BAB 1 PENDAHULUAN...1

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENDAHULUAN. Gambar 1.1 Rangka kuda-kuda baja ringan

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian...2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PEMASANGAN STRUKTUR RANGKA ATAP YANG EFISIEN

BAB I PENDAHULUAN. Dalam pembangunan prasarana fisik di Indonesia saat ini banyak pekerjaan

PERENCANAAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN BERDASARKAN SNI 7971 : 2013 IMMANIAR F. SINAGA. Ir. Sanci Barus, M.T.

BAB I PENDAHULUAN. dengan banyaknya dilakukan penelitian untuk menemukan bahan-bahan baru atau

viii DAFTAR GAMBAR viii

8. Sahabat-sahabat saya dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satupersatu yang telah membantu dalam menyelesaikan dan menyusun Tugas Akhir ini.

V. BATANG TEKAN. I. Gaya tekan kritis. column), maka serat-serat kayu pada penampang kolom akan gagal

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Umum. Pada dasarnya dalam suatu struktur, batang akan mengalami gaya lateral

DESAIN BALOK SILANG STRUKTUR GEDUNG BAJA BERTINGKAT ENAM

PENGARUH BEBAN DINAMIK GEMPA VERTIKAL PADA KEKUATAN KUDA-KUDA BAJA RINGAN STARTRUSS BENTANG 6 METER TIPE-C INTISARI

BAB III LANDASAN TEORI. A. Pembebanan Pada Pelat Lantai

2- ELEMEN STRUKTUR KOMPOSIT

BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN

STUDI ANALISIS DAN EKSPERIMENTAL PENGARUH PERKUATAN SAMBUNGAN PADA STRUKTUR JEMBATAN RANGKA CANAI DINGIN TERHADAP LENDUTANNYA

Henny Uliani NRP : Pembimbing Utama : Daud R. Wiyono, Ir., M.Sc Pembimbing Pendamping : Noek Sulandari, Ir., M.Sc

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. gedung dalam menahan beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut. Dalam. harus diperhitungkan adalah sebagai berikut :

PERENCANAAN STRUKTUR RANGKA BAJA BERATURAN TAHAN GEMPA BERDASARKAN SNI DAN FEMA 450

PENGGAMBARAN DIAGRAM INTERAKSI KOLOM BAJA BERDASARKAN TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG (SNI ) MENGGUNAKAN MATLAB

3.1. Kuda-kuda Rangka Batang 8

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Dalam bidang konstruksi, beton dan baja saling bekerja sama dan saling

PERENCANAAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN BERDASARKAN AUSTRALIAN/NEW ZEALAND STANDARD ( AS/NZS 4600:1996 ) TUGAS AKHIR RAHMAT AMAN SANTOSO

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PLATE GIRDER A. Pengertian Pelat Girder

PLATE GIRDER A. Pengertian Pelat Girder

PROPOSAL TUGAS AKHIR DAFTAR ISI

STUDI KUAT LENTUR BALOK PROFIL C GANDA DENGAN PERANGKAI TULANGAN DIAGONAL. Oleh : JONATHAN ALFARADO NPM :

PERANCANGAN ULANG STRUKTUR ATAS GEDUNG PERKULIAHAN FMIPA UNIVERSITAS GADJAH MADA

LANDASAN TEORI. Katungau Kalimantan Barat, seorang perencana merasa yakin bahwa dengan

Daftar Tabel. Rasio tegangan lentur versus tegangan Leleh (F/F y ) profil-i Momen kritis Versus Momen Plastis Profil Castella Hasil

BAB I PENDAHULUAN. Metode evaluasi struktur bangunan gedung, jembatan dan kontruksi

BAB I PENDAHULUAN. Istimewa Yogyakarta pada khususnya semakin meningkat. Populasi penduduk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pembebanan yang berlaku untuk mendapatkan suatu struktur bangunan

STUDI KEKUATAN RANGKA ATAP MONOFRAME MENGGUNAKAN PROFIL C GANDA DENGAN SAMBUNGAN LAS

ANALISIS KOLOM BAJA WF MENURUT TATA CARA PERENCANAAN STRUKTUR BAJA UNTUK BANGUNAN GEDUNG ( SNI ) MENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL 2002

5ton 5ton 5ton 4m 4m 4m. Contoh Detail Sambungan Batang Pelat Buhul

BAB 2 DASAR TEORI Dasar Perencanaan Jenis Pembebanan

1 HALAMAN JUDUL TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TRI TUNGGAL SEMARANG

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. kekuatannya yang besar dan keliatannya yang tinggi. Keliatan (ductility) ialah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. nyata baik dalam tegangan maupun dalam kompresi sebelum terjadi kegagalan

PERENCANAAN STRUKTUR RANGKA BAJA BRESING TAHAN GEMPA

KATA PENGANTAR. telah melimpahkan nikmat dan karunia-nya kepada penulis, karena dengan seizin-

Jembatan Komposit dan Penghubung Geser (Composite Bridge and Shear Connector)

PERHITUNGAN BEBAN DAN TEGANGAN KRITIS PADA KOLOM KOMPOSIT BAJA - BETON

FUNGSI PELAT KOPEL BAJA PADA BATANG TEKAN ALBOIN FERDINAND ARIADY TAMBUN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. membutuhkan penanganan yang serius, terutama pada konstruksi yang terbuat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1.6 Tujuan Penulisan Tugas Akhir 4

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN ULANG STRUKTUR GEDUNG BANK MODERN SOLO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pendahuluan Permasalahan Yang Akan Diteliti 7

STUDI KEKUATAN RANGKA ATAP TRUSS MENGGUNAKAN PIPA BAJA DENGAN SAMBUNGAN LAS DENGAN PELAT SAMBUNG

sejauh mungkin dari sumbu netral. Ini berarti bahwa momen inersianya

BAB II STUDI PUSTAKA

BAB 4 STUDI KASUS. Sandi Nurjaman ( ) 4-1 Delta R Putra ( )

1.2. Tujuan Penelitian 2

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1 BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG SEKOLAH BINA BANGSA JALAN JANGLI BOULEVARD SEMARANG

3.1 Tegangan pada penampang gelagar pelat 10

STUDI ANALISIS PENGARUH PERKUATAN SAMBUNGAN PADA STRUKTUR JEMBATAN RANGKA CANAI DINGIN TERHADAP LENDUTAN

BAB III LANDASAN TEORI. Bangunan Gedung SNI pasal

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS GEDUNG HOTEL DAN MALL DI WILAYAH GEMPA 3

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA BANDUNG

PERENCANAAN STRUKTUR RANGKA BAJA BRESING KONSENTRIK BIASA DAN STRUKTUR RANGKA BAJA BRESING KONSENTRIK KHUSUS TIPE-X TUGAS AKHIR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG KUSUMA MULIA TOWER SOLO MENGGUNAKAN RANGKA BAJA

BAB III LANDASAN TEORI. beban hidup dan beban mati pada lantai yang selanjutnya akan disalurkan ke

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERANCANGAN STRUKTUR BANGUNAN RUMAH SUSUN DI SURAKARTA

TUGAS AKHIR PERENCANAAN STRUKTUR KONSTRUKSI BAJA GEDUNG DENGAN PERBESARAN KOLOM

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Pembahasan hasil penelitian ini secara umum dibagi menjadi lima bagian yaitu

d b = Diameter nominal batang tulangan, kawat atau strand prategang D = Beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati e = Ek

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL...i. LEMBAR PENGESAHAN... ii. LEMBAR PERSEMBAHAN... iii. KATA PENGANTAR...iv. DAFTAR ISI...vi. DAFTAR GAMBAR...

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

ABSTRAK. Kata Kunci : Gedung Parkir, Struktur Baja, Dek Baja Gelombang

Letak Utilitas. Bukaan Pada Balok. Mengurangi tinggi bersih Lantai 11/7/2013. Metode Perencanaan Strut and Tie Model

BAB III LANDASAN TEORI

DAFTAR NOTASI BAB I β adalah faktor yang didefinisikan dalam SNI ps f c adalah kuat tekan beton yang diisyaratkan f y

BAB I PENDAHULUAN. secara nyata baik dalam tegangan maupun dalam kompresi sebelum terjadi

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 2 DASAR TEORI. Bab 2 Dasar Teori. TUGAS AKHIR Perencanaan Struktur Show Room 2 Lantai Dasar Perencanaan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

KOLOM LANGSING KANAL C GANDA BERPENGISI BETON RINGAN DENGAN BEBAN EKSENTRIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ANALISIS METODE ELEMEN HINGGA DAN EKSPERIMENTAL PERHITUNGAN KURVA BEBAN-LENDUTAN BALOK BAJA ABSTRAK

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG RUSUNAWA UNIMUS

Kata kunci: Balok, bentang panjang, beton bertulang, baja berlubang, komposit, kombinasi, alternatif, efektif

PERANCANGAN STRUKTUR GEDUNG RUSUNAWA 5 LANTAI DI WILAYAH GEMPA 3

PERANCANGAN STRUKTUR ATAS GEDUNG CONDOTEL MATARAM CITY YOGYAKARTA. Oleh : KEVIN IMMANUEL KUSUMA NPM. :

BAB III LANDASAN TEORI. dasar ke permukaan tanah untuk suatu situs, maka situs tersebut harus

Transkripsi:

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL...i HALAMAN PENGESAHAN...ii HALAMAN PERNYATAAN...iii KATA PENGANTAR...iv DAFTAR ISI...v DAFTAR TABEL...ix DAFTAR GAMBAR...xi DAFTAR PERSAMAAN...xiv INTISARI...xv ABSTRACT...xvi BAB 1 PENDAHULUAN...1 1.1 Latar Belakang...1 1.2 Rumusan Masalah...2 1.3 Tujuan Penelitian...2 1.4 Manfaat Penelitian...2 1.5 Batasan Penelitian...2 1.6 Keaslian Penelitian...3 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA...5 2.1 Material Baja Ringan (Cold-Formed Steel)...5 2.2 Material Kayu...6 2.3 Penghubung Geser (Shear Connector)...7 2.4 Sambungan...8 2.5 Struktur Komposit...8 2.5.1 Komposit Baja Ringan-Kayu...8 2.5.2 Komposit Baja Ringan- Beton...13 2.6 Kuda-kuda Baja Ringan...14 2.7 Kuda-kuda Komposit...16 BAB 3 LANDASAN TEORI...19 3.1 Tekuk Elastis Euler...19 v

3.2 Struktur Baja Ringan...20 3.2.1 Struktur Tekan Baja Ringan...21 3.2.2 Struktur Tarik Baja Ringan...30 3.2.3 Sambungan Baja Ringan...31 3.2.3.1 Sambungan Sekrup...31 3.2.3.2 Sambungan Baut...33 3.3 Struktur Komposit...35 3.3.1 Kayu Laminasi Mekanik (Mechanically Laminated Timber)...36 3.3.2 Penghubung Geser (Shear Connector)...36 3.3.3 Komposit Baja Ringan-Kayu...39 3.4 Pembebanan...39 3.5 Analisis Struktur...41 3.5.1 Analisis Elastis Linier (First Order Elastic Analysis)...42 3.5.2 Analisis Elastis Nonlinier (Second Order Elastic Analysis)...42 3.5.3 Finite Element Analysis...44 3.6 Hipotesis Penelitian...44 BAB 4 METODE PENELITIAN...45 4.1 Diagram Alir Penelitian...45 4.2 Lokasi Penelitian...46 4.3 Tahapan Penelitian...46 4.4 Bahan-bahan Penelitian...47 4.5 Peralatan Yang Digunakan...49 4.6 Pengujian Pendahuluan...55 4.7 Kombinasi Beban...56 4.8 Analisis Awal (Prediksi Kekuatan Truss)...56 4.8.1 Analisis Kapasitas Penampang...59 4.8.2 Analisis Struktur Dengan Kombinasi Beban Terfaktor...66 4.8.3 Analisis Dengan ABAQUS...72 4.9 Benda Uji Truss...75 4.9.1 Kuda-kuda Komposit Baja Ringan-Kayu Mahoni...75 vi

4.9.2 Kuda-kuda Baja Ringan...77 4.10Proses Pembuatan Model Kuda-kuda...79 4.10.1 Pembuatan Kuda-kuda Komposit(Baja Ringan-Kayu Laminasi) 79 4.10.2 Pembuatan Kuda-kuda Baja Ringan...81 4.11Proses Pengujian Kuda-kuda...81 4.12Metode Analisis Data Hasil Pengujian Kuda-kuda...83 4.12.1 Berat Rangka Kuda-kuda...83 4.12.2 Beban Batas Lendutan Ijin...83 4.12.3 Beban Pada Batas Ultimit...84 4.12.4 Lendutan Dari Penambahan Beban...84 4.12.5 Rasio Berat beban (Efektifitas Struktur)...84 BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN...85 5.1 Perbandingan Kapasitas Batang Tekan Hasil Eksperimen dengan Teoritis...85 5.2 Hasil Eksperimen Beban dan Lendutan Maksimum...86 5.3 Perbandingan Hasil Eksperimen dengan Kombinasi Beban...88 5.4 Analisis Struktur Kuda-kuda Dengan Beban Terfaktor...91 5.5 Analisis Struktur Kuda-kuda...92 5.5.1 Analisis Struktur kuda-kuda menggunakan SNI 7971 : 2013 dan Teori Euler...92 5.5.2 Analisis Struktur kuda-kuda menggunakan program ABAQUS...94 5.5.3 Perbandingan Analisis Struktur Kuda-kuda antara hasil eksperimen, analisis dengan ABAQUS dan SNI 7971 : 2013 / Teori Euler...96 5.6 Analisis Kegagalan Struktur Kuda-kuda...99 5.6.1 Struktur Kuda-kuda Komposit Baja Ringan Kayu laminasi...99 5.6.2 Struktur Kuda-kuda Baja Ringan... 101 5.7 Efektifitas Struktur Truss... 104 5.7.1 Berat Struktur kuda-kuda... 105 5.7.2 Biaya Pekerjaan kuda-kuda... 107 5.7.3 Rasio Beban, Berat dan Harga... 109 vii

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN... 111 6.1 Kesimpulan... 111 6.2 Saran... 113 DAFTAR PUSTAKA... 114 LAMPIRAN Lampiran 1 Hasil Pengujian Lampiran 2 Analisis Pembebanan Lampiran 3 Kapasitas Penampang dan Sambungan (Desain) Lampiran 4 Analisa Struktur Lampiran 5 Dokumentasi Pengujian viii

DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Nilai koefisien tekuk pelat (k)...24 Tabel 3.2 Faktor tumpu ( C ) sekrup...33 Tabel 3.3 Faktor modifikasi untuk tipe sambungan tumpu...35 Tabel 3.4 Faktor tumpu ( C ) baut...35 Tabel 3.5 Spasi minimum sekrup kunci (SNI 7973 : 2013 tentang Tata Cara Perencanaan Kayu untuk Bangunan Gedung)...38 Tabel 4.1 Rekapitulasi beban dan konversi silinder beton...57 Tabel 4.2 Rekapitulasi beban total...58 Tabel 4.3 Analisis kapasitas penampang kuda-kuda baja ringan...61 Tabel 4.4 Perhitungan momen inersia profil Z terhadap sumbu X...62 Tabel 4.5 Perhitungan momen inersia profil C terhadap sumbu X...63 Tabel 4.6 Analisis kapasitas penampang kuda-kuda komposit dengan metode transformasi pada batang tekan...65 Tabel 4.7 Analisis kapasitas penampang kuda-kuda komposit dengan teori Euler pada batang tekan...66 Tabel 4.8 Analisis kapasitas penampang beban atap genteng beton kuda-kuda baja ringan (jarak antar kuda-kuda 120 cm)...68 Tabel 4.9 Analisis kapasitas penampang beban atap genteng keramik kuda-kuda baja ringan (jarak antar kuda-kuda 120 cm)...68 Tabel 4.10 Analisis kapasitas penampang beban atap genteng metal kuda-kuda baja ringan (jarak antar kuda-kuda 120 cm)...69 Tabel 4.11 Analisis kapasitas penampang beban atap genteng beton kuda-kuda komposit (jarak antar kuda-kuda 120 cm)...69 Tabel 4.12 Analisis kapasitas penampang beban atap genteng keramik kuda-kuda komposit (jarak antar kuda-kuda 120 cm)...70 Tabel 4.13 Analisis kapasitas penampang beban atap genteng metal kuda-kuda komposit (jarak antar kuda-kuda 120 cm)...70 Tabel 4.14 Analisis kapasitas penampang beban atap genteng beton kuda-kuda komposit (jarak antar kuda-kuda 250 cm)...71 ix

Tabel 4.15 Analisis kapasitas penampang beban atap genteng keramik kuda-kuda komposit (jarak antar kuda-kuda 250 cm)...71 Tabel 4.16 Analisis kapasitas penampang beban atap genteng metal kuda-kuda komposit (jarak antar kuda-kuda 250 cm)...72 Tabel 4.17 Hasil uji tarik baja ringan...73 Tabel 4.18 Hasil uji tekan komposit Lk=200 mm...74 Tabel 5.1 Beban dan lendutan (maksimum, lendutan ijin), kombinasi beban..91 Tabel 5.2 Perbandingan beban maksimum antara hasil eksperimen dengan analisis numerik...93 Tabel 5.3 Perbandingan hasil pengujian dan analisis numerik...93 Tabel 5.4 Perbandingan beban-defleksi teoritis, eksperimen dan ABAQUS...98 Tabel 5.5 Perhitungan berat total kuda-kuda komposit... 105 Tabel 5.6 Berat material penyusun kuda-kuda... 105 Tabel 5.7 Biaya pembuatan struktur kuda-kuda... 107 Tabel 5.8 Efektifitas struktur kuda-kuda... 109 x

DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Grafik perbandingan tegangan-regangan hot-rolled steel dan coldformed steel...6 Gambar 2.2 Komposit profil baja ringan-kayu...9 Gambar 2.3 Proses pengerjaan balok komposit baja-kayu...10 Gambar 2.4 Hasil pengujian tekan baja ringan dan komposit...11 Gambar 2.5 Pengujian sambungan komposit dengan pelat baja dan plywood..12 Gambar 2.6 Struktur kuda-kuda baja ringan bentang 6 meter...15 Gambar 2.7 Struktur kuda-kuda baja ringan bentang 8 meter...15 Gambar 2.8 Kuda-kuda komposit baja ringan dengan pengisi mortar ringan serbuk kayu pada semua batang...17 Gambar 3.1 Kolom Euler...19 Gambar 3.2 Tekuk lokal balok dan kolom...20 Gambar 3.3 Konsep lebar efektif penampang cold-formed...21 Gambar 3.4 Bentuk-bentuk elemen pengaku dan pengaku...22 Gambar 3.5 Elemen dengan pengaku yang menerima tegangan tekan merata.23 Gambar 3.6 Elemen efektif dan tegangan pada elemen efektif...25 Gambar 3.7 Penampang simetris ganda dan penampang simetris tunggal...29 Gambar 3.8 Penampang simetris titik...29 Gambar 3.9 Penampang nonsimetris (asimetris)...30 Gambar 3.10 Hubungan perilaku struktur dan cara analisis...41 Gambar 3.11 Geometri Nonlinier...43 Gambar 3.12 Tegangan-regangan material...43 Gambar 4.1 Diagram alir penelitian...45 Gambar 4.2 Profil Z dan C baja ringan...47 Gambar 4.3 Sekrup diameter 4 mm panjang 40 mm dan 20 mm...48 Gambar 4.4 Baut diameter 8 mm...48 Gambar 4.5 Self Drilling Screw (SDS)...49 Gambar 4.6 Pelat sambung baja tebal 2 mm...49 Gambar 4.7 Perletakan rol...50 xi

Gambar 4.8 Perletakan sendi...50 Gambar 4.9 LVDT dan magnetic handle...51 Gambar 4.10 Letak LVDT pada tumpuan rol...51 Gambar 4.11 Letak LVDT pada tengah bentang...52 Gambar 4.12 Data logger...52 Gambar 4.13 Keranjang beban...53 Gambar 4.14 Planar...54 Gambar 4.15 Mesin pemotong kayu...54 Gambar 4.16 Penampang komposit profil Z dengan shear connector jarak horisontal 10 cm, vertikal 3 cm dan penampang komposit profil C dengan shear connector jarak horisontal 10 cm, vertikal 2 cm...55 Gambar 4.17 Pembebanan pada benda uji...60 Gambar 4.18 Penampang transformasi profil Z terhadap sumbu X dan Y...62 Gambar 4.19 Penampang transformasi profil C terhadap sumbu X dan Y...62 Gambar 4.20 Transformasi batang komposit profil Z dan transformasi batang komposit profil C...65 Gambar 4.21 Beban-beban yang bekerja pada struktur Truss...67 Gambar 4.22 Hubungan tegangan-regangan baja ringan...73 Gambar 4.23 Hubungan tegangan-regangan komposit Lk=200 mm...74 Gambar 4.24 Benda uji truss komposit dan detail...76 Gambar 4.25 Benda uji truss komposit...77 Gambar 4.26 Benda uji truss baja ringan dan detail...78 Gambar 4.27 Benda uji truss baja ringan satu kuda-kuda...78 Gambar 4.28 Benda uji truss baja ringan dua kuda-kuda...79 Gambar 4.29 Perakitan kuda-kuda dan pengeboran pelat sambung...80 Gambar 4.30 Setting kuda-kuda dan LVDT...80 Gambar 4.31 Kuda-kuda baja ringan...81 Gambar 4.32 Setup pengujian...82 Gambar 5.1 Hubungan beban dan panjang baja ringan...85 Gambar 5.2 Hubungan beban dan panjang komposit...86 Gambar 5.3 Hubungan beban-lendutan hasil pengujian truss...87 xii

Gambar 5.4 Hubungan beban dan defleksi kuda-kuda komposit...88 Gambar 5.5 Hubungan beban dan defleksi kuda-kuda baja ringan (dua kudakuda)...89 Gambar 5.6 Hubungan beban dan defleksi kuda-kuda baja ringan (satu kudakuda)...90 Gambar 5.7 Respon Struktur Kuda-kuda Komposit dengan ABAQUS...94 Gambar 5.8 Hubungan beban dan defleksi kuda-kuda komposit dengan ABAQUS...95 Gambar 5.9 Respons struktur kuda-kuda Baja Ringan dengan ABAQUS...95 Gambar 5.10 Hubungan beban dan defleksi kuda-kuda baja ringan dengan ABAQUS...96 Gambar 5.11 Perbandingan beban dan defleksi kuda-kuda komposit hasil eksperimen, analisis dengan ABAQUS dan teoritis...97 Gambar 5.12 Perbandingan beban dan defleksi kuda-kuda baja ringan hasil eksperimen, analisis dengan ABAQUS dan teoritis...97 Gambar 5.13 Deformasi pada saat pengujian struktur kuda-kuda komposit...99 Gambar 5.14 Kegagalan tekuk batang tekan truss komposit... 100 Gambar 5.15 Kegagalan tekuk pada batang tekan truss baja ringan... 101 Gambar 5.16 Kegagalan tekuk pada batang tekan rangka kuda-kuda baja ringan (satu kuda-kuda)... 102 Gambar 5.17 Kegagalan tekuk pada batang tekan dan tumpuan rangka kuda-kuda baja ringan (dua kuda-kuda)... 103 Gambar 5.18 Perbandingan berat struktur kuda-kuda... 106 xiii

DAFTAR PERSAMAAN Persamaan (3.1) Beban kritis Euler...19 Persamaan (3.2) Tegangan kritis Euler...19 Persamaan (3.5) Faktor lebar efektif...22 Persamaan (3.6) Rasio kelangsingan (λ)...22 Persamaan (3.7) Tegangan tekuk elastik pelat...22 Persamaan (3.22) Faktor kelangsingan...24 Persamaan (3.23) Gaya aksial tekan desain dari Ns...25 Persamaan (3.24) Gaya aksial tekan desain dari Nc...25 Persamaan (3.27) Kelangsingan nondimensional...26 Persamaan (3.28) Tegangan tekuk lentur elastis (foc)...26 Persamaan (3.31) Tegangan tekuk lentur elastis (foxz)...27 Persamaan (3.32) Tegangan tekuk lentur elastis (fox)...28 Persamaan (3.33) Tegangan tekuk lentur elastis (foz)...28 Persamaan (3.34) Radius girasi polar penampang...28 Persamaan (3.36) Gaya aksial tarik desain...30 Persamaan (3.40) Gaya tumpu desain sekrup...32 Persamaan (3.48) Gaya geser desain baut...34 Persamaan (3.51) Mode kelelehan Is...36 Persamaan (3.52) Mode kelelehan IIIs...36 Persamaan (3.54) Mode kelelehan IV...36 Persamaan (3.55) Aliran geser...37 Persamaan (3.56) Jarak longitudinal sekrup ( s )...37 Persamaan (3.57) Rasio modular...39 Persamaan (3.58) Momen inersia penampang transformasi...39 Persamaan (3.59) Beban hujan...40 Persamaan (3.60) Vektor gaya luar...42 xiv