FAKTOR PEMBENTUK TANAH

dokumen-dokumen yang mirip
APLIKA ANALIS IS L A L NSEKA KES E E S S E UAI UAI LAH AN UNTUK UNT TANAM AN P AN ADI

APLIK I AN LAN AN EKAP

BENTUK LAHAN (LANDFORM) MAYOR DAN MINOR

1 AL A LUVI A FAN A S A l l uvi v a i l fan:

01/04/2011 AL A F L ISO IS L L DAN DA ULT UL ISO IS L P L A P DA A DA VUL V K UL A K NIK A 3

6.padang lava Merupakan wilayah endapan lava hasil aktivitas erupsi gunungapi. Biasanya terdapat pada lereng atas gunungapi.

BENTUKLAHAN ASAL VULKANIK

2

ANALISIS LANSEKAP TERPADU PTT

HIDROSFER II. Tujuan Pembelajaran

Definisi Vulkanisme. Vulkanisme

AsaI Gejaia Volkanisme (Kegunungapian) Pada beberapa tempat di bumi sering tertihat suatu massa cair pijar yang dikenal dengan nama magma, keluar

PAPER KARAKTERISTIK HIDROLOGI PADA BENTUK LAHAN VULKANIK

Batuan beku Batuan sediment Batuan metamorf

IDENTIFIKASI JENIS-JENIS TANAH DI INDONESIA A. BAGAIMANA PROSES TERBENTUKNYA TANAH

KLASIFIKASI BENTUKLAHAN

geografi Kelas X PEDOSFER II KTSP & K-13 Super "Solusi Quipper" F. JENIS TANAH DI INDONESIA

BAB III TATANAN GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BENTUK-BENTUK MUKA BUMI

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.6

Grup Perbukitan (H), dan Pergunungan (M)

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN. Perubahan Bentangalam

IV. KONDISI UMUM 4.1 Kondisi Fisik Wilayah Administrasi

HIDROSFER I. Tujuan Pembelajaran

Contents BAB I... 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Pokok Permasalahan Lingkup Pembahasan Maksud Dan Tujuan...

07. Bentangalam Fluvial

BAB 5: GEOGRAFI DINAMIKA HIDROSFER

Proses erosi adalah gaya melebar air yang mengalir disatas permukaan air tanah yang menyebabkan terjadinya lembah-lembah.

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.1

BAB I PENDAHULUAN. daratan. Salah satu kenampakan alam yang meliputi wilayah perairan ialah sungai.

HIDROSFER Berdasarkan proses perjalanannya, siklus dapat dibedakan menjadi 3 jenis sebagai berikut :

ACARA IV POLA PENGALIRAN

Landforms of Fluvial Processes. Oleh : Upi Supriatna,S.Pd

TANAH / PEDOSFER. OLEH : SOFIA ZAHRO, S.Pd

Geologi Daerah Perbukitan Rumu, Buton Selatan 19 Tugas Akhir A - Yashinto Sindhu P /

BAB I BENTUK MUKA BUMI

KERAGAMAN BENTUK MUKA BUMI: Proses Pembentukan, dan Dampaknya Terhadap Kehidupan

Tanah dapat diartikan sebagai lapisan kulit bumi bagian luar yang merupakan hasil pelapukan dan pengendapan batuan. Di dala

B. DANAU. c. Danau Vulkan-Tektonik adalah danau yang terjadi karena gerakan tektonik dan letusan gunung api. Contoh : Danau Toba.

APLIKASI PJ UNTUK PENGGUNAAN TANAH. Ratna Saraswati Kuliah Aplikasi SIG 2

BAB II Geomorfologi. 1. Zona Dataran Pantai Jakarta,

APLIKASI ANALISIS LANSEKAP

MATA KULIAH: PENGELOLAAN LAHAN PASUT DAN LEBAK SUB POKOK BAHASAN: KARAKTERISTIK LAHAN PASUT DAN LEBAK DARI SEGI ASPEK HIDROLOGI.

II. TINJAUAN PUSTAKA

HASIL DAN PEMBAHASAN Luas DAS Cileungsi

LEMBAR KERJA SISWA. No Jenis Tanah Jenis tanaman Pemanfaatannya

GEOLOGI REGIONAL YOGYAKARTA

BATUAN PEMBENTUK PERMUKAAN TANAH

KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Bentuk lahan Asal Proses Marine

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Letak, Batas, dan Luas Daerah Penelitian. Sungai Oyo. Dalam satuan koordinat Universal Transverse Mercator

II. VOLKANISME DAN BENTUKLAHAN BENTUKAN VOLKANIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Sungai

BAB III METODE PENELITIAN. 1. Karakteristik morfometri DAS Bulano dan DAS Paleleh yang meliputi. sungai; kerapatan pengaliran; dan pola pengaliran.

TANAH LONGSOR; merupakan salah satu bentuk gerakan tanah, suatu produk dari proses gangguan keseimbangan lereng yang menyebabkan bergeraknya massa

Seisme/ Gempa Bumi. Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang disebabkan kekuatan dari dalam bumi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

HIDROSFER IV. Tujuan Pembelajaran

Stadia Sungai. Daerah Aliran Sungai (DAS)

SMA/MA IPS kelas 10 - GEOGRAFI IPS BAB 4. Dinamika Lithosferlatihan soal 4.3. linier. effusif. sentral. areal. eksplosif

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Longsoran translasi adalah ber-geraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.

BAB I PENDAHULUAN. sampai Maluku (Wimpy S. Tjetjep, 1996: iv). Berdasarkan letak. astronomis, Indonesia terletak di antara 6 LU - 11 LS dan 95 BT -

PEDOSFER BAHAN AJAR GEOGRAFI KELAS X SEMESTER GENAP

BAB IV DATA DAN HASIL PENELITIAN

11 Jenis Jenis Tanah Berikut Penjelasannya Tanah Organosol atau Tanah Gambut, Tanah Aluvial,

Teori Pembentukan Permukaan Bumi Oleh Faktor Eksogen. Oleh : Upi Supriatna, S.Pd

BENTANG ALAM KARST. By : Asri Oktaviani

BAB V ANALISIS DAN DISKUSI

LITHOSFER GEO 1 A. STRUKTUR BUMI

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ABSTRAK UCAPAN TERIMA KASIH

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Beda antara lava dan lahar

HIDROSFER. Lili Somantri,S.Pd Dosen Jurusan Pendidikan Geografi UPI

Geomorfologi Terapan INTERPRETASI GEOMORFOLOGI CITRA SATELIT SEBAGAI DASAR ANALISIS POTENSI FISIK WILAYAH SELATAN YOGYAKARTA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. atau menurunnya kekuatan geser suatu massa tanah. Dengan kata lain, kekuatan

II. PEMBENTUKAN TANAH

II. TINJAUAN PUSTAKA. 1. Wilayah Administratif Kabupaten Tanggamus

HIDROSFER III. Tujuan Pembelajaran

BATUAN BATUAN BEKU, BATUAN SEDIMEN, DAN BATUAN MALIHAN/METAMORF

STANDAR KOMPETENSI. kehidupan manusia. 1.Mendeskripsikan keragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan.

BAB II DESKRIPSI DAERAH STUDI

KLASIFIKASI GEOMORFOLOGI. didasarkan pada kelerengan dan beda tinggi menurut van Zuidam & Cancelado (1979) (Tabel

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2: GEOGRAFI LITHOSFER

BAB II FAKTOR PENENTU KEPEKAAN TANAH TERHADAP LONGSOR DAN EROSI

BAB 3 GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

dampak perubahan kemampuan lahan gambut di provinsi riau

BAB I PENDAHULUAN. Penggunaan lahan (land use) diartikan sebagai setiap bentuk intervensi

BAB II TATANAN GEOLOGI

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Transkripsi:

Analisis Lansekap BENTANG LAHAN (lansekap) DAN FAKTOR PEMBENTUK TANAH IKLIM BAHAN INDUK TANAH VEGETASI TOPOGRAFI (LANSEKAP) PENGELOLAAN WAKTU 1

2

3

4

5

6

DAERAH FLUVIAL/ALUVIAL/DESPOSISI Aliran permukaan dalam saluran, sungai, selokan dll, akan mengangkut masa tanah yang dilaluinya dan selanjutnya akan diendapkan. Pengendapan masa tanah terjadi akibat : Gradien/lereng sungai/saluran/selokan yang berkurang Karakteristik dasar saluran (menjadi kasar) Pola aliran yang berliku DAERAH FLUVIAL Bila kekuatan aliran berkurang atau masa tanah terlalu banyak (contoh pada bagian saluran yang melebar) maka aliran air akan kehilangan kemampuan sehingga masa tanah akan diendapkan Lereng (gradien) dapat memberi kekuatan pada masa air untuk mengikis permukaan tanah, bila lereng berkurang maka aliran permukaan akan kehilangan tenaga sehingga terjadi pengendapan masa tanah Kondisi permukaan dasar saluran yang kasar akan menghambat kecepatan aliran air dan mengakibatkan pengedapan masa tanah Ukuran butir masa tanah yang terangkut semakin halus (berkurang) dengan semakin jauh dari sumber aliran (bagian hulu) Erosi terjadi pada bagian permukaan yang cekung dan pengendapan terjadi pada daerah yang cembung. 7

ENTISOL PADA DATARAN BANJIR Point bar : terbentuk bila sungai yang bermeander mengikis bagian cekungan dan diendapkan pada bagian yang cembung di bagian hilir Entisol Levee (guguk sungai): terbentuk oleh perubahan aliran di sisi sungai, endapan fraksi kasar terjadi dekat dengan aliran sungai sedang bahan yang halus diendapkan pada tempat yang lebih jauh Entisol dengan kondisi tekstur yang berbeda Back swamp : daerah cekungan yang terbentuk disisi (dibelakang) guguk sungai (levee) yang sering jenuh dengan air Entisol dengan sifat yang aquik Tanggul sungai : bagian sisi sungai yang menjadi pembatas aliran sungai Entisol yang berasosiasi 8

ENTISOL PADA DAERAH ALUVIUM TUA Endapan masa tanah dapat mencapai ketebalan yang sangat dalam Pengendapan terjadi pada lembah-lembah Sebagaian mengalami sementasi (membentuk lapisan padas) Karena proses pengikisan akan terjadi terasteras sungai 9

ENTISOL PADA DAERAH TERAS Terjadi akibat proses erosi pada dataran banjir diwilayah dataran tinggi. Tread : bagian permukaan datar Scrap : bagian yang berlereng curam yang membatasi tread dengan dasar lembahnya. ENTISOL PADA SEDIMENT LAKUSTRIN Timbulnya perubahan kecepatan aliran sungai yang mendadak di danau sehingga mengakibatkan pengendapan Pengendapan semakin banyak jika konsentrasi masa tanah dalam aliran sungai cukup banyak Pengendapan membentuk semacam delta di bagian muara sungai, tekstur kasar pada saluran dan berdebu sampai berliat pada dataran banjir Kecepatan pengendapan tergantung dari besarnya proses erosi/denudasi di bagian hulu karena kegiatan pertanian. 10

ENTISOL PADA DELTA Terjadi bila masa tanah yang terangkut di endapkan dekat pantai Endapan di wilayah delta umumnya membentuk pola segitiga Ukuran delta sangat bervariasi mulai dari yang sempit hingga sangat lebar. ENTISOL PADA KIPAS ALUVIAL Terbentuk pada daerah beriklim kering Bentuk menyerupai kipas, permukaan cembung, lereng 3 15% Dijumpai pada daerah perubahan lereng dari terjal/curam hingga landai Aliran permukaan pada lereng curam cepat, sedang pada lereng landai lebih lambat karena terjadi perubahan kecepatan yang mendadak, maka bahan kasar akan diendapkan. Terbentuk Entisol dengan kedalam solum dan tekstur yang berbeda-beda. 11

ENTISOL PADA DATARAN PIEDMONT Terjadi di wilayah beriklim kering Bentunya seperti kipas aluvial Lebih lebar/luas Lebih landai Terbentu Entisol dengan kedalaman solum dan tekstur yang bervariasi 12

13

sediment accumulates at bends in coastlines forming various depositional landforms (e.g. spits, baymouth bars, barrier islands). Many spits, baymouth bars and barrier islands create sheltered coastal wetlands where salt marshes develop. The shelter from wave-action allows mud to accumulate (usually from streams and rivers) and salt-tolerant vegetation grows on the mud. KELOMPOK VULKANIK Bentuk lahan yang terbentuk karena aktivitas vulkanik/gunungapi yang dirikan oleh bentuk kerucut vulkanik, aliran lahar, levee ataupun dataran yang merupakan akumulasi bahan vulkanik. 14

TIPE LETUSAN Hawaian : lava basaltic cair, jarang keluar dari kepundan, sering mengisi celah disi gunung, efusive dan aktivitas letusan jarang Strombolian : lava basaltic yang lebih kental dengan akitivitas letusan yang sering, letusan berupa bahan fragmental dan keluar asap hitam Volkanian : lava kental dengan letusan abu dan gas yang menyebar luas Pelean : lava sangat kental dengan letusan berupa campuran abu, fragmen batuan dan gas panas yang dapat meluncur ke bawah lereng dengan kecepatan tinggi. ENTISOL PADA DATARAN VULKANIK Entisol pada bentukan depresi Daerah kepundan : Cekungan/lubang kepundan dengan dinding curam di puncak kerucut vulkan, langsung di atas lubang yang mengeluarkan bahan-bahan vulkan dari perut bumi Caldera : cekungan vulkan luas di bagian atas sistem gunung api strato Depresi vulkanik tektonik : terbentuk oleh penurunan permukaan dan membentuk kalfera atau krater yang tidak simetris 15

ENTISOL PADA KARTS Tanah belum berkembang Tipic Ustipsament,0-3,agak datar,tebing subresen,endapan pasir Lithic Usthorthent,50-60%,berbukit,kompleks hogsbeck,endapan pasir berkapur Lithic usthortents,15-25%,berbukit,perbukitan angkatan,batu pasir dam batu lanau Typic Fluvaquents,0-3%,agak datar,dataran aluvial antar perbukitan,endapat liat dan pasir. KUBAH KARST SINKHOLE 16

KUBAH KARST SINKHOLE KUBAH KARST SINKHOLE 17

KUBAH KARST SINKHOLE 18

19