BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan, 2007), hal 1. 2 Tim Pengembang Kurikulum, Panduan KTSP,( Jakarta: Depag, 2007), hal. 31.

BAB I PENDAHULUAN. peranan yang sangat penting. Guru tidak hanya dituntut untuk memiliki

BAB I PENDAHULUAN. membangun banyak ditentukan oleh kemajuan pendidikan. secara alamiah melalui pemaknaan individu terhadap pengalaman-pengalamannya

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia tahun 1945, berfungsi mengembangkan kemampuan dan. Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,

BAB I PENDAHULUAN. peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan. mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan Sistem

BAB I PENDAHULUAN. peserta didik. Meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancang dan

BAB I PENDAHULUAN. merubah dirinya menjadi individu yang lebih baik. Pendidikan berperan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu pilar dalam kemajuan bangsa, dan

BAB I PENDAHULUAN. sampai mencapai kedewasaan masing-masing adalah pendidikan. Pengalaman

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

pengetahuan dan teknologi perlu adanya pembaharuan dalam sistem pendidikan secara terarah dan terencana maka Undang-Undang Republik Indonesia No 20

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. dari segi intelektual maupun kemampuan dari segi spiritual. Dari segi

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan juga berimplikasi besar terhadap kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu

BAB I PENDAHULUAN. berkala agar tetap relevan dengan perkembangan jaman. pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. 2003), (Jakarta: Sinar Grafika, 2009), hlm Undang-undang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional) (UU RI No.

SANTI BBERLIANA SIMATUPANG,

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SKI MATERI POKOK KEPRIBADIAN NABI SAW DENGAN STRATEGI INFORMATION SEARCH

BAB I PENDAHULUAN. sangat dianjurkan pelaksanaannya oleh Allah SWT. Islam juga memerintah

BAB I PENDAHULUAN. manusia (SDM) yang berdaya tahan kuat dan perilaku yang handal. Kualitas. oleh sumber daya alamnya saja, melainkan SDM-nya juga.

BAB I PENDAHULUAN. yang tidak kalah pentingnya, termasuk di dalamnya belajar Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya kebijakan dari pemerintah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. kepribadian dan kemampuan menuju kedewasaan serta pembentukan manusia

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Suatu proses pendidikan tidak lepas dari Kegiatan Belajar Mengajar

BAB I PENDAHULUAN. proses optimalisasi yang memerlukan waktu serta tahapan-tahapan tertentu. yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan berprestasi.

BAB I PENDAHULUAN. dalam keluarga, masyarakat, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara. Maju

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Tujuan pendidikan Islam menurut Suyanto (2008: 83) adalah terbentuknya

BAB I PENDAHULUAN. sengaja, teratur dan berencana dengan maksud mengubah atau

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. tercapainya suatu tujuan Pendidikan Nasional. bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tersebut.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2009, hlm

BAB I PENDAHULUAN. hidup yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan individu.

PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. meneruskannya dari generasi ke generasi, akan tetapi diharapkan dapat mengubah

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. nasional adalah pembangunan di bidang pendidikan yang bertujuan untuk

BAB I PENDAHULUAN. sebagai pribadi maupun bagian dari masyarakat serta memiliki nilai-nilai moral

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Guru merupakan pendidik di sekolah yang menjalankan tugas

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah segala usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, sekolah,

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan harus berlangsung secara berkelanjutan. Dari sinilah kemudian muncul istilah

BAB I PENDAHULUAN. Nasional, (Jakarta: CV. Mini Jaya Abadi,2003), hlm Pasal 3 Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan menjadi hal yang sangat penting bagi suatu bangsa, dikatakan

BAB I PENDAHULUAN. belum lagi ditemukan pada saat arus globalisasi dan Era pasar bebas terus

BAB I PENDAHULUAN. Islam yang akan menjadikan pendidikan berkualitas, individu-individu yang

BAB I PENDAHULUAN. Implementasi Kurukulum 2013 Pada Pembelajaran PAI Dan Budi Pekerti

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah modal utama bagi suatu bangsa dalam upaya meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. bangsa dan bertujuan untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang positif bagi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang sedang berkembang, maka pendidikan

BAB 1 PENDAHULUAN. yang sangat penting dalam kehidupan manusia baik individu, maupun sebagai anggota

BAB I PENDAHULUAN. interaksi positif antara anak didik dengan nilai-nilai yang akan

BAB I PENDAHULUAN. Hal ini disebabkan karena segala aktivitas kehidupan manusia membutuhkan

BAB I PENDAHULUAN. memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebersamaan agar dapat

BAB I PENDAHULUAN. yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam pendidikan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. bimbingan atau pertolongan yang diberikan secara sengaja terhadap peserta didik

BAB I PENDAHULUAN. mengalami proses pendidikan yang didapat dari orang tua, masyarakat maupun

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan. melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Oleh karena itu untuk

BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan

BAB I PENDAHULUAN. mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mereka. Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang seiring dengan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan suatu pekerjaan yang sangat kompleks dan

D S A A S R A R & & FU F N U G N S G I S PE P N E D N I D DI D KA K N A N NA N S A I S ON O A N L A

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah salah satu faktor yang yang menentukan keberhasilan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

BAB I PENDAHULUAN Fuad Ihsan, Dasar-dasar Kependidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2003, hlm. 2.

BAB I PENDAHULUAN. Dunia pendidikan saat ini telah menjadi perhatian yang sangat besar

BAB. I. Pendahuluan. Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan. menciptakan pembelajaran yang kreatif, dan menyenangkan, diperlukan

BAB I PENDAHULUAN. Taqwa, (Yogyakarta: Teras, 2012), hlm. 1. Nasional, (Jakarta: Sinar Grafika, 2011), hlm. 7.

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan pendidikan di Sekolah atau lembaga pendidikan formal. Pada umumnya

BAB I PENDAHULUAN. generasi muda yang menjadi perhatian utama adalah masalah pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. negara yang yang demokratis dan bertanggung jawab. 1 Pendidikan merupakan

BAB I PENDAHULUAN. Sekretaris Jenderal MPR-RI, Undang-Undang Dasar 1945, Sekjen MPR-RI, Jakarta, hlm. 5 2

BAB I PENDAHULUAN. serta bertanggung jawab. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun

BAB I PENDAHULUAN. kepribadian baik jasmani maupun rohani ke arah yang lebih baik dalam

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dan Pembukaan UUD 1945 dilatarbelakangi oleh realita permasalahan kebangsaan

BAB I PENDAHULUAN. secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pengertian pendidikan menurut Undang-undang Sistem Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat strategis dalam. pembangunan suatu bangsa. Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. terbentuknya kepribadian yang bulat dan utuh sebagai manusia individual dan

BAB I PENDAHULUAN. bangsa. Pendidikan karakter menjadi fokus pendidikan diseluruh jenjang

BAB I PENDAHULUAN. yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

BAB I PENDAHULUAN. kondisi sosial kultural masyarakat Indonesia( Hamalik, 2001: 1)

BAB I PENDAHULUAN. dijangkau dengan sangat mudah. Adanya media-media elektronik sebagai alat

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kemajuan suatu

BAB I PENDAHULUAN. diharapkan dapat melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas yaitu yang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaannya.

BAB I PENDAHULUAN. menghadapi perkembangan ini dan harus berfikiran lebih maju. Ciri-ciri

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam

BAB I PENDAHULUAN. al-qur an/hadits, Akidah dan Akhlak, Fikih/Ibadah dan Sejarah

BAB I PENDAHULUAN. mencerdaskan kehidupan bangsa juga sekaligus meningkatkan harkat dan. peningkatan kehidupan manusia ke arah yang sempurna.

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu system pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi menejemen pendidikan. pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program wajib belajar 9 tahun. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efiensi menejemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengolahan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. 1 Kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip antara lain yaitu berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. 1 Permendiknas No. 22 Tahun 2006 1

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan mejadi warga Negara yang demokratis dan bertanggung jawab. 2 Oleh karena itu dibutuhkan tenaga pendidik yang mampu mengembangkan prinsip-prinsip kurikulum. Selama ini pembelajaran di MI Kalibening Dukun Magelang masih berpusat pada guru. Pembelajaran dengan metode Konvesional masih diterapkan, peserta didik kurang obyektif dalam pembelajaran. Sehingga hasil belajarpun belum optimal. Pada mata pelajaran SKI di kelas IV semester 1 materi Kepribadian Nabi Muhammad SAW, siswa MI Kalibening Dukun magelang ditahun pelajaran 2008/2009 hasil pelajaran rata-rata 60. Hal ini menuntut profesionalitas seorang guru untuk mendesain suatu pembelajaran sehingga dapat meningkatkan efektifitas dan hasil belajar dari proses pembelajaran. Perubahan diharapkan pada proses pembelajaran sehingga guru sebagai fasilitator dan siswa aktif belajar. Pelaksanaan proses pembelajaran SKI diharapkan menggunakan model pembelajaran yang variatif dan terorientasi konstruktivitas, yang salah satunya dengan Strategi Information Search (Pencarian Informasi). Informasi Search (Pencarian Informasi) yaitu pembelajaran secara berkelompok peserta didik mencari informasi (biasanya tercakup dalam pelajaran) dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada mereka. Strategi ini sangat membantu pembelajaran untuk lebih menghidupkan materi yang dianggap kering. 3 Untuk meningkatkan hasil belajar siswa, penulis berminat dan berkeinginan meneliti sejauh mana UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SKI MATERI POKOK KEPRIBADIAN NABI MUHAMMAD SAW DENGAN Cet.1, hlm, 48 2 Ibid 3 Hisyam Zaeni dkk, Strategi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta:Pustaka Insan Madani, tt), 2

STRATEGI INFORMATION SEARCH (Studi Tindakan Kelas IV MI Kalibening, Dukun, Magelang Tahun Ajaran 2010/2011). B. Penegasan Istilah Penegasan Istilah dalam konteks ini dimaksudkan untuk mencari kesamaan visi dan persepsi serta untuk menghindari distorsi pemahaman. Oleh sebab itu diperlukan beberapa penjelasan tentang istilah dan pembatasan-pembatasan penting yang ada dalam judul skripsi ini. Adapun pembelajaran istilah dari skripsi yang berjudul UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SKI MATERI POKOK KEPRIBADIAN NABI MUHAMMAD SAW DENGAN STRATEGI INFORMATION SEARCH (Studi Tindakan Kelas IV MI Kalibening, Dukun, Magelang Tahun Ajaran 2010/2011) adalah : a. Upaya Upaya adalah usaha (Syarat) untuk menyampaikan suatu maksud ; akal ; ikhtiar : tiada padanya, tak ada akal (usaha, ikhtiar,) padanya. 4 b. Meningkatkan Meningkatkan adalah menaikkan (derajat, taraf, dan sebagainya). 5 c. Presatasi Belajar Prestasi belajar dari bahasa Belanda Prestatie yang berarti hasil yang makskimal. Prestasi menurut WS Winkel berarti bukti keberhasilan usaha yang dapat dicapai. 6 d. SKI SKI yang dimaksud adalah mata pelajaran PAI yang di ajarkan di Madrasah Ibtidaiyah dengan tujuan, ruang lingkup serta SK dan KD yang termuat dalam Standar Isi sesuai dengan Permenag no. 2 tahun 2008 e. Kepribadian Kepribadian adalah materi pembelajaran SKI dengan indikator yang dikembangkan dari Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) 4 W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 2006 5 Ibid 6 Winkel, W.S., Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar, Jakarta : Gramedia, 1986 3

yang termuat dalam Standar Isi sesuai dengan Permenag No. 2 tahun 2008, dengan merujuk pada tujuan dan lingkupnya. f. Strategi Information Search (Mencari Informasi) Strategi Information Search adalah pembelajaran dengan mencari informasi yang dilakukan peserta didik untuk menjawab pertanyaanpertanyaan yang diberikan kepadanya. 7 g. Siswa Kelas IV Adalah siswa belajar kelas (IV) empat yang berjumlah 21 siswa MI Kalibening Dukun Magelang 2010. h. MI Kalibening Dukun Magelang Adalah lembaga pendidikan Swasta yang bernaung dibawah Dikdasmen Desa Kalibening, Kecamatan Dukun, Magelang yang di jadikan objek penelitian oleh penulis. C. Rumusan Masalah Sebagai upaya meningkatkan hasil belajar mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) materi kepribadian Nabi Muhammad SAW di MI Kalibening, Kalibening, Dukun, Magelang menggunakan Strategi Information Search, dengan rumusan masalah : 1. Bagaimana penerapan Strategi Information Search mata pelajaran SKI kelas IV materi kepribadian Nabi Muhammad SAW di MI Kalibening Dukun Magelang tahun 2010? 2. Apakah penerapan Strategi information Search dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran SKI kelas IV materi kepribadian Nabi Muhammad SAW, di MI Kalibening Dukun Magelang pada tahun 2010? D. Tujuan Penelitian Penelitian tindakan berbasis kelas yang akan dilaksanakan ini memiliki tujuan : tt), hlm. 49 7 Hisyam Zaeni, et. al., Strategi Pembelajaran Aktif, (Yogyakarta : Pustaka Ihsan Madani, 4

1. Menerapkan Strategi information search pada mata pelajaran SKI kelas IV materi kepribadian Nabi Muhammad SAW di MI Kalibening Dukun Magelang 2. Meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran SKI Kelas IV materi kepribadian Nabi Muhammad SAW di MI Kalibening Dukun Magelang E. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang hendak dicapai penelitian ini adalah : 1. Bagi peserta didik MI Kalibening Dukun Magelang a. Dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran b. Dapat berpengaruh positif terhadap pencapaian hasil belajar siswa, karena tujuan dari pelaksanaan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) adalah hasil belajar yang optimal. 8 2. Bagi guru MI Kalibening Dukun Magelang a. Meningkatkan kualitas pembelajaran yang menjadi tangung jawabnya Hal ini disebabkan PTK diarahkan untuk meningkatakan kinerja guru, melalui proses pemecahan masalah yang dihadapi ketika guru melakukan proses belajar mengajar. b. Melalui perbaikan dan peningkatan kinerja, maka akan tumbuh kepuasan dan rasa percaya diri yang dapat dijadikan sebagai modal untuk secara terus menerus meningkatkan kemampuan dan kinerjanya. c. Keberhasilan PTK dapat berpengaruh terhadap guru lain. Mereka dapat mencoba hasil penelitian tindakan atau lebih dari itu mereka dapat mencoba ide-ide baru seperti yang dilakukan oleh guru pelaksana PTK d. Dapat mendorong guru untuk memiliki sikap profesional 8 Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta : Kencana, 2009), Cet.2, 35. 5

e. Guru akan selalu mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi 3. Bagi pihak MI Kalibening Dukun Magelang secara umum sebagai usaha dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mata pelajaran SKI baik hasil belajar, maupun aktifivitas belajar 4. Bagi peneliti Untuk mendapatkan bukti hasil pembelajaran mata pelajaran SKI materi kepribadian Nabi Muhammad SAW menggunakan metode information search. F. Kajian penelitian yang relevan Pada dasarnya urgensi kajian penelitian adalah bahan atau kritik terhadap penelitian yang ada, mengenai kelebihan dan kekurangannya, sekaligus sebagai bahan perbandingan terhadap kajian yang terdahulu. Dan untuk menghindari terjadinya pengulangan hasil temuan yang membahas permasalahan yang sama dan hampir sama dari seseorang, baik dalam bentuk skripsi, buku dan dalam bentuk tulisan lainnya, maka penulis akan memaparkan beberapa bentuk tulisan yang sudah ada. Peneliti berpendapat bahwa beberapa tulisan yang peneliti temukan masing-masing menunjukkan perbedaan dari segi pembahasannya dengan skripsi yang akan peneliti susun. Beberapa penelitian yang sudah teruji keahliannya diantaranya meliputi : 1. Penelitian oleh Ismah Farhati dengan NIM 3101423 dari Fakultas Terbiyah Tahun 2006 dengan judul Nilai-nilai kependidikan Kepribadian dalam Al-Quran surat Al-Qashash ayat 77. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan kepribadian yang terkandung dalam surat Al-Qashash ayat 77 dan aktualisasi nilai-nilai dari pendidikan kepribadian dalam Al-Qur an surat Al-Qashash ayat 77 bagi pembentukan kepribadian muslim. 6

Penelitian dengan menggunakan metode pengumpulan data library research (riset kepustakaan) ini, menunjukkan bahwa : Nilai-nilai pendidikan kepribadian yaitu nilai keseimbangan antara kebutuhan rohani dan jasmani. Serta kepribadian muslim merupakan identitas yang dimiliki seseorang sebagai ciri khas dari seluruh tingkah laku secara lahiriyah dan batiniyah. Secara konseptual nilai-nilai pendidikan dalam surat ini dapat diaktualisasikan dalam kehidupan muslim yaitu tertanamnya sikap seseorang dalam memenuhi kebutuhan vertical (terhadap Tuhan) dan horizontal (makhluk-nya). 9 2. Penelitian oleh Eko Purwanto dengan NIM 073 111 348 dari Fakultas Tarbiyah tahun 2008 dengan judul Upaya Efektifitas Pencapaian Tujuan Pembelajaran Fikih tentang jual beli menggunakan strategi Pembelajaran Information Research (Studi di MI Gesing I Temanggung Kelas VI semester II). Hasil penelitian ini menunjukkan keberhasilan pemahaman / penguasaan materi pelajaran fiqih tentang jual beli di MI Gesing 1 Temanggung. Pada siklus II (dua) menunjukkan adanya efektifitas penggunaan strategi information search yang menunjukkan pencapaian tujuan pembelajaran baik adalah 55 %, sedang 40 % dan kurang 5 %. 10 3. Penelitian oleh Mustofiyah dengan NIM 3199178 dari Fakultas Tarbiyah Tahun 2005 dengan judul Metode Pendidikan Akhlak Studi Praktek Paedagogik Nabi Muhammad SAW. 11 Hasil analisis menunjukkan bahwa metode pendidikan merupakan salah satu unsur terpenting dalam pendidikan, sebab metode pendidikan untuk menyampaikan materi pelajaran, khususnya dalam menyampaikan 9 Ismah Farhati, Nilai-nilai Pendidikan Kepribadian dalam Al-Quran, (Semarang : Fakultas Tarbiyah, 2006) 10 Eko Purwanto, Upaya Efektifitas Pencapaian Tujuan Pembelajaran Fikih tentang Jual Beli menggunakan Strategi Pembelajaran Information Research (Semarang, Fakultas Tarbiyah, 2008) 11 Mustofiyah, Metode Pendidikan Akhlak Studi Praktek Paedagogik Nabi Muhammad SAW (Semarang : Fakultas Tarbiyah, 2005) 7

akhlak. Berkaitan dengan hal ini, praktek pendidikan akhlak Nabi Muhammad SAW dapat dilihat dalam kehidupan keluarga dan masyarakatnya. Dalam lingkungan keluarganya, namapak bagaimana Nabi SAW telah melakukan tindakan-tindakan yang adil terhadap istri, anak dan cucunya sehingga belum ada sejarah yang mencatat tentang keburukan Nabi. Kemuliaan akhlak Nabi tidak sekedar di kemukakan pada sahabatnya, istrinya pun mengakui kemuliaan akhlak Rasulullah SAW. Dalam kehidupan masyarakat, Rasul lebih banyak berorientasi pada bentuk bantuan dan pertolongan pada masyarakat yang membutuhkan oleh karena itu untuk mensukseskan usaha dalam menanamkan akhlak mulia itu, Rosulullah SAW menggunakan metode yang variatif, sesuai situasi dan kondisi peserta didiknya, baik berupa metode keteladanan, nasehat, dialog dan peragaan. Dalam lingkungan Rasulullah menerapkan metode keteladanan, pembiasaan dan nasehat bagi istri, anak dan cucunya. Dalam masyarakat menerapkan metode dialog, peragaan dan keteladaan Adapun yang peneliti teliti adalah mengenai kepribadian Nabi Muhammad SAW yang meliputi: Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh alam yang senantiasa menebar kasih sayang untuk alam semesta, sifat dan akhlaqnya yang sempurna. Itu semua karena Allah telah mendidiknya dan membaguskan pendidikannya seperti Firman Allah dalam Al-Qalam : 4 yang artinya Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. Beliau selalu memberikan sentuhan kasih sayang kepada anak-anak, orang tua dengan mencintai dan menyantuni mereka tanpa membedabedakan status yang ada pada mereka. Dengan sifat-sifat mulianya yang meliputi Siddiq, Amanah, Tabliqh dan Fatonah yang dapat kita jadikan suri tauladan dalam kehidupan bersama. 8