan Rp 200,97 milyar dengan SWAP. Indikasi nilai ekuitas WIN setelah dikurangi dengan total pinjaman pada PT Wika Tbk adalah negatif sebesar - Rp 9,12 milyar tanpa SWAP, sedangkan dengan SWAP nilai ekuitas positif sebesar Rp 55,10 milyar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan SWAP memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa SWAP dan lebih menguntungkan bagi Perseroan. (dalam ribu rupiah) Dengan SWAP Tanpa SWAP Nilai Perusahaan (Corporate Value) 245.973.226 181.744.812 Total Pinjaman Bank (IBD) 45.000.000 45.000.000 200.973.226 136.744.812 Total Pinjaman Wika (IBD) 145.868.677 145.868.677 INDIKASI NILAI EKUITAS 55.104.549 (9.123.865) Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 57
4. Kewajaran Konversi Hutang WIN menjadi Penyertaan Saham Berdasarkan penilaian harga saham WIN dengan Laporan No. 071/LP/KJPP-TOH/X/XXII/2011 tanggal 11 Nopember 2011, dengan dasar asumsi WIN melakukan debt to equity swap, nilai pasar wajar WIN adalah sebesar Rp 33.861.372.000 atau sebesar Rp 125 per saham. Sedangkan rencana pelaksanaan konversi hutang WIN kepada Perseroan sebesar Rp 139.521.891.800, dengan nilai konversi sebesar Rp 100 (seratus rupiah) per saham, maka rencana transaksi konversi hutang menjadi saham dinyatakan wajar 5. Peningkatan Modal Dasar, Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Penuh WIN Berdasarkan rencana manajemen Perseroan yang akan melakukan penambahan penyertaan Perseroan pada WIN melalui konversi piutang Perseroan pada WIN, sejumlah pokok piutang sebesar Rp 139.521.891.800 (seratus tiga puluh sembilan milyar lima ratus dua puluh juta delapan ratus sembilan puluh satu ribu delapan ratus rupiah) atau sejumlah 1.395.218.918 (satu milyar tiga ratus sembilan puluh lima juta dua ratus delapan belas ribu Sembilan ratus delapan belas rupiah), sedangkan jumlah modal dasar WIN sampai dengan laporan keuangan per 31 Juni 2011 adalah sebesar 1.080.000.000 lembar saham (satu milyar delapan puluh juta rupiah), atau sebesar Rp. 108.000.000.000 (seratus depan puluh milyar rupiah), dengan nilai nominal per lembar saham sebesar Rp 100 (seratus rupiah), maka manajemen WIN harus meningkatkan modal dasar terlebih dahulu agar rencana konversi piutang Perseroan pada WIN dapat diakomodir pada struktur permodalan WIN. 6. Kewajaran Pengambil Alihan 40% Saham WIN yang ada di WINER Manajemen Perseroan merencanakan untuk mengambil alih 40% saham WIN yang ada di WINER, dimana rencana ini merupakan bagian atau satu kesatuan dari rencana restrukturisasi WIN dengan nilai transaksi sebesar nilai buku WINER per 30 Juni 2011. Nilai ekuitas WINER per 30 Juni 2011 sebesar Rp 83.146.894.768 dengan jumlah lembar saham yang telah disetor dan ditempatkan penuh sejumlah 155.000 lembar, maka nilai buku ekuitas per lembar saham adalah Rp 536.432. Kepemilikan 40% saham WIN pada WINER adalah ekuivalen dengan 62.000 lembar saham, maka nilai rencana transaksi pengambil alihan saham adalah sebesar Rp 33.258.757.907. Nilai rencana transaksi lebih rendah daripada hasil penilaian saham WINER yang dilakukan KJPP TOH, No 70./LP/KJPP-TOH/XI/XXII, tanggal 11 Nopember 2011, dimana nilai pasar wajar 40% saham WIN di WINER per tanggal 30 Juni 2011 adalah sebesar Rp 49.833.410.000 (empat puluh sembilan milyar delapan ratus tiga puluh tiga juta empat ratus sepuluh ribu rupiah) atau dengan nilai per lembar saham sebesar Rp 804.000 (delapan ratus empat ribu rupiah) angka pembulatan. Dengan nilai rencana transaksi lebih rendah dari nilai pasar wajar, maka dapat dikatakan rencana transaksi tersebut adalah wajar. Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 58
7. Analisa Proforma Keuangan Perseroan Perseroan telah menunjuk KAP Hadori & Rekan untuk melakukan review atas proforma laporan keuangan sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi. Ikhtisar proforma laporan keuangan sebelum Rencana Transaksi dan setelah Rencana Transaksi adalah sebagai berikut: Penyesuaian WIP Audited dan Transaksi Penyesuaian WIN Audited Historis setelah Penyesuaian Penyesuaian Transaksi WIN Proforma setelah Transaksi Historis ASET ASET LANCAR Kas dan Setara Kas 750,261,499 (869,677) - 749,391,822-749,391,822 Piutang Usaha - bersih - - - - Pihak Berelasi 282,539,686 - - 282,539,686-282,539,686 Pihak Ketiga 799,929,764 - (4,198,754) 795,731,010-795,731,010 Piutang Retensi 440,944,148 (612,870) - 440,331,278-440,331,278 Tagihan Bruto Pemberi Kerja 1,053,471,244 - - 1,053,471,244-1,053,471,244 Pendapatan Yang Akan Diterima 44,805,852 - (198,677) 44,607,175-44,607,175 Piutang Lain-Lain 85,105,290 - (5,109,368) 79,995,922-79,995,922 Persediaan 569,706,490 - (66,847) 569,639,643-569,639,643 Uang Muka 337,241,714 - (3,500,000) 333,741,714-333,741,714 Pajak Dibayar Dimuka 162,991,105 - (9,330,622) 153,660,483-153,660,483 Biaya Dibayar Dimuka 132,182,629 - (1,417,983) 130,764,646-130,764,646 Jaminan Usaha 11,448,656-3,500,000 14,948,656-14,948,656 Investasi Lain-Lain 2,708,294 1,582,416-4,290,710-4,290,710 Jumlah Aset Lancar 4,673,336,371 4,653,113,988 4,653,113,988 ASET TIDAK LANCAR Aset Pajak Tangguhan 31,924,720-878,970 32,803,690-32,803,690 Investasi Pada Perusahaan 151,733,181-527,665 152,260,846-152,260,846 Asosiasi Aset Real Estate - - - - - Tanah Belum Dikembangkan 66,509,730 - - 66,509,730-66,509,730 Persediaan Real Estate 209,303,852 - - 209,303,852-209,303,852 Aset Tetap - bersih 583,645,246 - - 583,645,246-583,645,246 Setoran Dana Kerja Sama Operasi 709,124,134 (1,839,048) - 707,285,086-707,285,086 Goodwill 4,847,052 2,129,249-6,976,301 3,565,128 10,541,429 Aset Lain-Lain 65,331,096 - (307,385) 65,023,711-65,023,711 Jumlah Aset Tidak Lancar 1,822,419,011 1,823,808,462 1,827,373,590 JUMLAH ASET 6,495,755,382 6,476,922,450 6,480,487,578 Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 59
Penyesuaian WIN Audited Historis setelah Penyesuaian Penyesuaian Transaksi Proforma setelah Transaksi Historis LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Pinjaman Jangka Pendek 94.017.474 (3.097.600) - 90.919.874-90.919.874 Hutang Usaha - - - - Pihak Ketiga 1.305.116.810 - - 1.305.116.810-1.305.116.810 Pihak Berelasi 11.343.261 (256.631) (8.592.358) 2.494.272-2.494.272 Hutang Lain-lain 34.470.804 2.900.267-37.371.071-37.371.071 Kewajiban Bruto Pemberi Kerja 109.022.613 - - 109.022.613-109.022.613 Hutang Pajak 143.040.910 (54.079) (10.290.543) 132.696.288-132.696.288 Uang Muka Dari Pelanggan 169.755.365 (0) (0) 169.755.365-169.755.365 Biaya Yang Masih Harus Dibayar 1.225.689.502 - (129.161) 1.225.560.341-1.225.560.341 Pendapatan Yang Diterima Dimuka 399.100.286 - - 399.100.286-399.100.286 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 3.491.557.025 3.472.036.919 3.472.036.919 LIABILITAS JANGKA PANJANG Kewajiban Imbalan Pasca Kerja 12.110.319-1.898.305 14.008.624-14.008.624 Uang Muka Proyek Jangka Panjang 692.447.989 0 0 692.447.989-692.447.989 Pinjaman Jangka Panjang 342.067.444 - - 342.067.444-342.067.444 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.046.625.752 1.048.524.057-1.048.524.057 EKUITAS Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Modal Saham Modal Dasar 16.000.000.000 saham, nilai nominal Rp100 (Rupiah penuh) per saham. Modal ditempatkan dan disetor sejumlah 6.023.153.000) 602.315.300 - - 602.315.300-602.315.300 Modal Saham yang diperoleh - - - - kembali disajikan dengan nilai nominal 176.686.500 saham (17.668.650) - - (17.668.650) - (17.668.650) Tambahan Modal Disetor 607.066.213 - - 607.066.213-607.066.213 Perubahan ekuitas pada Perusahaan Anak 8.813.220 - - 8.813.220-8.813.220 Saldo Laba 641.639.010 (300.316) (1.653.647) 639.685.047 639.685.047 Sub Jumlah 1.842.165.093 1.840.211.130-1.840.211.130 Kepentingan Non Pengendali 115.407.512 1.198.429 (455.597) 116.150.344 3.565.128 119.715.472 Total Ekuitas 1.957.572.605 1.956.361.475 1.959.926.603 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 6.495.755.382 6.476.922.450 6.480.487.578 Pengaruh Rencana Transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan konsolidasi berdasarkan laporan keuangan proforma yang telah direview oleh KAP Hadori & Rekan adalah : 1. Dampak transaksi setelah debt to equity swap senilai Rp. 139.521.891.857 (nilai penuh) dan penjualan saham WINER senilai Rp 33.258.757.907 (nilai penuh).. 2. Debt equity swap senilai Rp. 139.521.891.857 berpengaruh pada bertambahnya goodwill posisi setelah transaksi WIP dan Audit WIN dari Rp. 6.976.301 (dalam ribuan) menjadi Rp. 10.541.429 (dalam ribuan) setelah transaksi WIN dan non pengendali bertambah dari setelah transaksi WIP dan Audit WIN Rp.116.150.344 (dalam ribuan) menjadi Rp.119.715.472 (dalam ribuan) setelah transaksi WIN. 3. Penjualan Saham Winer senilai Rp 33.258.757.907 tidak berpengaruh terhadap laporan keuangan konsolidasian Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) PT Wijaya Karya Tbk (Persero) 60
PERNYATAAN PENILAI Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, maka kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa : 1. Pernyataan dalam laporan Penilaian ini, sebatas pengetahuan kami, adalah benar dan akurat. 2. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dinyatakan di dalam Laporan Penilaian ini dibatasi oleh asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam Laporan Penilaian, yang mana merupakan hasil analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang tidak berpihak dan tidak memiliki benturan kepentingan. 3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap properti yang dinilai, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap properti yang dinilai. 4. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas. 5. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan nilai yang telah ditentukan sebelumnya atau gambaran nilai yang diinginkan oleh Pemberi Tugas, besaran opini nilai, pencapaian hasil yang dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang berhubungan secara langsung dengan penggunaan dimaksud. 6. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan professional yang ditetapkan/dilaksanakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). 7. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti dan/atau jenis industri yang dinilai. 8. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut : a. Identifikasi masalah (identifikasi batasan, tujuan dan objek, definisi Penilaian dan tanggal Penilaian); b. Pengumpulan data dan wawancara; c. Analisis data; d. Estimasi nilai dengan menggunakan Pendekatan Penilaian; e. Penulisan Laporan 9. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam Laporan Penilaian ini. 10. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta Laporan Penilaian telah dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) 2007. Yang Melakukan Penilaian : No. Nama Kualifikasi Profesional Tanda Tangan 1. Ir. Okky Danuza, M.Sc., MAPPI (Cert) Penilai Publik, Izin Penilai PB-1.09.00080 Penanggung Jawab, MAPPI 93-S-0334 Reviewer 2. Nuhfendi, SE Penilai, MAPPI 01-T-01480 Assistant Reviewer & Finance Analyst 3. Wawan Purnawan,SE Research Analyst