Ekonomi Moneter Session 2 Arif Darmawan S.E (Hons) (UNS), M.A (Marmara University)
Standar Moneter Internasional Standar moneter dapat diartikan sebagai sistem moneter yang didasarkan atas standar nilai uang, termasuk di dalamnya peraturan tentang ciri-ciri atau sifat-sifat uang, pengaturan jumlah uang yang beredar (logam atau kertas), ekspor-impor logam mulia serta fasilitas bank yang berhubungan dengan ekspansi demand deposit. Bagian penting dari determinan/faktor-faktor yang memengaruhi permintaan uang adalah penerimaan nasional, level harga dan tingkat suku bunga, dimana penwaran uang adalah tindakan yang dilakukan oleh Bank Sentral yang memberikan kuasa penuh untuk mengatur penawaran uang dan membawa perubahan akan hal tersebut.
Penawaran dan Permintaan Uang The equilibrium amount in the market for money specifies the money stock, as opposed to the money supply, which is a behavioral function specifying the amount that would be supplied at various interest rates and income levels. The equilibrium amount of money is the amount for which money demand and money supply are equal.
Macam-Macam Standar Moneter 1. Standar Barang (Commodity Standard) Sistem moneter dimana nilai/tenaga beli uang dijamin sama dengan seberat tertentu barang (emas/perak dll). Setiap nilai uang yang beredar dijamin dengan seberat barang tertentu yang ditentukan oleh pemerintah. a. Standar Emas (Gold Standard): emas dijadikan sebagai dasar dalam pengadaan uang nasional dan digunakan untuk membiayai perdagangan internasional serta deficit neraca pembayaran. b. Standar Perak c. Standar Kembar (Emas dan Perak) Three types can be distinguished: 1. In the gold specie standard the monetary unit is associated with the value of circulating gold coins or the monetary unit has the value of a certain circulating gold coin, but other coins may be made of less valuable metal. 2. The gold bullion standard is a system in which gold coins do not circulate, but the authorities agree to sell gold bullion on demand at a fixed price in exchange for the circulating currency. 3. The gold exchange standard usually does not involve the circulation of gold coins. The main feature of the gold exchange standard is that the government guarantees a fixed exchange rate to the currency of another country that uses a gold standard (specie or bullion), regardless of what type of notes or coins are used as a means of exchange. This creates a de facto gold standard, where the value of the means of exchange has a fixed external value in terms of gold that is independent of the inherent value of the means of exchange itself.
Standar Emas Kelebihannya: 1. Penerimaan yang baik dari masyarakat. 2. Mencegah peredaran uang yang berlebihan, sehingga tidak menimbulkan inflasi. 3. Menahan kelebihan percetakan uang kertas dan kredit bank. 4. Menjadi dasar sistem keuangan internasional pada waktu yang lalu. Kelemahannya: 1. Kepercayaan terhadap standar emas pernah hancur ketika terjadi resesi ekonomi. 2. Beberapa teori tentang penyesuaian harga internasional tidak terjadi. 3. Pengumpulan emas yang berlebihan dapat memicu jatuhnya nilai uang.
The Gold Coin Standard Syarat: - Uang dikaitkan dengan berat emas - Orang bebas untuk ekspor/simpan dengan tujuan lain - Uang emas diterima sebagai alat pembayaran Kelebihan: - Uang emas = emas batangan (nilainya) - Uang kertas dll bisa ditembus dengan uang emas Kekurangan: - Emas jarang digunakan untuk perdagangan domestik - Saat terjadi krisis, masyarakat cenderung menyimpan uangnya sehingga terjadi defisit
The Gold Bullion Standard Persamaan dengan The Gold Coin adalah: - Nilai moneter dikaitkan dengan berat emas - Pemerintah menjual/membeli emas dengan harga tetap - Terbatasnya kemampuan masyarakat membeli emas Perbedaan dengan The Gold Coin adalah: - Tidak bebas untuk membuat uang emas - Untuk membuat batangan emas hanya digunakan sebagai bentuk pembayaran utang pemerintah/swasta
The Gold Bullion Standard Kelebihan: - Negara tidak perlu membuat uang emas - Pemerintah menjual emas dalam bentuk batangan sehingga dapat mencegah penyelundupan ke luar negeri Kelemahan: - Hanya dapat dibeli oleh kalangan atas / orang kaya sahaja - Operasinya tidak berlaku untuk orang kecil
The Gold Exchange Standard Kelebihan: - Dimungkinkan mendapatkan bunga jika didepositokan/jika dijadikan obligasi - Aliran emas minimum karena ada cadangan emas di luar negeri - Ongkos kirim logam berharga menurun karena aliran emas berharga - Distribusi emas tidak merata, akan mempermudah penggunaan standar ini di banyak negara. Kelemahan: - Mengurangi berlakunya operasi otomatis standar emas secara umum - Negara yang menyimpan cadangan emas negara lain harus siap ekspor jika pemilik memintanya - Jumlah uang yang beredar negara yang menyimpan menurun jika emas negara lain dieskpor
Ending the gold standard and economic recovery during the Great Depression
Standar Kepercayaan (Fiat Standard) Sistem moneter dimana nilai/daya beli uang tidak dijamin dengan berat logam, hanya berdasar kepada kepercayaan masyarakat. Contohnya adalah The Managed Paper Standard yang terdiri atas: 1. Fiat Money (uang kertas yang digunakan pada kehidupan seharihari) 2. Inconvertible Money (uang yang tidak dapat ditukarkan) Kelebihan Managed Money: 1. Terlepas dari cadangan logam untuk penciptaan uang 2. Terhindar dari akibat inflasi dan deflasi standar emas 3. Lebih murah untuk mencetak uang kertas daripada logam
Perkembangan Sistem Moneter Internasional 1. Periode Standar Emas (Gold Standard) 2. Periode Dismal (Dismal Period) 3. Periode Standar Tukar Emas (Gold Exchange Standard) 4. Periode Nasionalisme Moneter (Monetary Nasionalism) 5. Periode sistem Bretton Woods (Bretton Woods System) 6. Periode setelah Bretton Woods (Post-Bretton Woods System)
Periode Standar Emas: 1880-1914 Karakteristik utama dari standar emas yang digunakan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, yaitu: 1. Perorangan dapat dengan bebas mengimpor dan mengekspor emas 2. Persediaan dan uang kertas yang beredar cukup dijamin dengan persediaan emas Dalam hal ini, antar negara menganut system nliai tukar tetap (fixed exchange rate). Keunggulan system ini, secara konspetual, apabila tidak terjadi distorsi dalam ekonomi, maka penggunaan standar emas dapat secara otomatis memperbaiki neraca perdagangan (invisible hand).
Periode Perang Dunia I dan II Pada periode PD! Hingga tahun 1925, banyak negara menggunakan sistem nilai tukar mengambang dengan tidak adanya intervensi dari Bank Sentral. Pada tahun 1925 hingga 1931, sejalan dengan perbaikan standar emas, banyak negara menggunakan sistem nilai tukar dengan mengkaitkan dengan cadangan emas yang disebut gold exchange standard. Pada saat terjadi Great Depression 1930, banyak negara meninggalkan standar emas dan menggunakan system nilai tukar mengambang bebas atau mengambang terkendali.