BERAT JENIS DAN BERAT VOLUME

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. Tanah terdiri atas bahan padat dan ruang pori di antara bahan padat,

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM DASAR ILMU TANAH

PENENTUAN BULK DENSITY ABSTRAK

PENENTUAN BOBOT ISI TANAH(BULK DENSITY) UJI LAB

I. PENDAHULUAN. Besar jenis tanah suatu massa (unit massa) tanah yang seharusnya dinyatakan gr/cm 3. Volume

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR ILMU TANAH BOBOT ISI DAN BOBOT JENIS

BERAT JENIS ZAT CAIR DAN ZAT PADAT

TINJAUAN PUSTAKA. Lahan merupakan sumberdaya alam strategis bagi pembangunan di sektor

I. PENDAHULUAN. Tanah itu merupakan suatu sistem mekanik yang kompleks terdiri dari

TUGAS TUTORIAL IRIGASI DAN DRAINASE : Hubungan Tanah-Air-Tanaman (2)

BAB II TI JAUA PUSTAKA

3.4 PENGUJIAN BERAT JENIS DAN PENYERAPAN AGREGAT HALUS

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR ILMU TANAH Acara I. Penetapan Kadar Air Tanah

Modul ini mencakup bahasan tentang sifat fisik tanah yaitu: 1.tekstur, 2. bulk density, 3. porositas, 4. struktur 5. agregat 6. warna tanah 7.

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR-DASAR ILMU TANAH ACARA III DERAJAT KERUT TANAH

LAMPIRAN A HASIL PENGUJIAN AGREGAT

METODE PENGUJIAN PARTIKEL RINGAN DALAM AGREGAT

Morfologi tanah adalah sifat-sifat tanah yang dapat diamati dan dipelajari di

III. METODE PENELITIAN

Gambar 1. Tabung (ring) tembaga dengan tutup Tahapan-tahapan pengambilan contoh tanah tersebut dapat dilihat pada Gambar 2. =^

DASAR-DASAR ILMU TANAH

DASAR-DASAR ILMU TANAH WIJAYA

SIFAT-SIFAT FISIK dan MORFOLOGI TANAH

DASAR-DASAR ILMU TANAH

III. BAHAN DAN METODE

TINJAUAN PUSTAKA. Limbah Pabrik Kelapa Sawit. Kandungan hara pada 1m3 limbah cair setara dengan 1,5 kg urea, 0,3 kg SP-36,

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA TANAH PENETAPAN TEKSTUR TANAH METODE PIPET

PEMANFAATAN LIMBAH PECAHAN KERAMIK DALAM PEMBUATAN BETON RINGAN NON PASIR RAMAH LINGKUNGAN

KARAKTERISTIK TANAH. Angga Yuhistira Teknologi dan Manajemen Lingkungan - IPB

Kata kunci : Sifat Fisik Tanah, Bajak Singkal, Bajak Rotary, Produktivitas Padi

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR DASAR ILMU TANAH AGRIBISNIS F KELOMPOK II. Yuni Khairatun Nikmah. E.Artanto S.T Nainggolan FAKULTAS PERTANIAN

METODOLOGI PENELITIAN

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 musim ke-44 sampai

KADAR AIR TANAH ( Laporan Praktikum Ilmu Tanah Hutan ) Oleh. Ferdy Ardiansyah

: Pengujian Bahan Perekat Hidrolis. Materi : Uji Berat Jenis SSD dan Penyerapan Air Agregat Halus dan Kasar REFERENSI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PERBAIKAN SIFAT FISIKA TANAH PERKEBUNAN KARET (Havea brasiliensis) DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BIOPORI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Fakultas Teknik Program Studi S-1 Teknik Sipil Laboratorium Teknologi Bahan Kontruksi

STUDI BEBERAPA SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA UMUR PERSAWAHAN DI KECAMATAN PEMAYUNG

Lampiran 2. Dosis pupuk NPKMg-TE untuk pemupukan bibit kelapa sawit Dura x Pisifera standar kebun

(Data Hasil Pengujian Agregat Dan Aspal)

PEMANFAATAN LIMBAH ASPAL HASIL COLD MILLING SEBAGAI BAHAN TAMBAH PEMBUATAN PAVING. Naskah Publikasi

I. PENDAHULUAN. Tanah Ultisol atau dikenal dengan nama Podsolik Merah Kuning (PMK)

Uji Densitas dan Porositas pada Batuan dengan Menggunakan Neraca O Houss dan Neraca Pegas

OPTIMASI PEMBUATAN ASAP CAIR DARI SEKAM PADI DAN APLIKASINYA SEBAGAI PUPUK TANAMAN HIDROPONIK

I. PENDAHULUAN. tanggul, jalan raya, dan sebagainya. Tetapi, tidak semua tanah mampu mendukung

DASAR-DASAR ILMU TANAH

BAB III MATERI DAN METODE. Mozzarela dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 di Laboratorium Kimia dan

III. METODE PENELITIAN. Sampel tanah yang diuji menggunakan material tanah lempung yang disubtitusi

II. TINJAUAN PUSTAKA

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei Juni 2014 di Desa Lehan Kecamatan

BAB III LANDASAN TEORI

III. METODE PENELITIAN. Lokasi pengambilan sampel tanah Pasir ini berada di Kecamatan Pasir Sakti,

BAB V PEMERIKSAAN BERAT JENIS TANAH. 5.1 REFERENSI a. M Das, Braja Mekanika Tanah Jilid I. Jakarta: Erlangga. Bab 1 Tanah dan batuan, Hal

TINJAUAN PUSTAKA. Erodibilitas. jumlah tanah yang hilang setiap tahunnya per satuan indeks daya erosi curah

PENGARUH PENAMBAHAN PASIR PADA TANAH LEMPUNG TERHADAP KUAT GESER TANAH

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Fakultas Teknik Program Studi S-1 Teknik Sipil Laboratorium Struktrur Dan Bahan Kontruksi

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Laboratorium Terpadu dan Laboratorium

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. media tanamnya. Budidaya tanaman dengan hidroponik memiliki banyak

PENGARUH PENAMBAHAN PASIR PADA TANAH LEMPUNG TERHADAP KUAT GESER TANAH

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. Nanas merupakan salah satu tanaman hortikultura, yang sangat cocok

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2014 April 2014 pada areal lahan

Cara uji berat jenis tanah

HASIL DAN PEMBAHASAN. Pengujian sifat fisik tanah adalah sebagai pertimbangan untuk merencanakan dan

Dasar Ilmu Tanah semester ganjil 2011/2012 (EHN & SIN) Materi 05: Sifat Fisika (1)-Tekstur Tanah

TINJAUAN PUSTAKA. disukai dan popular di daerah-daerah yang memiliki masalah kekurangan air.

PENUNTUN PRAKTIKUM FISIKA TANAH

KAJIAN LAJU INFILTRASI TANAH PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN DI DESA TANJUNG PUTUS KECAMATAN PADANG TUALANG KABUPATEN LANGKAT

TATA CARA PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian. Yogyakarta, GreenHouse di Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah

METODE PENELITIAN. 1. Sampel tanah yang digunakan berupa tanah lempung yang berasal dari. daerah Karang Anyar, Lampung Selatan.

III. METODE PENELITIAN. 2. Air yang berasal dari Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik

DISTRIBUSI PORI DAN PERMEABILITAS ULTISOL PADA BEBERAPA UMUR PERTANAMAN

PENGARUH WAKTU PEMERAMAN TERHADAP NILAI CBR TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN ABU SERBUK KAYU

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di areal pertanaman nanas (Ananas comosus) PT. GGP

Metode uji densitas tanah di tempat (lapangan) dengan alat konus pasir

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Hasil Pertanian, Jurusan

DASAR ILMU TA AH 0 5: : S

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2016 Agustus 2016 di. Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro, Semarang.

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI PRODUKSI TANAMAN. ASPEK TANAH PADA LAHAN TANAMAN KRISAN (Chrysanthemum)

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN. Blok I A Karang Anyar, Lampung Selatan. Pengambilan sampel tanah menggunakan tabung besi. Tabung ditekan

UJI BERAT JENIS TANAH ASTM D ERLENMEYER

METODE PENELITIAN. Sampel tanah yang digunakan berupa tanah lempung anorganik yang. merupakan bahan utama paving block sebagai bahan pengganti pasir.

Himpunan mineral, bahan organik, dan endapan-endapan yg relatif lepas (loose) yg terletak di atas batuan dasar (bedrock) Proses pelapukan batuan atau

III. BAHAN DAN METODE. Penelitian ini dilakukan di rumah kaca Gedung Hortikultura Universitas Lampung

V. HASIL DAN PEMBAHASAN Morfologi Lahan Reklamasi Bekas Tambang Batubara Karakterisasi Morfologi Tanah di Lapang

BAB IV. Gambar 4.1 Pasir Merapi 2. Semen yang digunakan adalah semen portland tipe I merk Gresik, lihat Gambar 4.2.

PEMANFAATAN LIMBAH PECAHAN KERAMIK TERHADAP BERAT JENIS DAN KUAT TEKAN PADA BETON RINGAN RAMAH LINGKUNGAN

BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Botani FMIPA Universitas

Kumpulan Laporan Praktikum Kimia Fisika PERCOBAAN VI

III. METODOLOGI PENELITIAN. Sampel tanah yang akan diuji adalah jenis tanah lempung (soft clay) yang

PENGARUH PENGGUNAAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT GUNA MENINGKATKAN STABILITAS TANAH LEMPUNG

METODE PENELITIAN. Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini diantaranya : 1. Sampel tanah yang digunakan berupa tanah lempung yang berasal dari

Laporan. Praktikum Dasar Ilmu Tanah. Tekstur. Cynthia Diesta Firly Hari Selasa, WIB Assisten : Himawan

BAB III METODE PENELITIAN. mengujikan L. plantarum dan L. fermentum terhadap silase rumput Kalanjana.

TINJAUAN PUSTAKA. A. Sifat Fisik Tanah. 1. Tekstur Tanah

Transkripsi:

BERAT JENIS DAN BERAT VOLUME Oleh: Widya Adriani 1), Engga Dara Prawistira 2), Kristian Ardi Ramadan 3) 201510200311024 1), 201510200311016 2), 201510200311008 3) Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas No.246 Ds. Landungsari Kec. Dau Kab. Malang ABSTRAK Berat volume (BV) dan berat jenis (BJ) tanah merupakan bagian dari sifat fisik tanah. Berat volume merupakan perbandingan berat tanah kering dengan volume total tanah termasuk pori tanah, satuan BV adalah g/cm 3. Praktikum berat volume tanah dilakukan untuk mengetahui pengukuran dan perhitungan BV tanah di laboratorium. Berat jenis tanah menunjukkan perbandingan berat partikel-partikel tanah (tidak termasuk ruang pori) dengan volume partikel tanah, satuan BJ tanah adalah g/cm 3. Praktikum berat jenis tanah dilakukan untuk mengetahui metode pengukuran dan perhitungan BJ tanah di laboratorium. Metode praktikum BV dilakukan dengan cara menimbang segumpal tanahh, lalu mencelupkannya kedalam lilin cair, kemudian mengukur setiap kenaikan volume air. Sedangkan BJ dilakukan dengan cara menggunakan dua sampel tanah lalu menimbang piknometer kosong kemudian mengsisinya dengan air lalu ditimbang selanjutnya diaduk serta diisi air sampai penuh kemudian terakhir ditimbang lagi dan dihitung berat jenisnya. Hasil praktikum BV tanah kelompok 2 yaitu 1,0058 gr/cm 3 menunjukkan bahwa tanah tersebut bersifat halus. Sedangkan BJ tanah kelompok 2 yaitu -0,303 gr/cm 3 yang menunjukkan bahwa tanah tersebut memiliki partikel tanah yang lebih besar dan BJ yang lebih rendah dibandingkan sampel tanah kelompok 1. Kata kunci: perhitungan BV dan BJ, pengukuran BJ dan BV PENDAHULUAN Berat volume (BV) yaitu bobot per satuan volume tanah kering oven, yang biasanya dinyatakan sebagai gram/cm 3 (Henry, 1994). Berat isi adalah perbandingan antara masa tanah dengan volume partikel ditambah dengan ruang pori (Kurniawan, 2007). Keragaman berat volume tanah sangat bergantung pada jenis fraksi penyusunan tanah termasuk tekstur tanah. Tanah-tanah yang bertekstur jarang biasanya mempunyai berat volume yang lebih rendah dibandingkan dengan tanah yang agak pejal. pertumbuhan akar akan terhambat pada tanah-tanah yang mempunyai berat volume lebih dari 1,6 g/cm 3. Perkembangan akar akan terhenti pada tanah yang mempunyai berat volume antara 1,7 hingga 1,9 g/cm 3, sementara itu nilai berat jenis sangat mendekati 2,65 g/cm 3 dengan standar deviasi tidak lebih dari 0,15 g/cm 3. Nilai BV dari BV yang terendah ditemui pada horizon O yang banyak mengandung bahan organik dan tertinggi pada horizon B (Suhardi, 1997). Praktikum BV tanah ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui metode pengukuran dan perhitungan BV tanah. Selain itu, praktikum BV juga dilakukan untuk menentukan berat tanah dan kebutuhan pupuk. Berat volume tanah dipengaruhi secara tidak langsung oleh tekstur dan struktur tanah. Tekstur tanah juga dipengaruhi pada berat isi dan berat jenis suatu tanah. Bila semakin lepas tekstur suatu tanah, maka berat isi dan berat jenis tanah tersebut semakin rendah (Soeparmadi, 1995). Struktur tanah sangat mempengaruhi berat isi dan berat jenis, apabila tanah tersebut memiliki struktur yang lempeng atau padat maka berat isi dan berat jenisnya semakin besar (Hardjowigeno,1989). 1

Berat Jenis adalah berat tanah kering per satuan volume partikel-partikel padat (tidak termasuk volume pori-pori tanah) (Hardjowigeno, 1992). Berat jenis partikel adalah perbandingan antara massa satuan solum tanah padat dengan volume padatan tanah (Buck & Nyle, 1982). Berat jenis tanah adalah perbandingan antara berat butir tanah dan berat air suling dengan isi yang sama pada suhu tertentu. berat jenis tanah diperlukan untuk merencanakan konstruksi bangunan yang kekuatannya dipengaruhi oleh berat jenis tanah (Sarnono, 1992). Praktikum BJ ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui metode pengukuran dan perhitungan BJ tanah. Berat jenis tanah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kandungan bahan organik dan komposisi bahan mineral tanah. Bahan organik tanah mempengaruhi berat isi dan berat jenis tanah. Bahan organik berperan dalam merekatkan tanah, bila semakin banyak kandungan bahan organiknya maka berat isi dan berat jenis semakin rendah. (Hardjowigeno, 1989). Selain faktor-faktor yang dapat mempengaruhi BV dan BJ, ada juga faktorfaktor yang dapat dipengaruhi oleh BV dan BJ yaitu pengolahan tanah, pergerakan akar dan dosis pupuk. Pengolahan tanah BV dan BJ mempengaruhi pengolahan suatu tanah, jika BV dan BJ tinggi maka tanah tersebut mampat, sehingga membutuhkan pengelolahan tanah yang lebih seperti dibajak agar tanah menjadi gembur dan subur untuk ditanami (Hardjowigeno, 1989). Pergerakan akar, tanah yang bobot isinya tinggi akan menyebabkan pergerakan akar akan sedikit mengalami kesulitan karena ruang pori pada tanah sudah terisi penuh dengan material tanah lainnya. Sehingga akar tanaman sulit menembus tanah (Hardjowigeno,1989). Dosis pupuk yang dibutuhkan Pada area lahan yang berat isi tanahnya semakin tinggi maka dosis pupuk yang dibutuhkan semakin besar sehingga membutuhkan pupuk yang banyak (Soeparmadi, 1995). BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Praktikum Praktikum berat volume dan berat jenis ini dilakukan pada Sabtu, 19 Maret 2016 di Laboratorium Agroteknologi 1 Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang. Bahan dan Alat Praktikum berat volume tanah menggunakan bahan yaitu tanah sampel kelompok 2, lilin cair dan air. Adapun alat yang digunakan yaitu gelas ukur, benang, timbangan, alat tulis dan kamera. Praktikum berat jenis tanah bahan yang digunakan yaitu dua jenis sampel yaitu sampel tanah kelompok 1 dan 2, aquades dan alkohol. Adapun alat yang digunakan yaitu label, timbangan, termometer, mortal martil, piknometer, alat tulis dan kamera. Tahapan kegiatan Praktikum berat volume tanah dilakukan dengan cara mengambil segumpal tanah, menimbang segumpal tanah itu, mengikat segumpal tanah itu dengan benang sebagai pegangan ketika dicelupkan kedalam lilin cair, memanaskan lilin, mencelupkan gumpalan tanah kedalam lilin yang telah cair, mendiamkan gumpalan tanah sampai kering, mengambil gelas ukur, mengisi gelas ukur dengan air 200 ml, memasukkan gumpalan tanah yang telah kering lilinnya kedalam gelas ukur yang berisi air, mencatat kenaikan volume, menambahkan 100 ml air kedalam gelas ukur sehingga volumenya menjadi 300 ml, mencatat kenaikan volumenya kembali, 2

menambahkan lagi 100 ml air sehingga volumenya menjadi 400 ml kemudian mencatat lagi kenaikan volume airnya. Praktikum berat jenis tanah dilakukan dengan cara mengambil dua sampel tanah yaitu sampel tanah kelompok 1 dan 2, mengambil dua piknometer kemudian yang diberi label sampel 1 dan 2, menimbang piknometer, mengisi piknometer dengan aquades sampai leher piknometer, menimbang piknometer, membuaang air yang ada di dalam piknometer, mengeringkan piknometer dengan menyemprotkan alkohol, menghaluskan sampel tanah kelompok 1 dan 2, menimbang sampel tanah kelompok 1 dan 2 masing-masing 5 gr, memasukkannya kedalam piknometer sesuai dengan labelnya, mengisi piknometer yang berisi tanah sampai bagian tengah piknometer, mendiamkannya selama 1 jam, menambahkan aquades kedalam piknometer setelah didiamkan selama 1 jam sampai leher piknometer, menimbang piknometer dan mengukur suhunya. Rancangan Percobaan dan Analisis Data Praktikum berat volume dan berat jenis tanah dilakukan dengan rancangan perobaan menggunakan metode kualitatif yaitu percobaan yang dilakukan di laboratorium. Rancangan percobaan berat volume tanah yaitu berat asli tanah, berat tanah setelah dicelupkan kedalam lilin cair dan berat selisih kenaikan volume air. Sedangkan rancangan percobaan berat jenis tanah yaitu berat kosong piknometer, berat piknometer berisi aquades, berat piknometer berisi aquades dan tanah, berat piknometer berisi tanah dan suhu. HASIL DAN PEMBAHASAN Sampel V1 (200 ml) Tanah kelompok 2 (15,087 g) V2 (300 ml) Tabel 1. Hasil Pengamatan Berat Volume Tanah V3 (400 ml) Keterangan rumus Perhitungan Berat Volume BVm/v BV1 BV2 BV3 15 ml 15 ml 15 ml 1,0058 1,0058 1,0058 Berat volume tanah dipengaruhi oleh kpadatan tanah, tekstur tanah dan jumlah porositas pada tanah. Hasil pengamat praktikum berat volume tanah diatas menunjukkan bahwa tanah tersebut termasuk tanah halus karena jenis tanah yang memiliki BV 1,0-1,6 umumnya merupakan jenis tanah halus. Hal ini sesuai dengan pendapat Nurhidayati (2016) bahwa tanah berpasir dan lempung berpasir umumnya memiliki berat isi yang berkisar antara 1,2 1,8 g/cm 3 sedangkan tanah yang lebih halus umumnya kisaran Berat isinya antara 1,0 1,6 g/cm 3. Tanah ini juga merupakan tanah yang tidak kaya akan bahan organik. Seperti dalam Ikhwan (2016) yaitu pada tanah yang kaya bahan organik BV tanah kurang dari 0,85 gr/cm 3. 3

Tabel 2. Hasil Pengamatan Praktikum Berat Jenis a b Sampel tanah (piknometer kosong) (piknometer + air penuh) c (piknometer + tanah) d (piknometer + tanah + air) 1 28.912 g 78.429 g 34,024 g 109,471 g 2 17,40 g 66,228 g 22,401 g 87,629 g Berat Jenis tanah sampel 1 BJ BJ BTKM Vt 100 (c q ) BJ 1.BJ 2 (100+Kl)[ BJ 2 (b a ) BJ 1 (d c BTKM Vt 100 (c q ) BJ 1. BJ 2 (100+Kl)[ BJ 2 (b a ) BJ 1 (d c )] 100 (34,024 28,912 ) 0.9952 (100+12.8 )[0.9952 (78,429 28.912 ) 0.99 506,304 (100,128 ) x(49,279 75,084) 0.9952 (66,228 17,40 ) 0.9952(87,629 22,401) (100+7.9 ) 100 (22,401 17,40 ) 0.9952 x 0.9952 495,310 (100,079 ) x(48,593 64,914) 506,304 2583,888-0,193 495,310 1633,389-0,303 Berat jenis tanah sampel 2 Berat jenis tanah dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kandungan bahan organik dan komposisi bahan mineral tanah. Hasil pengamat praktikum diatas menunjukkan bahwa berat jenis sampel 1 lebih tinggi dibandingkan berat jenis sampel 2, artinya sampel tanah 1 memiliki ukuran partikel yang lebih halus dibandingkan dengan sampel tanah 2, hal ini sesuai dengan pendapat Hakim (1986) tanah yang ukuran partikelnya kasar, memilki nilai berat jenis yang semakin rendah. Semakin banyak kandungan bahan organik dan bahan mineral dalam tanah maka semakin kecil pula partikel tanahnya. Sesuai dengan pernyataan Hardjowigeno (1989) bahwa bahan organik berperan dalam merekatkan tanah, bila semakin banyak kandungan bahan organiknya maka berat isi dan berat jenis semakin rendah. KESIMPULAN 1. Berat volume tanah kelompok 2 yaitu 1,0058 gr/cm 3 menunjukkan bahwa tanah tersebut bersifat halus. 2. Berat jenis tanah kelompok 2 yaitu -0,303 gr/cm 3 yang menunjukkan bahwa tanah tersebut memiliki partikel tanah yang lebih besar dan BJ yang lebih rendah dibandingkan sampel tanah kelompok 1. DAFTAR PUSTAKA 4

Brady, Nyle. 1982. The Nature and Properties of Soil. Mac Millan Publishing inc.ny Dharmawansyah, A dan Kurniawan, A. 2007. Penelitian Pemanfaatan Endapan Sampah sebagai Substitusi Agregat Halus dalam Pembuatan Paving Blok, Tugas Akhir. Semarang: Universitas Diponegoro. Forth, H.P. 1994. Dasar Ilmu Tanah Yogyakarta: UGM Press Hakim, dkk., 1986. Dasar-dasar Imu Tanah. Lampung: Penerbit Universitas Lampung Hardjowigeno, Sarnono. 1992. Ilmu Tanah. Jakarta: Maduatama Sarana Pratama. Jakarta Hardjowigeno.1992. Ilmu Tanah. Jakarta: Maduatama Sarana Pratama. Jakarta Ikhwan, Ali. 2016. Modul Praktikum Terpadu Agroteknologi, Malang: Lab Agroteknologi Nurhidayati. 2006. Bahan Ajar Dasar- Dasar Ilmu Tanah. Malang: UNISMA Soeparmadi, amin. 1995. Dasar dasar ilmu tanah. Bogor: Pustaka Suhardi.1997. Klasifikasi Tanah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. 5