BAB II PENGEMBANGAN KREATIVITAS

dokumen-dokumen yang mirip
MODUL PERKULIAHAN. Entrepreneur dan Entrepreneurship (Mengembangkan Bisnis sesuai dengan Keunggulan bersaing)

HUBUNGAN ANTARA KREATIVITAS TERHADAP BISNIS DAN MEMAHAMI DIRI

DAFTAR ISI K E W I R A U S A H A A N (2015)

MYERSS BRIGGS TYPE INDICATOR

2

Produksi Media Public Relations AVI. Modul ke: 03FIKOM CREATIVE. Fakultas. Mintocaroko, S.Sos., M.Ikom. Program Studi HUMAS

BAB I PENDAHULUAN. hidup sehingga pendidikan bertujuan menyediakan lingkungan yang memungkinkan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Worksheet Karakter Pengusaha

PENULISAN PR. Berpikir dan Menulis Kreatif. Enjang Pera Irawan, S.Sos, M.I.Kom. Modul ke: Fakultas FIKOM. Program Studi Public Relations

BAB 1 PENDAHULUAN. perlu untuk ditingkatkan dan digali sebesar-besarnya karena hal tersebut

06Ilmu. Kreativitas dan Inovasi. Dalam Berwirausaha KEWIRAUSAHAAN - 1. Galih Chandra Kirana, SE.,M.Ak. Komunikasi. Modul ke: Fakultas

06FEB. Kewirausahaan 1. Pembuatan Template Powerpoint untuk digunakan sebagai template standar modul-modul yang digunakan dalam perkuliahan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Masa kanak-kanak dapat dikatakan sebagai masa yang penting dalam

Nama : Rahmadi, M.Kom. NIP : Instansi : Universitas Andalas Mata Diklat : Standar Layanan Pembelajaran Fasilitator : Hairun Nissa

A. JUDUL PENGABDIAN: PELATIHAN PERENCANAAN USAHA BAGI REMAJA USIA PRODUKTIF DI DUSUN SLANGGEN, TIMBULHARJO, SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

by: AGB Kreativitas dalam Techopreneurship

PERMAINAN PERAN. Ada enam topi dengan warna yang berbeda-beda. Setiap warna mewakili satu jenis kegiatan berpikir.

Learning Style. M e m p e l a j a r i c a r a b e l a j a r u n t u k b e l a j a r l e b i h b a i k l a g y o l l a w i j a y a n t i

BAB I KONSEP DAN KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN

Pertemuan 2 KARAKTERISTIK INDIVIDU BERFIKIR KREATIF

Lampiran 1 Kuesioner Keahlian Ketua PENGANTAR

Kuisioner Kompetensi Kepribadian. Skor Diskripsi Selalu Seringkali Kadang-kadang Jarang Tidak pernah

II. TINJAUAN PUSTAKA. bantuan catatan. Pemetaan pikiran merupakan bentuk catatan yang tidak

Kamis, 25 Februari Kuliah Kewirausahaan BERPIKIR KREATIF & INOVATIF

BAB I PENDAHULUAN. manusia sepanjang hidupnya dan dapat terjadi kapan di mana saja, proses

BAB I PENDAHULUAN. (2007:136) bahwa narasi berusaha menjawab: Apa yang telah terjadi? Setiap

Materi Kewirausahaan dan Prakarya Kelas X SMA Semester 1

2014 PEMBELAJARAN SENI TARI BERBASIS PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN MATEMATIKA-LOGIS SISWA

BAB I PENDAHULUAN. memberikan rangsangan bagi perkembangan jasmani, rohani (moral dan spiritual), motorik, akal

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian Analisis Faktor-Faktor yang Mendorong Wirausahawan Memulai

= rajanya ebook gratis

FAKULTAS PSIKOLOGI DAN SOSIAL BUDAYA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2016 PENGANTAR

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan yang telah dijelaskan dalam kajian pustaka bahwa cara untuk

BERFIKIR KREATIF Kelompok 8 Febrian Karunia M. Razuli Azmi Riuh Adi Pranata

BAHAN KULIAH Orientasi Baru Dalam Psikologi

Modul ke: KEWIRAUSAHAAN 1. Kreativitas Dan Inovasi Dalam Berwirausaha. 06Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Edy Gunawan, S.E., M.M. Program Studi Manajemen

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. pada bab-bab terdahulu, terdapat tiga kesimpulan pokok yang dapat diungkapkan

School of Communication Inspiring Creative Innovation. Perilaku Organisasi (Organizational Behavior) Pertemuan ke-4

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Wayan Nugroho,2013

BAB II DASAR-DASAR TEORI

KEWIRAUSAHAAN PENDAHULUAN:

BAB I PENDAHULUAN. berubah dari tradisional menjadi modern. Perkembangan teknologi juga

BAB I PENDAHULUAN. kompetensi menulis dalam KTSP SD yang berbunyi sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. Pentingnya penyelenggaran pendidikan diupayakan untuk membangun

KEWIRAUSAHAAN I. Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan I HARTRI PUTRANTO,SE.MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI. Program Studi Manajemen

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Usia lahir sampai dengan memasuki pendidikan dasar merupakan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Manusia dianugerahi kemampuan dan kekuatan berpikir. Berpikir

BAB I P E N D A H U L U A N. produktif yang memiliki potensi untuk berkembang. Dalam kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. hubungannya antar sel syarat otak (sinap) terus berkembang. Begitu. melalui pendidikan anak usia dini (Suyanto, 2005:7).

PENERAPAN PEMBELAJARAN SAINS DENGAN QUANTUM TEACHING M.Gade*

Devi Tirttawirya FIK UNY 1

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan suatu bangsa tidak terlepas dari kualitas sumber daya

Most Expanding. Personal Dewasa

BAB I PENDAHULUAN. Sari Pertiwi, 2014 EFEKTIVITAS MODEL SINEKTIK DENGAN MEDIA FILM PENDEK DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK

A. LATAR BELAKANG MASALAH

The Self-improved Partner. Partner

Most Conceptual. Personal Dewasa

BAB I PENDAHULUAN. berinteraksi dengan orang lain baik yang lebih muda usianya, teman sebaya. Kanak-kanak kelompok B antara 5 6 tahun.

BAB I PENDAHULUAN. suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Bab I Perencanaan Usaha atau Bisnis

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini pembangunan di Indonesia antara lain diarahkan untuk

Psikologi Pendidikan SETIAWATI

Kata estetika berasal dari kata Yunani aesthesis yang berarti perasaan, selera perasaan atau taste.

Modul 3 PPG-Konten Kurikulum 1

14 CREATIVITY & DECISION MAKING. (Modeling Decisions)

BAB I PENDAHULUAN. jasmani, rohani (moral atau spritual), motorik, akal pikiran, emosional, sosial dan

Bentuk-bentuk Gejala Jiwa dan Implikasinya dalam Pendidikan

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS. Menurut Frances Hesselbien dan Rob Johnson (2002), bahwa kreativitas

ARTIKEL PENGARUH MEDIA FILM DOKUMENTER TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KREATIF PUISI OLEH SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KISARAN TAHUN AJARAN 2012/ 2013

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan seni tari seyogyanya mengarah pada pencapaian tiga domain

Penerapan Model Synectik Dalam Proses Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Terpadu Siswa KelasVII SMPN 7 Kota Bima Tahun Pelajaran 2013/2014

MANAGEMENT SUMMARY CHAPTER 7 DECISION MAKING

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Endang Permata Sari, 2014

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV SIMPULAN DAN SARAN

INSTRUMEN PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. berlandaskan pada kurikulum satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan. masyarakat secara mandiri kelak di kemudian hari.

BAB I PENDAHULUAN. Jepang merupakan salah satu negara yang terkenal akan ragam

MBTI (Myers Briggs Type Indicator) Mengenali : -Kekuatan, keunikan, motivasi, potensi -Menghargai/berkomunikasi dg mereka yg berbeda dg kita

Sample. Jl. Kepribadian V/5 Semarang Born on : 05 Mei 2005 WP

BAB I PENDAHULUAN. dan keterampilan agar mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihanpelatihan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua

Most Positive. Learner Anak

3. Bagaimana menciptakan sebuah ruangan yang dapat merangsang emosi yang baik untuk anak dengan menerapkan warna-warna di dalam interior?

BAB I PENDAHULUAN. Keterampilan menulis merupakan salah satu kompetensi harus dikuasai

Most Reliable. Personal Dewasa

PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MI AL HIDAYAH SUMBERSUKO PANDAAN

BAB I PENDAHULUAN. mengalami berbagai peristiwa yang sarat dengan nilai-nilai moral yang

BAB I PENDAHULUAN. ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatihan agar peserta didik secara

Transkripsi:

BAB II PENGEMBANGAN KREATIVITAS 2.1 Definisi Kreativitas Kreativitas merupakan kemampuan seseorang dalam membuat sesuatu menjadi baru dalam keberadaannya. Kreativitas juga berhubungan dengan adanya perubahan ide. Beberapa contoh orang yang memiliki kreativitas dalam bidangnya yaitu Pablo Picasso maestro dalam seni lukis mengatakan bahwa dampak dari kreasi adalah dampak pertama dari suatu pengrusakan. 2.2 Atribut dari Kreativitas Karakteristik orang yang kreatif terdiri dari beberapa atribut seperti: o Terbuka dengan pengalaman. o Observasi melihat sesuatu hal dengan sudut pandang lain. o Memiliki rasa penasaran tinggi. o Mau menerima dan mempertimbangkan pendapat berbeda. o Indepen dalam mengambil keputusan, pikiran dan tindakan. o Percaya diri. o Mau mengambil resiko terhitung. o Sensitif terhadap masalah. o Fleksibel o Responsif pada pemikiran. o Motivasi tinggi. o Kemampuan untuk konsentrasi. o Selektif o Bebas dari rasa takut dan gagal. o Memiliki daya pikir imajinasi yang baik.

2.3 Proses Kreativitas Berdasarkan fungsi otak dibedakan atas fungsi otak kiri yang menangani berpikir logika, rasional, dan analitik sedangkan fungsi otak kanan mengatur tingkat emosional dan pengalaman intuisi. Kreativitas memerlukan kedua fungsi otak tersebut. Berikut ini proses dari kreativitas : TAHAP AKTIVITAS GAYA PSIKOLOGI KREATIVITAS Ketertarikan Penelitian lingkungan Intuisi / emosi Persiapan Persiapan perjalanan Detail / perencanaan Pengendapan mulling things over Intuisi Penerangan Pengalaman yg ada Intuisi Verifikasi Riset pasar Detail / rational Eksplorasi Captain of industri Detail / rational Latihan yang akan digunakan adalah test pengukuran daya kreativitas yang diadaptasi dari Eugene Raudsepp (Princeton Creative Research). Tuliskan jawaban anda setepattepatnya dan sejujur-jujurnya (dengan mengetik angka 1 pada salah satu dari 5 deretan angka 0 (A, B, C, D) yang berwarna merah). Cobalah untuk tidak ragu-ragu dalam menjawab pertanyaan dan usahakan menjawab secara spontan (kurang dari 5 detik), jawaban jangan dirubah kembali. Pilihan pertama merupakan jawaban yang akurat. Bisa jadi pada satu nomor jawaban A mendapat nilai tertinggi dan pada pertanyaan lain jawaban B mendapat nilai tertinggi dan seterusnya, sehingga usahakan untuk tidak raguragu dalam menjawab pertanyaan. Dalam tes ini hasil yang diperoleh adalah tingkat kreatifitas yang dimiliki dari Exceptionally Creative sampai dengan Non Creative.

Test ini membutuhkan waktu (20 menit) Laboratorium Pengembangan Kewirausahaan Lembaga Pengembangan Manajemen & Akuntansi UNIVERSITAS GUNADARMA PENGUKURAN DAYA KREATIVITAS Diadaptasi dari Eugene Raudsepp (PRINCETON CREATIVE RESEARCH) No PERNYATAAN A B C D E Nilai 1 Hanyalah membuang waktu saja bagi saya bila saya menanyakan 0 0 0 0 0 sesuatu yang saya tahu tidak ada harapan untuk memperoleh jawaban 0 0 0 0 0 0 2 3 4 Saya mencurahkan lebih banyak perhatian terhadap sesuatu yang 0 0 0 0 0 menarik minat saya daripada yang biasa dilakukan orang lain 0 0 0 0 0 0 Sebelum menangani persoalan yang penting, saya membekali diri saya 0 0 0 0 0 dengan mempelajari segala sesuatu tentang hal tersebut 0 0 0 0 0 0 Banyak waktu saya pergunakan untuk memikirkan apa yang dipikirkan 0 0 0 0 0 orang lain tentang saya 0 0 0 0 0 0 5 Saya merasa bahwa saya mempunyai andil khusus pada dunia 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 Saya merasa terganggu bila seseorang menghalangi saya 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 7 Untuk menjadi efisien, seseorang harus mempertahankan jam kerja dan 0 0 0 0 0 memelihara pola kerja yang teratur 0 0 0 0 0 0 Gambar 1. Test Kreatifitas (Princeton Crative Research)

2.4 Hubungan Kreativitas dengan Kewirausahaan Hubungan kreativitas dengan kewirausahaan sangat erat dan terkadang overlap walaupun tidak sama diantara keduanya. Berikut ini bentuk hubungan antara kreativitas dengan kewirausahaan : Creative Capacity Low 3. Persh High Film 4. Franchiser Fast Food High 1. Mgt Artis 5. Birokrasi Penuh Low Entrepreneur Capacity Berdasarkan atas gambar diatas maka hubungan antara kreativitas dengan kewirausahaan dibedakan atas 4 kategori : Kategori 1 Perusahaan dengan kreativitas tinggi tetapi sedikit dalam penggunaan konsep kewirausahaan seperti Manajemen artis yang harus menampilkan artis berbeda dengan sebelumnya dalam beberapa hal seperti penampilan tetapi hanya bergerak dalam bidang hiburan dimana artis tersebut terlibat. Kategori 2 Perusahaan dengan kreativitas rendah tetapi memakai banyak konsep kewirausahaan yaitu perusahaan franchising fast food seperti McDonald s dimana kreativitas rendah karena perusahaan ini harus mengikuti peraturan dari pemberi franchising (franchisor) sedangkan berdasarkan kewirausahaan konsep franchising merupakan konsep usaha yang baik Kategori 3 Perusahaan dengan kreativitas tinggi dan tinggi dalam penggunaan konsep kewirausahaan seperti Perusahaan Film dimana memerlukan kreativitas tinggi dalam menciptakan film-film bermutu dan diterima masyarakat. Mereka mengembangkan berbagai jenis film dengan berbagai lapisan penonton atau melakukan diversifikasi produk sesuai konsep kewirausahaan.

Kategori 4 Perusahaan yang tidak menggunakan kreativitas dan kewirausahaan dalam melaksanakan kegiatannya seperti pada birokrasi pemerintah (bersifat birokrasi penuh) yang hanya menjalankan kegiatannya berdasarkan masa lalu saja. 2.5 Manajemen Kreativitas Kreativitas merupakan nilai penting dalam kompetisi dalam segala bidang. Untuk itu kreativitas harus dipelihara dan dikembangkan dengan mengaturnya melalui manajemen kreativitas yang baik. Kreativitas dapat dibentuk atau dikembangkan dengan beberapa cara seperti berikut ini : 1. Menciptakan keterbukaan dengan struktur organisasi desentralisasi. 2. Mendukung iklim terciptanya eksperimen-eksperimen kreativitas. 3. Mendorong sikap eksperimental. 4. Mengedarkan cerita-cerita sukses. 5. Menekankan peran dari seorang pemenang. 6. Menitikberatkan komunikasi pada semua level manajemen. 7. Ketersediaan sumber daya untuk inisiatif baru. 8. Memastikan bahwa ide-ide baru tidak mudah dimusnahkan. 9. Mengurangi birokrasi dari proses alokasi sumber daya. 10. Menyediakan penghargaan financial dan non financial bagi suatu kesuksesan yang didapat. 11. Memastikan budaya organisasi yang mendukung pengambilan resiko dan ketidakraguan. 12. Meminimalisasikan campur tangan administrasi. 13. Memberikan kebebasan dari pengawasan dan pengevaluasian. 14. Menghilangkan deadline. 15. Mendelegasikan tanggungjawab untuk aktivitas baru.