III. BAHAN DAN METODE

dokumen-dokumen yang mirip
III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Universitas Medan Area yang berlokasi di jalan Kolam No. 1 Medan Estate,

III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN

BAB III BAHAN DAN METODE. Medan Area yang berlokasi di Jalan Kolam No. 1 Medan Estate, Kecamatan

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian

III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Medan Area yang berlokasi di jalan Kolam No.1 Medan Estate, Kecamatan

III. BAHAN DAN METODE. laut, dengan topografi datar. Penelitian dilakukan mulai bulan Mei 2015 sampai

PELAKSANAAN PENELITIAN. dan produksi kacang hijau, dan kedua produksi kecambah kacang hijau.

BAB III METODOLOGI. Penelitian ini dilakukan dari bulan Oktober 2014 sampai bulan Januari 2015

III. METODE PENELITIAN. Kecamatan Medan Percut Sei Tuan dengan ketinggian tempat kira-kira 12 m dpl,

III. MATERI DAN METODE

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada di lahan sawah milik warga di Desa Candimas

III. MATERI DAN METODE

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Penelitian. Bahan dan Alat

III. METODE PENELITIAN. Medan Area yang berlokasi di jalan kolam No.1 Medan Estate, Kecamatan Percut

III. BAHAN DAN METODE. Tuan dengan ketinggian 25 mdpl, topografi datar dan jenis tanah alluvial.

III. MATERI DAN METODE

BAHAN DAN METODE. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: cangkul, parang, ajir,

III. MATERI DAN METODE

III. BAHAN DAN METODE

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan

BAHAN DAN METODE. penelitian ini dilakukan di Gang Metcu, Desa Guru Singa, Kecamatan

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu penelitian. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Mei 2016

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan

III. MATERI DAN METODE

MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian dan

III. BAHAN DAN METODE

III BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan. Kabupaten Pesawaran dari Oktober 2011 sampai April 2012.

III. MATERI DAN METODE. HR. Soebrantas KM 15 Panam, Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Mei

MATERI DAN METODE. Jl. HR. Soebrantas KM 15 Panam, Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan pada

BAHAN METODE PENELITIAN

III. TATA CARA PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan mulai 3 Juni Juli 2016 di Green House

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di laboratorium Lapangan Terpadu Universitas Lampung

III. BAHAN DAN METODE. Universitas Lampung pada titik koordinat LS dan BT

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan gambut Desa Rimbo Panjang

BAHAN DAN METODE. PBSI Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Alat Metode Penelitian

III. MATERI DAN METODE

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas

III. MATERI DAN METODE. beralamat di Jl. H.R. Soebrantas No. 155 Km 18 Kelurahan Simpang Baru Panam,

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Percobaan Alat dan Bahan Metode Percobaan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)

III. MATERI DAN METODE. Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, terletak dijalan

TATA CARA PENELTIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian dilakukan lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas

I. BAHAN DAN METODE. dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru,

MATERI DAN METODE. A 2 : 120 g/tanaman. A 3 : 180 g/tanaman

III. MATERI DAN METODE. Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu

MATERI DAN METODE. Riau Jalan H.R Subrantas Km 15 Simpang Baru Panam. Penelitian ini berlangsung

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di ladang yang berada di RT 09 Dusun Gasek,

BAB III METODOLOGI DAN PELAKSANAAN PENELITIAN

MATERI DAN METODE. dilaksanakan di lahan percobaan dan Laboratorium. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih pakcoy (deskripsi

TATA CARA PENELITIAN. A. Waktu dan Tempat Penelitian. Pengamatan pertumbuhan tanaman kedelai Edamame dilakukan di rumah. B. Bahan dan Alat Penelitian

III. MATERI DAN METODE

I. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung, Bandar Lampung.

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Alat dan Bahan Metode Penelitian

I. TATA CARA PENELITIAN. Muhammadiyah Yogyakarta di Desa Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten

III. MATERI DAN METODE

BAB III MATERI DAN METODE. sampai panen okra pada Januari 2017 Mei 2017 di lahan percobaan dan

III. BAHAN DAN METODE

BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di lahan milik petani di Desa Dolat Rakyat-

BAHAN DAN METODE. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Kelurahan

III. MATERI DAN METODE

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan di Screen House, Balai Penelitian Tanaman Sayuran

BAB III. METODE PENELITIAN

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan waktu penelitian. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah di Dusun Tegalrejo, Taman Tirto,

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan pada bulan Sebtember - Desember

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Pertanian, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Yogyakarta.

TATA CARA PENELITIN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. B. Bahan dan Alat Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Greenhouse Jurusan Bioloi Fakultas Sains dan

Tata Cara penelitian

MATERI DAN METODE. J 1 = 300 g J 2 = 600 g J 3 = 900 g

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan

III. MATERI DAN METODE

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca laboratorium Lapangan Terpadu

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan dilahan percobaan Fakultas Pertanian dan

III. BAHAN DAN METODE

III. TATA LAKSANA KEGIATAN TUGAS AKHIR

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat Bahan Alat Rancangan Percobaan Yijk ijk

III. METODE PENELITIAN. Serdang Bedagai dengan ketinggian tempat kira-kira 14 m dari permukaan laut, topografi datar

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. dengan ketinggian tempat ± 25 di atas permukaan laut, mulai bulan Desember

III. MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan Oktober 2013 di lahan

BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat Bahan dan Alat Metode

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung (POLINELA). Waktu

III. METODOLOGI. Penelitian ini dilaksanakan di jalan Depag, Komplek Perumahan. Wengga 1 Blok B Nomor 54 Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan

III. MATERI DAN METODE. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau Pekanbaru, selama 3 bulan dimulai dari

I. TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat Dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2016 Agustus 2016 yang

III. MATERI DAN METODE. Laboratorium Agronomi. Waktu penelitian dilakaukan selama ± 4 bulan dimulai

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2016 sampai dengan Juli 2016

III. MATERI DAN METODE

Dari kedua faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi, adapun kombinasi perlakuannya sebagai berikut:

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan Politeknik Negeri Lampung,

m. BAHAN DAN METODE KO = Tanpa pupuk kalium (control) Kl = 50 kg KCl/ha = 30 kg KjO/ha (30 g KCl/plot)

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari Mei 2017 di Lahan Fakultas

BAHAN DAN METODE. Waktu dan Tempat. Bahan dan Alat

BAB III METODE PENELITIAN. Ciparay, pada ketinggian sekitar 625 m, di atas permukaan laut dengan jenis tanah

MATERI DAN METODE. Urea, TSP, KCl dan pestisida. Alat-alat yang digunakan adalah meteran, parang,

III.TATA CARA PENELITIAN

TATA CARA PENELITIAN. A. Rencana Waktu dan Tempat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni - Juli 2017 bertempat di

BUDIDAYA CABAI PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HORTIKULTURA

Transkripsi:

III. BAHAN DAN METODE 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Lahan pertanian milik masyarakat Jl. Swadaya. Desa Sidodadi, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatra Utara. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juli sampai dengan bulan September 2015. 3.2. Bahan dan Alat Bahan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah : Benih semangka Merah tanpa biji varietas Amara, pupuk organik cair, pupuk kandang, mulsa jerami, mulsa eceng gondok, mulsa pelastik hitam perak, pestisida sistemik yaitu untuk hama Bestok dan Virtako dan untuk penyakit Dithane M-45. Alat-alat yang di pergunakan adalah : Tali plastik, cangkul, meteran, timbangan, gunting, gembor, handsprayer, alat tulis, serta perlengkapan lainnya. 3.3. Metode Penelitian Penelitian ini dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial, yang terdiri dari II faktor perlakuan yaitu : Perlakuan Dosis Pupuk Organik Cair (P) yang terdiri dari 4 Taraf, yaitu : P0 = Tanpa pemberian Pupuk P1 = Pemberian Dosis pupuk 3 cc/liter air P2 = Pemberian Dosis pupuk 6 cc/liter air P3 = Pemberian Dosis pupuk 9 cc/liter air 13

Perlakuan berbagai macam Mulsa (M) yang terdiri dari 4 Taraf perlakuan yaitu : M0 = Tanpa mulsa M1 = mulsa jerami M2 = mulsa eceng gondok M3 = mulsa pelastik hitam perak kemudian diperoleh kombinasi sebanyak 4 x 4 = 16 yaitu : P0M0 P1M0 P2M0 P3M0 P0M1 P1M1 P2M1 P3M1 P0M2 P1M2 P2M2 P3M2 P0M3 P1M3 P2M3 P3M3 Penelitian ini di ulang sebanyak 2 kali dengan ketentuan sebagai berikut : Dimana : t = 16 (tc 1) (r 1) 15 (16-1) (r 1) 15 15 ( r-1 ) 15 15 r- 15 15 15 r 15 + 15 15 r 30 r 30/15 r 2 ulangan 14

Keterangan : Jumlah ulangan Jumlah plot percobaan Jumlah tanaman per plot Jumlah tanaman per lubang tanam Jumlah sampel per plot Jumlah keseluruhan sampel Jumlah tanaman keseluruhan Jarak antar plot Jarak antar ulangan Lebar plot percobaan Panjang plot percobaan Tinggi plot = 2 ulangan = 32 plot = 6 tanaman = 1 tanaman = 3tanaman = 96tanaman = 196 tanaman = 50 cm = 150 cm = 150 cm = 250 cm = 30 cm Metode analisis data yang di gunakan adalah analisis ragam untuk Rancangan Acak Kelompok Faktorial.Model linier additif untuk Rancangan Acak Kelmpok faktorial adalah : Yijk = µ0 + ρi + αj + βk + (αβ)jk + ijk Yijk = Hasil pengamatan dari plot percobaan yang mendapatkan perlakuan faktor ke I taraf ke j dan faktor ke II taraf ke k serta ditempatkan diulangan ke - i µ0 = Pengaruh nilai tengah (NT) / rata-rata umum ρi αj βk = Pengaruh kelompok ke - i = Pengaruh faktor I teraf ke j = Pengaruh faktor II teraf ke k 15

(αβ) jk =Pengaruh kombinasi perlakuan antara faktor I taraf ke j dan faktor II taraf ke-k ijk = Pengaruh galat akibat faktor I taraf ke j dan faktor II taraf ke k yang ditempatkan pada kelompok ke - i Apabila hasil analisis ragam,perlakuan menunjukkan berpengaruh nyata,maka pegujian dilanjutkan dengan uji beda rata-rata perlakuan dengan uji jarak Duncan s. (Gomez, 2005). 3.4. Pelaksanaan Penelitian 3.4.1. Persiapan Mulsa 3.4.1.1. Mulsa Organik 3.4.1.1.1. Jerami Padi Mulsa jerami padi ( batang padi) di butuhkan sebanyak 120 kg dalam bentuk kering, kebutuhan masing-masing plot sebanyak 15 kg dari atas permukaan plot. 3.4.1.1.2. Eceng gondok Eceng gondok juga dijadikan sebagai mulsa, eceng gondok diambil dalam bentuk segar, kemudian di potong-potong setelah itu ditimbang, eceng gondok segar yang sudah ditimbang mencapai 180 kg. Setelah itu eceng gondok di jemur dibawah terik sinar matahari hingga mencapai kadar air 12 %. Apa bila musim hujan berkepanjangan pengeringan bisa juga dilakukan dengan cara pengovenan. Kemudian eceng gondok yang sudah kering ditimbang kembali, hasil timbanganya sebanyak 21,6 kg, dan setelah semuanya di timbang eceng gondok yang sudah kering di letakkan diatas permukaan plot, masing masing plot membutuhkan eceng gondok kering sebanyak 2,7 kg. 16

3.4.1.2. Mulsa Anorganik 3.4.1.3. Mulsa Plastik Untuk mulsa anorganik, didalam penelitian ini menggunakan mulsa plastik hitam perak, mulsa plastik hitam perak dibutuhkan untuk satu perlakuan, panjangnya 300 cm dan lebarnya 180 cm. 3.4.2. Persiapan Lahan Pengolahan lahan dilakukan 2 kali dengan jarak 1 hari sekali, pengolahan lahan pertama, membersihkan lahan dari sampah dan gulma, kemudian pengolahan kedua pembuatan plot sesuai dengan kebutuhan. 3.4.3. Pembibitan 3.4.3.1. Syarat Teknis Benih Benih semangka yang baik adalah bentuk tidak keriput, tidak mengapung jika direndam. Ada dua jenis benih semangka yang biasa ditanam yaitu benih semangka berbiji dan benih semangka tidak berbiji (triploid). Jenis semangka yang dipakai penelitian ini adalah semangka tanpa biji. Sebelum disemai, ujung benih semangka dipotong (untuk semangkan tanpa biji) terlebih dahulu menggunakan gunting, untuk mempermudah proses pertumbuhan, selanjutnya benih direndam dalam air setelah direndam 10-30 menit, diangkat dan ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi, bibit siap dikecambahkan. 3.4.4. Pemberian Pupuk Dasar Pemberian pupuk kandang dilakukan setelah 2 minggu sebelum tanam. Kebutuhan pupuk kandang sekitar 12 ton/ha atau untuk setiap plot 4,5 kg. Pemberian pupuk kandang dengan cara dicampur dengan tanah permukaan plot. 17

3.4.5. Teknis Pemasangan Mulsa Mulsa yang digunakan dalam penelitian adalah mulsa jerami, eceng gondok, dan mulsa plastik hitam perak. Mulsa jerami dan eceng gondok di gunakan dalam keadaan kering, di atas permukaan tanah. Setelah tanah digemburkan dan dibentuk plot sesuai dengan ukuran kebutuhan lalu pupuk kandang diberikan dan ditutup dengan tanah secara merata lalu disiram oleh air. Sedangkan pemasangan mulsa plastik yaitu dengan cara (1). Mulsa dipasang ketika matahari sedang bersinar dengan teriknya, sehingga mulsa mudah memuai dan akan menutup rapat plot, (2). Mulsa dipasang dengan bagian perak menghadap ke atas, (3). Mula-mula, mulsa dipasang dengan cara masing-masing ujung mulsa ditempatkan tepat pada masing-masing ujung plot. Memakai pasak dari bambu untuk mengaitkan sisi-sisi mulsa dengan plot, sehingga mulsa tidak mudah terlepas. Pemasangan pasak dilakukan di sekeliling plot dari ujung satu ke ujung lainnya, Kemudian pembuatan lubang tanam, terlebih dahulu beritanda titik tanam sesuai dengan jarak yang sudah ditentukan, setelah itu keleng susu dipanaskan bertujuan untuk melubangi plastik yang sudah diberi tanda, setelah selesai pemasangan mulsa biarkan selama 1 minggu. kemudian bibit yang sudah tumbuh di pindahkan kelapangan. 3.4.6. Pemindahan Bibit Setelah bibit berumur 12-14 hari dan telah berdaun 2-3 helai, dipindahkan ke areal penanaman yang telah di siapkan pemindahan bibit pada waktu sore hari sekitar jam 16.00-18.00 Wib. 18

3.4.7. Penanaman Bibit dari semaian dimasukkan dalam lubang tanam. Celah-celah lubang tanam ditutup dengan tanah, kemudian disiram. 3.4.8. Pemeliharan Tanaman 3.4.8.1. Pemupukan Tambahan Pemupukan dilakukan secara rutin dalam sepuluh hari sekali, dengan dosis yang berbeda-beda yang sudah di tentukan, mulai awal pemupukan 10 hari setelah tanam, sampai batas 1 minggu sebelum panen. 3.4.8.2. Penyulaman Penyulaman dilakukan pada tanaman yang mati atau pertumbuhanya lambat. Penyulaman tidak boleh dilakukan lebih dari 10 hari setelah tanam. Penyulaman perlu diperhatikan penyebab kematian bibit, bila disebabkan oleh bakteri atau jamur, bibit harus dibongkar bersama tanahnya, agar tidak menular ke bibit lain yang sehat. 3.4.8.3. Penyiangan Penyiangan dilakukan secara manual dengan cara mencabut atau membuang gulma yang tumbuh di plot atau parit. Bila menggunakan sistem mulsa plastik hitam perak (MPHP), penyiangan hanya dilakukan di tepi-tepi parit karena praktis gulma tidak dapat tumbuh di dalam plot. Penyiangan ini dilakukan rutin. 3.4.8.4. Pembumbunan Pembumbunan tanah dilakukan dengan menimbun kembali tanah yang tererosi karena penyiraman, agar akar-akar tidak muncul ke permukaan tanah.pembumbunan hanya dilakukan untuk penanaman sistem tanpa mulsa. 19

3.4.8.5. Penyiraman Tanaman semangka memerlukan air secara terus menerus dan tidak kekurangan air. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari, jika turun hujan hingga tanahnya menjadi lembab penyiraman tidak dilakukan, penyiraman bertujuan agar kelembaban tanah disekitar daerah perakaran tetap terjaga. 3.4.8.6. Pemangkasan Pemangkasan tajuk tanaman bertujuan mengatur pertumbuhan tajuk. Pemangkasan dilakukan dengan cara mengurangi tumbuhnya cabang utama atau cabang sekunder sehingga hanya dipelihara sebanyak dua cabang utama saja. Pemangkasan dapat dilakukan sejak tanaman masih berumur 7-10 hari setelah tanam. Biasanya pada umur ini tanaman baru memiliki 4-5 helai daun. Hal ini dilakukan untuk mempercepat tumbuhnya cabang. Cabang-cabang yang tumbuh dibiarkan sampai berumur 3 minggu. Pada usia 3 minggu, dipilih lagi dua cabang utama yang pertumbuhannya baik. Pada umur 6 minggu, cabang sekunder dipangkas, cabang sekunder yang dipangkas adalah cabang sekunder di bawah ruas ke-14 dan disisakan masing-masing hanya dua daun alat pangkas yang digunakan harus dalam keadaan steril. 3.4.8.7. Seleksi Buah Seleksi buah bertujuan untuk memperoleh ukuran dan bentuk buah yang seragam dan besar.seleksi buah dilakukan setelah tanaman berumur 40 HST. Buah yang dipilih adalah buahyang pertumbuhannya baik, sedangkan yang jelek dibuang dengan menggunakan gunting. Banyaknya buah yang dipelihara masksimal 2 buah per tanaman agar didapat buah yang besar. 20

3.4.8.8. Pengendalian hama/penyakit Pengendalian hama dilakukan secara manual dengan mengutip hama yang menyerang, akan tetapi jika secara manual sudah tidak dapat dilakukan lagi maka dilakukan penyemprotan dengan menggunakan insektisida sistemik dan menggunakan insektisida nabati dengan ekstrak bunga kembang bulan (Thitonia diversifolia A.Gray) dengan dosis yang sudah dianjurkan. Begitu pula pengendalian penyakit dilakukan secara manual dengan cara membongkar tanaman yang sudah terserang agar tidak menular ketanaman yang sehat, akan tetapi secara manual juga tidak bisa mengendalikan serangan tersebut maka dilakukan penyemprotan Dithane M-45 dengan dosis yang sudah dianjurkan. 3.4.9. Panen 3.4.9.1. Ciri dan Umur Panen Panen dilakukan setelah tanaman berumur 60 hari setelah tanam atau menunjukkan ciri-ciri warna kulit buah yang terang, bentuk buah bulat berisi, dan sulur di belakang tangkai buah sudah berubah warna menjadi coklat tua. Dan apabila diketuk terdengar suara agak nyaring. Cara panen buah semangka adalah dengan memotong tangkai buah dengan gunting. Pemetikan buah sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah. 21

3.5. Parameter Pengamatan 3.5.1 Panjang Tanaman (cm) Untuk menghitung panjang tanaman semangka yaitu dengan cara mengukur dari pangkal batang utama sampai kebagian titik tumbuh tanaman. Pengamatan panjang tanaman dimulai setelah tanaman berumur 2 minggu setelah tanam dengan interval pengamatan 1 minggu sekali sampai tanaman mulai berbunga. 3.5.2 Umur Berbunga (hari) Umur berbunga dihitung apabila 4 (empat) tanaman semangka telah mengeluarkan bunga. 3.5.3 Bobot Buah tanaman sampel (kg) Bobot buah dihitung pada saat panen dengan menimbang masing-masing buah pertanaman. 3.5.4 Bobot Buah Tanaman Per Plot (kg) Bobot buah dihitung pada saat panen dengan menimbang masing-masing buah pertanaman perplot. 3.5.5 Diameter Buah (cm) Diameter buah pertanaman dihitung pada saat panen dengan mengukur diameter masing-masing buah pertanaman. 22