Cover Alternatif 1
Cover Alternatif 2
Cover Alternatif 3
Cover Alternatif 1 Cover Alternatif 2 Cover Alternatif 3
KRITERIA FASILITATOR KESEHATAN SEKSUAL PEREMPUAN : Lembar Tata Nilai Fasilitator 1. Memiliki tata nilai standar sebagai seorang fasilitator (Lihat lembar tata nilai di bawah). 2. Memiliki pengetahuan yang memadai terkait HIV Dasar, Kesehatan Seksual dan Kesehatan Reproduksi Perempuan. 3. Memiliki komitmen serta perhatian penuh pada proses pembelajaran sampai tuntas dan selesai. 4. Memiliki tehnik memfasilitasi dengan baik (mampu memberikan materi dengan jelas). 5. Mampu memberikan motivasi bagi peserta untuk belajar dan menerapkan ilmu yang dilatihkan. 6. Menekankan relevansi isi materi dengan kebutuhan peserta pelatihan. 7. Bersemangat dan actif dalam membawakan setiap sesi. 8. Memiliki ketertarikan untuk belajar tentang Kesehatan Seksual dan Reproduksi KESEHATAN SEKSUAL PEREMPUAN Pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan 13
4. Gender tidak hanya meliputi pembedaan peran saja, namun juga meliputi pembedaan wilayah, status dan pensifatan. a) Pembedaan peran dalam hal pekerjaan b) Pembedaan wilayah kerja c) Pembedaan status d) Pembedaan sifat 5. Gender terdiri dari dua aspek: Identitas gender (gender identity), yaitu persepsi intenal dan pengalaman seseorang tentang gender mereka, menggambarkan identifikasi psikologis di dalam otak seseorang sebagai 'laki-laki' atau 'perempuan'. Peran gender (gender role), yaitu merupakan sebuah cara seseorang hidup dalam masyarakat dan berinteraksi dengan orang lain, berdasarkan identitas gender mereka. 6. Ketidakadilan Gender adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh Budaya Patriarkhi yang berakibat pada: a) Marginalisasi (peminggiran) ; Perempuan dianggap bukan unsur penting sehingga tidak diberikan akses yang seimbang untuk ikut terlibat dalam kegiatan ekonomi (kalaupun ada, diposisikan sebagai tenaga bukan majikan) apalagi dalam pembuatan kebijakan. Hal ini menempatkan perempuan sebagai penerima kebijakan. b) Subordinasi (penomorduaan) ; Karena perempuan dianggap makhluk lemah, tidak berdaya dan tidak memiliki kemampuan berpikir maka perempuan ditempatkan sebagai pihak yang harus diarahkan, ditentukan arah hidupnya tanpa ada kesempatan bagi mereka untuk memilih dan memutuskan sendiri kehidupannya 28 c) Stereotype (pelabelan negatif) ; Kalau laki-laki itu kuat dan rasional, maka perempuan itu lemah dan emosional, kondisi itu seolah memberi gambaran bahwa perempuan tidak mungkin bekerja di bidang yang membutuhkan pemikiran mendalam. Perempuan cukup bekerja di sektor rumah tangga, kalau pun di perusahaan adalah sebagai sekretaris ataupun pelayan d) Violence (kekerasan) ; Anggapan sebagai makhluk lemah membuat perempuan menjadi pihak paling rawan menjadi korba kekerasan, hal ini diperparah kerena banyaknya perempuan yang meyakini hal itu sehingga ketika terjadi kekerasan perempuan memilih untuk pasrah dan menerima e) Double Burden (beban ganda) Pembagian tugas bahwa perempuan harus lebih banyak bekerja di sektor rumah tangga, menyisakan persoalan karena tidak hanya berhenti pada melahirkan dan membesarkan anak tapi juga mengelola keuangan, bertanggungjawab atas perkembangan mental anak hingga menjaga kehormatan keluarga yang seharusnya juga menajdi tanggung jawab laki-laki. Lingkaran Kekerasan KESEHATAN SEKSUAL PEREMPUAN Pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan
2. 3. Fasilitator membacakan pernyataan satu persatu (lihat lembar kerja kerentanan biologis perempuan). Setiap pernyataan dibahas bersama, mengapa benar dan mengapa salah (lihat lembar jawaban kerentanan biologis perempuan). Fasilitator kemudian menyimpulkan mengapa perempuan secara biologis lebih rentan terhadap infeksi HIV dibanding laki-laki. Catatan untuk Fasilitator : Untuk dapat menfasilitasi 'kerentanan biologis perempuan terhadap HIV' dengan baik, fasilitator perlu memahami perbedaan 'kerentanan terhadap HIV' dan 'risiko terhadap HIV'. Jika hal ini muncul dalam diskusi, penting pula untuk mengklarifikasi pemahaman peserta tentang perbedaan kerentanan dan risiko. Informasi lebih lanjut mengenai kerentanan dan risiko terhadap HIV dapat dibaca pada 'lembar bacaan Organ Seksual, Organ Reproduksi dan Fungsi'. Lembar Kerja Kerentanan Biologis Perempuan (modul 4) Kerentanan Biologis Perempuan terhadap HIV Daftar pernyataan: Lembar bacaan modul 4 : Organ Seksual, Organ Reproduksi dan Fungsinya Apa perbedaan organ reproduki dan organ seksual? Ada organ-organ yang merupakan organ reproduksi sekaligus organ seksual (misalnya saluran vagina dan penis). Tapi, penting untuk membedakan apa yang dimaksud dengan organ reproduksi dan organ seksual, terutama untuk perempuan. Organ reproduksi adalah semua organ yang digunakan untuk proses reproduksi atau menghasilkan keturunan (atau mudahnya, membuat anak ). Sementara organ seksual adalah semua organ yang digunakan untuk merasakan dan mendapatkan kenikmatan seksual (atau mudahnya, membuat enak ). Sehingga organ seksual bisa sangat bervariasi dari klitoris, telinga, bibir, kulit, sampai otak. Otak merupakan organ seksual karena dengan adanya otak kita dimungkinkan untuk berfantasi, otak juga merupakan pusat saraf serta pusat pengatur banyak hal terkait dorongan seksual seperti hormon-hormon. Sebelum mempelajari fungsinya lebih lanjut, kita perlu mengetahui namanama organ. Untuk memudahkan, organ reproduksi perempuan dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian dalam dan luar. Gambar Organ Reproduksi dan Organ Seksual Perempuan Bagian Luar Dari: Your Sexual Health (Dr Jenny McClowsky) 34 KESEHATAN SEKSUAL PEREMPUAN Pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan
jangka panjang dari penyuntikkan silicon belum diketahui, namun ada potensi timbulnya kanker. Beberapa kasus penyuntikkan sendiri silicon pada penis menyebabkan jaringan penis mati karena infeksi, sehingga penis perlu diamputasi. Ingat, seperti yang kita pelajari tentang fungsi organ seksual dan reproduksi perempuan, bagaimana orgasme dapat dicapai dan bagaimana proses reproduksi terjadi tidak ditentukan oleh ukuran (besar dan panjang) penis. Menghias penis dengan asesoris seperti bulu burung, bulu ekor kuda, kerang, dan lain-lain, meningkatkan kemungkinan terjadinya trauma penis dan vagina, berarti meningkatkan risiko penularan HIV dan infeksi menular seksual lainnya. Dan yang perlu diingat, kecil kemungkinannya perempuan tertarik dengan penis yang dihias seperti ini. Banyak perempuan menyatakan bahwa benda-benda hiasan seperti itu menimbulkan nyeri dan mereka tidak menyukainya. Perempuan lebih menyukai 'permainan cinta yang lebih baik' seperti dengan ciuman, pelukan, belaian, atau rangsangan pada klitoris dengan tangan atau lidah karena mereka tidak menyukai iritasi atau rasa nyeri pada vaginanya. Hiasan yang kecil dan halus, seperti mutiara yang dimasukkan di bagian atas penis di bawah kulit, telah digunakan berabad-abad dalam berbagai budaya. Hiasan semacam ini masih bisa menimbulkan infeksi pada saat pemasangan, namun tidak menimbulkan trauma seperti hiasan yang dipasang di luar penis. Benjolan kecil pada ujung penis ini mungkin bisa menimbulkan rangsangan pada klitoris atau titik G (G spot) saat sanggama dilakukan. Organ Reproduksi Laki-laki Bagian Dalam Dari banyak organ-organ reproduksi laki-laki, ada beberapa organ-organ yang penting kita ketahui untuk mempelajari fungsi reproduksi laki-laki. Organ-organ tersebut adalah testis, vas deverens, kantung mani, kelenjar prostat, saluran kencing dan penis. Sel-sel sperma di produksi di testis kanan dan kiri (#8) dan bergerak melalui saluran yang bernama vas deverens kanan dan kiri (#5) menuju saluran kencing (#6). Dalam perjalanannya, sel-sel sperma ini akan diberi energi, nutrisi dan cairan paling banyak oleh kantung mani (#3) dan kelenjar prostat (#4). 40 Pada saat ejakulasi (penis mengeluarkan air mani), cairan mani yang mengandung ratusan juta sperma ini akan dikeluarkan melalui saluran kencing (#6). Saluran kencing pada laki-laki mempunyai fungsi ganda, untuk keluarnya air kencing yang berasal dari kantung kencing (#2), dan untuk keluarnya air mani. KESEHATAN SEKSUAL PEREMPUAN Pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan
Lembar Kerja Perilaku Seksual : Mitos atau Fakta? Lembar Kerja Hasrat Seksual : Mana yang benar? Referensi It's all one curriculum. Guidelines and activities for a unified approach to sexuality, gender, HIV and human rights education. The Population Council. 2009 Referensi: It's all one curriculum. Guidelines and activities for a unified approach to sexuality, gender, HIV and human rights education. The Population Council. 2009 KESEHATAN SEKSUAL PEREMPUAN Pemenuhan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan 49