Timpanogram pada Anak Usia 1-5 Tahun

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Gambaran Ukuran Timpanogram Pada Orang Dewasa Normal di RSUP H.Adam Malik Medan. Normal Adult Tympanogram Profile at H. Adam Malik Hospital in Medan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH KETINGGIAN TERHADAP KONDISI TELINGA TENGAH PADA PERJALANAN WISATA DENPASAR-KINTAMANI

PENGARUH PERUBAHAN KETINGGIAN TERHADAP NILAI AMBANG PENDENGARAN PADA PERJALANAN WISATA DARI GIANYAR MENUJU KINTAMANI

GAMBARAN UKURAN TIMPANOGRAM PADA ORANG DEWASA NORMAL DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN. Tesis

KEHAMILAN NORMAL DENGAN PREEKLAMSI BERAT SERTA HUBUNGANNYA DENGAN TEKANAN DARAH DAN DERAJAT PROTEINURIA

SURVEI KESEHATAN TELINGA PADA ANAK PASAR BERSEHATI KOMUNITAS DINDING MANADO

Kesehatan telinga siswa Sekolah Dasar Inpres 1073 Pandu

HUBUNGAN SKOR LUND-MACKAY CT SCAN SINUS PARANASAL DENGAN SNOT-22 PADA PENDERITA RINOSINUSITIS KRONIS TESIS IRWAN TRIANSYAH

PENGARUH FAKTOR RISIKO TERHADAP FUNGSI PENDENGARAN BAYI BARU LAHIR BERDASARKAN PEMERIKSAAN DISTORTION PRODUCT OAE

ANGKA KEBERHASILAN MIRINGOPLASTI PADA PERFORASI MEMBRANA TIMPANI KECIL, BESAR, DAN SUBTOTAL PADA BULAN JUNI 2003 SAMPAI JUNI 2004

HUBUNGAN JENIS OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK MEDAN TAHUN 2012.

ABSTRAK KORELASI ANTARA BENTUK WAJAH DAN BENTUK GIGI INSISIVUS SENTRAL MAKSILA PADA ETNIS TIONGHOA USIA TAHUN

SURVEI KESEHATAN TELINGA MASYARAKAT PESISIR PANTAI BAHU

KESEHATAN TELINGA DI SEKOLAH DASAR INPRES KEMA 3

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

HUBUNGAN PERBEDAAN USIA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KESEMBUHAN PASIEN DI ICU DI RUMAH SAKIT HAJI ADAM MALIK, MEDAN PERIODE BULAN JULI 2014 HINGGA OKTOBER

Hubungan Paparan Kebisingan Dengan Gangguan Pendengaran Pada Pekerja Industri Kerajinan Pandai Besi Di Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus

Skripsi ini Disusun Guna Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Ijazah S1 Kesehatan Masyarakat. Disusun Oleh : Kholid Ubaidilah NIM : J

HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN GANGGUAN PENDENGARAN PETUGAS GROUND HANDLING PT. GAPURA ANGKASA BANDARA ADI SOEMARMO BOYOLALI SKRIPSI

BAB 5 HASIL DAN BAHASAN. adenotonsilitis kronik dengan disfungsi tuba datang ke klinik dan bangsal THT

BAB 4 METODE PENELITIAN

ABSTRAK PERBANDINGAN NILAI LOW-DENSITY LIPOPROTEIN CHOLESTEROL

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SUBJEK, ASUPAN ZAT GIZI, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEKUATAN OTOT ANAK USIA SEKOLAH DI KABUPATEN PURWAKARTA

HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA DEWASA MUDA OBESITAS DI STIKES INDONESIA PADANG

Pengaruh Pemakaian Pipa Nasogastrik pada Kejadian Otitis Media Efusi. The Effect of Using Nasogastric Tube on Incidence of Otitis Media with Effusion

HUBUNGAN ANTARA ESTIMASI KAPASITAS CRANIUM DENGAN PRESTASI AKADEMIK PADA SISWA LAKI-LAKI DI SMP NEGERI 19 SURAKARTA SKRIPSI

DAFTAR ISI BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HUBUNGAN SKOR APRI DENGAN DERAJAT VARISES ESOFAGUS PASIEN SIROSIS HATI KARENA HEPATITIS B

PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS

Skrining dan Edukasi Gangguan Pendengaran pada Anak Sekolah

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta * ABSTRAK

PERBEDAAN RASIO D2:D4 ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN USU. Oleh : RATNA MARIANA TAMBA

Hubungan panjang klavikula dan tinggi badan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat angkatan 2012

KOMPLIKASI TINDAKAN EAR CANDLE

HUBUNGAN ANTARA PERUBAHAN POSTUR TIPE FLEKSI DENGAN POLA JALAN PADA LANJUT USIA

HUBUNGAN ANTARA ESTIMASI VOLUME OTAK DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SKRIPSI

ABSTRAK PERBANDINGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SMA SWASTA DAN SMA NEGERI DI PONTIANAK TAHUN 2014

PERBEDAAN GAIT PARAMETER PADA KONDISI FLEXIBLE FLAT FOOT DAN ARKUS KAKI NORMAL ANAK USIA TAHUN DI SD NEGERI 3 CEPU

HUBUNGAN LAMA PENDIDIKAN DAN PENDEKATAN BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR PADA MAHASISWA TAHAP SARJANA KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNS SURAKARTA TESIS

HUBUNGAN ANTARA STRES DENGAN KEJADIAN SERUMEN OBTURANS PADA MAHASISWA TINGKAT SATU FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA SKRIPSI

HUBUNGAN KECENDERUNGAN GANGGUAN KEPRIBADIAN ANTISOSIAL DENGAN ADIKSI ONLINE GAME PADA REMAJA PENGUNJUNG GAME CENTRE DI SURAKARTA SKRIPSI

PERBANDINGAN MIRINGOPLASTI MEDIOLATERAL DENGAN MEDIAL DAN LATERAL

Fitri Arofiati, Erna Rumila, Hubungan antara Peranan Perawat...

HUBUNGAN TINGGI BADAN DENGAN PANJANG TULANG FEMUR PADA ETNIS SANGIHE DI MADIDIR URE. Novitasari Mangayun

PENGARUH PAPARAN GAS NOx TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU PADA PEDAGANG KULINER DI DEPAN PUSAT GROSIR SOLO DAN PASAR BUKU SRIWEDARI SURAKARTA

ABSTRAK HUBUNGAN ANTARA SKOR COPD ASSESSMENT TEST (CAT), INDEKS BRINKMAN DAN FUNGSI PARU

KORELASI KADAR HEMOGLOBIN BEBAS DAN F 2α -ISOPROSTAN PLASMA PACKED RED CELL SELAMA PENYIMPANAN DI BANK DARAH

*Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sam Ratulangi Manado

Hubungan Penyuluhan Bahaya Merokok dengan Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Bahaya Merokok di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi

HUBUNGAN PERKEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ADAPTIF DENGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) NONFORMAL LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN ORGANISASI DENGAN REGULASI DIRI PADA REMAJA : STUDI KASUS DI SMA N 2 NGAWI

HUBUNGAN RINITIS ALERGI DAN DISFUNGSI TUBA EUSTACHIUS DENGAN MENGGUNAKAN TIMPANOMETRI. Tesis. Oleh: dr. Fadhlia

e-journal Keperawatan (e-kp) Volume 6 Nomor 1, Februari 2018

ASKEP GANGGUAN PENDENGARAN PADA LANSIA

DAFTAR ISI. SAMPUL DALAM... LEMBAR PENGESAHAN... PENETAPAN PANITIA PENGUJI... iii KATA PENGANTAR... PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN...

HUBUNGAN POLIP NASAL DENGAN FUNGSI TELINGA TENGAH BERDASARKAN GAMBARAN TIMPANOGRAM. Tesis

BAB 5 HASIL PENELITIAN

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Keywords : Noise Intensity, Hearing Threshold Values, Ground Handling Labor

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

HUBUNGAN PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BAHASA DENGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI NONFORMAL LAPORAN HASIL PENELITIAN KARYA TULIS ILMIAH

Hubungan Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Tindakan Merokok Siswa Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung

ABSTRAK. Fransisca Nathalia, Pembimbing Utama: dr.adrian Suhendra, Sp.PK., M.Kes

PERBANDINGAN PENGUKURAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN SKINFOLD CALIPER DAN BIOELECTRICAL IMPEDANCE ANALYSIS (BIA) JURNAL MEDIA MEDIKA MUDA

HUBUNGAN LAMANYA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN TERJADINYA PENINGKATAN AMBANG PENDENGARAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI DAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN

HUBUNGAN HIPOTIROIDISME DENGAN KEJADIAN DISFUNGSI EREKSI PADA PRIA di KECAMATAN NGARGOYOSO, KABUPATEN KARANGANYAR SKRIPSI

Linda Yunitasari 1. Mahasiswa Peminatan Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan

JUMAKiA Vol 3. No 1 Agustus 2106 ISSN

ANALISIS PENGETAHUAN DENGAN POLA ASUH PADA IBU BALITA UMUR 4-5 TAHUN DI TK DHARMA WANITA DESA SAMBIROBYONG KECAMATAN KAYEN KIDUL KABUPATEN KEDIRI

ABSTRAK PENGARUH KURANG TIDUR TERHADAP PENINGKATAN RISIKO OBESITAS

Hubungan Pengetahuan Dan Pendidikan Ibu Dengan Pertumbuhan Balita DI Puskesmas Plaju Palembang Tahun 2014

HUBUNGAN JENIS KELAMIN DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER ANGKATAN 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

KORELASI PANJANG LENGAN ATAS DENGAN TINGGI BADAN PADA WANITA SUKU BANJAR

HUBUNGAN ANTARA ASFIKSIA NEONATORUM DENGAN DAYA REFLEK SUCKING PADA BAYI BARU LAHIR UMUR 0 HARI DI RSUD KARANGANYAR KARYA TULIS ILMIAH

HUBUNGAN ANTARA USIA PERTAMA KALI BERHUBUNGAN SEKSUAL DENGAN KANKER SERVIKS DI RSUD DR. MOEWARDI SKRIPSI

Karakteristik Gangguan Dengar Sensorineural Kongenital pada Anak yang Dideteksi dengan Brainstem Evoked Response Audiometry

*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

ANALISIS SPEKTRUM SUARA MANUSIA BERDASARKAN JENIS KELAMIN (GENDER) DAN KELOMPOK UMUR MENGGUNAKAN KOMPUTER. Widia Rahim*, Erwin, Usman Malik

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM PEMENUHAN GIZI ANAK DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA TODDLER ABSTRAK

Skrining Gangguan Dengar pada Pekerja Salah Satu Pabrik Tekstil di Bandung

PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ANTARA SISWA KELAS VIII SMP NAWA KARTIKA ISLAMIC BOARDING SCHOOL DENGAN SMP NEGERI 1 WONOGIRI SKRIPSI

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KAPASITAS MEMORI KERJA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SKRIPSI

PENGARUH LETAK TENSIMETER TERHADAP HASIL PENGUKURAN TEKANAN DARAH

PERNYATAAN. diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan

Hubungan Antara Lama Kerja dengan Terjadinya Noise Induced Hearing Loss (NIHL) pada Masinis DAOP-IV Semarang

Perbandingan Miringoplasti Mediolateral dengan Medial dan Lateral

HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN SKRIPSI. Untuk Memenuhi Persyaratan

DINASTI TUNGGAL DEWI J

PERBEDAAN TEKANAN DARAH PADA ANAK DENGAN IMT NORMAL DAN IMT OVERWEIGHT SKRIPSI

INTISARI. M. Fauzi Santoso 1 ; Yugo Susanto, S.Si., M.Pd., Apt 2 ; dr. Hotmar Syuhada 3

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PAPARAN PADA PEROKOK PASIF DENGAN VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL (VO2MAX) PADA REMAJA USIA TAHUN SKRIPSI

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PROLAPSUS UTERI DI RSUP Dr. KARIADI SEMARANG LAPORAN HASIL KARYA TULIS ILMIAH

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN ORANGTUA DENGAN PENGETAHUAN TENTANG PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK REMAJA DI SURAKARTA SKRIPSI

Transkripsi:

Timpanogram pada Anak Usia 1-5 Tahun 1 Desti Kusmardiani, 2 Wijana, 2 Shinta Fitri Boesoirie, 2 Sally Mahdiani 1 Program Pendidikan Dokter Spesialis FK UNPAD 2 Departemen Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/ Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung Email: dianides@gmail.com ABSTRACT Tympanometry is an objective examination that used to test condition of middle ear, mobility of tympanic membrane and the ossicles.the results are displayed in a curve called timpanogram. Timpanogram influenced by several factors, including age and race.the purpose of this study was to provide normal values of tympanogram in children aged 1 to 5 years. This study was an analytic research with cross sectional approach in 90 normal children aged 1-5 years through a routine examination with ear otoscopy and tympanometry. From the 90 samples (180 ears) the average value of the volume of the ear canal / Vea was 0.469 ml in the right ear and 0,495 ml in the left ear, the mean compliance / SAA 0.396 ml in the right ear and 0.380 ml in the left ear, and the average pressure / TPP -56.78 dapa on the right ear and the left ear dapa-53.26. Compared with the results of existing studies, the average value of the ear canal volume/ Vea and mean compliance/ SAA in children aged 1-5 years in Bandung showed lower. Statistically, in the Vea, there was a significant differences between men and women, with p = 0.041 in the right ear and p = 0.027 in the left ear. There was a correlation between variables Vea with SAA. Keywords: tympanogram, children ages 1-5 years. PENDAHULUAN Timpanometri adalah pemeriksaan obyektif yang digunakan untuk menguji kondisi telinga tengah dan mobilitas gendang telinga (membran timpani) dan tulang-tulang telinga tengah, dengan menghasilkan variasi tekanan udara di saluran telinga. Merupakan suatu metode pemeriksaan fungsi telinga tengah yang aman dan cepat, dimana tekanan udara di dalam liang telinga luar diubah untuk mengukur nilai imitans akustik pada permukaan lateral membran timpani. Timpanometri bukanlah tes pendengaran, melainkan tes yang digunakan bersamasama dengan otoskopi dan audiometric serta berguna untuk menentukan bagaimana fungsi telinga tengah (Shahnaz dan Bork, 2008; Anonim, 2011). Prosedur pemeriksaan timpanometri dengan cara memasukkan probe ke dalam liang telinga luar dan menciptakan ruang kedap udara. Probe berisi speaker kecil, mikrofon, dan pompa udara. Tekanan udara yang diberikan pada pompa udara biasanya berkisar 200 dapa sampai -400 dapa di liang telinga. Beberapa suara yang dihasilkan oleh speaker pada probe akan melewati telinga tengah, sementara beberapa suara akan dipantulkan kembali oleh timpani. Mikrofon akan mengukur jumlah suara tercermin dalam saluran telinga. Compliance gendang telinga dan telinga tengah kemudian ditentukan oleh Timpanometer sebagai perubahan tekanan udara (Boies, 1994; Campbell dan Peck, 2008). Timpanogram dapat memberikan beberapa informasi. Komponen timpanometri yang menjadi parameter dalam interpretasi hasil pemeriksaan yaitu Compliance (mobilitas) membran timpani dan tekanan telinga tengah ( dalam satuan decapascals (dapa)). Parameter lain pada pemeriksaan timpanometer seperti volume liang telinga ( Ear Canal Volume/Vea) dan Gradients (TW) (Anonim, 2011). 435

Compliance (mobilitas) sistem telinga tengah atau yang disebut Static Acoustic Admitattance / SAA ( Compliance Peak/Peak ytm): titik pada sumbu Y dalam timpanogram, di mana kurva mencapai maksimum, pada dasarnya merupakan titik dari kurva, merupakan representasi dari tinggi gelombang dalam satuan millimeter (ml). Ukuran compliance 0.3 1.4 untuk dewasa, bila kecil dari 0.3 menunjukkan bahwa telinga tengah lebih kaku dibanding normal. Ukuran compliance lebih besar dari 1.5 menunjukkan bahwa membran timpani lebih lentur. Nilai yang lebih besar dari 3.0 ml menunjukkan disartikulasi rantai osikular, nilai normal anak-anak adalah 0.2-0.9; mean: 0.5 (ASHA) dan dewasa adalah adalah 0.3-1,4 mmho; mean: 0.8 (Anonim, 2011; ASHA, 1997). Volume liang telinga (equivalent ear canal volume/vea) bervariasi tergantung dari usia, merupakan pengukuran jumlah berisi volume udara dalam rongga antara ujung probe timpanometer dan membran timpani. Jika ukuran volume liang telinga < 0.3, ini mengindikasikan bahwa probe harus diletakkan secara benar di liang telinga. Ukuran volume lebih dari 2.0 ml merupakan indikasi bahwa ukuran rongga lebih besar dibanding volume liang telinga. Hal ini terjadi pada perforasi membran timpani. Nilai normalnya : 0.3 1.0 cm3 (anak-anak) dan 0,65 1.75 (dewasa). Volume pada wanita lebih kecil dibanding laki-laki (Odges dkk., 2000; Nozza, 1996). Tympanometric Peak Pressure (TPP): Titik pada sumbu x pada timpanogram, dimana compliance peak berada, nilai normalnya adalah: -150 s.d +100 decapascal (dapa). Tekanan udara pada telinga tengah yang normal, tuba eustachius akan terbuka diikuti udara yang bergerak masuk dan keluar di rongga telinga tengah. Hal ini untuk menjaga tekanan udara di belakang membran timpani sama dengan tekanan atmosfer atau tekanan udara di liang telinga. Jika tuba Eustachius tidak berfungsi secara normal, normal atau tekanan positif akan terjadi didalam telinga tengah. Hasil pengukuran didalam satuan dapa (decapascal) atau mmh 2 O (millimeter air raksa). Pada umumnya hasil pengukuran timpanometri mulai dari +200 dapa sampai -400 dapa. Ukuran untuk dewasa normal +50 sampai - 250 dapa (Odges dkk,, 2000; Nozza dan Onusko, 1996). Pada saat ini American Speech and Hearing Association (ASHA) adalah rujukan bagi sentra audiologi untuk penilaian fungsi telinga tengah. Dengan acuan ini, pendekatan interpretasi timpanogram secara kuantitatif digunakan untuk menilai fungsi sistem telinga tengah. Faktor-faktor yang mempengaruhi gambaran timpanometri diantaranya jenis kelamin, usia dan ras, diperkirakan berkaitan dengan ukuran anatomi telinga (ASHA, 1997; Onusko, 2004). Ukuran normal timpanometri pada literatur sampai saat ini belum ada yang menggambarkan ukuran normal anak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran timpanogram anak normal usia 1-5 tahun di Bandung. METODE PENELITIAN Penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Berdasarkan rumus besar sampel, didapatkan besar sampel sebanyak 90 anak normal usia 1-5 tahun, 45 anak perempuan dan 45 anak laki-laki. Penelitian dilakukan di beberapa lokasi di Bandung diantaranya, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), TK 436

(Taman Kanak-Kanak) dan Posyandu pada bulan September 2015. Sampel yang diambil hanya sampel dengan liang telinga dalam keadaan normal dan tidak terdapat serumen serta pada pemeriksaan otoskopi terlihat membran timpani intak dengan gambaran tipe A. Pemeriksaan timpanometri dilakukan dengan menggunakan alat timpanometer merek Inter Acoustics, tipe Impedance Audiometer AT235h. Probe yang sesuai dimasukkan ke dalam liang telinga subjek sehingga telinga tertutup rapat kemudian alat akan secara otomatis memberikan tekanan udara dan suara ke telinga subjek yang kemudian akan dipantulkan kembali oleh membran timpani. Pantulan gelombang suara inilah yang akan ditangkap oleh mikrofon yang ada pada probe dan kemudian diterjemahkan sebagai gambar pada grafik timpanogram. HASIL Sampel penelitian dengan jumlah yang sama antara laki-laki dan perempuan. Hasil selengkapnya tersaji pada Tabel 2. Hasil pengukuran timpanogram dibandingkan antara telinga kanan dan kiri, kemuadian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Untuk perbandingan jenis kelamin serta telinga kanan dan kiri digunakan uji Man-Whitney. Tabel 1.Karakteristik Sampel Penelitian Variabel Kelompok Penelitian n = 90 Jenis Kelamin Laki Laki 45 (50%) Perempuan 45 (50%) Usia <2 tahun 5 (5,5%) 2-3 tahun 16 (17,7%) 4-5 tahun 69 (76,7%) Tabel 2. Hasil Pengukuran Timpanogram pada Telinga Kanan dan Telinga Kiri Variabel Telinga Kanan Telinga Kiri (n = 90) (n = 90) Nilai p* Volume saluran telinga/vea (ml) 0,043 Rerata (SD) 0,469 ( 0,110) 0,495 (0,124) Median 0,455 0,47 Rentang 0,26 0,93 0,21-0,98 Compliance/SAA (ml) 0,952 Rerata (SD) 0,396 (0,207) 0,380 (0,157) Median 0,330 0,335 Rentang 0,14-1,33 0,15-0,98 Tekanan puncak/tpp (dapa) 0,427 Rerata (SD) -56,78 (43,48) -53,26 (43,49) Median -59,50-45,00 Rentang -227 28-227 -47 Gradient/TW (dapa) 0,052 Rerata (SD) 75,73 (63,97) 69,26 (57,50) Median 72,50 72,00 Rentang 0,03-289 0,00-258 Ket: *= Berdasarkan Uji Wilcoxon; P< 0,05 = Bermakna 437

Tabel 1 menunjukan karakteristik sampel penelitian, dimana jumlah laki- laki dan perempuan sama yaitu masing-masing 45 orang, dan usia terbanyak yaitu 4-5 tahun dengan jumlah 69 orang (76,7%). Tabel 2 menunjukkan hasil timpanogram pada kedua sisi telinga. Rerata dari volume saluran telinga 0,469 ml (SD±0,110) pada telinga kanan dan 0,495 ml (SD±0,124) dengan nilai p 0,043. Rerata dari compliance telinga kanan 0,396 ml (SD±0,207) dan rerata compliance telinga kiri yaitu 0,952 dengan nilai p 0,952. Rerata dari tekanan puncak telinga kanan yaitu -56,78 (SD±43,48) dan telinga kiri -53,26 (SD ±43,49) dengan nilai p 0,427. Tabel 3. Hasil Pengukuran Timpanogram Anak Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Variabel Laki-laki Nilai p* Perempuan (n=45) (n=45) Kanan Volume saluran telinga/vea (ml) 0,041 Rerata (SD) 0,487 (0,106) 0,450 (0,111) Median 0,480 0,430 Rentang 0,29-0,72 0,26-0,96 Compliance/SAA (ml) 0,085 Rerata (SD) 0,432 (0,234) 0,359 (0,170) Median 0,380 0,320 Rentang 0,18-1,33 0,14-0,87 Tekanan puncak/tpp (dapa) 0,054 Rerata (SD) -64,22(41,13) -48,33 (44,94) Median -57,00-45,00 Rentang -157-11 -227-28 Gradient/TW (dapa) 0,583 Rerata (SD) 71,453 (65,065) 80,007 (63,297) Median 72,00 83,00 Rentang 0,07-289 0,03-248 Kiri Volume saluran telinga/vea (ml) 0,027 Rerata (SD) 0,513 (0,106) 0,476 (0,138) Median 0,510 0,440 Rentang 0,31-0,81 0,21-0,98 Compliance/SAA (ml) 0,010 Rerata (SD) 0,429 (0,181) 0,332 (0,111) Median 0,380 0,320 Rentang 0,21-0,98 0,15-0,69 Tekanan puncak/tpp (dapa) 0,468 Rerata (SD) -56,16 (41,770-50,36 (45,417) Median -47,00-42,00 Rentang -146-29 -227-47 Gradient/TW (dapa) 0,138 Rerata (SD) 59,68 (52,79) 78,83 (60,93) Median 62,00 83,00 Rentang 0,00-258 0,03-248 Ket: *= Berdasarkan uji Mann-Whitney; P< 0,05 = Bermakna Pada Tabel 3 menunjukkan hasil pengukuran timpanometri berdasarkan jenis kelamin. Pada telinga kanan didapatkan rerata dari volume saluran telinga laki-laki 0,487 ml (SD±0,106) dan perempuan 0,450 ml (SD±0,111) dengan nilai p 0,041. Telinga kiri rerata dari volume saluran telinga laki-laki 0,513 ml (SD±0,106) dan perempuan 0,476 ml (SD±0,138) dengan nilai p 0,027. Pada telinga kanan didapatkan rerata dari compliance pada laki-laki 0,432 ml 438

(SD±0,234) dan perempuan 0,359 ml (SD±0,170) dengan nilai p 0,085. Telinga kiri rerata dari compliance pada laki-laki 0,429 ml (SD±0,181) dan perempuan 0,332 ml (SD±0,111) dengan nilai p 0,010. Tabel 4. Korelasi Antar Variabel yang Diteliti Korelasi Antara Telinga Kanan Telinga Kiri Rs P Rs P Volume saluran telinga(vea) dengan 0,404 0,001 0,293 0,005 Compliance (SAA) Volume saluran telinga (Vea) dengan 0,118 0,269 0,179 0,091 Tekanan puncak (TPP) Volume saluran telinga (Vea) dengan -0,089 0,402-0,138 0,194 Gradient (TW) Compliance (SAA) dengan Tekanan Puncak (TPP) 0,126 0,238 0,161 0,129 Compliance (SAA) dengan Gradient (TW) -0,20 0,059-0,162 0,127 Tekanan puncak (TPP) dengan Gradient (TW) 0,039 0,712-0,031 0,770 Ket: rs=koefesien korelasi Rank Spearman Pada Tabel 4 menunjukkan adanya korelasi antar variabel yang diteliti. Didapatkan beberapa korelasi dengan nilai p<0,05 yaitu korelasi antara volume saluran telinga dengan compliance, antara volume saluran telinga dengan tekanan puncak. PEMBAHASAN Pada penelitian yang lain tentang data normal timpanometri pada dewasa muda di China Selatan, menemukan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap etnis dibanding hasil penelitian yang dilakukan Roup dkk.(1998), tetapi tidak memperlihatkan hasil yang signifikan pada jenis kelamin. Penelitian tersebut menilai sebanyak 102 remaja suku non Hispanik Kaukasian laki-laki dan perempuan. Pada penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan pada jenis kelamin sebagai salah satu parameter yang menyatakan bahwa faktor perbedaan ukuran tubuh antara populasi dewasa Kaukasian dengan China Selatan mungkin secara tidak langsung mempengaruhi ukuran rongga telinga tengah. Hal ini menunjukkan perbedaan yang signifikan data normal timpanogram yang diperoleh dari penelitian mereka dibanding dengan populasi Kaukasian. Perbedaan yang terjadi mungkin dipengaruhi oleh struktur anatomi dan ukuran suatu etnik yang mempengaruhi ukuran rongga telinga tengah dan liang telinga (Roup, 1998; Chicchics, 2000). Dari karakteristik sampel penelitian seimbang antara jumlah sampel laki-laki dan perempuan, hanya lebih banyak di usia 4-5 tahun. Rerata dari ear canal volume, compliance dan tympanometric peak pressure pada anak perempuan lebih rendah dari anak laki-laki (p<0,05). Hal ini sesuai dengan kajian yang dilakukan Margolis dan Heller (1987), dimana didapatkan pada anak-anak Kaukasian 439

laki-laki menunjukkan nilai ear canal volume 0,1 cm 3 lebih besar dari anak perempuan (Chicchics, 2000). Dari hasil pengukuran timpanometri pada anak usia 1-5 tahun di Bandung didapatkan rerata dari compliance (SAA) lebih rendah jika dibandingkan hasil penelitian timpanogram Palmu dan Rahko (2003) di Finland pada anak dimana didapatkan rerata dari SAA 0,52 cm 3 (Palmu dan Rahko, 2003). Hasil serupa juga menunjukan bahwa gambaran hasil timpanogram pada kelompok umur anak 4-5 tahun yang lebih tinggi dengan rerata compliance 0,52 (SD±0,32), rerata ear canal volume 0,71 (SD±0,26) (Margolis dan Heller, 1987). SIMPULAN Rerata ear canal volume dan compliance pada anak normal usia 1-5 tahun di Bandung lebih rendah dari ras Kaukasian. Terdapat korelasi yang bermakna antara ear canal volume dengan compliance. Nilai timpanogram pada anak normal usia 1-5 tahun yang didapat pada penelitian ini terhadap jenis kelamin, umur dapat dijadikan sebagai nilai kuantitatif untuk pendekatan interpretasi timpanogram. DAFTAR PUSTAKA ASHA ( American Speech Language Hearing Association).. 1997. Guidelines for Audiologic Screening. ASHA. Rockville. Boies, 1994. Buku Ajar Penyakit THT. Edisi 6. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. Campbell, K.C., Peck J.E. 2008. Audiology. Essential Otolaryngology Head & Neck Surgery, Edisi ke 7.McGraw-Hill, United States. Chicchics A.R, Todd N.W, Nozza R.J, 2000, Developmental Changes in Aural Acoustic Admirrance Measurements. Journal of The American Academy of Audiology 11: 97-102. Margolis, R.H., Heller, J.W. 1987. Screening Tympanometry: Criteria for medical referral. Audiology 26: 197-208. Nozza, R.J. 1996. The Assessment of Hearing and Middle Ear Function in Children. Pediatric Otolaryngology. Edisi ke-3. W.B Saunders, Philadelphia. Onusko, E. 2004. The Assessment of. Tympanometry. American Family Physician 70: 1713-1720. Odges, A.V., Dolan-Ash, S., Butts, S. 2000. Auditory Assessment of Pediatric Patient The Ear Comprehensive Otology. Lippincot Williams & Wilkins. Philadelphia. Anonim. 2011. Otoscopy and Tympanometric Screening. Minnesota Department of Health Community & Family Health. Palmu, A., Rahko, T. 2003. Normative values for tympanometry in 4-5 year 440

old children. International Journal of Audiology 42:.327-330. Roup, C.M., Wiley, T.L., Safady, S.H. 1998. Tympanometric screening norms for adults. American Journal Audiology 7: 1-6. Shahnaz, N., Bork K. 2008. Comparison of Standart and Multi Frequency Tympanometric Measures Obtained With the Virtual 310 System and The Grason Stadler Tympstar. Canadian Journal of Speeach Pathology and Audiology 32: 146-157. 441