PENGOLAHAN BENIH (SEED PROCESSING)

dokumen-dokumen yang mirip
SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017 MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN AGRIBISNIS PERBENIHAN DAN KULTUR JARINGAN TANAMAN

TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH PASCA

TEKNIK PASCAPANEN UNTUK MENEKAN KEHILANGAN HASIL DAN MEMPERTAHANKAN MUTU KEDELAI DITINGKAT PETANI. Oleh : Ir. Nur Asni, MS

PENANGANAN PANEN DAN PASCA PANEN

PANEN DAN PASCAPANEN JAGUNG

PENANGANAN PASCA PANEN YANG BAIK (GOOD HANDLING PRACTICES/GHP) RIMPANG

Pada waktu panen peralatan dan tempat yang digunakan harus bersih dan bebas dari cemaran dan dalam keadaan kering. Alat yang digunakan dipilih dengan

PROSESSING BENIH. Bagian dari keseluruhan rangkaian teknologi benih dalam usaha memproduksi benih bermutu tinggi

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman jagung termasuk dalam keluarga rumput-rumputan dengan spesies Zea. sistimatika tanaman jagung yaitu sebagai berikut :

PETUNJUK LAPANGAN 3. PANEN DAN PASCAPANEN JAGUNG

Persyaratan Lahan. Lahan hendaknya merupakan bekas tanaman lain atau lahan yang diberakan. Lahan dapat bekas tanaman padi tetapi varietas yang

II. TINJAUAN PUSTAKA. wilayah beriklim sedang, tropis, dan subtropis. Tanaman ini memerlukan iklim

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Justice dan Bass (2002), penyimpanan benih adalah. agar bisa mempertahankan mutunya. Tujuan dari penyimpanan benih

TEKNOLOGI PENANGANAN PANEN DAN PASCAPANEN UNTUK MENINGKATKAN MUTU JAGUNG DITINGKAT PETANI. Oleh: Ir. Nur Asni, MS

OLEH HARI SUBAGYO BP3K DOKO PROSES PENGOLAHAN BIJI KOPI

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Teknologi Penanganan Panen Dan Pascapanen Tanaman Jeruk

I. PENDAHULUAN. Meningkatnya jumlah penduduk Indonesia, menyebabkan kebutuhan akan

Seed Coating untuk Meningkatkan Daya Simpan Benih Kakao. Sulistyani Pancaningtyas 1)

PENGUJIAN KADAR AIR BENIH

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. panennya menunjukkan bahwa ada perbedaan yang nyata (hasil analisis disajikan

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman,

I. PENDAHULUAN. Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pokok di Indonesia karena sebagian besar

PEMBUATAN BAHAN TANAM UNGGUL KAKAO HIBRIDA F1

II. TINJAUAN PUSTAK A. 2.1 Karakteristik dan Komposisi Kimia Benih Kedelai

1. mutu berkecambah biji sangat baik 2. dihasilkan flavour yang lebih baik 3. lebih awet selama penyimpanan

HASIL DAN PEMBAHASAN

INFORMASI PRAKTIS PENANGANAN PASCAPANEN KEDELAI. OLeh Ir. I. Ketut Tastra, MS. Informasi Praktis Balitkabi No.:

PENGARUH SORTASI BIJI DAN KADAR AIR SERTA VOLUME KEMASAN TERHADAP DAYA SIMPAN BENIH JAGUNG

Gambar. Diagram tahapan pengolahan kakao

I. PENDAHULUAN. Buah jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu produk hortikultura.

PEMBAHASAN. Posisi PPKS sebagai Sumber Benih di Indonesia

TEKNOLOGI PRODUKSI TSS SEBAGAI ALTERNATIF PENYEDIAAN BENIH BAWANG MERAH

adalah praktek budidaya tanaman untuk benih

Penanganan Hasil Pertanian

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Pengaruh Posisi Biji pada Tongkol terhadap Viabilitas Biji Jagung (Zea

I. PENDAHULUAN. Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan penting di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (2013), kebutuhan kedelai nasional

Teti Estiasih THP - UB PENANGANAN PASCAPANEN HASIL PERTANIAN

PENGOLAHAN BUAH LADA

MATA KULIAH TPPHP UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2013 TIM DOSEN PENGAMPU TPPHP

PENANGANAN PANEN DAN PASCAPANEN BENIH JAGUNG. Rahmawati, Yamin Sinuseng dan Sania Saenong Balai Penelitian Tanaman Serealia, Maros ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. Biji merupakan perkembangan lanjut dari bakal biji yang telah dibuahi dan

PENGOLAHAN BENIH. Perontokan Pengeringan Pembersihan Pemisahan/Pemilahan Perawatan Perlakuan/Pengujian Pelabelan Pengemasan Penyimpanan

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Benih Kedelai. penyediaan benih berkualitas tinggi. Pengadaan benih kedelai dalam jumlah yang

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MUTU BENIH. Faktor Genetik/ Faktor Lingkungan/ Eksternal

TEKNIK PENANGANAN PASCA PANEN R i n i Y u l i a n i n g s i h

TINJAUAN PUSTAKA Asal-Usul, Taksonomi kedelai, dan Morfologi Kedelai

II. TINJAUAN PUSTAKA. Jagung (Zea mays) adalah tanaman semusim yang berasal dari Amerika

PANEN DAN PENANGANAN BENIH CENGKEH DALAM PRODUKSI BENIH BERMUTU

I. PENDAHULUAN. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk Indonesia, menyebabkan

BAHAN DAN METODE. Bahan yang digunakan adalah benih padi Varietas Ciherang, Urea, SP-36,

PETUNJUK LAPANGAN (PETLAP) PANEN DAN PASCAPANEN TANAMAN KEDELAI

47 Tabel 3. Rata-rata Persentase kecambah Benih Merbau yang di skarifikasi dengan air panas, larutan rebung dan ekstrak bawang merah Perlakuan Ulangan

Teknologi Pengolahan Kopi Cara Basah Untuk Meningkatkan Mutu Kopi Ditingkat Petani

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. cokelat berasal dari hutan di Amerika Serikat. Jenis tanaman kakao ada berbagai

TINJAUAN PUSTAKA Tanaman Kentang Panen

Teknologi Penyimpanan Jagung Oleh : Sri Sudarwati PENDAHULUAN

HAMA DAN PENYAKIT BENIH Oleh: Eny Widajati

I. PENDAHULUAN. Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) termasuk dalam jenis tanaman sayuran,

PANEN DAN PENGELOLAAN PASCAPANEN PADI

PRINSIP AGRONOMIK BUDIDAYA UNTUK PRODUKSI BENIH. 15/04/2013

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Benih dan Pemuliaan Tanaman,

TEKNIK SELEKSI DAN SORTASI BIJI UNTUK BIBIT JARAK PAGAR YANG BERKUAUTAS

BEDAH SNI PRODUK UNGGULAN DAERAH

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAHAN DAN METODE. = nilai peubah yang diamati µ = nilai rataan umum

II. TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. Produksi buah pisang di Lampung setiap tahunnya semakin meningkat. Lampung

II. TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Hermawan (2013), klasifikasi botani tanaman sorgum (Sorghum bicolor

TEKNOLOGI BENIH. A.Sahupala (Fakultas Pertanian Universitas Pattimura) Pendahuluan

Beberapa ciri yang membedakan antara bahan baku agroindustri dengan bahan baku industri lain antara lain : bahan baku agroindustri bersifat musiman,

Perkembangbiakan Tanaman

MUTU BENIH JAGUNG PADA BERBAGAI CARA PENGERINGAN. Ramlah Arief Balai Penelitian Tanaman Serealia

II. TINJAUAN PUSTAKA. Viabilitas benih diartikan sebagai kemampuan benih untuk tumbuh menjadi

TINJAUAN PUSTAKA Benih Bermutu Viabilitas dan Vigor benih

TINJAUAN PUSTAKA Faktor yang Mempengaruhi Vigor dan Viabilitas Benih. Benih merupakan faktor penting dalam budidaya tanaman.

SISTEM KERING DAN SISTEM BASAH DALAM PROSESING BENIH KAPAS (Gossypium hirsutum L.)

PENANGANAN PASCA PANEN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman tomat termasuk tanaman semusim Ordo Solanales, family solanaceae,

PELATIHAN TEKNIS BUDIDAYA PADI BAGI PENYULUH PERTANIAN DAN BABINSA PERSIAPAN TANAM BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN

Meningkatkan Nilai Tambah Bawang Merah Oleh: Farid R. Abadi

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Yogyakarta, GreenHouse di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. yang berbeda menunjukkan bahwa ada perbedaan yang nyata (hasil analisis disajikan

I. PENDAHULUAN. ditingkatkan dengan penerapan teknik pasca panen mulai dari saat jagung dipanen

Pendahuluan. ACARA I Perkecambahan Benih. (eksternal). Faktor Dalam Faktor dalam yang mempengaruhi perkecambahan benih antara lain :

PEMBUATAN TEPUNG JAGUNG

TINJAUAN PUSTAKA. Botani Tanaman. Tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill) memiliki sistem perakaran yang

PENYIAPAN BENIH TANAMAN PADI

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian produksi benih dilakukan di lahan petani di Desa Sinar Agung, Kecamatan

Pengolahan, Pengemasan dan Penyimpanan Hasil Pertanian

BAHAN DAN METODE. Waktu dan Tempat

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapang Terpadu Fakultas Pertanian

II. TINJAUAN PUSTAKA. Caulifloris. Adapun sistimatika tanaman kakao menurut (Hadi, 2004) sebagai

II. TINJAUAN PUSTAKA. Subhan dkk. (2005) menyatakan bahwa pertumbuhan vegetatif dan generatif pada

Cara pengeringan. Cara pengeringan akan menentukan kualitas hay dan biaya yang diperlukan.

BAB VI PRODUKSI BENIH (SEED) TANAMAN

Pengeringan Untuk Pengawetan

BAHAN DAN METODE. Tempat dan Waktu Penelitian. Bahan dan Alat

HASIL DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

PENGOLAHAN BENIH (SEED PROCESSING)

TUJUAN Mempertahankan mutu benih yang dicapai pada saat panen. Menekan laju deteriorasi (kemunduran/ penurunan mutu) benih selama proses pengolahan benih berlangsung.

KEGIATAN 1. Pemanenan 2. Pengeringan 3. Pembersihan dan pemilahan 4. Perlakuan/perawatan benih 5. Pengemasan 6.Penyimpanan 7. Pengujian

1. PEMANENAN Panen biji = Panen buah Waktu panen : berdasarkan kemasakan buah Masak Morfologis : keadaan saat benih mencapai kesempurnaan struktur. Struktur embrio, kulit benih, dan kotiledon atau endosperm Masak Fisiologis : keadaan saat benih mencapai masak fisiologis yang ditandai dengan vigor dan viabilitas benih maksimal, serta bobot kering maksimal

1. PEMANENAN INDIKATOR VISUAL FISIK FISIOLOGIS KRITERIA Berdasarkan perubahan warna, ukuran dll Sangat subyektif (keterbatasan indera manusia) Mudah/tidaknya buah terlepas dari tangkai buah Uji ketegaran buah (penetrometer) Laju respirasi Sangat baik diterapkan pada komoditas yang bersifat klimakterik (kurang cocok pada komoditas yang non klimakterik) Saat komoditas mencapai masak fisiologis, respirasinya mencapai klimakterik (paling tinggi)

1. PEMANENAN INDIKATOR ANALISIS KIMIA KOMPUTASI KRITERIA kandungan zat padat terlarut, kandungan asam, kandungan pati, kandungan gula lebih obyektif daripada visual, karena terukur dasar: terjadinya perubahan biokimia selama proses pemasakan buah Perubahan yang sering terjadi: pati menjadi gula, menurunnya kadar asam, meningkatnya zat padat terlarut dihitung: jumlah dari suhu rata-rata harian selama satu siklus hidup tanaman (derajad hari) mulai dari penanaman sampai masak fisiologis Dasarnya: adanya korelasi positif antara suhu lingkungan dengan pertumbuhan tanaman

Bila dipanen saat fisiologis 1. PEMANENAN Keuntungan Benih belum mengalami kemunduran (deteriorasi) Viabilitas dan vigor benih maksimum Menghemat waktu dan mengurangi kehilangan benih di lahan Perkecambahan benih di lapang dapat dihindari Kerugian Kadar air benih masih tinggi (50-60%) Rentan terhadap kerusakan mekanis saat panen

1. PEMANENAN Buah klimakterik: buah yang mengalami lonjakan respirasi dan produksi etilen setelah dipanen. Perlu pemeraman untuk masak. Contoh: Buah non klimakterik: buah yang tidak mengalami lonjakan respirasi maupun etilen sehingga harus dipanen pada saat matang utuh Contoh:

TEKNIK 1. PEMANENAN Tanaman dipotong dan atau dibiarkan kering di lahan Memungkinkan tanaman mengalami pemasakan lebih lanjut sebelum perontokan Keuntungan: untuk tanaman yang berbunga dan membentuk benih dengan periode yang lama Kerugian: resiko benih rontok dan berkecambah di lapangan tinggi

TEKNIK 1. PEMANENAN Benih dipanen dan segera dipisahkan dan dikeluarkan dari lahan Waktu lebih cepat dan tenaga kerja pemanenan lebih sedikit

EKSTRAKSI BIJI/BENIH Harus dilakukan karena : Buah berisi benih yang banyak Bagian-bagian buah mengandung inhibitor yang dapat menghambat perkecambahan (coumarin pd tomat) Metode ekstraksi ditentukan oleh tipe buah : Tipe buah kering (dry fruit) Tipe buah basah (fleshy fruit)

EKSTRAKSI BIJI/BENIH

BUAH BASAH EKSTRAKSI BIJI/BENIH Buah yang mengandung juice dan pulp dapat mengalami proses fermentasi segera setelah panen (Cotoh: biji cacao). Dilakukan dengan penghilangan daging buah (depulping) untuk mencegah penurunan viabilitas benih dan infestasi mikroorganisme

EKSTRAKSI BIJI/BENIH

BUAH KERING EKSTRAKSI BENIH Buah akan membuka dengan sendirinya apabila dikeringkan terutama jika buah tersebut dipetik saat masak yang tepat. Dilakukan dengan perontokkan (treshing) secara manual atau dengan mesin khusus.

2. PENGERINGAN Tujuan: Mengurangi kadar air benih sehingga: aman untuk diproses lebih lanjut terhindar dari kerusakan tidak berkecambah dalam penyimpanan.

2. PENGERINGAN Kadar air benih memengaruhi viabilitas benih Kadar air benih tinggi : laju respirasi tinggi sehingga cadangan makanan dan energi cepat habis peka terhadap kerusakan oleh suhu tinggi peka terhadap serangan hama & penyakit Kadar air benih rendah: beberapa benih tidak dapat berkecambah (mati)

2. PENGERINGAN Pengaruh Kadar Air Terhadap Aktivitas Benih KA benih Proses > 45% Proses perkecambahan berlangsung > 18% Respirasi sangat tinggi (baik respirasi benih maupun mikroorganisme) sehingga akan menyebabkan terjadinya pemanasan 12-14 % Jamur tumbuh pada permukaan dan di dalam benih 8-9 % Kadar air aman untuk penyimpanan beberapa jenis benih, sedikit atau tidak ada aktivitas insekta 4-8% Aman untuk penyimpanan tertutup

2. PENGERINGAN Jenis benih berkaitan dengan pengeringan benih Benih ortodoks benih yang tahan terhadap pengeringan (tahan disimpan dalam kadar air benih rendah dan suhu rendah) Benih rekalsitran benih yang tidak tahan terhadap pengeringan (tidak tahan simpan dengan kadar air benih rendah dan suhu rendah)

Teknik: 2. PENGERINGAN Penjemuran dengan sinar matahari Menggunakan mesin pengering (hembusan udara panas)

2. PENGERINGAN Hal yang harus diperhatikan dalam penjemuran: Lantai jemur/alas dalam kondisi bersih. Pastikan tidak ada satupun benih yang tertinggal, untuk menghindari kontaminasi. Tebal (tumpukan) maksimal benih Pembalikan secara hati-hati dan merata (menghindari terjadi kerusakan kulit benih) Lama penjemuran tergantung kadar air awal dan suhu udara saat penjemuran (kadar air dicek secara berkala menggunakan moisture meter atau dengan metode oven)

2. PENGERINGAN Beberapa tipe mesin pengering: Tipe bin (bin drier) Alat pengering berbentuk cerobong dan dilengkapi dengan bak-bak pengering Tipe jalur (column drier) Benih dengan ketebalan antara 20-40 cm mengalir melewati ruang udara yang kering. Tipe ikat pinggang (belt drier) Umumnya digunakan untuk pengeringan bijibijian pada suhu yang tinggi, bukan untuk benih

2. PENGERINGAN Beberapa tipe mesin pengering : Tipe tong berputar (rotating drum drier): Benih diputar di dalam tong yang dilalui udara panas atau kering, sehingga semua sisi benih akan terkena udara pengering tersebut. Tipe ruang tertutup (absorber seed drier) dilengkapi dengan dehumidifier yang akan menyerap uap air dari benih, kemudian silica gel tersebut dikeringkan pada suhu tinggi. Alat pengering infra red

2. PENGERINGAN Suhu pengeringan dipengaruhi oleh : Jenis benih Benih sayuran pada umumnya membutuhkan kadar air yang lebih rendah dibandingkan dengan benih serealia. Kadar air awal pengeringan Benih dengan kadar air awal yang tinggi, penurunan kadar air dengan cara dianginanginkan tanpa pemanasan Semakin tinggi kadar air awal benih, suhu yang digunakan lebih rendah Kadar air akhir yang ingin dicapai

2. PENGERINGAN Contoh suhu pengeringan Jenis benih Kadar air awal (%) Suhu max ( o C) Gandum, Barley Di atas 24% 44 24% atau lebih rendah 49 Kubis-kubisan 18-20% 27 10-17% 38 Tropical grasses Di atas 18% 32 10-18% 37 Di bawah 10% 43 Kedelai 20% 40 Jagung (tongkol) 25-40% 35 Di bawah 25% 40

3. PEMBERSIHAN DAN PEMILAHAN Pembersihan : memisahkan calon benih dari kotoran (tanah, daun dan batang) serta benih hampa Pemilahan: mendapatkan keseragaman benih dari sisi ukuran, bentuk maupun berat jenisnya.

3. PEMBERSIHAN DAN PEMILAHAN Performansi perkecambahan dipengaruhi oleh ukuran benih Pemilahan benih berdasarkan ukuran benih perlu dilakukan untuk menghasilkan bibit yang muncul dan tumbuh seragam Ukuran benih yang sama memudahkan dalam pemanenan menggunakan alat mekanis

3. PEMBERSIHAN DAN PEMILAHAN Pembersihan dapat dilakukan secara manual dengan cara ditampi atau dengan menggunakan peralatan seperti air screen cleaner. Beberapa alat pemilahan benih yang banyak digunakan adalah: Indented cylinder (memisah berdasarkan panjang benih) Gravity table separator (memilah benih berdasarkan berat jenisnya) Precision grader (memilah benih berdasarkan lebar benih)

3. PEMBERSIHAN DAN PEMILAHAN Daya berkecambah & vigor benih dengan BJ berbeda No BJ benih (g/ml) DB (%) Vigor (%) Bobot 100 butir (g) 1. < 1,125 55,0 c 45,0 a 1,75 c 2. > 1,125 1,150 82,0 b 79,0 b 2,28 bc 3. > 1,150 1,175 96,5 a 86,0 a 2,48 b 4. > 1,175 1,200 97,5 a 86,5 a 2,64 a 5. > 1,200 99,5 a 88,5 a 2,70 a

4. PERLAKUAN BENIH Alasan produsen benih melakukan seed treatment: Perlakuan tersebut dianjurkan Penggunaan benih yang diberi perlakuan menguntungkan Benih yang diberi seed treatment lebih mudah dijual

4. PERLAKUAN BENIH Jenis seed treatment berdasarkan sifat dasar dan maksud perlakuan: 1. Desinfeksi Benih Bertujuan menghancurkan patogen yang telah menginfeksi benih dan menetap di dalam kulit benih atau jaringan-jaringan yang lebih dalam 2. Desinfestasi Benih Bertujuan untuk menghancurkan spora/patogen yang menempel di kulit/permukaan benih tanpa menempel /menginfeksinya.

4. PERLAKUAN BENIH Jenis seed treatment berdasarkan sifat dasar dan maksud perlakuan: 3. Proteksi Benih Bertujuan menyelimuti/melindungi benih/kecambah muda dari infeksi atau kerusakan oleh patogen, terutama pada awal pertumbuhannya.

4. PERLAKUAN BENIH SEED COATING AND PELLETING Metode untuk meningkatkan performa seed dan seedling dengan bahan kimia tertentu. Tujuan : untuk perlindungan biji dari pathogen, dan meningkatkan perkecambahan Teknik pelapisan benih : seed coating dan seed pelleting

4. PERLAKUAN BENIH SEED-COATING : penyemprotan polimer pada benih sehingga benih terlapisi secara solid dan tipis. Manfaat penggunaan polimer sebagai bahan pelapis akhir: melekat kuat pada benih dan serta mencegah kebocoran bahan aktif lainnya (fungisida, nutrien, pewarna atau hormon tumbuh)

SEED PELLETING melapisi benih lebih tebal dengan pellet matrix, mengandung filling materials dan perekat Tujuan: 4. PERLAKUAN BENIH Melapisi benih yang berbentuk tak beraturan (irregular seed shape) Meningkatkan ukuran benih yang sangat kecil Mempermudah penanaman terutama penanaman dengan mesin (planting machine)

4. PERLAKUAN BENIH Bahan yang sering digunakan untuk pellet : Loam, starch, tyllose (cellulose derivative) atau polyacrylate / polyacrylamide polymers. Lapisan tipis (film coat) terkadang ditambahkan sebagai pelapis akhir setelah pelleting

Tujuan : 5. PENGEMASAN BENIH Mempermudah dalam penyaluran dan transportasi benih Melindungi benih selama penyimpanan terutama dalam mempertahankan mutu benih (KA, DB dan vigor) serta menghindari dari serangan serangga.

5. PENGEMASAN BENIH Jenis Kemasan : Kemasan yang kedap uap air: aluminium foil, kaleng Kemasan yang resisten terhadap kelembaban: kantong plastik Kemasan yang porous (sarang penuh): kain, karung goni, karung plastik.

5. PENGEMASAN BENIH Penentuan jenis kemasan dan cara pengemasan benih : Tipe benih Kondisi ruang penyimpanan (suhu dan RH) Kadar air awal Lama penyimpanan Penyimpanan sementara, dalam jangka pendek, dapat digunakan karung plastik. Penyimpanan dalam jangka waktu yang cukup lama, sebaiknya menggunakan kantong plastik dengan ketebalan minimal 0,8 mm yang di-seal/kelim rapat

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGOLAHAN BENIH 1. Lakukan pemeriksaan peralatan untuk pengolahan, seperti lantai jemur, mesin pengering, mesin pembersih dan pemilah sebelum pengolahan benih dimulai 2. Hindari benih tercampur dengan varietas lain selama prosesing benih berlangsung

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGOLAHAN BENIH 3. Masukkan benih yang telah selesai diproses ke dalam karung yang baru dan diberi label di luar dan di dalam karung 4. Bila alat pengolahan akan digunakan untuk varietas lain, maka bersihkan terlebih dahulu alat-alat tersebut dan pastikan tidak ada satu benihpun yang tertinggal.