ARTIKEL RISET URL artikel:

dokumen-dokumen yang mirip
Jurnal Keperawatan, Volume XII, No. 2, Oktober 2016 ISSN

BAB 1 PENDAHULUAN. pemberian (ASI) masih jauh dari yang diharapkan. Menurut Survei Demografi

BAB I PENDAHULUAN. mengandung zat gizi yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi dan

I. PENDAHULUAN. Masalah kesehatan anak merupakan salah satu masalah utama dalam bidang

Karya Tulis Ilmiah. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Diploma III Gizi. Disusun Oleh: MUJI RAHAYU J.

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pola Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bungus Tahun 2014

Jurnal Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya, Volume 2, Nomor 2, September 2016 ISSN X

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR

Nisa khoiriah INTISARI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGHASILAN IBU MENYUSUI DENGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI)

NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh : MIRANTI OCTARINA

KONTRIBUSI PERSEPSI DAN MOTIVASI IBU DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH PEDESAAN. Lilik Hidayanti 1, Nur Lina

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI BIDAN PRAKTEK SWASTA (BPS) KECAMATAN TURI LAMONGAN

MENARA Ilmu Vol. X Jilid 2 No.70 September 2016

Oleh : Suharno, S.Kep.,Ners ABSTRAK

PERBEDAAN. NASKAH an. Diajukan oleh : J FAKULTAS

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BERSALIN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSUI DINI DIKAMAR BERSALIN PUSKESMAS PUTRI AYU KOTA JAMBI TAHUN 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. otak dimulai dalam kandungan sampai dengan usia 7 tahun (Menteri Negara

BAB I PENDAHULUAN. dilanjutkan dengan makanan pendamping sampai usia 2 tahun. American

Liva Maita, Na imatu Shalihah : Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Pemberian Kolostrum Pada Ibu Nifas Di Ruang Camar I Rsud Arifin Achmad Provinsi Riau

BAB I PENDAHULUAN. obstetrik dan ginekologi di suatu wilayah adalah dengan melihat Angka

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Air Susu Ibu dan Pekerjaan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Fajar Bulan

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA HARJOBINANGUN PURWOREJO GITA APRILIA ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan dari hasil sekresi kelenjar payudara ibu.

Daniel 1, Murniati Manik 2. Pengetahuan Wanita tentang ASI Eksklusif

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ARTIKEL

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

DUKUNGAN SUAMI TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA KORIPAN KECAMATAN SUSUKAN

ANALISIS PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MP-ASI SECARA DINI MENURUT FAKTOR PENYEBABNYA PADA BAYI DI PUSKESMAS MARGADANA KOTA TEGAL TAHUN 2015

HUBUNGAN STATUS EKONOMI ORANGTUA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI BAKI SUKOHARJO NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Kata Kunci: Sikap Ibu, Dukungan Suami, Pemberian ASI Eksklusif

BAB 1 : PENDAHULUAN. meningkatkan produktifitas anak sebagai penerus bangsa (1). Periode seribu hari,

PERBEDAAN PERKEMBANGAN MOTORIK BAYI USIA 0-6 BULAN ANTARA YANG DIBERI ASI DENGAN YANG DIBERI PASI DI DESA GLAGAH JATINOM KLATEN

HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI (MP ASI) DINI DENGAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA BAYI DIBAWAH UMUR 6 BULAN

76 Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes. ISSN (elektronik) PENDAHULUAN. Latar Belakang

UKDW BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian. Anak merupakan generasi penerus bangsa untuk melanjutkan

HUBUNGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GADANG HANYAR

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU BEKERJA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK TAHUN 2011

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DI DESA BUTUH KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIA MP ASI PADA BAYI USIA 6-12 BULAN PADA TAHUN 2012 JURNAL

BAB 5 HASIL PENELITIAN. 5.1 Gambaran Umum Pemberian ASI Eksklusif Di Indonesia

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGAGALAN IBU DALAM MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS BANGETAYU SEMARANG

Hubungan Pemberian Asi Eksklusif dengan Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 7-24 Bulan di Desa Jembungan

BAB 1 PENDAHULUAN. kematian balita dalam kurun waktu 1990 hingga 2015 (WHO, 2015).

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KELURAHAN TAMAMAUNG KOTA MAKASSAR

BAB I PENDAHULUAN. Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2025 adalah

Kata Kunci : Pengetahuan, Pemberian ASI, ASI Eksklusif.

HUBUNGAN DUKUNGAN MERTUA DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI PUSKESMAS SEWON I BANTUL BULAN DESEMBER 2013 JULI 2014 NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. internasional yang menganjurkan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama

BAB 1 PENDAHULUAN. makanan (Anonim, 2008). Sementara masalah gizi di Indonesia mengakibatkan

Jurnal Keperawatan, Volume XII, No. 1, April 2016 ISSN HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN PELAKSANAAN PERAWATAN PAYUDARA

Daftar Pustaka : 44 ( ) Kata Kunci : Perilaku Bidan, Inisiasi Menyusu Dini

HUBUNGAN PERAN BIDAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS COLOMADU 1

ABSTRAK. meninggal sebanyak 49 bayi dan 9 bayi diantaranya meninggal disebabkan karena diare. 2 Masa pertumbuhan buah hati

BAB V PEMBAHASAN. stunting pada balita ini dilaksanakan dari bulan Oktober - November 2016 di

LEMBAR PENGESAHAN ARTIKEL ILMIAH

III. METODE PENELITIAN. cross sectional. Pendekatan cross sectional adalah suatu penelitian noneksperimental

ARTIKEL ILMIAH. Disusun Oleh : TERANG AYUDANI J

BAB I PENDAHULUAN. Anak yang sehat semakin bertambah umur semakin bertambah tinggi

BAB I PENDAHULUAN. Air Susu Ibu (ASI) eksklusif adalah air susu yang diberikan kepada bayi sejak

PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BERDASARKAN STATUS BEKERJA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 6-11 BULAN DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS KARANGAWEN 1 KABUPATEN DEMAK

PENGARUH PELATIHAN PEMBERIAN MAKAN PADA BAYI DAN ANAK TERHADAP PENGETAHUAN KADER DI WILAYAH PUSKESMAS KLATEN TENGAH KABUPATEN KLATEN

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN DENGAN INISIASI MENYUSU DINI DI BIDAN PRAKTEK SWASTA BENIS JAYANTO NGENTAK KUJON CEPER KLATEN. Wahyuningsih ABSTRAK

PENGARUH PERILAKU IBU DALAM MEMBERIKAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERHADAP STATUS GIZI BAYI USIA 7-12 BULAN. Kolifah *), Rizka Silvia Listyanti

BAB I PENDAHULUAN. Selain itu, ASI juga dapat melindungi kesehatan Ibu mengurangi

Pemberian ASI Eksklusif Pada Wanita Pekerja Pabrik Lebih Sedikit Daripada Ibu Rumah Tangga

FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF PADA KARYAWATI UNSIKA TAHUN 2013

BAB 1 PENDAHULUAN. Berdasarkan data dari United Nations Children's Fund (UNICEF) pada tahun

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Air susu Ibu (ASI) merupakan pemberian air susu kepada bayi yang langsung

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. yang berbeda dari orang dewasa (Soetjiningsih, 2004). Gizi merupakan

TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU DALAM PEMBERIAN SUSU FORMULA BAYI USIA DIBAWAH 6 BULAN DI PUSKESMAS BANGETAYU KOTA SEMARANG ABSTRACT

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG ASI EKSKLUSIF DENGAN PERILAKU PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS DEPOK I SLEMAN YOGYAKARTA

HUBUNGAN LINGKAR KEPALA DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK USIA 1-24 BULAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PERTIWI MAKASSAR

PENGARUH PUTING SUSU LECET TERHADAP PENERAPAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS KEBAKKRAMAT I KARANGANYAR

Naili Nur Meifanna. Kata kunci : motorik halus, ASI, susu formula. Kepustakaan : 30 ( )

BAB I PENDAHULUAN. sering dijumpai pada anak-anak maupun orang dewasa di negara

TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG BENDUNGAN SALURAN ASI DI BPM SUWARNI SIDOHARJO SRAGEN

BAB I PENDAHULUAN. penyebab kematian bayi terbanyak adalah diare (31,4%) dan pneumonia

HUBUNGAN ANTARA STATUS PEKERJAAN IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) NOOR DWI LESTARI

II. METODE PENELITIAN

Jurnal Keperawatan, Volume X, No. 2, Oktober 2014 ISSN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG MANAJEMEN LAKTASI

Jurnal Keperawatan, Volume X, No. 1, April 2014 ISSN

BAB I PENDAHULUAN. berkualitas dan sukses di masa depan, demikian juga setiap bangsa menginginkan

ANALISIS TERHADAP FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB GIZI KURANG PADA BALITA DI DESA BANYUANYAR KECAMATAN KALIBARU BANYUWANGI

BAB I PENDAHULUAN. finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan dalam pembangunan kesehatan

STUDI PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG GIZI PADA BALITA DI DESA KOTARAYA BARAT

HUBUNGAN ANTARA POLA PEMBERIAN ASI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA BATITA DI DESA BOJA KECAMATAN BOJA KABUPATEN KENDAL

Transkripsi:

ARTIKEL RISET URL artikel: http://jurnal.fkmumi.ac.id/index.php/woh/article/view/woh1104 Pengetahuan Meningkatkan Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu di Makassar K Sundari 1, Andi Masnilawati 1, 1 Bagian Kebidanan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia Email Penulis Korespondensi ( K ): ndari_gani@yahoo.com ABSTRAK ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi dalam jumlah yang sesuai dan zat imunologik yang melindungi bayi dari infeksi. Hal ini disebabkan adanya antibodi yang terkandung dalam kolostrum ASI. Bayi yang diberi ASI dapat mengatur asupan energi berhubungan dengan respon internal dalam menyadari rasa kenyang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu di Makassar. Desain penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional. Data kuantitatif kemudian dianalisis secara deskriptif berupa distribusi frekuensi karakteristik ibu yang memiliki anak 7-12 bulan. Analisis chi square digunakan untuk membandingkan data kategorik pengaruh meliputi pengetahuan dan status pekerjaan terhadap pemberian ASI eksklusif dengan menggunakan uji chi square dengan bantuan program komputer. Pengetahuan responden yang baik tentang ASI eksklusif (67,9%) dan pengetahuan tentang ASI eksklusif kurang (32,1%). Distribusi ibu yg bekerja (54%) dan distribusi ibu yang tidak bekerja (45,7%). Ibu yang tidak bekerja memilih tidak menyusui sebanyak 37,8%. Pengetahuan terhadap pemahaman ASI eksklusif ibu berhubungan dengan tindakan nyata ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif pada bayi di Makassar. ibu tidak berhubungan terhadap tindakan nyata ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif pada bayi di Makassar. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik tentang ASI eksklusif meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: Pengetahuan,, ASI eksklusif Latar Belakang PENDAHULUAN Pemberian ASI secara eksklusif dipandang sebagai intervensi yang penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas neonatal, bayi atau anak dan strategi yang baik dalam kelangsungan hidup anak. (Bhutta & Labbok, 2011; Edmond, et al, 2006). Air susu ibu (ASI) merupakan asupan yang sangat baik pada seribu hari pertama kelahiran. Pemberian ASI pada bayi merupakan cara terbaik peningkatan gizi dan kualitas sumber daya manusia. ASI mengandung zat-zat gizi yang struktur dan kualitasnya sangat cocok dan mudah diserap oleh bayi. Pemberian ASI mengoptimalkan perkembangan syaraf dan otak, memberikan zat-zat kekebalan terhadap penyakit dan menunjukkan ikatan emosional antara ibu dan bayinya (Roesli, 2008). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dan dilanjutkan sampai usia 2 tahun. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi dalam jumlah yang sesuai dan zat imunologik yang melindungi bayi dari infeksi. Berdasarkan akumulasi bukti efek protektif ASI diantaranya melindungi terhadap penyakit menular misalnya, pencernaan dan pernafasan. Tambahan lagi, efek berkepanjangan dimana menyusui berpotensi mencegah pada beberapa hasil yang sudah diteliti yaitu mencegah kejadian obesitas pada anak, memperbaiki fungsi kognitif, mencegah karies gigi, gangguan lambung dan gangguan pernapasan. Hal ini disebabkan adanya antibodi yang terkandung dalam kolostrum ASI. Bayi yang diberi ASI dapat mengatur asupan energi berhubungan dengan respon internal dalam menyadari rasa kenyang. (Kramer, et al., 2012; Sutomo & Anggraini, 2010; Horta & Victor, 2013). Penelitian di Prancis menemukan bahwa menyusui lebih 16 Penerbit: Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

lama dikaitkan dengan perkembangan kognitif dan motorik yang lebih baik pada anak-anak usia 2-3 tahun (Bernard, et al, 2013). Persalinan anak tunggal di Inggris yang diberi ASI berhubungan dengan peningkatan perkembangan kognitif, khususnya pada anak yang lahir prematur di banding dengan anak yang tidak diberikan ASI (Quigley, 2012). Beberapa nutrisi termasuk vitamin A, D, B1, B2, B6, dan B12, asam lemak, dan yodium yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi ada dalam ASI (Valentine & Wagner, 2013). Berdasarkan hal tersebut di atas penulis merasa perlu melakukan penelitian tentang hubungan antara pengetahuan, status pekerjaan terhadap pemberian ASI eksklusif dan dipilih lokasi penelitian di Makassar karena beragamnya pekerjaan ibu dengan asumsi beragam pula pengetahuan yang dimiliki oleh ibu-ibu yang ada di Makassar. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan pekerjaan dengan pemberian ASI eksklusif di Makassar METODE Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas di Makassar, dilaksanakan Juli s/d September 2016, jenis penelitian analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi berusia 7-12 bulan, baik yang memberikan maupun yang tidak memberikan ASI eksklusif di wilayah Makassar, sample diambil di puskesmas dan wanita yang bekerja di kantor UMI yang memiliki anak usia 7-12 bulan, pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik consecutive sampling. pengumpulan data melalui kuisioner, pengolahan dan analisah data menggunakan software. Karakteristik Subyek Penelitian HASIL Tabel 1. Karakteristik Subjek Penelitian Variabel n (%) Umur 18 tahun 2 2,5 19-25 tahun 33 40,7 26-30 tahun 16 19,8 >30 tahun 30 37 IRT 37 45,7 Pedagang 1 1,2 Buruh 2 2,5 Wiraswasta 1 1,2 Staf 4 4,9 Peg. Swasta 25 30,9 Dosen 11 13,6 Bekerja 44 54,3 Tidak Bekerja 37 45,7 Usia anak terakhir 6 bulan 37 45,7 7-1 tahun 16 19,8 2 tahun 26 32,1 >2 tahun 2 2,5 Pengetahuan Kurang 26 32,1 Baik 55 67,9 ASI Eksklusif Tidak ASI Eksklusif 37 45,7 ASI Eksklusif 44 54,3 17 Penerbit: Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Karakteristik responden berdasarkan usia, terbanyak adalah pada kelompok usia 19-25 tahun (40,7%) dan yang paling rendah pada usia 18 tahun (2,5%). Menurut pekerjaan didapatkan responden yg bekerja (54%) dan responden yang tidak bekerja (45,7%). Responden yang memberikan ASI eksklusif (54,3%) dan yang tidak memberikan ASI eksklusif (45,7%). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif Pemberian ASI sangat penting bagi tumbuh kembang yang optimal baik fisik maupun mental dan kecerdasan bayi. Oleh karena itu pemberian ASI perlu mendapat perhatian para ibu dan tenaga kesehatan agar proses menyusui dapat terlaksana dengan benar. Kebutuhan bayi akan zat gizi jika dibandingkan dengan orang dewasa dapat dikatakan sangat kecil. Namun jika diukur berdasarkan persentase berat badan, kebutuhan bayi akan zat gizi melampaui kebutuhan orang dewasa, hampir dua kali lipat. Tabel 2. Hubungan Pengetahuan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif Pengetahuan Pemberiaan ASI Eksklusif Total Nilai p Ya Tidak n % n % n % Kurang 8 30,8 18 69,2 26 32,1 Baik 36 65,5 19 34,50 55 67,9 0,003 Total 44 54,3 37 45,7 81 100 Tabel 2. hasil analisis regresi logistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan praktek pemberian ASI eksklusif (p = 0,003), artinya pengetahuan terhadap pemahaman ASI eksklusif ibu berpengaruh terhadap tindakan nyata ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif pada bayi. Pengetahuan diartikan sebagai hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu yaitu indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif diartikan sebagai kesan dan pemahaman yang dimiliki oleh ibu setelah melakukan penginderaan terhadap subjek maupun objek berkaitan dengan ASI eksklusif. Pengetahuan mempunyai peran yang penting dalam perilaku ibu. Hubungan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif Tabel 3. Hubungan Ibu dengan Pemberian ASI Eksklusif Pemberiaan ASI Eksklusif Ya Tidak Total n % n % n % Tidak bekerja 23 47,7 14 37,8 37 45,7 Bekerja 21 52,3 23 62,2 44 54,3 Total 44 54,3 37 45,7 81 100 Nilai p 0,141 Tabel 3. hasil analisis logistic regresi linier menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan ibu dengan praktek pemberian ASI eksklusif (p = 0,141). Artinya pekerjaan ibu tidak berpengaruh terhadap tindakan nyata ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif pada bayi. PEMBAHASAN Hubungan Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif akan membawa pemahaman yang mendalam pada ibu tentang dampak baik atau buruknya memberikan ASI secara eksklusif. Pemahaman ini akan menjadi dasar bagi ibu untuk berperilaku memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya. Tingkat pengetahuan ibu terbentuk karena adanya berbagai faktor yang mempengaruhi terbentuknya perilaku. Menurut teori yang dikemukakan oleh Soekanto (1994), disebutkan bahwa faktor yang mempengaruhi pengetahuan meliputi pendidikan, informasi, budaya, dan pengalaman. Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dapat mempengaruhi ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Semakin baik pengetahuan Ibu tentang ASI eksklusif, maka seorang ibu akan memberikan ASI eksklusif pada anaknya. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif, maka semakin sedikit 18 Penerbit: Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

pula peluang ibu dalam memberikan ASI eksklusif (Rachmaniah, 2014). Pengujian hipotesis menggunakan analisis Chi Square menunjukkan adanya hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif dengan pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Makassar (p=0,007) pada tingkat signifikansi 5%. Penelitian yang lain membuktikan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang ASI berpengaruh pada tindakan ASI Eksklusif. Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang tentang ASI maka akan mempengaruhi pola pikir dan sikap seseorang sehingga akan menimbulkan perilaku positif memberikan ASI Eksklusif Menurut Budiman (2013), faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan antara lain; (1) pendidikan, (2) informasi (media massa), (3) sosial, budaya, dan ekonomi, (4) lingkungan, (5) pengalaman, (6) usia. Menurut Hidayat (2005) yang dikutip dari Firmansyah (2012) bahwa pendidikan merupakan penuntunan manusia untuk berbuat dan mengisi kehidupan yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Hubungan pengetahuan dengan sikap pemberian ASI eksklusif. Penelitian Widianto, et all (2012) menunjukkan bahwa korelasi yang positif antara pengetahuan dengan sikap dalam memberikan ASI eksklusif, korelasi positif dengan kekuatan korelasi yang sangat kuat. Penelitian lain yang mendukung penelitian ini (Robiwala, et all, 2012) tingkat pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif sebagian besar dalam kategori baik sehingga sebagian besar memberikan ASI saja/ ASI eksklusif. Pengetahuan merupakan dasar bagi terbentuknya perilaku kesehatan. Sesuai dengan teori Green yang menyebutkan pengetahuan merupakan faktor predisposisi pembentuk perilaku kesehatan. Melakukan perilaku yang benar memerlukan adanya pengetahuan yang baik. Pengetahuan tentang ASI eksklusif berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif karena pengetahuan yang dimiliki ibu mempengaruhi pola pikir yang akan membentuk sikap positif yang selanjutnya diaplikasikan dalam perilaku nyata. Pemberikan ASI saja pada bayi usia <6 bulan merupakan bentuk perilaku pemberian ASI saja tanpa ada tambahan cairan atau makanan padat, selain obat-obatan dan vitamin. Perilaku ibu memberikan ASI secara eksklusif hanya dapat terbentuk apabila ibu mempunyai pengetahuan yang benar tentang ASI eksklusif mencakup pengertian, alasan pemberian ASI eksklusif, manfaat dan dampak yang dapat ditimbulkan apabila tidak memberikan ASI secara eksklusif. Sesuai dengan pengetahuan ibu tentang keunggulan ASI dan cara pemberian ASI yang benar dapat menunjang keberhasilan ibu dalam menyusui. Pengetahuan yang baik mempengaruhi perilaku dalam pola asuh anak untuk memberikan ASI saja sampai usia 6 bulan pada bayinya. Pengetahuan tentang ASI eksklusif menjadi dasar diperlukan agar ibu mampu berperilaku yang baik berkaitan dengan pemberian ASI. Ibu dengan tingkat pengetahuan yang baik menunjukkan bahwa ibu tahu dan paham tentang tindakan yang benar dalam memberikan ASI secara eksklusif sehingga akan mewujudkan perilaku yang baik sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Salah satu alasan yang paling sering dikemukakan bila ibu tidak menyusui adalah kerena mereka harus bekerja. Wanita selalu bekerja, terutama pada usia subur, sehingga selalu menjadi masalah untuk mencari cara merawat bayi. Bekerja bukan hanya berarti pekerjaan yang dibayar dan dilakukan di kantor, tapi bisa juga berarti bekerja di ladang, bagi masyarakat di pedesaan. Hubungan Pendidikan Ibu tentang ASI Eksklusif dengan Pemberian ASI Eksklusif Bekerja umumnya merupakan kegiatan yang menyita waktu bagi ibu yang mempunyai pengaruh terhadap kehidupan keluarga. Masyarakat yang sibuk akan memiliki waktu yang sedikit untuk memperoleh informasi, sehingga tingkat pendidikan yang mereka peroleh juga berkurang, sehingga tidak ada waktu untuk memberikan ASI pada bayinya. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lebih dari setengah responden mempunyai pekerjaan. Hal ini dikarenakan beberapa hal di antaranya tuntutan untuk bekerja, membantu ekonomi keluarga maka sebagian ibu memilih bekerja di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian yang terkait dengan hubungan pekerjaan terhadap pemberian ASI eksklusif banyak menunjukkan hasil yang tidak senada dengan penelitian ini. Dahlan, et all, (2010) menunjukan bahwa apabila status pekerjaan ibu bekerja maka besar kemungkinan ibu tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya, dan apabila status pekerjaan ibu tidak bekerja maka besar kemungkinan ibu dapat memberikan ASI eksklusifnya. Karena kebanyakan ibu bekerja, waktu merawat bayinya lebih sedikit, sehingga memungkinkan ibu tidak memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Listaneri & Sugiyanto (2013) ibu yang memilih bekerja lebih banyak tidak memberikan ASI eksklusif di banding ibu yang tidak bekerja. Penelitian yang mendukung penelitian ini di kemukakan oleh penelitian lestari. D,. et all (2013) yaitu persentasi ibu yang tidak bekerja lebih banyak yang tidak memberikan ASI eksklusif. Penyebabnya adalah pekerjaan bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif. Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara pekerjaan dengan pemberian ASI, begitu juga penelitian yang dilakukan oleh Nasti (2015). Kondisi saat ini pekerjaan tidak lagi menjadi kendala atau penghambat bagi ibu untuk memberikan ASI apabila pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif baik. Terdapat banyak ibu yang bekerja akan tetapi tetap memberikan asi secara eksklusif pada bayinya selama 6 bulan. Ibu bekerja memilih cara lain untuk tetap dapat memberikan asi secara eksklusif pada bayinya dengan cara memberikan asi peras. 19 Penerbit: Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

KESIMPULAN Pengetahuan terhadap pemahaman ASI eksklusif meningkatkan tindakan nyata ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif pada bayi di Makassar. ibu tidak berhubungan terhadap pemberian ASI secara eksklusif pada bayi di Makassar. Saran kami agar meningkatkan cakupan pemberian ASI eksklusif dengan memotivasi ibu untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki tentang ASI eksklusif dalam bentuk perilaku nyata yaitu memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya UCAPAN TERIMA KASIH Kami sebagai peneliti mengucapan terima kasih kepada Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia dan Universitas Muslim Indonesia serta Fakultas Kesehatan Masyarakat yang telah memberikan bantuan dana dan dukungan moril untuk melaksanakan penelitian ini sehingga peneliti ini terlaksana tanpa hambatan. DAFTAR PUSTAKA Bernard, J.Y., Agostini, M.D., Forhan, A., Alfaiate, T., Bonet, M., Champion, V.A., Kaminski, M., Guillain, B.DL., Charles, M.A & Heude, B. (2013) Breastfeeding Duration and Cognitive Development at 2 and 3 Years of Age in the EDEN Mother Child Cohort. J Pediatr; 163:36-42 Bhutta, ZA &Labbok, M. (2011) Scaling up breastfeeding in developing countries. Lancet, Vol 378 : 65 71. Dahlan, A.,Mubin, F., Mustika, D.N., (2010) Hubungan Status Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Kelurahan Palebon Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Di akses [ http://jurnal.unimus.ac.id] tanggal 2/08/2017 Edmond KM Edmond KM, Zandoh C, Quigley MA, Amenga-Etego S, Owusu-Agyei S & Kirkwood BR.(2006) Delayed breastfeeding initiation increases risk of neonatal mortality. J. Pediatrics; 117(3): e380-6 Kramer, M.S & Kakuma, R. (2012) Optimal duration of exclusive breastfeeding. Cochrane Database Syst Rev; CD003517. Listaneri, W.E & Sugiyanto (2013) Hubungan pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif. Naskah publikasi. Yogyakarta. lestari. D,. Zuraida, E & Larasati, TA (2013). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Air Susu Ibu Dan Ibu Dengan Pemberian Asi Eksklusif. Medical Journal of University lampung Vol 2, No 4 Mantra LB.(1993). Perilaku dalam Hubungannya dengan Kesehatan. Jakarta: Depkes RI Nasti, I. (2015) Hubungan Antara Status Ibu Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Padang Pasir. Universitas Andalas. Diakses di http://scholar.unand.ac.id/ tanggal 6/04/ 2017 Notoatmodjo S. (1997). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta. ------------------. (2002). Metodologi Penelitian kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta Quigley, M.A., Hockley, C., Carson, C., Kelly, Y., Renfrew, M.J & Sacker, A (2012) Breastfeeding is Associated with Improved Child Cognitive Development: A Population-Based Cohort Study. Pediatri;160:25-32 Rachmaniah, N. (2014) Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Asi Dengan Tindakan Asi Eksklusif. Naskah Publikasi. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta Robiwala, M.E., Ciptorini, D., Handini, K.D (2012) Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Asi Eksklusifdengan Pemberian Asi Saja, Yogyakarta Roesli, U.( 2008). Inisiasi Menyusu Dini plus ASI eksklusif. Pustaka Bunda. Jakarta. -----------.(2010). Mengenal ASI Eksklusif. Pustaka Bunda. Jakarta. Soekanto, 1994. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. Yogyakarta. Widiyanto, S, Aviyanti, D & Tyas A, M. (2012) Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif dengan Sikap terhadap Pemberian ASI Eksklusif. Jurnal Kedokteran Muhammadiyah, Volume 1, Nomor 1. universitas Muhammadiyah Semarang. Valentine, C.J & Wagner, C.L. (2013) Nutritional Management of the Breastfeeding Day 20 Penerbit: Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia