BAB 2 Ilmu Ekonomi Makro

dokumen-dokumen yang mirip
PENGANTAR EKONOMI MAKRO. Masalah Utama dalam perekonomian, Alat Pengamat Kegiatan Ekonomi dan Kebijakan Ekonomi Makro

PENGANTAR ILMU EKONOMI MAKRO BAB 1 RUANG LINGKUP ANALISIS MAKROEKONOMI

Makro ekonomi adalah Makro artinya besar, analisis makro ekonomi merupakan analisis keseluruhan kegiatan perekonomian. Bersifat global dan tidak

Pokok Bahasan 1 RUANG LINGKUP EKONOMI MAKRO

BAB I PENDAHULUAN. kestabilan harga. Masalah pertumbuhan ekonomi adalah masalah klasik

PENGANTAR EKONOMI MIKRO

Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM

PENGANGGURAN, INFLASI & KEBIJAKAN PEMERINTAH

Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM

Prof. Dr. Almasdi Syahza, SE., MP Peneliti dan Pengamat Ekonomi Pedesaan Blog:

BAB I PENDAHULUAN. fenomena yang relatif baru bagi perekonomian Indonesia. perekonomian suatu Negara. Pertumbuhan ekonomi juga diartikan sebagai

ekonomi K-13 INFLASI K e l a s A. INFLASI DAN GEJALA INFLASI Tujuan Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Pengertian Ekonomi Makro

Analisis dalam teori mikro ekonomi pada umumnya meliputi bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian, mis. Kegiatan seorang konsumen,

EKONOMI. unlimited human s wants and needs. scarcity resources

BAB 10 Permintaan Agregat 1: Membangun Model IS-LM

I. PENDAHULUAN. sembilan persen pertahun hingga disebut sebagai salah satu the Asian miracle

ekonomi Kelas X KEBIJAKAN MONETER KTSP A. Kebijakan Moneter Tujuan Pembelajaran

Pengantar. Makroekonomi. TEE 314 Bisnis Kelistrikan

JURUSAN PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

PENGUKURAN INFLASI. Dalam menghitung Inflasi secara umum digunakan rumus: P P

BAB I PENDAHULUAN. proses pertukaran barang dan jasa serta untuk pembayaran utang. Pada umumnya setiap

I. PENDAHULUAN. Salah satu tujuan negara adalah pemerataan pembangunan ekonomi. Dalam

BAB I PENDAHULUAN. dalam suatu periode tertentu, baik atas dasar harga berlaku maupun atas

PENGANTAR EKONOMI MAKRO

KESEIMBANGAN AGREGAT DEMAND AGREGAT SUPPLY

Pengantar Teori Ekonomi dan Moneter

BAB 2 LANDASAN TEORI

Modul ke: Pendahuluan. Fakultas FAK. EKONOMI & BISNIS. Cecep W. Program Studi. S-1 Manajemen.

BAB I PENDAHULUAN. menetapkan stabilitas di bidang ekonomi yang sehat dan dinamis, pemeliharaan di bidang ekonomi akan tercipta melalui pencapaian

I. PENDAHULUAN. Krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997 mengakibatkan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Kebutuhan manusia selalu berkembang sejalan dengan tuntutan zaman, tidak

Pengantar Ekonomi Makro. Oleh Ruly Wiliandri, SE., MM

= Inflasi Pt = Indeks Harga Konsumen tahun-t Pt-1 = Indeks Harga Konsumen tahun sebelumnya (t-1)

BAB II. Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara

BAB I PENDAHULUAN. menghasilkan barang dan jasa, investasi yang dapat meningkatkan barang modal,

BAB II TINJAUAN TEORI. landasan teori yang digunakan dalam penelitian yaitu mengenai variabel-variabel

BAB I PENDAHULUAN. atau bahkan tercapainya full employment adalah kondisi ideal perekonomian yang

BAB I PENDAHULUAN. negara. Inflasi itu sendiri yaitu kecenderungan dari harga-harga untuk menaik

Kebijakan Pemerintah KEBIJAKAN PEMERINTAH. Kebijakan Pemerintah. Kebijakan Pemerintah 4/29/2017. Tujuan

PERMINTAAN DAN PENAWARAN AGREGAT

PERTEMUAN III ASPEK EKONOMI, POLITIK,

KEBIJAKAN HARGA. Kebijakan Yang Mempengaruhi Insentif Bagi Produsen : Kebijakan Harga_2. Julian Adam Ridjal, SP., MP.

KEBIJAKAN FISKAL. Sayifullah, SE., M.Akt

BAB I PENDAHULUAN. Amerika Serikat. Hal ini sangat mempengaruhi negara-negara lain karena

ANALISIS PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP PERMINTAAN AGREGAT DI INDONESIA

08. Tabel biaya dan produksi suatu barang sebagai berikut : Jumlah produksi Biaya tetap Biaya variabel Biaya total 4000 unit 5000 unit 6000 unit

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan tingginya ketidakpastian perekonomian global, nilai tukar

BAB I PENDAHULUAN. umum ditujukan untuk mencapai tingkat pengangguran yang rendah (high

I. PENDAHULUAN. Inflasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam

By Nina Triolita, SE, MM. Pengantar Bisnis Pertemuan Ke 7

Materi 2 Ekonomi Mikro

MODEL IS DARI PASAR BARANG DAN MODEL LM DARI PASAR UANG. Chapter Ten 1

BAB 1 PENDAHULUAN. Grafik 1.1 Perkembangan NFA periode 1997 s.d 2009 (sumber : International Financial Statistics, IMF, diolah)

Keseimbangan di Pasar Uang

BAB I PENDAHULUAN. integral dan menyeluruh. Pendekatan dan kebijaksanaan sistem ini telah

PENGANTAR ILMU EKONOMI PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Menurut Baasir (2003) yang dikutip oleh Andrianus (2006) dalam

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Kebijakan fiskal merupakan salah satu kebijakan dalam mengatur kegiatan

PERTEMUAN III ASPEK EKONOMI, POLITIK,

I. PENDAHULUAN. Uang merupakan alat pembayaran yang secara umum dapat diterima oleh

SISTEM EKONOMI INDONESIA

I. PENDAHULUAN. jasa. Oleh karena itu, sektor riil ini disebut juga dengan istilah pasar barang. Sisi

TEORI PENGELUARAN NEGARA

Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas. Sumber daya tersedia secara terbatas. Masing-masing sumber daya mempunyai beberapa alternatif penggunaan.

BAB I PENDAHULUAN. perlindungan, hiburan dan kebutuhan hidup lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. fungsi sebagai penyimpan nilai, unit hitung, dan media pertukaran.

BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan perkembangan ekonomi, baik perkembangan ekonomi domestik

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Indikator Inflasi Beberapa indeks yang sering digunakan untuk mengukur inflasi seperti;.

Pengantar Ekonomi Mikro

SATUAN ACARA PEKULIAHAN UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB I PENDAHULUAN. pengolahan sumber-sumber ekonomi yang tersedia secara terarah dan

BAB I PENDAHULUAN. makro adalah pandangan bahwa sistem pasar bebas tidak dapat mewujudkan

MODEL SEDERHANA PERMINTAAN AGREGAT PENAWARAN AGREGAT

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan ekonomi sehingga dapat meningkatkan taraf pertumbuhan ekonomi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Fundamental forex adalah metode analisa yang menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian -

TEORI KLASIK DAN KANEYSIAN.

MASALAH POKOK ILMU EKONOMI

Fokus Negara IMF. Fokus Negara IMF. Ekonomi Asia yang Dinamis Terus Memimpin Pertumbuhan Global

BAB I PENDAHULUAN. mengatur masuk dan keluarnya perusahaan dari sebuah indutri, standar mutu

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. rata-rata pendapatan riil dan standar hidup masyarakat dalam suatu wilayah. Oleh


BAB I PENDAHULUAN. Perekonomian Indonesia di tengah perekonomian global semakin

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Kebijakan Makro Ekonomi

1. Tinjauan Umum

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN RUMUSAN HIPOTESIS. Produk Domestik Bruto adalah perhitungan yang digunakan oleh suatu

ABSTRAK. Kata Kunci: pertumbuhan ekonomi, inflasi, investasi, pertumbuhan ekonomi.

Pengantar Ekonomi Mikro. Modul ke: 1FEB. Konsep Ilmu Ekonomi. Fakultas. Febrina Mahliza, SE, M.Si. Program Studi Manajemen

ANALISIS TRIWULANAN: Perkembangan Moneter, Perbankan dan Sistem Pembayaran, Triwulan IV

BAB I PENDAHULUAN. Uang merupakan suatu alat tukar yang memiliki peranan penting dalam

TUJUAN KEBIJAKAN MONETER

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan ekonomi internasional yang semakin

MASALAH-MASALAH DASAR DALAM ORGANISASI EKONOMI BAB 3. 1 Chapter 3 Masalah Dasar Organisasi Ekonomi Navik Istikomah

Transkripsi:

BAB 2 Ilmu Ekonomi Makro Satuan Acara Perkuliahan 2 Tujuan kegiatan belajar ini adalah untuk membahas : Akar Ilmu Ekonomi Makro Definisi Ekonomi Makro Perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro Permasalahan Dalam Ekonomi Makro Deskripsi Singkat : Bagian BAB ini adalah penjelasan lanjutan dari uraian BAB pendahuluan sebelumnya, dan bagian ini berisi tentang sejarah timbulnya ekonomi makro, perbedaan makro dan mikro serta permasalahan dalam ekonomi makro. Pendalaman tentang akar masalah ekonomi makro, perbedaan ekonomi makro dan mikro serta permasalahan dalam ekonomi makro merupakan pemahaman awal dalam mempelajari ekonomi makro. Pendahuluan ekonomi makro ini membantu dan untuk mempermudah kita dalam menggambarkan definisi ekonomi makro serta perbedaan ekonomi makro dan mikro. Kegiatan Belajar-Mengajar: 1. Dosen menjelaskan pokok, sub pokok bahasan dan TIK pertemuan 2. Dosen menjelaskan materi dengan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menanggapi atau bertanya saat ada hal yang kurang dimengerti 3. Di akhir perkuliahan mahasiswa diberi tugas dan/atau latihan Dengan membaca bab ini, pembaca diharapkan dapat : Memahami akar ekonomi makro Memahami Definisi Ekonomi Makro Memahami Perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro Memahami Permasalahan Dalam Ekonomi Makro II - 1

2.1. AKAR ILMU EKONOMI MAKRO Peristiwa-peristiwa ekonomi tahun 1930-an, yakni dasawarsa Depresi Besar, memicu sejumlah besr pemikiran tentang permasalahan perekonomian makro. Tahun 1920-anmerupakan tahun-tahun kemakmuran bagi kemakmuran perekonomian A.S. Sepertinya setiap saat orang yang menginginkan pekerjaan bisa mendapatkannya, pendapatan melonjak tajam, dan harga-harga stabil. Mulai akhir 1929, segala sesuatu tiba-tiba berubah menjadi jelek. Pada tahun 1929, 1,5 juta orang menganggur. Pada tahun 1933, pengangguran itu meningkat sampai 13 juta dari angakatan kerja yang berjumlah 51 juta. Pada tahun 1929, Amerika Serikat memproduksi $ 103 milyar barang dan jasa baru; pada tahun 1933, produksi itu merosot sampai $ 55 milyar, merosot hampir 50 persen. Pada bulan Oktober 1929, ketika harga saham Wall Street anjlok, milyaran dolar kekayaan pribadi hilang lenyap. Pengangguran tetap diatas 14 persen dari angkatan kerja sampai tahun 1940. Model Klasik Sebelum Depresi Besar, para ahli ekonomi menerapkan model ekonomi mikro, yang kadang-kadang disebut sebagai Model Klasik, pada masalah-masalah perekonomian yang luas. ( Kata ilmu ekonomi makro tidak ditemukan sampai sesudah Perang Dunia II.) Sebagai contoh, analisis penawaran dan permintaan klasik mengasumsikan bahwa penawaran tenaga kerja yang berlebih akan menyebabkan turunnya upah ke tingkata keseimbangan baru; akibatnya, pengangguran tidak akan bertahan lama. Dengan kata lain, ahli ekonomi klasik yakin bahwa resesi (penurunan dalam ekonomi) memperbaiki dirinya sendiri. Ketika jumlah keluaran jatuh dan permintaan akan tenaga kerja bergeser ke kiri, argument itu berlaku, tingkat upah akan menurun, yang karenanya menaikan jumlah tenaga kerja yang diminta oleh perusahaan yang ingin memperkerjakan lebih banyak karyawan dengan tingkat upah baru yang lebih rendah. (Grafikkan sendiri gerakan tersebut sepanjang kurva permintaan baru.). Akan tetapi, selama Depresi Besar tingkat pengangguran tetap sangat tinggi selama hampir 10 tahun. Dalam ukuran besar, kegagalan model 1 klasik sderhana dalam II - 2

menjelaskan pengangguran tinggi yang berkepanjangan memberikan dorongan bagi cikal bakal perkembangan ilmu ekonomi makro. Tidak heran bahwa apa yang sekarang kita sebut ilmu ekonomi makro itu lahir pada tahin 1030-an. Revolusi Keynesian Salah satu karya paling penting dalam sejarah ekonomi, The General Theory of Employment, Interest and Money, oleh Jhon Maynard Keynes,diipublikasikan pada tahun 1936. Berdasarkan apa yang sudah dipahami tentang pasar dan perilakunya, Keynes mulai membangun teori yang akan menjelaskan peristiwa-peristiwa ekonomi yang membingungkan zaman itu. Sesudah Perang dunia II, dan khususnya ditahun 1950, pandangan Keynes mulai membawa pengaruh baik terhadap ahli ekonomi maupun atas pembuat kebijakan pemerintah. Pemerintaha akhirnya yakin bahwa mereka dapat campur tangan dalam perekonomian untuk mencapai sasaran peluang kerja dan keluaran ke tingkatan tertentu, dan mereka mulai menggunakan kekuasaaan mereka atas pajak dan pengeluaran, juga kemapuan mereka mempengaruhi tingkat suku bunga dan penawaran uang, yang tujuan ekplisitnya adalah mengontrol naik turunnya pereknomian. Pandangan atas kebijakan pemerintah seperti itu diterima dengan kuat di Amerika Serikat dengan dikeluarkannya Undang-undang Peluang Kerja tahun 1946 (Employment Act of 1946). Undang-undang itu membentuk President s Council of Economic Advisors, satu kemlompok ahli ekonomi yang menasehati presiden tentang permasalahan ekonomi. Undang-undang itu juga mengikat pemerintah federal untuk melakukan intervensi dalam perekonomian untuk menghindari penurunan besar dalam keluaran dan peluang kerja. Penyesuaian Perekonomian secara Tepat pada tahun 1960-an Pendapat bahwa pemerintah dapat dan hendaknya, bertindak untuk menjaga supaya perekonomian makro tetap stabil mencapai puncak popularitasnya pada tahun 1960-an. Selama tahun-tahun itu. Walter Heller, ketua Council of Economic Advisors dibawah Presiden Kennedy maupun Presiden Johnson, menyebut penyesuaian perekonomian secara tepat sebagai peran pemerintah dalam mengatur inflasi dan pengangguran. Selama tahun 1960-an, banyak ahli ekonomi pemerintah dapat II - 3

menggunakan alat yang tersedia untuk memanipulasi tingkat pengangguran dan inflasi dengan sangat tepat. Ketidaksesuaian dengan kenyataan Sejak tahun 1970-an Sejak 1970-an perekonomian A.S. mengalami serangkaian fluktuasi besar dalam tingkat peluang kerja, keluaran, dan inflasi. Pada tahun 1974 sampai 1975 dan 1980 sampai 1982, Amerika Serikat mengalami resesi yang hebat. Walaupun bencananya tidak sehat Depresi Besar tahun 1930-an, resesi itu menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan dan mengakibatkan kerugian milyaran dolar karena kehilangan keluaran dan pendapatan. Pada tahun 1974 sampai 1975 dan pada tahun 1979 sampai 1981, Amerika Serikat menunjukkan inflasi yang sangat tinggi. Perekonomian A.S. jugaa mengalami resesi yang sedang pada tahun 1990 sampai 1991 dan pertumbuhan ekonomi yang sangat lambat selama kira-kira dua tahun sesudah resesi. (Kita membahas peristiwa ini secara lebih rinci dalam bab-bab kemudian). Lebih dari itu, pada tahun 1970-an dapat disaksikan kelahiran stagflasi (stagnasi + inflasi). Stagflasi terjadi bila tingkat harga keseluruhan naik cepat (inflasi) selama periode resesi atau tingkat pengangguran yang tinggi dan lama (stagnasi). Sampai 1970- an, harga yang naik cepat dijumpai hanya dalam periode ketika perekonomian makmur dan pengangguran rendah (atau seekurang-kurangnya menurun). Masalah stagflasi itu menjengkelkan, baik bagi ahli teori ekonomi makro maupun bagi pmbuat kebijakan menyangkut kesehatan ekonomi. Jelas hingga tahun 1975 bahwa perekonomian makro itu lebih sulit dikontrol dibanding kata-kata Heller atau teori dalam buku pelajaran yang telah diyakini oleh ahl ekonomi. Peristiwa-peristiwa tahun 1970-an dan sesudahnya mempunyai pengaruh penting terhadap teori makro. Banyak dari keyakinan akan modek Keynsian yang sederhana dan kebijaksanaan konvensional tahun 1960-an yang kehilangan makna. Cara baruuntuk memahami perilaku perekonomian makro telah diusulkan, tetapi sampai sekarang tidak ada kesepakatan tentang pejelasan mana yang paling baik. Karena perubahan yang terus menerus dalam perekonomian makro seperti itulah maka timbul pengertian bahwa disiplin terbuka luas dan bahwa banyak permasalahan paling penting sekarang harus dipecahkan, dan itu membuat ilmu ekonomi makro begitu menyenangkan untuk dipelajari. II - 4

2.2. DEFINISI EKONOMI MAKRO Ilmu ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional. Ilmu ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utama sebagai berikut : Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah dimanfaatkan keadaan ini disebut full employment. Sebaliknya bila masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh. Sejauh mana perekonomian dalam keadaan stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Apabila nilai uang cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya terjadi deflasi. Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan dan pertumbuhan tersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan terdapat trade off maksudnya bila yang satu membaik yang lainnya cenderung memburuk. 2.3. PERBEDAAN EKONOMI MAKRO DAN MIKRO Sementara ilmu ekonomi mikro mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Dalam ekonomi mikro ini dipelajari tentang bagaimana individu menggunakan sumber daya yang dimilikinya sehingga tercapai tingkat kepuasan yang optimum. Secara teori, tiap individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi yang II - 5

optimum bersama dengan individu-individu lain akan menciptakan keseimbangan dalam skala makro dengan asumsi ceteris paribus. Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro dapat dilihat pada tabel 2.1. berikut : Tabel 2.1. Perbedaan Ekonomi Makro dan Mikro Dilihat dari Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Harga Harga ialah nilai dari suatu Harga adalah nilai dari komoditas komoditas (barang tertentu saja) secara agregat (keseluruhan) Unit analisis Pembahasan tentang kegiatan Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual. ekonomisecara keseluruhan. Contohnya permintaan dan dan Contohnya pendapatan nasional, penawaran, perilaku konsumen, pertumbu8han ekonomi, inflasi, perilaku produsen, pasar, pengangguran, investasi dan penerimaan, biaya dan laba atau kebijakan ekonomi. rugi perusahaan Tujuan analisis Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat. Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan 2.4. PERMASALAHAN EKONOMI MAKRO Makro ekonomi adalah teori dasar kedua dalam ilmu ekonomi. Teori dasar lainnya adalah mikroekonomi. Teori mikroekonomi menganalisis kegiatan suatu perekonomian dengan melihat bagian bagian kecil dari keseluruhan kegiatan ekonomi. Manakala makroekonomi melihat kegiatan ekonomi dengan memperhatikan gabaran kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Dari segi analisis teori ekonomi meliputi apa barang yang diproduksi, bagaimana cara memproduksi barang yang efisien dan untuk siapa barang diproduksi. Sedangkan analisis makro ekonomi meliputi masalah masalah II - 6

utama yang dihadapi perekonomian Indonesia dan kebijakan apa yang digunakan pemerintah. Ahli ahli ekonomi selalu mengamati prestasi kegiatan perekonomian dari waktu ke waktu. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu diperhatikan data statistik yang mengambarkan perubahan perubahan dalam kegiatan ekonomi negara. Data statistik tersebut dinamakan indikator makroekonomi. Terdapat banyak indikator diantaranya pendapatan nasional, tingkat pertumbuhan ekonomi, pengangguran, inflasi dan neraca pembayaran. Salah satu masalah perekonomian yaitu pengangguran, Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Penyebab terjadinya pengangguran yaitu : 1). Kekurangan pengeluaran agregat (pembelanjaan masyrakat terhadap barang dan jasa) 2). Menganggur karena ingin mencari kerja lain yang lebih baik, 3). Penggunaan alat produksi modern/ mesin mesin, 4). Ketidaksesuaian antara keterampilan pekerja yang sebenarnya dengan ketrampilan yang diperlukan industri. Akibat buruk pengangguran :pengurangan pengeluaran konsumsinya, menganggu taraf kesehatan keluarga, menimbulkan efek psikologis yang buruk, timbulnya kriminalitas dan terjadi kekacauan politik, ekonomi dan sosial bagi negara. Kebijakan pemerintah yang digunakan untuk mengatasi masalah masalah ekonomi dibedakan kepada tiga bentuk tindakan : yaitu kebijakan fiskal, kebijakan moneter dan kebijakan segi penawaran. Dalam kebijakan fiskal akan dibuat perubahan dalam pengeluaran pemerintahan atau pajak untuk mempengaruhi tingkat pengeluaran agregat. Dalam kebijakan moneter yang dilakukan adalah membuata perubahan dalm penawaran suku bunga untuk mempengaruhi pengeluaran agregat. Kebijakan segi penawaran dilakukan dengan mengurangi pajak, mengurangi insentif fiskal, memberi subsidi, dan menyediakan infrastruktur yang baik untuk menaikkan efisiensi kegiatan perusahaan perusahaan. Mengembangkan infrastruktur dan membuat peraturan yang kondusif kepada suasana usaha yang baik juga perlu dilakukan. II - 7

II - 8

2.5. LATIHAN DAN/ATAU TUGAS Gunakan bacaan atau literatur lainnya untuk mendukung jawaban pertanyaanpertanyaan di bawah ini : 1. Apakah yang dimaksud dengan ekonomi makro 2. Sebutkan perbedaan ekonomi makro dan mikro? 3. Mengapa kita harus mempelajari ilmu ekonomi makro? II - 9