Modul ke: Pendidikan Kewarganegaraan Berisi tentang Pancasila, Ideologi Negara, Implementasi Pancasila di Negara Indonesia. Fakultas Fakultas Ilmu Komunikasi Dosen : Sukarno B N, S.Kom, M.Kom Program Studi Hubungan Masyarakat
Sejarah Lahirnya Pancasila Istilah Pancasila pertama kali dapat ditemukan dalam buku Sutasoma karya Mpu Tantular yang ditulis pada zaman Majapahit (abad ke-14). Dalam buku itu Pancasila diartikan sebagai perintah kesusilaan yang jumahnya lima (Pancasila karma) dan berisi lima larangan untuk : Melakukan kekerasan Mencuri Berjiwa dengki Berbohong, dan Mabuk akibat minuman keras
Sejarah Lahirnya Pancasila Selanjutnya istilah sila itu sendiri diartikan sebagai aturan yang melatarbelakangi seseorang atau bangsa; kelakuan atau perbuatan yang menurut adab (sopan santn); dasar adab; akhlak; dan moral. Pancasila sebagai dasar negara pertama kali diusulkan oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Istilah Pancasila menurut beliau diperoleh dari para sahabatnya yang merupakan ahli bahasa.
Sejarah Lahirnya Pancasila Rumusan yang dikemukakan tersebut terdiri atas : Kebangsaan Indonesia Internasional atau Kemanusiaan Mufakat atau Demokrasi Kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan yang berkemanusiaan.
Sejarah Lahirnya Pancasila Pada tanggal 22 Juni 1945, tokoh tokoh BPUPKI yang diberi nama Panitia Sembilan mengadakan pertemuan untuk membahas pidato serta usul usul mengenai dasar negara yang telah dikemukakan dalam sidang sidang BPUPKI.
Sejarah Lahirnya Pancasila Dalam pembahasan tersebut disusunlah sebah piagam yang diberi anam Piagam Jakarta,, yang di dalamnya terdapat rumusan sistematika Pancasila sebagai berikut : Ketuhanan, dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk pemeluknya Kemanusiaan yang adil dan beradab Persatuan Indonesia Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusywaratan perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sejarah Lahirnya Pancasila Panitia sembilan tersebut adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, A.A Maramis, Abikoesno Tjokrosoejono, Abdoel Kahar Muzakar, Haji Agus Salim, Mr. Achmad Soebardjo, K.H. Wachid Hasjim dan Mr. Mh. Yamin. Dapat disimpulkan : Secara historis, Pancasila lahir tanggal 1 Juni 1945 Secara Yuridis, Pancasia lahir tanggal 18 Agustus 1945
Pancasila Sebagai Ideologi dan Negara Indonesia Pengertian Ideologi Secara etimologis, ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu eidos dan logos. Eidos, berarti gagasan. Logos, berarti berbicara (ilmu). Maka secara etimologis, ideologi adalah berbicara tentang gagasan/ilmu yang mempelajari tentang gagasan. Gagasan yang dimaksud disini adalah gagasan yang murni ada dan menjadi landasan atau pedomandalam kehidupan masyarakat yang ada atau berdomisili dalam wilayah negara dimana mereka berada.
Pancasila Sebagai Ideologi dan Negara Indonesia Definisi Ideologi Dalam beberapa referensi, definisi Ideologi adalah sebagai berikut : Definisi Ideologi menurut BP-7 Pusat (kini telah dilikuidasi) Ideologi adalah ajaran, doktrin, teori yang diyakini kebenarannya yang disusun secara sistematis dan diberi petunjuk pelaksanaan dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara. Definisi yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Maswadi Rauf, ahli Ilmu Politik Universitas Indonesia
Pancasila Sebagai Ideologi dan Negara Indonesia Ideologi adalah rangkaian (kumpulan) nilai yang disepakati bersama untk menjadi landasan atau pedoman dalam mencapai tujuan atau kesejahteraan bersama. Berdasarkan definisi Ideologi Pancsila diatas, dapat disimpulkan bahwa Pancasila adalah kumpulan nilai/norma yang meliputi sila sila Pancasila sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, alinea IV yang telah ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945.
Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Ideologi terbuka adalah Ideologi yang dapat berinteraksi dengan ideologi ideologi yang lain. Artinya, ideologi Pancasila dapat mengikuti perkembangan yang terjadi pada negara lain yang memiliki ideologi yang berbeda. Hal ini disebabkan karena ideologi Pancasila memiliki nilai nilai : Nilai Dasar Nilai dasar adalah nilai yang ada dalam ideologi Pancasila yang merupakan representasi dari nilai atau norma dalam masyarakat. Nilai dasar adalah nilai yang tidak bisa berubah ubah sepanjang bangsa Indonesai berpedoman kepada nilai tersebut. Contoh nilai dasar adalah sila sila Pancasila yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945, alinea IV yang telah ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945.
Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Nilai Instrumental Nilai Instrumental merupakan nilai pendukung utama dari nilai dasar (Pancasila). Nilai ini dapat mengikuti setiap perkembangan zaman, baik dalam maupun luar negri. Nilai ini berupa Tap MPR, UU, PP dan peraturan perundangan yang ada untuk menjadi tatanan dalam pelaksanaan ideologi Pancasila sebagai pegangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Nilai Praktis Nilai ini adalah nilai yang harus ada dalam praktik penyelenggaraan negara. Sifat nilai ini adalah abstrak. Artinya berupa semangat para penyelenggara negara dari pusat hingga tingkat yang terbawah. Semangat yang dimasksud adalah semangat untk membangun sila sila dalam Pancasila secara konsekuen dan istiqomah. Contoh, memberi teladan untuk tidak KKN, dan sebagainya.
Fungsi dan Peranan Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat Fungsi dan peranan Pancasila meliputi : Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia Pancasila sebagai perjanjian luhur Pancasila sebagai pandangan hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia Pancasila sebagai moral pembangunan Pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila
Implementasi Pancasila Dalam Kehidupan Masyarakat Beberapa pemahaman Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. 1. Implementasi Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa Dalam menjalankan kehidupan beragama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, terdapat beberapa pedoman yang dapat dilakukan oleh warga negara, yaitu :
Implementasi Pancasila Dalam Kehidupan Masyarakat Percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Pemahaman percaya dan takwa ini berimplikasi bahwa setiap pemeluk agama dan kepercayaan harus memahami ajaran agama dan melaksanakan dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari hari. Hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda beda sehingga terbina kerukunan hidup. Pancasila, sesuai butir ke-2, sial pertama menghendaki adanya kerjasama antar pemeluk agama dan kepercayaan untuk mencapai kerukunan hidup umat bersama. Bekerja sama diartikan bahwa setiap pemeluk agama melakukan pekerjaan secara bersama sama menurut kesepakatan sehingga terjadi persatuan dalam suatu wilayah.
Implementasi Pancasila Dalam Kehidupan Masyarakat Implementasi Sila Pertama Saling menghormati dan kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Setiap pemeluk agama dan kepercayaan dapat menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya dengan perasaan bebas, aman dan nyaman. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. Dalam masyarakat dengan jumlah agama lebih dari satu tidak boleh ada pemaksaan agama dari satu agama ke agama yang lain. Kegiatan dakwah dan penyebaran agama tidak boleh ditujukan kepada orang yang sudah beragama dan percaya kepada Tuhan. Oleh karena itu toleransi beragama harus dikembangkan sejak dini.
Implementasi Pancasila Dalam Kehidupan Masyarakat Implementasi Sila Kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Butir butir implementasi sila kedua adalah sebagai berikut : Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan sikap tenggang rasa. Tidak semena - mena terhadap orang lain. Menjunjugn tinggi nilai kemanusiaan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan diartikan suka sekali melakukan kegiatan kemanusiaan sehingga setiap manusia dapat hidup layak, bebas dan aman. Berani membela kebenaran dan keadilan. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan siakp saling menghormati dengan bangsa lain.
Implementasi Pancasila Dalam Kehidupan Masyarakat Implementasi Sila Keitga : Persatuan Indonesia Butir butir implementasi sila ketiga adalah sebagai berikut : Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan serta keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Cinta tanah air dan bangsa. Bangga sebagai bangsa Indonesia bertanah air Indonesia. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuanbangsa yang ber-bhinneka Tunggal Ika.
Implementasi Pancasila Dalam Kehidupan Masyarakat Implementasi Sila Keempat : Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan Butir butir implementasi sila keempat adalah sebagai berikut : Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjnjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai nilai kebenaran dan keadilan.
Implementasi Pancasila Dalam Kehidupan Masyarakat Implementasi Sila Kelima : Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Butir butir implementasi sila kelima adalah sebagai berikut : Mengembangkan perbuatan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasan kekeluargaan dan kegotongroyongan. Bersikap adil. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Menghormatiahk hakorang lain. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain. Tidak bersikap boros. Tidak bergaya hidup mewah. Tidak melakukan pebuatan yang merugikan kepentingan umum Suka bekerja keras. Menghargai karya orang lain. Bersama sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Terima Kasih Sukarno B N, S.Kom, M.Kom