Memburu Gratifikasi di Gunung Botak

dokumen-dokumen yang mirip
Gubernur Ngaku Belum Terima Laporan

Duit Pelicin Masuk Tambang

BAB I PENDAHULUAN. Pusat yang dilakukan oleh beberapa teroris serta bom bunuh diri.

Etika Martha Dibawah Standar

Cari Kuburan Massal untuk Pelurusan Sejarah

BAB 1. Latar Belakang Permasalahan

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Oleh DANIEL ARNOP HUTAPEA, S.Pd Materi Ke-2 Mencermati Peradilan di Indonesia

- 2 - BAB I KETENTUAN UMUM

PERAN SERTA MASYARAKAT

NOTA KESEPAHAMAN ANTARA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TENTANG

KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI PENINGKATAN JALAN NANTI AGUNG - DUSUN BARU KECAMATAN ILIR TALO KABUPATEN SELUMA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Irwan Patty Diganjar Alkostar

PERCEPAT PROYEK MW, PEMERINTAH LAKUKAN BERBAGAI CARA

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG KOORDINASI, PENGAWASAN DAN PEMBINAAN PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

BAB I PENDAHULUAN. pertambangan antara lain, Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang

Inilah modus yang barusan terungkap gerombolan ibu-ibu memeras kepala Sekolah Negeri 024 Tambang, Kampar- Riau. Waspadalah aksi penipuan..

PERCEPATAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR KETENAGALISTRIKAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 115 TAHUN 2015 TENTANG SATUAN TUGAS PEMBERANTASAN PENANGKAPAN IKAN SECARA ILEGAL (ILLEGAL FISHING)

Revisi UU KPK Antara Melemahkan Dan Memperkuat Kinerja KPK Oleh : Ahmad Jazuli *

Proyek Reklamasi Pantai Namlea, Diduga Libatkan Bupati

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

MANTAN KEPALA DINAS SOSIAL KABUPATEN KARIMUN MASUK BUI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Penanganan Politik Uang oleh Bawaslu Melalui Sentra Gakkumdu

Koordinator Aksi Demo GMRB: Tuding Aspidsus Kejati Riau Pergi Umroh dengan Dana Suap

PEDOMAN PELAKSANAAN RENCANA AKSI PENANGGULANGAN DAN PEMBERANTASAN NARKOBA DI LAPAS/RUTAN DIREKTORAT JENDERAL PEMASYARAKATAN

Pimpinan, Anggota Dewan, dan hadirin yang kami hormati,

MEMBINA DAN MENGEMBANGKAN BUDAYA BERTANI MASYARAKAT ADAT DI KABUPATEN BURU, PROVINSI MALUKU L A M P I R A N

NOMOR 14 TAHUN 2016 NOMOR 01 TAHUN 2016 NOMOR 013/JA/11/2016 TENTANG

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

-2- Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik

Negara tak perlu dan tak akan pernah minta maaf ke PKI

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN NOMOR 2 TAHUN 2013

Joe Sang Pemilik Travel Joe Pentha Wisata Tipu Rp. 3.9 M Uang Calon Jamaah Umrah

Surat Terbuka untuk Ketua DPR Setya Novanto

2011, No b. bahwa Tindak Pidana Korupsi adalah suatu tindak pidana yang pemberantasannya perlu dilakukan secara luar biasa, namun dalam pelaksan

, No dan/atau Wilayah Perbatasan, perlu dilakukan perubahan terhadap Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun

2016, No Peraturan Jaksa Agung Nomor Per-009/A/JA/01/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana telah d

KEPUTUSAN BERSAMA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAN KETUA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI

Saat kasus korupsi terjadi, Hari Sabarno disebut tidak lagi menjabat sebagai Mendagri.

Jokowi dan Skenario Kapolri Selasa, 20 Januari 2015

PENEGAKAN HUKUM. Bagian Kesatu, Wewenang-Wewenang Khusus Dalam UU 8/2010

Matrutty Segera Dieksekusi

2 3. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Rep

BAB I. Pendahuluan. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman

PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 7 TAHUN 2003 TENTANG PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BONTANG,

JAKARTA, 03 JUNI

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENATAAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK SISTEM LOGISTIK IKAN NASIONAL. Setijadi

Pidato Presiden RI mengenai Dinamika Hubungan Indonesia - Malaysia, 1 September 2010 Rabu, 01 September 2010

DIBERI WAKTU 60 HARI UNTUK MENGEMBALIKAN KERUGIAN NEGARA, TEMUAN BPK TAK BISA LANGSUNG DIUSUT JAKSA

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 53 TAHUN 2014 TENTANG MANAJEMEN PELAKSANAAN TUGAS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. Cipta. hlm Salim HS Hukum Penyelesaian Sengketa Pertambangan di Indonesia. Bandung: Pustaka Reka

Hukum Acara Pidana Untuk Kasus Kekerasan Seksual

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2001 TENTANG

WALI KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR PERATURAN DAERAH KOTA SAMARINDA NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG ZONA BEBAS PEKERJA ANAK

Irman Gusman Minta Jatah Rp 300 Per Kg

Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dan Reformasi Hukum

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PERCEPATAN PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM

{mosimage} Ahmad Wirawan Adnan Anggota Tim Pengacara Muslim (TPM)

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK

Peran KPK dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia. Oleh : Harrys Pratama Teguh Jumat, 25 Juni :05. Latar Belakang

Demikian untuk dilaksanakan.

KADIS PENDIDIKAN MTB DAN PPTK RUGIKAN NEGARA Rp200 JUTA LEBIH.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 2012

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pembangunan Nasional bertujuan mewujudkan manusia Indonesia

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 87 TAHUN 2008 TENTANG

NOTA KESEPAKATAN BERSAMA BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA, KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAN KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA

I. PENDAHULUAN. Tindak pidana korupsi merupakan salah satu kejahatan yang merusak moral

DIREKTORAT PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA BERACUN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN SAMPAH, LIMBAH DAN BAHAN BERACUN BERBAHAYA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2016 TENTANG PERCEPATAN PELAKSANAAN PROYEK STRATEGIS NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang. Sejak bergulirnya era reformasi di Indonesia yang dimulai pada tahun 1998,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN ILIR NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI OGAN ILIR,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Dari Fadli dan Novanto: Welcome Papa Trump...

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2018 TENTANG PERCEPATAN PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN KERUSAKAN DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB VI KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN. kekerasan. Hal ini dapat dilihat dari tabel tentang jumlah kejahatan yang

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Keterangan Pers Bersama Presiden RI dan Presiden Korsel, Seoul, 16 Mei 2016 Senin, 16 Mei 2016

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR NOMOR : 08 TAHUN 2006 TENTANG PENGELOLAAN USAHA PERTAMBANGAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENGHEMATAN ANGGARAN JILID II

Transkripsi:

Kamis, 18 Februari 2016 06:00 Memburu Gratifikasi di Gunung Botak DELAPAN jaksa senior dari Gedung Bundar mendadak diturunkan ke Gunung Botak. Pekan ini, Menkopolhukum dijadwalkan bakal berkunjung disana. Bau amis ada dana haram gratifikasi mengalir pun mengemuka. Siapa penikmatnya? Keberadaan tambang emas di Gunung Botak, Kabupaten Buru menjadi magnet bukan hanya bagi pengusaha maupun penambang. Pejabat di daerah ini juga tergiur kandungan emas yang melimpah disana. Cerita soal tambang emas di Gunung Botak sepertinya tidak pernah habis. Sejak mulai dirambah penambang Oktober 2011 lalu, nama Gunung Botak begitu kesohor di negara ini. Diperkirakan sudah puluhan nyawa melayang akibat rebutan lahan tambang yang memaksa pemerintah akhirnya menutupnya. Untuk menghindari tindakan kriminal berulang, Pemerintah Provinsi Maluku mengambil alih pengolahan tambang akhir tahun 2015, pasca penutupan tambang emas di Gunung Botak. Namun kabar tak sedap mulai tersiar pasca Pemprov Maluku menggandeng dua perusahaan untuk melakukan eksploitasi di kawasan tambang emas Gunung Botak. Pemerintah Provinsi Maluku menunjuk Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku berkongsi atau menjalin kerja sama dengan PT Buana Pratama Sejahtera (PT BPS). Kepala Dinas ESDM Maluku, Martha Nanlohy ditunjuk sebagai ujung tombak untuk membangun kerja sama dengan PT BPS. Perusahaan milik pengusaha asal Sumatera Utara yang disebut-sebut kerabat salah satu taipan di Indonesia Tomi Winata ini ditugaskan untuk mengelola sedimen. Sedimen yang mengandung emas ini diambil dari sejumlah titik di Daerah Aliran Sungai (DAS) Waeapo, Buru. Sementara Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maluku menjalin kerja sama dengan PT Citra Cipta Prima (PT CCP). Perusahaan yang dimiliki pengusaha dari luar Maluku ini juga ditugaskan menggarap kawasan tambang emas Gunung Botak. Salah satu pejabat di Dinas PU Maluku, Megy menjadi penanggung jawab kerja sama dengan PT CCP).

Kerja sama Pemprov dengan dua perusahaan ini ternyata tidak gratis. Konon bos dua perusahaan itu harus menyerahkan fulus yang jumlahnya tidak sedikit. Ke kantong siapa uang gratifikasi atau suap mengalir belum diketahui pasti. Ternyata rumor tentang gratifikasi itu terdengar hingga ke Gedung Bundar di Jakarta. Apakah terkait aliran uang panas itu, belum diketahui pasti. Namun Jaksa Agung H.M. Prasetyo mendadak mengutus anak buahnya ke Kota Ambon, Selasa (16/2). Politisi Partai Nasdem ini mengirim 8 jaksa senior bidang Intelijen Kejaksaan Agung. Sehari tiba di Ambon, Rabu (17/2) pagi tim Kejagung mulai bekerja. Mereka bergerak menuju Pulau Buru menggunakan kapal cepat Siwalima milik Pemprov Maluku. Selama kunjungan ke Pulau Buru, tim Kejagung didampingi Kasi I Kejati Maluku, Adrianus. Tiba di Pulau Buru, tim jaksa Kejagung langsung bergerak menuju kawasaan tambang emas Gunung Botak, Kecamatan Teluk Kayeli. Dalam kunjungan kilat ke Gunung Botak tim Kejagung didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejari Namlea dan sejumlah Muspida Kabupaten Buru. Mereka menyempatkan mengunjungi lokasi PT BPS. Sore harinya mereka telah kembali ke Ambon. Belum diketahui pasti maksud kunjungan tim Kejagung ke Bumi Bupolo ini. Namun informasi yang dihimpun Kabar Timur menyebutkan, tim Kejagung tengah menelisik dugaan suap dari dua perusahaan tersebut kepada sejumlah pejabat di daerah ini. Tim sedang mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket) dan data untuk mulai menyelidiki kasus ini. Kunjungan mereka (tim kejagung) terkait gratifikasi dari perusahaan tambang kepada pejabat di Maluku, ujar sumber Kabar Timur, kemarin. Belum ada keterangan resmi dari tim Kejagung sehubungan kunjungan cepat mereka ke Gunung Botak. Namun sebelumnya kepada wartawan, Selasa malam di kantornya, Kepala Kejati Maluku, Jan Samuel Maringka menjelaskan kedatangan tim Kejagung untuk melakukan supervisi terhadap masalah-masalah kemasyarakatan. Tim Kejagung kata Maringka, juga melakukan koordinasi terkait regulasi sumber daya alam di Maluku, termasuk Gunung Botak. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan dijadwalkan akan mengunjungi Pulau Buru, pekan ini. Kunjungan Luhut ini masih terkait tambang illegal Gunung Botak. Laporannya begitu (Menkopolhukam) akan kunjungi Gunung Botak. Kalau tidak beliau, mungkin stafnya. Kepentingannya apa (mengunjungi kawasan Gunung Botak), kami tidak tau, ujar sumber lain di Mapolres Buru. (KTS)

Sabtu, 20 Februari 2016 06:00 Tuntaskan Gunung Botak TIM Intelijen Kejaksaan Agung telah mengumpulkan temuan di lapangan setelah mengunjungi kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru. Tim beranggotakan tiga jaksa senior ini menyelidiki pembagian kewenangan antara pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Buru dalam mengolah emas Gunung Botak. Tim bentukan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung, Adi Toegarisman ini turun ke Gunung Botak setelah menerima laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solidaritas Mahasiswa Pemerhati Hukum Kabupaten Buru. LSM yang konsen memerangi penambangan illegal di Pulau Buru itu melaporkan berbagai kasus pidana yang terjadi sejak penambang merambah Gunung Botak, tahun 2011 silam. Selain Kejagung, LSM Solidaritas Mahasiswa Pemerhati Hukum Buru juga memasukan laporan serupa ke Mabes Polri di Jakarta. Laporan dengan perihal yang sama juga ditembuskan kepada Presiden Joko Widodo dan Ketua DPR RI Ade Komaruddin. Surat laporan kepada Jaksa Agung H.M Prasetyo dan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti serta tembusan kepada Presiden dan ketua DPR kami serahkan langsung di Jakarta pada 5 Januari 2016, kata Ketua LSM Solidaritas Mahasiswa Pemerhati Hukum Kabupaten Buru, La Ode Fenti kepada Kabar Timur, kemarin. Laporan terpaksa dilayangkan ke petinggi-petinggi negara ini lantaran LSM Solidaritas Mahasiswa Pemerhati Hukum Kabupaten Buru, tidak lagi mempercayai kinerja aparat penegak hukum di Maluku. Karena kasus-kasus terkait penambangan illegal, penjualan dan penggunaan sianida dan mercuri secara bebas di Kabupaten Buru yang kami laporkan tidak direspon Polda Maluku maupun Polres Buru, ungkap Fenti. Selama kunjungan sehari di Buru, Rabu (17/2), selain sejumlah Muspida Buru, Kasi I Kejati Maluku Adrianus dan Kasi Intel Kejari Namlea Ruslan Marasabessy, sebagai pelapor, LSM Solidaritas Mahasiswa Pemerhati Hukum juga mendampingi tim Kejagung meninjau langsung kawasan Gunung Botak. Selain Gunung Botak, tim Kejagung menunjau sejumlah titik di Buru, diantaranya daerah aliran sungai Waeapo yang menjadi lokasi pengangkatan sedimen oleh PT Buana Pratama Sejahtera yang merupakan mitra kerja Dinas ESDM Maluku.

Di Kota Namlea, tim meninjau tumpukan mercuri dan sianida milik Hi. Mundeng yang disimpan di gudang pupuk. Mundeng merupakan distributor utama pemasok mercuri dan sianida di Kabupaten Buru sejak tahun 2011. Bisnisnya benar-benar lumpuh setelah Pemprov Maluku menutup praktek tambang liar di Gunung Botak akhir tahun 2015. Kunjungan tim dari korps Adhyaksa ke beberapa titik di kabupaten berjuluk Retemene Bara Sehe ini untuk mengkros cek laporan LSM Solidaritas Mahasiswa Pemerhati Hukum dengan kondisi di lapangan. Dan memang temuan tim Kejagung di lapangan sesuai laporan yang kami sampaikan, kata Fenti. Fenti berharap laporan yang telah disampaikan ke Mabes Polri dan Kejagung tidak bernasib sama dengan laporan yang disampaikan ke institusi penegak hukum di Maluku. Kami memberikan apresiasi terhadap Kejagung yang telah menurunkan tim ke Buru menindaklanjuti laporan kami. Tapi kami berharap proses penyelidikan tidak berjalan di tempat apalagi berhenti di tengah jalan, harapnya. Solidaritas Mahasiswa Pemerhati Hukum meminta Gedung Bundar (Kejagung) mengusut tuntas berbagai kasus pidana yang terjadi terkait penambangan illegal di Pulau Buru. Saat di Namlea kemarin (Rabu), tim Kejagung menyampaikan kepada kami progress dari penyelidikan kasus ini akan disampaikan kepada kami sebagai pelapor, tukas Fenti. Dalam laporan Solidaritas Mahasiswa Pemerhati Hukum yang ditujukan kepada Kejagung maupun Mabes Polri, Fenti mendesak kerusakan lingkungan yang diakibatkan penambangan emas secara serampangan secepatnya ditangani Pemerintah Kabupaten Buru dan Pemprov Maluku. Harus ada langkah cepat pemerintah daerah memperbaiki kembali kerusakan lingkungan yang terjadi akibat penambangan emas di Gunung Botak, katanya. Soal indikasi gratifikasi dalam pengelolaan tambang emas yang mengalir ke kantong sejumlah pejabat, Fenti menyerahkan sepenuhnya kepada Kejagung untuk menyelidikinya. Itu kewenangan Kejagung, kalau memang benar ada harus diselidiki, ujarnya. Solidaritas Mahasiswa Pemerhati Hukum juga mendesak Mabes Polri dan Kejagung menangkap pelaku penyebar mercuri dan sianida di Pulau Buru yang selama ini tidak terjamah hukum. Sianida adalah salah satu jenis bahan kimia yang digunakan perusahaan tambang untuk mengambil emas dari bijih. Bijih dengan sedikit kandungan emas dipecah dan dikumpulkan di tanah, kemudian disiram dengan sianida. Pelaku-pelaku pertambangan di Pulau Buru menggunakan sianida dan mercuri tapi tidak pernah ditangkap. Kita berharap Kejagung dan Mabes Polri bersikap tegas terhadap mereka, siapapun yang terlibat harus diproses hukum desaknya. Menurutnya sebab akibat dari penggunaan merkuri (Hg) dan sianida (CN) dalam aktivitas penambangan emas menimbulkan pencemaran lingkungan yang akan mengakibatkan terganggunya flora dan fauna yang hidup tidak hanya di kawasan Gunung Botak, tapi Pulau Buru secara keseluruhan. Sianida sebut dia, adalah zat yang sangat beracun dan dampaknya bisa mengakibatkan kematian. Zat kimia itu sangat berbahaya bukan hanya bagi manusia tapi juga lingkungan. Selain merusak alam di Buru, orang-orang dan masyarakat yang langsung terpapar paling berisiko. Janin, dan anak-anak kecil sangat sensitif jika terpapar mercuri maupun sianida, karena sistem saraf mereka masih rawan, katanya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Upaya Kejagung menelisik dugaan gratifikasi dalam pengolahan tambang emas di kawasan Gunung Botak, membawa angin segar bagi sejumlah pihak di Kabupaten Buru. Ternyata ada kelompok yang diuntungkan dengan isu gratifikasi atau suap yang ditengarai dinikmati sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Maluku. Kelompok ini pula yang menghembuskan isu kencang soal aliran uang panas ke kantong pejabat di daerah ini. Lalu siapa kelompok ini dan apa tujuannya menghembuskan rumor tersebut? Informasi yang dihimpun Kabar Timur mengungkapkan, lahan basah di tambang illegal Gunung Botak di Teluk Kayeli yang memiliki kandungan emas berlimpah menjadi rebutan Pemerintah Provinsi Maluku yang menggandeng PT Buana Pratama Sejahtera (PT BPS) dengan mafia sianida yang selama ini beroperasi di Buru. Penutupan tambang emas Gunung Botak oleh pemerintah akhir tahun 2015 lalu ternyata membuat marah mafia sianida. Penutupan tambang membuat bisnis sianida benar-benar mati. Maklum sejak penambang mulai beroperasi di Gunung Botak Oktober 2011 lalu, perputaran uang dari bisnis bahan kimia berbahaya ini mencapai puluhan miliar rupiah tiap bulan. Sianida yang masuk ke Pulau Buru ketika tambang illegal masih beroperasi, dipasok dari Pulau Jawa dan Sulawesi. Tiga nama disebut-sebut sebagai pemasok utama sianida di Namlea, ibu kota Kabupaten Buru. Ketiganya warga pendatang dari luar Maluku yang tiba-tiba nongol di Buru setelah Gunung Botak dirambah penambang. Mafia sianiida ini adalah, Jefry asal Bandung, Fefry asal Manado dan Hi. Mundeng asal Makassar. Dari tiga nama itu, Mundeng merupakan distributor utama pemasok sianida di Kabupaten Buru. Untuk menyimpan sianida miliknya, Mundeng menyewa gudang pupuk yang berada di pusat kota Namlea. Nama Mundeng sempat dikaitkan dengan kepemilikan sianida yang dipasok dalam jumlah besar yakni sebanyak satu container. Bahan kimia berbahaya itu berhasil diamankan oleh tim Ditreskrimum Polda Maluku di pelabuhan Namlea pada tahun 2013 lalu. Meski container telah dipasangi garis polisi, entah apa sebabnya, proses hukum terhadap kasus ini tidak pernah dilakukan oleh pihak kepolisian, baik oleh Polda Maluku maupun Polres Buru. Mundeng sang pemilik sianida tidak terjamah hukum dan terus mulus menjalankan bisnis sianida. Di tahun 2014, polisi juga berhasil menyita sianida dalam jumlah yang tidak kalah besar. Sianida ketika itu ditemukan di Unit 18 kecamatan Waeapo, Buru. Sianida dikemas dalam karung dan jerigen. Tapi lagi-lagi kasus ini hilang ditelan bumi. Entah siapa pemiliknya, tapi kabar beredar sianida itu milik salah satu dari tiga nama tersebut yang dijuluki sebagai raja pemasok sianida di Pulau Buru. (KTS/KAF)