17 3. METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai Juni 211, sedangkan survei data dilakukan oleh pihak Balai Riset Perikanan Laut (BRPL) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) pada tanggal tanggal 13 sampai 27 Oktober 2 di perairan Laut Jawa sampai Laut Flores, namun data yang digunakan dalam penelitian ini hanya pada Laut Flores. Lokasi survei data yang digunakan pada penelitian ini berada pada posisi koordinat 7 LS sampai 9 LS dan 117 sampai 122 BT (Gambar 6). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data echogram hasil survei yang dilakukan oleh BRPL. Data yang diolah pada penelitian ini berjumlah 6 file. Lokasi pengolahan data akustik dilakukan di Laboratorium Akustik Ilmu dan Teknologi Kelautan, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Institut Pertanian Bogor dan Laboratorium Akustik BRPL Jakarta Utara. 3.2. Desain Survei Desain survei yang digunakan pada penelitian ini adalah systematic parallel transect (Gambar 7). Tujuannya adalah agar dapat mencakup daerah yang luas yang mewakili perairan yang disurvei dengan waktu yang terbatas. Kedalaman pada survei ini dari permukaan sampai dengan kolom perairan, yaitu 3 1 m. Desain survei dibagi menjadi 7 leg (Gambar 6). Leg 1 terletak pada koordinat 7 9 7,12 sampai 8,62 LS dan 117 39,4 sampai 117 9 7,48 BT. Leg 2 Leg 1 terletak pada koordinat 7 3 sampai 8 6 1,48 LS dan 17
Sumber: Peta Dishidros Gambar 7. Peta lokasi penelitian dan track sounding 18 18
19 7 3,8 LS dan 118 6 38,76 sampai 118 9 38,4 BT. Leg 4 terletak pada koordinat 7 29 8,67 sampai 7 7 2,24 LS dan 118 9 8,2 sampai 119.2 BT. Leg terletak pada koordinat 7 7,22 sampai 8 16,14 LS dan 118 9 7,84 sampai 119 8.2 BT. Leg 6 terletak pada koordinat 7 46,9 sampai 8 16,16 LS dan 119 9 8,92 sampai 12.39 BT. Leg 7 terletak pada koordinat 7 46 8,1 sampai 7 47,8 LS dan 12 28 49,44 sampai 12 43.21 BT. 3.3. Instrumen dan Peralatan Penelitian Perangkat hidroakustik yang digunakan dalam pengambilan data penelitian ini adalah SIMRAD EK6 Scientific Echosounder System. Selama perekaman data akustik, perangkat SIMRAD EK6 Scientific Echosounder System diset sebagai berikut: Frekuensi TVG Kecepatan suara Durasi pulsa : 12 khz : 27 db : 146, m/s :,12 ms 3.4. Kapal Survei Kapal yang digunakan dalam pengambilan data penelitian ini adalah Kapal Riset Bawal Putih 188 GT (Lampiran 1). 3.. Alat Pemrosesan Data Alat yang digunakan untuk pengolahan data adalah sebagai berikut: 1) Personal Computer (PC) atau Laptop dan Dongle 2) Perangkat Keras (Hardware) 3) Perangkat Lunak (Software)
2 (1) Microsoft Office 27 (2) Microsoft Excell 27 (3) Software Echoview 4. (4) Golden Software Surfer 8. () Software Matlab R28b 3.6. Pengolahan Data Sebaran Sa diolah menggunakan Echoview 4.. Pada pengolahannya diperlukan proses perekaman data ulang menggunakan perangkat lunak BI6/ER6 sehingga didapatkan file dalam bentuk *deg. ESDU yang digunakan pada penelitian ini adalah 1 ping, dengan grid kedalaman 1. Data yang diolah berada pada grid kedalaman 6-1 m. Pengolahan data dimulai pada grid kedalaman 6 m karena dianggap data yang berada di atas 6 m masih dipengaruhi oleh noise dari kapal dan noise-noise lainnya. 3.6.1. Progressive Progessive threshold dilakukan dengan mengintegrasi pada setiap ESDU dengan menggunakan level threshold maksimum dan minimum tertentu (dalam penelitian ini: threshold maksimum -3 db dan minimum -9 db). Kemudian dilakukan integrasi berikutnya pada ESDU yang sama menggunakan threshold yang ditingkatkan dengan jeda 1, db (misal: threshold maksimum -3 db dan minimum -88, db). Prasetyo (27) dan Hestirianoto (28) melakukan integrasi dengan peningkatan jeda 3 db. Integrasi dilakukan hingga level threshold minimum dan level threshold maksimum atau tidak ada lagi target pada echogram (nilai Sa-nya sampai -9999). Hasil integrasi dimasukkan kedalam
21 tabulasi (Tabel 3). Tabel 3. Hasil integrasi per ESDU untuk beragam level threshold -9 88. -87-8. -84-4 -2. -1 Sa 211.844 211.2723 21.797 29.742 28.766 114.8421 3.98427 2.79673 Setelah itu hitung laju perubahan nilai (dalam nilai mutlak) untuk setiap penambahan batas minimum threshold sehingga diperoleh rangkaian nilai seperti dalam Tabel 4. Tabel 4. Laju pertambahan nilai -9 88. -87-8. -84-4 -2. -1 Sa.31.6.97 1.67 11.92 6.86 33.19 Jika hasil pengkuran pada Tabel 2 diplotkan dalam bentuk grafik, maka akan terlihat kurva yang memiliki beberapa puncak (Gambar 8). Setiap file data dilakukan pengolahan progressive threshold sebanyak 1 ESDU, dari 1 ESDU tersebut diambil nilai-nilai puncak threshold yang sering muncul. Nilai-nilai puncak threshold pada tiap file dibandingkan dengan file-file yang lainnya. Nilainilai puncak dari nilai threshold semua file yang diolah, dipilih nilai threshold yang frekuensi kemunculannya paling dominan. Pada penelitian ini puncak threshold yang digunakan untuk melihat sebaran Sa adalah puncak threshold yang memiliki frekuensi kemunculan lebih dari 1 kali (paling dominan). Puncak threshold yang paling dominan tersebut ditambah batas atas dan bawah masing-masing 3 db, sehingga diperoleh range threshold untuk melihat sebaran Sa.
22 Laju Penambahan Nilai Sa 2 1 1-9 -8. -81-76. -72-67. -63-8. -4 Laju Penambahan Nilai Sa 2 1 1-9 -8-8 -7-7 -6-6 - - Laju Penambahan Nilai Sa 2 1 1-9 -8. -81-76. -72-67. -63-8. -4 Laju Penambahan Nilai Sa 2 1 1-9 -8. -81-76. -72-67. -63-8. -4 Laju Penambahan Nilai Sa 2 1 1-9 -8. -81-76. -72-67. -63-8. -4 Gambar 8. Contoh kurva laju pertambahan nilai Sa beberapa ESDU
23 3.6.2 Pengolahan data dengan Surfer dan Matlab Sebaran kelompok target dilihat dari sebaran nilai backscaterring area-nya (Sa). Nilai Sa diplotkan terhadap lintang dan bujur untuk melihat sebaran Sasetiap grid kedalaman 1 m dengan mengunakan Golden Software Surfer 8 dan melihat sebaran target setiap leg dengan menggunakan Matlab R28b. Sebelum diplotkan nilai Sa dikonversi dari satuan mil kedalam satuan meter. Proses pengolahan data dapat dilihat pada Gambar 9. Raw Data ER 6 Echoview.deg file Echogram yang sering muncul Variable Properties Sa (db), Lintang dan Bujur ESDU dan Kalibrasi Difilter dengan -9 db Kelompok target Panjang horizontal dan vertikal kelompok target Microsoft Excel Surfer 8 (2D) dan Matlab (3D) Sebaran Sa Progressive ing Sa (db) Laju penambahan nilai Puncak puncak nilai Gambar 9. Diagram alir pengolahan data
24 Kelompok Sa dilihat dengan memfilter data terlebih dahulu sampai -9 db. Kemudian kelompok Sa dihitung panjang horiziontal dan vertikalnya. Panjang horizontal dilihat dari lintang dan bujur dimana terdapat kelompok Sa, sedangkan panjang vertikal kelompok target dilihat dari kedalaman kelompok Sa tersebut terdeteksi.