ERFRITA NOUR MAYA DEWI

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT. BANK SYARIAH MEGA INDONESIA

EVALUASI KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH KRISIS PADA SEKTOR MANUFAKTUR

BAB I PENDAHULUAN. sektor perbankan mempunyai kekuatan dan peluang yang besar untuk

BAB I PENDAHULUAN. ini dikarenakan rendahnya tingkat pendapatan. Saat ini pembangunan. oleh pemerintah. Tujuan dari pembangunan tersebut adalah untuk

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. seluruh negara. Negara-negara yang berada di wilayah Eropa dan Asia-Pasifik pun

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dunia perbankan memegang peranan yang penting dalam kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. sebagai penggerak roda perekonomian suatu negara, fungsi bank sebagai

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan dalam lalu lintas pembayaran, sehingga kinerja bank merupakan

diteliti yaitu Bank BNI Syariah. Selanjutnya akan dibahas mengenai Sumber Data yaitu

ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PD. BPR BKK WONOGIRI KOTA

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PT. SINAR SEMESTA KLATEN SKRIPSI

ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PD. BPR BKK PATI KOTA KABUPATEN PATI TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang mempunyai peranan penting di dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan sarana perusahaan untuk meningkatkan. kebutuhan dana jangka panjang dengan menjual saham atau mengeluarkan

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KOPERASI MAHASISWA UMS DI SURAKARTA

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. dengan menggunakan pendekatan CAMELS pada data penelitian yang digunakan

BAB I PENDAHULUAN. bank umum pada kredit likuiditas Bank Indonesia untuk mendorong

BAB I PENDAHULUAN. suatu negara dikarenakan pasar modal menjalankan fungsi ekonomi sekaligus

BAB I PENDAHULUAN. sekelompok orang atau suatu badan lainnya yang kegiatannya melakukan produksi dan

BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalankan bisnisnya. Padahal perindustrian sektor konsumsi

ANALISIS KINERJA BANK SYARIAH DI INDONESIA (Studi Empiris Bank Umum Syariah)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dengan berkembangnya industri perbankan syariah yang terjadi pada

: AYU ASTREA NINGSIH B.

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat (investor) yang kemudian disalurkan kepada sektor-sektor yang

BAB I PENDAHULUAN. Dunia perbankan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini telah. mengalami perkembangan yang cukup pesat, ini dibuktikan dengan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. pertama kali yang berdiri di Indonesia yaitu Bank Muamalat dapat membuktikan

PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA PD. BPR BKK KECAMATAN TAWANGSARI KABUPATEN SUKOHARJO

BAB I PENDAHULUAN. dapat tetap bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Apabila efisiensi

ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA KPRI RASA TUNGGAL DI KECAMATAN BANJARSARI

2015 PENGARUH PEMBIAYAAN BAGI HASIL TERHADAP PROFITABILITAS

ANALISA RASIO KEUANGAN UNTUK PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN PADA CV. PERMATA 7 FURNITURE DI WONOGIRI

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah untuk mendapatkan dana dari masyarakat yang dapat digunakan

BAB I PENDAHULUAN. Koperasi sebagai gerakan lembaga ekonomi yang mempunyai tugas. dan tanggungjawab mensejahterakan seluruh anggota melalui pemenuhan

BAB I PENDAHULUAN. kelangsungan usahanya dan kemungkinan untuk perkembangan usaha

BAB I PENDAHULUAN. Bank merupakan lembaga kepercayaan yang berfungsi sebagai lembaga

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Saham merupakan sertifikat yang menunjukan bukti kepemilikan

PROPOSAL MAGANG ANALISIS TINGKAT KESEHATAN BANK BERDASARKAN METODE CAMEL PADA PT.BPR-LPN PANAMPUNG

PENGGUNAAN INFORMASI LABA DAN ARUS KAS OPERASI DALAM MEMPREDIKSI LABA MASA DEPAN

(Study Empiris Pada Perusahaan Makanan dan Minuman di BEI)

ANALISIS BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL PADA BANK-BANK YANG GO PUBLIC DI BEI SKRIPSI

ANALISIS KINERJA KEUANGAN KSPS-BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) DINAR BAROKAH JUMAPOLO KARANGANYAR TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sangat dipengaruhi oleh krisis ekonomi yang sedang terjadi. dalam menanam modalnya di Indonesia.

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA PERUSAHAAN CONSUMER GOODS Perusahaan Kosmetik Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta

BAB I PENDAHULUAN. juga memberikan pelayanan dalam bentuk jasa jasa perbankan. Bank memiliki

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pembangunan nasional suatu bangsa mencakup di dalamnya

BAB 1 PENDAHULUAN. perekonomian yaitu sebagai lembaga intermediasi keuangan (financial

PENGGUNAAN METODE CAMELS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN BANK BNI TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. secara praktik operasionalnya. Dalam beberapa penelitian dan kajian, ekonomi islam

BAB 1 PENDAHULUAN. lepas dari peran Bank sebagai lembaga keuangan. Menurut Susilo (2000:6) secara

ANALISIS PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK PADA BMT UMS DENGAN METODE CAMEL TAHUN

BAB I PENDAHULUAN. terhadap bunga (riba), baik nominal sederhana, bunga berbunga, berbunga. investasi, termasuk di pasar modal dan asuransi.

BAB I PENDAHULUAN. Bisnis perbankan di Indonesia era tahun 60-an dan 70-an merupakan bisnis

Transkripsi:

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN BANK MANDIRI KONVENSIONAL TAHUN 2004 2007 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Syarat-Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi Pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta Disusun oleh: ERFRITA NOUR MAYA DEWI B 200 050 209 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan sistem keuangan, khususnya industri perbankan dalam dekade terakhir dapat dikatakan cukup dramastis. Krisis perbankan beberapa waktu lalu yang disebabkan oleh kelangkaan dana pada perbankan dalam jumlah besar sebagai akibat penarikan dana secara besar-besaran oleh masyarakat ditambah melemahnya nilai rupiah terhadap dolar, menyisakan trauma bagi para pelaku ekonomi dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Meski beberapa analis menyatakan bahwa krisis keuangan selalu didahului oleh fluktuasi dan ketidak stabilan makroekonomi yang menyebabkan terdepresinya mata uang domestik secara signifikan dan menyulut tingginya tingkat bunga dan inflasi yang berujung pada krisis perbankan, beberapa analis lain berpendapat bahwa ketidak stabilan makroekonomi justru disebabkan lemahnya sistem perbankan. Peristiwa likuidasi puluhan bank merupakan peristiwa yang tidak terduga yang menimbulkan kepanikan dalam masyarakat. Sehingga kini perbankan mengalami tahap-tahap yang sulit dalam perkembangannya. Undang Undang No. 10 tahun 1998 tentang perubahan Undang Undang No. 7 tahun 1992 tentang perbankan telah memberikan amanat kepada Bank Indonesia untuk mengakomodasi pengaturan dan pengawasan perbankan berdasarkan prinsip syariah. Maka secara resmi keberadaan Dual 1

Banking System atau Sistem Perbankan Ganda, yaitu perbankan berdasar konvensional dan syariah. Undang Undang tersebut memberikan arahan bagi bank bank konvensional untuk membuka cabang syariah atau mungkin mengkonversi diri secara total bank syariah. Perbedaan antara bank syariah dengan bank konvensional adalah terletak pada prinsip yang digunakan. Bank syariah beroperasi menggunakan prinsip bagi hasil untuk menghindari riba, sedangkan bank konvensional menggunakan bunga dalam operasi dan berprinsip meraih untung sebesar besarnya. Selain itu pada bank syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah sedangkan pada bank konvensional tidak ada. Agar bank syariah dan bank konvensional dapat tumbuh dan berkembang, tentunya harus mempunyai kinerja keungan yang baik. Informasi yang disajikan dalam kinerja keungan ini dapat digunakan oleh pihak pihak yang terkait seperti investor, kreditor, dan pihak pihak luar perbankan untuk memprediksi kinerja keungan yang sebenarnya pada setiap periode, dalam hal ini tahun 2004 2007. Penilaian kinerja keungan dapat dianalisis dengan menggunakan analisis rasio yang menitik beratkan pada faktor faktor, yaitu: permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, rentabilitas, dan likuiditas. Akan tetapi dalam penelitian ini faktor manajemen diabaikan. Kinerja keuangan dalam perbankan sangat penting untuk digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan manajerial perbankan, misalnya investor. Dengan adanya kinerja keuangan yang baik, 2

maka investor tidak akan ragu ragu dalam menanamkan modalnya baik pada bank syariah maupun bank konvensional. Berdasarkan pada laporan keuangan Bank Syariah dan laporan keuangan Bank Konvensional, maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul: ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN ANTARA BANK SYARIAH MANDIRI DENGAN BANK MANDIRI KONVENSIONAL TAHUN 2004 2007 B. Pembatasan Masalah Agar dalam penelitian obyek yang diteliti tidak terlalu luas, maka perlu adanya pembatasan masalah. Dalam penelitian ini penulis membatasi pada dua jenis bank yaitu Bank Syariah Mandiri dan Bank Mandiri Konvensional dengan melihat faktor-faktor permodalan, kualitas aktiva produktif, manajemen, rentabilitas dan likuiditas. C. Perumusan Masalah Laporan laba rugi dan neraca merupakan laporan keuangan yang menunjukkan kondisi keuangan suatu badan usaha yang terdidri dari asset, hutang dan modal serta hasil usaha dari suatu perusahaan. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja keuangan perbankan yaitu dengan analisis rasio laporan keuangan. Dalam hal ini rasio keuangan bank digunakan sebagai alat 3

pengukur tingkat kesehatan bank sehingga dapat diketahui kinerja keuangan perbankan sesungguhnya. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah: 1. Seberapa besar tingkat modal, kualitas aktiva produktif, manajemen, earning (rentabilitas), dan likuiditas antara Bank Syariah Mandiri dan Bank Mandiri Konvensional tahun 2004 2007? 2. Bagaimana perbandingan kinerja keuangan antara Bank Syariah Mandiri dan Bank Mandiri Konvensional tahun 2004 2007? D. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dengan diadakannya penelitian ini, adalah: 1. Menganalisis tingkat modal, kualitas aktiva produktif, manajemen, earning (rentabilitas), dan likuiditas antara Bank Syariah Mandiri dan Bank Mandiri Konvensional dengan meghitung rasio keuangan bank tahun 2004 2007. 2. Untuk mengetahui perbandingan kinerja keuangan Bank Syariah Mandiri dengan Bank Mandiri Konvensional melalui rata rata rasio keuangan bank dari tahun 2004 sampai tahun 2007. E. Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada banyak pihak diantaranya: 4

1. Bagi pemilik dana investasi, hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk pengambilan keputusan dalam menanamkan investasinya pada bank yang bersangkutan. 2. Bagi Bank yang diteliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan manajerial yang berhubungan dengan kelangsungan hidup usaha perbankan. 3. Bagi peneliti, kegiatan penelitian ini merupakan penerapan untuk mengaplikasikan pengetahuan teoritis yang telah dipelajari selama kuliah ke dalam dunia penelitian. 4. Bagi masyarakat, hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan informasi mengenai kinerja keuangan perbankan yang dihitung dengan rasio keuangan bank. F. Sistemetika Penulisan daftar pustaka Skripsi ini terdiri dari lima bab pembahasan ditambah dengan lampiran BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penyusun skripsi. Bab ini merupakan gambaran awal dari yang dilakukan peneliti. 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini merupakan penjabaran kerangka teoritik dari penelitian yang dilakukan terdiri dari pengertian Bank Konvensional dan Bank Syariah, Laporan Keuangan Perbankan, Penilaian Kinerja dan hal hal lain yang dapat memaparakan berbagai bahan acuan yang digunakan dalam penelitian. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini memuat hal hal yang berkaitan dengan penelitian seperti populasi, penentuan sample, teknik pengumpulan data serta alat analisa data. BAB IV PEMBAHASAN Bab ini merupakan pelaksanaan dan analisa hasil penelitian. Di dalam bab ini berisi tentang hasil pelaksanaan penelitian yang dilakukan peneliti atas permasalahan yang dikemukakan pada awal pembahasan. BAB V PENUTUP Bab ini menjelaskan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan dan saran saran sehubungan dengan hasil serta keterbatasan dalam pelaksanaan penelitian. 6