PROGRAM DAN ANGGARAN LAYANAN PENDIDIKAN KELUARGA DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KELUARGA DITJEN PAUD DAN PENDIDIKAN MASYARAKAT KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2017
Mengapa Pendidikan Keluarga? 1. Pendidikan Keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama, yang memiliki pengaruh besar terhadap prilaku individu; 2. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama yang paling tidak tersiapkan; 3. Belum sinergi pendidikan di sekolah, keluarga dan masyarakat; 4. Berbagai ancaman terhadap perkembangan generasi muda 2
Tantangan: Keterampilan Abad 21 1 2 3 Literasi Dasar Kompetensi Karakter 1. 2. 3. 4. 5. 6. Baca dan tulis Berhitung Literasi sains Literasi informasi teknologi dan komunikasi Literasi keuangan Literasi budaya dan kewarganegaraan 1. 2. 3. 4. Berpikir kritis/memecahkan masalah Kreativitas Komunikasi Kolaborasi 1. 2. 3. 4. 5. Integritas Religius Nasionalisme Mandiri Gotong Royon Sumber: WEF, 2016
KETERAMPILAN YANG DIBUTUHKAN DI ABAD 21 4
ANCAMAN: PERMASALAHAN SOSIAL 7 Radikalisme 1 Kekerasan 2 Narkob a 6 Tidak Peduli 3 Pornografi 5 Trafficking 4 Adiksi Gawai Untuk Melindungi Anak dari Ancaman Sosial Tersebut Perlu Pelibatan Keluarga, Satuan Pendidikan, dan Masyarakat 5
Tugas Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga (Bindikkel) 6
Dasar, Tugas, dan Fungsi 1. Permendikbud No. 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2. Tugas: melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pendidikan keluarga (Pasal 285). 3. Fungsi: a. penyiapan perumusan kebijakan; b. koordinasi dan pelaksanaan kebijakan; c. peningkatan kualitas pendidikan karakter anak dan remaja; d. fasilitasi sumber belajar dan pendanaan pendidikan keluarga; e. fasilitasi penjaminan mutu pendidikan keluarga; f. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria; g. pemberian bimbingan teknis dan supervisi; h. pelaksanaan evaluasi dan laporan; dan i. pelaksanaan administrasi Direktorat. 7
PROSES BISNIS PENDIDIKAN KELUARGA REGULASI, KEBIJAKAN, NSPK (UU, PP, PERPRES, INPRES, PERMEN, PERDIRJEN, JUKNIS, PEDOMAN) LBG, ORMAS, DAN SATUAN PENDIDIKAN (PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, SLB, dan PNF) MASYARAKAT KELUARGA ANAK DAN REMAJA IBU HAMIL s.d ANAKNYA USIA 24 BLN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN LAYANAN: PENINGKATAN KEPEDULIAN DAN KETERLIBATAN MASYARAKAT PENINGKATAN PELIBATAN KELUARGA PENINGKATAN KOMPETENSI KELUARGA PENUMBUHAN KARAKTER DAN BUDAYA LITERASI PENGASUHAN 1000 HPK MANAJEMEN: (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Supervisi, dan Evaluasi) KEMITRAAN TRI-SENTRA PENDIDIKAN (Keluarga Satdik/sekolah Masyarakat) EKO SISTEM PENDIDIKAN YANG AMAN, NYAMAN, DAN MENYENAGKAN GENERASI BERKARAKTER DAN BERBUDAYA LITERASI SUMBER DAYA (MANUSIA, ANGGARAN, SARANA DAN PRASARANA)
PENJELASAN PROSES BISNIS PENDIDIKAN KELUARGA A. MASUKAN/INPUT Komponen Masukan/Input Pendidikan Keluarga terdiri dari Pelanggan, Regulasi dan Sumber Daya. 1. Pelanggan Pendidikan Keluarga, meliputi: ibu hamil s.d. anaknya berusia 24 bulan (2 tahun) termasuk ayahnya, anak dan remaja, keluarga khususnya yang memiliki anak usia 0 s.d. 21 tahun, dan masyarakat. 2. Regulasi adalah peraturan perundang-undangan, kebijakan, dan NSPK yang terkait dengan pendidikan keluarga, meliputi: Undang-undang, PP, Perpres, Inpres, Permen, Perdirjen, Juknis/Juklak, dan Pedoman. 3. Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik (intangible). Sumber daya pendidikan keluarga meliputi: manusia, anggaran, sarana dan prasarana, termasuk teknologi informasi dan komunikasi. 9
PENJELASAN PROSES BISNIS PENDIDIKAN KELUARGA B. PROSES 1. Identifikasi Kebutuhan Pelanggan diberikan layanan pendidikan keluarga sesuai dengan kebutuhan berdasarkan klasifikasi input. 2. Jenis Layanan Layanan pendidikan keluarga terjadi pada lembaga, organisasi masyarakat peduli pendidikan, dan satuan pendidikan pada jalur, jenis, dan jenjang pendidikan (PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, SLB, dan PNF). Layanan pendidikan keluarga yang diberikan kepada pelanggan, meliputi: a. Pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), adalah layanan pendidikan keluarga dalam rangka intervensi penurunan prevalensi stunting, dengan sasaran ibu yang sedang hamil sampai dengan anaknya berusia 24 bulan. Tujuannya adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil atau yang anaknya masih berusia 0 s.d. 24 bulan tentang pentingnya kecukupan gizi dan pemberian stimulasi pendidikan kepada anak sejak dalam kandungan (janin) sampai dengan anaknya berusia 24 bulan. b. Penumbuhan karakter dan budaya literasi, adalah layanan pendidikan keluarga dalam rangka menumbuhkan karakter dan budaya literasi peserta didik atau anak dan remaja. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan 5 karakter utama (Religius, Integritas, Nasionalis, Mandiri, dan Gotong Royong) dan budaya literasi (baca dan tulis, hitung, sains, teknologi informasi dan komunikasi, keuangan, serta budaya dan kewarganegaraan). Selain itu diharapkan setiap anak memiliki kompetensi yang diperlukan untuk dapat bersaing dalam kehidupan di abad 21 (kreatif dan inovatif, kritis dan konstruktif, komunikasi, dan kolabarasi). 10
PENJELASAN PROSES BISNIS PENDIDIKAN KELUARGA (lanjutan) c. Peningkatan Kompetensi Keluarga, adalah layanan pendidikan keluarga dalam rangka meningkatkan wawasan dan keterampilan sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga, dengan sasaran orang tua/wali, anak dan anggota keluarga. Tujuannya untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan tentang pengasuhan positif, mendidik anak di era digital, dan pencegahan permasalahan sosial tertentu. d. Peningkatan Pelibatan Keluarga, adalah layanan pendidikan keluarga dalam rangka meningkatkan kepedulian dan keterlibatan keluarga dalam mendampingi anaknya di satuan pendidikan, dengan sasaran orang tua/wali peserta didik dari anak dan remaja. Tujuannya untuk mewujudkan kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya literasi peserta didik e. Peningkatan Kepedulian dan Keterlibatan Masyarakat, adalah layanan pendidikan keluarga dalam rangka meningkatkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat terhadap pendidikan anak dengan sasaran masyarakat. Tujuannya untuk mendukung iklim pembelajaran yang menyenangkan di rumah, sekolah, dan masyarakat, serta memotivasi anak untuk terus belajar. 11
PENJELASAN PROSES BISNIS PENDIDIKAN KELUARGA (lanjutan) 3. Manajemen Proses layanan pendidikan keluarga ini harus dikelola berdasarkan manajemen yang baik mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, supervisi, dan evaluasi dengan memperkuat kemitraan Tri-Sentra Pendidikan (Keluarga Sekolah dan Masyarakat). Proses ini berpedoman pada regulasi, kebijakan, dan NSPK yang berlaku serta dengan memperhatikan dan didukung ketersediaan sumber daya (tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, anggaran, sarana, prasarana, termasuk teknologi informasi dan komunikasi). 12
PENJELASAN PROSES BISNIS PENDIDIKAN KELUARGA C. KELUARAN/OUTPUT 1. Meningkatnya pengetahuan ibu hamil atau yang mempunyai anak berusia 0 s.d. 24 bulan tentang pentingnya kecukupan gizi dan pemberian stimulasi pendidikan kepada anaknya sejak dalam kandungan (janin) sampai dengan anaknya berusia 24 bulan 2. Tumbuhnya 5 karakter utama, budaya literasi, dan kompetensi abad 21 pada setiap anak. 3. Meningkatnya kompetensi keluarga tentang pengasuhan positif, mendidik anak di era digital, dan pencegahan permasalahan sosial tertentu. 4. Terwujudnya kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya literasi peserta didik 5. Terwujudnya iklim/ekosistem pembelajaran yang menyenangkan di rumah, sekolah, dan masyarakat, serta untuk memotivasi anak-anaknya untuk terus belajar. D. OUTCOME Apabila tujuan-tujuan tersebut dapat terwujud, maka diharapkan akan lahirlah anak-anak yang tangguh, yaitu: GENERASI BERKARAKTER DAN BERBUDAYA LITERASI sehingga dapat mengambil keuntungan dari BONUS DEMOGRAFI. 13
POTENSI SASARAN PENDIDIKAN KELUARGA PAUD SD SMP SMA/ SMK SLB PNF PESERTA DIDIK 13,781,050 25,269,873 10,020,422 9,609,995 125,001 549,682 SATUAN PENDIDIKAN 230,382 148,522 39,177 27,476 2,211 31,277 KELUARGA 12,402,945 15,667,321 8,517,358 8.168,496 118,750 479,065 TOTAL PESERTA DIDIK SATUAN PENDIDIKAN KELUARGA 59,456,023 479,045 45,353,935 KELUARGA INDONESIA 65,588,400 IBU HAMIL & MENYUSUI ANAK 0-2 TH 16,920,517 514
POTENSI SASARAN PENDIDIKAN KELUARGA PAUD SD SMP SMA/S MK SLB PNF PESERTA DIDIK 4,605,809 25,618,078 10,145,416 9,342,455 121,244 549,682 SATUAN PENDIDIKAN 88,381 147,503 37,763 26,380 2,070 31,277 KELUARGA 4,375, 519 15,667,321 8,517,358 8.168,496 118,750 479,065 JUMLAH: PESERTA DIDIK SATUAN PENDIDIKAN KELUARGA 50,382,648 333.374 37.326.509 KELUARGA INDONESIA IBU HAMIL &MENYUSUI ANAK 0-2 TH 65,588,400 16,920,517 15
TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS (Renstra Kemdikbud Thn 2014-2019) 16
SASARAN DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM 17
Tujuan Pendidikan Keluarga Mewujudkan kerjasama dan keselarasan program pendidikan di sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik. sekolah yang baik adalah sekolah yang memberikan tempat bagi orang tua untuk ikut terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka. 18
Program Utama 1. Penguatan pelibatan keluarga dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak di satuan pendidikan dan di rumah untuk penguatan pendidikan karakter dan budaya prestasi anak. 2. Penguatan konten dan contoh-contoh praktik baik di keluarga dan di satuan pendidikan melalui laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id. 3. Penguatan pendidikan karakter anak dan remaja melalui satuan pendidikan serta media cetak dan non-cetak, terutama media online sebagai kanal utama untuk dapat diakses oleh masyarakat luas. 19
PELIBATAN KELUARGA PADA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN (PERMENDIKBUD NO 30 TAHUN 2017) TUJUAN/PS-2 1. Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab bersama antara Satuan Pendidikan, Keluarga, dan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pendidikan 2. Mendorong Penguatan Pendidikan Karakter Anak 3. Meningktkan kepedulian Keluarga terhadap pendidikan Anak 4. Membangun sinergitas antara Satuan Pendidikan, Keluarga, dan Masyarakat 5. Mewujudkan lingkungan Satuan Pendidikan yang aman, nyaman, dan menyenangkan PRINSIP/PS-3 Persamaan hak, kebersamaan/gotong royong, saling asah, asih, dan asuh, serta dengan mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi Anak 20
BENTUK PELIBATAN KELUARGA PADA SATUAN PENDIDIKAN/PS-6 1. menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan; 2. mengikuti kelas Orang Tua/Wali; 3. menjadi narasumber dalam kegiatan di Satuan Pendidikan; 4. berperan aktif dalam kegiatan pentas kelas akhir tahun pembelajaran; 5. berpartisipasi dalam kegiatan kokurikuler, ekstra kurikuler, dan kegiatan lain untuk pengembangan diri Anak; 6. bersedia menjadi aggota Komite Sekolah; 7. berperan aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Sekolah; 8. bersedia menjadi anggota tim pencegahan kekerasan di Satuan Pendidikan; 9. berperan aktif dalam kegiatan pencegahan pornografi, pornoaksi, dan penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA); dan 10. memfasilitasi dan/atau berperan dalam kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter Anak di Satuan Pendidikan 21
BENTUK PELIBATAN KELUARGA PADA LINGKUNGAN KELUARGA/PS- 7 1. menumbuhkan nilai-nilai karakter Anak di lingkungan Keluarga; 2. memotivasi semangat belajar Anak; 3. mendorong budaya literasi; dan 4. memfasilitasi kebutuhan belajar Anak BENTUK PELIBATAN KELUARGA DALAM MASYARAKAT/PS-8 1. mencegah peserta didik dari perbuatan yang melanggar peraturan Satuan Pendidikan dan/atau yang menganggu ketertiban umum; 2. mencegah terjadinya tindak anarkis dan/atau perkelahian yang melibatkan pelajar; dan 3. mencegah terjadinya perbuatan pornografi, pornoaksi, dan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang melibatkan peserta didik. 22
PERAN DAN TANGGUNG JAWAB SATUAN PENDIDIKAN/PS-12 1. Satuan Pendidikan/PS-12: Melaksanakan NSPK, mendukung, memprakarsai, dan memfasilitasi pelaksanaan pelaibatan keluarga di Satuan Pendidikan. 2. Komite Sekolah/PS-13: Mendorong, mendukung, dan mengorganisasikan pelaksanaan pelibatan keluarga di satuan pendidikan. 3. PEMDA/PS-14 Menyusun Kebijakan, mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan, memfasilitasi Satuan Pendidikan, Komite Sekolah, dan Masyarakat, bimbingan teknis, dan supervisi, monitoring, dan evaluasi (sesuai kewenangannya); 4. PEMERINTAH/KEMENDIKBUD/PS-15 Menyusun NSPK, koordinasi, fasilitasi, bimbingan teknis, dan supervisi, monitoring, dan evaluasi 23
INTERVENSI PROGRAM DITBINDIKKEL 1. Penyediaan buku-buku petunjuk teknis, buku panduan bagi orang tua, bahan-bahan belajar/bacaan bagi oran tua, anak dan remaja, majalah, poster dan bahan belajar lainnya dalam bentuan elektronik lainnya. 2. Pelatihan calon pelatif/fasilitator pendidikan keluarga provinsi, kabupaten, dan kota. 3. Bantuan Bimbingan Teknis (3 hari) Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga kepada 50 kepala satuan pendidikan per kabupaten/kota penyelenggaran pendidikan keluarga, terdiri dari 15 PAUD, 15 SD, 7 SMP, 4 SMA, 3 SMK, 1 SLB, dan 5 PNF. 4. Bantuan penyelenggaraan pendidikan keluarga kepada 7 satuan pendidikan per kabupaten/kota penyelengaran pendidikan keluarga, terdiri dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, PNF, dan SLB masingmasing satu lembaga (Tahun 2018 belum teranggarkan). 5. Bantuan Sosilaisasi (1 hari) Penyelenggaraan Penidikan Kaluarga kepada rata-rata 65% - 85% kepala Satuan Pendidikandari jumlah satuan pendidikan yang ada di kabupaten/kota penyelenggara pendidikan keluarga (Tahun 2018 belum teranggarkan). 6. Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga untuk Intervensi Permasalahan Sosial Tertentu (PTPPO, Stunting, Narkoba, Pornografi, Kekerasan, Tindakan Amoral, dan Radikalisme) kepada Lembaga Masyarakat 7. Bantuan Pembinaan dan Pendampingan Satuan Pendidikan Penyelenggara Pendidikan Keluarga kepada POKJA Pendidikan Keluarga Provinsi, Kabupaten, dan Kota 8. Penguatan dan Pengembangan Pendidikan Keluarga; dan 9. Layanan informasi kan komunikasi dalam bentuk Lomba, Apresiasi, Laman (sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id) dan media sosial lainnya (tweeter, facebook). 24
PENDIDIKAN KELUARGA UNTUK INTERVENSI STUNTING (Pada 100 Kabupaten Prioritas 2018) 1. Penyusunan, pengadaan, dan distribusi buku bahan ajar pengasuhan 1.000 HPK (masa kehamilan, anak usia 0-12 bln, dan anak usia 13-24 bln) 2. Orientasi dan Bimbingan Teknis Calon Fasilitator Pangasuhan 1.000 HPK (2 orang per kab x 100 kab) 3. Bantuan Bimbingan teknis Pengasuhan 1.000 HPK (22.715 desa x 3 orang perdesa x 1 hari) 4. Supervisi dan Pendampingan Bimbingan Teknis 1000 HPK 25
JUMLAH KAB/KOTA PENYELENGGARA PENDIDIKAN KELUARGA 2015 100 Kab/Kota 2016 60 Kab/Kota 2017 80 Kab/Kota 2018 70 Kab/Kota (rencana) Pada setiap Kab/Kota ditetapkan 50 satuan pendidikan yang memperoleh bimbingan teknis penyelengaraan pendidikan keluarga (3 hari), 7 diantaranya diberi dana bantuan, sedangkan rata 65% sd 85% satuan pendidikan lainnya hanya memperoleh sosialisasi penyelenggaraan pendidikan keluarga (1 hari). 26
ANGGARAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KELUARGA 2015 Rp 270,97 M 2016 Rp 300,32 M 2017 Rp 175,65 M 2018 Rp 130,313M (rencana) Anggaran terus mengalami penurunan sedangkan jenis layanan semakin bertambah (PTPPO tahun 2017, dan Penanganan Stunting tahun 2018) 27
CAPAIAN DAN RENCANA PROGRAM PENDIDIKAN KELUARGA No Uraian Satuan Capaian Rencana Th 2015 Th 2016 Th 2017 Th 2018 Th 2019 1 Jangkauan daerah kerja (kumulatif) Kab/Kota 100 160 240 380 510 2 Penyusunan dan penggandaan buku panduan dan bahan ajar 3 Bantuan Sarana (Komputer dan Camera digital) 4 Pelatihan Calon Pelatif/Fasilitator Pendidikan Keluarga 5 Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan 6 Penguatan Pelaku Pendidikan Keluarga pada Satuan Pendidikan 7 Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga kepada Lembaga Satuan Pendidikan 8 Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga kepada Lembaga/Organisasi Masyarakat Jdl/Jns - 9 28 20 20 Eksp 2.390.000 1.200.000 250.000 350.000 Unit 5.000 - - - - Orang 500 288 296 290 310 Lembaga 5.000 8.600 7.600 4.930 6.700 Lembaga 96.430 49.100 48.600 35.790 70.600 Lembaga 600 420 487 0 0 Lembaga - 30 31 150 200 28
RENCANA DAN REALISASI KEGIATAN DAN ANGGARAN TAHUN 2017 (BERDASARKAN SP2D PER 30 SEPT. 2017) TARGET/ALOKASI REALISASI KODE URAIAN VOLUME ANGGARAN (Rp 000) VOLUME ANGGARAN (RP 000) % 023.05.09 Program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat 164,154,774 122,112,360 74,39 5631 Penyediaan Layanan Pendidikan Keluarga 164,154,774 122,112,360 74,39 5631.001 Orang Tua/Dewasa Memperoleh Pendidikan Keluarga 29,200 orang 33,358,280 25,470 orang 21,888,086 65,62 5631.002 Anak dan Remaja Memperoleh Pendidikan Karakter dan Budaya Prestasi 29,100 orang 27,896,878 25,470 orang 18,641,903 66,82 5631.003 Satuan Pendidikan dan Komunitas Masyarakat memperoleh Bimbingan Teknis Pendidikan Keluarga 57.100 lbg 73,356,327 5,987 lbg 66,220,240 90,27 5631.951 Layanan Internal (Overhead) 1 lay 18,569,463 1 lay 9,085,108 48,92 5631.994 Layanan Perkantoran 12 Bln 10,973,826 9 bln 6,277,023 57,20 29
RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN TAHUN 2018 KODE URAIAN VOLUME PAGU ANGGARAN (Rp 000) 023.05.09 Program Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat 5631 Penyediaan Layanan Pendidikan Keluarga 5631.001 Satuan Pendidikan Memperoleh Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Pendidikan Keluarga dan Penguatan Pendidikan Karakter 5631.002 Lembaga Menyelenggarakan Pendidikan Keluarga untuk Intervensi Permasalahan Sosial Tertentu 5631.003 Layanan Informasi dan Pengembangan Pendidikan Keluarga VOLUME USULAN ANGGARAN (RP 000) SELISIH KURANG (RP 000) 130,313,241 208,335,000 78.021.759 130,313,241 208,335,000 78.021.759 40.884 lbg 62.709.137 88.946 lbg 115,344,257 52.625.120 369 lbg 30.859.390 34.765 lbg 54,366,578 23.507.188 12 pkt 11.468.764 9 lay 13,348,215 1.879.451 5631.951 Layanan Internal (Overhead) 1 lay 13,304,823 1 lay 13,304,823 0 5631.994 Layanan Perkantoran 1 lay 11,971,127 12 bl 11,971,127 0 Catatan: 1. Perluasan daerah layanan hanya dapat menjangkau 50% (70 kab/kota) dari target renstra 140 kab/kota. 2. Intervensi Penurunan Stunting (pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan) dapat menjangkau 22.475 desa yang tersebar di 100 kab prioritas pangangan stunting tahun 2018 30
Materi Pendukung Tersedia di Laman: sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id Halaman Utama 31
Orang Tua Hebat, Orang Tua Terlibat 32
www.sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id Terima Kasih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 33