BAB I DESKRIPSI KEGIATAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

mahasiswa maupun atlet dalam meraih prestasi maupun memperdalam ilmu Aeromodelling dan Kedirgantaraan.

IST AKPRIND FLYING CONTEST IV IFC IV Februari Ketentuan Umum Pelaksanaan

Ketentuan Liga Free Flight seri 2 UMY Maret 2017

Ketentuan Umum Pelaksanaan. IST AKPRIND FLYING CONTEST 5 th. (IFC 5 th ) 10 s/d 13 MARET 2016

IST AKPRIND FLYING CONTEST III IFC III Februari Ketentuan Umum Pelaksanaan IFC III

TECHNICAL HANDBOOK CABANG AEROMODELLING

KASAU CUP AEROMODELLING SERIES 2016 PERATURAN UMUM LOMBA

BAB II DESKRIPSI KEGIATAN

KEJUARAAN SEPATU RODA ANTAR KLUB TINGKAT NASIONAL PIALA WALIKOTA MALANG KE 2 TANGGAL 9-10 APRIL 2011 BUKU PANDUAN LOMBA

6 TH INDONESIA ELITE AMATEUR CHAMPIONSHIP INFORMASI PERTANDINGAN

PERATURAN KHUSUS LOMBA TARI TRADISIONAL LIGA MEDIKA 2017

PERATURAN UMUM SCIENCESATIONAL 2016 FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS INDONESIA

Menimbang : Mengingat :

PANDUAN ROBO LINE CONTEST 2011

PERATURAN UMUM UNIVERSIADE UI Seluruh peserta Universiade UI meliputi manager tim (official), kontingen, dan

FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA FUTSAL FIK CUP Nama Institusi. Nama PenanggungJawab Team

AEROMODELLING COMPETITION HANDBOOK MECHANICAL & MARINE NATIONAL EXPOSITION 2016

GANESHA OPEN 2017 Unit Panahan Pasopati Institut Teknologi Bandung

KETETAPAN PANITIA BUSINESS LAW COMPETITION

Surat Undangan INVITASI RENANG ANTAR PERGURUAN TINGGI SELURUH INDONESIA KE-VIII UNIT RENANG DAN POLO AIR. Kompleks Unit Olah Raga Ruang 20 SABUGA

PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN PERTANDINGAN AAJI SPORTAINMENT 2018

PERATURAN PERTANDINGAN PEKAN OLAHRAGA ILMU KEPERAWATAN (POKERAN) REGIONAL SEMARANG SALATIGA - KENDAL PSIK-FK UNDIP 2012

FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA FUTSAL FIK CUP Nama Institusi. Nama PenanggungJawab Team

INFORMASI PERTANDINGAN

1 st INDONESIA ELITE AMATEUR CHAMPIONSHIP INFORMASI PERTANDINGAN

TOR [Term of Reference] Kontes Robo Line Follower

INFORMASI PERTANDINGAN

HIMSISFO COMPETITION ENFORCE 2017 FUTSAL INTERNAL. BINUS University

INFORMASI UMUM. B. Fasilitas. - Snack. - Makan siang. - Pin. - Stiker. - Sertifikat. - Free Wifi

BE PART OF LIGA BASKET SATUAKSI REGULASI

PERATURAN PERTANDINGAN BASKET HIPPOCRATES CUP KE XXVIII FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA PASAL 1 DASAR PELAKSANAAN

4. Babak semifinal dan final akan diadakan pada Jumat, 27 Mei 2016.

2 ND INDONESIA ELITE AMATEUR CHAMPIONSHIP INFORMASI PERTANDINGAN

LIGA MEDIKA 2018 PERATURAN KHUSUS

Panduan Kompetisi GO IRO [IMAC 2015]

PANDUAN ROBOT LINE FOLLOWER. Brawijaya Physics event Sma Sederajat se-jawa

PEDOMAN PENDAFTARAN PESERTA

Unit Panahan Pasopati Institut Teknologi Bandung

PROPOSAL KEJUARAAN RENANG DASAR ANTAR PELAJAR SD DAN SMP SE WILAYAH III CIREBON WIJAYA CUP

KETENTUAN UMUM JADWAL DAN BIAYA

KEJUARAAN BULUTANGKIS SWASTA NASIONAL USM LI-NING OPEN 2015 GELORA PROF. SUDARTO, SH UNIVERSITAS SEMARANG JL. SOEKARNO-HATTA SEMARANG

MECHANICAL AND MARINE ENGINEERING NATIONAL EXPOSITION 2017 AEROMODELLING COMPETITION HANDBOOK

Petunjuk Pelaksanaan

PANITIA DIES NATALIS XXXI DAN WISUDA XX UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEP TAHUN 2017

BAB I PENDAHULUAN. BAB II NAMA, WAKTU, dan TEMPAT. Pasal 1 Nama Perlombaan. Pasal 2 Waktu dan Tempat Perlombaan. BAB III MAKSUD, TUJUAN dan TEMA

TATA TERTIB PENYISIHAN CERDAS CERMAT FISIKA TINGKAT SMP DAN SMA se-derajat PEKAN FISIKA XVIII 1. Peserta diwajibkan berada dalam ruangan 10 menit

PERATURAN KHUSUS LOMBA VOCAL GROUP LIGA MEDIKA 2017

PERATURAN KHUSUS CABANG BASKET PUTRA DAN PUTRI LIGA MEDIKA 2018

PERATURAN KHUSUS LOMBA MURAL LIGA MEDIKA 2017

PANDUAN KOMPETISI TRADISIONAL

TATA CARA/KETENTUAN KALIGRAFI NASAKH RIAB FAIR VI 2017

PASAL I TIM PESERTA 1. Persyaratan Pemain : 2. Persyaratan Tim : Biaya tersebut termasuk biaya formulir pendaftaran. tiket terusan

FORMULIR PENDAFTARAN PESERTA

HASIL KESEPAKATAN TEMU TEKNIS LOMBA WASIS BASA JAWA TINGKAT SMP/MTs SE-JAWA TIMUR BULAN BAHASA DAN SASTRA 2016

KETENTUAN INVITASI RENANG ANTAR PERGURUAN TINGGI SELURUH INDONESIA KE-IX

3. Syarat ketentuan lomba

PELAKSANAAN DAN KETENTUAN UMUM

PENCAK SILAT OLIMPIADE BRAWIJAYA

PANDUAN LOMBA ESSAY SMA TINGKAT NASIONAL SEMARAK INOVASI PENGEMBANGAN PERTANIAN INDONESIA (SIPPI)

SATUAKSI CUP REGULASI

PETUNJUK TEKNIS STADIUM TRIPUDIUM FESTIVAL (STF)

INFORMASI UMUM FUTSAL CHEMISTRY FESTIVAL AND COMPETITION 2017

BOOKLET OLIMPIADE EKONOMI ISLAM

Robot yang diikutsertakan berbasis mikrokontroller (terprogram) Dimensi robot maksimum :

INFORMASI UMUM PLC A.

PERATURAN KHUSUS CABANG MINI SOCCER LIGA MEDIKA 2018

GUIDELINE ATMA JAYA SCIENCE COMPETITION 2014

EXPLORE SCIENCE TO EXPLORE THE WORLD JUKNIS LOMBA SCE Tingkat SMP/MTs dan SMA/MA Sederajat. Bogor Depok Sukabumi

A. NAMA KEGIATAN Nama kegiatan ini adalah Choir Competition of Public Health Project 2016.

PANDUAN KEGIATAN LIGA SEPAKBOLA REMAJA SINODE GMIM TAHUN 2016 DI WILAYAH TONDANO DUA

KOMPETISI DANCES OF TRADITION IN MODERNITY

Peraturan Lomba istts Technology Robotic Competition 2016

a. Masing masing Sekolah mengirim delegasi maksimal 2 team, dan terdiri atas 3 orang.

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI POLITEKNIK NEGERI BANYUWANGI PROGRAM STUDI DIII TEKNIK SIPIL

5. Setiap sekolah boleh mengikuti lebih dari 1 perlombaan yang akan dilombakan. 6. Formulir pendaftaran dapat diperbanyak sesuai kebutuhan.

KETENTUAN TURNAMEN BOLA BASKET

MOEHI NATIONAL COMPETITION 2017 PR IPM SMA MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA

Booklet Olimpiade Temilnas XV 2016

PERATURAN PANITIA TARUNA JAYA BASKETBALL EAST JAVA 2017

BULU TANGKIS 1. PERATURAN UMUM

A. Persyaratan Peserta

SEPAK BOLA 1. PERATURAN UMUM

ISIC 2014 Debate Competition

PANITIA PELAKSANA NUTRITION COMPETITION 2017 FORUM MAHASISWA GIZI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN Sekretariat:Jl.

PERATURAN KHUSUS CABANG FUTSAL PUTRI IMSSO LIGA MEDIKA 2017

Menimbang: Mengingat:

KOMPETISI ARTIKEL ILMIAH PIALA BERGILIR PROF. ABDUL MUKHTIE FADJAR FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BRAWIJAYA

PERATURAN LOMBA Festival Dema Prodi PBI 2018 (DEPBI-Fest 2018) 1. Peserta adalah pelajar SMA/SMK/MA di Provinsi Lampung.

SPORTIFITAS TINGKATKAN INTEGRITAS!

Ketentuan lomba essay nasional KEC ( KIK Essay Competition) 2016

Salam Ilmiah, One Step To Be Winner...

EXPLORE SCIENCE TO EXPLORE THE WORLD JUKNIS LOMBA SCE Tingkat SMP/MTs dan SMA/MA Sederajat. Bogor Depok Sukabumi

BASKET. Pembayaran dapat dilakukan secara langsung ke Sekretariat Liga Merah Maroon atau transfer melalui nomor rekening : a.n. Nur Sehah.

PERATURAN UMUM IMSSO LIGA MEDIKA 2018

PERATURAN LOMBA. KATEGORI III/SMA Sederajat LOMBA ROBOTIKA JAWA BARAT

Panduan Lomba Robot Soccer [IMAC 2015]

LISCA Liga Akuatik Antar Sekolah & Perguruan Tinggi Tahun 2013 Seri ke-1 dari 3 seri Dengan hormat,

Konfirmasi 15 finalis Maret 2017

PERATURAN UMUM IMSSO LIGA MEDIKA 2018

Transkripsi:

BAB I DESKRIPSI KEGIATAN 1.1 OHLG (Outdoor Hand Launched Glider) 1. Definisi Umum Model Outdoor Hand Launched Glider atau sering disebut Chuck Glider adalah model yang dirancang untuk terbang bebas dengan daya yang ada pada model itu sendiri dimana untuk memulai penerbangannya model itu dilempar dengan tangan manusia agar mencapai ketinggian tertentu untuk memulai penerbangannya. 2. Ketentuan Model a) Bentuk bebas. b) Luas sayap minimum 187,5 cm2 dan maksimum 800 cm2. c) Setiap peserta berhak atas 3 buah model. 3. Penerbangan a) Penerbangan hanya dilakukan dengan melemparkannya dengan berdiri di atas tanah. Sewaktu melepas dari tangan, kaki harus tetap melekat dengan tanah. b) Tiap peserta berhak atas 7 (tujuh) kali penerbangan.semua penerbangan dicatat sebagai penerbangan resmi apapaun hasilnya (AMA Competition regulation 2000-2001 page 16, event 140). Dalam keadaan khusus (misal : waktu tidak memungkinkan), jumlah penerbangan resmi dan penerbangan terbaik dapat dikurangi, dan akan diumumkan sebelum dimulainya lomba. c) Setiap peserta berhak atas 1 penerbangan resmi dalam setiap ronde. d) Tiap penerbangan hanya dicatat sampai dengan waktu 60detik, selebihnya tidak diperhitungkan. e) Bila selama penerbangan ada bagian pesawat yang jatuh atau lepas,

maka penerbangan tersebut dianggap batal dan diberi kesempatan untuk mengulang sekali lagi. f) Bila penerbangan dibawah 10 detik, diberi kesempatan mengulangi sekali lagi dalam ronde tersebut. g) Pengambilan waktu penerbangan dilakukan oleh 2 (dua) orang pencatat waktu yang telah ditunjuk oleh penyelenggara. h) Hasil rata-rata dari 2 orang pencatat waktu sebagai hasil yang dicapai. j. Waktu penerbangan dicatat sejak pesawat lepas dari tangan sampai pesawat menyentuh tanah, terhenti penerbangannya karena suatu halangan, 10 detik setelah hilang dari pandangan mata pencatat waktu, bila sebelum 10 detik nampak kembali, maka pencatat waktu diteruskan. 4. Pemenang Pemenang adalah peserta yang mempunyai jumlah waktu penerbangan terbanyak Bila ini masih belum memastikan, akan diadakan penerbangan tembahan tanpa pembatasan waktu. 1.2 DLG (Discus Launched Glider) 1. Definisi Umum Model Discus Launched Glider adalah model yang dirancang untuk terbang bebas dengan daya yang ada pada model itu sendiri dimana untuk memulai penerbangannya model itu dilempar dengan ayunan tangan manusia dari samping agar mencapai ketinggian tertentu untuk memulai penerbangannya. 2. Ketentuan Model a) Bentuk bebas. b) Panjang span maksimum 100 cm. c) Setiap peserta berhak atas 3 buah model.

3. Penerbangan a) Penerbangan hanya dilakukan dengan melemparkannya dengan berdiri di atas tanah. Sewaktu melepas dari tangan, kaki harus tetap melekat dengan tanah. b) Tiap peserta berhak atas 5 (lima) kali penerbangan. Semua penerbangan dicatat sebagai penerbangan resmi apapun hasilnya (AMA Competition regulation 2000-2001 page 16, event 140). Dalam keadaan khusus (misal : waktu tidak memungkinkan), jumlah penerbangan resmi dan penerbangan terbaik dapat dikurangi, dan akan diumumkan sebelum dimulainya lomba. c) Setiap peserta berhak atas 1 penerbangan resmi dalam setiap ronde. d) Tiap penerbangan hanya dicatat sampai dengan waktu 120 detik, selebihnya tidak diperhitungkan. e) Bila selama penerbangan ada bagian pesawat yang jatuh atau lepas, maka penerbangan tersebut dianggap batal dan diberi kesempatan untuk mengulang sekali lagi. f) Bila penerbangan dibawah 20 detik, diberi kesempatan mengulangi sekali lagi dalam ronde tersebut. g) Pengambilan waktu penerbangan dilakukan oleh 2 (dua) orang pencatat waktu yang telah ditunjuk oleh penyelenggara. h) Hasil rata-rata dari 2 orang pencatat waktu sebagai hasil yang dicapai. i) Waktu penerbangan dicatat sejak pesawat lepas dari tangan sampai pesawat menyentuh tanah, terhenti penerbangannya karena suatu halangan, 10 detik setelah hilang dari pandangan mata pencatat waktu, bila sebelum 10 detik nampak kembali, maka pencatat waktu diteruskan. 4. Pemenang Pemenang adalah peserta yang mempunyai jumlah waktu penerbangan terbanyak Bila ini masih belum memastikan, akan diadakan penerbangan

tembahan tanpa pembatasan waktu. 1.3 F1H (Glider A1) 1. Definisi Model pesawat yang tidak menggunakan tenaga pendorong apapun, gaya angkat di hasilkan oleh gaya aerodinamika yang bekerja pada sayap yang tetap saat penerbangan. Perubahan luas area tidak di perbolehkan. 2. Ketentuan Model a) Luas sayap maksimum (St)...18 dm 2 b) Berat minimum...220 g c) Panjang maksimum tali saat di beri beban 2 kg adalah 50 meter d) Setiap peserta berhak atas 3 buah model Diperbolehkan menggunakan Radio Control pada model hanya untuk dethermalisation ( DT). Segala bentuk malfungsi atau error saat penerbangan adalah resiko dari penerbang itu sendiri 3. Jumlah Penerbangan a) Setiap peserta berhak atas 5 ( lima) penerbangan b) Setiap peserta hanya diperbolehkan melakukan 1 (satu) kali penerbangan di setiap ronde. c) Durasi dari setiap ronde harus diumumkan sebelum pertandingan. Dengan panjang ridak kurang dari 30 menit dan lebih dari 90 menit. d) Peserta harus melepaskan pesawat pada ronde yang ditentukan agar di

hitung sebagai penerbangan resmi, termasuk usaha ataupun usaha ke dua. 4. Definisi penerbangan resmi a) Durasi penerbangan yang diambila adalah saat usaha pertama, kecuali usaha pertama tidak berhasil(sesuai peraturan yang tielah ditentukan), jika tidak dilakukan usaha ke dua maka waktu dari usaha pertama yang akan di ambil b) Jika usaha ke dua juga tidak berhasil, maka waktu terlama dari dua usaha itu yang akan di ambil 5. Usaha yang tidak berhasil Usaha di katakana tidak berhasil jika memenuhi salah satu dari criteria berikut. Dan jika itu terjadi saat usaha pertama maka peserta boleh mengulang untuk usaha yang kedua. a) Penerbangan kurang dari 20 detik b) Pesawat menyentuh tanah saat tali masih menempel di pesawat. c) Saat lepasnya tali dari pesawat tidak terlihat jelas oleh wasit d) Bagian pesawat terlepas saat di tarik ataupun saat penerbangan resmi. e) Dan peserta menyatakan bahwa itu adalah usaha 6. Pengulangan usaha Suatu suaha dapat di ulang saat : a) Pesawat bertabrakan dengan seseorang yang bukan penarik saat pesawat di tarik b) pesawat menabrak pesawat lain (pesawat tidak sedang dikendalikan dengan tali atau alat apapun) saat penarikan.

c) Dalam penerbangan pesawat menabrak mesawat lain atau tali dari pesawat lain. Jika pesawat dapat melanjutkan penerbangan. Peserta dapat meminta bahwa itu adalah penerbangan/usaha resmi. 7. Durasi penerbangan Waktu maksimum dari penerbangan resmi adalah 2 menit. Perubahan waktu maksimum dapat dilakukan oleh penyelenggara jika terkendala dengan cuaca. Perubahan waktu maksimum harus di umumkan sebelum ronde di mulai. 8. Penilaian Terakhir a) Waktu penerbangan dari semua ronde di jumlahkan untuk penilaian terakhir b) Juka terdapat skor yang sama, maka akan di lakukan satu penerbangan tambahan. Ketentuan ronde tambahan akan di beritahukan kepada pesert oleh panitia sebelum ronde tambahan di mulai. 9. Timing a) Total waktu di hitung saat pesawat terlepas dari tali hingga penerbangan berakhir. 10. Jumlah helper Setiap peserta berhak memiliki 1 (satu) helper di kotak peluncuran. 11. Ketentuan alat penarik. Pesawat harus di tarik menngunakan tali tunggal yang panjangnya 50 meter (

sudah termasuk alat pengait dan pegangan tangan) saat di beri beban 2 kg. tali baja tidak diperbolehkan a) Peserta tidak boleh melempar tali keaatas saat penerbangan, dapat di kenakan diskualifikasi. Peserta hanya boleh melepaskan cincin dan penanda di ujung tali. b) Untuk mempermudah pengamata tali harus dilengkapi dengan panji/atau bendera dengan luas minimum 2,5 dm 2 dan sisi terkeci sepanjang 5 cm c) Semua alat penstabil tambahan yang menempel di tali tidak di perbolehkan. 12. Cara peluncuran a) Peserta haris berada di tanah dan mengopprasikan tali sendiri ( melompat di perbolehkan). b) Peserta bebas melakukan gerakan apapun untuk memaksimalkan penerbangan, kecuali melemparkan tali keatas. c) Pesawat hanya boleh di lepaskan dari tangan helper tidak lebih dari 5 meter terhadap titik awal ( atau berda dalam kotak peluncuran yang disediakan panitia). 1.4 F1A (Glider A2) 1. Definisi Model pesawat yang tidak menggunakan tenaga pendorong apapun, gaya angkat di hasilkan oleh gaya aerodinamika yang bekerja pada sayap yang tetap saat penerbangan. Perubahan luas area tidak di perbolehkan. 2. Ketentuan Model

e) Luas sayap maksimum (St)...34 dm 2 f) Berat minimum...410 g g) Panjang maksimum tali saat di beri beban 5 kg adalah 50 meter h) Setiap peserta berhak atas 3 buah model Diperbolehkan menggunakan Radio Control pada model hanya untuk dethermalisation ( DT). Segala bentuk malfungsi atau error saat penerbangan adalah resiko dari penerbang itu sendiri 3. Jumlah Penerbangan e) Setiap peserta berhak atas 5 ( lima) penerbangan f) Setiap peserta hanya diperbolehkan melakukan 1 (satu) kali penerbangan di setiap ronde. g) Durasi dari setiap ronde harus diumumkan sebelum pertandingan. Dengan panjang ridak kurang dari 30 menit dan lebih dari 90 menit. h) Peserta harus melepaskan pesawat pada ronde yang ditentukan agar di hitung sebagai penerbangan resmi, termasuk usaha ataupun usaha ke dua. 4. Definisi penerbangan resmi c) Durasi penerbangan yang diambila adalah saat usaha pertama, kecuali usaha pertama tidak berhasil(sesuai peraturan yang tielah ditentukan), jika tidak dilakukan usaha ke dua maka waktu dari usaha pertama yang akan di ambil d) Jika usaha ke dua juga tidak berhasil, maka waktu terlama dari dua usaha itu yang akan di ambil 5. Usaha yang tidak berhasil

Usaha di katakan tidak berhasil jika memenuhi salah satu dari kriteria berikut. Dan jika itu terjadi saat usaha pertama maka peserta boleh mengulang untuk usaha yang kedua. f) Penerbangan kurang dari 20 detik g) Pesawat menyentuh tanah saat tali masih menempel di pesawat. h) Saat lepasnya tali dari pesawat tidak terlihat jelas oleh wasit i) Bagian pesawat terlepas saat di tarik ataupun saat penerbangan resmi. j) Dan peserta menyatakan bahwa itu adalah usaha 6. Pengulangan usaha Suatu suaha dapat di ulang saat : d) Pesawat bertabrakan dengan seseorang yang bukan penarik saat pesawat di tarik e) pesawat menabrak pesawat lain (pesawat tidak sedang dikendalikan dengan tali atau alat apapun) saat penarikan. f) Dalam penerbangan pesawat menabrak mesawat lain atau tali dari pesawat lain. Jika pesawat dapat melanjutkan penerbangan. Peserta dapat meminta bahwa itu adalah penerbangan/usaha resmi. 7. Durasi penerbangan Waktu maksimum dari penerbangan resmi adalah 3 menit. Perubahan waktu maksimum dapat dilakukan oleh penyelenggara jika terkendala dengan cuaca. Perubahan waktu maksimum harus di umumkan sebelum ronde di mulai.

8. Penilaian Terakhir c) Waktu penerbangan dari semua ronde di jumlahkan untuk penilaian terakhir d) Juka terdapat skor yang sama, maka akan di lakukan satu penerbangan tambahan. Ketentuan ronde tambahan akan di beritahukan kepada peserta oleh panitia sebelum ronde tambahan di mulai. 9. Timing. a. Total waktu di hitung saat pesawat terlepas dari tali hingga penerbangan berakhir. 10. Jumlah helper Setiap peserta berhak memiliki 1 (satu) helper di kotak peluncuran. 11. Ketentuan alat penarik. Pesawat harus di tarik menngunakan tali tunggal yang panjangnya 50 meter ( sudah termasuk alat pengait dan pegangan tangan) saat di beri beban 2 kg. tali baja tidak diperbolehkan a) Peserta tidak boleh melempar tali keaatas saat penerbangan, dapat di kenakan diskualifikasi. Peserta hanya boleh melepaskan cincin dan penanda di ujung tali. b) Untuk mempermudah pengamata tali harus dilengkapi dengan panji/atau bendera dengan luas minimum 2,5 dm 2 dan sisi terkeci sepanjang 5 cm c) Semua alat penstabil tambahan yang menempel di tali tidak di perbolehkan.

12. Cara peluncuran a) Peserta harus berada di tanah dan mengopprasikan tali sendiri ( melompat di perbolehkan). b) Peserta bebas melakukan gerakan apapun untuk memaksimalkan penerbangan, kecuali melemparkan tali keatas. c) Pesawat hanya boleh di lepaskan dari tangan helper tidak lebih dari 5 meter terhadap titik awal ( atau berda dalam kotak peluncuran yang disediakan panitia). 1.5 KATEGORI LOMBA Adapun kategori lomba yang dipertandingkan pada Liga Free Flight Seri I STTA AC 2018 adalah sebagai berikut: 1. OHLG (Outdoor Hand Launch Glider) Kategori Pelajar SD 2. OHLG (Outdoor Hand Launch Glider) Putra (Pa) Kategori Pelajar SMP 3. OHLG (Outdoor Hand Launch Glider) Putri (PI) Kategori Pelajar SMP 4. OHLG (Outdoor Hand Launch Glider) Putra (Pa) Kategori Pelajar SMA 5. OHLG (Outdoor Hand Launch Glider) Putri (PI) Kategori Pelajar SMA 6. OHLG (Outdoor Hand Launch Glider) Putra (Pa) Kategori Umum 7. OHLG (Outdoor Hand Launch Glider) Putri (Pi) Kategori Umum 8. DLG (Discus Launched Glider) Putra (Pa) 9. DLG (Discus Launched Glider) Putri (Pi) 10. F1H (Glider Tarik Terbang Bebas A1) Putra (Pa) pelajar SD-SMP 11. F1H (Glider Tarik Terbang Bebas A1) Putri (Pi) pelajar SD-SMP 12. F1H (Glider Tarik Terbang Bebas A1) Putra (Pa) pelajar SMA 13. F1H (Glider Tarik Terbang Bebas A1) Putri (Pi) pelajar SMA

14. F1H (Glider Tarik Terbang Bebas A1) Putra (Pa) umum 15. F1H (Glider Tarik Terbang Bebas A1) Putri (Pi) umum 16. F1A (Glider Tarik Terbang Bebas A2) Putra (Pa) pelajar SD-SMP 17. F1A (Glider Tarik Terbang Bebas A2) Putri (Pi)pelajar SD-SMP 18. F1A (Glider Tarik Terbang Bebas A2) Putra (Pa) pelajar SMA 19. F1A (Glider Tarik Terbang Bebas A2) Putri (Pi) pelajar SMA 20. F1A (Glider Tarik Terbang Bebas A2) Putra (Pa) umum 21. F1A (Glider Tarik Terbang Bebas A2) Putri (Pi)umum Catatan: Untuk setiap kategori perlombaan terdapat 3 juara (Juara 1, 2, dan3)

1.6 TIMELINE ACARA No Hari/Tanggal Waktu Kegiatan Keterangan 1 Kamis 5 Juli 2018 10.00-11.30 Registrasi Peserta dan Pesawat. Lanud 2 Jum at 6 Juli 2018 3 Sabtu 7 Juli 2018 4 Minggu 8 Juli 2018 11.30-13.00 ISHOMA 13.00-17.00 Registrasi Peserta dan Pesawat 17.00-18.00 Technical Meeting 19.00-21.00 Batas Akhir Registrasi untuk F1H dan F1A Gading, Wonosari 05.30-06.00 Persiapan Lomba Lanud 06.00-11.30 Lomba F1H 01.30-12.30 ISHOMA 13.00-17.00 Lomba F1A 17.30-18.30 Technical Meeting 18.30-21.00 Batas Akhir Registrasi DLG Gading, Wonosari 05.30-06.00 Persiapan Lomba Lanud 06.00-12.00 Lomba FIA 11.00-13.00 ISHOMA 13.00-17.00 Lomba DLG 17.30-18.30 Technical Meeting 18.30-21.00 Batas Akhir Registrasi untuk OHLG Gading, Wonosari 05.30-06.00 Persiapan Lomba Lanud 06.00-12.00 Lomba OHLG 12.00-13.00 ISOMA/Hiburan 13.00-15.00 Lomba OHLG 15.00-15.30 Istirahat 15.30-16.00 Persiapan Penutupan 16.00-17.00 Penutupapan dan Pembagian Hadiah Gading, Wonosari

1.7 WAKTU DAN TEMPATKEGIATAN Liga Free Flight STTA AC akan dilaksanakan pada: Hari : Kamis s.d.minggu Tanggal : 5 s.d. 08 Juli 2018 Tempat :Lanud Gading, Wonosari, Gunung Kidul, D.I.Yogyakarta

BAB II PESERTA 2.1 PERSYARATAN PESERTA Adapun peserta yang diperbolehkan untuk mengikuti Liga Free Flight Seri I STTA AC 2018 adalah sebagai berikut: 1. Pelajar tingkat SD / SMP / SMA / SMK Sederajat diindonesia. 2. Mahasiswa perwakilan civitas akademika perguruan tinggi seluruhindonesia. 3. Perwakilan dari Provinsi Seluruh Indonesia. 4. Perorangan / Klub dalam atau luar negeri untuk kategori umum. 5. Setiap Sekolah / Institusi berhak mengirimkan lebih dari satu tim. Catatan: Mahasiswa termasuk ke dalam kategori umum, bukan pelajar. 2.2 PENDAFTARAN PESERTA Pendaftaran peserta Liga Free Flight Seri I STTA AC 2017 dilakukan dengan cara Online melalui pengisian formulir yang tersedia di website Aeromodelling FASI. Kemudian formulir pendaftaran tersebut dikirimkan ke alamat email resmi STTA Aero Competition. Pengirimian / penyerahan formulir pendaftaran harus disertai lampiran sebagai berikut: 2.2.1 Softcopy Kartu Tanda Pelajar (khusus Pelajar). 2.2.2 Softcopy Kartu Tanda Mahasiswa / Kartu Tanda Penduduk (khusus Umum). 2.2.3 Foto atau Softcopy BuktiTransfer.

2.2.4 Softcopy Logo Institusi Pendidikan / Klub Aeromodelling. Catatan: Semua lampiran yang disyaratkan di atas wajib dibawa dan diperlihatkan kepada Panitia Penyelenggara saat melakukan Registrasi Ulang pada hari H, 4 Juli 2018. Adapun Biaya Pendaftaran Liga Free Flight Seri I STTA AC 2018 adalah sebagai berikut: 22. Pelajar - 1 mata lomba : Rp. 100.000-2 mata lomba : Rp. 175.000-3 mata lomba : Rp. 275.000 23. Umum : - 1 (Satu) Mata Lomba : Rp. 150.000,- - 2 (Dua) Mata Lomba : Rp. 275.000,- - 3 (Tiga) Mata Lomba : Rp. 350.000,- - 4 (empat Mata Lomba :Rp. 500.000,- 24.,-On The Spot : Rp. 185.000,- Biaya pendaftaran sudah termasuk atribut pertandingan seperti Merchandise (150 pendaftar pertama), Kecuali untuk On The Spot disesuaikan dengan stok yang tersedia Waktu Pendaftaran Pendaftaran : 9 juni 4 Juli 2018 On The Spot : 5 Juli 2018 Catatan: 1. Registrasi diluar jadwal yang sudah ditentukan tidak diperbolehkan.

Transfer Bank Transfer bisa dilakukan melalui Rekening Bank BRI No Rekening : 7001-01-001795-50-0 Atas Nama : Faturrohman Nugraha S Nomor HP : 087856571269 Apabila telah melakukan pembayaran melalui transfer diharapkan konfirmasi melalui SMS dengan format: FREE FLIGHT SERI I (spasi) Nama Pengirim (spasi) Jumlah Pengiriman. Kirimkan ke nomor Hp yang tertera di atas. Contoh: FREE FLIGHT SERI I Hermansyah 150000, kirim ke 0857-7666- 6551 2.3 AKOMODASI, TRANSPORTASI, DAN KONSUMSI Segala bentuk Akomodasi, Transportasi, dan Konsumsi DITANGGUNG OLEH PESERTA.

BAB III KETENTUAN PERTANDINGAN 3.1 TATA TERTIB UMUM 1. Seluruh Peserta diharapkan untuk dapat menjaga sikap dan tindakannya sesuai dengan tata tertib, hukum, dan norma yang berlaku. 2. Selama kegiatan berlangsung, setiap Peserta diharuskan memakai atribut dan tanda peserta yang berlaku. Kelalaian dalam menggunakan atribut pertandingan, peserta yang bersangkutan akan dianggap bukan peserta. 3.2 TATA TERTIB PERTANDINGAN 3.2.1 Setiap peserta harus melengkapi sendiri semua peralatan yang diperlukan untuk mengikuti pertandingan bagi para anggotanya, kecuali peralatan / bahan tertentu untuk keseragaman dan menjamin sportifitas akan disediakan oleh panitia. 3.2.2 Peserta diwajibkan hadir di lokasi lomba 30 menit sebelum pertandingan dimulai. Keterlambatan peserta dapat mengakibatkan peserta tidak diperkenankan untuk mengikuti lomba. 3.2.3 Pihak yang memprovokasi secara fisik terjadinya perkelahian akan didiskualifikasi. Jika terjadi perkelahian antar tim yang sedang bertanding, semuanya akan didiskualifikasi dan tidak akan dilaksanakan pertandingan ulang. 3.2.4 Peserta yang bertanding dengan model yang tidak sah akan didiskualifikasi 3.2.5 Informasi baru tentang kegiatan berikut perubahan perubahan yang terjadi (jadwal, dan lain lain) akan disampaikan melalui papan pengumuman panitia. Setiap kontingen diwajibkan untuk mengutus wakil untuk melakukan pengecekan setiap hari. Kerugian kontingen karena ketidaktahuan akan perubahan yang terjadi merupakan

tanggung jawab kontingen. 3.2.6 Detail peraturan teknis untuk setiap nomor lomba berikut ketentuan diskualifikasi yang menyertainya, mengacu pada Hasil Rakernas Aeromodelling 2015 untuk masing masing nomor pertandingan. 3.3 REGISTRASI PESAWAT MODEL 3.3.1 Proses registrasi pesawat model akan dilaksanakan sebelum pertandingan berlangsung. Peserta wajib mendaftarkan setiap model yang akan digunakan untuk bertanding dan melampirkan form registrasi / ukuran pesawat yang disediakan panitian pada setiap nomor lomba. 3.3.2 Model yang didaftarkan adalah model yang sudah siap terbang sesuai ketentuan teknis setiap nomor lomba. Keputusan terakhir atas layak tidaknya suatu model berada di tangan Petugas Keselamatan (Safety Officer) dan bersifat mutlak. 3.3.3 Model yang tidak dilengkapi dengan tanda tanda pengenal model dan tanda pengesahan Panitia dianggap bukan model peserta dan tidak boleh diikutsertakan dalam pertandingan. 3.4 TECHNICAL MEETING 3.4.1 Panitia akan mengadakan General Technical Meeting sebelum keseluruhan lomba berlangsung, yang wajib dihadiri oleh Manajer Tim atau perwakilan dari seluruh kontingen. 3.4.2 Technical Meeting untuk setiap nomor pertandingan akan diadakan jika diperlukan, namun hanya untuk memutuskan hal hal penting sebelum suatu pertandingan dimulai (sistem pertandingan, jumlah ronde, urutan undian, dan sebagainya), dan bukan untuk membahas peraturan pertandingan.

3.4.3 Setiap kontingen dapat diwakili maksimum 3 orang, namun hanya berhak atas 1 suara. 3.4.4 Kontingen yang tidak hadir atau tidak mengirimkan perwakilannya dianggap sebagai menerima segala keputusan yang diambil dalam meeting ini. 3.5 HAMBATAN PERTANDINGAN 3.5.1 Pertandingan dihentikan / ditunda jika terganggu alasan cuaca (sepert: kecepatan / arah angin, hujan, jarak pandang) atau alasan lain, dimana sepenuhnya merupakan keputusan Pimpinan Pertandingan. 3.5.2 Dalam kasus kasus tersebut di atas, penyelenggara tidak diharuskan mengulangi pertandingan. Suatu pertandingan yang mengalami gangguan sebelum paling sedikit menyelesaikan satu ronde lengkap dapat dinyatakan terganggu, hasilnya akan didasarkan pada angka angka pertandingan yang dinyatakan terganggu dapat dilanjutkan oleh Pimpinan Pertandingan jika keadaan kembali memungkinkan. 3.6 TINDAKAN PENGAMANAN 3.6.1 Penyelenggara akan dan berhak melarang / menghentikan suatu penerbangan yang membahayakan, meskipun hal hal di dalam pearturan umum telah dipenuhi. 3.6.2 Untuk glider berarti ia juga harus menggulung tali penariknya. Kehilangan dan kerusakan bukan menjadi tanggung jawab penyelenggara. 3.6.3 Setiap kontingen diwajibkan melengkapi timnya dengan peralatan

keselamatan (P3K, dsb.) 3.7 DISKUALIFIKASI 3.7.1 Panitia berhak memeriksa model dan peralatan peserta. 3.7.2 Semua peserta yang tidak melengkapi dirinya, modelnya, atau tidak bertanding sesuai dengan peraturan dan persyaratan pertandingan akan didiskualifikasi dari pertandingan ronde tersebut. 3.7.3 Diskualifikasi juga akan diberlakukan setelah setiap kejadian pada pasal Tindakan Pengamanan. 3.8 PROTES 3.8.1 Keputusan Wasit atau Hasil Pertandingan adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. 3.8.2 Hasil pertandingan hanya dapat diubah jika terdapat kesalahan administrasi oleh panitia. 3.8.3 Protes harus diajukan secara tertulis yang ditujukan kepada Pimpinan Wasit oleh Manajer Tim dengan disertai uang jaminan sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah). Uang jaminan ini akan dikembalikan bila protes diterima. 3.8.4 Protes atas hasil setiap pertandingan / ronde harus diajukan selambat-lambatnya 30 menit setelah pengumuman hasil pertandingan / ronde. 3.8.5 Protes atas Hasil Akhir Lomba (Penguman Pemenang) harus diajukan selambat- lambatnya 3 jam setelah hasil lomba diumumkan. Setelah 3 jam, maka Hasil Akhir Lomba tersebut bersifat resmi dan tidak dapat diganggu gugat.