Inilah Tugas dan Fungsi Humas

dokumen-dokumen yang mirip
MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : P.5/Menhut-II/2012 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.24/MEN/2010 TENTANG

WALI KOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALI KOTA BANDUNG,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA,

GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 66 TAHUN 2013 TENTANG

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PEDOMAN UMUM TATA KELOLA KEHUMASAN DI LINGKUNGAN INSTANSI PEMERINTAH

2017, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perencanaan Pemb

PENERAPAN DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA MADIUN SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH DISKOMINFO

ANGGARAN RUMAH TANGGA ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN

BUPATI PATI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 21 TAHUN 2O16 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PATI

PENULISAN BERITA TELEVISI

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN PROFIL ORGANISASI BAGIAN HUMAS SETDA KOTA SALATIGA TAHUN 2017

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Sejarah Dinas Komunikasi Informatika

MENTERI NEGARA RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 070 TAHUN 2017 TENTANG LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO ABDI PERSADA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Strategi Komunikasi Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan Johan Budi SP Staf Khusus/ Juru Bicara Presiden

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06/PRT/M/2012 TENTANG KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

BAB I PENDAHULUAN. Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang diberi amanat melakukan. melaksanakan tugas dan wewenangnya bebas dari kekuasaan manapun.

SAMBUTAN KETUA DPR-RI PADA ACARA PRESS GATHERING Di Wisma Griya Sabha Kopo, 12 Desember 2009

KAJIAN SERTIFIKASI PADA PROFESI JURNALIS. Disusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Strata 1

BAB I PENDAHULUAN. menguntungkan, salah satunya adalah pertukaran informasi guna meningkatkan. ilmu pengetahuan diantara kedua belah pihak.

BAB I PENDAHULUAN. komponen penting untuk membentuk citra dan image dalam suatu

BUPATI SEMARANG SAMBUTAN BUPATI SEMARANG PADA ACARA SARASEHAN JURNALISTIK RAMADHAN TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. terlihat seiring dengan era keterbukaan informasi publik saat ini. Tetapi

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2014 BIRO HUBUNGAN MASYARAKAT SEKRETARIAT DAERAH ACEH

Strategi Komunikasi Publik Jelas, Akurat dan Terpercaya Johan Budi SP Staf Khusus/ Juru Bicara Presiden

PROGRAM STUDI S1 ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA SIKAP

PEDOMAN UMUM AUDIT KOMUNIKASI DI LINGKUNGAN INSTANSI PEMERINTAH

BAB I PENDAHULUAN. diberikan suatu pelatihan atau yang sering disebut Kuliah Kerja Media

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA INSPEKTUR JENDERAL KEMENTERIAN PERDAGANGAN,

Peraturan...

Mengingat -2- : 1. Undang-Undang Kementerian Nomor Negara 39 Tahun (Lembaran 2008 Negara tentang Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lem

2017, No Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik In

2012, No BAB I PENDAHULUAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA,

PROFIL PUSAT KOMUNIKASI PUBLIK KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06/PRT/M/2012 TENTANG KODE ETIK PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

BAB VI PENUTUP. dijalankan oleh BPBD DIY ini, memakai lima asumsi pokok sebagai landasan

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2012

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMASI REPUBLIK INDONESIA

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO

PEDOMAN UMUM INFRASTRUKTUR HUBUNGAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN INSTANSI PEMERINTAH

BAB I PENDAHULUAN. Kebebasan Pers. Seperti yang sering dikemukakan, bahwa kebebasan bukanlah semata-mata

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166,

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG PELAYANAN PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA DENPASAR BAB I

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BAGIAN HUMAS SETDA KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013

Media Siber. Imam Wahyudi Anggota Dewan Pers

BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT POLDA D.I.YOGYAKARTA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG KANTOR STAF PRESIDEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2016, No Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3852); 2. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 200

BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. A. Bagian Humas dan Informasi Setda Kota Yogyakarta

BAB II KONDISI OBJEKTIF KOMINFO KABUPATEN SERANG

BERITA DAERAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA SAMARINDA SALINAN

BAB I PENDAHULUAN. sikap, dan perilaku publik, mengidentifikasi kebijakan-kebijakan dan prosedurprosedur

WALIKOTA SERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KOTA SERANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DAERAH

BAB I PENDAHULUAN. Humas Pemerintahan dan Humas Perusahaan. Humas Pemerintahan dan. satu peran yang berbeda dari kedua Humas tersebut adalah Humas

BAB IV ANALISIS DATA. A. Temuan Penelitian Dalam penelitian kualitatif analisis data merupakan tahap yang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS

POKOK-POKOK PIKIRAN RUU APARATUR SIPIL NEGARA TIM PENYUSUN RUU TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

BAB I PENDAHULUAN. elemen yang saling membutuhkan. Dalam menjalankan kewajibannya sebagai

BAB 1 PENDAHULUAN. tanggung jawab pers, yakni informasi, entertainment dan kontrol sosial. Dalam

MATERI TES TERTULIS DAN WAWANCARA PPK Materi test tulis : Pancasila dan UUD

2016, No Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesi

BAB II KONDISI UMUM BIRO HUMAS DAN PROTOKOL

1. Pelanggan Pelanggan adalah pembeli atau pemakai produk atau jasa Perseroan.

2 2. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANGERANG NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2015 TENTANG SEKRETARIAT KABINET DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO GEMILANG KABUPATEN MAGELANG

2017, No Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8

BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT POLDA D.I.YOGYAKARTA

Setyanta Nugraha Inspektur Utama Sekretariat Jenderal DPR RI. Irtama

BAB II GAMBARAN UMUM PROFIL HUBUNGAN MASYARAKAT SEKRETARIAT DAERAH PEMERINTAH KOTA TEGAL

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG

2017, No Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 2. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 t

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. A. Profil Dinas Komunikasi Informatika Provinsi Riau

- 1 - PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 62 TAHUN 2017 TENTANG PIAGAM AUDIT INTERN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2012 NOMOR : 7 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. pesan secara massal, dengan menggunakan alat media massa. Media. massa, menurut De Vito (Nurudin, 2006) merupakan komunikasi yang

Transkripsi:

Inilah Tugas dan Fungsi Humas Menjawab Saudara Mario Sina Oleh: Even Edomeko Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Sikka Penanggungjawab www.humas.sikkakab.go.id Senang, saya membaca tulisan saudara saya Mario Sina di akun facebooknya yang berjudul Biarkanlah Teks Berita yang Berbicara. Senang, karena Mario mengajak pembaca memahami tugas dan fungsi Humas dan Protokol Setda Sikka (selanjutnya disingkat Humas). Tulisan ini untuk melengkapi usaha Mario, agar pembaca memahami secara lebih luas, mendalam, dan lengkap. Meski sudah mengutip Perbup Sikka No. 25/2016 bagian tugas Humas, namun Mario mengaku belum paham. Walau belum paham, dia tetap menyimpulkan bahwa tugas humas: salah satunya yakni melakukan publikasi pemberitaan kegiatan pemerintah kabupaten. Maka mari kita bahas agak detail. Begini. Dasar Hukum Tugas pokok dan fungsi humas didasarkan pada: 1. Pedoman Pelaksanaan Tugas Kehumasan di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah (Permendagri No. 13/2011); 2. Pedoman Umum Tata Kelola Kehumasan di Lingkungan Instansi Pemerintah oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (2011) 3. Kode Etik Humas Pemerintahan (Kepmen Kominfo No. 371/Kep/M.Kominfo/8/2007) 4. Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Setda (Perbup Sikka No. 25/2016) Dalam pelaksanaan tugasnya, Humas juga diwajibkan menaati: 1. UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik; 2. UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers; 3. Kode Etik Jurnalistik; dan 4. Kode Etik Jurnalistik Media Online. Ruang Lingkup Ruang lingkup kehumasan meliputi: a. manajemen hubungan masyarakat;

b. hubungan kerja dan koordinasi antar lembaga; c. pengembangan analisa media dan informasi; d. manajemen komunikasi krisis; e. analisa pemberitaan media massa; f. tatakelola infrastruktur kehumasan; g. konsultasi publik; h. pelayanan dan penyebarluasan informasi dan dokumentasi; i. pengawasan penyelenggaraan kehumasan; dan j. evaluasi penyelenggaraan kehumasan. Tugas Tugas-tugas Humas ialah: a. memberikan informasi kepada masyarakat berkaitan dengan kebijakan, program dan kegiatan pemerintah. b. mengelola informasi yang akan dikomunikasikan kepada masyarakat secara cepat, tepat, akurat, proporsional dan menarik, selaras dengan dinamika masyarakat. c. menyampaikan informasi kebijakan, program dan kegiatan pemerintah secara lengkap, utuh, tepat dan benar kepada masyarakat. d. memberikan pemahaman kesamaan visi, misi dan persepsi antara masyarakat dan pemerintah. e. menampung aspirasi publik sebagai masukan dalam mengevaluasi kebijakan, program dan kegiatan pemerintah. Wewenang Wewenang Humas adalah: a. mencari, mengolah dan menganalisa informasi; b. menyusun dan melaksanakan program dan kegiatan strategis kehumasan untuk menigkatkan citra pemerintahan yang bersih dan bertanggungjawab; c. memberikan informasi kebijakan; d. menyebarluaskan informasi kebijakan pemerintahan, politik, pembangunan dan kemasyarakatan; e. menanggapi berita dan pendapat publik yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Peran Humas Pemerintah Peran humas pemerintah meliputi unsur-unsur berikut. 1. Komunikator Humas pemerintah berperan membuka akses dan saluran komunikasi dua arah, antara instansi pemerintah dan publiknya, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui sarana kehumasan.

2. Fasilitator Humas pemerintah berperan menyerap perkembangan situasi dan aspirasi publik untuk dijadikan masukan bagi pimpinan instansi pemerintah dalam pengambilan putusan. 3. Diseminator Humas pemerintah berperan dalam pelayanan informasi terhadap internal organisasi dan publiknya, baik langsung maupun tidak langsung, mengenai kebijakan dan kegiatan masing-masing instansi pemerintah. 4. Katalisator Humas pemerintah berperan dalam melakukan berbagai pendekatan dan strategi guna mempengaruhi sikap dan pendapat publik untuk menyelaraskan kepentingan pemerintah dengan publik. 5. Konselor, Advisor, dan Interprator Humas merupakan konsultan, penasihat, dan penerjemah kebijakan pemerintah. 6. Prescriber Humas berperan sebagai salah satu instrumen strategis pemimpin puncak penentu kebijakan. Tugas Baru Seiring perubahan kepemimpinan Nasional pada tahun 2014 (Presiden Joko Widodo mulai bertugas), kebijakan dan strategi peraturan perundangan tentang kehumasan yang dikeluarkan pada tahun 2011 itu belum diganti, namun dalam Bimtek-bimtek (bimbingan teknis) Kehumasan, Humas pun dituntut untuk: mendidik masyarakat dalam berkomunikasi di media secara baik, benar, obyektif, berimbang, jujur, dan terbuka, demi memenuhi hak masyarakat akan informasi yang benar, sesuai UUD 1945 (Pasca Amandemen). Oleh banyak ahli, tugas Humas itu diringkas dalam satu kalimat: menciptakan dan menjaga citra Pemerintah dan Pemerintahan yang baik, jujur, adil, transparan, dan ramah. Media Publikasi Humas Dalam melaksanakan tugas-tugas di atas, khusus tugas di bidang publikasi, Humas pun mengelola media, baik media cetak (bulletin), media elektronik (radio, yang karena diatur tersendiri dalam UU Penyiaran maka diurus oleh Diskominfo), juga media online (www.humas.sikkakab.go.id).

Dalam mengelola media ini, Humas pun tunduk pada aturan UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, Etika Media Online, dll. Dalam media-media yang dikelola Humas itu, prinsip-prinsip jurnalistik tetap dipakai. Kode Etik tetap dijaga. Pun relasi harmonis dengan rekan-rekan wartawan adalah wajib hukumnya. Adapun ruang lingkup yang diwartakan dalam media-media Humas ini adalah harus sesuai dengan tugasnya. Yakni: kebijakan dan program pemerintah, proses dan hasil pembangunan, kritik dan saran warga kepada Pemerintah, serta jawaban dan solusi Pemerintah atas kritik dan saran itu. Wartawan Humas? Saya tergelitik oleh cara tulis Saudaraku Mario yang menulis wartawan (dalam tanda petik). Itu keraguan untuk menyebut kami yang mengelola mediamedia milik Pemerintah ini: benarkah kami juga wartawan? Sejujurnya, saya juga masih mencari istilah yang tepat untuk kami, selain pejabat dan staf humas. Namun, saat menjadi staf Humas (tahun 2004) dan reporter RPD Sikka (kini LPPL Suara Sikka), kami diundang oleh Swiscontact untuk pembekalan di Ende bersama Ketua Aliansi Jurnalis Independen Indonesia. Semua kawan wartawan profesional se-flores diundang. Dari Maumere saya ingat ada Saudara Adrianus Pantur (SCTV). Oleh Ketua AJI saat itu (saya lupa namanya), disebutkan bahwa wartawan adalah mereka yang punya warta. Jadi mau kerja di pemerintah atau di mana saja, sejauh dia kerjanya membuat dan menulis berita, maka dia wartawan, kata dia. Yang pasti: UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers mendefinisikan wartawan sebagai orang yang melakukan aktivitas jurnalistik secara rutin. Kami rutin kok, Teman Mario. Tapi kami harus taat pada peraturan kehumasan, bahwa kami adalah praktisi Humas, walaupun dalam uraian tugas ada yang berpangkat sebagai JURNALIS, ada juga FOTOGRAFER. Dan itu sah sesuai aturan. ASN vs Anggota DPRD Tiba di titik ini, mari kita kulababong tentang persoalan Saudara MM dan Saudara YKE.

Ada dua alasan mengapa Humas perlu menulis tentang soal itu. 1. Karena YKE dan MM adalah unsur dan staf pemerintahan daerah. YKE itu Anggota DPRD dan MM adalah ASN. 2. Karena media, baik media sosial maupun media online tertentu, hanya memberitakan sisi pelapor (YKE) tanpa mengonfirmasi sisi terlapor (MM). Di sinilah peran Humas sebagai media yang memberikan ruang kepada MM. Tujuannya bukan membela MM, melainkan agar MASYARAKAT MENDAPATKAN INFORMASI YANG BERIMBANG. Korelasi kedua alasan di atas mendorong kami menulis. Refleksi ETIS kami sebelum menulis adalah: Ketika seorang ASN merasa diperlakukan secara tidak adil oleh media dan dibully di medsos, kenapa Humas dilarang memberi dia kesempatan berbicara? Bukan soal dia benar atau dia salah. Soal bagi kami adalah: hak dia dikonfirmasi tidak dia peroleh. Dan jika Mario membaca secara utuh, berita yang diturunkan www.humas.sikkakab.go.id menyodorkan 3 (tiga) narasumber dengan tiga sudut pandang. Yakni YKE, sebagai pelapor yang dikutip dari media online, lalu MM sebagai yang terlapor, dan pihak pemeriksa Panwaslu sebagai yang menangani dugaan soal itu. Nah, sisi cover both/all sides ini yang hendak kami tunjukkan. Itulah fungsi edukasi yang dikalungkan di leher kami. Sekaligus dengan itu Humas melaksanakan perannya sebagai Katalisator, yakni: Humas pemerintah berperan dalam melakukan berbagai pendekatan dan strategi guna mempengaruhi sikap dan pendapat publik untuk menyelaraskan kepentingan pemerintah dengan publik. Jadi, Humas & Protokol Setda Sikka masihlah on the track, masih berjalan di rel-nya. Tabe. Salam balik dari Editor berita itu. Terima kasih.