BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lalu lintas dalam transportasi dapat diartikan sebagai gerak kendaraan bermotor, kendaraan tidak bermotor, pejalan kaki termasuk subyek di dalam suatu lintasan/jaringan lintasan. Sedangkan jaringan lalu lintas terdiri dari prasarana, bangunan pendukung dan fasilitas pelengkap yang kesemuanya itu bertujuan sebagai wadah di dalam pergerakan lalu lintas. Setiap orang pasti mempunyai harapan dan tujuan untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman, mudah dan ekonomis. Oleh karena itu, hal-hal seperti kecelakaan, kemacetan, ketidakamanan, ketidaknyamanan dan kebisingan, khususnya pada lalu lintas di lingkungan sekolah menjadi perhatian khusus dari masyarakat dan pemerintah. Lalu lintas yang tertib dan teratur akan dapat mencegah bermacam kecelakaan sehingga tercipta lalu lintas yang selamat, aman dan nyaman, disamping tentunya juga akan mengurangi kemacetan sehingga terwujud lalulintas yang lancar, efisien dan ekonomis (Wayan, 2009). Fungsi dari sebuah jalan adalah sebagai prasarana lalu-lintas atau angkutan, guna mendukung kelancaran arus barang, jasa, serta aktifitas masyarakat. Kenyataan diperkotaan terjadi ketidakseimbangan antara tingkat pertumbuhan jalan disatu sisi dengan tingkat pertumbuhan kendaraan disisi lain, dimana pertumbuhan jalan jauh lebih kecil dibanding dengan pertumbuhan kendaraan. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi tingginya angka kecelakaan. Salah satu faktor yang penting ialah kondisi lalu lintas, dimana kondisi lalu lintas merupakan akumulasi interaksi dari berbagai karakteristik pengemudi, kendaraan, prasarana jalan, maupun karakteristik lingkungan (Wicaksono, 2014). Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Fasilitas jalan yang memadai sangat berpengaruh bagi semua pengendara kendaraan supaya pengendara kendaraan nyaman dalam perjalanan. 1
2 Jalan Brigjen Sudiarto Semarang merupakan jalan utama Semarang ke Purwodadi. Jalan alternatif yang menghubungkan dari Jalan Dr. Cipto, Jalan Gajah, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Supriyadi, Jalan Fatmawati. Dari arah Pedurungan ke Semarang terdapat perempatan menuju Jalan Soekarno Hatta ke arah kanan, Jalan Fatmawati ke arah kiri, lurus ke arah Jalan Brigjen Sudiarto, terdapat pertigaan ke kanan ke Jalan Supriyadi, lurus menuju Jalan Gajah ada perempatan, jalan Pandanlamper ke arah kiri, Jalan Gajah ke arah kanan, lurus menuju Jalan Dr. Cipto. Semakin banyaknya pertumbuhan pusat-pusat kota baru akan sangat diperlukan adanya jalan-jalan lingkar kota (ring road). Sebagaimana kota besar lainnya, Kota Semarang, juga mengalami hal yang sama, yaitu terjadinya kecelakaan lalu-lintas di beberapa penggal jalan di Kota Semarang, terutama pada jam-jam sibuk. Dari beberapa lokasi kemacetan lalu-lintas, Jalan Majapahit merupakan jalan yang paling mudah terjadi kecelakaan lalu-lintas, jalan tersebut dianggap paling sibuk, padat akan aktifitas transportasinya. Jalan ini merupakan jalan arteri sekunder yang menghubungkan daerah-daerah Kota Semarang, yang mempunyai nilai strategis bagi pembangunan dan perekonomian. Oleh karena itu analisis di jalan Brigjen Sudiarto penting untuk diperhatikan agar keselamatan pengendara lalu lintas terjamin serta menurunnya angka kecelakaan pada jalan tersebut. Pengendara kendaraan sadar akan pentingnya nyawa dan saling menghargai antara pengendara lain supaya tidak terjadi kecelakaan yang diinginkan. 1.2. Identifikasi Masalah Undang-undang no. 14 tahun 1992 menyatakan bahwa kecelakaan merupakan suatu peristiwa di jalan yang terjadi secara tidak sengaja yang melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pemakai jalan lainnya yang mengakibatkan korban manusia maupun korban harta benda. Kondisi lalu lintas yang kurang baik merupakan penyebab terjadinya kecelakaan. Perkembangan ekonomi dan perkembangan penduduk yang pesat akan mempengaruhi percepatan perkembangan fisik kawasan yang kawasan yang didukung faktor transportasi yang memadai dan pengembangan serta pembangunan jalan juga sangat berpengaruh, maka dari ini mencoba meneliti pengaruh dari sarana transportasi, khususnya Jalan Brigjen Sudiarto Semarang dengan pertimbangan bahwa pertumbuhan penduduk, ekonomi, serta penggunaan jalan. Jalan raya yang
3 menjadi salah satu tempat yang paling sering dilalui oleh setiap orang dengan kesibukan aktivitas yang mereka lakukan. Perlu adanya perencanaan jalan dengan sistem yang telah menjadi standar acuan perencanaan. Dengan mengacu dari standar tersebut jalan yang dibangunakan sesuai dengan perencanaan dan tidak akan rusak pada jangka waktu yang pendek. Dalam Negara berkembang pembangunan menjadi prioritas, dengan adanya pembangunan dapat meningkatkan pendapatan Negara tersebut. Pembangunan dari segi infrastruktur, sarana dan prasarana umum terus dilakukan pemerintah dan perusahaan swasta demi memajukan Negara dan memakmurkan rakyatnya. Kota-kota besar serentak mengadakan renovasi dan pembangunan baik gedung bertingkat, rel kereta api, pelabuhan, Bandar udara serta jalan raya. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha untuk memperbaiki tingkat keselamatan dengan menerapkan langkah-langkah penanggulangan seperti perbaikan kondisi jalan (geometri dan kelengkapan jalan) dan memperkecil hambatan disekitar lingkungan jalan yang memiliki kemungkinan menimbulkan bahaya, Astrida (2012). Jalan Arteri dan jalan Soekarno Hatta Semarang contohnya, yang dulu hanya jalan persawahan sekarang berubah menjadi jalan bebas hambatan, jalan Arteri Soekarno Hatta Semarang yang sekarang menjadi prospek perekonomian masyarakat di sekitar, semakin maju pesat perkembangan jalan Arteri Soekarno Hatta Semarang, di Jalan Arteri Soekarno Hatta Semarang dibuat lokasi seperti perkantoran, sekolah, kampus, rusunawa, dan kampus. Dengan demikian fenomena-fenomena atau angka kecelakaan menjadi banyak, faktor penyebab kecelakaan kebanyakan dikarenakan kelalaian pengemudi, simpangan tak bersignal, bukaan jalan perkampungan yang banyak, dan banyaknya bukaan median jalan. 1.3. Rumusan Masalah Jalan sangatlah penting bagi seluruh masyarakat, disamping mempermudah dan memperlancar disaat berjalan, jalan juga dijadikan faktor pertumbuhan perekonomian, adapun Jalan Brigjen Sudiarto dijadikan jalan pintas, jalan cepat dan jalan bebas hambatan khususnya jalan untuk menuju Mranggen kabupaten Demak. Sehubungan dengan hal tersebut, maka permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apa faktor penyebab terjadinya kecelakaan di Jalan Brigjen Sudiarto? 2. Bagaimana analisis keselamatan jalan Brigjen Sudiarto?
4 1.4. Maksud dan Tujuan Penelitian 1.4.2 Maksud Penelitian Maksud dari Penelitian ini adalah memberikan penjelasan pengetahuan kepada pembaca tentang pencegahan dan keselamatan berlalulintas. 1.4.1 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : a. Mengidentifikasi karakteristik kecelakaan lalulintas di kota Semarang b. Membuat peta black spot area kota Semarang c. Menganalisis tentang kecelakaan lalulintas di Jalan Brigjen Sudiarto 1.5. Pembatasan Masalah Beberapa batasan masalah yang bisa disampaikan adalah sebagai berikut: a. Data kecelakaan lalulintas diperoleh dari polrestabes semarang b. Pengumpulan data-data primer dari survey kelengkapan prasarana di lokasi c. Penentuan titik black spot d. Pembatasan data yang dipakai selama kurun empat tahun (2012-2015) 1.6. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah supaya dapat memberi masukan terhadap pembaca agar lebih menghargai nyawanya sendiri maupun nyawa orang lain saat berkendara di jalan raya, serta menaati peraturan lalulintas yang ada sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan lalulintas. 1.7 Sistematika Penulisan Dalam sistematika penulisan ini berisi tentang penjabaran dan masing-masing bab secara garis besar. Penulisan ini berisi 5 (lima) bab yaitu: - Bab I : PENDAHULUAN Meliputi tinjauan umum penulisan tugas akhir latar belakang penulisan tugas akhir, maksud, manfaat dan tujuan penulisan tugas akhir, perumusan masalah serta pembatasan-pembatasan masalah yang akan dibahas dalam tugas akhir dan sistematika penulisan tugas akhir. - Bab II : TINJAUAN PUSTAKA Meliputi penjabaran tentang dasar-dasar teori yang menjadi bahan referensi tugas akhir, baik yang akan digunakan maupun yang hanya bersifat
5 pengetahuan dan gambaran umuum mengenai Analisis Keselamatan Di Jalan Majapahit Semarang. -Bab III : METODOLOGI PENELITIAN Meliputi kerangka tulisan yang berisi tentang langkah-langkah pengerjakan tugas akhir. Metode penelitian yang ada dimulai dari penjabaran tentang metode yang digunakan, proses penelitian, ruang lingkup survey, pengumpulan data-data baik data primer dan data sekunder, pengelolahan dan penganalisaan data serta pemecahan masalah yang ada. - Bab IV : PENGUMPULAN DATA DAN ANALISA Meliputi pengumpulan data-data baik data primer maupun data sekunder. Data-data primer meliputi data survey yang dilakukan langsung ke lapangan, sedangkan data-data sekunder meliputi wawancara pada orangorang sekitar lokasi serta pengemudi. Pembahasan dilakukan sesuai dengan analisa perhitungan yang ada sesuai dengan batasan-batasan yang telah ditetapkan dan mengacu pada studi pustaka yang ada. -Bab V : KESIMPULAN DAN SARAN Meliputi kesimpulan dan saran atas hasil analisa yang diperoleh. Kesimpulan berisi tentang uraian hasil keseluruhan dari analisa yang ada dan saran berisi tentang pemecahan permasalahan yang dapat digunakan. 1.8.Keaslian Menengok beberapa tahun kebelakang, sebenarnya kajian ini pernah dilakukan penelitian tentang keselamatan. Kajian yang mereka usulkan juga meneliti tentang Analisis Keselamatan Jalan. Namun, hal yang dibahas sedikit berbeda, misalnya: Kajian dari Dendy dkk (2014) meneliti tentang Analisis Kecelakaan Lalu Lintas (Studi Kasus Jalan Raya Ungaran-Bawen). Kemudian Kajian dari Elly (2006) meneliti tentang Pengaruh Geometrik Jalan Terhadap Kecelakaan Lalu Lintas Di Jalan Tol (Studi Kasus Tol Semarang Dan Tol Cikampek). Penelitian ini dengan tema yang sama namun bahasan yang berbeda, kali ini akan membahas Analisis Keselamatan Di Jalan Brigjen Sudiarto Semarang.