BAB II LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu publik eksternal public relations adalah media. Media memiliki

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB 1 PENDAHULUAN. Di era globalisasi ini, kebutuhan manusia terhadap teknologi informasi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. media massa maupun elektronik. Media- media tersebut yang sering dijumpai

BAB 4 HASIL PENELITIAN. Dalam penulisan skripsi ini, penulis memilih informan yang memiliki

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi. Website sangat membantu pekerjaan Public Relations menjadi lebih

BAB I PENDAHULUAN. menarik dan menjaga loyalitas konsumen, salah satunya melalui iklan.

TUGAS & FUNGSI PR. Part 3 Part 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Banyak penulis yang mendefinisikan apa pengertian dari Public Relations (PR), salah

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara. 1 Universitas Sumatera Utara

PELATIHAN VOCATIONAL BAGI KELOMPOK STRATEGIS

Promosi adalah suatu kegiatan bidang marketing yang merupakan komunikasi yang dilaksanakan perusahaan kepada pembeli atau konsumen yang memuat

BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

Konsep Public Relations

Produksi Media Public Cetak. Modul ke: 02FIKOM. Hubungan Komunikasi Pemasaran dan Humas ) Mintocaroko, S.Sos., M.Ikom. Fakultas. Program Studi HUMAS

Kata kunci: public relations, manajemen, staff public relations, Mirota Kampus.

BAB I PENDAHULUAN. (mobil, komputer, handycraft), sampai wedding pun tersedia. Event Organizer

Universitas Multimedia Nusantara

ABSTRAKSI. Nama: Yudo Aryo Wicaksono NIM: Kelas: S1-TI-2A

BAB I PENDAHULUAN. tanpa mengabaikan kegiatan-kegiatan lainnya, seperti kegiatan produksi, keuangan, personalia dan lain sebagainya.

BAB II KAJIAN TEORITIS

BAB 2 LANDASAN TEORI. Ibis Hotel Jakarta Slipi) maka penulis menggunakan teori-teori dasar yang berkaitan

BAB I PENDAHULUAN. Kehidupan sekarang ini sudah memasuki era sosial media, yang telah

BAB 1 PENDAHULUAN. Salah satu bagian dari bauran komunikasi pemasaran atau bauran

BAB 1 PENDAHULUAN. memiliki personal branding, setidaknya untuk lingkungan terdekatnya.

BAB I PENDAHULUAN. aspek kehidupan. Komunikasi pun akhirnya tidak dapat ditawar lagi dan menjadi

BAB I PENDAHULUAN. Peningkatan taraf hidup dan gaya hidup masyarakat yang sangat beragam

PEMASARAN ONLINE (Manfaat, Keuntungan & Cara Kerjanya)

BAB I PENDAHULUAN. Semakin pesatnya pesaingan dalam era globalisasi sekarang ini, semakin banyak

BAB I PENDAHULUAN. penting daripada daya tariknya. Endorser yang kredibel adalah orang yang. bisa dipercaya dan mempunyai keahlian tertentu.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. dikatakan bahwa industri perbankan adalah merupakan industri yang menjual. kepercayaan kepada masyarakat sebagai nasabahnya.

BAB 1 PENDAHULUAN. dapat memberikan persepsi kepada masyarakat atau publik. Pemahaman dari suatu

BAB I PENDAHULUAN. Kehadiran Humas memegang peranan penting dalam setiap organisasi, baik pada

BAB I PENDAHULUAN. konsumen dengan harapan produk dapat dilihat, dipahami dan dibeli oleh pembeli

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Grafik Perbandingan Jumlah Pengusaha Indonesia Dengan Negara Lain. Indonesia

KOMUNIKASI PEMASARAN. Pertemuan 9

BAB I PENDAHULUAN. organisasi dalam hal ini pemerintah dapat berjalan dengan lancar dan berhasil dan. menyebabkan suatu permasalahan yang baru.

BAB IV PENUTUP. 1.1 Kesimpulan

PUBLIC RELATIONS DALAM KEGIATAN MARKETING

Marketing Communication Management

PERIKLANAN. (Chapter 1, Perkenalan Periklanan)

Berita Feature Opini Tajuk Essay Kolom. Sastra Tulisan Ilmiah Tulisan Ilmiah Populer

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Komunikasi adalah suatu bentuk interaksi manusia yang saling

BAB I PENDAHULUAN. berfungsi sebagai unsur yang membantu menunjang melalui berbagai

BAB I PENDAHULUAN. Seiring berkembangnya teknologi informasi sekarang ini membuat

BAB I PENDAHULUAN. komunikasi agar membawa dampak optimal untuk organisasi, publik, maupun kepentingan bisnis menuju ke arah yang lebih baik.

2.1 Strategi Komunikasi Pemasaran

BAB 1 PENDAHULUAN. Setiap perusahaan atau organisasi membutuhkan peran public relations untuk

OLEH PROF. DR. JAMALUDDIN, M.ED KOORDINATOR WILAYAH XIII ACEH

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era globalisasi ini, persaingan bisnis ini menjadi sangat tajam baik

BAB I PENDAHULUAN. besar bagi perubahaan gaya hidup. Manusia selalu berusaha untuk memenuhi

U N I V E R S I T A S G U N A D A R M A

1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN

INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dewasa ini untuk menciptakan kerja sama, dimana orang-orangnya

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. mendunia dan tidak berbatas atau tak mengenal batas wilayah. Globalisasi adalah

BAB II KAJIAN TEORI. A. Perancangan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

Integrated Marketing Communication (IMC) : Pengantar Umum

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya penggunaan teknologi berbasis internet kini mulai marak

BAB I PENDAHULUAN. memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi melalui internet. Namun Koran

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan suatu aktivitas yang sangat mendasar didalam. kehidupan manusia sehari-hari. Dengan komunikasi manusia dapat

BAB I PENDAHULUAN. terlebih kehidupan manusia. Komunikasi sendiri merupakan topik yang

BAB 1 PENDAHULUAN. komunikasi tersebut dilakukan, yaitu konteks komunikasi antarpribadi,

MODUL. Strategi Image/Soft Sell (3 SKS) Oleh : Dra. Nanik Ismiani

INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION

Marketing Communication Management

BAB 2 LANDASAN PERANCANGAN

PERENCANAAN PEMASARAN USAHA KECIL (Tugas Kelompok Kewirausahaan)

BAB I PENDAHULUAN. perubahan teknologi telah membuat kegiatan branding pun mengalami perubahan.

BAB I PENDAHULUAN. Menyadari fenomena, pemasaran merupakan suatu kegiatan pokok dalam

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. keseluruhan sistem pemasaran. sebelum dan sesudah kegiatan itu berjalan.

APLIKASI MEDIA INTERAKTIF PADA MEDIA PROMOSI BUSINESS TO BUSINESS

BAB V PENUTUP. D jilbab tetap bisa eksis ditengah persaingan branding, melalui upaya

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Konsep-Konsep Periklanan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. komunikasi eksternal dan komunikasi internal. Komunikasi eksternal dilakukan kepada

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang

Standar Kompetensi Profesi Humas. Edited by: Sumartono, S.Sos., MSI

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Konteks Penelitian. Media massa merupakan salah satu sumber informasi yang digunakan dan

BAB I PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Popularitas Aplikasi Go-jek. Jan Feb Mar

BAB V PENUTUP Kesimpulan

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN MELALUI PERIKLANAN PUBLIC RELATIONS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

BAB I PENDAHULUAN. jaringan digital, jangkauan global, interaktivitas, may to many communications,

BAB IV ANALISIS MINAT NASABAH NON MUSLIM TERHADAP PRODUK PEMBIAYAAN MUSYA>RAKAH DI BANK SYARIAH BUKOPIN CABANG DARMO

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teori Umum Teori-teori ini merupakan teori umum yang akan dipakai sebagai landasan pembahasan masalah. 2.1.1 Public Relations Definisi Public Relations menurut beberapa ahli : a. Menurut Cutlip, Center, dan Broom tentang Public Relations yang dikutip oleh Elvinaro Ardianto. dalam bukunya Public Relations Praktis (2009:3), bahwa : Public Relations is the management function which evaluate public attitudes, identifies the policies and procedures of an individual or an organization with the public interest, and plans and executes a program of action to earn public understanding an acceptances Public relations merupakan fungsi manajemen untuk menilai sikap publik, mengidentifikasikan kebijakan serta prosedur yang ada, dan semuanya dilakukan berdasar pada kepentingan yang publik miliki untuk memperoleh pengertian dan pengakuan mereka. 7

8 b. Dalam buku Public Relations 2.0; Teori dan Praktik Public Relations di Era Cyber (2011:2), Wahidin Saputra dan Rulli Nasrullah mengutip pernyataan dari W. Emerson Reck, Public Relations Director, Colgate University, yang mengemukakan : Public Relations is the continued process of keying policies, services and actions to the best interest of those individual or institutions coverts, and secondly, it is the interpretation of these policies, services and actions to assure complete understanding and appreciation (Public Relations adalah kelanjutan dari proses penetapan kebijaksanaan, penentuan layanan-layanan dan sikap yang disesuaikan dengan kepentingan orang-orang atau golongan agar orang atau lembaga itu memperoleh kepercayaan dan goodwill dari mereka. Kedua, pelaksanaan kebijaksanaan pelayanan dan sikap adalah untuk menjamin adanya pengertian dan penghargaan yang sebaik-baiknya ) Dari pernyataan tersebut, dapat kita lihat bahwa Public Relations adalah salah satu faktor penting bagi perusahaan untuk bertahan hidup. Sebab kegiatan Public Relations berbicara tentang bagaimana mengelola suatu hubungan yang dibangun di antara perusahaan dan masyarakat sebagai publiknya. Hubungan ini akan menentukan ke arah mana perusahaan akan berjalan. Jika hubungan yang terjalin memiliki muatan positif, maka otomatis perusahaan akan dapat meneruskan eksistensinya di bidang yang dijalani. Namun di sisi lain, jika hubungan antara perusahaan dan masyarakat memiliki muatan negatif, Public Relations Officer perlu untuk segera mengatasi kendala ini. Ia harus segera mengantisipasi hal-hal seperti pendapat negatif bahkan penolakan terhadap perusahaan serta produk atau jasa yang ditawarkan. Hubungan ini menjadi begitu penting dan sensitif karena yang dipertaruhkan tidak lain adalah eksistensi perusahaan itu sendiri.

9 Public relations officer bergerak di barisan paling depan untuk menjaga reputasi dan mengkomunikasikan rencana-rencana yang dimiliki perusahaan. Ia bertugas untuk memantau dan memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi sebagai konsekuensi dari setiap keputusan yang dibuat oleh perusahaan. Publlic relations officer harus siap siaga untuk menghadapi krisis akibat keputusan tersebut, dengan mempelajari lebih dulu tentang dampak dari keputusan yang dibuat. Bahkan tak hanya dampaknya, tetapi juga siapa saja yang terlibat dan terkena dampak itu di kemudian hari. Pada akhirnya kegiatan Public Relations akan berkaitan erat dengan pembentukan dan penjagaan image perusahaan. Dan hal tersebut secara sederhana seperti yang dikatakan oleh Applegate (Jurnal, 2006) bahwa praktisi Public Relations bertugas untuk menjembatani antara perusahaan dan publik sebab sama-sama saling membutuhkan. 2.1.2 Brand Catherine Kaputa dalam bukunya You Are a Brand (2011: 1), mengatakan bahwa branding di masa sekarang bukan lagi berbicara tentang hard things tetapi branding lebih berkenaan dengan soft power. Ia megungkapkan bahwa soft things yang berupa reputasi dan brand perusahaan, gagasan-gagasan dan modal intelektual, relasi dengan konsumen dan aliansi usaha, yang memiliki nilai paling tinggi untuk sebuah brand. Menurut Susan A. Friedmann (Jurnal, 2002), brand adalah jalinan emosional di antara perusahaan dan para pelanggannya. Konsistensi dan pengulangan merupakan hal yang sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap brand tersebut.

10 Masyarakat membeli brand yang ada dan memberikan kepercayaan pada brand tersebut. Susan mengatakan bahwa brand merupakan bentuk janji yang diberikan oleh perusahaan kepada para pelanggannya. Penulis menyetujui pernyataan-pernyataan di atas. Brand saat ini adalah hal yang menurut penulis dapat dikatakan sensitif sebab ia berkaitan dengan gagasan-gagasan atau ide-ide yang ada dalam benak manusia. Sehingga akan timbul hubungan emosional di antara perusahaan dengan pelanggan karena brand akan menanamkan kepercayaan pada pelanggan mereka melalui gagasan atau ide yang perusahaan miliki. Apa yang masyarakat lihat dari brand menurut penulis akan mempengaruhi pandangan mereka terhadap citra yang nantinya akan timbul seiring dengan perkembangan brand perusahaan. Di mana citra yang muncul dari pandangan masyarakat terhadap brand pun akan mempengaruhi keputusan yang akan diambil oleh masyarakat. Penulis memandang bahwa brand yang kuat akan menimbulkan citra yang baik dan pada akhirnya awareness terhadap brand tersebut akan meningkat pula, tentunya ditambah dengan teknik yang baik dan tepat untuk menarik perhatian dari masyarakat. 2.1.3 Citra Jika pada poin sebelumnya penulis telah membahas tentang brand, maka di poin ini penulis akan membahas tentang hal yang berkaitan sangat erat dengan brand yaitu citra. Salah satu hal yang sangat perlu untuk diperhatikan oleh perusahaan dalam menjaga eksistensinya adalah citra atau yang biasa disebut dalam bahasa inggris dengan

11 image. Citra terbentuk dari penilaian baik atau buruk dari masyarakat sebagai publik dari sebuah perusahaan/organisasi. Di mana penilaian tersebut berhubungan erat dengan timbulnya rasa hormat, kesan-kesan yang baik dan menguntungkan bagi citra perusahaan. Dengan adanya perilaku atau pendapat yang negatif, dapat dipastikan akan langsung berdampak buruk pada citra perusahaan. Namun jika perilaku atau pendapat itu positif, maka akan membawa dampak baik bagi perusahaan. (Elvinaro Ardianto, 2009:131). Menurut penulis, citra atau image paling mudah kita lihat urgensinya jika merujuk pada para Public Figure. Setiap figur publik seperti penyanyi, aktor, pembawa acara, bahkan politisi, sering bersinggungan dengan pembentukan citra karena mereka melakukan kegiatan Personal Branding. Dalam melakukan Branding, mereka membutuhkan citra yang positif sebagai pendukung. Dengan adanya citra yang baik, akan lebih mudah bagi mereka untuk memperkenalkan dirinya. Citra mulai dibentuk dan dipentingkan saat mereka memulai aktivitasnya sesuai pekerjaan masing-masing. Misalnya, para penyanyi yang baru merilis album atau baru pertama kali muncul akan sangat memperhatikan penampilan fisik (kostum, make-up) dan sikap mereka di depan orang banyak. Mengapa? Sebab penampilan fisik dan sikap mereka akan disaksikan publik. Setelah mereka tampil di hadapan publik, selanjutnya publik akan berpendapat tentang mereka. Jika pendapat itu positif, maka si penyanyi akan lebih mudah melanjutkan karirnya tanpa kendala yang berarti. Tetapi akan berbeda saat komentar publik justru bernada negatif. Para penyanyi perlu segera memperbaiki kesalahan yang menyebabkan komentar negatif itu.

12 Contoh lainnya terjadi pada para politisi yang sedang melakukan kampanye untuk pemilihan calon kepala daerah atau DPR. Mereka terbiasa untuk bersikap baik di tengah masyarakat yang menjadi daerah pemilihannya. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan di benak masyarakat sehingga mereka akan berpendapat baik pula. Pendapat baik itu kemudian akan terbentuk menjadi citra. Hal ini pun berlaku bagi perusahaan/organisasi. Citra baik akan mendukung perusahaan/organisasi dalam menyampaikan pesan-pesan, pandangan, atau informasi kepada masyarakat dengan lancar. Masyarakat tidak akan menolak pesan-pesan tersebut karena mereka sudah mempercayai citra perusahaan. Lain halnya dengan kondisi di mana citra perusahaan buruk di mata publik. Akan sulit bagi perusahaan untuk sekedar meminta persetujuan dari publik karena citra perusahaan terlanjur buruk dan akibatnya masyarakat tidak mau mempercayai apapun tentang perusahaan. Penulis melihat bahwa citra ini bisa dibentuk melalui berbagai cara. Salah satu caranya adalah publisitas. Publisitas yang disebutkan dalam buku 101 Tips Kilat Public Relations merupakan cara jitu untuk berkenalan dengan publik kita (Hegar Pangerep. 2011:139 ) Penulis setuju dengan pernyataan tersebut karena publisitas membuka kesempatan untuk terciptanya interaksi antara perusahaan dan konsumennya. Begitu interaksi tercipta, maka komunikasi antara perusahaan dan konsumen akan mulai terjadi. Interaksi tersebut nantinya dapat memperdalam pengetahuan konsumen tentang perusahaan. Dan menurut penulis, publisitas dapat dilakukan dengan media sosial. Rex Marindo dan kawan-kawan dalam Menciptakan Penjualan Melalui Social Media, mengatakan bahwa titik jebakan social media terletak pada kualitas hubungan yang

13 dibangun di dalamnya (2011:111). Penulis memandang bahwa kualitas hubungan tersebut terbentuk dari komunikasi saat interaksi antara perusahaan dan konsumen terjadi. Penulis mengasumsikan media sosial yang paling berguna sekarang ini adalah media sosial online seperti twitter. Untuk itu, perlu adanya teknik yang diterapkan pada media sosial seperti twitter ini dalam usaha pembentukan citra oleh perusahaan. 2.2 Teori Khusus Selain teori-teori umum yang dijadikan landasan dalam penulisan skripsi ini, ada beberapa teori lainnya yang akan mendukung pembahasan. Teori-teori tersebut adalah teori-teori yang sifatnya lebih khusus dan terfokus pada bagian-bagian tertentu pembahasan, misalnya bagaimana kita bisa melakukan copywriting melalui social media, hal persuasi apa yang bisa dipakai untuk menjalin hubungan lewat social media, dan lain sebagainya. 2.2.1 Social Media Setiap orang dalam kesehariannya membutuhkan waktu untuk berkomunikasi dengan orang lain. Ia harus melakukan kegiatan itu karena dituntut oleh statusnya sebagai makhluk sosial. Komunikasi ini dibangun dengan pertemuan-pertemuan atau sekedar pergi bersama untuk menjalin hubungan yang baik. Tetapi komunikasi dengan cara tersebut tampaknya sudah menjadi cara tradisional yang kini telah berubah.

14 Masyarakat kini sudah bergeser perilakunya. Penyebab pergeseran ini karena munculnya social media (Rex Marindo dkk, 2011:5). Semenjak hadirnya teknologi internet di tengah masyarakat luas, kemudahankemudahan dalam memperoleh informasi pun turut menyertainya. Penulis melihat bahwa teknologi internet dapat membantu efisiensi waktu yang biasanya terbuang banyak jika individu bertemu langsung dengan individu lain. Dan era ini semakin kuat saat media sosial online muncul sebagai bagian dari teknologi internet. Social media memiliki karakteristik yang berbeda dari media lainnya karena sifat penyebarluasan informasinya yang sangat cepat dan ter-update dalam hitungan menit bahkan detik. Jangkauan dari media yang satu ini juga sangat luas. Kalau media cetak terbatas pada area-area pemasarannya, tidak begitu adanya dengan social media secara online. Social media mampu menyebarkan informasi ke seluruh dunia kapan saja, ke mana saja, oleh siapa saja. Kelebihan ini yang akhirnya membuat perubahan perilaku dari masyarakat dewasa ini. Setiap orang kini terbiasa dengan aktivitas social media yang tidak kenal waktu. Setiap saat mereka ingin memperbaharui statusnya di twitter, mereka bisa langsung menggunakan ponselnya. Kemudahan ini berubah menjadi perilaku individu yang seketika ingin selalu tampil. Mereka seperti punya kebutuhan untuk online setiap waktu. Ditambah lagi dengan bertambahnya media-media sosial baru yang tipe penggunaannya tidak jauh berbeda tetapi tampilannya saja yang lebih baik. Selain itu, social media pun memberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan customers secara lebih dekat(rex

15 Marindo dkk, 2011:21). Penulis setuju dengan mendapat ini karena penulis melihat social media sebagai medium teranyar untuk melakukan publisitas. Menurut Rex Marindo dan kawan-kawan dalam buku Menciptakan Penjualan Melalui Social Media (2011:5), social media memiliki manfaat-manfaat berikut dalam kehidupan sehari-hari : - Personal branding is not only public figure s, it s for everyone - Fantastic marketing result through social media 2.2.2 Teori Persuasi Public relations melalui social media bermaksud untuk membangun kesadaran terhadap brand dengan menyampaikan pesan atau pandangan yang dimiliki perusahaan. Namun dalam menyampaikan pesan atau pandangan itu, perusahaan tidak bisa sekedar memberitahukan saja informasi yang ada (Elvinaro Ardianto, 2010:117 ). Perlu adanya taktik khusus dalam seni meyakinkan publik ini. Misalnya memberikan artikel-artikel tentang kesehatan atau informasi-informasi penting mengenai fakta tentang makanan. Perusahaan melalui Public Relations Officer harus merancang informasi seperti apa dan kata-kata apa yang akan digunakan dalam proses meyakinkan publik ini. Jika perusahaan berhasil mengemas sebuah informasi yang meyakinkan, ditambah dengan kekuatan social media yang penyebarluasannya sangat cepat, pastinya tidak akan sulit untuk mempercepat pembentukan kepercayaan dari publik yang dituju.

16 Hal persuasi ini sangat penting untuk dipahami sebagai alat dalam kegiatan membangun Brand Awareness karena Public Relations Officer tidak hanya memberikan informasi yang mendidik kepada masyarakat tetapi ia juga harus membuat masyarakat yakin bahwa mereka punya alasan untuk setuju dengan pendapat atau pernyataan kita. 2.2.3 Teori Publik Pemangku Kepentingan Dalam buku Metode Penelitian untuk Public Relations; Kuantitatif dan Kualitatif mengemukakan bahwa teori ini berbicara tentang bagaimana kita sebagai Public Relations Officer harus memahami betul apa yang diinginkan oleh publik yang memiliki kepentingan terhadap perusahaan dan layanannya. Public Relations Officer harus mempelajari isu-isu apa yang akan disetujui atau ditolak oleh publik pemilik kepentingan ini (Elvinaro Ardianto, 2010: 124). Jika kita sudah tahu apa saja yang menjadi hal positif dan negatif bagi para pemilik kepentingan ini, maka kita dapat lebih mudah menyusun strategi. Kita ambil contoh The Baked Goods. The Baked Goods mengusung tema real ingredients and fulfilling, untuk itu Public Relations Officer melalui social media dapat memasukan link yang berisi informasi makanan-makanan sehat yang bisa dikonsumsi. Bagi mereka yang health concern akan menyukai link tersebut karena sesuai dengan perhatian mereka tentang dunia kesehatan. Hal ini dapat kita sebut sebagai persetujuan dari publik yang menjadi followers di akun social media milik The Baked Goods. Dan persetujuan dari publik ini dapat turut meningkatkan citra dari The Baked Goods sendiri.

17 2.2.4 Copywriting Copywriting adalah kegiatan penulisan kreatif yang dibuat oleh seorang copywriter. Kegiatan copywriting ini bermaksud untuk memberikan tulisan-tulisan yang baik dan mudah dipahami serta dapat menarik perhatian dari publik yang membacanya. Copywriting biasa digunakan dalam dunia advertising yang mengharuskan iklaniklannya memiliki daya tarik lebih. Sebab tidak hanya visualisasi saja yang penting dalam sebuah kemasan iklan tetapi juga kata-kata yang menjadi penegasan untuk bentuk visualisasi tersebut. Dan menjadi tugas copywriter untuk menyusun kata-kata yang akan digunakan (Sandra Moriarty dkk, 2011:473 ). Mereka yang disebut copywriter biasanya punya dasar dari bidang sastra dan bahasa. Seorang copywriter harus memiliki kemampuan untuk mengelola kata-kata menjadi sebuah kalimat yang padat dan tidak terlalu panjang, tetapi meninggalkan kesan di benak para pembacanya. Copywriting dapat dimanfaatkan untuk menentukan kalimat yang tepat saat Public Relation Officer hendak mengkampanyekan sesuatu lewat social media. Copywriting sangat berguna untuk merancang kalimat yang paling baik untuk digunakan. Menurut penulis, khusus untuk social media seperti twitter, copywriting amat penting untuk diterapkan. Karena twitter hanya menyediakan seratus empat puluh karakter, copywriting turut membantu memudahkan kampanye Public Relations dalam sebuah kalimat padat yang berkualitas. Agustrijanto mengatakan Copywriting harus mampu untuk menggugah, menarik, memindahkan, mengidentifikasi, menggalang kebersamaan, dan juga mengkomunikasikan pesan dengan nilai komparatif pada masyarakat (2006:19). Arti

18 secara ringkas dari Copywriting menurutnya adalah karya tulis atau salinan Copywriter (2006: 21). Masih menurut Agustrijanto dalam buku Copywriting; Seni Mengasah Kreativitas dan Memahami Bahasa Iklan (2006:33), ia mengutip pengertian Copywriting dari Frank Jefkins bahwa Copywriting adalah seni penulisan pesan penjualan yang paling persuasif dan kuat, yang dilatarbelakangi oleh kewiraniagaan melalui media cetak. Pengertian lain dalam buku Agustrijanto tersebut adalah bahwa Copywriting merupakan tulisan dengan ragam gaya dan pendekatan yang dihasilkan dengan cara kerja keras melalui perencanaan dan kerjasama dengan klien, staf legal, account executive, peneliti, dan juga direktur seni. Jika copywriting hendak dilakukan melalui media sosial online seperti twitter misalnya, ada baiknya sebelum memulai, kita mencari topik yang sedang populer saat itu. Contohnya saat ini yang sedang populer adalah topik tentang ipad 3 yang kabarnya akan segera dirilis oleh Apple. Copywriter dapat memanfaatkan momen ini dengan menyusun copywriting yang berhubungan atau menyinggung persoalan hadirnya generasi ketiga dari produk tablet milik Apple tersebut. Hal ini akan mengundang perhatian banyak orang bukan hanya dari topik tentang produk tablet itu, tetapi juga oleh penyusunan kalimat yang menarik. Secara singkat dalam buku Jurus Sakti Copywriting di Twitter, Facebook, dan Blog, disebutkan bahwa Copywriting merupakan teknik memilih kata-kata untuk mempromosikan seseorang, ide/ gagasan yang dimiliki, perusahaan, produk, jasa, dan lainnya supaya orang yang membaca tulisan copywriting mau membeli atau setuju untuk melakukan sesuatu yang kita minta (2011: 1).

19 2.3 Kerangka Pemikiran Membangun Brand Awareness The Baked Goods Strategi Public Relations Social Media (Twitter) Penerapan Teknik Copywriting Sudah menerapkan teknik Copywriting Belum menerapkan teknik Copywriting

20 Keterangan kerangka pemikiran : Kerangka pemikiran di atas menjelaskan tentang masalah yang dihadapi The Baked Goods dalam proses membangun brand awareness. Dikarenakan The Baked Goods menjadi cake shop yang tergolong baru, kini The Baked Goods tengah membangun kesadaran publik terhadap brand mereka. Usaha membangun brand ini dilakukan oleh Marketing and Promotion staff yang menjalankan fungsi dari Public Relations. Strategi untuk membangun kesadaran brand dilakukan melalui fungsi Public Relations dengan menggunakan social media Twitter. Twitter diharapkan dapat turut mengkampanyekan ide-ide dan pandangan dari The Baked Goods, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi seputar produk, tetapi juga ilmu-ilmu yang dapat menambah wawasan mereka. Secara sederhana, proses membangun kesadaran brand ini dilakukan melalui keberadaan fungsi Public Relations yang menggunakan media Twitter sebagai strategi Public Relations itu sendiri. Dan juga melihat penerapan teknik copywriting sebagai bagian dari media sosial Twitter dalam pembahasan ini. Untuk memantau perkembangan terhadap brand dari The Baked Goods, peneliti merujuk pada pemantauan akun Twitter resmi milik The Baked Goods. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu proses perkenalan brand dengan publik yang menjadi followers dari The Baked Goods.