Ekonomi Moneter Session 2 Arif Darmawan S.E (Hons) (UNS), M.A (Marmara University)

dokumen-dokumen yang mirip
2. Derivasi Atau Perolehan Kurva BP (Neraca Pembayaran BOP)

UANG DAN INFLASI. Sumber: 1. Mankiw 2. Ari Sudarman. By. Henny Oktavianti

1. Tahap sebelum barter. 2. Tahap Barter. Tahap Perkembangan Uang

BAB 2 GAMBARAN UMUM OBJEK. diambil dari mata uang India Rupee. Sebelumnya di daerah yang sekarang disebut

BAB I PENDAHULUAN. Uang merupakan suatu alat tukar yang memiliki peranan penting dalam

II. TEORI EKONOMI MAKRO KLASIK

BAB I PENDAHULUAN. dan jasa dalam perekonomian dinilai dengan satuan uang. Seiring dengan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam ilmu ekonomi, keseimbangan pasar (market equilibrium) terjadi

EKONOMI MONETER (EM) OK--OK

BAB I PENDAHULUAN. tersebut di banding dengan mata uang negara lain. Semakin tinggi nilai tukar mata

SISTEM MONETER INTERNASIONAL

UANG dalam perekonom ian

SISTEM MONETER INTERNASIONAL

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. Produk Domestik Bruto adalah perhitungan yang digunakan oleh suatu

SISTEM MONETER DI INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Kebutuhan manusia sangat tidak terbatas sedangkan alat pemenuh kebutuhan

Kebijakan Moneter & Bank Sentral

Wulansari Budiastuti, S.T., M.Si.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. negara atau lintas negara yang mencakup ekspor dan impor. Tambunan

Sistem dan Kebijakan Nilai Tukar

SISTEM MONETER INTERNASIONAL. Pertemuan ke-2

BAB 1 PENDAHULUAN` Universitas Indonesia. Dinamika moneter indonesia.., Ratna Sari Pakpahan, Program Pascasarjana, 2008

ekonomi KTSP & K-13 PERDAGANGAN INTERNASIONAL K e l a s A. Konsep Dasar Tujuan Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan tingginya ketidakpastian perekonomian global, nilai tukar

Ilmu Ekonomi Bank Sentral dan Kebijakan moneter

UANG DAN LEMBAGA KEUANGAN

Uang EKO 2 A. PENDAHULUAN C. NILAI DAN JENIS-JENIS UANG B. FUNGSI UANG. value).

SISTEM MONETER INTERNASIONAL. JURUSAN ILMU EKONOMI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL Veteran JAWA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN. Amerika Serikat. Hal ini sangat mempengaruhi negara-negara lain karena

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Analisis dampak..., Wawan Setiawan..., FE UI, 2010.

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. representasi untuk menilai kondisi perusahaan-perusahaan

BAB I PENDAHULUAN. Sejak diberlakukannya sistem nilai tukar mengambang penuh/ bebas

A. PENGERTIAN SISTEM MONETER DI INDONESIA

Mekanisme transmisi. Angelina Ika Rahutami 2011

melindamelindo.wordpress.com Page 1

DEVISA DAN KESEIMBANGAN DAN KETIDAKSEIMBANGAN NERACA PEMBAYARAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. Saat ini, perekonomian Indonesia diliput banyak masalah. Permasalahan

Please purchase PDFcamp Printer on to remove this watermark. NILAI TUKAR DAN NERACA PEMBAYARAN MEET-11

I.PENDAHULUAN. antar negara. Nilai tukar memainkan peran vital dalam tingkat perdagangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Andri Helmi M, SE., MM. Sistem Ekonomi Indonesia

1.Peran mata uang 2.Lembaga Keuangan. PIEw9 1

BAB I PENDAHULUAN. lebih terbuka (openness). Perekonomian terbuka dalam arti dimana terdapat

BAB I PENDAHULUAN. semakin bertambah tinggi dalam kondisi perekonomian global seperti yang

BAB I PENDAHULUAN. pengendalian besaran moneter untuk mencapai perkembangan kegiatan

PENENTUAN TINGKAT KURS RUPIAH TERHADAP DOLLAR AMERIKA SERIKAT DI PASAR VALUTA ASING INDONESIA (PERIODE )

BAB I PENDAHULUAN. diakibatkan oleh adanya currency turmoil, yang melanda Thailand dan menyebar

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Krisis mata uang di Amerika Latin, Asia Tenggara dan di banyak negara

BAB 1 PENDAHULUAN. yang dihasilkannya (Hariyani dan Serfianto, 2010 : 1). Menurut Tri Wibowo dan

I. PENDAHULUAN. Nilai tukar atau dikenal pula sebagai kurs dalam keuangan adalah sebuah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I.PENDAHULUAN. Meningkatnya peran perdagangan internasional dibandingkan dengan. perdagangan domestik merupakan salah satu ciri yang menandai semakin

ekonomi Kelas X KEBIJAKAN MONETER KTSP A. Kebijakan Moneter Tujuan Pembelajaran

DAFTAR ISI STATISTIK EKONOMI KEUANGAN INDONESIA KATA PENGANTAR TABEL-TABEL

I. PENDAHULUAN. Perekonomian Indonesia saat ini sudah tidak dapat terpisahkan lagi dengan

ekonomi K-13 KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL K e l a s A. PENGERTIAN KEBIJAKAN MONETER Tujuan Pembelajaran

I. PENDAHULUAN. Mata uang asing (valuta asing) merupakan suatu komoditas yang memiliki nilai

SISTEM EKONOMI DAN KEBIJAKAN

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan

BAB I PENDAHULUAN. Peranan uang dalam peradaban manusia hingga saat ini dirasakan sangat

BAB 1 PENDAHULUAN. Pasar modal merupakan hal yang tidak asing lagi di Indonesia khususnya

VII. SIMPULAN DAN SARAN

I. PENDAHULUAN. makro, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan

BAB IV GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN INDONESIA. negara selain faktor-faktor lainnya seperti PDB per kapita, pertumbuhan ekonomi,

PERMINTAAN UANG. Adil Fadillah dan Mumuh Mulyana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kebutuhan cadangan devisa bagi suatu negara mempunyai tujuan dan

PERTEMUAN VII TEORI JUMLAH UANG BEREDAR

PERTEMUAN 13 KONSEP, TRANSAKSI DAN LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan barang dan jasa, investasi yang dapat meningkatkan barang modal,

AKUNTANSI LEMBAGA KEUANGAN ISLAM

KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA ANALISA DENGAN KURVA IS, LM DAN BP

UANG DAN INSTITUSI KEUANGAN PENAWARAN UANG PROGDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG

Kondisi Cadangan Devisa Indonesia Penyebab Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

PEMBAYARAN NON TUNAI. Reza Kurniawan. Abstrak.

Materi Minggu 2. Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap Keseimbangan Ekonomi

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian oleh masyarakat dan otoritas moneter. Maka dari itu apabila

ekonomi K-13 PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG K e l a s A. KONSEP DASAR a. Sejarah Uang Tujuan Pembelajaran

MK INTERNASIONAL SISTEM MONETER INTERNASIONAL. Materi 2 Andri Helmi M, S.E., M.M.

Memasukkan beberapa aset sebagai alternatif dari uang

I. PENDAHULUAN. Globalisasi dan liberalisasi ekonomi telah membawa pembaharuan yang

BAB I PENDAHULUAN. seberapa besar kontribusi perdagangan internasional yang telah dilakukan bangsa

I. PENDAHULUAN. terlepas dari kegiatan ekonomi internasional. Kegiatan ekonomi internasional

BAB 1 PENDAHULUAN. dan liberalisasi perdagangan barang dan jasa semakin tinggi intensitasnya sehingga

Pertumbuhan Uang dan Inflasi. Copyright 2004 South-Western

BAB I PENDAHULUAN. sektor utama dalam perekonomian Negara tersebut. Peran kurs terletak pada nilai mata

BAB 1 PENDAHULUAN. negeri, seperti tercermin dari terdapatnya kegiatan ekspor dan impor (Simorangkir dan Suseno, 2004, p.1)

ANALISIS PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA, NILAI TUKAR, DAN NILAI EKSPOR TERHADAP NERACA PEMBAYARAN INDONESIA SKRIPSI. Diajukan oleh : : WILL JACKSON

BABI PENDAHULUAN. Sejak terjadinya krisis ekonomi tabun 1997, perekonomian Indonesia

TEORI KEUANGAN INTERNASIONAL. Makalah Bisnis Internasional. Dosen Pengampu: Dian Perwitasari, S. Ak, M. Si

BAB 1 PENDAHULUAN. salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perekonomian secara umum.

Transkripsi:

Ekonomi Moneter Session 2 Arif Darmawan S.E (Hons) (UNS), M.A (Marmara University)

Standar Moneter Internasional Standar moneter dapat diartikan sebagai sistem moneter yang didasarkan atas standar nilai uang, termasuk di dalamnya peraturan tentang ciri-ciri atau sifat-sifat uang, pengaturan jumlah uang yang beredar (logam atau kertas), ekspor-impor logam mulia serta fasilitas bank yang berhubungan dengan ekspansi demand deposit. Bagian penting dari determinan/faktor-faktor yang memengaruhi permintaan uang adalah penerimaan nasional, level harga dan tingkat suku bunga, dimana penwaran uang adalah tindakan yang dilakukan oleh Bank Sentral yang memberikan kuasa penuh untuk mengatur penawaran uang dan membawa perubahan akan hal tersebut.

Penawaran dan Permintaan Uang The equilibrium amount in the market for money specifies the money stock, as opposed to the money supply, which is a behavioral function specifying the amount that would be supplied at various interest rates and income levels. The equilibrium amount of money is the amount for which money demand and money supply are equal.

Macam-Macam Standar Moneter 1. Standar Barang (Commodity Standard) Sistem moneter dimana nilai/tenaga beli uang dijamin sama dengan seberat tertentu barang (emas/perak dll). Setiap nilai uang yang beredar dijamin dengan seberat barang tertentu yang ditentukan oleh pemerintah. a. Standar Emas (Gold Standard): emas dijadikan sebagai dasar dalam pengadaan uang nasional dan digunakan untuk membiayai perdagangan internasional serta deficit neraca pembayaran. b. Standar Perak c. Standar Kembar (Emas dan Perak) Three types can be distinguished: 1. In the gold specie standard the monetary unit is associated with the value of circulating gold coins or the monetary unit has the value of a certain circulating gold coin, but other coins may be made of less valuable metal. 2. The gold bullion standard is a system in which gold coins do not circulate, but the authorities agree to sell gold bullion on demand at a fixed price in exchange for the circulating currency. 3. The gold exchange standard usually does not involve the circulation of gold coins. The main feature of the gold exchange standard is that the government guarantees a fixed exchange rate to the currency of another country that uses a gold standard (specie or bullion), regardless of what type of notes or coins are used as a means of exchange. This creates a de facto gold standard, where the value of the means of exchange has a fixed external value in terms of gold that is independent of the inherent value of the means of exchange itself.

Standar Emas Kelebihannya: 1. Penerimaan yang baik dari masyarakat. 2. Mencegah peredaran uang yang berlebihan, sehingga tidak menimbulkan inflasi. 3. Menahan kelebihan percetakan uang kertas dan kredit bank. 4. Menjadi dasar sistem keuangan internasional pada waktu yang lalu. Kelemahannya: 1. Kepercayaan terhadap standar emas pernah hancur ketika terjadi resesi ekonomi. 2. Beberapa teori tentang penyesuaian harga internasional tidak terjadi. 3. Pengumpulan emas yang berlebihan dapat memicu jatuhnya nilai uang.

The Gold Coin Standard Syarat: - Uang dikaitkan dengan berat emas - Orang bebas untuk ekspor/simpan dengan tujuan lain - Uang emas diterima sebagai alat pembayaran Kelebihan: - Uang emas = emas batangan (nilainya) - Uang kertas dll bisa ditembus dengan uang emas Kekurangan: - Emas jarang digunakan untuk perdagangan domestik - Saat terjadi krisis, masyarakat cenderung menyimpan uangnya sehingga terjadi defisit

The Gold Bullion Standard Persamaan dengan The Gold Coin adalah: - Nilai moneter dikaitkan dengan berat emas - Pemerintah menjual/membeli emas dengan harga tetap - Terbatasnya kemampuan masyarakat membeli emas Perbedaan dengan The Gold Coin adalah: - Tidak bebas untuk membuat uang emas - Untuk membuat batangan emas hanya digunakan sebagai bentuk pembayaran utang pemerintah/swasta

The Gold Bullion Standard Kelebihan: - Negara tidak perlu membuat uang emas - Pemerintah menjual emas dalam bentuk batangan sehingga dapat mencegah penyelundupan ke luar negeri Kelemahan: - Hanya dapat dibeli oleh kalangan atas / orang kaya sahaja - Operasinya tidak berlaku untuk orang kecil

The Gold Exchange Standard Kelebihan: - Dimungkinkan mendapatkan bunga jika didepositokan/jika dijadikan obligasi - Aliran emas minimum karena ada cadangan emas di luar negeri - Ongkos kirim logam berharga menurun karena aliran emas berharga - Distribusi emas tidak merata, akan mempermudah penggunaan standar ini di banyak negara. Kelemahan: - Mengurangi berlakunya operasi otomatis standar emas secara umum - Negara yang menyimpan cadangan emas negara lain harus siap ekspor jika pemilik memintanya - Jumlah uang yang beredar negara yang menyimpan menurun jika emas negara lain dieskpor

Ending the gold standard and economic recovery during the Great Depression

Standar Kepercayaan (Fiat Standard) Sistem moneter dimana nilai/daya beli uang tidak dijamin dengan berat logam, hanya berdasar kepada kepercayaan masyarakat. Contohnya adalah The Managed Paper Standard yang terdiri atas: 1. Fiat Money (uang kertas yang digunakan pada kehidupan seharihari) 2. Inconvertible Money (uang yang tidak dapat ditukarkan) Kelebihan Managed Money: 1. Terlepas dari cadangan logam untuk penciptaan uang 2. Terhindar dari akibat inflasi dan deflasi standar emas 3. Lebih murah untuk mencetak uang kertas daripada logam

Perkembangan Sistem Moneter Internasional 1. Periode Standar Emas (Gold Standard) 2. Periode Dismal (Dismal Period) 3. Periode Standar Tukar Emas (Gold Exchange Standard) 4. Periode Nasionalisme Moneter (Monetary Nasionalism) 5. Periode sistem Bretton Woods (Bretton Woods System) 6. Periode setelah Bretton Woods (Post-Bretton Woods System)

Periode Standar Emas: 1880-1914 Karakteristik utama dari standar emas yang digunakan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, yaitu: 1. Perorangan dapat dengan bebas mengimpor dan mengekspor emas 2. Persediaan dan uang kertas yang beredar cukup dijamin dengan persediaan emas Dalam hal ini, antar negara menganut system nliai tukar tetap (fixed exchange rate). Keunggulan system ini, secara konspetual, apabila tidak terjadi distorsi dalam ekonomi, maka penggunaan standar emas dapat secara otomatis memperbaiki neraca perdagangan (invisible hand).

Periode Perang Dunia I dan II Pada periode PD! Hingga tahun 1925, banyak negara menggunakan sistem nilai tukar mengambang dengan tidak adanya intervensi dari Bank Sentral. Pada tahun 1925 hingga 1931, sejalan dengan perbaikan standar emas, banyak negara menggunakan sistem nilai tukar dengan mengkaitkan dengan cadangan emas yang disebut gold exchange standard. Pada saat terjadi Great Depression 1930, banyak negara meninggalkan standar emas dan menggunakan system nilai tukar mengambang bebas atau mengambang terkendali.