PROGRAM DAN ANGGARAN LAYANAN PENDIDIKAN KELUARGA

dokumen-dokumen yang mirip
PERMENDIKBUD NOMOR 30 TAHUN 2017 TENTANG PELIBATAN KELUARGA PADA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

2017, No Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negar

KEBIJAKAN TEKNIS PELIBATAN KELUARGA DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN (PERMENDIKBUD NO. 30/2017)

PEMANFAATAN DATA PELIBATAN KELUARGA DAN MASYARAKAT DI SATUAN PENDIDIKAN (PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, SLB, DAN PNF)

PETUNJUK TEKNIS IMPLEMENTASI PELIBATAN KELUARGA PADA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

PEMANFAATAN DATA PELIBATAN KELUARGA DAN MASYARAKAT DI SATUAN PENDIDIKAN (PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, SLB, DAN PNF)

WORKSHOP EVALUASI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KELUARGA

KATA PENGANTAR Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga

LEMBAR PENDAMPINGAN POKJA PELAKSANAAN PENDIDIKAN KELUARGA

KEBIJAKAN PEMBINAAN PENDIDIKAN KELUARGA TAHUN 2017

Petunjuk Teknis Pelibatan Keluarga Pada Penyelenggaraan Pendidikan

Petunjuk Teknis Pelibatan Keluarga Pada Penyelenggaraan Pendidikan

Pokja Pendidikan Keluarga

KEBIJAKAN DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KELUARGA DAN PERAN UPT PUSAT (PP/BP PAUD DAN DIKMAS)

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 130 TAHUN 2017 TENTANG

Petunjuk Teknis Pelibatan Keluarga Pada Penyelenggaraan Pendidikan

BIMTEK PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KELUARGA, DAN PENGUATAN PELAKU PENDIDIKAN KELUARGA

PENDIDIKAN KELUARGA DI ERA DIGITAL

Petunjuk Teknis Pelibatan Keluarga Pada Penyelenggaraan Pendidikan

KEBIJAKAN TEKNIS PELIBATAN KELUARGA DAN MASYARAKAT DI SATUAN PENDIDIKAN (PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, SLB, DAN PNF)

KEBIJAKAN TEKNIS PELIBATAN KELUARGA DAN MASYARAKAT DI SATUAN PENDIDIKAN (PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, SLB, DAN PNF)

PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS PENGUATAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KELUARGA PADA SATUAN PENDIDIKAN

KEGIATAN SOSIALISASI PROGRAM PENDIDIKAN KELUARGA

Instrumen Pemantauan dan Evaluasi 2017

PELIBATAN KELUARGA DI SATUAN PENDIDIKAN

VISI TK ISLAM PLUS ASSALAMAH UNGARAN. Membangun Generasi yang Cerdas,Terampil,Tangguh,Cinta Tanah Air dan Berakhlaqul Karimah

KEBIJAKAN TEKNIS. MODUL BIMBINGAN TEKNIS Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan

PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN TEKNIS PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KELUARGA PADA SATUAN PENDIDIKAN

MODUL BIMBINGAN TEKNIS Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan. (Sasaran Tahun 2016: 60 Kab/Kota) PENGASUHAN POSITIF

PROGRAM DAN EVALUASI. Pendidikan Keluarga. Warisno, S.Sos., MPd. Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga

PELIBATAN KELUARGA PADA SATUAN PENDIDIKAN

Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti, pikiran, dan tubuh anak. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita

PELAKSANAAN KELAS ORANG TUA. MODUL BIMBINGAN TEKNIS Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan

PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN KELUARGA DI SATUAN PENDIDIKAN

MENGAPA PENTING PENDIDIKAN ORANG TUA?

KEBIJAKAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

MODUL BIMBINGAN TEKNIS Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan (Sasaran tahun 2016: 60 Kab/Kota) RENCANA AKSI

KEBIJAKAN TEKNIS PELIBATAN KELUARGA DAN MASYARAKAT DI SATUAN PENDIDIKAN (PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, SLB, DAN PNF)

KEBIJAKAN DITJEN PAUD DAN DIKMAS DALAM PENGEMBANGAN MUTU SATUAN PENDIDIKAN PAUD DAN DIKMAS

Kebijakan Ditjen PAUD dan Dikmas Terkait Akreditasi PAUD dan PNF

Petunjuk Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2013

Jenis Satuan Pendidikan : PAUD/ SD/ SMP/ SMA/K/ PNF. Kab/Kota DIREKTORAT PEMBINAAN : PENDIDIKAN

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN

Kegiatan Subdit Kemitraan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga

LOMBA. Pedoman. Pendidikan Keluarga. TEMA: Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

PERATURAN DAERAH KOTA SERANG NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SERANG,

MODEL PELIBATAN KELUARGA DI SATUAN PENDIDIKAN

Kebijakan Ditjen PAUD dan Dikmas dalam Penguatan dan Pemanfaatan Hasil Akreditasi

PELAKSANAAN KELAS INSPIRASI. MODUL BIMBINGAN TEKNIS Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan

KEBIJAKAN PERLINDUNGAN KHUSUS BAGI ANAK DEPUTI BIDANG PERLINDUNGAN ANAK, KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

Bimbingan Teknis Program Penguatan Pendidikan Karakter bagi Kepala Sekolah & Pengawas Sekolah PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MASYARAKAT

PELAKSANAAN PERTEMUAN WALI KELAS DENGAN ORANG TUA/WALI

PERTEMUAN WALI KELAS DENGAN ORANG TUA

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 14 TAHUN 2017 TENTANG

PROGRAM DAN ANGGARAN SUBDIT PROGRAM DAN EVALUASI TAHUN 2012

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

STRATEGI MEWUJUDKAN GENERASI EMAS BANGSA

Mengapa penting pendidikan orang tua?

PEMERINTAH KABUPATEN TUBAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TUBAN NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN

MONITORING DAN EVALUASI

PROGRAM PEMBINAAN PENDIDIKAN KELUARGA 2016

Kebijakan dan Program DAK Bidang Pendidikan Menengah Tahun 2013 Dan Rencana Tahun 2014

PETUNJUK TEKNIS PEMBENTUKAN KELOMPOK KERJA (POKJA) PENDIDIKAN KELUARGA

GERAKAN PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2011 TENTANG PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEPELOPORAN PEMUDA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MEWUJUDKAN PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN YANG SINERGIS ANTARA PUSAT DAN DAERAH MELALUI NSPK PENYELENGGARAAN URUSAN

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PAUD DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KELUARGA PEDOMAN LOMBA

2016, No Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan L

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 9 TAHUN 2007 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO

IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN KELUARGA BERBASIS SEKOLAH

Bidang Perlindungan Anak tertuang dalam Bab 2 Pembangunan Sosial Budaya dan Kehidupan Beragama.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA NOMOR 8 TAHUN 2017 TENTANG

PEDOMAN PELAKSANAAN SIMPOSIUM TENAGA KEPENDIDIKAN TAHUN 2017

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN MODEL PENDIDIKAN KELUARGA OLEH UPT PUSAT (PP/BP PAUD DAN DIKMAS)

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUWANGI NOMOR 7 TAHUN 2010 TENTANG PENATAAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA/KELURAHAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

WORKSHOP PENGEMBANGAN PROGRAM/MODEL PELIBATAN KELUARGA DI SATUAN PENDIDIKAN. PP-PAUD DAN DIKMAS JAWA TENGAH 1-3 Maret 2017

PELAKSANAAN PERENCANAAN

RENCANA AKSI KINERJA SASARAN TAHUN 2016 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PELALAWAN

2 pembinaan dan pengembangan usaha kesehatan sekolah/madrasah di setiap sekolah/madrasah; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 5 TAHUN 2007 TENTANG PEDOMAN PENATAAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

1.2 TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT JENDERAL PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG DAN PENGUASAAN TANAH

PERAN MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR DAN SARANA PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA

PEMERINTAH KABUPATEN PURWOREJO

RENCANA AKSI KINERJA SASARAN TAHUN 2016 APBD-PERUBAHAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN PELALAWAN

WALIKOTA MAGELANG PERATURAN DAERAH KOTA MAGELANG NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. Efektivitas proses..., Hani Khotijah Susilowati, FISIP UI, Universitas Indonesia

VISI : Terwujudnya Masyarakat Desa Yang Mandiri

SURAT EDARAN Nomor: 468/B/SE/2017

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA TENGAH

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2008 TENTANG PEMBINAAN KESISWAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Transkripsi:

PROGRAM DAN ANGGARAN LAYANAN PENDIDIKAN KELUARGA DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KELUARGA DITJEN PAUD DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2017

Mengapa Pendidikan Keluarga? 1. Pendidikan Keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama, yang memiliki pengaruh besar terhadap prilaku individu; 2. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama yang paling tidak tersiapkan; 3. Belum sinergi pendidikan di sekolah, keluarga dan masyarakat; 4. Berbagai ancaman terhadap perkembangan generasi muda 2

Tantangan: Keterampilan Abad 21 1 2 3 Literasi Dasar Kompetensi Karakter 1. 2. 3. 4. 5. 6. Baca dan tulis Berhitung Literasi sains Literasi informasi teknologi dan komunikasi Literasi keuangan Literasi budaya dan kewarganegaraan 1. 2. 3. 4. Berpikir kritis/memecahkan masalah Kreativitas Komunikasi Kolaborasi 1. 2. 3. 4. 5. Integritas Religius Nasionalisme Mandiri Gotong Royon Sumber: WEF, 2016

KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN DI ABAD 21 4

ANCAMAN: PERMASALAHAN SOSIAL 7 Radikalisme 1 Kekerasan 2 Narkob a 6 Tidak Peduli 3 Pornografi 5 Trafficking 4 Adiksi Gawai Untuk Melindungi Anak dari Ancaman Sosial Tersebut Perlu Pelibatan Keluarga, Satuan Pendidikan, dan Masyarakat 5

Tugas Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga (Bindikkel) 6

Dasar, Tugas, dan Fungsi 1. Permendikbud No. 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2. Tugas: melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pendidikan keluarga (Pasal 285). 3. Fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan; b. koordinasi dan pelaksanaan kebijakan; c. peningkatan kualitas pendidikan karakter anak dan remaja; d. fasilitasi sumber belajar dan pendanaan pendidikan keluarga; e. fasilitasi penjaminan mutu pendidikan keluarga; f. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria; g. pemberian bimbingan teknis dan supervisi; h. pelaksanaan evaluasi dan laporan; dan i. pelaksanaan administrasi Direktorat. 7

PROSES BISNIS PENDIDIKAN KELUARGA REGULASI, KEBIJAKAN, NSPK (UU, PP, PERPRES, INPRES, PERMEN, PERDIRJEN, JUKNIS, PEDOMAN) LBG, ORMAS, DAN SATUAN PENDIDIKAN (PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, SLB, dan PNF) MASYARAKAT KELUARGA ANAK DAN REMAJA IBU HAMIL s.d ANAKNYA USIA 24 BLN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN LAYANAN: PENINGKATAN KEPEDULIAN DAN KETERLIBATAN MASYARAKAT PENINGKATAN PELIBATAN KELUARGA PENINGKATAN KOMPETENSI KELUARGA PENUMBUHAN KARAKTER DAN BUDAYA LITERASI PENGASUHAN 1000 HPK MANAJEMEN: (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Supervisi, dan Evaluasi) KEMITRAAN TRI-SENTRA PENDIDIKAN (Keluarga Satdik/sekolah Masyarakat) EKO SISTEM PENDIDIKAN YANG AMAN, NYAMAN, DAN MENYENAGKAN GENERASI BERKARAKTER DAN BERBUDAYA LITERASI SUMBER DAYA (MANUSIA, ANGGARAN, SARANA DAN PRASARANA)

PENJELASAN PROSES BISNIS PENDIDIKAN KELUARGA A. MASUKAN/INPUT Komponen Masukan/Input Pendidikan Keluarga terdiri dari Pelanggan, Regulasi dan Sumber Daya. 1. Pelanggan Pendidikan Keluarga, meliputi: ibu hamil s.d. anaknya berusia 24 bulan (2 tahun) termasuk ayahnya, anak dan remaja, keluarga khususnya yang memiliki anak usia 0 s.d. 21 tahun, dan masyarakat. 2. Regulasi adalah peraturan perundang-undangan, kebijakan, dan NSPK yang terkait dengan pendidikan keluarga, meliputi: Undang-undang, PP, Perpres, Inpres, Permen, Perdirjen, Juknis/Juklak, dan Pedoman. 3. Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik (intangible). Sumber daya pendidikan keluarga meliputi: manusia, anggaran, sarana dan prasarana, termasuk teknologi informasi dan komunikasi. 9

PENJELASAN PROSES BISNIS PENDIDIKAN KELUARGA B. PROSES 1. Identifikasi Kebutuhan Pelanggan diberikan layanan pendidikan keluarga sesuai dengan kebutuhan berdasarkan klasifikasi input. 2. Jenis Layanan Layanan pendidikan keluarga terjadi pada lembaga, organisasi masyarakat peduli pendidikan, dan satuan pendidikan pada jalur, jenis, dan jenjang pendidikan (PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, SLB, dan PNF). Layanan pendidikan keluarga yang diberikan kepada pelanggan, meliputi: a. Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), adalah layanan pendidikan keluarga dalam rangka intervensi penurunan prevalensi stunting, dengan sasaran ibu yang sedang hamil sampai dengan anaknya berusia 24 bulan. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil atau yang anaknya masih berusia 0 s.d. 24 bulan tentang pentingnya kecukupan gizi dan pemberian stimulasi pendidikan kepada anak sejak dalam kandungan (janin) sampai dengan anaknya berusia 24 bulan. b. Penumbuhan karakter dan budaya literasi, adalah layanan pendidikan keluarga dalam rangka menumbuhkan karakter dan budaya literasi peserta didik atau anak dan remaja. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan 5 karakter utama (Religius, Integritas, Nasionalis, Mandiri, dan Gotong Royong) dan budaya literasi (baca dan tulis, hitung, sains, teknologi informasi dan komunikasi, keuangan, serta budaya dan kewarganegaraan). Selain itu diharapkan setiap anak memiliki kompetensi yang diperlukan untuk dapat bersaing dalam kehidupan di abad 21 (kreatif dan inovatif, kritis dan konstruktif, komunikasi, dan kolabarasi). 10

PENJELASAN PROSES BISNIS PENDIDIKAN KELUARGA (lanjutan) c. Peningkatan Kompetensi Keluarga, adalah layanan pendidikan keluarga dalam rangka meningkatkan wawasan dan keterampilan sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga, dengan sasaran orang tua/wali, anak dan anggota keluarga. Tujuannya untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan tentang pengasuhan positif, mendidik anak di era digital, dan pencegahan permasalahan sosial tertentu. d. Peningkatan Pelibatan Keluarga, adalah layanan pendidikan keluarga dalam rangka meningkatkan kepedulian dan keterlibatan keluarga dalam mendampingi anaknya di satuan pendidikan, dengan sasaran orang tua/wali peserta didik dari anak dan remaja. Tujuannya untuk mewujudkan kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya literasi peserta didik e. Peningkatan Kepedulian dan Keterlibatan Masyarakat, adalah layanan pendidikan keluarga dalam rangka meningkatkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat terhadap pendidikan anak dengan sasaran masyarakat. Tujuannya untuk mendukung iklim pembelajaran yang menyenangkan di rumah, sekolah, dan masyarakat, serta memotivasi anak untuk terus belajar. 11

PENJELASAN PROSES BISNIS PENDIDIKAN KELUARGA (lanjutan) 3. Manajemen Proses layanan pendidikan keluarga ini harus dikelola berdasarkan manajemen yang baik mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, supervisi, dan evaluasi dengan memperkuat kemitraan Tri-Sentra Pendidikan (Keluarga Sekolah dan Masyarakat). Proses ini berpedoman pada regulasi, kebijakan, dan NSPK yang berlaku serta dengan memperhatikan dan didukung ketersediaan sumber daya (tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, anggaran, sarana, prasarana, termasuk teknologi informasi dan komunikasi). 12

PENJELASAN PROSES BISNIS PENDIDIKAN KELUARGA C. KELUARAN/OUTPUT 1. Meningkatnya pengetahuan ibu hamil atau yang mempunyai anak berusia 0 s.d. 24 bulan tentang pentingnya kecukupan gizi dan pemberian stimulasi pendidikan kepada anaknya sejak dalam kandungan (janin) sampai dengan anaknya berusia 24 bulan 2. Tumbuhnya 5 karakter utama, budaya literasi, dan kompetensi abad 21 pada setiap anak. 3. Meningkatnya kompetensi keluarga tentang pengasuhan positif, mendidik anak di era digital, dan pencegahan permasalahan sosial tertentu. 4. Terwujudnya kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya literasi peserta didik 5. Terwujudnya iklim/ekosistem pembelajaran yang menyenangkan di rumah, sekolah, dan masyarakat, serta untuk memotivasi anak-anaknya untuk terus belajar. D. OUTCOME Apabila tujuan-tujuan tersebut dapat terwujud, maka diharapkan akan lahirlah anak-anak yang tangguh, yaitu: GENERASI BERKARAKTER DAN BERBUDAYA LITERASI sehingga dapat mengambil keuntungan dari BONUS DEMOGRAFI. 13

POTENSI SASARAN PENDIDIKAN KELUARGA PAUD SD SMP SMA/ SMK SLB PNF PESERTA DIDIK 13,781,050 25,269,873 10,020,422 9,609,995 125,001 549,682 SATUAN PENDIDIKAN 230,382 148,522 39,177 27,476 2,211 31,277 KELUARGA 12,402,945 15,667,321 8,517,358 8.168,496 118,750 479,065 TOTAL PESERTA DIDIK SATUAN PENDIDIKAN KELUARGA 59,456,023 479,045 45,353,935 KELUARGA INDONESIA 65,588,400 IBU HAMIL & MENYUSUI ANAK 0-2 TH 16,920,517 514

POTENSI SASARAN PENDIDIKAN KELUARGA PAUD SD SMP SMA/S MK SLB PNF PESERTA DIDIK 4,605,809 25,618,078 10,145,416 9,342,455 121,244 549,682 SATUAN PENDIDIKAN 88,381 147,503 37,763 26,380 2,070 31,277 KELUARGA 4,375, 519 15,667,321 8,517,358 8.168,496 118,750 479,065 JUMLAH: PESERTA DIDIK SATUAN PENDIDIKAN KELUARGA 50,382,648 333.374 37.326.509 KELUARGA INDONESIA IBU HAMIL &MENYUSUI ANAK 0-2 TH 65,588,400 16,920,517 15

TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS (Renstra Kemdikbud Thn 2014-2019) 16

SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM 17

Tujuan Pendidikan Keluarga Mewujudkan kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik. sekolah yang baik adalah sekolah yang memberikan tempat bagi orang tua untuk ikut terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka. 18

Program Utama 1. Penguatan pelibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak di satuan pendidikan dan di rumah untuk penguatan pendidikan karakter dan budaya prestasi anak. 2. Penguatan konten dan contoh-contoh praktik baik di keluarga dan di satuan pendidikan melalui laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id. 3. Penguatan pendidikan karakter anak dan remaja melalui satuan pendidikan serta media cetak dan non-cetak, terutama media online sebagai kanal utama untuk dapat diakses oleh masyarakat luas. 19

PELIBATAN KELUARGA PADA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN (PERMENDIKBUD NO 30 TAHUN 2017) TUJUAN/PS-2 1. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab bersama antara Satuan Pendidikan, Keluarga, dan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pendidikan 2. Mendorong Penguatan Pendidikan Karakter Anak 3. Meningktkan kepedulian Keluarga terhadap pendidikan Anak 4. Membangun sinergitas antara Satuan Pendidikan, Keluarga, dan Masyarakat 5. Mewujudkan lingkungan Satuan Pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan PRINSIP/PS-3 Persamaan hak, kebersamaan/gotong royong, saling asah, asih, dan asuh, serta dengan mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi Anak 20

BENTUK PELIBATAN KELUARGA PADA SATUAN PENDIDIKAN/PS-6 1. menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan; 2. mengikuti kelas Orang Tua/Wali; 3. menjadi narasumber dalam kegiatan di Satuan Pendidikan; 4. berperan aktif dalam kegiatan pentas kelas akhir tahun pembelajaran; 5. berpartisipasi dalam kegiatan kokurikuler, ekstra kurikuler, dan kegiatan lain untuk pengembangan diri Anak; 6. bersedia menjadi aggota Komite Sekolah; 7. berperan aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Sekolah; 8. bersedia menjadi anggota tim pencegahan kekerasan di Satuan Pendidikan; 9. berperan aktif dalam kegiatan pencegahan pornografi, pornoaksi, dan penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA); dan 10. memfasilitasi dan/atau berperan dalam kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter Anak di Satuan Pendidikan 21

BENTUK PELIBATAN KELUARGA PADA LINGKUNGAN KELUARGA/PS- 7 1. menumbuhkan nilai-nilai karakter Anak di lingkungan Keluarga; 2. memotivasi semangat belajar Anak; 3. mendorong budaya literasi; dan 4. memfasilitasi kebutuhan belajar Anak BENTUK PELIBATAN KELUARGA DALAM MASYARAKAT/PS-8 1. mencegah peserta didik dari perbuatan yang melanggar peraturan Satuan Pendidikan dan/atau yang menganggu ketertiban umum; 2. mencegah terjadinya tindak anarkis dan/atau perkelahian yang melibatkan pelajar; dan 3. mencegah terjadinya perbuatan pornografi, pornoaksi, dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang melibatkan peserta didik. 22

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB SATUAN PENDIDIKAN/PS-12 1. Satuan Pendidikan/PS-12: Melaksanakan NSPK, mendukung, memprakarsai, dan memfasilitasi pelaksanaan pelaibatan keluarga di Satuan Pendidikan. 2. Komite Sekolah/PS-13: Mendorong, mendukung, dan mengorganisasikan pelaksanaan pelibatan keluarga di satuan pendidikan. 3. PEMDA/PS-14 Menyusun Kebijakan, mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan, memfasilitasi Satuan Pendidikan, Komite Sekolah, dan Masyarakat, bimbingan teknis, dan supervisi, monitoring, dan evaluasi (sesuai kewenangannya); 4. PEMERINTAH/KEMENDIKBUD/PS-15 Menyusun NSPK, koordinasi, fasilitasi, bimbingan teknis, dan supervisi, monitoring, dan evaluasi 23

INTERVENSI PROGRAM DITBINDIKKEL 1. Penyediaan buku-buku petunjuk teknis, buku panduan bagi orang tua, bahan-bahan belajar/bacaan bagi oran tua, anak dan remaja, majalah, poster dan bahan belajar lainnya dalam bentuan elektronik lainnya. 2. Pelatihan calon pelatif/fasilitator pendidikan keluarga provinsi, kabupaten, dan kota. 3. Bantuan Bimbingan Teknis (3 hari) Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga kepada 50 kepala satuan pendidikan per kabupaten/kota penyelenggaran pendidikan keluarga, terdiri dari 15 PAUD, 15 SD, 7 SMP, 4 SMA, 3 SMK, 1 SLB, dan 5 PNF. 4. Bantuan penyelenggaraan pendidikan keluarga kepada 7 satuan pendidikan per kabupaten/kota penyelengaran pendidikan keluarga, terdiri dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, PNF, dan SLB masingmasing satu lembaga (Tahun 2018 belum teranggarkan). 5. Bantuan Sosilaisasi (1 hari) Penyelenggaraan Penidikan Kaluarga kepada rata-rata 65% - 85% kepala Satuan Pendidikandari jumlah satuan pendidikan yang ada di kabupaten/kota penyelenggara pendidikan keluarga (Tahun 2018 belum teranggarkan). 6. Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga untuk Intervensi Permasalahan Sosial Tertentu (PTPPO, Stunting, Narkoba, Pornografi, Kekerasan, Tindakan Amoral, dan Radikalisme) kepada Lembaga Masyarakat 7. Bantuan Pembinaan dan Pendampingan Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Keluarga kepada POKJA Pendidikan Keluarga Provinsi, Kabupaten, dan Kota 8. Penguatan dan Pengembangan Pendidikan Keluarga; dan 9. Layanan informasi kan komunikasi dalam bentuk Lomba, Apresiasi, Laman (sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id) dan media sosial lainnya (tweeter, facebook). 24

PENDIDIKAN KELUARGA UNTUK INTERVENSI STUNTING (Pada 100 Kabupaten Prioritas 2018) 1. Penyusunan, pengadaan, dan distribusi buku bahan ajar pengasuhan 1.000 HPK (masa kehamilan, anak usia 0-12 bln, dan anak usia 13-24 bln) 2. Orientasi dan Bimbingan Teknis Calon Fasilitator Pangasuhan 1.000 HPK (2 orang per kab x 100 kab) 3. Bantuan Bimbingan teknis Pengasuhan 1.000 HPK (22.715 desa x 3 orang perdesa x 1 hari) 4. Supervisi dan Pendampingan Bimbingan Teknis 1000 HPK 25

JUMLAH KAB/KOTA PENYELENGGARA PENDIDIKAN KELUARGA 2015 100 Kab/Kota 2016 60 Kab/Kota 2017 80 Kab/Kota 2018 70 Kab/Kota (rencana) Pada setiap Kab/Kota ditetapkan 50 satuan pendidikan yang memperoleh bimbingan teknis penyelengaraan pendidikan keluarga (3 hari), 7 diantaranya diberi dana bantuan, sedangkan rata 65% sd 85% satuan pendidikan lainnya hanya memperoleh sosialisasi penyelenggaraan pendidikan keluarga (1 hari). 26

ANGGARAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KELUARGA 2015 Rp 270,97 M 2016 Rp 300,32 M 2017 Rp 175,65 M 2018 Rp 130,313M (rencana) Anggaran terus mengalami penurunan sedangkan jenis layanan semakin bertambah (PTPPO tahun 2017, dan Penanganan Stunting tahun 2018) 27

CAPAIAN DAN RENCANA PROGRAM PENDIDIKAN KELUARGA No Uraian Satuan Capaian Rencana Th 2015 Th 2016 Th 2017 Th 2018 Th 2019 1 Jangkauan daerah kerja (kumulatif) Kab/Kota 100 160 240 380 510 2 Penyusunan dan penggandaan buku panduan dan bahan ajar 3 Bantuan Sarana (Komputer dan Camera digital) 4 Pelatihan Calon Pelatif/Fasilitator Pendidikan Keluarga 5 Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan 6 Penguatan Pelaku Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan 7 Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga kepada Lembaga Satuan Pendidikan 8 Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga kepada Lembaga/Organisasi Masyarakat Jdl/Jns - 9 28 20 20 Eksp 2.390.000 1.200.000 250.000 350.000 Unit 5.000 - - - - Orang 500 288 296 290 310 Lembaga 5.000 8.600 7.600 4.930 6.700 Lembaga 96.430 49.100 48.600 35.790 70.600 Lembaga 600 420 487 0 0 Lembaga - 30 31 150 200 28

RENCANA DAN REALISASI KEGIATAN DAN ANGGARAN TAHUN 2017 (BERDASARKAN SP2D PER 30 SEPT. 2017) TARGET/ALOKASI REALISASI KODE URAIAN VOLUME ANGGARAN (Rp 000) VOLUME ANGGARAN (RP 000) % 023.05.09 Program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat 164,154,774 122,112,360 74,39 5631 Penyediaan Layanan Pendidikan Keluarga 164,154,774 122,112,360 74,39 5631.001 Orang Tua/Dewasa Memperoleh Pendidikan Keluarga 29,200 orang 33,358,280 25,470 orang 21,888,086 65,62 5631.002 Anak dan Remaja Memperoleh Pendidikan Karakter dan Budaya Prestasi 29,100 orang 27,896,878 25,470 orang 18,641,903 66,82 5631.003 Satuan Pendidikan dan Komunitas Masyarakat memperoleh Bimbingan Teknis Pendidikan Keluarga 57.100 lbg 73,356,327 5,987 lbg 66,220,240 90,27 5631.951 Layanan Internal (Overhead) 1 lay 18,569,463 1 lay 9,085,108 48,92 5631.994 Layanan Perkantoran 12 Bln 10,973,826 9 bln 6,277,023 57,20 29

RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN TAHUN 2018 KODE URAIAN VOLUME PAGU ANGGARAN (Rp 000) 023.05.09 Program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat 5631 Penyediaan Layanan Pendidikan Keluarga 5631.001 Satuan Pendidikan Memperoleh Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga dan Penguatan Pendidikan Karakter 5631.002 Lembaga Menyelenggarakan Pendidikan Keluarga untuk Intervensi Permasalahan Sosial Tertentu 5631.003 Layanan Informasi dan Pengembangan Pendidikan Keluarga VOLUME USULAN ANGGARAN (RP 000) SELISIH KURANG (RP 000) 130,313,241 208,335,000 78.021.759 130,313,241 208,335,000 78.021.759 40.884 lbg 62.709.137 88.946 lbg 115,344,257 52.625.120 369 lbg 30.859.390 34.765 lbg 54,366,578 23.507.188 12 pkt 11.468.764 9 lay 13,348,215 1.879.451 5631.951 Layanan Internal (Overhead) 1 lay 13,304,823 1 lay 13,304,823 0 5631.994 Layanan Perkantoran 1 lay 11,971,127 12 bl 11,971,127 0 Catatan: 1. Perluasan daerah layanan hanya dapat menjangkau 50% (70 kab/kota) dari target renstra 140 kab/kota. 2. Intervensi Penurunan Stunting (pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan) dapat menjangkau 22.475 desa yang tersebar di 100 kab prioritas pangangan stunting tahun 2018 30

Materi Pendukung Tersedia di Laman: sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id Halaman Utama 31

Orang Tua Hebat, Orang Tua Terlibat 32

www.sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id Terima Kasih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 33