A. SENSASI INDERA. C. Dasar Teori

dokumen-dokumen yang mirip
Sistem Saraf pada Manusia

Fungsi. Sistem saraf sebagai sistem koordinasi mempunyai 3 (tiga) fungsi utama yaitu: Pusat pengendali tanggapan, Alat komunikasi dengan dunia luar.

BAB III SISTEM KOORDINASI (SARAF)

SEL SARAF MENURUT BENTUK DAN FUNGSI

SISTEM SARAF MANUSIA

biologi SET 17 SISTEM SARAF DAN LATIHAN SOAL SBMPTN ADVANCE AND TOP LEVEL A. PEMBAGIAN SUSUNAN SARAF

SISTEM KOORDINASI RITA WAHYUNINGSIH SMA NEGERI 5 MATARAM

Sistem Saraf Tepi (perifer)

ORGAN PENYUSUN SISTEM SARAF MANUSIA

Tujuan Praktikum Menentukan ketajaman penglihatan dan bitnik buta, serta memeriksa buta warna

ALAT ALAT INDERA, ALAT PERNAPASAN MANUSIA, DAN JARINGAN TUMBUHAN

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 3. Sistem Koordinasi dan Alat InderaLatihan Soal 3.1

SISTEM SARAF & INDRA PADA MANUSIA

SENSASI PENDENGARAN Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Umum I yang dibina oleh Ibu Dyah Sulistyorini, M, Psi. Oleh

SISTEM SARAF. Sel Saraf

1. Bagian sel saraf yang membungkus akson dan berfungsi sebagai isolator adalah

A. Bagian-Bagian Otak

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Fisiologi Hewan dengan judul Sistem Saraf Pusat Sebagai Pengendali Gerak Refleks yang disusun oleh: Nama :

1. Sklera Berfungsi untuk mempertahankan mata agar tetap lembab. 2. Kornea (selaput bening) Pada bagian depan sklera terdapat selaput yang transparan

CREATIVE THINKING. MANUSIA DAN ILMU PENGETAHUAN Panca Indra

BAB I PENDAHULUAN. 1. Apa Itu Mata? 2. Jelaskan Bagian-Bagian dari Mata beserta fungsinya! 3. Bagaimana Mata Bisa Bekerja?

Telinga. Telinga tersusun atas tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 3. Sistem Koordinasi dan Alat InderaLatihan Soal 3.2

BAB II. Struktur dan Fungsi Syaraf

Sistem Saraf. Sumsum. Sumsum Lanjutan

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d.

Tujuan Praktikum Mempelajari letak reseptor rasa panas, dingin, raba dan tekan di kulit serta memeriksa kemampuan pengenalan/diskriminasi benda.

BAB IX SISTEM KOORDINASI SISTEM SYARAF SISTEM ENDOKRIN

BAB I PENDAHULUAN. Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual

BIOPSIKOLOGI Unita Werdi Rahaeng ANATOMI SISTEM SARAF DAN OTAK

Materi 10: Peran Syaraf terhadap Perkembangan Motorik. Sistem syaraf merupakan sistem yang paling rapi dan paling kompleks. Syaraf

BAB 1 PENDAHULUAN. 1 Universitas Sriwijaya

SMP JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN IX (SEMBILAN) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISTEM SARAF

LAPORAN PRAKTIKUM. Indera Rasa Kulit

BIOLISTRIK PADA SISTEM SARAF A. Hasil

Sensasi dan Persepsi

SISTEM SARAF OTONOM KELAS IIID FORMU14SI 014

Akar Biologi dalam Ilmu Psikologi. Dra. Rahayu Ginintasasi,M.Si

DASAR-DASAR SISTEM SYARAF DAN JARINGAN SYARAF

Makalah Forensik Kematian Mendadak Karena Kerusakan Sistem Saraf Pusat

Sistem Koordinasi dan Indra pada Manusia

3. Khemoreseptor, berkaitan dgn rasa asam, basa & garam

BAB VI OTOT A. RANGSANGAN TERHADAP SEDIAAN OTOT SARAF.

SISTEM SARAF PADA MANUSIA

Sistem syaraf otonom (ANS) merupakan divisi motorik dari PNS yang mengontrol aktivitas viseral, yang bertujuan mempertahankan homeostatis internal

listrik Gaya fundamental Berkas Elektron Sinar - X Hukum Coloumb Induksi Tabung Katoda Tabung Televisi Isolator dan konduktor Sistem Syaraf

SENSASI PERSEPSI Biopsikologi

JARINGAN DASAR HEWAN. Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan. PENDAHULUAN

- - SISTEM SISTEM KOORDINASI DAN ALAT INDRA - - sbl3indra

Modul ke: Anatomi Sistem Saraf. Fakultas PSIKOLOGI. Ellen Prima, S.Psi., M.A. Program Studi PSIKOLOGI

ANATOMI DAN FISIOLOGI

Sistem Koordinasi Neuron dan Impuls

INDERA PENGLIHATAN (MATA)

Virtual Reality. Abstrak

SD kelas 6 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 12. RANGKA DAN SISTEM ORGAN PADA MANUSIALatihan soal 12.2

Bio Psikologi. Firman Alamsyah, MA. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi

01FDSK. Persepsi Bentuk. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds, M.Si.

SETYO WAHYU WIBOWO, dr. Mkes Seminar Tuna Daksa, tinjauan fisiologis dan pendekatan therapiaccupressure, KlinikUPI,Nov 2009

BAB II PENJALARAN IMPULS SARAF. Ganglia basalis merupakan bagian dari otak yang memiliki peranan penting antara lain

Bio Psikologi. Firman Alamsyah, MA

PERSEPSI BENTUK. Persepsi Modul 1. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

Jenis jaringan hewan ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.

FISIOLOGI SISTEM SARAF PADA KATAK

7.4 Alat-Alat Optik. A. Mata. Latihan 7.3

ORGANISASI KEHIDUPAN. Sel

Ellen Prima, S.Psi., M.A.

Sel fungsional yang bekerja pada sistem saraf

Interaksi Manusia dan Komputer. Aspek Manusia dalam IMK

Proses pendengaran terjadi mengikuti alur sebagai berikut: gelombang suara

Reflex adalah rangkaian gerakan yang dilakukan secara cepat, involunter dan tidak direncanakan sebagai respon terhadap suatu stimulus

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Otak merupakan pusat dari keseluruhan tubuh. Otak manusia

biasanya dialami benda yang tidak tembus cahaya, sedangkan pembiasan terjadi pada benda yang transparan atau tembus cahaya. garis normal sinar bias

Anesty Claresta

PENGUKURAN FISIOLOGI. Mohamad Sugiarmin

Gambaran Umum Sistem Saraf Sistem saraf mempunyai tiga fungsi yang saling tumpang-tindih, yaitu input sensoris, integrasi, dan output

PENGANTAR FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, & DASAR BIOLISTRIK. Kuntarti, SKp

SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT KAB/KOTA Waktu: 120 menit. Laju (m/s)

PENGANTAR FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, & DASAR BIOLISTRIK. Kuntarti, SKp

Sistem saraf. Kurnia Eka Wijayanti

TINGKAT KONTROL SISTEM SARAF OTONOM

PENGANTAR ANATOMI & FISIOLOGI TUBUH MANUSIA

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan manusia setiap saat akan menerima banyak sekali

REFLEK SPINAL PADA KATAK

Mata Kuliah Persepsi Bentuk

DIENCEPHALON. Letak: antara telencephalon dan midbrain, dan mengelilingi ventrikel ketiga. Dua struktur utama: Thalamus Hipothalamus

Jaringan Hewan. Compiled by Hari Prasetyo

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pengantar Psikologi Fungsi-Fungsi Psikis. Dosen Meistra Budiasa, S.Ikom, MA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PENGANTAR FISIOLOGI, HOMEOSTASIS, & DASAR BIOLISTRIK

Reseptor taktil terdapat di beberapa ujung saraf bebas yang dapat ditemukan di dalam kulit dan di dalam banyak jaringan lain serta dapat mendeteksi

I. PENDAHULUAN. Kebutuhan daging di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Hal ini

KESEHATAN MATA DAN TELINGA

GETARAN DAN GELOMBANG. Gelombang. dibedakan berdasarkan. Gel. mekanik. contoh contoh contoh. Gel. air Gel. pada tali Gel. bunyi Gel.

FISIOLOGI INDERA PENGECAP

TINJAUAN PUSTAKA. Melalui pendidikan jasmani siswa disosialisasikan ke dalam aktivitas

PEDOMAN PRAKTIKUM. Nama : NIM : Kelompok : Kelas : Asisten :

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Struktur Hewan dengan judul Jaringan Otot yang disusun oleh: Nama : Lasinrang Aditia Nim : Kel

SOAL FISIKA UNTUK TINGKAT KAB/KOTA. Laju (m/s)

Membahas bio-akustik berarti berusaha mengurai keterkaitan antara bunyi. gelombang bunyi, getaran dan sumber bunyi dengan kesehatan.

Transkripsi:

A. SENSASI INDERA B. Tujuan Tujuan praktikum ini adalah : 1. Untuk mengetahui adanya berbagai macam sensasi indera umum dan khusus 2. Untuk meningkatkan pemahaman mengenai refleks patella dan refleks Achilles pada manusia C. Dasar Teori Salah satu sifat makhluk hidup adalah iritabilitas, yaitu kemampuan- nya untuk merespon stimuli (yang biasanya merupakan suatu perubahan lingkungan). Pada hewan maupun manusia, respon terhadap stimuli melibatkan tiga proses : 1) menerima stimulus, 2) menghantarkan implus, dan 3) respon oleh efektor (Soewolo; 1999: 241). Agar terjadi sensasi diperlukan empat syarat: 1. Harus ada rangsang; 2. Organ pengindera harus menerima rangsang dan mengubahnya kedalam implus saraf; 3. Implus harus dihantarkan melalui sistem saraf dari sensori hingga ke otak atau sumsum tulang belakang; 4. Bagian otak yang menerima harus menerjemahkan implus menjadi sensasi. Sebuah reseptor sensori (indera)/ neuron mempunyai struktur sederhana yang berupa badan sel yaitu bagian sel saraf yang membesar dan mengandung inti, satu atau lebih tonjolan (cabang) yang keluar dari badan sel yang dibedakan menjadi dendrit (tonjolan yang membawa implus ke badan sel) dan akson (tonjolan yang membawa implus dari badan sel). Berdasarkan fungsinya sel saraf yang membawa implus dari reeseptor disebut sel saraf sensori; yang membawa implus ke efektor disebut sel saraf motoric; dan sel saraf yang menghubungkan sel saraf sensori dan sel saraf motor disebut sel saraf interneuron. Semua reseptor sensori berisi dendrit dari neuron sensori, menampilkan derajad eksitabilitas tinggi, dan memiliki stimulus threshold rendah. Sebagian besar implus sensori dihantarkan menuju area sensori dari korteks serebral, disinilah suatu stimulus menghasilkan sensasi. Kita melihat, mendengar, mencium bau adalah akibat korteks serebral yang menerjemahkan iimplus sensori yang dirangsang. Berdasar seederhana atau kompleksnya reseptor dan jalur saraf, reseptor sensori dikelompokkan menjadi: 1. Indera umum yang meliputi reseptor dan jalur saraf sederhana; sensasi taktil (sentuhan, tekanan, vibrasi), sensasi

termoreseptif (panas dan dingin), sensasi sakit, sensasi proprioseptif (kesadaran atau aktifitas otot, tendon, sendi keseimbangan); 2. Indera khusus yang meliputi sensasi olfaktori (pembau), sensasi gustatory (pengecap), sensasi visual (penglihatan), sensasi auditori (pendengaran), sensasi equilibrium (orientasi tubuh). Suatu refleks adalah setiap respon yang terjadi secara otomatis tanpa disadari terhadap perubahan lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Terdapat dua macam refleks: 1. Refleks sederhana atau refleks dasar yang menyatu tanpa dipelajari, misalnya refleks menutup mata bila ada benda yang menuju ke mata, 2. Refleks yang dipelajari, atau refleks yang dikondisikan(conditioned reflex), yang dihasilkan dari belajar. Rangkaian jalur saraf yang terlibat dalam aktivitas refleks disebut lengkung refleks, yang terdiri atas 5 komponen dasar: 1. Reseptor, 2. Saraf aferen, 3. Pusat saraf (otak atau sumsum tulang belakang), 4. Saraf aferen, 5. Efektor (Soewolo; 1999: 262). Sebagian besar refleks merupakan refleks yang rumit, melibatkan beberapa neuron penghubung antara neuron sensorik dan neuron motoric (refleks polisinap) sebagai contohnya refleks menarik tangan yang kena benda panas (withdrawal reflex). Hanya ada satu refleks yang lebih sederhana daripada withdrawal reflex, yaitu refleks regangan (stretch reflex). Refleks sederhana hanya melibatkan dua neuron, tanpa neuron penghubung (refleks monosinap), misalnya refleks patella. Karena penundaan atau penghambatan refleks dapat terjadi pada sinap-sinap, maka makin banyak sinap yang terlibat pada lengkung refleks makin banyak pula waktu yang diperlukan untuk menghasilkan suatu refleks. Berdasarkan atas system pengendaliannya, refleks digolongkan atas refleks somatic (yang dikendalikan oleh system saraf somatic) dan refleks otonom (yang dikendalikan oleh system saraf otonom). Kedua macam refleks tersebut dapat berupa refleks kranial atau refleks spinal. Refleks spinal dapat terjadi tanpa melihat otak, misalnya refleks fleksor. Meskipun demikian otak seringkali memberikan pertimbangan pada aktivitas refleks spinal, sehingga dapat menguatkan atau menghambat refleks tersebut.

D. Alat dan Bahan Ijuk Penggaris Meteran Tabung reaksi Pensil Penjepit Kapas Air Jarum pentul Es batu Spidol warna warni Garpu tala Pemukul karet E. Cara Kerja 1. Menentukan Reseptor Sentuh Petak dibuat pada punggung lengan Ukuran 2,5 cm, petak dibagi menjadi 25 petak kecil Mata subyek ditutup Ijuk ditekan tekan oleh pengamat disetiap petak hingga ijuk bengkok Tekanan yang diberikan harus sama Sensasi sentuhan dialami Subyek Hasil dicatat 2. Menentukan Reseptor Sakit Petak dibuat pada lengan bawah Ukuran 2,5 cm, petak dibagi menjadi 25 petak kecil Kompres lengan dengan kapas Kapas direndam air selama 5 menit

Jarum ditusukkan di permukaan lengan Sensasi sakit dirasakan subyek Hasil dicatat 3. Pentingnya Penglihatan Binokuler Satu mata subyek ditutup dan pensil di pegang Tabung reaksi dipegang pengamat Tabung reaksi berbentuk vertikal dengan lubang diatasnya Pensil dimasukkan kedalam tabung oleh subyek Ulangi dengan tabung dipindah pindah oleh pengamat percobaan diulangi sampai 10 kali Hasil dicatat 4. Penghantar Suara Garpu tala digetarkan

Tangkai diletakkan pada kepala atau antara gigi atas bawah Darimana suara terdengar? Salah satu telinga ditutup Dimana letak sumber bunyi? Garpu tala yang bergetar diletakkan diatas kepala Garpu tala diletakkan bila sudah tidak terdengar suara Hasil dicatat 5. Keseimbangan Berdiri tegak, mata terbuka, salah satu kaki diangkat Berdiri pada posisi tersebut selama 2 menit Istirahat sebentar Ulangi dengan mata tertutup Hasil dicatat

6. Refleks Patella Pelaku duduk diatas kursi Posisi kaki terjuntai bebas Ligamentum patellaris (dibawah lutut) dipukul Dengan pemukul karet Saat pelaku tidak melakukan aktivitas apapun Respon dicatat Perlakuan uji refleks diulangi Saat otak pelaku aktif, yaitu mengerjakan sejumlah penjumlahan Respon dicatat Perlakuan uji refleks diulangi Saat aktivitas otot dilakukan pelaku, seperti menarik kedua tangan yang jari jarinya bertautan Respon dicatat

7. Refleks Achilles Pelaku duduk berlutut di kursi Kedua telapak kaki tergantung bebas pada tepi kursi Telapak kaki ditekuk kearah betis Untuk menambah ketegangan otot gastrocnemius Tondon achilles dipukul dengan pemukul karet Respon dicatat F. Data Pengamatan 1) Menentukan Reseptor Sentuh - - - Keterangan : : terasa - : tidak terasa 2) Menentukan Reseptor Sakit

Keterangan : : terasa - : tidak terasa 3) Pentingnya Penglihatan Binokuler No. Pelaku Pensil masuk Pensil tidak masuk 1. Zainul 3 7 2. Deby 3 7 3. Resa 2 8 4. Fery 1 9 5. Ana 2 8 4) Penghantar Suara No. Letak garpu tala Sumber suara 1. Di letakkan di gigi Dari telinga kanan dan kiri 2. Saat salah satu telinga ditutup Terdengar di telinga yang tertutup 3. Di letakkan di atas Terdengar dari telinga kepala 4. Saat garpu tala sudah tidak terdengar lagi sebelah kiri Terdengar de dekat telinga 5) K eseimbangan No. Kondisi Keadaan Subyek 1. Mata tertutup Tidak bergerak sama sekali 2. Mata terbuka Pada detik 22 subyek tidak dapat menjaga keseimbangan 6) Refleks Patella No. Kegiatan Subyek saat dipukul 1. Subyek tidak melakukan apa apa, duduk dengan Respon Subyek Percobaan ke- Hasil

kaki terjuntai 1 + 2 + 3 ++ 4 ++ 5 ++ 2. Subyek mengerjakan penjumlahan 3 digit angka 3. Subyek menarik kedua tangan yang jari jarinya bertautan satu sama lain Percobaan ke- Hasil 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + Percobaan ke- Hasil 1 + 2 + 3 + 4 + 5 + Keterangan : + : refleks pelaku baik ++ : refleks pelaku sangat baik 7) Refleks Achilles No. Kegiatan subyek saat dipukul 1 Kaki subjek terantung bebas kemudian ditekuk kearah betis Subyek 1 Subyek 2 Respon kaki subyek Dari 10 kali pukulan pada telapak kaki, subyek melakukan 10 kali respon Dari 10 kali pukulan pada telapak kaki, subyek melakukan 8 kali respon

F. Analisis Data Praktikum kali ini membahas tentang sensasi indera dan refleks pada manusia. Pada percobaan menentukan reseptor sentuh subyek tidak merasakan tekanan pada tekanan ijuk ke 14, 18, dan 24. Mungkin dikarenakan ijuk terlalu kecil atau subjek terlalu sering merasakan tusukan dari ijuk. Pada percobaan menentukan reseptor sakit, subjek merasakan semua tusukan. Hal ini dikarenakan alat untuk merangsang reseptor sakit memiliki tingkat keruncingan yang lebih kuat dari ijuk, sehingga pelaku merasakan rasa sakit. Pada percobaan pentingnya penglihatan binokuler subjek pertama bisa memasukkan pensil kedalam tabung sebanyak 3 kali, sedangkan yang tidak masuk sebanyak 7 kali. Subjek kedua bisa memasukkan pensil kedalam tabung sebanyak 3 kali, sedangkan yang tidak masuk sebanyak 7 kali. Subjek ketiga bisa memasukkan pensil kedalam tabung sebanyak 2 kali, sedangkan yang tidak masuk sebanyak 8 kali. Subjek keempat bisa memasukkan pensil kedalam tabung sebanyak 1 kali, sedangkan yang tidak masuk sebanyak 9 kali. Subjek kelima bisa memasukkan pensil kedalam tabung sebanyak 2 kali, sedangkan yang tidak masuk sebanyak 8 kali. Kebayakan subjek tidak bisa memasukkan pensil dengan sempurna, dikarenakan manusia diberi batas kemampuan pada penglihatan. Manusia tidak bisa melihat dengan sempurna jika salah satu mata ditutup. Ketika salah satu mata ditutup maka otak akan bekerja keras untuk membantu penglihatan mata yang ditutup. Pada percobaan penghantar suara, saat garpu tala diletakkan di antara gigi subjek, suara terdengar dari telinga kanan dan kiri. Karena arah rambatan garpu tala menyebar ke dua arah kanan dan kiri, karena itu bunyi terdengar di kedua telinga. Saat salah satu telinga subjek ditutup, bunyi terdengar di telinga yang ditutup. Karena telinga bagian dalam bisa merasakan arah rambatan garpu tala. Saat garpu tala diletakkan di atas telinga subjek, bunyi terdengar dari arah telinga sebelah kiri, karena ketika berada diatas kepala, subjek hanya bisa mendengarkan arah getaran garpu tala dari sebelah kiri, mungkin karena telinga subjek lebih peka di sebelah kiri. Saat garpu tala sudah tidak terdengar lagi diatas kepala dekat telinga, bunyi terdengar di dekat telinga. Pada percobaan keseimbangan ketika mata subjek terbuka, subjek tidak bergerak sama sekali. Sedangkan saat mata subjek tertutup, pada detik ke 22 subjek sudah tidak dapat menjaga keseimbangan. Mungkin karena konsentrasi subjek saat mata terbuka lebih bagus dari saat mata tertutup.

Pada percobaan refleks patella, saat subjek tidak melakukan apa-apa, duduk dengan kaki terjuntai, pada percobaan ke-1 dan ke-2 pelaku menggerakkan kaki dengan lemah, kemudian pada percobaan ke-3, 4, 5 pelaku merefleks dengan kuat. Hal ini dikarenakan neuron-neuron atau sel saraf pada saat pertama dan kedua belum selancar aliran implusnya dibandingkan percobaan selanjutnya pada bagian objek yang sama. Sehingga, hasil yang didapatkan semakin banyak percobaan pada bagian yang sama mengakibatkan refleks yang terjadi lebih kuat dan cepat. Saat subjek mengerjakan penjumlahan 3 digit angka dan saat menarik kedua tangan yang jari-jarinya bertautan satu sama lain menghasilkan terjadi refleks yang sama pada perulangan percobaan sebanyak lima kali. Hal ini dikarenakan otak pelaku melakukan pekerjaan sehingga, menghambat proses penghantaran lebih cepat saat rangsangan terjadi dibandingkan dengan saat tidak melakukan apa-apa. Pada percobaan refleks Achilles, pelaku pertama melakukan sepuluh kali percobaan dan merefleks semua, sedangkan pelaku kedua melakukan sepuluh kali percobaan dan merefleks delapan kali. G. Pembahasan 1. Jelaskan mekanisme sampai kita dapat merasakan adanya rasa tekanan / sentuhan dan rasa sakit! Jawab : ketika rangsangan diterima oleh reseptor tekanan(korpuscel pacini), reseptor sentuhan(korpuskel Meissner), dan reseptor rasa sakit(pain receptor). Kemudian rangsangan diubah menjadi implus saraf, dan kemudian dihantarkan sepanjang jalur saraf dari sensori ke otak, di otak terjadi penerjemahan implus yang dibawa sel saraf sensorik menjadi sensasi yang dapat dirasakan oleh manusia. 2. Jelaskan kenapa penglihatan binokuler penting untuk manusia serta uraikan bagaimana mekanismenya sehingga kita dapat melihat obyek secara jelas! Jawab : Mata manusia memiliki cara kerja otomatis yang sempurna, mata dibentuk dengan 40 unsur utama yang berbeda dan kesemua bagian ini memiliki fungsi penting dalam proses melihat kerusakan atau ketiadaan salah satu fungsi bagiannya saja akan menjadikan mata mustahil dapat melihat. Lapisan tembus cahaya di bagian depan mata adalah kornea, tepat dibelakangnya terdapat iris, selain member warna pada mata iris juga dapat merubah ukurannya secara otomatis sesuai kekuatan cahaya yang

masuk, dengan bantuan otot yang melekat padanya. Misalnya ketika berada di tempat gelap iris akan membesar untuk memasukkan cahaya sebanyak mungkin. Ketika kekuatan cahaya bertambah, iris akan mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata. System pengaturan otomatis yang berkeja pada mata bekerja sebagaimana berikut. Ketika cahaya mengenai mata sinyal saraf terbentuk dan dikrimkan ke otak, untuk memberikan pesan tentang keberadaan cahaya, dan kekuatan cahaya. Lalu otak mengirim balik sinyal dan memerintahkan sejauh mana otot disekitar iris harus mengerut. Bagian mata lainnya yang bekerja bersamaan dengan struktur ini adalah lensa. Lensa bertugas memfokuskan cahaya yang memasuki mata pada lapisan retina di bagian belakang mata. Karena otot-otot disekeliling lensa cahaya yang datang ke mata dari berbagai sudut dan jarak berbeda dapat selalu difokuskan ke retina.semua system yang telah kami sebutkan tadi berukuran lebih kecil, tapi jauh lebih unggul daripada peralatan mekanik yang dibuat untuk meniru desain mata dengan menggunakan teknologi terbaru, bahkan system perekaman gambar buatan paling modern di dunia ternyata masih terlalu sederhana jika dibandingkan mata. Jika kita renungkan segala jerih payah dan pemikiran yang dicurahkan untuk membuat alat perekaman gambar buatan ini kita akan memahami betapa jauh lebih unggulnya teknologi penciptaan mata. Jika kita amati bagian-bagian lebih kecil dari sel sebuah mata maka kehebatan penciptaan ini semakin terungkap. Anggaplah kita sedang melihat mangkuk Kristal yang penuh dengan buah-buahan, cahaya yang datang dari mangkuk ini ke mata kita menembus kornea dan iris kemudian difokuskan pada retina oleh lensa jadi apa yang terjadi pada retina, sehinggasel-sel retina dapat merasakan adanya cahaya ketika partikel cahaya yang disebut foton mengenai sel-sel retina. Ketika itu mereka menghasilkan efek rantai layaknya sederetan kartu domino yang tersusun dalam barisan rapi. Kartu domino pertama dalam sel retina adalah sebuah molekul bernama 11-cis retinal. Ketika sebuah foton mengenainya molekul ini berubah bentuk dan kemudian mendorong perubahan protein lain yang berikatan kuat dengannya yakni rhodopsin. Kini rhodopsin berubah menjadi suatu bentuk yang memungkinkannya berikatan dengan protein lain yakni transdusin. Transdusin ini sebelumnya sudah ada dalam sel namun belum dapat bergabung dengan rhodopsin karena ketidak sesuaian bentuk. Penyatuan ini kemudian diikuti gabungan satu molekul lain yang bernama GTP kini dua protein yakni rhodopsin dan transdusin serta 1 molekul kimia bernama GTP telah menyatu tetapi proses sesungguhnya baru saja dimulai senyawa

bernama GDP kini telah memiliki bentuk sesuai untuk mengikat satu protein lain bernama phosphodiesterase yang senantiasa ada dalam sel. Setelah berikatan bentuk molekul yang dihasilkan akan menggerakkan suatu mekanisme yang akan memulai serangkaian reaksi kimia dalam sel. Mekanisme ini menghasilkan reaksi ion dalam sel dan menghasilkan energy listrik energy ini merangsang saraf-saraf yang terdapat tepat di belakang sel retina. Dengan demikian bayangan yang ketika mengenai mata berwujud seperti foton cahaya ini meneruskan perjalanannya dalam bentuk sinyal listrik. Sinyal ini berisi informasi visual objek di luar mata.agar mata dapat melihat sinyal listrik yang dihasilkan dalam retina harus diteruskan dalam pusat penglihatan di otak. Namun sel-sel saraf tidak berhubungan langsung satu sama lain ada celah kecil yang memisah titik-titik sambungan mereka lalu bagaimana sinyal listrik ini melanjutkan perjalanannya disini serangkaian mekanisme rumit terjadi energy listrik diubah menjadi energy kimia tanpa kehilangan informasi yang sedang dibawa dan dengan cara ini informasi diteruskan dari satu sel saraf ke sel saraf berikutnya. Molekul kimia pengangkut ini yang terletak pada titik sambungan sel-sel saraf berhasil membawa informasi yang datang dari mata dari satu saraf ke saraf yang lain. Ketika dipindahkan ke saraf berikutnya sinyal ini diubah lagi menjadi sinyal listrik dan melanjutkan perjalanannya ke tempat titik sambungan lainnya dengan cara ini sinyal berhasil mencapai pusat penglihatan pada otak disini sinyal tersebut dibandingkan informasi yang ada di pusat memori dan bayangan tersebut ditafsirkan akhirnya kita dapat melihat mangkuk yang penuh buah-buahan sebagaimana kita saksikan sebelumnya karena adanya system sempurna yang terdiri atas ratusan kompenen kecil ini dan semua rentetan peristiwa yang menakjubkan ini terjadi pada waktu kurang dari 1 detik. 3. Uraikan disertai gambar mekanisme kita dapat mendengar suara dan faktor - faktornya! Jawab : getaran udara yang menimpa gendang dengar ditansmisikan melalui tulang-tulang pendengaran (tukul=incus, landasan =maleus, sanggurdi=stapes), dan melalui jendela lorong ke perilimfa. Tulang-tulang pendengaran memperkuat tekanan getaran dari gendang telinga. Karena luas jendela lorong hanya kurang lebih 1/25 luas gendang dengar, energy suara yang menimpa gendang dengar dan dirambatkan

melalui tulang pendengaran ke jendela lorong dikonsentrasikan pada area yang lebih kecil, dan kekuatan tekanan per unit area yang mengenai jendela lonjong lebih besar daripada tekanan yang dikirim oleh gendang dengar. Getaran yang menimpa jendela lonjong terus merambat ke cairan kokhlear, membrane reissner dan basiler, kemudian tersebar ke bagianbagian kokhlear sebelum energinya dibebaskan melalui jendela bundar. Gerakan membrane basiler akan merangsang sekelompok sel rambut. Rangsangan ini akan menyebabkan sel-sel rambut membebaskan neurotransmitter ke akson sel-sel sensori (saraf pendengaran / saraf kranial ke 8) yang memiliki badan sel yang terletak ditengah-tengah inti kokhlear. Sumasi arus reseptor akan menimbulkan implus pada saraf pendengaran yang akan disampaikan ke pusat pendengaran. 4. Pada setiap refleks yang saudara amati, jelaskan : a. Lintasan refleks yang meliputi reseptor, saraf sensorik, saraf motorik, dan efektornya Jawab : Rangsangan (impuls) > reseptor (indra) > saraf sensorik > sumsum tulang belakang > saraf motorik > efektor (Otot) 1. Reseptor : alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang bertindak sebagai reseptor adalah organ indera. 2. Saraf sensorik : saraf yang membawa rangsangan (impuls) dari reseptor (indra) ke saraf pusat(otak dan sumsum tulang belakang). 3. Sumsum Tulang Belakang : Sumsum tulang belakang terdapat memanjang di dalam rongga tulang belakang, mulai dari ruas-ruas tulang leher sampai ruas tulang pinggang ke dua. Sumsum tulang belakang juga dibungkus oleh selaput meninges. Bila diamati secara melintang, sumsum tulang belakang bagian luar tampak berwarna putih (substansi alba) karena banyak mengandung akson (neurit) dan bagian dalam yang berbentuk seperti kupu-kupu, berwarna kelabu (substansi grissea) karena banyak mengandung badan sel-sel saraf. 4. Saraf Motorik : saraf yang membawa rangsangan (impuls) dari saraf pusat susunan saraf ke efektor (otot dan kelenjar). 5. Efektor : bagian tubuh yang menanggapi rangsangan. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar (hormon). Otot menanggapi rangsang yang berupa gerakan tubuh, sedangkan hormon menaggapi rangsang dengan meningkatkan/menurunkan aktivitas organ tubuh tertentu.

b. Termasuk refleks somatik, otonom, spinal, atau cranial? Jawab : Berdasarkan system pengendaliaannya reflex dibedakan menjadi 2 yaitu: a) Refleks somatik : refleks yang dikendalikan oleh sistem saraf somatik. Refleks ini melibatkan somatic motor neuron dan dan otot skeletal. b) Refleks otonom : reflex ini diintegrasikan di otak, khususnya di hipotalamus, thalamus, dan batang otak. Daerah ini berisi pusat koordinasi yang dibutuhkan untuk menjaga homeostatis seperti detak jantung, tekanana darah, bernafas dan keseimbangan air dan temperatur. Pusat pengendalian refleks di sini adalah salivating, muntah, bersin, batuk dan tersedak. Berdasarkan lokasi dimana reflex diintegrasikan dibedakan menjadi 2 yaitu: a) Refleks Spinal : Refleks ini dapat terjadi tanpa melibatkan otak. Dikoordinasikan di spinal kord.refleks ini dapat dimodulasi oleh input yang lebih tinggi dari otak namun juga bisa tanpa input tersebut. b) Refleks Kranial: Refleks ini diintegrasikan di otak. 5. Apabila untuk satu macam refleks diberikan lebih dari satu perlakuan, bandingkan hasilnya dan jelaskan! Jawab : Hasilnya pasti berbeda, contohnya pada refleks patella. Perlakuan yang pertama adalah pelaku duduk diatas kursi dengan kedua kaki terjuntai bebas, pukul legamentum patellarisnya dengan pemukul karet, maka responnya adalah kaki mengayun. Dan untuk perlakuan yang kedua pelaku sambil melakukan aktivitas otak. Dan hasilnya pun berbeda, pada umumnya pelaku belum bisa melakukan refleks secara bersama sama antara aktivitas otak dan respon yang terjadi. Kebanyakan pelaku hanya bisa memberikan respon dari reflek tersebut dan aktivitas otak pun belum bisa berinteraksi secara bersamaan. H. Kesimpulan Pada hewan maupun manusia, respon terhadap stimuli melibatkan tiga proses : 1) menerima stimulus, 2) menghantarkan implus, dan 3) respon oleh efektor Agar terjadi sensasi diperlukan empat syarat: 1. Harus ada rangsang; 2. Organ pengindera harus menerima rangsang dan mengubahnya kedalam implus saraf; 3. Implus harus dihantarkan

melalui sistem saraf dari sensori hingga ke otak atau sumsum tulang belakang; 4. Bagian otak yang menerima harus menerjemahkan implus menjadi sensasi. Refleks adalah respon yang cepat dan tidak disadari terhadap perubahan lingkungan internal maupun eksternal. Rangkaian jalur saraf yang terlibat dalam aktivitas refleks disebut lengkung refleks, yang terdiri atas 5 komponen dasar: 1. Reseptor, 2. Saraf aferen, 3. Pusat saraf (otak atau sumsum tulang belakang), 4. Saraf aferen, 5. Efektor I. Daftar Pustaka Soewolo. 1999. Pengantar Fisiologi Hewan. Jakarta : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Susilowati, M.S, dkk. 2003. Petunjuk Praktikum Biologi Untuk Fisika. Malang : Universitas Negeri Malang