PELATIHAN TUKANG PLESTER (PLASTERER)

dokumen-dokumen yang mirip
PELATIHAN TUKANG PLESTER (PLASTERER)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG TUKANG BANGUNAN GEDUNG

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI (PUSBIN-KPK)

BAB V LAPORAN PROSES PENGAMATAN PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN RUKO SETIABUDHI - BANDUNG

PRODUK BAHAN AJAR JOBSHEET PEMBELAJARAN PRAKTIK KERJA BATU II OLEH : DR. V. LILIK HARIYANTO NIM:

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG TUKANG BANGUNAN GEDUNG PEMASANGAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING

BAB VII TINJAUAN KHUSUS METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. Manajemen pelaksanaan dilakukan dalam rangka menjamin kelancaran

KATA PENGANTAR. Dengan modul ini peserta diklat dapat melaksanakan praktik tanpa harus banyak dibantu oleh instruktur.

Ditinjau dari macam pekerjan yang dilakukan, dapat disebut antara lain: 1. Memotong

PRODUK BAHAN AJAR JOBSHEET PEMBELAJARAN PRAKTIK KERJA BETON OLEH: DR. V. LILIK HARIYANTO

MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PIPA

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMELIHARAAN JALAN: 13. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMELIHARAAN BERKALA JEMBATAN

MEMBUAT MACAM- MACAM SAMBUNGAN PIPA

TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT YANG DIGUNAKAN. tinggi dapat menghasilkan struktur yang memenuhi syarat kekuatan, ketahanan,

BAB IV ALAT DAN BAHAN PELAKSANAAN. Pada proyek Lexington Residences hampir semua item pekerjaan menggunakan

JOBSHEET PRAKTIK KERJA BATU I

(Project Claim Management) Mempresentasikan Kode / Judul Unit Kompetensi. Kode : INA Judul : Sistem Manajemen Klim

BABV PELAKSANAAN PEKERJAAN. perencana. Dengan kerjasama yang baik dapat menghasilkan suatu kerja yang efektif

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pekerjaan persiapan berupa Bahan bangunan merupakan elemen

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN. Pada prinsipnya, pekerjaan struktur atas sebuah bangunan terdiri terdiri dari

TATA CARA PEMBUATAN DAN PERAWATAN BENDA UJI KUAT TEKAN DAN LENTUR TANAH SEMEN DI LABORATORIUM

OEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI (PUSBIN-KPK)

III. KEGIATAN BELAJAR 3 PEMBUATAN POLA DAN INTI. Setelah pembelajaran ini mahasiswa mampu menjelaskan pembuatan pola dan inti pada proses pengecoran.

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Salah satunya adalah Metode UJI MATERIAL GEDUNG melalui suatu pelatihan khusus.

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

MEMASANG DAUN PINTU DAN JENDELA

BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG TUKANG BANGUNAN GEDUNG

PELATIHAN AHLI PENGAWAS KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG (CONSTRUCTION SUPERVISION ENGINEER OF BUILIDINGS)

BAB 1 PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

Mempresentasikan Kode / Judul Unit Kompetensi

KATA PENGANTAR. Tim Penyusun

BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG TUKANG BANGUNAN GEDUNG

MEMPLESTER PROFIL HIAS

KEGIATAN BELAJAR I SAMBUNGAN KAYU MEMANJANG

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT-ALAT. sesuai dengan fungsi masing-masing peralatan. Adapun alat-alat yang dipergunakan

Cara uji kepadatan tanah di lapangan dengan cara selongsong

METODE PEMBUATAN DAN PERAWATAN BENDA UJI BETON DI LAPANGAN BAB I DESKRIPSI

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL


SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

BAB V PELAKSANAAN PEKERJAAN

MODUL SIB 10 : PEMELIHARAAN JALAN DARURAT DAN PEMELIHARAAN LALU LINTAS

METODE PENGUJIAN CAMPURAN ASPAL DENGAN ALAT MARSHALL

KEGIATAN BELAJAR II SAMBUNGAN KAYU MENYUDUT

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI BANGUNAN SUBSEKTOR KONSTRUKSI BATU BANGUNAN MEMBUAT ACIAN DAN PROFIL KBS.BG

Cara uji abrasi beton di laboratorium

SELAMAT DATANG TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH

MODUL 6 ALAT KERJA TANGAN DAN MESI N (MENGI KI R) TINGKAT X PROGRAM KEAHLI AN TEKNI K PEMANFAATAN TENAGA LI STRI K DISUSUN OLEH : Drs.

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

MEMASANG KONSTRUKSI BATU BATA BENTUK BUSUR

1. PENGENALAN ALAT KERJA BANGKU

BAB IV PENGAMATAN PEKERJAAN SIPIL LAPANGAN

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB V PONDASI TELAPAK

KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BAB III PERENCANAAN DAN GAMBAR

METODE PELAKSANAAN Pekerjaan Bekisting Raka Pratama

PELATIHAN MANDOR PERKERASAN ASPAL (FOREMAN OF ASPHALT PAVEMENT)

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

KONSTRUKSI ATAP 12.1 Menggambar Denah dan Rencana Rangka atap

MODUL PRAKTIKUM MATERIAL KONSTRUKSI

commit to user BAB II DASAR TEORI

DAFTAR ISI...i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN...1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN...2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Umum...7

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG TUKANG BANGUNAN GEDUNG PEMASANGAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING F.45...

MEMASANG KUSEN PADA DINDING PASANGAN

PELATIHAN AHLI TEKNIK LALU LINTAS (TRAFFIC ENGINEER)

METODE PENGUJIAN KEPADATAN BERAT ISI TANAH DI LAPANGAN DENGAN BALON KARET

KEGIATAN BELAJAR I MEMBUAT KONSTRUKSI KUDA-KUDA KAYU

MENGGUNTING PELAT TIPIS

DAFTAR ISI... i TUJUAN PROGRAM KEAHLIAN... 1 STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN... 2 PROFIL KOMPETENSI LULUSAN Kompetensi Umum...

PENGAMATAN PEKERJAAN FINISHING DINDING, LANTAI DAN PLAFON PADA BANGUNAN OFFICE AT PASAR BARU.

DASAR PROSES PEMOTONGAN LOGAM

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG TUKANG BANGUNAN GEDUNG PEMASANGAN BATA DAN KUSEN F.45...

Mempresentasikan Kode / Judul Unit Kompetensi

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I STANDAR KOMPETENSI

PELATIHAN TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH

STANDAR LATIHAN KERJA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SELAMAT DATANG TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH

BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG TUKANG BANGUNAN GEDUNG

BAB IV PROSES PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

PRAKARYA. by F. Denie Wahana

Cara uji berat isi, volume produksi campuran dan kadar udara beton

BAB II LANDASAN TEORI Alat-alat Pembantu Untuk Meningkatkan Produksi Pada Mesin. dan kecepatannya sayatnya setinggi-tingginya.

BAB IV. KONSEP RANCANGAN

PELATIHAN AHLI STRUKTUR BAJA BANGUNAN GEDUNG (STEEL STRUCTURE ENGINEER OF BUILDINGS) SSEB-03 = ANALISIS DAN DESAIN STRUKTUR

BAB VII PEMBAHASAN MASALAH. sebuah lahan sementara di sebuah proyek bangunan lalu dipasang pada proyek

PELATIHAN AHLI STRUKTUR BAJA BANGUNAN GEDUNG (STEEL STRUCTURE ENGINEER OF BUILDINGS)

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut

SISTEM PABRIKASI PADA PELAKSANAAN STRUKTUR FEROSEMEN Ir. Rislan Syarief M.Arch. Iai* ABSTRAK

Selamat Datang TUKANG BEKISTING DAN PERANCAH

RANCANGAN PEDOMAN TEKNIS BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DAN REKAYASA SIPIL. Konsep. Pedoman Analisa Harga Satuan Pekerjaan

Transkripsi:

TP-04 =MENGGUNAKAN PERALATAN Mempresentasikan Kode I Judul Unit Kompetensi Kode : INA.S230.223.60.04.07 Judul : PELATIHAN TUKANG PLESTER (PLASTERER) 2007 OEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI (PUSBIN KPK)

TP-04 =MENGGUNAKAN PERALATAN Mempresentasikan Kode I Judul Unit Kompetensi Kode : INA.S230.223.60.04.07 - Judul : Menggunakan Peralatan PELATIHAN TUKANG PLESTER (PLASTERER) 2007 If ~ 41 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBUNAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI

KATA PENGANTAR Memperhatikan laporan UNDP (Human Development Report, 2004) yang mencantumkan Indeks Pengembangan SOM (Human Development Index HDI), Indonesia pada urutan 111, satu tingkat diatas Vietnam urutan 112, jauh dibawah negara-negara ASEAN terutama Malaysia urutan 59, Singapura urutan 25 dan Australia urutan 3. Bagi para pemerhati dan khususnya bagi yang terlibat langsung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), kondisi tersebut merupakan tantangan sekaligus sebagai modal untuk berpacu mengejar ketinggalan dan obsesi dalam meningkatkan kemampuan SDM paling tidak setara dengan negara tetangga ASEAN, terutama menghadapi era globalisasi. Untuk mengejar ketinggalan telah banyak daya upaya yang dilakukan termasuk perangkat pengaturan melalui penetapan undang-undang antara lain : UU. No 18 Tahun 1999, tentang : Jasa Konstruksi beserta peraturan pelaksanaannya, mengamanatkan bahwa per orang tenaga : perencana, pelaksana dan pengawas harus memiliki sertifikat, dengan pengertian sertifikat kompetensi keahlian atau ketrampilan, dan perlunya "Bakuan Kompetensi" untuk semua tingkatan kualifikasi dalam setiap klasifikasi dibidang Jasa Konstruksi UU. No 13 Tahun 2003, tentang : Ketenagakerjaan, mengamantakan (pasal 10 ayat 2). Pelatihan kerja diselenggarakan berdasarkan program pelatihan yang mengacu pada standar kompetensi kerja UU. No 20 Tahun 2003, tentang : Sistem Pendidikan Nasional, dan peraturan pelaksanaannya, mengamanatkan Standar Nasional Pendidikan sebagai acuan pengembangan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). PP. No 31 Tahun 2006, tentang : Sistem Pendidikan Nasional, dan peraturan pelaksanaannya, mengamanatkan Standar Nasional Pendidikan sebagai acuan pengembangan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). Mengacu pada amanat undang-undang tersebut diatas, diimplementasikan kedalam konsep Pengembangan Sistem Pelatihan Jasa Konstruksi yang oleh PUSBIN KPK (Pusat Pembinaan K01:npetensi dan Pelatihan Konstruksi) pelaksanaan programnya didahului dengan mengembangkan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), SLK (Standar Latih Kompetensi), dimana keduanya disusun melalui anal isis struktur kompetensi sektorlsub-sektor konstruksi sampai mendetail, kemudian dituangkan dalam jabatan-jabatan kerja yang selanjutnya dimasukkan kedalam Katalog Jabatan Kerja. -i

MODUL 11'-04 Modul pelatihan adalah salah satu unsur paket pelatihan sangat pnting karena menyentuh langsung dan menentukan keberhasilan peningkatan kualitas SOM untuk meneapai tingkat kompetensi yang ditetapkan, disusun dari hasil inventarsisasi jabatan kerja yang kemudian dikembangkan berdasarkan SKKNI dan SLK yang sudah disepakati dalam suatu Konvensi Nasional, dimana modul-modulnya maupun materi uji kompetensinya disusun oleh Tim PenyusunlTenaga Profesional dalam bidangnya masing-masing, merupakan suatu produk yang akan dipergunakan untuk melatih dan meningkatkan pengetahuan dan keeakapan agar dapat meneapai tingkat kompetensi yang dipersyaratkan dalam SKKNI, sehingga dapat menyentuh langsung sasaran pembinaan dan peningkatan kualiatas tenaga kerja konstruksi agar menjadi lebih berkompeten dalam melaksanakan tugas pada jabatan kerjanya. Oengan penuh harapan modul pelatihan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, sehingga eita-eita peningkatan kualitas SOM khususnya dibidang jasa konstruksi dapat terwujud. Jakarta, November 2007 Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi Pelatihan Konstruksi Ir. Djoko Subarkah, Dip!. HE NIP. 110016435 Tukang P/ester (Plasterer) -ii

MODUL Tp:"04 PRAKATA Usaha dibidang Jasa Konstruksi merupakan salah satu bidang usaha yang telah berkembang pesat di Indonesia, baik dalam bentuk usaha perorangan maupun sebagai badan usaha skala keeil, menengah dan besar. Untuk itu perlu diimbangi dengan kualitas pelayanannya. Pad a kenyataannya saat in; mutu produk, ketepatan waktu penyelesaian, dan efisiensi pemanfaatan sumber daya relatif masih jauh dari yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain adalah kesediaan tenaga ahli I terampil dan penguasaan manajemen yang efisien, keeukupan permodalan serta penguasaan teknologi. Masyarakat sebagai pemakai produk jasa konstruksi semakin sadar akan kebutuhan terhadap produk dengan kualitas yang memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan. Untuk memenuhi kebutuhan produk sesuai kualitas standar terse but SDM, standar mutu, metode kerja dan lain-lain. Salah satu upaya untuk memperoleh produk konstruksi dengan kualitas yang diinginkan adalah dengan eara meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang menggeluti pekerjaan konstruksi baik itu desain pekerjaan jalan dan jembatan, desain hidro mekanik pekerjaan sumber daya air maupun untuk desain pekerjaan di bidang bangunan gedung. Kegiatan inventarisasi dan analisa jabatan kerja di bidang Cipta Karya telah menghasilkan sekitar 9 (sembilan) Jabatan Kerja, dimana Jabatan Kerja merupakan salah satu jabatan kerja yang diprioritaskan untuk disusun materi pelatihannya mengingat kebutuhan yang sangat mendesak dalam pembinaan tenaga kerja yang berkiprah dalam bidang eipta karya. Materi pelatihan pada jabatan kerja ini terdiri dari 1 (satu) kompetensi umum dan 4 (em pat) modul kompetensi inti, yang merupakan satu kesatuan yang utuh yang diperlukan dalam melatih tenaga kerja yang menggeluti Tukang Plester (Plasterer). Untuk itu dengan segala kerendahan hati, kami mengharapkan kritik, saran dan masukan guna perbaikan dan penyempurnaan modul ini. Jakarta, November 2007 Tim Penyusun -iii

DAFTAR lsi Halaman KATA PENGANTAR... PRAKATA... iii DAFTAR lsi...... iv DAFTAR GAMBAR...... vi SPESIFIKASI PELATIHAN... viii PANDUAN PEMBELAJARAN... ix BAB I: PENDAHULUAN 1.1 Umum.............. 1-1 1.2. Ringkasan Modul... 1-2 1.3 Batasan I Rentang Variabel...... /-3 1.4 Panduan Penilaian...... 1-4 1.4.1 Kualifikasi Penilaian............. 1-4 1.4.2 Pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku untuk mendemonstrasikan kompetensi...... 1-5 1.4.3 Konteks Penilaian......... 1-5 1.4.4 Aspek Penting Penilaian...... 1-6 1.5 Sumber Daya Pembelajaran...... 1-6 BAB II : MEMILIH ALAT 2.1 Umum............ 11-1 2.2. Jenis-Jenis Alat Ukur............ 11-1 2.3. Fungsi Alat Ukur......... 11-2 2.4 Alat Untuk Membuat Adukan..................... 11-3 2.5 Alat Untuk Mengerjakan Plesteran... 11-4 2.6 Alat Untuk Mengerjakan Acian...,... 11-6 2.7 Alat Bantu Lainnya...... 11-7 Rangkuman.... Latihan I Penilaian Mandiri............ Kunci'Jawaban... 11-13 11-14 11-15 BAB III: ALAT UT AMA DAN ALAT BANTU 3.1 Umum............ 111-1 3.2 Jenis Alat Untuk Mengerjakan Plesteran......... 111-1 Tukang Plester(Plasterer) -iv

MODUl TP-04 3.3 Fungsi Alat Untuk Mengerjakan Plesteran... 111-2 3.4 Jenis Alat Untuk Mengerjakan Acian... 111-3 3.5 Fungsi Alat Untuk Mengerjakan Acian...... 111-4 3.6 Jenis Alat Bantu Pengerjaan Plesteran Dan Acian... 111-5 3.7 Fungsi Alat Bantu Untuk Plesteran Dan Acian... 111-6 Rangkuman.............................................. 111-9 Latihan I Penilaian Mandiri...... 111-11 Kunci Jawaban... 111-12 BAB IV: MEMBUAT ALAT UTAMA DAN ALAT BANTU 4.1 Umum............... IV-1 4.2 Ukuran Perancah Kayu....... IV-1 4.3 Teknik Konstruksi Perancah Kayu...... IV-1 4.4 Prosedur Penggunaan Perancah Kayu... IV-2 4.5 Fungsi Kotak Aduk... IV-3 4.6 Kondisi Kotak Aduk............ IV-3 4.7 Mistar Pengiris...... IV-4 4.8 Roskam Kayu... IV-4 4.9 Cetakan Lis Profil... IV-5 Rangkuman... IV-6 Latihan I Penilaian Mandiri... IV-7 Kunci Jawaban...... IV-8 BAB V: MEMELIHARA DAN MERAWAT ALAT-ALAT 5.1 Umum...... V-1 5.2 Memelihara Alat-alat dari Bahan Logam... V-1 5.3 Memelihara Alat-alat dari Bahan Kayu............ V-1 5.4 Merawat Alat-alat dari Bahan Logam............... V-2 5.5 Merawat Alat-alat dari Bahan Kayu............ V-2 Rangkuman...... V-4 Latihan I Penilaian Mandiri...... V-5 Kunci Jawaban... V-6 DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Gambar 2.2 Gambar 2.3 Gambar 2.4 Gambar 2.5 Gambar 2.6 Gambar 2.7 Gambar 2.8 Gambar 2.9 Gambar 2.10 Gambar 2.11 Gambar 2.12 Gambar 2.13 Gambar 2.14 Gambar 2.15 Gambar 2.16 Gambar 2.17 Gambar 2.18 Gambar 2.19 Gambar 2.20 Gambar 2.21 Gambar 2.22 Gambar 2.23 Gambar 2.24 Gamabr 2.25 Gambar 2.26 Gambar 2.27 Gambar 2.28 Gambar 2.29 Gambar 2.30 Gambar 2.31 Gambar 2.32 Gambar 2.33 Ha/aman Meteran Lipat... 11-1 Meteran Roll...... 11-1 Unting-Unting (Lot)... 11-1 Waterpas Rangka Bahan Logam...;... 11-2 Mesin Pencampur Motor BensinlDiesel... 11-3 Mesin Pencampur Motor Listrik... 11-3 Send ok Plester...:... 11-4 Roskam Kayu... 11-4 Roskam Sudut... 11-4 Roskam Cekungan...... 11-4 Mistar Pengiris... 11-5 Nampan Adukan... 11-5 Cetakan Lis Profil... 11-5 Send ok Acian... 11-6 Sendok Relif (Small Tool)...... 11-6 Roskam Baja... 11-6 Roskam Baja Sudut Siku... 11-6 Roskam Baja Sudut Bulat..... 11-6 Kuas... 11-7 Palu Cakar... 11-7 Stamper Manual (Timbris)... 11-7 Stamper Mesin... 11-7 Kotak Aduk T anpa Pegangan... 11-8 Kotak Aduk Dengan Pegangan... 11-8 Roda Dorong... 11-8 Ember Plastik... 11-8 Gergaji T angan... 11-9 Mata Gergaji Potong... 11-9 Gergaji Gerek... 11-9 Mata Gergaji Belah... 11-9 Pahat Tusuk... 11-9 Pahat Kuku... 11-9 Siku... 11-9 -vi

Gambar2.34 Gambar 2.35 Gambar 2.36 Gambar 2.37 Gambar 2.38 Gambar 2.39 Gambar 2.40 Gambar 3.1 Gambar 3.2 Gambar 3.3 Gambar 3.4 Gambar 3.5 Gambar4.1 Gambar4.2 Gambar4.3 Gambar 4.4 Gambar4.5 Gambar4.6 Ketam Tangan... Kikir Rata... Gunting Serong Kiri/Kanan... Jangka... Perancah Besi... Perancah Bergerak... Perancah Tetap... Menggunakan Roskam Baja... Menggunakan Nampan Adukan... Menggunakan Mistar Pengiris... Menggunakan Cetakan Lis... Sendok Relif (Small Tool)...... Kuda-Kuda... Klos Penahan... Kotak Aduk Dengan Pegangan... Kotak Aduk Tanpa Pegangan... Roskam Kayu... Cetakan Lis Profil...... 11-10 11-10 11-10 11-10 11-11 11-11 11-12 1/1-2 111-2 111-3 111-3 111-4 IV-2 IV-3 IV-3 IV-3 IV-4 IV-5 -vii

SPESIFIKASI PELATIHAN A. TUJUAN UMUM Tujuan Umum Pelatihan Pada akhir pelatihan ini peserta diharapkan mampu menggunakan peralatan. Tujuan Khusus Pelatihan Pada akhir pelatihan ini peserta diharapkan mampu: 1. Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2. Membaca Gambar Se.derhana 3. Mengarahkan Layanan/Kenek untuk membuat Adukan Plesteran 4. 5. Mengerjakan Plesteran B. TUJUAN PEMBELAJARAN Kode I Judul Modul : TP-04 I Menggunakan Pera/atan mempresentasikan unit kompetensi $'". Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari modul, peserta mampu menggunakan perala tan plesteran. Kriteria Penilaian Pad a akhir pelatihan peserta mampu : 1. Memilih alat-alat yang akan digunakan 2. Menggunakan alat utama dan alat bantu 3. Membuat alat utama dan alat bantu sederhana 4. Memelihara dan merawat alat-alat -viii

PANDUAN PEMBELAJARAN A. KUALIFIKASI PENGAJAR IINSTRUKTUR Instruktur harus mampu mengajar, dibuktikan dengan serfitikat TOT (Training of Trainer) atau sejenisnya. Menguasai substansi teknis yang diajarkan secara mendalam. Konsisten mengacu SKKNI dan SLK Pembelajaran modul-modulnya disertai dengan inovasi dan improvisasi yang relevan dengan metodologi yang tepat. B. PENJELASAN SINGKAT MODUL B.1 Modul-modul yang diajarkan di program pelatihan ini : No. Modul Kode Judul Modul 1 TP-01 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2 TP-02 Membaca Gambar Sederhana 3 TP-03 Layanan/Kenek Untuk Membuat Adukan Plesteran I 4 TP-04 S TP-QS Mengerjakan Plesteran B.2 Uraian Modul Seri / Judu/ : TP-041. Oeskripsi Modul : merupakan salah satu modul untuk membekali seorang dengan harapan dapat: memilih alat-alat yang akan digunakan, menggunakan alat utama dan alat bantu, membuat alat utama dan alat bantu sederhana dan memelihara dan merawat alat-alat. -ix

c. PROSES PEMBELAJARAN KEGIATAN INSTRUKTUR KEGIATAN PESERTA PENDUKUNG 1. Ceramah : Pembukaanl Bab I, Pendahuluan Menjelaskan Tujuan Pembelajaran yang meliputi Tujuan Umum Pelatihan (TUP) dan Tujuan Khusus Pelatihan (TKP) Merangsang motivasi peserta dengan pertanyaan atau pengalaman. Waktu : 5 menit Mengikuti penjelasan, uraian atau bahasan instruktur dengan tekun dan aktif. Mengajukan pertanyaan apabila ada yang kurang jelas. OHT 2. Ceramah : Bab II, Memilih Alat Memberikan penjelasan, uraian atau-pun bahasan mengenai : Jenis-jenis alat ukur Fungsi Alat Ukur Alat untuk membuat Adukan Alat untuk mengerjakan plesteran Alat untuk mengerjakan acian Alat bantu lainnya Waktu : 20 menit Mengikuti penjelasan, uraian atau bahasan instruktur dengan tekun dan aktif. Mengajukan pertanyaan apabila ada yang kurang jelas. OHT 3. Ceramah : Bab III, Alat Utama Dan Alat Bantu Memberikan penjelasan, uraian atau-pun bahasan mengenai : Jenis alat untuk mengerjakan plesteran Fungsi alat untuk mengerjakan plesteran Jenis alat untuk mengerjakan acian Fungsi alat untuk mengerjakan acian Jenis alat bantu untuk plesteran dan acian Fungsi ala't bantu untuk plesteran dan acian Waktu : 25 men it Mengikuti penjelasan, uraian atau bahasan instruktur dengan tekun dan aktif. Mengajukan pertanyaan apabila ada yang kurang jelas. OHT -x

MODUL 1P-04 KEGIATAN INSTRUKTUR 4. Ceramah : Bab IV, Membuat Alat Utama Dan Alat Bantu Memberikan penjelasan, uraian atau-pun bahasan mengenai : Ukuran Perancah Kayu Teknik Konstruksi Perancah Kayu Prosedur Penggunaan Perancah Kayu Fungsi Kotak Aduk Kondisi Kotak Aduk Mistar Pengiris Roskam Kayu Cetakan Lis Profil I I KEGIATAN PESERTA Mengikuti penjelasan, uraian atau bahasan instruktur dengan tekun dan aktif. Mengajukan pertanyaan apabila ada yang kurang jelas. I I PENDUKUNG OHT Waktu : 25 menit 5. Ceramah : Bab V, Memelihara Dan Merawat Alat-Alat Memberikan penjelasan, uraian atau-pun bahasan mengenai : Memelihara Alat-alat dari Bahan Logam Memelihara Alat-alat dari Bahan Kayu Merawat Alat-alat dari Bahan Logam Merawat Alat-alat dari Bahan Kayu Mengikuti penjelasan, uraian atau bahasan instruktur dengan tekun dan aktif. Mengajukan pertanyaan apabila ada yang kurang jelas. OHT Waktu : 20 menit I -----------------------~---...--...-~...--- -xi

j MODUl tp-04 BAB-I Pendahuluan BABI PENDAHULUAN 1.1. UMUM Modul TP-04: plesteran mempresentasikan salah satu unit kompetensi dari program pelatihan. Modul ini terdiri dari lima bab yang terdiri dari:8ab I, menguraikan tentang hal-hal yang berkaitan dengan unit kompetensi menggunakan peralatan dan penilaiannya.; 8ab II, menguraikan tentang memilih alat untuk plesteran; Bab III, menguraikan tentang alat utama dan alat bantu untuk plesteran; Bab IV, menguraikan tentang cara membuat alat utama dan alat bantu untuk plesteran, serta Bab V, menguraikan tentang cara memelihara dan merawat alat-alat plesteran Sebagai salah satu unsur, maka pembahasannya selalu memperhatikan unsurunsur lainnya, sehingga terjamin keterpaduan dan saling mengisi tetapi tidak terjadi tumpang tindih (overlapping) terhadap unit-unit kompetensi lainnya yang djpresentasikan sebagai modul-modul yang relevan. Adapun unit-unit kompetensi untuk mendukung kinerja efektif yang diperlukan dalam pekerjaan plesteran adalah : NO. Kode Unit I Judul Unit Kompetensi II. I. Kompetensi Umum 1. INA.5230.223.60.01.07 Kompetensi Inti Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2. INA.5230.223.60.02.07 Membaca Gambar Sederhana Mengarahkan Layanan/Kenek Untuk Membuat 3. INA.5230.223.60.03.07 Adukan Plesteran I I I 4. INA.S230.223.60.04.07 ~--~------------------~I ---------------~--------------------4 5.. INA.5230.223.60.05.07 I Mengerjakan Plesteran III. Kompetensi Pilihan I..

BAB-I Pendahuluan 1.2. RINGKASAN MODUL Ringkasan modul ini disusun konsisten konsisten dengan tuntunan atau isi unit kompetensi ada judul unit, elemen kompetensi dan KUK (Kriteria Unjuk Kerja) dengan uraian sebagai berikut: a. Judul unit: Sebuah unit mengacu kepada kebutuhan kompetensi yang apabila digunakan dalam suatu situasi kerja secara logika dapat berdiri sendiri, judul I title unit dapat diungkapkan dalam istilah hasil yang harus dicapai (biasanya menggunakan kat a kerja operasional) b. Deskripsi unit: Merupakan informasi tambahan terhadap judul unit yang menjelaskan atau mendeskripsikan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap perilaku kerja yang dibutuhkan dalam rangka mencapai standar kompetensi seperti yang diungkapkan dalam judul unit. c. Elemen kompetensi : Mengidentifikasikan tugas-tugas yang harus dikerjakan untuk mencapai kompetensi berupa pernyataan yang menunjukkan komponen-komponen pendukung unit kompetensi. d. Kriteria unjuk kerja : Menggambarkan kegiatan yang harus dikerjakan untuk memperagakan kompetensi secara jelas dan terukur disetiap elemen, apa yang harus dikerjakan pada waktu dinilai dan apakah syarat-syarat dari elemen dipenuhi (berbentuk kalimat pasif dan berfungsi alat penilaian). Adapun unit kompetensi yang dipresentasikan dalam modul ini sebagai berikut: I KODE UNIT INA.5230.223.60.04.07 JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT : I Unit kompetensi ini.... mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku yang diperlukan untuk mampu menggunakan pera/atan.

BAB-I Pendahuluan ELEMEN KOM PETENSI 1. Memilih alat-alat yang akan digunakan 2. Menggunakan alat utama dan alat bantu bantu sederhana KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Alat ukur dikenali dengan benar 1.2 Alat untuk membuat adukan dikenali dengan benar 1.3 Alat untuk mengerjakan plesteran dan acian 1.4 3. Membuat alat utama dan alat. 3.1 dikenali dengan benar Alat bantu lainnya dikenali dengan benar 2.1. Alat-alat untuk mengerjakan plesteran digunakan secara benar 2.2 Alat-alat untuk mengerjakan acian digunakan I secara benar 2.3 Alat-alat bantu digunakan secara benar Perancah kayu dibuat dengan kokoh 3.2 Kotak aduk dibuat dengan baik! 3.3 Mistar pengiris dibuat sesuai dengan kebutuhan pekerjaan 3.4 Roskam kayu dibuat sesuai dengan ketentuan 3.5 Cetakan lis dibuat sesuai dengan gambar kerja 4. Memelihara dan merawat 4.1 Alat-alat dari bahan logam dipelihara sesuai alat-alat dengan ketentuan 4.2 i Alat-alat dari bahan kayu dipelihara dengan I baik 4.3 Alat-alat dari bahan logam dirawat dengan I i baik! 4.4 Alat-alat dari bahan kayu dirawat dengan baik I Sewaktu menu lis dan menguraikan isi modul secara detail betul-betul konsisten mengacu tuntutan elemen kompetensi dan masing-masing KUK (Kriteria Unjuk kerja) yang sudah dianalisis indikator kinerja I keberhasilan (IUK). Berangkat dari IUK (Indikator Unjuk kerja/keberhasilan) yang pada dasarnya sebagai tolok ukur alat penilaian, diharapkan uraian detail setiap modul pelatihan berbasis kompetensi betul-betul menguraikan pengetahuan keterampilan dan sikap kerja yang mendukung terwujudnya IUK sehingga, dapat dipergunakan untuk melatih tenaga kerja yang hasilnya jelas, lugas dan terukur. 1.3. BATASAN I RENTANG VARIABEL Adapun batasan atau rentang variable untuk unit kompetensi ini adalah : 1) Tersedianya peralatan plesteran yang lengkap

BAB-I Pendahuluan 2) Tersedianya peralatan dan bahan untuk melaksanakan pemeliharaan dan perawatan peralatan 1.4. PANDUAN PENILAIAN Untuk membantu menginterpresentasikan dan meni!ai unit kompetensi dengan mengkhususkan petunjuk nyata yang perlu dikumpulkan untuk memperagakan kompetensi sesuai tingkat kecakapan yang digambarkan dalam sikap kriteria unjuk kerja yang meliputi : Pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk seseorang dinyatakan kompeten pada tingkatan tertentu. Ruang lingkup pengujian menyatakan dimana, bagaimana dan dengan metode apa pengujian seharusnya dilakukan. Aspek penting dar; pengujian menjelaskan hal-hal pokok dari pengujian dan kunci pokok yang perlu dilihat pada waktu pengujian. 1.4.1. Kualifikasi Penilaian a. Penilaian harus kompeten paling tidak tentang unit-unit kompetensi sebagai assesor (penilai) antara lain: Merencanakan penilaian, termasuk mengembangkan MUK (Materi Uji Kompetensi) Melaksanakan penilaian dan Mereview Penilaian. b. Penilaian juga harus kompeten tentang teknis substansi dari unit-unit yang akan didemonstrasi dan bila ada syarat-syarat industri perusahaannya lainnya muncul bias disyaratkan untuk : Mengetahui praktek-praktek I kebiasaan industri I perusahaan yang ada sekarang dalam pekerjaan atau peranan yang kinerjanya sedang dinilai. Mempraktekkan kecakapan inter-personal seperlunya yang diperukan dalam proses penilaian. c.. Rincian Opsi-opsi untuk menggunakan penilai yang memenuhi syarat dalam berbagai konteks tempat kerja dan institusi. Opsi-opsi tersebut termasuk:

MODUl TP-04 BAB-I Pendahuluan Penilai di tempat kerja yang kompeten substansi yang relevan dan dituntut memiliki pengetahuan tentang praktek-praktek I kebiasaan industri I perusahaan yang ada sekarang Suatu panel penilai yang didalamnya termasuk paling sedikit satu orang yang kompaten dalam kompetensi subtansial yang relevan Pengawas tempat kerja dengan kompetensi dan pengalaman subtansial yang relevan yang disarankan oleh penilai eksternal yang kompeten menurut standar penilai Ikhtisar (gambaran umum) tentang proses untuk mengembangkan sumber daya penilaian berdasar pada Standar Kompetensi Kerja (SKK) perlu dipertimbangkan untuk memasukan sebuah flowchart pada proses terse but. Sumber daya penilaian harus divalidasi untuk menjamin bahwa penilaian dapat mengumpulkan informasi yang cukup valid dan terpercaya untuk membuat keputusan penilaian berdasar standar kompetensi. Adapun sebagai berikut : acuan untuk melakukan penilaian yang tertuang dalam SKKNI adalah 1.4.2. Pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku untuk mendemonstrasikan kompetensi terdiri dari : 1) Memilih alat-alat sesuai dengan pekerjaan yang akan dilakukan 2) Menggunakan alat-alat sesuai dengan fungsinya 3) Membuat alat-alat sederhana sesuai tuntutan pekerjaan 4) Memelihara alat-alat sesuai dengan jenis bahannya 5) Merawat alat-alat 1.4.3. Konteks penilaian 1) Penilaian harus mencakup melakukan peragaan dan mempraktekkan pekerjaan sebenarnya atau simulasi 2) Unit ini dapat dinilai di dalam maupun di luar tempat kerja yang menyangkut pengetahuan teori 3),Unit ini harus didukung oleh serangkaian metode untuk menilai pengetahuan dan ketrampilan yang ditetapkan dalam Materi Uji Kompetensi (MUK). Tukang PI ester (Plasterer)

BAB-I Pendahuluan 1.4.4. Aspek Penting Penilaian 1) Ketelitian dan kecermatan dalam memilih alat-alat 2) Kemampuan menggunakan alat-alat 3) Kemampuan membuat alat-alat sederhana 4) Kemampuan memelihara alat-alat 5) Kemampuan merawat alat-alat 1.5. SUMBER CAVA PEMBELAJARAN Sumber daya pembelajaran di kelompokkan menjadi 2 (dua) yaitu : a. Sumber daya pembelajaran teori : OHT dan OHP (Over Head Projector) atau LCD dan Lap top. Ruang kelas lengkap dengan fasilitasnya. Materi pembelajaran. b. Sumber daya pembelajaran praktek : Spesi'fikasi Teknis Peralatan plesteran yang lengkap Peralatan dan bahan untuk melaksanakan pemeliharaan dan perawaian peralatan Alat tulis, kertas dan lain-lain.

BAB-II Memilih Alat BAB II MEMILIH ALA T 2.1. UMUM Kompetensi memilih alat sangat penting bagi seorang tukang plester karena seorang tukang akan dapat menentukan alat yang harus digunakan sesuai dengan jenis atau tahapan pekerjaan yang akan dilakukan. Berdasarkan jenis dan fungsinya alat-alat bisa diklasifikasikan sebagai: alat untuk mengukur, alat untuk membuat adukan, alat untuk mengerjakan plesteran, alat untuk mengerjakan acian, dan alat bantu seperti yang akan dibahas pada bab-bab berikut. 2.2. JENIS-JENIS ALAT UKUR Jenis alat ukur yang sering digunakan pad a pekerjaan plesteran pada umumnya terdiri dari: 1. Meteran Meteran yang digunakan bisa dalam bentuk meteran lipat dari bahan kayu, fibreglass atau logam dengan panjang 1 meter (Iihat gam bar 2.1) atau meteran rol dengan panjang antara 3 atau 5 meter (Iihat gam bar 2.2). Gb. 2.1 Meteran Lipat Gb. 2.2 Meteran Roll 2. Unting-unting (lot) Unting-unting dibuat dari bahan logam \ dalam bentuk bervariasi (lihat gambar 2.3) dengan berat umumnya antara 100 sampai dengan 500 gram. Gb. 2.3 Unting-unting (Lot)

Meng9unakan Peralatan BAS-II Memilih Alat 3. Waterpas Waterpas yang biasa digunakan dalam pekerjaan plesteran terdiri dari dua jenis: a. Selang plastik bening dengan diameter lubang 6 milimeter b. Waterpas dengan rangka dari bahan logam atau kayu yang dilengkapi dengan tabung kaca/plastik yang diisi cairan khusus (nivo) lihat gambar 2.4. Gb. 2.4 Waterpas Rangka Bahan Logam 2.3. FlINGSI ALAT UKUR Setiap alat ukur mempunyai fungsi yang berbeda-beda sehingga dalam penggunaannya tentunya harus disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Berikut adalah fungsi dari setiap alat ukur dimaksud. 1. Meteran Pada pekerjaan plesteran meteran digunakan untuk melakukan pengukuran pada waktu menentukan ketebalan plesteran dan pembuatan cetakan atau alat bantu lainnya. 2. Unting-unting Unting-unting atau lot digunakan untuk menentukan dan memeriksa ketegakan permukaan plesteran. Unting-unting akan menghasilkan ketegakan yang lebih baik jika bobotnya semakin berat, karena pengaruh angin akan semakin berkurang. 3. Waterpas a. VYaterpas selang digunakan untuk menentukan/memeriksa kedataran permukaan plesteran lantai dan langit-iangit. b. Waterpas dengan rangka dari bahan logam atau kayu disamping digunakan untuk menentukan/memeriksa kedataran juga bisa digunakan untuk menentukan/memeriksa ketegakan permukaan plesteran.

BAB-II Memilih Alat 2.4. ALAT UNTUK MEMBUAT ADUKAN Adukan bisa dibuat dengan menggunakan alat-alat tangan (manual) atau dengan menggunakan mesin (masinal) tergantung banyaknya adukan yang akan dibuat. Jika adukan yang akan dibuat dalam sekali pengadukan kurang dari 0,25 m 3 bisa menggunakan alat-alat tangan tetapi kalau sudah lebih dari 0,25 m 3 sebaiknya menggunakan mesin pencampur supaya hasilnya bisa lebih baik dan lebih cepat. Berikut adalah alat yang sering digunakan untuk membuat adukan : 1. Alat-Alat Tangan a. Cangkul Ccmgkul dibuat dari baja tempa yang dilengkapi dengan tangkai dari bahan kayu. b. Sekop Sekop dibuat dari pelat baja yang dilengkapi dengan tangkai dari bahan kayu keras. Oi pasaran sekop bisa diperoleh dalam bentuk mata lurus dan bentuk mata lengkung. 2. Mesin pencampur Berdasarkan mesin penggeraknya ada dua jenis mesin pencampur, yakni mesin pencampur motor bensin/solar (Gam bar 2.5) dan mesin pencampur listrik/elektrik (Gam bar 2.6). Gb. 2.5 Mesin pencampur motor bensin/diesel Gb. 2.6 Mesin pencampur motor listrik 11-3

BAB-II Memilih Alat 2.5. ALAT UNTUK MENGERJAKAN PLESTERAN Penggunaan alat yang sesuai dengan jenis dan fungsinya akan berpengaruh terhadap keeepatan dan hasil kerja. Untuk itu dalam pengerjaan plesteran sebaiknya digunakan alat-alat seperti berikut: 1. Sendok Plester Send ok plester dibuat dari pelat baja tipis berbentuk bulat lonjong (oval) dengan ukuran panjang kurang lebih 20 em, lebar 10 em. Pegangan sendok dibuat dari kayu keras atau plastik dengan ukuran dan bentuk enak dipegang. Lihat gambar 2.7. Gb. 2.7 Sendok Plester 2. Roskam Kayu Roskam kayu dibuat dari papan berbentuk segi empat panjang dengan ukuran minimum panjang 20 em, lebar 10 em (lihat gam bar 2.8). Untuk pekerjaan sudut, atau eekungan roskam biasanya dibentuk sedemikian rupa seperti pad a gam bar 2.9 dan gam bar 2.10. Gb. 2.8 Roskam Kayu / Gb. 2.9 Roskam Sudut Gb. 2.10 Roskam Cekungan 11-4

BAB-II Memilih Alat 3. Mistar Pengiris Mistar sebaiknya dibuat dari kayu keras yang kering supaya tidak berubah bentuk dan salah satu sisinya diketam lurus. Panjang mistar biasanya dibuat kurang lebih antara 1,2 sampai dengan 2 meter tergantung tujuan penggunaannya. Lihat gam bar 2.11. Gb.2.11 Mistar pengiris 4. Nampan adukan Alas nampan dibuat dari papan, plywood, fibreg/ass atau logam. Nampan berbentuk segi empat dengan ukuran kurang lebih 25 x 25 em. Pegangan dibuat dari kayu keras atau plastik dengan ukuran dan bentuk enak dipegang. Lihat gambar 2.12. Gb.2.12 Nampan adukan 5. Nampan adukan Cetakan lis dibuat dari bahan kayu dengan pelat pengiris dibuat dari seng plat (Iihat gambar 2.13). Pelat pengiris dibuat dua buah, yang pertama sebagai eetakan adukan plesteran dan yang kedua sebagai eetakan aeian. Gambar berikut adalah eontoh bentuk eetakan lis dan bagian-bagiannya. pelat skaor pengantar pelat penahan aus Gb. 2.13 Cetakan lis profil 11-5

BAB-II Memilih Alat 2.6. ALAT UNTUK MENGERJAKAN ACIAN Pengerjaan acian harus dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis alat yang yang sesuai dengan fungsinya masing-masing, seperti berikut: 1. Sendok Acian Sendok dibuat dari pelat baja tipis berbentuk segi empat panjang dengan ukuran panjang kurang lebih 15 em, lebar 5 em. Pegangan dibuat dari kayu keras atau plastik dengan ukuran dan bentuk enak dipegang. Gb.2.14 Sendok Acian 2. Sendok Relit (small tool) Sendok relif (small to of) dibuat dari baja tipis dengan bentuk khusus (lihat gam bar 2.7). Gb. 2.15 Sendok relif (small tool) 3. Roskam Baja Roskam dibuat dari pelat baja tipis berbentuk segi empat panjang dengan ukuran panjang kurang lebih 25 em, lebar 12 em (lihat gam bar 2.16). Pegangan dibuat dari kayu keras atau plastik dengan ukuran dan bentuk enak dipegang. Untuk pekerjaan sudut roskam dibuat khusus seperti gam bar 2.17 dan 2.18. Gb. 2.16 Roskam baja Gb.2.17 Roskam Baja Sudut Siku Gb.2.18 Roskam Baja Sudut Bulat 11-6

BAB-II Memilih Alat 4. Kuas Kuas untuk pekerjaan plesteran sebaiknya yang dibuat dari bulu yang halus dan tebal dengan ukuran yang cukup lebar. Lihat gam bar 2.19. Gb.2.19 Kuas 2.7. ALAT BANTU LAINNYA Disamping alat-alat seperti yang sudah disebutkan sebelumnya dalam pengerjaan plesteran diperlukan juga diperlukan alat-alat bantu lainnya seperti: 1. Alat Untuk Mempersiapkan Permukaan a. Pahat Beton Pahat beton yang digunakan dibuat dari baja dengan ukuran mata pahat berkisar antara 1 sampai 2 em. b. Palu Cakar Palu eakar (gambar 2.20) lebih cocok digunakan dalam pekerjaan plesteran dibandingkan dengan palu jenis lainnya. Gb. 2.20 Palu Cakar e. Stamper Stamper atau penumbuk tanah ada dua jenis: 1) Digerakkan dengan tenaga manusia/timbris (gambar 2.21) 2) Digerakkan tenaga elektrik atau motor bensin/diesel (gam bar 2.22). 1 I J 1m i Gb. 2.21 Stamper manual (timbris) Gb. 2.22 Stamper Mesin 11-7

BAB-II Memilih Alat 2. Alat Untuk Menyiapkan/Menakar Bahan a. Saringan Pasir Saringan biasanya dibuat dari kawat has dengan ukuran /ubang # 5-10 milimeter yang dipasang pad a rangka kayu. b. Kotak Aduk Kotak aduk dibuat dari papan da/am bentuk persegi panjang dengan ukuran panjang.± 60 em, /ebar.± 50 em, dan tinggi.± 20 em. Kotak dibuat tanpa pegangan (gambar 2.23) atau dengan pegangan (gam bar 2.24). Gb. 2.23 Kotak Aduk tanpa pegangan Gb. 2.24 Kotak Aduk dengan pegangan e. Roda Dorong Kotak roda dorong dibuat dari bahan besi pe/at yang dirangkai pada rangka dengan roda dari karet atau besi seperti gam bar 2.25. Gb. 2.25 Roda Dorong d. Ember u " Pada umumnya ember yang digunakan ada/ah,. " ember p/astik /unak sehingga tidak mudah :'!. peeah (gambar 2.26). Gb. 2.26 Ember Plastik 11-8

BAB-II Memilih Alat 3. Alat Pengerjaan Kayu a. Gergaji Kayu Jenis gergaji kayu yang digunakan terdiri dari gergaji pemotong/pembelah (lihat gambar 2.27, gambar 2.28, dan gam bar 2.30) dan gergaji gerek (gambar 2.29). Gb. 2.27 Gergaji tangan Gb.2.28 Mata Gergaji Potong Gb. 2.29 Ger~aii Gerek Gb.2.30 Mata Ger~aii Selah b. Pahat Kayu Pahat kayu yang digunakan adalah pahat tusuk dan pahat kuku (Iihat gambar 2.31 dan gambar 2.32).... -.. -- -,"",~~"",.,...... -......d... ~ Gb. 2.31 Pahat Tusuk Gb. 2.32 Pahat Kuku c. Siku Konstruksi sebuah siku terdiri dari tangkai dan lidah yang membentuk sudut 90 2.33). 0 (gambar Pada umumnya komponen tangkai dibuat dari bahan kayu, besi atau besi cor sedangkan komponen lidah dari besi pelat yang dilengkapi dengan tanda ukuran atau tanpa tanda ukuran./ 90. Gb. 2.33 Siku 11-9

BAS-II Memilih Alat d. Ketam tangan Macam-macam bentuk ketam tangan bisa dijumpai di lapangan. Salah satu bentuknya adalah seperti pad a gambar 2.34. Gb. 2.34 Ketam Tangan 4. Alat untuk mengerjakan Pelat Pengiris Cetakan Lis Profil a. Kikir Instrumen Oi pasaran kikir instrumen dikemas dalam satu set yang terdiri dari kikir bentuk bulat; setengah b'jlat; rata/segiempat (gambar 2.35); atau segitiga. Gb. 2.35 Kikir Rata b. Gunting Seng Konstruksi gunting seng terdiri dari tangkai.." hw fu"w' dan mata gunting yang dibuat dari bahan cv &&,. I t h baja keras. Jenis gunting pada umumnya Gb. 2.36 Gunting Serong terdiri dari gunting lurus dan gunting serong Kiri/Kanan kiri atau kanan (gambar 2.36). c. Jangka Jangka dibuat dari logam yang biasanya dilapisi chrome supaya tidak mudah kena karat. 8agian-bagian jangka (Iihat gambar 2.37) terdiri dari: a) Tangkai pegangan b) Kaki yang salah satu ujungnya dilengkapi dengan jarum baja sebagai acuan titik pusat dan ujung lainnya dilengkapi dengan pemegang pensi!. c) Baut pengatur jarak Tangkai ----. Gb. 2.37 Jangka Kaki 11-10

BAB-II Memilih Alat 5. Perancah a. Perancah Besi Perancah besi dibuat dari pipa bulat yang terdiri dari rangka ukuran 0 1 %" yang dis us un dan diperkuat dengan penyiku 0 W'. sehingga menjadi kokoh. Bordes tempat kerja bisa dibuat dari besi kanal atau dari balok kayu (gambar 2.38). Gb. 2.38 Perancah besi b. Perancah Kayu Ada dua jenis perancah kayu yang bisa digunakan : a) Perancah bergerak yang dapat dipindah (movable) seperti gambar 2.39. b) Perancah tetap (static) seperti pada gambar 2.40. balok penahan papan bordes penyiku kaki kuda-kuda Gb. 2.39 Perancah bergerak - --- - ---._ -_._-----_._ - 11-11

BAB-I1 Memilih Alat bordes Gb. 2.40 Perancah tetap -------------- ---------- - Tukang P/ester (Plasterer) 11-12

BAB-II Memilih Alat RANGKUMAN 1. Alat ukur yang digunakan untuk pekerjaan plesteran: a. Meteran lipat/rol untuk untuk melakukan pengukuran pada waktu menentukan ketebalan plesteran dan pembuatan cetakan atau alat bantu b. Unting-unting untuk menentukan dan memeriksa ketegakan permukaan plesteran c. Waterpas slang untuk menentukan/memeriksa kedataran permukaan plesteran lantai dan langit-iangit d. Waterpas dengan rangka dari bahan logam atau kayu disamping digunakan untuk menentukan/memeriksa kedataran juga bisa digunakan untuk menentukan/memeriksa ketegakan permukaan plesteran. 2. Alat untuk membuat adukan bisa berupa alat tangan (cangkul/sekop) atau mesin pencampur 3. Alat untuk mengerjakan plesteran terdiri dari: sendok plester; roskam kayu ; mistar; nampan adukan; dan cetakan lis 4. Alat untuk mengerjakan acian terdiri dari: sendok acian; sendok relif; roskam baja; dan kuas 5. Alat bantu terdiri dari: alat persiapan permukaan; alat untuk menyiapkan/menakar bahan; alat pengerjaan kayu ; alat untuk mengerjakan pelat pengiris cetakan lis profil; dan perancah 11-13

BAB-II Memilih Alat LATIHAN I PENILAIAN MANDIRI ELEMEN KOMPETENSI & KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) 1. Memilih alat-alat yang akan digunakan 1 Alat ukur dikenali dengan benar LATIHAN I PENILAIAN MANDIRI 1. Jelaskan jenis alat ukur yang digunakan dalam mengerjakan plesteran! 2. Jelaskan fungsi setiap jenis alat ukur! 2 Alat untuk membuat adukan dikenali dengan benar 3 Alat untuk mengerjakan plesteran dan acian dikenali dengan benar 1. Jelaskan jenis alat untuk membuat adukan sesuai fungsinya l 1. Jelaskan jenis alat untuk mengerjakan plesteran sesuai fungsinya! 2. Jelaskan jenis alat untuk mengerjakan acian sesuai fungsinya! 4 Alat bantu lainnya dikenali dengan benar 1. Jelaskan jenis alat bantu untuk mengerjakan plesteran sesuai fungsinya! 11-14

MODUL TP;"04 BAB-1I1 Alat Utama Dan Alat Bantu BAB III ALAT UTAMA DAN ALAT BANTU 3.1 UMUM Berdasarkan penggunaan dan manfaatnya alat-alat yang digunakan pada peke~aan plesteran bisa diklasifikasikan menjadi alat utama, yakni alat yang memang digunakan untuk mengerjakan plesteran/finishing dan alat bantu, yakni alat yang sifatnya merupakan pendukung terlaksananya pekerjaan plesteran/finishing, 3.2..IENIS ALAT UNTUK MENGERJAKAN PLESTERAN Jenis alat yang digunakan dalam mengerjakan plesteran tergantung kepada jenis pekerjaan plesteran dan cara melekatkan adukannya. Berikut adalah jenis alat untuk mengerjakaan plesteran berdasarkan sistim dan jenis pekerjaannya. 1. Mengerjakan plesteran bidang rata dengan cara melekatkan adukan sistim lempar. Alat yang digunakan: a. Sendok plester b. Roskam kayu c. Mistar 2. Mengerjakan plesteran bidang rata dengan cara melekatkan adukan sistim tempel, Alat yang digunakan: a. Roskam baja b. Nampan adukan (hawk) c. Roskam kayu d. Mistar 3. Mengerjakan plesteran lis profil. Alat yang digunakan: a. Send ok plester b. Nampan adukan (hawk) c. Cetakan lis profil d. Mistar

BAB-III Alat utama Dan Alat Bantu 3.3 FUNGSI ALAT UNTUK MENGERJAKAN PLESTERAN Sebuah alat tidak mungkin cocok untuk semua sistim pengerjaan plesteran karena mempunyai fungsi yang masing-masing berbeda tetapi mungkin saling mendukung. Sebagai contoh sendok plester tidak bisa digunakan untuk melekatkan adukan plesteran dengan sistim tempel karena akan menjadi kurang produktif. Atau sendok plester tidak bisa digunakan untuk mengerjakan acian karena hasil acian akan bergelombang/tidak rata. Berikut adalah fungsi setiap jenis alat untuk mengerjakan plesteran dan cara menggunakannya. 1. Sendok plester Sendok plester digunakan untuk melekatkan aclukan pad a permukaan dinding, lantai, dan pekerjaan lainnya. Sendok digunakan dengan cara memegang tangkainya untuk mengambil adukan dan melekatkannya dengan cara menebarkan/menghamparkan adukan terse but. 2. Roskam kayu Roskam kayu digunakan untuk meratakan permukaan plesteran atau acian dengan cara memegang tangkainya dan menggosokkannya dengan gerakan memutar pada permukaan plesteran. 3. Roskam baja Roskam baja digunakan untuk melekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding dengan cara memegang tangkainya dan menempelkan adukan pada permukaan dinding (lihat gambar 3.1 ). Gb. 3.1 Menggunakan roskam baja 4. Nampan adukan (hawk) Nampan adukan (hawk) digunakan untuk menempatkan adukan plesteran sebelum dilekatkan pada permukaan dinding dengan cara memegang tangkainya dalam posisi nampan mendatar (lihat gam bar 3.2 ). Gb. 3.2 Menggunakan nampan adukan 111-2

BAS-III Alat Utama Dan Alat Bantu 5. Mistar Mistar digunakan : a. Untuk mengiris kelebihan adukan pad a saat membuat kepala plesteran sehingga kepala plesteran menjadi tegak dan lurus. b. Untuk mengiris kelebihan adukan pada saat mengerjakan plesteran diantara kepala plesteran, sehingga permukaan plesteran menjadi rata dengan permukaan kepala plesteran (lihat gambar 3.3 ). c. Sebagai pengantar cetakan geser pada Gb. 3.3 Menggunakan sa at mengerjakan lis profil mistar pengiris 6. Cetakan lis profil Cetakan lis profil digunakan untuk membentuk lis profil sehingga bentuknya sesuai dengan gambar rencana. Cetakan digunakan dengan cara menempatkan papan geser di atas mistar yang dipasang pada bidang plesteran, kemudian menarik cetakan tersebut sepanjang ukuran lis yang direncanakan (Iihat gambar 3.4) 3.4 JENIS ALAT UNTUK MENGERJAKAN ACIAN Gb. 3.4 Menggunakan cetakan lis Mutu hasil kerja acian juga tergantung kepada jenis alat yang digunakan, jenis alat yang sesuai akan menghasilkan pekerjaan acian yang memuaskan. Beberapa jenis alat untuk mengerjakan acian yang digunakan adalah : a. Sendok acian b. Sendok relif (small tool) c. Roskam kayu d. Roskam baja e. Nampan adukan (hawk) f. Kuas 111-3

BAB-III Alat Utama Dan Alat Bantu 3.5 FUNGSI ALAT UNTUK MENGERJAKAN ACIAN Pada pekerjaan plesteran setiap alat memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan bentuk dan tahapan pekerjaan pekerjaan yang dilakukan tetapi ada juga beberapa jenis alat yang memiliki fungsi ganda. Berikut adalah fungsi setiap jenis alat untuk mengerjakan acian dan cara menggunakannya. 1. Send ok acian Sendok acian digunakan untuk mengerjakan acian (menghaluskan) permukaan plesteran dengan cara memegang tangkainya; kemudian melekatkan dan meratakan permukaan acian dengan cara menggosokkan adukan acian pada permukaan plesteran. 2. Sendok relif (small tool) Sendok relif (small to00 digunakan untuk mengerjakan acian bentuk khusus seperti huruf, angka atau motif lainnya. Alat digunakan dengan cara memegang bag ian tengah; bag ian yang berbentuk daun untuk membentuk bidang acian yang cekung; dan bagian yang berbentuk segi-empat untuk mengiris atau membentuk pinggiran sudut atau huruf/angka (Iihat gambar 3.4). Gb. 3.5 Sendok relif (small tooll 3. Roskam kayu Roskam kayu digunakan untuk meratakan acian dengan cara memegang tangkainya dan menggosokkannya dengan gerakan mem utar sehingga diperoleh permukaan acian yang rata. 4. Roskam baja Roskam baja digunakan untuk melekatkan adukan acian pada permukaan plesteran ; meratakan permukaan acian dan menghaluskan permukaan acian. Roskam baja digunakan dengan cara memegang tangkainya dan menggosokkan pelatnya pada permukaan acian (lihat gambar 3.1) Kelebihan roskam baja dibandingkan sendok acian adalah bisa menghasilkan pekerjaan yang lebih rata dan lebih cepat. 111-4

BAB-III Alat Utama Dan Alat Bantu 5. Nampan adukan (hawk) Nampan adukan (hawk) digunakan untuk mennempatkan adukan acian sebelum dilekatkan pada permukaan plesteran dinding dengan cara memegang tangkainya dalam posisi nampan mendatar (Iihat gam bar 3.2 ). 6. Kuas Kuas digunakan untuk membersihkan kotoran semen yang masih melekat pad a permukaan motif koral, membasahi permukaan pad a saat mengerjakan acian atau membersihkan alat pad a akhir waktu pekerjaan. 3.6 JENIS ALAT BANTU PENGERJAAN PLESTERAN DAN ACIAN Berdasarkan penggunaannya jenis alat bantu bisa dikelompokkan sebagai: 1. Alat untuk mempersiapkan permukaan, yakni: a. Pahat beton b. Palu cakar c. Stamper 2. Alat untuk membuat adukan, yakni : a. Cangkul b. Sekop c. Saringan d. Kotak aduk e. Roda dorong f. Ember g. Mesin pencampur 3. Alat pengerjaan kayu, yakni : a. Gergaji kayu b. Pahatkayu c. Siku d. Ketam 4. Alat pengerjaan pelat pengiris cetakan lis profil, yakni : a. Kikir instrumen b. Gunting seng c. Jangka 111-5

BAB-III Alat Utama Dan Alat Bantu 5. Perancah yang terdiri dari: a. Perancah besi b. Perancah kayu 3.7 FUNGSI ALAT BANTU UNTUK PLESTERAN DAN ACIAN Setiap alat bantu untuk mengerjakan plesteran dan acian mempunyai fungsi dan cara menggunakan (pengoperasian) yang berbeda-beda. Berikut adalah fungsi dan cara menggunakan alat bantu sesuai dengan jenis dan tahapan pekerjaan yang akan dilakukan: 1. Alat Untuk Mempersiapkan Permukaan a. Pahat beton Pahat beton digunakan untuk mengkasarkan (chipping) permukaan beton, dan mengikis permukaan yang terlalu menonjol yang mungkin tidak akan tertutup oleh plesteran. b. Palu cakar Palu cakar digunakan untuk memukullmembenamkan atau mencabut paku pad a waktu melakukan pemasangan benang acuan pembuatan kepala plesteran. c. Stamper Stamper digunakan digunakan untuk memadatkan permukaan tanah yang akan diplester. Pemadatan bisa dilakukan dengan stamper yang digerakan dengan tangan (manual) atau mesin. 2. Alat Untuk Membuat Adukan a. Cangkul Cangkul digunakan untuk: 1) Cangkul pada pekerjaan plesteran digunakan untuk: Mencampur semen, pasir dan air sehingga menjadi adukan yang siap pakai 2) Untuk mengisi ember atau kotak dengan adukan b. Sekop Sekop digunakan untuk: 1) Mengisi kotak atau ember dengan bahan atau adukan 2) Membuat adukan 3) Mengayak bahan adukan 4) Membersihkan area kerja dari sisa-sisa adukan atau kotoran lainnnya 111-6

MOD UL TP-04 BAB-III Alat Utama Dan Alat Bantu c. Saringan Saringan digunakan untuk menyaring pasir atau kapur sehingga ukuran butirnya sesuai dengan spesifikasi adukan plesteran. d. Kotak aduk Kotak aduk digunakan untuk : 1) lvienakar bahan adukan seperti semen, pasir atau kapur dan mengangkut adukan yang sudah jadi. 2) Tempat adukan yang akan di dilekatkan pada permukaan yang diplester. e. Roda dorong Pada pekerjaan konstruksi yang besar mengangkut aduk biasanya dilakukan dengan menggunakan roda dorong sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat. f. Ember Ember digunakan untuk mengangkut air pada saat mengerjakan adukan dan mengangkut adukan yang sudah jadi ke tempat kerja. Teatapi kadangkadang untuk pekerjaan kecil, ember juga digunakan untuk menakar adukan. g. Mesin pencampur Pada proyek-proyek besar dengan waktu yang sing kat, pembuatan adukan biasanya menggunakan mesin pencampur. Membuat adukan dengan mesin, selain lebih cepat juga mutu adukan yang dihasilkan lebih baik karena campuran lebih merata (homogen). 3. Alat Pengerjaan Kayu a. Gergaji kayu Gergaji kayu digunakan untuk mengerjakan alat-alat sederhana seperti roskam, cetakan lis, mistar, kotak aduk, perancah dan pekerjaan-pekerjaan lainnya. Untuk mengerjakan cetakan lis biasanya digunakan gergaji gerek/pelubang atau gergaji yang digerakan dengan tenaga listrik yang disebut dengan jig saw. b. Pahat kayu Pahat kayu digunakan untuk mengerjakan alat-alat sederhana seperti roskam, cetakan lis, mistar, kotak aduk, perancah dan pekerjaan-pekerjaan lainnya. 111-7

Men99unakan Peralatan BAB-III Alat Utama Dan Alat Bantu c. Siku Siku digunakan untuk membuat tanda siku pad a papan yang akan dipotong, pada saat membuat cetakan, kotak aduk atau alat-alat lainnya d. Ketam Ketam digunakan untuk menghaluskan permukaan kayu untuk cetakan profil, roskam, dan mistar pengiris. 4. Alat Pengerjaan Pel at Pengiris Cetakan Lis Profil a. Kikir instrumen Kikir instrumen digunakan untuk menghaluskan sisi pelat pengiris sehingga bentuk lis yang dihasilkan permukaannya benar-benar halus. b. Gunting seng Gunting seng digunakan untuk memotong dan membentuk pelat pengiris cetakan lis. c. Jangka Jangka digunakan untuk menggambar bentuk lengkung untuk profil pada maal/pola yang akan ditempel/dipasang pada cetakan lis profil 5. Perancah Perancah digunakan untuk mengerjakan plesteran pada ketinggian lebih dari 1,5 meter atau lebih, supaya bisa bekerja dengan am an dan hasil pekerjaan juga bisa baik. 111-8

BAB-HI Alat Utama Dan Alat Bantu RANGKUMAN --~--~--------------~~~ 1. Jenis alat plesteran : sendok plester; roskam baja; nampan adukan (hawk) ; roskam kayu ; mistar dan cetakan lis profil 2. Fungsi alat plesteran: a. Sendok plester untuk menempelkan adukan pada permukaan yang diplester b. Roskam kayu untuk meratakan permukaan plesteran atau acian c. Roskam baja untuk menempelkan adukan plesteran atau acian pada permukaan dinding yang plester d. Nampan adukan (hawk) untuk menyimpan adukan plesteran sebelum dilekatkan pada permukaan dinding. e. Mistar untuk mengiris adukan kepala plesteran, mengiris kelebihan adukan di antara kepala plesteran; dan sebagai pengantar cetakan lis f. Cetakan lis profil, untuk membentuk lis profil 3. Jenis alat pekerjaan acian: sendok acian ; sendok relif (small too/); roskam kayu; roskam baja; nampan adukan (hawk) ; kuas; dan sikat ijukjplastik. 4. Fungsi alat pekerjaan acian: a. Send ok acian untuk mengerjakan acian (menghaluskan) b. Send ok relif (small to of) untuk mengerjakan acian bentuk khusus seperti huruf, angka atau motif lainnya. c. Roskam kayu untuk meratakan acian d. Roskam baja untuk : menempelkan; meratakan; dan menghaluskan permukaan acian e. Nampan adukan (hawk) untuk menyimpan adukan acian sebelum dilekatkan pada permukaan dinding. f. Kuas untuk membersihkan permukaan motif koral sikat, membasahi permukaan acian atau membersihkan alat g. Sikat ijukjplastik untuk membersihkan permukaan motif koral sikat dan membersihkan alat 5. Jenis alat bantu : Alat bantu pada mumnya terdiri dari: pahat beton, palu cakar, stamper, cangkul, sekop, saringan, kotak aduk, roda dorong, ember, mesin pencampur, gergaji kayu, pahat kayu, siku, ketam, kikir instrumen, gunting seng, jangka, dan perancah. 111-9

BAS-III Alat Utama Dan Alat Bantu 6. Fungsi alat bantu : a. Pahat beton, palu cakar, dan stamper untuk mempersiapkan permukaan yang akan diplester b. Cangkul, sekop, saringan, kotak aduk, roda dorong, ember, dan mesin pencampur untuk menyiapkan bahan dan membuat adukan c. Gergaji kayu, pahat kayu, siku, dan ketam untuk membuat mistar, kotak aduk, cetakan proffil, dan perancah kayu d. Kikir instrumen, gunting seng, dan jangka untuk membuat pelat pengiris cetakan lis profil e. Perancah sebagai tempat bekerja pad a ketinggian 111-10

BAB-III Alat Utama Dan Alat Bantu LATIHAN I PENILAIAN MANDIRI ELEMEN KOMPETENSI & KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) 2. Menggunakan alat utama dan alat bantu 2.1 Alat-alat untuk mengerjakan plesteran digunakan secara benar LATIHAN I PENILAIAN MANDIRI 1. Sebutkan jenis alat untuk mengerjakan plesteran! 2. Jelaskan fungsi setiap jenis alat untuk mengerjakan plesteran! 2.2 Alat-alat untuk mengerjakan acian digunakan secara benar 1. Sebutkan jenis alat untuk mengerjakan acian! 2. Jelaskan fungsi alat untuk mengerjakan acian! 2.3 Alat-alat bantu digunakan secara benar 1. Sebutkan jenis alat bantu untuk plesteran dan acian! 2. Jelaskan fungsi alat bantu untuk plesteran dan acian 111-11

BAB-IV Membuat Alat Utama Dan Alat Bantu BAB IV MEMBUATALAT UT AMA DAN ALAT BANTU 4.1 UMUM Alat-alat untuk mengerjakan plesteran baik alat utama maupun alat bantu tidak semuanya merupakan hasil buatan pabrik tetapi kadang-kadang juga harus dibuat oleh para tukang di lapangan sesuai situasi dan kondisi pekerjaan yang dilakukan. Pembuatan alat-alat tersebut tentunya harus sesuai dengan standar atau ketentuanketentuan lain yang menjamin bahwa peralatan yang dibuat akan bisa digunakan dengan aman dan menghasilkan pekerjaan yang memenuhi persyaratan. Alat-alat plesteran yang harus dibuat di lapangan pada umumnya adalah peraneah kayu; kotak aduk; mistar pengiris; roskam kayu; dan cetakan lis profil yang kesemuanya harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: 4.2 UKURAN PERANCAH KAYU Peraneah kayu harus memenuhi ukuran standar seperti berikut: a. linggi perancah berkisar antara 120-135 em. b. Lebar bordes tempat bekerja 120 em dengan tebal kayu 5 em. e. Jarak antara kuda-kuda penahan papan bordes pada perancah bergerak (movable) atau antara balok melintang penahan papan bordes pada peraneah tetap (static) maksimum 2,5 m. 4.3 TEKNIK KONSTRUKSI PERANCAH KAYU Dalam pelaksanaan pembuatan peraneah kayu harus mempertimbangkan persyaratan seperti berikut: a. Aman digunakan, dalam arti perancah harus dapat menahan beban manusia, alat dan bahan, serta beban bergerak lainnya. b. Konstruksi sederhana, dalam arti hubungan atau sambungan kayu tidak perlu menggunakan konstruksi pen dan lubang atau yang lainnya tetapi cukup menggunakan konstruksi sambungan paku. e. Tahan lama, dalam arti dapat digunakan berulang-ulang untuk beberapa pekerj'aan yang sama. d. Kayu yang digunakan tidak harus kayu dengan tekstur yang bagus tetapi eukup kuat. e. Memenuhi persyaratan standar ukuran seperti pada butir 1.

BAB-IV Membuat Alat Utama Dan Alat Bantu f. Murah, dalam arti biaya yang digunakan lebih kecil jika dibandingkan dengan biaya konstruksi lainnya. 4.4 PROSEDUR PENGGUNAAN PERANCAH KAYU Supaya dapat bekerja dengan aman penggunaan perancah kayu harus memperhatikan prosedur seperti berikut: a. Memeriksa setiap komponen perancah seperti: kuda~kuda penahan papan bordes; balok penahan papan bordes; penyiku; balok pegangan (hand railing) atau posisi papan bordes tempat bekerja. Pastikan semuanya ada dalam kondisi baik dan aman pad a setiap kali akan menggunakan perancah. b. Menggunakan tangga khusus untuk turun/naik pada saat melakukan pekerjaan di atas papan bordes dengan ketinggian lebih 3 meter. c. Mengenakan sabuk pengaman atau harness dan mengikatkan talinya pada tiang; balok pegangan atau komponen lain yang dianggap aman. Cara membuat perancah : a. Perancah bergerak (movable) 1) Menyiapkan/memilih kayu yang akan digunakan sesuai persyaratan 2) Menyiapkan alat yang akan digunakan 3) 4) Memasang papar 120-135 5/10 75 Gb. 4.1 Kuda-kuda b. Perancah tetap (static) 1) Menyiapkan/memilih kayu yang akan digunakan sesuai persyaratan 2) Menyiapkan alat yang akan digunakan 3) Memasang tiang

BAB-IV Membuat Alat Utama Dan Alat Bantu 4) Memasang balok penahan tiang 5) Memasang balok memanjang sebagai penahan balok melintang 6) Memasang klos penahan balok memanjang pada tiang (Iihat gambar 4. 2) 7) Memasang balok penyiku 8) Memasang balok melintang penahan papan bordes tempat bekerja pada tiang 9) Memasang papan bordes tempat bekerja 10) Memasang balok pegangan (hand railing) Gb.4.2 klos penahan 4.5 FUNGSI KOTAK ADUK Kotak aduk digunakan untuk : a. Menakar bahan adukan seperti semen, pasir atau kapur dan mengangkut adukan yang sudah jadi. Kotak aduk untuk menakar bahan biasanya dibuat lengkap dengan pegangan (Iihat gambar 4.3) untuk mempermudah mengangkut bahan tersebut. Gb. 4.3 Kotak Aduk dengan pegangan b. Tempat adukan yang akan digunakan untuk plesteran. Kotak aduk dibuat tanpa pegangan (Iihat gambar 4.4). Gb. 4.4 Kotak Aduk tanpa pegangan 4.6 KONDISI KOTAK ADUK 1. Ukuran: Kotak aduk dibuat dalam ukuran panjang ± 60 em, lebar ± 50 em, dan tinggi ± 20 em. Ukuran ini ditetapkan berdasarkan perkiraan bahwa jumlah berat pasir dalam kotak akan sama dengan jumlah berat satu sak semen. 2. Cara membuat kotak : a. Menyiapkan/memilih kayu yang akan digunakan b. Menyiapkan a/at yang akan digunakan IV - 3

MODUL Tp:"04 BAB-IV Membuat Alat Utama Dan Alat Bantu c. Memotong kayu/papan sesuai ukuran yang ditentukan d. Membentuk pegangan (untuk kotak takaran/pengangkut) e. Merakit kayu/papan membentuk kotak 4.7 MISTAR PENGIRIS 1. Persyaratan: a. Harus memliki sisi yang benar-benar lurus (minimal satu sisi) b. Harus dibuat dari kayu keras sehingga tidak mudah aus karena gesekan c. Harus dibuat dari bahan kayu yang kering sehingga tidak mudah berubah bentuk d. Ukuran panjang minimal 200 cm untuk pembuatan kepala plesteran dan minimal 120 cm untuk mengiris sisa adukan diantara kepala plesteran 2. Cara membuat mistar: a. Menyiapkan/memilih kayu yang akan digunakan sesuai standar yang ditetapkan b. Menyiapkan alat yang akan digunakan c. Memotong kayu sesuai ukuran panjang yang ditentukan d. Mengetam kayu minimal satu sisi e. Memeriksa kelurusan kayu dengan cara dibidik dengan menggunakan mata (visual) 4.8 ROSKAM KAYU 1. Persyaratan: a. Roskam harus dibuat dari bahan kayu keras dan kering b. Permukaan papan harus rata,!urus, dan tidak baling c. Sisi papan harus lurus dan siku d. Ukuran papan minimum 10 x 20 cm (Iihat gambar 4.5) 2. Cara membuat roskam kayu : a. Menentukan jenis dan bentuk roskam kayu b. Menyiapkan/memilih bahan/kayu yang akan digunakan c. Menyiapkan alat yang akan digunakan d. Memotong kayu sesuai ukuran yang direncanakan e. Mengetam kayu pada semua sisi Gb. 4.5 Roskam Kayu

MODUL Tp:"04 BAB-IV Membuat Alat Utama Dan Alat Bantu f. Memeriksa kelurusan dan kerataan kayu dengan cara dibidik mata g. Membuat pegangan h. Merakit pegangan dengan papan 4.9 CETAKAN LIS PROFIL Pembuatan cetakan : 1. Persiapan alat dan bahan a. Menyiapkan alat dan bahan maallpola profil, seperti: mistar, jangka, karet penghapus, pensil dan kertas HVS b. Menyiapkan alat dan bahan pelat pengiris, seperti: gunting seng; kikir instrumen; pelat seng (satu buah untuk pengiris adukan plesteran; satu buah untuk pengiris adukan acian) c. Menyiapkan alat dan bahan cetakan, seperti: ketam; gergaji; palu; kayu; paku; dan amplas 2. Pembuatan maallpola profil a. Mempelajari gambar bentuk profil b. Menggambar bentuk profil pada kertas (satu buah untuk pengiris adukan plesteran; satu buah untuk pengiris adukan acian) 3. Pembuatan pelat pengiris a. Menempelkan/merekatkan kertas pada seng pelat pengiris b. Menggunting pelat seng berdasarkan gambar bentuk profil yang dibuat c. Menghaluskan pelat seng (hasil guntingan) sesuai bentuk profil 4. Pembuatan papan cetakan a. Memotong kayu sesuai ukuran cetakan b. Mengetam semua sisi kayu (em pat sisi) c. Menyiapkan komponen cetakan (papan pengantar; papan pengiris dan penyiku) d. Menggambar bentuk profil pada papan pengiris dengan cara menempelkan pelat seng pengiris adukan acian e. Membentuk profil pada papan pengiri: 5. Perakitan cetakan skaar a. Memasang pelat seng pengiris pa9a papan pengiris b. Merakit komponen cetakan: papan pengantar; papan pengiris pengantar dan penyiku (Iihat gambar 4.6) Gb. 4.6 Cetakan lis profil

MODUL TP;'04 BAB-IV Membuat Alat Utama Dan Alat Bantu 1. Ukuran standar peraneah kayu: tinggi 120-135 em, lebar bordes 120 em, tebal papan bordes 5 em, jarak antara balok penahan bordes maksimum 2,5 m. 2. Persyaratan peraneah: aman, konstruksi sederhana, tahan lama, kayu kelas kuat, dan biaya murah 3. Prosedur penggunaan: memeriksa setiap komponen peraneah, menggunakan tangga khusus, menggunakan tali pengaman 4. Jenis peraneah kayu: a. Peraneah bergerak (movable) b. Peraneah tetap (static) 5. Fungsi kotak aduk: menakar bahan, mengangkut dan tempat adukan 6. Ukuran katak aduk: panjang ± 60 em, lebar ± 50 em, dan tinggi ± 20 em 7. Mistar pengiris: harus lurus, dibuat dari kayu keras dan kering, dan ukuran panjang 120 em dan 200 em

MODUL T~-04 BAB-IV Membuat Alat Utama Dan Alat Bantu ElE:NiiN:KO'MPETENSI & KRITERIA LATIHAN I PENILAIAN MANDIRI UNJUt(~E:RJA(KUK} 3. Membuat alat utama dan alat bantu sederhana 1 Perancah kayu dibuat 1. Jelaskan ukuran tinggi, lebar bordes, dan dengan kokoh jarak balok penahan papan bordes perancah kayu menu rut standar! 2. Jelaskan teknik konstruksi perancah sesuai persyaratan! 3. Jelaskan prosedur penggunaan perancah kayu! 2 Kotak aduk dibuat dengan 1. Jelaskan kondisi kotak aduk sesuai baik fungsinya! 2. Jelaskan kotak aduk sesuai kondisi lapangan! 3 Mistar pengiris dibuat 1. Jelaskan cara membuat mistar pengiris sesuai dengan kebutuhan sesuai kebutuhan! pekerjaan 4 Roskam kayu dibuat 1. Jelaskan cara membuat roskam. kayu sesuai dengan ketentuan sesuai kebutuhan! i 5 Cetakan lis dibuat sesuai 1. Jelaskan cara membuat cetakan lis profil! dengan gambar kerja

BABV Memelihara Dan Merawat Alat-Alat BABV MEMELIHARA DAN MERAWAT ALAT-ALAT 5.1. UMUM Istilah pemeliharaan dan perawatan sekilas nampak memiliki pengertian yang sama, padahal sebenarnya sangat berbeda. Pemeliharaan alat mengandung arti menjaga agar alat-alat ada dalam kondisi baik dengan tindakan-tindakan yang cenderung rutin, sedangkan perawatan disamping menjaga agar alat-alat ada dalam kondisi baik juga ada unsur kegiatan melakukan perbaikan dengan tindakan yang sifatnya insidental atau sewaktu-waktu. Salah satu sikap profesional seorang tukang adalah selalu memelihara dan merawat alat-alat yang dimilikinya sehingga ada dalam kondisi selalu siap pakai melalui tindakan-tindakan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. 5.2. MEMELIHARA ALAT -ALAT DARI BAHAN LOGAM Cara pemeliharaan: 1. Membersihkan alat dari kotoran/sisa adukan yang menempel pada alat dengan cara digosok dengan sikat sambi! disiram air 2. Memeriksa kembali jumlah alat sebelum disimpan, hal ini dimaksudkan untuk memastikan kalau-kalau ada alat yang tertinggal 3. Menyimpan alat di tempat yang aman. Biasanya ditempatkan dalam kotak alat untuk kemudian disimpan di gudang 4. Mengeringkan alat dengan cara dilap dengan kain kering, setelah alat dicuci dengan air (supaya tidak terjadi karat) 5. Mengolesi alat dengan oli jika tidak akan dipakai dalam jangka waktu lama 5.3. MEMELIHARA ALAT-ALAT DARI BAHAN KAYU Cara pemeliharaan: 1. Membersihkan alat dari kotoran/sisa adukan yang menempel pada alat dengan cara digosok dengan sikat sambil disiram air 2. Memeriksa kembali jumlah alat sebelum disimpan, hal in! dimaksudkan untuk memastikan kalau-kalau ada alat yang tertinggal 3. Menyimpan alat di tempat yang aman. Biasanya ditempatkan dalam kotak alat untuk kemudian disimpan di gudang 4. Meletakkan alat dalam posisi miring terutama jika alat dicuci dengan air

BABV Memelihara Dan Merawat Alat-Alat 5.4. MERAWAT ALAT-ALAT DARI BAHAN LOGAM 1. Alat tangan Tindakan perawatan yang harus dilakukan pad a alat tangan adalah dengan cara memeriksa hubungan antara bagian logam dan bagian kayu pegangan karena pada umumnya permasalahan yang sering terjadi adalah pada bagian ini. Cara perawatan: a. Sendok plester, send ok acian, dan roskam baja Ketiga jenis alat ini mempunyai konstruksi hubungan antara bagian logam dan pegangan kayu yang sama sehingga cara perawatannya pun hampir sarna, yakni: 1) Periksa hubungan antara daun sendok dan pegangan 2) Jika longgar lepaskan keduanya 3) Teteskan lem dua komponen ke dalam lubang pegangan 4) Masukkan besi kaki daun sendok ke dalam lubang yang sudah ditetesi lem b. Cangkul 1) Periksa hubungan antara daun cangkul dan tangkainya 2) Jika longgar lepaskan keduanya 3) Buat pasak dari kayu keras 4) Masukkan ujung tangkai ke dalam cincin daun cangkul 5) Pasang pasak dan keraskan c. Sekop 1) Periksa hubungan antara daun sekop dan tangkainya 2) Jika longgar cabut paku/skrupnya kemudian ganti dengan paku/skrup yang ukurannya lebih besar 5.5. MERAWAT ALAT-ALAT DARI BAHAN KAYU 1. Roskam Kayu Papan harus selalu dalam kondisi rata/tidak baling, lurus, dan keempat sisinya harus lurus dan siku. Pegangan tidak longgar atau pecah, untuk itu: a.. Periksa papan roskam, jika papan masih tebal tetapi baling papan diketam sampai rata kembali dan tidak baling b. Periksa papan roskam, jika papan sudah tipis papan harus diganti dengan yang baru v - 2

BABV Memelihara Dan Merawat Alat-Alat c. Periksa papan roskam, jika sisi papan sudah bengkok dan tidak siku keempat sis; papan diketam sampai lurus dan siku d. Periksa pegangan roskam, jika pegangan longgar kuatkan dengan menambah paku/skrup tetapi jika pegangan pecah buat pegangan yang baru 2. Mistar Pengiris Mistar pengiris harus selalu dalam kondisi lurus dan tidak baling untuk itu mistar harus selalu diperiksa kelurusannya, jika bengkok mistar harus diketam lurus kembali. 3. Cetakan Lis Profil Cetakan harus selalu dalam kondisi kokoh, papan pengiris tidak berubah bentuk, dan siku yang menjadi pegangan harus kuat. Untuk itu periksa dan jaga cetakan agar sesuai persyaratan kondisi di atas.

MODUL TI>-04 _ BABV Memelihara Dan Merawat Alat-Alat 1. Kegiatan pemeliharaan alat dari bahan logam: membersihkan, memeriksa jumlah. menyimpan, mengeringkan,dan melabur dengan oli 2. Kegiatan pemeliharaan alat dari bahan kayu: membersihkan, memeriksa jumlah, dan menyimpan alat setelah selesai digunakan 3. Kegiatan perawatan alat dari bahan kayu atau logam pada dasarnya hampir sama, yakni: memeriksa kondisi alat, menentukan langkah perawatan, menentukan alat dan bahan perawatan, memperbaiki atau mengganti komponen 4. Kegiatan perawatan mesin secara umum terdiri dari pemeriksaan dan penggantian pelumas serta pemeriksaan dan penambahan bahan bakar

MODUL TP--04 Meng9unakan Peralatan BABV Memelihara Dan Merawat Alat-Alat ElEMENKOMPETENSI & KRITERIA UNJUK KE~JA (KUK) LATJHAN I PENJLAI AN MANDIRI 4. Memelihara dan merawat alatalat 1 Alat-alat dari bahan logam 1. Jelaskan secara singkat bagaimana cara dipelihara sesuai dengan memelihara alat dar! bahan logam! ketentuan 2 Alat-alat dari bahan kayu 1. Jelaskan secara sing kat bagaimana cara dipelihara dengan baik memelihara alat dar! bahan kayu! 3 Alat-alat dari bahan logam 1. Jelaskan secara sing kat bagaimana cara dirawat dengan baik merawat alat dari bahan logam! 4 Alat-alat dari bahan kayu 1. Jelaskan secara singkat bagaimana cara dirawat dengan balk merawat alat dari bahan kayul

m MODUL TP-04 BAB~1I mmcm m m m ~ t~m!!lh Alat I KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) & JAWABAN 1. Alat ukur dikenali dengan benar 1. Meteran, Unting-unting, dan Waterpas f--:-m 2. Meteran, untuk melakukan pengukuran pad a waktu menentukan - ketebalan plesteran dan pembuatan cetakan atau alat bantu lainnya. - - Waterpas Unting-unting, untuk menentukan dan memeriksa ketegakan perrnljkaan plesteran. Waterpas selang digunakan untuk menentukan/memeriksa kedataran permukaan plesteran lantai dan langit-iangit. Waterpas dengan rangka dari bahan logam atau kayu disamping digunakan untuk menentukan/memeriksa kedataran juga bisa digunakan untuk menentukan/memeriksa ketegakan permukaan plesteran. 2. Alat untuk membuat adukan dikenali dengan benar Alat tangan: cangkul/sekop 1. "': - Mesin pen cam pur 3. Alat untuk mengerjakan plesteran dan acian dikenali dengan benar - 1. Sendok plester untuk menempelkan adukan pada permukaan yang diplester Roskam - Roskam kayu untuk meratakan permukaan plesteran atau acian baja untuk menempelkan adukan plesteran atau acian pada permukaan dinding yang plester Nampan adukan (hawk) untuk menyimpan adukan plesteran sebelum dilekatkan pad a permukaan dinding. Mistar untuk mengiris adukan kepala plesteran, mengiris kelebihanjdukan di antara kepala plesteran; dan sebagai pengantar cetakan lis Cetakan lis profil, untuk membentuk lis profil - 2. -,~...- 1 Sendok acian untuk mengerjakan acian (menghaluskan) Sendok relif (small toof) untuk mengerjakan acian bentuk khusl; seperti huruf, angka atau motif lainnya. - Roskam kayu untuk meratakan acian -..---~ --- Tukang P/ester (Plasterer) I,

BAS-II Memilih Alat, KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) &JAWABAN Roskam baja untuk : menempelkan; meratakan; dan menghaluskan permukaan acian Nampan adukan (hawk) untuk menyimpan adukan acian sebelum dilekatkan pad a permukaan dinding. Kuas untuk membersihkan permukaan motif koral sikat. membasahi permukaan acian atau membersihkan alat Sikat ijukjplastik untuk membersihkan permukaan motif koral sikat dan membersihkan alat 4. Alat bantu lainnya dikenali dengan benar 1. Pahat beton, palu cakar, dan stamper untuk mempersiapkan permukaan yang akan diplester Cangkul, sekop, saringan, kotak aduk, roda dorong. ember, dan mesin pencampur untuk menyiapkan bahan dan membuat adukan Gergaji kayu, pahat kayu, siku, dan ketam untuk membuat mistar, kotak aduk, cetakan proffil, dan perancah kayu Kikir instrumen, gunting seng, dan jangka untuk membuat pelat pengiris cetakan lis profil Perancah sebagai tempat bekerja pad a ketinggian

MODUL Tp:"04 BAB-III AJat Utama Dan Alat Bantu KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) & JAWABAN 1. Alat-alat untuk mengerjakan plesteran digunakan secara benar 1. Jenis alat untuk mengerjakan plesteran: sendok plester; roskam baja; nampan adukan (hawk); roskam kayu; mistar dan cetakan lis profil 2. Sendok plester untuk menempelkan adukan pada permukaan yang diplester Roskam kayu untuk meratakan permukaan plesteran atau acian Roskam baja untuk menempelkan adukan plesteran atau acian pada permukaan dinding yang plester Nampan adukan (hawk) untuk menyimpan adukan plesteran sebelum dilekatkan pad a permukaan dinding. Mistar untuk mengiris adukan kepala plesteran, mengiris kelebihan adukan di antara kepala plesteran; dan sebagai pengantar cetakan lis Cetakan lis profil, untuk membentuk lis profil 2. Alat-alat untuk mengerjakan acian digunakan secara benar 1. Jenis alat untuk mengerjakan acian: sendok acian, sendok relif (small too/), roskam kayu, roskam baja, nampan adukan (hawk), kuas, dan sikat ijuklplastik 2. Send ok acian untuk mengerjakan acian (menghaluskan) Sendok relif (small too/) untuk mengerjakan acian bentuk khusus seperti huruf, angka atau motif lainnya. Roskam kayu untuk meratakan acian Roskam baja untuk : menempelkan; meratakan; dan menghaluskan permukaan acian Nampan adukan (hawk) untuk menyimpan adukan acian sebelum dilekatkan pada permukaan dinding. Kuas untuk membersihkan permukaan motif karal sikat, membasahi permukaan acian atau membersihkan alat Sikat ijuklplastik untuk membersihkan permukaan motif koral sikat dan membersihkan alat

BAB-III Alat Utama Dan Alat Bantu I KRITERIA UNJUK KERJA (KtJK) & JAWABAN 3. Alat-alat bantu digunakan secara benar 1. Jenis alat bantu untuk plesteran dan acian: pahat beton, palu cakar, stamper, cangkul, sekop, saringan, kotak aduk, roda dorong, ember, mesin pencampur, gergaji kayu, pahat kayu, siku, ketam, kikir instrumen, gunting seng, jangka, dan perancah 2. Send ok acian untuk mengerjakan acian (menghaluskan) Pahat beton, palu cakar, dan stamper untuk mempersiapkan permukaan yang akan diplester Cangkul, sekop, saringan, kotak aduk, roda dorong, ember, dan mesin pencampur untuk menyiapkan bahan dan membuat adukan Gergaji kayu, pahat kayu, siku, dan ketam untuk membuat mistar, kotak aduk, cetakan proffil, dan perancah kayu Kikir instrumen, gunting seng, dan jangka untuk membuat pelat pengiris cetakan lis profil Perancah sebagai tempat bekerja pada ketinggian

MODUl TP-04 BAB-IV Membuat Alat Utama Dan Alat Bantu.. KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) & JAWABAN! 3.1 Perancah kayu dibuat dengan kokoh 1. Ukuran standar perancah kayu: tinggi 120-135 em, lebar bordes 120 em, tebal papan bordes 5 em, jarak antara balok penahan bordes maksimum 2,5m 2. Teknik konstruksi perancah: a. Konstruksi sederhana, hubungan atau sambungan kayu eukup menggunakan konstruksi sambungan paku. b. Tahan lama dapat digunakan berulang-ulang e. Kayu yang digunakan eukup kuat. d. Memenuhi persyaratan standar ukuran 3. Prosedur penggunaan peraneah kayu: a. Memeriksa setiap komponen perancah dan memastikan semuanya ada dalam kondisi baik dan aman pada setiap kali akan menggunakan peraneah. b. Menggunakan tangga khusus untuk turun/naik e. Mengenakan sabuk pengaman atau harness 3.2 Kotak aduk dibuat dengan baik 1. Ada dua jenis kotak aduk yang dibuat sesuai fungsinya: a. Kotak aduk untuk mengangkut dan menakar bahan dibuat lengkap dengan pegangan b. Kotak aduk untuk tempat adukan plesteran dibuat tanpa pegangan 2. Kotak aduk di lapangan dibuat dalam ukuran panjang ± 60 em, lebar ± 50 em, dan tinggi ± 20 em. (mendekati jumlah berat satu sak semen) ---, 3.3 Mistar pengiris dibuat sesuai dengan kebutuhan pekerjaan 1. Cara membuat mistar pengiris: a. Menyiapkan/memilih kayu b. Menyiapkan alat C'. Memotong kayu sesuai ukuran d. Mengetam kayu minimal satu sisi e. Memeriksa kelurusan

MODUL TP~04 BAB-IV Membuat Alat Utama Dan Alat Bantu KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) & JAWABAN 3.4 Roskam kayu dibuat sesuai dengan ketentuan 1. Cara membuat roskam kayu : a. Menentukan jenis dan bentuk roskam b. Menyiapkan/memilih kayu c. Menyiapkan alat d. Memotong kayu sesuai ukuran e. Mengetam kayu pada semua sisi f. Memeriksa kelurusan dan kerataan g. Membuat pegangan h. Merakit pegangan dengan papan 3.5 Cetakan lis dibuat sesuai dengan gambar kerja 1. Cara membuat cetakan lis profil: a. Menyiapkan alat dan bahan b. Membuat maal/pola profil c. Membuat pelat pengirirs d. Merakit komponen papan cetakan

BABV Memelihara Dan Merawat Alat-Alat KRITERIA UNJUK KERJA (KUK) & JAWABAN 4.1 Alat-alat dari bahan logam dipelihara sesuai dengan ketentuan 1. Cara memelihara alat dari bahan logam: a. Membersihkan alat b. Memeriksa jumlah c. Mengeringkan Alat d. Mengolesi alat dengan oli e. Menyimpan alat 4.2 Alat-alat dari bahan kayu dipelihara dengan baik 1. Cara memelihara alat dari bahan kayu: a. Membersihkan alat b. Memeriksa jumlah c. Menyimpan alat 4.3 Alat-alat dari bahan logam dirawat dengan baik 1. Cara merawat alat dari bahan log, a. Memeriksa kondisi alat b. Menentukan kondisi alat c. Mempelajari manual d. Memperbaiki atau mengganti komponen 4.4 Alat-alat dari bahan kayu dirawat dengan baik 1. Cara merawat alat dari bahan kayu: a. Memeriksa kondisi alat b. Menentukan kondisi alat c. Memperbaiki atau mengganti --..~

Oaftar Pustaka DAFTAR PUSTAKA Department of Labour and National Service, Plastering, Commonwealth Australia, 1946 Nana Juhana, Petuniuk Pelaksanaan Plesteran, PPPG Teknologi, Bandung, 1982 Novherryon dan Wamar, Teknik Plesteran, Media Cetak PPPG Teknologi, Bandung, 1995 The U.S. Department of the Army, Concrete Masonry And Brickwork, Dover Publications, Inc., New York, 1975