BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

ANALISIS PEMETAAN ILMU PENGETAHUAN (KNOWLEDGE MAPPING) PADA INFORMATION RESEARCH AN INTERNATIONAL ELECTRONIC JOURNAL TAHUN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.825, 2015 KEMENKUMHAM. Visa Kunjungan. Saat Kedatangan. Ketujuh. Perubahan.

BERITA NEGARA. No.1193, 2012 KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA. Visa. Saat Kedatangan. Perubahan. PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

Matakuliah Otomasi Perpustakaan. Miyarso Dwi Ajie

2 2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

Daftar Situs Unduh Jurnal

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN TENGAH JUNI 2012

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:

PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN TENGAH DESEMBER 2014

BAB I. Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB III METODE PENELITIAN

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR KALIMANTAN TENGAH OKTOBER 2012

PANDUAN PENELUSURAN INFORMASI MELALUI IPB ELECTRONIC LIBRARY (IEL) PERPUSTAKAAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

IV. METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN LITERATUR. Menurut ALA Glossary of Library and Information Science (1983, 43), yang

Makalah Geografi NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG. Disusun oleh: R.A Adelia Sharfina Rosanti

BAB I PENDAHULUAN. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) merupakan

L/O/G/O. Disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Koleksi Nasional Jakarta, Mei 2014 OLEH : ADRIATI

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN TENGAH APRIL 2015

JUMLAH KUNJUNGAN KE TAMAN NASIONAL KOMODO MENURUT NEGARA ASAL TAHUN 2012

KUESIONER PENELITIAN. Nomor Kuesioner :

Pengalaman Mengelola Tropical Wetland Journal ( Udiansyah Forpimpas Wilayah Tengah

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. deskripsi yang objektif dan sistematik mengenai isi (content) yang terungkap

BAB III METODE PENELITIAN

Anggota Klaster yang terbentuk adalah sebagai berikut :

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN TENGAH MEI 2015

BAB 1 PENDAHULUAN. Pola produktivitas pengarang...,malta Nelisa, FIB Universitas UI, 2009 Indonesia

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI BENGKULU, AGUSTUS 2016

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

16 Apakah pihak yang berwenang pada situs web jelas? 17 Apakah penyedia sumberdaya situs web berkompeten?

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi kini telah masuk dalam era digital

IV. GAMBARAN UMUM Perkembangan Pertumbuhan Ekonomi di Sektor Pertanian Negara Berkembang dan Maju Periode

TATA CARA DAN PROSEDUR MEREVIEW JURNAL ILMIAH (KISI-KISI PEDOMAN 2013)

PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN TENGAH DESEMBER 2015

BAB I PENDAHULUAN. yang disimpan di perpustakaan, dimulai dari perpustakaan tradisional yang

RENCANA DAN REALISASI INVESTASI DAN TENAGA KERJA PMDN MENURUT SEKTOR EKONOMI DI NTB TAHUN 2013

PERKEMBANGAN EKSPOR KALIMANTAN TENGAH SEPTEMBER 2015

Sebuah Studi : Jurnal Akses Terbuka dalam Ilmu Perpustakaan dan Informasi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Outline. 2. Portal Publikasi Badan Litbang Kehutanan. Soft Launching. 1. Pengantar

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR PROVINSI BENGKULU, JULI 2016

PENJELASAN PerKa LIPI No. 3 Th Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah

Gambar 3.1 Peta Kota Cirebon Sumber: Hasil Penelitian, 2013.

PROPOSAL SKRIPSI. JUDUL PROPOSAL SKRIPSI DALAM BAHASA INDONESIA DITULIS SECARA SIMETRIS (Studi Kasus: Tempat Penelitian Tesis-jika ada, optional)

BAB IV PERENCANAAN DAN ANALISIS MOXIE

BAB I PENDAHULUAN. dan Informatika UMS (Universitas Muhamamdiyah Surakarta) merupakan

MENGHASILKAN UANG DARI BLOG MELALUI GOOGLE ADSENSE

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENELUSURAN EJOURNAL Institut Teknologi Bandung. Yoka Adam N. / Bagian Layanan Referensi dan Pemanduan

BAB 1 PENDAHULUAN. keperluan perlakuan terhadap karantin tumbuhan dan pra-pengapalan

Garis Panduan PENERBITAN. Institut Pengurusan Penyelidikan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan budaya manajemen baru (the new public management), atau

BAB 1 PENDAHULUAN. Ada beberapa keunggulan dari internet ialah dapat menyampaikan informasi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. suatu permasalahan. Hasil penelitian tidak pernah dimaksudkan sebagai suatu

Diklat Teknis IOJS. Manajemen Jurnal

Penilaian/Akreditasi Jurnal Ilmiah

FUNGSI TEORI DALAM PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuannya, mengembangkan diri dan pemenuhan kebutuhan dalam

BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Nia Hastari, 2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dila Farida Nurfajriah, 2013

BAB III METODE PENELITIAN

BAB VII TEMUAN, KESIMPULAN, DAN SARAN. Temuan yang didapatkan dari penelitian terhadap 290 tesis mahasiswa S-2 MIP

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian

BAB I PENDAHULUAN. masalah, keaslian penelitian, manfaat penelitian) dan juga tujuan penelitian.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. CommServ Network Indonesia. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan

BAB III LANDASAN TEORI. Kata perpustakaan berasal dari kata pustaka, yang berarti: kitab,bukubuku,

IBM Kenexa Skills Manager on Cloud

BAB I PENDAHULUAN. dalam situs jejaring sosial, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram telah

Sesi 1: Pengenalan e- journal dan Cara Pemanfaatannya

REALISASI PENANAMAN MODAL PMDN-PMA

PANDUAN AKSES E-JOURNAL. Oleh: Evi Yulfimar, S.Sos Pustakawan Muda

BAB I PENDAHULUAN. dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan

Tugas Tutorial Mata Kuliah: Pengolahan Terbitan Berseri RANGKUMAN MODUL 6 PUST2250 (BUKU MATERI PENGOLAHAN TERBITAN BERSERI) Dibuat Oleh:

BADAN PUSAT STATISTIK

Tips dan Trik Publikasi Ilmiah dan Pembuatan Meta Data Publikasi

PENELUSURAN PUSTAKA Tujuan instruksional khusus

DR.LULUK FAUZIAH, M.SI FISIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO 27 AGUSTUS 2016

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Dalam memenuhi kebutuhan akan informasi, setiap tindakan manusia selalu didorong

Tata Cara Pengajuan Akreditasi Secara Elektronik Melalui Aplikasi Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA)

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif. Menurut Hasan (2002:22), penelitian deskriptif adalah penelitian yang melukiskan variabel demi variabel, satu demi satu. Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa metode penelitian deskriptif digunakan untuk melukiskan variabel demi variabel yang terdapat dalam penelitian secara sistematis. Menurut Azwar (2004:7): Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta dan karakteristik mengenai populasi atau mengenai bidang tertentu. Penelitian ini berusaha menggambarkan situasi atau kejadian. Data yang dikumpulkan semata-mata bersifat deskriptif sehingga tidak bermaksud mencari penjelasan, menguji hipotesis, membuat prediksi maupun mempelajari implikasi. Berdasarkan pendapat di atas dapat diketahui bahwa penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara sistematik, fakta akurat dan karakteristik mengenai populasi, menjelaskan suatu situasi atau kejadian namun tidak bermaksud untuk menguji hipotesis, membuat prediksi. Penelitian ini hanya menggambarkan saja tidak menguji hipotesis ataupun membuat prediksi. 3.2 Unit Analisis Unit analisis adalah subjek yang akan menjadi sasaran penelitian. Hasan (2002:58) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan unit analisis penelitian adalah objek atau nilai yang akan diteliti dalam populasi.. Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa unit analisis adalah objek yang akan diteliti, objek tersebut dapat diklasifikasikan, dan merupakan benda ataupun manusia. Unit analisis dalam penelitian ini adalah semua artikel hasil penelitian pada Information Research: an International Electronic Journal yang terbit pada tahun 2009-2011. Jurnal tersebut dapat di akses secara online melalui internet dengan alamat situs http://www.informationr.net/ir.

Objek yang dikaji dalam Pemetaan Ilmu pengetahuan ini adalah Jurnal elektronik yakni Information Research: an International Electronic Journal, terbitan tahun 2009-2011. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun yakni tiap bulan Maret, Juni, September dan Desember. Berdasarkan hasil pencarian sementara dari database jurnal Information Research di http://www.informationr.net/ir terdapat sebanyak 106 artikel dengan perincian sebagai berikut: Tabel 2. Unit Analisis Tahun Information Research Jumlah Artikel 2009 Volume 14 No 1 March, 2009 8 artikel Volume 14 No 2 June, 2009 Volume 14 No 3 September, 2009 Volume 14 No 4 December, 2009 8 artikel 8 artikel 12 artikel 2010 Volume 15 No 1 March, 2010 5 artikel Volume 15 No 2 June, 2010 Volume 15 No 3 September, 2010 Volume 15 No 4 December, 2010 5 artikel 5 artikel 17 artikel 2011 Volume 16 No 1 March, 2011 5 artikel Volume 16 No 2 June, 2011 Volume 16 No 3 September, 2011 Volume 16 No 4 December, 2011 Jumlah 8 artikel 14 artikel 11 artikel 106 artikel 3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik dokumentasi yaitu dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut : a. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data Jurnal Information Research adalah dengan browsing melalui website yang dapat diakses melalui alamat web http://www.informationr.net/ir

b. Mengumpulkan seluruh judul-judul artikel dan artikel-artikel yang diterbitkan jurnal tersebut pada tahun 2009-2011. 3.5 Instrumen Penelitian Dalam setiap melakukan penelitian diperlukan suatu alat untuk mengumpulkan data dan merupakan hal yang sangat penting, karena pada prinsipnya melakukan penelitian adalah melakukan suatu pengukuran, maka harus ada alat ukur yang baik. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah dokumen. Instrumen pengolahan data yang digunakan adalah aplikasi autocad. Menurut Arikunto (1998:148) Dalam melaksanakan metode dokumentasi peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan, dan sebagainya. Berdasarkan pendapat tersebut dapat diketahui bahwa benda-benda yang dapat diteliti dengan mengunakan metode dokumentasi ialah buku-buku, majalah, dokumen, peraturanperaturan, notulen rapat, catatan, dan sebagainya. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi, dokumen tersebut dapat diperoleh melalui akses internet di http://www.informationr.net/ir Data yang dikumpulkan adalah data setiap volumenya. Data-data yang dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan peneliti dan dicatat melalui formulir pencatatan (Lampiran 1). Instrumen dalam pengolahan data yang digunakan adalah aplikasi. Data diolah dengan menggunakan aplikasi Autocad. 3.6 Teknik Analisis Data Setelah pengumpulan data dilakukan, selanjutnya dianalisis sesuai dengan prosedur pemetaan ilmu pengetahuan (knowledge mapping) secara konseptual yakni dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Memilih suatu bahan bacaan/ sumber bacaan yang menjadi objek pemetaan. 2. Mencatat semua judul artikel dari masing-masing judul artikel yang terdapat di dalam Jurnal Information Research, serta memahami isi artikelartikel.

3. Menentukan konsep-konsep yang akan dijadikan elemen pengetahuan. Dalam hal ini penulis menggunakan subdisiplin ilmu sebagai elemen pengetahuan dari domain tertentu; besaran isi pengetahuan dalam elemen yang mencakup jumlah publikasi, jumlah pengarang, asal pengarang, dan bahasa artikel; berdasarkan tingkat pengetahuan, ada 5 (lima) tingkat pengetahuan yakni tingkat 1). realita-data empiris mengenai realita, persepsi, deskripsi, tingkat 2). realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan, tingkat 3). model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model, tingkat 4). model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran, tingkat 5). pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian, 4. Menghubungkan konsep-konsep tersebut dengan kata penghubung, 5. Mengevaluasi keterkaitan konsep-konsep yang telah dibuat, 6. Hubungan antara konsep hendaknya mencerminkan arah dan intensitas dampak atau arus pengetahuan, ditunjukkan dengan panah dan garis. 7. Menggambarkan konsep-konsep tersebut dengan menggunakan aplikasi autocad dengan desain yang menarik.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Information Research an International Electronic Journal. Information Research: an International Electronic Journal merupakan jurnal online yang menyediakan informasi mengenai penelitian bidang ilmu perpustakaan dan informasi (Library and Information Research). Information Research an Internantional Electronic Journal adalah suatu jurnal ilmiah yang tersedia secara internasional, yang dibuat dalam cakupan yang luas tentang disiplin yang terkait dengan informasi. Jurnal ini dapat diakses secara online dan gratis melalui internet dengan alamat situs http://informationr.net/ir. Jurnal ini diterbitkan oleh Wilson, yang berasal dari Universitas Sheffield, dan didukung oleh Perpustakaan Universitas Lund, Swedia, dan dari Perpustakaan Sekolah Ilmu Informasi Swedia. Jurnal ini diindeks oleh Google Scholar, INSPEC: Enginering Village, Library, Information Science & Technology Abstracts, LISA: Library and Information Science Abstracts. Isi Hal ini juga diindeks untuk Web ISI Pengetahuan, untuk listing di Social Science Citation Index, Current Contents/Social and Behavioral Sciences, ISI Alerting Services, Social Scisearch, Journal Citation Reports/Social Sciences Edition. Jurnal ini terbit 4 kali dalam setahun yakni tiap bulan Maret, Juni, September dan Desember. Informasi Research juga telah menerima beberapa penghargaan yakni Med411.com, Emerald Abstracts-Computing Coolsite dan Links2Go-Library and Information Science. Jurnal ini tercantum dalam katalog dan direktori sumber daya dibeberapa perpustakaan universitas dan perguruan tinggi di seluruh dunia. Ruang lingkup, distribusi hits terbaru tentang home page dari jurnal Information Research digambarkan pada peta ClusterMap, dapat dilihat pada ClusterMap berikut :

Sumber: Information Research Gambar 13. Cluster Maps Information Research 4.2 Metode Membuat Pemetaan Ilmu Pengetahuan secara Konseptual Metode atau cara untuk membuat peta konsep adalah sebagai berikut: Langkah 1. Memilih Bahan Bacaan Bahan bacaan yang dimaksud dalam hal ini adalah sumber bacaan. Bahan bacaan/ sumber bacaan yang dipilih dalam penelitian ini adalah sebuah Jurnal yakni Information Research: an International Electronic Journal Tahun 2009-2011. Jurnal ini merupakan jurnal elektronik. Jurnal ini hanya dapat di akses melalui jaringa internet dengan alamat situs http://informationr.net. Setelah bahan bacaan/ sumber bacaan dipilih dan ditetapkan, maka dilakukan penelusuran artikel, yakni artikel yang terdapat pada Information Research: an International Electronic Journal terbit tahun 2009-2011 karena dalam penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah artikel Information Research: an International Electronic Journal yang terbit tahun 2009-2011. Berdasarkan penelusuran terdapat 106 artikel, lalu artikel-artikel tersebut didownload, dicatat.

Langkah 2. Pencatatan Judul, Nama Pengarang, Pengkodean dan Memahami Isi Artikel. Berdasarkan penelusuran pada Information Research: an International Electronic Journal yang terbit tahun 2009-2011 terdapat 106 artikel, lalu artikelartikel tersebut didownload dan dicatat. Untuk memudahkan pemetaan maka dilakukan pengkodean pada judul-judul artikel yang menjadi sampel penelitian. Hasil pengkodean dapat dilihat pada Lampiran 2. Selanjutnya proses pencatatan dalam pengolahan data lanjutan adalah menggunakan kode artikel yang sudah ditetapkan. Peneliti membuat kode artikel dengan menetapkan 9 (sembilan) digit nomor untuk setiap artikel. Dimana ke 9 (kesembilan) digit artikel tersebut memiliki arti tertentu yakni 3 (tiga) digit nomor pertama adalah tahun terbit artikel, lalu 2 (dua) digit nomor selanjutnya adalah nomor volume artikel, 2 (dua) digit nomor selanjutnya adalah nomor artikel dalam suatu volume artikel dan 2 (dua) digit nomor paling akhir adalah nomor urut artikel dalam suatu nomor artikel. Tata cara penentuan kode artikel tersebut dapat dilihat pada contoh berikut. Misalnya kode artikel 009-14-0101, adalah berarti sebagai berikut : 009 = Artikel merupakan artikel terbitan tahun 2009 14 = Artikel merupakan artikel terbitan volume 14 01 = Artikel merupakan artikel terbitan nomor 1 01 = Artikel merupakan artikel nomor urut 1 pada terbitan nomor 1 Contoh lain misalnya kode artikel 010-15-0101, adalah berarti sebagai berikut : 010 = Artikel merupakan artikel terbitan tahun 2010 15 = Artikel merupakan artikel terbitan volume 15 01 = Artikel merupakan artikel terbitan nomor 1 01 = Artikel merupakan artikel nomor urut 1 pada terbitan nomor 1 Cara atau hal yang sama dilakukan untuk setiap judul artikel yang menjadi sampel penelitian. Hasil pengkodean untuk semua sampel penelitian dapat dilihat pada Lampiran 2.

Langkah 3. Penentuan Konsep-Konsep Sebuah Elemen Pengetahuan. Penentuan konsep-konsep yang dimaksud dalam hal ini adalah menentukan subdisiplin ilmu yang akan dijadikan sebagai sebuah elemen pengetahuan. Seperti yang telah diuraikan pada bab 3, bahwa metode pemetaan ilmu pengetahuan yang digunakan adalah metode pemetaan konseptual yakni pemetaan ilmu pengetahuan dengan menggunakan konsep-konsep yang telah ditentukan. Adapun konsepkonsep yang akan dijadikan sebagai sebuah elemen pengetahuan dalam penelitian ini yakni : 1. Subdisiplin ilmu sebagai elemen pengetahuan dari domain tertentu; 2. Besaran isi pengetahuan dalam sebuah elemen yang mencakup jumlah publikasi, jumlah pengarang, asal pengarang, dan bahasa artikel; 3. Tingkat pengetahuan, misalnya saja ada 5 (lima) tingkat pengetahuan yakni tingkat 1. realita-data empiris tentang realita, persepsi, deskripsi; tingkat 2. realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan; tingkat 3. model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model; tingkat 4. model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran; tingkat 5. pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian, Selanjutnya konsep-konsep elemen pengetahuan tersebut di atas akan dijabarkan seperti berikut. 1. Konsep Berdasarkan Subdisiplin Ilmu Konsep berdasarkan subdisiplin ilmu dalam hal ini adalah pemetaan jurnal berdasarkan subdisiplin ilmu. Konsep disiplin ilmu yang dimaksud adalah mengkategorikan semua artikel sampel penelitian yang terdapat pada Information Research kepada berbagai subdisipilin ilmu. Untuk melakukan hal tersebut seluruh artikel sampel penelitian yang telah didownload dicatat ke dalam tabel data yang berisi no.urut artikel, kode artikel dan subdisiplin ilmu. Penentuan subdisiplin ilmu dilakukan setelah membaca abstrak artikel, keyword artikel, isi artikel secara menyeluruh dan menggunakan pedoman peta ilmu informasi (Lampiran 3)

Berdasarkan telaah tersebut penulis menetapkan subdisiplin ilmu setiap artikel. Penentuan subdisiplin ilmu tersebut membangun pemetaan jurnal berdasarkan subdisiplin ilmu. Hasil pemetaan berdasarkan subdisiplin ilmu dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Subdisiplin Ilmu No. Kode Artikel Subdisiplin ilmu 1. 009-14-0101 Sistem Informasi Elektronik 2. 009-14-0102 Sistem Informasi Elektronik 3. 009-14-0103 Sistem Informasi Elektronik 4. 009-14-0104 Sistem Informasi Elektronik 5. 009-14-0105 Sistem Informasi Elektronik 6. 009-14-0106 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 7. 009-14-0107 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 8. 009-14-0108 Bibliometrika 9. 009-14-0201 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 10. 009-14-0202 Bibliometrika 11. 009-14-0203 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 12. 009-14-0204 Cakupan Informasi 13. 009-14-0205 Manajemen Dokumen 14. 009-14-0206 Bibliometrika 15. 009-14-0207 Linguistik 16. 009-14-0208 Bibliometrika 17. 009-14-0301 Linguistik 18. 009-14-0302 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 19. 009-14-0303 Cakupan Informasi 20. 009-14-0304 Bibliometrika 21. 009-14-0305 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 22. 009-14-0306 Perspektif Informasi 23. 009-14-0307 Organisasi Pengetahuan 24. 009-14-0308 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 25. 009-14-0401 Organisasi Pengetahuan 26. 009-14-0402 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 27. 009-14-0403 Penelusuran terpasang 28. 009-14-0404 Perpustakaan Digital 29. 009-14-0405 Sistem Informasi Elektronik 30. 009-14-0406 Sistem Informasi Elektronik 31. 009-14-0407 Pendidikan Profesi 32. 009-14-0408 Sistem Informasi Elektronik 33. 009-14-0409 Bibliometrika 34. 009-14-0410 Penulisan 35. 009-14-0411 Pemasaran Informasi 36. 009-14-0412 Pemasaran Informasi 37. 010-15-0101 Linguistik 38. 010-15-0102 Manajemen Dokumen

No. Kode Artikel Subdisiplin ilmu 39. 010-15-0103 Keamanan Sistem 40. 010-15-0104 Cakupan Informasi 41. 010-15-0105 Perspektif Informasi 42. 010-15-0201 Perspektif Informasi 43. 010-15-0202 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 44. 010-15-0203 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 45. 010-15-0204 Cakupan Informasi 46. 010-15-0205 Sistem Informasi Elektronik 47. 010-15-0301 Cakupan Informasi 48. 010-15-0302 Cakupan Informasi 49. 010-15-0303 Bibliometrika 50. 010-15-0304 Perpustakaan Digital 51. 010-15-0305 Sistem Informasi Elektronik 52. 010-15-0401 Perspektif Informasi 53. 010-15-0402 Strategi Penelusuran spesifik 54. 010-15-0403 Perspektif Informasi 55. 010-15-0404 Cakupan Informasi 56. 010-15-0405 Cakupan Informasi 57. 010-15-0406 Bibliometrika 58. 010-15-0407 Keamanan Sistem 59. 010-15-0408 Perspektif Informasi 60. 010-15-0409 Strategi Penelusuran spesifik 61. 010-15-0410 Keamanan Sistem 62. 010-15-0411 Strategi Penelusuran spesifik 63. 010-15-0412 Strategi Penelusuran spesifik 64. 010-15-0413 Strategi Penelusuran spesifik 65. 010-15-0414 Organisasi Pengetahuan 66. 010-15-0415 Sistem Informasi Elektronik 67. 010-15-0416 Sistem Informasi Elektronik 68. 010-15-0417 Cakupan Informasi 69. 011-16-0101 Organisasi Pengetahuan 70. 011-16-0102 Manajemen Dokumen 71. 011-16-0103 Cakupan Informasi 72. 011-16-0104 Perpustakaan Digital 73. 011-16-0105 Manajemen Dokumen 74. 011-16-0201 Strategi Penelusuran spesifik 75. 011-16-0202 Strategi Penelusuran spesifik 76. 011-16-0203 Perspektif Informasi 77. 011-16-0204 Strategi Penelusuran spesifik 78. 011-16-0205 Strategi Penelusuran spesifik 79. 011-16-0206 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 80. 011-16-0207 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 81. 011-16-0208 Strategi Penelusuran spesifik 82. 011-16-0301 Strategi Penelusuran spesifik 83. 011-16-0302 Strategi Penelusuran spesifik

No. Kode Artikel Subdisiplin ilmu 84. 011-16-0303 Strategi Penelusuran spesifik 85. 011-16-0304 Jasa Kesiagaan Informasi 86. 011-16-0305 Linguistik 87. 011-16-0306 Cakupan Informasi 88. 011-16-0307 Perpustakaan Digital 89. 011-16-0308 Cakupan Informasi 90. 011-16-0309 Sistem Informasi Elektronik 91. 011-16-0310 Linguistik 92. 011-16-0311 Perancangan Pangkalan Data 93. 011-16-0312 Manajemen Dokumen 94. 011-16-0313 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 95. 011-16-0314 Perangkat Jaringan Telekomunikasi 96. 011-16-0401 Perspektif Informasi 97. 011-16-0402 Cakupan Informasi 98. 011-16-0403 Manajemen Dokumen 99. 011-16-0404 Sistem Informasi Elektronik 100. 011-16-0405 Strategi Penelusuran spesifik 101. 011-16-0406 Strategi Penelusuran spesifik 102. 011-16-0407 Penulisan 103. 011-16-0408 Manajemen Dokumen 104. 011-16-0409 Sistem Informasi Elektronik 105. 011-16-0410 Sistem Informasi Elektronik 106. 011-16-0411 Perancangan Pangkalan Data Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa dari 106 artikel tersebut diperoleh 17 subdisipilin ilmu, yakni subdisiplin Bibliometrika 8 artikel, Cakupan Informasi 13 artikel, Jasa Kesiagaan Informasi 1 artikel, Keamanan Sistem 3 artikel, Linguistik 5 artikel, Manajemen Dokumen 7 artikel, Organisasi Pengetahuan 4 artikel, Pemasaran Informasi 2 artikel, Pendidikan Profesi 1 artikel, Penelusuran terpasang 1 artikel, Penulisan 2 artikel, Perancangan Pangkalan Data 2 artikel, Perangkat Jaringan Telekomunikasi 14 artikel, Perpustakaan Digital 4 artikel, Perspektif Informasi 8 artikel, Sistem Informasi Elektronik 16 artikel, Strategi Penelusuran spesifik 15 artikel 2. Penentuan Konsep Berdasarkan Besaran Isi Pengetahuan Penentuan konsep berdasarkan besaran isi pengetahuan dalam hal ini adalah pemetaan jurnal berdasarkan besaran isi pengetahuan. Adapun konsep yang dimaksud berdasarkan isi pengetahuan dalam sebuah elemen pengetahuan adalah untuk mendapatkan informasi tentang jumlah publikasi artikel dari setiap

nomor terbitan jurnal, informasi jumlah pengarang, asal negara pengarang dan bahasa yang digunakan menulis artikel. Selanjutnya hasil pemetaan berdasarkan konsep di atas dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 4. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Besaran Isi Pengetahuan No. Kode Artikel Jumlah Publikasi Jumlah Pengarang Asal Negara Pengarang Bahasa Artikel 1. 009-14-0101 3 Portugal,Potugal, Chili Bahasa Inggris 2. 009-14-0102 1 Islandia Bahasa Inggris 3. 009-14-0103 1 Prancis Bahasa Inggris 4. 009-14-0104 3 Finlandia Bahasa Inggris 5. 009-14-0105 8 1 Finlandia Bahasa Inggris 6. 009-14-0106 Artikel 1 Afrika Selatan Bahasa Inggris 7. 009-14-0107 3 Taiwan Bahasa Inggris 8. 009-14-0108 2 Kanada, Amerika Bahasa Inggris 9. 009-14-0201 1 Finlandia Bahasa Inggris 10. 009-14-0202 1 Swedia Bahasa Inggris 11. 009-14-0203 4 Spanyol Bahasa Inggris 12. 009-14-0204 8 3 Kuba,Spanyol,Kuba Bahasa Spanyol 13. 009-14-0205 Artikel 1 Lithuania Bahasa Inggris 14. 009-14-0206 1 Amerika Bahasa Inggris 15. 009-14-0207 1 Denmark Bahasa Inggris 16. 009-14-0208 3 Spanyol Bahasa Inggris 17. 009-14-0301 2 Amerika Bahasa Inggris 18. 009-14-0302 2 Spanyol Bahasa Spanyol 19. 009-14-0303 2 Korea,amerika Bahasa Inggris 20. 009-14-0304 8 1 India Bahasa Inggris 21. 009-14-0305 Artikel 1 Swedia Bahasa Inggris 22. 009-14-0306 3 China,China,Kanada Bahasa Inggris 23. 009-14-0307 1 Amerika Bahasa Inggris 24. 009-14-0308 1 Brazil Bahasa Inggris 25. 009-14-0401 1 Amerika Bahasa Inggris 26. 009-14-0402 1 Amerika Bahasa Inggris 27. 009-14-0403 4 Spanyol Bahasa Inggris 28. 009-14-0404 4 Amerika Bahasa Inggris 29. 009-14-0405 3 Slovenia,Portugal,Slovenia Bahasa Inggris 30. 009-14-0406 2 Swedia Bahasa Inggris 31. 009-14-0407 12 2 Swedia Bahasa Inggris Artikel 32. 009-14-0408 3 Spanyol Bahasa Spanyol 33. 009-14-0409 6 Spanyol Bahasa Inggris 34. 009-14-0410 3 Spanyol Bahasa Inggris 35. 009-14-0411 1 Denmark Bahasa Inggris 36. 009-14-0412 1 Swedia Bahasa Inggris 37. 010-15-0101 1 Kanada Bahasa Inggris 38. 010-15-0102 2 Spanyol Bahasa Inggris 39. 010-15-0103 5 1 Taiwan Bahasa Inggris 40. 010-15-0104 Artikel 1 Belanda Bahasa Inggris 41. 010-15-0105 1 Amerika Bahasa Inggris

No. Kode Artikel Jumlah Publikasi Jumlah Pengarang Asal Negara Pengarang Bahasa Artikel 42. 010-15-0201 1 Amerika Bahasa Inggris 43. 010-15-0202 3 Spanyol Bahasa Spanyol 44. 010-15-0203 5 3 Swedia Bahasa Inggris 45. 010-15-0204 Artikel 1 Swedia Bahasa Inggris 46. 010-15-0205 1 Maryland Bahasa Inggris 47. 010-15-0301 1 Swedia Bahasa Inggris 48. 010-15-0302 1 Amerika Bahasa Inggris 49. 010-15-0303 5 3 Kanada Bahasa Inggris 50. 010-15-0304 Artikel 3 Amerika Bahasa Inggris 51. 010-15-0305 1 Cina Bahasa Inggris 52. 010-15-0401 3 Finlandia Bahasa Inggris 53. 010-15-0402 3 Inggris Bahasa Inggris 54. 010-15-0403 1 Amerika Bahasa Inggris 55. 010-15-0404 1 Israel Bahasa Inggris 56. 010-15-0405 1 Amerika Bahasa Inggris 57. 010-15-0406 2 Spanyol Bahasa Inggris 58. 010-15-0407 2 Swedia Bahasa Inggris 59. 010-15-0408 2 Finlandia Bahasa Inggris 60. 010-15-0409 17 4 Spanyol Bahasa Inggris 61. 010-15-0410 Artikel 2 Amerika, Australia Bahasa Inggris 62. 010-15-0411 1 Amerika Bahasa Inggris 63. 010-15-0412 1 Swedia Bahasa Inggris 64. 010-15-0413 1 Inggris Bahasa Inggris 65. 010-15-0414 2 Belanda, Uganda Bahasa Inggris 66. 010-15-0415 2 Spanyol Bahasa Inggris 67. 010-15-0416 1 Finlandia Bahasa Inggris 68. 010-15-0417 1 Inggris Bahasa Inggris 69. 011-16-0101 1 Meksiko Bahasa Inggris 70. 011-16-0102 5 3 Kanada,Kanada,Jerman Bahasa Inggris 71. 011-16-0103 Artikel 1 Swedia Bahasa Inggris 72. 011-16-0104 3 Spanyol Bahasa Inggris 73. 011-16-0105 1 Australia Bahasa Inggris 74. 011-16-0201 1 Australia Bahasa Inggris 75. 011-16-0202 1 Selandia Baru Bahasa Inggris 76. 011-16-0203 1 Florida Bahasa Inggris 77. 011-16-0204 8 1 Australia Bahasa Inggris 78. 011-16-0205 Artikel 1 Kuwait Bahasa Inggris 79. 011-16-0206 3 Turki Bahasa Inggris 80. 011-16-0207 2 Selandia Baru, Malaysia Bahasa Inggris 81. 011-16-0208 1 Korea Bahasa Inggris

No. Kode Artikel Jumlah Publikasi Jumlah Pengarang Asal Negara Pengarang Bahasa Artikel 82. 011-16-0301 1 Islandia Bahasa Inggris 83. 011-16-0302 3 Kanada Bahasa Inggris 84. 011-16-0303 2 Amerika,Finlandia Bahasa Inggris 85. 011-16-0304 6 Jepang Bahasa Inggris 86. 011-16-0305 2 Inggris Bahasa Inggris 87. 011-16-0306 3 Inggris Bahasa Inggris 88. 011-16-0307 14 2 Kanada, Inggris Bahasa Inggris 89. 011-16-0308 Artikel 3 Amerika Bahasa Inggris 90. 011-16-0309 2 Kolombia,Amerika Bahasa Inggris 91. 011-16-0310 2 London Bahasa Inggris 92. 011-16-0311 3 Inggris Bahasa Inggris 93. 011-16-0312 2 Amerika Bahasa Inggris 94. 011-16-0313 2 Afrika Bahasa Inggris 95. 011-16-0314 2 Afrika Selatan Bahasa Inggris 96. 011-16-0401 1 Amerika Utara Bahasa Inggris 97. 011-16-0402 2 Belanda,kanada Bahasa Inggris 98. 011-16-0403 2 Belgia Bahasa Inggris 99. 011-16-0404 4 Amerika Bahasa Inggris 100. 011-16-0405 11 Artikel 1 Amerika Bahasa Inggris 101. 011-16-0406 8 New York Bahasa Inggris 102. 011-16-0407 2 Spanyol Bahasa Inggris 103. 011-16-0408 2 Finlandia Bahasa Inggris 104. 011-16-0409 5 Spanyol Bahasa Spanyol 105. 011-16-0410 2 Korea Bahasa Inggris 106. 011-16-0411 2 Spanyol Bahasa Inggris Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa jumlah publikasi setiap volume terbitnya tidak teratur, yakni pada volume 14 no. 1 tahun 2009 terbit 8 artikel, pada volume 14 no. 2 tahun 2009 terbit 8 artikel, pada volume 14 no. 3 tahun 2009 terbit 8 artikel dan volume 14 no. 4 tahun 2009 tahun 2009 terbit 12 artikel. Sedangkan pada volume 15 no. 1 tahun 2010 terbit 5 artikel, pada volume 15 no. 2 tahun 2010 terbit 5 artikel, pada volume 15 no. 3 tahun 2010 terbit 5 artikel dan pada volume 15 no. 4 tahun 2010 tebit 17 artikel. Namun pada volume 16 no. 1 tahun 2011 terbit 5 artikel, pada volume 16 no. 2 tahun 2011 terbit 8 artikel, pada volume 16 no. 3 tahun 2011 terbit 14 artikel dan pada volume 16 no. 4 tahun 2011 terbit 11 artikel. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah pengarang yang berkolaborasi (pengarang lebih dari satu) pada setiap artikel lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pengarang yang tidak berkolaborasi (pengarang hanya satu/ pengarang tunggal). Dari 106 artikel terdapat 59 artikel yang

pengarangnya berkolaborasi (pengarang lebih dari satu) dan terdapat 47 artikel yang pengarangnya tidak berkolaborasi (pengarang hanya satu/ pengarang tunggal). Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui juga bahwa asal pengarang yang menerbitkan artikel-artikel pada jurnal information research berasal dari berbagai negara, maka jurnal information research dapat dikatakan sebagai jurnal internasional, dari tabel di atas dapat juga diketahui bahwa bahasa artikel dalam jurnal information research mayoritas menggunakan bahasa Inggris hal ini mungkin dikarenakan bahwa bahasa Inggris merupakan bahasa internasional sehingga jurnal ini dapat dinyatakan sebagai jurnal standar internasional. 3. Penentuan Konsep Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Penentuan konsep berdasarkan tingkat pengetahuan dalam hal ini adalah pemetaan jurnal berdasarkan tingkat pengetahuan. Adapun tingkat pengetahuan pada konsep ini terbagi atas 5 tingkat pengetahuan yakni : Tingkat 1. Realita-data empiris tentang realita, persepsi, deskripsi, Tingkat 2. Realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan, Tingkat 3. Model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model, Tingkat 4. Model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran, Tingkat 5. pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian, Uraian lebih lanjut tentang tingkat pengetahuan akan diuraikan dalam uraian berikut. a. Tingkat 1. Realita-data empiris tentang realita, persepsi, dan deskripsi Penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dengan menggunakan konsep tingkat pengetahuan yakni Tingkat 1. Realita-data empiris tentang realita, persepsi, deskripsi. Maksudnya ialah apakah realita data empiris yang terdapat dalam artikel-artikel tersebut merupakan suatu realita, persepsi atau kah merupakan deskripsi. Untuk menetukan hal tersebut penulis harus memahami defenisi dari realita, persepsi dan deskripsi. Setelah penulis memahami hal-hal tersebut, selanjutnya penulis membaca seluruh isi artikel-artikel yang menjadi

sampel penelitian. Kemudian penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dan hasil analisis dicatat ke dalam tabel data yang berisi no.urut artikel, kode artikel, realita, persepsi dan deskripsi. Apabila artikel tersebut realita-data empirisnya mengenai realita maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel realita, jika merupakan persepsi maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel persepsi dan jika merupakan deskripsi maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel deskripsi. Berdasarkan analisis artikel-artikel tersebut penulis mengelompokkan realita-data empiris dari setiap artikel. Pengelompokkan tersebut akan membangun pemetaan jurnal berdasarkan tingkat pengetahuan : Tingkat 1. Realita-data empiris mengenai realita, persepsi, deskripsi. Hasil pemetaan tersebut dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 5. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Tingkat Pengetahuan : Tingkat 1. No. Kode Artikel Realita Persepsi Deskripsi 1. 009-14-0101 2. 009-14-0102 3. 009-14-0103 4. 009-14-0104 5. 009-14-0105 6. 009-14-0106 7. 009-14-0107 8. 009-14-0108 9. 009-14-0201 10. 009-14-0202 11. 009-14-0203 12. 009-14-0204 13. 009-14-0205 14. 009-14-0206 15. 009-14-0207 16. 009-14-0208 17. 009-14-0301 18. 009-14-0302 19. 009-14-0303 20. 009-14-0304 21. 009-14-0305 22. 009-14-0306 23. 009-14-0307 24. 009-14-0308 25. 009-14-0401

No. Kode Artikel Realita Persepsi Deskripsi 26. 009-14-0402 27. 009-14-0403 28. 009-14-0404 29. 009-14-0405 30. 009-14-0406 31. 009-14-0407 32. 009-14-0408 33. 009-14-0409 34. 009-14-0410 35. 009-14-0411 36. 009-14-0412 37. 010-15-0101 38. 010-15-0102 39. 010-15-0103 40. 010-15-0104 41. 010-15-0105 42. 010-15-0201 43. 010-15-0202 44. 010-15-0203 45. 010-15-0204 46. 010-15-0205 47. 010-15-0301 48. 010-15-0302 49. 010-15-0303 50. 010-15-0304 51. 010-15-0305 52. 010-15-0401 53. 010-15-0402 54. 010-15-0403 55. 010-15-0404 56. 010-15-0405 57. 010-15-0406 58. 010-15-0407 59. 010-15-0408 60. 010-15-0409 61. 010-15-0410 62. 010-15-0411 63. 010-15-0412 64. 010-15-0413 65. 010-15-0414 66. 010-15-0415 67. 010-15-0416 68. 010-15-0417 69. 011-16-0101 70. 011-16-0102

No. Kode Artikel Realita Persepsi Deskripsi 71. 011-16-0103 72. 011-16-0104 73. 011-16-0105 74. 011-16-0201 75. 011-16-0202 76. 011-16-0203 77. 011-16-0204 78. 011-16-0205 79. 011-16-0206 80. 011-16-0207 81. 011-16-0208 82. 011-16-0301 83. 011-16-0302 84. 011-16-0303 85. 011-16-0304 86. 011-16-0305 87. 011-16-0306 88. 011-16-0307 89. 011-16-0308 90. 011-16-0309 91. 011-16-0310 92. 011-16-0311 93. 011-16-0312 94. 011-16-0313 95. 011-16-0314 96. 011-16-0401 97. 011-16-0402 98. 011-16-0403 99. 011-16-0404 100. 011-16-0405 101. 011-16-0406 102. 011-16-0407 103. 011-16-0408 104. 011-16-0409 105. 011-16-0410 106. 011-16-0411 Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa dari 106 artikel terdapat 21 artikel yang realita-data empiris nya tentang realita, 41 artikel yang realita-data empiris nya tentang persepsi, dan 44 artikel yang realita-data empiris nya tentang deskripsi.

b. Tingkat 2. Realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan Penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dengan menggunakan konsep tingkat pengetahuan yakni tingkat 2. realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan. Maksudnya ialah apakah realita ke model-syarat yang terdapat dalam artikel-artikel tersebut merupakan suatu persamaan, perkiraan atau kah merupakan asumsi. Untuk menentukan hal tersebut penulis harus memahami defenisi dari persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan. Setelah penulis memahami hal-hal tersebut, selanjutnya penulis membaca seluruh isi artikel-artikel yang menjadi sampel penelitian. Kemudian penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dan hasil analisis dicatat ke dalam tabel data yang berisi no.urut artikel, kode artikel, persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan. Apabila artikel tersebut realita ke model-syarat dan kondisi artikel merupakan persamaan maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel persamaan, jika merupakan perkiraan maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel perkiraan, jika merupakan asumsi maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel asumsi, dan jika merupakan pemodelan maka penulis member tanda checklist pada kolom tabel pemodelan. Berdasarkan analisis artikel-artikel tersebut penulis mengelompokkan realita-data empiris dari setiap artikel. Pengelompokkan tersebut akan membangun pemetaan jurnal berdasarkan tingkat pengetahuan : Tingkat 2. Realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan. Hasil pemetaan tersebut dapat dilihat pada tabel 6. Tabel 6. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Tingkat Pengetahuan : Tingkat 2. No. Kode Artikel Persamaan Perkiraan Asumsi Pemodelan 1. 009-14-0101 2. 009-14-0102 3. 009-14-0103 4. 009-14-0104 5. 009-14-0105 6. 009-14-0106 7. 009-14-0107 8. 009-14-0108 9. 009-14-0201

No. Kode Artikel Persamaan Perkiraan Asumsi Pemodelan 10. 009-14-0202 11. 009-14-0203 12. 009-14-0204 13. 009-14-0205 14. 009-14-0206 15. 009-14-0207 16. 009-14-0208 17. 009-14-0301 18. 009-14-0302 19. 009-14-0303 20. 009-14-0304 21. 009-14-0305 22. 009-14-0306 23. 009-14-0307 24. 009-14-0308 25. 009-14-0401 26. 009-14-0402 27. 009-14-0403 28. 009-14-0404 29. 009-14-0405 30. 009-14-0406 31. 009-14-0407 32. 009-14-0408 33. 009-14-0409 34. 009-14-0410 35. 009-14-0411 36. 009-14-0412 37. 010-15-0101 38. 010-15-0102 39. 010-15-0103 40. 010-15-0104 41. 010-15-0105 42. 010-15-0201 43. 010-15-0202 44. 010-15-0203 45. 010-15-0204 46. 010-15-0205 47. 010-15-0301 48. 010-15-0302 49. 010-15-0303 50. 010-15-0304 51. 010-15-0305 52. 010-15-0401 53. 010-15-0402 54. 010-15-0403

No. Kode Artikel Persamaan Perkiraan Asumsi Pemodelan 55. 010-15-0404 56. 010-15-0405 57. 010-15-0406 58. 010-15-0407 59. 010-15-0408 60. 010-15-0409 61. 010-15-0410 62. 010-15-0411 63. 010-15-0412 64. 010-15-0413 65. 010-15-0414 66. 010-15-0415 67. 010-15-0416 68. 010-15-0417 69. 011-16-0101 70. 011-16-0102 71. 011-16-0103 72. 011-16-0104 73. 011-16-0105 74. 011-16-0201 75. 011-16-0202 76. 011-16-0203 77. 011-16-0204 78. 011-16-0205 79. 011-16-0206 80. 011-16-0207 81. 011-16-0208 82. 011-16-0301 83. 011-16-0302 84. 011-16-0303 85. 011-16-0304 86. 011-16-0305 87. 011-16-0306 88. 011-16-0307 89. 011-16-0308 90. 011-16-0309 91. 011-16-0310 92. 011-16-0311 93. 011-16-0312 94. 011-16-0313 95. 011-16-0314 96. 011-16-0401 97. 011-16-0402 98. 011-16-0403

No. Kode Artikel Persamaan Perkiraan Asumsi Pemodelan 99. 011-16-0404 100. 011-16-0405 101. 011-16-0406 102. 011-16-0407 103. 011-16-0408 104. 011-16-0409 105. 011-16-0410 106. 011-16-0411 Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa dari 106 artikel terdapat 2 artikel yang realita ke model-syarat dan kondisi mengenai persamaan, 23 artikel yang realita ke model-syarat dan kondisi perkiraan, dan 53 artikel yang realita ke model-syarat dan kondisi asumsi, dan 28 artikel yang realita ke modelsyarat dan kondisi pemodelan. c. Tingkat 3. Model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model Penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dengan menggunakan konsep tingkat pengetahuan yakni Tingkat 3. Model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model. Maksudnya ialah apakah model dalam artikel-artikel tersebut, merupakan representasi realita yang diwujudkan dalam model atau tidak diwujudkan dalam model. Untuk menentukan hal tersebut penulis harus melihat isi artikel-artikel tersebut apakah repsentasi realita artikel diwujudkan dalam model atau tidak. Apabila artikel tersebut diwujudkan maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel diwujudkan, jika tidak diwujudkan maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel tidak diwujudkan. Berdasarkan analisis artikel-artikel tersebut penulis mengelompokkan representasi realita dari setiap artikel. Pengelompokkan tersebut akan membangun pemetaan jurnal berdasarkan tingkat pengetahuan : Tingkat 3. Model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model. Hasil pemetaan tersebut dapat dilihat pada tabel 7.

Tabel 7. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Tingkat Pengetahuan : Tingkat 3. No. Kode Artikel Diwujudkan dalam model Tidak diwujudkan dalam model 1. 009-14-0101 2. 009-14-0102 3. 009-14-0103 4. 009-14-0104 5. 009-14-0105 6. 009-14-0106 7. 009-14-0107 8. 009-14-0108 9. 009-14-0201 10. 009-14-0202 11. 009-14-0203 12. 009-14-0204 13. 009-14-0205 14. 009-14-0206 15. 009-14-0207 16. 009-14-0208 17. 009-14-0301 18. 009-14-0302 19. 009-14-0303 20. 009-14-0304 21. 009-14-0305 22. 009-14-0306 23. 009-14-0307 24. 009-14-0308 25. 009-14-0401 26. 009-14-0402 27. 009-14-0403 28. 009-14-0404 29. 009-14-0405 30. 009-14-0406 31. 009-14-0407 32. 009-14-0408 33. 009-14-0409 34. 009-14-0410 35. 009-14-0411 36. 009-14-0412 37. 010-15-0101 38. 010-15-0102 39. 010-15-0103 40. 010-15-0104 41. 010-15-0105 42. 010-15-0201 43. 010-15-0202 44. 010-15-0203

No. Kode Artikel Diwujudkan dalam model Tidak diwujudkan dalam model 45. 010-15-0204 46. 010-15-0205 47. 010-15-0301 48. 010-15-0302 49. 010-15-0303 50. 010-15-0304 51. 010-15-0305 52. 010-15-0401 53. 010-15-0402 54. 010-15-0403 55. 010-15-0404 56. 010-15-0405 57. 010-15-0406 58. 010-15-0407 59. 010-15-0408 60. 010-15-0409 61. 010-15-0410 62. 010-15-0411 63. 010-15-0412 64. 010-15-0413 65. 010-15-0414 66. 010-15-0415 67. 010-15-0416 68. 010-15-0417 69. 011-16-0101 70. 011-16-0102 71. 011-16-0103 72. 011-16-0104 73. 011-16-0105 74. 011-16-0201 75. 011-16-0202 76. 011-16-0203 77. 011-16-0204 78. 011-16-0205 79. 011-16-0206 80. 011-16-0207 81. 011-16-0208 82. 011-16-0301 83. 011-16-0302 84. 011-16-0303 85. 011-16-0304 86. 011-16-0305 87. 011-16-0306 88. 011-16-0307 89. 011-16-0308

No. Kode Artikel Diwujudkan dalam model Tidak diwujudkan dalam model 90. 011-16-0309 91. 011-16-0310 92. 011-16-0311 93. 011-16-0312 94. 011-16-0313 95. 011-16-0314 96. 011-16-0401 97. 011-16-0402 98. 011-16-0403 99. 011-16-0404 100. 011-16-0405 101. 011-16-0406 102. 011-16-0407 103. 011-16-0408 104. 011-16-0409 105. 011-16-0410 106. 011-16-0411 Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa dari 106 artikel terdapat 45 artikel yang model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model dan 61 artikel yang model, merupakan representasi realita tidak diwujudkan dalam model. d. Tingkat 4. Model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran Penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dengan menggunakan konsep tingkat pengetahuan yakni Tingkat 4. Model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran. Maksudnya ialah model ke pernyataan dalam artikel-artikel tersebut merupakan teknik verifikasi, algoritma, atau kah ketentuan penalaran. Untuk menentukan hal tersebut penulis harus memahami defenisi dari verifikasi, algoritma dan penalaran. Setelah penulis memahami hal-hal tersebut, selanjutnya penulis membaca seluruh isi artikel-artikel yang menjadi sampel penelitian. Kemudian penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dan hasil analisis dicatat ke dalam tabel data yang berisi no.urut artikel, kode artikel, verifikasi, algoritma dan penalaran. Apabila artikel tersebut model ke pernyataan

artikel merupakan teknik verifikasi maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel verifikasi, jika merupakan algoritma maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel algoritma, dan jika merupakan penalaran maka penulis member tanda checklist pada kolom tabel penalaran. Berdasarkan analisis artikel-artikel tersebut penulis mengelompokkan model ke pernyataan dari setiap artikel. Pengelompokkan tersebut akan membangun pemetaan jurnal berdasarkan tingkat pengetahuan : Tingkat 4. Model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran. Hasil pemetaan tersebut dapat dilihat pada tabel 8. Tabel 8. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Tingkat Pengetahuan : Tingkat 4. No. Kode Artikel Verifikasi Algoritma Penalaran 1. 009-14-0101 2. 009-14-0102 3. 009-14-0103 4. 009-14-0104 5. 009-14-0105 6. 009-14-0106 7. 009-14-0107 8. 009-14-0108 9. 009-14-0201 10. 009-14-0202 11. 009-14-0203 12. 009-14-0204 13. 009-14-0205 14. 009-14-0206 15. 009-14-0207 16. 009-14-0208 17. 009-14-0301 18. 009-14-0302 19. 009-14-0303 20. 009-14-0304 21. 009-14-0305 22. 009-14-0306 23. 009-14-0307 24. 009-14-0308 25. 009-14-0401 26. 009-14-0402 27. 009-14-0403 28. 009-14-0404 29. 009-14-0405 30. 009-14-0406

No. Kode Artikel Verifikasi Algoritma Penalaran 31. 009-14-0407 32. 009-14-0408 33. 009-14-0409 34. 009-14-0410 35. 009-14-0411 36. 009-14-0412 37. 010-15-0101 38. 010-15-0102 39. 010-15-0103 40. 010-15-0104 41. 010-15-0105 42. 010-15-0201 43. 010-15-0202 44. 010-15-0203 45. 010-15-0204 46. 010-15-0205 47. 010-15-0301 48. 010-15-0302 49. 010-15-0303 50. 010-15-0304 51. 010-15-0305 52. 010-15-0401 53. 010-15-0402 54. 010-15-0403 55. 010-15-0404 56. 010-15-0405 57. 010-15-0406 58. 010-15-0407 59. 010-15-0408 60. 010-15-0409 61. 010-15-0410 62. 010-15-0411 63. 010-15-0412 64. 010-15-0413 65. 010-15-0414 66. 010-15-0415 67. 010-15-0416 68. 010-15-0417 69. 011-16-0101 70. 011-16-0102 71. 011-16-0103 72. 011-16-0104 73. 011-16-0105 74. 011-16-0201 75. 011-16-0202

No. Kode Artikel Verifikasi Algoritma Penalaran 76. 011-16-0203 77. 011-16-0204 78. 011-16-0205 79. 011-16-0206 80. 011-16-0207 81. 011-16-0208 82. 011-16-0301 83. 011-16-0302 84. 011-16-0303 85. 011-16-0304 86. 011-16-0305 87. 011-16-0306 88. 011-16-0307 89. 011-16-0308 90. 011-16-0309 91. 011-16-0310 92. 011-16-0311 93. 011-16-0312 94. 011-16-0313 95. 011-16-0314 96. 011-16-0401 97. 011-16-0402 98. 011-16-0403 99. 011-16-0404 100. 011-16-0405 101. 011-16-0406 102. 011-16-0407 103. 011-16-0408 104. 011-16-0409 105. 011-16-0410 106. 011-16-0411 Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa dari 106 artikel terdapat 24 artikel yang model ke pernyataan-teknik berupa verifikasi, 10 artikel yang model ke pernyataan-teknik berupa algoritma, dan 72 artikel yang model ke pernyataan-teknik berupa penalaran. e. Tingkat 5. Pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian Penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dengan menggunakan konsep tingkat pengetahuan yakni tingkat 5. pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan

dan penilaian. Maksudnya ialah apakah pernyataan dalam artikel-artikel tersebut berupa teori, inferensi, penjelasan atau kah berupa penilaian. Untuk menentukan hal tersebut penulis harus memahami defenisi dari teori, inferensi, penjelasan dan penilaian. Setelah penulis memahami hal-hal tersebut, selanjutnya penulis membaca seluruh isi artikel-artikel yang menjadi sampel penelitian. Kemudian penulis menganalisis artikel-artikel tersebut dan hasil analisis dicatat ke dalam tabel data yang berisi no.urut artikel, kode artikel, teori, inferensi, penjelasan dan penilaian. Apabila artikel tersebut pernyataan artikel merupakan teori maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel teori, jika merupakan inferensi maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel inferensi, jika merupakan penjelasan maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel penjelasan, dan jika merupakan penilaian maka penulis memberi tanda checklist pada kolom tabel penilaian. Berdasarkan analisis artikel-artikel tersebut penulis mengelompokkan bentuk pernyataan dari setiap artikel. Pengelompokkan tersebut akan membangun pemetaan jurnal berdasarkan tingkat pengetahuan : Tingkat 5. Pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian. Hasil pemetaan tersebut dapat dilihat pada tabel 9. Tabel 9. Pemetaan Jurnal Berdasarkan Tingkat Pengetahuan : Tingkat 5. No. Kode Artikel Teori Inferensi Penjelasan Penilaian 1. 009-14-0101 2. 009-14-0102 3. 009-14-0103 4. 009-14-0104 5. 009-14-0105 6. 009-14-0106 7. 009-14-0107 8. 009-14-0108 9. 009-14-0201 10. 009-14-0202 11. 009-14-0203 12. 009-14-0204 13. 009-14-0205 14. 009-14-0206 15. 009-14-0207 16. 009-14-0208

No. Kode Artikel Teori Inferensi Penjelasan Penilaian 17. 009-14-0301 18. 009-14-0302 19. 009-14-0303 20. 009-14-0304 21. 009-14-0305 22. 009-14-0306 23. 009-14-0307 24. 009-14-0308 25. 009-14-0401 26. 009-14-0402 27. 009-14-0403 28. 009-14-0404 29. 009-14-0405 30. 009-14-0406 31. 009-14-0407 32. 009-14-0408 33. 009-14-0409 34. 009-14-0410 35. 009-14-0411 36. 009-14-0412 37. 010-15-0101 38. 010-15-0102 39. 010-15-0103 40. 010-15-0104 41. 010-15-0105 42. 010-15-0201 43. 010-15-0202 44. 010-15-0203 45. 010-15-0204 46. 010-15-0205 47. 010-15-0301 48. 010-15-0302 49. 010-15-0303 50. 010-15-0304 51. 010-15-0305 52. 010-15-0401 53. 010-15-0402 54. 010-15-0403 55. 010-15-0404 56. 010-15-0405 57. 010-15-0406 58. 010-15-0407 59. 010-15-0408 60. 010-15-0409 61. 010-15-0410

No. Kode Artikel Teori Inferensi Penjelasan Penilaian 62. 010-15-0411 63. 010-15-0412 64. 010-15-0413 65. 010-15-0414 66. 010-15-0415 67. 010-15-0416 68. 010-15-0417 69. 011-16-0101 70. 011-16-0102 71. 011-16-0103 72. 011-16-0104 73. 011-16-0105 74. 011-16-0201 75. 011-16-0202 76. 011-16-0203 77. 011-16-0204 78. 011-16-0205 79. 011-16-0206 80. 011-16-0207 81. 011-16-0208 82. 011-16-0301 83. 011-16-0302 84. 011-16-0303 85. 011-16-0304 86. 011-16-0305 87. 011-16-0306 88. 011-16-0307 89. 011-16-0308 90. 011-16-0309 91. 011-16-0310 92. 011-16-0311 93. 011-16-0312 94. 011-16-0313 95. 011-16-0314 96. 011-16-0401 97. 011-16-0402 98. 011-16-0403 99. 011-16-0404 100. 011-16-0405 101. 011-16-0406 102. 011-16-0407 103. 011-16-0408 104. 011-16-0409 105. 011-16-0410 106. 011-16-0411

Setelah melakukan analisis maka dapat diperoleh bahwa dari 106 artikel terdapat 7 artikel yang pernyataan nya berupa teori, 34 artikel yang pernyataan nya berupa inferensi, 36 artikel yang pernyataanya berupa penjelasan dan 29 artikel yang pernyataannya berupa penilaian. Langkah 4. Menghubungkan Konsep dengan Suatu Kata Pemetaan jurnal Information Research ini menggunakan metode pemetaan konseptual, dan hasil dari pemetaannya adalah peta konsepual. Metode pemetaan konseptual adalah metode pemetaan yang menggunakan konsep-konsep, dimana penulis harus lebih dahulu menentukan konsep-konsep yang akan dijadikan suatu elemen pengetahuan untuk melakukan pemetaan konseptual. Konsep-konsep tersebut harus memiliku hubungan dengan pemetaan konseptual. Penulis telah menentukan konsep-konsep dalam penelitian ini yakni konsep subdisiplin ilmu, besaran isi pengetahuan dan tingkat pengetahuan. Selanjutnya penulis menghubungkan konsep tersebut dengan pemetaan jurnal Information Research. Adapun kata-kata yang menghubungkan konsep dengan pemetaan jurnal Information Research ialah kata berdasarkan dan kata terdiri dari. Hasil penghubungannya dapat dilihat pada gambar penghubungan konsepkonsep dengan suatu kata yang dapat menghubungkan konsep (Lampiran 4). Selanjutnya keterkaitan konsep-konsep tersebut akan dibahas pada uraian selanjutnya. Langkah 5.Mengevaluasi Keterkaitan Konsep-Konsep yang telah Ditentukan Setelah menghubungkan konsep dengan menggunakan suatu kata, penulis melakukan evaluasi keterkaitan konsep-konsep dengan pemetaan jurnal Information Research. Keterkaitan konsep-konsep tersebut adalah : Konsep 1. Subdisiplin ilmu, konsep ini dihubungkan dengan pemetaan jurnal dengan menggunakan kata berdasarkan. Artinya ialah, pemetaan jurnal yang dilakukan berdasarkan subdisiplin ilmu. Konsep 2. Besaran isi pengetahuan, konsep ini dihubungkan dengan pemetaan jurnal dengan menggunakan kata berdasarkan. Artinya ialah, pemetaan jurnal yang dilakukan berdasarkan besaran isi pengetahuan.

Kemudian pada konsep ini juga terdapata konsep lain lagi yakni jumlah publikasi, jumlah pengarang, asal negara pengarang dan bahasa artikel. Dimana konsep ini dihubungkan dengan kata terdiri dari. Artinya ialah konsep besaran isi pengetahuan terdiri dari yakni jumlah publikasi, jumlah pengarang, asal negara pengarang dan bahasa artikel. Konsep 3. Tingkat pengetahuan konsep ini dihubungkan dengan pemetaan jurnal dengan menggunakan kata berdasarkan. Artinya ialah, pemetaan jurnal yang dilakukan berdasarkan tingkat pengetahuan. Kemudian pada konsep ini juga terdapata konsep lain lagi yakni tingkat 1. realita-data empiris tentang realita, persepsi, deskripsi, tingkat 2. realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan,tingkat 3. model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model, tingkat 4. model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran, dan tingkat 5. pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian. Dimana konsep ini dihubungkan dengan kata terdiri dari. Artinya ialah konsep tingkat pengetahuan terdiri dari tingkat 1. Realita-data empiris tentang realita, persepsi, deskripsi, tingkat 2. Realita ke model-syarat dan kondisi persamaan, perkiraan, asumsi dan pemodelan,tingkat 3. Model, merupakan representasi realita diwujudkan dalam model, tingkat 4. Model ke pernyataan-teknik verifikasi, algoritma, dan ketentuan penalaran, dan tingkat 5. Pernyataan berupa teori, inferensi, penjelasan dan penilaian. Hasil pengevaluasi dapat dilihat pada gambar penghubungan konsep-konsep dengan suatu kata yang dapat menghubungkan konsep (Lampiran 4). Langkah 6. Hubungan Konsep Pemetaan Jurnal Ditunjukkan dengan Garis Setelah melakukan evaluasi maka peneliti menunjukkan hubungan konsep pemetaan jurnal Information Research dengan garis. Hubungan konsep pemetaan Information Research tersebut dtunjukkan dengan garis. Hasil nya dapat dilihat pada gambar penghubungan konsep-konsep dengan suatu kata yang dapat menghubungkan konsep (Lampiran 4). Selanjutnya penulis menggambarkan pemetaan konseptual dengan menggunakan aplikasi autocad sederhana dan semenarik mungkin sehingga pembaca mengerti saat membaca peta konseptual tersebut.

Langkah 7. Menggambar Pemetaan Konseptual dengan Aplikasi Autocad Hasil dari pemetaan konseptual adalah suatu peta konseptual atau sering juga disebut peta konsep. Setelah melakukan ke enam langkah di atas, kemudian penulis akan menggambarkan peta konseptual dengan menggunakan aplikasi autocad. Penulis menggambarkan dengan desain semenarik munkin namun sederhana sehingga pembaca peta konseptual ini mengerti saat membacanya. Hasil peta-peta konseptual ini dapat dilihat pada Lampiran 5, Lampiran 6, Lampiran 7, Lampiran 8, Lampiran 9, Lampiran 10, Lampiran 11 dan Lampiran 12.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penyusunan pemetaan ilmu pengetahuan (knowledge mapping) dalam Information Research: an International Electronic Journal Tahun 2009-2011 dengan menggunakan metode pemetaan konseptual maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan dari artikel-artikel yang dimuat pada jurnal Information Research Tahun 2009-2011 mayoritas artikel tergolong ke dalam bidang ilmu informasi, sehingga nama Information Resesarch relevan dengan kandungan informasi yang dimuat dalam jurnal Information Research. 2. Jumlah publikasi artikel pada setiap terbitan tidak teratur, sebagai contoh jumlah publikasi artikel pada volume 14 no.1 adalah 8 artikel, volume 14 no.4 adalah 12 artikel. Idealnya sebuah jurnal ilmiah jumlah publikasinya teratur atau selisih jumlah publikasi tidak jauh berbeda. 3. Jumlah pengarang artikel yang berkolaborasi lebih banyak dibandingkan dengan jumlah pengarang artikel yang tidak berkolaborasi (pengarang tunggal), maka ditafsirkan terjadi kerjasama yang baik antara pengarang dalam jurnal ini. (59 artikel yang pengarangnya berkolaborasi dan 47 artikel yang pengarangnya tidak berkolaborasi/ pengarang tunggal). 4. Pengarang artikel dalam jurnal Information Research berasal dari berbagai negara (39 negara) dengan data tersebut maka jurnal ini dapat dikatakan sebagai jurnal internasional. 5. Bahasa artikel pada jurnal Information Research mayoritas berbahasa Inggris, sehingga jurnal ini dapat dinyatakan sebagai jurnal standar yang dapat dibaca oleh semua bangsa karena menggunakan bahasa standar internasional yakni bahasa Inggris. 6. Realita data pada artikel-artikel dalam jurnal Information Research lebih dominan tentang deskripsi dibandingkan dengan realita, dan persepsi, (21 artikel yang realita-data empirisnya tentang realita, 41 artikel tentang persepsi, dan 44 artikel tentang deskripsi.)

7. Realita ke model-syarat dan kondisi pada artikel-artikel dalam jurnal Information Research lebih dominan tentang asumsi dibandingkan dengan persamaan, perkiraan dan pemodelan, (2 artikel realita ke model-syarat dan kondisi tentang persamaan, 23 artikel tentang perkiraan, dan 53 artikel tentang asumsi, dan 28 tentang pemodelan). 8. Artikel-artikel dalam jurnal Information Research lebih dominan representatif realitanya tidak diwujudkan dengan model, (45 artikel yang modelnya merupakan representasi realita diwujudkan dalam model dan 61 artikel tidak diwujudkan dalam model). 9. Model ke pernyataan-teknik pada artikel-artikel dalam jurnal Information Research lebih dominan tentang penalaran dibandingkan dengan teknik yang berupa verifikasi dan algoritma, (24 artikel yang model ke pernyataan-teknik tentang verifikasi, 10 artikel tentang algoritma, dan 72 artikel tentang penalaran). 10. Pernyataan pada artikel-artikel dalam jurnal Information Research lebih dominan tentang pernyataan berupa penjelasan dibandingkan dengan pernyataan berupa teori, inferensi dan penilaian, (7 artikel yang pernyataan nya tentang teori, 34 artikel tentang inferensi, 36 artikel tentang penjelasan dan 29 artikel tentang penilaian). 5.2 Saran Dari hasil penelitian ini, beberapa hal yang disarankan adalah sebagai berikut: 1. Disarankan pada pengelola jurnal bidang keilmuan agar konsisten memuat artikel-artikel yang akan dimuatnya. 2. Disarankan pada pengelola jurnal bidang keilmuan agar jumlah publikasinya teratur atau selisih jumlah publikasi tidak jauh berbeda. 3. Hendaknya ada penelitian lanjutan yang melanjutkan penelitian ini.