BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian bersifat eksperimen atau percobaan adalah kegiatan percobaan yang bertujuan untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu (Setiadi, 2013) Adapun desain eksperimen yang digunakan adalah Quasy Experimental Design (Desain Eksperimen Semu). Disebut demikian karena eksperimen jenis ini belum memenuhi persyaratan seperti cara dapat dikatakan ilmiah mengikuti peraturan peraturan tertentu. ( Arikunto, 2013 ) Rancangan penelitian yang digunakan adalah One group Pretest-postest design yaitu eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Kelompok subjek diberikan pretest sebelum dilakukan perlakuan dan postest setelah diberikan perlakuan dan untuk mengetahui pengaruh senam diabetes terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus yang diberikan perlakuan senam. Rancangan penelitian ini tidak terdapat kelompok pembanding (kontrol), tetapi paling tidak telah dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen (Arikunto,2013) Kegiatan ini dilakukan pada kelompok yang melakukan senam diabetes dengan melihat perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah senam diabetes lalu diobservasi. Responden diberikan pretest berupa dilakukannya 49
50 pengukuran gula darah dengan menggunakan glukotest sebelum dilakukan senam diabetes. Kemudian responden melakukan senam diabetes yang dipimpin oleh instruktur senam. Setelah itu responden diberi post-test berupa pengukuran gula darah lagi. Senam diabetes dilakukan tiga kali seminggudengan penelitian 2 kali, dan dilakukan pengukuran gula darah setiap sebelum dan sesudah senam. Hasil pre-test dan post-test diobservasi perbedaannya. O1 X O2 Skema 3.1 Desain Penelitian Keterangan : X : Kelompok eksperimen ( pesertasenam diabetes ) O1 : Observasi pre-test ( pemeriksaan kadar gula darah sebelum Melakukan senam diabetes ) O2 : Observasi post-test ( pemeriksaan kadar gula darah setelah Melakukan senam diabetes ) O2 O1 : Perbedaan kadar gula darah sebelum dan setelahmelakukan senam diabetes
51 1. Alur Penelitian Penelitian ini dapat dijelaskan seperti skema 3.1 di bawah ini : RSUD Puri Husada Tembilahan Peserta senam yang mempunyai masalah kesehatan diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Puri Husada Tembilahan 1. Kadar gula darah sebelum senamdiabetes Kadar gula darah setelah senam diabetes Pengumpulan Data Pengolahan Data Analisa Data: 1. AnalisisUnivariat 2. AnalisisBivariat Hasil Skema 3.3 AlurPenelitian B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Puri Husada Tembilahan. 2. Waktu Waktu pada penelitian ini dilaksanakan pada 9 s/d 21 Mei 2016.
52 C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan subjek yang diteliti (Arikunto, 2010). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes mellitus tipe 2 yang ada di RSUD Puri Husada Tembilahan yaitu sebanyak 107 orang. 2. Sampel Sampel adalah sebagian dari keseluruhan subjek yang akan diteliti dan dianggap mewakili seluruhpopulasi (Setiadi, 2013). Teknik sampling dalam penelitian ini adalah Purposivesampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah 20 orang, dengan kriteria pengambilan sampel sebagai berikut : 1. Kriteria inklusi adalah ciri umum pada subjek penelitian. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah : a. Pesertasenam diabetes yang bersedia menjadi responden b. Responden yang berusia 45-60 tahun c. Responden telah menderita diabetes mellitus tipe 2 selama1 sampai 5 tahun d. Kadar gula darah responden sebelum intervensi dalam rentang 100 mg / dl sampai 250 mg/dl. e. Responden yang tidak menggunakan insulin
53 f. Responden yang aktif dan rutin mengikuti senam diabetes selama penelitian berlangsung 2. Kriteria eksklusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan subjek yang tidak memenuhi kriteria inklusi dari studi. Adapun kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah : a. Peserta senam diabetes yang istirahat atau pulang sebelum senam berakhir Jumlah pasien diabetes mellitus tipe 2 yang dijadikan responden atau sampel penelitian berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi diatas adalah sebanyak 20 orang. D. Etika Penelitian Menurut Hidayat (2014), masalah etika penelitian keperawatan merupakan masalah yang sangat penting dalam penelitian, mengingat penelitian keperawatan berhubungan langsung dengan manusia, maka segi etika penelitian harus diperhatikan. Masalah etika yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut: 1. Informed consent Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden penelitian dengan lembar persetujuan. Informed consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar persetujuan untuk menjadi responden. Tujuan informed consent adalah agar subjek mengerti maksud dan tujuan penelitian, mengetahui dampaknya.jika subjek bersedian maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan.
54 2. Anonimity (Tanpa nama) Masalah etika keperawatan merupakan masalah yang memberikan jaminan dalam penggunaan subjek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data atau hasil penelitian yang akan disajikan. 3. Kerahasiaan (confidential) Masalah ini merupakan masalah etika penelitian dengan memberikan jaminan kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun masalahmasalah lainnya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset. E. Alat Pengumpulan Data Sebagai alat pengumpulan data untuk variabel senam diabetes, yang digunakan adalah lembar observasi pengukuran kadar gula darah pasien sebelum dan sesudah dilakukan intervensi senam diabetes. F. Prosedur Pengumpulan Data Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan data primer yang dilakukan secara sengaja oleh peneliti dengan cara memberikan perlakuan tertentu terhadap subyek penelitian guna membangkitkan sesuatu keadaan yang akan diteliti bagaimana akibatnya. Penelitian ini merupakan penelitian kausal (sebab akibat) yang pembuktiannya diperoleh melalui perbandingan antara kondisi obyek sebelum
55 perlakuan dengan sesudah diberi perlakuan yang berupa nilai kadar gula darah. Perlakuan yang dilakukan kepada responden adalah dengan memberikan senam diabetes kepada pasien diabetes mellitus. Prosedur penelitian ini dilaksanakan berdasarkan langkah-langkah diantaranya akan diuraikan sebagai berikut : 1. Mengajukan permohonan pembuatan surat izin pengambilan data kepada bagian program studi S1 Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai Riau. 2. Setelah mendapatkan surat izin tersebut diserahkan kepada Bagian TU RSUD Puri Husada Tembilahan untuk di proses perizinan. 3. Meminta izin kepada Kepala RSUD Puri Husada Tembilahan untuk pengambilan data pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 pada tahun 2013 s.d 2016. 4. Membuat proposal penelitian. 5. Melakukan seminar proposal penelitian. 6. Mengajukan permohonan izin kepada ketua program studi S1 Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai untuk melaksanakan penelitian di RSUD Puri Husada Tembilahan, setelah mendapatkan izin peneliti langsung melaksanakan penelitian. 7. Melakukan tahapan orientasi yaitu perkenalan, penyampaian tujuan, manfaat dan bentuk kegiatan penelitian pada keluarga, dan pasien diabetes mellitus tipe 2 yang melaksanakan senam diabetes 8. Melakukan pengolahan data dan interprestasi hasil penelitian. 9. Seminar hasil penelitian.
56 G. Definisi Operasional Tabel 3.1 Definisi Operasional No. Variabel Definisi Alat Ukur Skala Ukur HasilUkur Variabel Dependent 1 Kadar gula Kadar gula darah darah sewaktuyang diukur sebelumdansesudah melakukan senam diabetes Glucotest Interval 100 mg/dl 250 mg/dl Variabel Independent 2 Senam Diabetes Senam diabetes yang dilakukan rutin setiap hari selasa, kamis dan sabtu, pada pagi hari selama 30-60 menit PeragaanSenam Nominal 1. Durasi 30-60 menit 2. Frekwensi 3 x / minggu 1.Ada pengaruh 2.Tidak ada pengaruh H. Pengolahan Data Pengolahan data dilakukan setelah pengumpulan data selesai baik secara observasi maupun pengisian cheklist, dengan maksud agar data yang dikumpulkan jelas, kemudian dimasukkan kedalam master tabel. Adapun langkah-langkah dalam pengolahan data menurut Saryono (2010) : 1. Editing yaitu memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh para pengumpul data. Tujuannya untuk mengurangi kesalahan atau kekurangan yang ada didaftar pertanyaan. 2. Coding yaitu mengklasifikasikan jawaban dari para responden kedalam kategori. 3. Scoring yaitu memberikan penilaian terhadap item-item yang perlu diberi penilaian atau skor.
57 4. Tabulating yaitu pekerjaan membuat tabel. Jawaban-jawaban yang telah diberi kode kemudian dimasukkan kedalam tabel. Selanjutnya data dimasukkan ke komputer dan dianalisis statistik. I. Analisa Data Analisa data dengan univariat yang dilakukan pada setiap variabel hasil penelitian, dan analisa bivariat dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berpengaruh (Notoatmodjo, 2010) Data yang terkumpul dianalisa dan diinterpretasikan lebih lanjut guna menguji hipotesis dengan program komputer secara univariat dan bivariat. 1. Univariat Analisa univariat mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan dari masing-masing variabel yang diteliti untuk data numerik dengan menghitung mean, median, simpangan baku (SD), nilai minimal dan maksimal. Pengujian masing-masing variabel dengan menggunakan tabel dan diinterpretasikan berdasarkan hasil yang diperoleh. Analisa deskripsi pada penelitian ini menjelaskan variabel penurunan kadar gula darah dengan mengetahui nilai gula darah sebelum maupun sesudah perlakuan. 2. Bivariat Analisis bivariat mempunyai tujuan menganalisis hubungan dua variabel. Analisis bivariat akan menguraikan perbedaan penurunan kadar gula darah dengan mengetahui nilai gula darah sebelum dan sesudah perlakuan senam diabetes selama 2 minggu yang dilakukan setiap hari selasa kamis sabtu pada pagi hari selama 30-60 menit. Analisis bivariat
58 dilakukan dengan uji statistiksampel t-test (paired t-test) atau uji beda dua mean dependen untuk mengetahui perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan perlakuan senam diabetes. Uji statistik untuk seluruh analisis tersebut dianalisis dengan tingkat kemaknaan 95% atau alpha 0,05.