ALAT ALAT PENGUKUR HUJAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Hujan adalah sebuah peristiwa Presipitasi (jatuhnya cairan dari atmosfer yang

MEMBUAT ALAT UKUR HUJAN SEDERHANA

Mengenal Nama dan Fungsi Alat alat Pemantau Cuaca dan Iklim

MAKALAH KLIMATOLOGI UNSUR-UNSUR IKLIM: CURAH HUJAN

Kegiatan Pembelajaran 6 : Prinsip dan prosedur kerja Peralatan Klimatologi

II. TINJAUAN PUSTAKA I. PENDAHULUAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Lokasi penelitian terletak di Bandar Lampung dengan objek penelitian DAS Way

INSTRUKSI KERJA ADMINISTRASI PRAKTIKUM LABORATORIUM HIDROLOGI

PENDAHULUAN ABSTRAK. Kata kunci : Analisis, Tebal Hujan, Durasi Hujan

POLA DISTRIBUSI HUJAN JAM-JAMAN DI DAS TONDANO BAGIAN HULU

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini berlangsung dalam 2 (dua) tahap pelaksanaan. Tahap pertama

III. METODOLOGI. menguji kadar air nilam dengan metode Bindwell-Sterling

MENGENAL DAN MERAWAT MESIN PENYEMPROT

STASIUN KLIMATOLOGI DRAMAGA BOGOR

LAPORAN KLIMATOLOGI KUNJUNGAN STASIUN BMKG KENTEN

BAB 2 VOLUME DAN LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA NOMOR : KEP. 012 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN METEOROLOGI, KLIMATOLOGI, DAN GEOFISIKA NOMOR : KEP.12 TAHUN 2009 TENTANG

Kursi. Stasiun Pencuci Mata (Eyewash Station), Dipasang pada Dinding. Stasiun Pencuci Mata (Eyewash Station), dengan Pijakan Kaki

Siklus Air. Laut. awan. awan. awan. Hujan/ presipitasi. Hujan/ presipitasi. Hujan/ presipitasi. Evapotranspirasi. Aliran permukaan/ Run off.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB 3 PRESIPITASI (HUJAN)

III. BAHAN DAN METODE PENELITIAN

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

SNI 7827:2012. Standar Nasional Indonesia. Papan nama sungai. Badan Standardisasi Nasional

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. Sebagai contoh adalah musim hujan di Indonesia yang kedatangannya selalu

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Mengenal Nama dan Fungsi Alat alat Pemantau Cuaca dan Iklim Oleh : Dandan Hendayana,SP*

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

DRUM AIR CARA KERANGKA KAWAT (KAPASITAS 300 LITER)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

I. PENDAHULUAN. Peranan air dalam kehidupan sangat besar karena air merupakan sumber

: 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

-1- KETENTUAN TEKNIS SPAM BJP

PENDAHULUAN TINJAUAN PUSTAKA

TATA CARA PEMANFAATAN AIR HUJAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

RANCANG BANGUN ALAT UKUR CURAH HUJAN

BAB III PROSES PERPINDAHAN KALOR DESTILASI DAN ANALISA

IV. PERSIAPAN PENGUJIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAHAN DAN METODE. Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, mulai pada bulan

9. Dari gambar berikut, turunkan suatu rumus yang dikenal dengan rumus Darcy.

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS. Sebelum melakukan pengujian pada sistem Bottle Filler secara keseluruhan, dilakukan beberapa tahapan antara lain :

Tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan

PENGENALAN ALAT DISUSUN OLEH : NAMA : NILAM TIKA NIM : G ASISTEN : VIPIN CHRISTINA CHANDRA PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III LANDASAN TEORI

PERANCANGAN DAN PENGUJIAN PENAKAR HUJAN TIPE TIPPING BUCKET DENGAN SENSOR PHOTO INTERRUPTER BERBASIS ARDUINO

RESERVOAR SLIDE 06 TPAM. Yuniati, PhD

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Worm dan Hattum (2006), penampungan air hujan adalah

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. harus mempunyai sebuah perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut

DAFTAR ANALISA SNI HARGA SATUAN PEKERJAAN

Sprinkler Tipe BIR Versi 1 Teknologi Tepat, Investasi Hemat

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAHAN DAN METODE. Penelitian dilakukan pada tegakan Hevea brasiliensis yang terdapat di

ANALISA VALIDASI PERALATAN METEOROLOGI KONVENSIONAL DAN DIGITAL DI STASIUN METEOROLOGI SAM RATULANGI oleh

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

LAPIS PONDASI AGREGAT SEMEN (CEMENT TREATED BASE / CTB)

KEPALA BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN NOMOR: KEP-05/BAPEDAL/09/1995 TENTANG SIMBOL DAN LABEL LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN

BAB IV METODE PENELITIAN

K13 Antiremed Kelas 11 Fisika

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. pirolisator merupakan sarana pengolah limbah plastik menjadi

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

TATA CARA TETAP PELAKSANAAN PENGAMATAN DAN PELAPORAN DATA IKLIM DAN AGROKLIMAT

PENGENDALIAN MUTU KLAS X

TOLAK PELURU A. SEJARAH TOLAK PELURUH

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan di Desa Marga Agung, Kecamatan Jati Agung

III. METODOLOGI 3.1 BAHAN DAN ALAT Ketel Suling

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Analisa Efisiensi Turbin Vortex Dengan Casing Berpenampang Lingkaran Pada Sudu Berdiameter 56 Cm Untuk 3 Variasi Jarak Sudu Dengan Saluran Keluar

I. PENGUKURAN INFILTRASI

Perencanaan Sistem Drainase Pembangunan Hotel di Jalan Embong Sawo No. 8 Surabaya

BAB III PERANCANGAN EVAPORATOR Perencanaan Modifikasi Evaporator

ALAT UKUR PRESISI 1. JANGKA SORONG Jangka sorong Kegunaan jangka sorong Mengukur Diameter Luar Benda Mengukur Diameter Dalam Benda

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN

GENTONG PENAMPUNGAN CARA CETAKAN (KAPASITAS 250 LITER)

DAFTAR ANALISA PEKERJAAN

BAB III HUJAN DAN ANALISIS HUJAN

BAB IV PENGAMATAN PEKERJAAN SIPIL LAPANGAN

PENGARUH PERUBAHAN AREAL KEDAP AIR TERHADAP AIR PERMUKAAN. Achmad Rusdiansyah ABSTRAK

TEKNIK GAMBAR DASAR A. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN GAMBAR

POMPA BAMBU 1. PENDAHULUAN 2. URAIAN SINGKAT 3. BAHAN

#% $ #% &# ' # (#&!"# '!") $## *! % +#&!"# $ %!&!!&!'!! " (!) "

II. IKLIM & METEOROLOGI. Novrianti.,MT_Rekayasa Hidrologi

HASIL DAN PEMBAHASAN

KONSTRUKSI ATAP 12.1 Menggambar Denah dan Rencana Rangka atap

POMPA HISAP SISTIM BALOK PENJEPIT

SUMUR RESAPAN AIR HUJAN SEBAGAI WAHANA KONSERVASI AIR

IV. PERANCANGANDAN PEMBUATAN INSTRUMENTASI PENGUKURAN SLIP RODA DAN KECEPATAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Istimewa Yogyakarta. Gunungkidul memiliki luas 1.485,36 Km 2 terletak antara 7

BAB IV TINJAUAN BAHAN BANGUNAN DAN ALAT ALAT. Proyek Menara Sentraya dilakukan oleh PT. Pionir Beton Industri

BAB IV PEMBUATAN SISTEM PERPIPAAN UNTUK PENYIRAMAN TANAMAN BUNGA KEBUN VERTIKAL

II. TINJAUAN PUSTAKA. Hujan adalah jatuhnya hydrometeor yang berupa partikel-partikel air dengan

Transkripsi:

ALAT ALAT PENGUKUR HUJAN Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, alat pengukur hujan ada 2 macam yaitu alat pengukur hujan manual dan alat pengukur hujan otomatis. 1. MANUAL (non-recording) Penakar Hujan Biasa Observatorium (OBS) Alat ini lebih dikenal dengan dengan nama Penakar Hujan OBS atau Penakar Hujan Manual, sedang di kalangan pertanian dan pengairan biasa disebut ombrometer. Sebuah alat yang digunakan untuk menakar atau mengukur hujan harian. Penakar Hujan Obs ini merupakan jejaring alat ukur cuaca terbanyak di Indonesia. Penempatannya 1 PH Obs mewakili luasan area 50 km² atau sampai radius 5 km. Fungsinya yang vital terhadap deteksi awal musim (Hujan/kemarau) menjadikannya sebagai barang yang dicari dan sangat diperlukan oleh penyuluh, P3A dan kelompok tani yang tersebar keberadaannya dll. Bahan yang digunakan adalah semurah dan semudah mendapatkannya. Tujuan akhir pengukuran curah hujan adalah tinggi air yang tertampung, bukan volumenya. Hujan yang turun jika diasumsikan menyebar merata, homogen dan menjatuhi wadah (kaleng) dengan penampang yang berbeda akan memiliki tinggi yang sama dengan catatan faktor menguap, mengalir dan meresap tidak ada. Spesifikasi : a. Type : Observasi (OBS) b. Bahan : - Ring corong, ring pipa dan kran terbuat dari kuningan.

- Badan terbuat dari seng kualitas baik dengan ketebalan - 0.8 mm atau stainless steel (DOP) ketebalan 0.5 mm. - Seluruh badan (kecuali ring corong) dicat luar dalam dengan cat anti karat warna bronce-metallic. - Dilengkapi dengan water pass. c. Luas corong : 100 cm2 d. Diameter badan terlebar : 21.5 cm e. Tinggi badan : 60 cm Penakar Hujan Biasa Tanah Penakar hujan biasa biasa tanah dimaksudkan untuk mendapatkan jumlah curah hujan yang jatuh pada permukaan tanah. Pada bagian tanah reservoir, terdapat tangkai yang digunakan untuk mengangkat penakar hujan jika akan dilakukan pembacaan. Tepat disekitar corong penakar hujan terdapat lapisan ijuk yang disusun pada lapisan kayu yang berbentuk lingkaran yang dimaksudkan untuk mengurangi percikan air hujan. Selain itu terdapat jaringan kawat/ besi yang berbentuk bujur sangkar dan digunakan sebagai tempat berpijak ketika akan mengangkat lapisan ijuk dan penakar hujan. Pada kedua tepi/ lapisan ijuk terdapat dua kaitan/ pegangan untuk memudahkan mengangkatnya. Penakar Hujan Biasa Dengan Wind-Shield Pemasangan Wind-Shield pada penakar hujan dimaksudkan untuk meniadakan angin putar, sehingga angin yang bertiup melewati corong sedapat mungkin menjadi horizontal.

Pluviometer Pluviometer adalah sebuah alat yang digunakan untuk menakar hujan. Alat ini tidak dapat mencatat sendiri. Corong alat yang mempunyai bak penampung air hujan yang berbentuk silindris dan gelas penakar hujan dengan skala sampai 25 mm ini harus ditaruh di tempat yang terbuka dan datar, dipasang dengan cara menyekrupnya pada balok kuat yang sudah dicat putih dan ditanam pada pondasi beton. Tinggi corong dari permukaan tanah ialah 120 cm. Corong pluviometer menampung air hujan, dan kita yang mencatat hasilnya.

2. OTOMATIS (recording) Penakar Hujan Otomatis Jardi Penggunaan penakar hujan jenis Jardi dimaksudkan untuk memperoleh intensitas curah hujan pada suatu saat, terutama sekali untuk curah hujan yang besar dan terjadi pada waktu yang singkat. Data yang tercatat pada pias lebih jelas dibanding dengan penakar hujan jenis lain. Penakar jenis ini sudah tidak lagi dipakai di Indonesia. Penakar Hujan Otomatis Hillman Penakar hujan jenis Hillman merupakan suatu instrument/alat untuk mengukur curah hujan. Penakar hujan jenis hellman ini merupakan suatu alat penakar hujan berjenis recording atau dapat mencatat sendiri. Alat ini dipakai di stasiun-stasiun pengamatan udara permukaan. Pengamatan dengan menggunakan alat ini dilakukan setiap hari pada jam-jam tertentu mekipun cuaca dalam keadaan baik/hari sedang cerah. Alat ini mencatat jumlah curah hujan yang terkumpul dalam bentuk garis vertikal yang tercatat pada kertas pias. Alat ini memerlukan perawatan yang cukup intensif untuk menghindari kerusakankerusakan yang sering terjadi pada alat ini. Curah hujan merupakan salah satu parameter cuaca yang mana datanya sangat penting diperoleh untuk kepentingan BMG dan masyarakat yang memerlukan data curah hujan tersebut. Hujan memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan manusia, karena dapat memperlancar atau malah menghambat kegiatan manusia. Oleh karena itu kualitas data curah hujan yang didapat haruslah bermutu dan memiliki keakuratan yang tinggi. Maka seorang observer / pengamat haruslah mengetahui tentang alat penakar hujan yang dipakai di stasiun pengamat secara baik. Salah satu alat penakar hujan yang sering dipakai ialah Penakar hujan jenis hillman.

Penakar Hujan Otomatis Tipping Bucket Tipping Bucket Raingauge merupakan alat penakar hujan yang menggunakan prinsip menimbang berat air hujan yang tertampung menggunakan bucket atau ember kemudian disalurkan dengan sebuah skala ukur (pias) yang telah ditetapkan berdasarkan pengujian dan kalibrasi. Berdasarkan catatan sejarah, pada tahun 1662 untuk pertama kalinya Christoper Wren menciptakan sebuah perekam curah hujan type tipping bucket rain gauge di Inggris dengan alat perekam menggunakan kertas yang dibolongkan berdasarkan jumlah curah hujan yang terekam. Pada perkembangannya, alat ini kemudian dihubungkan dengan pena dan kertas pias yang berada pada silinder yang berputar untuk merekam data curah hujan yang terjadi. Dalam perekaman ini di usahakan sedapat mungkin untuk mengukur curah hujan hingga 0,2 mm atau bahkan 0,1 mm, dengan anggapan bahwa 1 mm hujan berarti ketinggan air hujan dalam radius 1 m2 adalah setinggi 1 mm, dengan syarat bahwa air hujan itu tidak mengalir, meresap,atau menguap Dengan teori seperti itu maka setiap penakar hujan sedapat mungkin menggunakan prinsip itu termasuk tipping bucket.

Keterangan gambar : 1. corong besar 2. penyaring 3. corong kecil 4. ember / bucket 5. penahan ember 6. roda bergigi 7. roda bentuk jantung 8. pengatur kedudukan pena 9. corong penampung air 10. tangkai pena 11. silinder jam 12. ember besar penampung air hujan Raingauge Test Equipment Raingauge test equipment adalah alat yang ini digunakan untuk menguji/mengkalibrasi peralatan penakar hujan, terutama dari jenis tipping bucket. Alat ini menggunakan prinsip putaran pompa yang alirannya diukur dengan presisi flow meter. Air yang mengalir melalui flow meter ini kemudian dialiri ketipping bucket (sebagai simulasi dari air hujan yang jatuh ke dalam raingauge yang sedang dikalibrasi). Jumlah air yang tercatat di flow meter harus sama dengan jumlah air yang keluar dari raingauge (harus seimbang antara tabung penampungan sebelah kiri dan kanan). Selain itu jumlah tipping pada raingauge juga harus menunjukan nilai yang sama dengan flow meter (tergantung tingkat keakurasian raingauge). Penakar Hujan Otomatis Van Doorn Pada dasarnya sistem mekanisme penakar hujan otomatis jenis Van Doorn hampir sama dengan jenis Hellmann. Perbedaannya terdapat pada bentuk alat, luas corong, dan beberapa bagian instrumennya. Pada saat sekarang pemakaian jenis penakar ini tidak ada lagi.