4. KARAKTERISTIK DESA. Pertemuan 5

dokumen-dokumen yang mirip
DESA - KOTA : 1. Wilayah meliputi tanah, letak, luas, batas, bentuk, dan topografi.

POLA KERUANGAN DESA A. Potensi Desa dan Perkembangan Desa-Kota Bintarto

Pola pemukiman berdasarkan kultur penduduk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sumber daya alam yang terdapat pada suatu wilayah pada dasarnya merupakan modal

SOSIOLOGI PEDESAAN (lanjutan)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV GAMBARAN UMUM 4.1. Gambaran Umum Desa

Unsur - unsur potensi Fisik desa. Keterkaitan Perkembangan Desa & Kota

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. kabupaten yang salah satu dari 14 Desa Kelurahan pada awalnya merupakan

BAB III KONDISI MASYRAKAT TERANTANG. dipimpin oleh seorang kepala suku. Suku Domo oleh Datuk Paduko, Suku

BAB 11 PROFIL DESA KOTO PERAMBAHAN. Kampar Timur Kabupaten Kampar. Menurut beberapa tokoh masyarakat, Desa

BAB I PENDAHULUAN. dan jalan-jalan. Penggunaan tanah yang luas adalah untuk sektor pertanian yang

KONSEP DASAR SOSIOLOGI PERDESAAN. Pertemuan 2

I. PENDAHULUAN. pada setiap tahunnya juga berpengaruh terhadap perkembangan pembangunan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

I. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Sumber daya alam merupakan titipan Tuhan untuk dimanfaatkan sebaikbaiknya

IV. GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN. Awal terbentuknya Desa Margo Mulyo Pada tahun 1960 terjadi bencana alam

BAB I PENDAHULUAN. besar di dalam suatu ekosistem. Hutan mampu menghasilkan oksigen yang dapat

WAWASAN SOSIAL BUDAYA. Kehidupan Pedesaan Dan Perkotaan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sumberdaya alam

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Merak Belantung secara administratif termasuk ke dalam Kecamatan

penelitian ini akan diuraikan beberapa konsep yang dijadikan landasan teori penelitian. Adapun tinjauan pustaka dalam penelitian adalah.

II. TINJAUAN PUSTAKA Konversi Lahan Konversi lahan merupakan perubahan fungsi sebagian atau seluruh

BAB V TINGKAT KEINGINAN PINDAH PENDUDUK DI DAERAH RENTAN BAHAYA LONGSOR

MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

*9740 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA (UU) NOMOR 15 TAHUN 1997 (15/1997) TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

A. LATAR BELAKANG PENELITIAN

BAB II KONDISI WILAYAH DESA SEMPOR. membuat sungai dari sebelah barat (Sungai Sampan), sedang yang muda

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Setiap manusia harus memenuhi kebutuhannya, guna kelangsungan hidup.

BAB I PENDAHULUAN. Kekayaan budaya itu tersimpan dalam kebudayaan daerah dari suku-suku bangsa yang

I. PENDAHULUAN. Sebagian besar wilayah Indonesia merupakan pedesaan yang kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan. Hampir semua sektor pembangunan fisik memerlukan lahan,

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI PULAU DOOM KOTA SORONG. : Permukiman, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Permukiman

BAB I PENDAHULUAN. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari satu pulau ke pulau lain

UU 15/1997, KETRANSMIGRASIAN. Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Nomor: 15 TAHUN 1997 (15/1997) Tanggal: 9 MEI 1997 (JAKARTA)

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN

BAB I PENDAHULUAN. hidup dari suatu masyarakat yang beraneka ragam, mulai dari keorganisasian

BAB I PENDAHULUAN. menjadi modal dasar pembangunan nasional disektor pertanian sebagai prioritas

BAB I PENDAHULUAN. Seiring dengan perkembangan zaman, pertumbuhan penduduk dari tahunketahun

BAB I PENDAHULUAN. Manusia sebagai makhluk hidup dalam melangsungkan kehidupannya

PENATAAN PEMUKIMAN NELAYAN TAMBAK LOROK SEMARANG

BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Desa Perawang Barat maju pesat dalam pembangunan maupun perekonomian, hal ini didukung

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Metro. Kelurahan Karangrejo pertama kali dibuka pada zaman pemerintahan

- 1 - MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

BAB II PROFIL WILAYAH

BAB IV KONDISI UMUM 4.1 Letak dan Luas IUPHHK-HA CV. Pangkar Begili 4.2 Tanah dan Geologi

TUGAS GEOGRAFI PEDESAAN. Oleh : Nim :

BAB I PENDAHULUAN. Upaya pemerintah Indonesia dalam pengembangan kepariwisataan

IV. GAMBARAN UMUM TEMPAT PENELITIAN. Pada Bab sebelumnya peneliti telah menjelaskan beberapa metode yang

Dasar Legalitas : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG

VIII. REKOMENDASI KEBIJAKAN

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II TINJAUAN ASET WISATA DAN PEMUKIMAN TRADISIONAL MANTUIL 2.1. TINJAUAN KONDISI DAN POTENSI WISATA KALIMANTAN

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 12 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENDAYAGUNAAN DATA PROFIL DESA DAN KELURAHAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

PERENCANAAN DESA. Perencanaan Desa merupakan suatu kegiatan yang diperlukan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan penduduk desa.

Dasar Legalitas : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG

II. TINJAUAN PUSTAKA. lukisan atau tulisan (Nursid Sumaatmadja:30). Dikemukakan juga oleh Sumadi (2003:1) dalam

BAB I PENDAHULUAN. Jumlah tingkat pendidikan penduduk sebagai berikut : Tabel 1.1 Penduduk Desa Pekandangan Menurut Jenis Pekerjaan:

PENDAHULUAN. peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan sosial, pembangunan dan

BAB 8 KESIMPULAN DAN SARAN

KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. Pembangunan yang dilakukan di negara-negara dunia ketiga masih menitikberatkan

BAB III GAMBARAN WILAYAH PENELITIAN. A. Kelurahan Proyonanggan Utara Batang

PENDAHULUAN. Latar Belakang

SOSIOLOGI PERTANIAN ( ) PEMAHAMAN DESA. Dr. Ir. Teguh Kismantoroadji, M.Si.

BAB I PENDAHULUAN. itu merupakan suatu anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Menurut UU RI No.

BAB III PELAKSANAAN PRAKTEK SEWA SAWAH DI DESA TAMANREJO KECAMATAN TUNJUNGAN KABUPATEN BLORA

BAB I PENDAHULUAN. mengelola tanah hingga menanam bibit sampai menjadi padi semuanya dilakukan

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. secara geografis terletak antara 101º20 6 BT dan 1º55 49 LU-2º1 34 LU, dengan

geografi Kelas X PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI I KTSP & K-13 A. PENGERTIAN GEOGRAFI a. Eratosthenes b. Ptolomeus

BAB I PENDAHULUAN. Hutan Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman sumber daya hayati yang

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Seberang Pulau Busuk merupakan salah satu desa dari sebelas desa di

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Penggunaan lahan di Kabupaten Serang terbagi atas beberapa kawasan :

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. dikenal karena keberadaan Desa Gobah berada diantara Sungai Kampar dan

BAB I PENDAHULUAN. mengembangkan dan membangun pertanian. Kedudukan Indonesia sebagai negara

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PLPBK RENCANA TINDAK PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN BAB III GAMBARAN UMUM KAWASAN PRIORITAS KELURAHAN BASIRIH BANJARMASIN BARAT

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 12 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENDAYAGUNAAN DATA PROFIL DESA DAN KELURAHAN

Penatatan ruang daerah bertujuan mewujudkan ruang kabupaten berbasis. pertanian yang didukung industri, perdagangan, pariwisata dan sosial

KAJIAN PERMUKIMAN DI KAWASAN HUTAN BAKAU DESA RATATOTOK TIMUR DAN DESA RATATOTOK MUARA KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

PENDAHULUAN Latar Belakang

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 12 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN DAN PENDAYAGUNAAN DATA PROFIL DESA DAN KELURAHAN

BAB III Gambaran Umum BAPPEDA Kabupaten Sukabumi. derajat Bujur Timur dan 60 derajat 57 sampai 70 derajat 25 Lintang

BAB I PENDAHULUAN. Setiap kehidupan manusia senantiasa mengalami perubahan-perubahan. Hal

SURAT PERNYATAAN KATA PENGANTAR... DAFTAR GAMBAR v DAFTAR TABEL vii ABSTRAK viii ABSTRACT. ix

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

I. PENDAHULUAN. ruang untuk penggunaan lahan bagi kehidupan manusia. Sehubungan dengan hal

Transkripsi:

4. KARAKTERISTIK DESA Pertemuan 5

TUJUAN PERKULIAHAN 1. Mahasiswa memahami berbagai karakteristik desa 2. Mahasiswa mampu menganalisa berbagai karakteristik desa

KARAKTERISTIK DESA Secara umum dapat dilihat dari keadaan alam dan lingkungan hidup Tipologi perdesaan hampir sebagian besar perkampungan atau dusun Ada keterkaitan dengan etika dan budaya setempat (perilaku Ada keterkaitan dengan etika dan budaya setempat (perilaku sederhana, mudah curiga, menjunjung tinggi kekeluargaan, tertutup dalam hal keuangan, menghargai orang lain, suka gotong royong, religius, dst)

KARAKTERISTIK DESA Selalu dikontraskan dengan pemahaman masyarakat kota untuk memperjelas karakteristiknya

KARAKTERISTIK DESA MITRA? Kehidupan dan mata pencaharian sangat erat hubungannya dengan alam Anggota keluarga mengambil peran bertani dengan tingkat keterlibatan berbeda Sangat terikat dengan lingkungan dan nilai-nilai Terbangun kekerabatan yang kuat Corak feodalisme nampak Banyak berkaitan dengan tradisi, nilai, norma, adat yang turun temurun statis Keterbukaan dan keterlibatan erat dengan masalah keagamaan Sebagian masih meyakini nilai/kepercayaan mistis Kondisi alam atau kepadatan penduduk dengan beban tanggungan keluarga besar kemiskinan

POLA EKOLOGI DESA 1. Penggunaan lahan di perdesaan 2. Pola pemukiman perdesaan

1. PENGGUNAAN LAHAN DI PERDESAAN Wilayah perdesaan menunjukkan bagian yang memperlihatkkan penggunaan lahan yang luas sebagai ciri penentu Lahan perdesaan umumnya digunakan untuk Lahan perdesaan umumnya digunakan untuk kehidupan sosial dan ekonomi

1. PENGGUNAAN LAHAN DI PERDESAAN Kehidupan sosial - berkeluarga - beribadat - olahraga - bersekolah - berekreasi Kehidupan ekonomi - pertanian - peternakan - perindustrian - perkebunan - kehutanan - perdagangan

Pola penggunaan lahan untuk kehidupan ekonomi umumnya masih didominasi untuk kegiatan pertanian baik tradisional maupun modern Jenis pertanian : 1. Pertanian berpindah 2. Pertanian menetap

BAGAIMANA DENGAN DESA MITRA KALIAN? Kehidupan Sosial Kehidupan Ekonomi

2. POLA PEMUKIMAN PERDESAAN Faktor-faktor yang mempengaruhi pola lokasi desa : 1. Letak desa 2. Keadaan iklim 3. Kesuburan tanah 4. Tata air 5. Keadaan ekonomi 6. Keadaan kultur penduduk

A. JENIS POLA DESA MELINGKAR Desa dengan tempat tinggal penduduk melingkar dengan pusat kegiatan sosial budaya (fasilitas) yang terletak di tengah. Sawah atau ladang tersebar di luar lingkaran utama Arah pengembangan lebih mudah (ke segala arah dan jurusan)

B. POLA DESA MENYUSUR SEPANJANG SNGAI/JALAN Pemukiman penduduk berada di sekitar sungai atau jalan raya Belakang pemukiman terdapat sawah/ ladang Pengembangan industri menyesuaikan pola pemukiman (contoh : industri kecil perikanan)

C. POLA DESA TERPUSAT/ KONSENTRIS Pemukiman penduduk mengumpul di suatu lokasi yang memiliki administratif lebih kecil (contoh : dusun) Terdapat lahan pertanian di antara dusun-dusun Menyebabkan interaksi yang erat dan akrab Adanya kesamaan keturunan dan rasa senasib Sangat dipengaruhi kondisi kesuburan tanah Pola pengembangan desa ke segala arah dan jurusan

D. POLA LOKASI DESA LINIER Berada di dataran rendah dan memanjang mengikuti jalan raya yang melewati desa Memerlukan jalan tembus mengelilingi desa (ring road)

BAGAIMANA DENGAN DESA MITRA KALIAN? POLA DESA MELINGKAR POLA DESA TERPUSAT/KONSENTRIS POLA DESA MENYUSUR SEPANJANG SUNGAI/JALAN POLA DESA LINIER

TIPOLOGI DESA

TIPOLOGI DESA Dilihat dari aspek dominan seperti mata pencaharian dan pola interaksi sosial Beberapa tipologi Desa di Indonesia : 1. Pradesa 2. Desa Swadaya 3. Desa Swakarsa 4. Desa Swasembada

1. PRADESA paling sederhana merupakan pemukiman sementara/ bagi orang yang berpeindah-pindah Ciri-ciri a. Hampir tidak ada yang tinggal menetap (permanen) b. Bergantung pada ketersediaan sumber lahan c. Tidak memungkinkan tumbuh dan berkembang tata kehidupan dan organisasi atau lembaga sosial yang mantap

2. DESA SWADAYA Desa terbelakang dengan budaya kehidupan tradisional dan adat istiadat Ciri umum a. Mayoritas mata pencaharian sektor primer (berburum bercocok tanam tradisional) b. Produksi desa sangat rendah c. Adat istiadat mengikat kuat d. Pendidikan dan keterampilan rendah e. Prasarana kurang f. Lembaga formal dan informal kurang g. Sifat sedenter : kelompok/ keluarga tertentu yang bermukim/ menetap

BADUY

3. DESA SWAKARSA Memiliki perkembangan lebih maju dari desa swadaya Ciri a. Mata pencaharian bergeser dari sektor primer ke industri (pertanian teknologi) b. Produksi desa sedang c. Kelembagaan formal dan informal mulai berkembang d. Keterampilan masyarakat dan pendidikan tingkat sedang e. Fasilitas dan prasarana mulai ada f. Swadaya masyarakat dan gotong royong dalam pembangunan g. Adat tidak lagi terlalu memengaruhi pola kehidupan anggota masyarakat

4. DESA SWASEMBADA Kemandirian lebih tinggi di segala bidang Ciri a. Sebagian besar mata pencaharian dalam sektor jasa dan perdagangan b. Produksi desa tinggi c. Adat istiadat tidak mengikat, meskipun sebagian besar masyarakat sudah menggunakannya d. Kelembagaan formal dan informal berjalan sesuai fungsinya e. Keterampilan masyarakat dan pendidikan tinggi f. Fasilitas dan prasarana lengkap dan baik g. Penduduk memiliki inisiatif melalui swadaya dan gotong royong dalam pembangunan

TIPOLOGI DESA Berdasarkan mata pencahariannya desa dibagi menjadi beberapa tipe : 1. Desa persawahan 2. Desa perladangan 3. Desa perkebunan 4. Desa peternakan 5. Desa Nelayan 6. Desa Industri kecil 7. Desa Industri sedang dan besar 8. Desa Jasa dan perdagangan

BAGAIMANA DENGAN DESA MITRA KALIAN? PRADESA DESA SWAKARSA DESA SWADAYA DESA SWASEMBADA