ABSTRACT. Keywords : Sago, Farmers Group Dynamics

dokumen-dokumen yang mirip
Indonesian Journal of Agricultural Economics (IJAE)

ABSTRACT. Keywords: Perceptions, Agricultural Extension Field, Farmers, The Importance of Role Extension

MOTIVASI PETANI UNTUK BERGABUNG DALAM KELOMPOK TANI DI DESA PAGARAN TAPAH KECAMATAN PAGARANTAPAH DARUSSALAM KABUPATEN ROKAN HULU

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI PETANI DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI PADI DI DESA BUNGARAYA KECAMATAN BUNGARAYA KABUPATEN SIAK

ADOPSI INOVASI PETANI KELAPA SAWIT RAKYAT TERHADAP PUPUK KOMPOS BIOTRIKOM DI DESA RANTAU BAIS KECAMATAN TANAH PUTIH KABUPATEN ROKAN HILIR

MOTIVASI PETANI KAKAO BERGABUNG DALAM KELOMPOK TANI DI KELURAHAN KAPALO KOTO KECAMATAN PAYAKUMBUH SELATAN (Studi Kasus Kelompok Tani Tanjung Subur)

DINAMIKA KELOMPOKTANI KELAPA SAWIT POLA SWADAYA DI KECAMATAN BAGAN SINEMBAH KABUPATEN ROKAN HILIR

PENYULUHAN DAN KEBERDAYAAN PETANI KARET POLA SWADAYA DI KECAMATAN KELAYANG KABUPATEN INDRAGIRI HULU

BAB III METODE PENELITIAN

PERSEPSI DAN DINAMIKA KELOMPOK PENGRAJIN DALAM PENGEMBANGAN USAHA AGROINDUSTRI BERBASIS NENAS DI DESA KUALU NENAS KECAMATAN TAMBANG KABUPATEN KAMPAR

KAJIAN PEMBINAAN KELOMPOKTANI MELALUI PROGRAMA PENYULUHAN DI DESA BUKIT BATU KECAMATAN BUKIT BATU KABUPATEN BENGKALIS

Farmers Group Dynamics Dumbo Catfish (Clarias Geriepenus) In The Hangtuah Village Of Perhentian District Kampar Regency Riau Province ABSTRACT

ANALISIS DINAMIKA KELOMPOKTANI KARET (Hevea brasiliensis) DI KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR KABUPATEN KAMPAR

ANALISIS PELAKSANAAN DAN KOMPETENSI PENYULUH PERTANIAN DI KECAMATAN LANGGAM KABUPATEN PELALAWAN

Hubungan antara Dinamika Kelompok dengan Keberdayaan Peternak Ade Triwahyuni

ADOPSI INOVASI PETANI KELAPA SAWIT TERHADAP SISTEM INTEGRASI SAPI KELAPA SAWIT (SISKA) DI KABUPATEN PELALAWAN

PERSEPSI PETANI TERHADAP KINERJA UED-SP DHARMA BAKTI DESA GABUNG MAKMUR KECAMATAN KERINCI KANAN KABUPATEN SIAK

PERAN KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI SWADAYA KELAPA SAWIT DI DESA BUKIT LINGKAR KECAMATAN BATANG CENAKU KABUPATEN INDRAGIRI HULU

ANALISIS DINAMIKA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN HIAS AIR TAWAR DI KOTA PEKANBARU PROVINSI RIAU


III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN

ANALYSIS OF CONSUMER PURCHASE DECISION ROASTED CORN IN THE CITY OF PEKANBARU

Fishermen's Perceptions About Business Fishing in The Kepenghuluan Parit Aman Bangko Subdistrict Rokan Hilir District Riau province ABSTRACT

PERSEPSI PELAYANAN TERHADAP PARTISIPASI ANGGOTA KUD LEMBAH SAWIT DI DESA SIALANG BARU KECAMATAN LUBUK DALAM KABUPATEN SIAK

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG DI DESA LABUAN TOPOSO KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA

PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian

METODOLOGI KAJIAN. deskriptif dengan survey. Menurut Whitney (1960) dalam Natsir (1999), metode

PERAN PENYULUHAN DALAM PEMBERDAYAAN PETANI KELAPA SAWIT POLA SWADAYA DI KABUPATEN KAMPAR

DINAMIKA KELOMPOK TANI TERNAK SAPI LM3 DI DESA PINAPALANGKOW KECAMATAN SULUUN TARERAN

PERSEPSI PETANI TERHADAP PERAN KELEMBAGAAN PENYULUHAN DALAM MENDUKUNG SISTEM INTEGRASI DI KECAMATAN KERUMUTAN KABUPATEN PELALAWAN

KORELASI SIKAP PETANI PLASMA KELAPA SAWIT TERHADAP PELAYANAN KOPERASI UNIT DESA DI KABUPATEN LAMANDAU. Trisna Anggreini 1)

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Bangunjiwo, Tirtonirmolo, Tamantirto dan Ngetisharjo dan Kecamatan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. No.103, Pekanbaru. Adapun waktu penelitian ini dilaksanakan yaitu pada bulan

FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU

BAB III METODE PENELITIAN

Kontribusi Pendapatan Buruh (Lisna Listiani)

KEMAMPUAN KELOMPOKTANI DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN SAYURAN DI KELURAHAN SIDOMULYO BARAT KECAMATAN TAMPAN KOTA PEKANBARU

PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOKTANI DALAM PENYUSUNAN RENCANA DEFINITIF KELOMPOK/RENCANA DEFINITIF KEBUTUHAN KELOMPOK

Analisis Pemasaran Kakao Pola Swadaya di Desa Talontam Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Asahan, untuk melihat kajian secara

MODAL SOSIAL DAN KEBERDAYAAN KELOMPOKTANI PADI DI KECAMATAN BUNGA RAYA KABUPATEN SIAK

PENGELUARAN RUMAH TANGGA PETANI KARET DI DESA PULAU JAMBU KECAMATAN KUOK KABUPATEN KAMPAR

MOTIVASI DAN KINERJA PENYULUH TERHADAP PETANI KARET DI KABUPATEN KAMPAR

BAB III METODE PENELITIAN

PERSEPSI PETANI TERHADAP ALIH FUNGSI LAHAN PADI SAWAH MENJADI LAHAN HORTIKULTURA DAN JAGUNG DI DESA BARUARA KECAMATAN BALIGE KABUPATEN TOBA SAMOSIR

Evaluasi petani terhadap program siaran pedesaan Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai sumber informasi pertanian di kota Surakarta

BAB III METODE PENELITIAN. Sedangkan waktu penelitian ini di mulai Pada tanggal 07 Januari 2014 sampai 07

EFEKTIVITAS PROGRAM SRI

JIIA, VOLUME 3 No. 3, JUNI 2015

BAB III METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2016.

PROSES KLIENTISASI PETANI DAN PEDAGANG DI DUSUN AROA DESA KATALOKA KECAMATAN PULAU GOROM KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR

ABSTRACT. Keywords: Marketing, Channel Marketing, Margin, Copra

CURAHAN WAKTU KERJA DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN WANITA KELUARGA PETANI KELAPA SAWIT POLA PLASMA DI DESA SARI GALUH KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR

III. METODE PENELITIAN. A. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel. variabel X yang akan diukur untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan

logo lembaga Kode Judul X.303 Idawanni, SP KAJIAN IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT KARET RAKYAT DI KABUPATEN ACEH BARAT PROVINSI ACEH

TINGKAT PARTISIPASI PETANI DALAM KELOMPOK TANI PADI SAWAH TERHADAP PROGRAM SEKOLAH LAPANG PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SL-PTT)

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Akhir yang berjudul Analisis Product Positioning Pada Clothing Arena

ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA KARAWANA KECAMATAN DOLO KABUPATEN SIGI

ANALISIS MODAL SOSIAL PADA KEBERDAYAAN PETANI KARET (Studi Kasus Petani Karet Di Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi)

HUBUNGAN DINAMIKA GAPOKTAN DENGAN KEBERHASILAN PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN

PERSEPSI PENYULUH TERHADAP PENTINGNYA PERAN PENYULUHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR KABUPATEN KAMPAR

RESPON PETANI TERHADAP KEGIATAN MODEL DESA KONSERVASI (MDK) DI KAWASAN TAMAN BURU MASIGIT KAREUMBI

I. PENDAHULUAN. empiris, baik pada kondisi ekonomi normal maupun pada saat krisis. Peranan pokok

KAJIAN KARAKTERISTIK PETANI KARET ACEH DALAM MENENTUKAN PILIHAN KELEMBAGAAN TATANIAGA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam menunjang

III. METODE PENELITIAN. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Daerah

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang berusaha menjawab dan menganalisa Faktor- faktor

SIKAP PETANI TERHADAP PROGRAM PENCETAKAN SAWAH BARU DI KELURAHAN SIMPANG KECAMATAN BERBAK KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR

KERAGAAN PRODUKTIFITAS BEBERAPA KLON UNGGUL KARET RAKYAT DI PROPINSI BENGKULU. Some variability Productivity Superior Rubber Clone People in Bengkulu

ANALISIS EFISIENSI SALURAN PEMASARAN BAHAN OLAHAN KARET RAKYAT (BOKAR) LUMP MANGKOK DARI DESA KOMPAS RAYA KECAMATAN PINOH UTARA KABUPATEN MELAWI

BAB III METODE PENELITIAN. sampai 20 Februari Alasan penulis melakukan penelitian di Puskesmas

PERAN PENYULUHAN DALAM PEMBERDAYAAN PETANI KELAPA SAWIT POLA SWADAYA DI KECAMATAN TAMBUSAI UTARA KABUPATEN ROKAN HULU

(PERFORMANCE ANALYSIS OF FARMER GROUP AND ITS RELATIONSHIP WITH HOUSEHOLD FOOD SECURITY LEVEL (CASE STUDY IN RASANAE TIMUR SUBDISTRICT BIMA CITY)

Perilaku Petani Terhadap Program Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Agribisnis Peternakan

ANALISIS KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ABSTRACT. Hendra Saputra 1) dan Jamhari Hadipurwanta 2) ABSTRAK

BAB II METODE PENELITIAN. mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. 48 penelitian ini

ANALISIS KELAYAKAN USAHA TAMBAK BANDENG DI DESA DOLAGO KECAMATAN PARIGI SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG

PARTISIPASI PETANI DALAM PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT (Kasus di Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga Provinsi Jawa Tengah) AMIN FAUZI

III. METODE PENELITIAN

PENGUATAN PERAN LEMBAGA KELOMPOK TANI DALAM PENGEMBANGAN USAHA TANI KOPI RAKYAT

KATA KUNCI: PUAP, Dinamika Organisasi dan Karakteristik Sosial Ekonomi Pertanian

III. METODE PENELITIAN. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu

DINAMIKA KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN MAWAR DI KECAMATAN BERINGIN KABUPATEN DELI SERDANG PROVINSI SUMATERA UTARA

Transkripsi:

ANALISIS DINAMIKA KELOMPOKTANI SAGU DI DESA LUKUN KECAMATAN TEBING TINGGI TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI ANALYSIS DYNAMIC OF FARMERS GROUP SAGO IN THE VILLAGE OF LUKUN DISTRICTS TEBING TINGGI TIMUR DISTRICT MERANTI Febri Adi Sinaga 1, Rosnita 2, Eri Sayamar 2 Agribusiness Department Faculty of Agriculture UR JL. HR. Soebrantas. Km 12. Kode Pos 28293, Pekanbaru Adi_f26@yahoo.com 081360449844 ABSTRACT The purpose of this study is : The level dynamics of sago farmers' groups in the village Lukun districts Tebing Tinggi Timur district Meranti. This study uses survey. This research was conducted in the village Lukun districts Tebing Tinggi Timur district Meranti starting from April to July 2016. Making a total of 55 people were taken by sago farmers with Purpossive Sampling. Analysis of the data used are Skala Likert Analysis. These results indicate that : The level of farmer group dynamics sago in the village Lukun districts Tebing Tinggi Timur in the category medium with a score average 3,06. Keywords : Sago, Farmers Group Dynamics PENDAHULUAN Latar Belakang Pertanian merupakan sektor primer dalam perekonomian Indonesia artinya pertanian merupakan sektor utama yang menyumbang hampir dari setengah perekonomian. Subsektor perkebunan menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam pertanian salah satunya ialah perkebunan sagu (Metroxylon sp). Sagu (Metroxylon sp) sebagai salah satu tumbuhan palem yang tumbuh di daerah tropik basah, memiliki multifungsi dalam kehidupan masyarakat. Potensi produksi sagu nasional berkisar antara 7,3 juta sampai 15 juta ton pertahun. Perkebunan sagu di Kepulauan Meranti telah menjadi sumber penghasilan utama hampir 20 persen masyarakat Kepulauan Meranti. Produksi sagu (tepung sagu) di Kepulauan Meranti pertahun mencapai 440.309 Ton. Produktivitas lahan sagu per tahun dalam 1. Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau 2. Dosen Fakultas Pertanian Universitas Riau 1

menghasilkan tepung sagu di Kepulauan Meranti mencapai 9,89 ton/ha (BPMPD Riau, 2015). Kecamatan Tebing Tinggi Timur merupakan kecamatan yang memiliki areal perkebunan sagu terluas di Kabupaten Meranti dengan luas lahan 4797,8 ha dan memiliki produktivitas tertinggi yaitu 71.514 Ton per tahun (Dinas Kehutanan dan Perkebunan Meranti, 2014). Potensi ini masih bisa dikembangkan lagi melalui pembinaan dan pengembangan petani sagu oleh pihak yang terkait seperti penyuluh, kelompoktani maupun instansi terkait. Peningkatan kemampuan kelompoktani akan terwujud berdasarkan bagaimana kelompok itu mencapai tujuannya. Apakah kelompok yang dibina memiliki tingkat kedinamisan yang tinggi atau cenderung rendah. Dinamika kelompok merupakan situasi dan kondisi yang menentukan perilaku anggota dan kelompok yang menyebabkan gerak perubahan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Dinamika dan kemampuan kelompoktani yang baik akan menghasilkan kondisi yang baik bagi kelompoktani, dan kondisi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas perkebunan sagu di Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Kemampuan dan kedinamisan kelompoktani akan sangat ditentukan oleh faktor internal dan eksternal dari petani sagu. Analisis hubungan faktor internal dan eksternal petani sagu terhadap kedinamisan dan kemampuan kelompoktani akan memberikan informasi faktor internal apa saja yang dapat mempengaruhinya dan juga faktor eksternal apa saja yang dapat mempengaruhi kedinamisan dan kemampuan kelompoktani. Untuk itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul ANALISIS DINAMIKA KELOMPOKTANI SAGU DI DESA LUKUN KECAMATAN TEBING TINGGI TIMUR KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI penelitian diharapkan mampu memberikan masukan bagi petani sagu dan organisasi yang berkecimpung dalam pertanian sagu, sehingga petani sagu akan memiliki kemampuan dalam mengolah usahatani sagu. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti. Desa yang menjadi tujuan penelitian adalah desa Lukun. Alasan pemilihan lokasi di desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur adalah berdasarkan pertimbangan bahwa desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur merupakan kecamatan yang mempunyai perkebunan sagu terluas di Kabupaten Meranti. Kegiatan penelitian ini dimulai dari bulan April 2016 sampai dengan Juli 2016 meliputi, survei lapangan, pengumpulan data, pengolahan data dan penyusunan proposal hingga penulisan skripsi. Metode Pengambilan Sampel Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode survei ini diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai fakta yang terjadi dilapangan dengan cara melakukan penarikan sampel untuk mewakili populasi. Dalam penentuan responden digunakan key informan dan sampel. Data key informan digunakan sebagai informasi terbuka dan konfirmasi terhadap data yang akan dianalisis. Yang menjadi key informan adalah 2

pimpinan balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan. Populasi penelitian adalah kelompoktani yang ada di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Jumlah kelompoktani yang ada di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur adalah 2 kelompok dengan jumlah petani sebanyak 55 orang petani. 2 kelompoktani tersebar di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur. Pengambilan kelompok dilakukan dengan cara Purposive Sampling (pengambilan sampel secara sengaja) yaitu dua kelompoktani yang ada di desa Lukun. Metode Pengambilan Data. 1. Wawancara sistematis dengan berpedoman pada kuesioner yang merupakan serangkaian daftar pertanyaan yang disusun secara sistematis sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai. 2. Observasi Langsung, merupakan pengamatan yang dilakukan secara langsung pada objek yang diobservasi, yang berhubungan dengan penerapan adat istiadat serta bagaimana tingkat pendapatan petani, masalah peningkatan pendapatan petani serta bagaimana pengaruh budaya lain masuk dalam lingkungan masyarakat sekitar. 3 Dokumentasi yaitu data yang didapatkan melalui catatan, foto-foto, data, laporan, rekaman yang berkaitan dengan masalah penelitian. Metode Analisis Data Skala Likert Rentang skala pada penelitian ini dihitung sebagai berikut Sehingga diperoleh rentang skala Tingkat Motivasi petani padi sebagai berikut: Skala Likert Menjawab tujuan penelitian menganalisis dinamika kelompoktani di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur dilakukan analisis dengan alat ukur Skala Likert s Summated Rating (SLR). Menurut Sugiyono (2006), skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Penelitian gejala sosial telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Nilai skala jawaban tertutup dari responden dibuat dalam bentuk pernyataan positif (jawaban yang diharapkan) diberi nilai 5 hingga pernyataan negatif (jawaban yang tidak diharapkan) diberi nilai 1. Dari total nilai pokok skala yang dikelompokkan menjadi lima kategori persepsi dapat dihitung dengan menggunakan rumus: Nilai variabel = Jumlah pertanyaan x nilai skala Jumlah pertanyaan Besar kisaran kategori = Nilai maksimum Nilai minimum 0,01 Jumlah kategori Jumlah pertanyaan untuk mengetahui sejauh mana peran penyuluhan dan tingkat keberdayaan petani sagu dalam kegiatan usahatani sagu secara keseluruhan yaitu (30) Nilai maksimum = 30 5 = 5 30 Nilai minimum = 30 1 = 1 30 pertanyaan, nilai tertinggi (5), dan nilai terendah (1), sehingga didapat perhitungan kisarannya sebagai berikut: 3

Besar kisarannya = 5 1 0,01 = 0,79 5 Berdasarkan kisaran diatas, maka tingkatan untuk menganalisis tingkat dinamika kelompoktani di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur dibagi lima bagian. Tiap pertanyaan dari variabel menggambarkan nilai skor jawaban. Masing-masing variabel diberi nilai skor yang berkisar 1 sampai dengan 5. Penentuan skor variabel dapat dilihat pada Tabel 1berikut ini. Tabel 1. Skor persepsi jawaban responden tentang dinamika kelompoktani Skor persepsi atau minat jawaban responden Variabel Kategori Skor Rentang skala Pendapat Sangat rendah (SR) 1 1,00 1,79 Rendah (R) 2 1,80 2,59 Sedang (S) 3 2,60 3,39 Tinggi (T) 4 3,40 4,19 Sangat Tinggi (ST) 5 4,20 5,00 HASIL DAN PEMBAHASAN Dinamika Kelompoktani Mengetahui seberapa besar dinamika kelompoktani sagu di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur dapat di lihat pada Tabel 2 berikut ini. Tabel 2. Dinamika kelompoktani sagu di Kecamatan Tebing Tinggi Timur No Variabel Skor Keterangan 1 Tujuan Kelompok 3,07 Sedang (S) 2 Struktur Kelompok 3,30 Sedang (S) 3 Fungsi Tugas 3,29 Sedang (S) 4 Pembinaan dan Pengembangan Kelompok 3,40 Tinggi (T) 5 Kekompakan Kelompok 3,35 Sedang (S) 6 Suasana Kelompok 3,48 Tinggi (T) 7 Keefektifan Kelompok 3,03 Sedang (S) 8 Tekanan Kelompok 2,23 Rendah (R) 9 Maksud Terselubung 2,43 Rendah (R) Rata-rata 3,06 Sedang (S) Data pada Tabel 2 diatas menunjukkan bahwa rata-rata yang terdiri dari beberapa variabel dinamika yaitu Tujuan Kelompok, Struktur Kelompok, Fungsi Tugas, Pembinaan dan Pengembangan Kelompok, Kekompakan Kelompok, Suasana Kelompok, Keefektifan Kelompok, Tekanan Kelompok, Maksud Terselubung. Dinamika kelompoktani di desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur dalam kategori Sedang dengan nilai skor 3,06 dapat diartikan bahwa kelompoktani sudah meningkatkan nilai kerjasama antar kelompok, membangun kelompok menjadi lebih maju, dan memiliki kerjasama yang baik antar sesama anggotanya. Nilai tertinggi pada variabel Dinamika kelompok terdapat di subvariabel Suasana Kelompok yang di kategorikan Tinggi dengan nilai skor 3,48. Dalam hal ini kelompoktani di desa Lukun telah menjalankan musyawarah yang baik, anggota kelompok saling memberikan ide dan saran saat 4

berdiskusi. Tidak jarang juga situasi memanas namun mampu dikendalikan oleh pengurus maupun anggota itu sendiri. Nilai tertinggi berikutnya adalah pada sub variabel pembinaan dan Pengembangan Kelompok yang dikategorikan Tinggi dengan nilai skor 3,40. Nilai sub variabel lainnya berada pada kategori Sedang dengan nilai skor sebagai berikut, Keefektifan Kelompok nilai skor 3,03, Tujuan Kelompok dengan nilai skor 3,07, Fungsi Tugas nilai skor 3,29, Struktur Kelompok dengan nilai skor 3,30 dan Kekompakan Kelompok dengan nilai skor 3,35. Nilai terendah pada variabel Dinamika kelompok terdapat di subvariabel Tekanan Kelompok yang di kategorikan Rendah dengan nilai skor 2,23. Artinya dalam kelompoktani ini semua anggota merasa nyaman dan tidak merasa tertekan. Semua anggota saling menghargai hak masing-masing anggota, sehingga anggota kelompoktani di desa Lukun merasa bebas memberikan pendapat tanpa ada tekana baik dari kepengurusan dan angota lainnya. Dan sub variabel lain yang berada pada kategori Rendah yaitu Maksud Terselubung dengan nilai skor 2,43. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dengan analisis hasil dan pembahasan yang telah dilakukan di desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur dapat disimpulkan bahwa: 1. Tingkat dinamika kelompoktani sagu di desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur secara keseluruhan tergolong dalam kategori Sedang dengan nilai skor 3,06. Dinamika kelompoktani berjalan dengan baik, hal ini sepadan dengan adanya kelompoktani yang telah mengikuti kegiatan usahatani sagu diluar dari pada desa Lukun. Dalam peningkatan dinamika kelompok diharapkan peran aktif dari penyuluh lapangan. Meskipun rataan tingkat pendidikan anggota kelompoktani masih tergolong rendah, namun pengurus kelompok mampu untuk mengembangkan sikap anggota untuk bersaing dengan petani sagu lainnya yang diluar daerah Lukun. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah dirumuskan dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. Pembinaan kelompoktani di desa Lukun masih dirasakan kurang, sehingga masih dibutuhkan perran aktif juga dari penyuluh lapangan. Peran pemerintah dalam mendukung sagu nasional seharusnya cepat tanggap dalam permasalaha yang dirasakan oleh masyarakat yang menggantungkan hidup pada tanaman sagu, mulai dari pemasaran serta penanganan hasil olahan sagu yang baik dan benar. 2. Ketergantungan petani pada pemodal yang non formal juga menjadi kendala besar. Sistem peminjaman izon (meminjam uang dengan jaminan surat tanah) masih berjalan di desa Lukun. Jika petani mengalami kesulitan ekonomi maka lahan mereka akan menjadi jaminannya. Diharapkan pemerintah setempat membangun sumber modal yang formal ataupun pro dengan petani sagu. DAFTAR PUSTAKA Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa. 2015.Pemberdayaan Petani Sagu Kabupaten Meranti. 5

www.bpmpd.riau.go.id.(diakses 9 Desember 2015) BP3K Kecamatan Cipeucang. 2013. Peran dan Fungsi Kelompoktani. http://bp3kkecamatancipeucang.bl ogspot.com/2013/07/peran-danfungsikelompok-tani.html. Diakses 9 Desember 2015. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Meranti. 2014. Data luasan dan jumlah kelompok tani sagu di Kaupaten Meranti. Meranti. 2014. Sugiyono 2007. Statistik untuk Penelitian, Jakarta, Alfabeta. 6