BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Pembangunan nasional Indonesia sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia. Salah satu unsur kualitas sumber daya manusia adalah tingkat kesehatan, baik kesehatan penduduk secara umum maupun kesehatan bagi tenaga kerja. 1 Pemerintah telah bertekad untuk meningkatkan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja yang merupakan bagian dari pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan nasional secara keseluruhan. Upaya perlindungan terhadap tenaga kerja adalah merupakan suatu upaya untuk mencapai tingkat produktivitas yang tinggi. Peranan tenaga kerja memegang posisi kunci, oleh karena itu manusia sebagai tenaga kerja merupakan pelaksana dalam berbagai sistem kerja. 2 Beberapa pekerjaan mengharuskan tenaga kerja bekerja dalam posisi duduk sehingga kursi merupakan peralatan terpenting yang harus digunakan. Penggunaan kursi dan meja diharapkan dapat mempermudah tenaga kerja dalam mengerjakan tugasnya, sehingga diperlukan ukuran kursi dan meja yang sesuai dengan tenaga kerja. 3 Aspek-aspek ergonomi dalam suatu proses rancang bangun fasilitas kerja adalah merupakan suatu faktor penting dalam menunjang peningkatan pelayanan jasa produksi, terutama dalam hal perancangan ruang dan fasilitas akomodasi. Untuk mendapatkan suatu rancangan yang optimum dari suatu ruang dan fasilitas akomodasi, maka hal-hal yang harus diperhatikan adalah faktor-faktor seperti panjang dari dimensi tubuh manusia baik dalam posisi statis maupun dinamis. 4 Menurut penelitian yang dilakukan oleh Setyaningsih tahun 2002, pemakaian kursi dan meja yang tidak tepat ukurannya cenderung membuat sikap duduk yang salah, hal tersebut apabila dilakukan terus menerus dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh serta menimbulkan kelelahan. 5 Kelelahan adalah aneka keadaan yang disertai penurunan efisiensi dan kapasitas dalam bekerja yang dapat disebabkan oleh cara kerja atau posisi kerja yang kurang baik. 6 Kelelahan dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti umur, jenis
kelamin, kondisi kesehatan, status gizi, faktor ergonomi, beban kerja, faktor psikologi dan kondisi lingkungan. 7 Hasil penelitian Mandal tahun 2004 merekomendasikan penggunaan perabot yang sesuai untuk anak-anak. Jika perabot pendukung posisi duduk kurang baik, maka dapat menyebabkan pola perilaku yang memicu kesalahan posisi duduk, sedemikian rupa sehingga dapat menyebabkan anak mengalami cedera tulang belakang atau deformasi tulang belakang. Pada penelitian Fish tahun 2004 memaparkan fakta bahwa lebih dari 50% anak laki-laki dan 30% anak perempuan telah mengalami deformasi tulang belakang akibat penggunaan perabot sekolah yang tidak ergonomis. 8 Anak sekolah merupakan kelompok masyarakat yang berada pada periode masa pertumbuhan, sehingga rawan akan terjadi gangguan-gangguan kesehatan. Selain itu golongan masyarakat usia sekolah (6-18 tahun) merupakan bagian yang besar dari penduduk Indonesia (± 29 %), diperkirakan 50% dari jumlah tersebut adalah anak-anak sekolah. 9 Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan, seperti upaya pembinaan lingkungan sekolah yang sehat termasuk di dalamnya mencakup status gizi, lingkungan fisik, mental dan sosial. 1 Salah satu lingkungan fisik yang harus diperhatikan adalah sarana belajar di sekolah, meliputi meja dan kursi yang digunakan. Meja kursi belajar yang digunakan harus disesuaikan dengan ukuran antropometri siswa, maksud penyesuaian ini untuk mencegah terjadinya kelainan pertumbuhan. 9 Ketidakserasian antara ukuran antropometri sarana sekolah (meja kursi) dengan ukuran antropometri tubuh anak sekolah belum mendapat perhatian yang serius, maka perlu ditinjau kembali mengingat dampaknya terhadap kesehatan anak sekolah. Hasil penelitian Woro tahun 2002 juga menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara sarana sekolah (meja-kursi) dengan ukuran tubuh anak (meja 100%, kursi 81,11%). Dampak dari kondisi tersebut menyebabkan kelelahan anak (20%) dan berbagai keluhan antara lain pusing (74,7%), lengan sakit (72,3%), leher sakit (61,3%), merasa lelah (65,4%) dan didukung pula dengan sikap duduk anak yang tidak nyaman (menulis sambil berdiri), sedangkan konsentrasi belum
menimbulkan pengaruh pada ketidaksesuaian sarana sekolah dengan ukuran tubuh anak. Ketidaksesuaian antara sarana sekolah (meja-kursi) dengan ukuran tubuh anak sekolah menyebabkan kelelahan, berbagai keluhan dan membentuk sikap duduk yang tidak sehat dan tidak nyaman. 10 Selain faktor ergonomi, status gizi juga dapat mempengaruhi kelelahan. 7 Gizi merupakan salah satu faktor dari kapasitas kerja yang dapat menyebabkan kelelahan. Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absorpsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan. Untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ menghasilkan energi. Konsumsi makanan setiap hari menentukan status gizi seseorang dan gizi yang baik akan meningkatkan derajat kesehatan seseorang atau tenaga kerja. 11 Salah satu indikator pengukuran status gizi secara langsung adalah dengan antropometri gizi. Antropometri gizi adalah sebagai indikator status gizi yang dapat dilakukan dengan mengukur beberapa parameter. Parameter antropometri merupakan dasar dari penilaian status gizi. Kombinasi antara beberapa parameter disebut indeks antropometri. 11 Parameter penilaian status gizi menurut BMI (Body Mass Index) dengan kriteria underweight, batas normal, overweight atau obesitas yang diukur dengan mengukur berat badan menurut tinggi badan (BB/TB). 12 Dari uraian di atas, maka akan diteliti hubungan antara status gizi dan kesesuaian ukuran tubuh terhadap alat kerja dengan tingkat kelelahan di SDN Sompok 04. Sampel penelitian yang diambil adalah siswa kelas V-VI SDN Sompok 04 Semarang yang berjumlah 81 siswa. B. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang masalah ini, maka dirumuskan masalah : adakah hubungan antara status gizi dan kesesuaian ukuran tubuh terhadap alat kerja dengan tingkat kelelahan siswa di SDN Sompok 04 Semarang? C. TUJUAN PENELITIAN
1. Tujuan Umum Mengetahui hubungan antara status gizi dan kesesuaian ukuran tubuh terhadap alat kerja dengan tingkat kelelahan siswa di SDN Sompok 04 Semarang. 2. Tujuan Khusus - Menilai status gizi siswa - Mengukur kesesuaian ukuran tubuh terhadap alat kerja siswa - Mengukur tingkat kelelahan siswa - Menganalisis hubungan status gizi dengan tingkat kelelahan siswa - Menganalisis hubungan kesesuaian ukuran tubuh terhadap alat kerja dengan tingkat kelelahan siswa. D. MANFAAT 1. Bagi Peneliti Menambah wawasan dan pengetahuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang dimiliki terutama dalam mengkaji aspek ergonomi. 2. Bagi Instansi Memberikan informasi bagi instansi mengenai dampak dari penggunaan meja kursi sekolah terhadap kesehatan anak sekolah. E. Bidang Ilmu Penelitian ini termasuk dalam bidang Kesehatan Masyarakat khususnya bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja. F. Keaslian Penelitian Ada beberapa penelitian sejenis yang telah dilakukan sebelumnya, namun penelitian ini ada perbedaannya. Penelitian Sucipto berjudul Hubungan Antara Tinggi Siku Dengan Perasaan Kelelahan Pekerja Pemotong Rambut Madura Di Kecamatan Semarang Timur. Jenis penelitian Explanatory Research dengan simpulan ada hubungan antara tinggi siku dengan perasaan kelelahan. Peneliti Sucipto meneliti tentang kelelahan yang disebabkan oleh tinggi siku pada pekerja
pemotongan rambut dengan posisi berdiri dan pengukuran kelelahannya dengan perasaan kelelahan, sedangkan penelitian ini menekankan pada ukuran tubuh terhadap alat kerja pada siswa pada posisi duduk, seperti ukuran meja kursi dengan pengukuran kelelahan menggunakan rangsang cahaya. Penelitian Wulan Pangestuti berjudul Hubungan Antara Sikap Kerja Dengan Perasaan Kelelahan Pada Pekerja Pengolahan Kayu PT. Mitra Saudara Indosegon Di Kecamatan Singorejo Kabupaten Kendal. Jenis penelitian Explanatory Research dengan simpulan ada hubungan antara sikap kerja dengan perasaan kelelahan. Penelitian Wulan Pangestuti meneliti tentang perasaan kelelahan yang disebabkan oleh sikap kerja pada pekerja, sedangkan penelitian ini menekankan pada tingkat kelelahan yang dipengaruhi oleh status gizi dan kesesuaian ukuran tubuh terhadap alat kerja pada siswa SD.