LAPORAN TAHUNAN BP3IP JAKARTA 2016

dokumen-dokumen yang mirip
TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN. No. Jenis Layanan Satuan Tarif (Rp)

B A B II PERENCANAAN KINERJA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN

V/ k PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK. 09/BPSDMP-2017 TENTANG

V/ k PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.04/BPSDMP-2017 TENTANG

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN

TENT ANG TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

-2- c. bahwa usulan perubahan tarif layanan Badan Layanan Umum Politeknik Pelayaran Surabaya pada Kementerian Perhubungan, telah dibahas dan dikaji ol

TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM BADAN LAYANAN UMUM BALAI BESAR PENDIDIKAN PENYEGARAN DAN PENINGKATAN ILMU PELAYARAN PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

2015, No c. bahwa Menteri Perhubungan melalui Surat Nomor: PR.306/1/3 PHB 2015 tanggal 26 Maret 2015, telah mengajukan usulan perubahan terhad

MENTER! KEUANGAN REPUBUK INDONES!A SALIN AN

MENTEHI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Badan Layanan Umum. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran. Tarif.

TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM SEKOLAH TINGGI ILMU PELAYARAN PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN

PROGRAM STUDI NAUTIKA

PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.16/BPSDMP-2017 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 134/PMK.05/2014 TENTANG

BAB VIII PENGAWAKAN. Pasal 144. Pasal 145

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarh Singkat PT. Pelnas Lestari Indoma Bahari 1

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan karena dengan sumber daya manusia yang baik maka perusahaan

Magelang, 14 Juli Hal: Lamaran pekerjaan. Kepada Yth:

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT PROFICIENCY IN GMDSS / GENERAL RADIO OPERATOR S COURSE

INFORMASI DIKLAT KETERAMPILAN PELAUT (DKP) 2017

4 PROFIL PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT

PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT INTERNATIONAL MARITIME DANGEROUS GOODS (IMDG) CODE

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.07/MEN/2011 TENTANG

KKOONSPKO KONSEP KO PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK. 10/BPSDMP-2017 TENTANG

2016, No Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 13, Tambahan Lemba

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT ELECTRONIC CHART DISPLAY AND INFORMATION SYSTEM (ECDIS)

Ijazah yang diberikan untuk jurusan Teknika adalah : - Ijazah Akademik : Diploma III (A.Md) - Ijazah Profesi : ATT III (Ahli Teknika Tingkat III)

2011, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Ne

KATA PENGANTAR. Studi Pengembangan Kemitraan Lembaga Pendidikan Pemerintah & Swasta Dalam Meningkatkan Kualitas & Kuantitas Tenaga Pelaut

PROSEDUR PENGAJUAN PEMBAYARAN GAJI PADA POLITEKNIK ILMU PELAYARAN SEMARANG

BAB IV DATA PENELITIAN

BAB V ANALISIS. Gambar 5.1. Pola Pengembangan Kemitraan Diklat Kepelautan Pemerintah dan Diklat Kepelautan Masyarakat

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT SURVIVAL CRAFT AND RESCUE BOAT (SCRB)

Tujuan umum dari jurusan Nautika adalah melatih para lulusan SMU/SMK/MA untuk menjadi perwira Pelayaran Besar (Samudra) bidang keahlian Nautika.

RANCANGAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG K E P E L A U T A N PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEAHLIAN PELAUT YANG HARUS DIMILIKI PERWIRA DEK DI KAPAL NIAGA Ade Chandra Kusuma Dosen Akademi Maritim Yogyakarta

DAFTAR DIKLAT KOMPETENSI DI LINGKUNGAN BPSDM PERHUBUNGAN

PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.11/BPSDMP-2017 TENTANG

BERITA ACARA HASIL RAPAT EVALUASI DOKUMEN PENAWARAN. Nomor : 08 / UP.SIM /BP2IP.SRG-2015

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. deskriptif eksploratif. Penelitian deskriptif menurut Faisal (2010:84) adalah

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2016 TENTANG PENGESAHAN MARITIME LABOUR CONVENTION, 2006 (KONVENSI KETENAGAKERJAAN MARITIM, 2006)

PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : SK. 2162/HK.208/XI/DIKLAT-2010 TENTANG

SILABUS MATA PELAJARAN

Pengembangan Tenaga Pendidik pada Perguruan Tinggi Maritim/Pelayaran: Ideal versus Faktual*)

PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT PROFESI NON FORMAL DIKLAT PELAUT V (DP-V) UNTUK TINGKAT SERTIFIKAT ANT-V

PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT PROFESI FORMAL DIKLAT PELAUT DASAR (DP-D) PEMBENTUKAN UNTUK TINGKAT SERTIFIKAT ANT-D

PENGANTAR. Kepada Yth. : Bapak/Ibu/Saudara Karyawan Polimarin Semarang. Dengan hormat,

BAB III PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

NO. Score Klasifikasi Keterangan B Memenuhi Ketentuan Dengan Catatan (Masih ada kekurangan peralatan yang harus dipenuhi)

Laporan Akhir Studi Penyusunan Kebutuhan Norma, Standar, Pedoman, dan Kriteria (NSPK)di Bidang Pelayaran KATA PENGANTAR

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG KEPELAUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.11/MEN/2012 TENTANG KURIKULUM SEKOLAH USAHA PERIKANAN MENENGAH EDISI 2012

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TRANSPORTASI DENGAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) MANAJEMEN OPERASI

PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KETERAMPILAN KHUSUS PELAUT ADVANCED FIRE FIGHTING (AFF)

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN NAUTIKA KAPAL NIAGA

2016, No Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2015 tentang Kementerian Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 54)

BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis dapat

INSTRUKSI MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR IM 4 TAHUN 2018 TENTANG PENGAWASAN DOKUMEN KEPELAUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

- Recruitment Section PTI -

BAB I PENDAHULUAN. Tabel. 1.1 Supply dan Demand Tenaga Kerja Pelaut

2012, No.635.

PERATURAN KEPALA BADAN SAR NASIONAL NOMOR : PK.18 TAHUN 2011 TENTANG STANDARDISASI PENGAWAKAN SARANA SAR DI LINGKUNGAN BADAN SAR NASIONAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2000 TENTANG KEPELAUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT

Bahari Jogja, Volume XIII Nomor 21, Juli 2015

ISPS CODE Seri: Manajemen Pelabuhan

BAB III OBJEK PENELITIAN DAN METODE PENELITIAN. (SMKP) yang terletak di Jl. Batu Cermin, Samarinda, Kalimantan Timur. Adapun

Mudiyanto Jurusan Nautika, Program Diploma Pelayaran, Universitas Hang Tuah Surabaya

PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : SK. 2163/HK.208/XI/DIKLAT-2010

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Strategi Peningkatan Daya Saing Melalui Pendidikan Entrepreneurship Dalam Rangka Menghadapi AEC Benny Agus Setiono

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2016, No Keputusan Presiden Nomor 65 Tahun 1980 tentang Pengesahan International Convention For The Safety of Life at Sea, 1974 (SOLAS 74)

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA NOMOR : KP. 271 TAHUN 2012

BAB I PENDAHULUAN. keahlian dan keterampilan yang mereka miliki dalam dunia kerja dengan

PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 03/V/PB/2010 NOMOR : 14 TAHUN 2010

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM 25 TAHUN TENTANG

PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT KEAHLIAN PELAUT NON FORMAL DIKLAT PELAUT I (DP-I) UNTUK TINGKAT SERTIFIKASI ANT-I

PERATURAN KEPALA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN NOMOR : PK.12/BPSDMP 2016 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Pemberlakuan ASEAN Free Trade Area (AFTA) pada tahun 2015

BAB II JAWABAN-JAWABAN TUGAS MANDIRI TPK V & IV

Transkripsi:

BAB II KEGIATAN POKOK A. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PERHUBUNGAN LAUT 1. Target dan Realisasi a. Pelatihan Peningkatan Pelatihan Peningkatan (Upgrading Training) ini ditujukan untuk para pelaut yang sudah memenuhi syarat jam berlayar dan ingin meningkatkan sertifikat pelaut ke jenjang yang lebih tinggi, yang dibagi berdasarkan tingkat jenjang teknis profesi kepelautan yang mencangkup aspek manajemen dan operasional level, sesuai dengan persyaratan Standar Training Certificated Watchkeeping (STCW CODE). Ketentuan pelatihan, sertifikat, dan tugas jaga bagi pelaut juga merupakan ketentuan dari International Maritime Organization (IMO). Terdapat 10 Program Pelatihan Peningkatan yang diselenggarakan oleh BP3IP dapat dilihat pada tabel perbandingan target dan realisasi peserta diklat peningkatan sebagai berikut : Tabel II.a Target dan Realisasi Peserta PeningkatanError! Not a valid link. Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan Realisasi peserta program diklat peningkatan BP3IP tahun 2016 lebih rendah dari Target sebesar 3.767 orang (87.8%) dari 4.290 orang atau terdapat 523 orang yang tidak terserap. Alasannya karena ada perubahan yang ditetapkan oleh regulator terhadap silabus untuk kesesuaian STCW 2010 sangat mempengaruhi pelaksanaan periode diklat, adapun perubahan tersebut meliputi jumlah mata pelajaran dan jumlah penambahan jam pelajaran, hal ini menyebabkan bertambahnya waktu penyelesaian tiap periode dalam pembelajarannya sehingga penerimaan peserta diklat untuk kelas II, III, dan IV per-tahun di BP3IP menjadi berkurang dan hanya efektif menjadi 2 (dua) periode yang sebelumnya 3 (tiga) periode per-tahun. Capaian terbesar Diklat Peningkatan adalah Realisasi Ahli Nautika V (lima) sebesar 1.138 orang dan capaian prosentase terbesar adalah Diklat Peningkatan Ahli Teknika - I sebesar 267 orang (98.89%) dari 270 Orang atau terdapat 3 orang yang tidak tercapai. Untuk capaian diklat peningkatan yang lain adalah sebagai berikut, ANT I Sebesar 98,61% dari target, ANT II sebesar 95% dari target, ATT II sebesar 88 persen dari target, ANT III sebesar 96% dari target, ATT III sebesar 93% dari target, II - 1 H a l

ANT IV sebesar 94% dari target, ATT IV sebesar 89% dari target, ANT V sebesar 86% dari target, ATT V sebesar 75% dari target. Untuk diklat peningkatan pada tahun 2016 mengalami penurunan, hal ini disebabkan adanya pengurangan kuota penerimaan pada diklat peningkatan untuk mengakomodasi ledakan peserta diklat pemutakhiran sebagai akibat dari batas akhir implementasi STCW Amandemen 2010 yang harus dilaksanakan per 01 januari 2017 Tabel II.b Target dan Realisasi Lulusan PeningkatanError! Not a valid link. Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan Realisasi lulusan program diklat peningkatan BP3IP tahun 2016 lebih rendah dari Target sebesar 3.692 orang (88%) dari 4.200 orang atau terdapat 508 orang yang tidak terserap. Alasannya karena ada perubahan yang ditetapkan oleh regulator terhadap silabus untuk kesesuaian STCW 2010 sangat mempengaruhi pelaksanaan periode diklat, adapun perubahan tersebut meliputi jumlah mata pelajaran dan jumlah penambahan jam pelajaran, hal ini menyebabkan bertambahnya waktu penyelesaian tiap periode dalam pembelajarannya sehingga penerimaan peserta diklat untuk kelas II, III, dan IV per-tahun di BP3IP menjadi berkurang dan hanya efektif menjadi 2 (dua) periode yang sebelumnya 3 (tiga) periode per-tahun. Untuk capaian lulusan diklat paling kecil adalah Ahli Teknika Tingkat IV dengan prosentase 60%. Prosentase ini tidak mencerminkan berapa besar prosentase lulusan karena target disusun berdasarkan prognosa capaian peserta diklat yang dibuat pada awal tahun 2016. sementara dalam perjalanannya untuk DP II, III dan IV realisasi peserta diklat mencapai target. Grafik II.a Target dan Realisasi Peserta dan Lulusan Peningkatan BP3IP tahun 2016 II - 2 H a l

Berdasarkan Grafik II.a dapat dilihat bahwa program pelatihan peningkatan dengan jumlah peserta dan lulusan terbanyak yaitu pada Program Diklat Peningkatan ANT V untuk peserta sebanyak 1.138 Orang dan lulusan sebanyak 1.255 Orang. Adapun peserta dan lulusan tidak mencerminkan rasio kelulusan dikarenakan antara peserta dan lulusan memiliki input tahun yang berbeda. Sehingga untuk lulusan pada tahun 2016 terdapat peserta diklat dari tahun 2015. b. Pelatihan Penyegaran SATKER Tabel II.c Target dan Realisasi Peserta Penyegaran PROGRAM PELATIHAN TARGET PESERTA REALISASI JUMLAH PERSEN TASE PESERTA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) BP3IP JAKARTA Revalidasi Radar Simulator (RS) 780 824 3 827 106% Revalidasi Arpa Simulator (AS) 720 675 3 678 94% Revalidasi Medical Emergency First Aid (MEFA) L P 1600 1738 5 1,743 109% Revalidasi Medical Care (MC) 1400 1665 2 1,667 119% Revalidasi Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) 360 354 5 359 100% II - 3 H a l

SATKER PROGRAM PELATIHAN TARGET PESERTA REALISASI L P JUMLAH PERSEN TASE PESERTA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Revalidasi Ship Security Officer (SSO) Revalidasi Bridge Resouces Management (BRM) Revalidasi Engine Resouces Management (ERM) Revalidasi Electronic Chart Display Course (ECDIS) 1340 1520 5 1,525 114% 540 553 3 556 103% 640 679 0 679 106% 0 74 74 JUMLAH 7,380 8,082 26 8,108 110% JUMLAH 7,380 8,082 26 8,108 110% Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan jumlah Realisasi peserta program diklat penyegaran BP3IP tahun 2016 lebih tinggi dari Target peserta sebesar 8.108 orang (110%) dari 7.380 orang atau terdapat 728 orang yang melebihi target. Alasannya akibat meningkatnya animo masarakat terhadap kebutuhan diklat pelaut dan belum ada perubahan dalam waktu pembelajaran. Peningkatan jumlah peserta Penyegaran terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran menyebabkan tingginya penyerapan peserta diklat dalam mengikuti program Penyegaran. Capaian terbesar Diklat Penyegaran adalah Realisasi Revalidasi MEFA sebesar 1.743 orang (109%) dan capaian prosentase terbesar adalah Revalidasi MC sebesar 1.667 orang (119%) dari 1.400 Orang atau terdapat 267 orang yang melebihi target. Untuk capaian diklat penyegaran yang lain adalah sebagai berikut, Revalidasi RS Sebesar 106% dari target, Revalidasi AS sebesar 94% dari target, Revalidasi MEFA sebesar 109% persen dari target, Revalidasi MC sebesar 119% dari target, Revalidasi GMDSS sebesar 100% dari target, Revalidasi SSO sebesar 114% dari target, Revalidasi BRM sebesar 103% dari target, Revalidasi ERM sebesar 106% dari target. Pada Revalidasi ECDIS tidak tercantum target peserta diklat karena dalam perencanaan yang disusun di awal tahun 2016 diprediksi belum memiliki calon peserta revalidasi ECDIS, hal ini disebabkan Diklat ECDIS di BP3IP dilaksanakan belum mencapai 5 tahun, yaitu dilaksanakan pada tahun 2014. namun pada II - 4 H a l

perjalanannya terdapat permintaan dari masyarakat yang memiliki diklat keterampilan ECDIS karena permintaan dari perusahaan tempat mereka bekerja meskipun umur sertifikat ECDIS nya belum genap 5 (lima) tahun. SATKER Tabel II.d Target dan Realisasi Lulusan Penyegaran PROGRAM PELATIHAN TARGET LULUSAN REALISASI L P JUMLAH PERSEN TASE PESERTA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) BP3IP JAKARTA Revalidasi Radar Simulator (RS) 780 824 3 827 106% Revalidasi Arpa Simulator (AS) 720 675 3 678 94% Revalidasi Medical Emergency First Aid (MEFA) 1600 1738 5 1,743 109% Revalidasi Medical Care (MC) 1400 1665 2 1,667 119% Revalidasi Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) 360 354 5 359 100% Revalidasi Ship Security Officer (SSO) 1340 1520 5 1,525 114% Revalidasi Bridge Resouces Management (BRM) Revalidasi Engine Resouces Management (ERM) Revalidasi Electronic Chart Display Course (ECDIS) 540 553 3 556 103% 640 679 0 679 106% 0 74 74 JUMLAH 7,380 8,082 26 8,108 110% JUMLAH 7,380 8,082 26 8,108 110% Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan jumlah Realisasi lulusan program diklat penyegaran BP3IP tahun 2016 lebih tinggi dari Target peserta sebesar 8.108 orang (110%) dari 7.380 orang atau terdapat 728 orang yang melebihi target. Alasannya akibat meningkatnya animo masarakat terhadap kebutuhan diklat pelaut dan belum ada perubahan dalam waktu pembelajaran. Peningkatan jumlah lulusan Penyegaran terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran menyebabkan tingginya penyerapan peserta diklat dalam mengikuti program Penyegaran. Durasi diklat penyegaran yang singkat (tidak lebih dari 1 minggu) menjadikan lulusan diklat penyegaran lulus di tahun yang sama sehingga antara peserta dan lulusan memiliki angka yang sama. Grafik II.b Target dan Realisasi Peserta dan Lulusan Penyegaran BP3IP tahun 2016 II - 5 H a l

2,000 1,800 1,600 1,743 1,743 1,667 1,667 1,525 1,525 1,400 1,200 1,000 800 600 400 827 827 678 678 359 359 556 556 679 679 200 - Rev RS Rev AS Rev MEFA Rev MC Rev GMDSS Rev SSO Rev BRM Rev ERM Rev ECDIS PESERTA 827 678 1,743 1,667 359 1,525 556 679 74 LULUSAN 827 678 1,743 1,667 359 1,525 556 679 74 74 74 Berdasarkan Grafik II.b dapat dilihat bahwa realisasi lulusan mencapai 100% dari realisasi jumlah peserta disebabkan waktu pelaksanaan pelatihan dan waktu kelulusan ada pada tahun yang sama. Berdasarkan program pelatihan maka jumlah peserta dan lulusan terbesar yaitu Revalisasi MEFA sebesar 1.734 Orang. c. Pelatihan Pemutakhiran Pelatihan pemutakhiran (Updating Training) diselenggarakan untuk penyesuaian sertifikat pelaut sesuai dengan STCW 1978 Amandemen 2010 Manilla yang diberlakukan mulai 01 Januari 2017. Berdasarkan peraturan yang termuat dalam STCW 1978 Amandemen 2010 Manila, Pelaut pemegang sertifikat STCW 1978 AMandemen 1995 harus disesuaikan dengan STCW 1978 Amandemen 2010 dari tingkat rating sampai tingkat I. bagi pemegang sertifikat pelaut yang masih bersertifikat STCW 1978 Amandemen 1995 diberi kesempatan hingga 31 Desember 2016 untuk menyesuaikan sertifikatnya. Diharapkan dengan diselenggarakannya pelatihan pemutakhiran, pada tahun 2016 seluruh pelaut segera memperbaharui sertifikat yang telah dimiliki agar sesuai dengan STCW 1978 Amandemen 2010 Manilla. II - 6 H a l

Program pelatihan pemutakhiran yang diselenggarakan di BP3IP terdapat 18 (delapan belas) program diklat. Realisasi peserta program pelatihan pemutakhiran BP3IP tahun 2016 dengan rincian sebagai berikut: Tabel II.e Target dan Realisasi Peserta PemutakhiranError! Not a valid link. Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan jumlah Realisasi peserta program diklat Pemutakhiran BP3IP tahun 2016 lebih tinggi dari Target peserta sebesar 21.792 orang (102%) dari 21.420 orang atau terdapat 372 orang yang melebihi target. Alasannya akibat meningkatnya animo masarakat terhadap kebutuhan diklat pelaut dan belum ada perubahan dalam waktu pembelajaran. Peningkatan jumlah peserta Pemutakhiran terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran menyebabkan tingginya penyerapan peserta diklat dalam mengikuti program Pemutakhiran. Capaian terbesar Diklat Pemutakhiran adalah Realisasi Able Seafarer Deck sebesar 5.213 orang dan capaian prosentase terbesar adalah Diklat Pemutakhiran Ahli Teknika - IV sebesar 1.225 (113%) dari 1080 Orang atau terdapat 145 orang yang melebihi target. Untuk capaian diklat pemutakhiran yang lain adalah sebagai berikut, ANT I Sebesar 108% dari target, ATT I Sebesar 85% dari target, ANT II sebesar 107% dari target, ATT II sebesar 106% persen dari target, ANT III Manajemen sebesar 95% dari target, ATT III Manajemen sebesar 97% dari target, ANT IV sebesar 98% dari target, ATT IV sebesar 113% dari target, ANT V sebesar 97% dari target, ATT V sebesar 100% dari target, Able Seafarer Deck sebesar 110% dari target, Able Seafarer Mesin sebesar 105% dari target. Untuk pemutakhiran DP Tingkat III, IV dan V bisa dilihat pada tabel bahwa realisasinya tidak ada, hal ini dikarenakan calon peserta diklat untuk tingkat III, IV dan V lebih memilih memutakhirkan ijazah mereka pada diklat manajemen. Karena diklat manajemen memberikan lebih banyak kewenangan di atas kapal. SATKER Tabel II.f Target dan Realisasi Lulusan Pemutakhiran LULUSAN PROGRAM PELATIHAN REALISASI TARGET JUMLAH L P PERSEN TASE PESERTA II - 7 H a l

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) BP3IP JAKARTA Ahli Nautika Tingkat (ANT) I 570 609 6 615 108% Ahli Teknika Tingkat (ATT) I 450 383 1 384 85% Ahli Nautika Tingkat (ANT) II 960 1011 16 1,027 107% Ahli Teknika Tingkat (ATT) II 780 826 1 827 106% Ahli Nautika Tingkat (ANT) III 30 0 0% Ahli Teknika Tingkat (ATT) III 30 0 0% Ahli Nautika Tingkat (ANT) IV 30 0 0% Ahli Teknika Tingkat (ATT) IV 30 0 0% Ahli Nautika Tingkat (ANT) V 30 0 0% Ahli Teknika Tingkat (ATT) V 30 0 0% Able Seaafarer Deck 4740 5213 0 5,213 110% Able Seaafarer Mesin 2460 2577 0 2,577 105% Ahli Nautika Tingkat (ANT) III Manajemen 2520 2346 50 2,396 95% Ahli Teknika Tingkat (ATT) III Manajemen 2220 2157 3 2,160 97% Ahli Nautika Tingkat (ANT) IV Manajemen 1620 1585 9 1,594 98% Ahli Teknika Tingkat (ATT) IV Manajemen 1080 1225 0 1,225 113% Ahli Nautika Tingkat (ANT) V Manajemen 2220 2155 1 2,156 97% Ahli Teknika Tingkat (ATT) V Manajemen 1620 1618 0 1,618 100% JUMLAH 21,420 21,705 87 21,792 102% JUMLAH 21,420 21,705 87 21,792 102% Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan jumlah Realisasi lulusan program diklat Pemutakhiran BP3IP tahun 2016 lebih tinggi dari Target lulusan sebesar 21.792 orang (102%) dari 21.420 orang atau terdapat 372 orang yang melebihi target. Alasannya akibat meningkatnya animo masarakat terhadap kebutuhan diklat pelaut dan belum ada perubahan dalam waktu pembelajaran. Peningkatan jumlah lulusan Pemutakhiran terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran menyebabkan tingginya penyerapan lulusan diklat dalam mengikuti program Pemutakhiran. Capaian terbesar Diklat Pemutakhiran adalah Realisasi Able Seafarer Deck sebesar 5.213 orang dan capaian prosentase terbesar adalah Diklat Pemutakhiran Ahli Teknika - IV sebesar 1.225 (113%) dari 1080 Orang atau terdapat 145 orang yang melebihi target.durasi diklat pemutakhiran yang singkat (tidak lebih dari 1 minggu) menjadikan lulusan II - 8 H a l

diklat penyegaran lulus di tahun yang sama sehingga antara peserta dan lulusan memiliki angka yang sama. Grafik II.c Target dan Realisasi Peserta dan Lulusan Pemutakhiran BP3IP tahun 2016 Berdasarkan Grafik II.c dapat dilihat bahwa realisasi lulusan mencapai 100% dari realisasi jumlah peserta disebabkan waktu pelaksanaan pelatihan dan waktu kelulusan ada pada tahun yang sama. Berdasarkan program pelatihan maka jumlah peserta dan lulusan terbesar yaitu Able Seafarer Deck sebesar 5.213 Orang. d. Pelatihan Teknis ( Keterampilan ) Pelatihan Teknis atau Pelatihan Keterampilan Khusus Pelaut BP3IP diselenggarakan sebanyak 18 program diklat keterampilan. Realisasi peserta program pelatihan teknis BP3IP tahun 2016 dengan rincian sebagai berikut SATKER Tabel II.g Target dan Realisasi peserta Pelatihan Teknis (Keterampilan) PROGRAM PELATIHAN TARGET PESERTA REALISASI JUMLAH PERSEN TASE PESERTA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) L P II - 9 H a l

SATKER PROGRAM PELATIHAN TARGET PESERTA REALISASI L P JUMLAH PERSEN TASE PESERTA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) BP3IP JAKARTA Radar Simulator (RS) 2,000 2,078 16 2,094 105% Arpa Simulator (AS) 1,200 1,198 17 1,215 101% Medical Emergency First Aid (MEFA) 1,440 1,204 3 1,207 84% Medical Care (MC) 3,080 3,062 9 3,071 100% Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) 560 595 17 612 109% International Safety Code Management (ISM Code) Ship 360 167 1 168 47% Handling Ship Security Officer (SSO) 2,900 2,853 19 2,872 99% Bridge Resouces Management (BRM) Ship Stability 3,460 3,776 32 3,808 110% Engine Resouces Management (ERM) 3,180 3,275 2 3,277 103% Electronic Chart Display Course (ECDIS) 1,440 1,287 34 1,321 92% Security Awarenes Training (SAT) 3,000 3,035 6 3,041 101% SAT-Seaferers With Designated Security Duties (SDSD) 3,080 2,914 4 2,918 95% Forming Rating Deck 1,560 1,556 0 1,556 100% Forming Rating Mesin 1,160 1,010 0 1,010 87% Able Seaafarer Deck 20 0% Able Seaafarer Mesin 20 0% Ship Handling 260 122 1 123 47% IMDG Code 540 498 1 499 92% JUMLAH 29,260 28,630 162 28,792 98% TOTAL 29,260 28,630 162 28,792 98% Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa perbandingan jumlah realisasi peserta diklat teknis BP3IP tahun 2016 sebesar 28.792 orang (98%) kurang dari target peserta 29.260 orang atau terdapat 468 orang yang tidak terserap. Alasannya mengalami penurunan jumlah peserta Diklat Pelatihan Teknis karena terdapat perbedaan cara perhitungan dengan tahun sebelumnya,dimana pada tahun lalu diklat pelatihan teknis dimasukan ke perhitungan diklat pemutakhiran dan juga terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran. II - 10 H a l

Capaian terbesar pelatihan teknis adalah Realisasi BRM sebesar 3.808 orang dan capaian prosentase terbesar juga terdapat pada BRM sebesar (110%) dari 3.460 Orang atau terdapat 348 orang yang melebihi target. Untuk capaian pelatihan teknis yang lain adalah sebagai berikut, RS Sebesar 105% dari target, AS Sebesar 101% dari target, MEFA sebesar 84% dari target, MC sebesar 100% persen dari target, GMDSS sebesar 109% dari target, ISM Code sebesar 47% dari target, SSO sebesar 99% dari target, BRM sebesar 110% dari target, ERM sebesar 103% dari target, ECDIS sebesar 92% dari target, SAT sebesar 95% dari target, Rating Deck sebesar 100% dari target, Rating Mesin sebesar 87% dari target, Ship Handling sebesar 47% dari target, IMDG Code sebesar 92% dari target. Jika dilihat pada tabel. Untuk diklat MC, SSO, BRM, ERM, SAT dan SDSD. Maka baik jumlah target maupun realisasi berada pada angka yang jauh lebih tinggi daripada diklat keterampilan lainnya. Hal ini disebabkan karena diklat tersebut menjadi syarat wajib dimiliki bagi calon peserta diklat yang ingin mengikuti diklat peningkatan. Untuk Diklat ISM Code dan Ship Handling yang capaian realisasinya berada cukup jauh dari target dikarenakan kedua diklat tersebut bukanlah diklat primer yang harus dimiliki pelaut sehingga terdapat pergeseran prioritas diklat keterampilan yang diambil oleh pelaut. sedangkan perencanaan disusun mempertimbangkan time series pada tahun sebelumnya dimana untuk kedua diklat tersebut masih memiliki potensi pada angka 200-300an. SATKER Tabel II.h Target dan Realisasi lulusan Pelatihan Teknis (Keterampilan) PROGRAM PELATIHAN TARGET PESERTA REALISASI L P JUMLAH PERSEN TASE PESERTA (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) BP3IP JAKARTA Radar Simulator (RS) 2,000 2,078 16 2,094 105% Arpa Simulator (AS) 1,200 1,198 17 1,215 101% Medical Emergency First Aid (MEFA) 1,440 1,204 3 1,207 84% Medical Care (MC) 3,080 3,062 9 3,071 100% Global Maritime Distress and Safety System (GMDSS) 560 595 17 612 109% International Safety Code Management (ISM Code) Ship 360 167 1 168 47% Handling Ship Security Officer (SSO) 2,900 2,853 19 2,872 99% Bridge Resouces Management (BRM) Ship Stability 3,460 3,776 32 3,808 110% II - 11 H a l

Engine Resouces Management (ERM) 3,180 3,275 2 3,277 103% Electronic Chart Display Course (ECDIS) 1,440 1,287 34 1,321 92% Security Awarenes Training (SAT) 3,000 3,035 6 3,041 101% SAT-Seaferers With Designated Security Duties (SDSD) 3,080 2,914 4 2,918 95% Forming Rating Deck 1,560 1,556 0 1,556 100% Forming Rating Mesin 1,160 1,010 0 1,010 87% Able Seaafarer Deck 20 0% Able Seaafarer Mesin 20 0% Ship Handling 260 122 1 123 47% IMDG Code 540 498 1 499 92% JUMLAH 29,260 28,630 162 28,792 98% TOTAL 29,260 28,630 162 28,792 98% Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa perbandingan jumlah realisasi lulusan diklat teknis BP3IP tahun 2016 sebesar 28.792 orang (98%) kurang dari target lulusan 29.260 orang atau terdapat 468 orang yang tidak terserap. Alasannya mengalami penurunan jumlah lulusan Diklat Pelatihan Teknis karena terdapat perbedaan cara perhitungan dengan tahun sebelumnya,dimana pada tahun lalu diklat pelatihan teknis dimasukan ke perhitungan diklat pemutakhiran dan juga terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran.durasi pelatihan teknis yang singkat (tidak lebih dari 1 minggu) menjadikan lulusan diklat pelatihan teknis lulus di tahun yang sama sehingga antara peserta dan lulusan memiliki angka yang sama. II - 12 H a l

Grafik II.d Target dan Realisasi Peserta dan Lulusan Pelatihan Teknis BP3IP tahun 2016 Berdasarkan Grafik II.d dapat dilihat bahwa realisasi lulusan mencapai 100% dari realisasi jumlah peserta disebabkan waktu pelaksanaan pelatihan dan waktu kelulusan ada pada tahun yang sama. Berdasarkan program pelatihan teknis maka jumlah peserta dan lulusan terbesar yaitu BRM sebesar 3.808 Orang. Dari seluruh jenis program pendidikan dan pelatihan BP3IP yang diselenggarakan, target dan realisasi peserta pendidikan dan pelatihan BP3IP tahun 2016 dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel II.i Target dan Realisasi peserta keseluruhan diklaterror! Not a valid link. Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan jumlah Realisasi peserta keseluruhan program diklat BP3IP tahun 2016 lebih tinggi dari Target peserta sebesar 62.459 orang (100,2%) dari 62.350 orang atau terdapat 109 orang yang melebihi target. Alasannya akibat meningkatnya animo masarakat terhadap kebutuhan diklat pelaut dan belum ada perubahan dalam waktu pembelajaran. Peningkatan jumlah peserta Pemutakhiran, Penyegaran dan Pelatihan Teknis terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran menyebabkan tingginya penyerapan peserta diklat dalam mengikuti program Pemutakhiran, Penyegaran dan Pelatihan Teknis. II - 13 H a l

Diagram II.a Realisasi target peserta keseluruhan diklat Sebagaimana pada table II.g serta diagram II.a dapat dilihat bahwa BP3IP telah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk 62.459 orang dari target sebesar 62.350 (1005) dengan komposisi peserta untuk pendidikan peningkatan sebesar 6.03%, pelatihan pemutakhiran sebesar 34.89%, pelatihan penyegaran sebesar 12.98%, dan pelatihan teknis sebesar 46.10%. Tabel II.j Target dan Realisasi lulusan keseluruhan diklaterror! Not a valid link. Berdasarkan Tabel diatas dapat dilihat bahwa Perbandingan jumlah Realisasi lulusan keseluruhan program diklat BP3IP tahun 2016 lebih tinggi dari Target lulusan sebesar 62.384 orang (100,2%) dari 62.260 orang atau terdapat 124 orang yang melebihi target. Alasannya akibat meningkatnya animo masarakat terhadap kebutuhan diklat pelaut dan belum ada perubahan dalam waktu pembelajaran. Peningkatan jumlah lulusan Pemutakhiran, Penyegaran dan Pelatihan Teknis terkait dengan program STCW 2010 yang akan diberlakukan diawal tahun 2017 dan singkatnya masa pendidikan dan II - 14 H a l

pelatihan yang ditetapkan untuk masing masing periode pembelajaran menyebabkan tingginya penyerapan lulusan diklat dalam mengikuti program Pemutakhiran, Penyegaran dan Pelatihan Teknis. Diagram II.a Realisasi target lulusan keseluruhan diklat Sebagaimana pada table II.g serta diagram II.a dapat dilihat bahwa BP3IP telah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan untuk 62.459 orang dari target sebesar 62.350 (1005) dengan komposisi peserta untuk pendidikan peningkatan sebesar 5.92%, pelatihan pemutakhiran sebesar 34.93%, pelatihan penyegaran sebesar 13.00%, dan pelatihan teknis sebesar 46.15%. e. Sarana dan Prasarana Pada tahun 2016 terdapat beberapa pengadaaan untuk lab / simulator yang dimaksud untuk meningkatkan kualitas pembelajaran diklat di BP3IP, dan pengadaan unit baru ini dilaksanakan untuk pemenuhan kegiatan pembelajaran kompetensi peserta diklat yang harus ditambahkan karena kebutuhan pembelajaran praktikum terkait persyaratan kerja diatas kapal yang ditetapkan oleh Regulator yaitu dirjen perhubungan laut sebagai implementasi dari persyaratan International Maritime Organisation, adapun jenis Laboratorium dan Simulator tersebut antara lain; - CBT - GMDSS - High Voltage II - 15 H a l

Dari ketiga penambahan sarana praktikum diatas seluruhnya berkaitan dengan pembelajaran ilmu Navigasi bidang Nautika yang harus dipelajari secara mendalam karena kebutuhan standard kopetensi yang harus dipenuhi dan juga penambahan Laboratorium dan Simulator ini sangat dibutuhkan karena animo masyarakat yang meningkat sangat tinggi terkait implementasi STCW ammandement Manila 2010 yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2017. Dalam strategi kedepan BP3IP akan selalu meningkatkan kualitas pendidikan kepelautan Indonesia yaitu dengan mempertahan kondisi fasilitas pembelajaran praktikum baik perawatan dan penambahan fasilitas, serta meningkatkan kompetensi para pengampu pembelajaran dengan kegiatan-kegiatan improvement dibidang kompetensi masing masing pengampu sebagai program kerja Sumber Daya Manusia di lingkungan BP3IP. II - 16 H a l

GMDSS Simulator Gambar II.a Ruang sebagai control pembelajaran alat pembelajaran bagi Peserta Diklat II - 17 H a l

CBT Gambar II.b II - 18 H a l

High Voltage Gambar II.c II - 19 H a l

II - 20 H a l

f. Utilitas Sarana dan Prasarana Tahun 2016 Perhitungan utilisasi sarana dan prasarana yang dilaksanakan di BP3IP dimana data yang disajikan adalah fasilitas utama yang terdiri dari kelas, laboratorium dan simulator, adapun realisasi utilitas pendidikan dan pelatihan BP3IP adalah sebagai berikut: Tabel II.k Utilitas sarana dan prasarana NO fasilitas Jumlah (unit) kapasitas total (org) jam operasional kapasitas terpasang sat. rencana % volume Rencana realisasi utilitas Realisasi volume % KELAS Gedung Aldebaran 13 315 14 8467200 OH 7959168 94% 7466458 94% Gedung Bellatrix 22 615 14 16531200 OH 15539328 94% 14705510 94% Gedung Canopus 22 750 14 20160000 OH 18950400 94% 18002880 94% JUMLAH 57 1590 14 45158400 OH 42448896 94% 40174848 94% LABORATORIUM 1 SHIP CONTRUCTION LABORATORY 1 15 48 2304 jam 1843 95% 1677 94% 2 SHIP OPERATION LABORATORY 1 15 48 2304 jam 1843 95% 1475 94% 3 ELECTRONIC LABORATORY 1 15 48 2304 jam 1843 95% 1751 94% 4 ELECTRICAL LABORATORY 1 15 48 2304 jam 1843 95% 1751 94% 5 DIESEL ENGINE PLANT 1 15 48 2304 jam 1843 95% 1659 94% 6 BOILER REAL EQUIPMENT 1 15 48 2304 jam 1843 95% 1567 94% 7 WORKSHOP 1 30 48 2304 jam 1843 95% 1733 94% 8 GENERATOR 1 15 48 2304 jam 1843 95% 1567 94% 9 CHAMBER / REFRIGATOR 1 10 48 2304 jam 1843 95% 1475 94% 10 SAFETY EQUIPMENT 1 20 48 2304 jam 1843 95% 1567 94% 11 AUTOMATIC CONTROL LABORATORY 1 15 48 2304 jam 1843 95% 1659 94% II - 21 H a l

NO fasilitas rencana realisasi utilitas Jumlah kapasitas jam kapasitas sat. % Realisasi (unit) total (org) operasional terpasang volume volume Rencana % 12 CHEMISTRY LABORATORY 1 30 48 2304 jam 1843 95% 1659 94% 13 GMDSS REAL EQUIPMENT 1 15 48 2304 jam 1843 95% 1751 94% 14 SHIP STABILITY 1 10 48 2304 jam 1843 95% 1290 94% 15 CHART ROOM 1 15 48 2304 jam 1843 95% 1751 94% 16 PHYSIC LABORATORY 1 15 48 2304 jam 1843 95% 1475 94% 17 LANGUAGE LABORATORY 1 30 48 2304 jam 1843 95% 1751 94% 18 19 SIMULATOR COMPUTER BASED TRAINING (CBT II) COMPUTER BASIC TRAINING (Ship Analytic /CBT I) 1 25 48 2304 jam 1843 96% 1659 94% 1 30 48 2304 jam 1843 96% 1659 94% LEARNING MANAGEMENT SYSTEM 1 30 48 2304 jam 1843 96% 1751 94% 20 (LMS) 21 ENGINE GRAPHIC SIMULATOR 1 15 48 2304 jam 1843 96% 1567 94% GAS AND STEAM TURBINE 1 15 48 2304 jam 1843 96% 1567 94% 22 SIMULATOR 23 RADAR SIMULATOR 1 10 48 2304 jam 1843 96% 369 94% CUBICAL SHIP HANDLING 24 SIMULATOR 1 15 48 2304 jam 1843 96% 369 94% 25 CARGO HANDLING LABORATOTY 1 30 48 2304 jam 1843 96% 369 94% OIL CARGO HANDLING 26 SIMULATOR 1 15 48 2304 jam 1843 96% 1290 94% 27 LNG HANDLING SIMULATOR 1 15 48 2304 jam 1843 96% 1290 94% 28 RADAR ARPA SIMULATOR 1 15 48 2304 jam 1843 96% 1751 94% II - 22 H a l

NO fasilitas Jumlah (unit) kapasitas total (org) jam operasional kapasitas terpasang sat. rencana % volume Rencana realisasi utilitas Realisasi volume % COMPUTER BASED TRAINING (CBT 29 III) 1 25 48 2304 jam 1843 96% 1475 94% 30 NAVIGATION AIDS SIMULATOR 1 15 48 2304 jam 1843 96% 1475 94% 31 SHIP MANUEVERING SIMULATOR 1 15 48 2304 jam 1843 96% 1806 94% 32 ENGINE ROOM SIMULATOR 1 15 48 2304 jam 1843 96% 1751 94% 33 ECDIS SIMULATOR 1 15 48 2304 jam 1843 96% 1659 94% 34 GMDSS SIMULATOR 1 15 48 2304 jam 1843 96% 1659 94% AULA 1 300 II - 23 H a l

Utilisasi beberapa Laboratorium dan simulator mengalami penurunan bahkan ada beberapa Lab/Simulator yang sama sekali tidak dipergunakan karena beberapa factor penyebab, dan BP3IP berusaha untuk selalu melayani kebutuhan pembelajaran kompetensi secara optimal, adapun factor penyebab kendala utilisasi terhadap beberapa Lab/simulator adalah adanya kerusakan software operasional dan kerusakan Hardware computer yang karena sebab tertentu sangat sulit dilakukan perbaikan ( computer sudah terinstal tahun 2003 ). Jenis Laboratorium dan Simulator yang mengalami kerusakan antara lain; 1. Liquid Cargo Handling Simulator 2. Full mission Manuvering Simulator 3. English Laboratorium Dengan melihat kondisi Lab/Simulator diatas BP3IP melakukan proses penghapusan untuk ketiga lab/simulator tersebut dan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran praktikum BP3IP juga melakukan jenis kegiatan pengadaan baru Lab/Simulator di tahun 2016 yaitu antara lain; 1. GMDSS Simulator 2. CBT 3. High Voltage Dengan demikian utilisasi lab/simulator unit baru yang diadakan ditahun 2016 baru mencapai 20% penggunaan pembelajaran. g. Kurikulum Kurikulum yang digunakan BP3IP mengacu kepada : 1. Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Nomor : PK.01/BPSDMP/-2013 tentang Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Kepelautan sesuai STCW 1978 Amandemen 2010 Manila; 2. Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Nomor : PK.02/BPSDMP/-2013 tentang Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Khusus Pelaut Kompetensi Kepelautan sesuai STCW 1978 Amandemen 2010 Manila 3. Peraturan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Nomor : PK.03/BPSDMP/-2013 tentang Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan II - 24 H a l

Pemutakhiran Kompetensi Kepelautan sesuai STCW 1978 Amandemen 2010 Manila. 2. PERMASALAHAN DAN UPAYA PEMECAHAN Beberapa permasalahan yang dihadapi dalam tahun 2016 pada BP3IP adalah kurangnya jumlah tenaga pengajar dosen pendidikan profesi kepelautan. Upaya pemecahan terhadap permasalahan yang terjadi pada BP3IP dalam rangka memenuhi pengajar yang sesuai dengan Standar IMO maka akan dilakukan perekrutan tenaga pengajar dari luar, yang diikat melalui surat keputusan direktur. II - 25 H a l