1

dokumen-dokumen yang mirip
PIJAT OKSITOSIN UNTUK MEMPERCEPAT PENGELUARAN ASI PADA IBU PASCA SALIN NORMAL DI DUSUN SONO DESA KETANEN KECAMATAN PANCENG GRESIK.

BAB I PENDAHULUAN. yaitu 98 kematian per kelahiran hidup. Tingginya angka kematian bayi

TERAPI PIJAT OKSITOSIN MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU POST PARTUM. Sarwinanti STIKES Aisyiyah Yogyakarta

BAB 1 PENDAHULUAN. setelah kira-kira 6 minggu yang berlangsung antara berakhirnya organ-organ

BAB I PENDAHULUAN. lebih selama tahun kedua. ASI juga menyediakan perlindungan terhadap

BAB I PENDAHULUAN. Secara global angka pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan masih

BAB I PENDAHULUAN. parameter utama kesehatan anak. Hal ini sejalan dengan salah satu. (AKB) dinegara tetangga Malaysia berhasil mencapai 10 per 1000

BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu target Millenium Development Goals 4 (MDGs4) adalah Bangsa

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan nasional salah satu tujuannya yaitu membangun sumber

BAB 1 PENDAHULUAN. Menurut laporan WHO (2014) angka kematian ibu di Indonesia menduduki

BAB V PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN

BAB 1 : PENDAHULUAN. kontasepsi, asupan nutrisi. Perawatan payudara setelah persalinan (1-2) hari, dan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH. Indonesia masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Menyusui akan menjamin bayi tetap sehat dan memulai. kehidupannya dengan cara yang paling sehat.

BAB I PENDAHULUAN. dan kembalinya organ reproduksi wanita pada kondisi tidak hamil. Wanita

HUBUNGAN PIJAT OKSITOSIN TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI IBU POST PARTUM

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah. Perawatan merupakan suatu proses pemenuhan kebutuhan dasar manusia yang

Jurnal Keperawatan, Volume XI, No. 2, Oktober 2015 ISSN HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN WAKTU PENGELUARAN KOLOSTRUM

HUBUNGAN PIJAT OKSITOSIN PADA IBU NIFAS TERHADAP PENGLUARAN ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJA BASA INDAH BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. yang paling mahal sekalipun (Yuliarti, 2010). ASI eksklusif merupakan satu-satunya

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU POSTPARTUM DI PUSKESMAS MERGANGSAN YOGYAKARTA TAHUN 2014 NASKAH PUBLIKASI

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. perkembangan yang pesat selama golden period. Pemberian nutrisi yang baik perlu

PENGARUH PELATIHAN TEHNIK MENYUSUI YANG BENAR PADA IBU NIFAS PRIMIPARA TERHADAP KETRAMPILAN DALAM MENYUSUI

BAB I PENDAHULUAN. ASI (Air Susu Ibu) adalah nutrisi terbaik untuk bayi yang baru lahir, karena memiliki

BAB I PENDAHULUAN. sampai pada rakyat jelata, bahkan dasar utama terletak pada kaum wanita, yaitu

BAB I PENDAHULUAN. perhatian lebih dikarenakan angka kematian ibu 60% terjadi pada masa nifas

BAB 1 PENDAHULUAN. pada ibu primipara. Masalah-masalah menyusui yang sering terjadi adalah puting

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BERSALIN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI DIKAMAR BERSALIN PUSKESMAS PUTRI AYU KOTA JAMBI TAHUN 2013

PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA IBU POST PARTUM SPONTAN DI RSUD TUGUREJO SEMARANG

BAB 1 PENDAHULUAN. puerperium dimulai sejak dua jam setelah lahirnya plasenta sampai dengan enam

BAB 1 PENDAHULUAN. sampai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu. Orang tua terutama ibu perlu memiliki

BAB I PENDAHULUAN. kehamilan dan proses kelahiran. Pengertian lainnya yaitu masa nifas yang biasa

BAB I PENDAHULUAN. hanya sekitar 36% selama periode Berdasarkan hasil Riskesdas. Provinsi Maluku sebesar 25,2% (Balitbangkes, 2013).

BAB I PENDAHULUAN. penuh perjuangan bagi ibu yang menyusui dan bayinya (Roesli, 2003).

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Inisiasi Menyusu Dini ( IMD) adalah suatu proses membiarkan bayi dengan

BAB I PENDAHULUAN. akan melibatkan kerja tubuh. Kegiatan yang dilakukan secara rutinitas setiap hari

BAB I PENDAHULUAN. pencapaiannya dalam MDGs (Millenium Development Goals) yang sekarang

PENGARUH TEKNIK MARMET TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POST PARTUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA SEMARANG

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang. Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan satu-satunya yang paling sempurna

PENGARUH PUTING SUSU LECET TERHADAP PENERAPAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KEBAKKRAMAT I KARANGANYAR

BAB 1 PENDAHULUAN. akibat kontraksi otot-otot polos uterus. Intensitas kontraksi uterus meningkat secara

BAB I PENDAHULUAN. Pijat telah digunakan untuk pengobatan dan menjadi bagian rutin

PERBEDAAN EFEKTIVITAS MASSAGE EFFLUERAGE DI PUNGGUNG DENGAN ABDOMEN TERHADAP LAMA PENGELUARAN ASI IBU NIFAS DI RUANG TERATAI RSUD BANJARNEGARA

BAB 1 PENDAHULUAN. Berdasarkan data dari United Nations Children's Fund (UNICEF) pada tahun

BAB I PENDAHULUAN. terhadap tumbuh kembang anak. Selain menguntungkan bayi, pemberian ASI eksklusif juga menguntungkan ibu, yaitu dapat

BAB I PENDAHULUAN. makanan bayi yang ideal dan alami serta merupakan basis biologis dan

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan dan pertumbuhan, juga mengandung sel-sel darah putih, antibodi,

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI IBU POSTPARTUM DI BPM WILAYAH KABUPATEN KLATEN

Abstrak. Pengetahuan, Teknik Marmet, Pijat Oksitosin, Kombinasi Teknik Marmet dan Pijat Oksitosin, Kelancaran Pengeluaran ASI.

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

EFEKTIFITAS PELATIHAN PERAWATAN PAYUDARA METODE MASSAGE ROLLING (PUNGGUNG) TERHADAP KETRAMPILAN KADER KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATURETNO

BAB 1 PENDAHULUAN. Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan nutrisi bayi (Roesli, 2005). Pemberian ASI sangat bermanfaat bagi

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam pemberian ASI dari ibu ke bayi yang dilakukan dengan baik dan benar.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma sehingga dapat mencegah

Hubungan Rawat Gabung Dengan Kelancaran Produksi Asi Pada Ibu Post Partum Normal Di Irina D Bawah BLU RSUP Prof. Dr. R. D.

PENGARUH TEKNIK BIRTHBALL TERHADAP LAMANYA PERSALINAN KALA I DI BPS HERANOVITA KABUPATEN ACEH UTARA

HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI, DURASI MENYUSUI DENGAN BERAT BADAN BAYI DI POLIKLINIK BERSALIN MARIANI MEDAN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERCEPATAN INVOLUSI UTERI PADA IBU POSTPARTUM PERVAGINAM DI RUANG KEBIDANAN RSUD TOTO KABILA KAB.

BAB I PENDAHULUAN. obstetrik dan ginekologi di suatu wilayah adalah dengan melihat Angka

BAB I PENDAHULUAN. AKB tahun 2007 yaitu 34 per KH, dengan target tahun 2015 sebesar 23 per

EFEKTIFITAS KOMBINASI STIMULASI OKSITOSIN DAN ENDORFIN MASSAGE TERHADAP KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU POST PARTUM PRIMIPARA

BAB I PENDAHULUAN. salah. Selain faktor teknis ini tentunya Air Susu Ibu juga dipengaruhi oleh asupan

PERBEDAAN PRODUKSI ASI SEBELUM DAN SESUDAH DILAKUKAN KOMBINASI METODE MASSASE DEPAN (BREAST CARE)

BAB I PENDAHULUAN. semua orang disegala usia adalah salah satu tujuan dari. Development Goals (SDGs). Tak luput dari sasaran SDGs angka kematian ibu

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini keadaan ibu post partum masih sangat memprihatinkan, karena

BAB I PENDAHULUAN. makanan dan minuman lain atau disebut dengan ASI Eksklusif dapat memenuhi

BAB 1 PENDAHULUAN. ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil dan

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM DI BPM PIPIN HERIYANTI YOGYAKARTA TAHUN 2016

Jurnal Keperawatan, Volume XII, No. 1, April 2016 ISSN HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN PELAKSANAAN PERAWATAN PAYUDARA

BAB I PENDAHULUAN. pada saat janin masih dalam kandungan dan awal masa pertumbuhannya. menghadapi tantangan globalisasi (Depkes, 2010).

BAB I PENDAHULUAN. tujuan tersebut yaitu dengan pemberian Air Susu Ibu (ASI) sampai bayi

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PROSES INVOLUSI UTERUS THE EFFECT OF OXYTOCIN MASSAGE TO INVOLUTION UTERINE PROCESS

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV PEMBAHASAN DAN SIMPULAN. untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post sectio caesarea pada kasus Ny.S

HUBUNGAN ANTARA SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDAWUNG II SRAGEN

BAB I PENDAHULUAN. Sejak dahulu Air Susu Ibu merupakan makanan yang terbaik untuk bayi, karena

EFEKTIFITAS PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI RSUD dr.soegiri KABUPATEN LAMONGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. termasuk air putih, selain menyusui selama 6 bulan sejak dilahirkan. 3 Cara

AKPER HKBP BALIGE. Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns

BAB I PENDAHULUAN. Masa nifas adalah masa dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya plasenta

PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS JETIS KOTA YOGYAKARTA

KADAR HEMOGLOBIN DAN KOMPOSISI ASI PADA IBU POSTPARTUM YANG DILAKUKAN PIJAT PAYUDARA DENGAN METODE OKETANI. Abstrak

BAB I PENDAHULUAN. terutama pada bulan bulan pertama kehidupan bayi. 1 Namun, hanya 39%

Putri Kusumawati Priyono

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BABI PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. terbaik dan termurah yang diberikan ibu kepada bayinya, dimana pemberian ASI

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI DI PUSKESMAS NGUTER

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Masa nifas (puerperium), berasal dari bahasa latin, yaitu puer yang artinya bayi

BAB I PENDAHULUAN. satupun produk formula yang dapat menyamai keunggulan ASI. ASI. ASI mengikuti pola pertumbuhan dan kebutuhan bayi untuk proses

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Post Partum merupakan keadaan dimana dimulainya setelah plasenta lahir dan berakhir ketika organ kandungan kembali seperti keadaan semula dan sebelum hamil yang berlangsung sekitar 6 minggu (Syafrudin, & Hamidah,, 2009). Masa post partum dimulai setelah kelahiran dari plasenta dan akan berakhir saat alat-alat kandungan kembali seperti keadaan semula sebelum hamil. Masa post partum di mulai 2 jam sejak melahirkan sampai 6 minggu pasca melahirkan atau 42 hari (Risa & Rika, 2014). Masa nifas ini mengharuskan ibu untuk beristirahat yang cukup banyak dan tidak banyak bergerak, karena untuk mencegah terjadinya perdarahan. Selain beristirahat ibu post partum juga harus menjaga pola asupan nutrisi yang bergizi serta banyak minum sekitar 1.500 ml per hari. Dan jumlah kalori yang dibutuhkan ibu post partum sekitar 2.100 kalori, yang akan digunakan untuk pemulihan organ reproduksi dan juga untuk menjadi produksi Air Susu Ibu (ASI) (Sinsin, 2008). Angka kematian bayi di Indonesia berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) hingga tahun 2007 masih cukup tinggi yaitu 34/1000 kelahiran hidup artinya 34 bayi meninggal dalam setiap 1000 kelahiran. Angka tersebut masih lebih tinggi dibanding Malaysia dan singapura yang masing-masing 16/1000 dan 2/1000 kelahiran hidup (Biro, 2008). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar bayi baru lahir mendapat ASI eksklusif (tanpa tambahan apa-apa) selama 6 bulan sebab ASI adalah nutrisi alamiah terbaik bagi bayi dengan kandungan gizi paling sesuai untuk pertumbuhan optimal. UNICEF menjelaskan bahwa kematian sekitar 30.000 anak Indonesia setiap tahunnya dapat dicegah 1

2 melalui pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan sejak kelahiran bayi (Roesli, 2005). Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan dan nutrisi utama yang di berikan pada bayi, produksi ASI di mulai pada saat kehamilan bulan ke 2 dan ke 3. Manfaat dari ASI adalah nutrisi yang dapat di berikan setiap saat pada bayi, terkandung zat kekebalan terhadap penyakit. Manfaat ASI bukan hanya untuk bayi, akan tetapi bisa bermanfaat juga untuk ibu bayi, yaitu isapan awal bayi secara terus-menerus yang dapat mempengaruhi produksi ASI. Pemberian ASI adalah peran dari ibu, karna bayi diberikan nutrisi tidak hanya saat di dalam kandungan, setelah dilahirkan seorang bayi masih memerlukan nutrisi yaitu dengan pemberian ASI secara alami (Hayati, 2009). Air Susu Ibu (ASI) di produksi antara faktor hormonal dan saraf. Hormon yang mempengaruhi produksi ASI yaitu hormon estrogen, hormon estrogen adalah hormon seks yang diproduksi oleh rahim utuk merangsang organ seks yaitu seperti payudara dan rambut pubik, hormon estrogen juga berfungsi membentuk tekstur payudara, pada ibu hamil puting payudara akan mulai membesar dan akan merangsang pertumbuhan kelenjar ASI. Hormon estrogen juga berfungsi sebagai pembentuk hipertrofi sistem duktus yaitu saluran pada payudara untuk di keluarkannya ASI (Suryoprajogo, 2009). Air Susu Ibu (ASI) ekslusif adalah pemberian ASI pada bayi tanpa adanya makanan pendamping ASI seperti bubur bayi, susu formula, buahbuahan maupun biskuit. Pemberian ASI eksklusif ini dapat diberikan pada bayi dari usia 0-6 bulan dan setelah bayi berusia 6 bulan, bayi dapat diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI, tetapi ASI dapat diberikan pada bayi sampai bayi berusia 2 tahun atau lebih (Suryoprajogo, 2009). Makanan bayi yang paling baik adalah dengan diberinya ASI dari usia 0-6 bulan, kecuali pada bayi dengan berat badan bayi kurang dan produksi ASI yang tidak baik atau kurang, produksi ASI masih menjadi permasalahan yang utama pada ibu dalam pemberian ASI eksklusif, produksi ASI dipengaruhi oleh faktor dan kondisi ibu, antara lain asupan gizi ibu, kondisi

3 psikologis ibu, dan manipulasi pijatan untuk mempercepat produksi ASI dengan merangsang hormon (Roesli, 2005). Penurunan produksi ASI pada hari pertama melahirkan dikarenakan kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam produksi dan pengeluaran ASI. Ada beberapa faktor untuk merangsang pengeluaran ASI, salah satunya adalah dengan perawatan payudara dengan tehnik pijat oksitosin. Perawatan payudara dapat dilakukan setelah melahirkan yaitu 1-2 hari dan harus dilakukan secara rutin. Dengan dilakukan perawatan payudara dapat merangsang otot-otot payudara yang dapat membantu merangsang hormon prolaktin untuk di produksinya ASI. Pijat oksitosin adalah sebuah stimulus yang digunakan merangsang pengeluaran ASI. Pijatan ini memberikan rasa nyaman pada ibu setelah mengalami proses persalinan, pijat oksitosin dapat dilakukan selama 2-3 menit secara rutin 2 kali dalam sehari (Bobak, 2005). Pijat oksitosin merupakan suatu tindakan pemijatan pada tulang belakang dari nervus ke 5-6 sampai ke scapula yang bisa mempercepat kerja syaraf parasimpatis untuk menyampaikan perintah ke otak bagian belakang sehinggat dikeluarkannya hormon oksitosin. Pijat oksitosin dapat dilakukan sebelum ibu menyusui dan dapat di ulangi beberapa kali setelah ibu menyusui, pijat oksitosin dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari dengan waktu 3-5 menit pemijatan. Efek dari pijat oksitosin dapat di lihat reaksinya dalam 6-12 jam pemijatan (Suhermi, 2008). Hasil dari study pendahuluan yang didapat dari kepala Rumah Bersalin Citra Insani Semarang terdapat 52 pasien melahirkan pada bulan Desember dari tanggal 1 sampai 31 Desember 2015 dengan hasil ibu primipara sebanyak 14 pasien dan multipara sebanyak 38 pasien, sedangkan pada bulan Januari tanggal 1 sampai 31 Januari 2016 terdapat 56 pasien melahirkan dengan primipara 12 pasien dan multipara 44 pasien pasien, pada bulan Februari dari tanggal 3 sampai 29 februari 2016 terdapat 39 pasien, serta pada bulan Maret tanggal 1 sampai 31 maret 2016 terdapat 57 pasien ibu post partum dengan primipara 20 pasien dan multipara 37 pasien. Hasil

4 wawancara dengan bidan rumah bersalin, bahwa di tempat tersebut telah menerapkan tehnik pijat oksitosin. Sedangkan hasil wawancara dari beberapa ibu post partum yang dating ke rumah bersalin tersebut mengatakan bahwa ASI yang dikeluarkan sekarang berbeda dan respon anak diperlihatkan oleh anaknya juga berbeda. Berdasarkan dari uraian tersebut, peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian dengan judul penelitian Pengaruh Terapi Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Post Partum Di Rumah Bersalin Citra Insani Semarang. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang saya uraikan di atas, maka penelitian yang akan saya lakukan adalah untuk menentukan apakah ada atau tidak pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum di rumah bersalin citra insane semarang C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum : Mengetahui pengaruh terapi pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum 2. Tujuan Khusus : a. Mengidentifikasi karakteristik ibu post partum b. Mengidentifikasi produksi ASI sebelum dilakukan terapi pijat oksitosin pada ibu post partum c. Mengidentifikasi produksi ASI sesudah dilakukan terapi pijat oksitosin pada ibu post partum d. Menganalisis perbedaan produksi ASI sebelum dan sesudah dilakukan terapi pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum

5 D. Manfaat Penelitian Berdasarkan dari latar belakang masalah penelitian ini diharapkan mampu memberikan manfaat kepada : 1. Penulis Mengembangkan ilmu yang telah di dapat di instansi pendidikan Universitas Muhammadiyah Semarang untuk di aplikasikan dalam pemberian asuhan keperawatan 2. Instansi kesehatan Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada petugas kesehatan khususnya tentang pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum yang baik dan benar. 3. Responden Meningkatkan rasa nyaman kepada ibu post partum, sehingga mencegah terjadinya kesulitan dalam produksi ASI dan mencegah angka kematian bayi akibat kegagalan pemberian ASI 4. Peneliti lain Dapat menjadi data pendukung atau pelengkap dalam penelitian berikutnya untuk menentukan teknik lain yang mampu mendukung produksi ASI E. Bidang Ilmu Penelitian ini merupakan lingkup ilmu keperawatan maternitas F. Keaslian Penelitian Tabel 1.1 keaslian penelitian No Nama Peneliti Judul Penelitian Variable yang diteliti 1 (Suryani & Pengaruh pijat Variabel Widhi Astuti, oksitosin terhadap independent 2014) produksi ASI ibu adalah ibu post partum di postpartum dengan BPM wilayah kabupaten klaten intervensi oksitosin Variable pijat Desain penelitian Penelitian dengan jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian pre Hasil Penelitian Menunjukan semua bayi dilahirkan secara normal dengan berat badan bayi rata-rata 3070gr, rata-rata frekwensi BAK 5 kali pada hari pertama, rata

6 2 (Sarwinanti, 2014) 3 (Ummah, 2014) Terapi pijat oksitosin meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum Pijat oksitosin untuk mempercepat pengeluaran ASI pada ibu pasca salin normal di dusun sono desa ketanen kecamatan panceng gresik dependent adalah produksi ASI dengan indikator berat badan, frekwensi bayi BAK, frekwensi bayi menyusu dalam sehari dan lama tidur bayi setelah menyusu Variabel independent adalah ibu post partum normal dengan keadaan sehat dan status gizi baik dengan pijat oksitosin Variable dependent produksi ASI berdasarkan usia Variable independent adalah ibu pasca salin normal dengan intervensi 14 orang dengan terapi pijat oksitosin dan 14 orang tanpa pijat oksitosin Variable dependent adalah pengeluaran ASI and post test dengan tehnik sampel non probability sampling Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimen post test only design Desain penelitian yang digunakan adalah randomised control trial rata frekwensi menyusu pada 24 jam pertama 8 kali,dan lama bayi menyusu 2.17 jam pada hari pertama. Semua indicator meningkat pada hari ke 7 dan 14. Hasil analisa bivariat menunjukan adanya perbedaan rata-rata berat badan bayi dengan p value : 0,001, ada perbedaan frekwensi BAK yang bermakna dengan P value = 0,001 dan ada perbedaan frekwensi menyusu yang bermakna dengan p value = 0,001 serta ada perbedaan lama tidur yang bermakna dengan p value = 0,001. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh yang signifikan antara terapi pijat oksitosin terhadap produksi ASI ibu post partum (p value = 0,000). Mayoritas produksi ASI pada kelompok eksperimen adalah baik (72%) dan kelompok control adalah cukup (48%). Hasil penelitian menunjukan pengeluaran ASI pada kelompok intervensi pijat olsitosin lebih cepat (mean = 6.2143) dari pada kelompok control (mean = 8.9286). hasil uji independent sample test didapatkan p value = 0,000 (p < 0,005), artinya ada pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu pasca salin normal di dusun sono desa ketanen kecamatan panceng gresik

7 Perbedaan penelitian ini dibandingkan dengan penelitian di atas adalah terletak pada tempat penelitian, variabel yang akan diteliti, cara dan tehnik ukur dalam penelitian, penelitian ini dilakukan di Rumah Bersalin Citra Insani Semarang. Penelitian ini mengenai pengaruh terapi pijat oksitosin terhadap produksi ASI, jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah kuantitatif, populasi adalah ibu post partum primigravida di rumah bersalin citra insani semarang

8