BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini berisi tentang landasan teori yang menjadi pedoman bagi penulisan penelitian ini antara lain metoda perbandingan, data flow diagram, dan tools yang digunakan. 2.1 Metoda Perbandingan Untuk melihat faktor yang mana yang penting dibandingkan dengan faktor yang lain (faktor dominan) dalam mengambil keputusan maka perlu suatu alat analisis statistika yang bisa membandingkan antara dua atau lebih faktor yang telah ditentukan, untuk itu penulis mencoba menggunkan dua metoda yaitu Based On Rank Orders dan The Law Comparative Judgement (LCJ) untuk membandingkan faktor-faktor diatas. 1.1.1 Based On Rank Orders Langkah-langkah Metoda Based On rank Order sebagai berikut: 1. Tentukan dengan tegas domain/faktor yang akan diukur. 2. Luas daerah kurva normal baku dibagi ke dalam k bagian. z 1 z 2 z 3 Gambar 2.1 Pembagian Luas Kurva Normal 3. Tentukan banyaknya responden yang harus menilai 4. Dari tabel normal baku,tentukan harga Z. II-1
II-2 Tabel 2.1 Matriks Perbandingan Objek Rank Yang diberikan kepada objek oleh n orang responden RANK OBJEK A B.. K Z 1 2.. K Z 5. Setiap responden diharuskan memberikan peringkat, mana yang paling penting dan mana yang tidak penting. 6. Tentukan Nilai Z dengan menggunakan rumus : i Z i k j1 ( banyak responden yangmenyatakan objek n ke i adalah rank ke j ) z i Dimana : n = banyaknya ressponden k = banyaknya objek i = 1,2,.,k 7. Tentukan nilai Z yang paling kecil( harga Z negatif yang paling besar) dijadikan angka satu. 8. Tentukan nilai skala untuk setiap objek dengan menggukan traansformasi melalui: Y Z K ; K 1 Z Min
II-3 1.1.2 The Law Of Comparative Judgement (LCJ) Salah satu kegunaan The Law of Comparative Judgement adalah untuk mengukur relative importance yaitu semacam pembobotan untuk menggambarkan kepentingan relatif beberapa objek. Lankah langkahnya 1. Tentukan secara tegas objek-objek yang akan dibandingkan. X1X2 X2X3 X3X4 X1X3 X2X4 X1X4 2. Tentukan banyaknya responden yang dianggap sebagai penilai dari pasangan-pasangan tersebut. 3. Susun item untuk menentukan faktor mana yang lebih penting dibandingkan dengan faktor lainnya untuk tiap pasangan. 4. Data hasil penilaian para responden dicatat dalam matriks. 5. Nilai nilai pada matriks perbandingan faktor di bagi oleh banyaknya responden. 6. Matriks perbandingan faktor yang telah dibagi oleh banyaknya responden lalu di ubah melalui tabel normal baku(z), dengan rata rata 0 dan simpangan baku 1. 7. Jumlahkan nilai z,kemudian hitung rata-ratanya. 8. Hitung rata-rata z yang paling kecil (harga negatif paling besar) dijadikan satu(angka 1). Y Z K ; K 1 Z Min
II-4 2.2 Data Flow Diagram (DFD) Pendekatan perancangan terstruktur dimulai dari awal 1970. pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik- teknik (techniques) yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan diperoleh sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas. Melalui pendekatan terstruktur, permasalahan yang komplek di organisasi dapat dipecahkan dan hasil dari sistem akam mudah untuk dipelihara, fleksibel, lebih memuaskan pemakainya, mempunyai dokumentasi yang baik, tepat waktu, sesuai dengan anggaran biaya pengembangan, dapat meningkatkan produktivitas dan kualitasnya akan lebih baik (bebas kesalahan). 1.1.3 Komponen Data Flow Diagram External Entity mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan. Terdapat dua jenis eksternal entity : 1. Eksternal Entity Sumber (source): merupakan Eksternal Entity yang menjadi sumber. 2. Eksternal Entity Tujuan (sink): merupakan Eksternal Entity yang menjadi tujuan data / informasi sistem. Komponen proses menggambarkan bagian dari sistem yang mentransformasikan input menjadi output. Proses diberi nama untuk menjelaskan proses/kegiatan apa yang sedang/akan dilaksanakan. Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja ransitif (kata kerja yang membutuhkan obyek), seperti: Menghitung Gaji, Mencetak KRS, Menghitung Jumlah SKS. Ada empat kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses sehubungan dengan input dan output dapat dilihat pada gambar 2.4.
II-5 Gambar 2.2 Input dan output DFD Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang proses : Proses harus memiliki input dan output. Proses dapat dihubungkan dengan komponen terminator, data store atau proses melalui alur data. Sistem/bagian/divisi/departemen yang sedang dianalisis oleh profesional sistem digambarkan dengan komponen proses. Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan- penyimpanan, seperti file atau database yang berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi, misalnya file disket, file harddisk, file pita magnetik. Data store juga berkaitan dengan penyimpanan secara manual seperti buku alamat, file folder, dan agenda. Suatu data store dihubungkan dengan alur data hanya pada komponen proses, tidak dengan komponen DFD lainnya. Alur data yang menghubungkan data store dengan suatu proses mempunyai pengertian sebagai berikut :
II-6 Alur data dari data store yang berarti sebagai pembacaan atau pengaksesan satu paket tunggal data, lebih dari satu paket data, sebagian dari satu paket tunggal data, atau sebagian dari lebih dari satu paket data untuk suatu proses. Alur data ke data store yang berarti sebagai pengupdatean data, seperti menambah satu paket data baru atau lebih, menghapus satu paket atau lebih, atau mengubah/memodifikasi satu paket data atau lebih. Gambar 2.3 Alur data Pada pengertian pertama jelaslah bahwa data store tidak berubah, jika suatu paket data/informasi berpindah dari data store ke suatu proses. Sebaliknya pada pengertian kedua data store berubah sebagai hasil alur yang memasuki data store. Dengan kata lain, proses alur data bertanggung jawab terhadap perubahan yang terjadi pada data store. 2.3 Aplikasi Web Pada awalnya aplikasi web dibangun hanya dengan menggunakan bahasa yang disebut HTML (HyperText Markup Language) dan protocol yang digunakan dinamakan HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Pada perkembangan berikutnya, sejumlah skrip dan objek dikembangkan untuk memperluas kemampuan HTML. Pada saat ini, banyak skrip seperti itu antara lain yaitu PHP da ASP, sedangkan contoh yang berupa objek antara lain adalah applet (java). Aplikasi web sendiri dapat dibagi menjadi : Web Statis Web Dinamis Web statis dibentuk dengan menggunakan HTML saja. Kekurangan aplikasi seperti ini terletak pada keharusan untuk memelihara program secara
II-7 terus menerus untuk mengikuti ssetiap perubahan yang terjadi. Kelemahan ini diatasi dengan model aplikasi web dinamis. Dengan memperluas kemampuan HTML, yakni dengan menggunakan perangkat lunak tambahan, perubahan informasi dalam halaman-halaman Web dapat ditangani melalui perubahan data, bukan melalui perubahan program. Sebagai implementasinya, aplikasi web dapat dikoneksikan ke basis data. Dengan demikian perubahan informasi dapat dilakukan oleh operator atau yang bertanggungjawab terhadap kemutakhiran data, dan tidak menjadi tanggung jawab pemrogram atau web master. Pengertian web yang dinamis juga terkadang diartikan sebagai halaman yang dilengkapi dengan animasi gambar, selain dapat berinteraksi dengan basis data. Arsitektur aplikasi web : Klien berinteraksi dengan web server, secara internal web server tadi akan berkomunikasi dengan middleware dan middleware inilah yang akan berhubungan dengan basis data (database). Web server adalah server yang melayani permintaan klien terhadap halaman web. Apache, IIS (Internet Information Server), dan Xitami merupakan contoh perangkat lunak web server. Middleware adalah perangkat lunak yang bekerja sama dengan web server dan berfungsi menerjemahkan kode-kode tertentu, menjalankan kode-kode tersebut, dan memungkinkan berinteraksi dengan basis data. PHP, ASP, dan Perl adalah beberapa contoh middleware. Browser atau web browser adalah perangkat lunak di sisi klien yang digunakan untuk mengakses informasi web. Internet explorer, Netscape, dan Monzila merupakan contoh browser. Prinsip kerja pengaksesan dokumen web yang berbasis HTML adalah seperti berikut:
II-8 1. Browser meminta sebuah halaman ke suatu situs web melalui protocol HTTP. 2. Permintaan diterima oleh web server. 3. Web server segera mengirimkan dokumen HTML yang diminta ke klien. 4. Browser pada klien segera menampilkan dokumen yang diterima berdasarkan kode-kode pemformat yang terdapat pada dokumen HTML. Dengan menggunakan pendekatan web dinamis dimungkinkan untuk membentuk aplikasi berbasis web (web-based application). Sebagai contoh, system informasi akademis berbasis web memungkinkan seseorang mahasiswa melihat informasi nilai dari matakuliah-matakuliah yang sudah diambilnya dari luar kampus (dimana saja). Selain itu, pada masa semerter baru, mahasiswa dapat memasukkan data krs (kartu rencana studi) melalui internet. 2.4 PHP PHP adalah kependekan dari Hypertext Preprocessor atau Profesional Homepage, yaitu sebuah bahasa scripting yang dieksekusi di sisi server (Serverside Scripting Language). Fungsinya adalah membuat sebuah web yang interaktif dan dinamis. PHP dibuat pertama kali pada tahun 1995 oleh Rasmus Lerdorf, seorang software engineer anggota tim pengembangan web server Apache. Pada tahun 1996 Rasmos menulis kode script Perl untuk diterapkan pada hal yang lebih komplek dengan bahasa pemrograman C. Keunggulannya dari sifatnya yang server-side tersebut antara lain : Tidak diperlukan kompatibilitas browser atau harus menggunakan browser tertentu, karena server-lah yang akan mengerjakan skrip PHP. Hasil yang dikirimkan kembali ke browser apapun. Dapat memanfaatkan sumber-sumber aplikasi yang dimiliki oleh server, misalnya koneksi ke database. Skrip tidak dapat diintip dengan menggunakan fasilitas view HTML source. Sebagai contoh, perhatikan skrip PHP sederhana berikut ini: Contoh :
II-9 Skrip PHP </TITLE> <? Echo <H1> Hallo, saya skrip PHP</H1> ;?> Setelah skrip ini dikerjakan di server, server akan memberikan output kepada browser sebagai berikut : Contoh : Skrip PHP </Title> Hallo, saya skrip PHP </H1> Output inilah yang dieksekusi oleh browser. Dengan output berupa tag-tag HTML biasa, maka output tersebut pasti dapat dieksekusi oleh browser apapun. Adapun kelebihan dari PHP yaitu dapat melakukan semua aplikasi program CGI, seperti mengambil nilai form, menghasilkan halaman web yang dinamis, mengirim dan menerima cookie. PHP juga dapat berkomunikasi dengan layananlayanan yang menggunakan protokol IMAP, SNMP, NNTP, POP3, HTTP, dan lain-lain. Namun tampaknya kelebihan PHP yang paling signifikan adalah kemampuannya untuk melakukan koneksi dengan berbagai macam database. Saat ini, database yang didukung PHP adalah : Adabas D, InterBase, PostgreSQL, dbase, FrontBase, Solid, Empress, msql, Sybase, FilePro(read-only), Direct MS-SQL, Velocis, IBM DB2, MySQL, Unix dbm, Informix, Semua database yang mempunyai provider ODBC, Ingres, Oracle (OCI7 and OCI8). 2.5 MYSQL MySQL dikembangkan oleh sebuah perusahaan Swedia bernama MySQL AB, yang pada saat itu bernama TcX Data Konsult AB, sejak sekitar 1994 1995. MySQL versi 1.0 dirilis Mei 1996 secara terbatas kepada empat orang.baru di bulan Oktober versi 3.11.0 dilepas ke publik.versi pertama ini hanya berjalan di
II-10 Linux dan Solaris serta sebagian besar masih belum terdokumentasi itu berangsurangsur diperbaiki dan ditambah fitur demi fiturnya. Barulah di versi-versi akhir 3.22 sepanjang 1998 1999 MySQL menjadi semakin populer dan dilirik orang. Kalau di versi ini MySQL mulai diadopsi banyak orang dan meningkat jumlah penggunanya, maka di versi 5.0.41- lah terjadi banyak peningkatan dari sisi teknologi.